Oleh: pondokquranhadis | Januari 25, 2014

Nabi Dawud Kepala Negara (Antara Teokrasi&Sekularisme)

  1. S 38 Shad 26 Teokrasi & Sekularisme
  2. S 8 Al-Anfal 52-53 Masa Kritis Perubahan Pola Hidup
  3. S 4 An-Nisa` 69-70 Napak Tilas Mi’raj Nabi Saw
  4. S 2 al-Baqarah 96 Ingin Hidup 1000 tahun
………………………………………………………………………….

Internet: http://pondokquranhadis.wordpress.com  Email:pondokilmu7@gmail.com

Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com,Email:h.imam.muchlas.@gmail

Nabi  Dawud Kepala Negara

(Antara  Teokrasi&Sekularisme)

Al-Quran S.38 Shad26

يَادَاوُدُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ(ص26)

Artinya: “Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”(S.38 Shad 26).

Tafsir Hadis

Oleh: pondokquranhadis | Mei 18, 2013

Tugas Wajib Umat Islam

Al-Quran S.21 Al-Anbiya` 107
وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ(105)إِنَّ فِي هَذَا لَبَلَاغًا لِقَوْمٍ عَابِدِينَ(106)وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ(-الانبياء105-107-)
Artinya
105. Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lohmahfuz, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh. 106. Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah Allah). 107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”(S.21 Al-Anbiya` 105-107).
Tema dan sari tilawah
~Allah telah menetapkan bahwa hamba Allah yang alim soleh akan mendapat anugerah kehidupan yang baik di dunia.
~Itulah ketetapan Allah yang wajib diperhatikan sungguh-sungguh oleh para hamba yang mengabdi kepada Allah.
~Rasulullah Muhammad Saw diutus Allah membawa rahmat untuk seluruh alam. Maka umat Muhammad wajib meneruskan dakwah Rasulullah Saw ini.
Masalah dan analisa jawaban
Masalah ke~1: Bagaimana kedudukan orang yang tidak taat kepada ketetapan Allah itu? Jawaban hipotetis: Orang yang tidak taat dan ingkar kepada ketetapan Allah maka dia tidak akan mendapat hak seperti hak orang yang alim soleh.
Masalah ke~2: Apa yang dimaksud dengan lafal Ash-Shalihun & Rahmatan dalam Al-Quran S.21 Al-Anbiya` 105-107 tersebut di atas? Jawabana hipotetis: Ash-Shalihun ialah orang yang baik dan rahmatan itu ialah nikmat.
Masalah ke~3: Apa dan bagaimana tugas umat Muhammd Saw sebagai penganut agama Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Saw itu? Jawaban hipotetis: Orang Islam sebagai penganut ajaran Rasulullah Muhammad Saw wajib mewujudkan realisasi ajaran yang membawa rahmat atas sekuruh alam, yaitu membuat dan membina setiap warga menjadi sumber amal soleh, menegakkan keadilan bagi seluruh umat dan mengejar maslahah yang hakiki untuk sesama hidup.
Pendalaman dan analisa jawaban
BAB SATU
Orang yang ingkar kepada aturan Allah
Masalah ke~1: Bagaimana kedudukan orang yang tidak taat kepada ketetapan Allah itu? Jawaban hipotetis: Orang yang tidak taat dan ingkar kepada ketetapan Allah tidak mendapat hak seperti hak orang yang alim soleh.
@Tafsir Adhwa`ul Bayan (22h234) dalam menganalisa Qs21a107
{وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ}. mencatat bahwa makna ayat ini ialah bahwa Nabi Muhammad Saw tugasnya ialah mewujudkan nuansa seluruh alam itu hidup yang nikmat penuh rahmat, sejahterat, bahagia, tercukupi segala kebutuhan hidup dunia akhirat.
~ Barang siapa yang mengingkari dan tidak mentaati dakwah Rasul Saw itu maka dia akan kehilangan hak bagian dari rahmat yang sangat besar itu.
Kita bayangkan bahwa jika Allah menganugerahkan nikmat, yang mengalir deras, memenuhi kebutuhan, kesejahteraan para penghuni alam, yang berlangsung mengalir terus, kemudian jika ada orang yang malas atau mogok bekerja atau enggan beramal maka dia akan kehilangan kesempatan yang sangat mahal sekali sehingga nasibnya akan jatuh ke dalam penderitaan; Allah berfirman:
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَةَ اللَّهِ كُفْرًا \وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ(28)جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا وَبِئْسَ الْقَرَارُ(29)وَجَعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِهِ قُلْ تَمَتَّعُوا فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى النَّارِ(30)(ابراهيم 8230-)
Artinya:
“28. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?,
29. yaitu neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
30. Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka”S.14 Ibrahim 28-30),
Sebagian ulama mengatakan bahwa orang kafir azabnya mungkin ditunda sampai waktu yang ditentukan olehAllah.
@Az-Zuhaili dalam tafsirnya (17h147) ketika membahas Qs21a105 tersebut di atas mencatat bahwa Allah sudah menurunkan Syari’at Islam dengan tauhid yang suci, keadilan yang hakiki, membela yang benar dan iman yang shahih, semua itu serba rahmat, dan ihsan, menuju kepada peradaban yang benar, menentang kezaliman, melawan kekafiran, mencegah laku jijik-kotor, mungkar dan melanggar hukum Allah, memerangi kezaliman, kebodohan maupun keterbelakangan,
Di dalam Al-Quran tercatat bahwa Nabi Ibrahim a.s. berhasil lulus ujian Allah dengan sempurna lalu beliau dianugerahi kedudukan yang terhormat oleh Allah. Maka Nabi Ibrahim berdo’a memohon anugerah itu juga diberikan kepada anak keturunannya. Maka dijawab oleh Allah bahwa orang yang berbuat zalim tidak berhak atas anugerah itu.
وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ ( البقرة 124 )
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim”(S.2 Al-Baqarah 124).
Orang yang zalim ialah orang yang tidak mau menjunjung tinggi agama Islam dan tidak menghormati hukum Allah:
إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَفَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ(44)وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ(45) (الماءدة 44-45 )
Artinya:
44”Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh para nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.
45. Dan telah Kami tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim”( S.5 Al-Maidah 44, 45).
Mereka yang tidak mau mentaati Hukum Allah adalah orang yang zalim (ayat 45), dinamakan kafir dalam ayat 44 dan disebut orang yang fasiq dalam ayat 47 syrat Al-Maidah.
Zalim artinya salah, kafir itu ialah tidak percaya kepada Allah dan fasiq itu ialah orang sudah mengerti aturan tetapi sengaja melanggar aturan atau hukum Allah itu. Masing-masing akan mendapat azab dari Allah mungkin di dunia tetapi yang jelas ialah nanti di akhirat,
BAB DUA
Makna Ash-Shalihun dan Rahmatan
Masalah ke~2: Apa yang dimaksud dengan lafal Ash-Shalihun & Rahmatan dalam Al-Quran S.21 Al-Anbiya` 105-107 tersebut di atas? Jawabana hipotetis: Ash-Shalihun ialah orang yang baik dan rahmatan itu ialah nikmat.
I. Makna lafal Ash-Shalihuna
@Ar-Raghib dalam Kitab Al-Mufradat (1h587) mencatat bahwa lafal Shalaha adalah lawan kata Fasada (Ash-Shalaahu X Al-Fasaadu) artinya baik lawannya ialah rusak; Yang berarti rusak atau jelek disebut Allah dalam Al-Quran(s9a102, s7a56;
وَءَاخَرُونَ اعْتَرَفُوا بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا عَمَلًا صَالِحًا وَءَاخَرَ سَيِّئًا عَسَى اللَّهُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ( االتوبة 102)
“Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampur baurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”(S.9 At-Taubat 102).
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ( الاعراف 56)
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”(S.7 Al-A’raf 56).
Makna Al-Fasadu artinya rusak dalam arti luas mencakup semua aspek kehidupan, hukum, ekonomi, sosial, politik dan budaya serta kepercayaan.
Adapun lafal Ishlah artinya ialah menghilangkan penyebab yang merusak, sama dengan reparasi, yaitu memperbaiki apa yang kurang tepat sebagaiaman disebut Al-Quran dalam s47a2, s33a71, s46a15;
a) “Allah menghapus kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka(s47a2. ) {وأصلح بالهم}
b) “Allah memperbaiki amalan-amalanmu (s33a71
={ويصلح لكم أعمالكم} [الأحزاب/71])
c) “Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku (s46a15)= {وأصلح لي في ذريتي} [الأحقاف/15]،
@Kitab Al-Mausu’atul Fiqhiyah (23h283) juga mengartikan lafal Shalaah ialah tidak rusak, maksudnya ialah serba baik dari berbagai aspek, tidak membingungkan, tidak mencurigakan, tidak bohong, tetapi istiqamah mantap, tekun, tenang damai, serba positif. Dalam bidang agama istilah Ash-Shalahu artinya ialah menunaikan yang wajib dan sunat, suci dari dosa.
Jadi lafal Ash-Shalihuna dalam QS.21 Al-Anbiya` 105-107 itu I artinya ialah orang-orang atau suatu kaum yang alim soleh.
II.Makna lafal Rahmatan
Menurut Ar-Raghib dalam kitabnya Al-Mufradat (1h391) lafal Ar-Rahmatu itu artinya ialah halus perasaan, sensitif sangat perasa yang memaksa hati untuk berbuat ihsan. (Ihsan ialah kebaikan hati yang besarnya sama dengan cinta, kasih sayang seorang ibu kepada anak bayinya).
~ Jika Rahmatun itu dari Allah ialah anugerah nikmat, kelezatan dan keutamaan bagi seluruh makhluk, tetapi rahmatun oleh manusia hanya perasaan halus, belas kasih kepada sesamanya.
Rasuluillah Saw bersabda:
عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا اللَّهُ وَأَنَا الرَّحْمَنُ خَلَقْتُ الرَّحِمَ وَشَقَقْتُ لَهَا مِنْ اسْمِي فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَتُّهُ ( رواه الترمدي( 1830)
“Dari Abu Salamah bahwa Abdurrahman berkata: ‘Aku telah mendengar Rasulullah bersabda: “Allah Tabaraka wa Ta’ala berfiman: ‘Akulah Allah, dan Aku adalah Ar Rahman. Aku telah menciptakan kasih sayang yang Aku ambilkan dari nama-Ku. Maka siapa yang menyambungnya, Aku akan menyambungnya, dan siapa yang memutuskannya, maka Aku akan memutuskan kasih sayang-Ku darinya”(HR Tirmidzi no.1830 dan Abu Dawud no.1444 dinilai shahih oleh Al-Hakim).
# Lafal Rahmatun disini mengandung 2 aspek, yaitu: 1) Berhalus budi. (2) Berbuat kebajikan kepada obyek sasarannya; Senada dengan lafal Rahman dan Rahim; Seperti tertulis di atas lafal Rahman hanya milik Allah sebab nikmat itu dirasakan oleh seluruh makhluk, sedangkan lafal Rahim bisa dimiliki oleh manusia yaitu berbuat kebajikan yang sangat banyak, contohnya sifat watak Rasulullah Saw yang tercatat dalam Al-Quran s9a128);
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ( التوبة 128)
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”(S.9 At-Taubat 128)
@Pada halaman ini Ar-Raghib mengartikan lafal Ar-Rahimu ialah rahim kandungan dalam perut perempuan. Lalu dipinjam artinya menjadi “dekatnya hubungan keluarga karena hubungan darah yang berasal dari satu wadah “Rahim” sebagaimana disebut-sebut dalam Al-Quran s18a81.
@Kitab I’anatul Mustafid (2h148) dalam membahas Qs21a107
{وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ(107)} mencatat bahwa makna lafal “Rahmatan” disini ialah nikmat dari Allah melalui makhluk-Nya lalu dikaitkan dengan Qs93a11“{وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ(الضحي 11)}
“Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”( S.93 Adh-Dhuha11).
@Kitab Tadzkiratul Mu`nisi (h343) dalam membahas Qs21a107 ini mengatakan bahwa Nabi itu diutus Allah untuk menyebarkan kasih sayang bukan menyebar permusuhan sesuai dengan hadis Nabi Saw berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ عَلَى الْمُشْرِكِينَ قَالَ إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعَّانًا وَإِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً (رواه مسلم 4704)
“Dari Abu Hurairah dia berkata; “Seseorang pernah berkata; ‘Ya Rasulullah, do’akanlah untuk orang-orang musyrik agar mereka celaka! ‘ Mendengar itu, Rasulullah Saw menjawab: ‘Sesungguhnya aku diutus bukan untuk menjadi pelaknat, tetapi aku diutus sebagai rahmat”(HR Muslim no.4704).
@Ibnul Manzhur dalam kamusnya Lisanul ’Arab (1h651) menjelaskan bahwa lafal Rahamatun maknanya sangat luas sekali sebagaimana diisyaratkan Allah dalam hadis bahwa bukti adanya rahmat itu ialah bahwa kehalusan hati orang yang bersangkutan dapat mengalahkan rasa marah sekaligus mendahulukan kasih sayang: Conoth jni tercatat dalam hadis Bakhari-Muslim:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَضَى اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِي كِتَابِهِ فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ إِنَّ رَحْمَتِي غَلَبَتْ غَضَبِي (رواه البخاري 2955 ومسلم 4939″]
“Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Ketika Allah menetapkan penciptaan makhluq, Allah menulis di dalam Kitab-Nya, yang berada di sisi-Nya di atas -’Arsy (yang isinya): “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku”(HR Bukhari no.2955 dan Muslim no.4939).
#Dalam halaman 662 Ibnul Manzhur mengaitkan isitilah Rahmatan ini dengan firman Allah Qs7a56:
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ ( الاعرالف 56 )
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah itu amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”(S.7 Al-a’Raf 56).
Dan rahmat itu terwujud melalui perbuatan Ihsan; Menurut Az-Zajjaj bahwa Rahmat itu satu makna dengan ampunan dan maaf bahwa kebajikan itu turun bagaikan hujan yang deras.
#Dalam halaman (3h238) Ibnul Manzhur mncatat bahwa lafal Syahid itu aslinya ialah mati dalam Perang Sabil lalu diperluas mencjadi kasih sayang untuk mereka yang menjadi korban dari perjuangan kemanusiaan (HAM) disabdakan oleh Rasulullah Saw dalam hadis beliau:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَّرَهُ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ ثُمَّ قَالَ الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِيقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ (رواه البخاري 615 ومسلم 3538)
“Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketika seorang laki-laki berjalan pada suatu jalan dan menemukan dahan berduri lalu ia membuangnya maka Allah menyanjung dia dan mengampuni dosanya.” Kemudian beliau bersabda: “Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang mati karena penyakit kusta, orang yang mati karena sakit perut, orang yang mati kerena tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang terbunuh di jalan Allah”(HR Bukhari no.615 dan Muslim no 3538).
Makna Rahamatan lil ‘Alamin رحمةً للعالمين
@ Asy-Sya’rawi (h5960) dalam membahas Qs21a107) mencatat bahwa Rasul Muhammad Saw diutus untuk seluruh alam secara universal sampai hari kiamat( فجاءتْ رحمةً للعالمين جميعاً؛ ), sedangkan nabi-nabi sebelumnya hanya diutus untuk kaumnya sendiri.
Adapun lafal (العالمين ) artinya ialah umum selain Allah terdiri dari malaikat, jin, manusia, hewan, tumbuh2an dan benda semua materi, sebagaimana tercatat dalam hadis-hadis berikut:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ ) رواه البخاري 2152 ومسلم 2904)
“Dari Anas bin Malik r.a. berkata; Rasulullah Saw bersabda: “Tidakl lain seorang muslim yang bercocok tanam atau menanam satu tanaman lalu tanaman itu dimakan oleh burung atau menusia atau hewan kecuali menjadi perbauatan ini menjadi shadaqah baginya”. (HR Bukhari no.2152 dan Muslim no2904).
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عُذِّبَتْ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ حَبَسَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ جُوعًا فَدَخَلَتْ فِيهَا (رواه البخاري 2192 ومسلم 4160)
“Dari ‘Abdullah bin ‘Umar r,a. bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Ada seorang wanita disiksa azab sebab dia mengurung seekor kucing hingga mati kelaparan lalu wanita itupun masuk neraka”. Nafi’ berkatah”(HR Bukhari no.2192 dan Muslim no.4160))
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَا رَجُلٌ يَمْشِي فَاشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَنَزَلَ بِئْرًا فَشَرِبَ مِنْهَا ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا هُوَ بِكَلْبٍ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا مِثْلُ الَّذِي بَلَغَ بِي فَمَلَأَ خُفَّهُ ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ ثُمَّ رَقِيَ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ أَجْرًا قَالَ فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ تَابعه ) رواه البخاري 2190 ومسلم 4162)
“Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Ada seorang laki-laki yang sedang berjalan lalu dia merasakan kehausan yang sangat sehingga dia turun ke suatu sumur lalu minum dari air sumur tersebut. Ketika dia keluar didapatkannya seekor anjing yang sedang menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah karena kehausan. Orang itu berkata: “Anjing ini sedang kehausan seperti yang aku alami tadi”. Maka dia (turun kembali ke dalam sumur) dan diisinya sepatunya dengan air dan sambil menggigit sepatunya dengan mulutnya dia naik keatas lalu memberi anjing itu minum. Kemudian dia bersyukur kepada Allah maka Allah mengampuninya”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kita akan dapat pahala dengan berbuat baik kepada hewan?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Terhadap setiap makhluq bernyawa diberi pahala”(HR Bukhari no.2190 dan Muslim no.4162). Inilah makna Rahmatan lil ‘Alamin itu.
Lebih dari itu maka Nabi Muhammad itu diutus untuk seluruh umat manusia dimana saja kapanpun juga (Sedangkan selain beliau tidak diutus kecuali kepada kaumnya sendiri). Allah berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (سبأ 28)
“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui”(S.34 Saba` 28).
إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ( فاطر24)
“Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang nabi pemberi peringatan”(S.35 Fathir 24).
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ رَسُولٌ فَإِذَا جَاءَ رَسُولُهُمْ قُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ( يونس 47)
“Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya”(S.10 Yunus 47).
BAB TIGA
Tugas-Wajib Umat Islam
Masalah ke~3: Apa dan bagaimana tugas umat Muhammd Saw sebagai penganut agama Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Saw itu? Jawaban hipotetis: Orang Islam sebagai penganut ajaran Rasulullah Muhammad Saw wajib mewujudkan realisasi ajaran beliau yang membawa rahmat atas seluruh alam itu, yaitu membuat dan membina setiap insan itu menjadi sumber amal soleh, menegakkan keadilan secara integral bagi seluruh umat dan mengejar maslahah yang hakiki untuk semua anak Adam.
Tujuan Syari’at Islam ialah mengambil maslahah dan mencegah madharat, artinya mengambil yang bagus sekaligus membuang yang jelek atau dengan istilah yang lebih terkenal ialah Amar ma’ruh Nahi munkar”, yaitu mengajak kepada kebagusan melawan kejahatan. Difahamkan dari nash Al-Quran S.21 Al-Anbiya` 107 dan berbagai macam riwayat hadis, maka Syari’at Islam datang dari Allah ditujukan untuk menjadi rahmat seluruh alam. Sehingga siapa yang mengikuti syarai’at Islam dengan tekun dia akan hidup bahagia di dunia sampai akhirat, sebaliknya siapa yang menyimpang dari ajaran syari’at Islam maka dia akan hidup sengsara dan menderita di dunia atau akhirat.
Dari nash Al-Quran S.21 Al-Anbiya‘ 107 dan berbagai macam nash, maka Abu Zahrah dalam kitabnya Ushulul Fiqh (1958:289) menyebutkan ada 3 target tujuan utama dari Syari’at Islam, yaitu:
(1)Pembinaan jiwa agar supaya setiap pribadi dapat menjadi sumber kebajikan dan mengalirkan amal-soleh untuk orang lain, sama sekali tidak membuat masalah tidak membawa penderitaan atau kesengsaraan kepada sesama hidup.
(2)Menegakkan dan membela keadilan yang merata bagi seluruh umat manusia di hadapan hukum;
(3)Menyelenggarakan suatu kehidupan masyarakat yang penuh maslahah yang hakiki.
Maslahah yang hakiki ialah suatu sistem kehidupan bermasyarakat yang serba terpenuhi jaminan hidupnya yang 5 macam, yaitu:
(1) Terjaminnya kelangsungan syari’at Tuhan dengan suatu kehidupan yang berjiwa agama.
(2) Terjaminnya hak (nyawa) untuk hidup setiap insan.
(3) Terjaminnya hak pemilikan atas harta kekayaan.
(4) Terjaminnya perkembangan akal yang sehat.
(5) Terjaminnya hak berkeluarga dan berketurunan.
Asy-Syathibi dalam Kitabnya Muwafaqat (tth:2 \ 8) menyatakan bahwa jaminan terpenuhinya tujuan Syari’at Islam tersebut dalam pelaksanaannya melalui tiga peringkat, yaitu:
i. Sangat mendesak (Adh-Dharuriyat), yaitu kebutuhan hidup yang benar2 sangat diperlukan, jika tidak terpenuhi akan membayakan hidupnya
ii.Diperlukan (Al-Hajiyat) Yaitu kebutuhan hidup yang melengkapi kebutuhan pokok.
iii.Pelengkap (At-Tahsiniyat), yaitu kebutuhan hidup yang sifatnya meningkatkan taraf kehidupan naik menjadi lebih baik lebih sempurna.
Setiap manusia dalam hidupnya ingin mencari hidup, hidup terus, hidup yang lebih baik lagi, hidup yang bahagia, terpenuhi segala kebutuhan hidupnya dengan sempurna, selamat dari penderitaan dan kesengsaraan.
Jika kita renungkan sejarah umat manusia secara antropologis-sosiologis, maka sejarah mencatat data dan fakta kehidupan jaman batu, jaman batu tulis, jaman huruf Hiroqlif, jaman Ibroni Purba, jaman Yunani Purba, Jaman Jomakjujo sampai jaman pertengahan, jaman sekarang, jaman modern ……jaman pencakar langit, jaman pesawat angkasa luar, jaman globalisasi, jaman canggihnya peralatan elektronis, CD-DVD, HP, Twitter, Tablet, Komputer, Internet mesin yang mampu menterjemahkan suatu uraian dari suatu bahasa diterjemah ke dalam 40 mcam bahasa semua bangsa (termasuk Bahasa Arab) Subhana Allah, Allahu Akbar!!!
Kebutuhan hidup manusia secara universal (Human needs)
Allah menciptakan makhluk itu disertai dengan ukuran angka tertentu dari berbagai macam seginya. Maka Allah menciptakan manusia ini disertai dengan resep dan ukuran apa saja yang diperlukan oleh manusia secara universal, agar supaya mereka tetap dapat melangsungkan kehidupannya dan memenuhi kebutuhannya serta dapat hidup secara lebih baik makin lagi. Termasuk para nabi dan rasul ; Allah berfirman demikian juga Rasulullah Saw sendiri bukan malaiakt tetapi sebagai manusia sama dengan kita semua beliau juga memerlukan kecukupan kebutuhan yang bersifat universal (Human Needs) itu; Firman Allah:
وَقَالُوا مَالِ هَذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ لَوْلَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيرًا ( الفرقان 7)
“Dan mereka berkata: “Mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?”(S.25 Al-Furqan 7);
وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا( الفرقان 20)
“ Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu Maha Melihat””( S.25 Al-Furqan 20).
Rasulullah Saw bersabda dalam sebuah hadis:
أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا فَقَالُوا وَأَيْنَ نَحْنُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَحَدُهُمْ أَمَّا أَنَا فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي (رواه البخاري 4675 ومسلم 2487)
“Bahwa Anas bin Malik r.a. berkata; “Ada tiga orang mendatangi rumah isteri-isteri Nabi Saw dan bertanya tentang ibadah Nabi Saw. Dan setelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, “Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?” Salah seorang dari mereka berkata, “Sungguh, aku akan shalat malam selama-lamanya.” Kemudian yang lain berkata, “Kalau aku, maka sungguh, aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbuka.” Dan yang lain lagi berkata, “Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya.” Kemudian datanglah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada mereka seraya bertanya: “Kalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku” (HR Bukhari no.4675 dan Muslim no. 2487).
أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا فَقَالُوا وَأَيْنَ نَحْنُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَحَدُهُمْ أَمَّا أَنَا فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي (رواه البخاري 4675 ومسلم 2487)
:”Bahwa Anas bin Malik r.a. berkata; Ada tiga orang mendatangi rumah isteri-isteri Nabi dan bertanya tentang ibadah Nabi Saw. Dan setelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, “Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?” Salah seorang dari mereka berkata, “Sungguh, aku akan shalat malam selama-lamanya.” Kemudian yang lain berkata, “Kalau aku, maka sungguh, aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbuka.” Dan yang lain lagi berkata, “Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya.” Kemudian datanglah Saw kepada mereka seraya bertanya: “Kalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku”(HR Bukhari no.4675 dan Muslim no.2487)
Maka sebenarnya Tujuan Syari’at Islam bukan hanya mempersoalkan masalah ibadah saja tetapi tujuan Syari’at Islam menyeluruh mencakup kebuthan hidup unaiversal dunia dan akhirat bagi seluruh umat manusia.
Para ahli sosiologi-antropologi telah mengadakan penelitian mengenai kebutuhan hidup manusia secara universal siapa saja dimanapun juga kapanpun jamannya, yaitu:
1. Ralph Piddington dalam bukunya “An Introduction to Social Anthropology” (1950:221) mencatat kebutuhan manusia secara universal (Human Needs) ada tiga kategori, yaitu sebagai berikut:
i. Kebutuhan primer
Kebutuhan primer ialah kebutuhan yang sama antara manusia dengan makhluk hewan, yaitu:
(1)-Makan, minum, bernafas
(2)-Membersihkan diri, istirahat, ketahanan diri dari serangan atau cuaca, demikian juga kesehatan
(3)-Pemenuhan hawa nafsu seks/birahi dan anak keturunan
ii.Kebutuhan sekunder
Kebutuhan sekunder atau kebutuhan sosial terdiri dari:
(1)-Pengembangan kebudayaan dan pendidikan
(2)-Menggerakkan kegiatan bersama, berkomunikasi dengan sesama
(3)-Kepuasan akan pemilikan atas harta kekayaan
(4)-Terselenggaranya ketertiban sosial, hukum dan adat
iii.Kebutuhan integratip
(1) Kebutuhan integratip ini sangat berkaitan dengan soal perasaan moral, kepercayaan dan kesempurnaan hidup.
(2)Melakukan kegiatan ritual keagamaan (Magico religious system)
(3)Kebutuhan akan hiburan, permainan dan kepuasan dalam bidang seni serta keindahan.
2..Abraham Maslow dalam bukunya “Motivation and Personality” (1954:15) mengemukakan ada 5 kategori kebutuhan hidup manusia secara universal itu, yaitu:
i.Kebutuhan dasar jasmani.
ii.Kebutuhan akan ketertiban dan keamanan.
iii.Kegiatan bersama dan rasa sosial.
iv.Mencari kehormatan dan penghargaan.
v.Mengejar puncak kepuasan dan kesempurnaan.
Jelas manusia itu memerlukan jaminan keamanan, dijauhkan dari rasa takut, terjaminnya ketenangan, pengayoman dan berkembangnya rasa kebersamaan sosial, keteraturan-sistematis, tercapainya kepuasan dan kesempurnaan serta berkembangnya faham keagamaan, tercakup dalam tiga kebutuhan hidup manusia secara universal, primer, sekunder dan integratip.
Oleh karena itulah Allah mengutus rasul-Nya untuk memberi petunjuk dan membimbing manusia ke jalan hidup yang dapat memenuhi segala kebutuhan hidupnya secara universal, menjamin kesejahteraan dan kebahagiaan yang abadi, dunia akhirat.
Kembali kepada masalah: Ash-Shalihun (Baik) dan Rahmatan (Nikmat) pada Bab Dua di atas, maka para ahli pikir mungemukakan teori mereka tentang masalah apa yang dinamakan BAIK ini, yaitu:
Titus dalam bukunya Persoalan-persoalan Filsafat (1979:139) mencatat teori Jeremy Bentham (1532M)dan John Stuart Mill (1873M) bahwa yang disebut baik yang terbaik ialah sesuatu yang memberi kelezatan(nikmat) yang maksimal kepada jumlah yang terbesar, The Greatest happiness of the greatest numbers, kelezatan jasmani maupun rohani yang bersifat universal. Tetapi jauh sebelum mereka maka Al-Ghazali (1111M) yang baik itu ialah mengikuit ketentuan Allah, apa yang dipandang baik oleh Allah itulah yang baik dan sebaliknya yang buruk ialah yang dipandang buruk oleh Allah, sebab Allah itu Maha Mengetahui secara mutlak mana sesuatu yang akan membawa kepada kenikmatan yang hakiki bahagia untuk seluruh umat mausia secara universal siapa saja, dinamapun berada dan kapanpun juga bahkan di dunia sampai akhirat kelak.
Pokoknya semua umat manusia setelah diutusnya Nabi Muhammad Saw menjadi Khatamul Anbiya` wal Mursalin nabi terakhir dan rasul penghabisan adalah umat Muhammd, khususnya umat Islam wajib mewujudkan realisasi dakwah Nabi Muhammad Saw bahwa Islam itu menjadi ((رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ )) Rahmatan lil ‘alamin sebagaimana sudah dijabarkan oleh para ulama dan pakar Sosiologi-antropologi, yaitu:
Kenikmatan, kelezatan dan kebahagiaan yang maksimal atas seluruh alam, yang bersifat jasmani dan rohani dan universal setiap penghiuni alam, dimana saja dan kapanpun juga dunia akhirat, dengan mengabdi penuh taat kepada Allah dan Rasulullah Saw.
رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا ءَامِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ ءَامَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. “*Qs2 Al-Baqaarah 126..
Internet: http://pondokquranhadis.wordpress.com Email:pondokilmu7@gmail.com
Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com,Email:h.imam.muchlas.@gmail.com

Oleh: pondokquranhadis | Januari 10, 2013

PERANG SALIB-PERANG IDEOLOGI

PERANG SALIB-PERANG IDEOLOGI

Al-Quran s7 Al-A’raf 13-18

قالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ(13)قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ(14)قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ(15)قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ(16) ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ(17)قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَدْحُورًا لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ أَجْمَعِينَ(18) )(الاعراف 13-18)

Artinya

~Allah berfirman: “Turunlah kamu dari      surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.

~Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.

~Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”

~Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

~kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

~Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya”(S.7 Al-A’raf 13-18).

Tema dan sari tilawah

1.Allah mengusir setan-iblis diusir dari surga dengan  terhina sebab   kesombongannya.

2.Setan memohon SIM (Surat Ijin Menggoda) manusia dan Allah memberi SIM untuk menggoda manusia yang berlaku sampai hari kiamat.

3.Setan Akan menggoda manusia dalam kesempatan seluruh situasi dan kondisi  semua manusia, dimana saja , kapanpun juga.

4.Maka manusia yang suka melawan Allah dan mengajak manusia ke neraka itu adalah “Balatentara setan” yang berbentuk manusia. Dan manusia yang mengikuti setan akan disiksa azab neraka Jahanam semuanya.

Masalah dan analisa

Siapa dan bagaimana setan yang  dimaksud dalam Al-Quran s7a13-18 tersebut? Jawaban hipotetis: Setan itu suka melawan Allah dan mengajak manusia ikut dia masuk neraka, maka  setan itu terdiri dari manusia dan jin;

    ~Jin itu makhluk halus  di luar hukum indrawi alam zhahir, sehingga jin mampu berbuat di luar ukuran angka, daya dan kemampuan makhluk zhahir, indrawi.

    ~Manusia yang telah tergoda oleh bujuk rayu setan dinamakan Bala-tentara setan  kerjanya ialah menentang perintah Allah dan mengajak manusia  masuk ke neraka bersama mereka.

2. Bagaimana cara dan jalan setan&bala tentara setan menentang perintah Allah  sekaligus  mengajak manusia masuk menjadi bala tentara setan  di jaman sekarang? Jawaban hipotetis: Cara dan jalan menentang perintah Allah di sini ialah memerangi agama Allah agama Islam dan mengajak manusia masuk neraka ialah membujuk/merayu mereka untuk keluar dari agama Islam lalu masuk agama bukan Islam. Untuk jaman sekarang mereka berusaha keras melalui semua jalan apapun juga.

 3.(a) Apa  sebab Allah memberi SIM kepada setan untuk menggoda manusia. (b) Bagaimana ikhtiar-usaha kita agar selamat dari godaan setan maupun bala tentara setan? Jawaban hipotetis: Allah memberi SIM (Surat Ijin Menggoda) kepada setan untuk menggoda manusia perlunya ialah untuk menguji  dan memilih manusia siapa yang taat kepada Allah siapa yang  kafir dan menentang Agama Allah. Adapun  usaha&ikhtiar kita agar selamat dari godaan setan ialah berusaha sungguh-sungguh untuk  berjalan di jalan shirathal mustaqim, jalan Allah jihad fi Sabilillah.

Pendalaman dan penelitian

BAB  SATU

Setan dan balatentara setan

        Siapa dan bagaimana setan yang dimaksud dalam Al-Quran s7a13-18 tersebut di atas? Jawaban hipotetis: Setan itu suka melawan perintah Allah dan mengajak manusia ikut dia masuk neraka, maka  setan itu terdiri dari manusia dan jin;

    ~Jin itu makhluk halus  di luar hukum indrawi alam zhahir, sehingga jin mampu berbuat di luar ukuran angka, daya dan kemampuan makhluk zhahir, indrawi.

    ~Manusia yang telah tergoda oleh bujuk rayu setan dinamakan “bala-tentara setan” dan dengan energi setan maka bala-tentara setan mampu berbuat apa saja  seperti setan termasuk  ilmu tenung, santhet. sihir ditambah dengan ilmu apa saja  daya-potensi lahiriyah manusia.

     Allah sendiri telah menjelaskan bahwa setan itu terdiri dari       manusia dan jin:

       Setan mendorong manusia untuk masuk ke neraka dia kendalikan  dari alam gaib (alam jin) misalnya seperti santhet, tenung atau sihir diatas.

       Sedangkan setan yang berwujud  manusia (balatentara setan) melakukan usaha melawan perintah Allah, menghalang-halangi agama Islam secara menyeluruh sampai melakukan perang paling besar, bahkan perang fisik sekaligus perang ideologi maka khususnya dalam makalah ini kita sebut saja Ghazwul Fikri artinya Perang ideologi.

Allah berfirman:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ(1) مَلِكِالنَّاسِ(2)إِلَهِ النَّاسِ (3)مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ(4)الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ(5)مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ(6)(الناس 1-6)

1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.2. Raja manusia.3. Sembahan manusia.4. dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi,5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.6. dari (golongan) jin dan manusia.

       @ Prof. DR.Quraish Shihab  dengan merujuk kepada Al-Quran s50a10, Qs15a27, s71a11, s6a112+130, s7a7-20 dan hadis Rasul Saw menyatakan bahwa satu atau sebagian setan dinamakan Iblis sebab menentang perintah Allah dan setan kerjanya ialah  menggoda manusia dibujuk untuk masuk ke neraka. Prof.Quraish Shihab menambahkan bahwa setiap manusia didampingi  oleh malaikat yang menulis amal perbuatan manusia dan terdapat sejenis malaikat yang membisikkan kebajikan dan manusia juga didampingi sejenis jin yang membisikkan keburukan kepada hati manusia .

@Ath-Thabari (12h282) dalam membahas Qs13-18 ini mencatat:

صراطك المستقيم=Artinya jalan lurus ialah agama yang benar, agama Islam; Jelasnya setan sesumbar akan mengganggu dan menghalang-halangi orang Islam jangan beribadah jangan mentaati perintah  Allah.

@Tafsir Al-Manar (8h299)  dalam hal ini mencatat pendapat sbb:

 صِرَاطُ اللهِ الْمُسْتَقِيمُ= Artinya jalan menuju kepada ke kebahagiaan,  agama yang benar, yaitu agama Islam terkait dengan ayat  senada yaitu:

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ(الانعام 153)

“dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa”(S. 6 Al-An’am153   ).

وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُ فَاتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ(سبأ20)

”Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran dugaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman”( S.34 Saba` 20  )

Tafsir Al-Manar (8h301) menukil do’a Rasulullah Saw terkait dengan ayat-ayat atas itu, yakni:

 (عن)ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَعُ هَؤُلَاءِ الدَّعَوَاتِ حِينَ يُمْسِي وَحِينَ يُصْبِحُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي وَاحْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي قَالَ وَكِيعٌ يَعْنِي الْخَسْفَ (رواه ابن ماجه 3861 وابوداود 4412 والنسائي  واحمد وابن حبان والحاكم)

      Dari) Ibnu ‘Umar dia berkata; Rasulullah Saw tidak pernah meninggalkan do’a-do’a tersebut (berikut) ketika menjelang pagi dan sore, yaitu; “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ampunan dan keselamatan dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dalam menjalankan agamaku, duniaku, keluargaku dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku, amankanlah apa-apa yang menjadi pemeliharaanku, lindumgilah kami dari bahaya yang datang dari hadapanku, dari belakangku, dari samping kananku, dari sampaing kiriku dan dari atasku dan aku berlindung kepada-Mu dari bahaya yang datang tak disangka dari bawahku”(HR Ibnu Majah 3861, Abu Dawud no.4412, An-Nsa`i, Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

Islam ialah Pasrah-mentaati perintah Allah dan  Mencari Surga

         Berdasarkan firman Allah dan Sunnah Rasul, maka disusun oleh para ulama bahwa  inti ideologi Islam ialah  Rukun Iman yang 6, Rukun Islam yang 5 serta Alakhlaqul Karimah. Iman itu yakin percaya kepada Allah, Malaikat, Kitab Suci, 25 Rasul, Hari Kiamat dan Taqdir. Semua sudah dirumuskan dengan rinci oleh para ulama dalam 3 pilar akidah, syariah dan akhlak. Dari landasan ini ditetapkan hukum wajib, sunat, mubah, makruh dan haram. Masing-masing terbagi dalam porsi-porsi jenis amalan yang harus ditaati oleh setiap orang Islam dari yang wajib berkurang-berkurang sampai apa-apa yang haram dilakukan. Maka dakwah dan membela ideologi Islam itu merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh orang yang beragama Islam, wajib membela rukun itu melawan apa dan siapa yang  tidak sesuai dengan Islam.

        Jihad yang diartikan dengan perang ialah maksimalisasi tenaga dan pikiran  membela Islam atau  memerangi pihak yang menghalang-halangi dakwah Islam, seimbang dengan  apa yang dilakukan oleh mereka yang menghalangi Islam. Tetapi sebenarnya perang yang lebih berat dan lebih besar ialah JIHADUN NAFSI, yaitu perang melawan hawa nafsu.

         Dari dasar dan inti agama Islam tersebut berkembang dan tumbuh apa yang disebut dengan Kebudayaan Islam, sehingga yang disebut dengan kebudayaan Islam itu ialah hasil pemikiran akal manusia, sudah barang tentu sedikit atau banyak terjadi larutan akal perasaan manusia dengan asas landasan agama Islam. Oleh karena itulah Perang Ideologi atau Ghazwul Fikri di atas  dapat juga diterjemah menjadi KONFRONTASI  kebudayan Islam melawan Non Muslim. Maka siapa yang taat kepada Allah akan masuk surga, siapa yang  melawan Allah akan masuk neraka.

Setan kelak mengaku diri menipu manusia

           Di hari kiamat setan kelak mengaku diri telah berhasil menipu manusia dan setan memperolok-olok manusia mengapa dibujuk dia menurut saja, setan  menyalahkan manusia rasai azab Allah setan tidak mampu menolong manusia bala tentara setan. Allah berfirman dalam Al-Quran sebagai berikut:

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِي عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْمَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (ابراهيم 22)

”Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya.  Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri.  Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang lalim itu mendapat siksaan yang pedih”(S.14 Ibrahim 22 ).

Nasib umat Islam, NAIK-TURUN

         Umat Islam yang paling baik  menurut hadis Nabi Saw  ialah umat  Islam periode jaman Nabi Muhammad Saw,  kemudian berkurang makin berkurang  generasi demi generasi sesudah itu.

Rasulullah Saw bersabda:  dalam hadis beliau:

حَدَّثَنَا زَهْدَمَ بْنَ مُضَرِّبٍ قَالَ سَمِعْتُ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُكُمْ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ (رواه البخاري 2457ومسلم 4603)

“(Dari) Zahdam bin Mudharrib dia  berkata: “Aku mendengar ‘Imran bin Hushain r.a. berkata bahwa  Nabi Saw  bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang hidup pada zamanku,  kemudian orang-orang yang datang setelah itu kemudian orang-orang yang datang setelah mereka itu”)HR Bukhari no.2457 dan Muslim no.4603).

      Periode yang terbaik umat Islam ialah periode jaman Rasulullah Saw tetapi  secara individual umat Islam yang terbaik tidak ada batasan waktu atau tempat, hal  ini tergambar dalam hadis Nabi Saw berikut:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ أُمَّتِي مَثَلُ الْمَطَرِ لَا يُدْرَى أَوَّلُهُ خَيْرٌ أَمْ آخِرُهُ )رواه الترمدي 2795 واحمد 11878)

“Dari Anas berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Perumpamaan ummatku seperti hujan, tidak diketahui (apakah) yang baik itu yang permulaan ataukah yang terakhir” (HR Turmudzi no. 2795 dan Ahmad no.11878).

       Oleh karena itu maka  umat Islam mengalami nasib  naik turun dan tercatat dalam sejarah bahwa jaman jaya-jayanya  Islam dengan kebudayaannya pernah menguasai  beberapa benua, Asia, Afrika dan  Eropa, seperti Spanyol, Bizantium, Eropa Timur, Belgrado, Budapes, Rhodes, Afrika Utara, Suria, Palestina, Arabia, Irak, Asia Kecil, Persia, Afghanistan, Turkumenia, Asia Tengah,  Punjab, India, Bengali, Kabul, Gujarat, dst.

Perang Salib

          Pada tahun 1096 M timbullah perang salib antara Kaum       Salib melawan kaum muslimin. Menang kalah saling bergantian.

Sebab utama timbulnya Perang Salib ialah karena pada tahun 1071M orang Turki-Seljuk berhasil mengalahkan Bizantium  dan ditanggapi oleh kaum Salib bahwa  Islam telah menguasai wilayah Asia Kecil, sehingga sangat mengganggu ketentraman para peziarah Nasrani yang akan datang ke Yerusalem. Oleh karena itu pada  tahun 1095M  Paus Urbanus II menyerukan Perang Suci melawan Islam, dalam Perang Salib I th.1096, Kaum Salib berhasil mengalahkan pasiukan Islam merebut Yerusalem; Perang Salib II th. 1147 sampai 1292 kaum Salib tidak berhasil masuk Palestina dan baru th.1918  Inggris menguasai Palestina saat Turki kalah dalam Perang Dunia ke-I, kemudian tahun 1948 Palestina dihadiahkan oleh Inggtis kepada Israel. Lebih lanjut adalah sebagai berikut:

Perang Salib I

~~Th. 1096M, ada 150.000 orang Perancis, Norman dan bangsa-bangsa Eropa lainnya dipimpin oleh Godfrey, Bohemond, dan Raymond berangkat perang menuju Konstantinopel, kemudian ke Palestina. Tentara Salib yang ini memperoleh kemenangan besar.

~~Th.1097-1124  Kaum Salib berhasil menaklukkan Nicea, Edessa, Antiochea, Baitul-MaqdisAkka, Tripoli.

~~1144 M, Syeikh Imaduddin Zanki, berhasil merebut kembali Aleppo, Hamimah, dan Edessa.

~~Th.1151 M,  Antiokhia  dan seluruh Edessa direbut kembali oleh Syeikh Nuruddin.

Perang Salib II

     Kejatuhan Edessa ini menyebabkan orang-orang Kristen mengobarkan Perang Salib ke-II. Paus Eugenius III menyerukan kembali perang suci dan disambut positif oleh raja Perancis Louis VII dan raja Jerman Condrad II. Keduanya memimpin pasukan Salib untuk merebut wilayah Kristen di Syria. Akan tetapi, mereka dihambat oleh Syeikh Nuruddin Zanki, sehingga mereka tidak berhasil memasuki Damaskus. Louis VII dan Condrad II sendiri melarikan diri pulang ke negerinya.

~~Th. 1174 M Panglima perang Islam dipegang oleh Sultan Shalahuddin al-Ayyubi.

~~Th. 1187 M. Sultan  Shalahuddin memperoleh sukses besar berhasil merebut kembali Yerusalem, Arsuf dan Jaffa.

Perang Salib III

~~Th. 1189 M, di bawah Frederick Barbarossa raja Jerman, Richard the Lionheart raja Inggris dan Philip Augustus raja Perancis mengobarkan Perang Salib III. Sayang Barbarossa meninggal tenggelam di sungai di Cilicia: Perang diteruskan oleh Richard dan Philip  dan sempat menguasai Siprus; Tetapi  Philip harus pulang ke Perancis; maka Richard sendirian  tidak mampu memasuki Palestina.

~~Th.1192 M, tercapai perjanjian Shulh al-Ramlah bahwa orang Kristen yang pergi berziarah ke Baitul Maqdis tidak akan diganggu.

Perang Salib IV

~~ Th. 1219 M, meletus kembali Perang Salib tentara Kristen dipimpin oleh Frederick II dari Jerman, mereka berhasil menduduki Dimyat; Maka Al-Malik al-Kamil dari Mesir sepakat membuat penjanjian dengan Frederick: bahwa Frederick bersedia melepaskan Dimyat, sementara Al-Malik al-Kamil melepaskan Palestina.

~~Th. 1247 Palestina dapat direbut kembali oleh kaum muslimin di bawah pemerintahan Al-Malik al-Shalih dari Mesir; pimpinan perang dipegang oleh Baybars, Qalawun dan Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah

~~Th. 1291 M Akka dapat direbut kembali oleh kaum muslimin, tetapi  di Spanyol orang  Islam dirusir dari  sana.

       Secara sederhana dapat dicatat bahwa Perang Salib ini pada awalnya pasukan Islam dikalahkan oleh tentara Salib namun terakhir pasukan Islam mengalahkan tentara Salib dan Yerusalem berada di bawah kekuasaan pasukan Islam.

       Walaupun demikian kaum Salib bersama-sama dengan Zionis  melalui persiapan yang cukup lama Kaum Salib meneruskan Perang-Salib lagi melalui ideologi dan politik imperialisme-kolonialisme langsung  atau tidak langsung berhasil menguasai  dan menjajah bekas  negara-negara Islam.

BAB  DUA

Ujian berat

       Masalah ke-2: Bagaimana cara dan jalan setan&bala tentara setan menentang perintah Allah  sekaligus  mengajak manusia masuk menjadi bala tentara setan  di jaman sekarang? Jawaban hipotetis: Cara dan jalan menentang perintah Allah di sini ialah memerangi agama Allah agama Islam sedangkan  cara mengajak   manusia masuk neraka ialah membujuk/merayu manjusia untuk keluar dari agama Islam lalu masuk agama bukan Islam. Untuk jaman sekarang mereka berusaha keras melalui semua lini (jalan) mana saja dan dengan cara bagaimanapun juga meniru sesumbar setan Iblis  termaktub dalam Al-Quran S.7 Al-A’raf 13-19 di atas).

         Sesumbar setan itu merupakan ujian berat atas kita kaum muslimin  disamping segala ujian dari Allah, Allah berfirman:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (العنكبوت2)

 “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?(S 29 Al-‘Ankabut 2).

.وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ (محمد31)

  “Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu”(S 47 Mujhammad 31)

يَاأَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ(168)إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (البقرة169)

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan jorok dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”(S.2 Al-Baqarah 168-169).(Lihat juga 7a20-s27a24-s19a83-s2a208-s6a142-s24a21-s2a168).

 Ujian itu ada 3 macam difaham dari Al-Quran ayat-ayat berikut:

(1)Godaan setan termaktub dalam Al-Quran s2a168; s2a208;s6a142; s24a21; s4a120;s6a112;s17a64;

(2)Godaan harta keduniaan: Al-Quran: s45a35;s6a70; s6a130; s7a51; s35a5; s3a1485; s57a20;

(3)Godaan hawa nafsu: Al-Quran:s7a81;s27a55; s3a14; s4a27; s19a59.

     Dari semua ujian ini maka kaum muslimin banyak yang tidak lulus, sedangkan   yang lulus ujian terbagi kedalam beberapa tingkat, yaitu:

 (a) Tingkat Satu yang paling rendah: Lulus tingkat awam(عوام) yaitu nilainya pas-pasan;

(b) Lulus tingkat Dua ialah tingkat Khash   (خاص )  yaitu yang nilainya bagus.

(c) Lulus Tingkat tertinggi ialah tingkat Khawashul Khawash (خواص الخواص) ialah lulus nilainya terlalu baik sekali, luar biasa.

       Allah sudah berfirman bahwa bahagia dan celaka itu selalu bergulir, sekali-sekali di atas, sekali-sekali terjatuh ke bawah, Allah berfirmanh:

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ(ال عمران 140 )

Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim”(S.3 Ali ‘Imran 140),

        Sejarah mencatat bahwa serangan balatentara setan menentang agama Islam dan kaum muslimin tingkat dunia dan di Indonesia itu melalui 4 metode: 1) Tasykik; 2) Tasywih; 3) Tadzwib; 4) Taghrib.

Ad-1 At-Tasykik (التشكيك),membuat ragu; Musuh Islam itu membuat gerakan dengan target agar supaya kaum muslimin ragu-ragu teradap ajaran agama Islam, misalnya Islam itu teroris; Serangan gereja Nihemia dengan membelokkan dan memperkosa  Al-Quran dan Hadis ditundukkan ke bawah akal-akalan mereka lebih berbahaya lagi.

Ad-2 At-Tasywih (ألتشويه) =mencoreng muka; mMereka membuat gerakan dengan target menjatuhkan Islam dan mengunggulkan agama yang bukan Islam, misalnya hukum potong tangan, hukum qisos, hukum rajam dituduh tidak manusiawi, bertentangan dengan HAM.

Ad-3 At-Tadzwib التذويب)),meluluh-lelehkan; Mereka membuat gerakan dengan target  melelehkan, meluluhkan, mencampur adukkan ajaran syaitan dengan ajaran Islam, misalnya bahwa “Goyang Inul” itu jangan dilihat dari segi agama, tetapi lihatlah dari nuansa seni. Contoh lain misalnya ayat (QS3A19) “Inna d-dina ‘anda Allahi l-Islam    (ان الدين عندالله الاسلام)    (Mereka terjemahkan: Bahwa  agama disisi Allah itu bukan hanya Islam), semua agama itu baik, kawin dengan orang kafir itu boleh dst.

Ad-4 At-Taghrib (التغريب), mengasingkan; Menguras nilai-nilai Islam diganti dengan nilai kemusyrikan dan kekafiran, mengganti kebenaran keluhuran ajaran Islam dengan budaya Barat, misalnya shalat itu tidak ada gunanya, shalat wajib menggunakan bahasa daerah, kumpul kebo itu boleh.

            Metode perang ideologi yang mereka terapkan melalui Konfrontasi kebudayaan kafir terhadap Islam tersebut menjadi bertambah semakin serius, sehingga  Islam yang sebenar-benarnya dicampur dengan  bujuk-rayuan setan iblis, karena adanya gerakan kaum Liberalis dengan tokoh-tokoh alumni perguruan tinggi Timur-Tengah dan perguruan tinggi negara-negara Barat pelaksanaannya dibantu dana oleh kaum Ahlul-kitab, Yahudi dan Nasrani. Sayang banyak tokoh dan cendekiawan muslim terjerumus termasuk dalam  kelompok kaum Liberalis  ini.

@Perang Salib terus merayap

       Sejarah terus berjalan yang dipenuhi dengan persaingan, permusuhan antar kaum Nasrani, Yahudi dan musyrikin terhadap umat Islam.

      Perang Salib tercatat tidak berhenti pada tahun 1292 yang lalu; Dengan perang selama hampir 200 tahun itu maka kaum Salib merasa terjebak dari prasangka buruk terhadap Islam ternyata kaum muslimin itu memiliki banyak kelebihan. Tetapi sayang dari keheranan itu bukan menjadikan mereka melemah tetapi bahkan semakin bersemangat membela agamanya yang mengunggulkan bendera Salib itu. Bahkan kekalahan mereka dalam Perang Salib yang lalu itu menjadi cambuk untuk merebut kekuasaan atas Dunia Islam dengan penuh dendam kesumat. Allah berfirman:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ( البقرة 120)

”Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu ” ( S.2 Al-Baqarah  120).

        Setelah persiapan yang cukup lama maka kaum Salib akhirnya datang menyerbu dunia Islam dengan bentuk  baru kebudayaan baru “imperialisme dan kolonialisme”. Dan kaum muslimin jatuh tertindih tangga, sebagian besar dunia Islam jatuh menjadi tanah jajahan, kekayaan alamnya dikuras, kemerdekaan agama dicabut dan sekularisme mereka paksakan kepada umat Islam(Sebagaimana kita alami, melalui VOC tahun 1639M Belanda menjajah Indonesia selama 3,5 abad ).

       Dari berbagai perlawanan sengit jihad kaum muslimin, kaum Salib itu mundur setelah menanam anak didik bangsa pribumi sudah berhasil dipoles dengan ajaran penjajah Barat. Tidak puas dengan menjajah, maka  secara tidak langsung kaum Salib itu  begerak dengan  payung PBB untuk memerangi umat Islam. Dengan mengeluarkan berbagai macam  resolusi Dewan Keamanan PBB, mereka melakukan invasi militer, embargo ekonomi dan tekanan politis kepada negara-negara Islam.

      Embargo ekonomi mereka paksakan terhadap kaum muslimin Irak, Afghanistan, Sudan, Libia; Pembantaian terhadap kaum muslimin baik secara langsung maupun tidak langsung dilakukan di Palestina, Sudan, Lebanon, Somalia, Bosnia Herzegovina, Kosovo, Macedonia, Chechnya, Kashmir, Patani, Timor Timur, Poso, Ambon, Maluku Utara, dan lain-lain. Jutaan kaum muslimin mereka bunuh, jutaan lainnya mereka paksa menjadi pengungsi yang terkatung-katung.

        Tercatat di bawah ini pernyataan kaum Salib masa kini:

~~Penasehat mantan presiden AS Lyndon B. Johnson untuk urusan Timur Tengah (1967), mengatakan bahwa  garis besar politiknya adalah  konfrontasi antara kebudayaan Islam dan peradaban Masehi  sejak dahulu sampai sekarang.

~~Menteri Luar Negeri Perancis, Moshe Vido, saat menerima kunjungan konfirmasi anggota parlemen Perancis sehubungan perang yang meletus di Marakisy, Maroko, mengatakan,” Ini adalah perang antara bulan sabit dan salib.

~~Menteri Luar Negeri Inggris, Lewit George, beberapa waktu yang lalu menyambut kemenangannya dalam perang pihaknya di Afrika  sebagai Perang Salib yang terakhir.

~~Jendral Joffre Komandan pasukan Perancis dalam perang dunia I (1918M) menanggapi Perang Dunia I itu sebagai perang salib. Setelah mengalahkan pasukan Islam di luar kota Damaskus, Jendral Joffre mengunjungi makam Shalahudien Al-Ayubi dan menginjakkan kakinya atas  makam Shalahudien, sambil mengejek,”Lihatlah; Ini kami  datang, hai Shalahudin !!! (Shalahuddin penglima Islam  dalam Perang Salib yang berhasil merebut kembali Yerusalem tahun 1187M).

~~Saat kota Al-Quds jatuh ke tangan tentara Israel tahun 1967 M, Randolf Churchil dari Inggris mengatakan,” Sejak dahulu, pembebasan Al-Quds dari kekuasaan Islam merupakan mimpi kaum Masehi dan Yahudi. Al-Quds tidak akan pernah kembali kepada orang-orang Islam, dalam perundingan apapun juga antara orang-orang Islam dan Yahudi di masa mendatang.

~`Gardener berkata : Perang salib bukan bertujuan untuk menyelamatkan Al-Quds, melainkan untuk menghancurkan Islam.

@Menaklukkan Dunia Islam

O.Hasyim dalam bukunya “Menaklukkan Dunia Islam” mencatat beberapa peristiwa sebagai berikut:

~~Gladstone dari Inggris mengatakan:  “Right or wrong my country” Hantam dulu urusan belakang pokoknya untuk negeriku???

~~Hitler: Deutschland UberAlles, Jerman di atas semua bangsa.

~~Th. 1499 Kardinal Jimernes mencatat ada tiga juta kaum muslimin dibunuh, disiksa, diusir dari Spanyol.

~~Paus Alexander ke-6 pada 1493 M. membagi dunia menjadi dua, separoh untuk Spanyol separoh lagi untuk Portegis (Kristen-Katholik);

~~1630 M=1246 H Perancis masuk ke Sahara Barat;

~~Abad 19 Masehi dikobarkan politik Imperialis dengan keahlian para tokohnya spesialis dalam bidang masing-masing yaitu: 1) Sir George Grey. 2)Joseph Chamberlain, 3) Livingstone, 4)Zwemmer, 5)Cecil John Rhodes, 6)Henry Morton Stanley. 7)Rudyard Kipling, 8) John Seely  dan masih lagi.

~~Beberapa-daratan  mayoritas Islam dijajah oleh kaum Imperialis, yaitu:

~~1805 Ceylon, 1862 Logos, Ghana,Azerbaijan dijajah Inggris;

~~1838 Inggris menduduki  Aden, Selat Airmata, Socotra, Muscat,Bahren, Pantai Persi.

~~ Th.1854 Asia Tengah dijajah Rusia.

~~1872 Pantai Gading dijajah Inggris; th.1876 Uzbekistan dan tahun 1886 Turkmenioa dijajah Rusia;Th. 1875M=1274 H- Inggeris menjajah India kerajaan Moghol atau Taimuriah; Th.1882M=1300H Inggeris menguasai Mesir; Th.1920=1338H Perancis menguasai Syria dan Lebanon.

            Dalam hal ini pernah dibayangkan oleh Rasulullah Saw :

– عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ (رواه ابو داود 3745واحمد 21363)*

     Artinya: “Dari Tsauban dia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Bangsa-bangsa non muslim diramalkan  kelak akan mengroyok umat Islam persis seperti royokan tumpeng yang diperebutkan oleh orang banyak; Maka salah seorang sahabat bertanya: “Apakah umat Islam ketika itu hanya sedikit? Beliau menjawab: “Tidak!!! Bahkan kalian berjumlah banyak sekali, tetapi  bagaikan buih air bah  dan Allah melenyapkan rasa takutnya musuh Islam dari dalam hati mereka sekaligus Allah akan mencampakkan “Al-Wahnu”  ke dalam hati kalian” Salah seorang sahabat bertanya: “Apakah yang dimaksud dengan Al-Wahnu itu? Beliau menjawab: : Al-Wahnu ialah cinta kepada harta dunia dan takut mati”(HR Abu Dawud CD no.3745 dan Ahmad  121363).

# Catatan Al-Wahnu dapat difahamkan dengan Materialistis dan Takut Jihad: Lawannya ialah Zuhud dan pemberani = militan dalam Jihad.

@Budaya kafir lawan budaya Islami

       Rusia dengan ajaran Komunisme-nya melalui berbagai metode dan jalan telah melakukan serangan terhadap Islam dan kaum muslimin, salah satu  contohnya ialah megganti bahasa dan tulisan yang berlaku pada masyarakat muslim  tulisan  Arab maka 1928 dihapus, bahasa Arab, Persi atau Turki diganti dengan bahasa Rusia.

~~ Kaum Nasrani menggunakan kesempatan administrasi, ekonomi, sebagai Imperialis dan kolonialis negara memaksakan politik kultural-budaya bidang mana saja untuk memerangi Islam dan kaum muslimin terutama media tulis-baca mereka:

(1)Perancis  menerbitkan berkala  Revue du Monde Musulman; (2) Rusia menerbitkan Musulmanin dan Mir Islama;

(3)Jerman menerbitkan Der Islam dan  Die Welt des Islam;

(4) Inggris menerbitkan The Muslem World; Semua dengan nama Islam, dunia Islam, berkala Islam, suara Islam, tetapi isinya sesumbar Perang Salib lewat budaya dijadikan senjata untuk memerangi Islam !!!

     Dalam  bidang  seni-budaya mereka giat membangun arena yang mengarah kepada sarana maksiat, budaya kafir, berupa  dansa-dansi, bar, rolet, main judi, Jaringan NARKOBA, bordil, palacuran, pameran  erotis, pemilihan  ratu-ratu kecantikan, mode pakaian pameran aurat, film gambar babi  atau celeng untuk anak-anak Islam guna menghancurkan ajaran Islam.

~~Genderang Konfrontasi Kebudayaan=Perang Ideologi ditabuh dengan mendirikan missi Kekeristenan, Sekolah missi, Sekolah Kesehatan milik missi, Poliklinik missi, rumah sakit missi,  penerbitan missi,  beratus-ratus organisasi  missi di semua negeri-negeri Islam. Senjata yang sekarang mereka banggakan ialah ajaran ideologi kafir lewat peralatan elektronika tercanggih peralatan mass media elektronis:Radio, tape recorder, VCD, TV, HP, CD, DVD,Aipet,Tablet, BBM, Twitter, Face Book, film, video model yang  terakhir.

~~Yang lebih ceroboh lagi  ialah dengan istilah dan ucapan yang tidak sopan melawan Allah dan Rasulullah, yaitu  kaum orientalis musuh-musuh Allah itu mengulang cara kaum  munafiqin di awal Islam tahun sekitar abad 6 M, yaitu:

        Mereka menfitnah Rasulullah  Muhammad Saw dan agama Islam dengan istilah yang sangat jorok dan rendah:

(1)Seorang domine yang bernama Ricoldo da Monte (1350M) mengatakan  bahwa agama Islam itu diciptakan oleh setan, agama Islam itu agama untuk babi, agama berhala.

(2)Marten Luther (1546M) mengatakan bahwa Muhammad itu perampok, sakit ayan, berwatak setan;

(3)Bartholomaios (1888M) dari Edessa menamakan Muhammad itu pembunuh, perampok, pembohong;

(4)William Dunbar (1520M) menamakan Muhammad dengan nama Mahoun artinya setan kepala neraka.

(5) Mereka menamakan Nabi Muhammad  dengan nama Mamed (Pseude-prophetes) artinya nabi palsu; Mahoun artinya setan dan menamakan Muhammad itu  Mahong artinya anjing.            # Al-Qurthubi dalam tafsirnya (1967:8 / 206) mencatat bahwa pada periode awal Islam kaum munafik menghina Nabi Saw:

((سَمِّنْ كَلْبَكَ يَأْكُلُكَ   =gemukkan anjingmu pasti nanti menerkam kamu)) sebenarnya ucapan ini merupakan ungkapan  dari isi hati semua orang munafik sekitar tahun 6H=628M. Kaum munafik itu menyamakan Rasulullah Muhammad Saw =Anjing!!!

@Pemboman gedung WTC New York

        Melalui rekayasa serangan atas Gedung Kembar WTC, New York 11 September th.2001, maka  para tokoh negarawan Kaum  Salib, misalnya  George Bush meminta semua  negara anggota NATO, ditambah Rusia, China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, Inggris bersama-sama mengatas namakan perang melawan teroris, mereka melakukan perang besar-besaran melawan kaum muslimin khususnya Afghanistan, negara yang paling miskin,  Irak yang kaya minyak, demikian juga mereka melakukan intimidasi kepada kaum muslimin di negara-negara Barat,  membunuh orang Islam, memukuli, mengeroyok, merusak toko-toko, membakar masjid dan tindakan-tindakan anarkis lainnya.

       Padahal mereka mengetahui, bahwa kaum muslimin(di luar WTC-New York) tersebut tidak mempunyai kesalahan apapun atas terjadinya serangan Gedung WTC tadi. Para “Teroris” yang mereka jadikan jargon untuk memerangi negeri-negeri Islam itu berada  jauh, di guwa-guwa pegunungan di Afghanistan. Tindakan anarkis dan arogan ini juga dilakukan oleh Amerika dan negara-negara Barat dengan melakukan penangkapan, penggerebekan dan penahanan seenaknya kepada kaum muslimin di negeri-negeri yang mereka musuhi.

        Amerika mengumumkan target serangannya ada 27 target, kesemuanya adalah perorangan dan organisasi Islam !

      David Silburn wartawan Barat  menulis yang isinya ialah         “Perang ini bukan melawan Terorisme, melainkan melawan Islam” Majalah National Report menulis judul dalam artikel tersebut:”Kita harus menyerbu mereka di negeri mereka, membunuh pemimpin-pemimpin mereka dan memaksa mereka memeluk agama Masehi.”

          Andrew Sulivan, menulis dalam artikelnya  dalam Harian New York Times edisi 7/10/2001  memuat headline sepanjang 6 halaman, dengan tajuk ” Ini adalah perang agama”

 Mantan PM Inggris Margaret Tatcher dan PM Inggris Silvio Berlusconi, beberapa hari setelah tragedi 11 September 2001 berbicara tentang agama Islam, bukan tentang teroris. Berlusconi menyatakan bahwa perang melawan terorisme itu sama dengan  perang melawan Islam

`1  Dewan redaksi harian Keizel Uzbekistan, koran milik partai komunis Uzbekistan, menulis: “Mustahil mensosialisasikan komunisme sebelum Islam diberantas tuntas.”

@  Islam adalah tembok penghalang kristenisasi

      Islam adalah tembok penghalang kristenisasi dan penjajahan Barat di dunia.

        Ungkapan ini memang betul, nyatanya  yang mereka serbu ialah orang-orang  yang beragama Islam, sedangkan teroris-teroris yang beragama bukan Islam Paganis (keberhalaan), Komunis, Protestan, Katholik tidak mereka ganggu  yaitu seperti: (1)Tentara Merah Jepang : Paganis

(2)Tentara Republik Irlandia Utara (IRA) : Katolik.

(3)Tentara Pembebasan Kuba : Komunis.

(4)Ekstrimis Sayap Kiri Masehi AS: Protestan.

(5)Sindikat sindikat Narkotika di Amerika Latin.

(6) Gang-gang Mafia :Eropa.

(7)Gerilyawan Macan Tamil Srilangka : paganis.

(8)Pasukan Pembebasan Rakyat Sudan Selatan (SPLA): Kristen. (9)Tentara Republik Irlandia di Inggris : Kristen. Gerakan-gerakan ini semua bukan gerakan Islam maka mereka biarkan tidak diganggu sama sekali.

@Pemboman Gedung WTC 11/9/ 2001 adalah rekayasa

     Dengan peristiwa ini cepat-cepat dan dengan  lantang presiden Bush menyerukan “Crusade” artinya  perang salib.

 Beberapa pihak mencurigai bahwa Penyerangan atas Gedung WTC 11 September 2001 itu adalah rekayasa, dalangnya diduga adalah Israel; Tercatat di sana beberapa  masalah:

Time.com mencatat:

(1) Bahwa dari sekitar 6.000 korban runtuhnya gedung WTC, hanya satu-dua saja dari 4.000  orang Yahudi yang meninggal. Mantan Kepala BAKIN (BIN), Zaini Anshar Maulani mengatakan bahwa  temuan ini ada benarnya. Tetapi FBI, CIA dan pejabat intel AS tak mengusut 4000  orang Yahudi cuti bersama pada saat terjadi peristiwa itu. (Baca internet hal ini).

(2)Gedung WTC 1 runtuh seluruhnya sampai lantai terbawah dalam waktu kurang dari 0.22 detik.

(3) Tinggi WTC = 417 m (tanpa antena, dengan antena = 526 m. Untuk runtuhnya gedung WTC I 98 lantai itu  wajarnya diperlukan waktu yang cukup lama, tetapi nyatanya hanya  0,22 detik.  Kasus yang sama berlaku  WTC II, yang ditahan 80 lantai(http://en.wikipedia.org/wiki/World_Trade_Center). (http://en.wikipedia.org/wiki/World_Trade_Center).

(4)Gedung WTC I ditabrak pesawat pada lantai 98 … artinya masih ada 90 lantai lebih yang mampu menahan berat + 20 lantai di atasnya tetapi ikut hancur rata dengan tanah.

(5) Gedung WTC II ditabrak pada lantai 82 … artinya masih ada + 80 lantai yang mampu menahan lantai diatasnya, tetapi ikut hancur sampai lantai dasar.

(6) Sebelas tahun sejak 9/11 2001 berbagai macm gambar dari Ground Zero Puing WTC dan kawasan di sekitarnya  terekam dengan  rinci dan jeli berarti banyak ahli fotografer atau wartawan terbaik kaliber dunia sudah disiapkan berada di lokasi saat serangan terjadi 11/9/2001. Dalam upaya memberikan kesatuan rekayasa terhadap peristiwa tersebut.

(7) “LIFE.com” mencatat nama-nama James Nachtwey, Joe Raedle, Spencer Platt, Mario Tama, dan banyak wartawan fotografer ternama lainnya telah mengumpulkan/kompilasi 25 foto paling kritis  hari naas di hari di musim panas itu; Ini adalah foto-foto yang sudah disiapkan sebelumnya yang kemudian mengubah segalanya.

    # Soalnya:Yang ditabrak lantai 98 atau 82 tetapi hancurnya sampai lantai terbawah rata dengan tanah, bagaimana tehnologinya untuk menghancurkan gedung  +110 lantai, lebur rata dengan tanah dalam waktu 22 detik ??? Pasti ada perencanaan yang sangat jeli-canggih luar biasa, melalui program, percobaan, penelitian yang sangat mendalam oleh spesialis ahli ilmu fisika, kimia, ilmu teknologi terakhir, dengan dana yang terlalu besar  artinya pelaku pemboman tersebut bukan 19 orang yang  tertuduh pembom  yang ditangkap itu.

       Mengenai perbuatan rekayasa ini Allah berfirman:

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِأُولَئِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيبُهُمْ مِنَ الْكِتَابِ حَتَّى إِذَا جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ قَالُوا أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالُوا ضَلُّوا عَنَّا وَشَهِدُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ( الاعراف 37)

            “Maka siapakah yang lebih lalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang itu akan memperoleh bahagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lauhulmahfuzh); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya: “Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?” Orang-orang musyrik itu menjawab: “Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami,” dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir”( S. 7 Al-A’raf 37)(Lihat juga Qs6a21; s6a21 dan 144, s10a17).

       Kembali kepada Al-Quran s7a13-19 termaktub di awal risalah ini bahwa  Iblis sesumbar akan menggoda manusia dari segala penjuru; Ayat-ayat itu ialah:

Bahasa Indonesianya:~Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,~kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)(S7a16-17).

          Setan/balatentara setan berusaha untuk menggoda manusia menentang agama Allah Islam dari semua lini, segala jurusan sampai  bidang sosial budaya bahkan ilmu-ilmu keislaman.

@ Studi Islamologi

          Perang ideologi dan konfrontasi kebudayaan, tidak terbatas hanya dengan pedang, peluru kendali, bom nuklir tetapi Perang Salib itu mereka lancarkan melalui pemikiran akademis melalui penelitian metodologi-ilmiah islamologi sampai semua ilmu ke-Islaman bahkan sampai inti sumber agama Islam Al-Quran  dan hadis, sebagian dari persaingan dalam mendalami Ilmu Al-Quran dan Hadis ini kita sepertinya dikalahkan oleh para pakar orientalis kaum Salib berikut:

A. Pakar IlmuQur’an

     (1) Arthur J. Arberry, (2)Gustav Flugel  (3) Richard Bell, (4)William Muir (5). Regis Blachere, (6) Ignaz Goldziher; Mereka telah menulis ilmu-ilmu Al-Quran cukup mendalam, misalnya buku kitab Madzahibut Tafsir, Al-Qur’an dan Qiraat Tujuh, periodisasi turunnya Al-Quran, tafsir surat-surat atau judul-judul tertentu Al-Quran, penyusunan surat-surat Al-Quran dalam mushaf.

B. Pakar Ilmu  Hadis

      (1)   C. Snouck Hurgronje, (2) Alfred Guillaume, 3) David Samuel Margoliouth, (4) Henri Lammens, (5) Reinhart, (6) H.A.R. Gibb, (7) Carl Brockelmann, (8) Winsink, mereka menulis ilmu hadis sangat mendalam misalnya: The Legacy of Islam (1931), Islamologi, Kamus hadis dan  Geschichte des Arabischen Literature  dst.

       Kaum orientalis tersebut diatas hampir semua berusaha menjelek-jelekkan Islam, namun  ada  sebagian  yang jujur dan obyektif:  (1)George Sale ( 1736M) dan yang sefaham. (2) Voltaire (1778M), (3)Wofgang von Goethe (1832M), (4)Eduard Gibbon(1736M), (5)George Bernard Shaw, (6)Thomas Carlily, (7)R.Bosworth Smith (1876M), (7)Napoleon Bonaparte,  merupakan kaum orientalis yang cenderung memuji Islam atau  netral dan  obyektif yang menyanggah orientalis yang berwatak negatif sebelumnya. Sehingga banyak hasil penulisan kaum orientalis yang baik itu banyak yang dijadikan buku pegangan kuliah di berbagai perguruan tinggi Islam di mana-mana.-

BAB  TIGA

Zuhud dan militan

         Masalah ke-3:.Apa  sebab Allah memberi SIM kepada setan untuk menggoda manusia dan bagaimana ikhtiar-usaha kita agar selamat dari godaan setan maupun bala tentara setan? Jawaban hipotetis: Allah memeberi SIM (Surat Ijin Menggoda) manusia untuk menguji  dan memilih manusia yang taat kepada Allah dari yang  kafir yaitu menentang Agama Allah. Adapun  usaha&ikhtiar kita agar selamat dari godaan setan/bala tentara setan ialah berusaha sungguh-sungguh untuk  berjalan di jalan shirathal mustaqim, jalan Allah jihad fi Sabilillah.Khususnya: melawan watak materialistis menuju jiwa yang zuhud; Menjadi pemberani tidak takut mati, tidak  takut berjuang, tidak takut bergerak jihad fi sabilillah.

     Dalam Bab II di atas terurai bahwa umat Islam jatuh tertindih tangga bahkan menjadi mangsa,  menjadi pakan kaum imperialis, kolonialis yang anti Islam.     Pernah  Rasulullah Saw membayangkan nasib umat beliau dalam hadis riwayat Abu Dawud no.3745  bahkan umat Islam akan mengalami nasib  yang paling jelek, sampai kehabisan panutan tidak ada imam yang mengikuti tuntunan dari Rasulullah Saw. (Hadis Abu Dawud ini tercatat di bab ii di atas) Beliau bersabda dalam hadis:

– عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ (رواه ابو داود 3745واحمد 21363)*

     Artinya: “Dari Tsauban dia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Bangsa-bangsa non muslim diramalkan  kelak akan mengroyok umat Islam persis seperti royokan tumpeng yang diperebutkan oleh orang banyak; Maka salah seorang sahabat bertanya: “Apakah umat Islam ketika itu hanya sedikit? Beliau menjawab: “Tidak!!! Bahkan kalian berjumlah banyak sekali, tetapi  bagaikan buih air bah  dan Allah melenyapkan rasa takutnya musuh Islam dari dalam hati mereka sekaligus Allah akan mencampakkan “Al-Wahnu”  ke dalam hati kalian” Salah seorang sahabat bertanya: “Apakah yang dimaksud dengan Al-Wahnu itu? Beliau menjawab: : Al-Wahnu ialah cinta kepada harta dunia dan takut mati”(HR Abu Dawud CD no.3745 dan Ahmad  121363). Catatan Al-Wahnu dapat difahamkan dengan Materialistis dan Takut Jihad lawannya ialah Zuhud dan pemberani =militan dalam Jihad. Rasulullah Saw bersabda:

 (عن ) أَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ يَقُولُ كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي

(1) فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ  فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ

(2) قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ

(3)  قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ

(4) قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ  قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا

(5) قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا فَقَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا

(6)  قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ

(7) قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ (رواه البخاري 3338 ومسلم 3434)*

“ (Dari) Abu Idris Al Khawlaniy bahwa dia mendengar Hudzaifah bin Al Yaman berkata; “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah Saw tentang perkara-perkara kebaikan sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena aku takut akan menimpaku.

(1)Aku bertanya; “Wahai Rasulullah, dahulu kami berada pada masa jahiliyyah dan keburukan lalu Allah mendatangkan kebaikan ini kepada kami, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan?”. Beliau menjawab: “Ya”.

(2)Aku bertanya lagi; “Apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?”. Beliau menjawab: “Ya, akan tetapi di dalamnya ada “dukhn” (kotorannya) “.

(3) Aku bertanya lagi; “Apa kotorannya itu?”. Beliau menjawab: “Yaitu suatu kaum yang memimpin tanpa mengikuti petunjukku, kamu mengenalnya tapi sekaligus kamu ingkari”.

(4) Aku kembali bertanya; “Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?”. Beliau menjawab: “Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu jahannam. Siapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan kedalamnya”.

(5) Aku kembali bertanya; “Wahai Rasulullah, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami?”. Beliau menjelaskan: “Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian”. (6) Aku katakan; “Apa yang baginda perintahkan kepadaku bila aku menemui (zaman) keburukan itu?”. Beliau menjawab: “Kamu tetap berpegang (bergabung) kepada jama’atul miuslimin dan pemimpin mereka”.

(7) Aku kembali berkata; “Jika saat itu tidak ada jama’atul muslimin dan juga tidak ada pemimpin (Islam)?”. Beliau menjawab: “Kamu tinggalkan seluruh firqah (kelompok/golongan) sekalipun kamu harus memegang akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada di dalam keadaan itu (berpegang kepada kebenaran) “(HR Bukhari no.3338 dan Muslim no.3434).

           Dari bayangan Nabi Saw. ini  maka kini kita memikul tugas yang betul-betul   terlalu  berat dan  sulit sekali, yaitu : mengatasi kemelut, munculnya juru dakwah yang mengajak manusia menuju jalan ke neraka mempergunakan gaya bahasa dan  segala-galanya sangat mirip persis  sekali dengan juru dakwah atau muballigh yang asli yang benar-benar mengikuti hidayah Allah dan tuntunan Rasulullah Saw.

        Umat Islam menjadi bancaan atau kenduri musuh-musuh Allah persis seperti “Gunungan-Sekaten” yakni setumpuk makanan diperebutkan penonton  perayaan Sekaten Maulud di muka kraton Ngayogyokarto-Surokartao; Yang demikian ini sudah dibayangkan oleh Rasulullah Saw dalam  hadis riwayat Abu Dawud bo. 3745 dan Ahmad no.121363 di atas. Semua ini sebabnya  ialah karena  Al-Wahnu yaitu otak yang  materialistis dan takut mati; Hal ini memang bertentangan dengan ajaran Islam; Karena Islam menekankan kepada  spirit iman dan beramal soleh, hidup hanya ingin mencari ridho Allah dengan menabur karya penuh  jasa membuat bahagia semua manusia.

      Adapun ikhtiar untuk membangkitkan umat Islam dari jatuh terjerumusnya  sampai menjadi warga negara terjajah maka  obat atau kuncinya ialah  menumbuhkan semangat jihad dan dakwah Islam mengajak umat untuk memerangi Al-Wahnu =watak materialis/penakut.

          Lawan kata  Al-Wahnu dispekulasikan ialah Zuhud dan Pemberani, sehingga memerangi Al-Wahnu ialah melenyapkan  nafsu  materialis harta, tahta dan wanita sekaligus membuang jauh-jauh rasa takut berjihad; Maka memerangi Al-Wahnu itu sama dengan berjiwa zuhud  bahwa harta keduniaan bukan tujuan tetapi giat mencari harta/tahta/nikah untuk sarana-prasarana Perang Sabil-Jihad fi Sabilillah Allah bercita-cita untuk menjunjung tinggi Asma Allah( = لاعلاء كلمة الله هي العليا ).

          Kaum Salib tercatat sudah memberi  isyarat bahwa  kunci kekuatan Islam itu Al-Quran dari Al-Quran tumbuh mental pemberani yang sangat militan, berani melawan musuh berani menahan hawa nafsu manapun juga sampai titik darah  penghabisan; maka kaum Salib  tidak mampu apa-apa, dibawah ini tercatat kesan dan keyakinan mereka.

(1)  Laurence Brown, W.E.Gladstone, Esiac Pouman, Ben Gurion, menyatakan bahwa selama Al-Qur’an ini masih berada di tangan kaum muslimin, Eropa tidak akan bisa menguasai Timur”

(2) Gubernur Jendral Perancis di Aljazair, dalam pmemperingati 100 tahun penjajahan Perancis atas Aljazair, mengatakan,” Kita tidak akan bisa mengalahkan orang-orang Aljazair selama mereka masih membaca Al-Qur’an dan berbicara dengan Bahasa Arab”.

(3) Esiac Pouman menulis”Belum pernah terjadi, sebuah bangsa Masehi yang masuk Islam, kemudian kembali masuk Nasrani.”

(4) Ben Gurion, mantan PM Israel, mengatakan,” Hal yang paling kita takutkan adalah bila di dunia Arab muncul Muhammad baru.”

(5) Raja Perancis  Louis IX  di dalam tahanan Perang Salib  di Manshurah-Mesir, Luis kalah dan tertawan lalu  menebus diri dengan bayaran yang sangat mahal menyatakan bahwa sangat sukar sekali untuk mengalahkan Islam. Sebab mental Jihad fi Sabilillah  yang dipancarkan oleh Al-Quran begitu hebat memabangkitkan keberanian dan kepahlawanan yang sangat sukar ditandingi. Maka Louis IX meyakini bahwa tidak mungkin dia mampu mengalahkan umat Islam melalui  perang fisik. Dia menyatakan bahwa perang harus melelui metode dan taktik strategi berikut :

(a) Menanam benihperpecahan umat Islam.

(b) Mencegah penguasa yang ali-soleh.

(c) Menghidup-suburkan budaya suap-menyuap, dekadensi  moral, main mesum dengan wanita WTS,PSK.

(d) mencegah faham nasionalisme.

(e) mencegah semangat persatuan mereka.

(f) Mendirikan negara boneka di tengah kawasan.

@ Janji Allah kepada orang mukmin               .

        Maka walau bagaimanapun juga jangan sampai  kaum muslimin  berkecil hati. Sebab sebab Allah bersama kita, Allah sudah berjanji akan memberi derajat yang tinggi kepada Islam, memberi kejayaan di muka bumi (di dunia) kepada orang mukmin, Allah akan mngirim malaikat unutk membantu  asal semua bersungguh-sungguh tekun istiqamah, mantap tidak gampang terpengaruh oleh faktor negatif, taqarrub kepada-Nya; Allah akan  memenuhi janji-Nya kepada siapa yang yakin kepada firman Allah   di dalam Al-Quran:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ(139ال عمران)

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”(S;3 Ali ‘Imran 139).

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ(النور55)

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.  Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”(S.24 An-Nur 55).

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ( فصلت30)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka istiqamah-meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”(S.41 Fushshilat 30).

            Caranya ialah  seperti apa yang disabdakan Rasulullah Saw dalam hadis riwayat  Abu Dawud  no.3745 dan Ahmad no. 121363 terurai di atas itu bahwa  kunci untuk membangkitkan kembali daya kekuatan umat Islam itu didahului dengan Jihadun-Nafsi  perang melawan “Al-Wahnu” yaitu:

 (1) Perang menaklukkan hawa nafsu, nafsu memburu harta, tahta dan wanita dan mengendalikannya;

(2) Maksimalisasi semangat perang dengan militansi yang tinggi tidak takut mati dalam jihad fi Sabilillah.

       Kemudian maju melakukan Jihad fi Sabilillah. Padahal makna Jihad fi  Sabilillah itu ialah berjuang” لاعلاءكلمة الله هي العليا”

= mengunggulkan Asma Allah tingi-tinggi, menegakkan sendi-sendi agama Islam, berjalan di jalan Shirathal Mustaqim, jalan Allah yang lurus dan benar, yakni  jalan ke surga. Shirathal Mustaqim ialah Sabilillah; Dan jalan Allah itu sangat luas sekali. Semua ini tercakup dalam pengertian Ghazwul Fikri Perang melawan Ideologi setan dan balatentara setan mencakup seluruh lahan proyek garapan Islam.

       Dalam kitab Ushul Fiqhnya (1958:289) Muhammad Abu Zahrah  menyebutkan ada 3 sasaran tujuan utama dari syari’at Islam, yaitu:

1 Pembinaan jiwa agar supaya setiap pribadi dapat menjadi sumber amal soleh sumber kebajikan untuk orang lain, tidak membawa penderitaan atau kesengsaraan  kepada sesama hidup.

2. Menegakan keadilan yang merata bagi seluruh umat manusia.

3. Menyelenggarakan suatu kehidupan masyarakat yang penuh maslahah yang hakiki

           Maslahah yang hakiki ialah suatu sistem kehidupan bermasyarakat  yang serba terpenuhi jaminan hidup yang 5 macam, yaitu:

    i.Terjaminnya kelangsungan syari’at Tuhan, suatu kehidupan  yang berjiwa agama.

    ii.Terjaminnya hak hidup setiap insan

    iii.Terjaminnya hak   pemilikan  atas harta kekayaan.

    iv.Terjaminnya perkembangan akal yang sehat.

     v.Terjaminnya hak  berkeluarga dan berketurunan.

Metodologi Dakwah dan Jihad

            Sekarang ini yang diumpamakan oleh Rasul Saw. dalam hadis riwayat  Abu Dawud no.3745 diatas bukan saja umat Islam Indonesia saja tetapi umat Islam seluruh dunia, bahwa umat Islam seluruh dunia sekarang sedang menjadi AMBENG atau “Gunungan Sekaten” Grebeg Maulud dimuka kraton  Ngayogyokarto dan Surokarto, maka umat Islam menjadi  bulan-bulanan serangan musuh-musuh Allah melalui berbagai macam sudut.

         Faktor karena serangan setan dan balatentara setan itu merupakan perang besar-besaran maka usaha untuk melawan dalam hal ini Jihad fi Sabilillah itu harus dibuatkan suatu program perencanaan organisasi yang metodis-sistematis sesuai dengan Ilmu Dakwah, mencakup asas landasan, program perencanaan, arah-tujuan, target, subyek, obyek, skala prioritas, sarana-prasarana, taktik strategi, pengawasan:

 ~Pengertian, Jihad itu ialah berjuang melaksanakan Amar ma’ruf Nahi munkar.

(1)Jihad itu ialah mencari yang terbaik

Qs.3 Ali ‘Imran 114;s.9 At-Taubat 71. s.81 at-Takwir 26-29;

(2)Jihad itu mencari kebenaran

Qs.2 Al-Baqarah 164; S.51 Adz-Dzariyat 21; s.1 Al-Fatihah 6-7; s.22 Al-hajji 67; s.2 al-Baqarah 146.

(3) Materi inti Jihad ialah:

Akidah:S.8 Al-Anfal:2-4;S.24An-Nur 62;S.49 Al-Hujurat 15;

Syari’ah;S.5 Al-Maidah 50;s.5 Al-Maidah 47.

Akhlak  S.5 Al-Maidah 54”.

(4) Asas landasan  Jihad ialah Al-Quran dan hadis. Dasar pokoknya ialah :S.14 Ibrahim 4:S.20 Thaha 46;S.5 Al-Maidah 35;s.16 An-Nahl 125;S.9 At-Taubat 67.

(5)Hukum: Jihad hukumnya wajib S.3 Ali ‘Imran 110;S.3 Ali ‘Imran 114; S.9 at-Taubat 71;

(6) Jihad harus dilakukan secara organisatoris yang lebih dahulu dibuat  Pogram Perencanaan, s.8a60; s59a18

(7) Jihad harus jelas Arah Tujuannya yaitu gerakan mencari yang terbaik dan paling benar Islami;

(8) Melakukan investigasi-penelitian atas  kondisi lawans59 Al-Hasyr 14; S.49 Al-Hujurat 6.

(9)Dengan  target: masyarakat adil makmur, negara sejahtera bahagia: s34a15; s14a35; s2a126;

(10) Target Jangka pendek&jangka panjang: S.4 An-Nisa`71;S.2      Al-Baqarah 44;S.61 Ash-Shaf 2-4; S.33 Al-Ahzab 21;

 mempertahankan akidah Islam,  mencegah pergeseran dari Islam ke agama lain (murtad).

Jangaka panjang mengejar puncak  IPTEK&IMTAQ, maksimalisasi penguasaan  ilmu/tehnologi, sekaligus Iman dan taqwa. ~ Target,.

(11)Skala prioritas, memilih obyek sasaran mana yang yang paling menguntungkan, berikut berturut-turut yang makin sulit.

(12)Subyek pelaku Jihad ialah bahwa semua gerak-langkah diatur oleh suatu organisasi di bawah tuntunan pimpinan yang memenuhi persyaratan, dibantu oleh staf menurut keahliannya  :S.5 al-Maidah 119;S.2 Al-Baqarah 207~ S.4 An-Nisa`71;S.2 Al-Baqarah 44;S.61 Ash-Shaf 2-4; S.33 Al-Ahzab 21;S. 9 At-Taubat 122.

(13) Job description, memilih pelaku sesuai dengan keahliannya S.9 At-Taubat 122.

(14)Obyek sasaran ditentukan oleh unit organisasi, dengan mempertimbangkan skala prioritas yang tepat: S.23 Al-Mu`minun 71;S.9 At-Taubat 67;S.20 Thaha 44; s.14 Ibrahim 4;.

(15)Sarana-prasarana, mencakup dana sampai alat perlengkapan transportasi perhubungan, bahkan penyediaan ilmu kecakapan tehnologi untuk pembekalan para pelaksana.

(16)Metodik dedaktikTaktik&Strategi; Taktik strategi, ibarat pendidik harus menggunakan ilmu dedaktik metodik, sehingga untuk ghazwul fikri ini diperlukan taktik strategi, memilih cara, jalan, tempat, waktu, sasaran utama, peralatan, perlengkapan, dana: s.21 Al-anbiya`62-66;s.12 Yusuf 70-76; . Metodologi  S.14 Ibrahim 4; S.20-Thaha46;s5a35s.16 An-Nahl 125; S.9 at-taubat 67;

(17)Pengawasan harus dilakukan oleh pimpinan atau yang bertugas.

(18) Suka duka dan Ujian  secara menyeluruh s.67 Al-Mulku 2;S.18 Al-Kahfi 7;S.29 Al-‘Ankabut 2; S.3 Ali ‘Imran 142. : S.9 At-Taubat 92;s4a95;

(19)Hikmah rahasia, semua ke sulitan mengandung hikmah rahasia: s103a1; (S.104 Al-“Ashri 1-3.

@Seruan kepada Ahli Kitab

   Seruan Al-Quran kepada kaum Ahli Kitab, Yahudi dan Nasrani

قُلْ يَاأَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ(64)

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (S.3 Ali ‘Imran 64).

وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ(110) (ال عمران 64+ 110)

“Jika sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”(S.3 Ali ‘Imran 110).

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلاَّ الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلا تَقُولُوا ثَلاثَةٌ انتَهُوا خَيْراً لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلاً ( النساء171)

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu).  (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”(S. 4 An-Nisa`171).

أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ (المائدة 15)

 “Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan”  (S.5 Al-Maidah 15 ).

يَاأَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَى فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ أَنْ تَقُولُوا مَا جَاءَنَا مِنْ بَشِيرٍ وَلَا نَذِيرٍ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَشِيرٌ وَنَذِيرٌ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(19)

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan: “Tidak datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan”. Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (S.5 Al-Maidah 19).

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأَدْخَلْنَاهُمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ (الماءدة65)

5:65. Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga yang penuh kenikmatan”  S.5 Al-Maidah 65).

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَى شَيْءٍ حَتَّى تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيراً مِنْهُمْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَاناً وَكُفْراً فَلا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ( الماءدة 68)

5:68. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu” S.5 Al-Maidah 68).

)قُلْ يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ ( الماءدة 77 )

5:77. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”) S.5 Al-Maidah 77).

S3a64; s3a110; S4a171, s5a15; s5a19; s5a65; s5a68; s5a77;

@Optimistis Allah memberi Hidayah kepada para Muallaf

 Muallaf masuk Islam meningkat drastis

         Orang-orang yang masuk Islam makin banyak-makin banyak di negara-negara Barat, tercatat sebagai berikut:

~ Di Denmark, orang Muallaf yang masuk Islam meningkat tajam setelah dipublikasikannya kartun yang menghina Rasulullah Muhammad Saw th. 2005 yang silam. Universitas Kopenhagen dalam penelitiannya menemukan fenomena yang mengejutkan bahwa sejumlah besar penduduk asli Denmark masuk Islam. (arrahmah.com).

~ Di Inggris, menurut Faith Matter, angka muallaf mencapai 100.000, yang  5000 – 5200 muallaf baru masuk Islam setiap tahun. Tahun 2001, jumlah masjid di London  ada 1.400.

~ Di Jerman dan Perancis, ada 4000 muallaf masuk Islam tiap tahun. ‘Ini hitungan dari survey tiap masjid, kata Fiyaz Mughal, direktur Faith Matters kepada koran The Independent.

~ Sementara di Amerika Serikat jumlah umat Islam meningkat berlipat dua kali  pada tahun 2030 akan mencapai 6,2 juta dibanding tahun ini  hanya 2, 6 juta.

     Markas Islamisasi Eropa terbesar berpusat di masjid agung di Newham, London Timur tak jauh dari Olympic Park, tempat Olimpiade Inggris 2012.

Berdasarkan penelitian maka diramalkan bahwa kelak satu dari setiap sepuluh orang Inggris akan menjadi Muslim pada tahun 2030. Sebaliknya Agama Kristen akan  kehilangan lebih dari 500.000 orang pemeluknya setiap tahun, sedangkan jumlah atheis (yang tidak beragama) dan kaum agnostikangkanya akan naik 750.000 per tahun. Daily Mail melaporkan, penelitian oleh House of Commons Library, bahwa selama 6 tahun terakhir, jumlah orang Islam melonjak menjadi  37 persen.

       Steve Doughty dalam Daily Mail, koran terkemuka Inggris, memprediksi bahwa  sekitar 20 tahun ke depan kira-kira tahun 2030 jumlah orang Islam di Inggris akan melebihi jumlah umat Islam Kuwait. Dan pemeluk agama  Islam seluruh dunia akan meningkat rata-rata 2,2 persen per tahun.

      Tahun 2010 penduduk dunia 6.9 miliar diproyeksikan sampai th.2030 naik 26% menjadi 8.3 miliar. Di tahun 2010 orang Islam dari 1.6 milyar naik menjadi 35% sehingga tahun 2030 menjadi 2.2 miliar. Penelitian ini didasarkan pada tren demografi masa lalu dan estimasi pada apa yang akan terjadi 20 tahun ke depan.

Worldwide Church of God badan misionari Nasrani yang berpusat di California melaporkan hasil penelitiannya yang dikutip oleh Majalah Islamic Horizons edisi Juli-Agustus 1990, yang diterbitkan oleh Islamic Society of North America (ISNA) di Amerika Serikat, bahwa  dalam kurun waktu 50 tahun (1934-1984) pemeluk agama Yahudi hanya meningkat 4%, sementara pemeluk Nasrani meningkat 47%, sedangkan pemeluk Islam meningkat 235%!

وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ(56)

 Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang

yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang”)s5a56)

oooooooooooooooooooooooooo0ooooooooooooooooooooooooooooo

SESUDAH  DIBACA  BERIKAN KE-SIAPA  SAJA  PEMINAT  BACA ADA PAHALA

LILLAH PRESS       TAMANJENGGALA         SIDOARJO  20122

Internet:http://pondokquranhadis.wordpress.com      Email:pondokilmu7@gmail.com

Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com,          Email:h.imam.muchlas.@gmail.com

Ooooooooooo888888888888888888888888888888888888888888888888888888888888

Oleh: pondokquranhadis | Mei 6, 2012

STATUS ANAK DI LUAR NIKAH &ANAK ZINA

 

012-4-18                                                                                                Tafsir Tematis kontemporer

Internet:http://pondokquranhadis.wordpress.com

—Situs::http://imam-muchlas.blogspot.com,

 

Anak  di luar nikah dan Orang Tuanya

 

Al-Quran S.24 An-Nur 3 :

الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ (النور3)

 “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin”(S.24 An-Nur 3).

Tema dan sari tilawah

  1. 1.      Allah menciptakan manusia  dibekali dengan instink atau nafsu keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  2. 2.      Salah satu instink manusia ialah nafsu pengembangan jenis melalui nafsu birahi.
  3. 3.      Semua nafsu sebagai faktor untuk memenuhi kebutuhan hidup harus disalurkan  dengan teratur serasai  sesuai dengan  nuansa kehidupan manusia di dunia.
  4. 4.      Namun setiap orang tidak sama  instink-nafsu yang diunggulkan, sehingga  terjadi persinggungan antar sistem dan aturan hidup manusia.
  5. 5.      Salah satu  benturan  antar sistem dan aturan hidup itu ialah banyaknya  pelaku  yang menyimpang melawan aturan hukum karena tekanan nafsu birahinya dengan  berbuat zina.
  6. 6.      Pezina pantasnya menikah dengan pezina atau orang nusyrik,   laki-laki maupun perempuan .
  7. 7.      Allah sudah menetapkan bahwa  orang yang beriman haram nikah  dengan pezina, laki-laki atau perempuannya.

Masalah dan analisa jawaban

1.Bagaimana syari’at  Islam  mengatur penyaluran hawa nafsu terutama nafsu birahi ini sebagai kebutuhan hidup manusia yang universal? Jawaban sementara: Guna mencapai kehidupan yang bahagia semua instink dan nafsu-nafsu itu manusia harus memenuhinya secara wajar, serasai dan mentaati hukum Syar’i.

2.Bagaimana  syari’at Islam mengatur hukum nikah bagi mereka yang pernah berbuat zina? Jawaban semenatara: Untuk negara yang merapkan Hukum Islam  maka pelaku zina dihukum jilid dan terhadap pelaku zina yang sudah pernah nikah (muhshan) dihukum rajam. Orang yang beriman haram menikah dengan pelaku zina atau orang musyrik. Terhadap pelaku zina yang beragama Islam dalam negara yang tidak menerapkan hukum Islam maka harus melihat situasi dan kondisi dalam  penerapan hukum yang berlaku.

3.Bagaimana hukum  anak yang lahir di luar nikah atau dari zina? Jawaban sementara: Seluruh anak Adam lahir dalam keadaan fitrah yang suci, maka anak yang lahir di luar nikah hukumnya tidak bersalah dan mempunyai hak yang sama dengan anak  dari pasangan nikah yang sah. Maka kedua pelaku zina laki-laki dan perempuan yang terlibat karena  melanggar hukum wajib dihukum dengan  semestinya.

Pendalaman dan penelitian

BAB  SATU

Nafsu birahi dan masalahnya

            Masalah ke-1:  Bagaimana syari’at  Islam  mengatur penyaluran hawa nafsu terutama nafsu birahi ini sebagai kebutuhan manusia yang universal? Jawaban sementara: Guna mencapai kehidupan yang bahagia            semua instink dan nafsu birahi itu oleh manusia harus dipenuhi secara wajar, serasi dan mentaati hukum Syar’i.

         Telah timbul sejak jaman dahulu masalah penyimpangan  perilaku manusia yang menyebal  dari hukum  Allah, khususnya dalam hukum perkawinan, yaitu masalah zina. Dan karena zina itu  suatu perbuatan yang sangat jelek maka Hukum Islam  menetapkan hukuman jilid kepada pelaku zina lebih-lebih zina Muhshan, dia harus dibelok atau ditanam separoh badan dilempari batu. Walaupun hukuman itu demikian berat tetapi masalah pelacuran terlalu sulit dicegah. Sebagai gambaran misalnya negara  R.I. walaupun mayoritas penduduknya beragama Islam tetapi Hukum Islam belum sepenuhnya diterapkan di Indonesia. Di samping berbagai macam kemajuan dalam bidang yang baik-baik, namun masalah pelacuran dan perzinaan ini masih banyak sekali  kesulitan pencegahannya, catatan data hasil survey dan penelitian para pakar menunjukkan fakta yang sangat memprihatinkan sekali.

     Sebagai dasar pembanding dengan negara Indonesia maka menurut statistik pendaftaran kelahiran anak luar nikah di Malaysia tercatat angka-angka anak yang lahir diluar nikah atau zina dalam tempoh 4 tahun 1999-2003 ada 30.978 anak tercatat sekitar  44% dari 70.430 anak yang lahir diluar nikah atau zina dari orang  ISLAM.  Rincian yang diteliti adalah sebagai berikut: Selangor = 12.836 orang; Perak = 9.788 orang; Kuala Lumpur =9.439 orang;Johor = 8.920 orang;Sabah = 8.435orang Negeri; Sembilan = 4.108 orang;Pahang = 3.677 orang;Kedah = 3.496 orang;Pulau Pinang = 3.412 orang;Melaka = 2.707 orang;Kelantan = 1730 orang;Perlis = 691 orang;Sarawak = 61 orang;Terengganu = 574 orang;JUMLAH = 70.430 orang 44%nya ialah 30,978 (http://www.topix.com)

           Kiranya  para peneliti R.I kurang banyak yang melakukan penelitian yang fokusnya  soal statistik anak yang lahir di luar nikah (Zina), sementara  lebih mudah kita  mencari data hasil penelitian  terebut di negeri Jiran. Walaupun demikian angka-angka  statistik dari Malaysia itu  dapat dijadikan spekulasi berapa besar angka-angka   statistik anak di luar nikah  (zina) itu di negeri RI kita, yaitu sebagai berikut:

              Meningkatnya budaya seks bebas di kalangan pelajar di negeri RI kita kini telah mengancam masa depan bangsa Indonesia. Bahkan perilaku seks pra nikah tersebut dari tahun ke tahun meningkat.

~~~Masri Muadz, Pimpinan Direkturat Remaja dan Perlindungan Hak-Hak dari BKKBN, menyatakan kasus budaya seks bebas tersebut menunjukkan peningkatan semakin miris.
~~Wimpie Pangkahila pada tahun 1996 melakukan penelitian terhadap remaja SMA di Bali hasilnya dari sampel 633 ada 18% perempuan   dan 27% laki-aki telah melakukan hubungan seks di luar nikah(zina).

~~Hasil riset Situmorang  tahun 2001 mencatat, bahwa 9% perempuan dan 27% laki-laki SMA yang diteliti di Medan sudah melakukan hubungan seks di luar nikah (zina).

~~SKRRI (Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia) tahun 2002-2003, mencatat bahwa ada 34,7% pr, 30,9% lk remaja usia 14-19 tahun pernah berhubungan seks di luar nikah (zina). Sedangkan pada usia 20-24 tahun perempuan 48,6% dan laki-laki 46,5%  yang telah melakukan hal   yang sama.

~~Yayasan DKT Indonesia melakukan penelitian yang sama yang memfokuskan penelitiannya di empat kota besar dan berdasarkan norma yang dianut, maka ada 89% remaja tidak setuju adanya seks pra nikah(zina). Tetapi kenyataannya  yang terjadi di lapangan sangat berbeda, yaitu:

(1) Ada 82% remaja ang mempunyai teman yang melakukan hubungan  seks pra nikah(zina). (2) Terdapat 66% remaja punya teman yang hamil sebelum menikah(zina). (3) Remaja secara terbuka menyatakan melakukan seks pra nikah(zina).Persentase itu menunjuk  kepada realitas angka yang fantastis: Jabodetabek 51%, Bandung 54% Surabaya 47% dan Medan 52%.
~~ PKBI dalam penelitiannya tahun 2006, mencatat beberapa data (1) terkait dengan  kisaran umur yakni: bahwa anak usia 13-18 tahun telah melakukan hubungan  seks di luar nikah (zina).(2)Tercatat 60% tidak menggunakan alat atau obat kontrasepsi. (3) Ada 85% hubungan seks itu dilakukannya di rumahnya.

      Sementara merujuk kepada data Terry Hull dkk (1993) dan Utomo dkk (2001), PKBI menyebutkan terdapat 2,5 juta perempuan yang melakukan aborsi pertahun dan 27% atau sekitar 700 ribu remaja dan sebagian besar dengan aborsi  tidak aman, bahkan ada 30-35% aborsi yang mengakibatkan kematian ibu.

     Pada 2007 SKRRI melakukan penelitian kembali tercatat ada peningkatan yang drastis, yaitu: Bahwa perilaku seks pranikah remaja dan kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) terus meningkat.

~~Temuan Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Penelitian Bisnis dan Humaniora (LSCK-PUSBIH) tahun 2008 lebih mengagetkan lagi. LSCK-PUSBIH melakukan penelitian terhadap sampel 1.660 mahasiswi di Yogyakarta. Hasilnya ialah bahwa 97,05% mahasiswi di Yogyakarta sudah hilang kegadisannya karena hubungan sek  di luar nikah (zian) dan 98 orang mengaku pernah melakukan-aborsi.

~~ Penelitian Komnas Perlindungan Anak (KPAI) di 33 Provinsi  selama 6 bulan  dari Januari sampai Juni 2008 menyimpulkan empat hal: (1) Ada 93,7% remaja SMP dan SMA pernah ciuman, genital stimulation (meraba alat kelamin) dan oral seks. (2) Tercatat  62,7% remaja SMP tidak perawan karena zina. (3) Terdapat 21,2% remaja mengaku pernah aborsi (http://id.shvoong.com)..

~~ Dari siaran TV terutama program  AA&Mamah DD kita menyaksikan banyaknya pertanyaan mencakup mereka yang terang-terangan berbuat zina (tanpa malu walaupun bertanya  hanya lewat fasebook).

      Membaca angka-angka tertera di atas dapat kita katakan bahwa delik-perilaku zina di wilayah  R.I. tersebar di mana-mana  dengan jumlah yang sangat banyak. Jika dilihat dari sisi siapa yang salah dengan melakukan delik melanggar hukum, maka jelas pelaku delik itu ialah perempuan dan laki-laki yang menyebabkan lahirnya anak hasil zina untuk mudahnya kita namakan ibu zina dan bapak zina.

      Jika di Malaysia dari pendaftaran penduduk pada  tahun 1999-2003 tercatat demikian banyak anak yang tidak tercantum nama  ayah yang diduga hasil hubungan seks di luar nikah, maka angka itu kiranya dapat menjadi ukuran berapa jumlah anak yang lahir diluar nikah  di Indonesia, sebagian kecil  karena ada sebab-sebab tertentu biarlah kita katakan saja jumlahntya jauh lebih banyak di luar bayangan kita  anak zina  yang belum dilakukan pendataannya itu. Lebih serius lagi dari perkiraan jumlah tersebut kita renungkan bagaimana hak dan kedudukan hukum anak lahir di luar nikah sekaligus bagaimana hukum bapak zina dan ibu zina?

           Hawa nafsu sebagai perangkat  untuk memenuhi  instink kebutuhan hidup secara universal itu memang harus dipenuhi secara wajar, serasai dan seimbang. Kita tidak boleh  mengunggulkan  salah satu desakan instink itu  secara  jumplang berat sebelah.

             Di jaman Rasul Saw  ada beberapa sahabat yang  bertekat  akan  melengahkan dan menterlantarkan  kebutuhan hidup dimaksud dengan cara  mengunggulkan  ibadah saja, tidak kawin, berpuasa terus menerus, ada yang akan  bersembahyang terus. Maka maksud mereka dilarang  oleh  Rasulullah Saw dalam sabdanya dalam hadis Bukhari-Muslim berikut:

أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ أَبِي حُمَيْدٍ الطَّوِيلُ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا فَقَالُوا وَأَيْنَ نَحْنُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَحَدُهُمْ أَمَّا أَنَا فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي (رواه البخاري 4675 ومسلم 2487)

Telah mengabarkan kepada kita Humaid bin Abu Humaid Ath Thawil bahwa ia mendengar Anas bin Malik r.a. berkata; Ada tiga orang mendatangi rumah isteri-isteri Nabi Saw. dan bertanya tentang ibadah Nabi Saw. Dan setelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, ”Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?” Salah seorang dari mereka berkata, ”Sungguh, aku akan shalat malam selama-lamanya.” Kemudian yang lain berkata, ”Kalau aku, maka sungguh, aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbuka.” Dan yang lain lagi berkata, ”Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya.” Kemudian datanglah Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam kepada mereka seraya bertanya: ”Kalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku.”(HR Bukhari no.4675 dan Muslim no.2487)

 

         Para sosiolog-antropologi telah  melakukan penelitian dengan seksama bahwa harta, tahta, nafsu birahi dan agama itu memang menjadi kebuthan hidup manusia maka harus dipenuhi semua. Wimmesma Greidanus  seorang pakar Ilmu Jiwa senada dengan pakar sosiologi-antropologi di atas menyatakan  bahwa  agama itu termasuk kebutuhan hidup manusia secara universal, oleh karena itu harus dipenuhi juga dengan sebaik-baiknya.

 Allah berfirman di dalam Al-Quran s3a14:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ(ال عمران 14)

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah  kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)(S.3 Ali ‘Imran 14).

 

BAB  DUA

Hukum zina & Hukum nikah mereka

                Masalah ke-2: Bagaimana  syari’at Islam mengatur hukum kepada pelaku zina dan hukum nikah dengan mereka? Jawaban sementara: Untuk negara yang menerapkan Hukum Islam  maka pelaku zina dihukum 100 jilid dan terhadap pelaku zina orang yang pernah nikah (muhshan) dihukum rajam. Orang yang beriman haram menikah dengan pezina tetapi dibolehkan pernikahan  antar mereka para pezina.

        Zina merupakan perbuatan yang diharamkan oleh semua agama dan  bangsa yang beradab, sehingga  siapa yang melanggar hukum wajib dihukum. Sedangkan jika  kemudian timbul masalah anak yang lahir dari perbuatan zina, maka si jabang bayi  tidak  wajar untuk menanggung derita dampak dari perbuatan yang melanggar hukum itu.

         Dari nash tersebut di atas maka dapat diambil pemahaman bahwa yang jelas salah ialah kedua manusia yang menyebabkan lahirnya bayi di luar nikah karena keduanya itulah orang yang melakukan delik pidana (jarimah) melanggar Hukum Allah dan semua hukum manusia mereka itu harus dihukum.

Allah berfirman  dalam Al-Quran S.24-An-Nur 2

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ ( النور 2)

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman”(S.24 An-Nur 2).

     Menurut Hukum Islam kedua orang yang berbuat zina itu wajib dihukum, 100 jilid terhadap mereka yang belum nikah, hukum rajam dilempari batu sampai mati, atas mereka yang pernah nikah.

          Hukum Rajam itu sudah disyari’atkan Allah dalam agama Yahudi jaman Nabi Musa dan agama Nasrani jaman Nabi ’Isa a.s. Tercatat dalam Al-Quran S.17 Al-Isra` 101 dan hadis Nabi Saw yang dishahihkan oleh Al-Hakim dan At-Turmudzi dan juga secuil ayat itu masih tertulis dalam  Bibel sekarang, Kitab Keluaran 20 ayat 1-17.

Allah berfirman dalam Al-Quran  S.17 Al-Isra` 101- 102:

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى تِسْعَ ءَايَاتٍ بَيِّنَاتٍ فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءَهُمْ فَقَالَ لَهُ فِرْعَوْنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَامُوسَى مَسْحُورًا(101)قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا أَنْزَلَ هَؤُلَاءِ إِلَّا رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ بَصَائِرَ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَافِرْعَوْنُ مَثْبُورًا(102)(الاسراء 101-102)

 Artinya:

“Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mu`jizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir`aun berkata kepadanya: “Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir”.Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mu`jizat-mu`jizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata: dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir`aun, seorang yang akan binasa”(S.17 Al-Isra` 101-102)

       Yang dimaksud dengan  9 ayat dalam ayat 101 Al-Isra` itu  dijelaskan oleh Rasulullah Saw  dalam hadis yaitu:

عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ أَنَّ يَهُودِيَّيْنِ قَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ اذْهَبْ بِنَا إِلَى هَذَا النَّبِيِّ نَسْأَلُهُ فَقَالَ لَا تَقُلْ نَبِيٌّ فَإِنَّهُ إِنْ سَمِعَهَا تَقُولُ نَبِيٌّ كَانَتْ لَهُ أَرْبَعَةُ أَعْيُنٍ فَأَتَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَاهُ عَنْ قَوْلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ( وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ) فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ(1) لَا تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا(2) وَلَا تَزْنُوا (3)وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ(4) وَلَا تَسْرِقُوا (5)وَلَا تَسْحَرُوا(6) وَلَا تَمْشُوا بِبَرِيءٍ إِلَى سُلْطَانٍ فَيَقْتُلَهُ(7) وَلَا تَأْكُلُوا الرِّبَا (8)وَلَا تَقْذِفُوا مُحْصَنَةً(9) وَلَا تَفِرُّوا مِنَ الزَّحْفِ شَكَّ شُعْبَةُ (10) وَعَلَيْكُمْ يَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ خَاصَّةً لَا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ فَقَبَّلَا يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ وَقَالَا نَشْهَدُ أَنَّكَ نَبِيٌّ قَالَ فَمَا يَمْنَعُكُمَا أَنْ تُسْلِمَا قَالَا إِنَّ دَاوُدَ دَعَا اللَّهَ أَنْ لَا يَزَالَ فِي ذُرِّيَّتِهِ نَبِيٌّ وَإِنَّا نَخَافُ إِنْ أَسْلَمْنَا أَنْ تَقْتُلَنَا الْيَهُودُهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ (رواه الترمذي4010 والنسائ 2657)

Artinya: “Dari Shafwan ibnu’Assal bhawa  ada dua orang Yahudi yang seorang berbisik kepada rekannya:  “Mari kita menghampiri  Nabi ini mempertanyakan soal 9 ayat (daalam Al-Quran S.17 Al-Isra` 101); Kemudian keduanya mendekati Nabi Muhammad Saw. bersama-sama mempertanyakan bagaimana makna dari 9 ayat dimaksud. Maka beliau menjawab: “ Yang dimaksud dengan 9 ayat (dalam QS 17 Al-Isra` 101) itu ialah:(1)Betul-betul jangan kamu musyrik; (2) Jangn kamu  berzina (3)  Jangan kamu membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah, kecuali di fihak yang benar; (4) Jangan kamu mencuri;; (5) Jangan kamu berbuat sihir; (6) Jang kamu membawa seseorang yang bersih kepada penguasa untuk dibunuh; (7) Jang kamu memakan  riba; (8) Jangan kamu menuduh zina perempuan terhormat;(9)Jangan kamu melarikan diri dari perang sabil; (10)Khuusus untuk kaum Yahudi wajib menataati ibadah hari Sabtu.  Maka kedua orang Yahudi ini lalu mencium yangan Rasulullah Saw dan sujud pada kaki beliau kemudian keduanya  menyatakan: “Kami bersaksi bahwa Tuan adalah Nabi . Beliau bertanya: “Apa yang menghalangi anda untuk masuk Islam?” Mereka menjawab bahwa Nabi Dawud berdo’a jangan ada nabi diluar anak keturunan Dawud. Dan jika kami masuk Islam kami takut dibunuh oleh kaum Yahudi” (HR At-Turmudzi no.4010 dan An-Nasa`i- no.2657).

         Kitab-kitab tafsir Al-Qurthubi (1967:10\335), Ibnu Katsir (1966\356), Az-Zuhaili-dalam Tafsir Al-Munir (1991\182), Al-Kasyasysaf (tth.2\468) mengutip hadis ini, bahkan  As-Suyuthi dalam Ad-Durrul Mantsur (1983:5\344) mencatat bahwa hadis ini diriwayatrkan oleh Ath-Thayalisi, Sa’id ibnu Mansur, Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, At-Turmudzi, An-Nasa`i,  Ibnu Majah, Ibnu Mardawaih, Abu Nu’aim, Ibnu Jarir, Abu Ya’la,  Ibnu Abi Hatim, Al-Baihaqi, Ath-Thabrani, Ibnu Qani’,  dishahihkan oleh Al-Hakim  dan At-Turmudzi. Semua memperkuat  bahwa Hukum Rajam itu  menjadi Hukum Nabi Musa  dan  Nabi ‘Isa a.s.

        Kitab kaum Nasrani Bibel-Alkitab sekarang  ini masih menyimpan pasal sepuluh Hukum Taurat ini, sebagai Bibel Kaum Nasrani juga, termaktub dalam kitab Keluaran 20 ayat 1-17,  yang isinya ialah  Hukum Tuhan kepada penganut agama Nabi Musa yaitu:1)  Jangan ada Tuhan lain;2)Jangan menyembah berhala; 3) Jangan menyebut Tuhan dengan sia-sia; 4) Rayakan hari Sabtu; 5) Wajib Bakti kepada bapak ibu; 6) Jangan membunuh; 7) Jangan berzina; 8) Jangan mencuri; 9)Jangan berucap bohong;10) Jangan merebut milik sesama.

       Ketetapan Hukum Rajam  kepada pezina Ahli Kitab Yahudi dan Nasrani tersimpan dalam kitab Taurat pada jaman Nabi  Muhammad Saw yang dibawa oleh penganut Yahud saat itu dibuka di hadapan ’Abdullah bin Salam Tokoh Ahli Kitab yang masuk Islam bersama-sama dengan  Rasulullah  Muhammad Saw  Ketetapan ini  tercatat dalam  Kitab Shahih Bukhari-Muslim berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ الْيَهُودَ جَاءُوا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرُوا لَهُ أَنَّ رَجُلًا مِنْهُمْ وَامْرَأَةً زَنَيَا فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَجِدُونَ فِي التَّوْرَاةِ فِي شَأْنِ الرَّجْمِ فَقَالُوا نَفْضَحُهُمْ وَيُجْلَدُونَ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ كَذَبْتُمْ إِنَّ فِيهَا الرَّجْمَ فَأَتَوْا بِالتَّوْرَاةِ فَنَشَرُوهَا فَوَضَعَ أَحَدُهُمْ يَدَهُ عَلَى آيَةِ الرَّجْمِ فَقَرَأَ مَا قَبْلَهَا وَمَا بَعْدَهَا فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ ارْفَعْ يَدَكَ فَرَفَعَ يَدَهُ فَإِذَا فِيهَا آيَةُ الرَّجْمِ فَقَالُوا صَدَقَ يَا مُحَمَّدُ فِيهَا آيَةُ الرَّجْمِ فَأَمَرَ بِهِمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُجِمَا قَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَرَأَيْتُ الرَّجُلَ يَجْنَأُ عَلَى الْمَرْأَةِ يَقِيهَا الْحِجَارَةَ )رواه البخاري 3363 ومسلم 3211)

“Dari Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu bahwa orang-orang Yahudi mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu bercerita bahwa ada seseorang laki-laki dari kalangan mereka dan seorang wanita berzina. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada mereka; "Apa yang kalian dapatkan dalam Kitab Taurah tentang permasalahan hukum rajam?". Mereka menjawab; "Kami mempermalukan (membeberkan aib) mereka dan mencambuk mereka". Maka Abdullah bin Salam berkata; "Kalian berdusta. Sesungguhnya di dalam Kitab Taurat ada hukuman rajam. Coba bawa kemari kitab Taurat. Maka mereka membacanya saecara seksama lalu salah seorang diantara mereka meletakkan tangannya pada ayat rajam, dan dia hanya membaca ayat sebelum dan sesudahnya. Kemudian Abdullah bin Salam berkata; "Coba kamu angkat tanganmu". Maka orang itu mengangkat tangannya, dan ternyata ada ayat tentang rajam hingga akhirnya mereka berkata; "Dia benar, wahai Muhammad. Di dalam Taurat ada ayat tentang rajam". Maka Rasulullah Saw memerintahkan kedua orang yang berzina itu agar dirajam". Abdullah bin 'Umar berkata; "Dan kulihat laki-laki itu melindungi wanita tersebut agar terhindar dari lemparan batu"(HR Bukhari no.3363 dan Muslim no.3211).
 Pezina ang sudah dihukum rajam maka dia berhak dishalatkan:
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ أَتَتْ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ حُبْلَى مِنْ الزِّنَى فَقَالَتْ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَصَبْتُ حَدًّا فَأَقِمْهُ عَلَيَّ فَدَعَا نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِيَّهَا فَقَالَ أَحْسِنْ إِلَيْهَا فَإِذَا وَضَعَتْ فَأْتِنِي بِهَا فَفَعَلَ فَأَمَرَ بِهَا نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشُكَّتْ عَلَيْهَا ثِيَابُهَا ثُمَّ أَمَرَ بِهَا فَرُجِمَتْ ثُمَّ صَلَّى عَلَيْهَا فَقَالَ لَهُ عُمَرُ تُصَلِّي عَلَيْهَا يَا نَبِيَّ اللَّهِ وَقَدْ زَنَتْ فَقَالَ لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً لَوْ قُسِمَتْ بَيْنَ سَبْعِينَ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ لَوَسِعَتْهُمْ وَهَلْ وَجَدْتَ تَوْبَةً أَفْضَلَ مِنْ أَنْ جَادَتْ بِنَفْسِهَا لِلَّهِ تَعَالَى و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا أَبَانُ الْعَطَّارُ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ  (رواه مسلم 3209 والترمذي 1355)
”Dari 'Imran bin Hushain, bahwa seorang wanita dari Juhainah datang menghadap kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, padahal dia sedang hamil akibat melakukan zina. Wanita itu berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah melanggar hukum, oleh karena itu tegakkanlah hukuman itu atasku." Lalu Nabi Allah memanggil wali perempuan itu dan bersabda kepadanya: "Rawatlah wanita ini sebaik-baiknya, apabila dia telah melahirkan, bawalah dia ke hadapanku." Lalu walinya melakukan pesan tersebut. setelah itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk merajam wanita tersebut, maka pakaian wanita tersebut dirapikan (agar auratnya tidak terbuka saat dirajam). Kemudian beliau perintahkan agar ia dirajam. Setelah dirajam, beliau menshalatkan jenazahnya, namun hal itu menjadkan Umar bertanya kepada beliau, "Wahai Nabi Allah, perlukah dia dishalatkan? Bukankah dia telah berzina?" beliau menjawab: "Sunnguh, dia telah bertaubat kalau sekiranya taubatnya dibagi-bagikan kepada tujuh puluh orang penduduk Madinah, pasti taubatnya akan mencukupi mereka semua. Adakah taubat yang lebih utama daripada menyerahkan nyawa kepada Allah Ta'ala secara ikhlas?" Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami 'Affan bin Muslim telah menceritakan kepada kami Aban Aal 'Athar telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Katsir dengan isnad seperti ini" (HR Muslim no.3209 dan Turmudzi no.1355).
       Hukuman Rajam dilaksanakan dengan menanam pelaku delik-jarimah zina itu separoh badan lalu dilempari batu sampai mati, sebagaimana tercatat dalam hadis berikut:

عَنْ مُجَالِدٍ حَدَّثَنَا عَامِرٌ قَالَ كَانَ لِشَرَاحَةَ زَوْجٌ غَائِبٌ بِالشَّامِ وَإِنَّهَا حَمَلَتْ فَجَاءَ بِهَا مَوْلَاهَا إِلَى عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ إِنَّ هَذِهِ زَنَتْ فَاعْتَرَفَتْ فَجَلَدَهَا يَوْمَ الْخَمِيسِ مِائَةً وَرَجَمَهَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَحَفَرَ لَهَا إِلَى السُّرَّةِ وَأَنَا شَاهِدٌ ثُمَّ قَالَ إِنَّ الرَّجْمَ سُنَّةٌ سَنَّهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَوْ كَانَ شَهِدَ عَلَى هَذِهِ أَحَدٌ لَكَانَ أَوَّلَ مَنْ يَرْمِي الشَّاهِدُ يَشْهَدُ ثُمَّ يُتْبِعُ شَهَادَتَهُ حَجَرَهُ وَلَكِنَّهَا أَقَرَّتْ فَأَنَا أَوَّلُ مَنْ رَمَاهَا فَرَمَاهَا بِحَجَرٍ ثُمَّ رَمَى النَّاسُ وَأَنَا فِيهِمْ قَالَ فَكُنْتُ وَاللَّهِ فِيمَنْ قَتَلَهَا ) (رواه احمد 931 والبخاري 6314)

“Dari Mujalid dari 'Amir berkata; Syarahah memiliki seorang suami yang pergi ke Syam, dan dia kemudian hamil, lalu walinya datang kepada Ali bin Abu Thalib Radli Allahu 'anhu dan berkata; "orang ini telah berzina, " dia pun mengakuinya. Maka Ali Radhiallah 'anhu menjilidnya pada hari Kamis seratus jilid dan merajamnya pada hari Jum'at, dan digalikan untuknya sampai sebatas pusarnya, saya saat itu menyaksikannya. Kemudian Ali Radhiallah 'anhu berkata; "Sesungguhnya rajam adalah sunah yang telah dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. jika ada seorang yang menyaksikan hal ini maka yang pertama kali harus melemparnya adalah saksi tersebut, kemudian dia bersakski terlebih dahulu, lantas mengikutkan persaksiannya dengan melemparkan batunya. Tetapi waniti ini telah mengakuinya, maka sayalah orang pertama yang akan melemparinya." Kemudian dia melemparinya dengan batu, dan orang-orang melemparinya juga dan saya termasuk di dalamnya. 'Amir berkata; "Demi Allah, saya termasuk orang yang ikut membunuh Syarahah”(HR Ahmad no.931 dan Bukhari no.6314 meriwayatkan dengan kalimat singkat).
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ مَاعِزَ بْنَ مَالِكٍ الْأَسْلَمِيَّ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي قَدْ ظَلَمْتُ نَفْسِي وَزَنَيْتُ وَإِنِّي أُرِيدُ أَنْ تُطَهِّرَنِي فَرَدَّهُ فَلَمَّا كَانَ مِنْ الْغَدِ أَتَاهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي قَدْ زَنَيْتُ فَرَدَّهُ الثَّانِيَةَ فَأَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ أَتَعْلَمُونَ بِعَقْلِهِ بَأْسًا تُنْكِرُونَ مِنْهُ شَيْئًا فَقَالُوا مَا نَعْلَمُهُ إِلَّا وَفِيَّ الْعَقْلِ مِنْ صَالِحِينَا فِيمَا نُرَى فَأَتَاهُ الثَّالِثَةَ فَأَرْسَلَ إِلَيْهِمْ أَيْضًا فَسَأَلَ عَنْهُ فَأَخْبَرُوهُ أَنَّهُ لَا بَأْسَ بِهِ وَلَا بِعَقْلِهِ فَلَمَّا كَانَ الرَّابِعَةَ حَفَرَ لَهُ حُفْرَةً ثُمَّ أَمَرَ بِهِ فَرُجِمَ قَالَ فَجَاءَتْ الْغَامِدِيَّةُ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي قَدْ زَنَيْتُ فَطَهِّرْنِي وَإِنَّهُ رَدَّهَا فَلَمَّا كَانَ الْغَدُ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ تَرُدُّنِي لَعَلَّكَ أَنْ تَرُدَّنِي كَمَا رَدَدْتَ مَاعِزًا فَوَاللَّهِ إِنِّي لَحُبْلَى قَالَ إِمَّا لَا فَاذْهَبِي حَتَّى تَلِدِي فَلَمَّا وَلَدَتْ أَتَتْهُ بِالصَّبِيِّ فِي خِرْقَةٍ قَالَتْ هَذَا قَدْ وَلَدْتُهُ قَالَ اذْهَبِي فَأَرْضِعِيهِ حَتَّى تَفْطِمِيهِ فَلَمَّا فَطَمَتْهُ أَتَتْهُ بِالصَّبِيِّ فِي يَدِهِ كِسْرَةُ خُبْزٍ فَقَالَتْ هَذَا يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَدْ فَطَمْتُهُ وَقَدْ أَكَلَ الطَّعَامَ فَدَفَعَ الصَّبِيَّ إِلَى رَجُلٍ مِنْ الْمُسْلِمِينَ ثُمَّ أَمَرَ بِهَا فَحُفِرَ لَهَا إِلَى صَدْرِهَا وَأَمَرَ النَّاسَ فَرَجَمُوهَا فَيُقْبِلُ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ بِحَجَرٍ فَرَمَى رَأْسَهَا فَتَنَضَّحَ الدَّمُ عَلَى وَجْهِ خَالِدٍ فَسَبَّهَا فَسَمِعَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبَّهُ إِيَّاهَا فَقَالَ مَهْلًا يَا خَالِدُ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً لَوْ تَابَهَا صَاحِبُ مَكْسٍ لَغُفِرَ لَهُ ثُمَّ أَمَرَ بِهَا فَصَلَّى عَلَيْهَا وَدُفِنَتْ (وراه مسلم 3208 وابو داود 3853)
“Telah  menceritakan kepada kita Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, bahwa Ma'iz bin Malik Al Aslami pergi menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku, karena aku telah berzina, oleh karena itu aku ingin agar anda berkenan membersihkan diriku." Namun beliau menolak pengakuannya. Keesokan harinya, dia datang lagi kepada beliau sambil berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah berzina." Namun beliau tetap menolak pengakuannya yang kedua kalinya. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus seseorang untuk menemui kaumnya dengan mengatakan: "Apakah kalian tahu bahwa pada akalnya Ma'iz ada sesuatu yang tidak beres yang kalian ingkari?" mereka menjawab, "Kami tidak yakin jika Ma'iz terganggu pikirannya, setahu kami dia adalah orang yang baik dan masih sehat akalnya." Untuk ketiga kalinya, Ma'iz bin Malik datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk membersihkan dirinya dari dosa zina yang telah diperbuatnya. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun mengirimkan seseorang menemui kaumnya untuk menanyakan kondisi akal Ma'iz, namun mereka membetahukan kepada beliau bahwa akalnya sehat dan termasuk orang yang baik. Ketika Ma'iz bin Malik datang keempat kalinya kepada beliau, maka beliau memerintahkan untuk membuat lubang ekskusi bagi Ma'iz. Akhirnya beliau memerintahkan untuk merajamnya, dan hukuman rajam pun dilaksanakan." Buraidah melanjutkan, "Suatu ketika ada seorang wanita Ghamidiyah datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata, "Wahai Rasulullah, diriku telah berzina, oleh karena itu sucikanlah diriku." Tetapi untuk pertama kalinya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak menghiraukan bahkan menolak pengakuan wanita tersebut. Keesokan harinya wanita tersebut datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sambil berkata, "Wahai Rasulullah, kenapa anda menolak pengakuanku? Sepertinya anda menolak pengakuan aku sebagaimana pengakuan Ma'iz. Demi Allah, sekarang ini aku sedang mengandung bayi dari hasil hubungan gelap itu." Mendengar pengakuan itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sekiranya kamu ingin tetap bertaubat, maka pulanglah sampai kamu melahirkan." Setelah melahirkan, wanita itu datang lagi kepada beliau sambil menggendong bayinya yang dibungkus dengan kain, dia berkata, "Inilah bayi yang telah aku lahirkan." Beliau lalu bersabda: "Kembali dan susuilah bayimu sampai kamu menyapihnya." Setelah mamasuki masa sapihannya, wanita itu datang lagi dengan membawa bayinya, sementara di tangan bayi tersebut ada sekerat roti, lalu wanita itu berkata, "Wahai Nabi Allah, bayi kecil ini telah aku sapih, dan dia sudah dapat menikmati makanannya sendiri." Kemudian beliau memberikan bayi tersebut kepada laki-laki muslim, dan memerintahkan untuk melaksanakan hukuman rajam. Akhirnya wanita itu ditanam dalam tanah hingga sebatas dada. Setelah itu beliau memerintahkan orang-orang supaya melemparinya dengan batu. Sementara itu, Khalid bin Walid ikut serta melempari kepala wanita tersebut dengan batu, tiba-tiba percikan darahnya mengenai wajah Khalid, seketika itu dia mencaci maki wanita tersebut. Ketika mendengar makian Khalid, Nabi Allah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tenangkanlah dirimu wahai Khalid, demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya perempuan itu telah benar-benar bertaubat, sekiranya taubat (seperti) itu dilakukan oleh seorang pelaku dosa besar niscaya dosanya akan diampuni." Setelah itu beliau memerintahkan untuk menshalati jenazahnya dan menguburkannya”(HR Muslim no.3208 dan Abu Dawud no.3853).

Pernikahan dengan  pezina &  Hukum nikah mereka

         Berikut kita pelajari  pendapat beberapa ulama tafsir sebagai pangkal tolak untuk mencari  makna  yang tepat dari  Al-Quran s24a3 di atas, yaitu:

@Tafsir Ath-Thabari (19h96) menyatakan haram orang briman nikah dengan para pezina dan pada halaman berikutya  (19h101 mencatat  bahwa Al-Quran s24a3 ini dimansukh oleh Qs24a32. Kemudian kata Sa’id bin Musayyab dan Abu Ja’far makna nikah disini artinya ialah hubungan seks (wath`i) bukan akad nikah maka orang beriman haram berhubungan seks dengan pezina.

@Tafsir Ad-Durrul Mantsur (7h237) dalam hal ini mencatat riwayat Ibnu Abu Hatim dari Muqatil bahwa  ada orang-orang Anshar yang melarat mohon nasehat kepada Rasulullah Saw untuk menikahi Walidah ‘Abdullah bin Ubay dan Nasikah binti Umayyah atau  yang lain  para pelacur katanya mereka  memperoleh pendapatan di pasar cukup lumayan, maka turun ayat Qs24a3. Di halaman berikutnya tercatat bahwa nikah disini artinya berzina, padahal zina itu haram. Disana juga tercatat bahwa Martsad ibnu Abi Martsad membawa tawanan (’Annaq) dari Makkah mohon ijin kepada Nabi Saw.  di Madinah untuk menikahi ’Annaq yang dibawanya dari Makkah itu maka turun Qs24a3   yang melarang orang Islam  menikah dengan orang musyrik.

@Tafsir Ar_Razi (11h240)  dalam masalah ini mencatat bahwa hukumnya  sunat lebih utama orang beriman untuk menikah sama-sama dengan orang  beriman.

~Mujahid, ’Atha` dan Qatadah menyatakan bahwa hukum  dimaksud dalam Qs24a3 itu ialah bahwa hukum tersebut berlaku  pada awal Islam kemudian diabadikan setelah itu bahwa kaum yang terhormat (’Afifah) haram nikah dengan pezina.

~ Sementara itu timbul dua pendapat, yaitu: (1) Abu Bakar, ’Umar, ’Ali, Ibnu  Mas’ud   dan ’Aisyah menyatakan bahwa hukum itu berlaku terus. (2) Al-Jubba`i menyatakan bahwa hukum dalam Qs24a3 itu mansukh oleh Ijma’ sedangkan menurut Sa’id bin Musayyab yang menaskh-menghapusnya ialah Qs4a3 dan Qs24a 32.Namun pendapat kedua ini sangat lemah.

          Pendapat Abu Muslim bahwa lafal nikah dalam Qs24a3 artinya hubungan seks   itu  tertolak, sebab nikah menurut Al-Quran artinya mengawini dan tidak semakna jika pezina nikah dengan orang terhormat (’Afifah),

@Ibnul ’Arabi  dalam Ahkamul Quran (5h486) mencatat ada dua point, yaitu:

(1) Qs24a3 itu menurut Ibnu ’Umar dan Mujahid bahwa hukum dari ayat ini berlaku khusus untuk dua peristiwa, yaitu: (1) Pernikahan  Ummu Mahzul seorang pelacur  sebagai Sabab Nuzul ayat itu.

(2)Dan juga khusus untuk Martsad ibnu Martsad  saja yang akan menikahi ’Annaq pelacur dari Makkah, maka turun Al-Quran s24a3 di atas.

@ Para ulama sepakat mengenai hukum menikah dengan wanita yang hamil, yaitu: Bagi wanita yang  hamil dengan nikah yang sah atau nikah wath`i syubhat maka hukumnya haram  nikah sebelum dia melahirkan bayinya, demi menghormati garis darah keturunan janin dalam kandungan dia itu harus dipastikan nasabnya dengan iddah hamil, yaitu setelah perempuan itu melahirkan bayi dimaksud.

Namun terhadap masalah status perempuan yang hamil karena zina maka para ulama` sedikit berbeda:

 (1) Ulama` Malikiyah dan Hanbaliyah serta Abu Yusuf dari Hanafiyah melarang dia menikah sebelum melahirkan bayinya baik kawin dengan pezina ataupun orang yang  bukan pezina sebab hadis berikut menyangkut nikah mereka ini:

عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ بِنْتُ عِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ أَنَّ أَبَاهَا أَخْبَرَهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ تُوطَأَ السَّبَايَا حَتَّى يَضَعْنَ مَا فِي بُطُونِهِنَّ (رواه الترمذي 1489)

" Dari Ummu Habibah binti Irbadh bin Sariyah bahwa Bapaknya mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah Saw melarang menggauli tawanan (wanita) hingga mereka melahirkan anak yang ada dalam perutnya." ”(HR Turmudzi no.1489).

(2) Ulama` Syafi’yah, Abu Hanifah dan Muhammad  membolehkan nikahnya perempuan hamil dari zina sebab larangan itu dimaksudkan untuk menghormati nikah yang sah bukan menghormati  ”benih-zina” karena nasab tidak boleh melalui zina sesuai dengan hadis  (( الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ  )) Hadis Riwayat Bukhari no.2540  dan Muslim no.2645. Dalam nikah dengan wanita pezina  menurut Jumhur Ulama` tidak memerlukan syarat  ”Bertobat” untuk melakukan nikahnya.

@ Ulama` Hanabilah menetapkan syarat wajib bertobat lebih dahulu sebelum akad nikah dengan pezina  berdasarkan firman Allah dalam Al-Quran S.24 An-Nur 3 dan hadis  Ibnu Majah no.4240 berikut:

 “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin”(S.24 An-Nur 3)

Dan  hadis:

عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ التَّائِبُ مِنْ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ  )رواه ابن ماجه 4240)

“Dari Abu ‘Ubaidah bin Abdullah dari ayahnya dia berkata; “Rasulullah Saw bersabda: “Orang yang bertaubat dari dosa, bagaikan seorang yang tidak berdosa”(HR Ibnu  Majah no.4240 dan Baihaqi 10h154).

      Maka setelah bertobat  nikah mereka sama dengan pernikahan laki-laki dan perempuan yang tidak berzina.

      Para Fuqaha` sepakat  bahwa  nikahnya perempuan yang hamil dari zina dengan laki-laki bukan pezina maka laki-lakinya dilarang melakukan hubungan seks (Wath`i) dengan perempuan pezina  tersebut sebelum melahirkan  bayi (selesai ’iddah hamil) sesuai dengan sabda Rasulullah Saw  berikut:

 عَنْ رُوَيْفِعِ بْنِ ثَابِتٍ الْأَنْصَارِيِّ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَوْمَ حُنَيْنٍ قَالَ لَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يَسْقِيَ مَاءَهُ زَرْعَ غَيْرِهِ يَعْنِي إِتْيَانَ الْحَبَالَى وَلَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يَقَعَ عَلَى امْرَأَةٍ مِنْ السَّبْيِ حَتَّى يَسْتَبْرِئَهَا  (رواه ابو داود 1844)

“Dari Rufaifi' bin Tsabit Al Anshari, berkata: Aku dengar dari Rasulullah Saw. pada saat perang Hunain beliau bersabda: "Tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir untuk menyiramkan airnya kepada tanaman orang lain -yaitu menggauli wanita-wanita yang sedang hamil", dan tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir untuk menggauli wanita tawanan hingga ia membiarkannya mengalami haid” (HR Abu Dawud no.1844 dan Ahmad no,16378).

BAB  TIGA

Hukum  Anak di luar nikah

           Masalah ke-3:  Bagaimana  status hukum  anak yang lahir di luar nikah alias anak  zina? Jawaban sementara: Seluruh anak Adam itu ketika dilahirkan oleh ibunya adalah dalam keadaan fitrah yang suci, maka anak yang lahir di luar nikah yang sah hukumnya tidak bersalah dan dia mempunyai hak yang sama dengan anak  dari pernikahan yang sah. Oleh karena kedua pelaku zina laki-laki dan perempuan itu telah berbuat melanggar hukum maka keduanya  wajib dihukum dengan  semestinya.

           Firman Allah dalam Al-Quran S.24 An-Nur 3 secara leterlijk mengharamkan perkawinan  orang beriman dengan pezina. Tetapi  masalahnya ialah bagaimana  status anak yang lahir di luar nikah? Sebetulnya masalah ini menyangkut juga kepada  Nikah Fasid,  nikah  yang tidak sah, nikah  Mut’ah dan nikah dengan orang kafir, nikah yang ditengah jalan yang nersangkutan murtad, berubah agama serta nikah yang diharamkan oleh Allah.  Hanya saja  masalah yang lebih berat dan musykil ialah  anak yang lahir dari zina oleh bapak zina dengan ibu zina.

         Allah sudah memberikan asas yang sangat mendasar bahwa seluruh bayi manusia itu dilahirkan oleh ibunya  dalam keadaan fitrah yang suci, mencakup semua bayi orang Islam, orang kafir bahkan anak zina dari bapak-ibu zina.

@Fitrah yang suci

          Tentang fitrah yang suci ini Allah berfirman dalam Al-Quran          S. 30 Ar-Rum 30

Artinya :

     Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (S.30 Ar-Rum 30).

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”(S.7 AlA’raf 172).

     Terkait dengan kandungan Al-Quran S.7 Al-A’raf 172 di atas ini maka manusia itu diciptakan Allah Ta’ala dalam keadaan fitrah yang suci, karena roh sebelum ditiupkan kepada janin dalam kandungan, dia telah mengucapkan ikrar dihadapan Allah bahwa dia kelak setelah lahir di dunia akan beragama tauhid menyembah hanya kepada Allah tidak musyrik sedikitpun juga.

          Ketetapan  fitrah yang suci ini sudah ada jauh sebelum munculnya teori Tabularasa. Madzhab Behaviorisme teori dari John Locke dan Francis Bacon si abad Pertengahan yang  berpendapat bahwa manusia itu lahir bersifat “netral” bukan baik dan bukan jahat persis selembar kertas putih (Tabularasa) yang bisa digambari atau ditulisi apa saja.

          Terhadap teori Tabularasa dari  John Locke atau Behaviorisme, maka sekitar tahun 610 — 532 M itu Al-Quran S.30 Ar-Rum 30 dan S.7 Al-A’raf 172  turun yang menyatakan bahwa manusia itu sudah mempunyai instink mencakup instink Religios. Walaupun demikian Rasulullah Saw. mengakui besarnya pengaruh lingkungan terhadap fitrah yang suci ini. Beliau bersabda dalam suatu hadis :

إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ يُحَدِّثُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا الْآيَةَ (رواه البخاري 1270 ومسلم 4803)

Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Nabi Saw. bersabda: “Tidak ada seorang anakpun yang terlahir kecuali dia dilahirkan dalam keadaan fithrah. Maka kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?”. Kemudian Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata, (mengutip firman Allah QS Ar-Ruum: 30 yang artinya: (‘Sebagai fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu”)(HR Bukhari no.1270 dan Muslim no.4803).

          Dalam suatu hadis Qudsi Allah menerangkan bahwa manusia itu pada asalnya berjiwa agama, dia menyimpang karena tergoda oleh bujukan syaitan :

عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ الْمُجَاشِعِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ذَاتَ يَوْمٍ فِي خُطْبَتِهِ أَلَا إِنَّ رَبِّي أَمَرَنِي أَنْ أُعَلِّمَكُمْ مَا جَهِلْتُمْ مِمَّا عَلَّمَنِي يَوْمِي هَذَا كُلُّ مَالٍ نَحَلْتُهُ عَبْدًا حَلَالٌ وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمْ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ(رواه مسلم 5109)

 “Dari Iyadh bin Himar Al Mujasyi'i Rasulullah Saw. bersabda pada suatu hari dalam khutbah beliau: "Sesungguhnya Rabbku memerintahkanku untuk mengajarkan yang tidak kalian ketahui yang Ia ajarkan padaku pada hari ini: 'Semua harta yang Aku berikan pada hamba itu halal, sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hambaKu dalam keadaan lurus semuanya, mereka didatangi oleh setan lalu dijauhkan dari agama mereka”(HR  Mudlim no.5109)

          Manusia dilahirkan di dunia ini dalam keadaan fitrah yang suci ini diperjelas dan dikuatkan oleh ayat-ayat ataupun hadis sebagai berikut :

Al-Qurn S.91 Asy-Syamsi 7 – 10 bahwa manusia pada mulanya suci dan beruntunglah yang tetap memelihara kesucian jiwanya.

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا()فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا)قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا()وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا(الشمس 7-10)

“Demi jiwa dan penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya” (S. 91 Asy-Syamsi 7-10 )

-Rasulullah saw. pernah bersabda dalam sebuah hadis :

أَبَا حَازِمٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ (رواه البخاري 1424 ومسلم 2404)

“Abu Hazim berkata; aku mendengar Abu Hurairah r.a. berkata: “Aku mendengar Nabi Saw. bersabda: "Barangsiapa melaksanakan hajji lalu dia tidak berkata, -kata kotor dn tidak berbuat fasik maka dia kembali seperti hari saat dilahirkan oleh ibunya"(Suci dari dosanya)(HR Bukhari no.1424 dan Muslim no.2404).
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ  (رواه الترمذي 3257 وابن ماجه 4234 واحمد 15465)
Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu beliau bersabda: "Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka di titikkan dalam hatinya sebuah titik hitam dan apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan dan apabila ia kembali maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutup hatinya, dan itulah yang diistilahkan "Ar raan" yang Allah sebutkan: kallaa bal raana 'alaa quluubihim maa kaanuu yaksibuun.(QS. Almuthaffifin 14). Ia berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih” (HR Turmudzi no.3257, Ibnu Majah 4234( .

       Yang telah membuat jiwa menjadi kotor dan merusak kesucian jiwanya itu  ialah perbuatan-perbuatan buruk yang dilarang Tuhan.             Allah berfirman :

 “Awas, sungguh telah menutupi (menodai) hati mereka hal-hal yang mereka kerjakan” (S. 83 Tathfif 14)

-       Siapa saja  yang melakukan perbuatan dosa maka timbul titik hitam dalam hatinya, Rasul saw. bersabda sebagai berikut :

-      عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُنَيْسٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَالْيَمِينُ الْغَمُوسُ وَمَا حَلَفَ حَالِفٌ بِاللَّهِ يَمِينَ صَبْرٍ فَأَدْخَلَ فِيهَا مِثْلَ جَنَاحِ بَعُوضَةٍ إِلَّا جُعِلَتْ نُكْتَةً فِي قَلْبِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ  (رواه الترمذي 2946 وااحمد 15465)

"Dari Abdullah bin Unais al Juhany ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya diantara dosa paling besar di antara dosa-dosa besar adalah mempersekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, sumpah yang menjerumuskan pelakunya ke neraka (palsu), dan sumpah yang dijadikan oleh seseorang untuk bersumpah karena terpaksa, dan ia menganggap (remeh) layaknya sayap seekor nyamuk, kecuali (sumpahnya) itu akan dijadikan noda hitam dalam hatinya sampai hari kiamat." Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih gharib”(HR Turmudzi no.2946 dan Ahmad no.15465).

Ajaran dosa warisan ditolak oleh Al-Quran

           Konsep fitrah manusia dalam agama Islam berbeda dengan ajaran dosa warisan dalam agama Kristen. Menurut ajaran Kristen seluruh umat manusia mewarisi dosa warisan dari N. Adam, menurut Kitab Bibel Surat Rum 5 ayat 12 bahwa dosa warisan dari Nabi Adam ini hanya bisa disucikan melalui kepercayaan kepada salib Yesus sebagai penebus dosa sesuai dengan  Al-Kitab  Rum 3 pasal 24.

          Dapat kita bandingkan bagaimana keterangan Al-Qur’an berkenaan dengan masalah peristiwa Adam memakan buah Kuldi ini yaitu sebagai berikut :

          Pada mulanya Allah menyuruh Adam dan Hawa untuk tinggal dalam surga tetapi tidak boleh mendekati pohon Kuldi (S.2 Al-Baqarah 25), lalu Iblis berhasil membujuk Adam sehingga Adam dan Hawa tertarik dan makan buah Kuldi itu maka Allah mempersalahkan keduanya dengan memberikan hukuman dan terbukalah auratnya, dengan cepat Adam menutupi dirinya dengan daun-daun surga, tercatat dalam firman Allah  (S. 7 Al-A’raf 20 – 22):.

         فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ()وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ()فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ (الاعراف 20-22)

“Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”,maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”(S,7 Al-A‘raf 20-22).

“Kemudian Adam menerima petunjuk sebagaimana  tercatat dalam QS.2 Al-Baqarah 37. Dalam pada itu Adam ketika makan buah Kuldi tersebut terjadi karena lupa tidak sengaja disebut dalam QS. 20 Thaha 115. Maka Adam segera bertaubat memohon ampun seperti yang dilukiskan dalam Qs7a23 :

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ(الاعراف 23)

          “Keduanya (Adam dan Hawa) berdo’a : “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak memberi rahmat kepada kami tentulah kami termasuk orang-orang yang merugi” (S.7 Al-A’raf 23)

          Setelah Adam  dan Hawa bertaubat dan Allah menerima taubat keduanya serta mengampuni dosa keduanya kemudian Allah mengangkat Adam menjadi nabi. Termaktub dalam s20a122.

          “Kemudian Tuhannya memilih dia maka Dia menerima taubat Adam dan memimpinnya.(S 20 Thaha 122)..

          Jelas belum menjadi  nabi, Adam sudah suci dari dosa dan setelah menjadi  nabi  maka  Nabi Adam  itu ma’sum artinya suci dari salah dan  dosa. Oleh karena itu ketika Nabi Adam wafat tidak mungkin Bapak seluruh umat manusia itu mempunyai dosa yang ditinggalkan untuk diwariskan kepada seluruh umat manusia ini. Sebab melihat kesalahan Adam karena lupa, beliau dan ibu Hawa sudah bertaubat, taubatnya  sudah diterima Allah Ta’ala  dan sekaligus diampuni.

          Memang ajaran Islam tidak mengenal dosa warisan, dalam Islam tiap manusia bertanggung jawab hanya kepada kesalahannya sendiri-sendiri. Seseorang tidak akan menanggung hukuman siksa dari kesalahan atau dosa orang lain. Ini diulang-ulang berkali-kali ditegaskan Allah dalam Al-Quran dalam S.6 Al-An’am 164, S. 35 Fathir 18 atau dalam S.39 Az-Zumar 7.

          Lebih dari itu Allah tidak menerima tebusan dosa oleh seseorang untuk dosa orang lain (misalnya Nabi ‘Isa as menebus dosa umat manusia). Ini termaktub dalam Al-Quran S. 2 Al-Baqarah 48, 123, 254, S.3 Ali ‘Imran 91, S.57 Al-Hadid 15.  Memang orang-orang kafir mengangan-angankan kalau bisa mereka akan menebus dosanya dengan mengorbankan isteri, saudara, famili atau dengan siapa saja yang dapat dikorbankan (S70 Al-Ma’arij 11-14).

Masalah

Putusan Mahkamah Konstitusi no.46/PUU-VIII/2010

        UU no.1  Th. 1974 pasal 2 ayat (1) menetapkan bahwa nikah itu sah jika dilaksanakan menurut agamanya masing-masing. Dan pasal (2) juga menetapkan bahwa nikah yang sah itu harus dicatatkan kepada pegawai pencatat nikah yang berwenang:KUA.

        Yang menjadi masalah sekarang pasal pasal 43 ayat (1) dari UU no.1 th 1974 yang  menetapkan bahwa anak yang lahir  di luar nikah yang sah, maka anak hanya memiliki hubungan  keperdataan dengan ibu dan keluarga ibunya. Terhadap kedua  pasal 2(1)(2) dan pasal 43 (1)  dari UU/1/1974 ini terdapat banyak orang yang melanggarnya banyak pelaku yang nikahnya tidak memenuhi kedua pasal tersebut yaitu:

(a) Nikah yang tidak memenuhi hukum agama;

(b) Nikah yang tidak dicatatkan kepada pegawai yang berwenang yaitu KUA.

(c) Anak yang lahir di luar nikah yang sah (a) dan anak yang lahir dari Nikah yang tidak didaftarkan ke KUA atau nikah Sirri.

@ Masalah ke-1: Nikah yang sah ialah nikah yang dilaksanakan menurut agama UU/1/1974). Pertanyaanya ialah bagaimana status anak jika nikah itu tidak ada wali,  atau tidak ada saksi lebih-lebih  anak zina.

          Masalah ini adalah masalah ijthadi artinya mengikuti logika pemahaman oleh masing-masing ulama.

i. Jumhur ulama menyatakan bahwa status anak mengikuti nikah yang sah. Dasarnya ialah hadis((الولد للفراش))  dalam Shahih    Bukhari no.2540 dan Muslim no.2645.

ii. Jika tuan melakukan hubungan seks dengan budak perempuannya maka peristiwa ini sama dengan akad nikah, sehingga dia menjadi muhrim yang mengakibatkan untuk  selama-lamanya haram terjadinya nikah  sesama dengan muhrim ke atas dan kebawah ataupun ke samping (saudara, saudara orang tuanya, keponakan mereka..

Nasab  anak di luar nikah

      Dalil yang  menjadi pegangan  fihak-fihak yang berbeda faham hasil ijtihadnya   selain Al-Quran S.24 An-Nur 3 ialah hadis ini:

Anak zina tidak dinasabkan kepada yang menzinai

         Para ulama tidak membolehkan seseorang menasabkan kepada lelaki yang menzinai ibu bayi tersebut walaupun hukum lain membolehkanya. Maka secara syar’i, anak itu bukan anaknya karena tercipta dengan jalan zina yang haram itu. Rasulullah Saw bersabda dalam suatu hadis:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ عُتْبَةُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ عَهِدَ إِلَى أَخِيهِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ أَنَّ ابْنَ وَلِيدَةِ زَمْعَةَ مِنِّي فَاقْبِضْهُ إِلَيْكَ فَلَمَّا كَانَ عَامُ الْفَتْحِ أَخَذَهُ سَعْدٌ فَقَالَ ابْنُ أَخِي قَدْ كَانَ عَهِدَ إِلَيَّ فِيهِ فَقَامَ عَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ فَقَالَ أَخِي وَابْنُ أَمَةِ أَبِي وُلِدَ عَلَى فِرَاشِهِ فَتَسَاوَقَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ سَعْدٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْنُ أَخِي كَانَ عَهِدَ إِلَيَّ فِيهِ فَقَالَ عَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ أَخِي وَابْنُ وَلِيدَةِ أَبِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ لَكَ يَا عَبْدُ بْنَ زَمْعَةَ الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ ثُمَّ قَالَ لِسَوْدَةَ بِنْتِ زَمْعَةَ احْتَجِبِي مِنْهُ لِمَا رَأَى مِنْ شَبَهِهِ بِعُتْبَةَ فَمَا رَآهَا حَتَّى لَقِيَ اللَّهَ  (رواه البخاري 2540 ومسلم 1912)
“Dari 'Aisyah r.a., istri Nabi Saw berkata: "Sesunguhnya 'Utbah bin Abi Waqosh telah berjanji kepada saudaranya Sa'ad bin Abi Waqosh bahwa anak dari walidah (budak perempuan) Zam'ah dariku maka ambillah". Ketika tahun penaklukan kota Makkah, Sa'ad mengambilnya. Saad berkata: "Dia adalah anak saudaraku yang telah berjanji kepadaku tentang anak ini". Maka 'Abdu bin Zam'ah berdiri seraya berkata: "Saudaraku dan anak dari budak perempuan bapakku dilahirkan di atas tempat tidurnya (dilahirkan dari hasil pernikahan yang sah dengan suaminya). Maka keduanya mengadukan perkara itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Sa'ad berkata: "Wahai Rasulullah, dia adalah anak dari saudaraku yang telah berjanji kepadaku tentang anak ini". Kemudian 'Abdu bin Zam'ah berkata: "Saudaraku dan anak dari budak perempuan bapakku". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Dia itu menjadi milikmu wahai 'Abdu bin Zam'ah. Anak itu milik suami (yang menikah dengan sah) sedangkan untuk pezina baginya adalah batu (dirajam) ". Kemudian Beliau berkata kepada Saudah binti Zam'ah: "berhijablah (menutup diri) darinya" karena Beliau melihat adanya kemiripan anak tersebut dengan 'Utbah. Maka sejak itu pula ia tidak pernah melihat Saudah hingga meninggal" (HR  Bukhari no. 2540 dan Muslim no.2645).
Hadis Bukhari  no.2540-Muslim no.2645  ini telah menimbulkan dua pemahaman, yaitu:

         Jika dalam suatu peritiwa zina mengakibatkan  anak biologis, maka bagaimana status anak biologis ini; Jumhur ulama sepakat bahwa nasab anak tersebut diikatkan kepada ibunya, ini jelas. Tetapi para ulama`  berbeda pendapat terhadap masalah hubungan nasab kepada  bapak-zina:

(1) Ulama` Hanafiyah, Syafi’iyah, Hanabilah menyatakan bahwa anak tidak bisa diikatkan kepada bapak zina, dasarnya ialah hadis: الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ  =“Anak itu milik pemilik kasur (suami) sedangkan lelaki pezina baginya adalah batu (dirajam). sebagaimana nasabnya dalam hadis Bukhari no.1219-Muslim 2645.

(2) Menurut Al-Hasan, Ibnu Sirin bahwa  nasab anak dan berlakunya hukum waris  diikatkan kepada bapak zina yang dihukum rajam itu, pendapat yang senada dinyatakan oleh Ibrahim, Ishaq, ’Urwah dan Sulaiman bin Yasar (Qalyubi 3h241 dan Al-Mughni 6h266)..

          Adapun soal wali nikah menurut jumhur walinya ialah wali Hakim, sebab wali hakim  itu seperti imam dalam shalat, harus suci dari noda.

       Pendapat yang berkembang dalam Tarjih PWM Jatim 22/4/2012, maka Ustadz Muammal Hamidy Lc menyatakan bahwa:

Bahwa berdasarkan hadis : ” الولد للفراش وللعاهر الحجر ” (=Bukhari no.2540-Muslim no.2645) karena di dalam matan hadis ini  Rasulullah Saw setelah melihat anak zina  itu persis sekali dengan ’Utbah (yang men-zinai budak tadi, maka beliau memerintahkan Saudah binti Zum’ah untuk berhijab (tanda bukan muhrim) terhadap anak tersebut. Dengan demikian maka   nasab anak zina dapat diikatkan kepada bapak zina, yaitu lelaki yang mengisi rahim rekan zinanya (ibu zina). Perintah  Rasulullah Saw kepada Saudah:

 ثُمَّ قَالَ لِسَوْدَةَ بِنْتِ زَمْعَةَ احْتَجِبِي مِنْهُ لِمَا رَأَى مِنْ شَبَهِهِ بِعُتْبَةَ فَمَا رَآهَا حَتَّى لَقِيَ اللَّهَ (رواه البخاري 2540 ومسلم 2645)

“(Dari 'Aisyah r.a.).... ”Kemudian beliau (Rasul Saw) bersabda kepada Saudah binti Zam'ah: "berhijablah (menutup diri) darinya" karena Beliau melihat adanya kemiripan anak tersebut dengan 'Utbah. Maka sejak itu pula ia tidak pernah melihat Saudah hingga meninggal"(HR Bukhari 2450 dan Muslim no.2645).

Ditambahkannya bahwa Ustadz A. Qadir Hasan dalam bukunya Kata Berjawab III halaman 72 menyatakan : Kalau sudah pasti anak itu dari bibit A maka A ini dengan sendirinya menjadi ayah anak (diluar nikah) itu dan mempunyai hak atas harta peninggalan si ayah ini.

- Pendapat yang senada dikemukakan oleh DR Sa’ad  Ibrahim MA, bahwa  nasab anak diluar nikah  diikatkan kepada bapak yang test DNA (Deoxiribo Nucleie Aaeid) jika Koefisien korelasi  dari bapak zina dengan anak biologis ini menujukkan angka satu (sempurna). Tercatat dari Dokter Nurud Dzalam bahwa  Test DNA  teknis akurasinay 100% artinya meyakinkan. Ariny anak biologis nasabnay diikatkan kepada Bapak Zina bersama Ibu zina sekaligus  ikatan keperdataanya terkait.

~ Pendapat yang ketiga diwakili oleh Prof. DR Saiful Anam,MA  bahwa SK Mahkamah Konstitusi no.46/PUU-VIII/2010 yaitu keputusan SK itu dapat diterapkan tidak sepenuhnya yaitu yang menjadi wilaah Hukum Syari’at harus dijunjung tinggi khususnya tantang nasab, hukum waris dan wali nikah sedangkan yang selain itu dapat diterapkan, yaitu perkawinan yang tidak/belum dicatatkan kepada pegawai yang berwenang KUA  untuk yang bersangkutan jika dia ingin memperoleh hak-haknya harus dimintakan Itsbatun Nikah (Pengukuhan Nikah) ke Pengadilan Agama  sesuai dengan UU  Th 1974 pasal  2(2).

Kepada mereka yang melanggar UU no1 Th  1974 dan semua  perundang-undangan yang  lain harus dilakukan Law  enforcement  yaitu harus dihukum.

Dan untuk ”Anak Biologis” maka bapak ”Biologis” wajib  bertanggung jawab menanggung  hak-hak anak berdasarkan UU no.23 Th 2002 hukum Perlindungan Anak.

         Berhubung  masalah anak di luar nikah atau tidak memenuhi persyaratan nikah yang sah dalam syari’at Islam  terutama masalah cabang dan ranting (Furu’iyah) yang dalilnya tidak bernilai  Mutawatir-Qath’yyud Dalalah, maka para ulama tidak  seragam pendapatnya, sehingga  yang harus diikuti ialah dalilnya bukan pendapat orang seorang.

رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Wallahu a’lam

…………………………………………………o0o……………………………………………

 

 

 

 

Oleh: pondokquranhadis | Maret 24, 2012

Antara Nabi Isa dalam Al-Quran&Yesus dalam Bibel

 

Al-Quran  S.5 Al-Maidah 46

وَقَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ  (الماءدة46 (

         “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (S.5 Al-Maidah 46).

Tema dan sari tilawah

          Dari pengertian kata-kata dan jalinan kalimat S.5 Al-Maidah 46 di atas dapat diambil tema dan sari tilawah sebagai berikut:

1.Allah telah mengutus para nabi dan rasul untuk membimbing umat manusia.

2.Allah mengutus Nabi ‘Isa  menyusul sesudah para nabi-nabi itu, yaitu setelah N.Yahya.

3.Nabi ‘Isa menerima kitab Injil dan memperkuat ajaran para nabi dengan  rasul sebelumnya.

4.Kitab Injil berisi hidayah, nur, tashdiq  membela isi Taurat dan nasehat kepada orang yang bertakwa.

C. Masalah dan analisa jawaban

          Usaha untuk memperdalam pemahaman kita lebih lanjut lagi,  maka perlu kita menelusuri makna yang masih tersimpan di sana melalui  beberapa pertanyaan berikut:

1. Bagaimana risalah para nabi dan rasul menurut Al-Quran? Jawaban sementara: Menurut Al-Quran bahwa semua nabi atau rasul itu mengajarkan agama Tauhid, tetapi Kaum Yahudi mengangkat ’Uzair menjadi Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak.

2. Bagaimana sejarah perkembangan  agama Nasrani dalam Al-Quran dan bagaimana perkembangan agama Nasrani sekarang?Jawaban sementara: Al-Quran mencatat bahwa Nabi ’Isa tidak  mendapat  kesempatan yang cukup untuk mengembangkan risalahnya, disebabkan karena ancaman musuh-musuh beliau, maka akibatnya risalah Nabi ’Isa kurang  berkembang bahkan kaumnya terseret ke dalam kesesatan politheisme (banyak tuhan).

3. Bagaimana  estimasi mengenai nasib agama Nasrani untuk meluruskannya kembali? Jawaban semnetara:Para petinggi kaum Nasrani harusnya mengembangkan ajaran agamanya itu kembali kepada  agama Tauhid.

Pendalaman  dan penelitian

BAB  SATU

Risalah para nabi dan rasul

               Masalah ke-1: Bagaimana risalah para nabi dan rasul menurut Al-Quran? Jawaban sementara: Menurut Al-Quran semua nabi atau rasul mengajarkan agama Tauhid, tetapi Kaum Yahudi mengangkat ’Uzair menjadi Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak dan para pimpinan gereja mengaku mendapat wewenang kekuasaan dari  Tuhan Yesus, Anak-Nya yang Tunggal.

     Semua nabi dan rasul mengajarkan agama Tauhid sebagaimana  firman Allah di dalam A-Quran berikut: s4a163; s42a13;

Teracatat dalam Al-Quran para nabi dan rasul itu mengajak kepada agama Tauhid ajaran ini ditetapkan oleh Allah sebagai syari’at  agama Allah, termaktub dalam Al-Quran:

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَءَاتَيْنَا دَاوُدَ زَبُورًا(النساء163)

“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, `Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud”(S.4. An-Nisa` 163).

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ (الشوري 13)

“Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya)” (S.42 Asy-Syura 13).

          Dalam dakwahnya  para nabi itu menyatakan ”Sembahlah Allah tidak ada Tuhan  kecuali Allah” misalnya dakwah Nabi Nuh a.s tercatat dalam Al-Quran:

 

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ(59) (الاعراف 59)

”Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).(S7 Al-A’raf  59 danS.23 Al-Mu`minun 23, 32).

          Dakwah  yang sama dinyatakan oleh Nabi Hud, Shalih dan Syu’aib dicatat Allah dalam Al-Quran: Nabi Hud S.(7 Al-A’raf  65 , S.11 Hud  50), Nabi Shalih ( (S.7 Al-A’raf  73; S.11 Hud 61); Nabi Syu’aib (S.7 Al-A’raf 85; S.11 Hud 84).

~~ Nabi Ibrahim sangat keras mengajarkan agama tauhid sekaligus sangat tegas melawan penyembahan kepada berhala. Dikisahkan di dalam Al-Quran bagaimana ceritanya Nabi Ibrahim a.s. memperhatikan bintang-bintang di langit, rembulan yang lebih besar sampai kepada matahari yang sangat besar akhirnya bertemu dengan Tuhan yang Maha Esa, hal ini  dikisahkan dalam Al-Quran S.6 Al-An’am 75-79.

      Nabi Ibrahim menentang penyembahan kepada berhala dan memenggal kepala-kepala berhala sesembahan mereka maka akibatnya Nabi Ibrahim dihukum bakar oleh Raja Namrud, tercatat dalam  Al-Quran  S.21 Al-Anbiya` 52-77.

  ~~  Nabi Musa berdakwah kepada Fir’aun yang mengaku menjadi Tuhan (s79a24), maka Nabi Musa mengajak Fir’aun kepada agama Tauhid sehingga terjadi dialog tanya tanya-jawab antara keduanya  tentang Tuhan termaktub dalam Al-Quran S.20 Thaha 49-55.

~~  Nabi ‘Isa  berseru kepada kaumnya untuk menyembah Allah Tuhan yang Maha Esa tertulis dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 72; dan ayat 116-17; S.43 Az-Zuhruf  64.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْإِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (المائدة 72 )  

5:72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun”(S.5 Al-Maidah 72).

5:116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau.  Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib”.

5:117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu”( S.5 Al-Maidah 116-117)

  ~~ Nabi ‘Isa .a.s. menyeru kepada agama Tauhid menyembah hanya Allah jangan menyembah dirinya:

إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ(  الزحرف 64)

43:64. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus”(S.43 Az-Zuhruf 64).

~~ Rasulullah Muhammad Saw jelas mngajarkan agama Tauhid sama  dengan ajaran semua nabi dan rasul sebelum beliau sebagaimana sabda beliau tercatat dalam hadis shahih:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِاللَّهِ رَضِي اللَّهم عَنْهممَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَرَجُلٍ بَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَتَعَجَّبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ (رواه البخاري 3270 ومسلم 4240)

” Dari Jabir bin ’Abdullah Raa berkata; Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: ”Perumpamaan aku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia menyempurnakannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) lalu manusia memasuki rumah tersebut dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; ’Duh seandainya saja labinah ini disempurnakan!”(HR Bukhari no.3270 dan Muslimno.4240).

          Allah selalu mengirim nabi atau rasul kepada tiap-tiap umat sebagaimana  disebut dalam Al-Quran:  s16a36;s10a47. Akan tetapi makin lama ditinggal wafat nabinya maka umat itu melakukan penyimpangan-penyimpangan makin lama makin jauh, misanya kaum Yahudi mengangkat ’Uzair sebagai Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak (S.9 At-Taubat 30-31) maka Allah  lalu mengutus lagi nabi atau rasul untuk mengajak kembali kepada agama Tauhid. Allah berfirman:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ(30)اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ(31)(التوبة 30-31)

 

9:30. Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?

9:31. Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”(S9 At-Taubat 30-31).

BAB DUA

Antara  akal dengan wahyu

          Masalah ke-2: Bagaimana sejarah perkembangan  agama Nasrani dalam Al-Quran dan bagaimana perkembangan agama Nasrani sekarang? Jawaban sementara: Al-Quran mencatat bahwa Nabi ’Isa tidak  mendapat  kesempatan yang cukup untuk mengembangkan risalahnya, karena ancaman musuh-musuh beliau, maka akibatnya risalah Nabi ’Isa kurang  berkembang bahkan penganutnya terseret ke dalam kesesatan politheisme– meyembah banyak tuhan.

1. Asas pandangan

         Islam mengajarkan bahwa Yesus yang disembah kaum Nasrani itu adalah seorang manusia yang diutus Allah untuk menjadi nabi dan rasul. Maka berita atau riwayat Nabi ’Isa dengan ajarannya yang datang  dari luar Al-Quran dan hadis merupakan campuran antar  ajaran yang dibuat akal manusia  dicampur dengan ajaran yang benar dari Allah. Inilah  penjelasan yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Saw. sebagaimana tercatat dalam hadis shahih berikut:

َعنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهم قَالَ كَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَقْرَءُونَ التَّوْرَاةَ بِالْعِبْرَانِيَّةِ وَيُفَسِّرُونَهَا بِالْعَرَبِيَّةِ لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوهُمْ وَقُولُوا ( آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا ) الْآيَةَ (رواهالبخاري4125)

“Dari Abu Hurairah r.a. berkata; “Orang-orang ahlu kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani dan menjelaskannya kepada orang-orang Islam dengan bahasa arab. Melihat hal itu Rasulullah Saw. bersabda: Janganlah kalian mempercayai ahlu kitab dan jangan pula mendustakannya. Tetapi ucapkanlah; “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang telah diturunkan kepada kami. (Al Baqarah; 136)(HR Bukhari 4125).

          Lebih jauh dapat kita memilih dan memilah dengan analisa kritis atas berbagai masalah berikut:

 2. Asal keturunan Nabi ‘Isa A,s.

        Dalam ajaran Islam, silsilah anak yang tidak diketahui ayahnya maka dia  dinisbatkan melalui  ibunya, oleh karena itulah  Abu Ishaq ats-Tsa’alibi (427H) dalam  kitab Qashashul Anbiya’ (tth:207) menulis silsilah Nabi ‘Isa itu  melalui Maryam ke atas sampai Nabi Dawud bahkan ke atas lagi sampai Nabi Ibrahim. Memang Allah sendiri yang menegaskan ‘Isa itu putera Maryam dalam Al-Quran sampai 21 kali misalnya S.61 Ash-Shaf 14 dan seterusnya semua menyebut ‘Isa   anak  laki-laki  Maryam.

        Adapun Maryam disebut Allah dalam Al-Quran  s19a28 sebagai saudara Harun, maka para ulama tafsir sedikit berbeda pendapat mengenai siapa Harun dalam s19a28 ini, yaitu  sebagaimana sebagai berikut:

      Dari 7 kitab Tafsir hanya Durrul Mantsur (Juz 5,h.506) yang tidak menyebut  Harun itu saudara Maryam. Dua kitab Tafsir, Ath-Thabari Juz 16,h.58 dan Tafsir Al-Qurthubi Juz 11,h.99 menyebutkan Harun ini bukan saudara Musa. Ada Empat kitab Tafsir Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Durrul Mantsur dan Adhwa’ul Bayan yang  menyebutkan bahwa nama  Harun  adalah suatu julukan atas  orang yang alim soleh. Sedangkan yang mencatat bahwa Maryam adalah anak keturunan Nabi Harun ialah Tafsir Al-Qurthubi, Ats-Tsa’labi dan Durrul Mantsur yang menegaskan bahwa Maryam yang disebut  dalam S.19a 28 di atas adalah anak keturunan Harun saudara Musa.

         Empat Injil (Perjanjian Baru) kecuali Injil-Markus semua menyatakan bahwa silsilah Yesus itu dinisbatkan kepada  Yusuf, maka Lukas 3 ayat 23-31 mencatat silsilah Yesus sampai N.Dawud = 42 tingkatan nasab, Injil Matius 1 ayat 1-16 = 27 tingkat, Injil Yahya 6 ayat 42 mencatat bahwaYesus itu anak Yusuf. Pernyataan ini sendiri sangat bertentangan dengan Injil Lukas Pasal 1 ayat 27 dan Pasal 2 ayat 5  bahwa Yusuf itu tunangan Maryam bukan suaminya, kemudian Injil Matius ayat 25  menegaskan bahwa Yusuf tidak bersetubuh dengan Maryam. 

        Maka Al-Quran menolak Injil Matius 1 ayat 6-16 dan Lukas 3 ayat 23-31  yang mengaitkan N.’Isa itu adalah anak Yusuf. Apa maunya para penulis Bibel ini, menyatakan Yesus itu anak Yusuf lalu diangkat menjadi Tuhan Anak???

          Al-Quran menegaskan 21 kali bahwa Nabi ‘Isa itu anak laki-laki Maryam, yaitu: Qs2a87,253; s3a45; s4a157,171; s5a17 (2kali) ,46,72,75,78,110,112,114,116; s9a31; s19a16,27,34; s23a50; s33a7; s576a27; s61a6 semua menegaskan bahwa  ‘Isa itu anak laki-laki Maryam. Al-Quran menolak Injil Lukas 3 ayat 23-31 tentang silsilah ‘Isa melalui Yusuf dan Yehuda yang dicoreng  sangat hina oleh penulis Bibel kitab Kejadian 38 ayat 18.

       Sayang sekali karena situasi dan kondisi yang tidak kondusif maka terdapat banyak sekali buku-buku yang diberi judul sebagai Kitab Injil ’Isa.

       Suasana makin menjadi-jadi makin panas akhirnya musuh-musuh Allah menyerang dan berusaha keras membunuh beliau.

         Tafsir Ibnu Katsir mencatat bahwa sebagian ulama menfasirkan Qs4a157 berkata bahwa bukan Nabi ’Isa yang ditangkap menurut kaum Yahudi, tetapi seseorang  yang mirip dengan Nabi ’Isa  padahal Nabi ’Isa sendiri selamat ada yang menfasirkan Nabi Isa naik ke langit Faham aliran Ya’qubi  sebagian aliran  mengatakan Nabi ’Isa disalib tetapi belum sampai wafat lalu ditolong oleh murid belaiau lalu diobati dan selamat dari kejaran penyerang itu, tetapi Allah telah mengangkatnya ke tempat yang terhormat sebagaimana  Allah berfirman:

“…dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa”(S.4 An-Nisa` 157).

3. Kejadian Nabi ‘Isa dan mukjizat-nya

          Al-Quran  menerangkan bahwa Nabi ‘Isa itu diciptakan Allah tidak dengan bapak tidak berbeda dengan penciptaan Nabi Adam yang diciptakan bahkan tidak dengan ibu dan tanpa bapak, untuk menciptakan makhluk, maka  Allah cukup dengan  pernyataan “KUN” artinya “Jadilah kamu” maka terjadi betul-betul apa yang dikehendaki Allah (Lihat Qs3a59 dan 47).  Semua ulama tafsir menyatakan bahwa Lafal “Ruhul Qudusi” pada Firman Allah dalam Al-Quran s5a110, s2a87, s2a253, s16a102, adalah malaikat Jibril; Sedangkan lafal “Ruh” yang dihembuskan Allah kepada Nabi ‘Isa yang termaktub dalam Al-Quran s4a171, s66a12,s21a91 tidak ada bedanya dengan Roh yang dihembuskan Allah kepada Adam yang disebut-sebut dalam Al-Quran s15a29, s38a72, sama dengan roh Allah yang dihembuskan kepada seluruh  umat manusia ini ditegaskan Allah dalam Qs32a8-9.

         Jadi Tuhan  Roh Kudus dalam ajaran Nasrani itu sebenarnya adalah malaikat Jibril yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan berita akan datangnya N.’Isa itu kepada Maryam dan tidak ada kelebihan kehebatan yang luar biasa Jibril  sampai mirip atau menyerupai sifat-sifat Allah, ini tidak ada.  Tentang proses kejadian Nabi ‘Isa ini diterangkan dalam Al-Quran terutama dalam Qs19a17-33; s3a45-47).

         Mengenai perbuatan luar biasa Nabi ‘Isa A.s. dapat membuat burung, menghidupkan orang mati, mengobati orang sakit kusta menjadi sembuh, seluruhnya adalah mukjizat dari Allah  dan dengan  ijin dari Allah bukan kemauan Nabi ’Isa sendiri seperti yang ditegaskan Allah dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 110 dan S3 Ali ‘Imran 49.

        Masalah kelahirannya tidak dengan ayah dan perbuatan yang luar biasa Nabi ‘Isa inilah yang menjadi alasan kaum Nasrani mengangkat  Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak yang juga disebut dengan Anak-Nya yang Tunggal.  Semua ini ditolak oleh Allah melalui  AlQuran tersebut  diatas.

@ Di jaman modern sekarang sudah ada Ilmu Biologi atau Ilmu Kedokteran  yang  membuat proyek BAYI TABUNG dan banyak berhasil, maka  dilihat dari  sudut pandang tertentu dapat dikatakan bayi tabung lahir tanpa bapak???

          Perbandingan Nabi ‘Isa a.s. putera Maryam  tanpa ayah kemudian diutus Allah menjadi Nabi dan Rasul itu,  adalah  seperti halnya Adam tanpa ayah zonder ibu dan  Ibu Hawa diciptakan Allah melalui Adam tanpa ayah tanpa ibu, kemudianHawa menjadi ibu dari seluruh umat manusia, Allah berfirman: “Sesungguhnya perbandingan kejadian Nabi Isa di sisi Allah adalah sama seperti kejadian Nabi Adam, Allah telah menciptakan Adam dari tanah, lalu berfirman kepadanya: ‘Jadilah engkau! maka menjadilah ia ” (S.3 Ali Imran 59.

          Nabi ’Isa a.s. diutus oleh Allah kepada kaumnya sendiri yaitu Bani Israil di Palestina, dengan kitab Injil untuk melengkapi Taurat dan Zabur. Segala firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi ’Isa ditulis oleh murid beliau dengan tulisan Ibrani (Hebrew). Ketika Maryam menggending bayi ’Isa diolok-olok oleh kaum Yahudi maka bayi ’Isa menjawab termaktub dalam firman Allah :

 “Ia (’Isa) menjawab: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah; Ia telah memberikan kepadaku Kitab Injil dan Allah telah menjadikan daku seorang Nabi” (S.19 Maryam 30).

“Dan sesungguhnya Allah ialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah oleh kamu kepada Dia, inilah jalan yang betul atau lurus”. (S.19 Maryam 36).                                 .
Ayat-ayat diatas membuktikan dengan jelas bahwa Nabi ’Isa a.s. itu hanyalah makhluk yang diangkat Allah menjadi  Nabi dan Rasul bukanlah sebagai anak Tuhan seperti yang diakukan oleh orang Nasrani. Sedangkan  Kitab Injil yang asli dengan tegas dan jelas menyuruh para pengikutnya agar menyembah Allah sendiri  tidak menyekutukannya dengan yang lain.

Hj.Irene Handono dalam bukunya ”Islam Dihujat” (2004h334) mencatat bahwa dalam Alkitab(Bibel) sekarang masih ada  beberapa -ayat yang benar yang  mengajak ke ke-Esaan Tauhid

~~ Mengajak kepada agama Tauhid, yaitu Kitab Ulangan 4:35; Ulangan 6:4; Ulangan 32:39; II Samuel 7:22; Mazmur 86:8; Yesaya 45:5-6; Yesaya 43:46:9; Markus 12:29; Yohanes 5:30; Yohanes 17:3.

~~ Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan Bapa: Yohanes 10:29;Yohanes 14:28; Markus 16a19; Roma 8:4; Kisah Para Rsul7:56; Mateus 24:36; Mateud 11:25: Lukas 10:21; Mateus 27:46; Markus15:34; Lukas 23:44-46; Yohanes 19:30; Yohanes 5:30.

~~ Yesus  itu utusan Tuhan Bapa: Markus 9:37, Yohanes 24:24,30, Yohanes 7:29,33; Yohanes 8:16,18,26; Yohanes 10:36; Yohanes 11:42;  Yohanes 13:20; Yohanes 16:5;  Yohanes 17:3,8; Yohanes 23:25,25.

4. Asal usul faham Trinitas

         Hasil penelitian pakar sosiologi-antropologi seperti Koetjaraningratm, Piddington, Maslow menunjukkan bahwa semua manusia percaya akan adanya kekuatan  di atas akal manusia. Demikian juga hasil pemikiran para filosuf menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang mutlak absolut di atas segala sebab, materi, energi maupun  waktu dan untuk mudahnya sesuatu ini disebut Tuhan, dalam Islam sesuatu yang mutlak absolut ini dinamakan Allah.

       Masyarakat orang-orang primitif percaya kepada adanya  dewa dan jumlahnya banyak, tetapi dalam perkembangan pikiran mereka akhirnya mereka sampai  kepada kepercayaan akan adanya satu saja dewa yang paling besar, paling hebat misalnya teori para filosuf Yunani dan ahli pikir Mesir Purba demikian juga masyarakat Arab Jahiliyah.  Dari sisi lain dapat  kita sebut saja yang paling besar itu ialah Tuhan yang Maha Kuasa.  Jadi menurut otak akal manusia maka asal usul agama itu dari Politeis menyembah banyak tuhan  berkembang menuju Monoteis menyembah Tuhan yang Maha Esa.

        Kaum Nasrani membuat rumusan bahwa  firman Allah itu bersama dengan Tuhan dan firman itu  adalah Tuhan tertulis dalam Injil Yohanes:

      Maka pada awal pertama adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itulah juga  Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan Olehnya, maka jika tidak ada Ia tiadalah juga  barang sesuatu yang telah jadi”(Yahya 1 ayat 1-3)

       Tafsir Al-Manar (J3h304) menjelaskan “Al-Kalimat” yang disebut-sebut Al-Quran dalam s4a171 dan s3a45-47 maksudnya  adalah falal “Takwiniyah” bahwa untuk  menciptakan sesuatu maka  Allah cukup dengan menetapkan pernyataan “KUN” dan berlaku terhadap seluruh makhluk termasuk cara menciptakan Nabi ‘Isa. Dengan demikian  maka Nabi ‘Isa itu makhluk  terwujud sesudah  pernyataan Allah: KUN !!! Sebelumnya belum ada. Nabi ‘Isa bukan firman tetapi brtyuhud setelah akibat dari firman Allah, sama sekali tidak benar bahwa Nabi ‘Isa itu firman, juga bukan sabda Tuhan. Bisa kita permudah bahwa bunyi KUN ini sebagai perintah, jika ditulis bentuknya surat perintah atau kertas, jadi Nabi ‘Isa itu bukan kertasnya tetapi hasil dari perintah.

~~Arnold Toynbee dalam bukunya A Study of History, jilid iv halaman 77 menyatakan bahwa banyak sekali pesamaan kisah Yesus dengan dongeng Helenisme-Yunani: Agis, Cleomenes, Eunus, Solvius, Tiberius dll.

~~Lord Heardly dalam bukunya The Affinity between Original Church of Yesus Chris and Islam halaman 75 menyatakan semua ajaran pokok  Agama Kristen itu tidak dari Yesus tetapi semua  dogma itu bulat-bulat dioper dari agama kafir Paganisme yang dipaksakan masuk ke dalam agama Kristen yang dikerjakan  oleh pendeta-pendeta mereka  300 tahun sepeninggal Yesus, umpamanya kisah Mitraisme-Persi, Adonis-Atis dari Syria, Osiris-Isis-Horus dari Mesir, Dionysos dari Yunani.

~~J.Plange, Rudolf Seydel, Bruno Freydank maupun  C.Isherwood telah mengumpulkan data dan fakta persamaan riwayat tentang Yesus dengan kisah Hindu dan Budha.

~~Leon Gauthier dalam bukunya Introduction L’etude de la  Philosphie Musulman (1923:63) menyatakan bahwa sesungguhnya agama Nasrani banyak dimasuki pendapat dan pikiran filsafat New Platonisme Yunani (Syalabi 1964:59).

@ Tafsir Al-Manar (Jxh34) mencatat bahwa ajaran tentang  Anak Tuhan turun menjadi manusia dan Tritunggal atau Trimurti itu sudah ada dalam agama Hindu, Budha dan agama-agama di Cina, Jepang, Persi, Syria, Yunani dan Romawi.

        Abu Zahrah dalam kitabnya Muhadharat fin Nashraniyah (1949:129) mencatat berbagai macam konsili bapa-bapa gereja Nasrani di jaman dahulu kala, yaitu yang pertama kali ialah  tg.20 Mei 325 M Konsili di Nikea yang dihadiri oleh 2018 undangan yang hadir. Tetapi karena campur tangan Kaisar Kosntantin dengan menyerahkan pedang dan cap kerajaan maka 318 peserta dengan melecehkan 1700 bapa gereja  yang tidak sefaham, yang 318 anggota ini  menetapkan bahwa Yesus adalah Tuhan Anak dan mengusir 1700 peserta lawannya. Kemudian Konsili ke-2 Juli 381 M di Konstantinopel dengan 150 bapa gereja menetapkan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan dan lengkaplah Trinitas Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Konsili sesudahnya menetapkan sifat-sifat dan pembagian kerja Tuhan Bapa, Anak dan Roh Kudus  serta juga menetapkan naskah-naskah untuk disahkan menjadi kitab  suci, yaitu konsili-konsili tahun 431, 451, 553, 680, 754, 787, 869, 879, 1123, 1179, 1215, 1563, 1598M. Soal Dzat dan sifat Tuhan, misalnya Athanasius menyatakan bahwa saat Maryam melahirkan bayinya maka  deti-detik itulah Tuhan datang sendiri ke dunia. Lalu perbuatan Yesus itu perbuatan Tuhan ataukan perbuatan manusi? Kemudian bagaimana kedudukan Maryam itu Ibu Tuhan ibu Manusia ? dst  semua ditetapkan oleh konsili-konsili itu  dan tercatat pertentangan pendapat pun terjadi sangat keras.

Catatan

@ Kelahiran Yesus diperselisihkan para tokoh Nasrani sendiri: Nabi Isa menurut kepercayaan Islam adalah sebagaio berikut:

Menurut Matius kelahiran Yesus itu jamannya Herodes 7M, ~ Clemen Iskandariya  menyatakan bahwa kerlahiran Yesus tgl.20 Mei; Gereja Mesir sampai abad ke-iii meyakini tanggal 6 Januari sebagai hari kelahiran Yesus sama dengan kelahiran Dewa Hellenistis ~  Gereja Yunani sampai tahun 530M mempercayai hari natal itu tanggal 7 Desember.

        ~ Al-Quran S.19 Maryam 25-29, menyebutkan dengan samar-samar hari kelahiran N.Isa itu pada musim panen kurma di Palestina, sekitar buan Agustus.

Maka pendapat yang paling benar  tidak lain kecuali  ilmu Tuhan yang memiliki sifat yang Absolut Maha, sedangkan akal manusia itu tidak sempurna, sering salah dan lupa, atau spekulatif-untung-untungan dan hipotetis dianggap benar sementara. Oleh karena itulah maka akal atau otak manusia harus  kembali dan berlindung kepada Ilmu Allah sehingga asal usul faham Politeisme atau musyrik, yakni kepercayaan adanya banyak dewa itu adalah hasil akal-akalan manusia yang wajarnya harus berkembang dan kembali kepada faham Monoteisme-satu Tuhan, sama sekali tidak mungkin dari  SATU TUHAN  MENJADI TIGA TUHAN.

       Jadi teori yang paling benar itu ialah Teori Allah bahwa asal usul agama itu Monoteistis bahwa Tuhan itu Maha Esa, teori politheisme (musyrik) itu akal-akalan otak manusia.  Tentang asal usul faham Trinitas itu ialah dari akal orang kafir, Allah berfirman di dalam Al-Quran :s9a30

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (30)(التوبة)

Artinya: “”Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?(S.9 At-Taubat 30).

       Para tokoh kaum Nasrani mengangkat Nabi ‘Isa menjadi Tuhan Anak berdasarkan filsafat Logos dari Plato Yunani. Logos maknanya akal atau firman, logos itu keluar dari Tuhan sebagai sumber  penciptaan. Maka  manusia yang ingin berhubungan dengan Tuhan harus melalui logos. Teori ini merembes masuk ke dalam Alkitab(Bibel) Injil Yahya 1 ayat 1-3 yang ditulis pertama kali oleh Yohanees tahun 100 M kira-kira 67 tahun sepeninggal Nabi ’Isa.  Adapun bunyi Injil Yahya 1 ayat 1-3  itu ialah:

      “Maka pada awal pertama adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itulah juga  Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan Olehnya, maka jika tidak ada Ia tiadalah juga  barang sesuatu yang telah jadi”(Yahya 1 ayat 1-3).

       Mulyadi Samuel AM dalam bukunya Dokumen Pemalsuan  Alkitab atau Bibel (2002hx), mencatat bahwa ayat 1-14 Injil Yohanes ini merupakan rekayasa penyalin Injil Yohanes dari hymne Pilo Alexandria yang aslinya berbunyi:

”Pada mulanya adalah Logos (firman), Logos (firman) itu bersama  dengan Tuhan dan Logos (firman) itu berasal dari Tuhan”.Penyalin Injil  Yohanes merubah kalimat ”Logos itu berasal dari Tuhan  diubah menjadi :Firman itu adalah Tuhan” Demikian tertulis dalam catatan kaki Alkitab dari The New Testamen of the New American Bible (1970h203) dan kesimpulan Santo Agustinus dalam  bukunya The Confesson of St.Agustine.

5. Sejarah Alkitab (Bibel)

         Allah yang absolut Maha dalam segala-galanya tidak mungkin ada sebagian makhluk yang mirip-mirip seperti Allah; Sehingga Allah tidak mungkin mempunyai anak menjadi Tuhan Anak, tidak mungkin Allah mempunyai ibu menjadi Ibu Tuhan, tidak mungkin Tuhan mempunyai ayah menjadi Tuhan Bapa. Soalnya bagaimana caranya Allah mengadakan hubungan komunikasi dengan manusia? Dalam hal ini Allah sendiri sudah berfirman:

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ (51)(الشوري)

Artinya: “Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir {1} atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana”(S.42 Asy-Syura 51)

         Kitab suci merupakan himpunan wahyu Allah kepada para nabi dan rasul, yaitu: Shuhuf kitab N. Ibrahim, Taurat kitab N. Musa,  Zabur kitab N. Dawud,  Injil kitabnya Nabi ‘Isa dan Al-Quran kitabnya N.Muhammad Saw. Inilah kitab suci yang disebut Allah dalam Al-Quran dan ini sangat berbeda dengan Bibel. Bibel kaum Nasrani itu dibagi dua, yaitu:

  1. I.                   KitabPerjanjian Lama ialah kiatb-kitab yang diaku  sebagai kitab para nabi sebelum Nabi ‘Isa yang dipercaya oleh kaum Nasranisebagai kitab sduci. Mereka tidak sepakat terhadap jumlah dan nama kitab suci ini:   (a) Gereja Ortodox Yunani = 48 kitab suci. (b)Gereja Katholik = 46 kitab. (c) Gereja Protestan = 39 kitab. Jumlah dan nama kitab gereja-gereja Armenia  berbeda-beda lagi.
  2. II.                Kitab Perjanjian Baru ialah kitab-kitab sesudah  datangnya Nabi ‘Isa. Kitab Injil merupakan 4 dari 22 kitab dalam Alkitab(Bibel). Empat Injil ini ditetapkan sebagai kitab suci pada tgl 20 Mei 325M dalam Konsili di Nikea oleh 318 uskup atas dukungan kaisar Romawi Konstantin  dan mengusir 1700 Patriarkh yang tidak sama pendapatnya (Sidang Konsili Nikea ini jga menetapkan Yesus sebagai Tuhan Anak).

        Injil Nabi ‘Isa yang asli sampai sekarang hilang  tidak  diketahui adanya sebagaimana dikuatkan oleh Bibel sendiri dalam kitab Galatia berikut:

“Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu Injil lain, padahal yang lain itu bukanlah Injil. Hanya ada orang  yang mengacaukan kamu  dan yang bermaksud untuk memutar bailkkan Injil Kristus” (Galatia 1 ayat 6-7).

         Sebelum Konsili tahun 325M, maka Alkitab(Bibel) yang sekarang ini belum masuk sebagai kitab suci dan setelah diangkat sebagai kitab suci-pun masing-masing aliran mengaku Injil- yang dipegangnya-lah yang paling benar bahkan kaum Marcionis dan Bardaisan menolak kitab-kitab yang dianggap suci sebagai kitab suci tahun 325 itu. Sampai sekarang Gereja Timur tetap menganggap suci kitab-kitab yang ditolak oleh Konsili Nikea ini.

         Dalam hal ini Al-Quran menyatakan sebagai berikut:

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَى خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (13) وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ (14) (المائدة)

Artinya: “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan di antara orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan”(S.5 Al-Maidah 13-14).

         Encyclopedia Britanica vol.ii, halaman 106-108 mencatat ada 27 kitab Injil ditambah 20 kitab lagi yang tidak dimasukkan ke dalam Bibel sekarang ini. Data adanya angka 48, 46 dan 39 jumlah kitab dalam Perjanjian Lama yang diperselisihkan oleh gereja Ortodox, Roma Katholik dan Protestan,   demikian juga catatan adanya  27 kitab Injil dengan 20 kitab lainnya yang dicatat Encyclopedia Britanica di atas jelas membuktikan kabur kesucian atau sifat sakralnya kitab yang mana  yang suci mana yang tidak, sebagaimana disebut-sebut dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah  13-14 di atas  ini.

          Empat buah Injil Matius, Lukas, Markus dan Yahya sendiri ditulis jauh sangat lama sesudah Yesus meninggalkan mereka. Injil Matius ditulis sesudah hampir 30 tahun, Injil Markus diperkirakan ditulis sekitar tahun 60M, Injil Lukas  sesudah tahun 70 Mdan Injil Yahya tahun 98 M.  

6. Salin menyalin  dan penterjemahan  Alkitab(Bibel)

        Nabi ‘Isa itu dilahirkan di Betlehem dan dibesarkan di Nazaret, dalam kehidupan sehari-hari berbicara dengan kaum Hawari para murid beliau dalam bahasa Aramia Sehingga Kitab Injil yang asli adalah berbahasa Aramia atau Ibrani itu.

        Dalam Kitab Muhadharat fin Nashraniyah (1368H,h.90) -Abu Zahrah mencatat bahwa Konsili Nikea tahun 325M menetapkan  hanya 4 Injil dan 20 kitab lain sebagai kitab suci. Th.364M Konsili di Laudica menambah lagi dengan Kitab Wahyu dan Surat-surat Paulus sebagi bagiab jitab suci, sedangkan Gereja Timur  menolak Kitab Wahyu itu. Konsili th.397M di Kartago menetapkan Surat Paulus kepada Orang Ibrani sebagai bagian  Kitab Suci kaum pendukung  konsili ini.  Pertanyaannya: Apa sebab sebelum th.397M tidak suci tiba-tiba menjadi suci lalu  sebenasrnya manakah batas wewenang  Tuhan dengan wewenang  otak akal manusia itu?

        Bibel seluruhnya baru dikenal sekitar abad pertengahan lewat Volgata, pembagian bab-babnya dibuat tahun 1228M  dikerjakan oleh Stephen Langton dan pembagian ke dalam ayat-ayat oleh Stephanus tahun 15551.

        Encyclopaedia Americana terbitan th.1974 pada hufuf B(Bibel) h.691 mencatat bahwa Kitab Perjanjian Baru (4 Injil dan lain-lain) yang sekarang ini di jaman dahulu sampai abad ke-4 tidak dapat ditentukan “were not fully determined”. Naskah Kitab Perjanjian Baru yang paling tua berasal dari abad ke-4 dalam bahasa  Yunani dengan huruf besar Yunani dan inipun setiap kali  terus menerus dilakukan peninjauan sampai tahun 1598M masih terjadi peninjauan dan perbaikan kembali kitab suci ini.

            Prof. H.S. Tharick Chehab dalam bukunya Terjemah Alkitab terbitan Mutiara Jakarta mencatat bahwa Kitab Bibel yang sudah dianggap suci oleh sebagian kaum Nasranni telah mengalami penterjemahan terus menerus, yaitu:  
1.Pertama Alkitab(Bibel) itu diterjemahkan dari bahasa-bahasa Yunani oleh William Tyndale, tetapi dia dihukum bakar hidup-hidup dalam bulan Oktober tahun 1536 atas tuduhan dengan sengaja memalsukan terjemahan dari  Perjanjian Baru.
2. Pada tahun 1535 Alkitab(Bibel) diterjemahkan oleh Coverdale.
3. Pada tahun 1537 diterjemahkan oleh Thomas Matthew (barang
   kali nama samaran dari John Rogers).
4. Pada tahun 1539 kitab  "Great Bible" yang direvisi.
5. Pada tahun 1560: "Geneva Bible" diperbaiki.
6. Pada tahun 1568: "Bishop's Bible" direvisi.
7. Pada tahun 1582 terjemahan Perjanjian Baru dari Vulgata
   Latin oleh Ulama Katolik, diterbitkan di Rheims.
8. Pada tahun  1881 "King James Version 1611  direvisi 

9. Pada tahun 1901 dibuat Revised Standard Version.

          Gereja Katholik pada Konsili di Trente  pada tgl.8 April 1546 menetapkan diakhirinya usaha penyusunan dan penterjemahan itu serta haram  menterjemahkannya lagi. Tetapi Gereja Protestan menetapkan pokok  terjemahannya pada Kitab Perjanjian Baru terbitan Erasmus th. 1516M dan maka tahun 1898 dilakukan perbaikan  atas Alktab(Bibel)  bahasa Yunani itu  di Stutgart oleh Eberhart Nestle.

       De Katholieke Encyclopaedie (Bah.Belanda) th 1950 dibawah huruf B(Bibel) h.504 mencatat bahwa penterjemahan Injil (Kitab Perjanjian Baru) ke ke bahasa Belanda terjadi pada  abad IX, ke bahasa Jerman abad XI, ke-bahasa Anglosaxon-Inggris Kuno abad XII dan ke bahasa Melayu  th 1700M ini dikerjakan  oleh Melchior.

       Disebabkan karena Alkitab(Bibel) King James Version terjadi banyak kesalahan sehingga merubah  arti dan juga karena Perkembangan  studi  Bible  serta banyaknys hasil  penemuan manuscrip  yang lebih tua maka pada  tahun  1870 Gereja Inggris  melakukan pemeriksaan  dan  baru  mengedarkan hasilnya kepada umat pada tahun 1885. kemudia pimpinan Nasrani Amerika mengedarkan hasil  sadurannya pada tahun 1901. Dan gerak-usaha salin menyalin, koreksi dan perbaikan ini tidak berhenti terutama karena adanya kemajuan  dalam  ilmu  pengetahuan  bahasa-bahasa  Kuno  serta penemuan-penemuan  baru dalam arkeologi terpaksa dilakukan revisi tahun 1937, 1946 dan 1951.  

        Disebabkan karena tiap bahasa terus berkembang geser-menggeser antar bahasa, sehingga  banyak bahasa di dunia ini yang mati dan tidak dipergunakan lagi atau tidak lagi dimengerti oleh generasi baru bangsa yang tadinya menggunakan bahasa yang lama itu, misalnya bahasa Mesir purba, bhs.Phoenisia, b. Ibrani purba, b.Inggris kuno, b.Jowo kuno dan seterusnya.

        HAMKA dalam bukunya Pelajaran Agama Islam (1961:163) mencatat bahwa beliau pada bulan Oktober  1952 diundang Prof.Hendon, ketua Panitya untuk menyaksikan upacara (Slametan) selesainya penterjemahan Bibel dari bahasa Inggris jaman King James th.1512M ke bahasa Inggris th.1952M di Yale University, New Haven-USA. Bahkan Prof.Hendon tidak malu-malu memuji Al-Quran sebagai asli dan tidak berubah diucapkannya di hadapan HAMKA.

@. Dari beberapa sumber tercatat sebagai berikut:

        Kini  terdapat 2.436 jumlah bahasa atau 6.912  dialek di dunia yang telah digunakan dalam menerbitkan sedikitnya satu buku dari Alkitab. Alkitab telah dicetak lebih dari 4.700.000.000 eksemplar dan merupakan “buku” yang paling banyak diterjemahkan dan dicetak di dunia (sebagai catatan, jumlah bahasa yang digunakan di seluruh dunia tercatat 6.912 bahasa(Wikipedia  Daniel B. Wallace March 19-21, 200).1

         Lebih dari 5000 manuskrip salinan dalam bahasa Yunani telah ditemukan dan  jumlah tersebut menjadi 24000, semuanya berasal dari abad kedua hingga abad keempat.   

         Seluruh kitab dalam Perjanjian Lama, termasuk di dalamnya Taurat dan Zabur tidak disusun sekali jadi oleh seorang penulis atau kelompok Maka seluruh kitab ini tersusun dari sumber-sumber yang banyak dan ditulis oleh orang-orang yang banyak pula, yang berasal dari berbagai negeri dan berbagai generasi, di mana masing-masing penulis selain berfungsi sebagai penyalin, juga berfungsi sebagai penyunting dan menambahkan gagasan-gagasan baru ke dalam naskah yang telah ada karena motif tertentu yang tidak selamanya negatif (Dr. Wallace March, 2001).

       Jadi penterjemahan Alktab(Bibel) itu tidak cuma terjemah dari bahasa suatu bangsa ke bahasa  bangsa lain tetapi dari satu bahasa ke dalam bahasa ini lagi, seperti dari Inggris th.1526 ke bahasa Inggris 1952. Lebih celaka lagi jika dibuat kamus atau Encyclopedi atas lktab(Bibel) dengan bahasa yang lama maka suatu haripun juga akan dibuat pula kamus atau encyclopedi Alkitab(Bibel) kedalam bahasa terakhir yang masih hidup.  ]

      Jelas  sekali bahwa  Alkitab(Bibel)  akan  terus-menerus mengalami perubahan, disesuaikan, ditertibkan, disempurnakan dan sebagainya; sepertihalnya dengan karya-karya tulis  yang lain.

@ Al-Quran tetap  suci   

     Jauh berbeda dengan Al-Quran yang merupakan mukjizat kaum muslimin sejagad, bahwa Al-Quran itu harus berbahasa Arab.  Semua terjemahan adalah bukan Al-Quran dan isinya dibuat dan ditanggung jawab oleh yang menulis buku itu. Keharusan menggunakan bahasa Arab Al-Quran ini ditegaskan oleh Allah sendiri dalam 11 tempat dalam Al-Quran yaitu: s20a113; s26a195, s42a7, s13a37, s39a28, s16a103, s43a3, s46a12, s41a3, s41a44, s16a106, s12a2.  Jumlah huruf sampai bunyi tiap huruf tidak berubah selama 1400 tahun semua dihafal oleh bermilyar-liyar orang Islam dalam shalatnya. Kemudian metode Ta’wil dalam penafasiran Al-Quran tidak bisa dikalahkan oleh metode hermeneutika, sebab  menurut Ibnu Rushd  guru filosuf  dunia berabad-abad lamanya itu menyatakan bahwa syarat bolehnya melakukan Ta’wil atas Al-Quran ini ialah   sangat terbatas hanya oleh  filosuf  Khawashul Khawash dalam bidangnya dan hasil Ta’wil ditutup sangat rapat, sangat dirahasiakan kecuali  hanya  kepada  filosuf yang Iman-Islamnya sama dengan yang pertama, haram dibocorkan kepada orang yang tidak memiliki syarat tersebut dan Ta’wil ini tidak boleh menyimpang dari syari’at Allah Ta’ala.         

        Kaum Nasrani tidak mungkin dapat melakukan metode Ta’wil (seperti  metode dalam ‘Ulumul Quran) sebab bunyi atau kalimat asli kitab sucinya  yang akan ditakwil tidak ada, Bibel terjemah adalah produk buatan akal manusia, tidak suci bahkan  kitab suci ini telah menyiarkan dan mengabadikan ayat-ayat yang kotor dan porno bahwa para nabi berzina, menyembah berhala, bergulat dengan Tuhan, kata-kata jorok dan cabul.

        Pada tahun 1709M Cremer, penasehat raja Prusia menemukan naskah Injil Barnabas  dalam bahasa Italia di perpustakaan bangsawan Belanda di Amsterdam.  DR. Khalil Sa’adah berkebangsaan Libanon wafat  di Brazilia mengatakan bahwa Injil Barnabas ini berasal dari perpustakaan Paus Sixtus V (1590M) yang diambil oleh Framino orang dekat Paus naskah itu diterjemah ke bahas Spanyol th.1784, diterjemah ke bahasa Inggris oleh Sale dan diterjemah ke bahasa Arab oleh Khalil Sa’adah sendiri. Umat Kristen menolak Injil Barnabas sebab Injil ini mengajarkan bahwa Yesus adalah manusia biasa, bukan Tuhan.  Kemudian pada tahun 1886 diketemukan lagi Injil Petrus  di Ahmim Mesir Utara, isinya banyak berbeda dengan Injil yang lain.

 

7. Kekisruhan dan perubahan

         Kitab Perjanjian Lama yang aslinya berbahasa Ibrani Purba  jaman Nabi Musa a.s. dan Kitab Perjanjian Baru aslinya berbahasa Aramia atau Ibrani Baru jaman Nabi ‘Isa s.a., maka materi aslinya tidak diketemukan lagi kecuali naskah  ribuan tahun sesudah wafatnya Nabi Musa dan nabi-nabi jaman purba serta naskah yang diberi judul Injil dan lain-lain  yang ditulis 30-70 tahun sepeninggal Nabi ‘Isa a.s. yang ditulis dalam bahasa Yunani, bukan tulisan dalam bahasa Ibrani. Oleh karena naskah yang diketemukan itu tertulis dalam bahasa Yunani, maka naskah inilah  yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan  semua bahasa.

             Seluruh terjemahan  Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru, karena asli kedua kitab (PL dan PB)  yang paling awal  tidak  diketemukan, maka semua bunyi-kata-kata isi kedua kitab(PL&PB) yang sebelumnya  yang diterjemahkan tidak pernah ikut dilampirlan bersama pada terbitan baru dengan bahasa baru, seluruh terjemah PL&PB itu berdiri sendiri lepas dari kedua kitab PL&PB sebelumnya yang diterjemah tadi sejak dahulu kala  ribuan tahun itu sampai sekarang millennium ketiga ini dan akan berlangsung  selama-lamnya!!!

        Tiap bangsa mempunyai bahasa/huruf untuk menulis bahasa itu dengan bahasa/huruf yang tidak sama bahkan tidak diganti dengan kata&bunyi-hurufnya di dalam bahasa&huruf bangsa lain. Bagaimana menulis dan menterjemahkan naskah dalam bahasa IBRANI PURBA ke dalam bahasa Nippon dengan huruf Kanji, menterjemahkannya ke dalam bahasa&huruf Jowo dan bagaimana menterjemahkan  Sumpah Palapa Gajah Mada dari bahasa&huruf Jowo kuno itu ke dalam bahasa Ibrani,  bahasa Cina, bahasa Prancis atau bahasa Urdu????

         Contoh terjemah  Bibel Injil Matius 26 ayat 49-50 bahasa Arab, bahasa Inggris, Belanda dan Indonesia:

(1)  Bibel bahasa Arab, Al-Kitabul Muqaddas, terbitan American Bible, Bairut, tahun 1897,1902,1926 dan  1946 (yang tersimpan di Perp.Islam Jogja), Kitab Matius 26 ayat 49-50 berbunyi sebagai berikut:

فَلِلْوَقْتِ تَقَدَّمَ اِلَي يَسُوْعِ وَقَالَ اَلسَّلَامُ يَاسَيِّدِيْ وَقَبَّلَهُ -0-فَقَالَ لَهُ يَسُوْعُ لِمَاذَا جِئْتَ

(2) Holly Bible, Mission Radstock House Eccleston, London terbitan 1957, Kitab Matius 26 ayat 49-50 berbunyi sbb:

     “And forth with he comes to Yesus and said: “Hail, Master, and kissed him.   And Yesus said into him, Friend where fore art thou come?”

(3) Heilig Bybel, Britische en Buitenlandsche, Bijbelgennotschap, London, terbitan 1922  kitab Mat 26 ayat  49-50 berbunyi sbb:.

    “En terstond komende to Yesus, zeide hij: Wees gegroet Robbi en hij kuste hem. Maar Yusus zeide to hem: “ Vriend waartoe zij gij hier?”

(4) Alkitab terbitan LEMBAGA Alkitab, Jakarta, cet.1965 Kitab Matius 26 a 49-50 berbunyui sebagai berikut:

     “Maka ketika itu juga datanglah ia mendapatkan Yesus sambil berkata:     “Assalamu alaikum ya Robbi” lalu mencium Dia. Maka kata Yesus kepadanya: “Hai sahabat, lakukanlah maksud  engkau datang ini”

@Pernyataan dan pengakuan

  • Tafsir Al-Manar (Juz IX,h.231-299dan Juz VI, h.86) bunyi “Paracletos” dalam Inji Yahya 14 ayat 16  dan Injil Yahya 15 ayat 26, dari bahasa Yunani ini artinya:Pembela, setelah diteliti berasal dari “Periclutos” artinya ialah “Yang terpuji”, yang tulisannya hampir sama antar keduanya,  padahal artinya  sangat berbeda.  Pada halaman lain (Juz ix, h.289 dan 263) Al-Manar mencatat masing-masing bunyi dan artinya, yaitu:

a)      Paracletos=اَلْمُعَزِّيُ-اَلْمُعِيْنُ-اَلْمُحَاجُّ =Pembela; 

b) Periclutos =اَحْمَدُ-مُحَمَّدٌ =Terpuji;                        

c) Periclie=اَلْمَجِيْدُ- اَلشَّهِيْرُ  = Termasyhur, terkenal.

  •     Dalam Injil Yahya 14 ayat 16 dan 15 ayat 26, terjemah dalam Bibel Bahasa Arab terbitan 1902 berbunyi:”  مُعَزِّيٌ“(Pembela), maka dalam Bibel terbitan Alkitab, Jakarta, 1965 bunyi itu disalin menjadi “Penghibur”.  Menurut G.A.Nalino pakar bahasa Yunani bahwa “Paracletos” artinya “Pembela” diduga asal dari bunyi “Periclutos” memang tulisannya hamir sama, tetapi artinya ialah “Yang terpuji” sama dengan  yang tertulis dalam  Injil Barnaba pasal 28-29 tertulis dengan   احمد  =  terpuji.
  •    Tafsir Al-Manar (Juz iii,h.157) mencatat bahwa seorang Peneliti yang bernama  Rahmatullah al Hindi setelah memeriksa Bibel koleksi pribadi terbitan  1811, 1816, 1825, 1831, 1844, 1860 dan yang lain, maka Rahmatullah menyatakan bahwa sudah berulang-ulang meminta pakar terbaik pimpinan gereja di sana untuk mempertanggung jawabkan berbagai macam kekisruhan, perubahan, penggelapan karena tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa baru yang menyangkut masalah yang ringan sampai akidah yang paling berat.  Dari salah satu pertemuannya, maka mereka hanya menjawab meminta maaf sambil mengatakan bahwa karena tidak adanya sandaran awal di jaman permulaan dahulu maka terjadi keributan dan malapetaka sejak tahun-tahun 313M dan sesudahnya. Demikian ditulis Rahmatullah  dalam kitabnya Izharul Haq.
  •    Buku “Islam Integrasi Ilmu dan Kebudayaan-Sidi Ghazalba” halaman 104 mencatat bahwa terjadinya kekisruhan, perubahan dan malapetaka Alkitab(Bibel) di sana sebabnya ialah karena akibat penterjemahan dan salin menyalin dengan tidak menyertakan naskah yang diterjemahkan.
  •   Buku “Islam Dihujat” (2004,h.333), maka Hj. Irene Handono” memberikan 50 contoh ayat  buatan akal manusia artinya tidak suci dan ada 49 ayat kontradiktif. Dan masalah ini diakui oleh tokoh Kristen sendiri: DR.G.C.vanNiftrik, DR.B.J.Bolland, DR.Mr.D.C Mulder, DR.Welter Lempp, DR.R.Soedarmo.
  •    Molyadi Samuel dalam bukunya: Dokumen Pemalsuan Bibel (2002:29&77) mencatat 101 contoh ayat kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Lama dan 101 contoh ayat kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Baru.
  •    Penyusun Bibel bahasa Arab (Alkitabul Muqaddas) terbitan Th.1902 halaman pertama menulis catatan yang artinya ialah: “Dalam Bibel ini ada pengurangan-pengurangan dan tambahan-tambahan dari aslinya bahasa Yunani atau Ibrani atau Kildania”.
  •  Pendeta K.Riedel dalam bukunya “Tafsir Al-Kitab-Injil Markus” halaman 11, menulis sebagai berikut: “Beberapa naskah lama ada tambahan “Anak Allah” dalam Markus 1:1 sedangkan dalam naskah bahasa Belanda yang baru tidak ada kata-kata  “Anak Allah”.
  •  Tidak dapat kita menentukan entah ada tertulis dalam Injil Markus 1:1 yang awal ada “Anak Allah’ apa tidak ada. Tetapi dalam Al-Kitab terbitan Jakarta 1965 tertulis Yesus Kristus “Anak Allah”.

@  H.Sanihu Munir Dr,SKM,MPH dalam Islam Meluruskan Kristen (2004h82) mencatat  pernyataan George Davidson  dalam bukunya The Gospel of Yesus bahwa  para penterjemah Bibel itu suka mengubah/memodifikasi dengan akal mereka dalam menterjemahkan Bibel yang dikerjakannya; Dan Robert Funk dalam bukunya Honest to Yesus menyalahkan pemimpin gereja yang tidak menyertaka naskah asli yang diterjemahkan, sehingga menyesatkan  pembacanya mereka  adalah  pengkhianat.

             Terhadap semua ini Al-Quran memperingatkan sebagai berikut:

@أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ(75)وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا قَالُوا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللَّهُ  عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُمْ بِهِ عِنْدَ رَبِّكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ(76)أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ(77)   وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ(78)البقرة)

Artinya:

            “Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: “Kamipun telah beriman,” tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: “Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mu’min) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?” Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga”(S.2 al-Baqarah 75-78).

        Lihat juga S.4 An-Nisa` 46 dan S.5 Al-Maidah 41 bahwa mereka suka mengubah ayat-ayat suci  sesudah  mengerti mereka membuat akal-akalan.

@ Hermeneutika

        Disebabkan karena perubahan, keruwetan, kekisruhan, kekacauan  bunyi ayat-ayat  sampai makna isi kandungan  Bibel atau Alkitab sebagaimana data-fakta diatas, maka para ahli pikir Nasrani  mengambil  jalan pintas melalui  Metode Hermeneutika untuk nekad membela  agama Kristen atau Nasrani mereka. Hermeneutika berasal dari filsafat Yunani, bagaimana Hermes sebagai dewa diutus oleh Zeus untuk menterjermahkan pesan Zeus (Tuhan) agar mudah difaham oleh manusia di bumi. Oleh Schleiermacher agamawan-teolog Jerman makna hermeneuitika ditingkatkan lebih luas dan filosufis kemudian oleh Dilthey ditekankan kepada historitas teks dengan kesadaran sejarah yang mengharuskan pembaca teks bersikap kritis atas teks dan konteks sejarahnya, dengan  mengabaikan nilai kekudusan atau desakralisasi artinya tidak menganggap suci lagi kitab-kitab suci. Dengan metode Hermeneutika mereka mengambil ajaran agama melalui penelitian atas pengarang Bibel (Alkitab) dan umat yang dituju oleh pengarang serta mengggali makna naskah Bibel (Alkitab) dengan metode allegoris mengambil arti kiasan yang tersembunyi dengan mengabaikan bunyi teks naskah yang indrawi.         

        Metode Hermeneutika yang digalakkan oleh cendekiawan kaum Nasrani itu merupakan  pengakuan yang tidak main-main bahwa Alkitab(Bibel) itu buatan akal manusia bukan wahyu dari Tuhan jadi tidak suci lagi  karena campur tangan manusia, sebab yang asli memang tidak diketemukan, yang diketemukan  tidak lain kecuali terjemahan dalam bahasa Yunani, diterjemahkan ke bahasa Latin, diterjemahkan lagi ke bahasa Belanda, Inggris, dan semua bahasa di dunia, jadi isinya ialah hasil akal manusia. Sehingga mencari kebenaran ajaran agama Nasrani tidak melalui Kitab Suci Bibel tetapi lebih menekankan apa yang ada di luar Kitab Alkitab(Bibel), lebih kasarnya Kitab Bibel tidak perlu dipercaya.

       Dalam metode hermeneutika ada 6 aliran pemikiran, yaitu Schleiermacher (1834), Emilio Betti (1968), Erick D.Hirrch (1928)H.G.Gadamer (1900), Dilthery(1911), Heidegger (1976) yang pada prinsipnya mereka menganggap bahwa semua  pemahaman itu hanyalah penafsiran dan tergantung subyektifitas  orang yang menafsirkannya. Perlu ditegaskan  bahwa Hermeneutika haram masuk kedaam Al-Quran dan nilai Riwayat Sababun Nuzul  diperselisihkan oleh para ulama.

BAB  TIGA

Kembali kepada Agama  Tauhid

            Masalah ke-3: Bagaimana  estimasi mengenai nasib agama Nasrani untuk meluruskannya kembali? Jawaban semnetara Menurut Al-Quran :Para petinggi kaum Nasrani harusnya mengembangkan ajaran agamanya itu kembali kepada  agama-Tauhid.

                 Kita semua  mempelajari riwayat para nabi dan rasul melalui sumber yang  paling tepercaya yaitu firman  Allah dan hadis Nabi Muhammad Saw. Khususnya  mengenai riwayat Nabi ’Isa a.s. dan perkembangan agama Nasrani kita melihat data dan fakta sejarah yang ilmiah. Maka dari itu  estimasi atau perkiraan  mengenai bagaimana nasib agama Nasrani yang mencakup semua aliran dalam agama Nasrani, Katholik, Protestan dan sebagainya kita  tidak bisa lain kecuali apa yang dikehendaki Allah yang  mengutus nabi dan rasul, ikut saja apa yang dikehendaki Allah dalam Al-Quran  supaya kembali kepada  agama Tauhid hanya menyembah dan mengabdi kepada Allah tidak menambah tidak menguranginya. wahyu  yang disanpaikan melalui malaikat Jibril kepada  Rasulullah Saw  sebagai berikut:

ُقلْ يَاأَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ(ال عمران 64)

 

3:64. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”(S.3 Ali ‘Imran 64).

 

يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا ( النشاء 171)

4:171. Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu).  (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”(S.4 an-Nisa` 171).

Wallahu a’lam bish-shawab

Internet:http://pondokquranhadis.wordpress.com Email:pondokilmu7@gmail.com

Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com,Email:h.imam.muchlas.@gmail.com

 

 

 

Oleh: pondokquranhadis | Maret 22, 2012

NABI ‘ISA DALAM AL-QURAN DAN YESUS DALAM BIBEL

012-2-25 Tafsir Tematis Kontemporer

Antara
Nabi Isa dalam Al-Quran&Yesus dalam Bibel

Al-Quran S.5 Al-Maidah 46
وَقَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ (الماءدة46 (
“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (S.5 Al-Maidah 46).
Tema dan sari tilawah
Dari pengertian kata-kata dan jalinan kalimat S.5 Al-Maidah 46 di atas dapat diambil tema dan sari tilawah sebagai berikut:
1. Allah telah mengutus para nabi dan rasul untuk membimbing umat manusia.
2. Allah mengutus Nabi ‘Isa menyusul sesudah para nabi-nabi itu, yaitu setelah N.Yahya.
3. Nabi ‘Isa menerima kitab Injil dan memperkuat ajaran para nabi dengan rasul sebelumnya.
4. Kitab Injil berisi hidayah, nur, tashdiq membela isi Taurat dan nasehat kepada orang yang bertakwa.
C. Masalah dan analisa jawaban
Usaha untuk memperdalam pemahaman kita lebih lanjut lagi, maka perlu kita menelusuri makna yang masih tersimpan di sana melalui beberapa pertanyaan berikut:
1. Bagaimana risalah para nabi dan rasul menurut Al-Quran? Jawaban sementara: Menurut Al-Quran bahwa semua nabi atau rasul itu mengajarkan agama Tauhid, tetapi Kaum Yahudi mengangkat ’Uzair menjadi Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak.
2. Bagaimana sejarah perkembangan agama Nasrani dalam Al-Quran dan bagaimana perkembangan agama Nasrani sekarang?Jawaban sementara: Al-Quran mencatat bahwa Nabi ’Isa tidak mendapat kesempatan yang cukup untuk mengembangkan risalahnya, disebabkan karena ancaman musuh-musuh beliau, maka akibatnya risalah Nabi ’Isa kurang berkembang bahkan kaumnya terseret ke dalam kesesatan politheisme (banyak tuhan).
3. Bagaimana estimasi mengenai nasib agama Nasrani untuk meluruskannya kembali? Jawaban semnetara:Para petinggi kaum Nasrani harusnya mengembangkan ajaran agamanya itu kembali kepada agama Tauhid.
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Risalah para nabi dan rasul
Masalah ke-1: Bagaimana risalah para nabi dan rasul menurut Al-Quran? Jawaban sementara: Menurut Al-Quran semua nabi atau rasul mengajarkan agama Tauhid, tetapi Kaum Yahudi mengangkat ’Uzair menjadi Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak dan para pimpinan gereja mengaku mendapat wewenang kekuasaan dari Tuhan Yesus, Anak-Nya yang Tunggal.
Semua nabi dan rasul mengajarkan agama Tauhid sebagaimana firman Allah di dalam A-Quran berikut: s4a163; s42a13;
Teracatat dalam Al-Quran para nabi dan rasul itu mengajak kepada agama Tauhid ajaran ini ditetapkan oleh Allah sebagai syari’at agama Allah, termaktub dalam Al-Quran:
إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَءَاتَيْنَا دَاوُدَ زَبُورًا(النساء163)
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, `Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud”(S.4. An-Nisa` 163).
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ (الشوري 13)
“Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya)” (S.42 Asy-Syura 13).
Dalam dakwahnya para nabi itu menyatakan ”Sembahlah Allah tidak ada Tuhan kecuali Allah” misalnya dakwah Nabi Nuh a.s tercatat dalam Al-Quran:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ(59) (الاعراف 59)
”Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).(S7 Al-A’raf 59 danS.23 Al-Mu`minun 23, 32).
Dakwah yang sama dinyatakan oleh Nabi Hud, Shalih dan Syu’aib dicatat Allah dalam Al-Quran: Nabi Hud S.(7 Al-A’raf 65 , S.11 Hud 50), Nabi Shalih ( (S.7 Al-A’raf 73; S.11 Hud 61); Nabi Syu’aib (S.7 Al-A’raf 85; S.11 Hud 84).
~~ Nabi Ibrahim sangat keras mengajarkan agama tauhid sekaligus sangat tegas melawan penyembahan kepada berhala. Dikisahkan di dalam Al-Quran bagaimana ceritanya Nabi Ibrahim a.s. memperhatikan bintang-bintang di langit, rembulan yang lebih besar sampai kepada matahari yang sangat besar akhirnya bertemu dengan Tuhan yang Maha Esa, hal ini dikisahkan dalam Al-Quran S.6 Al-An’am 75-79.
Nabi Ibrahim menentang penyembahan kepada berhala dan memenggal kepala-kepala berhala sesembahan mereka maka akibatnya Nabi Ibrahim dihukum bakar oleh Raja Namrud, tercatat dalam Al-Quran S.21 Al-Anbiya` 52-77.
~~ Nabi Musa berdakwah kepada Fir’aun yang mengaku menjadi Tuhan (s79a24), maka Nabi Musa mengajak Fir’aun kepada agama Tauhid sehingga terjadi dialog tanya tanya-jawab antara keduanya tentang Tuhan termaktub dalam Al-Quran S.20 Thaha 49-55.
~~ Nabi ‘Isa berseru kepada kaumnya untuk menyembah Allah Tuhan yang Maha Esa tertulis dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 72; dan ayat 116-17; S.43 Az-Zuhruf 64.
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْإِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ(المائدة 72)
5:72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun”(S.5 Al-Maidah 72).
5:116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib”.
5:117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu”( S.5 Al-Maidah 116-117)
~~ Nabi ‘Isa .a.s. menyeru kepada agama Tauhid menyembah hanya Allah jangan menyembah dirinya:
إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ( الزحرف 64)
43:64. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus”(S.43 Az-Zuhruf 64).
~~ Rasulullah Muhammad Saw jelas mngajarkan agama Tauhid sama dengan ajaran semua nabi dan rasul sebelum beliau sebagaimana sabda beliau tercatat dalam hadis shahih:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِاللَّهِ رَضِي اللَّهم عَنْهممَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَرَجُلٍ بَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَتَعَجَّبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ (رواه البخاري 3270 ومسلم 4240)
” Dari Jabir bin ’Abdullah Raa berkata; Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: ”Perumpamaan aku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia menyempurnakannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) lalu manusia memasuki rumah tersebut dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; ’Duh seandainya saja labinah ini disempurnakan!”(HR Bukhari no.3270 dan Muslimno.4240).
Allah selalu mengirim nabi atau rasul kepada tiap-tiap umat sebagaimana disebut dalam Al-Quran: s16a36;s10a47. Akan tetapi makin lama ditinggal wafat nabinya maka umat itu melakukan penyimpangan-penyimpangan makin lama makin jauh, misanya kaum Yahudi mengangkat ’Uzair sebagai Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak (S.9 At-Taubat 30-31) maka Allah lalu mengutus lagi nabi atau rasul untuk mengajak kembali kepada agama Tauhid. Allah berfirman:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ(30)اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ(31)(التوبة 30-31)

9:30. Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
9:31. Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”(S9 At-Taubat 30-31).
BAB DUA
Antara akal dengan wahyu
Masalah ke-2: Bagaimana sejarah perkembangan agama Nasrani dalam Al-Quran dan bagaimana perkembangan agama Nasrani sekarang? Jawaban sementara: Al-Quran mencatat bahwa Nabi ’Isa tidak mendapat kesempatan yang cukup untuk mengembangkan risalahnya, karena ancaman musuh-musuh beliau, maka akibatnya risalah Nabi ’Isa kurang berkembang bahkan penganutnya terseret ke dalam kesesatan politheisme – meyembah banyak tuhan.
1. Asas pandangan
Islam mengajarkan bahwa Yesus yang disembah kaum Nasrani itu adalah seorang manusia yang diutus Allah untuk menjadi nabi dan rasul. Maka berita atau riwayat Nabi ’Isa dengan ajarannya yang datang dari luar Al-Quran dan hadis merupakan campuran antar ajaran yang dibuat akal manusia dicampur dengan ajaran yang benar dari Allah. Inilah penjelasan yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Saw. sebagaimana tercatat dalam hadis shahih berikut:
َعنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهم قَالَ كَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَقْرَءُونَ التَّوْرَاةَ بِالْعِبْرَانِيَّةِ وَيُفَسِّرُونَهَا بِالْعَرَبِيَّةِ لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوهُمْ وَقُولُوا ( آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا ) الْآيَةَ (رواه البخاري4125)
“Dari Abu Hurairah r.a. berkata; “Orang-orang ahlu kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani dan menjelaskannya kepada orang-orang Islam dengan bahasa arab. Melihat hal itu Rasulullah Saw. bersabda: Janganlah kalian mempercayai ahlu kitab dan jangan pula mendustakannya. Tetapi ucapkanlah; “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang telah diturunkan kepada kami. (Al Baqarah; 136)(HR Bukhari 4125).
Lebih jauh dapat kita memilih dan memilah dengan analisa kritis atas berbagai masalah berikut:
2. Asal keturunan Nabi ‘Isa A,s.
Dalam ajaran Islam, silsilah anak yang tidak diketahui ayahnya maka dia dinisbatkan melalui ibunya, oleh karena itulah Abu Ishaq ats-Tsa’alibi (427H) dalam kitab Qashashul Anbiya’ (tth:207) menulis silsilah Nabi ‘Isa itu melalui Maryam ke atas sampai Nabi Dawud bahkan ke atas lagi sampai Nabi Ibrahim. Memang Allah sendiri yang menegaskan ‘Isa itu putera Maryam dalam Al-Quran sampai 21 kali misalnya S.61 Ash-Shaf 14 dan seterusnya semua menyebut ‘Isa anak laki-laki Maryam.
Adapun Maryam disebut Allah dalam Al-Quran s19a28 sebagai saudara Harun, maka para ulama tafsir sedikit berbeda pendapat mengenai siapa Harun dalam s19a28 ini, yaitu sebagaimana sebagai berikut:
Dari 7 kitab Tafsir hanya Durrul Mantsur (Juz 5,h.506) yang tidak menyebut Harun itu saudara Maryam. Dua kitab Tafsir, Ath-Thabari Juz 16,h.58 dan Tafsir Al-Qurthubi Juz 11,h.99 menyebutkan Harun ini bukan saudara Musa. Ada Empat kitab Tafsir Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Durrul Mantsur dan Adhwa’ul Bayan yang menyebutkan bahwa nama Harun adalah suatu julukan atas orang yang alim soleh. Sedangkan yang mencatat bahwa Maryam adalah anak keturunan Nabi Harun ialah Tafsir Al-Qurthubi, Ats-Tsa’labi dan Durrul Mantsur yang menegaskan bahwa Maryam yang disebut dalam S.19a 28 di atas adalah anak keturunan Harun saudara Musa.
Empat Injil (Perjanjian Baru) kecuali Injil-Markus semua menyatakan bahwa silsilah Yesus itu dinisbatkan kepada Yusuf, maka Lukas 3 ayat 23-31 mencatat silsilah Yesus sampai N.Dawud = 42 tingkatan nasab, Injil Matius 1 ayat 1-16 = 27 tingkat, Injil Yahya 6 ayat 42 mencatat bahwaYesus itu anak Yusuf. Pernyataan ini sendiri sangat bertentangan dengan Injil Lukas Pasal 1 ayat 27 dan Pasal 2 ayat 5 bahwa Yusuf itu tunangan Maryam bukan suaminya, kemudian Injil Matius ayat 25 menegaskan bahwa Yusuf tidak bersetubuh dengan Maryam.
Maka Al-Quran menolak Injil Matius 1 ayat 6-16 dan Lukas 3 ayat 23-31 yang mengaitkan N.’Isa itu adalah anak Yusuf. Apa maunya para penulis Bibel ini, menyatakan Yesus itu anak Yusuf lalu diangkat menjadi Tuhan Anak???
Al-Quran menegaskan 21 kali bahwa Nabi ‘Isa itu anak laki-laki Maryam, yaitu: Qs2a87,253; s3a45; s4a157,171; s5a17 (2kali) ,46,72,75,78,110,112,114,116; s9a31; s19a16,27,34; s23a50; s33a7; s576a27; s61a6 semua menegaskan bahwa ‘Isa itu anak laki-laki Maryam. Al-Quran menolak Injil Lukas 3 ayat 23-31 tentang silsilah ‘Isa melalui Yusuf dan Yehuda yang dicoreng sangat hina oleh penulis Bibel kitab Kejadian 38 ayat 18.
Sayang sekali karena situasi dan kondisi yang tidak kondusif maka terdapat banyak sekali buku-buku yang diberi judul sebagai Kitab Injil ’Isa.
Suasana makin menjadi-jadi makin panas akhirnya musuh-musuh Allah menyerang dan berusaha keras membunuh beliau.
Tafsir Ibnu Katsir mencatat bahwa sebagian ulama menfasirkan Qs4a157 berkata bahwa bukan Nabi ’Isa yang ditangkap menurut kaum Yahudi, tetapi seseorang yang mirip dengan Nabi ’Isa padahal Nabi ’Isa sendiri selamat ada yang menfasirkan Nabi Isa naik ke langit Faham aliran Ya’qubi sebagian aliran mengatakan Nabi ’Isa disalib tetapi belum sampai wafat lalu ditolong oleh murid belaiau lalu diobati dan selamat dari kejaran penyerang itu, tetapi Allah telah mengangkatnya ke tempat yang terhormat sebagaimana Allah berfirman:
“…dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa”(S.4 An-Nisa` 157).
3. Kejadian Nabi ‘Isa dan mukjizat-nya
Al-Quran menerangkan bahwa Nabi ‘Isa itu diciptakan Allah tidak dengan bapak tidak berbeda dengan penciptaan Nabi Adam yang diciptakan bahkan tidak dengan ibu dan tanpa bapak, untuk menciptakan makhluk, maka Allah cukup dengan pernyataan “KUN” artinya “Jadilah kamu” maka terjadi betul-betul apa yang dikehendaki Allah (Lihat Qs3a59 dan 47). Semua ulama tafsir menyatakan bahwa Lafal “Ruhul Qudusi” pada Firman Allah dalam Al-Quran s5a110, s2a87, s2a253, s16a102, adalah malaikat Jibril; Sedangkan lafal “Ruh” yang dihembuskan Allah kepada Nabi ‘Isa yang termaktub dalam Al-Quran s4a171, s66a12,s21a91 tidak ada bedanya dengan Roh yang dihembuskan Allah kepada Adam yang disebut-sebut dalam Al-Quran s15a29, s38a72, sama dengan roh Allah yang dihembuskan kepada seluruh umat manusia ini ditegaskan Allah dalam Qs32a8-9.
Jadi Tuhan Roh Kudus dalam ajaran Nasrani itu sebenarnya adalah malaikat Jibril yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan berita akan datangnya N.’Isa itu kepada Maryam dan tidak ada kelebihan kehebatan yang luar biasa Jibril sampai mirip atau menyerupai sifat-sifat Allah, ini tidak ada. Tentang proses kejadian Nabi ‘Isa ini diterangkan dalam Al-Quran terutama dalam Qs19a17-33; s3a45-47).
Mengenai perbuatan luar biasa Nabi ‘Isa A.s. dapat membuat burung, menghidupkan orang mati, mengobati orang sakit kusta menjadi sembuh, seluruhnya adalah mukjizat dari Allah dan dengan ijin dari Allah bukan kemauan Nabi ’Isa sendiri seperti yang ditegaskan Allah dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 110 dan S3 Ali ‘Imran 49.
Masalah kelahirannya tidak dengan ayah dan perbuatan yang luar biasa Nabi ‘Isa inilah yang menjadi alasan kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak yang juga disebut dengan Anak-Nya yang Tunggal. Semua ini ditolak oleh Allah melalui AlQuran tersebut diatas.
@ Di jaman modern sekarang sudah ada Ilmu Biologi atau Ilmu Kedokteran yang membuat proyek BAYI TABUNG dan banyak berhasil, maka dilihat dari sudut pandang tertentu dapat dikatakan bayi tabung lahir tanpa bapak???
Perbandingan Nabi ‘Isa a.s. putera Maryam tanpa ayah kemudian diutus Allah menjadi Nabi dan Rasul itu, adalah seperti halnya Adam tanpa ayah zonder ibu dan Ibu Hawa diciptakan Allah melalui Adam tanpa ayah tanpa ibu, kemudianHawa menjadi ibu dari seluruh umat manusia, Allah berfirman: “Sesungguhnya perbandingan kejadian Nabi Isa di sisi Allah adalah sama seperti kejadian Nabi Adam, Allah telah menciptakan Adam dari tanah, lalu berfirman kepadanya: ‘Jadilah engkau! maka menjadilah ia ” (S.3 Ali Imran 59.
Nabi ’Isa a.s. diutus oleh Allah kepada kaumnya sendiri yaitu Bani Israil di Palestina, dengan kitab Injil untuk melengkapi Taurat dan Zabur. Segala firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi ’Isa ditulis oleh murid beliau dengan tulisan Ibrani (Hebrew). Ketika Maryam menggending bayi ’Isa diolok-olok oleh kaum Yahudi maka bayi ’Isa menjawab termaktub dalam firman Allah :
“Ia (’Isa) menjawab: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah; Ia telah memberikan kepadaku Kitab Injil dan Allah telah menjadikan daku seorang Nabi” (S.19 Maryam 30).
“Dan sesungguhnya Allah ialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah oleh kamu kepada Dia, inilah jalan yang betul atau lurus”. (S.19 Maryam 36). .
Ayat-ayat diatas membuktikan dengan jelas bahwa Nabi ’Isa a.s. itu hanyalah makhluk yang diangkat Allah menjadi Nabi dan Rasul bukanlah sebagai anak Tuhan seperti yang diakukan oleh orang Nasrani. Sedangkan Kitab Injil yang asli dengan tegas dan jelas menyuruh para pengikutnya agar menyembah Allah sendiri tidak menyekutukannya dengan yang lain.
Hj.Irene Handono dalam bukunya ”Islam Dihujat” (2004h334) mencatat bahwa dalam Alkitab(Bibel) sekarang masih ada beberapa -ayat yang benar yang mengajak ke ke-Esaan Tauhid
~~ Mengajak kepada agama Tauhid, yaitu Kitab Ulangan 4:35; Ulangan 6:4; Ulangan 32:39; II Samuel 7:22; Mazmur 86:8; Yesaya 45:5-6; Yesaya 43:46:9; Markus 12:29; Yohanes 5:30; Yohanes 17:3.
~~ Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan Bapa: Yohanes 10:29;Yohanes 14:28; Markus 16a19; Roma 8:4; Kisah Para Rsul7:56; Mateus 24:36; Mateud 11:25: Lukas 10:21; Mateus 27:46; Markus15:34; Lukas 23:44-46; Yohanes 19:30; Yohanes 5:30.
~~ Yesus itu utusan Tuhan Bapa: Markus 9:37, Yohanes 24:24,30, Yohanes 7:29,33; Yohanes 8:16,18,26; Yohanes 10:36; Yohanes 11:42; Yohanes 13:20; Yohanes 16:5; Yohanes 17:3,8; Yohanes 23:25,25.
4. Asal usul faham Trinitas
Hasil penelitian pakar sosiologi-antropologi seperti Koetjaraningratm, Piddington, Maslow menunjukkan bahwa semua manusia percaya akan adanya kekuatan di atas akal manusia. Demikian juga hasil pemikiran para filosuf menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang mutlak absolut di atas segala sebab, materi, energi maupun waktu dan untuk mudahnya sesuatu ini disebut Tuhan, dalam Islam sesuatu yang mutlak absolut ini dinamakan Allah.
Masyarakat orang-orang primitif percaya kepada adanya dewa dan jumlahnya banyak, tetapi dalam perkembangan pikiran mereka akhirnya mereka sampai kepada kepercayaan akan adanya satu saja dewa yang paling besar, paling hebat misalnya teori para filosuf Yunani dan ahli pikir Mesir Purba demikian juga masyarakat Arab Jahiliyah. Dari sisi lain dapat kita sebut saja yang paling besar itu ialah Tuhan yang Maha Kuasa. Jadi menurut otak akal manusia maka asal usul agama itu dari Politeis menyembah banyak tuhan berkembang menuju Monoteis menyembah Tuhan yang Maha Esa.
Kaum Nasrani membuat rumusan bahwa firman Allah itu bersama dengan Tuhan dan firman itu adalah Tuhan tertulis dalam Injil Yohanes:
“Maka pada awal pertama adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itulah juga Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan Olehnya, maka jika tidak ada Ia tiadalah juga barang sesuatu yang telah jadi”(Yahya 1 ayat 1-3)
Tafsir Al-Manar (J3h304) menjelaskan “Al-Kalimat” yang disebut-sebut Al-Quran dalam s4a171 dan s3a45-47 maksudnya adalah falal “Takwiniyah” bahwa untuk menciptakan sesuatu maka Allah cukup dengan menetapkan pernyataan “KUN” dan berlaku terhadap seluruh makhluk termasuk cara menciptakan Nabi ‘Isa. Dengan demikian maka Nabi ‘Isa itu makhluk terwujud sesudah pernyataan Allah: KUN !!! Sebelumnya belum ada. Nabi ‘Isa bukan firman tetapi brtyuhud setelah akibat dari firman Allah, sama sekali tidak benar bahwa Nabi ‘Isa itu firman, juga bukan sabda Tuhan. Bisa kita permudah bahwa bunyi KUN ini sebagai perintah, jika ditulis bentuknya surat perintah atau kertas, jadi Nabi ‘Isa itu bukan kertasnya tetapi hasil dari perintah.
~~Arnold Toynbee dalam bukunya A Study of History, jilid iv halaman 77 menyatakan bahwa banyak sekali pesamaan kisah Yesus dengan dongeng Helenisme-Yunani: Agis, Cleomenes, Eunus, Solvius, Tiberius dll.
~~Lord Heardly dalam bukunya The Affinity between Original Church of Yesus Chris and Islam halaman 75 menyatakan semua ajaran pokok Agama Kristen itu tidak dari Yesus tetapi semua dogma itu bulat-bulat dioper dari agama kafir Paganisme yang dipaksakan masuk ke dalam agama Kristen yang dikerjakan oleh pendeta-pendeta mereka 300 tahun sepeninggal Yesus, umpamanya kisah Mitraisme-Persi, Adonis-Atis dari Syria, Osiris-Isis-Horus dari Mesir, Dionysos dari Yunani.
~~J.Plange, Rudolf Seydel, Bruno Freydank maupun C.Isherwood telah mengumpulkan data dan fakta persamaan riwayat tentang Yesus dengan kisah Hindu dan Budha.
~~Leon Gauthier dalam bukunya Introduction L’etude de la Philosphie Musulman (1923:63) menyatakan bahwa sesungguhnya agama Nasrani banyak dimasuki pendapat dan pikiran filsafat New Platonisme Yunani (Syalabi 1964:59).
@ Tafsir Al-Manar (Jxh34) mencatat bahwa ajaran tentang Anak Tuhan turun menjadi manusia dan Tritunggal atau Trimurti itu sudah ada dalam agama Hindu, Budha dan agama-agama di Cina, Jepang, Persi, Syria, Yunani dan Romawi.
Abu Zahrah dalam kitabnya Muhadharat fin Nashraniyah (1949:129) mencatat berbagai macam konsili bapa-bapa gereja Nasrani di jaman dahulu kala, yaitu yang pertama kali ialah tg.20 Mei 325 M Konsili di Nikea yang dihadiri oleh 2018 undangan yang hadir. Tetapi karena campur tangan Kaisar Kosntantin dengan menyerahkan pedang dan cap kerajaan maka 318 peserta dengan melecehkan 1700 bapa gereja yang tidak sefaham, yang 318 anggota ini menetapkan bahwa Yesus adalah Tuhan Anak dan mengusir 1700 peserta lawannya. Kemudian Konsili ke-2 Juli 381 M di Konstantinopel dengan 150 bapa gereja menetapkan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan dan lengkaplah Trinitas Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Konsili sesudahnya menetapkan sifat-sifat dan pembagian kerja Tuhan Bapa, Anak dan Roh Kudus serta juga menetapkan naskah-naskah untuk disahkan menjadi kitab suci, yaitu konsili-konsili tahun 431, 451, 553, 680, 754, 787, 869, 879, 1123, 1179, 1215, 1563, 1598M. Soal Dzat dan sifat Tuhan, misalnya Athanasius menyatakan bahwa saat Maryam melahirkan bayinya maka deti-detik itulah Tuhan datang sendiri ke dunia. Lalu perbuatan Yesus itu perbuatan Tuhan ataukan perbuatan manusi? Kemudian bagaimana kedudukan Maryam itu Ibu Tuhan ibu Manusia ? dst semua ditetapkan oleh konsili-konsili itu dan tercatat pertentangan pendapat pun terjadi sangat keras.
Catatan
@ Kelahiran Yesus diperselisihkan para tokoh Nasrani sendiri: Nabi Isa menurut kepercayaan Islam adalah sebagaio berikut:
Menurut Matius kelahiran Yesus itu jamannya Herodes 7M, ~ Clemen Iskandariya menyatakan bahwa kerlahiran Yesus tgl.20 Mei; Gereja Mesir sampai abad ke-iii meyakini tanggal 6 Januari sebagai hari kelahiran Yesus sama dengan kelahiran Dewa Hellenistis ~ Gereja Yunani sampai tahun 530M mempercayai hari natal itu tanggal 7 Desember.
~ Al-Quran S.19 Maryam 25-29, menyebutkan dengan samar-samar hari kelahiran N.Isa itu pada musim panen kurma di Palestina, sekitar buan Agustus.
Maka pendapat yang paling benar tidak lain kecuali ilmu Tuhan yang memiliki sifat yang Absolut Maha, sedangkan akal manusia itu tidak sempurna, sering salah dan lupa, atau spekulatif-untung-untungan dan hipotetis dianggap benar sementara. Oleh karena itulah maka akal atau otak manusia harus kembali dan berlindung kepada Ilmu Allah sehingga asal usul faham Politeisme atau musyrik, yakni kepercayaan adanya banyak dewa itu adalah hasil akal-akalan manusia yang wajarnya harus berkembang dan kembali kepada faham Monoteisme-satu Tuhan, sama sekali tidak mungkin dari SATU TUHAN MENJADI TIGA TUHAN.
Jadi teori yang paling benar itu ialah Teori Allah bahwa asal usul agama itu Monoteistis bahwa Tuhan itu Maha Esa, teori politheisme (musyrik) itu akal-akalan otak manusia. Tentang asal usul faham Trinitas itu ialah dari akal orang kafir, Allah berfirman di dalam Al-Quran :s9a30
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (30)(التوبة)
Artinya: “”Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?(S.9 At-Taubat 30).
Para tokoh kaum Nasrani mengangkat Nabi ‘Isa menjadi Tuhan Anak berdasarkan filsafat Logos dari Plato Yunani. Logos maknanya akal atau firman, logos itu keluar dari Tuhan sebagai sumber penciptaan. Maka manusia yang ingin berhubungan dengan Tuhan harus melalui logos. Teori ini merembes masuk ke dalam Alkitab(Bibel) Injil Yahya 1 ayat 1-3 yang ditulis pertama kali oleh Yohanees tahun 100 M kira-kira 67 tahun sepeninggal Nabi ’Isa. Adapun bunyi Injil Yahya 1 ayat 1-3 itu ialah:
“Maka pada awal pertama adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itulah juga Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan Olehnya, maka jika tidak ada Ia tiadalah juga barang sesuatu yang telah jadi”(Yahya 1 ayat 1-3).
Mulyadi Samuel AM dalam bukunya Dokumen Pemalsuan Alkitab atau Bibel (2002hx), mencatat bahwa ayat 1-14 Injil Yohanes ini merupakan rekayasa penyalin Injil Yohanes dari hymne Pilo Alexandria yang aslinya berbunyi:
”Pada mulanya adalah Logos (firman), Logos (firman) itu bersama dengan Tuhan dan Logos (firman) itu berasal dari Tuhan”.Penyalin Injil Yohanes merubah kalimat ”Logos itu berasal dari Tuhan diubah menjadi :Firman itu adalah Tuhan” Demikian tertulis dalam catatan kaki Alkitab dari The New Testamen of the New American Bible (1970h203) dan kesimpulan Santo Agustinus dalam bukunya The Confesson of St.Agustine.
5. Sejarah Alkitab (Bibel)
Allah yang absolut Maha dalam segala-galanya tidak mungkin ada sebagian makhluk yang mirip-mirip seperti Allah; Sehingga Allah tidak mungkin mempunyai anak menjadi Tuhan Anak, tidak mungkin Allah mempunyai ibu menjadi Ibu Tuhan, tidak mungkin Tuhan mempunyai ayah menjadi Tuhan Bapa. Soalnya bagaimana caranya Allah mengadakan hubungan komunikasi dengan manusia? Dalam hal ini Allah sendiri sudah berfirman:
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ (51)(الشوري)
Artinya: “Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir {1} atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana”(S.42 Asy-Syura 51)
Kitab suci merupakan himpunan wahyu Allah kepada para nabi dan rasul, yaitu: Shuhuf kitab N. Ibrahim, Taurat kitab N. Musa, Zabur kitab N. Dawud, Injil kitabnya Nabi ‘Isa dan Al-Quran kitabnya N.Muhammad Saw. Inilah kitab suci yang disebut Allah dalam Al-Quran dan ini sangat berbeda dengan Bibel. Bibel kaum Nasrani itu dibagi dua, yaitu:
I. KitabPerjanjian Lama ialah kiatb-kitab yang diaku sebagai kitab para nabi sebelum Nabi ‘Isa yang dipercaya oleh kaum Nasranisebagai kitab sduci. Mereka tidak sepakat terhadap jumlah dan nama kitab suci ini: (a) Gereja Ortodox Yunani = 48 kitab suci. (b)Gereja Katholik = 46 kitab. (c) Gereja Protestan = 39 kitab. Jumlah dan nama kitab gereja-gereja Armenia berbeda-beda lagi.
II. Kitab Perjanjian Baru ialah kitab-kitab sesudah datangnya Nabi ‘Isa. Kitab Injil merupakan 4 dari 22 kitab dalam Alkitab(Bibel). Empat Injil ini ditetapkan sebagai kitab suci pada tgl 20 Mei 325M dalam Konsili di Nikea oleh 318 uskup atas dukungan kaisar Romawi Konstantin dan mengusir 1700 Patriarkh yang tidak sama pendapatnya (Sidang Konsili Nikea ini jga menetapkan Yesus sebagai Tuhan Anak).
Injil Nabi ‘Isa yang asli sampai sekarang hilang tidak diketahui adanya sebagaimana dikuatkan oleh Bibel sendiri dalam kitab Galatia berikut:
“Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu Injil lain, padahal yang lain itu bukanlah Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutar bailkkan Injil Kristus” (Galatia 1 ayat 6-7).
Sebelum Konsili tahun 325M, maka Alkitab(Bibel) yang sekarang ini belum masuk sebagai kitab suci dan setelah diangkat sebagai kitab suci-pun masing-masing aliran mengaku Injil- yang dipegangnya-lah yang paling benar bahkan kaum Marcionis dan Bardaisan menolak kitab-kitab yang dianggap suci sebagai kitab suci tahun 325 itu. Sampai sekarang Gereja Timur tetap menganggap suci kitab-kitab yang ditolak oleh Konsili Nikea ini.
Dalam hal ini Al-Quran menyatakan sebagai berikut:
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَى خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (13) وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ (14) (المائدة)
Artinya: “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan di antara orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan”(S.5 Al-Maidah 13-14).
Encyclopedia Britanica vol.ii, halaman 106-108 mencatat ada 27 kitab Injil ditambah 20 kitab lagi yang tidak dimasukkan ke dalam Bibel sekarang ini. Data adanya angka 48, 46 dan 39 jumlah kitab dalam Perjanjian Lama yang diperselisihkan oleh gereja Ortodox, Roma Katholik dan Protestan, demikian juga catatan adanya 27 kitab Injil dengan 20 kitab lainnya yang dicatat Encyclopedia Britanica di atas jelas membuktikan kabur kesucian atau sifat sakralnya kitab yang mana yang suci mana yang tidak, sebagaimana disebut-sebut dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 13-14 di atas ini.
Empat buah Injil Matius, Lukas, Markus dan Yahya sendiri ditulis jauh sangat lama sesudah Yesus meninggalkan mereka. Injil Matius ditulis sesudah hampir 30 tahun, Injil Markus diperkirakan ditulis sekitar tahun 60M, Injil Lukas sesudah tahun 70 Mdan Injil Yahya tahun 98 M.
6. Salin menyalin dan penterjemahan Alkitab(Bibel)
Nabi ‘Isa itu dilahirkan di Betlehem dan dibesarkan di Nazaret, dalam kehidupan sehari-hari berbicara dengan kaum Hawari para murid beliau dalam bahasa Aramia Sehingga Kitab Injil yang asli adalah berbahasa Aramia atau Ibrani itu.
Dalam Kitab Muhadharat fin Nashraniyah (1368H,h.90) -Abu Zahrah mencatat bahwa Konsili Nikea tahun 325M menetapkan hanya 4 Injil dan 20 kitab lain sebagai kitab suci. Th.364M Konsili di Laudica menambah lagi dengan Kitab Wahyu dan Surat-surat Paulus sebagi bagiab jitab suci, sedangkan Gereja Timur menolak Kitab Wahyu itu. Konsili th.397M di Kartago menetapkan Surat Paulus kepada Orang Ibrani sebagai bagian Kitab Suci kaum pendukung konsili ini. Pertanyaannya: Apa sebab sebelum th.397M tidak suci tiba-tiba menjadi suci lalu sebenasrnya manakah batas wewenang Tuhan dengan wewenang otak akal manusia itu?
Bibel seluruhnya baru dikenal sekitar abad pertengahan lewat Volgata, pembagian bab-babnya dibuat tahun 1228M dikerjakan oleh Stephen Langton dan pembagian ke dalam ayat-ayat oleh Stephanus tahun 15551.
Encyclopaedia Americana terbitan th.1974 pada hufuf B(Bibel) h.691 mencatat bahwa Kitab Perjanjian Baru (4 Injil dan lain-lain) yang sekarang ini di jaman dahulu sampai abad ke-4 tidak dapat ditentukan “were not fully determined”. Naskah Kitab Perjanjian Baru yang paling tua berasal dari abad ke-4 dalam bahasa Yunani dengan huruf besar Yunani dan inipun setiap kali terus menerus dilakukan peninjauan sampai tahun 1598M masih terjadi peninjauan dan perbaikan kembali kitab suci ini.
Prof. H.S. Tharick Chehab dalam bukunya Terjemah Alkitab terbitan Mutiara Jakarta mencatat bahwa Kitab Bibel yang sudah dianggap suci oleh sebagian kaum Nasranni telah mengalami penterjemahan terus menerus, yaitu:
1.Pertama Alkitab(Bibel) itu diterjemahkan dari bahasa-bahasa Yunani oleh William Tyndale, tetapi dia dihukum bakar hidup-hidup dalam bulan Oktober tahun 1536 atas tuduhan dengan sengaja memalsukan terjemahan dari Perjanjian Baru.
2. Pada tahun 1535 Alkitab(Bibel) diterjemahkan oleh Coverdale.
3. Pada tahun 1537 diterjemahkan oleh Thomas Matthew (barang
kali nama samaran dari John Rogers).
4. Pada tahun 1539 kitab “Great Bible” yang direvisi.
5. Pada tahun 1560: “Geneva Bible” diperbaiki.
6. Pada tahun 1568: “Bishop’s Bible” direvisi.
7. Pada tahun 1582 terjemahan Perjanjian Baru dari Vulgata
Latin oleh Ulama Katolik, diterbitkan di Rheims.
8. Pada tahun 1881 “King James Version 1611 direvisi
9. Pada tahun 1901 dibuat Revised Standard Version.
Gereja Katholik pada Konsili di Trente pada tgl.8 April 1546 menetapkan diakhirinya usaha penyusunan dan penterjemahan itu serta haram menterjemahkannya lagi. Tetapi Gereja Protestan menetapkan pokok terjemahannya pada Kitab Perjanjian Baru terbitan Erasmus th. 1516M dan maka tahun 1898 dilakukan perbaikan atas Alktab(Bibel) bahasa Yunani itu di Stutgart oleh Eberhart Nestle.
De Katholieke Encyclopaedie (Bah.Belanda) th 1950 dibawah huruf B(Bibel) h.504 mencatat bahwa penterjemahan Injil (Kitab Perjanjian Baru) ke ke bahasa Belanda terjadi pada abad IX, ke bahasa Jerman abad XI, ke-bahasa Anglosaxon-Inggris Kuno abad XII dan ke bahasa Melayu th 1700M ini dikerjakan oleh Melchior.
Disebabkan karena Alkitab(Bibel) King James Version terjadi banyak kesalahan sehingga merubah arti dan juga karena Perkembangan studi Bible serta banyaknys hasil penemuan manuscrip yang lebih tua maka pada tahun 1870 Gereja Inggris melakukan pemeriksaan dan baru mengedarkan hasilnya kepada umat pada tahun 1885. kemudia pimpinan Nasrani Amerika mengedarkan hasil sadurannya pada tahun 1901. Dan gerak-usaha salin menyalin, koreksi dan perbaikan ini tidak berhenti terutama karena adanya kemajuan dalam ilmu pengetahuan bahasa-bahasa Kuno serta penemuan-penemuan baru dalam arkeologi terpaksa dilakukan revisi tahun 1937, 1946 dan 1951.
Disebabkan karena tiap bahasa terus berkembang geser-menggeser antar bahasa, sehingga banyak bahasa di dunia ini yang mati dan tidak dipergunakan lagi atau tidak lagi dimengerti oleh generasi baru bangsa yang tadinya menggunakan bahasa yang lama itu, misalnya bahasa Mesir purba, bhs.Phoenisia, b. Ibrani purba, b.Inggris kuno, b.Jowo kuno dan seterusnya.
HAMKA dalam bukunya Pelajaran Agama Islam (1961:163) mencatat bahwa beliau pada bulan Oktober 1952 diundang Prof.Hendon, ketua Panitya untuk menyaksikan upacara (Slametan) selesainya penterjemahan Bibel dari bahasa Inggris jaman King James th.1512M ke bahasa Inggris th.1952M di Yale University, New Haven-USA. Bahkan Prof.Hendon tidak malu-malu memuji Al-Quran sebagai asli dan tidak berubah diucapkannya di hadapan HAMKA.
@. Dari beberapa sumber tercatat sebagai berikut:
Kini terdapat 2.436 jumlah bahasa atau 6.912 dialek di dunia yang telah digunakan dalam menerbitkan sedikitnya satu buku dari Alkitab. Alkitab telah dicetak lebih dari 4.700.000.000 eksemplar dan merupakan “buku” yang paling banyak diterjemahkan dan dicetak di dunia (sebagai catatan, jumlah bahasa yang digunakan di seluruh dunia tercatat 6.912 bahasa(Wikipedia Daniel B. Wallace March 19-21, 200).1
Lebih dari 5000 manuskrip salinan dalam bahasa Yunani telah ditemukan dan jumlah tersebut menjadi 24000, semuanya berasal dari abad kedua hingga abad keempat.
Seluruh kitab dalam Perjanjian Lama, termasuk di dalamnya Taurat dan Zabur tidak disusun sekali jadi oleh seorang penulis atau kelompok Maka seluruh kitab ini tersusun dari sumber-sumber yang banyak dan ditulis oleh orang-orang yang banyak pula, yang berasal dari berbagai negeri dan berbagai generasi, di mana masing-masing penulis selain berfungsi sebagai penyalin, juga berfungsi sebagai penyunting dan menambahkan gagasan-gagasan baru ke dalam naskah yang telah ada karena motif tertentu yang tidak selamanya negatif (Dr. Wallace March, 2001).
Jadi penterjemahan Alktab(Bibel) itu tidak cuma terjemah dari bahasa suatu bangsa ke bahasa bangsa lain tetapi dari satu bahasa ke dalam bahasa ini lagi, seperti dari Inggris th.1526 ke bahasa Inggris 1952. Lebih celaka lagi jika dibuat kamus atau Encyclopedi atas lktab(Bibel) dengan bahasa yang lama maka suatu haripun juga akan dibuat pula kamus atau encyclopedi Alkitab(Bibel) kedalam bahasa terakhir yang masih hidup. ]
Jelas sekali bahwa Alkitab(Bibel) akan terus-menerus mengalami perubahan, disesuaikan, ditertibkan, disempurnakan dan sebagainya; sepertihalnya dengan karya-karya tulis yang lain.
@ Al-Quran tetap suci
Jauh berbeda dengan Al-Quran yang merupakan mukjizat kaum muslimin sejagad, bahwa Al-Quran itu harus berbahasa Arab. Semua terjemahan adalah bukan Al-Quran dan isinya dibuat dan ditanggung jawab oleh yang menulis buku itu. Keharusan menggunakan bahasa Arab Al-Quran ini ditegaskan oleh Allah sendiri dalam 11 tempat dalam Al-Quran yaitu: s20a113; s26a195, s42a7, s13a37, s39a28, s16a103, s43a3, s46a12, s41a3, s41a44, s16a106, s12a2. Jumlah huruf sampai bunyi tiap huruf tidak berubah selama 1400 tahun semua dihafal oleh bermilyar-liyar orang Islam dalam shalatnya. Kemudian metode Ta’wil dalam penafasiran Al-Quran tidak bisa dikalahkan oleh metode hermeneutika, sebab menurut Ibnu Rushd guru filosuf dunia berabad-abad lamanya itu menyatakan bahwa syarat bolehnya melakukan Ta’wil atas Al-Quran ini ialah sangat terbatas hanya oleh filosuf Khawashul Khawash dalam bidangnya dan hasil Ta’wil ditutup sangat rapat, sangat dirahasiakan kecuali hanya kepada filosuf yang Iman-Islamnya sama dengan yang pertama, haram dibocorkan kepada orang yang tidak memiliki syarat tersebut dan Ta’wil ini tidak boleh menyimpang dari syari’at Allah Ta’ala.
Kaum Nasrani tidak mungkin dapat melakukan metode Ta’wil (seperti metode dalam ‘Ulumul Quran) sebab bunyi atau kalimat asli kitab sucinya yang akan ditakwil tidak ada, Bibel terjemah adalah produk buatan akal manusia, tidak suci bahkan kitab suci ini telah menyiarkan dan mengabadikan ayat-ayat yang kotor dan porno bahwa para nabi berzina, menyembah berhala, bergulat dengan Tuhan, kata-kata jorok dan cabul.
Pada tahun 1709M Cremer, penasehat raja Prusia menemukan naskah Injil Barnabas dalam bahasa Italia di perpustakaan bangsawan Belanda di Amsterdam. DR. Khalil Sa’adah berkebangsaan Libanon wafat di Brazilia mengatakan bahwa Injil Barnabas ini berasal dari perpustakaan Paus Sixtus V (1590M) yang diambil oleh Framino orang dekat Paus naskah itu diterjemah ke bahas Spanyol th.1784, diterjemah ke bahasa Inggris oleh Sale dan diterjemah ke bahasa Arab oleh Khalil Sa’adah sendiri. Umat Kristen menolak Injil Barnabas sebab Injil ini mengajarkan bahwa Yesus adalah manusia biasa, bukan Tuhan. Kemudian pada tahun 1886 diketemukan lagi Injil Petrus di Ahmim Mesir Utara, isinya banyak berbeda dengan Injil yang lain.

7. Kekisruhan dan perubahan
Kitab Perjanjian Lama yang aslinya berbahasa Ibrani Purba jaman Nabi Musa a.s. dan Kitab Perjanjian Baru aslinya berbahasa Aramia atau Ibrani Baru jaman Nabi ‘Isa s.a., maka materi aslinya tidak diketemukan lagi kecuali naskah ribuan tahun sesudah wafatnya Nabi Musa dan nabi-nabi jaman purba serta naskah yang diberi judul Injil dan lain-lain yang ditulis 30-70 tahun sepeninggal Nabi ‘Isa a.s. yang ditulis dalam bahasa Yunani, bukan tulisan dalam bahasa Ibrani. Oleh karena naskah yang diketemukan itu tertulis dalam bahasa Yunani, maka naskah inilah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan semua bahasa.
Seluruh terjemahan Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru, karena asli kedua kitab (PL dan PB) yang paling awal tidak diketemukan, maka semua bunyi-kata-kata isi kedua kitab(PL&PB) yang sebelumnya yang diterjemahkan tidak pernah ikut dilampirlan bersama pada terbitan baru dengan bahasa baru, seluruh terjemah PL&PB itu berdiri sendiri lepas dari kedua kitab PL&PB sebelumnya yang diterjemah tadi sejak dahulu kala ribuan tahun itu sampai sekarang millennium ketiga ini dan akan berlangsung selama-lamnya!!!
Tiap bangsa mempunyai bahasa/huruf untuk menulis bahasa itu dengan bahasa/huruf yang tidak sama bahkan tidak diganti dengan kata&bunyi-hurufnya di dalam bahasa&huruf bangsa lain. Bagaimana menulis dan menterjemahkan naskah dalam bahasa IBRANI PURBA ke dalam bahasa Nippon dengan huruf Kanji, menterjemahkannya ke dalam bahasa&huruf Jowo dan bagaimana menterjemahkan Sumpah Palapa Gajah Mada dari bahasa&huruf Jowo kuno itu ke dalam bahasa Ibrani, bahasa Cina, bahasa Prancis atau bahasa Urdu????
Contoh terjemah Bibel Injil Matius 26 ayat 49-50 bahasa Arab, bahasa Inggris, Belanda dan Indonesia:
(1) Bibel bahasa Arab, Al-Kitabul Muqaddas, terbitan American Bible, Bairut, tahun 1897,1902,1926 dan 1946 (yang tersimpan di Perp.Islam Jogja), Kitab Matius 26 ayat 49-50 berbunyi sebagai berikut:
فَلِلْوَقْتِ تَقَدَّمَ اِلَي يَسُوْعِ وَقَالَ اَلسَّلَامُ يَاسَيِّدِيْ وَقَبَّلَهُ -0-فَقَالَ لَهُ يَسُوْعُ لِمَاذَا جِئْتَ
(2) Holly Bible, Mission Radstock House Eccleston, London terbitan 1957, Kitab Matius 26 ayat 49-50 berbunyi sbb:
“And forth with he comes to Yesus and said: “Hail, Master, and kissed him. And Yesus said into him, Friend where fore art thou come?”
(3) Heilig Bybel, Britische en Buitenlandsche, Bijbelgennotschap, London, terbitan 1922 kitab Mat 26 ayat 49-50 berbunyi sbb:.
“En terstond komende to Yesus, zeide hij: Wees gegroet Robbi en hij kuste hem. Maar Yusus zeide to hem: “ Vriend waartoe zij gij hier?”
(4) Alkitab terbitan LEMBAGA Alkitab, Jakarta, cet.1965 Kitab Matius 26 a 49-50 berbunyui sebagai berikut:
“Maka ketika itu juga datanglah ia mendapatkan Yesus sambil berkata: “Assalamu alaikum ya Robbi” lalu mencium Dia. Maka kata Yesus kepadanya: “Hai sahabat, lakukanlah maksud engkau datang ini”
@Pernyataan dan pengakuan
• Tafsir Al-Manar (Juz IX,h.231-299dan Juz VI, h.86) bunyi “Paracletos” dalam Inji Yahya 14 ayat 16 dan Injil Yahya 15 ayat 26, dari bahasa Yunani ini artinya:Pembela, setelah diteliti berasal dari “Periclutos” artinya ialah “Yang terpuji”, yang tulisannya hampir sama antar keduanya, padahal artinya sangat berbeda. Pada halaman lain (Juz ix, h.289 dan 263) Al-Manar mencatat masing-masing bunyi dan artinya, yaitu:
a) Paracletos=اَلْمُعَزِّيُ-اَلْمُعِيْنُ-اَلْمُحَاجُّ =Pembela;
b) Periclutos =اَحْمَدُ-مُحَمَّدٌ =Terpuji;
c) Periclie=اَلْمَجِيْدُ- اَلشَّهِيْرُ = Termasyhur, terkenal.
• Dalam Injil Yahya 14 ayat 16 dan 15 ayat 26, terjemah dalam Bibel Bahasa Arab terbitan 1902 berbunyi:” مُعَزِّيٌ“(Pembela), maka dalam Bibel terbitan Alkitab, Jakarta, 1965 bunyi itu disalin menjadi “Penghibur”. Menurut G.A.Nalino pakar bahasa Yunani bahwa “Paracletos” artinya “Pembela” diduga asal dari bunyi “Periclutos” memang tulisannya hamir sama, tetapi artinya ialah “Yang terpuji” sama dengan yang tertulis dalam Injil Barnaba pasal 28-29 tertulis dengan احمد = terpuji.
• Tafsir Al-Manar (Juz iii,h.157) mencatat bahwa seorang Peneliti yang bernama Rahmatullah al Hindi setelah memeriksa Bibel koleksi pribadi terbitan 1811, 1816, 1825, 1831, 1844, 1860 dan yang lain, maka Rahmatullah menyatakan bahwa sudah berulang-ulang meminta pakar terbaik pimpinan gereja di sana untuk mempertanggung jawabkan berbagai macam kekisruhan, perubahan, penggelapan karena tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa baru yang menyangkut masalah yang ringan sampai akidah yang paling berat. Dari salah satu pertemuannya, maka mereka hanya menjawab meminta maaf sambil mengatakan bahwa karena tidak adanya sandaran awal di jaman permulaan dahulu maka terjadi keributan dan malapetaka sejak tahun-tahun 313M dan sesudahnya. Demikian ditulis Rahmatullah dalam kitabnya Izharul Haq.
• Buku “Islam Integrasi Ilmu dan Kebudayaan-Sidi Ghazalba” halaman 104 mencatat bahwa terjadinya kekisruhan, perubahan dan malapetaka Alkitab(Bibel) di sana sebabnya ialah karena akibat penterjemahan dan salin menyalin dengan tidak menyertakan naskah yang diterjemahkan.
• Buku “Islam Dihujat” (2004,h.333), maka Hj. Irene Handono” memberikan 50 contoh ayat buatan akal manusia artinya tidak suci dan ada 49 ayat kontradiktif. Dan masalah ini diakui oleh tokoh Kristen sendiri: DR.G.C.vanNiftrik, DR.B.J.Bolland, DR.Mr.D.C Mulder, DR.Welter Lempp, DR.R.Soedarmo.
• Molyadi Samuel dalam bukunya: Dokumen Pemalsuan Bibel (2002:29&77) mencatat 101 contoh ayat kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Lama dan 101 contoh ayat kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Baru.
• Penyusun Bibel bahasa Arab (Alkitabul Muqaddas) terbitan Th.1902 halaman pertama menulis catatan yang artinya ialah: “Dalam Bibel ini ada pengurangan-pengurangan dan tambahan-tambahan dari aslinya bahasa Yunani atau Ibrani atau Kildania”.
• Pendeta K.Riedel dalam bukunya “Tafsir Al-Kitab-Injil Markus” halaman 11, menulis sebagai berikut: “Beberapa naskah lama ada tambahan “Anak Allah” dalam Markus 1:1 sedangkan dalam naskah bahasa Belanda yang baru tidak ada kata-kata “Anak Allah”.
• Tidak dapat kita menentukan entah ada tertulis dalam Injil Markus 1:1 yang awal ada “Anak Allah’ apa tidak ada. Tetapi dalam Al-Kitab terbitan Jakarta 1965 tertulis Yesus Kristus “Anak Allah”.
@ H.Sanihu Munir Dr,SKM,MPH dalam Islam Meluruskan Kristen (2004h82) mencatat pernyataan George Davidson dalam bukunya The Gospel of Yesus bahwa para penterjemah Bibel itu suka mengubah/memodifikasi dengan akal mereka dalam menterjemahkan Bibel yang dikerjakannya; Dan Robert Funk dalam bukunya Honest to Yesus menyalahkan pemimpin gereja yang tidak menyertaka naskah asli yang diterjemahkan, sehingga menyesatkan pembacanya mereka adalah pengkhianat.
Terhadap semua ini Al-Quran memperingatkan sebagai berikut:
@أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ(75)وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا قَالُوا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُمْ بِهِ عِنْدَ رَبِّكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ(76)أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ(77) وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ(78)البقرة)
Artinya:
“Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: “Kamipun telah beriman,” tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: “Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mu’min) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?” Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga”(S.2 al-Baqarah 75-78).
Lihat juga S.4 An-Nisa` 46 dan S.5 Al-Maidah 41 bahwa mereka suka mengubah ayat-ayat suci sesudah mengerti mereka membuat akal-akalan.
@ Hermeneutika
Disebabkan karena perubahan, keruwetan, kekisruhan, kekacauan bunyi ayat-ayat sampai makna isi kandungan Bibel atau Alkitab sebagaimana data-fakta diatas, maka para ahli pikir Nasrani mengambil jalan pintas melalui Metode Hermeneutika untuk nekad membela agama Kristen atau Nasrani mereka. Hermeneutika berasal dari filsafat Yunani, bagaimana Hermes sebagai dewa diutus oleh Zeus untuk menterjermahkan pesan Zeus (Tuhan) agar mudah difaham oleh manusia di bumi. Oleh Schleiermacher agamawan-teolog Jerman makna hermeneuitika ditingkatkan lebih luas dan filosufis kemudian oleh Dilthey ditekankan kepada historitas teks dengan kesadaran sejarah yang mengharuskan pembaca teks bersikap kritis atas teks dan konteks sejarahnya, dengan mengabaikan nilai kekudusan atau desakralisasi artinya tidak menganggap suci lagi kitab-kitab suci. Dengan metode Hermeneutika mereka mengambil ajaran agama melalui penelitian atas pengarang Bibel (Alkitab) dan umat yang dituju oleh pengarang serta mengggali makna naskah Bibel (Alkitab) dengan metode allegoris mengambil arti kiasan yang tersembunyi dengan mengabaikan bunyi teks naskah yang indrawi.
Metode Hermeneutika yang digalakkan oleh cendekiawan kaum Nasrani itu merupakan pengakuan yang tidak main-main bahwa Alkitab(Bibel) itu buatan akal manusia bukan wahyu dari Tuhan jadi tidak suci lagi karena campur tangan manusia, sebab yang asli memang tidak diketemukan, yang diketemukan tidak lain kecuali terjemahan dalam bahasa Yunani, diterjemahkan ke bahasa Latin, diterjemahkan lagi ke bahasa Belanda, Inggris, dan semua bahasa di dunia, jadi isinya ialah hasil akal manusia. Sehingga mencari kebenaran ajaran agama Nasrani tidak melalui Kitab Suci Bibel tetapi lebih menekankan apa yang ada di luar Kitab Alkitab(Bibel), lebih kasarnya Kitab Bibel tidak perlu dipercaya.
Dalam metode hermeneutika ada 6 aliran pemikiran, yaitu Schleiermacher (1834), Emilio Betti (1968), Erick D.Hirrch (1928)H.G.Gadamer (1900), Dilthery(1911), Heidegger (1976) yang pada prinsipnya mereka menganggap bahwa semua pemahaman itu hanyalah penafsiran dan tergantung subyektifitas orang yang menafsirkannya. Perlu ditegaskan bahwa Hermeneutika haram masuk kedaam Al-Quran dan nilai Riwayat Sababun Nuzul diperselisihkan oleh para ulama.
BAB TIGA
Kembali kepada Agama Tauhid
Masalah ke-3: Bagaimana estimasi mengenai nasib agama Nasrani untuk meluruskannya kembali? Jawaban semnetara Menurut Al-Quran :Para petinggi kaum Nasrani harusnya mengembangkan ajaran agamanya itu kembali kepada agama-Tauhid.
Kita semua mempelajari riwayat para nabi dan rasul melalui sumber yang paling tepercaya yaitu firman Allah dan hadis Nabi Muhammad Saw. Khususnya mengenai riwayat Nabi ’Isa a.s. dan perkembangan agama Nasrani kita melihat data dan fakta sejarah yang ilmiah. Maka dari itu estimasi atau perkiraan mengenai bagaimana nasib agama Nasrani yang mencakup semua aliran dalam agama Nasrani, Katholik, Protestan dan sebagainya kita tidak bisa lain kecuali apa yang dikehendaki Allah yang mengutus nabi dan rasul, ikut saja apa yang dikehendaki Allah dalam Al-Quran supaya kembali kepada agama Tauhid hanya menyembah dan mengabdi kepada Allah tidak menambah tidak menguranginya. wahyu yang disanpaikan melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah Saw sebagai berikut:
ُقلْ يَاأَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ(ال عمران 64)

3:64. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”(S.3 Ali ‘Imran 64).

يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا ( النشاء 171)
4:171. Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”(S.4 an-Nisa` 171).
Wallahu a’lam bish-shawab
Internet:http://pondokquranhadis.wordpress.com Email:pondokilmu7@gmail.com
Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com,Email:h.imam.muchlas.@gmail.com

Oleh: pondokquranhadis | Maret 22, 2012

NABI ‘ISA DALAM AL-QURAN DAN YESUS DALAM BIBEL

012-2-25 Tafsir Tematis Kontemporer

Antara
Nabi Isa dalam Al-Quran&Yesus dalam Bibel

Al-Quran S.5 Al-Maidah 46
وَقَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ (الماءدة46 (
“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (S.5 Al-Maidah 46).
Tema dan sari tilawah
Dari pengertian kata-kata dan jalinan kalimat S.5 Al-Maidah 46 di atas dapat diambil tema dan sari tilawah sebagai berikut:
1. Allah telah mengutus para nabi dan rasul untuk membimbing umat manusia.
2. Allah mengutus Nabi ‘Isa menyusul sesudah para nabi-nabi itu, yaitu setelah N.Yahya.
3. Nabi ‘Isa menerima kitab Injil dan memperkuat ajaran para nabi dengan rasul sebelumnya.
4. Kitab Injil berisi hidayah, nur, tashdiq membela isi Taurat dan nasehat kepada orang yang bertakwa.
C. Masalah dan analisa jawaban
Usaha untuk memperdalam pemahaman kita lebih lanjut lagi, maka perlu kita menelusuri makna yang masih tersimpan di sana melalui beberapa pertanyaan berikut:
1. Bagaimana risalah para nabi dan rasul menurut Al-Quran? Jawaban sementara: Menurut Al-Quran bahwa semua nabi atau rasul itu mengajarkan agama Tauhid, tetapi Kaum Yahudi mengangkat ’Uzair menjadi Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak.
2. Bagaimana sejarah perkembangan agama Nasrani dalam Al-Quran dan bagaimana perkembangan agama Nasrani sekarang?Jawaban sementara: Al-Quran mencatat bahwa Nabi ’Isa tidak mendapat kesempatan yang cukup untuk mengembangkan risalahnya, disebabkan karena ancaman musuh-musuh beliau, maka akibatnya risalah Nabi ’Isa kurang berkembang bahkan kaumnya terseret ke dalam kesesatan politheisme (banyak tuhan).
3. Bagaimana estimasi mengenai nasib agama Nasrani untuk meluruskannya kembali? Jawaban semnetara:Para petinggi kaum Nasrani harusnya mengembangkan ajaran agamanya itu kembali kepada agama Tauhid.
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Risalah para nabi dan rasul
Masalah ke-1: Bagaimana risalah para nabi dan rasul menurut Al-Quran? Jawaban sementara: Menurut Al-Quran semua nabi atau rasul mengajarkan agama Tauhid, tetapi Kaum Yahudi mengangkat ’Uzair menjadi Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak dan para pimpinan gereja mengaku mendapat wewenang kekuasaan dari Tuhan Yesus, Anak-Nya yang Tunggal.
Semua nabi dan rasul mengajarkan agama Tauhid sebagaimana firman Allah di dalam A-Quran berikut: s4a163; s42a13;
Teracatat dalam Al-Quran para nabi dan rasul itu mengajak kepada agama Tauhid ajaran ini ditetapkan oleh Allah sebagai syari’at agama Allah, termaktub dalam Al-Quran:
إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَءَاتَيْنَا دَاوُدَ زَبُورًا(النساء163)
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, `Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud”(S.4. An-Nisa` 163).
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ (الشوري 13)
“Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya)” (S.42 Asy-Syura 13).
Dalam dakwahnya para nabi itu menyatakan ”Sembahlah Allah tidak ada Tuhan kecuali Allah” misalnya dakwah Nabi Nuh a.s tercatat dalam Al-Quran:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ(59) (الاعراف 59)
”Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).(S7 Al-A’raf 59 danS.23 Al-Mu`minun 23, 32).
Dakwah yang sama dinyatakan oleh Nabi Hud, Shalih dan Syu’aib dicatat Allah dalam Al-Quran: Nabi Hud S.(7 Al-A’raf 65 , S.11 Hud 50), Nabi Shalih ( (S.7 Al-A’raf 73; S.11 Hud 61); Nabi Syu’aib (S.7 Al-A’raf 85; S.11 Hud 84).
~~ Nabi Ibrahim sangat keras mengajarkan agama tauhid sekaligus sangat tegas melawan penyembahan kepada berhala. Dikisahkan di dalam Al-Quran bagaimana ceritanya Nabi Ibrahim a.s. memperhatikan bintang-bintang di langit, rembulan yang lebih besar sampai kepada matahari yang sangat besar akhirnya bertemu dengan Tuhan yang Maha Esa, hal ini dikisahkan dalam Al-Quran S.6 Al-An’am 75-79.
Nabi Ibrahim menentang penyembahan kepada berhala dan memenggal kepala-kepala berhala sesembahan mereka maka akibatnya Nabi Ibrahim dihukum bakar oleh Raja Namrud, tercatat dalam Al-Quran S.21 Al-Anbiya` 52-77.
~~ Nabi Musa berdakwah kepada Fir’aun yang mengaku menjadi Tuhan (s79a24), maka Nabi Musa mengajak Fir’aun kepada agama Tauhid sehingga terjadi dialog tanya tanya-jawab antara keduanya tentang Tuhan termaktub dalam Al-Quran S.20 Thaha 49-55.
~~ Nabi ‘Isa berseru kepada kaumnya untuk menyembah Allah Tuhan yang Maha Esa tertulis dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 72; dan ayat 116-17; S.43 Az-Zuhruf 64.
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْإِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ(المائدة 72)
5:72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun”(S.5 Al-Maidah 72).
5:116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib”.
5:117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu”( S.5 Al-Maidah 116-117)
~~ Nabi ‘Isa .a.s. menyeru kepada agama Tauhid menyembah hanya Allah jangan menyembah dirinya:
إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ( الزحرف 64)
43:64. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus”(S.43 Az-Zuhruf 64).
~~ Rasulullah Muhammad Saw jelas mngajarkan agama Tauhid sama dengan ajaran semua nabi dan rasul sebelum beliau sebagaimana sabda beliau tercatat dalam hadis shahih:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِاللَّهِ رَضِي اللَّهم عَنْهممَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَرَجُلٍ بَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَتَعَجَّبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ (رواه البخاري 3270 ومسلم 4240)
” Dari Jabir bin ’Abdullah Raa berkata; Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: ”Perumpamaan aku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia menyempurnakannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) lalu manusia memasuki rumah tersebut dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; ’Duh seandainya saja labinah ini disempurnakan!”(HR Bukhari no.3270 dan Muslimno.4240).
Allah selalu mengirim nabi atau rasul kepada tiap-tiap umat sebagaimana disebut dalam Al-Quran: s16a36;s10a47. Akan tetapi makin lama ditinggal wafat nabinya maka umat itu melakukan penyimpangan-penyimpangan makin lama makin jauh, misanya kaum Yahudi mengangkat ’Uzair sebagai Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak (S.9 At-Taubat 30-31) maka Allah lalu mengutus lagi nabi atau rasul untuk mengajak kembali kepada agama Tauhid. Allah berfirman:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ(30)اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ(31)(التوبة 30-31)

9:30. Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
9:31. Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”(S9 At-Taubat 30-31).
BAB DUA
Antara akal dengan wahyu
Masalah ke-2: Bagaimana sejarah perkembangan agama Nasrani dalam Al-Quran dan bagaimana perkembangan agama Nasrani sekarang? Jawaban sementara: Al-Quran mencatat bahwa Nabi ’Isa tidak mendapat kesempatan yang cukup untuk mengembangkan risalahnya, karena ancaman musuh-musuh beliau, maka akibatnya risalah Nabi ’Isa kurang berkembang bahkan penganutnya terseret ke dalam kesesatan politheisme – meyembah banyak tuhan.
1. Asas pandangan
Islam mengajarkan bahwa Yesus yang disembah kaum Nasrani itu adalah seorang manusia yang diutus Allah untuk menjadi nabi dan rasul. Maka berita atau riwayat Nabi ’Isa dengan ajarannya yang datang dari luar Al-Quran dan hadis merupakan campuran antar ajaran yang dibuat akal manusia dicampur dengan ajaran yang benar dari Allah. Inilah penjelasan yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Saw. sebagaimana tercatat dalam hadis shahih berikut:
َعنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهم قَالَ كَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَقْرَءُونَ التَّوْرَاةَ بِالْعِبْرَانِيَّةِ وَيُفَسِّرُونَهَا بِالْعَرَبِيَّةِ لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوهُمْ وَقُولُوا ( آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا ) الْآيَةَ (رواه البخاري4125)
“Dari Abu Hurairah r.a. berkata; “Orang-orang ahlu kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani dan menjelaskannya kepada orang-orang Islam dengan bahasa arab. Melihat hal itu Rasulullah Saw. bersabda: Janganlah kalian mempercayai ahlu kitab dan jangan pula mendustakannya. Tetapi ucapkanlah; “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang telah diturunkan kepada kami. (Al Baqarah; 136)(HR Bukhari 4125).
Lebih jauh dapat kita memilih dan memilah dengan analisa kritis atas berbagai masalah berikut:
2. Asal keturunan Nabi ‘Isa A,s.
Dalam ajaran Islam, silsilah anak yang tidak diketahui ayahnya maka dia dinisbatkan melalui ibunya, oleh karena itulah Abu Ishaq ats-Tsa’alibi (427H) dalam kitab Qashashul Anbiya’ (tth:207) menulis silsilah Nabi ‘Isa itu melalui Maryam ke atas sampai Nabi Dawud bahkan ke atas lagi sampai Nabi Ibrahim. Memang Allah sendiri yang menegaskan ‘Isa itu putera Maryam dalam Al-Quran sampai 21 kali misalnya S.61 Ash-Shaf 14 dan seterusnya semua menyebut ‘Isa anak laki-laki Maryam.
Adapun Maryam disebut Allah dalam Al-Quran s19a28 sebagai saudara Harun, maka para ulama tafsir sedikit berbeda pendapat mengenai siapa Harun dalam s19a28 ini, yaitu sebagaimana sebagai berikut:
Dari 7 kitab Tafsir hanya Durrul Mantsur (Juz 5,h.506) yang tidak menyebut Harun itu saudara Maryam. Dua kitab Tafsir, Ath-Thabari Juz 16,h.58 dan Tafsir Al-Qurthubi Juz 11,h.99 menyebutkan Harun ini bukan saudara Musa. Ada Empat kitab Tafsir Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Durrul Mantsur dan Adhwa’ul Bayan yang menyebutkan bahwa nama Harun adalah suatu julukan atas orang yang alim soleh. Sedangkan yang mencatat bahwa Maryam adalah anak keturunan Nabi Harun ialah Tafsir Al-Qurthubi, Ats-Tsa’labi dan Durrul Mantsur yang menegaskan bahwa Maryam yang disebut dalam S.19a 28 di atas adalah anak keturunan Harun saudara Musa.
Empat Injil (Perjanjian Baru) kecuali Injil-Markus semua menyatakan bahwa silsilah Yesus itu dinisbatkan kepada Yusuf, maka Lukas 3 ayat 23-31 mencatat silsilah Yesus sampai N.Dawud = 42 tingkatan nasab, Injil Matius 1 ayat 1-16 = 27 tingkat, Injil Yahya 6 ayat 42 mencatat bahwaYesus itu anak Yusuf. Pernyataan ini sendiri sangat bertentangan dengan Injil Lukas Pasal 1 ayat 27 dan Pasal 2 ayat 5 bahwa Yusuf itu tunangan Maryam bukan suaminya, kemudian Injil Matius ayat 25 menegaskan bahwa Yusuf tidak bersetubuh dengan Maryam.
Maka Al-Quran menolak Injil Matius 1 ayat 6-16 dan Lukas 3 ayat 23-31 yang mengaitkan N.’Isa itu adalah anak Yusuf. Apa maunya para penulis Bibel ini, menyatakan Yesus itu anak Yusuf lalu diangkat menjadi Tuhan Anak???
Al-Quran menegaskan 21 kali bahwa Nabi ‘Isa itu anak laki-laki Maryam, yaitu: Qs2a87,253; s3a45; s4a157,171; s5a17 (2kali) ,46,72,75,78,110,112,114,116; s9a31; s19a16,27,34; s23a50; s33a7; s576a27; s61a6 semua menegaskan bahwa ‘Isa itu anak laki-laki Maryam. Al-Quran menolak Injil Lukas 3 ayat 23-31 tentang silsilah ‘Isa melalui Yusuf dan Yehuda yang dicoreng sangat hina oleh penulis Bibel kitab Kejadian 38 ayat 18.
Sayang sekali karena situasi dan kondisi yang tidak kondusif maka terdapat banyak sekali buku-buku yang diberi judul sebagai Kitab Injil ’Isa.
Suasana makin menjadi-jadi makin panas akhirnya musuh-musuh Allah menyerang dan berusaha keras membunuh beliau.
Tafsir Ibnu Katsir mencatat bahwa sebagian ulama menfasirkan Qs4a157 berkata bahwa bukan Nabi ’Isa yang ditangkap menurut kaum Yahudi, tetapi seseorang yang mirip dengan Nabi ’Isa padahal Nabi ’Isa sendiri selamat ada yang menfasirkan Nabi Isa naik ke langit Faham aliran Ya’qubi sebagian aliran mengatakan Nabi ’Isa disalib tetapi belum sampai wafat lalu ditolong oleh murid belaiau lalu diobati dan selamat dari kejaran penyerang itu, tetapi Allah telah mengangkatnya ke tempat yang terhormat sebagaimana Allah berfirman:
“…dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa”(S.4 An-Nisa` 157).
3. Kejadian Nabi ‘Isa dan mukjizat-nya
Al-Quran menerangkan bahwa Nabi ‘Isa itu diciptakan Allah tidak dengan bapak tidak berbeda dengan penciptaan Nabi Adam yang diciptakan bahkan tidak dengan ibu dan tanpa bapak, untuk menciptakan makhluk, maka Allah cukup dengan pernyataan “KUN” artinya “Jadilah kamu” maka terjadi betul-betul apa yang dikehendaki Allah (Lihat Qs3a59 dan 47). Semua ulama tafsir menyatakan bahwa Lafal “Ruhul Qudusi” pada Firman Allah dalam Al-Quran s5a110, s2a87, s2a253, s16a102, adalah malaikat Jibril; Sedangkan lafal “Ruh” yang dihembuskan Allah kepada Nabi ‘Isa yang termaktub dalam Al-Quran s4a171, s66a12,s21a91 tidak ada bedanya dengan Roh yang dihembuskan Allah kepada Adam yang disebut-sebut dalam Al-Quran s15a29, s38a72, sama dengan roh Allah yang dihembuskan kepada seluruh umat manusia ini ditegaskan Allah dalam Qs32a8-9.
Jadi Tuhan Roh Kudus dalam ajaran Nasrani itu sebenarnya adalah malaikat Jibril yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan berita akan datangnya N.’Isa itu kepada Maryam dan tidak ada kelebihan kehebatan yang luar biasa Jibril sampai mirip atau menyerupai sifat-sifat Allah, ini tidak ada. Tentang proses kejadian Nabi ‘Isa ini diterangkan dalam Al-Quran terutama dalam Qs19a17-33; s3a45-47).
Mengenai perbuatan luar biasa Nabi ‘Isa A.s. dapat membuat burung, menghidupkan orang mati, mengobati orang sakit kusta menjadi sembuh, seluruhnya adalah mukjizat dari Allah dan dengan ijin dari Allah bukan kemauan Nabi ’Isa sendiri seperti yang ditegaskan Allah dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 110 dan S3 Ali ‘Imran 49.
Masalah kelahirannya tidak dengan ayah dan perbuatan yang luar biasa Nabi ‘Isa inilah yang menjadi alasan kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak yang juga disebut dengan Anak-Nya yang Tunggal. Semua ini ditolak oleh Allah melalui AlQuran tersebut diatas.
@ Di jaman modern sekarang sudah ada Ilmu Biologi atau Ilmu Kedokteran yang membuat proyek BAYI TABUNG dan banyak berhasil, maka dilihat dari sudut pandang tertentu dapat dikatakan bayi tabung lahir tanpa bapak???
Perbandingan Nabi ‘Isa a.s. putera Maryam tanpa ayah kemudian diutus Allah menjadi Nabi dan Rasul itu, adalah seperti halnya Adam tanpa ayah zonder ibu dan Ibu Hawa diciptakan Allah melalui Adam tanpa ayah tanpa ibu, kemudianHawa menjadi ibu dari seluruh umat manusia, Allah berfirman: “Sesungguhnya perbandingan kejadian Nabi Isa di sisi Allah adalah sama seperti kejadian Nabi Adam, Allah telah menciptakan Adam dari tanah, lalu berfirman kepadanya: ‘Jadilah engkau! maka menjadilah ia ” (S.3 Ali Imran 59.
Nabi ’Isa a.s. diutus oleh Allah kepada kaumnya sendiri yaitu Bani Israil di Palestina, dengan kitab Injil untuk melengkapi Taurat dan Zabur. Segala firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi ’Isa ditulis oleh murid beliau dengan tulisan Ibrani (Hebrew). Ketika Maryam menggending bayi ’Isa diolok-olok oleh kaum Yahudi maka bayi ’Isa menjawab termaktub dalam firman Allah :
“Ia (’Isa) menjawab: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah; Ia telah memberikan kepadaku Kitab Injil dan Allah telah menjadikan daku seorang Nabi” (S.19 Maryam 30).
“Dan sesungguhnya Allah ialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah oleh kamu kepada Dia, inilah jalan yang betul atau lurus”. (S.19 Maryam 36). .
Ayat-ayat diatas membuktikan dengan jelas bahwa Nabi ’Isa a.s. itu hanyalah makhluk yang diangkat Allah menjadi Nabi dan Rasul bukanlah sebagai anak Tuhan seperti yang diakukan oleh orang Nasrani. Sedangkan Kitab Injil yang asli dengan tegas dan jelas menyuruh para pengikutnya agar menyembah Allah sendiri tidak menyekutukannya dengan yang lain.
Hj.Irene Handono dalam bukunya ”Islam Dihujat” (2004h334) mencatat bahwa dalam Alkitab(Bibel) sekarang masih ada beberapa -ayat yang benar yang mengajak ke ke-Esaan Tauhid
~~ Mengajak kepada agama Tauhid, yaitu Kitab Ulangan 4:35; Ulangan 6:4; Ulangan 32:39; II Samuel 7:22; Mazmur 86:8; Yesaya 45:5-6; Yesaya 43:46:9; Markus 12:29; Yohanes 5:30; Yohanes 17:3.
~~ Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan Bapa: Yohanes 10:29;Yohanes 14:28; Markus 16a19; Roma 8:4; Kisah Para Rsul7:56; Mateus 24:36; Mateud 11:25: Lukas 10:21; Mateus 27:46; Markus15:34; Lukas 23:44-46; Yohanes 19:30; Yohanes 5:30.
~~ Yesus itu utusan Tuhan Bapa: Markus 9:37, Yohanes 24:24,30, Yohanes 7:29,33; Yohanes 8:16,18,26; Yohanes 10:36; Yohanes 11:42; Yohanes 13:20; Yohanes 16:5; Yohanes 17:3,8; Yohanes 23:25,25.
4. Asal usul faham Trinitas
Hasil penelitian pakar sosiologi-antropologi seperti Koetjaraningratm, Piddington, Maslow menunjukkan bahwa semua manusia percaya akan adanya kekuatan di atas akal manusia. Demikian juga hasil pemikiran para filosuf menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang mutlak absolut di atas segala sebab, materi, energi maupun waktu dan untuk mudahnya sesuatu ini disebut Tuhan, dalam Islam sesuatu yang mutlak absolut ini dinamakan Allah.
Masyarakat orang-orang primitif percaya kepada adanya dewa dan jumlahnya banyak, tetapi dalam perkembangan pikiran mereka akhirnya mereka sampai kepada kepercayaan akan adanya satu saja dewa yang paling besar, paling hebat misalnya teori para filosuf Yunani dan ahli pikir Mesir Purba demikian juga masyarakat Arab Jahiliyah. Dari sisi lain dapat kita sebut saja yang paling besar itu ialah Tuhan yang Maha Kuasa. Jadi menurut otak akal manusia maka asal usul agama itu dari Politeis menyembah banyak tuhan berkembang menuju Monoteis menyembah Tuhan yang Maha Esa.
Kaum Nasrani membuat rumusan bahwa firman Allah itu bersama dengan Tuhan dan firman itu adalah Tuhan tertulis dalam Injil Yohanes:
“Maka pada awal pertama adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itulah juga Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan Olehnya, maka jika tidak ada Ia tiadalah juga barang sesuatu yang telah jadi”(Yahya 1 ayat 1-3)
Tafsir Al-Manar (J3h304) menjelaskan “Al-Kalimat” yang disebut-sebut Al-Quran dalam s4a171 dan s3a45-47 maksudnya adalah falal “Takwiniyah” bahwa untuk menciptakan sesuatu maka Allah cukup dengan menetapkan pernyataan “KUN” dan berlaku terhadap seluruh makhluk termasuk cara menciptakan Nabi ‘Isa. Dengan demikian maka Nabi ‘Isa itu makhluk terwujud sesudah pernyataan Allah: KUN !!! Sebelumnya belum ada. Nabi ‘Isa bukan firman tetapi brtyuhud setelah akibat dari firman Allah, sama sekali tidak benar bahwa Nabi ‘Isa itu firman, juga bukan sabda Tuhan. Bisa kita permudah bahwa bunyi KUN ini sebagai perintah, jika ditulis bentuknya surat perintah atau kertas, jadi Nabi ‘Isa itu bukan kertasnya tetapi hasil dari perintah.
~~Arnold Toynbee dalam bukunya A Study of History, jilid iv halaman 77 menyatakan bahwa banyak sekali pesamaan kisah Yesus dengan dongeng Helenisme-Yunani: Agis, Cleomenes, Eunus, Solvius, Tiberius dll.
~~Lord Heardly dalam bukunya The Affinity between Original Church of Yesus Chris and Islam halaman 75 menyatakan semua ajaran pokok Agama Kristen itu tidak dari Yesus tetapi semua dogma itu bulat-bulat dioper dari agama kafir Paganisme yang dipaksakan masuk ke dalam agama Kristen yang dikerjakan oleh pendeta-pendeta mereka 300 tahun sepeninggal Yesus, umpamanya kisah Mitraisme-Persi, Adonis-Atis dari Syria, Osiris-Isis-Horus dari Mesir, Dionysos dari Yunani.
~~J.Plange, Rudolf Seydel, Bruno Freydank maupun C.Isherwood telah mengumpulkan data dan fakta persamaan riwayat tentang Yesus dengan kisah Hindu dan Budha.
~~Leon Gauthier dalam bukunya Introduction L’etude de la Philosphie Musulman (1923:63) menyatakan bahwa sesungguhnya agama Nasrani banyak dimasuki pendapat dan pikiran filsafat New Platonisme Yunani (Syalabi 1964:59).
@ Tafsir Al-Manar (Jxh34) mencatat bahwa ajaran tentang Anak Tuhan turun menjadi manusia dan Tritunggal atau Trimurti itu sudah ada dalam agama Hindu, Budha dan agama-agama di Cina, Jepang, Persi, Syria, Yunani dan Romawi.
Abu Zahrah dalam kitabnya Muhadharat fin Nashraniyah (1949:129) mencatat berbagai macam konsili bapa-bapa gereja Nasrani di jaman dahulu kala, yaitu yang pertama kali ialah tg.20 Mei 325 M Konsili di Nikea yang dihadiri oleh 2018 undangan yang hadir. Tetapi karena campur tangan Kaisar Kosntantin dengan menyerahkan pedang dan cap kerajaan maka 318 peserta dengan melecehkan 1700 bapa gereja yang tidak sefaham, yang 318 anggota ini menetapkan bahwa Yesus adalah Tuhan Anak dan mengusir 1700 peserta lawannya. Kemudian Konsili ke-2 Juli 381 M di Konstantinopel dengan 150 bapa gereja menetapkan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan dan lengkaplah Trinitas Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Konsili sesudahnya menetapkan sifat-sifat dan pembagian kerja Tuhan Bapa, Anak dan Roh Kudus serta juga menetapkan naskah-naskah untuk disahkan menjadi kitab suci, yaitu konsili-konsili tahun 431, 451, 553, 680, 754, 787, 869, 879, 1123, 1179, 1215, 1563, 1598M. Soal Dzat dan sifat Tuhan, misalnya Athanasius menyatakan bahwa saat Maryam melahirkan bayinya maka deti-detik itulah Tuhan datang sendiri ke dunia. Lalu perbuatan Yesus itu perbuatan Tuhan ataukan perbuatan manusi? Kemudian bagaimana kedudukan Maryam itu Ibu Tuhan ibu Manusia ? dst semua ditetapkan oleh konsili-konsili itu dan tercatat pertentangan pendapat pun terjadi sangat keras.
Catatan
@ Kelahiran Yesus diperselisihkan para tokoh Nasrani sendiri: Nabi Isa menurut kepercayaan Islam adalah sebagaio berikut:
Menurut Matius kelahiran Yesus itu jamannya Herodes 7M, ~ Clemen Iskandariya menyatakan bahwa kerlahiran Yesus tgl.20 Mei; Gereja Mesir sampai abad ke-iii meyakini tanggal 6 Januari sebagai hari kelahiran Yesus sama dengan kelahiran Dewa Hellenistis ~ Gereja Yunani sampai tahun 530M mempercayai hari natal itu tanggal 7 Desember.
~ Al-Quran S.19 Maryam 25-29, menyebutkan dengan samar-samar hari kelahiran N.Isa itu pada musim panen kurma di Palestina, sekitar buan Agustus.
Maka pendapat yang paling benar tidak lain kecuali ilmu Tuhan yang memiliki sifat yang Absolut Maha, sedangkan akal manusia itu tidak sempurna, sering salah dan lupa, atau spekulatif-untung-untungan dan hipotetis dianggap benar sementara. Oleh karena itulah maka akal atau otak manusia harus kembali dan berlindung kepada Ilmu Allah sehingga asal usul faham Politeisme atau musyrik, yakni kepercayaan adanya banyak dewa itu adalah hasil akal-akalan manusia yang wajarnya harus berkembang dan kembali kepada faham Monoteisme-satu Tuhan, sama sekali tidak mungkin dari SATU TUHAN MENJADI TIGA TUHAN.
Jadi teori yang paling benar itu ialah Teori Allah bahwa asal usul agama itu Monoteistis bahwa Tuhan itu Maha Esa, teori politheisme (musyrik) itu akal-akalan otak manusia. Tentang asal usul faham Trinitas itu ialah dari akal orang kafir, Allah berfirman di dalam Al-Quran :s9a30
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (30)(التوبة)
Artinya: “”Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?(S.9 At-Taubat 30).
Para tokoh kaum Nasrani mengangkat Nabi ‘Isa menjadi Tuhan Anak berdasarkan filsafat Logos dari Plato Yunani. Logos maknanya akal atau firman, logos itu keluar dari Tuhan sebagai sumber penciptaan. Maka manusia yang ingin berhubungan dengan Tuhan harus melalui logos. Teori ini merembes masuk ke dalam Alkitab(Bibel) Injil Yahya 1 ayat 1-3 yang ditulis pertama kali oleh Yohanees tahun 100 M kira-kira 67 tahun sepeninggal Nabi ’Isa. Adapun bunyi Injil Yahya 1 ayat 1-3 itu ialah:
“Maka pada awal pertama adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itulah juga Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan Olehnya, maka jika tidak ada Ia tiadalah juga barang sesuatu yang telah jadi”(Yahya 1 ayat 1-3).
Mulyadi Samuel AM dalam bukunya Dokumen Pemalsuan Alkitab atau Bibel (2002hx), mencatat bahwa ayat 1-14 Injil Yohanes ini merupakan rekayasa penyalin Injil Yohanes dari hymne Pilo Alexandria yang aslinya berbunyi:
”Pada mulanya adalah Logos (firman), Logos (firman) itu bersama dengan Tuhan dan Logos (firman) itu berasal dari Tuhan”.Penyalin Injil Yohanes merubah kalimat ”Logos itu berasal dari Tuhan diubah menjadi :Firman itu adalah Tuhan” Demikian tertulis dalam catatan kaki Alkitab dari The New Testamen of the New American Bible (1970h203) dan kesimpulan Santo Agustinus dalam bukunya The Confesson of St.Agustine.
5. Sejarah Alkitab (Bibel)
Allah yang absolut Maha dalam segala-galanya tidak mungkin ada sebagian makhluk yang mirip-mirip seperti Allah; Sehingga Allah tidak mungkin mempunyai anak menjadi Tuhan Anak, tidak mungkin Allah mempunyai ibu menjadi Ibu Tuhan, tidak mungkin Tuhan mempunyai ayah menjadi Tuhan Bapa. Soalnya bagaimana caranya Allah mengadakan hubungan komunikasi dengan manusia? Dalam hal ini Allah sendiri sudah berfirman:
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ (51)(الشوري)
Artinya: “Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir {1} atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana”(S.42 Asy-Syura 51)
Kitab suci merupakan himpunan wahyu Allah kepada para nabi dan rasul, yaitu: Shuhuf kitab N. Ibrahim, Taurat kitab N. Musa, Zabur kitab N. Dawud, Injil kitabnya Nabi ‘Isa dan Al-Quran kitabnya N.Muhammad Saw. Inilah kitab suci yang disebut Allah dalam Al-Quran dan ini sangat berbeda dengan Bibel. Bibel kaum Nasrani itu dibagi dua, yaitu:
I. KitabPerjanjian Lama ialah kiatb-kitab yang diaku sebagai kitab para nabi sebelum Nabi ‘Isa yang dipercaya oleh kaum Nasranisebagai kitab sduci. Mereka tidak sepakat terhadap jumlah dan nama kitab suci ini: (a) Gereja Ortodox Yunani = 48 kitab suci. (b)Gereja Katholik = 46 kitab. (c) Gereja Protestan = 39 kitab. Jumlah dan nama kitab gereja-gereja Armenia berbeda-beda lagi.
II. Kitab Perjanjian Baru ialah kitab-kitab sesudah datangnya Nabi ‘Isa. Kitab Injil merupakan 4 dari 22 kitab dalam Alkitab(Bibel). Empat Injil ini ditetapkan sebagai kitab suci pada tgl 20 Mei 325M dalam Konsili di Nikea oleh 318 uskup atas dukungan kaisar Romawi Konstantin dan mengusir 1700 Patriarkh yang tidak sama pendapatnya (Sidang Konsili Nikea ini jga menetapkan Yesus sebagai Tuhan Anak).
Injil Nabi ‘Isa yang asli sampai sekarang hilang tidak diketahui adanya sebagaimana dikuatkan oleh Bibel sendiri dalam kitab Galatia berikut:
“Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu Injil lain, padahal yang lain itu bukanlah Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutar bailkkan Injil Kristus” (Galatia 1 ayat 6-7).
Sebelum Konsili tahun 325M, maka Alkitab(Bibel) yang sekarang ini belum masuk sebagai kitab suci dan setelah diangkat sebagai kitab suci-pun masing-masing aliran mengaku Injil- yang dipegangnya-lah yang paling benar bahkan kaum Marcionis dan Bardaisan menolak kitab-kitab yang dianggap suci sebagai kitab suci tahun 325 itu. Sampai sekarang Gereja Timur tetap menganggap suci kitab-kitab yang ditolak oleh Konsili Nikea ini.
Dalam hal ini Al-Quran menyatakan sebagai berikut:
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَى خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (13) وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ (14) (المائدة)
Artinya: “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan di antara orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan”(S.5 Al-Maidah 13-14).
Encyclopedia Britanica vol.ii, halaman 106-108 mencatat ada 27 kitab Injil ditambah 20 kitab lagi yang tidak dimasukkan ke dalam Bibel sekarang ini. Data adanya angka 48, 46 dan 39 jumlah kitab dalam Perjanjian Lama yang diperselisihkan oleh gereja Ortodox, Roma Katholik dan Protestan, demikian juga catatan adanya 27 kitab Injil dengan 20 kitab lainnya yang dicatat Encyclopedia Britanica di atas jelas membuktikan kabur kesucian atau sifat sakralnya kitab yang mana yang suci mana yang tidak, sebagaimana disebut-sebut dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 13-14 di atas ini.
Empat buah Injil Matius, Lukas, Markus dan Yahya sendiri ditulis jauh sangat lama sesudah Yesus meninggalkan mereka. Injil Matius ditulis sesudah hampir 30 tahun, Injil Markus diperkirakan ditulis sekitar tahun 60M, Injil Lukas sesudah tahun 70 Mdan Injil Yahya tahun 98 M.
6. Salin menyalin dan penterjemahan Alkitab(Bibel)
Nabi ‘Isa itu dilahirkan di Betlehem dan dibesarkan di Nazaret, dalam kehidupan sehari-hari berbicara dengan kaum Hawari para murid beliau dalam bahasa Aramia Sehingga Kitab Injil yang asli adalah berbahasa Aramia atau Ibrani itu.
Dalam Kitab Muhadharat fin Nashraniyah (1368H,h.90) -Abu Zahrah mencatat bahwa Konsili Nikea tahun 325M menetapkan hanya 4 Injil dan 20 kitab lain sebagai kitab suci. Th.364M Konsili di Laudica menambah lagi dengan Kitab Wahyu dan Surat-surat Paulus sebagi bagiab jitab suci, sedangkan Gereja Timur menolak Kitab Wahyu itu. Konsili th.397M di Kartago menetapkan Surat Paulus kepada Orang Ibrani sebagai bagian Kitab Suci kaum pendukung konsili ini. Pertanyaannya: Apa sebab sebelum th.397M tidak suci tiba-tiba menjadi suci lalu sebenasrnya manakah batas wewenang Tuhan dengan wewenang otak akal manusia itu?
Bibel seluruhnya baru dikenal sekitar abad pertengahan lewat Volgata, pembagian bab-babnya dibuat tahun 1228M dikerjakan oleh Stephen Langton dan pembagian ke dalam ayat-ayat oleh Stephanus tahun 15551.
Encyclopaedia Americana terbitan th.1974 pada hufuf B(Bibel) h.691 mencatat bahwa Kitab Perjanjian Baru (4 Injil dan lain-lain) yang sekarang ini di jaman dahulu sampai abad ke-4 tidak dapat ditentukan “were not fully determined”. Naskah Kitab Perjanjian Baru yang paling tua berasal dari abad ke-4 dalam bahasa Yunani dengan huruf besar Yunani dan inipun setiap kali terus menerus dilakukan peninjauan sampai tahun 1598M masih terjadi peninjauan dan perbaikan kembali kitab suci ini.
Prof. H.S. Tharick Chehab dalam bukunya Terjemah Alkitab terbitan Mutiara Jakarta mencatat bahwa Kitab Bibel yang sudah dianggap suci oleh sebagian kaum Nasranni telah mengalami penterjemahan terus menerus, yaitu:
1.Pertama Alkitab(Bibel) itu diterjemahkan dari bahasa-bahasa Yunani oleh William Tyndale, tetapi dia dihukum bakar hidup-hidup dalam bulan Oktober tahun 1536 atas tuduhan dengan sengaja memalsukan terjemahan dari Perjanjian Baru.
2. Pada tahun 1535 Alkitab(Bibel) diterjemahkan oleh Coverdale.
3. Pada tahun 1537 diterjemahkan oleh Thomas Matthew (barang
kali nama samaran dari John Rogers).
4. Pada tahun 1539 kitab “Great Bible” yang direvisi.
5. Pada tahun 1560: “Geneva Bible” diperbaiki.
6. Pada tahun 1568: “Bishop’s Bible” direvisi.
7. Pada tahun 1582 terjemahan Perjanjian Baru dari Vulgata
Latin oleh Ulama Katolik, diterbitkan di Rheims.
8. Pada tahun 1881 “King James Version 1611 direvisi
9. Pada tahun 1901 dibuat Revised Standard Version.
Gereja Katholik pada Konsili di Trente pada tgl.8 April 1546 menetapkan diakhirinya usaha penyusunan dan penterjemahan itu serta haram menterjemahkannya lagi. Tetapi Gereja Protestan menetapkan pokok terjemahannya pada Kitab Perjanjian Baru terbitan Erasmus th. 1516M dan maka tahun 1898 dilakukan perbaikan atas Alktab(Bibel) bahasa Yunani itu di Stutgart oleh Eberhart Nestle.
De Katholieke Encyclopaedie (Bah.Belanda) th 1950 dibawah huruf B(Bibel) h.504 mencatat bahwa penterjemahan Injil (Kitab Perjanjian Baru) ke ke bahasa Belanda terjadi pada abad IX, ke bahasa Jerman abad XI, ke-bahasa Anglosaxon-Inggris Kuno abad XII dan ke bahasa Melayu th 1700M ini dikerjakan oleh Melchior.
Disebabkan karena Alkitab(Bibel) King James Version terjadi banyak kesalahan sehingga merubah arti dan juga karena Perkembangan studi Bible serta banyaknys hasil penemuan manuscrip yang lebih tua maka pada tahun 1870 Gereja Inggris melakukan pemeriksaan dan baru mengedarkan hasilnya kepada umat pada tahun 1885. kemudia pimpinan Nasrani Amerika mengedarkan hasil sadurannya pada tahun 1901. Dan gerak-usaha salin menyalin, koreksi dan perbaikan ini tidak berhenti terutama karena adanya kemajuan dalam ilmu pengetahuan bahasa-bahasa Kuno serta penemuan-penemuan baru dalam arkeologi terpaksa dilakukan revisi tahun 1937, 1946 dan 1951.
Disebabkan karena tiap bahasa terus berkembang geser-menggeser antar bahasa, sehingga banyak bahasa di dunia ini yang mati dan tidak dipergunakan lagi atau tidak lagi dimengerti oleh generasi baru bangsa yang tadinya menggunakan bahasa yang lama itu, misalnya bahasa Mesir purba, bhs.Phoenisia, b. Ibrani purba, b.Inggris kuno, b.Jowo kuno dan seterusnya.
HAMKA dalam bukunya Pelajaran Agama Islam (1961:163) mencatat bahwa beliau pada bulan Oktober 1952 diundang Prof.Hendon, ketua Panitya untuk menyaksikan upacara (Slametan) selesainya penterjemahan Bibel dari bahasa Inggris jaman King James th.1512M ke bahasa Inggris th.1952M di Yale University, New Haven-USA. Bahkan Prof.Hendon tidak malu-malu memuji Al-Quran sebagai asli dan tidak berubah diucapkannya di hadapan HAMKA.
@. Dari beberapa sumber tercatat sebagai berikut:
Kini terdapat 2.436 jumlah bahasa atau 6.912 dialek di dunia yang telah digunakan dalam menerbitkan sedikitnya satu buku dari Alkitab. Alkitab telah dicetak lebih dari 4.700.000.000 eksemplar dan merupakan “buku” yang paling banyak diterjemahkan dan dicetak di dunia (sebagai catatan, jumlah bahasa yang digunakan di seluruh dunia tercatat 6.912 bahasa(Wikipedia Daniel B. Wallace March 19-21, 200).1
Lebih dari 5000 manuskrip salinan dalam bahasa Yunani telah ditemukan dan jumlah tersebut menjadi 24000, semuanya berasal dari abad kedua hingga abad keempat.
Seluruh kitab dalam Perjanjian Lama, termasuk di dalamnya Taurat dan Zabur tidak disusun sekali jadi oleh seorang penulis atau kelompok Maka seluruh kitab ini tersusun dari sumber-sumber yang banyak dan ditulis oleh orang-orang yang banyak pula, yang berasal dari berbagai negeri dan berbagai generasi, di mana masing-masing penulis selain berfungsi sebagai penyalin, juga berfungsi sebagai penyunting dan menambahkan gagasan-gagasan baru ke dalam naskah yang telah ada karena motif tertentu yang tidak selamanya negatif (Dr. Wallace March, 2001).
Jadi penterjemahan Alktab(Bibel) itu tidak cuma terjemah dari bahasa suatu bangsa ke bahasa bangsa lain tetapi dari satu bahasa ke dalam bahasa ini lagi, seperti dari Inggris th.1526 ke bahasa Inggris 1952. Lebih celaka lagi jika dibuat kamus atau Encyclopedi atas lktab(Bibel) dengan bahasa yang lama maka suatu haripun juga akan dibuat pula kamus atau encyclopedi Alkitab(Bibel) kedalam bahasa terakhir yang masih hidup. ]
Jelas sekali bahwa Alkitab(Bibel) akan terus-menerus mengalami perubahan, disesuaikan, ditertibkan, disempurnakan dan sebagainya; sepertihalnya dengan karya-karya tulis yang lain.
@ Al-Quran tetap suci
Jauh berbeda dengan Al-Quran yang merupakan mukjizat kaum muslimin sejagad, bahwa Al-Quran itu harus berbahasa Arab. Semua terjemahan adalah bukan Al-Quran dan isinya dibuat dan ditanggung jawab oleh yang menulis buku itu. Keharusan menggunakan bahasa Arab Al-Quran ini ditegaskan oleh Allah sendiri dalam 11 tempat dalam Al-Quran yaitu: s20a113; s26a195, s42a7, s13a37, s39a28, s16a103, s43a3, s46a12, s41a3, s41a44, s16a106, s12a2. Jumlah huruf sampai bunyi tiap huruf tidak berubah selama 1400 tahun semua dihafal oleh bermilyar-liyar orang Islam dalam shalatnya. Kemudian metode Ta’wil dalam penafasiran Al-Quran tidak bisa dikalahkan oleh metode hermeneutika, sebab menurut Ibnu Rushd guru filosuf dunia berabad-abad lamanya itu menyatakan bahwa syarat bolehnya melakukan Ta’wil atas Al-Quran ini ialah sangat terbatas hanya oleh filosuf Khawashul Khawash dalam bidangnya dan hasil Ta’wil ditutup sangat rapat, sangat dirahasiakan kecuali hanya kepada filosuf yang Iman-Islamnya sama dengan yang pertama, haram dibocorkan kepada orang yang tidak memiliki syarat tersebut dan Ta’wil ini tidak boleh menyimpang dari syari’at Allah Ta’ala.
Kaum Nasrani tidak mungkin dapat melakukan metode Ta’wil (seperti metode dalam ‘Ulumul Quran) sebab bunyi atau kalimat asli kitab sucinya yang akan ditakwil tidak ada, Bibel terjemah adalah produk buatan akal manusia, tidak suci bahkan kitab suci ini telah menyiarkan dan mengabadikan ayat-ayat yang kotor dan porno bahwa para nabi berzina, menyembah berhala, bergulat dengan Tuhan, kata-kata jorok dan cabul.
Pada tahun 1709M Cremer, penasehat raja Prusia menemukan naskah Injil Barnabas dalam bahasa Italia di perpustakaan bangsawan Belanda di Amsterdam. DR. Khalil Sa’adah berkebangsaan Libanon wafat di Brazilia mengatakan bahwa Injil Barnabas ini berasal dari perpustakaan Paus Sixtus V (1590M) yang diambil oleh Framino orang dekat Paus naskah itu diterjemah ke bahas Spanyol th.1784, diterjemah ke bahasa Inggris oleh Sale dan diterjemah ke bahasa Arab oleh Khalil Sa’adah sendiri. Umat Kristen menolak Injil Barnabas sebab Injil ini mengajarkan bahwa Yesus adalah manusia biasa, bukan Tuhan. Kemudian pada tahun 1886 diketemukan lagi Injil Petrus di Ahmim Mesir Utara, isinya banyak berbeda dengan Injil yang lain.

7. Kekisruhan dan perubahan
Kitab Perjanjian Lama yang aslinya berbahasa Ibrani Purba jaman Nabi Musa a.s. dan Kitab Perjanjian Baru aslinya berbahasa Aramia atau Ibrani Baru jaman Nabi ‘Isa s.a., maka materi aslinya tidak diketemukan lagi kecuali naskah ribuan tahun sesudah wafatnya Nabi Musa dan nabi-nabi jaman purba serta naskah yang diberi judul Injil dan lain-lain yang ditulis 30-70 tahun sepeninggal Nabi ‘Isa a.s. yang ditulis dalam bahasa Yunani, bukan tulisan dalam bahasa Ibrani. Oleh karena naskah yang diketemukan itu tertulis dalam bahasa Yunani, maka naskah inilah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan semua bahasa.
Seluruh terjemahan Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru, karena asli kedua kitab (PL dan PB) yang paling awal tidak diketemukan, maka semua bunyi-kata-kata isi kedua kitab(PL&PB) yang sebelumnya yang diterjemahkan tidak pernah ikut dilampirlan bersama pada terbitan baru dengan bahasa baru, seluruh terjemah PL&PB itu berdiri sendiri lepas dari kedua kitab PL&PB sebelumnya yang diterjemah tadi sejak dahulu kala ribuan tahun itu sampai sekarang millennium ketiga ini dan akan berlangsung selama-lamnya!!!
Tiap bangsa mempunyai bahasa/huruf untuk menulis bahasa itu dengan bahasa/huruf yang tidak sama bahkan tidak diganti dengan kata&bunyi-hurufnya di dalam bahasa&huruf bangsa lain. Bagaimana menulis dan menterjemahkan naskah dalam bahasa IBRANI PURBA ke dalam bahasa Nippon dengan huruf Kanji, menterjemahkannya ke dalam bahasa&huruf Jowo dan bagaimana menterjemahkan Sumpah Palapa Gajah Mada dari bahasa&huruf Jowo kuno itu ke dalam bahasa Ibrani, bahasa Cina, bahasa Prancis atau bahasa Urdu????
Contoh terjemah Bibel Injil Matius 26 ayat 49-50 bahasa Arab, bahasa Inggris, Belanda dan Indonesia:
(1) Bibel bahasa Arab, Al-Kitabul Muqaddas, terbitan American Bible, Bairut, tahun 1897,1902,1926 dan 1946 (yang tersimpan di Perp.Islam Jogja), Kitab Matius 26 ayat 49-50 berbunyi sebagai berikut:
فَلِلْوَقْتِ تَقَدَّمَ اِلَي يَسُوْعِ وَقَالَ اَلسَّلَامُ يَاسَيِّدِيْ وَقَبَّلَهُ -0-فَقَالَ لَهُ يَسُوْعُ لِمَاذَا جِئْتَ
(2) Holly Bible, Mission Radstock House Eccleston, London terbitan 1957, Kitab Matius 26 ayat 49-50 berbunyi sbb:
“And forth with he comes to Yesus and said: “Hail, Master, and kissed him. And Yesus said into him, Friend where fore art thou come?”
(3) Heilig Bybel, Britische en Buitenlandsche, Bijbelgennotschap, London, terbitan 1922 kitab Mat 26 ayat 49-50 berbunyi sbb:.
“En terstond komende to Yesus, zeide hij: Wees gegroet Robbi en hij kuste hem. Maar Yusus zeide to hem: “ Vriend waartoe zij gij hier?”
(4) Alkitab terbitan LEMBAGA Alkitab, Jakarta, cet.1965 Kitab Matius 26 a 49-50 berbunyui sebagai berikut:
“Maka ketika itu juga datanglah ia mendapatkan Yesus sambil berkata: “Assalamu alaikum ya Robbi” lalu mencium Dia. Maka kata Yesus kepadanya: “Hai sahabat, lakukanlah maksud engkau datang ini”
@Pernyataan dan pengakuan
• Tafsir Al-Manar (Juz IX,h.231-299dan Juz VI, h.86) bunyi “Paracletos” dalam Inji Yahya 14 ayat 16 dan Injil Yahya 15 ayat 26, dari bahasa Yunani ini artinya:Pembela, setelah diteliti berasal dari “Periclutos” artinya ialah “Yang terpuji”, yang tulisannya hampir sama antar keduanya, padahal artinya sangat berbeda. Pada halaman lain (Juz ix, h.289 dan 263) Al-Manar mencatat masing-masing bunyi dan artinya, yaitu:
a) Paracletos=اَلْمُعَزِّيُ-اَلْمُعِيْنُ-اَلْمُحَاجُّ =Pembela;
b) Periclutos =اَحْمَدُ-مُحَمَّدٌ =Terpuji;
c) Periclie=اَلْمَجِيْدُ- اَلشَّهِيْرُ = Termasyhur, terkenal.
• Dalam Injil Yahya 14 ayat 16 dan 15 ayat 26, terjemah dalam Bibel Bahasa Arab terbitan 1902 berbunyi:” مُعَزِّيٌ“(Pembela), maka dalam Bibel terbitan Alkitab, Jakarta, 1965 bunyi itu disalin menjadi “Penghibur”. Menurut G.A.Nalino pakar bahasa Yunani bahwa “Paracletos” artinya “Pembela” diduga asal dari bunyi “Periclutos” memang tulisannya hamir sama, tetapi artinya ialah “Yang terpuji” sama dengan yang tertulis dalam Injil Barnaba pasal 28-29 tertulis dengan احمد = terpuji.
• Tafsir Al-Manar (Juz iii,h.157) mencatat bahwa seorang Peneliti yang bernama Rahmatullah al Hindi setelah memeriksa Bibel koleksi pribadi terbitan 1811, 1816, 1825, 1831, 1844, 1860 dan yang lain, maka Rahmatullah menyatakan bahwa sudah berulang-ulang meminta pakar terbaik pimpinan gereja di sana untuk mempertanggung jawabkan berbagai macam kekisruhan, perubahan, penggelapan karena tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa baru yang menyangkut masalah yang ringan sampai akidah yang paling berat. Dari salah satu pertemuannya, maka mereka hanya menjawab meminta maaf sambil mengatakan bahwa karena tidak adanya sandaran awal di jaman permulaan dahulu maka terjadi keributan dan malapetaka sejak tahun-tahun 313M dan sesudahnya. Demikian ditulis Rahmatullah dalam kitabnya Izharul Haq.
• Buku “Islam Integrasi Ilmu dan Kebudayaan-Sidi Ghazalba” halaman 104 mencatat bahwa terjadinya kekisruhan, perubahan dan malapetaka Alkitab(Bibel) di sana sebabnya ialah karena akibat penterjemahan dan salin menyalin dengan tidak menyertakan naskah yang diterjemahkan.
• Buku “Islam Dihujat” (2004,h.333), maka Hj. Irene Handono” memberikan 50 contoh ayat buatan akal manusia artinya tidak suci dan ada 49 ayat kontradiktif. Dan masalah ini diakui oleh tokoh Kristen sendiri: DR.G.C.vanNiftrik, DR.B.J.Bolland, DR.Mr.D.C Mulder, DR.Welter Lempp, DR.R.Soedarmo.
• Molyadi Samuel dalam bukunya: Dokumen Pemalsuan Bibel (2002:29&77) mencatat 101 contoh ayat kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Lama dan 101 contoh ayat kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Baru.
• Penyusun Bibel bahasa Arab (Alkitabul Muqaddas) terbitan Th.1902 halaman pertama menulis catatan yang artinya ialah: “Dalam Bibel ini ada pengurangan-pengurangan dan tambahan-tambahan dari aslinya bahasa Yunani atau Ibrani atau Kildania”.
• Pendeta K.Riedel dalam bukunya “Tafsir Al-Kitab-Injil Markus” halaman 11, menulis sebagai berikut: “Beberapa naskah lama ada tambahan “Anak Allah” dalam Markus 1:1 sedangkan dalam naskah bahasa Belanda yang baru tidak ada kata-kata “Anak Allah”.
• Tidak dapat kita menentukan entah ada tertulis dalam Injil Markus 1:1 yang awal ada “Anak Allah’ apa tidak ada. Tetapi dalam Al-Kitab terbitan Jakarta 1965 tertulis Yesus Kristus “Anak Allah”.
@ H.Sanihu Munir Dr,SKM,MPH dalam Islam Meluruskan Kristen (2004h82) mencatat pernyataan George Davidson dalam bukunya The Gospel of Yesus bahwa para penterjemah Bibel itu suka mengubah/memodifikasi dengan akal mereka dalam menterjemahkan Bibel yang dikerjakannya; Dan Robert Funk dalam bukunya Honest to Yesus menyalahkan pemimpin gereja yang tidak menyertaka naskah asli yang diterjemahkan, sehingga menyesatkan pembacanya mereka adalah pengkhianat.
Terhadap semua ini Al-Quran memperingatkan sebagai berikut:
@أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ(75)وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا قَالُوا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُمْ بِهِ عِنْدَ رَبِّكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ(76)أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ(77) وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ(78)البقرة)
Artinya:
“Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: “Kamipun telah beriman,” tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: “Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mu’min) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?” Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga”(S.2 al-Baqarah 75-78).
Lihat juga S.4 An-Nisa` 46 dan S.5 Al-Maidah 41 bahwa mereka suka mengubah ayat-ayat suci sesudah mengerti mereka membuat akal-akalan.
@ Hermeneutika
Disebabkan karena perubahan, keruwetan, kekisruhan, kekacauan bunyi ayat-ayat sampai makna isi kandungan Bibel atau Alkitab sebagaimana data-fakta diatas, maka para ahli pikir Nasrani mengambil jalan pintas melalui Metode Hermeneutika untuk nekad membela agama Kristen atau Nasrani mereka. Hermeneutika berasal dari filsafat Yunani, bagaimana Hermes sebagai dewa diutus oleh Zeus untuk menterjermahkan pesan Zeus (Tuhan) agar mudah difaham oleh manusia di bumi. Oleh Schleiermacher agamawan-teolog Jerman makna hermeneuitika ditingkatkan lebih luas dan filosufis kemudian oleh Dilthey ditekankan kepada historitas teks dengan kesadaran sejarah yang mengharuskan pembaca teks bersikap kritis atas teks dan konteks sejarahnya, dengan mengabaikan nilai kekudusan atau desakralisasi artinya tidak menganggap suci lagi kitab-kitab suci. Dengan metode Hermeneutika mereka mengambil ajaran agama melalui penelitian atas pengarang Bibel (Alkitab) dan umat yang dituju oleh pengarang serta mengggali makna naskah Bibel (Alkitab) dengan metode allegoris mengambil arti kiasan yang tersembunyi dengan mengabaikan bunyi teks naskah yang indrawi.
Metode Hermeneutika yang digalakkan oleh cendekiawan kaum Nasrani itu merupakan pengakuan yang tidak main-main bahwa Alkitab(Bibel) itu buatan akal manusia bukan wahyu dari Tuhan jadi tidak suci lagi karena campur tangan manusia, sebab yang asli memang tidak diketemukan, yang diketemukan tidak lain kecuali terjemahan dalam bahasa Yunani, diterjemahkan ke bahasa Latin, diterjemahkan lagi ke bahasa Belanda, Inggris, dan semua bahasa di dunia, jadi isinya ialah hasil akal manusia. Sehingga mencari kebenaran ajaran agama Nasrani tidak melalui Kitab Suci Bibel tetapi lebih menekankan apa yang ada di luar Kitab Alkitab(Bibel), lebih kasarnya Kitab Bibel tidak perlu dipercaya.
Dalam metode hermeneutika ada 6 aliran pemikiran, yaitu Schleiermacher (1834), Emilio Betti (1968), Erick D.Hirrch (1928)H.G.Gadamer (1900), Dilthery(1911), Heidegger (1976) yang pada prinsipnya mereka menganggap bahwa semua pemahaman itu hanyalah penafsiran dan tergantung subyektifitas orang yang menafsirkannya. Perlu ditegaskan bahwa Hermeneutika haram masuk kedaam Al-Quran dan nilai Riwayat Sababun Nuzul diperselisihkan oleh para ulama.
BAB TIGA
Kembali kepada Agama Tauhid
Masalah ke-3: Bagaimana estimasi mengenai nasib agama Nasrani untuk meluruskannya kembali? Jawaban semnetara Menurut Al-Quran :Para petinggi kaum Nasrani harusnya mengembangkan ajaran agamanya itu kembali kepada agama-Tauhid.
Kita semua mempelajari riwayat para nabi dan rasul melalui sumber yang paling tepercaya yaitu firman Allah dan hadis Nabi Muhammad Saw. Khususnya mengenai riwayat Nabi ’Isa a.s. dan perkembangan agama Nasrani kita melihat data dan fakta sejarah yang ilmiah. Maka dari itu estimasi atau perkiraan mengenai bagaimana nasib agama Nasrani yang mencakup semua aliran dalam agama Nasrani, Katholik, Protestan dan sebagainya kita tidak bisa lain kecuali apa yang dikehendaki Allah yang mengutus nabi dan rasul, ikut saja apa yang dikehendaki Allah dalam Al-Quran supaya kembali kepada agama Tauhid hanya menyembah dan mengabdi kepada Allah tidak menambah tidak menguranginya. wahyu yang disanpaikan melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah Saw sebagai berikut:
ُقلْ يَاأَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ(ال عمران 64)

3:64. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”(S.3 Ali ‘Imran 64).

يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا ( النشاء 171)
4:171. Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”(S.4 an-Nisa` 171).
Wallahu a’lam bish-shawab
Internet:http://pondokquranhadis.wordpress.com Email:pondokilmu7@gmail.com
Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com,Email:h.imam.muchlas.@gmail.com

Oleh: pondokquranhadis | Maret 22, 2012

NABI ‘ISA DALAM AL-QURAN DAN YESUS DALAM BIBEL

012-2-25 Tafsir Tematis Kontemporer

Antara
Nabi Isa dalam Al-Quran&Yesus dalam Bibel

Al-Quran S.5 Al-Maidah 46
وَقَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ (الماءدة46 (
“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (S.5 Al-Maidah 46).
Tema dan sari tilawah
Dari pengertian kata-kata dan jalinan kalimat S.5 Al-Maidah 46 di atas dapat diambil tema dan sari tilawah sebagai berikut:
1. Allah telah mengutus para nabi dan rasul untuk membimbing umat manusia.
2. Allah mengutus Nabi ‘Isa menyusul sesudah para nabi-nabi itu, yaitu setelah N.Yahya.
3. Nabi ‘Isa menerima kitab Injil dan memperkuat ajaran para nabi dengan rasul sebelumnya.
4. Kitab Injil berisi hidayah, nur, tashdiq membela isi Taurat dan nasehat kepada orang yang bertakwa.
C. Masalah dan analisa jawaban
Usaha untuk memperdalam pemahaman kita lebih lanjut lagi, maka perlu kita menelusuri makna yang masih tersimpan di sana melalui beberapa pertanyaan berikut:
1. Bagaimana risalah para nabi dan rasul menurut Al-Quran? Jawaban sementara: Menurut Al-Quran bahwa semua nabi atau rasul itu mengajarkan agama Tauhid, tetapi Kaum Yahudi mengangkat ’Uzair menjadi Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak.
2. Bagaimana sejarah perkembangan agama Nasrani dalam Al-Quran dan bagaimana perkembangan agama Nasrani sekarang?Jawaban sementara: Al-Quran mencatat bahwa Nabi ’Isa tidak mendapat kesempatan yang cukup untuk mengembangkan risalahnya, disebabkan karena ancaman musuh-musuh beliau, maka akibatnya risalah Nabi ’Isa kurang berkembang bahkan kaumnya terseret ke dalam kesesatan politheisme (banyak tuhan).
3. Bagaimana estimasi mengenai nasib agama Nasrani untuk meluruskannya kembali? Jawaban semnetara:Para petinggi kaum Nasrani harusnya mengembangkan ajaran agamanya itu kembali kepada agama Tauhid.
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Risalah para nabi dan rasul
Masalah ke-1: Bagaimana risalah para nabi dan rasul menurut Al-Quran? Jawaban sementara: Menurut Al-Quran semua nabi atau rasul mengajarkan agama Tauhid, tetapi Kaum Yahudi mengangkat ’Uzair menjadi Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak dan para pimpinan gereja mengaku mendapat wewenang kekuasaan dari Tuhan Yesus, Anak-Nya yang Tunggal.
Semua nabi dan rasul mengajarkan agama Tauhid sebagaimana firman Allah di dalam A-Quran berikut: s4a163; s42a13;
Teracatat dalam Al-Quran para nabi dan rasul itu mengajak kepada agama Tauhid ajaran ini ditetapkan oleh Allah sebagai syari’at agama Allah, termaktub dalam Al-Quran:
إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَءَاتَيْنَا دَاوُدَ زَبُورًا(النساء163)
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, `Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud”(S.4. An-Nisa` 163).
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ (الشوري 13)
“Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya)” (S.42 Asy-Syura 13).
Dalam dakwahnya para nabi itu menyatakan ”Sembahlah Allah tidak ada Tuhan kecuali Allah” misalnya dakwah Nabi Nuh a.s tercatat dalam Al-Quran:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ(59) (الاعراف 59)
”Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).(S7 Al-A’raf 59 danS.23 Al-Mu`minun 23, 32).
Dakwah yang sama dinyatakan oleh Nabi Hud, Shalih dan Syu’aib dicatat Allah dalam Al-Quran: Nabi Hud S.(7 Al-A’raf 65 , S.11 Hud 50), Nabi Shalih ( (S.7 Al-A’raf 73; S.11 Hud 61); Nabi Syu’aib (S.7 Al-A’raf 85; S.11 Hud 84).
~~ Nabi Ibrahim sangat keras mengajarkan agama tauhid sekaligus sangat tegas melawan penyembahan kepada berhala. Dikisahkan di dalam Al-Quran bagaimana ceritanya Nabi Ibrahim a.s. memperhatikan bintang-bintang di langit, rembulan yang lebih besar sampai kepada matahari yang sangat besar akhirnya bertemu dengan Tuhan yang Maha Esa, hal ini dikisahkan dalam Al-Quran S.6 Al-An’am 75-79.
Nabi Ibrahim menentang penyembahan kepada berhala dan memenggal kepala-kepala berhala sesembahan mereka maka akibatnya Nabi Ibrahim dihukum bakar oleh Raja Namrud, tercatat dalam Al-Quran S.21 Al-Anbiya` 52-77.
~~ Nabi Musa berdakwah kepada Fir’aun yang mengaku menjadi Tuhan (s79a24), maka Nabi Musa mengajak Fir’aun kepada agama Tauhid sehingga terjadi dialog tanya tanya-jawab antara keduanya tentang Tuhan termaktub dalam Al-Quran S.20 Thaha 49-55.
~~ Nabi ‘Isa berseru kepada kaumnya untuk menyembah Allah Tuhan yang Maha Esa tertulis dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 72; dan ayat 116-17; S.43 Az-Zuhruf 64.
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْإِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ(المائدة 72)
5:72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun”(S.5 Al-Maidah 72).
5:116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib”.
5:117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu”( S.5 Al-Maidah 116-117)
~~ Nabi ‘Isa .a.s. menyeru kepada agama Tauhid menyembah hanya Allah jangan menyembah dirinya:
إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ( الزحرف 64)
43:64. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus”(S.43 Az-Zuhruf 64).
~~ Rasulullah Muhammad Saw jelas mngajarkan agama Tauhid sama dengan ajaran semua nabi dan rasul sebelum beliau sebagaimana sabda beliau tercatat dalam hadis shahih:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِاللَّهِ رَضِي اللَّهم عَنْهممَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَرَجُلٍ بَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَتَعَجَّبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ (رواه البخاري 3270 ومسلم 4240)
” Dari Jabir bin ’Abdullah Raa berkata; Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: ”Perumpamaan aku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia menyempurnakannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) lalu manusia memasuki rumah tersebut dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; ’Duh seandainya saja labinah ini disempurnakan!”(HR Bukhari no.3270 dan Muslimno.4240).
Allah selalu mengirim nabi atau rasul kepada tiap-tiap umat sebagaimana disebut dalam Al-Quran: s16a36;s10a47. Akan tetapi makin lama ditinggal wafat nabinya maka umat itu melakukan penyimpangan-penyimpangan makin lama makin jauh, misanya kaum Yahudi mengangkat ’Uzair sebagai Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak (S.9 At-Taubat 30-31) maka Allah lalu mengutus lagi nabi atau rasul untuk mengajak kembali kepada agama Tauhid. Allah berfirman:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ(30)اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ(31)(التوبة 30-31)

9:30. Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
9:31. Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”(S9 At-Taubat 30-31).
BAB DUA
Antara akal dengan wahyu
Masalah ke-2: Bagaimana sejarah perkembangan agama Nasrani dalam Al-Quran dan bagaimana perkembangan agama Nasrani sekarang? Jawaban sementara: Al-Quran mencatat bahwa Nabi ’Isa tidak mendapat kesempatan yang cukup untuk mengembangkan risalahnya, karena ancaman musuh-musuh beliau, maka akibatnya risalah Nabi ’Isa kurang berkembang bahkan penganutnya terseret ke dalam kesesatan politheisme – meyembah banyak tuhan.
1. Asas pandangan
Islam mengajarkan bahwa Yesus yang disembah kaum Nasrani itu adalah seorang manusia yang diutus Allah untuk menjadi nabi dan rasul. Maka berita atau riwayat Nabi ’Isa dengan ajarannya yang datang dari luar Al-Quran dan hadis merupakan campuran antar ajaran yang dibuat akal manusia dicampur dengan ajaran yang benar dari Allah. Inilah penjelasan yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Saw. sebagaimana tercatat dalam hadis shahih berikut:
َعنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهم قَالَ كَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَقْرَءُونَ التَّوْرَاةَ بِالْعِبْرَانِيَّةِ وَيُفَسِّرُونَهَا بِالْعَرَبِيَّةِ لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوهُمْ وَقُولُوا ( آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا ) الْآيَةَ (رواه البخاري4125)
“Dari Abu Hurairah r.a. berkata; “Orang-orang ahlu kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani dan menjelaskannya kepada orang-orang Islam dengan bahasa arab. Melihat hal itu Rasulullah Saw. bersabda: Janganlah kalian mempercayai ahlu kitab dan jangan pula mendustakannya. Tetapi ucapkanlah; “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang telah diturunkan kepada kami. (Al Baqarah; 136)(HR Bukhari 4125).
Lebih jauh dapat kita memilih dan memilah dengan analisa kritis atas berbagai masalah berikut:
2. Asal keturunan Nabi ‘Isa A,s.
Dalam ajaran Islam, silsilah anak yang tidak diketahui ayahnya maka dia dinisbatkan melalui ibunya, oleh karena itulah Abu Ishaq ats-Tsa’alibi (427H) dalam kitab Qashashul Anbiya’ (tth:207) menulis silsilah Nabi ‘Isa itu melalui Maryam ke atas sampai Nabi Dawud bahkan ke atas lagi sampai Nabi Ibrahim. Memang Allah sendiri yang menegaskan ‘Isa itu putera Maryam dalam Al-Quran sampai 21 kali misalnya S.61 Ash-Shaf 14 dan seterusnya semua menyebut ‘Isa anak laki-laki Maryam.
Adapun Maryam disebut Allah dalam Al-Quran s19a28 sebagai saudara Harun, maka para ulama tafsir sedikit berbeda pendapat mengenai siapa Harun dalam s19a28 ini, yaitu sebagaimana sebagai berikut:
Dari 7 kitab Tafsir hanya Durrul Mantsur (Juz 5,h.506) yang tidak menyebut Harun itu saudara Maryam. Dua kitab Tafsir, Ath-Thabari Juz 16,h.58 dan Tafsir Al-Qurthubi Juz 11,h.99 menyebutkan Harun ini bukan saudara Musa. Ada Empat kitab Tafsir Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Durrul Mantsur dan Adhwa’ul Bayan yang menyebutkan bahwa nama Harun adalah suatu julukan atas orang yang alim soleh. Sedangkan yang mencatat bahwa Maryam adalah anak keturunan Nabi Harun ialah Tafsir Al-Qurthubi, Ats-Tsa’labi dan Durrul Mantsur yang menegaskan bahwa Maryam yang disebut dalam S.19a 28 di atas adalah anak keturunan Harun saudara Musa.
Empat Injil (Perjanjian Baru) kecuali Injil-Markus semua menyatakan bahwa silsilah Yesus itu dinisbatkan kepada Yusuf, maka Lukas 3 ayat 23-31 mencatat silsilah Yesus sampai N.Dawud = 42 tingkatan nasab, Injil Matius 1 ayat 1-16 = 27 tingkat, Injil Yahya 6 ayat 42 mencatat bahwaYesus itu anak Yusuf. Pernyataan ini sendiri sangat bertentangan dengan Injil Lukas Pasal 1 ayat 27 dan Pasal 2 ayat 5 bahwa Yusuf itu tunangan Maryam bukan suaminya, kemudian Injil Matius ayat 25 menegaskan bahwa Yusuf tidak bersetubuh dengan Maryam.
Maka Al-Quran menolak Injil Matius 1 ayat 6-16 dan Lukas 3 ayat 23-31 yang mengaitkan N.’Isa itu adalah anak Yusuf. Apa maunya para penulis Bibel ini, menyatakan Yesus itu anak Yusuf lalu diangkat menjadi Tuhan Anak???
Al-Quran menegaskan 21 kali bahwa Nabi ‘Isa itu anak laki-laki Maryam, yaitu: Qs2a87,253; s3a45; s4a157,171; s5a17 (2kali) ,46,72,75,78,110,112,114,116; s9a31; s19a16,27,34; s23a50; s33a7; s576a27; s61a6 semua menegaskan bahwa ‘Isa itu anak laki-laki Maryam. Al-Quran menolak Injil Lukas 3 ayat 23-31 tentang silsilah ‘Isa melalui Yusuf dan Yehuda yang dicoreng sangat hina oleh penulis Bibel kitab Kejadian 38 ayat 18.
Sayang sekali karena situasi dan kondisi yang tidak kondusif maka terdapat banyak sekali buku-buku yang diberi judul sebagai Kitab Injil ’Isa.
Suasana makin menjadi-jadi makin panas akhirnya musuh-musuh Allah menyerang dan berusaha keras membunuh beliau.
Tafsir Ibnu Katsir mencatat bahwa sebagian ulama menfasirkan Qs4a157 berkata bahwa bukan Nabi ’Isa yang ditangkap menurut kaum Yahudi, tetapi seseorang yang mirip dengan Nabi ’Isa padahal Nabi ’Isa sendiri selamat ada yang menfasirkan Nabi Isa naik ke langit Faham aliran Ya’qubi sebagian aliran mengatakan Nabi ’Isa disalib tetapi belum sampai wafat lalu ditolong oleh murid belaiau lalu diobati dan selamat dari kejaran penyerang itu, tetapi Allah telah mengangkatnya ke tempat yang terhormat sebagaimana Allah berfirman:
“…dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa”(S.4 An-Nisa` 157).
3. Kejadian Nabi ‘Isa dan mukjizat-nya
Al-Quran menerangkan bahwa Nabi ‘Isa itu diciptakan Allah tidak dengan bapak tidak berbeda dengan penciptaan Nabi Adam yang diciptakan bahkan tidak dengan ibu dan tanpa bapak, untuk menciptakan makhluk, maka Allah cukup dengan pernyataan “KUN” artinya “Jadilah kamu” maka terjadi betul-betul apa yang dikehendaki Allah (Lihat Qs3a59 dan 47). Semua ulama tafsir menyatakan bahwa Lafal “Ruhul Qudusi” pada Firman Allah dalam Al-Quran s5a110, s2a87, s2a253, s16a102, adalah malaikat Jibril; Sedangkan lafal “Ruh” yang dihembuskan Allah kepada Nabi ‘Isa yang termaktub dalam Al-Quran s4a171, s66a12,s21a91 tidak ada bedanya dengan Roh yang dihembuskan Allah kepada Adam yang disebut-sebut dalam Al-Quran s15a29, s38a72, sama dengan roh Allah yang dihembuskan kepada seluruh umat manusia ini ditegaskan Allah dalam Qs32a8-9.
Jadi Tuhan Roh Kudus dalam ajaran Nasrani itu sebenarnya adalah malaikat Jibril yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan berita akan datangnya N.’Isa itu kepada Maryam dan tidak ada kelebihan kehebatan yang luar biasa Jibril sampai mirip atau menyerupai sifat-sifat Allah, ini tidak ada. Tentang proses kejadian Nabi ‘Isa ini diterangkan dalam Al-Quran terutama dalam Qs19a17-33; s3a45-47).
Mengenai perbuatan luar biasa Nabi ‘Isa A.s. dapat membuat burung, menghidupkan orang mati, mengobati orang sakit kusta menjadi sembuh, seluruhnya adalah mukjizat dari Allah dan dengan ijin dari Allah bukan kemauan Nabi ’Isa sendiri seperti yang ditegaskan Allah dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 110 dan S3 Ali ‘Imran 49.
Masalah kelahirannya tidak dengan ayah dan perbuatan yang luar biasa Nabi ‘Isa inilah yang menjadi alasan kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak yang juga disebut dengan Anak-Nya yang Tunggal. Semua ini ditolak oleh Allah melalui AlQuran tersebut diatas.
@ Di jaman modern sekarang sudah ada Ilmu Biologi atau Ilmu Kedokteran yang membuat proyek BAYI TABUNG dan banyak berhasil, maka dilihat dari sudut pandang tertentu dapat dikatakan bayi tabung lahir tanpa bapak???
Perbandingan Nabi ‘Isa a.s. putera Maryam tanpa ayah kemudian diutus Allah menjadi Nabi dan Rasul itu, adalah seperti halnya Adam tanpa ayah zonder ibu dan Ibu Hawa diciptakan Allah melalui Adam tanpa ayah tanpa ibu, kemudianHawa menjadi ibu dari seluruh umat manusia, Allah berfirman: “Sesungguhnya perbandingan kejadian Nabi Isa di sisi Allah adalah sama seperti kejadian Nabi Adam, Allah telah menciptakan Adam dari tanah, lalu berfirman kepadanya: ‘Jadilah engkau! maka menjadilah ia ” (S.3 Ali Imran 59.
Nabi ’Isa a.s. diutus oleh Allah kepada kaumnya sendiri yaitu Bani Israil di Palestina, dengan kitab Injil untuk melengkapi Taurat dan Zabur. Segala firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi ’Isa ditulis oleh murid beliau dengan tulisan Ibrani (Hebrew). Ketika Maryam menggending bayi ’Isa diolok-olok oleh kaum Yahudi maka bayi ’Isa menjawab termaktub dalam firman Allah :
“Ia (’Isa) menjawab: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah; Ia telah memberikan kepadaku Kitab Injil dan Allah telah menjadikan daku seorang Nabi” (S.19 Maryam 30).
“Dan sesungguhnya Allah ialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah oleh kamu kepada Dia, inilah jalan yang betul atau lurus”. (S.19 Maryam 36). .
Ayat-ayat diatas membuktikan dengan jelas bahwa Nabi ’Isa a.s. itu hanyalah makhluk yang diangkat Allah menjadi Nabi dan Rasul bukanlah sebagai anak Tuhan seperti yang diakukan oleh orang Nasrani. Sedangkan Kitab Injil yang asli dengan tegas dan jelas menyuruh para pengikutnya agar menyembah Allah sendiri tidak menyekutukannya dengan yang lain.
Hj.Irene Handono dalam bukunya ”Islam Dihujat” (2004h334) mencatat bahwa dalam Alkitab(Bibel) sekarang masih ada beberapa -ayat yang benar yang mengajak ke ke-Esaan Tauhid
~~ Mengajak kepada agama Tauhid, yaitu Kitab Ulangan 4:35; Ulangan 6:4; Ulangan 32:39; II Samuel 7:22; Mazmur 86:8; Yesaya 45:5-6; Yesaya 43:46:9; Markus 12:29; Yohanes 5:30; Yohanes 17:3.
~~ Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan Bapa: Yohanes 10:29;Yohanes 14:28; Markus 16a19; Roma 8:4; Kisah Para Rsul7:56; Mateus 24:36; Mateud 11:25: Lukas 10:21; Mateus 27:46; Markus15:34; Lukas 23:44-46; Yohanes 19:30; Yohanes 5:30.
~~ Yesus itu utusan Tuhan Bapa: Markus 9:37, Yohanes 24:24,30, Yohanes 7:29,33; Yohanes 8:16,18,26; Yohanes 10:36; Yohanes 11:42; Yohanes 13:20; Yohanes 16:5; Yohanes 17:3,8; Yohanes 23:25,25.
4. Asal usul faham Trinitas
Hasil penelitian pakar sosiologi-antropologi seperti Koetjaraningratm, Piddington, Maslow menunjukkan bahwa semua manusia percaya akan adanya kekuatan di atas akal manusia. Demikian juga hasil pemikiran para filosuf menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang mutlak absolut di atas segala sebab, materi, energi maupun waktu dan untuk mudahnya sesuatu ini disebut Tuhan, dalam Islam sesuatu yang mutlak absolut ini dinamakan Allah.
Masyarakat orang-orang primitif percaya kepada adanya dewa dan jumlahnya banyak, tetapi dalam perkembangan pikiran mereka akhirnya mereka sampai kepada kepercayaan akan adanya satu saja dewa yang paling besar, paling hebat misalnya teori para filosuf Yunani dan ahli pikir Mesir Purba demikian juga masyarakat Arab Jahiliyah. Dari sisi lain dapat kita sebut saja yang paling besar itu ialah Tuhan yang Maha Kuasa. Jadi menurut otak akal manusia maka asal usul agama itu dari Politeis menyembah banyak tuhan berkembang menuju Monoteis menyembah Tuhan yang Maha Esa.
Kaum Nasrani membuat rumusan bahwa firman Allah itu bersama dengan Tuhan dan firman itu adalah Tuhan tertulis dalam Injil Yohanes:
“Maka pada awal pertama adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itulah juga Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan Olehnya, maka jika tidak ada Ia tiadalah juga barang sesuatu yang telah jadi”(Yahya 1 ayat 1-3)
Tafsir Al-Manar (J3h304) menjelaskan “Al-Kalimat” yang disebut-sebut Al-Quran dalam s4a171 dan s3a45-47 maksudnya adalah falal “Takwiniyah” bahwa untuk menciptakan sesuatu maka Allah cukup dengan menetapkan pernyataan “KUN” dan berlaku terhadap seluruh makhluk termasuk cara menciptakan Nabi ‘Isa. Dengan demikian maka Nabi ‘Isa itu makhluk terwujud sesudah pernyataan Allah: KUN !!! Sebelumnya belum ada. Nabi ‘Isa bukan firman tetapi brtyuhud setelah akibat dari firman Allah, sama sekali tidak benar bahwa Nabi ‘Isa itu firman, juga bukan sabda Tuhan. Bisa kita permudah bahwa bunyi KUN ini sebagai perintah, jika ditulis bentuknya surat perintah atau kertas, jadi Nabi ‘Isa itu bukan kertasnya tetapi hasil dari perintah.
~~Arnold Toynbee dalam bukunya A Study of History, jilid iv halaman 77 menyatakan bahwa banyak sekali pesamaan kisah Yesus dengan dongeng Helenisme-Yunani: Agis, Cleomenes, Eunus, Solvius, Tiberius dll.
~~Lord Heardly dalam bukunya The Affinity between Original Church of Yesus Chris and Islam halaman 75 menyatakan semua ajaran pokok Agama Kristen itu tidak dari Yesus tetapi semua dogma itu bulat-bulat dioper dari agama kafir Paganisme yang dipaksakan masuk ke dalam agama Kristen yang dikerjakan oleh pendeta-pendeta mereka 300 tahun sepeninggal Yesus, umpamanya kisah Mitraisme-Persi, Adonis-Atis dari Syria, Osiris-Isis-Horus dari Mesir, Dionysos dari Yunani.
~~J.Plange, Rudolf Seydel, Bruno Freydank maupun C.Isherwood telah mengumpulkan data dan fakta persamaan riwayat tentang Yesus dengan kisah Hindu dan Budha.
~~Leon Gauthier dalam bukunya Introduction L’etude de la Philosphie Musulman (1923:63) menyatakan bahwa sesungguhnya agama Nasrani banyak dimasuki pendapat dan pikiran filsafat New Platonisme Yunani (Syalabi 1964:59).
@ Tafsir Al-Manar (Jxh34) mencatat bahwa ajaran tentang Anak Tuhan turun menjadi manusia dan Tritunggal atau Trimurti itu sudah ada dalam agama Hindu, Budha dan agama-agama di Cina, Jepang, Persi, Syria, Yunani dan Romawi.
Abu Zahrah dalam kitabnya Muhadharat fin Nashraniyah (1949:129) mencatat berbagai macam konsili bapa-bapa gereja Nasrani di jaman dahulu kala, yaitu yang pertama kali ialah tg.20 Mei 325 M Konsili di Nikea yang dihadiri oleh 2018 undangan yang hadir. Tetapi karena campur tangan Kaisar Kosntantin dengan menyerahkan pedang dan cap kerajaan maka 318 peserta dengan melecehkan 1700 bapa gereja yang tidak sefaham, yang 318 anggota ini menetapkan bahwa Yesus adalah Tuhan Anak dan mengusir 1700 peserta lawannya. Kemudian Konsili ke-2 Juli 381 M di Konstantinopel dengan 150 bapa gereja menetapkan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan dan lengkaplah Trinitas Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Konsili sesudahnya menetapkan sifat-sifat dan pembagian kerja Tuhan Bapa, Anak dan Roh Kudus serta juga menetapkan naskah-naskah untuk disahkan menjadi kitab suci, yaitu konsili-konsili tahun 431, 451, 553, 680, 754, 787, 869, 879, 1123, 1179, 1215, 1563, 1598M. Soal Dzat dan sifat Tuhan, misalnya Athanasius menyatakan bahwa saat Maryam melahirkan bayinya maka deti-detik itulah Tuhan datang sendiri ke dunia. Lalu perbuatan Yesus itu perbuatan Tuhan ataukan perbuatan manusi? Kemudian bagaimana kedudukan Maryam itu Ibu Tuhan ibu Manusia ? dst semua ditetapkan oleh konsili-konsili itu dan tercatat pertentangan pendapat pun terjadi sangat keras.
Catatan
@ Kelahiran Yesus diperselisihkan para tokoh Nasrani sendiri: Nabi Isa menurut kepercayaan Islam adalah sebagaio berikut:
Menurut Matius kelahiran Yesus itu jamannya Herodes 7M, ~ Clemen Iskandariya menyatakan bahwa kerlahiran Yesus tgl.20 Mei; Gereja Mesir sampai abad ke-iii meyakini tanggal 6 Januari sebagai hari kelahiran Yesus sama dengan kelahiran Dewa Hellenistis ~ Gereja Yunani sampai tahun 530M mempercayai hari natal itu tanggal 7 Desember.
~ Al-Quran S.19 Maryam 25-29, menyebutkan dengan samar-samar hari kelahiran N.Isa itu pada musim panen kurma di Palestina, sekitar buan Agustus.
Maka pendapat yang paling benar tidak lain kecuali ilmu Tuhan yang memiliki sifat yang Absolut Maha, sedangkan akal manusia itu tidak sempurna, sering salah dan lupa, atau spekulatif-untung-untungan dan hipotetis dianggap benar sementara. Oleh karena itulah maka akal atau otak manusia harus kembali dan berlindung kepada Ilmu Allah sehingga asal usul faham Politeisme atau musyrik, yakni kepercayaan adanya banyak dewa itu adalah hasil akal-akalan manusia yang wajarnya harus berkembang dan kembali kepada faham Monoteisme-satu Tuhan, sama sekali tidak mungkin dari SATU TUHAN MENJADI TIGA TUHAN.
Jadi teori yang paling benar itu ialah Teori Allah bahwa asal usul agama itu Monoteistis bahwa Tuhan itu Maha Esa, teori politheisme (musyrik) itu akal-akalan otak manusia. Tentang asal usul faham Trinitas itu ialah dari akal orang kafir, Allah berfirman di dalam Al-Quran :s9a30
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (30)(التوبة)
Artinya: “”Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?(S.9 At-Taubat 30).
Para tokoh kaum Nasrani mengangkat Nabi ‘Isa menjadi Tuhan Anak berdasarkan filsafat Logos dari Plato Yunani. Logos maknanya akal atau firman, logos itu keluar dari Tuhan sebagai sumber penciptaan. Maka manusia yang ingin berhubungan dengan Tuhan harus melalui logos. Teori ini merembes masuk ke dalam Alkitab(Bibel) Injil Yahya 1 ayat 1-3 yang ditulis pertama kali oleh Yohanees tahun 100 M kira-kira 67 tahun sepeninggal Nabi ’Isa. Adapun bunyi Injil Yahya 1 ayat 1-3 itu ialah:
“Maka pada awal pertama adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itulah juga Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan Olehnya, maka jika tidak ada Ia tiadalah juga barang sesuatu yang telah jadi”(Yahya 1 ayat 1-3).
Mulyadi Samuel AM dalam bukunya Dokumen Pemalsuan Alkitab atau Bibel (2002hx), mencatat bahwa ayat 1-14 Injil Yohanes ini merupakan rekayasa penyalin Injil Yohanes dari hymne Pilo Alexandria yang aslinya berbunyi:
”Pada mulanya adalah Logos (firman), Logos (firman) itu bersama dengan Tuhan dan Logos (firman) itu berasal dari Tuhan”.Penyalin Injil Yohanes merubah kalimat ”Logos itu berasal dari Tuhan diubah menjadi :Firman itu adalah Tuhan” Demikian tertulis dalam catatan kaki Alkitab dari The New Testamen of the New American Bible (1970h203) dan kesimpulan Santo Agustinus dalam bukunya The Confesson of St.Agustine.
5. Sejarah Alkitab (Bibel)
Allah yang absolut Maha dalam segala-galanya tidak mungkin ada sebagian makhluk yang mirip-mirip seperti Allah; Sehingga Allah tidak mungkin mempunyai anak menjadi Tuhan Anak, tidak mungkin Allah mempunyai ibu menjadi Ibu Tuhan, tidak mungkin Tuhan mempunyai ayah menjadi Tuhan Bapa. Soalnya bagaimana caranya Allah mengadakan hubungan komunikasi dengan manusia? Dalam hal ini Allah sendiri sudah berfirman:
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ (51)(الشوري)
Artinya: “Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir {1} atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana”(S.42 Asy-Syura 51)
Kitab suci merupakan himpunan wahyu Allah kepada para nabi dan rasul, yaitu: Shuhuf kitab N. Ibrahim, Taurat kitab N. Musa, Zabur kitab N. Dawud, Injil kitabnya Nabi ‘Isa dan Al-Quran kitabnya N.Muhammad Saw. Inilah kitab suci yang disebut Allah dalam Al-Quran dan ini sangat berbeda dengan Bibel. Bibel kaum Nasrani itu dibagi dua, yaitu:
I. KitabPerjanjian Lama ialah kiatb-kitab yang diaku sebagai kitab para nabi sebelum Nabi ‘Isa yang dipercaya oleh kaum Nasranisebagai kitab sduci. Mereka tidak sepakat terhadap jumlah dan nama kitab suci ini: (a) Gereja Ortodox Yunani = 48 kitab suci. (b)Gereja Katholik = 46 kitab. (c) Gereja Protestan = 39 kitab. Jumlah dan nama kitab gereja-gereja Armenia berbeda-beda lagi.
II. Kitab Perjanjian Baru ialah kitab-kitab sesudah datangnya Nabi ‘Isa. Kitab Injil merupakan 4 dari 22 kitab dalam Alkitab(Bibel). Empat Injil ini ditetapkan sebagai kitab suci pada tgl 20 Mei 325M dalam Konsili di Nikea oleh 318 uskup atas dukungan kaisar Romawi Konstantin dan mengusir 1700 Patriarkh yang tidak sama pendapatnya (Sidang Konsili Nikea ini jga menetapkan Yesus sebagai Tuhan Anak).
Injil Nabi ‘Isa yang asli sampai sekarang hilang tidak diketahui adanya sebagaimana dikuatkan oleh Bibel sendiri dalam kitab Galatia berikut:
“Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu Injil lain, padahal yang lain itu bukanlah Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutar bailkkan Injil Kristus” (Galatia 1 ayat 6-7).
Sebelum Konsili tahun 325M, maka Alkitab(Bibel) yang sekarang ini belum masuk sebagai kitab suci dan setelah diangkat sebagai kitab suci-pun masing-masing aliran mengaku Injil- yang dipegangnya-lah yang paling benar bahkan kaum Marcionis dan Bardaisan menolak kitab-kitab yang dianggap suci sebagai kitab suci tahun 325 itu. Sampai sekarang Gereja Timur tetap menganggap suci kitab-kitab yang ditolak oleh Konsili Nikea ini.
Dalam hal ini Al-Quran menyatakan sebagai berikut:
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَى خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (13) وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ (14) (المائدة)
Artinya: “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan di antara orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan”(S.5 Al-Maidah 13-14).
Encyclopedia Britanica vol.ii, halaman 106-108 mencatat ada 27 kitab Injil ditambah 20 kitab lagi yang tidak dimasukkan ke dalam Bibel sekarang ini. Data adanya angka 48, 46 dan 39 jumlah kitab dalam Perjanjian Lama yang diperselisihkan oleh gereja Ortodox, Roma Katholik dan Protestan, demikian juga catatan adanya 27 kitab Injil dengan 20 kitab lainnya yang dicatat Encyclopedia Britanica di atas jelas membuktikan kabur kesucian atau sifat sakralnya kitab yang mana yang suci mana yang tidak, sebagaimana disebut-sebut dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 13-14 di atas ini.
Empat buah Injil Matius, Lukas, Markus dan Yahya sendiri ditulis jauh sangat lama sesudah Yesus meninggalkan mereka. Injil Matius ditulis sesudah hampir 30 tahun, Injil Markus diperkirakan ditulis sekitar tahun 60M, Injil Lukas sesudah tahun 70 Mdan Injil Yahya tahun 98 M.
6. Salin menyalin dan penterjemahan Alkitab(Bibel)
Nabi ‘Isa itu dilahirkan di Betlehem dan dibesarkan di Nazaret, dalam kehidupan sehari-hari berbicara dengan kaum Hawari para murid beliau dalam bahasa Aramia Sehingga Kitab Injil yang asli adalah berbahasa Aramia atau Ibrani itu.
Dalam Kitab Muhadharat fin Nashraniyah (1368H,h.90) -Abu Zahrah mencatat bahwa Konsili Nikea tahun 325M menetapkan hanya 4 Injil dan 20 kitab lain sebagai kitab suci. Th.364M Konsili di Laudica menambah lagi dengan Kitab Wahyu dan Surat-surat Paulus sebagi bagiab jitab suci, sedangkan Gereja Timur menolak Kitab Wahyu itu. Konsili th.397M di Kartago menetapkan Surat Paulus kepada Orang Ibrani sebagai bagian Kitab Suci kaum pendukung konsili ini. Pertanyaannya: Apa sebab sebelum th.397M tidak suci tiba-tiba menjadi suci lalu sebenasrnya manakah batas wewenang Tuhan dengan wewenang otak akal manusia itu?
Bibel seluruhnya baru dikenal sekitar abad pertengahan lewat Volgata, pembagian bab-babnya dibuat tahun 1228M dikerjakan oleh Stephen Langton dan pembagian ke dalam ayat-ayat oleh Stephanus tahun 15551.
Encyclopaedia Americana terbitan th.1974 pada hufuf B(Bibel) h.691 mencatat bahwa Kitab Perjanjian Baru (4 Injil dan lain-lain) yang sekarang ini di jaman dahulu sampai abad ke-4 tidak dapat ditentukan “were not fully determined”. Naskah Kitab Perjanjian Baru yang paling tua berasal dari abad ke-4 dalam bahasa Yunani dengan huruf besar Yunani dan inipun setiap kali terus menerus dilakukan peninjauan sampai tahun 1598M masih terjadi peninjauan dan perbaikan kembali kitab suci ini.
Prof. H.S. Tharick Chehab dalam bukunya Terjemah Alkitab terbitan Mutiara Jakarta mencatat bahwa Kitab Bibel yang sudah dianggap suci oleh sebagian kaum Nasranni telah mengalami penterjemahan terus menerus, yaitu:
1.Pertama Alkitab(Bibel) itu diterjemahkan dari bahasa-bahasa Yunani oleh William Tyndale, tetapi dia dihukum bakar hidup-hidup dalam bulan Oktober tahun 1536 atas tuduhan dengan sengaja memalsukan terjemahan dari Perjanjian Baru.
2. Pada tahun 1535 Alkitab(Bibel) diterjemahkan oleh Coverdale.
3. Pada tahun 1537 diterjemahkan oleh Thomas Matthew (barang
kali nama samaran dari John Rogers).
4. Pada tahun 1539 kitab “Great Bible” yang direvisi.
5. Pada tahun 1560: “Geneva Bible” diperbaiki.
6. Pada tahun 1568: “Bishop’s Bible” direvisi.
7. Pada tahun 1582 terjemahan Perjanjian Baru dari Vulgata
Latin oleh Ulama Katolik, diterbitkan di Rheims.
8. Pada tahun 1881 “King James Version 1611 direvisi
9. Pada tahun 1901 dibuat Revised Standard Version.
Gereja Katholik pada Konsili di Trente pada tgl.8 April 1546 menetapkan diakhirinya usaha penyusunan dan penterjemahan itu serta haram menterjemahkannya lagi. Tetapi Gereja Protestan menetapkan pokok terjemahannya pada Kitab Perjanjian Baru terbitan Erasmus th. 1516M dan maka tahun 1898 dilakukan perbaikan atas Alktab(Bibel) bahasa Yunani itu di Stutgart oleh Eberhart Nestle.
De Katholieke Encyclopaedie (Bah.Belanda) th 1950 dibawah huruf B(Bibel) h.504 mencatat bahwa penterjemahan Injil (Kitab Perjanjian Baru) ke ke bahasa Belanda terjadi pada abad IX, ke bahasa Jerman abad XI, ke-bahasa Anglosaxon-Inggris Kuno abad XII dan ke bahasa Melayu th 1700M ini dikerjakan oleh Melchior.
Disebabkan karena Alkitab(Bibel) King James Version terjadi banyak kesalahan sehingga merubah arti dan juga karena Perkembangan studi Bible serta banyaknys hasil penemuan manuscrip yang lebih tua maka pada tahun 1870 Gereja Inggris melakukan pemeriksaan dan baru mengedarkan hasilnya kepada umat pada tahun 1885. kemudia pimpinan Nasrani Amerika mengedarkan hasil sadurannya pada tahun 1901. Dan gerak-usaha salin menyalin, koreksi dan perbaikan ini tidak berhenti terutama karena adanya kemajuan dalam ilmu pengetahuan bahasa-bahasa Kuno serta penemuan-penemuan baru dalam arkeologi terpaksa dilakukan revisi tahun 1937, 1946 dan 1951.
Disebabkan karena tiap bahasa terus berkembang geser-menggeser antar bahasa, sehingga banyak bahasa di dunia ini yang mati dan tidak dipergunakan lagi atau tidak lagi dimengerti oleh generasi baru bangsa yang tadinya menggunakan bahasa yang lama itu, misalnya bahasa Mesir purba, bhs.Phoenisia, b. Ibrani purba, b.Inggris kuno, b.Jowo kuno dan seterusnya.
HAMKA dalam bukunya Pelajaran Agama Islam (1961:163) mencatat bahwa beliau pada bulan Oktober 1952 diundang Prof.Hendon, ketua Panitya untuk menyaksikan upacara (Slametan) selesainya penterjemahan Bibel dari bahasa Inggris jaman King James th.1512M ke bahasa Inggris th.1952M di Yale University, New Haven-USA. Bahkan Prof.Hendon tidak malu-malu memuji Al-Quran sebagai asli dan tidak berubah diucapkannya di hadapan HAMKA.
@. Dari beberapa sumber tercatat sebagai berikut:
Kini terdapat 2.436 jumlah bahasa atau 6.912 dialek di dunia yang telah digunakan dalam menerbitkan sedikitnya satu buku dari Alkitab. Alkitab telah dicetak lebih dari 4.700.000.000 eksemplar dan merupakan “buku” yang paling banyak diterjemahkan dan dicetak di dunia (sebagai catatan, jumlah bahasa yang digunakan di seluruh dunia tercatat 6.912 bahasa(Wikipedia Daniel B. Wallace March 19-21, 200).1
Lebih dari 5000 manuskrip salinan dalam bahasa Yunani telah ditemukan dan jumlah tersebut menjadi 24000, semuanya berasal dari abad kedua hingga abad keempat.
Seluruh kitab dalam Perjanjian Lama, termasuk di dalamnya Taurat dan Zabur tidak disusun sekali jadi oleh seorang penulis atau kelompok Maka seluruh kitab ini tersusun dari sumber-sumber yang banyak dan ditulis oleh orang-orang yang banyak pula, yang berasal dari berbagai negeri dan berbagai generasi, di mana masing-masing penulis selain berfungsi sebagai penyalin, juga berfungsi sebagai penyunting dan menambahkan gagasan-gagasan baru ke dalam naskah yang telah ada karena motif tertentu yang tidak selamanya negatif (Dr. Wallace March, 2001).
Jadi penterjemahan Alktab(Bibel) itu tidak cuma terjemah dari bahasa suatu bangsa ke bahasa bangsa lain tetapi dari satu bahasa ke dalam bahasa ini lagi, seperti dari Inggris th.1526 ke bahasa Inggris 1952. Lebih celaka lagi jika dibuat kamus atau Encyclopedi atas lktab(Bibel) dengan bahasa yang lama maka suatu haripun juga akan dibuat pula kamus atau encyclopedi Alkitab(Bibel) kedalam bahasa terakhir yang masih hidup. ]
Jelas sekali bahwa Alkitab(Bibel) akan terus-menerus mengalami perubahan, disesuaikan, ditertibkan, disempurnakan dan sebagainya; sepertihalnya dengan karya-karya tulis yang lain.
@ Al-Quran tetap suci
Jauh berbeda dengan Al-Quran yang merupakan mukjizat kaum muslimin sejagad, bahwa Al-Quran itu harus berbahasa Arab. Semua terjemahan adalah bukan Al-Quran dan isinya dibuat dan ditanggung jawab oleh yang menulis buku itu. Keharusan menggunakan bahasa Arab Al-Quran ini ditegaskan oleh Allah sendiri dalam 11 tempat dalam Al-Quran yaitu: s20a113; s26a195, s42a7, s13a37, s39a28, s16a103, s43a3, s46a12, s41a3, s41a44, s16a106, s12a2. Jumlah huruf sampai bunyi tiap huruf tidak berubah selama 1400 tahun semua dihafal oleh bermilyar-liyar orang Islam dalam shalatnya. Kemudian metode Ta’wil dalam penafasiran Al-Quran tidak bisa dikalahkan oleh metode hermeneutika, sebab menurut Ibnu Rushd guru filosuf dunia berabad-abad lamanya itu menyatakan bahwa syarat bolehnya melakukan Ta’wil atas Al-Quran ini ialah sangat terbatas hanya oleh filosuf Khawashul Khawash dalam bidangnya dan hasil Ta’wil ditutup sangat rapat, sangat dirahasiakan kecuali hanya kepada filosuf yang Iman-Islamnya sama dengan yang pertama, haram dibocorkan kepada orang yang tidak memiliki syarat tersebut dan Ta’wil ini tidak boleh menyimpang dari syari’at Allah Ta’ala.
Kaum Nasrani tidak mungkin dapat melakukan metode Ta’wil (seperti metode dalam ‘Ulumul Quran) sebab bunyi atau kalimat asli kitab sucinya yang akan ditakwil tidak ada, Bibel terjemah adalah produk buatan akal manusia, tidak suci bahkan kitab suci ini telah menyiarkan dan mengabadikan ayat-ayat yang kotor dan porno bahwa para nabi berzina, menyembah berhala, bergulat dengan Tuhan, kata-kata jorok dan cabul.
Pada tahun 1709M Cremer, penasehat raja Prusia menemukan naskah Injil Barnabas dalam bahasa Italia di perpustakaan bangsawan Belanda di Amsterdam. DR. Khalil Sa’adah berkebangsaan Libanon wafat di Brazilia mengatakan bahwa Injil Barnabas ini berasal dari perpustakaan Paus Sixtus V (1590M) yang diambil oleh Framino orang dekat Paus naskah itu diterjemah ke bahas Spanyol th.1784, diterjemah ke bahasa Inggris oleh Sale dan diterjemah ke bahasa Arab oleh Khalil Sa’adah sendiri. Umat Kristen menolak Injil Barnabas sebab Injil ini mengajarkan bahwa Yesus adalah manusia biasa, bukan Tuhan. Kemudian pada tahun 1886 diketemukan lagi Injil Petrus di Ahmim Mesir Utara, isinya banyak berbeda dengan Injil yang lain.

7. Kekisruhan dan perubahan
Kitab Perjanjian Lama yang aslinya berbahasa Ibrani Purba jaman Nabi Musa a.s. dan Kitab Perjanjian Baru aslinya berbahasa Aramia atau Ibrani Baru jaman Nabi ‘Isa s.a., maka materi aslinya tidak diketemukan lagi kecuali naskah ribuan tahun sesudah wafatnya Nabi Musa dan nabi-nabi jaman purba serta naskah yang diberi judul Injil dan lain-lain yang ditulis 30-70 tahun sepeninggal Nabi ‘Isa a.s. yang ditulis dalam bahasa Yunani, bukan tulisan dalam bahasa Ibrani. Oleh karena naskah yang diketemukan itu tertulis dalam bahasa Yunani, maka naskah inilah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan semua bahasa.
Seluruh terjemahan Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru, karena asli kedua kitab (PL dan PB) yang paling awal tidak diketemukan, maka semua bunyi-kata-kata isi kedua kitab(PL&PB) yang sebelumnya yang diterjemahkan tidak pernah ikut dilampirlan bersama pada terbitan baru dengan bahasa baru, seluruh terjemah PL&PB itu berdiri sendiri lepas dari kedua kitab PL&PB sebelumnya yang diterjemah tadi sejak dahulu kala ribuan tahun itu sampai sekarang millennium ketiga ini dan akan berlangsung selama-lamnya!!!
Tiap bangsa mempunyai bahasa/huruf untuk menulis bahasa itu dengan bahasa/huruf yang tidak sama bahkan tidak diganti dengan kata&bunyi-hurufnya di dalam bahasa&huruf bangsa lain. Bagaimana menulis dan menterjemahkan naskah dalam bahasa IBRANI PURBA ke dalam bahasa Nippon dengan huruf Kanji, menterjemahkannya ke dalam bahasa&huruf Jowo dan bagaimana menterjemahkan Sumpah Palapa Gajah Mada dari bahasa&huruf Jowo kuno itu ke dalam bahasa Ibrani, bahasa Cina, bahasa Prancis atau bahasa Urdu????
Contoh terjemah Bibel Injil Matius 26 ayat 49-50 bahasa Arab, bahasa Inggris, Belanda dan Indonesia:
(1) Bibel bahasa Arab, Al-Kitabul Muqaddas, terbitan American Bible, Bairut, tahun 1897,1902,1926 dan 1946 (yang tersimpan di Perp.Islam Jogja), Kitab Matius 26 ayat 49-50 berbunyi sebagai berikut:
فَلِلْوَقْتِ تَقَدَّمَ اِلَي يَسُوْعِ وَقَالَ اَلسَّلَامُ يَاسَيِّدِيْ وَقَبَّلَهُ -0-فَقَالَ لَهُ يَسُوْعُ لِمَاذَا جِئْتَ
(2) Holly Bible, Mission Radstock House Eccleston, London terbitan 1957, Kitab Matius 26 ayat 49-50 berbunyi sbb:
“And forth with he comes to Yesus and said: “Hail, Master, and kissed him. And Yesus said into him, Friend where fore art thou come?”
(3) Heilig Bybel, Britische en Buitenlandsche, Bijbelgennotschap, London, terbitan 1922 kitab Mat 26 ayat 49-50 berbunyi sbb:.
“En terstond komende to Yesus, zeide hij: Wees gegroet Robbi en hij kuste hem. Maar Yusus zeide to hem: “ Vriend waartoe zij gij hier?”
(4) Alkitab terbitan LEMBAGA Alkitab, Jakarta, cet.1965 Kitab Matius 26 a 49-50 berbunyui sebagai berikut:
“Maka ketika itu juga datanglah ia mendapatkan Yesus sambil berkata: “Assalamu alaikum ya Robbi” lalu mencium Dia. Maka kata Yesus kepadanya: “Hai sahabat, lakukanlah maksud engkau datang ini”
@Pernyataan dan pengakuan
• Tafsir Al-Manar (Juz IX,h.231-299dan Juz VI, h.86) bunyi “Paracletos” dalam Inji Yahya 14 ayat 16 dan Injil Yahya 15 ayat 26, dari bahasa Yunani ini artinya:Pembela, setelah diteliti berasal dari “Periclutos” artinya ialah “Yang terpuji”, yang tulisannya hampir sama antar keduanya, padahal artinya sangat berbeda. Pada halaman lain (Juz ix, h.289 dan 263) Al-Manar mencatat masing-masing bunyi dan artinya, yaitu:
a) Paracletos=اَلْمُعَزِّيُ-اَلْمُعِيْنُ-اَلْمُحَاجُّ =Pembela;
b) Periclutos =اَحْمَدُ-مُحَمَّدٌ =Terpuji;
c) Periclie=اَلْمَجِيْدُ- اَلشَّهِيْرُ = Termasyhur, terkenal.
• Dalam Injil Yahya 14 ayat 16 dan 15 ayat 26, terjemah dalam Bibel Bahasa Arab terbitan 1902 berbunyi:” مُعَزِّيٌ“(Pembela), maka dalam Bibel terbitan Alkitab, Jakarta, 1965 bunyi itu disalin menjadi “Penghibur”. Menurut G.A.Nalino pakar bahasa Yunani bahwa “Paracletos” artinya “Pembela” diduga asal dari bunyi “Periclutos” memang tulisannya hamir sama, tetapi artinya ialah “Yang terpuji” sama dengan yang tertulis dalam Injil Barnaba pasal 28-29 tertulis dengan احمد = terpuji.
• Tafsir Al-Manar (Juz iii,h.157) mencatat bahwa seorang Peneliti yang bernama Rahmatullah al Hindi setelah memeriksa Bibel koleksi pribadi terbitan 1811, 1816, 1825, 1831, 1844, 1860 dan yang lain, maka Rahmatullah menyatakan bahwa sudah berulang-ulang meminta pakar terbaik pimpinan gereja di sana untuk mempertanggung jawabkan berbagai macam kekisruhan, perubahan, penggelapan karena tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa baru yang menyangkut masalah yang ringan sampai akidah yang paling berat. Dari salah satu pertemuannya, maka mereka hanya menjawab meminta maaf sambil mengatakan bahwa karena tidak adanya sandaran awal di jaman permulaan dahulu maka terjadi keributan dan malapetaka sejak tahun-tahun 313M dan sesudahnya. Demikian ditulis Rahmatullah dalam kitabnya Izharul Haq.
• Buku “Islam Integrasi Ilmu dan Kebudayaan-Sidi Ghazalba” halaman 104 mencatat bahwa terjadinya kekisruhan, perubahan dan malapetaka Alkitab(Bibel) di sana sebabnya ialah karena akibat penterjemahan dan salin menyalin dengan tidak menyertakan naskah yang diterjemahkan.
• Buku “Islam Dihujat” (2004,h.333), maka Hj. Irene Handono” memberikan 50 contoh ayat buatan akal manusia artinya tidak suci dan ada 49 ayat kontradiktif. Dan masalah ini diakui oleh tokoh Kristen sendiri: DR.G.C.vanNiftrik, DR.B.J.Bolland, DR.Mr.D.C Mulder, DR.Welter Lempp, DR.R.Soedarmo.
• Molyadi Samuel dalam bukunya: Dokumen Pemalsuan Bibel (2002:29&77) mencatat 101 contoh ayat kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Lama dan 101 contoh ayat kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Baru.
• Penyusun Bibel bahasa Arab (Alkitabul Muqaddas) terbitan Th.1902 halaman pertama menulis catatan yang artinya ialah: “Dalam Bibel ini ada pengurangan-pengurangan dan tambahan-tambahan dari aslinya bahasa Yunani atau Ibrani atau Kildania”.
• Pendeta K.Riedel dalam bukunya “Tafsir Al-Kitab-Injil Markus” halaman 11, menulis sebagai berikut: “Beberapa naskah lama ada tambahan “Anak Allah” dalam Markus 1:1 sedangkan dalam naskah bahasa Belanda yang baru tidak ada kata-kata “Anak Allah”.
• Tidak dapat kita menentukan entah ada tertulis dalam Injil Markus 1:1 yang awal ada “Anak Allah’ apa tidak ada. Tetapi dalam Al-Kitab terbitan Jakarta 1965 tertulis Yesus Kristus “Anak Allah”.
@ H.Sanihu Munir Dr,SKM,MPH dalam Islam Meluruskan Kristen (2004h82) mencatat pernyataan George Davidson dalam bukunya The Gospel of Yesus bahwa para penterjemah Bibel itu suka mengubah/memodifikasi dengan akal mereka dalam menterjemahkan Bibel yang dikerjakannya; Dan Robert Funk dalam bukunya Honest to Yesus menyalahkan pemimpin gereja yang tidak menyertaka naskah asli yang diterjemahkan, sehingga menyesatkan pembacanya mereka adalah pengkhianat.
Terhadap semua ini Al-Quran memperingatkan sebagai berikut:
@أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ(75)وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا قَالُوا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُمْ بِهِ عِنْدَ رَبِّكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ(76)أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ(77) وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ(78)البقرة)
Artinya:
“Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: “Kamipun telah beriman,” tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: “Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mu’min) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?” Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga”(S.2 al-Baqarah 75-78).
Lihat juga S.4 An-Nisa` 46 dan S.5 Al-Maidah 41 bahwa mereka suka mengubah ayat-ayat suci sesudah mengerti mereka membuat akal-akalan.
@ Hermeneutika
Disebabkan karena perubahan, keruwetan, kekisruhan, kekacauan bunyi ayat-ayat sampai makna isi kandungan Bibel atau Alkitab sebagaimana data-fakta diatas, maka para ahli pikir Nasrani mengambil jalan pintas melalui Metode Hermeneutika untuk nekad membela agama Kristen atau Nasrani mereka. Hermeneutika berasal dari filsafat Yunani, bagaimana Hermes sebagai dewa diutus oleh Zeus untuk menterjermahkan pesan Zeus (Tuhan) agar mudah difaham oleh manusia di bumi. Oleh Schleiermacher agamawan-teolog Jerman makna hermeneuitika ditingkatkan lebih luas dan filosufis kemudian oleh Dilthey ditekankan kepada historitas teks dengan kesadaran sejarah yang mengharuskan pembaca teks bersikap kritis atas teks dan konteks sejarahnya, dengan mengabaikan nilai kekudusan atau desakralisasi artinya tidak menganggap suci lagi kitab-kitab suci. Dengan metode Hermeneutika mereka mengambil ajaran agama melalui penelitian atas pengarang Bibel (Alkitab) dan umat yang dituju oleh pengarang serta mengggali makna naskah Bibel (Alkitab) dengan metode allegoris mengambil arti kiasan yang tersembunyi dengan mengabaikan bunyi teks naskah yang indrawi.
Metode Hermeneutika yang digalakkan oleh cendekiawan kaum Nasrani itu merupakan pengakuan yang tidak main-main bahwa Alkitab(Bibel) itu buatan akal manusia bukan wahyu dari Tuhan jadi tidak suci lagi karena campur tangan manusia, sebab yang asli memang tidak diketemukan, yang diketemukan tidak lain kecuali terjemahan dalam bahasa Yunani, diterjemahkan ke bahasa Latin, diterjemahkan lagi ke bahasa Belanda, Inggris, dan semua bahasa di dunia, jadi isinya ialah hasil akal manusia. Sehingga mencari kebenaran ajaran agama Nasrani tidak melalui Kitab Suci Bibel tetapi lebih menekankan apa yang ada di luar Kitab Alkitab(Bibel), lebih kasarnya Kitab Bibel tidak perlu dipercaya.
Dalam metode hermeneutika ada 6 aliran pemikiran, yaitu Schleiermacher (1834), Emilio Betti (1968), Erick D.Hirrch (1928)H.G.Gadamer (1900), Dilthery(1911), Heidegger (1976) yang pada prinsipnya mereka menganggap bahwa semua pemahaman itu hanyalah penafsiran dan tergantung subyektifitas orang yang menafsirkannya. Perlu ditegaskan bahwa Hermeneutika haram masuk kedaam Al-Quran dan nilai Riwayat Sababun Nuzul diperselisihkan oleh para ulama.
BAB TIGA
Kembali kepada Agama Tauhid
Masalah ke-3: Bagaimana estimasi mengenai nasib agama Nasrani untuk meluruskannya kembali? Jawaban semnetara Menurut Al-Quran :Para petinggi kaum Nasrani harusnya mengembangkan ajaran agamanya itu kembali kepada agama-Tauhid.
Kita semua mempelajari riwayat para nabi dan rasul melalui sumber yang paling tepercaya yaitu firman Allah dan hadis Nabi Muhammad Saw. Khususnya mengenai riwayat Nabi ’Isa a.s. dan perkembangan agama Nasrani kita melihat data dan fakta sejarah yang ilmiah. Maka dari itu estimasi atau perkiraan mengenai bagaimana nasib agama Nasrani yang mencakup semua aliran dalam agama Nasrani, Katholik, Protestan dan sebagainya kita tidak bisa lain kecuali apa yang dikehendaki Allah yang mengutus nabi dan rasul, ikut saja apa yang dikehendaki Allah dalam Al-Quran supaya kembali kepada agama Tauhid hanya menyembah dan mengabdi kepada Allah tidak menambah tidak menguranginya. wahyu yang disanpaikan melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah Saw sebagai berikut:
ُقلْ يَاأَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ(ال عمران 64)

3:64. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”(S.3 Ali ‘Imran 64).

يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا ( النشاء 171)
4:171. Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”(S.4 an-Nisa` 171).
Wallahu a’lam bish-shawab
Internet:http://pondokquranhadis.wordpress.com Email:pondokilmu7@gmail.com
Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com,Email:h.imam.muchlas.@gmail.com

Oleh: pondokquranhadis | Januari 27, 2012

ALLAHU AKBAR, ALLAH MUTLAK MAHA

011(11)28                                          Tafsir Tematis Kontemporer

 

ALLAHU AKBAR

Allah itu Mutlak Maha

 

Al-Quran S.79 An-Nazi’at 27-32

   ÷LäêRr&uä ‘‰x©r& $¸)ù=yz ÏQr& âä!$uK¡¡9$# 4 $yg8oYt/ ÇËÐÈ   yìsùu‘ $ygs3ôJy™ $yg1§q|¡sù ÇËÑÈ   |·sÜøîr&ur $ygn=ø‹s9 ylt÷zr&ur $yg9ptéÏ ÇËÒÈ   uÚö‘F{$#ur y‰÷èt/ y7Ï9ºsŒ !$yg8ymyŠ ÇÌÉÈ   ylt÷zr& $pk÷]ÏB $yduä!$tB      ÇÌÊÈ$yg8tãötBur       tA$t7Ågø:$#ur $yg9y™ö‘r& ÇÌËÈ     )النازعات 27-32)

 (27). Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membangunnya,–(28). Dia meninggikan atapnya lalu menyempurnakannya,–(29). dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.–(30). dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.–(31) ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.–(32). dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh”(S.79  An-Nazi’at 27-32).

Tema dan sari tilawah

1.Allah telah menciptakan  langit alam semesta dengan seluruh urusan  yang terkait.

2.Allah menciptakan manusia jauh  lebih mudah dari pada penciptaan alam semesta.

3.Allah telah mendirikan  angkasa  jagad raya ini dan mengembangkan alam semesta sampai  sempurna.

4.Allah telah menciptakan   siang dan malam serta   pergantian siang dengan  malam itu.

5.Allah telah menggelar bumi dan  melimpahkan  air  serta lahan penggembalaan hewan.

6.Allah telah menancapkan gunung-gunung  sangat kuat di bumi .

Masalah dan analisa jawaban

1. Bagaimana sejarah penciptaan alam semesta ini menurut Al-Quran dan bagaimana logikanya? Jawaban sementara :  Menurut Al-Quran Allah menciptakan makhluk-Nya ini dengan firman ”KUN” (Jadilah kau) maka terwujudlah apa yang dikehendaki Allah itu.  Para pakar IPTEK mengajukan teori penciptaan alam ini dengan ”Big Bang Theory”, yaitu: Suatu titik meledak memancarkan isi alam.

2. Bagaimana proses terjadinya manusia menurut  Al-Quran?  Jawaban sementara: Menurut Al-Quran maka Allah menciptakan Adam manusia  yang pertama itu dari tanah dan dengan  firman Allah  ”KUN” selanjutnya untuk anak cucu Adam tercipta melalui suatu proses  berasal dari tanah. Sedangkan para ilmuwan  IPTEK berselisih  pendapat  satu aliran menyatakan terjadinya manusia  itu melalui proses evolusi, sebagian  lagi menolak teori evolusi.

3. Apakah  maksud  Allah bertanya kepada manusia atau mendorong mereka merenungkan masalah penciptaan alam semesta  itu  gampang sekali dan untuk menciptakan manusia jauh lebih gampang?  Jawaban sementara: Dengan merenungkan masalah bahwa Allah menciptakan alam semesta itu gampang maka manusia seharusnya  mengucapkan Takbir Allahu Akbar dengan menghayatinya secara mendalam.

Pendalaman dan penelitian

BAB  SATU

Penciptaan alam semesta

~~Masalah ke-1: Bagaimana sejarah penciptaan alam semesta ini menurut Al-Quran dan bagaimana logikanya? Jawaban sementara :  Menurut Al-Quran,  Allah menciptakan makhluk-Nya ini dengan firman ”KUN” (Jadilah kau)maka terwujudlah apa yang dikehendaki Allah itu. Para pakar IPTEK mengajukan teori penciptaan alam ini dengan ”The Big Bang Theory”: Suatu titik meledak memancarkan  isi alam semesta dan seluruh makhluk.

 

A.  Terjadinya  alam  semesta menurut Al-Quran

           Secara umum Al-Quran mencatat bahwa dalam menciptakan alam dan seluruh makhluk itu Allah cukup dengan berfirman ”KUN” artinya jadilah engkau, maka tiba-tiba terwujud apa yang dikehendaki Allah itu, sebagaimana termaktub dalam Al-Quran ayat-ayat berikut:

!$yJ¯RÎ) ÿ çnãøBr& !#sŒÎ) yŠ#u‘r& $º«ø‹x© br& tAqà)tƒ ¼çms9 `ä. ãbqä3uŠsù    (يس 82)

”Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia”(S.36 Yasin 82).

~ ”Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” lalu jadilah  dia(S.2 Al-Baqarah 117)

~ ”Sesungguhnya Perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “kun (jadilah)”, Maka jadilah ia”S.16 An-Nahl  40)

~ ”Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, Maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: “Jadilah”, Maka jadilah ia”(S.Ghafir 68).

~ ”tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. apabila Dia telah menetapkan sesuatu, Maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, Maka jadilah ia” (S.19 Maryam 35).

~ ”dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui”S.6 Al-An’am 73)

1.Pandangan ulama’  klasik

       Menurut para ulama jaman klasik firman Allah ”KUN”  itu harus difaham  secara zhahiriyah  tidak perlu dipikir terlalu jauh, yaitu:

@Tafsir Ath-Thabari (2h544) dalam menganalisa Qs2a117 di atas mencatat  macam-macam pandangan:

~ Sebagian ulma’   menafsirkan ayat-ayat tentang firman Allah ”KUN” itu dengan pandangan yang cenderung filosufis.

~ Sebagian ulama` mengatakan bahwa lafal ini bersifat umum secara zhahiriyah tidak perlu dimaknai secara ta`wil, maka semua wajib  pasrah bahwa Allah itu Kuasa Maha  sehingga dengan  firman Allah  ”KUN” maka sesuatu terwujud  dari tiada ke alam nyata.

@ Pada halaman 312 juz 2 Ath-Thabari mencatat bahwa Allah Maha Kuasa menciptakan segala sesuatu  itu tidak terikat oleh kaitan apapun juga sampai selesai dengan sempurna, sebagaimana  difaham dari firman Allah ini :

£`ßg9ŸÒs)sù yìö7y™ ;N#uq»yJy™ ’Îû Èû÷ütBöqtƒ 4‘ym÷rr&ur ’Îû Èe@ä. >ä!$yJy™ $ydtøBr& 4 $¨Z­ƒy—ur uä!$yJ¡¡9$# $u‹÷R‘‰9$# yxŠÎ6»|ÁyJÎ/ $ZàøÿÏmur 4 y7Ï9ºsŒ ㍃ωø)s? ͓ƒÍ“yèø9$# ÉOŠÎ=yèø9$# ÇÊËÈ   (فصلت12)

     “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui”|(S.41 Fushshilat 12).

@ Ar-Razi  dalam tafsirnya (2h546) mencatat bahwa firman itu tidak berupa suara tetapi langsung perbuatan seperti manusia langsung mengerjakan sesuatu dengan anggota tubuh jasmaninya. Seperti   disebutkan  Allah dalam Al-Quran berikut:

     ” dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur)”(S.30 Ar-Rum 25).

@ Ar-Razi dalam tafsirnya (2h313) menyatakan bahwa ayat-ayat tentang “KUN” ini mengandung 5 macam arti sebagaimana istilah KUN dalam ayat-ayat berikut:

 (1) Penciptaan; (2) Perintah, (3)Vonis putusan hukum;(4) Berita (5) Penyelesaian dan penyempurnaan.

Semua termaktub dalam Al-Quran: 1) Penciptaan:Qs41a12,        2) Perintah:Qs17a23, 3)Vonis putusan hukum;4) Berita: Qs17a4; 5) Penyelesaian dan penyempurnaan: Qs46a29 dan s11a44, s22a29 dan s3a47;

 ~ Pada halaman 97juz13 Ar-Razi dalam menganalisa Qs36a82 menyatakan bahwa tidak boleh ayat “KUN” ini dimasuki oleh teori qiyas dan pemikiran akal bermacam-macam, tetapi kaum Mu’tazilah dan Al-Karamiyah  memahami ayat  KUN ini dikaitkan dengan waktu, mereka dasarkan arti dari Al-Quran s36a82 tertulis awal tulisan ini.

2. Pandangan  Ilmiah ilmuwan  muslim

          Ahmad Baiquni, Prof.M.Sc.PhD (seorang Ahli Atom Pertama Indonesia Ex Kep.Badan Tenaga Atom Nasional) dalam bukunya Al-Quran dan IPTEK (1994:15) membuat hipotesa menjawab masalah  penciptaan alam itu  melalui  Al-Quran S.21 Al-Anbiya` 30 dan S.51 Adz-Dzariyat 47 mencatat sebagai berikut:

óOs9urr& ttƒ tûïÏ%©!$# (#ÿrãxÿx. ¨br& ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚö‘F{$#ur $tFtR%Ÿ2 $Z)ø?u‘ $yJßg»oYø)tFxÿsù ( $oYù=yèy_ur z`ÏB Ïä!$yJø9$# ¨@ä. >äóÓx« @cÓyr ( Ÿxsùr& tbqãZÏB÷sムÇÌÉÈ   (الانبياء 30)

        ”dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?”(S.21 Al-Anbiya` 30)

uä!$uK¡¡9$#ur $yg»oYø‹t^t/ 7‰&‹÷ƒrÎ/ $¯RÎ)ur tbqãèřqßJs9 ÇÍÐÈ   (الذاريات 47)

    “ dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan Sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa”(S.51 Adz-Dzariyat 47)

         Dengan membaca Al-Quran S.21 Al-Anbiya1 30 dan Adz-Dzariyat 47  di atas maka difahami secara filosofis maknanya ialah bahwa pada jaman awal terdapat TITIK  singularitas fisis berisi padatanpaduan seluruh materi. Dari suhu dingin 1000 trilyun derajat C dibawah nol tiba-tiba dalam jangka waktu 10 pangkat minus 34 detik  terjadi kenaikan panas menjadi 1000 trilyun-trilyun derajat C (satu 25nol derajat C), sehingga terjadi ledakan maha dahsyat melemparkan padatanpaduan materi dari dalam TITIK tersebut  sehingga terwujudlah jagad raya ini  sebagai gejala yang dinamakan inflasi.  Disebabkan karena berubahnya energi kepada materi (matrialisasi) tidak serentak secara integral bersama kemudian inflasi terhenti  maka di lokasi-lokasi tertentu terjadi konsentrasi  materi dan timbullah benih-benih galaksi di seluruh kosmos.

         Saat itu suhu kosmos 100 milyard derajat C dan karena campuran radiasi dan partikel ini sangat padat maka para pakar menamakannya SOPKOSMOS.

          Bersumber dari Al-Quran S.51 Adz-Dzariyat 47 dan S.79 An-Nazi’at 28 itu dispekulasikan bahwa dari ledakan maha dahsyat tersebut  terbentuklah 100 milyar kali 100 milyard bintang jumlahnya 10.000.MM bintang jika ditulis sama dengan 10.000.000.000.000.000.000.000 buah bintang. Dalam waktu satu detik  sampai 3 menit terjadilah nukleosintesis, maka  hasil dari reaksi  fusi nuklir terbentuklah  atom-atom ringan. Setelah umur alam semesta mencapai 700.000 tahun maka elektron-elektron masuk ke dalam orbit masing-masing membentuk atom melepaskan radiasi sehingga seluruh ruangan menjadi terang benderang.

           Menurut Prof. Baiquni alam semesta mempunyai dimensi sepuluh, yang 4 dimensi ialah alam yang kita hayati sedangkan 6 dimensi lagi tidak kita amati langsung sebab semua tergulung dalam gulungan bulat yang panjang jari-jarinya =10 pangkat minus 32 sentimeter yang manifestasinya berwujud  muatan listrik dan muatan nuklir.

            Prof.Baiquni menambahkannya tinjauan  atas penciptaan alam ini  melalui Al-Quran surat dan ayat berikut: S.21 Al-Anbiya` 30, S.51 Adz-Dzariyat 47, S.41 Fushshilat 11, 12, S.65 Ath-Thalaq 12, S.32 As-Sajdah 4, S.35 Fathir 41, S.21 Al-Anbiya` 104 S.11 Hud 7, Fathir41, S.21 Al-Anbiya`104, terutama makna dari istilah-istilah As-Sama` , Al-Ardhu, Al-Qalam, Ad-Dukhan, Al’Arsy, Al-Ma`u.

Prof.Baiquni menfasirkan  istilah-istilah itu sebagai berikut:

1. As-Sama` , maknanya ialah ”Ruangwaktu” yaitu ruang yang di dalamnya terdapat bintang-bintang, galaksi dan lain-lain.

2. Al-Ardhu, maknanya ialah ”Energimateri”  yakni  bakalan bumi yang sudah ada  sesaat setelah Allah menciptakan  jagad raya yang dari padanya dapat berubah  dari  yang satu kpada yang lain.

3.Al-Qalam,  maknanya ialah ”Saranatulis” yang mencakup karya tulis yang tersirat di dalamnya.

4. Ad-Dukhan, maknanya ialah ”Embun” yaitu gejala yang ditemukan pada suatu sistem yang mendingin dari suhu yang sangat tinggi  trilyun-trilyun derajat (trilyun kuwardrat).

5. Al’Arsy.  Maknanya ialah ”Pemerintahan yang lengkap dengan sarana, aparatur dan peraturannya—Pemerintahan Allah.

6. Al-Ma`, maknanya ialah ”Zatalir”  sangat mirip dengan istilah ”Sopkosmos” yaitu zat yang rapatlengkat tetapi dapat menglir pada suhu yang  sangat tinggi.

          Baiquni menambahkan  bahwa  hasil penelitian para  fisikawan itu telah menumbuhkan dua poin pernyataan, yaitu:

(1) Kira-kira 15 atau 18 milyar tahun yang lalu semesta alam, energi, materi, ruang dan waktu semua keluar dari SATU TITIK singularitas  yang menyimpan daya potensi yang luar biasa.

(2) Sebelum peristiwa ini terjadi, maka:  (a) Tidak ada energi; (b) Tidak ada materi; (c) Tidak ada ruang;  (d) Tidak ada waktu.

          Pernyataan di atas ini masih harus kami (oleh Imam Muchlas) tambahkan bahwa sebelum ada titik (pada teori Big Bang) itu tidak ada  energi, tidak ada materi, tidak ada ruang dan tidak ada waktu, maka yang ada ialah Allah yang Mutlak Maha ”La ilah illa Allah” =Tidak ada apa-apa keculai Allah.

B. Penciptaan Alam menurut ilmuwan-IPTEK

        Para pakar Ilmu Fisika mengemukakan Teori Big Bang  yaitu: suatu teori yang menguraikan  terjadinya alam semesta, bahwa alam semesta ini berasal dari suatu titik lalu meledak dengan dahsyat memancarkan pecahan dan isi titik tadi ke segala penjuru kemudian terwujudlah alam semesta yang salah satu dari akibat ledakan tersebut ialah galaksi Bima Sakti tempat alam kehidupan kita sekarang ini. Di luar Bima Sakti masih banyak sekali galaksi-galaksi lain di atas angkasa luar.

         Akan tetapi para pakar ilmu fisika tidak berhasil melakukan penelitian secara sempurna,  teori fisika hanya bisa menjelaskan sampai waktu plank (10 pangkat  minus 44 detik setelah Big Bang) ini adalah periode waktu terkecil yang dapat dijelaskan oleh teori fisika saat ini. Proses yang memakan waktu lebih kecil dari ini tidak dapat dijelaskan oleh teori fisika yang ada,  karena pada skala itu waktu tidak lagi kontinyu tapi melompat-lompat dan terputus-putus

 

Volume besarnya  Alam Semesta

      Benda pertama kali wujud di alam ialah apa yang dinamakan Titik Singularitas atau Oeratom ada yang mengatakan Ylem, dari Ylem ini lalu terbentuk jagad raya, yang tediri dari  100 milyar galaksi bahkan lebih. Tahun 1929 Edwin Habble menyatakan bahwa semua galaksi berjalan menjauhi kita dengan cara dan ukuran tertentu. Tahun 1930 Georges Lamaitre menyatakan bahwa dari ledakan yang terlalu hebat (menurut Teori Bang-Bang itu), maka terlemparlah  100 milyar galaksi ke segala penjuru (salah satunya ialah galaksi Bima Sakti). Jari-jari Galaksi Bima Sakti kita ini menurutnya  ada  13,23 miliar tahun sinar (Satu detik tahun sinar=300.000 Km). Dan jarak antar galaksi  yang  paling jauh  adalah  1.00.000.000.000 tahun sinar (Seratus milyar tahun sinar(Satu detik=300 Km) jadi langit itu berapa luasnya???

         Secara ilmiah langit atau wadah alam semesta ini tidak terbatas, sedangkan yang diketahui manusia hanyalah sebagian kecil dari jagat raya seluruhnya, sebab alam semesta ini   berkembang terus menerus saling menjauh. Kita bayangkan ibaratnya adalah bahwa Bumi kita ini  persis seperti sebutir debu di padang pasir semesta alam yang tak terhingga terlalu besar jauh lebih luas dari pada padang pasir Gobi, padang pasir Prairi dan padang pasir di Timur Tengah atau Afrika.

Angka perbandingan benda-benda langit sekitar kita

Jarak,garis-tengah, kepadatan,jarak ke matahari,putaran pada sumbunya

Bintang     Planet Jarak dari matahari/Km   Diameter

    (Kilometer)

Padat

Air=1  

Mengitari

Matahari

SatuXputar Diporosnya
Bintang ————— 1.392.000Km 1,4 ———— 15,38 hari
Bulan ————— 3.476Km 3,34 ———— 27, 32hari
Merkuri 56jutaKm 4.850Km 5,4 58hari 59,     hari
Venus 108 juta 12.140Km 5,2 224hari 244hari
Bumi 150jutaKm 12.756Km 5,52 365,25har 23jam56m
Mars 228jutaKm 62.790Km 3,9 687hari 24jam37m
Jupiter 778jutaKm 142000Km 1,34 11,9hari  9jam50m
Sturnus 1.427jutaK 120.200Km 0,70 29,5tahun 10jam14m
Uranus 2.870jutaK 49.000Km 1,58 84tahun 10jam49m
Neptuns 4.497jutaK 50.200Km 2,3 164,8th 15jam48m
Pluto 5.900jutaK 6.400Km —— 247,7th 153jam

          *)Keith Wicks Bintang&Planet 1985,h18

 

Catatan; Angka angka  perjalanan bumi mengelilingi matahari  satu kali putar = 365,25 hari. Kemudian  jika  kita  menjadi penduduk atau hidup di  planet PLUTO maka  umur kita harus dihitung dengan jam waktu di Pluto SATU-TAHUN  Pluto  = 247,7 X  365,25 hari  manusia di bumi, setahun Pluto = 90.472,425 hari bumi.  Jika seandainya  umur alam  semesta ini sekarang sudah  15 ada yang mengatakan 18 milyar tahun, maka  tidak mampu kita memperkirakan sedikitpun  berapa hari  waktu di bumi kita. 

@ Sejarah perkembangan planet bumi

 Sejarah perkembangan planet bumi dari jaman awal sampai ke jaman  sekarang ialah sebagai berikut:

I.Waktu Plestosin = 10.000 juta tahun sampai 2.000 juta tahun yang silam dinamakan dengan    Jaman Paleosoikum yang terbagi dalam beberapa masa, yaitu:

1.Masa Kambrium 600-500 juta tahun

2.Masa Ordovisum 500-440 juta

3.Masa Silur 440-400 juta tahun

4.Masa Devon 400-350 juta tahun

5.Masa Karbon 350- 270 juta tahun

6.Masa Perm  270-225 juta tahun

II. Jaman  Tersier-Mesosoikum terbagi  dalam  beberapa periode:

1.Masa Trias 225-180 juta tahun

2.Masa Jura   180-135 juta tahun

3.Masa Kapur 135-70 juta tahun

III. Masa Kwarter

1..Waktu Paleosen 70-60 juta tahun

2/.Waktu Eosen  60-40 juta tahun

3.Waktu Oligosen 40-25 juta tahun

4.Waktu Miosen  25-10 juta tahun

5.Planet Bumi (1985:10) mencatat sebagai berikut).

IV Sekitar 4.500 juta tahun bumi terbentuk dan masih berwujud lautan api  cairan (lava) batu-batuan dan gas menyala meleleh mendidih (seperti jenang) dodol, tetapi makin lama makin berkurang panasnya terakhir menjadi dingin.

V. Sekitar 3000 juta tahun yang lalu, makhluk hidup mulai tumbuh di laut, yaitu ganggang laut.

VI Dari ganggang laut terbentuk zat asam, zat asam oleh sinar matahari   dibentuk atmostfir ozon, tugasnya menyerap sianr wungu matahari (berbahaya).

VII. Bumi mengalami proses pembentukan calon laut calon daratan, calon gunung, daratan, danau,  sungai dan yang lain.

VIII.Zat asam menghembuskan zat hayat ke dalam planet bumi

IX Dalam jangka yang cukup lama maka bumi menjadi dingin

X.Dalam jangka waktu yang mendukung maka bumi sebagian bumi tertutup Es 

XI  Es yang mencair membentuk lautan ataupun danau serta sungai bengawan

XII  600 juta tahun yang lalu air laut menyerbu daratan, amfibi tumbuh di laut

XIII Diduga  500 juta tahun awal sejarah bumi, dia mengalami perubahan dan pergolakan  iklim yang hebat

        ~350 juta tahun yang lalu, tumbuh serangga dan binatang darat

XIV.140 juta tahun yang lalu peta bumi mulai  berbentuk seperti sekarang, terbagi ke dalam periode brrikut:

        ~35 juta tahun silam merupakan jaman terakhir jaman ES menutupi bumi utara.

          ~ 25 juta tahun yang lalu, manusia kera nenek moyang manusia  muncul. Dinosaurus  lenyap, muncul sejenis burung.

@ Tata  surya teratur sangat sempurna, lengkap sekali

          Di alam semesta khususnya tata-surya ini, terdapat sistem yang bekerja dengan sistematis jumlahnya  terlalu banyak tidak terhitung banyaknya. Termyata Allah  telah menciptakan alam semesta ini  lengkap dengan seluk-beluknya yang sangat rinci sekali terlalu  jeli dan detail sampai yang paling  kecil sendiri (njlimet banget, contohnya:

1.      Energi matahari

Kita renungkan baik-baik  bahwa matahari itu terbuat dari pusaran nyala api raksasa yang memancarkan potensinya  sampai berjuta-juta kilometer dari permukaannya yang menyala. Tetapi, atmosfer (lapisan udara) dan medan magnet bumi menyaring semua sinar matahari yang membahayakan kehidupan manusia.

2.  Keseimbangan dan keserasaian

Di dalam  struktur tata surya itu, terdapat keseimbangan yang sangat halus dan teliti yang menahan planet-planet dalam tata surya agar tidak terlepas dari sistem tata surya itu, jelas di sana terdapat keseimbangan antara gravitasi (gaya tarik) matahari dan gaya sentrifugal planet-planet serta gerak berputar masing-masing  pada sumbunya. Otomatis sistematis  keseimbangan yang sangat halus cermat dan jeli yang telah ditetapkan Allah ini berlangsung terus dalam hukum keseimbangan.   Dan keseimbangan demikian diciptakan secara tersendiri untuk setiap unit planet, bahkan seluruh makhluk semua ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan.

3. Samodra  penjaga  keseimbangan

             Melihat hujan, laut, sungai, samudera, air minum yang mengalir saat kita membuka keran maka hal yang sangat penting dicamkan dalam dada kita  di sini ialah bahwa air itu sama sekali tidak terdapat pada ke-63 planet dan benda angkasa lain.   Selain samudra yang mengandung massa air dalam jumlah besar, ada beragam sumber air lainnya yang saling berbeda dalam ukuran dan sifatnya, misalnya sungai dan danau kecil. Sebagian air ini terlalu asin untuk diminum, tetapi sebagian yang lain rasanya tawar. Jelas di sana ada sistematisasi keseimbangan segala macam air yang telah disusun dengan  sangat sempurna berdasarkan kebutuhan semua makhluk hidup di bumi.                    .

Awan dan hujan terjadi karena penguapan sejumlah besar massa air dan airmempunyai potensi yang besar untuk menarik dan menahan panas. Karena alasan inilah, massa air yang besar dalam samudra dan laut, menjaga keseimbangan iklim di dunia ini.

Keberadaan samudra, benar-benar bermakna sangat penting, karena kurang memantulkan sinar matahari sebaliknya daratan  lebih banyak memantulkan sinar, samudra lebih banyak menerima energi matahari, namun  panas samodra tersebar secara lebih berimbang. Sehingga karena itu, samudra mendinginkan wilayah khatulistiwa dan mencegahnya agar tidak terlalu panas, dan juga menghangatkan air di wilayah kutub agar tidak benar- membeku keras.

4. Tegangan(lengket-ketat) permukaan air

         Tegangan, lengket, ketat permukaan air artinya ialah suatu daya tarik oleh air di permukaan (contohnya seperti  jika kita taruh jarum ke air dengan rata benar maka jarum tidak tenggelam). Maka dengan kekuatan ini dari semua rerumputan yang paling rendah sampai pohon-pohon yang  paling tinggi dapat menghantarkan air dan zat-zat makanan atau nutrisi yang mereka bawa dari tanah sampai ke batang-batang dan pucuk  daun-daun yang paling ujung. Tegangan lengket, ketatnya permukaan air ini mengalahkan  benda cair yang lainnya manapun juga dan keistimewaan ini memiliki dampak biologis yang luas bagi kehidupan di bumi. Dengan adanya tegangan permukaan air, maka umbuh-tumbuhan dapat membawa air yang diperoleh dari  kedalaman tanah naik ke atas sampai puluhan  meter tingginya di atas permukaan, semuanya tanpa harus memiliki sistem otot atau pompa.

       Dalam dunia struktur rancangan manusia, tangki tekanan udara (pompa air) suatu sistem yang benar-benar rumit -diperlukan untuk membawa air dari bawah tanah  naik ke sampai lantai ke-100 paling atas hotel berbitang. Sedangkan tumbuh-tumbuhan air dari dalam tanah dapat naik ke atas mencapai puncak tertinggi dari tumbuh-tumbuhan hanya dengan tegangan lengket, ketatnya permukaan air. Saluran di dalam akar tumbuh-tumbuhan dan barik-bariknya dirancang sedemikian rupa sehingga memanfaatkan tegangan permukaan air naik ke atas dan semakin ke atas, saluran ini menjadi semakin sempit dan semakin sempit sehingga memungkinkan air “merambat” terus.

        Jika tegangan lengket, ketatnya permukaan air atau daya potensinya lemah, seperti pada kebanyakan benda cair lainnya, maka air  atau zat makanan tumbuh-tumbuhan darat tidak mampu menaikkan  air atau zat makanannya ke atas sehingga tumbuhan ini  tidak akan bisa hidup. Hal ini akan berdampak buruk bagi semua makhluk hidup di planet ini. Namun demikian, karena air maupun tumbuh-tumbuhan diciptakan Allah dengan sistem yang sempurna, masalah seperti itu tidak pernah terjadi di dunia.  Semua menjadi ayat-ayat Allah di hadapan pengelihatan manusia.

 

 

5. Peran pegunungan dalam memperkuat kerak bumi

            Jika tidak ada sistem yang menjaga agar gerakan,  goncangan dan gempa bumi ini terkendali, maka akan terjadi terus-menerus gempa atau sunami di bumi sehingga dunia ini benar-benar tidak dapat dihuni makluk hidup. Namun, pegunungan dan jaringan di bawah tanah sangat mengurangi gerak bawah tanah dan meredam goncangan-goncangan besar.

Pegunungan juga berperan mempertahankan keseimbangan dalam memabgi-bagi   panas ataupun energi.   Perbedaan suhu di khatulistiwa dengan suhu di kutub bumi adalah sekitar 100 derjat Celsius. Jika suhu naik sekian maka akan terjadi badai dengan kecepatan 1000 km per jam, maka  jelas akan membinasakan kehidupan di bumi. Tetapi permukaan bumi yang tidak rata menghalangi kecepatan aliran angin yang sangat  kencang karena perbedaan suhu udara seperti itu. Jajaran pegunungan yang terbentang dari Gunung Himalaya dari Cina, sampai Taurus di Turki menuju ke pegunungan Alpen di Eropa dan jajaran pegunungan di samudra Atlantik dan Pasifik-pun    juga bertugas  persis seperti ini juga.

        Allah sudah menciptakan dunia tempat kita tinggal ini dengan cara yang betul-betul sempurna.

BAB  DUA

Kejadian manusia

          Masalah ke-2: Bagaimana proses kejadian manusia menurut  Al-Quran?  Jawaban sementara: Kejadian manusia diperselisihkan oleh para pakar,   satu aliran menyatakan terjadinya manusia  itu melalui proses evolusi. Sebagian  lagi menolak teori evolusi. Menurut Al-Quran maka Allah menciptakan manusia  yang pertama itu dari tanah kemudian dengan firman ”KUN” sedangkan untuk anak cucu Adam tercipta melalui suatu proses  asal dari tanah.

           Adam sebagai manusia pertama Allah  menciptakannya  diterangkan Allah di dalam Al-Quran berfirman:

            Kejadian manusia menurut Al Quran ada dua macam keterangan, yaitu tentang kejadian Adam dan kejadian manusia anak keturunan Adam; Al-Quran s76a7-8 menyatakan bahwa pada awalnya manusia itu tidak ada, bahkan tidak dapat dibicarakan

a.         Kejadian Adam

Al-Quran S.76 Al-Insan 2 termaktub di atas menjelaskan kejadian Adam dan manusia anak keturunan Adam maka lebih jelas lagi disebut dalam S.32 As-Sajdah 7 – 8, yaitu (terjemahannya) :

الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ()ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ( السجدة 8)

“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan dengan sebaik-baiknya. Dan yang memulai penciptaan manusia itu dari tanah liat. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani)”. (S. 32 As-Sajdah 7 – 8).

            Oleh karena itu ketentuan tentang kejadian Adam kita himpun dari ayat-ayat terkait. Dan jika kita boleh membuat spekulasi atau dugaan sementara maka kejadian itu seperti analisa berikut :

            1)         Adam diciptakan Tuhan dari tanah, disebut dengan “Turab”  artinya debu, maksudnya tanah yang kering. Ini disebut dalam Al-Quran dalam S. 3 Ali ‘Imran 59, S. 18 Al-Kahfi 37, S. 22 Al-Hajji 5, S. 30 Ar-Rum 20, S. 35 Fathir 11, S. 40 Al-Mu’min 67;

            2)         Adam diciptakan Tuhan dari tanah liat, disebut dengan “Thin” artinya tanah bercampur air. Ini disebut Al-Quran yaitu : S.32 As-Sajdah 7 (tersebut diatas), S. 7 Al-A’raf 12, S. 38 Shad 71. Berikut kutipan Al-Quran tentang tanya jawab Tuhan dengan Iblis, yaitu :

قَالَ يَاإِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ()قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ( ص75-76)

 “Allah berfirman : “Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada (Adam) yang telah ku ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang lebih tinggi?” Iblis berkata : “Aku lebih baik dari padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah liat” (S. 38 Shad 75 – 76).

            3)         Adam diciptakan Tuhan dari tanah kering hitam terbentuk “Hama`in”  artinya ialah tanah hitam yang kering, berbunyi jika dikenai oleh sesuatu. Makna ini dapat diperhatikan dari Tafsir Al-Kasysyaf, Mufradat dari  Ar-Raghib dan tafsir-tafsir lain. Jika dikaitkan dengan kata-kata “Masnun” yang artinya dituang dan dibentuk, maka kira-kira maksudnya ialah : Penciptaan manusia itu mula-mula dari tanah kering, lalu dicampur dengan air, kemudian dibentuk, setelah kering menjadi keras.

            Tuhan menyebut kejadian Adam dari tanah kering hitam ini dalam S. 15 Al-Hijru ayat 26, 28, 33. Allah berfirman :

šYn=y{ z`»|¡SM}$# `ÏB 9@»|Áù=|¹ ͑$¤‚xÿø9$%x. ÇÊÍÈ   t,n=yzur ¨b!$yfø9$# `ÏB 8l͑$¨B `ÏiB 9‘$¯R ÇÊÎÈ   )الرحمن 14-15(

            “Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti (halnya) periuk belanga; dan Dia menciptakan jin dari nyala api” (S. 55 Ar-Rahman 14-15).

                        Perlu kita ingat bahwa ayat-ayat yang menerangkan masalah kejadian Adam seperti itu adalah termasuk ayat yang “Mutasyabih” (tidak tegas) dan untuk memahamkannya harus berpegang teguh kepada ayat yang “Muhkam”(sangat jelas dan tegas sekali). Untuk masalah disini ialah bahwa tidak ada sesuatu-pun yang menyamai Allah dalam segala-galanya disebut di dalam Al-Quran  S. 112 Al-Ikhlash 3 – 4, S. 42 Asy-Syura 11).

1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

 ”(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat (S.42 Asy-Syura 11).

b.   Kejadian anak keturunan Adam

            Ayat-ayat tentang kejadian Adam ternyata lebih sulit difaham dan lebih sukar ditafsirkan daripada ayat-ayat yang berkenaan dengan proses kejadian anak keturunan Adam. Tentang proses kejadian anak keturunan Adam adalah sebagai berikut :

1) Manusia, anak keturunan Adam dijadikan oleh Tuhan dari suatu proses berasal dari tanah.  Sebagaimana kita maklumi bahwa tanah setelah mendapat air akan menjadi lahan untuk tumbuhnya berbagai macam tetumbuhan yang hidup. Tumbuh-tumbuhan akan memberikan bahan makanan bagi makhluk hidup kemudian secara langsung atau tidak langsung semua itu dapat menjadi bahan makanan manusia, bahkan sebagian dari bahan-bahan tersebut ada yang dapat menyuburkan manusia guna lebih memungkinkan tumbuhnya anak keturunan.

            Allah berfirman dalam Al-Quran sebagai berikut : Artinya “Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah” (S. 23 Al Mu’minun 12).

            Berkaitan dengan kejadian manusia anak keturunan Adam memang berlaku menurut hukum alam “Sunnatullah” yang universal abadi, pendekatannya melalui Ilmu Antropologi, Ilmu Kedokteran, Ilmu Biologi dan ilmu-ilmu tentang manusia.

2)         Anak keturunan Adam diciptakan Tuhan dari suatu proses yang bermula dari air. Yaitu disebut dalam Al-Quran S. 32 As-Sajdah 8 diatas dan disebut dengan “Air” (mani) dalam QS. 25 Al-Furqan 54, QS. 77 Al-Mursalat 20, QS. 86 Ath-Thariq 6: Disebut dengan Nuthfah dalam QS. 18 Al-Kahfi, 37, QS. 76 Al-Insan 2, QS. 36 Yasin 77 dan lain-lain.

3)         Proses selanjutnya manusia diciptakan Tuhan dari Nuthfah, menjadi “Alaqah” yaitu sesuatu yang bergantung di dinding rahim. Allah berfirman:

$yg•ƒr¯»tƒ â¨$¨Z9$# bÎ) óOçFZä. ’Îû 5=÷ƒu‘ z`ÏiB Ï]÷èt7ø9$# $¯RÎ*sù /ä3»oYø)n=yz `ÏiB 5>#tè? §NèO `ÏB 7pxÿõܜR §NèO ô`ÏB 7ps)n=tæ ¢OèO `ÏB 7ptóôҕB 7ps)¯=sƒ’C Ύöxîur 7ps)¯=sƒèC tûÎiüt7ãYÏj9 öNä3s9 4 ”É)çRur ’Îû ÏQ%tnö‘F{$# $tB âä!$t±nS #’n<Î) 9@y_r& ‘wK|¡•B §NèO öNä3ã_̍øƒéU WxøÿÏÛ ¢OèO (#þqäóè=ö7tFÏ9 öNà2£‰ä©r& ( Nà6ZÏBur `¨B 4†¯ûuqtGムNà6ZÏBur `¨B –Štãƒ #’n<Î) ÉAsŒö‘r& ̍ßJãèø9$# Ÿxø‹x6Ï9 zNn=÷ètƒ .`ÏB ω÷èt/ 8Nù=Ïæ $\«ø‹x© 4 “ts?ur šßö‘F{$# Zoy‰ÏB$yd !#sŒÎ*sù $uZø9t“Rr& $ygøŠn=tæ uä!$yJø9$# ôN¨”tI÷d$# ôMt/u‘ur ôMtFt6/Rr&ur `ÏB Èe@à2 £l÷ry— 8kŠÎgt/ ÇÎÈ  

 

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (S.22 Al-Hajji 5).

4)         Dari segumpal darah, diciptakan Tuhan menjadi “Mudhghah” yaitu segumpal daging. Dari daging Tuhan menciptakan sebagiannya menjadi tulang. Kemudian berlangsung proses perkembangan dan penyempurnaan. Keterangan Al-Quran yang terurai ini terdapat dalam S.22 Al-Hajji 5 dan S. 23 Al-Mu’minun 12 – 15; Ayat-ayat lain seperti S. 96 Al-‘Alaqah 2, S. 40 Al-Mu’min dan S.75 Al-Qiyamah 38.

   Berkenaan dengan kejadian manusia ini junjungan kita Nabi Muhammad saw. menjelaskan dalam sebuah hadis yang dicatat oleh Bukhari Muslim sebagai berikut :

عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ قَالَ عَبْدُ اللَّهِحَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ قَالَ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ وَيُقَالُ لَهُ اكْتُبْ عَمَلَهُ وَرِزْقَهُ وَأَجَلَهُ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ فَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ لَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجَنَّةِ إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُهُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ وَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ (رواه البخاري 2969 ومسلم 4781)

Dari Zaid bin Wahb berkata ‘Abdullah telah bercerita kepada kami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dia adalah orang yang jujur lagi dibenarkan, bersabda: “Sesungguhnya setiap orang dari kalian dikumpulkan dalam penciptaannya ketika berada di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi ‘alaqah (zigot) selama itu pula kemudian menjadi mudlghah (segumpal daging), selama itu pula kemudian Allah mengirim malaikat yang diperintahkan empat ketetapan dan dikatakan kepadanya, tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya dan sengsara dan bahagianya lalu ditiupkan ruh kepadanya. Dan sungguh seseorang dari kalian akan ada yang beramal hingga dirinya berada dekat dengan surga kecuali sejengkal saja lalu dia didahului oleh catatan (ketetapan taqdir) hingga dia beramal dengan amalan penghuni neraka dan ada juga seseorang yang beramal hingga dirinya berada dekat dengan neraka kecuali sejengkal saja lalu dia didahului oleh catatan (ketetapan taqdir) hingga dia beramal dengan amalan penghuni surga”( HR Bukhari no.2969 dan Muslim no.4781).

            Demikianlah keterangan Al-Quran dan Hadits Rasul Saw. tentang kejadian manusia, Adam dan anak keturunannya.

BAB  TIGA

Allahu Akbar

    ~~Masalah ke-3: Apa maksud  Allah bertanya dan mendorong manusia merenungkan masalah mudahnya Allah menciptakan alam semesta sehingga  sangat mudah Allah menciptakan manusia ini?  Jawaban sementara: Melihat fakta dan data maupun teori para pakar spesialis tentang asal usul dan perkembangan alam semesta itu seharusnya manusia memuji Allah membaca Tasbih-Tahmid dan Takbir “Allah Akbar”.

@    Fakta dan data:

        Alangkah indahnya jika seandainya kita renungkan  kembali asal-usul alam semesta dan manusia serta perkembangannya itu melalui beberapa pertanyaan berikut:

(1). Bagaimanakah kita membayangkan asal usul terjadinya alam semesta  dari suatu titik- singularitas  fisis, meledak menyebarkan galaksi, bintang dan planet, penghuni alam semesta ini yang  jumlahnya  100 milyar galaksi masing-masing dengan  100 milyard bintang sehingga jumlahnya menjadi 10.000.MM sama dengan 10.000.000.000.000.000.000 buah bintang/planet?.

(2) Bagaimana gambaran  proses pecahnya suatu  TITIK singulariras fisis (kira-kira sebesar gotri speda atau sebuah Klentheng = biji randu) ini  dengan  suhu dingin 1000 trilyun derajat C di bawah nol (below zero) dengan tiba-tiba dalam jangka waktu  10 pangkat minus 34 detik  terjadi kenaikan panas menjadi 1000 trilyun-trilyun derajat C (Angka satu  dengan 25nol derajat C) suhu melompat  1000 trilyun trilyun trilyun derajat C?.

(3) Berapa PK, watt listrik, energi atau daya-kekuatan untuk mendinginkan terlalu/maha sesuatu TITIK singularitas dalam  sekejap kilat mengubahnya  terbalik menjadi panas terlalu/maha dahsyat sehingga terjadi ledakan atau dentuman maha dahsyat, yang juga menimbulkan suara yang terlalu dahsyat pula???.

(4) Seberapa  tingginya ilmu tehnologi  untuk mengubah dari satu titik terlalu kecil menjadi 10 milyar galaksi dengan  10.000 milayar-milyar bintang  dan seluruh penghuni alam semesta???.

(5) Tehnologi yang bagimana teori untuk membuat alam semesta dengan  10 dimensi (4 dimensi alam indrawi dapat kita saksikan dengan panca indra lahir dan 6 dimensi alam gaib tersembunyi dalam gulungan pita yang panjang jari-jarinya =10 pangkat minus 32 sentimeter yang manifestasinya berwujud  muatan listrik dan muatan nuklir???.

(6) Arsitek mana yang dapat  memberi tempat kepada  10.000 milyad-milyar bitang/planet atau jagad raya alam semesta yang salah satu galaksinya Galaksi Bima Sakti kita ini bahwa jari-jarinya menurut  ilmuwan Swiss jauhnya  13,23 miliar tahun sinar (Satu detik tahun sinar=300.000 Km). Dan jarak antar galaksi  yang  paling jauh  adalah  100.000.000. 000 tahun sinar ???

 (7) Bagaimana menghitung umur kita dan cara memelihara hidup kita, jika seandainya kita menjadi penduduk planet Pluto  alias umur kita  harus dilipatkan 247,7 kali., bagaimana pula jika kita menjadi penduduk planet Yupiter satu tahun kita menjadi 11,9 hari saja bukan 365,25  hari atau planet-planet berikut???

(8) Siapakah  arsitek yang dapat  merenacakan, mengatur, menjaga kelestarian serta mengawasi jalannya air atau zat makanan dari bawah tanah dapat naik melalui batang  seluruh tumbuh-tumbuhan atau pepohonan  sampai puncak paling tinggi misalnya pohon kelapa yang mana  tehnik ini yang ditiru oleh perancang pompa air untuk menaikkan air dari dalam tanah  naik sampai ke lantai no.100  paling atas hotel berbintang???  

(9) Siapakah yang menjadi manager yang membuat matahari menjadi pusaran nyala api raksasa dibarengi dengan  atmosfer  dan medan magnet bumi yang menyaring semua sinar matahari yang membahayakan kehidupan manusia ???.

(10) Bagaimana mengatur dan menjaga kelestarian, kontinuitas keseimbangan daya yang sangat halus dan teliti antar gravitasi  matahari dan gaya sentrifugal planet-planet serta gerak berputar pada sumbunya dalam  struktur tata surya ini???

(11)  Siapa pula yang membuat sistematisasi keseimbangan antar hujan, laut, sungai, samudera, air dengan masing-masing sifat, suhu, watak, rasa, warna  air itu tersusun dengan sempurna berdasarkan kebutuhan manusia dan makhluk hidup di bumi???.

(12) Siapa yang menciptakan dan mengatur tegangan permukaan air atau daya potensinya sehingga dapat menaikkan air dan zat makanan tetumbuhan dari bawah tanah naik ke pucuk yang paling tinggi pohon kelapa dan pohon raksasa, padahal jika potensi tersebut lemah, tidak mampu menaikkan  air atau zat makanannya maka tumbuhan dan semua makhluk hidup akan mati, tidak dapat hidup???

(13) Siapa  yang menjaga agar gerak, goncangan dan gempa bumi dari pegunungan atau magma di bawah tanah terkendali  tidak terus-menerus terjadi di bumi sehingga gerakan bawah tanah ini  merendah  lalu  goncangan-goncangan itu berhenti???

(14) Siapa lagi  yang menentukan angka-angka perbedaan suhu di khatulistiwa dengan suhu di kutub bumi agar tidak terjadi badai kecepatan  1000 km per/jam; Siapa yang membuat gunung dan  lembah jajaran pegunungan yang terbentang dari Gunung Himalaya dari Cina, sampai Taurus di Turki menuju ke pegunungan Alpen di Eropa dan jajaran pegunungan di samudra Atlantik dan Pasifik  atau di tempat lainnya yang menahan gerak kecepatan badai  1000 Km perjam lebih pelan-pelan sebagai fungsi gunung dan lembah di seluruh dunia ini????

(15)  Jika jam-waktu  planet bumi ini dihitung satu tahun =365,25 hari, lalu jam waktu Pluto = 247,7 kali waktu di bumi artinya satuan ukuran waktu Pluto sama dengan 90.472,425 hari satuan ukuran waktu bumi, maka bagaimana menghitung  umur jagad raya = 15-18 milyar tahun dan bagaimana angka hitungan waktu awal sampai datangnya titik darah penghabisan  jagad-raya-alam kapan hari kiamat dihitung dengan tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit detik manusia warga  bumi ini??????

(16) Bagaimana membayangkan waktu yang ditulis oleh pakar fisikawan waktu  10 pangkat minus 34 detik dibandingkan dengan angka umur alam semesta 15 sampai 18 milya tahun bahkan  bagaimana menghitung angka waktu kapan datangnya hari kiamat???

 (17)  Siapakah yang mempunyai ilmu kecakapan yang dapat merencanakan, mengoperasikan, mengatur, mengawasi angka-angka seimbang-sistematis  gerak, kecepatan, reaksi kimia, radiasi, grativikasi, gaya, hukum alam, hukum sebab akibat (hukum kausalitas) dan seluruh hukum alam eksakta, sosial dan humaniora sehingga seluruh jagad ini bahkan siapa yang dapat membuat keseimbangan, keselarasan, kontinuitas, konstan, tetap teguh, abadi antar proton-elektron, neutron, seluruh materi sampai  galaksi andromeda  dan alam semesta ini tetap teguh, tepat, tidak berubah tidak mendahului, tidak terlambat menekuni angka takdirnya selama 15 sampai 18 milar tahun ini???

 (17) Khusus Kitab Suci Al-Quran:    Al-Quran itu satu-satunya kitab suci yang sucibersih dari kekurangan, tidak dapat diragukan lagi mulai dari bunyi tiap huruf yang jumlahnya 325.345 huruf dan 77.943 buah  kalimatnya,  6236 ayat  114 surat 30 juz sampai, isi kandungan, makna yang tersurat dan tersirat leterlijk-filosufis seluruhnya terjaga dihafal luar kepala oleh seluruh umat Islam terutama dalam shalat, sejak awal sampai sekarang dan yang akan datang. Bahkan bahasa Arab Al-Quran sampai sekarang masih dapat difaham mengalahkan bahasa seluruh dunia sementara banyak bahasa lama yang sudah wafat atau hampir mati tidak dikenal oleh manusia lagi. Siapakah manusia yang mempunyai kekuatan menjaga suatu BAHASA (bahasa Arab) dapat tetap hidup selama ribuan tahun ini?   

  Renungan para  filosuf

      Kita catat kembali renungan filosufis para filosuf, tentang hikmah rahasia alam semesta, yaitu:

(1) Ontologis – tidak terkalahkan

         Anslemn (1033-1109M) seorang teolog ahli filsafat Italia, membayangkan ada sesuatu yang mempunyai suatu sifat, misalnya besar atau hebat, maka di tempat lain ada sesuatu yang melebihi dia lebih besar atau lebih hebat. Jika ditelusuri terus tidak ada habis-habisnya maka ada sesuatu yang lebih besar atau lebih hebat lagi ini. Tetapi akhirnya ada  sesuatu yang tidak  dapat dikalahkan sama sekali maka yang mengalahkan dan tidak dapat dikalahka itu ialah Tuhan.

(2) Kosmologis asal segala sebab

         Thomas Aquinas (1224-1274M), seorang teolog Katholik dan ahli filsafat mengemukakan  ada Hukum Kausalitas bahwa apa saja yang ada ini pasti ada sebabnya dan ”sebab” ini sendiri merupakan akibat dari sebab sebelumnya (persis mana yang lebih dahulu ayam apakqh telur ayam). Tetapi  akhirya  sampailah kepada sebab pertama yang tidak mempunyai sebab, maka suatu wujud yang tidak ada sebab sebelumnya itulah  yang disebut Tuhan.

(3) Teleologis serba perencanaan yang sangat teliti

          W.R. Mathews menyatakan bahwa melihat keteraturan dan aturan yang sistematis, tertib dan berlangsung dengan sangat tepat dari suatu titik abstrak ke titik-titik berikutnya sebagai proses jalannya lalu lintas alam semesta kehidupan seluruh makhluk yang dapat disebut sebagai Hukum Alam atau Sunnatullah, maka dia yakin  pasti ada Dzat yang merencanakan dan mengawasi jalan Hukum Alam ini, maka Matthews mengenukakan teori bahwa  yang merencanakan dan mengawasinya adalah Tuhan.

          Renungan  para filosuf abad 12-13M  Anslem, Thomas Aquinas dan W.R Mathews  tersebut sudah ditegaskan oleh Al-Quran yang dibawa oleh Rasulullah Saw sekitar tahun  610-632M yaitu bahwa semua itu jawabnya ialah Allah Swt  termaktub di dalam Al-Quran:

i. Ontologis tidak terkalahkan

 “(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”(S.42 Asy-Syura 11)             

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”(S.112 Al-Ikhlash 1-4).

“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”(S.57 Alhadid3).

            Allah  adalah  suatu wujud yang memiliki banyak sifat yang tidak terkalahkan, yaitu lebih dahulu, lebih akhir, jelas sekali  namun tidak tampak tidak dapat dijangkau melalui panca indra. Ayat-ayat s.21 Al-Ambiya` 22 atau S.6 Al-An’am 103 dapat menambah lagi penjelasan masalah ini.

ii. Kosmologis asal segala sebab

“Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu”(S.6 Al-An’am 101-102).

       Dan Al-Quran S.6 Al-An’am 101, S.79 An-Nazi’at 27-30 dan S.41 Fushshilat 9-11, dapat memperjelas masalah ini lebih lanjut.

iii. Teleologis serba perencanaan yang sangat teliti

“Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Menang lagi Maha Penyayang, Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”(S.31 As-Sajdah 6-9).

         Di dalam Al-Quran disamping S.32 As-Sajdah 9-11 diatas dapat juga dicari kejelasannya pada S.59 Al-Hasyr 24, S.2 Al-Baqarah 164, S.2 Al-Hajji 5, 15-17, s.3 Ali Imran 190-191 semua mengarah kepada kebenaran sifat-sifat Allah yang Maha Sempurna.

       Dan menjawab semua pertanyaan dalam Bab Tiga di atas ini secara menyeluruh  jawabnya  ialah Allah yang  bersifat serba Maha  bahkan Mutlak Maha dalam 20 sifat wajib dan 99 butir Al-Asmaul Husna, yaitu:

(1) Allah itulah yang menciptakan alam semesta  dari sebuah titik singularitas menjadi 10.000.MM bintang dan palnet.

(2) Allah itu yang membuat suatu  TITIK sebesar gotri speda dari 1000 trilyun derajat C di bawah nol menjadi 1000 trilyun-trilyun derajat C  atau lompatan secesar 1000 Trilyun Trilyun Trilyun derajat C.

(3) Allah itu yang memiliki daya-kekuatan dalam waktu sekejap kilat menubahnya dari 1000 T di bawah nol C menjadi 1000TTT sehingga terjadi ledakan maha dahsyatT=trilyun).

(4) Allah itulah yang memiliki kebesaran  dan tingginya ilmu tehnologi  untuk mengubah dari satu titik sebesar gotri menjadi   10.000 milayar-milyar bintang  dan planet,

(5) Allah adalah yang memiliki ilmu tehnologi dan teori untuk membuat alam semesta dengan  10 dimensi, 4 dimensi alam indrawi dan 6 dimensi non indrawi.

(6) Allah itu ialah arsitek Maha Agung yang dapat  memberi tempat kepada  10.000 milyar-milyar bitang&planet yang  jarak antar galaksi    1.00.000.000. 000 tahun sinar.

 (7) Allah itu adalah Dzat yang memiliki sifat Qudrat Iradat yang  menciptakan umur virus paling kecil sampai umur seluruh galaksi  alam semesta bermilyar-milyar, trilyunan bintang-planet.

(8) Allah adalah Maha Besar manager yang mengatur keselarasan suhu matahari dengan  atmosfer  dan medan magnet bumi yang memberi rasa nyaman hidup kepada manusia dan semua makhluk.

(9)Allah itulah yang Maha Bijaksana  yang mengatur yang menjaga kelestarian, kontinuitas keseimbangan daya yang sangat halus dan teliti antar gravitasi  matahari dan gaya sentrifugal planet-planet serta gerak berputar pada sumbunya masing-masing dalam  struktur tata surya.

(10)Allah itu yang Maha Pengatur,  membuat sistematisasi keseimbangan antar hujan, laut, sungai, samudera, air dengan masing-masing dengan kadar angka tentang sifat, suhu, watak, rasa, warna  air itu tersusun dengan sempurna berdasarkan kebutuhan manusia dan makhluk hidup di bumi, serta  yang membuat  AIR itu hanya ada di planet bumi  serta tidak terdapat pada ke-63 macam planet selain bumi.

(11)Allah itu yang menciptakan dan mengatur tegangan permukaan air atau daya potensinya dapat menaikkan air dan zat makanan tetumbuhan dari bawah tanah naik ke pucuk yang paling tinggi pohon kelapa dan pohon raksasa supaya tidak mati.

(13)Allah itulah yang menjaga agar gerak, goncangan dan gempa bumi dari  magma di bawah tanah terkendali  naik turun ukuran daya jadi meletusnya Gunung-gunung berapi ataukah tidak meletus.

(14)Allah itulah yang menentukan angka-angka perbedaan suhu di khatulistiwa dengan suhu di kutub bumi agar tidak terjadi badai kecepatan  1000 km per/jam, karena tingginya gunung dan  rendahnya lembah demikian tetap setia tunduk patuh  gunung dan lembah di seluruh dunia ini melakukan tugasnya,

(15) Allah adalah yang menetapkan umur seluruh makhluk mulai dari virus paling kecil sampai galaksi Andomeda dan  trilyunan penghuni langit angkasa luar.

(16)Allah itu yang memberi rejeki dari atas dan dari bawah kepada seluruh makhluk di jagad raya ini.

(17)Allah adalah yang memberi nyawa makhluk hidup dan mencabut hak hidup maupun mengambil nyawa seluruh makhluk yang bernyawa.

(18)Allah itulah  yang dapat menyelamatkan manusia dan makhluk lainnya dari bencana di darat dan di laut.

(19) Allah adalah yang memelihara alam semesta yang memberi alat indra kepada makhluk hidup yang membedakan gelap gulita dan terang benderang,

(20)Allah adalah yang menjadi pemilik tahta pemerintah yang terlalu lengkap, jeli, rinci sistematis alam semesta seluruh makhluk, alam semesta  bersama selutuh penghuni alam semesta.

(21)Allah itulah yang menjadi pengayom dan pelindung atas segala sesuatu dan seluruh makhluk ini dari segala yang menyerangnya.

(22)Allah yang serba Maha itulah yang memilih siapa-siapa yang memperoleh anugerah rahmat barokah-Nya  di alam dunia dan di akhirat yang akan datang.

           Sekali lagi  kita kutip pendapat para tokoh Ilmu Fisika yang dicatat oleh Prpf A.Baiquni,MSc,PhD bahwa  hasil penelitian para  fisikawan itu telah menumbuhkan 2 poin pernyataan, yaitu:

(1) Kira-kira 15 atau 18 milyar tahun yang lalu semesta alam, energi, materi, ruang dan waktu semua keluar dari SATU TITIK singularitas  fisis.

(2) Sebelum peristiwa ini terjadi, maka:  (a) Tidak ada energi; (b) Tidak ada materi; (c) Tidak ada ruang;  (d) Tidak ada waktu.

Yang  harus kita tambahkan (oleh Imam Muchlas) bahwa sebelum ada titik (pada teori Big Bang) itu tidak ada  energi, tidak ada materi, tidak ada ruang dan tidak ada waktu, maka yang ada ialah    َلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (Tidak ada apa-apa kecuali Allah)!!!.   Allah Mutlak Maha, Allahu Akbar.

         Dan jawaban seluruh masalah di atas ialah Dzat yang mempunyai Sifat Wajib 20 dan 99 butir Al-Asmaul Husna yang hanya dimiliki oleh Allah sendiri dan tidak ada tuhan-tuhan di luar agama Islam  yang mempunyai 20 sifat dan 99 nama Allah seperti Rukun Iman dalam Islam  itu. Allahu Akbar, tidak ada Tuhan kecuali Allah.yang Mutlak Maha.

            Secara rinci 99 nama Allah itu  disebut dalam hadis riwayat  Turmudzi no.3428. Dan asas landasan pemikiran orang beriman ialah ialah Al-Quran.

Al-Quran jalan Mutlak

      Sebagaimana tertulis diatas Al-Quran itu satu-satunya kitab suci yang sucibersih dari kekurangan, tidak dapat diragukan lagi seluruhnya masih utuh, tetap, asli, orisinil, mulai dari bunyi tiap huruf kalimat, surat  juznya,   sampai, isi kandungan, makna yang tersurat dan tersirat leterlijk ataupun filosufis seluruhnya masih utuh lengkap tersimpan, terjaga di dalam kitab ’Ulumul Quran,  bunyinya dihafal luar kepala oleh seluruh umat Islam terutama dalam shalat, sejak awal sekali sampai sekarang Insya Allah dan yang akan datang. Bahkan bahasa Arab Al-Quran sampai sekarang masih dapat difaham mengalahkan bahasa seluruh bahasa di dunia sementara banyak bahasa lama yang sudah wafat atau hampir mati tidak dikenal oleh manusia lagi. Dengan meledaknya kemajuan tehnologi elektronika, maka sekarang  Al-Quran  bukan hanya disimpan di dalam buku, tetapi bunyi dan tulisan Al-Quran sudah disimpan dalam bentuk CD-DVD, HP, Aipet, Tablet, Internet sehingga bunyi  dengan lagunya dan tulisan sekaligus dapat disaksikan oleh semua orang dimana saja dan kapanpun juga melalui labtop-komputernya.

         Dengan merenungkan data dan fakta yang menggambarkan angka-angka berbagai macam keadaan alam semesta yang sangat luar biasa terurai di atas jika kita berpikir secara  kritis mesti menjadi  terheran-heran dan taajub kemudian mengingat  jawaban atas  pertanyaan tersebut kita tidak lain kecuali harus mengucapkan puji kepada Allah.

@ Tafsir Al-Qurthubi (15h25)  dalam menganalisa Al-Quran s16a66 mencatat bahwa ayat ini  memperingatkan kepada kita  bahwa jika timbul hal-hal yang menimbulkan rasa taajub maka hendaklah memuji Allah  sebagai Dzat yang Maha Suci mengucapkan puji (Tasbih) ”Subhana Allah”: سبحان الله.

@Tafsir Al-Bahrul Muhith (8h7) mencatat bahwa Allah memerintahkan kepada kita supaya  setiap menyaksikan keajaiban, kejadian atau keanehan yang luar biasa hendaklah .shalat, zikir dan memuji Allah dengan bertasbih.

@Dalam kaitan ini As-Suyuthi dalam tafsirnya Ad-Durrul Mantsur (6h357) mengutip  hadis riwayat Ath-Thabrani melalui Ibnu ‘Abbas bahwa  Rasul Saw memerintahkan kita supaya bertasbih, memuji Allah dengan tahmid dan takbir.

@ Para ulama tafsir Al-Alusi, Ar-Razi, Al-Biqa’i dan Ibnu ’Adil dalam tafsir mereka berkaitan dengan istilah ”Tasbih” mereka mencatat bahwa  istilah سُبْحَانَهُ وتعالى  artinya ialah perintah Allah kepada kita untuk memaha sucikan Allah.

Ucapan  yang diridhoi Allah

             Merenungkan kembali  hasil penelitian pakar IPTEK dan juga  cendekiawan muslim di atas maka tanggapan kita orang yang beriman yang paling diridhoi Allah ialah  membaca Tasbih sebagaimana sabda Rasulullah Saw dalam riwayat  shahih Muslimberikut:

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ (رواه مسلم 3985 واحمد 19248)

            “Dari Samurah bin Jundub bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Kalimat yang paling disenangi Allah ada 4, yaitu:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَر

“Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar maka tidak akan mempersulit kalian dengan lafal yang mana saja dari ke-4 kalimat itu dimulai”(HR Muslim no.3985 dan Ahmad no.19248).

@Tafsir Ar-Razi (12h177) mencatat bahwa istilah Akbar dalam Al-Quran S29a44-45  dengan tidak menyebut tandingannya mengandung makna bahwa Allah itu  Maha  yang satu satunya tidak ada yang Maha kecuali Allah: َاللَّهُ أَكْبَر Allah Mutlak Maha.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!!!

         Pemerintah Arab Saudi telah membangun dekat Ka’bah jam raksasa diameter sekitar 40 meter, sisi-sisinya dilapisi dengan 98 juta lembar kaca mosaik setiap sisi jam tertulis lafal Arab ”Allah Akbar” dipasang di atas sebuah pencakar langit besar yang memiliki tinggi total ratusan meter,  dilengkapi ribuan lampu yang dapat dilihat dari jarak sekitar 25 kilometer. Seluruh bangunan jam tinggi 251 meter dibangun menelan biaya sebesar 800 juta dolarAS. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!!!

          Allah Swt  menjanjikan  maghfirah yang sangat besar kepada siapa yang mengamalkan shalat Tasbih disebut dalam hadis Nabi Saw bahwa Allah akan memberi ampunan dosa   kita  yang awal, yang akhir, yang lama , yang baru, yang tidak disengaja atau karena sengaja, dosa yang kecil, dosa yang besar, yang dirahasiakan dan  yang tampak jelas, yaitu hadis melalui Ibnu ‘Abbas Hadis diriwayatkan oleh Abu Dawud  no.1105, Ibnu Majah  no.1376, Turmudzi  no.443-444, An-Nasa`i  no.1282, yang dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah, Ath-Thabrani yang dinilai hasan oleh  Imam Al-Albani dan para ulama yang lain.  Shalat ini dinamakan Shalat Tasbih karena di dalamnya  diucapkan  300 kali  lafal:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَر

َاللَّهُ أَكْبَر

 

Internet:http://pondokquranhadis.wordpress.comEmail:pondokilmu7@gmail.com

Internet:http://imammuchlas.blogspot.com,Email:h.imam.muchlas.@gmail.com

 

 

 

Oleh: pondokquranhadis | Januari 27, 2012

ALLAHU AKBAR, ALLAH MUTLAK MAHA

011(11)28 Tafsir Tematis Kontemporer

ALLAHU AKBAR
Allah itu Mutlak Maha

Al-Quran S.79 An-Nazi’at 27-32
            •                 )النازعات 27-32)
(27). Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membangunnya,–(28). Dia meninggikan atapnya lalu menyempurnakannya,–(29). dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.–(30). dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.–(31) ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.–(32). dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh”(S.79 An-Nazi’at 27-32).
Tema dan sari tilawah
1.Allah telah menciptakan langit alam semesta dengan seluruh urusan yang terkait.
2.Allah menciptakan manusia jauh lebih mudah dari pada penciptaan alam semesta.
3.Allah telah mendirikan angkasa jagad raya ini dan mengembangkan alam semesta sampai sempurna.
4.Allah telah menciptakan siang dan malam serta pergantian siang dengan malam itu.
5.Allah telah menggelar bumi dan melimpahkan air serta lahan penggembalaan hewan.
6.Allah telah menancapkan gunung-gunung sangat kuat di bumi .
Masalah dan analisa jawaban
1. Bagaimana sejarah penciptaan alam semesta ini menurut Al-Quran dan bagaimana logikanya? Jawaban sementara : Menurut Al-Quran Allah menciptakan makhluk-Nya ini dengan firman ”KUN” (Jadilah kau) maka terwujudlah apa yang dikehendaki Allah itu. Para pakar IPTEK mengajukan teori penciptaan alam ini dengan ”Big Bang Theory”, yaitu: Suatu titik meledak memancarkan isi alam.
2. Bagaimana proses terjadinya manusia menurut Al-Quran? Jawaban sementara: Menurut Al-Quran maka Allah menciptakan Adam manusia yang pertama itu dari tanah dan dengan firman Allah ”KUN” selanjutnya untuk anak cucu Adam tercipta melalui suatu proses berasal dari tanah. Sedangkan para ilmuwan IPTEK berselisih pendapat satu aliran menyatakan terjadinya manusia itu melalui proses evolusi, sebagian lagi menolak teori evolusi.
3. Apakah maksud Allah bertanya kepada manusia atau mendorong mereka merenungkan masalah penciptaan alam semesta itu gampang sekali dan untuk menciptakan manusia jauh lebih gampang? Jawaban sementara: Dengan merenungkan masalah bahwa Allah menciptakan alam semesta itu gampang maka manusia seharusnya mengucapkan Takbir Allahu Akbar dengan menghayatinya secara mendalam.
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Penciptaan alam semesta
~~Masalah ke-1: Bagaimana sejarah penciptaan alam semesta ini menurut Al-Quran dan bagaimana logikanya? Jawaban sementara : Menurut Al-Quran, Allah menciptakan makhluk-Nya ini dengan firman ”KUN” (Jadilah kau)maka terwujudlah apa yang dikehendaki Allah itu. Para pakar IPTEK mengajukan teori penciptaan alam ini dengan ”The Big Bang Theory”: Suatu titik meledak memancarkan isi alam semesta dan seluruh makhluk.

A. Terjadinya alam semesta menurut Al-Quran
Secara umum Al-Quran mencatat bahwa dalam menciptakan alam dan seluruh makhluk itu Allah cukup dengan berfirman ”KUN” artinya jadilah engkau, maka tiba-tiba terwujud apa yang dikehendaki Allah itu, sebagaimana termaktub dalam Al-Quran ayat-ayat berikut:
           (يس 82)
”Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia”(S.36 Yasin 82).
~ ”Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” lalu jadilah dia “(S.2 Al-Baqarah 117)
~ ”Sesungguhnya Perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “kun (jadilah)”, Maka jadilah ia”S.16 An-Nahl 40)
~ ”Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, Maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: “Jadilah”, Maka jadilah ia”(S.Ghafir 68).
~ ”tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. apabila Dia telah menetapkan sesuatu, Maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, Maka jadilah ia” (S.19 Maryam 35).
~ ”dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui”S.6 Al-An’am 73)
1.Pandangan ulama’ klasik
Menurut para ulama jaman klasik firman Allah ”KUN” itu harus difaham secara zhahiriyah tidak perlu dipikir terlalu jauh, yaitu:
@Tafsir Ath-Thabari (2h544) dalam menganalisa Qs2a117 di atas mencatat macam-macam pandangan:
~ Sebagian ulma’ menafsirkan ayat-ayat tentang firman Allah ”KUN” itu dengan pandangan yang cenderung filosufis.
~ Sebagian ulama` mengatakan bahwa lafal ini bersifat umum secara zhahiriyah tidak perlu dimaknai secara ta`wil, maka semua wajib pasrah bahwa Allah itu Kuasa Maha sehingga dengan firman Allah ”KUN” maka sesuatu terwujud dari tiada ke alam nyata.
@ Pada halaman 312 juz 2 Ath-Thabari mencatat bahwa Allah Maha Kuasa menciptakan segala sesuatu itu tidak terikat oleh kaitan apapun juga sampai selesai dengan sempurna, sebagaimana difaham dari firman Allah ini :
           •           (فصلت12)
“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui”|(S.41 Fushshilat 12).
@ Ar-Razi dalam tafsirnya (2h546) mencatat bahwa firman itu tidak berupa suara tetapi langsung perbuatan seperti manusia langsung mengerjakan sesuatu dengan anggota tubuh jasmaninya. Seperti disebutkan Allah dalam Al-Quran berikut:
” dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur)”(S.30 Ar-Rum 25).
@ Ar-Razi dalam tafsirnya (2h313) menyatakan bahwa ayat-ayat tentang “KUN” ini mengandung 5 macam arti sebagaimana istilah KUN dalam ayat-ayat berikut:
(1) Penciptaan; (2) Perintah, (3)Vonis putusan hukum;(4) Berita (5) Penyelesaian dan penyempurnaan.
Semua termaktub dalam Al-Quran: 1) Penciptaan:Qs41a12, 2) Perintah:Qs17a23, 3)Vonis putusan hukum;4) Berita: Qs17a4; 5) Penyelesaian dan penyempurnaan: Qs46a29 dan s11a44, s22a29 dan s3a47;
~ Pada halaman 97juz13 Ar-Razi dalam menganalisa Qs36a82 menyatakan bahwa tidak boleh ayat “KUN” ini dimasuki oleh teori qiyas dan pemikiran akal bermacam-macam, tetapi kaum Mu’tazilah dan Al-Karamiyah memahami ayat KUN ini dikaitkan dengan waktu, mereka dasarkan arti dari Al-Quran s36a82 tertulis awal tulisan ini.
2. Pandangan Ilmiah ilmuwan muslim
Ahmad Baiquni, Prof.M.Sc.PhD (seorang Ahli Atom Pertama Indonesia Ex Kep.Badan Tenaga Atom Nasional) dalam bukunya Al-Quran dan IPTEK (1994:15) membuat hipotesa menjawab masalah penciptaan alam itu melalui Al-Quran S.21 Al-Anbiya` 30 dan S.51 Adz-Dzariyat 47 mencatat sebagai berikut:
    •          •       (الانبياء 30)
”dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?”(S.21 Al-Anbiya` 30)
      (الذاريات 47)
“ dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan Sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa”(S.51 Adz-Dzariyat 47)
Dengan membaca Al-Quran S.21 Al-Anbiya1 30 dan Adz-Dzariyat 47 di atas maka difahami secara filosofis maknanya ialah bahwa pada jaman awal terdapat TITIK singularitas fisis berisi padatanpaduan seluruh materi. Dari suhu dingin 1000 trilyun derajat C dibawah nol tiba-tiba dalam jangka waktu 10 pangkat minus 34 detik terjadi kenaikan panas menjadi 1000 trilyun-trilyun derajat C (satu 25nol derajat C), sehingga terjadi ledakan maha dahsyat melemparkan padatanpaduan materi dari dalam TITIK tersebut sehingga terwujudlah jagad raya ini sebagai gejala yang dinamakan inflasi. Disebabkan karena berubahnya energi kepada materi (matrialisasi) tidak serentak secara integral bersama kemudian inflasi terhenti maka di lokasi-lokasi tertentu terjadi konsentrasi materi dan timbullah benih-benih galaksi di seluruh kosmos.
Saat itu suhu kosmos 100 milyard derajat C dan karena campuran radiasi dan partikel ini sangat padat maka para pakar menamakannya SOPKOSMOS.
Bersumber dari Al-Quran S.51 Adz-Dzariyat 47 dan S.79 An-Nazi’at 28 itu dispekulasikan bahwa dari ledakan maha dahsyat tersebut terbentuklah 100 milyar kali 100 milyard bintang jumlahnya 10.000.MM bintang jika ditulis sama dengan 10.000.000.000.000.000.000.000 buah bintang. Dalam waktu satu detik sampai 3 menit terjadilah nukleosintesis, maka hasil dari reaksi fusi nuklir terbentuklah atom-atom ringan. Setelah umur alam semesta mencapai 700.000 tahun maka elektron-elektron masuk ke dalam orbit masing-masing membentuk atom melepaskan radiasi sehingga seluruh ruangan menjadi terang benderang.
Menurut Prof. Baiquni alam semesta mempunyai dimensi sepuluh, yang 4 dimensi ialah alam yang kita hayati sedangkan 6 dimensi lagi tidak kita amati langsung sebab semua tergulung dalam gulungan bulat yang panjang jari-jarinya =10 pangkat minus 32 sentimeter yang manifestasinya berwujud muatan listrik dan muatan nuklir.
Prof.Baiquni menambahkannya tinjauan atas penciptaan alam ini melalui Al-Quran surat dan ayat berikut: S.21 Al-Anbiya` 30, S.51 Adz-Dzariyat 47, S.41 Fushshilat 11, 12, S.65 Ath-Thalaq 12, S.32 As-Sajdah 4, S.35 Fathir 41, S.21 Al-Anbiya` 104 S.11 Hud 7, Fathir41, S.21 Al-Anbiya`104, terutama makna dari istilah-istilah As-Sama` , Al-Ardhu, Al-Qalam, Ad-Dukhan, Al’Arsy, Al-Ma`u.
Prof.Baiquni menfasirkan istilah-istilah itu sebagai berikut:
1. As-Sama` , maknanya ialah ”Ruangwaktu” yaitu ruang yang di dalamnya terdapat bintang-bintang, galaksi dan lain-lain.
2. Al-Ardhu, maknanya ialah ”Energimateri” yakni bakalan bumi yang sudah ada sesaat setelah Allah menciptakan jagad raya yang dari padanya dapat berubah dari yang satu kpada yang lain.
3.Al-Qalam, maknanya ialah ”Saranatulis” yang mencakup karya tulis yang tersirat di dalamnya.
4. Ad-Dukhan, maknanya ialah ”Embun” yaitu gejala yang ditemukan pada suatu sistem yang mendingin dari suhu yang sangat tinggi trilyun-trilyun derajat (trilyun kuwardrat).
5. Al’Arsy. Maknanya ialah ”Pemerintahan yang lengkap dengan sarana, aparatur dan peraturannya—Pemerintahan Allah.
6. Al-Ma`, maknanya ialah ”Zatalir” sangat mirip dengan istilah ”Sopkosmos” yaitu zat yang rapatlengkat tetapi dapat menglir pada suhu yang sangat tinggi.
Baiquni menambahkan bahwa hasil penelitian para fisikawan itu telah menumbuhkan dua poin pernyataan, yaitu:
(1) Kira-kira 15 atau 18 milyar tahun yang lalu semesta alam, energi, materi, ruang dan waktu semua keluar dari SATU TITIK singularitas yang menyimpan daya potensi yang luar biasa.
(2) Sebelum peristiwa ini terjadi, maka: (a) Tidak ada energi; (b) Tidak ada materi; (c) Tidak ada ruang; (d) Tidak ada waktu.
Pernyataan di atas ini masih harus kami (oleh Imam Muchlas) tambahkan bahwa sebelum ada titik (pada teori Big Bang) itu tidak ada energi, tidak ada materi, tidak ada ruang dan tidak ada waktu, maka yang ada ialah Allah yang Mutlak Maha ”La ilah illa Allah” =Tidak ada apa-apa keculai Allah.
B. Penciptaan Alam menurut ilmuwan-IPTEK
Para pakar Ilmu Fisika mengemukakan Teori Big Bang yaitu: suatu teori yang menguraikan terjadinya alam semesta, bahwa alam semesta ini berasal dari suatu titik lalu meledak dengan dahsyat memancarkan pecahan dan isi titik tadi ke segala penjuru kemudian terwujudlah alam semesta yang salah satu dari akibat ledakan tersebut ialah galaksi Bima Sakti tempat alam kehidupan kita sekarang ini. Di luar Bima Sakti masih banyak sekali galaksi-galaksi lain di atas angkasa luar.
Akan tetapi para pakar ilmu fisika tidak berhasil melakukan penelitian secara sempurna, teori fisika hanya bisa menjelaskan sampai waktu plank (10 pangkat minus 44 detik setelah Big Bang) ini adalah periode waktu terkecil yang dapat dijelaskan oleh teori fisika saat ini. Proses yang memakan waktu lebih kecil dari ini tidak dapat dijelaskan oleh teori fisika yang ada, karena pada skala itu waktu tidak lagi kontinyu tapi melompat-lompat dan terputus-putus

Volume besarnya Alam Semesta
Benda pertama kali wujud di alam ialah apa yang dinamakan Titik Singularitas atau Oeratom ada yang mengatakan Ylem, dari Ylem ini lalu terbentuk jagad raya, yang tediri dari 100 milyar galaksi bahkan lebih. Tahun 1929 Edwin Habble menyatakan bahwa semua galaksi berjalan menjauhi kita dengan cara dan ukuran tertentu. Tahun 1930 Georges Lamaitre menyatakan bahwa dari ledakan yang terlalu hebat (menurut Teori Bang-Bang itu), maka terlemparlah 100 milyar galaksi ke segala penjuru (salah satunya ialah galaksi Bima Sakti). Jari-jari Galaksi Bima Sakti kita ini menurutnya ada 13,23 miliar tahun sinar (Satu detik tahun sinar=300.000 Km). Dan jarak antar galaksi yang paling jauh adalah 1.00.000.000.000 tahun sinar (Seratus milyar tahun sinar(Satu detik=300 Km) jadi langit itu berapa luasnya???
Secara ilmiah langit atau wadah alam semesta ini tidak terbatas, sedangkan yang diketahui manusia hanyalah sebagian kecil dari jagat raya seluruhnya, sebab alam semesta ini berkembang terus menerus saling menjauh. Kita bayangkan ibaratnya adalah bahwa Bumi kita ini persis seperti sebutir debu di padang pasir semesta alam yang tak terhingga terlalu besar jauh lebih luas dari pada padang pasir Gobi, padang pasir Prairi dan padang pasir di Timur Tengah atau Afrika.
Angka perbandingan benda-benda langit sekitar kita
Jarak,garis-tengah, kepadatan,jarak ke matahari,putaran pada sumbunya
Bintang Planet Jarak dari matahari/Km Diameter
(Kilometer) Padat
Air=1 Mengitari
Matahari SatuXputar Diporosnya
Bintang ————— 1.392.000Km 1,4 ———— 15,38 hari
Bulan ————— 3.476Km 3,34 ———— 27, 32hari
Merkuri 56jutaKm 4.850Km 5,4 58hari 59, hari
Venus 108 juta 12.140Km 5,2 224hari 244hari
Bumi 150jutaKm 12.756Km 5,52 365,25har 23jam56m
Mars 228jutaKm 62.790Km 3,9 687hari 24jam37m
Jupiter 778jutaKm 142000Km 1,34 11,9hari 9jam50m
Sturnus 1.427jutaK 120.200Km 0,70 29,5tahun 10jam14m
Uranus 2.870jutaK 49.000Km 1,58 84tahun 10jam49m
Neptuns 4.497jutaK 50.200Km 2,3 164,8th 15jam48m
Pluto 5.900jutaK 6.400Km —— 247,7th 153jam
*)Keith Wicks Bintang&Planet 1985,h18

Catatan; Angka angka perjalanan bumi mengelilingi matahari satu kali putar = 365,25 hari. Kemudian jika kita menjadi penduduk atau hidup di planet PLUTO maka umur kita harus dihitung dengan jam waktu di Pluto SATU-TAHUN Pluto = 247,7 X 365,25 hari manusia di bumi, setahun Pluto = 90.472,425 hari bumi. Jika seandainya umur alam semesta ini sekarang sudah 15 ada yang mengatakan 18 milyar tahun, maka tidak mampu kita memperkirakan sedikitpun berapa hari waktu di bumi kita.
@ Sejarah perkembangan planet bumi
Sejarah perkembangan planet bumi dari jaman awal sampai ke jaman sekarang ialah sebagai berikut:
I.Waktu Plestosin = 10.000 juta tahun sampai 2.000 juta tahun yang silam dinamakan dengan Jaman Paleosoikum yang terbagi dalam beberapa masa, yaitu:
1.Masa Kambrium 600-500 juta tahun
2.Masa Ordovisum 500-440 juta
3.Masa Silur 440-400 juta tahun
4.Masa Devon 400-350 juta tahun
5.Masa Karbon 350- 270 juta tahun
6.Masa Perm 270-225 juta tahun
II. Jaman Tersier-Mesosoikum terbagi dalam beberapa periode:
1.Masa Trias 225-180 juta tahun
2.Masa Jura 180-135 juta tahun
3.Masa Kapur 135-70 juta tahun
III. Masa Kwarter
1..Waktu Paleosen 70-60 juta tahun
2/.Waktu Eosen 60-40 juta tahun
3.Waktu Oligosen 40-25 juta tahun
4.Waktu Miosen 25-10 juta tahun
5.Planet Bumi (1985:10) mencatat sebagai berikut).
IV Sekitar 4.500 juta tahun bumi terbentuk dan masih berwujud lautan api cairan (lava) batu-batuan dan gas menyala meleleh mendidih (seperti jenang) dodol, tetapi makin lama makin berkurang panasnya terakhir menjadi dingin.
V. Sekitar 3000 juta tahun yang lalu, makhluk hidup mulai tumbuh di laut, yaitu ganggang laut.
VI Dari ganggang laut terbentuk zat asam, zat asam oleh sinar matahari dibentuk atmostfir ozon, tugasnya menyerap sianr wungu matahari (berbahaya).
VII. Bumi mengalami proses pembentukan calon laut calon daratan, calon gunung, daratan, danau, sungai dan yang lain.
VIII.Zat asam menghembuskan zat hayat ke dalam planet bumi
IX Dalam jangka yang cukup lama maka bumi menjadi dingin
X.Dalam jangka waktu yang mendukung maka bumi sebagian bumi tertutup Es
XI Es yang mencair membentuk lautan ataupun danau serta sungai bengawan
XII 600 juta tahun yang lalu air laut menyerbu daratan, amfibi tumbuh di laut
XIII Diduga 500 juta tahun awal sejarah bumi, dia mengalami perubahan dan pergolakan iklim yang hebat
~350 juta tahun yang lalu, tumbuh serangga dan binatang darat
XIV.140 juta tahun yang lalu peta bumi mulai berbentuk seperti sekarang, terbagi ke dalam periode brrikut:
~35 juta tahun silam merupakan jaman terakhir jaman ES menutupi bumi utara.
~ 25 juta tahun yang lalu, manusia kera nenek moyang manusia muncul. Dinosaurus lenyap, muncul sejenis burung.
@ Tata surya teratur sangat sempurna, lengkap sekali
Di alam semesta khususnya tata-surya ini, terdapat sistem yang bekerja dengan sistematis jumlahnya terlalu banyak tidak terhitung banyaknya. Termyata Allah telah menciptakan alam semesta ini lengkap dengan seluk-beluknya yang sangat rinci sekali terlalu jeli dan detail sampai yang paling kecil sendiri (njlimet banget, contohnya:
1. Energi matahari
Kita renungkan baik-baik bahwa matahari itu terbuat dari pusaran nyala api raksasa yang memancarkan potensinya sampai berjuta-juta kilometer dari permukaannya yang menyala. Tetapi, atmosfer (lapisan udara) dan medan magnet bumi menyaring semua sinar matahari yang membahayakan kehidupan manusia.
2. Keseimbangan dan keserasaian
Di dalam struktur tata surya itu, terdapat keseimbangan yang sangat halus dan teliti yang menahan planet-planet dalam tata surya agar tidak terlepas dari sistem tata surya itu, jelas di sana terdapat keseimbangan antara gravitasi (gaya tarik) matahari dan gaya sentrifugal planet-planet serta gerak berputar masing-masing pada sumbunya. Otomatis sistematis keseimbangan yang sangat halus cermat dan jeli yang telah ditetapkan Allah ini berlangsung terus dalam hukum keseimbangan. Dan keseimbangan demikian diciptakan secara tersendiri untuk setiap unit planet, bahkan seluruh makhluk semua ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan.
3. Samodra penjaga keseimbangan
Melihat hujan, laut, sungai, samudera, air minum yang mengalir saat kita membuka keran maka hal yang sangat penting dicamkan dalam dada kita di sini ialah bahwa air itu sama sekali tidak terdapat pada ke-63 planet dan benda angkasa lain. Selain samudra yang mengandung massa air dalam jumlah besar, ada beragam sumber air lainnya yang saling berbeda dalam ukuran dan sifatnya, misalnya sungai dan danau kecil. Sebagian air ini terlalu asin untuk diminum, tetapi sebagian yang lain rasanya tawar. Jelas di sana ada sistematisasi keseimbangan segala macam air yang telah disusun dengan sangat sempurna berdasarkan kebutuhan semua makhluk hidup di bumi. .
Awan dan hujan terjadi karena penguapan sejumlah besar massa air dan airmempunyai potensi yang besar untuk menarik dan menahan panas. Karena alasan inilah, massa air yang besar dalam samudra dan laut, menjaga keseimbangan iklim di dunia ini.
Keberadaan samudra, benar-benar bermakna sangat penting, karena kurang memantulkan sinar matahari sebaliknya daratan lebih banyak memantulkan sinar, samudra lebih banyak menerima energi matahari, namun panas samodra tersebar secara lebih berimbang. Sehingga karena itu, samudra mendinginkan wilayah khatulistiwa dan mencegahnya agar tidak terlalu panas, dan juga menghangatkan air di wilayah kutub agar tidak benar- membeku keras.
4. Tegangan(lengket-ketat) permukaan air
Tegangan, lengket, ketat permukaan air artinya ialah suatu daya tarik oleh air di permukaan (contohnya seperti jika kita taruh jarum ke air dengan rata benar maka jarum tidak tenggelam). Maka dengan kekuatan ini dari semua rerumputan yang paling rendah sampai pohon-pohon yang paling tinggi dapat menghantarkan air dan zat-zat makanan atau nutrisi yang mereka bawa dari tanah sampai ke batang-batang dan pucuk daun-daun yang paling ujung. Tegangan lengket, ketatnya permukaan air ini mengalahkan benda cair yang lainnya manapun juga dan keistimewaan ini memiliki dampak biologis yang luas bagi kehidupan di bumi. Dengan adanya tegangan permukaan air, maka umbuh-tumbuhan dapat membawa air yang diperoleh dari kedalaman tanah naik ke atas sampai puluhan meter tingginya di atas permukaan, semuanya tanpa harus memiliki sistem otot atau pompa.
Dalam dunia struktur rancangan manusia, tangki tekanan udara (pompa air) suatu sistem yang benar-benar rumit -diperlukan untuk membawa air dari bawah tanah naik ke sampai lantai ke-100 paling atas hotel berbitang. Sedangkan tumbuh-tumbuhan air dari dalam tanah dapat naik ke atas mencapai puncak tertinggi dari tumbuh-tumbuhan hanya dengan tegangan lengket, ketatnya permukaan air. Saluran di dalam akar tumbuh-tumbuhan dan barik-bariknya dirancang sedemikian rupa sehingga memanfaatkan tegangan permukaan air naik ke atas dan semakin ke atas, saluran ini menjadi semakin sempit dan semakin sempit sehingga memungkinkan air “merambat” terus.
Jika tegangan lengket, ketatnya permukaan air atau daya potensinya lemah, seperti pada kebanyakan benda cair lainnya, maka air atau zat makanan tumbuh-tumbuhan darat tidak mampu menaikkan air atau zat makanannya ke atas sehingga tumbuhan ini tidak akan bisa hidup. Hal ini akan berdampak buruk bagi semua makhluk hidup di planet ini. Namun demikian, karena air maupun tumbuh-tumbuhan diciptakan Allah dengan sistem yang sempurna, masalah seperti itu tidak pernah terjadi di dunia. Semua menjadi ayat-ayat Allah di hadapan pengelihatan manusia.

5. Peran pegunungan dalam memperkuat kerak bumi
Jika tidak ada sistem yang menjaga agar gerakan, goncangan dan gempa bumi ini terkendali, maka akan terjadi terus-menerus gempa atau sunami di bumi sehingga dunia ini benar-benar tidak dapat dihuni makluk hidup. Namun, pegunungan dan jaringan di bawah tanah sangat mengurangi gerak bawah tanah dan meredam goncangan-goncangan besar.
Pegunungan juga berperan mempertahankan keseimbangan dalam memabgi-bagi panas ataupun energi. Perbedaan suhu di khatulistiwa dengan suhu di kutub bumi adalah sekitar 100 derjat Celsius. Jika suhu naik sekian maka akan terjadi badai dengan kecepatan 1000 km per jam, maka jelas akan membinasakan kehidupan di bumi. Tetapi permukaan bumi yang tidak rata menghalangi kecepatan aliran angin yang sangat kencang karena perbedaan suhu udara seperti itu. Jajaran pegunungan yang terbentang dari Gunung Himalaya dari Cina, sampai Taurus di Turki menuju ke pegunungan Alpen di Eropa dan jajaran pegunungan di samudra Atlantik dan Pasifik-pun juga bertugas persis seperti ini juga.
Allah sudah menciptakan dunia tempat kita tinggal ini dengan cara yang betul-betul sempurna.
BAB DUA
Kejadian manusia
Masalah ke-2: Bagaimana proses kejadian manusia menurut Al-Quran? Jawaban sementara: Kejadian manusia diperselisihkan oleh para pakar, satu aliran menyatakan terjadinya manusia itu melalui proses evolusi. Sebagian lagi menolak teori evolusi. Menurut Al-Quran maka Allah menciptakan manusia yang pertama itu dari tanah kemudian dengan firman ”KUN” sedangkan untuk anak cucu Adam tercipta melalui suatu proses asal dari tanah.
Adam sebagai manusia pertama Allah menciptakannya diterangkan Allah di dalam Al-Quran berfirman:
Kejadian manusia menurut Al Quran ada dua macam keterangan, yaitu tentang kejadian Adam dan kejadian manusia anak keturunan Adam; Al-Quran s76a7-8 menyatakan bahwa pada awalnya manusia itu tidak ada, bahkan tidak dapat dibicarakan
a. Kejadian Adam
Al-Quran S.76 Al-Insan 2 termaktub di atas menjelaskan kejadian Adam dan manusia anak keturunan Adam maka lebih jelas lagi disebut dalam S.32 As-Sajdah 7 – 8, yaitu (terjemahannya) :
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ()ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ( السجدة 8)
“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan dengan sebaik-baiknya. Dan yang memulai penciptaan manusia itu dari tanah liat. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani)”. (S. 32 As-Sajdah 7 – 8).
Oleh karena itu ketentuan tentang kejadian Adam kita himpun dari ayat-ayat terkait. Dan jika kita boleh membuat spekulasi atau dugaan sementara maka kejadian itu seperti analisa berikut :
1) Adam diciptakan Tuhan dari tanah, disebut dengan “Turab” artinya debu, maksudnya tanah yang kering. Ini disebut dalam Al-Quran dalam S. 3 Ali ‘Imran 59, S. 18 Al-Kahfi 37, S. 22 Al-Hajji 5, S. 30 Ar-Rum 20, S. 35 Fathir 11, S. 40 Al-Mu’min 67;
2) Adam diciptakan Tuhan dari tanah liat, disebut dengan “Thin” artinya tanah bercampur air. Ini disebut Al-Quran yaitu : S.32 As-Sajdah 7 (tersebut diatas), S. 7 Al-A’raf 12, S. 38 Shad 71. Berikut kutipan Al-Quran tentang tanya jawab Tuhan dengan Iblis, yaitu :
قَالَ يَاإِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ()قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ( ص75-76)
“Allah berfirman : “Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada (Adam) yang telah ku ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang lebih tinggi?” Iblis berkata : “Aku lebih baik dari padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah liat” (S. 38 Shad 75 – 76).
3) Adam diciptakan Tuhan dari tanah kering hitam terbentuk “Hama`in” artinya ialah tanah hitam yang kering, berbunyi jika dikenai oleh sesuatu. Makna ini dapat diperhatikan dari Tafsir Al-Kasysyaf, Mufradat dari Ar-Raghib dan tafsir-tafsir lain. Jika dikaitkan dengan kata-kata “Masnun” yang artinya dituang dan dibentuk, maka kira-kira maksudnya ialah : Penciptaan manusia itu mula-mula dari tanah kering, lalu dicampur dengan air, kemudian dibentuk, setelah kering menjadi keras.
Tuhan menyebut kejadian Adam dari tanah kering hitam ini dalam S. 15 Al-Hijru ayat 26, 28, 33. Allah berfirman :
       •  •    )الرحمن 14-15(
“Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti (halnya) periuk belanga; dan Dia menciptakan jin dari nyala api” (S. 55 Ar-Rahman 14-15).
Perlu kita ingat bahwa ayat-ayat yang menerangkan masalah kejadian Adam seperti itu adalah termasuk ayat yang “Mutasyabih” (tidak tegas) dan untuk memahamkannya harus berpegang teguh kepada ayat yang “Muhkam”(sangat jelas dan tegas sekali). Untuk masalah disini ialah bahwa tidak ada sesuatu-pun yang menyamai Allah dalam segala-galanya disebut di dalam Al-Quran S. 112 Al-Ikhlash 3 – 4, S. 42 Asy-Syura 11).
1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.
”(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat (S.42 Asy-Syura 11).
b. Kejadian anak keturunan Adam
Ayat-ayat tentang kejadian Adam ternyata lebih sulit difaham dan lebih sukar ditafsirkan daripada ayat-ayat yang berkenaan dengan proses kejadian anak keturunan Adam. Tentang proses kejadian anak keturunan Adam adalah sebagai berikut :
1) Manusia, anak keturunan Adam dijadikan oleh Tuhan dari suatu proses berasal dari tanah. Sebagaimana kita maklumi bahwa tanah setelah mendapat air akan menjadi lahan untuk tumbuhnya berbagai macam tetumbuhan yang hidup. Tumbuh-tumbuhan akan memberikan bahan makanan bagi makhluk hidup kemudian secara langsung atau tidak langsung semua itu dapat menjadi bahan makanan manusia, bahkan sebagian dari bahan-bahan tersebut ada yang dapat menyuburkan manusia guna lebih memungkinkan tumbuhnya anak keturunan.
Allah berfirman dalam Al-Quran sebagai berikut : Artinya “Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah” (S. 23 Al Mu’minun 12).
Berkaitan dengan kejadian manusia anak keturunan Adam memang berlaku menurut hukum alam “Sunnatullah” yang universal abadi, pendekatannya melalui Ilmu Antropologi, Ilmu Kedokteran, Ilmu Biologi dan ilmu-ilmu tentang manusia.
2) Anak keturunan Adam diciptakan Tuhan dari suatu proses yang bermula dari air. Yaitu disebut dalam Al-Quran S. 32 As-Sajdah 8 diatas dan disebut dengan “Air” (mani) dalam QS. 25 Al-Furqan 54, QS. 77 Al-Mursalat 20, QS. 86 Ath-Thariq 6: Disebut dengan Nuthfah dalam QS. 18 Al-Kahfi, 37, QS. 76 Al-Insan 2, QS. 36 Yasin 77 dan lain-lain.
3) Proses selanjutnya manusia diciptakan Tuhan dari Nuthfah, menjadi “Alaqah” yaitu sesuatu yang bergantung di dinding rahim. Allah berfirman:
 ••                                          •   •                   •       

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (S.22 Al-Hajji 5).
4) Dari segumpal darah, diciptakan Tuhan menjadi “Mudhghah” yaitu segumpal daging. Dari daging Tuhan menciptakan sebagiannya menjadi tulang. Kemudian berlangsung proses perkembangan dan penyempurnaan. Keterangan Al-Quran yang terurai ini terdapat dalam S.22 Al-Hajji 5 dan S. 23 Al-Mu’minun 12 – 15; Ayat-ayat lain seperti S. 96 Al-‘Alaqah 2, S. 40 Al-Mu’min dan S.75 Al-Qiyamah 38.
Berkenaan dengan kejadian manusia ini junjungan kita Nabi Muhammad saw. menjelaskan dalam sebuah hadis yang dicatat oleh Bukhari Muslim sebagai berikut :
عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ قَالَ عَبْدُ اللَّهِحَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ قَالَ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ وَيُقَالُ لَهُ اكْتُبْ عَمَلَهُ وَرِزْقَهُ وَأَجَلَهُ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ فَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ لَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجَنَّةِ إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُهُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ وَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ (رواه البخاري 2969 ومسلم 4781)
“Dari Zaid bin Wahb berkata ‘Abdullah telah bercerita kepada kami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dia adalah orang yang jujur lagi dibenarkan, bersabda: “Sesungguhnya setiap orang dari kalian dikumpulkan dalam penciptaannya ketika berada di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi ‘alaqah (zigot) selama itu pula kemudian menjadi mudlghah (segumpal daging), selama itu pula kemudian Allah mengirim malaikat yang diperintahkan empat ketetapan dan dikatakan kepadanya, tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya dan sengsara dan bahagianya lalu ditiupkan ruh kepadanya. Dan sungguh seseorang dari kalian akan ada yang beramal hingga dirinya berada dekat dengan surga kecuali sejengkal saja lalu dia didahului oleh catatan (ketetapan taqdir) hingga dia beramal dengan amalan penghuni neraka dan ada juga seseorang yang beramal hingga dirinya berada dekat dengan neraka kecuali sejengkal saja lalu dia didahului oleh catatan (ketetapan taqdir) hingga dia beramal dengan amalan penghuni surga”( HR Bukhari no.2969 dan Muslim no.4781).
Demikianlah keterangan Al-Quran dan Hadits Rasul Saw. tentang kejadian manusia, Adam dan anak keturunannya.
BAB TIGA
Allahu Akbar
~~Masalah ke-3: Apa maksud Allah bertanya dan mendorong manusia merenungkan masalah mudahnya Allah menciptakan alam semesta sehingga sangat mudah Allah menciptakan manusia ini? Jawaban sementara: Melihat fakta dan data maupun teori para pakar spesialis tentang asal usul dan perkembangan alam semesta itu seharusnya manusia memuji Allah membaca Tasbih-Tahmid dan Takbir “Allah Akbar”.
@ Fakta dan data:
Alangkah indahnya jika seandainya kita renungkan kembali asal-usul alam semesta dan manusia serta perkembangannya itu melalui beberapa pertanyaan berikut:
(1). Bagaimanakah kita membayangkan asal usul terjadinya alam semesta dari suatu titik- singularitas fisis, meledak menyebarkan galaksi, bintang dan planet, penghuni alam semesta ini yang jumlahnya 100 milyar galaksi masing-masing dengan 100 milyard bintang sehingga jumlahnya menjadi 10.000.MM sama dengan 10.000.000.000.000.000.000 buah bintang/planet?.
(2) Bagaimana gambaran proses pecahnya suatu TITIK singulariras fisis (kira-kira sebesar gotri speda atau sebuah Klentheng = biji randu) ini dengan suhu dingin 1000 trilyun derajat C di bawah nol (below zero) dengan tiba-tiba dalam jangka waktu 10 pangkat minus 34 detik terjadi kenaikan panas menjadi 1000 trilyun-trilyun derajat C (Angka satu dengan 25nol derajat C) suhu melompat 1000 trilyun trilyun trilyun derajat C?.
(3) Berapa PK, watt listrik, energi atau daya-kekuatan untuk mendinginkan terlalu/maha sesuatu TITIK singularitas dalam sekejap kilat mengubahnya terbalik menjadi panas terlalu/maha dahsyat sehingga terjadi ledakan atau dentuman maha dahsyat, yang juga menimbulkan suara yang terlalu dahsyat pula???.
(4) Seberapa tingginya ilmu tehnologi untuk mengubah dari satu titik terlalu kecil menjadi 10 milyar galaksi dengan 10.000 milayar-milyar bintang dan seluruh penghuni alam semesta???.
(5) Tehnologi yang bagimana teori untuk membuat alam semesta dengan 10 dimensi (4 dimensi alam indrawi dapat kita saksikan dengan panca indra lahir dan 6 dimensi alam gaib tersembunyi dalam gulungan pita yang panjang jari-jarinya =10 pangkat minus 32 sentimeter yang manifestasinya berwujud muatan listrik dan muatan nuklir???.
(6) Arsitek mana yang dapat memberi tempat kepada 10.000 milyad-milyar bitang/planet atau jagad raya alam semesta yang salah satu galaksinya Galaksi Bima Sakti kita ini bahwa jari-jarinya menurut ilmuwan Swiss jauhnya 13,23 miliar tahun sinar (Satu detik tahun sinar=300.000 Km). Dan jarak antar galaksi yang paling jauh adalah 100.000.000. 000 tahun sinar ???
(7) Bagaimana menghitung umur kita dan cara memelihara hidup kita, jika seandainya kita menjadi penduduk planet Pluto alias umur kita harus dilipatkan 247,7 kali., bagaimana pula jika kita menjadi penduduk planet Yupiter satu tahun kita menjadi 11,9 hari saja bukan 365,25 hari atau planet-planet berikut???
(8) Siapakah arsitek yang dapat merenacakan, mengatur, menjaga kelestarian serta mengawasi jalannya air atau zat makanan dari bawah tanah dapat naik melalui batang seluruh tumbuh-tumbuhan atau pepohonan sampai puncak paling tinggi misalnya pohon kelapa yang mana tehnik ini yang ditiru oleh perancang pompa air untuk menaikkan air dari dalam tanah naik sampai ke lantai no.100 paling atas hotel berbintang???
(9) Siapakah yang menjadi manager yang membuat matahari menjadi pusaran nyala api raksasa dibarengi dengan atmosfer dan medan magnet bumi yang menyaring semua sinar matahari yang membahayakan kehidupan manusia ???.
(10) Bagaimana mengatur dan menjaga kelestarian, kontinuitas keseimbangan daya yang sangat halus dan teliti antar gravitasi matahari dan gaya sentrifugal planet-planet serta gerak berputar pada sumbunya dalam struktur tata surya ini???
(11) Siapa pula yang membuat sistematisasi keseimbangan antar hujan, laut, sungai, samudera, air dengan masing-masing sifat, suhu, watak, rasa, warna air itu tersusun dengan sempurna berdasarkan kebutuhan manusia dan makhluk hidup di bumi???.
(12) Siapa yang menciptakan dan mengatur tegangan permukaan air atau daya potensinya sehingga dapat menaikkan air dan zat makanan tetumbuhan dari bawah tanah naik ke pucuk yang paling tinggi pohon kelapa dan pohon raksasa, padahal jika potensi tersebut lemah, tidak mampu menaikkan air atau zat makanannya maka tumbuhan dan semua makhluk hidup akan mati, tidak dapat hidup???
(13) Siapa yang menjaga agar gerak, goncangan dan gempa bumi dari pegunungan atau magma di bawah tanah terkendali tidak terus-menerus terjadi di bumi sehingga gerakan bawah tanah ini merendah lalu goncangan-goncangan itu berhenti???
(14) Siapa lagi yang menentukan angka-angka perbedaan suhu di khatulistiwa dengan suhu di kutub bumi agar tidak terjadi badai kecepatan 1000 km per/jam; Siapa yang membuat gunung dan lembah jajaran pegunungan yang terbentang dari Gunung Himalaya dari Cina, sampai Taurus di Turki menuju ke pegunungan Alpen di Eropa dan jajaran pegunungan di samudra Atlantik dan Pasifik atau di tempat lainnya yang menahan gerak kecepatan badai 1000 Km perjam lebih pelan-pelan sebagai fungsi gunung dan lembah di seluruh dunia ini????
(15) Jika jam-waktu planet bumi ini dihitung satu tahun =365,25 hari, lalu jam waktu Pluto = 247,7 kali waktu di bumi artinya satuan ukuran waktu Pluto sama dengan 90.472,425 hari satuan ukuran waktu bumi, maka bagaimana menghitung umur jagad raya = 15-18 milyar tahun dan bagaimana angka hitungan waktu awal sampai datangnya titik darah penghabisan jagad-raya-alam kapan hari kiamat dihitung dengan tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit detik manusia warga bumi ini??????
(16) Bagaimana membayangkan waktu yang ditulis oleh pakar fisikawan waktu 10 pangkat minus 34 detik dibandingkan dengan angka umur alam semesta 15 sampai 18 milya tahun bahkan bagaimana menghitung angka waktu kapan datangnya hari kiamat???
(17) Siapakah yang mempunyai ilmu kecakapan yang dapat merencanakan, mengoperasikan, mengatur, mengawasi angka-angka seimbang-sistematis gerak, kecepatan, reaksi kimia, radiasi, grativikasi, gaya, hukum alam, hukum sebab akibat (hukum kausalitas) dan seluruh hukum alam eksakta, sosial dan humaniora sehingga seluruh jagad ini bahkan siapa yang dapat membuat keseimbangan, keselarasan, kontinuitas, konstan, tetap teguh, abadi antar proton-elektron, neutron, seluruh materi sampai galaksi andromeda dan alam semesta ini tetap teguh, tepat, tidak berubah tidak mendahului, tidak terlambat menekuni angka takdirnya selama 15 sampai 18 milar tahun ini???
(17) Khusus Kitab Suci Al-Quran: Al-Quran itu satu-satunya kitab suci yang sucibersih dari kekurangan, tidak dapat diragukan lagi mulai dari bunyi tiap huruf yang jumlahnya 325.345 huruf dan 77.943 buah kalimatnya, 6236 ayat 114 surat 30 juz sampai, isi kandungan, makna yang tersurat dan tersirat leterlijk-filosufis seluruhnya terjaga dihafal luar kepala oleh seluruh umat Islam terutama dalam shalat, sejak awal sampai sekarang dan yang akan datang. Bahkan bahasa Arab Al-Quran sampai sekarang masih dapat difaham mengalahkan bahasa seluruh dunia sementara banyak bahasa lama yang sudah wafat atau hampir mati tidak dikenal oleh manusia lagi. Siapakah manusia yang mempunyai kekuatan menjaga suatu BAHASA (bahasa Arab) dapat tetap hidup selama ribuan tahun ini?
Renungan para filosuf
Kita catat kembali renungan filosufis para filosuf, tentang hikmah rahasia alam semesta, yaitu:
(1) Ontologis – tidak terkalahkan
Anslemn (1033-1109M) seorang teolog ahli filsafat Italia, membayangkan ada sesuatu yang mempunyai suatu sifat, misalnya besar atau hebat, maka di tempat lain ada sesuatu yang melebihi dia lebih besar atau lebih hebat. Jika ditelusuri terus tidak ada habis-habisnya maka ada sesuatu yang lebih besar atau lebih hebat lagi ini. Tetapi akhirnya ada sesuatu yang tidak dapat dikalahkan sama sekali maka yang mengalahkan dan tidak dapat dikalahka itu ialah Tuhan.
(2) Kosmologis asal segala sebab
Thomas Aquinas (1224-1274M), seorang teolog Katholik dan ahli filsafat mengemukakan ada Hukum Kausalitas bahwa apa saja yang ada ini pasti ada sebabnya dan ”sebab” ini sendiri merupakan akibat dari sebab sebelumnya (persis mana yang lebih dahulu ayam apakqh telur ayam). Tetapi akhirya sampailah kepada sebab pertama yang tidak mempunyai sebab, maka suatu wujud yang tidak ada sebab sebelumnya itulah yang disebut Tuhan.
(3) Teleologis serba perencanaan yang sangat teliti
W.R. Mathews menyatakan bahwa melihat keteraturan dan aturan yang sistematis, tertib dan berlangsung dengan sangat tepat dari suatu titik abstrak ke titik-titik berikutnya sebagai proses jalannya lalu lintas alam semesta kehidupan seluruh makhluk yang dapat disebut sebagai Hukum Alam atau Sunnatullah, maka dia yakin pasti ada Dzat yang merencanakan dan mengawasi jalan Hukum Alam ini, maka Matthews mengenukakan teori bahwa yang merencanakan dan mengawasinya adalah Tuhan.
Renungan para filosuf abad 12-13M Anslem, Thomas Aquinas dan W.R Mathews tersebut sudah ditegaskan oleh Al-Quran yang dibawa oleh Rasulullah Saw sekitar tahun 610-632M yaitu bahwa semua itu jawabnya ialah Allah Swt termaktub di dalam Al-Quran:
i. Ontologis tidak terkalahkan
“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”(S.42 Asy-Syura 11)
“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”(S.112 Al-Ikhlash 1-4).
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”(S.57 Alhadid3).
Allah adalah suatu wujud yang memiliki banyak sifat yang tidak terkalahkan, yaitu lebih dahulu, lebih akhir, jelas sekali namun tidak tampak tidak dapat dijangkau melalui panca indra. Ayat-ayat s.21 Al-Ambiya` 22 atau S.6 Al-An’am 103 dapat menambah lagi penjelasan masalah ini.
ii. Kosmologis asal segala sebab
“Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu”(S.6 Al-An’am 101-102).
Dan Al-Quran S.6 Al-An’am 101, S.79 An-Nazi’at 27-30 dan S.41 Fushshilat 9-11, dapat memperjelas masalah ini lebih lanjut.
iii. Teleologis serba perencanaan yang sangat teliti
“Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Menang lagi Maha Penyayang, Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”(S.31 As-Sajdah 6-9).
Di dalam Al-Quran disamping S.32 As-Sajdah 9-11 diatas dapat juga dicari kejelasannya pada S.59 Al-Hasyr 24, S.2 Al-Baqarah 164, S.2 Al-Hajji 5, 15-17, s.3 Ali Imran 190-191 semua mengarah kepada kebenaran sifat-sifat Allah yang Maha Sempurna.
Dan menjawab semua pertanyaan dalam Bab Tiga di atas ini secara menyeluruh jawabnya ialah Allah yang bersifat serba Maha bahkan Mutlak Maha dalam 20 sifat wajib dan 99 butir Al-Asmaul Husna, yaitu:
(1) Allah itulah yang menciptakan alam semesta dari sebuah titik singularitas menjadi 10.000.MM bintang dan palnet.
(2) Allah itu yang membuat suatu TITIK sebesar gotri speda dari 1000 trilyun derajat C di bawah nol menjadi 1000 trilyun-trilyun derajat C atau lompatan secesar 1000 Trilyun Trilyun Trilyun derajat C.
(3) Allah itu yang memiliki daya-kekuatan dalam waktu sekejap kilat menubahnya dari 1000 T di bawah nol C menjadi 1000TTT sehingga terjadi ledakan maha dahsyatT=trilyun).
(4) Allah itulah yang memiliki kebesaran dan tingginya ilmu tehnologi untuk mengubah dari satu titik sebesar gotri menjadi 10.000 milayar-milyar bintang dan planet,
(5) Allah adalah yang memiliki ilmu tehnologi dan teori untuk membuat alam semesta dengan 10 dimensi, 4 dimensi alam indrawi dan 6 dimensi non indrawi.
(6) Allah itu ialah arsitek Maha Agung yang dapat memberi tempat kepada 10.000 milyar-milyar bitang&planet yang jarak antar galaksi 1.00.000.000. 000 tahun sinar.
(7) Allah itu adalah Dzat yang memiliki sifat Qudrat Iradat yang menciptakan umur virus paling kecil sampai umur seluruh galaksi alam semesta bermilyar-milyar, trilyunan bintang-planet.
(8) Allah adalah Maha Besar manager yang mengatur keselarasan suhu matahari dengan atmosfer dan medan magnet bumi yang memberi rasa nyaman hidup kepada manusia dan semua makhluk.
(9)Allah itulah yang Maha Bijaksana yang mengatur yang menjaga kelestarian, kontinuitas keseimbangan daya yang sangat halus dan teliti antar gravitasi matahari dan gaya sentrifugal planet-planet serta gerak berputar pada sumbunya masing-masing dalam struktur tata surya.
(10)Allah itu yang Maha Pengatur, membuat sistematisasi keseimbangan antar hujan, laut, sungai, samudera, air dengan masing-masing dengan kadar angka tentang sifat, suhu, watak, rasa, warna air itu tersusun dengan sempurna berdasarkan kebutuhan manusia dan makhluk hidup di bumi, serta yang membuat AIR itu hanya ada di planet bumi serta tidak terdapat pada ke-63 macam planet selain bumi.
(11)Allah itu yang menciptakan dan mengatur tegangan permukaan air atau daya potensinya dapat menaikkan air dan zat makanan tetumbuhan dari bawah tanah naik ke pucuk yang paling tinggi pohon kelapa dan pohon raksasa supaya tidak mati.
(13)Allah itulah yang menjaga agar gerak, goncangan dan gempa bumi dari magma di bawah tanah terkendali naik turun ukuran daya jadi meletusnya Gunung-gunung berapi ataukah tidak meletus.
(14)Allah itulah yang menentukan angka-angka perbedaan suhu di khatulistiwa dengan suhu di kutub bumi agar tidak terjadi badai kecepatan 1000 km per/jam, karena tingginya gunung dan rendahnya lembah demikian tetap setia tunduk patuh gunung dan lembah di seluruh dunia ini melakukan tugasnya,
(15) Allah adalah yang menetapkan umur seluruh makhluk mulai dari virus paling kecil sampai galaksi Andomeda dan trilyunan penghuni langit angkasa luar.
(16)Allah itu yang memberi rejeki dari atas dan dari bawah kepada seluruh makhluk di jagad raya ini.
(17)Allah adalah yang memberi nyawa makhluk hidup dan mencabut hak hidup maupun mengambil nyawa seluruh makhluk yang bernyawa.
(18)Allah itulah yang dapat menyelamatkan manusia dan makhluk lainnya dari bencana di darat dan di laut.
(19) Allah adalah yang memelihara alam semesta yang memberi alat indra kepada makhluk hidup yang membedakan gelap gulita dan terang benderang,
(20)Allah adalah yang menjadi pemilik tahta pemerintah yang terlalu lengkap, jeli, rinci sistematis alam semesta seluruh makhluk, alam semesta bersama selutuh penghuni alam semesta.
(21)Allah itulah yang menjadi pengayom dan pelindung atas segala sesuatu dan seluruh makhluk ini dari segala yang menyerangnya.
(22)Allah yang serba Maha itulah yang memilih siapa-siapa yang memperoleh anugerah rahmat barokah-Nya di alam dunia dan di akhirat yang akan datang.
Sekali lagi kita kutip pendapat para tokoh Ilmu Fisika yang dicatat oleh Prpf A.Baiquni,MSc,PhD bahwa hasil penelitian para fisikawan itu telah menumbuhkan 2 poin pernyataan, yaitu:
(1) Kira-kira 15 atau 18 milyar tahun yang lalu semesta alam, energi, materi, ruang dan waktu semua keluar dari SATU TITIK singularitas fisis.
(2) Sebelum peristiwa ini terjadi, maka: (a) Tidak ada energi; (b) Tidak ada materi; (c) Tidak ada ruang; (d) Tidak ada waktu.
Yang harus kita tambahkan (oleh Imam Muchlas) bahwa sebelum ada titik (pada teori Big Bang) itu tidak ada energi, tidak ada materi, tidak ada ruang dan tidak ada waktu, maka yang ada ialah َلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (Tidak ada apa-apa kecuali Allah)!!!. Allah Mutlak Maha, Allahu Akbar.
Dan jawaban seluruh masalah di atas ialah Dzat yang mempunyai Sifat Wajib 20 dan 99 butir Al-Asmaul Husna yang hanya dimiliki oleh Allah sendiri dan tidak ada tuhan-tuhan di luar agama Islam yang mempunyai 20 sifat dan 99 nama Allah seperti Rukun Iman dalam Islam itu. Allahu Akbar, tidak ada Tuhan kecuali Allah.yang Mutlak Maha.
Secara rinci 99 nama Allah itu disebut dalam hadis riwayat Turmudzi no.3428. Dan asas landasan pemikiran orang beriman ialah ialah Al-Quran.
Al-Quran jalan Mutlak
Sebagaimana tertulis diatas Al-Quran itu satu-satunya kitab suci yang sucibersih dari kekurangan, tidak dapat diragukan lagi seluruhnya masih utuh, tetap, asli, orisinil, mulai dari bunyi tiap huruf kalimat, surat juznya, sampai, isi kandungan, makna yang tersurat dan tersirat leterlijk ataupun filosufis seluruhnya masih utuh lengkap tersimpan, terjaga di dalam kitab ’Ulumul Quran, bunyinya dihafal luar kepala oleh seluruh umat Islam terutama dalam shalat, sejak awal sekali sampai sekarang Insya Allah dan yang akan datang. Bahkan bahasa Arab Al-Quran sampai sekarang masih dapat difaham mengalahkan bahasa seluruh bahasa di dunia sementara banyak bahasa lama yang sudah wafat atau hampir mati tidak dikenal oleh manusia lagi. Dengan meledaknya kemajuan tehnologi elektronika, maka sekarang Al-Quran bukan hanya disimpan di dalam buku, tetapi bunyi dan tulisan Al-Quran sudah disimpan dalam bentuk CD-DVD, HP, Aipet, Tablet, Internet sehingga bunyi dengan lagunya dan tulisan sekaligus dapat disaksikan oleh semua orang dimana saja dan kapanpun juga melalui labtop-komputernya.
Dengan merenungkan data dan fakta yang menggambarkan angka-angka berbagai macam keadaan alam semesta yang sangat luar biasa terurai di atas jika kita berpikir secara kritis mesti menjadi terheran-heran dan taajub kemudian mengingat jawaban atas pertanyaan tersebut kita tidak lain kecuali harus mengucapkan puji kepada Allah.
@ Tafsir Al-Qurthubi (15h25) dalam menganalisa Al-Quran s16a66 mencatat bahwa ayat ini memperingatkan kepada kita bahwa jika timbul hal-hal yang menimbulkan rasa taajub maka hendaklah memuji Allah sebagai Dzat yang Maha Suci mengucapkan puji (Tasbih) ”Subhana Allah”: سبحان الله.
@Tafsir Al-Bahrul Muhith (8h7) mencatat bahwa Allah memerintahkan kepada kita supaya setiap menyaksikan keajaiban, kejadian atau keanehan yang luar biasa hendaklah .shalat, zikir dan memuji Allah dengan bertasbih.
@Dalam kaitan ini As-Suyuthi dalam tafsirnya Ad-Durrul Mantsur (6h357) mengutip hadis riwayat Ath-Thabrani melalui Ibnu ‘Abbas bahwa Rasul Saw memerintahkan kita supaya bertasbih, memuji Allah dengan tahmid dan takbir.
@ Para ulama tafsir Al-Alusi, Ar-Razi, Al-Biqa’i dan Ibnu ’Adil dalam tafsir mereka berkaitan dengan istilah ”Tasbih” mereka mencatat bahwa istilah سُبْحَانَهُ وتعالى artinya ialah perintah Allah kepada kita untuk memaha sucikan Allah.
Ucapan yang diridhoi Allah
Merenungkan kembali hasil penelitian pakar IPTEK dan juga cendekiawan muslim di atas maka tanggapan kita orang yang beriman yang paling diridhoi Allah ialah membaca Tasbih sebagaimana sabda Rasulullah Saw dalam riwayat shahih Muslimberikut:
عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ (رواه مسلم 3985 واحمد 19248)
“Dari Samurah bin Jundub bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Kalimat yang paling disenangi Allah ada 4, yaitu:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَر
“Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar maka tidak akan mempersulit kalian dengan lafal yang mana saja dari ke-4 kalimat itu dimulai”(HR Muslim no.3985 dan Ahmad no.19248).
@Tafsir Ar-Razi (12h177) mencatat bahwa istilah Akbar dalam Al-Quran S29a44-45 dengan tidak menyebut tandingannya mengandung makna bahwa Allah itu Maha yang satu satunya tidak ada yang Maha kecuali Allah: َاللَّهُ أَكْبَر Allah Mutlak Maha.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!!!
Pemerintah Arab Saudi telah membangun dekat Ka’bah jam raksasa diameter sekitar 40 meter, sisi-sisinya dilapisi dengan 98 juta lembar kaca mosaik setiap sisi jam tertulis lafal Arab ”Allah Akbar” dipasang di atas sebuah pencakar langit besar yang memiliki tinggi total ratusan meter, dilengkapi ribuan lampu yang dapat dilihat dari jarak sekitar 25 kilometer. Seluruh bangunan jam tinggi 251 meter dibangun menelan biaya sebesar 800 juta dolarAS. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!!!
Allah Swt menjanjikan maghfirah yang sangat besar kepada siapa yang mengamalkan shalat Tasbih disebut dalam hadis Nabi Saw bahwa Allah akan memberi ampunan dosa kita yang awal, yang akhir, yang lama , yang baru, yang tidak disengaja atau karena sengaja, dosa yang kecil, dosa yang besar, yang dirahasiakan dan yang tampak jelas, yaitu hadis melalui Ibnu ‘Abbas Hadis diriwayatkan oleh Abu Dawud no.1105, Ibnu Majah no.1376, Turmudzi no.443-444, An-Nasa`i no.1282, yang dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah, Ath-Thabrani yang dinilai hasan oleh Imam Al-Albani dan para ulama yang lain. Shalat ini dinamakan Shalat Tasbih karena di dalamnya diucapkan 300 kali lafal:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَر
َاللَّهُ أَكْبَر

Internet:http://pondokquranhadis.wordpress.com Email:pondokilmu7@gmail.com
Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com,Email:h.imam.muchlas.@gmail.com

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.