Oleh: pondokquranhadis | Oktober 6, 2017

Shalat dan Puasa Di Daderah Kutub

Al-Quan s4An-Nisa` 101-103:

بسم الله الرحمن الرحيم

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا (101) وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُمْ مَيْلَةً وَاحِدَةً وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ كَانَ بِكُمْ أَذًى مِنْ مَطَرٍ أَوْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَنْ تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا (102) فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا (103)(النساء 01-103)

(4:101) Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidak –lah mengapa kamu menqashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir.  Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.(4:102.)Dan apabila kamu ber- ada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang salat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus.  Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap-siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah me –nyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.(4:103) Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”(s4 An-Nisa`101-103).

Tema dan sari tilawah

  • Orang Islam dibolehkan meng-qashar shalat, jika ada  sesuatu yang dikawatirkan.
  • Jika seseorang berada dalam suatu peperangan maka orang Islam dibolehkan shalat 
  • Jika mereka berada dalam perang situasi dan  kondisi hujan atau sakit boleh  meletakkan senjatanya, tetapi tetap waspada dan hati-hati.
  • Jika keadaan normal maka shalat harus ditunaikan dengan menepati okum shalat.
  • Sungguh shalat itu sitetapkan dengan waktu-waktu yang jelas sekali.

Masalah dan analisa jawaban

~1~Masalah ke-i:  Apa dan bagaimana  okum Shalat Qashar itu? Jawaban hipotetis: Shalat qashar itu meringkas shalat yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat, syaratnya  jika timbul adanya rasa kawatir.

~2~Masalah ke-ii:  Apa  dan bagaimana Hukum Shalat khauf itu? Jawaban hipotetis:Hukum shalat  khauf ialah  shalat di dalam keadaan perang, maka prajurit dapat dibagi sebagian melaksanakan shalat, sebagain lagi menghadapi musuh siap tempur.

~3~Masalah ke-iii: Bagaimana cara shalat dan puasa  di dalam keadaan dan tempat yang  tidak  dapat melihat tanda waktu atau tidak dapat melihat mata-hari?  Jawaban hipotetis: Shalat dalam  keadaan yang manusia  tidak dapat melihat matahari atau tanda waktu, dilakukan  menurut  okum darurat  secara logika.

Pendalaman dan penelitian

B AB     SATU

Shalat jamak dan qashar

~~Masalah ke-i:  Apa dan bagaimana  Hukum Shalat Qashar dan jamak itu? Jawaban hipotetis: Shalat qashar itu mekingkas shalat yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat,  dan jamak shalat itu ialah dua shalat  dilakukan dalam satu waktu, syaratnya ialah safar,  sakit atau  adanya rasa kawatir.

@ Pengertian

~  Shalat qashar itu meringkas shalat yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat, yaitu shalat dzuhur, ashar atau  Isya` yang 4 rakaat itu diringkas menjadi dua rakaat, baik waktu aman atau tidak aman.

@ Syari’at Shalat Qashar

~ Shalat Qashar disyari’atkan oleh Allah pada  tahun ke-4 Hijriyah: Hukum Qashar dibakukan  melalui Quran, hadis dan Ijtihad ulama`, sbb:

  1. Al-Quran

 وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ    يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا   (سورة النساء  101 (.

    “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidak -lah mengapa kamu menqashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir((s4 An-Nisa`101).

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ. (البقرة 184( .

    2:184…. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain….(s2Al-Baqarah 184)

 فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالًا أَوْ رُكْبَانًا فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَا لَمْ   تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (سورة البقرة : 239(

    “Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka salatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (salatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui”(s2 Al-Baqarah 239).

  1. Hadis Nabi Saw.

(1)عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَ قُلْتُ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ { لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنْ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمْ الَّذِينَ كَفَرُوا } فَقَدْ أَمِنَ النَّاسُ فَقَالَ عَجِبْتُ مِمَّا عَجِبْتَ مِنْهُ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ صَدَقَةٌ تَصَدَّقَ اللَّهُ بِهَا عَلَيْكُمْ فَاقْبَلُوا صَدَقَتَهُ (رواه مسلم : ١١۰٨, أبو داود : ١۰١٤ , الترمذي : ٢٩٦۰, النساءى : ١٤١٦, ابن ماجه : ٣٦٦٦)

        “Dari Ya’la bin ‘Umayyah, katanya; “Aku berkata kepada [Umar bin Khattab] mengenai ayat yang berbunyi Tak ada dosa atasmu meng-qashar shalat, jika kamu khawatir terhadap orang-orang kafir yang hendak memberi cobaan kepadamu.” QS. Annisa’; 101, sementara manusia saat ini dalam kondisi aman (maksudnya tidak dalam kondisi perang).” Umar menjawab; “Sungguh aku juga pernah penasaran tentang ayat itu sebagaimana kamu penasaran, lalu aku tanyakan kepada Rasulullah Saw tentang ayat tersebut, beliau lalu menjawab: “Itu (mengqashar shalat) adalah sedekah yang Allah berikan kepada kalian. Oleh karena itu, terimalah sedekah-Nya”(HR. Muslim no. 1108, Abu Daud no. 1014, Tirmidzi no. 2960, Nasa’i no. 1416 dan Ibnu Majah no. 3666).

 

(2)أَنَّ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ لَا يَزِيدُ فِي السَّفَرِ عَلَى رَكْعَتَيْنِ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ كَذَلِكَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ (رواه البخاري : ١۰٣٨)

    Bahwasanya Ibnu ‘Umar r.a. berkata: “Aku pernah menemani Rasulullah Saw ketika safar (bepergian), selama kepergian itu beliau tidak lebih melaksanakan shalat kecuali dua raka’at. Begitu juga dengan Abu Bakar, ‘Umar dan ‘Utsman (HR. Bukhari no. 1038).

 (3)عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ فُرِضَتْ الصَّلَاةُ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ هَاجَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفُرِضَتْ أَرْبَعًا وَتُرِكَتْ صَلَاةُ السَّفَرِ عَلَى الْأُولَى (رواه البخاري : ٣٦٤٢)

    “Dari ‘Aisyah r.a.\ berkata; “Pada awalnya, shalat diwajibkan dua raka’at, setelah Nabi Saw berhijrah, shalat diwajibkan menjadi empat raka’at dan dilanggengkan (dua raka’at) shalat dalam perjalanan (safar) sebagaimana ketika pertama kali diwajibkan” (HR. Bukhari no. 3642).

4)أَنَّ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ لَا يَزِيدُ فِي السَّفَرِ عَلَى رَكْعَتَيْنِ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ كَذَلِكَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ (صحيح البخاري : ١۰٣٨)

   “Bahwasanya Ibnu ‘Umar r.a. berkata: “Aku pernah me- nemani Rasulullah Saw ketika safar (bepergian), selama kepergian itu Beliau tidak lebih melaksanakan shalat kecuali dua raka’at. Begitu juga dengan Abu Bakar, ‘Umar dan ‘Utsman radliallahu ‘anhum” (HR. Bukhari : 1038).

(5)عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ فُرِضَتْ الصَّلَاةُ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ هَاجَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفُرِضَتْ أَرْبَعًا وَتُرِكَتْ صَلَاةُ السَّفَرِ عَلَى الْأُولَى تَابَعَهُ عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ (رواه البخاري : ٣٦٤٢)

“Dari ‘Aisyah r.a.\ berkata; “Pada awalnya, shalat diwajibkan dua raka’at, setelah Nabi Saw berhijrah, shalat diwajibkan menjadi empat raka’at dan dilanggengkan (dua raka’at) shalat dalam perjalanan (safar) sebagaimana ketika pertama kali diwajibkan” (HR. Bukhari no. 3642).

………………………………………………………………Ijtihad  para ulama`

  1. Hukum Shalat Qashar

~1~ Ulama Syafi’iyah dan Hanabilah (madzhab Hanbali) menyatakan bahwa Qashar shalat diperbolehkan untuk meringankan para musafir. Shalat qashar bukan wajib tetapi rukhshah, maksudnya kemudahan dan sodaqoh dari Allah. Merujuk kepada Al-Quran s2Al-Baqarah 184, s2 Al-Baqarah 239- dan  kepada  hadis HR. Muslim no. 1108, Abu Daud no. 1014, Tirmidzi no. 2960, Nasa’i no. 1416 dan Ibnu Majah no. 3666 Abu Daud no. 1014, HR. Muslim : 414 tersebut di atas.

~2~ Ulama Hanafiyah mengatakan bahwa shalat Qashar itu wajib  atas para musafir: 2rakaat, bukan 4rakaat, dasarnya ialah hadis Bukhari no.1038 dan no.3642(Lihat bab dimuka).

~3~Ulama Malikiyah, menyatakan  bahwa qashar shalat itu hukumnya ialah Sunat muakkad dasarnya bahwa Nabi Saw tidak pernah shalat tidak qashar dalam safar beliau, tetapi selalu  qashar terus.

~4~Sebagian ulama menyatakan bahwa meng-qashar shalat itu hukumnya mustahab (sunat).

~5~Sebagian lagi menyatakan bahwa  qashar shalat itu mubah hukumnya(Lih.Bidayatu Mujtahid: J1h.161,Al-Muhadzdzab: J1h101).

ii.Syarat shalat  Qashar

  ~1~Para ulama Malikiyah, Syafi’iyah,Hanabilah mensyarat -kan shalat qashar yang dibolehkan  ialah bukan bepergian untuk berbuat maksiyat.

~2~Ulama Hanafiyah menyatakan bahwa meng-qashar shalat itu perginya ialah safar mubah, boleh  juga bagi safar maksiat, dalilnya ialah safar dalam ayat-s2 al-Baqarah  239 & no.184;   dan hadis Bukhari

iii.Limitasi-batas  minimal

jarak jauhnya  safar  untuk qashar-shalat

     Para ulama berselisih pendapat mengenai batasan jarak sehingga disebut safar  yang membolehkan seseorang untuk qashar shalat. Ada tiga pendapat dalam hal ini:

  • Kebanyakan ulama dari kalangan Syafi’i, Hambali dan Maliki berpendapat  bahwa jarak yang  disebut safar itu ialah 48 mil atau 85 km. Dalilnya ialah sbb:

(1)وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَابْنُ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهم – يَقْصُرَانِ وَيُفْطِرَانِ فِى أَرْبَعَةِ بُرُدٍ وَهْىَ سِتَّةَ عَشَرَ فَرْسَخًا (رواه البيهقي ج3ص 13)

Dahulu Ibnu ‘Umar dan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhum mengqashar shalat dan tidak berpuasa ketika bersafar menempuh jarak 4 burud (yaitu: 16 farsakh).” (HR. Bukhari secara mu’allaq –tanpa sanad-. Diwasholkan oleh Al Baihaqi 3: 137. Lihat Al Irwa’ 565)

[[Satu   Burud sama dengan 81 km. (Syarh al Mumti’, 6/342. Fiqhul Islam wa Adillatuhu, 2/477]].

# Koreksi-analis: Hadits di atas ini bukan menunjukkan batasan jarak yang disebut safar yang membolehkan seseorang untuk qashar-shalat.

b- Ulama` Hanafiyah menyatakan bahwa yang disebut safar itu ialah perjalanan selama tiga hari tiga malam;

dalilnya ialah hadits sbb:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُسَافِرْ امْرَأَةٌ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ ٍ (رواه مسلم : ٢٣٨٥)—————————

“Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Nabi Sawbersabda: “Seorang wanita tidak boleh mengadakan perjalanan di atas tiga malam, kecuali disertai mahramnya” (HR. Muslim:2385).

# Catatan analis: Hadits di atas ini tidak menunjukkan batas minimal jarak safar yang menetapkan hukum qashar .

c- Tidak ada batas minimal jarak-jauhnya  safar, untuk qashar shalat; artinya jarak yang manapun jika dinamakan  “safar”, maka seorang musafir sudah boleh melakukan  qashar-shalat (dari  4 rakaat menjadi 2 rakaat). Demikian  pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim dan ulama` madzhab Zhahiri.

     Karena  ada hadits yang menyebutkan bahwa Nabi Saw. pernah menempuh jarak kurang dari jarak yang tadi disebut-sebut di atas. Namun ketika itu beliau sudah meng-qashar shalat.

      Dalil lain yang mendukung pendapat ketiga ini adalah hadis dari Anas bin Malik r.a. ia berkata,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ صَلَّيْتُ الظُّهْرَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَدِينَةِ أَرْبَعًا وَبِذِي الْحُلَيْفَةِ رَكْعَتَيْنِ)رواه البخاري ١۰٢٧ومسلم 1114)

“Dari Anas bin Malik r.a. berkata: “Aku shalat Zhuhur bersama Nabi Saw di Madinah sebanyak empat raka’at sedangkan ketika di Dzul Hulaifah dua raka’at”  (HR.Bukhari no 1027 dan Muslim no.1114).             

              Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mencatat dalam kitabnya Fatawa (24/106): Dalil yang menjadi alasan dibolehkannya melakukan  qasar dan berbuka-puasa karena safar adalah tidak khusus untuk satu  jenis  safar saja tetapi untuk semua jenis safar. Dan pendapat ini yang shahih  menurutnya.

         Intinya, setiap musafir boleh melakukan qashar atas shalatnya di setiap keadaan yang disebut safar. Begitu pula tetap berlaku  atas berbagai hukum safar seperti jamak-shalat, cara shalat di atas kendaraan dan mengusap khuf” (Lih. Kitab Majmu’ Al Fatawa:24a12).

Dapat ditambahkan disini:

           Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah lebih cenderung kepada penggunaan standar Urf/adat masing-masing daerah.  Mengapa beliau menjadikan Hk Adat (Urf) sebagai dalil penentuan batas minimal jarak safar? Sebabnya ialah, menurut beliau istilah safar ini memang tidak ada nash yang secara jelas digunakan sebagai dalil untuk menetapkan berapakah batas jarak minimal jauhnya. Syaikh Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan:

كُلُّ اِسْمٍ لَيْسَ لَهُ حَدٌّ فِي اللُّغَةِ وَلَا فِي الشَّرْعِ فَالْمَرْجَعُ فِيْهِ إِلَى الْعُرْفِ، فَمَا كَانَ سَفَرًا فِي عُرْفِ النَّاسِ فَهُوَ السَّفَرُ الَّذِي عَلَقَ بِهِ الشَّارِعُ اَلْحُكْمَ(مجموع الفتاوى 24/40-43)

“Setiap nama yang tidak memiliki batasan makna yang jelas dari segi etimologis dan dari segi definisi syar’i (termiologis) maka dikembalikan pemilihan maknannya kepada ‘Urf/adat. Sehingga, jika sebuah perjalanan sudah dianggap sebagai ‘Safar’ dalam ‘Urf/adat  suatu kaum di wilayah tertentu, maka itulah definisi ‘Safar’ yang memiliki niai hukum secara syar’i” (Majmu’ al-Fatawa, Syaikh Ibnu Taimiyah, 24/40-43)

       Beliau juga menunjukkan adanya beberapa pengikut mazhab Imam Ahmad yang membolehkan qashar shalat bagi musafir baik itu jarak dekat ataupun jauh. Sebab, Rasulullah Saw sendiri pun juga tidak pernah menentukan batasan bolehnya qashar shalat bagi musafir baik dengan batasan jarak perjalanan atau durasi waktu perjalanan. Dan menurut beliau, inilah pendapat mayoritas para ulama Salaf dan Khalaf yang paling mendekati kebenaran (Majmu’ al-Fatawa,  Ibnu Taimiyah, 24/155).

      Imam An-Nawawi mencatat bahwa ulama` Hanafiyah memilih 3 hari, sehingga safar yang kurang dari 3 hari tidak boleh qashar maka pendapat ini kurang tepat. ~Sebab safar atau perjalanan dimaksud jaman   itu ialah safar dengan naik onta, jalan kaki, jalan cepat atau  lambat dalam   kondisi jalan  yang bagaimana,  atau cuaca tidak enak, panas atau dingin, jalan  mulus, jalan  terjal, jalan  penuh bahaya dan sebagainya(Lih. Kitab Al-Badai’-J:1h94; Al-‘Inayah-j:1h394).

       Jikalau pedoman  batas minimal jarak perjalanan yang membolehkan jamak-qashar itu 4 burud, 2 marhalah maka  jika jarak ini dilakukan dengan  niat safar namanya musafir meskipun dia tempuh  cukup hanya  satu jam.

~An-Nawawi dan Al-Khathib asy-Syarbini, menyata- kan bahwa safar    dengan jarak waktu perjalanan yang hanya satu jam boleh jamak dan qashar. Al-Buhuti mengatakan sbb:

يَقْصُرُ الْمُسَافِرُ الرُّبَاعِيَّةَ إِلَى رَكْعَتَيْنِ إِجْمَاعًا ، وَلَوْ قَطَعَ الْمَسَافَةَ فِي سَاعَةٍ وَاحِدَةٍ (حاشية الدسوقي ج1ص358-مغني المحتاج ج1ص264)ز

“Shalat itu di-jamak&di-qashar bagi siapa yang safar (bepergian)  walaupun hanya satu jam”(Lih.Kitab Hasyiyah Ad-Dasuqi ‘alasy Syarhil Kabir j1h358; Mughnil Muhtaj J1h264).

……………………..

iv.Batasan Jumlah Hari Rukhshoh

~~Imam Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayah Al-Mujtahid (138-139), menjelaskan perbedaan ulama 4 madzhab dalam hal batasan jumlah hari rukhshoh bagi seorang musafir ialah sbb:

  1. Ulama` Hanafiyah berpendapat maksimal-paling banyak 14 hari. Sehinga hari ke-15 hilang rukhshoh dan mulai sholat sempurna tanpa jama’ dan qashar.  
  2. Ulama` Malikiyah dan  Syafiiyah menyatakan b ahwa paling lama 3 Hari. Setelah 3 hari (hari keemapat) musafir harus sholat sempurna, tidak jama’ dan tidak qashar.
  3. Ulama` Hanabilah menyatakan paling lama 4 hari. Hari Ke-5 tidak ada lagi rukhshoh.
  4. Imam Ibnu Abidin dalam Hasyiyahnya (Radd Al-Mukhtar 2/125) bahwa batasan seseorang boleh qashar dan jama’ sholat dalam keadaan musafir itu adalah 14 hari. Jadi di hari ke-15, ia sudah tidak  boleh lagi jamak dan juga qashar sholat.

            Ini didasarkan pada apa yang dilakukan oleh Nabi Saw ketika datang ke Mekkah dari Madinah untuk pembebasan Mekkah (Fathu Makkah). Bahwa beliau saw meng-qashar sholatnya sampai 14 hari di Mekah (HR. Abu Daud).

  1. Ulama` Malikiyah dan Syafiiyah menyatakan bahwa tenggang waktu boleh melakukan jamak dan shalat itu qashar ialah  3 Hari;      merujuk kepada hadis  Muslim bahwa Nabi Saw mempersilahkan bagi para Muhajirin 3 hari rukhshoh untuk jamak-qashar dalam shalatnya setelah mereka menunaikan hajinya. Nabi Saw bersabda:

عَنْ السَّائِبُ سَمِعْتُ الْعَلَاءَ بْنَ الْحَضْرَمِيِّ يَقُول سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لِلْمُهَاجِرِ إِقَامَةُ ثَلَاثٍ بَعْدَ العصرِ بِمَكَّةَ كَأَنَّهُ يَقُولُ لَا يَزِيدُ عَلَيْهَا  (رواه مسلم 2408)

    “Dari  As Sa`ib dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda kepada orang-orang Muhajir: “Waktu bermukim adalah selama tiga hari.” Yakni beliau mengatakannya setelah shalat Ashar di Makkah. Sepertinya beliau juga bersabda:”Jangan seseorang menambahkannya”(HR. Muslim no. 2408).

  1. Imam Syafi’i dalam kitabnya Al-Umm (1/215) menjelaskan maksud beliau ialah:

      “Mukimnya kaum Muhajirin di Mekkah itu 3 hari batas-sebagai musafir, maka jika melebihi itu, ia telah bermukim di Mekkah (jadi mukim:artinya tidak mendapat rukhshoh, tidak boleh jamak qashar dalam shalatnya”.

  1. Imam Ibnu Hajar Al‘Asqolani dalam Fathul-Baari (7/267) mengatakan bahwa istinbath hukum dari hadits Nabi Saw tersebut adalah bahwa seorang musafir jika berniat singgah/tinggal di kota tujuan kurang dari 3 hari, ia masih berstatus sebagai musafir yang boleh jamak dan qashar sholat. Akan tetapi jika melebihi itu, tidak lagi disebut sebagai musafir.
  2. Ulama` Hanabilah (Madzhab Hanbali) menyatakan bahwa yang dijadikan ukuran bukanlah hari melainkan jumlah sholat. Madzhab ini menetapkan bahwa batasan rukhshoh bagi seorang musafir itu 21 kali waktu sholat, atau kalau dihitung dalam hari menajdi 4 hari lebih 1 kali waktu sholat.

       # Ini dijelaskan oleh Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni (2/212) dan juga Imam Al-Mardawaih dalam Al-Inshaf (2/329). Dalilnya sama seperti yang digunakan oleh madzhab Al-Syafiiyah dan AL-Malikiyah, hanya saja mereka menghitungnya dengan hitungan jumlah sholat.

  1. Imam Ibnu Qudamah Mengatakan: “Jika seorang musafir berniat untuk tinggal di suatu negeri lebih dari 21 kali waktu sholat, maka ia ketika itu harus menyempurnakan sholatnya. tidak jamak tidak qashar (Lih.Kitab Al-Mughni 2/212).

10)    Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa bab Qashar-shalat, mencatat  bahwa Nabi Saw melakukan qashar shalat  4 hari, sehingga  siapa yang memang akan mukim  lebih dari 4 hari  bahkan sampai  waktu yang sangat lama misalnya studi atau sekolah atau urusan lainnya maka dia  tidak boleh qashar atau jamak shalat artinya bukan musafir.

  • Menurut Ibnu ‘Abbas bahwa mukim yang dibolehkan untuk melakukan jamak-qashar shalat makskmal 19 hari, sesudah itu tidak berhak lagi qashar dan jamak shalat berdasarkan  hadis  bahwa Nabi Saw pada waktu penaklukan Makkah  beliau melakukan qashar shalat hanya 19 hari. ~Beliau mukim di Makkah untuk pembinaan tauhid Islam dan melenyapkan kemusyrikan. Dispekulasikan  bahwa beliau berniat membatasi  waktu dalam rangka dakwah itu, sehingga beliau melakukan qashar shalat selama itu. Demikian juga beliau melakukan qashar shalat pada waktu perang Tabuk selama 20 hari.

      Masalah  batasan yang  4 hari  dasarnya ialah bahwa Nabi Saw pada waktu haji Wada’ maka beliau qashar shalat  selama waktu 4 hari.

      Maka  siapa yang  belum tahu sampai kapan  pulang ke rumah tinggal semula maka dia termasuk safar dan masih berlaku hukum jamak, qashar, dan sebagainya.

#  Jika seseorang tidak mempunyai niat menentukan jumlah lamanya safar maka dia juga termasuk hukum safar  dan berhak menggunakan hak sebagai musafir dalam safar, berapapun lamanya.

Hikmah:

Semua pernyataan dan pendapat para ulama` mana saja namanya adalah fiqh, yaitu ijtihad ulama` .-

      Islam itu hadir dengan membawa kemudahan; bagi kaum muslimin yang sedang melakukan perjalanan atau safar, dia mendapatkan keringanan untuk  jamak qashar shalat; meringkas shalat wajib yang berjumlah empat rekaat menjadi dua rekaat dan dua buah waktu disatukan dalam satu waktu. Masalahnya, apakah setiap perjalanan yang ditempuh itu bisa dijadikan alasan untuk qashar shalat? Sebenarnya berapa jarak yang harus ditempuh minimal sehingga bisa diberlakukan hukum qashar shalat bagi musafir?

       Maka penting untuk diketahui bahwa qashar shalat bagi musafir adalah bentuk keringanan syariat Islam yang memiliki dalil dan dasar hukum yang kuat dalam Islam untuk ini sebagaimana disebut-sebut dalam Al-Quran S. An-Nisa: 101 hadis riwayat Bukhari no. 1038, Muslim no. 1109, Bukhari no. 337,  Muslim no . 1107 Muslim no. 1112 dan Muslim no. 1109) tercatat di awal makalah ini semua  memberikan keringanan kepada orang beriman untuk ber ibadah kepada Allah.  

  1. Musafir makmum kepada orang orang mukim.

    Seorang musafir yang makmum kepada orang mukim wajib mengikuti yang mukim dan menepati hukum mukim;Dalam hal ini  para ulama` tidak ada perbedaan pendapat sesuai dengan hadis Nabi Saw sbb  :                      عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَلَا تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ فَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا وَإِذَا صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا أَجْمَعُونَ وَأَقِيمُوا الصَّفَّ فِي الصَّلَاةِ فَإِنَّ إِقَامَةَ الصَّفِّ مِنْ حُسْنِ الصَّلَاةِ (رواه البخاري: ٦٨۰  ومسلم : ٦٢٥)

“Dari Abu Hurairah dari Nabi Saw, beliau bersabda: “Dijadikannya Imam adalah untuk diikuti, maka janganlah kalian menyelisihnya. Jika ia rukuk maka rukuklah kalian, jika ia mengucapkan سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ  maka ucapkanlah, سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ  Jika ia sujud maka sujudlah kalian, jika ia shalat dengan duduk maka shalatlah kalian semuanya dengan duduk, dan luruskanlah shaf, karena lurusnya shaf merupakan bagian dari sempurnanya shalat” (HR. Bukhari no. 680  dan Muslim no. 625).

vi.Lokasi memulai qashar

     Ada beberapa pendapat ulama mengenai soal ini sbb:

~1~ Ulama Hanabilah mengatakan, jika  bepergian berangkat pas-tepat waktu shalat maka shalatnya 4 rakaat tidak boleh di-qashar(Lih.Kitab Al-Badai’: J1h85, -Asy-Syarhul Kabir:J1h360; AlMajmu’ ; J4h368).

~2~Para ulama menyatakan bahwa tempat memulai qashar ialah saat meninggalkan batas kota rumah-tinggalnya, sudah boleh melakukan qashar sesuai dengan  berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ صَلَّيْتُ الظُّهْرَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَدِينَةِ أَرْبَعًا وَبِذِي الْحُلَيْفَةِ رَكْعَتَيْنِ (ر واه البخاري : ١۰٢٧ و مسلم : ١١١٤).

“Dari Anas bin Malik r.a. berkata: “Aku shalat Zhuhur bersama Nabi Saw di Madinah empat raka’at sedangkan ketika di Dzul Hulaifah dua raka’at” (HR Bukhari no. 102 dan  Muslim no. 1114).

vii. Hukum jamak-shalat

       Hukum asal pelaksanaan shalat itu dikerjakan sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Namun, jika ada sebab tertentu,  maka  seseorang boleh menjamak shalatnya. Hukumnya adalah sebagai berikut: Selama ada sebab yang mengakibatkan seseorang menjadi kesulitan untuk melaksanakan shalat sesuai waktunya maka dia diperbolehkan untuk menjamak shalatnya.

              Di antara sebab yang  membolehkan seseorang melakukan jamak shalat ialah safar. Dengan demikian, orang yang safar, diperbolehkan untuk melaksanakan shalat dengan jamak-qashar.

         Di antara aturan jamak adalah:

a.Hanya boleh untuk:Zhuhur-Asar atau Maghrib ‘Isya`

  1. Khusus untuk orang yang hendak safar:

~ Jika berangkat safar sebelum shalat yang pertama,     maka silahkan  menjamak shalat  di akhir waktu (jamak ta’khir). Misalnya: Jika berangkat sebelum Zhuhur, maka shalat Zhuhur dan Asar di-jamak di waktu Asar.

~ Jika berangkatnya sesudah masuk waktu shalat pertama maka dipersilahkan men-jamak shalat di awal waktu. Misalnya: Jika berangkat setelah Zhhuhur, maka shalat ‘Asarnya dilakukan di waktu Zhuhur.

  1. Jamak karena sakit

# Ulama` Syafi’iyah dan Hanabilah mencatat bahwa

~ Ulama Malikiyah, Hanabilah dan sebagian ulama` Syafi’iyah berpendapat bahwa seseorang boleh melaku- kan jamak shalat karena sakit dengan dalil hadis bahwa  Rasul Saw pernah melakukan jamak shalat, bukan karena safar tidak karena kekawatiran:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ جَمَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِالْمَدِينَةِ فِي غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا مَطَرٍ فِي حَدِيثِ وَكِيعٍ قَالَ قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ لِمَ فَعَلَ ذَلِكَ قَالَ كَيْ لَا يُحْرِجَ أُمَّتَهُ وَفِي حَدِيثِ أَبِي مُعَاوِيَةَ قِيلَ لِابْنِ عَبَّاسٍ مَا أَرَادَ إِلَى ذَلِكَ قَالَ أَرَادَ أَنْ لَا يُحْرِجَ أُمَّتَهُ (رواه مسلم : ١١٥١)

“Dari Ibnu Abbas katanya; “Rasulullah Saw pernah menjamak antara zhuhur dan ashar, maghrib dan isya` di Madinah, bukan karena ketakutan dan bukan pula karena hujan” Dalam hadis Waki’, katanya; aku tanyakan kepada Ibnu Abbas; “Mengapa beliau lakukan hal itu?” Dia menjawab; “Beliau ingin supaya tidak memberatkan umatnya” (HR. Muslim no. 1151).

#Ulama` Hanafiyah dan Syafi’yah tidak membolehkan jamak karena sakit,  (Lih.Mughnil Muhtaj–J:I,h.275,Al-Mamu’-An-Nawawi j-4,h.383.

  1. Jamak shalat karena hujan atau cuaca sangat dingin

      Jumhur ulama` menetapkan hukum boleh melakukan jamak-shalat, karena hujan, hawa dingin, angin ribut atau cuaca yang sangat gelap.

# Ulama` Hanabilah menyatakan bahwa jamak 2 shalat itu rukhshah (boleh) secara global  dan umum baik shalat berjamaah atau munfarid (sendirian), sebab Nabi Saw tempat tinggal beliau itu tidak ada batas dengan masid, yang penting ialah timbulnya masyaqqah atau kesulitan, demikian menurut ualam Malikiyah, Hanabilah dan sebagian ulama` Syafi’iyah.

@Jamak karena ketakutan

~    Ulama` Hanabilah dan sebagian ulama`  Syafi’iyah membolehkan jamak shalat ketika situasi dan kondisi yang menakutkan atau mengawatirkan, dengan alasan hadis berikut:

عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ قَالَ أَذَّنَ ابْنُ عُمَرَ فِي لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ بِضَجْنَانَ ثُمَّ قَالَ صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ فَأَخْبَرَنَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ مُؤَذِّنًا يُؤَذِّنُ ثُمَّ يَقُولُ عَلَى إِثْرِهِ أَلَا صَلُّوا فِي الرِّحَالِ فِي اللَّيْلَةِ الْبَارِدَةِ أَوْ الْمَطِيرَةِ فِي السَّفَرِ (رواه البخاري : ٥٩٦ و مسلم : ١١٢٦)

“Dari ‘Ubaidullah bin ‘Umar  berkata, telah menceritakan kepadaku Nafi’ dia berkata, ” Ibnu ‘Umar pernah adzan di malam yang dingin di bukit Dhajnan. Kemudian ia berkata, “Shalatlah di tempat tinggal kalian!” Lalu dia mengabarkan kepada kami bahwa Rasulullah  Saw pernah memerintahkan seorang mu’adzin untuk mengumandang- kan adzan, kemudian berseru setelah selesai adzan, “Hendaklah kalian shalat di tempat tinggal kalian pada malam yang dingin, atau saat turun hujan dalam perjalanan” (HR. Bukhari no. 596 dan Muslim no. 1126).

~ Ulama Malikiyah menetapkan bolehnya jamak shalat karena timbulnya kekhawatiran-ketakutan sesuai dengan hadis ((bukan karena ketakutan dan bukan pula karena hujan)) HR. Muslim no. 1151 tercatat di bab sebelum ini.

……………………………………………………

BAB    DUA

Shalat Khauf

Masalah ke-ii:  Apa  dan bagaimana Hukum Shalat khauf itu? Jawaban hipotetis:Shalat  Khauf ialah  shalat di dalam keadaan perang, maka prajurit dapat dibagi dua sebagian melaksanakan shalat, sebagain lagi menghadapi musuh  dan siap tempur.

  ~    Yang dimaksud dengan shalat khauf ialah shalat ketika terjadi bahaya, khususnya shalat ketika terkobarnya Perang Sabil. Hukum ini tidak berlaku bagi shalat yamg munfarid (tidak berjamaah), tidak berlaku ketika keadaan normal aman (Lih.Kitab Al-Badai’ :j-1h.234, Al-Majmu’:j-4h404 ) .

      Dalam hal ini Allah berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (سورة البقرة : 155 )

2:155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”(s2 Al-Baqara 155).,

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا (النساء:83)

4:83. “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau-pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (yaitu Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidak karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu)”(s4 An-Nisa` 83).(Lih.Al-Badai’ J:1h243, Al-Majmu’ J:4h.404).

~ Pandangan para ulama`  men genai Shalat Khauf

         Hukum shalat Khauf disyari’atkan  di jaman Nabi Saw dan berlaku  selama-lamanya melalui firman Allah Qs4a102, sbb:

وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ……………… )سورة النساء102 (

      (4:102.)Dan apabila kamu ber- ada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang salat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka dengan-mu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata “(s4 An-Nisa` 102).

~~Shalat Khauf boleh juga dilaksanakan dalam pertempuran bukan hanya Perang Sabil, tetapi umum, misalnya: perang melawan pembrontak, melawan perampok, melawan mereka yang akan merampas hak pribadi, hak milik atau keluarga(Lih.Raudhatut-Thalibin J-w2h.62): Difahamkan dari isi kandungan hadis berikut:

عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ُّ (سننرواه الترمذي : ١٣٤١)

“Dari Sa’id bin Zaid ia berkata; Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya maka ia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena membela agamanya maka ia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena membela darahnya (jiwanya) maka ia syahid dan barangsiapa yang terbunuh karena membela keluarganya maka ia syahid” Hadits hasan shahih (HR. Tirmidzi no. 1341).

      Maka para ulama`  berpendapat bahwa rukhshah-shalat khauf ini juga berlaku atas situasi dan kondisi karena ketakutan mutlak (Misalnya karena ancaman serangan dari binatang buas, banjir, kebakaran dan tidak ada daya tahan, maka boleh shalat khauf, bahkan jika kawatir kehabisan waktu kehilangan  shalat, juga mungkin ada ancaman  akan ditahan oleh aparat keamanan(Al-Mughni2h417;Asy-Syarhush Shaghir j1h223; Raudhuth Thalibin j-1,h-274) Tetapi dilarang shalat khauf dengan  alasan karena perbuatan maksiat.

@ Pelaksanaan shalat khauf

      Di wacana fuqaha` ada 16 macam cara shalat khauf, bahkan ada yang  mengatakan 24 macam cara shalat khauf itu sehingga para ulama berbeda pendapat soal bagaimana pelaksanaan shalat khauf itu, karena  Nabi Saw telah melakukan shalat khauf  itu  di tempat sekitar  10 macam lokasi (Lih.Badai’ush shanai’ 1h242, Mughnil Muhtaj 1h301).

     Untuk shalat khauf tidak ada qashar tetapi wajib-tamam tidak boleh di-qashar.

@Maksimalisasi kemampuan

      Hamba Allah wajib berusaha sekuat tenaga untuk dapat mengabdi kepada Allah maksimal-kemampuan.

~~  Allah berfirman:

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (التغابن 16)

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut ke- sanggupanmu dan dengarlah serta taatlah;dannafkah  kanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung”(s64 At-Taghabun 16).

~~  Nabi Saw bersabda:

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَعُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِسُؤَالِهِمْ وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوهُ وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ (رواه البخاري : ٦٧٤٤ و مسلم : ٢٣٨۰)

“Dari Abu Hurairah dari Nabi Saw, beliau bersabda: “Biarkanlah apa yang aku tinggalkan untuk kalian, hanyasaja orang-orang sebelum kalian binasa karena mereka gemar bertanya dan menyelisihi nabi mereka, jika aku melarang kalian dari sesuatu maka jauhilah, dan sesuatu apa yang aku perintahkan kepada kalian maka kerjakanlah semampu kalian” (HR. Bukhari : 674  dan Muslim no. 2380). Hadis-hadis yang senada tercatat dalam  

Hadis Tirmidzi : 1344, Nasa’i : 2572, Ibnu Majah : 2803, Ahmad : 9865.

# Khusus mengenai shalat Nabi bersabda:

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَتْ بِي بَوَاسِيرُ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الصَّلَاةِ فَقَالَ صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ (رواه البخاري : ١۰٥۰ و  الترمذي ٣٣٩ و أبو داود : ٨١٥ وابن ماجه : ١٢١٣ و أحمد : ١٨٩٧٨),

“Dari ‘Imrah bin Hushain r.a. berkata: “Suatu kali aku menderita sakit wasir lalu aku tanyakan kepada Nabi Saw tentang cara shalat. Maka Nabi Saw menjawab: “Shalatlah dengan berdiri, jika kamu tidak sanggup lakukanlah dengan duduk dan bila tidak sanggup juga lakukanlah dengan berbaring di salah satu sisi badan” (HR Bukhari no. 1050, Tirmidzi no. 339;   Ibnu Majah : 1213;Ahmad,no.18978).

Bahkan dalam situasi-kondisi terpaksa maka apa yanmg diharamkan boleh dikerjakan diatur dalam AlQuran s2a173,s5a3,s6a119 dan 145,s6a15.

 

BAB     TIGA

Shalat dan Puasa di daderah Kutub

~~Masalah ke-iii: Bagaimana cara shalat dan puasa  di dalam keadaan dan tempat yang  tidak  terjangkau oleh cahaya matahari?  Jawaban hipotetis: Shalat dalam  keadaan di luar jangkauan cahaya matahari, dilakukan  menurut  hukum logika, yaitu ijtihad memperhitungkan  posisi matahari dan kedudukan  lokasi   kita di mana  .

         Dimana dan bagaimanapun juga situasi dan kondisi kita maka shalat itu wajib ditunaikan, Dalam keadaan normal  maka shalat wajib ditunaikan menurut syari’at; Jika kita manusia berada berada dalam situasi dan kondisi  tertentu  maka shalat dilaksanakan dengan ijtihad akal dengan melalui  ilmu pengetahuan dan tehnologi (Iptek).

~     Pada prinsipnya proyek  Islam itu sesuai dengan tujuan syariat ( مقاصد الشريعة), Berdasarkan Al-Quran S.21 Al-Anbiya‘ 107 dan berbagai macam nash, maka Abu Zahrah  dalam kitabnya Ushulul Fiqh (1958:289) menyebutkan ada 3 target tujuan utama dari Syari’at Islam(  مقاصد الشريعة ), yaitu:

1)  Pembinaan jiwa agar supaya setiap pribadi dapat menjadi sumber kebajikan dan mengalirkan amal-soleh  untuk orang lain, sama sekali tidak membuat masalah tidak membawa penderitaan atau kesengsaraan  kepada sesama hidup.

2) Menegakkan dan membela keadilan yang merata bagi seluruh umat manusia di hadapan hukum;

3) Menyelenggarakan suatu kehidupan masyarakat yang penuh maslahah yang hakiki.

           Maslahah yang hakiki ialah suatu sistem kehidupan bermasyarakat  yang serba terpenuhi jaminan hidupnya  yang 5 macam, yaitu:

(1) Terjaminnya kelangsungan syari’at Tuhan dengan suatu kehidupan yang berjiwa agama.

(2) Terjaminnya hak (nyawa) untuk hidup, setiap insan.

(3) Terjaminnya hak   pemilikan  atas harta kekayaan.

(4) Terjaminnya perkembangan akal yang sehat.

(5) Terjaminnya hak  berkeluarga dan berketurunan.

  Asy-Syathibi dalam Kitabnya Muwafaqat (tth:2 \ 8) menyatakan bahwa  jaminan terpenuhinya tujuan Syari’at Islam tersebut dalam pelaksanaannya  melalui tiga peringkat, yaitu:

  1. Sangat mendesak (Adh-Dharuriyat), yaitu kebutuhan hidup yang benar2 sangat diperlukan, jika tidak terpenuhi akan membayakan hidupnya
  2. Diperlukan (Al-Hajiyat) Yaitu kebutuhan hidup yang melengkapi kebutuhan pokok.

iii.  Pelengkap (At-Tahsiniyat),  yaitu kebutuhan hidup yang sifatnya meningkatkan taraf hidup  naik men -jadi lebih nikmat, lebih baik, lebih  sempurna.

           Setiap manusia dalam hidupnya ingin mencari hidup, hidup terus, hidup yang lebih baik lagi, hidup yang bahagia, terpenuhi segala kebutuhan hidupnya dengan sempurna, selamat dari  penderitaan dan kesengsaraan.

@Wajib shalat sama sekali tidak boleh ditinggalkan

~ Allah telah menegaskan di dalam Al Qur’an bahwa setiap sholat itu sudah ditentukan waktunya dengan jelas, yaitu dalam  Qs4a103 berikut:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا( النساء 103)

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (An Nisaa` 103).

@ Secara rinci Rasul Saw sudah menjelaskan tercatat dalam hadis riwayat  Muslim no. 966 sbb:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَقْتُ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتْ الشَّمْسُ وَكَانَ ظِلُّ الرَّجُلِ كَطُولِهِ مَا لَمْ يَحْضُرْ الْعَصْرُ وَوَقْتُ الْعَصْرِ مَا لَمْ تَصْفَرَّ الشَّمْسُ وَوَقْتُ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ مَا لَمْ يَغِبْ الشَّفَقُ وَوَقْتُ صَلَاةِ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ الْأَوْسَطِ وَوَقْتُ صَلَاةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوعِ الْفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعْ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتْ الشَّمْسُ فَأَمْسِكْ عَنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ (رواه مسلم : ٩٦٦)

“Dari Abdullah bin ‘Amru bahwa Rasulullah Saw bersabda: “(1)Waktu shalat zhuhur adalah jika matahari telah condong dan bayangan sesorang sepanjang dirinya selama belum tiba waktu shalat ashar, (2)waktu shalat ashar selama matahari belum menguning, (3)waktu shalat maghrib selama mega merah (syafaq) belum menghilang, (4)waktu shalat ‘Isya` hingga tengah malam, (5) waktu shalat shubuh semenjak terbit fajar selama matahari belum terbit, jika matahari terbit, maka janganlah melaksanakan shalat, sebab ia terbit diantara dua tanduk setan” (HR. Muslim no. 966).

@ Dimanapun juga kita berada kita wajib menjalankan syari’at Islam dalam keadaan normal wajib menepati aturan hukum tetapi dalam situasi dan kondisi khusus sudah ditentukan sesuai dengan bab-bab yang terurai di  bab i-ii-iii  terurai di atas.

      Dalam Bab III  ini  kita berusaha  menganalisa bagaimana menentukan jadwal waktu shalat dan berpuasa di daerah kutub yang dapat diberlakukan  juga pada situasi dan kondisi dan lokasi yang  gelap luar biasa  tidak ada tanda-tanda waktu-shalat tidak terlihat matahari, tidak ada jam dan tidak ada tanda waktu shalat apapun juga yaitu sbb:

       Mungkin  suatu  hari kita terjebak dalam suatu situasi  yang kita tidak dapat melihat matahari atau tanda-tanda waktu-shalat apapun juga, untuk melihat  tanda waktu shalat atau acara berbuka puasa. Misalnya kita berada di dalam  kapal selam  di tengah laut, situasi  kebetulan di dalam hutan yang sangat lebat atau di dalam guwa yang gelap gulita, lebih-lebih di daerah kutub Utara atau kutub Selatan dalam musim tertentu tidak mengalami siang dalam musim tertentu  tidak mengalami malam sampai  berbulan-bulan.

          Pertanyaanya ialah: Bagaimana menetapkan detik-detik masuknya waktu shalat atau  saat-saat berlakunya  hukum puasa?

        Metode penentuan waktu  shalat dan jadwal sahur dengan berbuka puasa di daerah kutub.

      Untuk  ini  ada dua pendapat :

~I~ Pendapat pertama mengatakan untuk daerah yang sama sekali tidak diketahui waktu fajar dan maghribnya,  seperti daerah kutub (utara dan selatan), maka penetapan waktu shalat dengan cara memperhitungkan waktu sesuai dengan lokasi yang normal keadaannya, karena pergantian malam dan siang selalu bergeser, maka waktu-waktu shalat dan puasa(sahur dan berbuka) menyesuaikan kepada daerah lain yang normal. Jika di Mekkah, misalkan  terbit fajar pada jam 04.30 dan maghrib pada jam 18.00, maka mereka juga harus memperhatikan waktu tersebut untuk 5 waktu shalat demikian juga waktu-waktu  sahur dan berbuka puasa ataupun  ibadah wajib lainnya.  Demikianlah halnya kewajbaan -kewajiban yang lain seperti puasa, zakat dan haji.

~2~ Pendapat  kedua   Pendapat kedua mengatakan bahwa penentuan waktu shalat di  daerah kutub atau tempat-tempat yang situasi-kondisinya gelap luar biasa, di dalam guwa, di dalam air laut yang sangat dalam, di tengah hutan yang lebat sekali  tengah malam; maka cara untuk menentukan waktu shalat atau memulai dan berbuka puasa ialah  ikut saja   mengikuti daerah normal yang terdekat.

      Jika tenggang waktu abnormal seperti itu berlangsung lebih dari 24 jam, misalnya waktu malam berlangsung hingga tiga hari, seminggu atau sebulan sampai  6 bulan; Maka ketika itu kita dibolehkan mengkuti jadwal shalat daerah terdekat yang siklus pergantian siang dengan malamnya bekisar 24 jam (12 jam siang 12 jam malam).

      Hal ini diperkuat oleh pendapat Wahbah Zuhaily dalam kitabnya Al-fiqhul Islami wa adillatuhu yang menyatakan bahwa dimana daerah yang mengalami  waktu malam terus atau waktu siang  berbulan-bulan maka waktu shalatnya  mengikuti daerah terdekat.

@. Analisa atas pendapat pertama dan pendapat kedua

  Dalam buku  Fiqh As-Sunnah, Sheikh Sayyid Sabiq mengatakan: (1)Waktu shalat mengikuti jadwal shalat  lokasi yang normal, misalnya Makkah atau Madinah.(2)Meng- ikuti jadwal waktu negeri terdekat yang normal.

      Usaha agar supaya jawaban masalah diterima dengan  senang hati maka kita ambil  keputusan sidang Rabithah Alam Islam berikut:      

      Majlis Rabithah Alam Islami-Kesatuan Alam Islm dalam sidangnya di Makkah tgl. 6 Rajab 1406 HHHH  (18 Maret 1986M)menetapkan jadwal waktu shalat dan acara puasa untuk daerah kutub yang siangnya berlangsung sampai beberapa bulan atau sebaliknya malamnya  berlangsung beberapa  bulan, maka  sidang memutuskan   sebagai brikut:

Kawasan atau daerah kutub itu dibagi menjadi tiga:

1)    (a)Daerah Iklim Tropis           : 0o – 23,5o LU/LS

 (b)Daerah Iklim Sub Tropis   : 23,5o LU/LS – 40o LU/LS

2)     Daerah Iklim Sedang         : 40o LU/LS – 66,5o     LU/LS

3)      Daerah Iklim Kutub           : 66,5o LU/LS – 90o LU/LS

      ((LU=Lintang Utara; LS=Lintang Selatan)).

  1. Kawasan I  yang terletak antara 45-48 derajat LU-LS, dimana matahari (fenomena astronomi) (kurang dari 24 jam).

       Daerah Iklim Sedang 40o LU/LS – 66,5o LU/LS

  1. Kawasan II yang terletak antara 48-66 derajat LU-LS, dimana matahari atau fenomena astronomi tidak muncul selama beberapa hari dalam setahun sebagai tanda masuk waktu shalat.

      (Daerah Iklim Sedang         : 40o LU/LS66,5o LU/LS).

  1. Kawasan III  yang terletak antara 66-up derajat LU-LS, dimana tidak tampak matahari sebagai tanda  saat jadwal wakyu shalat tiba(sebab waktu siang atau waktu malam berlangsung  6 bulan.

       (Daerah Iklim Kutub : 66,5o LU/LS – 90o LU/LS)

       # Melihat fenomena alam di atas, maka sidang Kesatuan Islam Sedunia-Fiqh Islami (مجلس المجمع الفقهي الإسلامي  ) memberikan fatwa sebagai berikut:

      Bagi daerah yang abnormal dan ekstrim (seperti di kutub dimana siang dan malam masing-masing terjadi selama 6 bulan) maka dalam melaksanakan kewajiban shalat 5 waktu dan juga puasa dapat diperinci sebagai berikut:

  1. A. Hukum kawasan I (45-48 derajat LU-LS)  Dalam menentukan waktu shalat hendaknya penduduk di daerah menyesuaikan dengan waktu-waktu yang disyari’atkan (mengikuti peredaran matahari), begitu pula dengan waktu berpuasa dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Dan barang siapa yang tidak mampu menyelesaikan ibadah puasanya karena terlalu panjang waktu siangnya, maka boleh berbuka dan menggantinya pada waktu yang lain.
  2. Hukum kawasan II (48-66 derajat LU-LS ) Waktu shalat Isya dan fajar adalah dianalogikan dengan waktu terdekat, dan sidang mengusulkan agar disamakan dengan waktu pada daerah 45 derajat. Misalnya jika waktu Isya’ dimulai setelah 1/3 malam pada daerah 45 derajat, maka waktu Isya dalam kawasan kedua ini juga dimulai setelah 1/3 malam. Begitu juga dalam menentukan waktu fajar.
  3. Hukum kawasan III (66-up derajat LU-LS) Penentuan waktu shalat dikira-kirakan  dengan waktu kawasan I (45 derajat). Sederhananya  bisa dikira-kira berapa jam jarak antara Shubuh – Dhuhur – Ashar – Maghrib – Isya’.

      Keputusan  di atas ini didasarkan  kepada hadis Nabi Saw.yang dikutip oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya (2h409) dan KitabTafsir Adhwa`ul Bayan (3h343) dalam menafsirkan Qs18a98-99, yaitu sbb:

Wahai hamba-hamba Allah, teguhlah kalian.” Kami bertanya: Berapa lama ia tinggal di bumi? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjawab: “Empat puluh hari, satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti satu pekan dan hari-hari lainnya seperti hari-hari kalian.” Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana menurut Tuan tentang satu hari yang seperti satu tahun, cukupkah bagi kami shalat sehari? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak, tapi perkirakanlah ukurannya” ——-

 

         Secara umum, terjadinya siang dan malam itu disebabkan oleh berputarnya (rotasi) bumi. Ketika bumi berotasi (berputar), sisi-sisi bumi bergantian dalam menerima sinar matahari. Bagian bumi yang menerima sinar matahari mengalami siang, dan bagian bumi yang berada di sebaliknya (tidak menerima sinar matahari) mengalami malam.

 

Kita lihat posisi di bulan Juni20-22 pada gambar di atas. Pada keadaan tersebut, daerah kutub utara condong ke arah matahari (sumbu rotasinya lebih dekat ke arah matahari), sehingga meskipun bumi berputar, kutub utara tetap terkena sinar matahari. Berbeda dengan daerah khatulistiwa yang selalu mengalami siang dan malam ketika bumi bergerak sepanjang tahun.

      Usaha agar supaya lebih mudah memahami bahwa kutub mengalami siang hari selama 6 bulan, perhatikan gambar berikut ini yang menampilkan posisi kutub yang tampak dari atas (daerah kutubnya bertitik kuning dan dilingkari garis merah)

       Dengan adanya sudut 23,5o ini, kutub bumi mendapatkan sinar matahari selama 6 bulan terus-menerus (6 bulan = setengah putaran revolusi bumi) yaitu selama bulan Maret hingga September untuk KUTUB UTARA dan bulan September hingga Maret untuk KUTUB SELATAN. Gambarnya adalah sbb:

.

Terjadinya Siang Dan Malam

Sebenarnya, arah putaran bumi itu tidak sama dengan arah revolusinya (bidang ekliptik).Kedua arah gerakan itu membentuk sudut 23,5o satu sama lain, seperti tampak pada gambar di atas itu.

Jam sedunia tiap lokasi

        Di dunia ini satu hari sama dengan 24 jam. Bila keliling bumi ini dibagi menjadi 360derajat bujur, maka satu jam adalah 15 derajat bujur. Masing-masing tempat yang sama lokasi bujurnya semestinya memiliki zona waktu yang sama. Namun masing-masing negara memutuskan zona waktunya sendiri. Malaysia menggunakan zatu zona waktu walaupun masuk dalam dua zona waktu, Singapore mengikuti zona waktu yang sama dengan zona waktu disebelah timurnya, walaupun berada disebelah barat Jakarta.

 1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25

IKHTISAR WAKTU SHALAT SEDUNIA

  • Djambek, Saadoe’ddin, Shalat dan Puasa di Daerah Kutub, cet I, (Jakarta: Bulan Bintang, 1974)

Tanggal 1 Januari, Deklinasi matahari : 23° Selatan

Lintang Subuh Syuruq Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Bagian Bumi Utara
 87° 12:00 –   – –  –  – 
86 9:03  –  –  –  –  –
85 8:48  –   –   –  – 12:00
83 8:21  –  –  –  – 15:01
72 6:24  –  –  –  – 17:09
70 6:18  –  –  –  – 17:17
68 6:19 12:00 12:00 12:00 12:00 17:26
66 6:09 10:20 12:00 12:47 13:40 17:31
64 6:05 9:43 12:00 12:49 14:17 17:36
50 5:43 7:54 12:00 14:20 16:06 18:04
49 5:42 7:49 12:00 14:25 16:11 18:05
48 5:41 7:45 12:00 14:30 16:15 18:09
47 5:39 7:41 12:00 14:34 16:19 18:09
46 5:38 7:37 12:00 14:39 16:23 18:10
45 5:37 7:34 12:00 14:43 16:26 18:12
44 5:36 7:30 12:00 14:47 16:30 18:13
Bagian Bumi Selatan
 44° 1:20 4:17 12:00 17:20 19:43 22:05
45 1:13 4:13 12:00 17:22 19:47 22:16
46 0:52 4:09 12:00 17:24 19:51 22:29
47 0:00 4:04 12:00 17:26 19:56 22:45
48 –  4:00 12:00 17:28 20:00 23:07
49  – 3:55 12:00 17:31 20:05 24:00
50  – 3:50 12:00 17:33 20:10 – 
64  – 1:36 12:00 18:13 22:24  –
66  – 0:00 12:00 18:21 24:00  –
68  –  – 12:00 18:31  –  –
72  –  – 12:00 18:57  –  –
81  –  – 12:00 21:44  –  –
82  –  – 12:00 23:05  –  –
83  – –  12:00 –  –   –

Kondisi daerah musim panas  (kutub selatan)

 

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Tanggal 1 Januari, Deklinasi matahari : 23° Selatan

Lintang Subuh Syuruq Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Bagian Bumi Utara
 87° 12:00 –   – –  –  – 
86 9:03  –  –  –  –  –
85 8:48  –   –   –  – 12:00
83 8:21  –  –  –  – 15:01
72 6:24  –  –  –  – 17:09
70 6:18  –  –  –  – 17:17
68 6:19 12:00 12:00 12:00 12:00 17:26
66 6:09 10:20 12:00 12:47 13:40 17:31
64 6:05 9:43 12:00 12:49 14:17 17:36
50 5:43 7:54 12:00 14:20 16:06 18:04
49 5:42 7:49 12:00 14:25 16:11 18:05
48 5:41 7:45 12:00 14:30 16:15 18:09
47 5:39 7:41 12:00 14:34 16:19 18:09
46 5:38 7:37 12:00 14:39 16:23 18:10
45 5:37 7:34 12:00 14:43 16:26 18:12
44 5:36 7:30 12:00 14:47 16:30 18:13
Bagian Bumi Selatan
 44° 1:20 4:17 12:00 17:20 19:43 22:05
45 1:13 4:13 12:00 17:22 19:47 22:16
46 0:52 4:09 12:00 17:24 19:51 22:29
47 0:00 4:04 12:00 17:26 19:56 22:45
48 –  4:00 12:00 17:28 20:00 23:07
49  – 3:55 12:00 17:31 20:05 24:00
50  – 3:50 12:00 17:33 20:10 – 
64  – 1:36 12:00 18:13 22:24  –
66  – 0:00 12:00 18:21 24:00  –
68  –  – 12:00 18:31  –  –
72  –  – 12:00 18:57  –  –
81  –  – 12:00 21:44  –  –
82  –  – 12:00 23:05  –  –
83  – –  12:00 –  –   –

Kondisi daerah musim panas  (kutub selatan)

 

Dengan penjelasan yang serupa, malam hari di kutub juga berlangsung selama 6 bulan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan
Oleh: pondokquranhadis | Oktober 6, 2017

Mental-Baja dalam Jihad (Masalah Tolikara)

 

 

 

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ (الحج 78)

22:78. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”(S22 Alhajji 78)

Tema dan Sari Tilawah

*Orang yang beriman wajib berjihad untuk membela agamanya

*Jihad itu tidak boleh lemah-semangat  tetapi harus sungguh-sungguh sepenuh daya-kemampuan.

*Islam itu warisan agama dari Nabi Ibrahim, muslim.

*Nabi dan umat nabi menjadi saksi terhadap seluruh manusia.

*Orang Islam wajib shalat, membayar zakat dan berjihad dengan mental-baja sangat  militant.

*Allah itu pengayom orang beriman Pengayom yang paling ideal.

Masalah dan analisa jawaban

*1.Apa makna Jihad yang sebenarnya? Jawaban hipotetis: Jihad itu ialah maksimalisasi  perjuangan yang  sungguh-sungguh untuk mentaati   hukum Allah.

*2.Apa kaitan antara  Jihad fi Sabilillah dengan  Perang-Sabil?  Jawaban hipotetis: Perang-Sabil itu sebagian dari Jihad fi Sabilillah; Beda antara keduanya  bahwa Jihad  itu  ialah puncak semangat semua perjuangan  untuk mematuhi hukum Allah mencakup seluruh lini kehidupan manusia.  Adapun Perang-Sabil itu jihad dalam arti seperti pengertian diatas ini, jika  jihad ini mendapat perlawanan lawan dengan persenjataan perang, sehingga  jihad harus dilakukan dengan persenjataan-perang   sehingga  dapat mengalahkan musuh tersebut.

*3.Bagaimanakah  gerak-perjuangan kita dalam Jihad dijaman yang sekarang ini?  Jawaban hipotetis:  Dengan  berlangsungnya  Perang-Salib  tahun 1292,  yang akhirnya  dimenangkan orang Islam, maka kaum Salib  melanjutkan  Perang Salib dahulu itu  dan diperkeras lagi sesudah  jatuhnya Turki Usmani  tahun 1924M bukan dengan  peralatan perang saja, tetapi  mereka  gerakkan  apa yang dinamakan dengan  Ghazwul-Fikri. Dan  Ghazwul-Fikri itu ialah  Perang Kebudayaan; Perang atau konfrontasi-Kebudayaan dan ini mirip dengan Jihad fi Sabilillah dalam arti yang seluas-luasnya.

Pendalaman dan penelitian

BAB    SATU

Jihad itu Berjuang

         Apa makna Jihad yang sebenrnya? Jawaban hipotetis: Jihad itu ialah maksimalisasi  berjuang  yang  sungguh-sungguh untuk mentaati   hukum Allah, terurai sebagai berikut:

(1) Pengertian  Jihad

#Jihad secara bahasa  artinya ialah  usaha dengan menumpahkan seluruh daya kemampuan dan kekuatan  mengejar obyek tujuan yang dikehendaki..

#Jihad menurut istilah syar’i, ialah mencurahkan segala daya kekuatan dalam berjuang  menjunjung tinggi kalimat Allah mencakup seluruh lini kehidupan, sehingga dalam hal ini dinamakan JIHAD AKBAR.

# Jihad dalam arti khusus  ialah Perang-Sabil seperti makna jihad  tersebut diatas dengan peralatan senjata perang sebab lawan menentang Islam dengan senjata tempur.

       Para ulama` menyatakan bahwa Jihad secara umum  meliputi kehidupan individual maupun masyarakat luas dalam seluruh lini kehidupan, kemasyarakatan, politik, ekonomi,  adu kekuatan mental, fisik, melawan  musuh yang indrawi sampai yang tidak kelihatan, maka namanya Jihad Akbar.

(2)Jihad  Akbar

           Jihad Akbar disebut dalam Al-Quran dan & hadis di beberapa tempat:

 فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا  )الفرقان 52)

“Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar”(s25 Al-Furqan 52)(Lihat pula QS 9 At-Taubat 73).

lah tempat kembali yang seburuk-buruknya”(S9 At-Taubat 73).

          Jihad dalam ayat ini tidak mencakup perang melawan  orang munafik,  sebab menghadapi kaum munafik itu perlu taktik dan strategi  yang tepat.

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”S29 Al-‘Ankabut 69)

            Ibnu Katsir mencatat hadis Ibnu Abi Hatim dari Ibnu ‘Abbas bahwa  Jihad itu pertempuran yang menyeluruh mencakup semua masalah-masalah  dalam hidup.  Dan lebih lanjut  dijelaskan sbb:

          Makna dan maksud lafal jihad ialah “Sangat tekun Lillahi Ta’ala, menekan hawa nafsu  mengatasi hambatan,  melawan setan dan bala tentara setan, orang kafir yang menyerang, sehingga  jihad itu mencakup seluruh lahan kehidupan”.

      Jihad yang sebenarnya ialah jihad dengan tangan, dengan lisan, dengan hati bahkan sampai usaha yang paling sederhana  dapat dimasukkan jihad, jika dikerjakan dengan kesungguhan yang maksimal.

      Jihad  dengan hati ialah suka duka hati memegang teguh iman; Jihad hati, jihad lisan difahamkan dari hadis Nabi Saw:

قَالَ عَبْدُاللَّهِ بْنَ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَأْذَنَهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ (رواه البخاري 2728  و  مسلم 4623)

“’Abdullah bin ‘Amru r.a.  berkata: “Datanglah seorang laki-laki kepada Nabi Saw lalu dia meminta izin untuk ikut berjihad. Maka Nabi Saw  bertanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Laki-laki itu menjawab: “Iya”. Maka beliau bersabda: “Kepada keduanyalah kamu berjihad (berbakti) “(HR Bukhari no. 2728 dan Muslim no. 4623).

    Beberapa amalan sederhana dapat menjadi jihad, berdasarkan hadis berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ الْقَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ( رواه البخاري 4934)

“Dari Abu Hurairah ia berkata; Nabi Saw bersabda: “Orang yang memberi kecukupan kepada para janda dan orang-orang miskin atau orang yang berdiri menunaikan shalat malam (Qiyamullail) dan berpuasa siang harinya”, maka ia seperti halnya seorang mujahid di jalan Allah (HR Bukhari  no. 4934).           

 

(3) Perkembangan dan arah tujuan jihad.

     Jihad digerakkan  oleh Nabi Saw mulai awal masa hijriyah, yaitu berwujud  gerakan dakwah yang mengkhususkan pembinaan mental untuk berbuat adil dan penyamaan derajat social-umat selain takwanya, yaitu antara penguasa dengan orang-awam, bangsawan dengan kaum pariya, pakar dengan kaum bersahaja, kyai yang zuhud  dengan santri biasa, antara hamba dengan tuan Rasulullah Saw. bersabda  dalam hadis riwayat Ahmad:

عَنْ أَبِي نَضْرَةَ حَدَّثَنِي مَنْ سَمِعَ خُطْبَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي وَسَطِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ وَلَا أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلَّا بِالتَّقْوَى أَبَلَّغْتُ قَالُوا بَلَّغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا قَالُوا يَوْمٌ حَرَامٌ ثُمَّ قَالَ أَيُّ شَهْرٍ هَذَا قَالُوا شَهْرٌ حَرَامٌ قَالَ ثُمَّ قَالَ أَيُّ بَلَدٍ هَذَا قَالُوا بَلَدٌ حَرَامٌ قَالَ فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ بَيْنَكُمْ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ قَالَ وَلَا أَدْرِي قَالَ أَوْ أَعْرَاضَكُمْ أَمْ لَا كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا أَبَلَّغْتُ قَالُوا بَلَّغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ )رواه احمد 22391)

“Abu Nadhrah telah menceritakan kepada kami orang yang pernah mendengar khutbah Rasulullah Saw  pada  hari tasyriq, beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu, ingat!

Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang ajam (non Arab) dan

Tidak ada kelebihan bagi orang ‘ajam atas orang Arab,

 Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam,

Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan.

 Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan.

*Rasulullah Saw bersabda: “Hari apa ini?” mereka menjawab: Hari haram.

*Rasulullah Saw bersabda: “Bulan apa ini?” mereka menjawab:

   Bulan haram.

*Rasulullah Saw bersabda: “Tanah apa ini?” mereka menjawab:  Tanah haram.

*Rasulullah Saw bersabda: ” Allah mengharamkan darah dan harta kalian diantara kalian (aku (Abu Nadhrah) berkata; Aku tidak tahu apakah beliau menyebut kehormatan atau tidak)- seperti haramnya hari kalian ini, di bulan ini dan di tanah ini.” Rasulullah Saw bersabda: “Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir”(HR Ahmad no.22391).

Allah berfriman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ   (المائدة 8)

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.  Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”(S 5 Al-Maidah 8).

          Kita semua harus bersiap-siap menghadapi lawan yang menghambat  agama Allah, baik yang kelihatan maupun yang tidak terlihat, firman Allah:

 وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَاتُظْلَمُونَ(الانفال 60)

”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”(S8 Al-Anfal 60).

     Islam tidak menerapkan dakwah dengan mengedepankan masuk Islam-nya obyek sasaran dakwah, tetapi  yang lebih dahulu dilakukan ialah pembinaan mental umat masyarakat supaya menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, sosialisme, HAM.   Jika musuh melawan dakwah Islam dengan kekerasan dan senjata maka berlakulah firman Allah, pembalasan perang dengan  perang menurut aturan hukum perang dalam Islam:

«وقاتلوا في سبيل الله الذين يقاتلونكم ولا تعتدوا»(البقرة 190)

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”(S2 Al-Baqarah 190).

(4) Pedoman untuk  hubungan orang Islam dengan orang kafir

        Asas dasar komunikasi  dalam kontak hubungan orang Islam dengan orang  kafir atau yang mana saja  itu ialah keadilan  dan kebajikan, kecuali jika mereka mendahului perang dan permusuhan. Jika lawan mendahului perang dan permusuhan maka syari’at Islam memerintahhkan jihad dengan perang melawan mereka. Allah berfirman:

 “ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.  Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”(S 5 Al-Maidah 8).  

         Imam Syihabuddin al-Qarafi menjelaskan bahwa yang dimaksud berbuat kebajikan di dalam Qs5a8 ialah kebaikan bukan mencintai mereka sampai batin; Boleh saja orang Islam menaruh kasihan atas kelemahan, kemelaratan, derita kelaparan, pemberian pakaian kepada  mereka  yang tidak berpakaian. Orang Islam dilarang menaruh kasihan kepada mereka  karena takut, karena merasa rendah diri, sebab  ancaman mereka, tetapi  karena hak hak, kebajikan atasan kepada  bawahan selama masih termasuk  Al-Akhlaqul Karimah.

(5) Tujuan dan arah jihad

        Tujuan dan arah jihad ialah agar umat manusia itu  tunduk taat kepada Hukum Allah. Allah berfirman di dalamAl-Quran:

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالآخِرَةِ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا ()وَمَا لَكُمْ لا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا ()الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا         ( النساء٧٤- ٧٦)

74.Karena itu hendaklah orang-orang yang melepas kehidupan (kesenangan) dunia dengan memilih (pahala) akhirat. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan Maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

75.Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah Kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah Kami penolong dari sisi Engkau!”.

76.Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut (kemusyrikan), sebab itu perangilah pemuja-pemuja syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah” (S4 An-Nisa` 74-76).

    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar”(S49 Al-Hujurat 15).

BAB    DUA

Jihad fi Sabilillah dan Perang Sabil

          Apa kaitan antara  Jihad fi Sabilillah dengan  Perang-Sabil?  Jawaban hipotetis: Perang-Sabil itu sebagian dari Jihad fi Sabilillah; Beda antara keduanya yaitu bahwa Jihad  itu  puncak semangat semua perjuangan  untuk mentaati hukum Allah mencakup seluruh lahan kehidupan manusia.  Adapun Perang-Sabil itu jihad dalam arti seperti pengertian ini, jika  jihad tadi  ini mendapat perlawanan dengan persenjataan perang, maka  jihad harus dilakukan dengan perang lengkap dengan peralatan -perang  juga sehingga  dapat mengalahkan musuh tersebut. Lebih lanjut adalah sbb:

(1) Makna Sabilillah

                Istilah jihad itu didalam Al-Quran selalu digandeng dengan lafal Sabilillah, sehingga maknanya secara awam sama dengan Perang Sabil. sedangkan Jihad fi Sabilillah artinya berjuang sekuat-kuatnya menjunjung tinggi agama Allah.  Dalam bahasa Indonesia  lebih terkenal dengan  Perang Sabil yang asalnya dari bahasa Arab “Al-Qitalu fi Sabilillah”. Untuk “Sabiliallah” ini perlu kita perhatikan beberapa pendapat tentang maknanya.

          Adapun arti “Sabilillah”  ialah jalan Allah menurut apa  yang digariskan oleh Rasul Saw  berjuang     لِتَكُوْنَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا

(Artinya:Menjnunjung tinggi kalimat Allah yang Maha Mulia) dengan menyebarkan kebenaran dan keadilan, melawan kezaliman dan musuh Allah, senada dengan makna  dalam Shahih Bukhari berikut ini:

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ الرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلْمَغْنَمِ وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلذِّكْرِ وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِيُرَى مَكَانُهُ فَمَنْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ)رواه البخاري 2599)

“Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu berkata; Datang seorang laki-laki kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata: “Seseorang berperang untuk mendapatkan ghanimah, seseorang yang lain agar menjadi terkenal dan seseorang yang lain lagi untuk dilihat kedudukannya, manakah yang disebut fii sabilillah?” Maka Beliau bersabda: “Siapa yang berperang untuk menjunjung tinggi agama Allah dialah yang disebut fii sabilillah”(HR  Bukhari no.2599).

# Al-Syaikh Mahmud Syaltut berpendapat bahwa makna  “Fi sabilillah” itu ialah semua  kepentingan umum yang tidak dinisbatkan kepada siapa-siapa kecuali dinisbatkan hanya untuk agama  Allah dan untuk kepentingan umat Islam mencakup sarana-prasarana untuk mempertahankan kehormatan Islam sampai apa saja yang diperlukan untuk dakwah Islam. Dengan makna ini maka dana untuk itu semua dapat diambilkan dari bagian zakat atas nama bagian “Fi sabilillah” misalnya seperti pembangunan masjid dan yang sejenis.

(2) Aturan Perundang-undangan  Perang

        Aturan perundang-undangan Perang dalam Islam jika terjadi perang terbuka, adalah sebagai berikut:

i.Yang diperangi hanya mereka yang mendahului perang

    Pasukan Islam hanya dibolehkan membunuh, mengusir dan memerangi orang kafir yang telah mendahului perang, orang Islam dilarang melampaui batas ”  (QS2 Al-Baqarah 190, S60 Al-Mumtahanah 8-9).

وَقَاتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبِّ الْمُعْتَدِينَ     (البقرة 190)

    “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”(S2 Al-Baqarah 190).

        Ibnu ‘Abbas , ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz dan Mujahid menyatakan bahwa  Qs2a190 di atas ini bersifat muhkam artinya  berlaku tetap.

       Sedangkan Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi di dalam kitab tafsirnya mencatat bahwa nash ini mewajibkan jihad itu dengan niat Lillahi Ta’ala bukan mencari kekuasaan, berbuat kekejaman, mencari tanah jajahan, obyek komersial yang keluar dari cakupan Sabilillah membela Agama Allah.

           Muhammad Rasyid Ridha dalam Al-Manar menafsirkan  ayat Qs2a190 diatas ini mencatat sbb:

–Orang  Islam dilarang melakukan perbuatan di luar batas Sabilillah maka orang Islam dilarang membunuh (1)orang jompo, (2)anak-anak (3) para wanita (4) orang sakit;

_Orang Islam dilarang (1)membuat kerusakan (2)menebang pohon, (3)melakukan pembakaran dan sejenisnya.

    Barang siapa melakukan pelanggaran ini (Membunuh  sembarang orang) sama dengan menolak peraturan Islam sama dengan musuh Islam!!! (Teroris? ISIS bagaimana???)

ii.Dilarang membunh  wanita, anak-anak dan sesamanya

     Dalam perang maka orang Islam dilarang membunuh wanita dan anak-anak, sebab perbuatan ini sudah melanggar batas, padahal Allah melarang berbuat perbuatan yang melanggar batas.

أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْه   أَخْبَرَهُأَنَّ امْرَأَةً وُجِدَتْ فِي بَعْضِ مَغَازِي النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ    مَقْتُولَةً فَأَنْكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَتْلَ النِّسَاءِ   وَالصِّبْيَانِ  (رواه البخاري3279  ومسلم -2791)

     “Bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar r.a. mengabarkan kepadanya bahwa ada seorang wanita yang ditemukan (dalam keadaan terbunuh) di sebagian peperangan Nabi Saw, maka Rasulullah Saw mengingkari pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak”(HR Bukhari no.2791, Muslim no.3279 dan Ahmad no.2202(.

iii.  Dilarang orang Islam berbuat khianat

     Dilarang orang Islam berbuat khianat: Hadis nabi Saw:

     “Shafwan berkata, “Rasulullah Saw pernah mengutus kami dalam ekspedisi, beliau bersabda: “Berjalanlah kalian dengan menyebut nama Allah untuk memerangi musuh-musuh Allah. Janganlah kalian berkhianat dan jangan pula membunuh anak-anak. Bagi seorang musafir maka ia boleh mengusap sepatunya selama tiga hari tiga malam jika saat ia memakai sepatu kakinya dalam keadaan suci. Dan bagi oranq yang mukim adalah sehari semalam”HR Ahmad no. – 17400).

  1. Haram perang dalam Bulan Haram

      Haram  perang didalam bulan haram, kecuali membalas serangan  musuh yang mendahuluinya. Bulan-bulan haram ialah Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Allah berfirman sebagai berikut, firman Allah:

     “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa”(S9 At-Taubat 36).

  1. Haram perang di negeri Haram Makkah

       Pasukan Islam dilarang berperang di Masjidil Haram, kecuali membalas serangan musuh yang  telah memerangi lebih dahulu ditempat tersebut” (HR Ahmad no.22391).

 “Abu Nadhrah telah menceritakan kepada kami orang yang pernah mendengar khutbah Rasulullah Saw  pada  hari tasyriq, beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu, ingat!

-Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang ajam (non Arab) dan

-Tidak ada kelebihan bagi orang ‘ajam atas orang Arab,

-Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam,

-Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan.

– Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan.

* Rasulullah Saw bersabda: “Hari apa ini?” mereka   menjawab: Hari haram.

* Rasulullah Saw bersabda: “Bulan apa ini?” mereka menjawab:

    Bulan haram.

 *Rasulullah Saw bersabda: “Tanah apa ini?” mereka menjawab:  Tanah haram.

* Rasulullah Saw bersabda: ” Allah mengharamkan darah dan harta kalian diantara kalian aku (Abu Nadhrah) berkata; Aku tidak tahu apakah beliau menyebut kehormatan atau tidak)- seperti haramnya hari kalian ini, di bulan ini dan di tanah ini.” Rasulullah Saw bersabda: “Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir”(HR Ahmad no.22391).

  1. Perang اarus berhenti, jika sudah aman

     Jika pihak musuh sudah berhenti memerangi dan tidak ada lagi kerusuhan maka diwajibkan untuk berhenti berperang”(S2 Al-Baqarah 193).

     “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim”(S2 Al-Baqarah 193)

vii. Berperang Lillah Ta’ala sesuai hukum  Allah

    Berperang Lillah Ta’ala persis hukum yang diperintahkan (S22 Al-Hajji 39-40).

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ()الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ وَلَوْلَا   دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ   وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللّه    لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (الحج 39-40)

     “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.

    (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.  Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”(S 22 Al-Hajji 39-40)

@Ar-Razi Fakhruddin mencatat bahwa perang dalam Islam bukan hanya membela agama Islam tetapi mencakup semua tempat ibadah. Tercatat bahwa Rasul Saw mengirim surat  yang senada dengan makna dimaksud.

@‘Umar bin Khaththab  pernahmemberi perlindungan  peribadatan kepada para pendeta Nasrani Al-Quds.

@Selanjutnya system pembayaran Jizyah merupakan tanda bukti adanya perlindungan Islam kepada mereka yang tidak mau masuk agama Islam tetapi dilindungi oleh pemerintah Islam. Demikian yang sudah dilakukan oleh Khalid binWalid, ‘Amru bin‘Ash,‘Abdurrahmanbin‘Auf,Mu’awiyah.

viii. Perlindungan kepada peminta suaka

     Orang Islam wajib melindungi orang-orang musyrik yang meminta perlindungan terhadap Umat Muslim (S9 At-Taubat 6).

  1. Dilarang melakukan mutilasi&menyiksa mayat

      Orang Islam haram melakukan mutilasi(menyiksa mayat):

انْ أَنَسٍ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحُثُّ فِي خُطْبَتِهِ عَلَى الصَّدَقَةِ وَيَنْهَى عَنْ الْمُثْلَةِ (رواه الترمذي   3979)

“Dari Anas ia berkata adalah Rasulullah Saw menganjurkan di khutbahnya untuk melakukan sedekah dan melarang dari memotong-motng mayat”(HR An-Nasai no.3979, Tirmidzi  no.1542, Abu Dawud no.2293 dan Ahmad no. 19001).

Ringkasnya

      Peraturan Perundang-undangan Perang dalam Islam jika   terjadi perang terbuka, adalah sebagai berikut.

  1. Yang diperangi hanya mereka yang mendahului perang (S2 Al-Baqarah 190, S60 Al-Mumtahanah 8-9;HR Ahmad no.22391;S2 Al-Baqarah 190, S60 Al-Mumtahanah 8-9.
  2. Dilarang membunh wanita, anak-anak dan sesamanya(HR Bukhari no.2791, Muslim no.3279 dan Ahmad no.2202).
  3. Dilarang orang Islam berbuat khianat(HR Ahmad no. – 17400).
  4. Haram perang dalam Bulan Haram (S9 At-Taubat 36).
  5. Haram perang di negeri Haram Makkah (HR Ahmad no.22391).
  6. Berperang hanya terhadap apa yang diperintahkan oleh Allah, tidak boleh lebih dari padanya(S22 Al-Hajji 39-40).
  7. Perang harus berhenti, jika sudah aman, tidak ada perlawanan (S2 Al-Baqarah 193).
  8. Berperang harus Lillah Ta’ala, tidak ada niat lain (S 22 Al-Hajji3940, S9 At-Taubat 6).

9.Dilarang  melakukan mutilasi&menyiksa mayat(HR An-Nasai no.3979, Tirmidzi  no.1542, Abu Dawud no.2293 dan Ahmad:no. 19001).                                                  .
(3)Perang Sabil  itu bukan teorrisme

         Dapat diperhatikan dari  pedoman-aturan Perang dalam Islam yang melarang membunuh wanita, anak-anak, orang tua, orang jompo, orang sakit dan yang sama itu”((HR Bukhari no.2791, Muslim no.3279 dan Ahmad no.2202).

   Demikian juga Hukum Qishash dalam Islam menetapkan bahwa orang Islam yang membunuh atau melukai orang tanpa alasan yang benar harus dihukum qishash(Derita yang persis-sama):

  1. Qishash pembunuhan ditetapkan bunuh atas orang yang membunuh (menghilangkan nyawa), bahkan qishash terhadap siapa yang melukai (mencukil) mata, memotong hidung, memotong telinga, mencabut gigi dan melukai bagaimanapun juga wajib diterapkan qishash luka yang sama atas pelaku pidananya (Al-Quran S5 Al-Maidah 45).
  2. Barang siapa membunuh seorang mukmin di dalam Negara yang terikat perjanjian persahabatan dengan Islam maka hukumannya memerdekakan seorang budak mukmin dan membayar tebusan (sesuai dengan kehormatan korban), jika tidak terlaksana dapat diganti dengan puasa dua bulan kontinu dan bertobat kepada Allah (QS5 Al-Maidah 92-93).
  3. Jika pembunuhan ini karena tersalah, keliru atau tidak sengaja maka pembunuh wajib membayar fidyah  seimbang dengan  derajat manusia (terbunuh) dan membayar hiburan kepada keluarga korban.

        Bahkan Islam menetapkan harus berbuat baik dan adil kepada orang non muslim yang tidak meyerang, Allah berfirman-terjemahnya:

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada  emerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang lalim”(S 60 Al-Mumtahanah 8-9).

       Sayyid Thanthawi dalam menafsirkan kedua ayat Qs60a8-9 ini, mencatat bahwa orang Islam tidak boleh memerangi orang kafir, tidak berbuat suatu tindakan  yang mengarah kepada penderitaan orang lain, tetapi  semua  harus lebih dahulu mencari jalan  dan metode yang lebih tepat, jangan sampai melanggar kebenaran.

          Para  ulama menyatakan bahwa Qs60a8-9 ini tidak mansukh, karena Al-Quran itu berlaku universal kapan saja dimanapun juga, bahwa syari’at  Islam menetapkan seorang muslim  tidak boleh menyakiti orang yang tidak menyakiti dia, tidak boleh memerangi orang kecuali mereka yang jelas-jelas memusuhi Islam. Hal ini tergambar ketika Utusan kaum Nasrani Najran waktu merteka menghadap Rasul Saw demikian juga terhadap  utusan warga Tamim maka oleh Nabi Saw mereka diterima dengan segala kehormatan.

(4) Perang Salib

            Umat Islam telah mengalami  pasang surut; Umat Islam pernah mengalami kejayaan cukup lama, tetapi juga dapat menurun; Maka periode yang terbaik umat Islam ialah jaman Rasulullah Saw kemudian jaman Khalifah yang empat Khulafa` Rasyidin tetapi  secara individual umat Islam yang terbaik tidak ada batasan waktu atau tempat, hal  ini tergambar dalam hadis Nabi Saw berikut:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ أُمَّتِي مَثَلُ الْمَطَرِ لَا يُدْرَى أَوَّلُهُ خَيْرٌ أَمْ آخِرُهُ )رواه الترمدي 2795 واحمد 11878)

“Dari Anas berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Perumpamaan ummatku seperti hujan, tidak diketahui (apakah) yang baik itu yang permulaan ataukah yang terakhir” (HR Turmudzi no. 2795 dan Ahmad no.11878).      

       Oleh karena itu maka  umat Islam mengalami nasib  naik turun dan tercatat dalam sejarah bahwa jaman jaya-jayanya  Islam dengan kebudayaannya pernah menguasai  beberapa benua, Asia, Afrika dan  Eropa, seperti Spanyol, Bizantium, Eropa Timur, Belgrado, Budapes, Rhodes, Afrika Utara, Suria, Palestina, Arabia, Irak, Asia Kecil, Persia, Afghanistan, Turkumenia, Asia Tengah,  Punjab, India, Bengali, Kabul, Gujarat, dst.

       Maka tahun 1096 M pecah perang salib antara Kaum       Salib melawan kaum muslimin; menang kalah saling bergantian.

# Sebab utama timbulnya Perang Salib ialah karena pada tahun 1071M orang Turki-Seljuk berhasil mengalahkan Bizantium.         

        Perang Salib diputuskan oleh  Paus Urbanus II dan diumumkan sxebagai Perang Suci melawan Islam;       Secara umum dapat dicatat bahwa Perang Salib ini pada awalnya pasukan Islam dikalahkan oleh tentara Salib namun terakhir pasukan Islam mengalahkan tentara Salib dan Yerusalem berada di bawah kekuasaan pasukan Islam.

 Maka  sekilas dapat dibaca dalam diagram berikut:

Tahun NamaPrang Tokoh-Tokoh Hasilnya
1096-1124 Perang Salib I Godfray,Reymon 150.000 Kaum Salib menang
1144M   Imaduddin Zanki PasukanIslammenang
1151M   Syakh Nuruddin PasukanIslammenang
  Perang Salib II Paus EugoniusII, Louis, Conrad PasukanIslammenang
1187 M Perang Salib II Sultan Salahuddi Al-Ayubi PasukanIslammenang
1189M Perang Salib III Frederick Barbarossa  Jerman,Richard(HatiSinga)Lionheart raja Inggris dan Philip Augustus PasukanIslammenang
1192M Perdamaian   Or,Kristiani boleh masukBaituMaqdis
1219 M Perang Salib IV Frederick II Kaum Salibmenang masuk Mesir
1247 M Perang salib IV Baybars, Qalawun& Ibnu Taimimyah, Pas.Islam menang dapat merebut Palestina
1291 M Perang Salib IV   Pasukan Islam Menangmenguasai Palestina

       Walaupun demikian kaum Salib bersama-sama dengan Zionis  melalui persiapan yang cukup lama Kaum Salib meneruskan Perang ini lagi melalui ideologi dan politik imperialisme-kolonialisme langsung  atau tidak langsung berhasil menguasai  dan menjajah ex  negara-negara Islam.

(5) Serangan  melawan  Islam

         Melalui kelebihan dan kemajuan IPTEK kaum Salib maka kemudian mereka membuat program atas nama politik colonial negaranya,  melalui anak didik bangsa pribumi kaum Salib berhasil mencelup mereka dengan ajaran penjajah Barat. Tidak puas dengan menjajah, maka  secara tidak langsung kaum Salib itu  begerak dengan  payung PBB untuk memerangi umat Islam. Dengan mengeluarkan berbagai macam  resolusi Dewan Keamanan PBB, mereka melakukan serangan militer, embargo ekonomi dan tekanan politis kepada negara-negara Islam.

      Embargo ekonomi mereka paksakan terhadap kaum muslimin Irak, Afghanistan, Sudan, Libia; Pembantaian terhadap kaum muslimin baik secara langsung maupun tidak langsung dilakukan di Palestina, Sudan, Lebanon, Somalia, Bosnia Herzegovina, Kosovo, Macedonia, Chechnya, Kashmir, Patani, Timor Timur, Poso, Ambon, Maluku Utara, dan lain-lain. Jutaan kaum muslimin mereka bunuh, jutaan lainnya mereka paksa menjadi pengungsi yang terkatung-katung.

        Tercatat di bawah ini pernyataan kaum Salib masa kini:

~~Penasehat mantan presiden AS Lyndon B. Johnson untuk urusan Timur Tengah (1967), mengatakan bahwa  garis besar politiknya adalah  konfrontasi antara kebudayaan nasrani melawan  peradaban Islam sejak dahulu sampai sekarang.

~~Ex Menteri Luar Negeri Perancis, Moshe Vido, saat menerima kunjungan konfirmasi anggota parlemen Perancis sehubungan perang yang meletus di Marakisy, Maroko, mengatakan,” Ini adalah perang kaum-Salib melawan  Bulan Sabit.

~~Menteri Luar Negeri Inggris, Lewit George, beberapa waktu yang lalu menyambut kemenangannya dalam perang pihaknya di Afrika  sebagai Perang Salib yang terakhir.

~~Jendral Joffre Komandan pasukan Perancis dalam perang dunia I (1918M) menanggapi Perang Dunia I itu sebagai perang salib. Setelah mengalahkan pasukan Islam di luar kota Damaskus, Jendral Joffre mengunjungi makam Shalahudien Al-Ayubi dan menginjakkan kakinya atas  makam Shalahudien, sambil mengejek,”Lihatlah; Ini kami  datang, hai Shalahudin !!! (Shalahuddin penglima Islam  dalam Perang Salib yang berhasil merebut kembali Yerusalem tahun 1187M mengalahkan Salibis).                               

~~Saat kota Al-Quds jatuh ke tangan tentara Israel tahun 1967 M, Randolf Churchil dari Inggris mengatakan,” Sejak dahulu, pembebasan Al-Quds dari kekuasaan Islam merupakan mimpi kaum Masehi dan Yahudi. Kini Al-Quds tidak akan pernah kembali kepada orang-orang Islam, dalam perundingan apapun juga antara orang-orang Islam dan Yahudi di masa mendatang.

~`Gardener berkata : Perang salib bukan bertujuan untuk menyelamatkan Al-Quds, melainkan untuk menghancurkan Islam.

(6)  Jika  Iman dikalahkan oleh nafsu keduniaan

     Jihad akbar dapat  diartikan “Menaklukkan dan mengendali- kan hawa nafsu (harta,tahta, wanita). Kenyataan sekarang ini ternyata apa yang dahulu dibayangkan oleh Rasul Saw. dalam hadis riwayat  Abu Dawud no.3745 terurai  diatas betul-betul sudah  terjadi, bukan hanya umat Islam Indonesia saja tetapi umat Islam seluruh dunia, bahwa umat Islam seluruh dunia sekarang sedang menjadi AMBENG atau “Gunungan Sekaten” Grebeg Maulud dimuka kraton  Ngayogyokarto dan Surokarto, maka umat Islam dan Negara-negara Islam  menjadi “Ambeng-tersebut menjadi rayahan, diperebutkan  oleh musuh-musuh Allah melalui berbagai macam sudut; Pada setiap PEMILU para  calon DPR atau Kepala Daerah/Negara berebut “blusukan” ke pesantren, sowan kyai, sampai  Umrah ke Makkah,  guna untuk merebut politik umat Islam dan negera-negara Islam, tetapi setelah terpilih mereka berbalik menterlantarkan Islam dan umatnya. Faktor yang menyebabkan nasib terlantarnya Islam ini ialah karena  baik yang memilih maupun yang dipilih sudah dibelenggu mental “Al-wahnu” (Motoduwiten&Takut jihad).

         Ketika IMAN(jihad) sudah tidak diunggulkan atau bahkan dilepaskan ditukar dengan harta keduniaan (motoduwiten&takut mati)  maka  saat inilah umat Islam dan negara –negara Islam  menjadi ambeng menjadi rebutan  kaum Non Muslim.

         Beberapa kali negara Zionis dan Negara Non Muslim berhasil menundukkan PBB dan atas nama PBB berhasil menghancurkan  negara-negara Islam  Irak, Afganistan dan telah menguasai  negara-negara Cehniya, Mesir, Syria, Yaman, Libiya, Sudan dan lain-lain tunduk kepada kemauan mereka.  

         Jika  orang Islam sudah mengutamakan harta keduniaan dan berwatak materialistis maka Allah akan melenyapkan potensi mereka ini menjadi warga&Negara terjajah  melalui proses  perebutan kekuasaan politik dan ekonomi oleh musuh-musuh Allah.

        Secara halus Allah berfirman terjemahnya sbb:

‘Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui(S5 Al-Maidah 54).

(7) Penaklukan Dunia Islam

            O.Hasyim dalam bukunya “Menaklukkan Dunia Islam” mencatat beberapa peristiwa sebagai berikut:

~Gladstone dari Inggris mengatakan:  “Right or wrong my country” Hantam dulu urusan belakang pokoknya untuk negeriku!!!

~Hitler: Deutschland UberAlles, Jerman di atas semua bangsa.

~Th. 1499 Kardinal Jimernes mencatat ada tiga juta kaum muslimin dibunuh, disiksa, diusir dari Spanyol.

~Th.1493 M:Paus Alexander ke-6   membagi dunia menjadi dua, separoh untuk Spanyol(Kristen) separoh lagi untuk Portegis (Katholik);

~Th.1630 M=1246 H Perancis masuk ke Sahara Barat;

~Abad 19 Masehi dikobarkan politik Imperialis dengan keahlian para tokohnya spesialis dalam bidang masing-masing yaitu:1) Sir George Grey. 2)Joseph Chamberlain, 3) Livingstone, 4)Zwemmer, 5)Cercil John Rhodes, 6)Henry Morton Stanley. 7)Rudyard Kipling, 8) John Seely  dan masih banyak lagi.

~Beberapa-daratan  mayoritas Islam dijajah oleh kaum Imperialis, yaitu:

~Th. 1805 Ceylon, 1862 Logos, Ghana,Azerbaijan dijajah Inggris;

~Th.1838 Inggris menduduki  Aden, Selat Airmata, Socotra, Muscat,Bahren, Pantai Persi.

~Th.1854 Asia Tengah dijajah Rusia.

~Th.1872 Pantai Gading dijajah Inggris;

–Th.1876 Uzbekistan

–Th.1886 Turkmenioa dijajah Rusia;

–Th.1875M=1274 H- Inggeris menjajah India, kerajaan   Moghol atau Taimuriah;

–Th.1882M=1300H Inggeris menguasai Mesir;

–Th.1920=1338H Perancis menguasai Syria dan Lebanon. (14)

–Th.1918  Inggris menguasai Palestina saat Turki kalah dalam Perang Dunia ke-I, kemudian tahun 1948 Palestina dihadiahkan oleh Inggtis kepada Israel.

(8) Studi Islamologi

          Perang ideologi dan konfrontasi kebudayaan, tidak terbatas hanya dengan pedang, peluru kendali, bom nuklir saja, tetapi Perang Salib itu sekarang mereka lancarkan melalui pemikiran akademis melalui penelitian, metodologis-ilmiah, Islamologi sampai semua ilmu ke-Islaman bahkan sampai inti sumber agama Islam Al-Quran  dan hadis, sebagian dari persaingan dalam mendalami Ilmu Al-Quran dan Hadis ini kita sepertinya dikalahkan oleh para pakar orientalis kaum Salib berikut:

  1. Pakar IlmuQur’an

     Pakar  Orientalis yang menekuni Studi Al-Quran ialah:

(1) Arthur J. Arberry, (2)Gustav Flugel  (3) Richard Bell, (4)William Muir (5). Regis Blachere, (6) Ignaz Goldziher; Mereka telah menulis ilmu-ilmu Al-Quran cukup mendalam, misalnya buku kitab Madzahibut Tafsir, Al-Qur’an dan Qiraat Tujuh, periodisasi turunnya Al-Quran, tafsir surat-surat atau judul-judul tertentu Al-Quran, penyusunan surat-surat Al-Quran dalam mushaf.

  1. Pakar Ilmu Hadis

     Pakar Orientalis yang menekuni Ilmu hadis ialah:     

(1)   C. Snouck Hurgronje, (2) Alfred Guillaume, 3) David Samuel Margoliouth, (4) Henri Lammens, (5) Reinhart, (6) H.A.R. Gibb, (7) Carl Brockelmann, (8) Winsink, mereka menulis ilmu hadis sangat mendalam misalnya: The Legacy of Islam (1931), Islamologi, Kamus hadis dan  Geschichte des Arabischen Literature  dst.

       Kaum orientalis tersebut diatas hampir semua berusaha menjelek-jelekkan Islam, kecuali  sebagian kecil   yang jujur dan obyektif, seperti:  (1)George Sale ( 1736M) dan yang sefaham. (2) Voltaire (1778M), (3)Wofgang von Goethe (1832M), (4)Eduard Gibbon(1736M), (5)George Bernard Shaw, (6)Thomas Carlily, (7)R.Bosworth Smith (1876M), (7)Napoleon Bonaparte,  merupakan kaum orientalis yang cenderung memuji Islam atau  netral dan  obyektif yang menyanggah orientalis yang berwatak negatif sebelumnya. Sayang sekali banyak hasil penulisan kaum orientalis tersebut banyak yang dijadikan buku pegangan kuliah di berbagai perguruan tinggi Islam di mana-mana.-

 

 

(9) Pemimpin ISIS ternyata agen MOSSAD-Israel,

     Berita terkini sejumlah media asing  a.l. “Feteran to day”: mengabarkan bahwa Pimpinan ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi, adalah orang Yahudi asli tulen.

     Yang paling megejutkan ialah bahwa: Sejatinya Pimpinan itu adalah agen Mossad (Dinas Rahasia Neraga Israel);  Nama asli Al-Baghdadi ialah Emirdas Baash alias  Simon Elliyot alias Eliyas Shimon. Lahir dari  bapak Yahudi dilatih direkrut  oleh Mossad untuk membuat kekacauan di Timur Tengah serta perang urat syaraf terhadap bangsa Arab dan masyarakat Islam; Hal ini makin mnguatkan bocoran rahasia dari Eduward Noden mantan agen Dinas  Rahasia Amerika Serikat, yang menyebut ISIS sebenarnya adalah bentukaan inteligen Amerika, Ingrris dan Israel.

        Mereka menciptakan sebuah organisasi militer yang mengklaim kekhafihan Islam dengan Abu Bakar Al-Bghadadi sebagai khlifah untuk menarik teroris dari seluruh dunia bergabung di dalamnya. Bukti nyata ISIS adalah betukan Israel makin kuat, ketika organisasi miliyter ini justru mnyerang Negara Arab yang sedang kacau, misalnya Irak,  Syria;  ISIS sudah menguasai sebagian wilayah Siriya dan Irak,

         Di Syria mereka mendirikan pusat pemerintahan dan berhasil menguasaai kota besar Mausul di Irak; Mereka mengkalim sebagai organisasi militer Islam, kelompok ini meledakkan makam nabi Yunus, mengancam akan meledakkan Ka’bah al-Mukarramah.

        ISIS tidak tertarik membantu perjuangan Palestina, saat ini sedang diserang Israel mati-matian.

Parahnya di Indonesiia ISIS mendapat simpati orang dan  langsung mendaftar diri sebagai Sukwan pengikut  ISIS;  Tanpa menyelidiki mencari kebenaran infiormasi tentang ISIS;  sedikitnya 56 orang Warga RI menjadi anggota ISIS(Dari Buku Menyingkap Fitnah –Hj.Irene Handono).

(10)  Pembakaran Masjid Tolikara

)Kronologi kejadian(

         Menurut Kapolres Tolikara, AKBP Suroso

Insiden bermula ketika sekitar 150 orang mendatangi lokasi Shalat Ied di Lapangan Koramil dan menuntut umat Islam agar segera membubarkan diri. Perintah pembubaran itu disertai dengan pelemparan batu.

       ”Pada takbir ketujuh, kami Danramil langsung membubarkan maka Shalat Id tidak dilanjutkan. Langsung mundur semua ke Koramil. Setelah itu  para pendemo masih melempari batu kepada jamaah. Saya (Dantramil) memegang megafone, belum ada tembakan. Saya (Dantramil) perintahkan pendemo mundur,” kata AKBP Suroso.

     Sewaktu jemaah Shalat mundur,  terdengar suara tembakan di Kampung Giling Batu.”Setelah ada tembakan, pendemo  yang berjumlah 150-an orang maju lagi. Lalu ada penambahan oleh pendemo, sampai kami tidak bisa menghitung lagi. Mereka semakin brutal,” kata AKBP Suroso.

     Para pedemo marah kemudian membakar kios-kios dan api turut melalap MUSHOLLA yang berada di tengah kompleks kios-kios  yang terbakar.       Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, mengakanu pembakaran itu benar terjadi.

Adapun dari jemaah yang mengikuti shalat Ied, tidak ada korban. angan Koramil.

(11)Selebaran gelap

          Sebelum perusuh yang menyerang jamaah shalat Ied ternyata mereka membawa selebaran dari Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) yang mendesak umat Islam di Tolikara bersembahyang di dalam musala dan tidak memakai pengeras suara.

        Desakan itu dikemukakan sehubungan dengan kegiatan seminar dan kebaktian tingkat internasional GIDI dari 13 Juli hingga 19 Juli 2015.

       Pendeta Socrates Sofyan Yoman dari GIDI mengaku pihaknya memang menyebarkan selebaran itu kepada umat Muslim di Tolikara.

       “Surat edaran GIDI memang benar. Salat Ied seharusnya dilakukan di mushalla, bukan di ruang terbuka, serta tidak menggunakan pengeras suara,” katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

        Namun, dia berkeras bahwa tindakan massa yang mendatangi lokasi pelaksanaan salat Ied di Lapangan Koramil dan diikuti pembakaran tidak bisa dibenarkan.

Pendeta Socrates Sofyan Yoman dari GIDI mengaku pihaknya memang menyebarkan selebaran itu kepada umat Muslim di Tolikara, katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

         Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende berjanji akan melakukan penyelidikan terkait insiden pembakaran mushalla saat umat Islam tengah menunaikan salat Ied di Kabupaten Tolikara, pada Jumat (17/07) lalu.

        Pernyataan itu dikemukakan Irjen Pol Yotje Mende dalam pertemuan dengan Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, Kapolres Tolikara AKBP Suroso, serta para pemuka agama guna membahas insiden di Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara.

“Kami akan lakukan penyelidikan secara profesional. Kami harus selidiki karena banyak yang membawa senjata,” kata Yotje dalam pembicaraan yang diikuti kontributor BBC Indonesia, pada Sabtu (18/07).

BAB  TIGA

Zuhud dan militan

       Bagaimanakah  gerak-usaha kita dalam Jihad dijaman yang sekarang ini?  Jawaban hipotetis:  Dengan  berakhirnya  Perang-Salib  tahun 1292M  yang dimenangkan orang Islam, maka kaum Salib  melanjutkan  Perang Salib th 1292 dahulu itu  digalakkan lagi lebih agressip sesudah jatuhnya Daulat  Turki Usmani  tahun 1924M. Mereka menuntut balas dari kekalahan Perang Salib 1090-1292M dahulu itu  bukan dengan  peralatan perang saja, tetapi  mereka  gerakkan  apa yang dinamakan  “Konfrontasi Kebudayaan” yang terkenal dengan “Ghazwul-Fikri”; Ghazwul-Fikri ialah  Perang Kebudayaan;  Maka sekarang  wajib kita Perang dalam “GHAZWUL FIKRI’ dengan bermental baja melaksanakan Perang-Kebudayaan itu maksimalisasi semangat Jihad fi Sabilillah  sebab musuh kita sekarang ini sudah di depan kita, bahkan sudah masuk ke dalam rumah yang paling dalam yang gelap berupa Internet, computer, TV, HP,Tablet dan semua peralatan yang terlalu canggih, yang isinya ialah ajakan setan untuk maksiat, menentang agama Allah. Lebih rinci itu sbb:

(1) Melawan “Al-Wahnu

         Berusaha sungguh-sungguh maksimalisasi Jihad melalui jalan “Shirathal Mustaqim” jalan Allah jihad fi Sabilillah. Khususnya: melawan watak materialistis menuju jiwa yang “Zuhud”- Menjadi manusia “Pemberani”,  berjuang sampai titik darah penghabisan dalam jihad fi sabilillah.

      Umat Islam sekarang ini jatuh tertindih tangga menjadi mangsa  atau bahan pakan kaum imperialis, kolonialis yang anti Islam.     Pernah  Rasulullah Saw membayangkan nasib umat sepeninggal beliau maka dalam hadis riwayat Abu Dawud no.3745 ini disebut-sebut umat Islam akan mengalami nasib  yang paling jelek, sampai kehabisan daya, sudah tidak ada mujahid fi sabilillah, tidak ada imam yang mengikuti tuntunan Rasulullah Saw. Hadis Nabi Saw:

     Artinya: “Dari Tsauban dia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Bangsa-bangsa non muslim diramalkan  kelak akan mengroyok umat Islam persis seperti rebutan tumpeng yang diperebutkan oleh orang banyak;

      Maka salah seorang sahabat bertanya: “Apakah umat Islam ketika itu hanya sedikit? Beliau menjawab: “Tidak!!! Bahkan kalian berjumlah banyak sekali, tetapi  bagaikan buih air bah  dan Allah melenyapkan rasa takutnya musuh Islam dari dalam hati mereka sekaligus Allah akan mencampakkan “Al-Wahnu”  ke dalam hati kalian”

         Salah seorang sahabat bertanya: “Apakah yang dimaksud dengan Al-Wahnu itu? Beliau menjawab: : Al-Wahnu ialah cinta kepada harta dunia dan takut mati”(HR Abu Dawud no.3745 dan Ahmad  121363).

Catatan: Al-Wahnu dapat difahamkan sama dengan” Materialistis” dan “Takut Jihad” lawannya ialah Zuhud dan pemberani =militan dalam Jihad.

             Hadis Rasulullah Saw  yang  sejalan:

“(Dari) Abu Idris Al Khawlaniy bahwa dia mendengar Hudzaifah bin Al Yaman berkata; “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah Saw tentang perkara-perkara kebaikan sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena aku takut akan menimpaku.

(1)Aku bertanya; “Wahai Rasulullah, dahulu kami berada pada masa Jahiliyyah dan keburukan lalu Allah mendatangkan kebaikan ini kepada kami, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan?”. Beliau menjawab: “Ya”.

(2)Aku bertanya lagi; “Apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?”. Beliau menjawab: “Ya, akan tetapi di dalamnya ada “dukhn” (kotorannya) “.

(3) Aku bertanya lagi; “Apa kotorannya itu?”. Beliau menjawab: “Yaitu suatu kaum yang memimpin tanpa mengikuti petunjukku, kamu mengenalnya tapi sekaligus kamu ingkari”.

(4) Aku kembali bertanya; “Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?”. Beliau menjawab: “Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu jahannam. Siapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan kedalamnya”.

(5)Aku kembali bertanya; “Wahai Rasulullah, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami?”. Beliau menjelaskan: “Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian”.

(6) Aku katakan; “Apa yang baginda perintahkan kepadaku bila aku menemui (zaman) keburukan itu?”. Beliau menjawab: “Kamu tetap berpegang (bergabung) kepada jama’atul miuslimin dan pemimpin mereka”.

(7)Aku kembali berkata; “Jika saat itu tidak ada jama’atul muslimin dan juga tidak ada pemimpin (Islam)?”. Beliau menjawab: “Kamu tinggalkan seluruh firqah (kelompok/golongan) sekalipun kamu harus memegang akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada di dalam keadaan itu (berpegang kepada kebenaran) “(HR Bukhari no.3338 dan Muslim no.3434).

           Dari bayangan Nabi Saw. ini  maka kini kita memikul tugas yang betul-betul   terlalu  berat dan  sulit sekali, yaitu : (1)Mengatasi kemelut,

(2)Melawan munculnya penceramah yang mengajak manusia  ke neraka,

(3)Menghadapi juru kampanye yang menggunakan gaya bahasa Arab yang paling fasih (Bahasa Arab- Riyadh), segala-galanya sangat mirip persis  sekali dengan juru dakwah atau muballigh yang asli yang benar-benar mengikuti hidayah Allah dan tuntunan Rasulullah Saw.

    Umat Islam menjadi bancaan atau kenduri musuh-musuh Allah persis seperti “Gunungan-Sekaten” yakni tumpukan makanan diperebutkan penonton  perayaan Sekaten Maulud di muka Masjis Besar Ngayogyokarto-Surokarto; Yang demikian ini sudah dibayangkan oleh Rasulullah Saw dalam  hadis riwayat Abu Dawud bo. 3745 dan Ahmad no.121363 di atas.

      Semua ini sebabnya  ialah karena  Al-Wahnu yaitu otak yang  materialistis dan takut jihad=takut mati; Hal ini memang bertentangan dengan ajaran Islam; Karena Islam menekankan kepada Jihad=Berjuang mati-matian, penuh iman, takwa dan amal soleh, hidup hanya ingin mencari ridho Allah dengan menabur karya penuh  jasa membuat bahagia semua manusia sampai yang fakir melata.

      Adapun ikhtiar untuk membangkitkan umat Islam dari runtuh dan terjerumusnya umat Islam sampai  tertindih tangga  sehingga menjadi warga&negara terjajah  oleh Negara kolonialis, dan di-jajah oleh kebudayaan kafir, maka  obat atau kuncinya ialah  menumbuhkan semangat jihad dan dakwah Islam mengajak umat untuk memerangi Al-Wahnu=watak materialis&penakut.

          Lawan kata  Al-Wahnu dispekulasikan ialah “Zuhud dan Pemberani”, sehingga ikhtiar untuk memerangi Al-Wahnu ialah dengan  melenyapkan  nafsu  materialis (motoduwiten, mengejar  tahta dan memburu wanita) sekaligus membuang jauh-jauh rasa takut berjihad”; Maka memerangi Al-Wahnu itu sama dengan berjiwa zuhud  bahwa kesenangan-keduniaan itu bukan tujuan tetapi sungguh usaha dan kegiatan mencari harta/tahta/wanita itu untuk sarana-prasarana Jihad fi Sabilillah  bercita-cita untuk menjunjung tinggi Asma Allah(لاعلاء كلمة الله هي العليا ). Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Saw dalam hadis riwayat  Abu Dawud  no.3745 dan Ahmad no. 121363 terurai di atas itu bahwa  kunci untuk membangkitkan kembali daya kekuatan umat Islam itu didahului dengan Jihadun-Nafsi  perang melawan  “Al-Wahnu”    dengan hati-hati.

       Perang menaklukkan hawa nafsu, nafsu harta, tahta dan wanita dan mengendalikannya; Maksimalisasi semangat juang dengan militant yang tinggi  “Nyrempet-nyrempet bahaya”  sabar-siap  menderita dalam jihad.

       Kemudian maju melakukan Jihad fi Sabilillah. Padahal makna Jihad fi  Sabilillah itu ialah berjuang” لاعلاءكلمة الله هي العليا” (=Mengunggulkan Asma Allah tingi-tinggi), menegakkan sendi-sendi agama Islam, berjalan di jalan Shirathal Mustaqim, jalan Allah yang lurus dan benar, yakni  jalan ke surga. Shirathal Mustaqim inilah yang dinamakan  Sabilillah; Dan jalan Allah itu sangat luas sekali. Semua ini tercakup dalam pengertian Ghazwul Fikri = Perang melawan Ideologi&budaya  kafir, budaya setan dan balatentara setan mencakup seluruh lahan proyeknya.

(2)  Janji Allah kepada orang mukmin               .

        Maka walau bagaimanapun juga jangan sampai  kaum muslimin  berkecil hati. Sebab  Allah bersama kita, Allah sudah berjanji akan memberi derajat yang luhur kepada orang Islam, memberi kejayaan di muka bumi (di dunia) kepada orang beriman, Allah akan mngirim malaikat untuk membantu hamba-Nya  asal semua bersungguh-sungguh tekun istiqamah, mantap tidak gampang terpengaruh oleh faktor negatif,  tetapi taqarrub kepada-Nya; Allah akan  memenuhi janji-Nya kepada siapa yang yakin kepada firman Allah   di dalam Al-Quran:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ(ال عمران 139)

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”(S;3 Ali ‘Imran 139).

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ(النور55)

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.  Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”(S.24 An-Nur 55).

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ( فصلت30)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka istiqamah-meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”(S.41 Fushshilat 30).

            Caranya ialah  seperti apa yang disabdakan Rasulullah Saw dalam hadis riwayat  Abu Dawud  no.3745 dan Ahmad no. 121363 terurai di atas itu bahwa  kunci untuk membangkitkan kembali daya kekuatan umat Islam itu didahului dengan Jihadun-Nafsi  perang melawan “Al-Wahnu ” seperti tertera di atas.

(3) Tujuan Syari’at Islam

(Maqashu sy-Sari’ah)

       Dalam kitab Ushul Fiqhnya (1958:289) Muhammad Abu Zahrah  menyebutkan ada 3 sasaran tujuan utama dari syari’at Islam, yaitu:

1  Pembinaan jiwa agar supaya setiap pribadi menjadi sumber amal soleh sumber kebajikan untuk menyenangkan orang lain, tidak membawa penderitaan atau kesengsaraan  kepada sesama hidup.

  1. Menegaskan keadilan yang merata bagi seluruh umat manusia.
  2. Menyelenggarakan suatu kehidupan masyarakat yang penuh maslahah yang hakiki. Maslahah yang hakiki itu ialah suatu sistem kehidupan bermasyarakat yang serba terpenuhi seluruh jaminan hidup yang 5 macam, yaitu: 
  3. i) Terjaminnya kelangsungan syari’at Tuhan, suatu kehidupan yang berjiwa agama. ii)Terjaminnya hak hidup setiap insane. iii) Terjaminnya hak   pemilikan  atas harta kekayaan. iv) Terjaminnya perkembangan akal yang sehat. v) Terjaminnya hak  berkeluarga dan berketurunan.

(4)  Rahasia  Kekuatan Islam

.      Kaum Salib sudah memberi  isyarat kepada kita bahwa  kunci kekuatan Islam itu ialah Al-Quran; Maka  dari Al-Quran itulah tumbuh mental pemberani yang sangat militant: i) Berani melawan musuh; ii) Berani berlapar-lapar dan puasa; iii) Berani menahan hawa nafsu manapun juga sampai titik darah  penghabisan; maka kaum Salib  tidak mampu apa-apa; Dibawah ini tercatat kesan dan keyakinan mereka.Katanya:

(1) Laurence Brown, W.E.Gladstone, Esiac Pouman, Ben Gurion, menyatakan bahwa selama Al-Qur’an ini masih berada di tangan kaum muslimin, Eropa tidak akan bisa menguasai Timur”

(2)Gubernur Jendral Perancis di Aljazair, dalam memperingati 100 tahun penjajahan Perancis atas Aljazair, mengatakan,” Kita tidak akan bisa mengalahkan orang-orang Aljazair selama mereka masih membaca Al-Qur’an dan berbicara dengan Bahasa Arab”.

(3)Esiac Pouman menulis”Belum pernah terjadi, sebuah bangsa Masehi yang masuk Islam, kemudian kembali masuk Nasrani.”

(4)Ben Gurion, mantan PM Israel, mengatakan,” Hal yang paling kita takutkan adalah bila di dunia Arab muncul Muhammad baru” 

(5)Raja Perancis  Louis IX  di dalam tahanan Perang Salib  di Manshurah-Mesir, Luis kalah dan tertawan lalu  menebus diri dengan bayaran yang sangat mahal menyatakan bahwa sangat sukar sekali untuk mengalahkan Islam. Sebab mental Jihad fi Sabilillah  yang dipancarkan oleh Al-Quran begitu hebat memabangkitkan keberanian dan kepahlawanan yang sangat sukar ditandingi. Maka Louis IX meyakini bahwa tidak mungkin dia mampu mengalahkan umat Islam melalui  perang fisik. Dia menyatakan bahwa perang harus melelui metode dan taktik strategi berikut :

(a)Menanam benih perpecahan dalam kalangan umat Islam.

(b) Mencegah penguasa yang bermental alim-soleh.

(c)Menghidup-suburkan budaya suap-menyuap, dekadensi  moral, main mesum dengan wanita pelacur dan  WTS liar.

(d) Mencegah faham nasionalisme.

(e) Mencegah semangat persatuan mereka.

(f) Mendirikan negara boneka di tengah kawasan negari Islam.

(5) Bangkitnya pejuang yang sangat  militans

         Selain pejuang (mujahidin)  Palestina yang luar biasa keberaniannya, dengan batu mereka berani melawan tank-tank Zionis, dan dengan cara Gerakan menghafal Al-Quran oleh ABG Palestina  secara  perasaan halus mereka yakin Allah menolong mereka, terutama untuk wilayah Gaza, Israel terpaksa berdamai. 

        Ternyata umat Islam masih memiliki calon-calon mujahid  dahulu dan sekarang sebagaimana    didahului oleh para ulama  dan sekarang oleh  ABG Palestina:

@  Para ulama di jaman awal Islam

       Para sahabat dan tabi’in sangat tekun menghafal ,menyebarkan,  menulis, membukukan, menyebarkan seluas-luasnya Al-Quran dan hadis Nabi Saw.

         As-Suyuthi mencatat dalam Al-Itqan (1973I\50)   Muhammad Ali ash-Shabuni dalam At-Tibyan (1980:47)   mencatat bahwa para sahabat yang hafal Al-Quran yang gugur mati syahid  di dalam pertempuran di Yamamah dan Bi`ru Ma’unah jumlahnya 140 orang sahabat. Sehingga orang yang hafal Al-Quran yang masih  hidup pasti jauh lebih  banyak berlipat ganda jumlahnya.

       Pada masa kekhalifahannya maka Abu Bakar Usman melakukan pembukuan Al-Quran ditulis didasarkan atas tulisan para penulis wahyu dan diuji melalui hafalan para Ahlul Qurra` wal Huffazh.

@As-Suyuthi  juga dalam Al-Itqan  (1973:1/70)    mencatat  bahwa Al-Quran itu berisi  77.943 buah kalimat, 6236 ayat, sekarang masih utuh-lengkap.

@Abu Bakar Atjeh dalam bukunya Sejarah Al-Quran (1956:25 mencatat isi Al-Quran itu terdiri dari 325.345 huruf, yang paling banyak ialah huruf alif, yaitu 48.772, yang paling sedikit ialah huruf Zha` yaitu 842 huruf. Rincian jumlah hurufnya  sebagai berikut:

 

Jumlah  huruf isi Al-Quran=325 345 huruf (Alif48772h,zha`842h)

Alif48772h   Ba`  =11 428h   Ta` = 3205h Tsa` = 2404h
Jim=3422h              Ha`  =   4130h   Kha` =  2505 h    Dal=5978h
Dzal =4930h    Ra` = 12246h      Zay  =   1680h         Sin  =  5996h
 Syin = 2115h        Shad = 2037h               Dhat=1682h                 Tha` =  1274h      
Zha`=    842h Ain = 9417h Ghain =1217h   Fa=  8419h
Qaf   =  6613h            Kaf =10552h            Lam =33520h            Mim= 26955h   
Nun=45190h              Wawu =2586h         Ha`= 1670h             LamAlif=1970h    
Ya` = 4919h —————— ——————- ——————–

 

          @Bagaimana tekun istiqamah-nya para sahabat menghafal hadis tercatat sebagai berikut

Para sahabat penghafal hadis

1

2

3

4

5

6

7

Abu>>> Hurairah

A>isyah

’Abdullah ibnu ‘Abbas

Abdullah ibnu ‘Umar

Jabir ibnu ‘Abdillah

Anas ibnu Ma>lik

Abu> Sa’id al Khu>driyyi

57 H

57 H

68 H

73 H

78 H

73 H

74 H

 

5374hadis

2210 hadis

1660 hadis

1630 hadis

1540 hadis

1286 hadis

1170 hadis

 

@ Ulama hadis melalukakn rihlah-ilmiyah riset  ilmu hadis:

N Imam ThH ThM Hadsis Jelajah
1 Bukhari 256.H 869M 7.562 10 kota-negeri
2 Muslim 261.H 874M 3.033 9 Kota-negeri
3 Abu Dawud 275.H 888M   5.274 15Kota-negeri
4 Tirmidzi 279.H 892M 3.956 8 kota-negeri
5 Nasai 303.H 915M    5.758 8 kota-negeri
6 Ibnu Majah 273.H 886M 4.341 12 kota-negeri
7 Ahmad 241.H 854M 27.100 9 kota-negeri
8 Malik 179.H 795M   1.891 ———
9 Darimi 181.H 799M    3.503 12 kota-negeri

 1) Bukhari menuturkan tentang rihlah ilmiah yang dia jalani; ‘Aku memasuki Syam, Mesir dan al Jazirah sebanyak dua kali, ke Bashrah sebanyak empat kali, dan aku tinggal di Hijaz beberapa tahun, menjelajah ke-10kota dan aku tidak bisa menghitung berapa kali saya memasuki kawasan Kufah dan Baghdad bersama para ulama-haddits.

2)Abu Dawud: Dari Sijistan pergi ke Basrah dan tinggal di Bashrah mempelajari hadits di sana dannegeri-negerilain.

     Ibnu Majah  Menjelajah (Rihlah) meneliti jalan ahli hadis meninggalkan negeri untuk  mendengar hadits dan menghafalnya.Terus masuk negri-negri Islam yang menyimpan mutiara hadits, mencari, mengumpulkan, dan menulis hadis.

3) Ahmad: Dari Makkah menuju Yaman dengan  berjalan kaki pada tahun 199 H tinggal disana  dua hari dan menulis hadits

4)Malik Merasa cukup di Madinah saja.

     karena beliau beranggapan cukup dengan ilmu yang ada di sekitar Hijaz. Imam Malik berjumpa ulama tabi’in (Nafi’ yang menyebarkan ilmu hadis.

5)Ad-Darimi menjelajahi 12 kota dari Samarqandi, melihat terpencarnya para pengusung hadis dan atsar negri  Islam; Maka Ad Darimi tekjun meneliti  jalan ulama hadis ini.

    Bagaimana ketatnya ulama menjagaAl-Quran, bagaimana ketatnya ulama menjaga hadis, di atas ini kita lihat Rihlah ‘Ilmiyah atu riset yang menggunakan Ilmu Metodologi Penelitian Ilmiah Ilmu hadis itu.

(6)Allah  akan memberi Hidayah kepada para Muallaf

(Muallaf masuk Islam calon mujahid)

         Para muallaf, orang-orang yang masuk Islam sekarang makin banyak-makin banyak sekali di negara-negara Barat, sebagaimana catatan berikut:

~Di Denmark, orang Muallaf yang masuk Islam meningkat tajam : Universitas Kopenhagen dalam penelitiannya menemukan fenomena yang mengejutkan bahwa penduduk asli Denmark masuk Islam dalam jumlah cukup besar(arrahmah.com).

~Di Inggris, menurut Faith Matter, angka muallaf mencapai 100.000 dan 5000 – 5200 muallaf baru masuk Islam tiap tahun.

~Tahun 2001, tercatat jumlah masjid di London  ada 1.400 buah.

~ Di Jerman dan Perancis, ada 4000 muallaf masuk Islam tiap tahun. ‘Ini hitungan menurut laporan survey Fiyaz Mughal, direktur Faith Matters kepada redaktur  The Independent.

~Sementara di Amerika Serikat jumlah umat Islam meningkat berlipat dua kali  dan diperkirakan th. 2030 akan mencapai 6,2 juta dibanding tahun ini  hanya 2, 6 juta.

~ Markas Islamisasi Eropa terbesar berpusat di masjid agung di Newham, London Timur tak jauh dari Olympic Park, tempat Olimpiade Inggris 2012 mencatat sbb:

~Berdasarkan penelitian maka diramalkan bahwa kelak satu dari setiap sepuluh orang Inggris akan menjadi Muslim pada tahun 2030. Sebaliknya Agama Kristen akan  kehilangan lebih dari 500.000 orang pemeluknya setiap tahun, sedangkan jumlah atheis (yang tidak beragama) dan kaum agnostic angkanya akan naik 750.000 per tahun. Daily Mail melaporkan, penelitian oleh House of Commons Library, bahwa selama 6 tahun terakhir, jumlah orang Islam melonjak menjadi  37 persen.

~ Steve Doughty dalam Daily Mail, koran terkemuka Inggris, memprediksi bahwa  sekitar 20 tahun ke depan kira-kira tahun 2030 jumlah orang Islam di Inggris akan melebihi jumlah warga negara Kuwait.

~Pemeluk agama  Islam seluruh dunia akan meningkat rata-rata 2,2 persen per tahun.~ Tahun 2010 penduduk dunia 6.9 miliar diproyeksikan sampai th.2030 naik 26% menjadi 8.3 miliar. Di tahun 2010 orang Islam dari 1.6 milyar naik menjadi 35% sehingga tahun 2030 menjadi 2.2 miliar. Penelitian ini didasarkan pada tren demografi masa lalu dan estimasi pada apa yang akan terjadi 20 tahun ke depan.                                        

~Worldwide Church of God badan misionari Nasrani yang berpusat di California melaporkan hasil penelitiannya yang dikutip oleh Majalah Islamic Horizons edisi Juli-Agustus 1990, yang diterbitkan oleh Islamic Society of North America (ISNA) di Amerika Serikat, bahwa  dalam kurun waktu 50 tahun (1934-1984) pemeluk agama Yahudi hanya meningkat 4%, sementara pemeluk Nasrani meningkat 47%, sedangkan pemeluk Islam meningkat 235%.

@Erdogan Presiden Turki

       Th.1924 Kekhalifahan Turki yang pernah berjaya kekuasaannya meliputi wilayah seperti Spanyol, Bizantium, Eropa Timur, Belgrado, Budapes, Rhodes. Tetapi karena kekalahannya dalam Perang Dunia ke-II maka daerah kekuasaan Turki dibagi-bagikan kepada pemenang perang. Kemudian para tokoh Turki mengubah  negaranya menjadi Republik dan  menjadi Negara Skuler. Alhamdu lillah sekarang Turki  berusaha kembali dan hendak mengubah diri menjadi Negara Islam yang modern.

   Radio-Muslim Surabaya, 4Des 2015, jam 16.15 wib nara sumber dari  Hidayatullah.com menyebutkan sbb:

           Erdogan-Presiden Turki, lulusan Madrasah Imam dan Khatib, sekarang sedang membangun Negara Turki-Islamis yang modern, melalui Program Pendidikan dan kesejahteraan kemudian memotong hubungan tuan tanah dengan  rakyat-awam, Erdogan tidak takut kepada Rusia, …”Kami hanya takut kepada Allah saja” (katanya), Erdogan berani menentang Amerika dan Rusia, bersedia menampung pengungsi dari Suriya; Erdogan pernah ikut mengunjungi korban Sunami Aceh; membantu korban perang Moro melawan Pemerintah Pilipina.

Firman Allah (s5a56):

(Terjemahnya)“Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang” ( 5  Almaidah 56)

(7) Ustad  Fadzlan Al-Garamatan

(Bermental Baja dalam Jihad)

           Ustad Fadzlan Rabbani Al-Garamatan terlahir dari pasangan: Machmud Ibnu Abubakar Al-Garamatan dan Siti Rukiah binti Ismail Iribaram; Sudah mendalami nilai-nilai Islami sejak kecil; Fadzlan anak ketiga dari delapan bersaudara.

      Ustad Fadzlan masih keturunan Raja Pattipi, penguasa kerajaan Islam pertama di Irian.

       Pendidikan Fadzlan dari sekolah dasar sampai SMA ditempuh di Fak-Fak. Tahun 1980 melanjutkan ke Fakultas Ekonomi universitas ternama di Makassar, lulus 1984; Fadzlan kuliah dengan biaya sendiri. Ia jualan minuman ringan dengan gerobag dorong. Fadzlan mempunyai tekad yang sangat kuat untuk mengabdi kepada perjuangan Islam; Semua Itu namanya perjuangan. Di Irian yang bergunung-gunung saja bisa saya taklukkan, masak daerah rata gini tidak bisa”kata Fdzlan.

        Berkat berbagai kegiatan sebagai Pengurus Takmir Masjid Raya Makassar, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), berbagai kegiatan Dakwah kampus terutama dakwah yang berat-berat di Irian, sekitar Fak-Fak,  Sorong, Nabire, Jayapura, dan seterusnya. Belum lama ini keluarga kerajaan mewakafkan tanah seluas 150 hektar untuk dakwah Islam. Insya Allah akan dibangun untuk Islamic Center.

         Ustad Fadzlan dalam ceramahnya di Mesjid An-Nur Sidoarjo Jatim 26 Oktobe 2015 jam 7oo Wib dan Google-Infak Dakwah.com  menjelaskan bahwa: 

       Diantara dakwah yang paling berat ialah  daerah yang dakwah Islam dilarang masuk oleh Misi Kristiani .

Maka  melalui rekayasa, penggantian nama Islam dengan nama-nama Kristiani (Yushoa, Hendrikus, Stevanus, Frans atau nama yang  Nasrani) maka Team Dakwah Ustad Fadzlan  berhasil masuk ke dalam daerah yang  sangat asing ini.

       Dan terbongkarlah bahwa  larangan oleh Misi Kristiani ini  taktik untuk kampanye bahwa Negara Rep.Indonesia telah menterlantarkan  warga Irian (Papua) terbelakang :

@  TETAP MENJADI  BANGSA PRIMITIP, MASIH  WUDHO BLEJET HANYA MEMAKAI KOTEKA SAJA TIDAK BERPAKAIAN SAMA SEKALI.

@ YANG PEREMPUAN JIKA  MELAHIRKAN TEMPATNYA DI DEKAT  KANDANG BABI.

@ JIKA  MELAHIRKAN BAYI, MAKA SUSU SEBELAH KANAN HANYA DIBERIKAN KEPADA ANAK BABI, SUSU  YANG SEBELAN KIRI UNTUK  TETEK ANAK BAYINYA SENDIRI.

@TIDAK PERNAH MANDI, TETAPI  MANDINYA HANYA  MENGGOSOK BADANNYA DENGAN LEMAK  BABI.

         Misi Kristiani atau rekan kerjanya membuat gambar mereka di atas  ini untuk kampanye ke luar negeri, demi untuk menjelek-jelekkan siapa yang mereka  musuhi..

           Ustad Fadlan dan jamaahnya  dalam melaksanakan tabligh di  suatu pedalaman Papuan telah mendapat  perlawanan keras dari pihak gereja”

(8)Dilarang menyebarkan Islam.

       Usttad Fadlan terpaksa harus berusaha bertemu dengan yang berkuasa(Gereja) membuat larangan itu. Ketika usaha bertamu ke rumah pendeta yang berkuasa di sana dijawab oleh penerima ytamu bahwa“Bapa pendeta tidak ada di rumah

         Hari berikutnya ustad Fadzlan berusaha lagi untuk bertemu, penerima tamu menjawab dengan jawaban  yang persis sama dengan yang pertama(“Bapa pendeta tidak ada di rumah”); Ustad Fadzlan tidak berhenti usahanya untuk betrtemu sang pendeta itu diulang tiap-tiap hari  bahkan sampai 2 bulan 6  hari (66 hari) xsetiap hari dan mendapat jawaban yang sama dengan yang pertama.

       Terakhir  pendeta itu jatuh sakit, ketika dijenguk oleh Ustad Fadzlan  akhirnya Sang Pendeta berjanji dapat menerima Ustad Fadzlan setelah sembuh, tetapi pertemuan dibatasi  hanya empat mata saja tidak boleh ada orang ketiga.

       Ternyata dari pertemuan yang pertama ini sang pendeta meminta bertemu lagi dan meminta bertemu lagi akhirnya sang pendeta masuk Islam diikuti oleh anggota jemaatnya.

Akibat dari Islamnya sang pendeta dan jemaatnya ini Ustad Fadzlan dihukum penjara 3 bulan, tetapi keluar dari penjara Ustad Fadzlantetapi meneruskan dakwahnya terus makin giat.

        Lalu bagaimana cara Dakwah Islam kepada suku terasing yang masih sangat terbelakang di pelosok hutan belantara, yang bergunung-gunung dan jurang yang sangat dalam, yang dapat dicapai  hanya dengan pesawat terbang milik Misi Kristiani saja yang bisa sampai ke-sana itu???

       Dakwah yang pertama ialah mengajak dan mengajar mereka itu  untuk bersedia mandi. Ustad Fadzlan sudah menyiapkan sabun dan sikat gigi-odol, dan syampoo.  Pada awalnya pelajaran mereka terima  tetapi karena baunya yang wangi, mereka menolak untuk diguyur air, terutama  rambutnya yang keriting sangat ruwet itu terkena  syampoo dibiarkan terus  biar bau wanginya tetap berlangsung.  Team Dakwah Ustad Fadzlan terpaksa  shalat di atas panggung sebab di bawah babi masih berkeliaran kesana kemari, kemudian suku asli Irian ini  hanya melihat tertegun dengan  masygul melihat jamaah sedang shalat…….. Pada kesempatan yang berulang-ulang mulailah mereka bertanya soal-soal shalat dan serangkaian ibadah kepada Ustad Fadlan dan anggota Team Dakwahnya ..dst.

         Berkat kerja keras jihad  terlalu berat ini dalam suatu kesempatan, maka Ketua Suku Irian  asli  yang sudah agak lengkap ibadahnya lalu diajak ke Jakarta menghadap preside (saat itu pak Harto). Maka karena  senangnya presiden memberikan hadiah yang sangat banyak kepada orang-orang Irian   pedalaman itu segala keperluan harian sampai mushalla atau tempat ibadah suku ini. Maka akibatnya para misionaris itu cemburu karena semakin bertambah banyak penduduk Papua yang masuk Islam.

      Tersiar oleh  TransTV bahwa Ustad Fadzlan dan Team Dakwahnya telah berhasil meng-ISLAM-kan sekitar 200 000 orang  warga pedalaman Irian ini. Alhamdu Lillah Rabbil ‘Alamin.

        Sungguh benar-benar luar biasa semangat jihad Team Dakwahustad Fadzlan ini, melihat  terlalu sulitnya medan dan sangat berat sekali rintangan yang dihadapi, dengan pengorbanan modal sarana-prasarana dakwah, korban harta dan tenaga betul-betul hampir tidak ada tolok bandingannya dalam sejarah Islam, Bagiaman dengan kita-kita ini?

 

-=o0o=-

 

………………………………………………………………………

اذْهَبْ أَنْتَ وَأَخُوكَ بِآيَاتِي وَلَا تَنِيَا فِي ذِكْرِي(42)اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى(43)فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى(44)قَالَا رَبَّنَا إِنَّنَا نَخَافُ أَنْ يَفْرُطَ عَلَيْنَا أَوْ أَنْ يَطْغَى(45)قَالَ لَا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى(طه 42-46)

“Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku;20:43. Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas;20:44. maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.20:45. Berkatalah mereka berdua: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas”.20:45. Berkatalah mereka berdua: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas”.20:46. Allah berfirman: “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat”(s20 Thaha 42-46).

 

Internet: https://pondokquranhadis.wordpress.com

Email:pondokilmu7@gmail.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Internet: https://pondokquranhadis.wordpress.comEmail:pondokilmu7@gmail.com

Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com–,Email:h.imam.muchlas.@gmail.com

Internet:http://fatwatempurrejo.blogspot.comEmail:tempurrejofatwa@gmail.com

 

Bahasa Arab Mukjizat Islam

 حم (1) وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ (2) إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (3) وَإِنَّهُ فِي أُمِّ الْكِتَابِ لَدَيْنَا لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ (4)(الزحرف)

  1. Haa Miim.
  2. Demi Kitab (Al Qur’an) yang menerangkan.
  3. Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami (nya).
  4. Dan sesungguhnya Al Qur’an itu dalam induk Al Kitab (Lauhmahfuz) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah”(s43 Az-Zuhruf 1-4).

Tema dan sari tilawah

Al-Quran itu jelas  dalam bahasa Arab dan ditulis dengan huruf Hijaiyah, misalnya  Ha Mim, Alif Lam Ra`.

Diturunkan dan ditulis dalam bahasa dan huruf Arab  agar orang memikirkan dengan akalnya.

Al-Quran itu aslinya tersimpan di Lauh Mahfidz, sangat luhur,

4) Al-Quran itu  menyimpan hikmah rahasia penuh bijaksana.

Masalah dan analisa jawaban

*1) Bagaimanakah asal-usul bahasa Arab dan bagaimana perkembangannnya? Jawaban hipotetis Bahasa Arab  berasal dari Ilmu Nabi Adam di dalam surga, kemudian berkembang menjadi bahasa-bahasa manusia di dunia.

*2)   Bagaimana perbandingan bahasa Arab Al-Quran dibanding dengan bahasa-bahasa selain  bahasa Arab-AlQuran? Jawaban hipotetis: Bahasa  selain bahasa Arab Al-Quran  ditulis dalam bahasa dan huruf bangsa atau umat jaman  dari nabi masing-masing, menggunakan bahasa  yang berubah-ubah  sehingga bahasa aslinya tidak dapat difaham dijaman sekarang.

*3) Apa sebab bahasa Arab Al-Quran sampai sekarang masih dapat hidup mudah difaham oleh umat Islam? Jawaban hiptetis: Bahasa Arab Al-Quran itu menjadi abadi hidup selama-lamanya, sebab shalat dan bacaan Al-Quran wajib menggunakan bunyi dan bahasa Nabi Muhaam Saw  dengan bahasa Arab dan tidak sah shalat dengan bahasa lain dan kitab Al-Quran adalah yang berbahasa Arab.

Pendalaman dan penelitian

BAB     SATU

Asal-usul bahasa Arab

Masalah ke-i: Bagaimanakah asal-usul bahsa Arab dan sejarah perkembangannnya? Bahasa Arab  berasal dari Ilmu Nabi Adam di dalam surga, kemudian berkembang menjadi bahasa-bahasa manusia di dunia.

           Pandangan Islami:

Beberapa pakar bahasa  berpendapat bahwa bahasa Arab itu berasal dari Nabi Adam merujuk kepada firman Allah dalam Al-Quran S2 Al-Baqarah ayat 31 :

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (البقرة 31)

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-2  itu jika kamu memang kaum yang benar”(S2 Al-Baqarah 31).

        Maksudnya bahwa Allah telah mengajarkan kepada Nabi Adam ilmu-pengetahuan  dengan bahasa yang digunakan oleh Adam,   maka ditafsirkan  bahasa itu ialah bahasa Arab.

        Secara sosiologis bahwa  bahasa di dunia itu  asalnya dari bahasa   nenek moyang manusia yaitu Nabi Adam. Nabi Adam menurunkan Nabi Nuh dan Nabi Nuh berputera Sam,Ham dan Yafidz. Dari Sam bin Nuh memperanakkan anak keturunan  dan bahasa, yaitu bahasa Semit dan cabang-cabang pecahannya.

       Bahasa Semit dari anak-keturunan Sam putera Nabi Nuh  di atas  mempunyai populasi dan menjadi sarana komunikasi beberapa bangsa dan macam-macam bahasa: (1) ‘Akkadiyyah, (2) Kan‘an, (3)Ethopia, (4) Arab dan sebagainya. Namun sejalan dengan jalannya  sejarah umat manusia, maka  dari sekian bahasa rumpun bahasa Semit sudah punah habis, yang masih hidup  sampai sekarang hanyalah  bahasa Arab, bahasa yang telah memberi pengaruh yang sangat besar dalam sejarah peradaban umat manusia.

   Prof. Dr. Tahiyya ‘Abdul ‘Aziz seorang dosen linguistik (Inggris)dalam penelitiannya atas  beberapa dokumen ilmiah, literatur, manuskrip dan Ensiklopedi,  hasilnya  ditulis dalam bukunya (Arabic Language the Origin of Languages) menyatakan  bahwa Bahasa Arab, adalah  asal-usul bahasa di dunia.

Bahasa Arab dan perkembangann ya

                Husni Mubarak seorang peneliti dari STAIN Manado,  mencatat hasil penelitiannya   melalui 14 Maraji’ dapat kita catat sebagiannya sebagai  berikut:

~ Bahasa Arab tahun 1973 diakui secara resmi sebagai bahasa PBB;  Bahasa Arab juga menjadi bahasa komunikasi  antar  umat Islam,  karena   Al-Qur’an dan hadis ditulis dalam bahasa Arab; bahkan sumber lain Fiqih, Tauhid, Tafsir, Filsafat Islam dan berbagai literatur  ditulis dalam bahasa Arab.

Bahasa Arab dalam perkembangannya telah mengalami  proses  panjang  ribuan tahun sehinga sampai mencapai kesempurnaan seperti bahasa Arab  Fusha` menjadi bahasa yang  komunikatif dan juga  bahasa Arab Al-Qur’an bahasa agama.

            Suatu bahasa  itu  berkembang disebabkan   karena pemilik bahasa ini pindah tempat  lalu menetap dan beranak pinak di suatu tempat serta berbaur dengan bahasa lain, di situlah terjadi proses perubahan  bahasa sedikit demi sedikit  tanpa dirasakan oleh pemilik bahasa ini dan begitulah seterusnya.

          Perkembangan selanjutnya banyak sekali bahasa  yang sudah punah atau mati sehingga    tinggal bahasa Arab yang hidup terus  sampai sekarang, Insya Allah sampai hari kiamat.

Pandangan  luar

      Secara Ethnologis, bahasa Arab merupakan bahasa komunikasi antar 60 negara dengan 242,391 juta jiwa dan menjadi bahasa nasional 25 negara, seperti Arab Saudi, Algeria, Bahrain, Chad, Kamerun, Djibouti, Mesir, Irak, Israel(Islam), Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Mauritania, Oman, Palestina, Qatar, Somalia, Sudan, Suriah, Tunisia, Uni Emirat, dan Yaman

      Para pakar  bahasa mengatakan  bahwa bahasa-bahasa di dunia yang jumlahnya  hampir 3000 bahasa, dapat dikelompokkan ke dalam  rumpun  bahasa: i) Indo-Eropa, (ii) Semit-Hamit (iii) Turania.

Ad I Bahasa-bahasa yang termasuk kedalam rumpun bahasa Indo-Eropa dikelompokkan menjadi: (1) bahasa India, (2) bahasa Iran, (3) bahasa Yunani, (4) bahasa Prancis, (5) b.Spanyol, (6) b. Portugis, (7) b.Italia Rumania, (8) bahasa Inggris, (9) b.Belanda, (10) b.Jerman, (11) b.Denmark, (12) b.Armania, (13) b.Albania.

Ad ii Bahasa-bahasa Semit dapat dibagi menjadi dua bahagian, yaitu:

      ~ A)-Bahasa Semit Utara, yang terdiri dari: 1) Bahasa-bahasa Akkadiyah, 2) Bahasa Babilonia, 3) Bahasa Kan’an; 4)  Bahasa-bahasa Aramiah.5. Bahasa Arab.

      ~ B) Bahasa Semit Selatan terdiri dari: (1) Bahasa Mesir            ( Mesir kuno dan Koptik), (2) Bahasa-bahasa Barbar yang dipergunakan penduduk asli Afrika Utara, seperti a)Tunisia, b)Aljazair, c)Maroko, d)Sahara dan sekitarnya serta bahasa Kusyitik, yaitu bahasa penduduk asli bagian timur Afrika seperti bahasa-bahasa  Somalia, Galla, Bedja, Dankali, Agaw, Afar, Sidama dan lain-lain.

Ad iii.Adapun rumpun bahasa Turania meliputi kelompok –bahasa: 1) b. Turki, 2) b.Mongolia; 3) b.Manmair, 4) b.Jepang, 5) b. Cina, 6) b.Korea, 7) b.Kaukasia, 8) b. Sudan, 9) b. Melayu 10) b.Polinesia ( termasuk bahasa Indonesia) (P.K.Hitti, h. 30).

@Tetapi banyak  cabang bahasa-bahasa tersebut sudah punah; kecuali   bahasa Arab, kemudian bahasa Arab  berkembang tersebar masuk ke Mesopotamia  dan Suriah.

Perkembangan Bahasa Arab

        Pada jaman dahulu  Abad 20-12 SM di wilayah Timur Tengah muncullah bahasa-bahasa ‘Akkadiyah yaitu bahasa yang dipergunakan oleh bangsa Asyuriah, Babilonia, Aramiyah, Abbariyah, Finikiyah, bahasa Arab, bahasa Yaman Kuno dan bahasa Habasyah (Abesinia).

     Informasi sejarah bahasa Arab yang  terekam  adalah temuan dari prasasti  Arab Baidah yang menjadi bahasa komunikasi  social pada abad I sebelum Masehi, sedangkan Arab Baqiyah, informas-nya  ditemukan sekitar abad V Masehi, yaitu masa   menjelang kebangkitan Nabi Muhammad Saw.

      Bahasa Arab itu dibagi menjadi dua bagian yaitu Bahasa Arab Baidah dan Bahasa Arab Baqiyah:

  1. Bahasa Arab Baidah.   

     Bahasa Arab Baidah  ialah bahasa warga Hijaz atau negeri sekitar Aramiah, dialek yang dipergunakan dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

   (1) Bahasa (dialek) Lihyaniyah yang dinisbahkan kepada  nama kabilah atau suku Lihyan yang tinggal dibagian utara daerah Hijaz

    (2)lahjah Idialek) Samudiyah yang disandarkan kepada suku Samud yaitu yang dikisahkan Tuhan didalam Al-Qur’an (Disebut sebut Allah dalam Al-Quran  27 kali, yaitu Qs7 Al-A’raf 73 dan 26 ayat lagi);  Dan Al-Kitab-Bibel  juga menyebut-nyebut, misalnya Kitab Kejadian Kitab Perjanjian Lama demikian sampai masuk ke -sejarah Arab Jahiliyyah. Populasi bahasa  ini diperkirakan mendiami wilayah antara Hijaz dan Nejed dekat Damaskus. Prasasti dalam bahasa Samud ditemukan  kira-kira abad ke-iii-iv Masehi.

   (3)Ketiga ialah lahjah (dialek)  Safawiyah, prasastinya ditemukan  di daerah Shafa’, Harah daerah perbukitan gunung Daruz. Penulisannya diperkirakan antara abad ke III dan Masehi. Seorang orientalis Jerman, Enno Litman mencatat bahwa rumus huruf-hurufnya mendekati huruf Samudiyah.

     @Ketiga dialek ini berbeda dengan bahasa Fusha`, yaitu bahasa Arab  kaum terpelajar,  namun dekat dengan bahasa bahasa Sam. Bahasa Arab Baidah juga ada kemiripan dengan bahasa Aramiyah, semua bahasa yang tercakup dalam bahasa Arab  Baidah ini terlalaikan sebab dikalahkan  oleh dominasi Arab Baqiyah.

  1. Bahasa Arab Baqiyah 

      Bahasa Arab Baqiyah adalah bahasa yang berlaku dalam masyarakat Arab sebagai bahasa  kesusasteraan, tulisan dan kaum terpelajar. Bahasa ini tersebar di negeri Hijaz dan Nejed, kemudian tersebar lagi ke-seluruh wilayah yang pernah memakai bahasa Semit dan Hamit, dari sinilah timbul dialek-dialek  yang dipergunakan masyarakat  di mana-mana: 1) Hijaz, 2)Nejed, 3) Yaman, 4)Emirat Arab, 5) Palestina, 6) Yordania, 7) Suriah,8)  Libanon, 9) Irak, 10) Kuwaid, 11) Mesir, 12) Sudan, 13) Libia, 14) Al-Jazair, Maroko, dan 15)Malta.                             

            Bahasa Arab yang berlaku di negeri-negeri Arab sekarang dan bahasa Arab Al-Qur’an/Hadis  berkembang menyebar luas ke berbagai daerah karena kebesaran Islam. Bahasa Arab Baqiyah menjadi bahasa sehari-hari menjadi bahasa komunikasi social dalam berdagang, bermasyarakat dan dalam system pemerintahan. Bahasa Arab ini  kokoh berjaya bertahan melawan erosi   pengaruh bahasa asing.   Di sisi lain suatu bahasa mungkin tidak dapat bertahan  sebab karena erosi politik, ekonomi dan budaya bangsa asing maka bahasanya  menjadi  terlantar dilalaikan atau terlupakan bahkan  tidak mampu  menjadi alat komunikasi umum akhirnya menjadi punah, mati.

     Dahulu bangsa dan  suku-suku di wilayah jazirah Arab itu mempunyai dialek yang bermacam-macam seperti   dialek a) Quraiys, b) Huzail, c) Saqil, d) Hawasin, e) Kinanah, f) Taman,  g) Yaman. Dialek-dialek ini digunakan  orang awam sampai rawan bahkan dikawatirkan akan mempengaruhi bacaan bahasa Arab- Al-Qur’an, maka oleh karena itulah Khalifah Usman bin Affan berusaha keras  untuk menyatukan bacaan umat dalam satu lahjah  dalam satu dialek saja dalam membaca Al-Qjuran   yaitu dialek   Quraiys  sebagaimana  terkenal  dalam hadis berikut:

عَنْ أَنَس بْن مَالِكٍ قَالَ فَأَمَرَ عُثْمَانُ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ وَسَعِيدَ بْنَ الْعَاصِ وَعَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ وَعَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ أَنْ يَنْسَخُوهَا فِي الْمَصَاحِفِ وَقَالَ لَهُمْ إِذَا اخْتَلَفْتُمْ أَنْتُمْ وَزَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ فِي عَرَبِيَّةٍ مِنْ عَرَبِيَّةِ الْقُرْآنِ فَاكْتُبُوهَا بِلِسَانِ قُرَيْشٍ فَإِنَّ الْقُرْآنَ أُنْزِلَ بِلِسَانِهِمْ فَفَعَلُوا(صحيح البخاري : ٤٦۰١)

“Dari Anas bin Malik ia berkata; Utsman memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit, Sa’id bin Al ‘Ash, Abdullah bin Zubair dan Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam untuk menyalin Al Qur`an ke dalam Mushaf.Dan Utsman berkata pada mereka, “Jika kalian berselisih dengan Zaid dalam masalah bahasa Arab Al Qur`an, maka tulislah berdasarkan lisannya bangsa Quraisy, sebab Al Qur`an dengan bahasa mereka” Maka mereka pun melakukan nya” (HR. Bukhari : 4601).

     Disebabkan karena fadhilah kelebihan  kota Makkah yang  strategis, penuh nuansa Islami,  kota tempat kelahiran  Nabi Muhammad Saw ,  pusat  ibadah haji,  maka terjadilah kesatuan  dialek,   dialek Quraiys sebagai pedoman umum bangsa Arab.Lebih-lebih  Al-Qur’an menjadi  bahasa standar dengan senang hati diterima dan dicintai oleh masyarakat awam karena makna yang tersimpan di dalamnya, sangat indah dan bagus, sehingga menjadi aset yang menyatukan bahasa Arab dengan Islam dan bahasa agama serta sumber budaya Islam;  Kemudian menjadi motor pendorong kemajuan ilmu bahasa, sehingga  bahasa Arab menjadi pemenang  serta  mempunyai kedudukan yang mulia  dan sangat  terhormat.

            Sebagaimana kita maklumi, bahwa bahasa Arab Baqiyah digunakan dalam bahasa tulisan, bahasa sastra melalui syair-syair Jahiliyah, bahkan Al-Qur’an dan As-Sunnah menggunakan bahasa Arab dengan bahasa Arab fusha` artinya sangat fasih; Terutama kaum Bani  Tamim, Bani  Tha’i, dan Bani Huzail terkenal paling fasih dalam berbahasa Arab dan menjadi bahasa standar.

BAB    DUA

Bahasa  selain bahasa  Arab berubah-ubah

(Bahasa Arab Al-Quran  itu abadi)

         Masalah ke-II  Bagaimana perbandingan bahasa Arab Al-Quran dibanding dengan bahasa-bahasa selain  bahasa Arab-AlQuran? Jawaban hipotetis: Bahasa  selain bahasa Arab Al-Quran  ditulis dalam bahasa dan huruf bangsa atau umat jaman  nabi masing-masing, menggunakan bahasa  yang berubah-ubah  sehingga bahasa aslinya tidak dapat difaham dijaman sekarang.

       Hampir semua bahasa itu berkembang terus, tetapi disebabkan karena situasi dan kondisi lingkungan manusia yang sangat bervariasi maka  banyak kemungkinan suatu bahasa bukan hanya berubah tetapi  kalah bersaing dikalahkan oleh bahasa lain, senada dengan nasib bangsa pengguna komunikasi mereka  dikalahkan  melalui politik, ekonomi, kebuyaan bangsa asing, akibatnya bahasa yang kalah ini tertinggal, tidak laku, tidak dipakai lagi bahkan punah dan  mati.

       Secara sederhana  pengamatan ini kita fokuskan kepada beberapa bahasa, karena kita tidak tahu bahasa mana saja yang kelak di jaman yang akan datang akan menjadi bahasa yang kalah, terpinggirkan, tidak laku dan akhirnya punah alias mati.

  1. Bahasa Inggris

      Asal-usul Bahasa Inggris dan Sejarahnya 

           Bahasa Inggris Purba berasal dari suku bangsa Jermanik yakni  Anglo-Saxon dan Frank yang pada masa itu mereka  berdagang atau berperang di wilayah Eropa. Datangnya beberapa rumpun bangsa  yang menyerbu atau menjajah  Inggris pada abad ke-5 Masehi itu memiliki  dialek-dialek Anglo-Frisia ; Kemudian orang-orang Denmark dan Jerman Utara menyeberang ke sana dijaman itu para penduduk Inggris masih ngomong dengan  bahasa Celtic yaitu bahasa Skotlandia kuno . Kemudian   masuk  juga  rakyat  dari  kekaisaran Romawi  dengan  bahasa Latin  ketika invasi mereka  ke Eropa  timur. Maka banyak sekali bahasa Latin yang terserap ke-dalam bahasa Inggris  jaman  itu.

       Bahasa Inggris juga mendapat pengaruh dari bahasa the Old Norse oleh bangsa Viking pada abad ke-9 dan 10. Bahasa Spanyol juga mempunyai andil yang banyak kepada  Bahasa Inggris- tersebut.

         Pada abad ke-14 bahasa Inggris mendominasi wilayah, tetapi  karena  banyaknya tambahan masukan  dari bahasa Perancis, Jerman dan Belanda serta    istilah-istilah dari  bahasa –bahasa  asing lainnya  maka  muncullah  Bahasa Inggris modern pada abad ke-15.  Lebih maju lagi karena  besarnya pengaruh Inggris sejak abad ke-17 hingga abad ke-20, melalui semboyannya “Right or wrong my country” dan  kemenangan  Inggris  mendunia dalam berbagai lini persaingan, maka  bahasa Inggris menyebar luas ke seluruh dunia.

      Oleh karena itulah maka  bahasa Inggris menjadi  bahasa utama dari populasi beberapa negara di dunia, seperti (1) Britania Raya, (2) Amerika Serikat, (3) Kanada, (4) Australia, (5) Irlandia, (6) New Zealand, (5)Negara-negara di Afrika, (6) Karibia. Bahasa Inggris merupakan bahasa terbesar ketiga yang paling banyak digunakan sebagai bahasa komunikasi di dunia setelah bahasa Mandarin dan Spanyol. Bahasa Inggris juga dipelajari diseluruh dunia sebagai bahasa kedua dan bahasa resmi dari Uni Eropa, beberapa negara yang tergabung dalam Commonwealth, PBB dan organisasi-organisasi dunia lainnya. Hampir setiap dialog yang berskala internasional pasti menggunakan dialog bahasa Inggris

 

Saat ini, Bahasa Inggris  disebabkan karena situasi&kondisi maka terdapat perbedaan antar masing-masing wilayah atas bahasa  Inggris bangsa-bangsa  Inggris-Selandia Baru, Inggris-Kanada, Inggris-Afrika Selatan, Bahasa Inggris-India

Inggris-Karibia dan sebagainya.

Kronologi Singkat Bahasa Inggris

  1. Penduduk  Lokal yang Berbicara Bahasa Celtic

   Tahun 55 SM, Invasi Romawi di Inggris oleh Julius Caesar.

   Tahun 43 M- Invasi dan pendudukan Romawi, yang merupakan   awal kekuasaan Romawi di Inggris.

   Tahun 436 – Penarikan Romawi dari Inggris secara penuh.

   Tahun 449 – Penyelesaian Inggris oleh penjajah Jerman dimulai.

  1. Bahasa Inggris Kuno (Old English)

     Tahun 450-480 – Awal diketahui prasasti Bahasa Inggris Kuno.

     Tahun 1066 – William Sang Penakluk, Pangeran Normandia, menyerang dan mengalahkan Inggris.

B..Bahasa Inggris Pertengahan (Middle English)

     Tahun 1150  Naskah paling awal yang masih hidup.

  1. Bahasa Inggris Pertengahan.

     Tahun 1348  Bahasa Inggris menggantikan bahasa Latin sebagai    bahasa pengantar di kebanyakan sekolah.

    Tahun 1362  Bahasa Inggris menggantikan Perancis sebagai bahasa hukum. Bahasa Inggris digunakan di Parlemen untuk pertama kalinya.

    Tahun c1388  Chaucer mulai menulis The Canterbury Tales.

    Tahun c1400  Pergeseran The Great Vowels dimulai.

  1. Bahasa Inggris Modern Awal (Early Modern English)

    Tahun 1476  William Caxton menetapkan lebih dulu percetakan bahasa Inggris.

    Tahun 1564  Shakespeare lahir.

    Tahun 1604  Table Alphabeticall, kamus bahasa Inggris pertama diterbitkan.

    Tahun 1607  Pemukiman pertama bahasa Inggris permanen di Dunia Baru (Jamestown) didirikan.

    Tahun 1616  Shakespeare wafat.

    Tahun 1623  Folio pertama Shakespeare diterbitkan.

    Tahun 1702  Harian pertama koran berbahasa Inggris, The Daily Courant, diterbitkan di London.

    Tahun 1755  Samuel Johnson menerbitkan kamus bahasa Inggris-nya.

    Tahun 1776  Thomas Jefferson menulis Deklarasi Kemerdekaan Amerika.

    Tahun 1782  Inggris meninggalkan koloninya dalam apa yang kemudian menjadi Amerika Serikat.

III. Bahasa Inggris Modern Akhir (Late Modern English)

      Tahun 1828  Webster menerbitkan kamus bahasa Inggris     Amerika miliknya.

     Tahun 1922  British Broadcasting Corporation didirikan.

     Tahun 1928  Oxford English Dictionary diterbitkan.

Bahasa  Tionghoa

        Orang-orang Cina daratan sangat membedakan bahasa tulis dari bahasa lisan .Sampai abad ke-20, kebanyakan tulisan Cina itu Tionghoa Klasik yang sangat berbeda dari  bahasa  lisan Tionghoa.  Mulai  4 Mei 1919, standar formal tulisan Tionghoa adalah Bahasa Tionghoa Vernakular, yang mempunyai tata bahasa dan kosa kata yang mirip – namun tidak sama – dengan tata bahasa dan kosa kata bahasa Tionghoa lisan modern. Aksara Tionghoa adalah huruf-huruf yang tidak berubah meskipun cara pengucapannya berbeda.

Perkembangan bahasa Tionghoa

      Memang banyak kesulitan usaha mengamati masalah bahasa dan tulisan itu, maka  secara singkat dapat dicatat  sbb:

(a)Bahasa Tionghoa Lama adalah bahasa  umum  jaman dinasti Zhou (abad ke-11 hingga 7 SM) –

(b)Bahasa Tionghoa Pertengahan adalah bahasa yang digunakan pada zaman dinasti Sui, dinasti Tang dan dinasti Song  yaitu dari abad ke-7SM hingga 10 Masehi.

Perkembangan bahasa Tionghoa lisan sejak masa awal sejarah hingga sekarang merupakan perkembangan yang sangat kompleks. Klasifikasi di bawah menunjukkan bagaimana kelompok-kelompok utama bahasa Tionghoa berkembang dari satu bahasa yang sama pada awalnya.

Sejak abad ke-17, pihak Kekaisaran telah membentuk Akademi Orthoepi (正音書院 Zhengyin Shuyuan).

Pada  pertengahan abad ke-20, kebanyakan orang Tiongkok yang tinggal di selatan Tiongkok tidak dapat berbahasa Mandarin yaitu bahasa utama mereka. (Ini artinya tanda-tanda suatu bahasa akan punah).

Bahasa Jawa

Asal usul Bahasa Jawa

        Pulau Jawa dengan penduduk 136 juta, pulau ini merupakan pulau berpenduduk terbanyak di dunia dan merupakan salah satu wilayah berpenduduk terpadat di dunia.

Pulau Jawa

Dihuni oleh 60% penduduk Indonesia. Ibu kota Indonesia, Jakarta, terletak di Jawa bagian barat.

Banyak sejarah Indonesia berlangsung di pulau ini.

Jawa dahulu merupakan pusat dari beberapa kerajaan

Hindu-Buddha, (b)Kesultanan Islam, (c) Pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, (d) Pusat pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Pulau ini berpengaruh sangat besar terhadap kehidupan sosial, politik, dan ekonomi Indonesia.

Bahasa Jawa merupakan bahasa komunikasi 60 juta penduduk Indonesia.

 Dialek Banyumasan (Ngapak-ngapak ) logat bahasanya agak berbeda, karena cenderung masih terjerat dengan bahasa Jawa Kuna (Kawi). Dialek ini dapat dikelompokkan ke dalam dialek Jawa bagian barat. Kelompok lainnya adalah bahasa Jawa bagian Tengah dan kelompok bahasa Jawa bagian-Timur.
Kelompok bahasa Jawa bagian barat (harap dibedakan dengan Jawa Barat/Bahasa Sunda) inilah yang sering disebut bahasa Banyumasan).
Secara geografis, wilayah Banten utara dan Cirebon-Indramayu memang berada di luar wilayah berbudaya Banyumasan tetapi menurut budayawan Cirebon TD Sudjana, logat bahasanya memang terdengar sangat mirip dengan bahasa Banyumasan. Hal ini menarik untuk dikaji secara historis.
Dibandingkan dengan bahasa Jawa dialek Yogyakarta dan Surakarta, dialek Banyumasan banyak sekali bedanya. Perbedaan yang utama yakni akhiran ‘a’ tetap diucapkan ‘a’ bukan ‘o’. Jadi jika di Solo orang makan ‘sego’ (nasi), di wilayah Banyumasan orang makan ‘sega’. Selain itu, kata-kata yang berakhiran huruf mati dibaca penuh, misalnya kata enak oleh dialek lain bunyinya ena, sedangkan dalam dialek Banyumasan dibaca enak dengan suara huruf ‘k’ yang jelas, itulah sebabnya bahasa Banyumasan dikenal dengan bahasa Ngapak atau Ngapak-ngapak.dialek Cirebonan berkaitan erat dengan kultur Jawa-Pantura, yaitu Cirebon, Indrmayu sampai dengan Serang; oleh karenanya bahasa yang mereka gunakan pun memiliki ciri khas dengan icon Jawa-pantura.Kosa-kata bahasa Jawa-pantura boleh jadi “ada yang sama” dengan bahasa Banyumasan; hal itu boleh jadi disebabkan oleh fungsi bahasa komunikasi (bahasa Jawa, Kawi, Sanskerta) yang bersifat universal. Akan tetapi sesungguhnya dialek jawa-pantura tetap mempunyai ciri khas yang tidak dapat disamakan dengan dialek Banyumasan. Dengan demikian, kita juga sulit mengatakan bahwa wong Cirebon, Indramayu, Serang disebut ngapak-ngapak. Tidak pula untuk dialek Tegal.
Ngapak, tetap lebih pas dialamatkan kepada (khusus) dialek Banyumasan. Namun demikian dalam menyikapi siapa yang berbahasa Ngapak, kita tidak bisa membandingkan-lurus dengan area administratif-geografis. Misalnya, tidak seluruh kawasan Kab. Cilacap disebut Ngapak. Cilacap Barat, seperti di beberapa desa di Kecamatan Karang Pucung, Cimanggu, Wanareja, dan Majenang, malah sudah agak “bengkok” ke dialek “kulonan” atau — pinjam istilah dalam seni karawitan, disebut dialek “jaipongan.”
Saya berharap istilah Ngapak tidak dipolitisasi untuk “lawan-kata” dialek “wetanan” (Yogya-Sala) atau dialek “bandhek.” Diskusi ini tentu akan menjadi sangat panjang, apabila para pihak tidak saling menerima keadaan.
Di antara permasalahan yang sering mencuat, adalah bahwa bahasa Jawa berasal dari bahasa Jawa-Kuno, bahasa Kawi; sebagaimana bahasa tutur orang-orang kuna. Kita bisa berpedoman pada aksen Ha Na Ca Ra Ka,,,
buka Ho No Co Ro Ko…
Bahasa Ngapak juga terncam punah karena (mungkin) akan ditinggalkan oleh warganya. Generasi sekarang (maaf, para kawula muda) nyaris kesulitan cara menulis bahasa jawa dengan aksara latin. Apalagi dengan huruf jawa Ha Na Ca Ra Ka… Disamping itu, pihak Pemerintah (Jawa Tengah) belum memberikan dukungan terhadap kelestarian bahasa Ngapak. Sebagai misal bahasa pengantar di sekolah-sekolah di kawasan Ngapak (mungkin) tidak diwajibkan mengunakan bahasa Ngapak-Ngapak.

  1. Perkembangan Bahasa Nusantara

Bahasa Jawa satu asal dengan bahasa Sunda, Melayu, Madura, Dayak, Bugis, dan sebagainya. semua  termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia. Bahasa-bahasa tersebut satu asal dengan bahasa-bahasa di Hindia Belakang yang di sebut Mon Khmer .

Bahasa Austronesia dapat di bagi menjadi dua kelompok, yaitu :

1) Bahasa Oceania dan bahasa Indonesia.

Bahasa Oceania dibagi menjadi tiga kelompok yaitu: i)bahasa-bahasa Mikronesia. 2) Melanesia. 3)Polinesia.

  1. Pemakai Bahasa Jawa

    Keadaan  situasi dan kondisi sosial seperti  rendahnya mobilitas, menyebabkan bergeser dan berubahnya sebuah kata, pengertian dan maknanya, dan juga menyebabkan perbedaan cara menyusun kata dalam sebuah kalimat,

Sehingga muncul bermacam-macam cengkok bahasa (dialek)., cengkok bahasa Jawa yang  baik dan halus adalah : Cengkok Surakarta atau  Yogyakarta.

Selain itu bahasa bahasa, Melayu, Portugis,  Cina, Belanda dan Inggris juga berpengaruh terhadap Bahasa Jawa; Pada masa pemerintahan Hindia tentu saja banyak kata-kata yang terserap dalam Bahasa Jawa..

  1. Madu Basa, Madu Rasa, Madu Brata

        Para pujangga dan  kaum terpelajar dahulu pada umumnya sedikit bicara. Mereka yang ada di depan, pemuka masyarakat, para pemimpin, haruslah asungtuladha , golongan menengah mangun karsa dan mayoritas rakyat tut wuri handayani. segalanya berjalan  dengan hati-hati, maraih  kehalusan  perasaan, intensitas kemauan dan bertingkat-tingkat, yaitu: Madu basa meliputi sopan-santun berbahasa, tata cara, adat istiadat, pokoknya hal ikhwal memadu bahasa, demi kemanisan madunya.

Madu rasa yang meliputi tepa sarira, tepa-tepi, unggah-ungguh, , empan papan dan duga prayoga.

Sebagaimana  tercatat dalam babad  th 1626, 1628 dan 1629. mengingat perkembangan unggah-ungguhing basa dari Sultan Agung mempunyai minat begitu besar. Kemudian memberikan bentuk tataran ngoko krama dalam abad ke-17.

Maka bahasa Jawa telah menjadi bahasa tersendiri,  bahasa halus, bahasa penghormatan.

  1. Unggah-ungguhing Basa

 Unggah-ungguhing basa pada dasarnya dibagi menjadi tiga: (1)Basa Ngoko,(2) Basa Madya, dan (3)Basa Krama.

.      Eksistensi Bahasa Jawa Dalam Pergaulan Anak Muda

Sadar atau tidak, bahasa krama Jawa, remaja yang biasa berbahasa krama akan lebih mudah bergaul dengan siapapun, dengan teman sebaya maupun dengan orang yang usianya lebih tua.

Namun agaknya bahasa krama ini sudah banyak dilupakan oleh generasi muda sekarang, tergerus oleh zaman yang serba modern seperti sekarang ini. Anak muda kini semakin lebih suka mempelajari bahasa asing dari pada bahasa Krama Jawa.

Kepercayaan  kaum Ahli Kitab dan ulama Islam           

       Para tokoh agama masing-masing bangsa  mengaku sbb:

Tuhanlah yg mengajarkan Nabi Adam nama-nama benda, sebagaimana termaktub dalam Alkitab Kejadian              .
And the Lord God having formed out of the ground all the beasts of the earth, and all the fowls of the air, brought them to Adam to see what be wold call them ; for whatsoever Adam called any living creature the same is its name.
Konon di Surga Tuhan berdialog dengan Nabi Adam dalam bahasa-Yahudi.

2) Pada abad ke-17, Andeas Kemke, seorang ahli filologi dari Swedia menyatakan bahwa di surga Tuhan berbicara dalam bahasa- Swedia                                       .
3) Menurut pakar bahasa Swedia  Nabi Adam berbahasa Denmark,

4) Orang Perancis mengatakan dengan bahasa Perancis.
Selain berbagai mitos muasal bahasa yg berkembang di Barat, di Timur hal semacam itu juga bermunculan.

5) Kaisar Cina Tien-Tzu, dipercaya sebagai anak Tuhan.
mengajarkan bahwa bahasa pertama kepada manusia.

6) Ada juga versi lain yg tak kalah menggemaskan, bahwa yg membawa bahasa (tulisan) kepada orang-orang Cina adalah seekor kura-kura yg diutus langsung oleh Tuhan.

7) Di Jepang bahasa pertama pun dihubungkan dengan Tuhan mereka, Amaterasu-                                                      .

8) Orang-orang Babilonia percaya bahwa bahasa pertama berasal dari Tuhan mereka(Nabu)-                                         .

9) Brahmana mengajarkan tulis-menulis bahasa Hindu-India.
Dan masih banyak cerita-cerita yg bernada sama dengan berbagai kebudayaan dahulu dan berkembang di banyak kebudayaan-kelompok-tertentu.

10) Prof. Dr. Tahiyya ‘Abdul ‘Aziz dalam bukunya mencatat    bahwa Bahasa Arab, itu asal-usul bahasa di dunia.

     Dapat dicatat disini bahwa Allah mengulangi firman-Nya  kepada semua nabi dalam bahasa Arab:

Bahasa Arab

          *           Badawi Thabanah dalam Mu’allaqatil ‘Arab (1958), Asy-Syanqithi dalam Syarhu Mu’allaqatil ‘Asyri (1985) dan Az-Zauzani dalam Syarhu Mu’allaqatis Sab’i (1958) menghimpun syair-syair Arab di jaman Jahiliyah, terutama Al-Mu’allaqat yang digantungkan pada dinding Ka’bah di jaman Jahiliyah sebelum diturunkannya Al-Quran, syair-syair dari jaman Arab Jahiliyah itu, yaitu tulisan para penyair Umruul Qais, Tharafah, Zuhair, Labid, Nabighah dan yang lain,  bait-bait syair mereka itu masih dapat difahami sampai sekarang, misalnya:

ثمُّ مِلْنَا عَلَي تَمِيْمٍ فَاَحْرَمْ (*) نَاوَفِيْنَا بَنَات قَوْمٍ اِمَاءُ

Artinya: “Kemudian kami menghadapi kaum Banu Tamim, maka kami masuk bulan haram(*) sedang di pihak kami wanita-wanita muda suatu kaum sebagai budak (Az-Zauzani 1958:161).

Bahwa memang benar masyarakat Arab Jahiliyah itu percaya dan menghormati bulan suci dengan mengharamkan adanya peperangan dalam bulan-bulan haram.

اَلَا لَايَجْهَلَنَّ اَحَدٌ عَلَيْنَا    #    فَنَجْهَلْ  فَوْقَ جَهْلِ الْجَاهِلِيْنَ

Artinya: “Awas jangan ada seorangpun yang berbuat bodoh kepada kita # Maka kita akan berbuat lebih bodoh melebihi bodohnya orang-orang bodoh (Az-Zauzani 1958:127).

            Maksudnya ialah  jangan sampai  ada  siapapun  yang berani  berbuat  emosional     kepada pihaknya, jika ada pihak-pihak yang berani berbuat emosi  kepadanya maka mereka  akan  membalasnya dengan perbuatan brutal melebihi kebrutalan  orang-orang yang berbuat emosinal itu”

وَمَنْ لَايَذُذْ عَنْ حَوْضِهِ  بِسِلَاحِهِ  #  يُهْدَمْ وَمَنْ لَايَظْلِمِ النَّاسَ يُظْلَمْ

Artinya:“Siapa yang tidak mampu mempertahankan  sumurnya dengan senjatanya# maka dia  akan dibinasakan. Dan siapa yang tidak mau berbuat zalim  kepada orang lain, maka di akan dizalimi” (Az-Zauzani (1958: 88).

 Zuhair ibnu Abi Sulma salah seorang penyair Al-Mu’allaqat

dalam bait syairnya baris ke-27-28 menulis sebagai berikut:

(27) فَلَا تَكْتُمُنَّ الله مَا فِيْ  نُفُوْسِكُمْ   (*)   لِيَخْفَي وَمَا مَهْمَا يكُتْمَِ الله ُيَعْلَمُ

(28) يُؤَخَّرُفَيُوْضَعُ فِيْ كِتَابِ اللهِ فَيُدَخَّرْ    (*)  لِيَوْمِ الْحِسَابِ اَوْ يُعَجَّلُ فَيُنْقَمُ

Artinya:

(27)Benar-benar jangan kamu sembunyikan apa yang ada di dalam Hatimu (*) agar tersembunyi padahal apapun yang disembunyikan pasti Allah mengetahui ;

(28)Dia akan ditangguhkan, lalu ditulis dalam kitab Allah, lalu disimpan(*)Untuk Hari Perhitungan atau dipercepat kemudian dihukum(Az-Zauzani 1958:81)

        Allah  menurunkan wahyu Al-Quran melalui bahasa Arab yang berlaku  pada bangsa Arab ketika itu  yaitu di jaman hidupnya para pujangga dan penyair Arab tersebut di atas ini.

        Allah  menegaskan bahwa Al-Quran itu yang berbahasa Arab  ditekankan di  beberapa tempat, yaitu:.

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ (103)(النحل)

16:103. Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: “Sesungguhnya Al Qur’an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)”. Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa Ajam, sedang Al Qur’an adalah dalam bahasa Arab yang terang (s16 n-Nahl 103, s12a2, s16a103, s13a37, s41a44:s41a3, s20a113,  s42a7).

         Sebagai bahan  renungan dan spekulasi  bahwa  bahasa Arab itu  dari Nabi Adam  beliau mendapat bekal bahasa Arab dari Allah. Maka Allah Ta’ala  mengulang firman dan wahyu-Nya itu  kepada semua nabi umat sebelum Nabi Muhammad Saw, maka Allah mengulangi firman-Nya itu dalam bahasa Arab di dalam  Al-Quran:

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (البقرة31)

2:31. Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”(S2Sl-Baaarah 31)

قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ (البقرة33)

2:33. Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”(S2 Al-Baqarah 33)

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا (163) وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا (النساء-163-164)

  1. Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.
  2. Dan (kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung”(S4 An-Nisa` 163-164).

       Semua firman dan wahyu di atas ini  termaktub di dalam Ktab Suci Al-Quran, yaitu sbb:

~~Firman Allah kepada Nabi Adam: Al-Quran S2 Al-Baqarah 31,33. 

~~Firman Allah kepada N abi Ibrahim : Al-Quran S2 Al-Baqarah 126, S2 Al-Baqarah 260.

~~Firman Allah kepada Nabi Musa: Al-Quran S2 Al-Baqarah 68,69, 71, S20 Thaha 36.

~~Firman Allah kepada Nabi Zakariya Al-Quran S3Ali ’Imran 41

~~Firman Allah kepada Nabi ’Isa: Al-Quran S 5 Al-Maidah 1alah memberi wahyu  kepadaNabi Nuh: Al-Quran S10,115.

# Allah memberi  wahyu  kepada Nabi  Nuh dan semua nabi sesudahnya:S4 An-Nisa`163, ,s42 Asy-Syura 13,

# Allah memberi wahyu kepada Nabi Ibrahim,Isma’il, Ishaq, Ya’qub  dan penerusnya: AlQuran S4 An-Nisa` 163,

# Allah memberi wahyu kepada Nabi Musa: Al-Quran S7 Al-A’raf 117,160, S10 Yunus 87,s20 Thaha 77, S26 Asy-Su’ara` 52, 63;

# Allah memberi wahyu kepada Nabi Muhammad Saw:S4 An-Nisa`163, S11 Hud 49, S12 Yusuf 3, S6 Al-An’am 106, s16 An-Nahl 123, , S42 Asy-Syura 52, S35 Fathir 31.

# Allah memberi wahyu kepada semua nabi: S4An-Nisa`163, S21 Al-Anbiya` 73.

           Bahasa Arab Fusha` Insya Allah berlaku abadi dan menjadi  bahasa komunikatif  antar umat Islam sedunia untuk jangka waktu dan wilayah yang tidak terbatas oleh tempat atau waktu.

          Dapat dicatat disini bahwa Prof Ahmad Syalabi (Mesir) ketika  berkunjung  dan  belum lama ini, beliau berpidato dalam bahasa Arab di Pondok Modern Gontor Ponorogo beberapa tahun silam, beliau sangat kagum kepada para santri melihat semua santri spontan bertepuk meriah penuh semangat karena  mereka mengerti betul pidato beliau Prof Ahmad Shalabi dalam bahasa Arab itu. Lebih dari itu para alumni Gontor yang mukim di Timur Tengah mendapat sambutan hormat karena bahasanya dinilai bahasa Fusha`.

BAB     TIGA

Bahasa Arab itu Mukjizat dari Allah

              Masalah ke-iii:  Apa sebab bahasa Arab Al-Quran sampai sekarang masih dapat hidup mudah difaham oleh umat Islam? Jawaban hipotetis: Bahasa Arab Al-Quran itu menjadi abadi hidup selama-lamanya, sebab shalat dan bacaan Al-Quran wajib menggunakan bunyi dan bahasa Nabi Muhammad Saw  dengan bahasa Arab dan tidak sah shalat dengan bahasa lain dan kitab Al-Quran adalah yang berbahasa Arab, terjemahnya adalah bukan Al-Quran, menurut para ulama Al-Quran yang dicampur dengan bahasa asing atau terjemah itu bukan Al-Quran, memegangnya tidak wajb wudhu`.

  1. Definisi Al-Quran

     Salam Madkur  dalam kitabnya Ushulul Fiqh(1976 h95) menyatakan yang dinamakan  Al-Quran ialah lafal Arab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. yang dinukil secara Mutawatir, termaktub dalam Mushaf-Usmani, dimulai dari surat A-Fatihah diakhiri dengan surat An-Nas dan membacanya adalah ibadah.

            Dari definisi ini dapat difahamkan bahwa suatu kitab yang meniru Al-Quran yang tidak menggunakan    bahasa Arab tidak dapat dinamakan Al-Quran. Dan wahyu yang diterima bukan oleh Nabi Muhammad Saw. tidak dapat dinamakan Al-Quran. Demikian juga bunyi yang tidak termuat dalam Mushaf (Usmani) itupun tidak dapat dinamai Al-Quran.

             Sesudah  penulisan dan pembukuan Al-Quran oleh khalifah ‘Utsman, maka para ulama sepakat bahwa Al-Quran yang dianggap sah dan betul ialah:

1) Al-Quran yang sama dengan  Mushaf-’Utsmani yaitu Mushaf induk dari seluruh teks Al-Quran hasil pembukuan Al-Quran oleh khalifah ‘Utsman.

2). Al-Quran yang tulisan dan bunyi ayatnya bersifat Mutawatir dari Rasulullah Saw.sangat meyakinkan kebenarannya. 

3). Tidak bertentangan dengan kaidah bahasa Arab.

  1. Catatan

      Al-Quran itu wahyu-firman Allah yang diantar oleh malakat Jibrl kepada Nabi Muhammad Saw; Begitu beliau Nabi Saw.  menerima wahyu segera beliau sampaikan kepada sahabat dan orang yang beriman kemudian beliau perintahkan untuk  ditulis wahyu yang turun itu sekaligus belaiu meminta mereka supaya menghafalkannya luar kepala. Karena proses inilah maka Allah berfirman di dalam hadis Qudsi sebagai berikut:

5109عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ الْمُجَاشِعِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ذَاتَ يَوْمٍ فِي خُطْبَتِهِ أَلَا إِنَّ رَبِّي أَمَرَنِي  إِنَّمَا بَعَثْتُكَ لِأَبْتَلِيَكَ وَأَبْتَلِيَ بِكَ وَأَنْزَلْتُ عَلَيْكَ كِتَابًا لَا يَغْسِلُهُ الْمَاءُ تَقْرَؤُهُ نَائِمًا وَيَقْظَانَ(رواه مسلم5109  )

Artinya: “Dari ‘Iyadh ibnu Himar al-Mujasyi’i  bahwa Rasulullah Saw. bersabda dalam khutbahnya bahwa Tuhan menurunkan wahyu: “Aku membangkitkan  kamu (menjadi Nabi) untuk mengujimu dan teruji olehmu dan Aku menurunkan   kepadamu suatu kitab yang tidak dapat dibasuh oleh air,  kamu membacanya waktu tidur maupun waktu jaga(HR Muslim  no.5109)

*     Al-Quran persis seperti yang diucapkan Rasulullah Saw. itu dihafalkan oleh para sahabat bahkan seluruh umat Islam seluruh dunia minimal saat shalat mereka  ada yang menghafal banyak-banyak ada yang secukupnya saja).

* Z.A.‘Abbas dalam bukunya Peri hidup Muhammad Saw.(1956:i/687) mencatat bahwa pada tahun ke-4 Bi’tsah atau 614M, ‘Umar masuk Islam karena mendengar langsung bunyi Al-Quran dan membaca sendiri catatan Al-Quran di rumah Fathimah  adiknya. Artinya Al-Quran itu sudah ditulis sejak masa permulaan turunnya.

*   ‘Abdus Shabur Syahin dalam Tarikhul Quran mencatat nama-nama 43 orang penulis wahyu.

* Muhammad ‘Ali ash-Shabuni dalam kitabnya At-Tibyan (1980:47) mencatat bahwa sahabat penghafal Al-Quran (Al-Huffazh) yang gugur mati syahid di pertempuran Yamamah dan Bi`ru Ma’unah berjumlah 140 orang, sehingga para penghafal Al-Quran yang tidak gugur jumlahnya jauh berlipat ganda.

*Kitab Al-Itqan susunan As-Suyuthi (1973:I\50) mencatat bahwa Zaid ibnu Tsabit ikut menyaksikan ulangan Al-Quran oleh Jibril kepada Rasulullah Saw. yang terakhir dan ikut mengoreksi sekaligus menguji kebenaran catatan Al-Quran  yang dia tulis, sehingga Zaid inilah yang ditunjuk menjadi ketua panitia Pembukuan  Al-Quran menjadi satu buku atau Mushaf  yang pertama oleh Abu Bakar th.12H=633M dan oleh ‘Utsman ibnu ‘Affan untuk pembukuan Al-Quran yang kedua th. 25H=646M.

*  Shubhis Shalih dalam kitabnya Mabahits (1972:68) menyatakan bahwa dalam melaksanakan tugas pembukuan Al-Quran  panitia Pembukuan Al-Quran di jaman Abu Bakar dahulu itu sudah bekerja keras  dan sangat ketat berpegang teguh kepada bunyi hafalan para penghafal Al-Quran dengan bunyi yang mutawatir,   kemudian diperkuat oleh tulisan para penulis wahyu.  Shubhis-Shalih juga mencatat bahwa ‘Utsman dalam pelantikan Panitia Pembukuan Al-Quran itu mewanti-wanti bahwa jika timbul perbedaan pendapat tentang bunyi isi Al-Quran yang ditulis maka semua harus kembali kepada bacaan dialek Quraisy (seperti tertulis di bab di atas):

عَنْ أَنَسٍ قَالَ عُثْمَانُ لِلرَّهْطِ الْقُرَشِيِّينَ الثَّلَاثَةِ إِذَا اخْتَلَفْتُمْ أَنْتُمْ وَزَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ فِي شَيْءٍ مِنَ الْقُرْآنِ فَاكْتُبُوهُ بِلِسَانِ قُرَيْشٍ فَإِنَّمَا نَزَلَ بِلِسَانِهِمْ فَفَعَلُوا ذَلِكَ (رواه البخاري3244)*

Artinya: “Dari Anas dia berkata: ” ‘Utsman berpesan kepada ketiga mereka yang dari Quraisy: “Jika kalian berselisih sesuatu tentang Al-Quran dengan Zaid ibnu Tsabit, maka tulislah yang dari lidah Quraisy, sebab Al-Quran itu diturunkan dalam dialek  Quraisy” kemudian mereka laksanakan seperti itu”(HR Bukhari  no.3244).

           Sesudah  itu  ‘Utsman memerintahkan Panitia untuk  membuat naskah yang sama untuk dikirim ke seluruh kota besar sekaligus memerintahkan pembakaran terhadap naskah-naskah selain mushaf  yang ditulis oleh Panitia Pembukuan kedua ini. Namun muncul kemudian riwayat bahwa naskah Ibnu Mas’ud dan Ubay masih belum dilenyapkan.  Walaupun demikian  para ulama sepakat bahwa Mushaf Al-Quran yang sah ialah mushaf yang memenuhi 3 syarat, sepert tertuls  di atas  yaitu: Mutawatir,Cocok dengan Mushaf Usmani, benar nafwu sharafnya dalam bahasa Arab.

* Abu Bakar Aceh di dalam bukunya Sejarah Al-Quran (1956:25) mengutip catatan bahwa para ulama sudah melakukan penelitian yang sangat jeli dan rinci sekali  bahkan jumlah huruf  tulisan naskah  Al-Quran itu sudah dihitung  ada 325.345 huruf, yang terbanyak ialah huruf Alif=48.772 buah sedangkan  yang paling sedikit ialah huruf Zha`=642 buah.

 * Hampir semua negara Islam mempunyai mushaf Al-Quran Pusaka dan  Negara  Republik Indonesia sudah membuat Al-Quran-Pusaka berukuran Raksasa  2×1 meter penulisan kalimat pertama dilakukan oleh Presiden dan Wakil Presiden tg.23 Juni 1948M=17 Ramadhan 1369H, penulisan seluruh mushaf selesai tg.15 Maret 1960=17 Ramadhan 1381H.

* Sekarang ini naskah bunyi bacaan dan tulisan  Al-Quran sudah disimpan di dalam CD,DVD,HP,Tablet,Laptop, Komputer, Internet yang dapat dibaca bunyi yang fasih suaranya dapat didengarkan sangat keras melalui alat pengeras suara dan Insya Allah bunyi suara itu sangat sesuai dengan bunyi yang diucapkan Rasul Saw. 17 Ramadhan tahun ke 41 kelahiran Nabi Saw. atau 6 Agustus 610M sampai 3 Rabiulawal 11 H atau 30 Mei 632M dahulu.

* Kini sekitar 1.200.000.000,-  umat Islam seluruh dunia  saat shalat semuanya membaca Al-Quran dari Mushaf ‘Utsmani persis logat Rasulullah Saw. di jaman beliau masih hidup dahulu dan tidak ada sedikitpun orang yang di dalam shalatnya  membaca Al-Quran di luar Mushaf ‘Utsmani dan Al-Quran yang dibaca oleh sekian milyar orang Islam inilah yang disebut Al-Quran yang benar mutawatir, barang siapa membaca Al-Quran diluar Mushaf- Utsmani shalatnya tidak sah.

               Adapun yang disebut Mutawatir ialah suatu fakta indrawi yang disiarkan secara umum, dari sumber primernya berjumlah  banyak sekali, sangat meyakinkan, berlangsung jumlah  yang meyakinkan itu pada setiap eselon, generasi demi generasi susul menyusul, tidak mungkin mereka bersepakat untuk berbohong. Contohnya ialah wajibnya shalat lima waktu, puasa Ramadhan, penyebaran bunyi Al-Quran, shalat Hari Raya.

         Terhadap Nasr Abu Zaid, Muhammad Arkoun dan kelompok JIL atau JIM yang hendak menerbitkan Al-Quran Edisi Kritis, mengikuti mushaf Ubay ibnu Ka’ab atau Mushaf Ibnu Mas’ud atau naskah lain yang tidak cocok dengan   Mushaf ‘Utsmani  yang diketemukan di Yaman oleh orang Orientalis-Barat  yang  terlewat tidak dibakar oleh  khalifah ‘Utsman pada jaman dahulu itu; Maka sudah dijawab oleh para ulama  beberapa abad yang lalu, sebagaimana dikutip oleh Ugi Suharto dalam makalahnya Gugatan terhadap Otoritas Mushaf ‘Utsmani:

*Ar-Razi menyatakan bahwa jika naskah Ibnu Mas’ud itu berbeda dari Mushaf Ustmani maka hadis  yang meriwayatkannya  itu tidak sah;

* Ibnu Hazm menyatakan  riwayat tersebut  itu adalah dusta alias bohong.

* Al-Bazzar mengatakan bahwa tidak ada seorang sahabatpun  yang mengikuti Ibnu Mas’ud.

*Lebih dari itu semua maka ‘Alqamah, Al-Aswad, Masruq, Abu Wa`il, Asy-Syaibani, Al-Hamdani dan semua murid Ibnu Mas’ud yang lain tidak ada yang meriwayatkan  bahwa Mushaf Ibnu Mas’ud berbeda dari mushaf sahabat yang lain.

      Adapun riwayat yang menerangkan bahwa  Mushaf Ubay atau Mushaf ‘Ali ibnu Abi Thalib bertentangan dengan mushaf para sahabat (seperti yang dihimpun oleh Abu Bakar dan ‘Utsman), maka  riwayat-riwayat itu jika seandainya benar paling tinggi nilainya adalah hadis Ahad (tidak ada saksinya)tetapi ada kemungkinan riwayat itu Syadz (aneh bin ajaib), Maudhu’ (rekayasa bohong) atau Mudraj (sesuatu yang dari luar diselip-selipkan kedalamnya), sehingga tidak mungkin dapat mengalahkan riwayat Mutawatir yang nilainya terlalu kuat shahih dan benar, yang menjadi asas landasan pembukuan Mushaf ‘Utsmani.

       Adapun  Hadis Ahad ialah hadis yang sumber  informannya hanya satu-dua orang dan penyebarannyapun juga melalui satu dua orang saja.

            TM.Hasbi menukil Kitab Nuzhatun Nazhar halaman 32 bahwa  seluruh ulama sepakat bahwa bunyi bacaan dan tulisan Al-Quran yang menjadi payung seluruh ajaran Islam ialah data dan fakta Al-Quran dan hadis yang nilainya Mutawatir dan siapa yang meragukan data yang Mutawatir  itu hukumnya kafir!!!

            Oleh karena itulah maka kelompok jaringan yang ingin menerbitkan Al-Quran Edisi Kritis, nyaris viver pericoloso, nyrempet-nyrempet  gelar kafir, sebab tidak percaya kepada hadis yang nilainya Mutawatir dan lebih percaya kepada pendapat kaum orientalis Barat.

 3  Bahasa Arab Al-Quran menjadi mukjizat umat Islam

            Allah Ta’ala sendiri sudah menegaskan bahwa Al-Quran itu ialah kitab suci yang menggunakan bahasa Arab, sebaliknya yang menggunakan bahasa selain bahasa Arab itu tidak dapat disebut Al-Quran. Al-Quran harus menggunakan bahasa Arab ini Allah menyebut berkali-kali termaktub  dalam Al-Quran pada  banyak tempat, yaitu:s16a103;s41a44;s12a2;s.13a37;s20a113; s39a28;s41a3;s43a3; s46a12 (s=surat; a=ayat):

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ(2)(يوسف)

Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”(s 12 Yusuf 2)

          Al-Quran S.41 Fushshilat 44 sendiri sudah menjawab uneg-uneg orang kafir yang menginginkan supaya Al-Quran menggunakan selain bahasa Arab, maka jawabnya ialah bahwa Nabi Muhammad  adalah orang Arab dan masyarakat yang dihadapinya juga  orang Arab yang berbicaara dalam bahasa Arab bagaimana mungkin  Al-Quran diturunkan dalam  bahasa asing yang tidak difahami diri Nabi dan masyarakat Arab. Oleh karena itulah para ulama mewajibkan menyertakan teks asli Al-Quran yang berbahasa Arab untuk siapapun juga  yang menterjemahkan  Al-Quran ke dalam bahasa apa saja.

            Dari catatan sejarah  tercatat bahwa bahasa Arab yang dipergunakan wahyu untuk Al-Quran  yang menjadi bahasa kaum Quraisy jaman  tahun 610 sampai 632 Masehi itu ternyata bahasa Arab ini  masih hidup, mudah difaham sampai sekarang dan Insya Allah sampai hari Qiyamat.

 *Penyusun buku Bey Arifin Kontra Yusuf Roni (1976:58) menyatakan bahwa seluruh bahasa di dunia ini kecuali bahasa Arab, selalu akan mengalami perkembangan dan bahasa yang terdahulu berangsur-angsur akan menjadi usang akhirnya mati tidak dapat dimengerti lagi oleh masyarakat. Bey Arifin berkata: “Maaf kalau diumpamakan Yesus dan Nabi Musa lahir ke dunia lalu berpidato (dalam bahasa jaman Purba), akan terbengong-bengong sebab tidak seorangpun manusia yang mengerti, tetapi kalau Nabi Muhammad  Saw. muncul di permukaan bumi lalu berpidato dengan bahasa Arab abad ke-vii Masehi itu, maka lebih dari 300 juta manusia akan mengerti. bukan hanya bangsa Arab, tetapi juga saya bangsa Indonesia”.

*Prof DR.Nur Chalis Majid MA, dalam kuliah umunya di UNMUH Sidoarjo beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa dalam perpustakaan-perpustakaan besar di dunia, buku-buku  yang berbahasa Arab adalah yang paling banyak pembacanya. Sebab  buku-buku berbahasa Arab yang ditulis ribuan tahun yang silam sampai sekarang semuanya masih dapat dibaca dan bisa difahami, karena bahasa Arab itu tetap hidup dan  mudah dimengerti. Sedangkan buku yang tidak berbahasa Arab yang ditulis lebih lama lebih kuno buku tersebut makin sulit dibaca dan tidak dapat difahami, bahkan banyak sekali buku yang menggunakan bahasa yang mati tidak dapat dibaca, tidak dapat difahami lagi harus disimpan menjadi warisan jaman purba.

     Tetapi buku-buku yang berbahasa Arab seperti rekaman  syair-syair jaman Jahiliyah sampai semua kitab yang berbahasa Arab tetap masih dapat dibaca dapat difahami sehingga sangat mempesona para  pecinta buku, tercatat sebagai berikut:

* Sebagaimana  yang terurai dalam bab ii di atas  contohnya sbb:

ومن لا يذذ عن خوضه بسلاحه  (*) يهدم ومن لايظلم الناس يظلم

  Artinya: “Siapa yang tidak mampu mempertahankan sumurnya dengan senjata dia, maka akan dibinasakan, siapa yang tidak mau berbuat zalim kepada orang lain, maka dia akan dizalimi”(Az-Zauzani 1958:88).

         Jika syair-syair Arab Jahiliyah masih bisa difahami, maka  selain masih dapat difahami secara harfiyah, maka Al-Quran sudah dijaga oleh pagar besi,  apa yang disebut dengan ‘Ulumul Quran, yaitu ilmu-ilmu bagaimana cara membawa, membaca, mengartikan dan menafsirkannya dari terjemah yang paling sederhana sampai penafsiran secara majazi bahkan  filosufis penuh flsafat. Kitab Al-Itqan (1973:1\7) mencatat 80 cabang disiplin ilmu dan di dalam kitab At-Takhbir mencatat ada 300 macam disiplin ilmu di dalam ‘Ulumul Quran atau Ilmu Tafsir Al-Quran semua merupakan benteng tembok beton yang menjaga originalitas dan keaslian Al-Quran mulai dari tulisan,makhraj (bunyi tiap huruf) , terjemah, sampai penfasirannya jangan sampai menyebal dari kehendak Allah. Memang Allah sendiri yang menjaganya, Allah berfirman di dalam Al-Quran:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ(9)(الحجر)

Artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”(s15a9).

  1. Bagaimana dengan Bibel?

          Bibel (Alkitab) itu terdiri dari kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kitab Perjanjian Lama ialah tulisan-tulisan yang dianggap suci sebelum lahirnya Yesus  dan Kitab Perjanjian Baru ialah tulisan yang dianggap suci sesudah kelahiran Yesus.

          Menurut kepercayaan  kaum Nasrani, maka Bibel(Alkitab) itu walaupun ditulis oleh siapa saja,  sebenarnya tulisan itu bukan karya dari orang yang menulis itu sendri. 

*  De Katholieke Encyclopaedie  terbitan 1950 dibawah titel Bybel (1950:B\492)  mencatat bahwa pengarang-pengarang ketika menulisnya demikian dipengaruhi oleh jiwa-Nya sehingga dalam arti yang sebenarnya pekerjaan itu bukanlah karyanya sendiri, tetapi seluruhnya dan sepenuhnya karya Allah. Gereja Katholik meyakini bahwa bahan-bahan itu suci, karena ditulis dibawah pengaruh Jiwa Suci(Roh Kudus) dan Allah yang menjadi penulisnya.

         Kepercayaan tersebut mendapat  sanggahan dari para peneliti Nasrani sendiri sebagaimana dicatat oleh Prof Abu Zahrah dalam bukunya Agama Masehi Terj.Hanafi (1960:57) :

* Eikhoorn – Vicaris Jerman (1327M) menyatakan bahwa di jaman awal terdapat satu risalat sebagai  Injil asli dan tidak semua hal ihwal Al-Masih ditulis disitu dengan  tertib.

*Scheiermacher berkata bahwa mula-mula catatan Injil itu banyak sekali, lalu Matius, Markus, dan Lukas menyusun dari catatan-catatan itu.

*Gleseler berkata bahwa Injil-Injil itu setelah melalui masa perkembangan kemudian baru merupakan bentuknya yang sekarang ini.

*Straus dalam bukunya Leben Yesus menulis bahwa Injil-Injil itu ialah dongeng-dongeng yang dibikin oleh Jemaat Nasrani Kuno.

*Bruno Bauer mengatakan bahwa asalnya Injil-Injl itu dari dugaan-dugaan dan pendapat Markus, lalu Lukas, Matius dipakai dengan tafsirannya masing-masing.

@        Kitab Perjanjian Lama sebenarnya adalah kitab suci kaum Yahudi yang mestinya ditulis dalam bahasa  dan aksara Ibroni Purba sejenis huruf Hiroklif atau huruf Phoenesia. Kitab ini hampir seluruhnya merupakan sejarah bangsa Israil.

*Tercatat bahwa naskah-naskah Kitab Perjanjian Lama  aslinya dibakar oleh Nebukadnezar th. 587 SM raja Babilonia.

* Pada th. 457 SM oleh Uzair ditulis kembali dengan bahasa dan aksara Kildania menurut seingatnya.

*Tulisan Uzair ini pada tahun 170 SM dibakar oleh Anthioks raja Syria dan tindakan yang sama dilanjutkan oleh Titus raja Romawi.

*Tahun 130 SM orang Yahudi hanya berpegang kepada Septuaginta terjemahan dalam bahasa Yunani, tahun 254 M teks asli  Septuaginta sendiri juga tidak diketemukan lagi pada yaitu jaman Origenes,Selanjutnya yang ada hanya salinan-salinannya.

*Bahkan kemudian timbul kekalutan dan kerancuan akibat dari huru hara  pertengkaran antara kaum Nasrani dengan kaum Yahudi, Kitab Perjanjian Lama tupun makin kisruh lagi.

*Encyclopaedie Katholieke (1950:B\502) menyatakan bahwa naskah Bibel karena tertulis sekian abad lama, maka  dia kehilangan banyak kemurniannya dan pencetakan baru serta percekcokan kaum Katholik dengan kaum Protestan menyebabkan keadaan lebih kalut lagi.

@Kitab Perjanjian Baru seharusnya ditulis dalam bahasa Ibroni Baru atau Aramia bahasa sehari-hari Yesus, Naskah Injil aslinya sudah hilang, yang tinggal hanyalah salinan dan terjemah dalam bahasa Yunani.

* Tafsir Al-Manar (tth:juz 6\296) mencatat kekisruhan terjemah demi terjemah kitab suci agama Nasrani itu, misalnya:

  Lafal Mauhamana dalam bahasa Aramia (sama dengan lafal Arab Ahmad=terpuji) diterjemah ke dalam bahasa Yunani menjadi Periclutos, disalin menjadi Paracletos (sama dengan lafal Arab Mu’azziyun= belasungkawa). Para penulis Bibel Indonesia menterjemahkannya menjadi “Penghibur” disalin dan diterjemahkan serta dicetak ulang menjadi “Penolong” disalin lagi menjadi Juru Selamat dan akan diganti-ganti terus tanpa standar baku sebab memang aslinya tidak ada.

* DR Hamka menulis dalam bukunya Pelajaran Agama Islam (1961:164) bahwa beliau mendapat undangan ke Amerika  bulan Oktober 1952 ke Yale University, New Haven USA pada perayaan  atas  selesainya pekerjaan penterjemahan Bibel dari bahasa Inggris  jaman King Jame 1612 ke dalam bahasa Inggris  Amerika 1952, sebab bahasa Inggris kuno itu sudah hampir mati tidak dapat difahami orang lagi. Prof.Hendon ketua Panitia juga memperlihatkan kepada  Hamka beberapa kitab Bibel terbitan 200, 600 dan 800 tahun yang silam, sambil memuji-muji Hamka: “Beruntunglah Tuan orang Islam, sebab Tuan mempunyai Kitab Suci  Quran yang tidak usah diperkomitekan dan dipanitiakan sebab Tuan mempunyai bahasa kitab suci yang asli dan tetap.

Bahasa-bahasa jaman purba sudah punah semua

          Saat ini ada sekitar 6.000 bahasa yang masih digunakan di seluruh dunia, namun, menurut Unesco –badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi masalah pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya, maka sekarang  sebagian besar dari jumlah tersebut sudah  punah  atau hampir mati,yaitu bahasa yang digunakan oleh hanya kurang dari 10.000 pengguna bahasa .

 Jika PBB terdiri dari 150 negara anggota, maka sebagai contoh Indonesia saja. 

        PBB (UNESCO) urusan Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan sebanyak 3.000 dari 6.000 bahasa di dunia hampir punah stengah mati, sebagian besar merupakan milik etnis minoritas.

“Hampir 50 persen hampir punah, terutama bahasa suku atau etnis minoritas,” kata mantan Direktur (Republika.co.id).

Seminar internasional “Penggunaan bahasa daerah” Sheldon mengatakan bahwa dari 6.000 bahasa di dunia tersebut sebanyak 40 persen hampir punah dan hanya 10 persen yang aman.

Khusus di wilayah Asia, dari 2.303 bahasa, 879 bahasa terancam atau hampir punah. Sedangkan di Asia Tenggara, dari 1.253 bahasa, sebanyak 527 bahasa terancam atau hampir punah. Data ini dapat dilihat lebih rinci di ‘ethnologue languages of the world.

Pengertian hampir punah adalah orang tua tidak menggunakan bahasa tersebut. Sedangkan terancam artinya bahasa dikuasai orang tua, tetapi tidak digunakan dengan anak-anak mereka. Sheldon mengatakan punahnya sebuah bahasa akan menghilangkan identitas atau budaya tertentu. Karena itu bahasa daerah atau bahasa ibu harus dikembangkan atau dihidupkan lagi karena bahasa menyimpan sejarah, dan bahasa membantu pembelajaran.

Sekretaris Jendral Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ainun Naim mengatakan pengembangan bahasa daerah di Indonesia dilakukan dengan integrasi pelajaran bahasa daerah dalam muatan lokal. “Muatan lokal dengan seni dan buadaya juga sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bahasa daerah,” ujarnya.

Sumber : Antara

       

Pakar: 25 bahasa di Indonesia hampir punah.

Jakarta (ANTARA News) – Pakar linguistik dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Multamia Lauder, mencatat ada 25 bahasa di Indonesia yang  sekarat-punah, bahasa-bahasa  di daerah Maluku  Papua, Kupang, Aputai, Burumakok, Duriankere, Emplawas, Kaibobo, Kanum, Badi, Kayupulau, Kembra dan Kwerisa, Lengilu, Lolak, Melayu Bacan, Mandar, Massep, Mlap, Morori, Namla, Paulohi, Petjo, Ratahan, Salas, Taje, Tobati dan Woria, Hoti, Hukumina, Hulung, Loun, Mapia, Moksela, Naka’ela, Nila, Palumata, Saponi, Serua, Ternateno dan Te’un(Maluku dan Papua); Sebaliknya   Bahasa Jawa populasi penggunanya ada 80 juta penutur

 

 

 

*  Mulyadi Samuel AM dalam bukunya  Dokumen Pemalsuan Bibel dari  halaman 29 dan seterusnya., menghimpun 564 contoh kontradiksi apa yang tertulis di dalam Alkita-Bibel. Jika seandainya Bibel itu seluruhnya dan sepenuhnya karya Tuhan, maka Tuhannya kaum Nasrani yang menulis Bibel itu  sudah ditempeli sifat negatip, paling sedikit sudah membuat 564 macam kekisruhan dan pertentangan antar ayat-ayat suci Alkitab-Bibel.

*Para  pakar tafsir Katholik Lembaga Biblika Indonesia meragukan Injil Matius 12:47 Kitab Perjanjian Baru,  terbitan Arnoldus Ende, Flores NTT dalam catatan kaki halaman 41, tercatat bahwa ayat ini tidak asli, sebab naskah yang baik tidak memuat ayat ini.

        Disebabkan karena kitab Bibel itu amburadul sehingga  sudah tidak dapat dijadikan pedoman agama, maka timbul gerakan untuk mengunggulkan apa yang disebut HERMENEUTIKA, yaitu suatu metode cara menggali maksud  yang sebenarnya dari  pengarang-pengarang kitab Bibel itu. Tetapi menurut pengamatan DR. Ugi Suharto  (ISID Gontor 24/4/2003,h.13) daaaalam Hermeneutika  ada 5 aliran, yaitu aliran-aliran Schleiermacher, Betti, Hirsche, Gadamer,  Dilthey dan Heidegger. Masing-masing aliran lebih cenderung kepada dasar-dasar subyektif yang satu mengatakan bahwa kebenaran itu terletak pada akal pengarang yang lain mengatakan bahwa kebenaran itu terletak pada konteks sejarah ketika teks itu ditulis. Akibatnya kebenaran itu menjadi kabur menjadi 5 aliran, apakah semua benar atau sebagian benar atau bahkan semua itu salah, tidak benar seluruhnya.

                 Tokoh-tokoh hermeneutika kini sudah berhasil merayu  para pakar Islamologi untuk memaksakan  ilmu hermeneutika ini kepada Al-Quran. Usaha mereka perlu diwaspadai  secara jeli dan teliti sebab ujung cita-cita mereka ialah hendak mengganti Al-Quran yang sekarang diganti dengan Al-Quran Edisi Kritis (QUEK) senada dengan usaha George Soros pengarang The True Furqan (Al-Furqanul Haq) dari Amerika itu dan mereka juga berusaha untuk melecehkan seluruh kitab tafsir Al-Quran sejak jaman Salafus-Shalih sampai jaman mutaakhirin ini semuanya. Na’udzu billah min dzalik!!!

          Hermeneutika oleh arsiteknya memang dimaksud untuk mencari  isi akal pengarang Bibel yang naskahnya tidak asli lagi itu, maka dari itu hermeneutika tidak dapat dipakai untuk meneliti Al-Quran yang teks aslinya masih ada otentik, asli, orisinil. Ilmu Hermenetutika hanya  dapat dipakai untuk meneliti isi akal dan niat pengarang Teks Al-Quran Palsu yang tidak sama dengan Al-Quran yang sudah mutawatir dihafal oleh milyaran umat manusia di dalam shalat maupunn di luar shalat mereka sejak jaman awal  Islam sampai sekarang ini yang bunyinya diyakini persis sama dengan yang diucapkan oleh Nabi Muhammad Saw. dahulu.

 

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ(البقرة147)

Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu(s2 Al-Baqarah 147).

Internet: https://pondokquranhadis.wordpress.comEmail:pondokilmu7@gmail.com

Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com–,Email:h.imam.muchlas.@gmail.com

 

 

 

 

 

 

Hukum Islam   terhadap  Seni Budaya

Al-Quran S34 Saba` 2-13

وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌ وَأَسَلْنَا لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَمَنْ يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ () يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ (سباء 12-13)

  1. Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.
  2. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih.
  3. Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan”(s34a Saba` 12-13)

Tema dan  sari tilawah

  • Nabi Sulaiman mendapat nikmat yang luar biasa dari Allah.
  • Sulaiman menguasai angin, hewan, makhluk jin dll.
  • Keraton Nabi Sulaiman dihiasi dengan hiasan yang sangat indah, sangat kaya dengan seni budaya yang sangat
  • Allah menyuruh keluarga Dawud ini supaya bersyukur.
  • Banyak manusia yang enggan bersyukur.

Masalah dan analisa jawaban

  • Bagaimana gambaran indahnya seni arsitektur dalam kraton Nabi Sulaiman: Jawaban hipotetis: Seni arsitektur Kraton Nabi Sulaiman sungguh luar biasa sngguh sangat indah sekali.
  • Bagaimana kedudukan hukum Islam terhadap  Seni pahat dan cabang-seni yang lain? Jawaban hipotetis; Islam memandang  Seni-dan cabang-cabang seni  itu dilihat dari segi  untung rugi dunia akhirat, jika  ada  untung dicapai, jika  rugi dijauhi.
  • Bagaimana seharusnya umat Islam sekarang? Jawaban hipotetis: Kita diberi kesempatan untuk menikmati Seni-dan Budaya, tetapi kita wajib memilih mana Seni&budaya yang membawa ke jalan kesengsaraan dunia akhirat, mana yang membawa ke jalan ke kebahagiaan surga dunia-akhirat.
  • Pendalaman dan penelitian

BAB     SATU

Seni Budaya dalam kraton N.Sulaiman

      Bagaimana gambaran indahnya seni arsitektur  dalam kraton Nabi Sulaiman: Jawaban hipotetis: Seni arsitektur Kraton Nabi Sulaiman sungguh luar biasa sangat indah sekali

# Istana Nabi Sulaiman

          Istana Nabi Sulaiman sangat indah sekali; Dibangun dengan gotong royong manusia, hewan, dan jin. Dindingnya terbuat dari batu pualam, tiang dan pintunya dari emas dan tembaga, atapnya dari perak, hiasan dan ukirannya dari mutiara dan intan, berlian, tamannya ditaburi mutiara, taman air yang sangat bening, ditutupi kaca yang sangat bening, kinclng-kinclong.

#Nabi  Sulaiman menguasai alam jin, binatang dan lain-lain

          Nabi Sulaiman dianugerahi Allah rahmat kebijaksanaan sejak remaja. Ia juga memiliki berbagai keistimewaan, termasuk mampu  berbicara dan memahami bahasa hewan  dan Allah menuagerahkan rahmat-Ny semua makhluk ini mengikuti perintahnya.  Allah berfirman:

وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ عِلْمًا وَقَالَا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَى كَثِيرٍ مِنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ (15) وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ (16) وَحُشِرَ لِسُلَيْمَانَ جُنُودُهُ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ (17)(النمل)

“…dan sesungguhnya Kami telah memberikan ilmu kepada Daud dan Sulaiman dan keduanya mengucapkan; segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dan banyak hambanya yang beriman, dan Sulaiman telah mewarisi Daud dan dia berkata; Wahai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya semua ini benar-benar satu anugerah yang nyata.Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya  dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan”(S27 An-N aml 15-17).

        Allah juga  telah menganugerahkan rahmat kepada Nabi Sulaiman  selain ilmu bahasa  hewan, semut, burung, angin  jin, dan makhluk lain ditaklukkan Allah tunduk  taat   kepada Nabi Sulaiman tgdetapi uga  semua dapat disuruh melakukan apa saja, seperti mengelola  tembaga cair yang selalu keluar dari perut bumi untuk dijadikan peralatan, jin  disutuh mencari  mutiara dan benda-benda  ajaib di dalam laut untuk membangun istana, benteng, patung-patung, piring-piring besar dan macam-macam tungku.Dengan  demikian  telah dibangun kolam yang ditutup dengan kaca yang sangat bening sampai-sampai Ratu Bilqis terjebak, kecele oleh  kolam yang dkiranya air, ternyata  kolam itu sudah  ditutup dengan kaca yang sangat bening,

 Dicatat oleh  Al-Quran sbb:

“ Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjanglah umur mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya. Maka apakah mereka yang menang?)S21 Al-AQnbiya` 44).

  1. Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.
  2. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih.
  3. Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan”(S34 Sab a` 12-14).
  4. maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kami lah yang melakukannya.
  5. Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).
  6. Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.
  7. Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu; dan adalah Kami memelihara mereka itu”(S2 Al-Anbiya`79-82).

Nabi Sulaiman bersyukur atas nikmat Allah

        Nabi Sulaiman  walaupun telah mendapat nikmat dari Allah, sebagai nabi utusan Allah, sebagai raja yang tidak ada duanya di dunia, mempunyai bawahan manusia dan jin, serta makhuk hewan, sampai angin semua tunduk patuh kepada Nabi Sulaiman, nikmat yang tidak ada bandingnya diatas seluruh umat manusia ini maka Nabi Sulaiman  tidak merasa  bangga sama sekali tidak menyombongkan diri, tetapi tetap bersyukur kepada allah, sebab semua itu karena anugerah Allah, Al-Quran mencatat  sbb:

 فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ (19)(النمل)

.”maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”(S27 An-Naml 19) (s27 An-Naml 40).   

BAB    DUA

Hukum    Seni budaya dalam Islam

 Bagaimana kedudukan  hukum Islam terhadap  Seni pahat dan seni-seni yang lain ? Jawaban hipotetis; Islam memandang  Seni-ahat sampai seni drama itu dilihat dari segi  untung rugi dunia akhirat, jika  ada  untung dicapai, jika  rugi dijauhi.

Persoalan  pertama:

 (I)   Hukum Islam dan  masalah seni pahat,seni lukis

Allah menciptakan alam semesta ini disediakan untuk hidup manusia (Qs45a13-s2a29) tugas manusia menjadi khalifah Allah di bumi. mencakup tugas  untuk memakmurkan  bumi dalam arti seluas-luasnya (Qs11a61).

        Dari tugas  tersebut maka manusia diberi akal dan hati serta kesempatan untuk mengembangkan IPTEK  yang di dalamnya terdapat seni dan budaya.

         Diantara  ayat  Al-Quran yang sangat erat kaitannya dengan  seni budaya ialah  Al-Quran s34 Saba`12-13,S3 Luqman 6,S28 Al-Qashash 55,  S6  Al-An’am 32, S29 Al-‘Ankabut 64 dan beberapa yang lain.

Untuk sementara kita ambil Qs34a12-13 dan Qs6a31, yaitu:

@ QS34 Saba` 12-13 (terurai di atas) singkatnya ialah:

~~ Keraton Nabi Sulaiman dihiasi dengan hiasan yang sangat indah, sangat kaya dengan seni&budaya yang   tinggi,

@Masalahnya ialah: Bagaimana hukum menyaksikan dan terlibatnya pelaku seni dan budaya itu menurut Islam?

      Di dalam Al-Quran dan hadis banyak nash yang melarang orang Islam terlibat atau – dan menyaksikan  beberapa  jenis seni-budaya karena dikawatirkan  para  pecandu seni itu menjadi terhanyut-(lebih ekstremnya) “lupa daratan” sehingga menyebabkan dia  melalaikan ibadah, oleh karena itu sebagian ulama  menetapkan haram sebagian ulama lagi membolehkan, untuk terlibat dan menyaksikan acara “seni&budaya” ini, yaitu:

@ Kitab Silsilatut Tafsir (18h84),  Musthafa al-‘Adwi dan juga kitab-kitab lain  mencatat  hadis Nabi Saw  berikut:

(1) Azab yang berat atas  Pelukis, Pemahat patung

(1)عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ  الْمُصَوِّرُونَ(رواه البخاري : ٥٤٩٤ و  مسلم : ٣٩٤٣)

“Dari ‘Abdillah berkata; Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat kelak adalah pelukis dan pemahat patung” (HR. Bukhari no. 5494; 5495 dan Muslim no. 3944).

(2) Pelukis, pemahat patung ditunutut memberi nyawa gambarnya

(3)عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ………. وَمَنْ صَوَّرَ صُورَةً عُذِّبَ وَكُلِّفَ أَنْ يَنْفُخَ فِيهَا وَلَيْسَ بِنَافِخٍ (رواه البخاري : ; : ٥٤٩٥  و ٦٥٢۰)

        “Dari Ibnu Abbas dari Nabi Saw bersabda; “Barangsiapa ………, barang siapa menggambar ia akan disiksa dan dipaksa untuk menghidupkannya padahal tidak mampu (HR. Bukhari no. 6520).

(3) Patung harus dilenyapkan

  عَنْ أَبِي الْهَيَّاجِ الْأَسَدِيِّ قَالَ قَالَ لِي عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ (رواه مسلم : ١٦۰٩)

“Dari Abul Hayyaj Al Asadi ia berkata, Ali bin Abu Thalib berkata; “Maukah kamu aku utus sebagaimana Rasulullah Saw telah mengutusku? Hendaklah kamu jangan meninggalkan patug-patung kecuali kamu hancurkan, dan jangan pula kamu meninggalkan kuburan kecuali kamu ratakan” (HR. Muslim : 1609).

(4) Membuat patung(gambar)benda tidak bernyawa

   عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي الْحَسَنِ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ فَقَالَ إِنِّي رَجُلٌ أُصَوِّرُ هَذِهِ الصُّوَرَ فَأَفْتِنِي فِيهَا فَقَالَ لَهُ ادْنُ مِنِّي فَدَنَا مِنْهُ ثُمَّ قَالَ ادْنُ مِنِّي فَدَنَا حَتَّى وَضَعَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ قَالَ أُنَبِّئُكَ بِمَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُورَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ و قَالَ إِنْ كُنْتَ لَا بُدَّ فَاعِلًا فَاصْنَعْ الشَّجَرَ وَمَا لَا نَفْسَ لَهُ (رواه  مسلم : ٣٩٤٥)

“Dari Sa’id bin Abu Al Hasan ia berkata; Ada seseorang yang anya kepada Ibnu Abbas dan berkata; ‘Hai Abdullah, saya ini adalah orang yang suka menggambar semua gambar ini. Oleh karena itu, berilah fatwa kepada saya mengenai gambar-gambar tersebut” Ibnu Abbas berkata kepadanya; ‘Mendekatlah kepadaku! ‘ Orang itu pun lalu mendekat. Tetapi Ibnu Abbas tetap berkata; ‘Mendekatlah lagi! ‘ Lalu orang itu mendekat lagi hingga Ibnu Abbas dapat meletakkan tangannya di atas kepala orang tersebut. Setelah itu, Ibnu Abbas berkata; ‘Aku akan menceritakan kepadamu apa yang pernah aku dengar dari Rasulullah Saw, bahwasanya beliau telah bersabda: ‘Setiap orang yang suka menggambar itu akan masuk neraka. Allah akan menjadikan baginya, dengan setiap gambar yang dibuat, sosok yang akan menyiksanya di neraka Jahanam kelak.’ Ibnu Abbas berkata; ‘Jika kamu memang harus tetap melakukannya juga, maka buatlah gambar pepohonan atau benda lain yang tak bernyawa’ (HR. Muslim : 3945).

(5) Malaikat tidak mau masuk  rumah yang ada gambar dan anjing di dalamnya

(7)عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أَبِي طَلْحَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا تَصَاوِيرُ (رواه البخاري : ٥٤٩٣)

“Dari Ibnu Abbas dari Abu Thalhah r.a. dia berkata; Nabi Saw bersabda: “Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan patung (HR. Bukhari : 5493 dan  Bukhari,no.2986).

(6)Meniru  ciptaan Allah adalah haram

(8)عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مُتَسَتِّرَةٌ بِقِرَامٍ فِيهِ صُورَةٌ فَتَلَوَّنَ وَجْهُهُ ثُمَّ تَنَاوَلَ السِّتْرَ فَهَتَكَهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُشَبِّهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ (صحيح مسلم : ٣٩٣٦,  , البخاري : ٥٤٩٨))

“Dari ‘Aisyah ia berkata; “Pada suatu ketika, Rasulullah Saw masuk ke kamar saya, sedangkan pada saat itu saya menutupi kamar dengan kain tipis yang bergambar. Maka berubahlah raut wajah beliau dan langsung mengambilnya kemudian merobeknya. Lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat kelak adalah orang yang membuat sesuatu yang serupa dengan ciptaan Allah”(HR. Muslim no. 3936 dan Bukhari : 5498.

@ Seni pahat-atau seni lukis

       Masalahnya ialah :”Bagaimana hukum membuat suatu benda yang dapat dinilai sama dengan patung-berhala? Perbuatan ini dapat dituduh meniru pembuat patung untuk disembah.

 Para ulama berbeda pendapat  memahami  nash di atas:

Kelompok pertama:

 (1) Kaum Tekstualis beranggapan bahwa segala bentuk patung, gambar adalah usaha menyaingi kesempurnaan Tuhan dan ingin menciptakan  Idola baru- maka hukumnya ialah: haram.

(2)  Kitab Fiqhus Sunnah (3h498) mencatat bahwa membuat gambar makhluk bernyawa  hukumnya haram, sebaliknya  membuat gambar sesuatu yang tidak bernyawa,  membuat gambar di baju-pakaian  boleh.

(3) Kebanyakan aliran Islam Sunni dan alirant Islam Syiah berpendapat bahwa menggambar makhluk yang menjurus kepada lambang penyembahan berhala haram hukumnya. Alasannya ialah dhadis-hadis berkiut:

  1. Allah melaknat seniman, pelukis, pembuat patung(HR. Bukhari : 2084)
  2. b) Malaikat enggan masuk rumah yang di dalamnya ada patung (HR. Bukhari no. 2985).
  3. c) Pembuat patung akan disiksa dalam neraka  (HR. Bukhari, No. 298 dan Bukhari no. 5494  Muslim no.3944)
  4. d) Pelukis-pemahat patung dituntut  untuk memberi nyawa kepada patung atau gambarnya (HR Bukhari no.: 5506 dan Muslim no. 3946)

Kelompok kedua

@  Prof DR Quraisy Syihab dalam  makalahnya tentang Islam dan Kesnian mencatat bahwa Al-Quran mengajak manusia untuk merenungkan  keindahan alam semesta, terutama melihat  keseraisaian yang sangat indah sekali otomatisasi seluruh gerak-perubahan, evolusi segala kehidupan-makhluk hidup, aksi-reaksi  dalam ilmu kimia, antar materi dari atom  yang paling kecil sampai  benda-benda langit, bintang, galaksi yang terbesar makhluk di alam semesta ini, sebagaimana  disebut-sebut dalam Al-Quran.

  1. Al-Quran:

       Tuntunan Umum  Al-Quran  dan hadis yang dapat  meluruskan jalan hidup dalam merenungkan  seni dan kebudayaan Islam: 

(1)Keindahan alam semesta: Langit yang indah(s50a6). (2)Hiasan yang indah(s37a6-9); (3)Langit dihiasi dengan bintang-bintang(s41a12);(4)Allah yang membuat indah segala sesuatu(s32a7);(5)Manusia diciptakan dengan kondisi yang terbaik(s95a4);(6)Langit dihiasi dengan bintang bercahaya sangat indah (s67a5);(7)Ternak diciptakan dengan segala system yang sangat indah (s16a6);(8) Diciptakannya bumi,langit, siang dan malam merupakan bahan renungan yang sangat luhur(s3a190).(9) Allah memerintahkan orang shalat harus berhias(s7a31). (10) Merayakan hari raya  dengan berhias(s20a59). (11) Ternak menjadi penghibur hiasan hidup:s16a8. (12)  Berdebat harus  melalui  cara yang lebih baik(s16a125). (13) Ternak  dapat menghibur(s16a6)(14) Penyair yang beriman, beramal soleh(s26a224—227); Allah menyediakan untuk orang yang beriman (s7a32) (14)Melukis&menggambar sebagai pekerjaan hukumnya mubah-(boleh).

  1. Hadis Nabi Saw soal seni pahat, seni lukis dst

(1)    Menggambar makhluk yang tidak bernyawa  boleh

(HR. Muslim : 3945).

(2)Pelukis&mengggambar;gambarlah makhluk yang tidak bernyawa(HR. Muslim  no. 3945).

(3) Gambar   di  baju boleh (HR. Bukhari : 5501)

(4) Membuat Boneka  boleh(HR Ahmad : 24169- Ibnu Majah : 1972; AbuDaud No. 4284).

(5) Pekerjaannya  sebagai Pelukis,Tukang gambar-:Boleh; (HR. Muslim : 3945). (HR. Bukhari : 5501)

………………………………………………………………….

Analisa:

1, Larangan membuat patung atau gambar secara tegas dari Al-Quran tidak ada.

  1. Nabi melarang membuat patung: Hadis Bukhari no.5498, Bukhari no.1963;Muslim no. 1945

3.Boleh membuat gambar pada kain Bukhari no.5498, Abu Dawud no.4284;Patng kuda, boneka.

  1. Larangan membuat gambar patung yang bernyawa. 2)Pelukis&mengggambar;gambarlah makhluk tidak bernyawa-(HR. Muslim 3945).
  2. Boleh membuat-gambar syaratnya dua dimensi(rata).
  3. Boleh membuat patung – gambar setengah badan(Tidak utuh)

    Boleh membuat boneka  mainan kanak-kanak Boneka  boleh(HR Ahmad : 24169; HR Ibnu Majah : 1972. Abu Daud No. 4284).

  1. Boleh berdasarkan hikmah-kondisi situasi, inti larangan .
  2. Untuk tujuan-kepentingan IPTEK boleh.
  3. Boleh untuk hiasan, pelajaran,
  4. Boleh yang tidak bertentangan dengan akidah-hukum Islam.

Intinya Seni-Budaya yang mengajak ke neraka: Haram

 Seni Budaya yang mengajak ke surga itu boleh.

Yang diharamkan ialah :

1) Membuat patung atau gambar untuk disembah, atau  serangkaian  program yang mengarah kepada agama keberhalaan jelas haram, misalnya membuat patung Yesus, patung Budha.

2)  Apa saja yang mengajak kepada ajaran selain agama Allah untuk  mengikuti hukum kafir hukumnya haram;

3) Atau program perencanaan untuk berbuat maksiat melawan hukum Allah,   misalnya perusahaan yang terkait dengan  barang-barang haram, seperti Narkoba,  suka melengahkan  ajaran Islam, melalaikan umat Allah dari ibadah kepada Allah, jelas hukumnya adalah haram.               Masalah  gambar cetak (foto melalui kamera)

        Gambar-gambar yang dihasilkan dari alat-alat modern tidak pernah ada pada zaman dahulu dan baru dikenal  pertama kali oleh warga Inggris pada tahun 1839 M.

@ Para ulama masa kini berbeda pendapat dalam hal ini.

         Yang paling kuat adalah pendapat:   Syaikh Muhammad bin Ibrohim, Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Sholih al-Fauzan, Syaikh al-Albani, segenap anggota Lajnah Da’imah, serta yang  berpendapat haram kecuali jika ada kebutuhan yang mendesak.

# Syaikh Ibnu Baz mengatakan:Mengambil gambar makhluk yang memiliki roh (bernyawa) dengan kamera hukumnya haram, kecuali jika sangat dibutuhkan karena  kondisi darurat seperti untuk kepentingan identitas, pelaku, atau membuat SIM. Ini semua jika sangat dibutuhkan dan tidak bisa mendapatkan kartu identitas atau SIM kecuali harus dengan foto maka foto tersebut menjadi boleh karena kondisi darurat.

Catatan penting: Para ulama yang membolehkan pembuatan  foto  menetapkan syarat:

~~Foto itu bukan berupa foto yang di haramkan Allah misalnya seperti foto wanita bukan mahram, foto jorok, sronoh,  porno, foto bugil  atau  foto  yang mengandung tanda-tanda agama kafir ataupun musyrik, foto yang kaum yang melawan Hukum Allah, foto yang memuja dan mendewa-dewakan  tokoh, dan yang sejenis ini hukumnya adalah haram.

Peroalan  kedua

(Seni suara,artis, seni tari)

@   Allah berfirman di daqlam Al-Quran:

Al-Quran S3 Luqman 6

   وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ (6)(لقمان)

 ~~Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan(S31 Luqman 6). Para ulama menafsirkan istilah Lahwal Hadits dalam ayat ini dengan seni&budaya.

@  Tafsir Ath-Thabari(18h532) mencatat bahwa Sabab nuzul Qs31a6={وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ ini ialah  Nabi Saw melarang komersialisasi  penyanyi-seni suara dan yang terkait.

@ Ibnu Katsir dalam tafsirnya (6h296) mencatat bahwa Qs31a6 ini Sabab Nuzulnya ialah adanya orang-orang yang membeli budak biduanita(artis), maka menurut  Tirmidzi perbuatan ini dicap sebagai perbuatan “bathil” artinya tidak benar jadi  terlarang.

      Komersialisasi seni dan artis penyanyi haram :

Berikut hadis-hadis Nabi Saw berkaitan dengan hal ini:

  • Prasarana penyembahan berhala harus dilenyapkan

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ بَعَثَنِي رَحْمَةً وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ وَأَمَرَنِي أَنْ أَمْحَقَ الْمَزَامِيرَ وَالْكَبَارَاتِ يَعْنِي الْبَرَابِطَ وَالْمَعَازِفَ وَالْأَوْثَانَ الَّتِي كَانَتْ تُعْبَدُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَأَقْسَمَ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ بِعِزَّتِهِ لَا يَشْرَبُ عَبْدٌ مِنْ عَبِيدِي جَرْعَةً مِنْ خَمْرٍ إِلَّا سَقَيْتُهُ مَكَانَهَا مِنْ حَمِيمِ جَهَنَّمَ مُعَذَّبًا أَوْ مَغْفُورًا لَهُ وَلَا يَسْقِيهَا صَبِيًّا صَغِيرًا إِلَّا سَقَيْتُهُ مَكَانَهَا مِنْ حَمِيمِ جَهَنَّمَ مُعَذَّبًا أَوْ مَغْفُورًا لَهُ وَلَا يَدَعُهَا عَبْدٌ مِنْ عَبِيدِي مِنْ مَخَافَتِي إِلَّا سَقَيْتُهَا إِيَّاهُ مِنْ حَظِيرَةِ الْقُدُسِ وَلَا يَحِلُّ بَيْعُهُنَّ وَلَا شِرَاؤُهُنَّ وَلَا تَعْلِيمُهُنَّ وَلَا تِجَارَةٌ فِيهِنَّ وَأَثْمَانُهُنَّ حَرَامٌ لِلْمُغَنِّيَاتِ قَالَ يَزِيدُ الْكَبَارَاتِ الْبَرَابِطُ (مسند أحمد : ٢١١٩۰)

“Dari Abu Umamah    dari Nabi Saw bersabda; “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla mengutusku sebagai rahmat dan petunjuk untuk seluruh alam,

 Allah  memerintahkanku kepada Nabi Saw. untuk melenyapkan seruling, gambus, gendang dan patung-patung yang disembah dimasa jahiliyah. Rabbku Azza Wa Jalla bersumpah dengan kemuliaan-Nya, tidaklah salah seorang hambaKu meminum seteguk khomer melainkan Aku akan menggantinya dengan air neraka Jahannam yang mendidih, ia tersiksa atau mendapat ampunan, tidakah memberikannya pada seorang anak kecil kecuali Aku akan menggantinya dengan air neraka Jahannam yang mendidih, ia tersiksa atau mendapat ampunan, tidaklah seorang hamba meninggalkannya karena takut pada-Ku melainkan Aku akan meminumkannya padanya dari surga. Tidak halal memperdagangkan biduanita, membelinyanya atau mengajarinya, segala bentuk usaha komersial mereka, dan harganya, kesemuanya haram” Berkata Yazid; Al Kabarot maknanya adalah; gambus”(HR. Ahmad : 21190)

(b)Yang berbau dosa dan maksiat hukumnya Haram.

وَحَدَّثَنِي بِهِ إِبْرَاهِيمُ النَّخَعِيُّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَبِيتُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَلَهْوٍ وَلَعِبٍ ثُمَّ يُصْبِحُونَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ فَيُبْعَثُ عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ أَحْيَائِهِمْ رِيحٌ فَتَنْسِفُهُمْ كَمَا نَسَفَتْ مَنْ كَانَ قَبْلَهُمْ بِاسْتِحْلَالِهِمْ الْخُمُورَ وَضَرْبِهِمْ بِالدُّفُوفِ وَاتِّخَاذِهِمْ الْقَيْنَاتِ (مسند أحمد : ٢١٢۰٢)

 “Dari Sa’id bin Al Musayyib dan telah bercerita kepadaku Ibrohim An Nakho’i, bahwa Rasulullah Saw bersabda; “Sekelompok ummatku bermalam lengkap dengan sajian makanan, minuman dan hiburan kemudian dipagi harinya mereka menjadi kera dan anjing, kemudian dikirimlah angin ke perkampungan mereka, lalu merobohkan mereka seperti halnya telah merobohkan orang sebelum mereka karena mereka menghalalkan khomer, menabuh rebana dan memakai biduanita.” (Musnad Ahmad : 21202).

(c)Yang berbahu  syirik-adat Jahiliyah hukumnya Haram

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ بَعَثَنِي رَحْمَةً وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ وَأَمَرَنِي أَنْ أَمْحَقَ الْمَزَامِيرَ وَالْكَبَارَاتِ يَعْنِي الْبَرَابِطَ وَالْمَعَازِفَ وَالْأَوْثَانَ الَّتِي كَانَتْ تُعْبَدُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَأَقْسَمَ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ بِعِزَّتِهِ لَا يَشْرَبُ عَبْدٌ مِنْ عَبِيدِي جَرْعَةً مِنْ خَمْرٍ إِلَّا سَقَيْتُهُ مَكَانَهَا مِنْ حَمِيمِ جَهَنَّمَ مُعَذَّبًا أَوْ مَغْفُورًا لَهُ وَلَا يَسْقِيهَا صَبِيًّا صَغِيرًا إِلَّا سَقَيْتُهُ مَكَانَهَا مِنْ حَمِيمِ جَهَنَّمَ مُعَذَّبًا أَوْ مَغْفُورًا لَهُ وَلَا يَدَعُهَا عَبْدٌ مِنْ عَبِيدِي مِنْ مَخَافَتِي إِلَّا سَقَيْتُهَا إِيَّاهُ مِنْ حَظِيرَةِ الْقُدُسِ وَلَا يَحِلُّ بَيْعُهُنَّ وَلَا شِرَاؤُهُنَّ وَلَا تَعْلِيمُهُنَّ وَلَا تِجَارَةٌ فِيهِنَّ وَأَثْمَانُهُنَّ حَرَامٌ لِلْمُغَنِّيَاتِ قَالَ يَزِيدُ الْكَبَارَاتِ الْبَرَابِطُ (مسند أحمد : ٢١١٩۰)

“Dari  ‘Ali bin Yazid dari Al Qosim dari Abu Umamah dari Nabi Saw bersabda; “Sesungguhnya Allah AzzaWajalla mengutusku sebagai rahmat dan petunjuk untuk seluruh alam, Allah memerintahkanku melenyapkan seruling, gambus, gendang dan patung-patung yang disembah dimasa jahiliyah. Rabbku Azza Wa Jalla bersumpah dengan kemuliaan-Nya, tidaklah salah seorang hambaKu meminum seteguk khomer melainkan Aku akan menggantinya dengan air neraka Jahannam yang mendidih, ia tersiksa atau mendapat ampunan, tidak memberikannya pada seorang anak kecil kecuali Aku akan menggantinya dengan air neraka Jahannam yang mendidih, ia tersiksa atau mendapat ampunan, tidaklah seorang hamba meninggalkannya karena takut padaKu melainkan Aku akan meminumkannya padanya dari surga. Tidak halal memperdagangkan )komerfsialisasi)biduanita, membelinyanya atau mengajarinya, segala bentuk usaha komersial mereka, dan harganya, kesemuanya haram.” Berkata Yazid; Al Kabarot maknanya adalah; gambus(HR. Ahmad : 21190).

(d) Haram  komersialisasi  artis-biduwanita-penyanyi

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَبِيعُوا الْقَيْنَاتِ وَلَا تَشْتَرُوهُنَّ وَلَا تُعَلِّمُوهُنَّ وَلَا خَيْرَ فِي تِجَارَةٍ فِيهِنَّ وَثَمَنُهُنَّ حَرَامٌ فِي مِثْلِ هَذَا أُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ { وَمِنْ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ }(سنن الترمذي : ١٢۰٣(

“Dari Abu Umamah dari Rasulullah, beliau bersabda: “Janganlah kalian menjual budak-budak biduanita, jangan membeli, dan jangan pula mengajari mereka, tidak ada kebaikan dalam perdagangan mereka dan uang hasil penjualannya adalah haram.” Dalam perkara seperti itu diturunkan ayat: “(Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah) … hingga akhir ayat”  (Sunan Tirmidzi : 1203).

         Masalahnya ialah: Bagaimana hukumnya komersialisasi  seni suara, artis penyanyi dan apa saja yang terkait?

        Imām Asy-Syaukānī, dalam kitab Nailul Authar (j8h100) mencatat  bahwa para ‘ulamā’ berselisih pendapat tentang hukum menyanyi dan penggunaan alat-alat  musik:

     Kelompok pertama

      Kelompok pertama menyatakan bahwa Seni&budaya sekarang berbeda halnya dengan seni&budaya abad-abad yang lalu; Sekarang timbul model-model seni seperti balet, topdans,  ketoprak atau  sendra tari.

Gaya tarian abad 20 kini berkembang dengan irama-irama musik POP, dansa cahacacha, twist, breakdance, disko yang dapat meningkat menjadi tergila-gila,  digandrungi ABG, dan muda-mudi. Kemudian bagaimana?

  1. Abū Ishāk Asy-Syirāzī dalam Al-Muhadzdzab (j2h237) berpendapat: Penggunaan alat-alat permainan yang membangkitkan hawa nafsu hukumnya adalah HARAM
  2. Al-Muhāsibi di dalam kitābnya Ar-Risalah berpendapat bahwa menyanyi itu HARAM seperti harāmnya bangkai.
  3. Ath-Thursusi menukil dari kitāb Adabul Qadha`mencatat bahwa Imām Syāfi‘ī berpendapat bahwa  menyannyi itu adalah permainan makrūh atau  Bāthil (Tidak benar) lebih baik ditinggalkan dari pada dikerjakan agar dirinya lebih terpelihara dan suci. Tetapi perbuatan itu boleh dikerjakan dengan syarat ia tidak khawatir akan terlibat dalam fitnah.
  4. Murīd-murīd Al-Baghāwī berpendapat bahwa menyanyi itu harām dikerjakan dan didengar.
  5. Al-‘Izzu bin ‘Abd-us-Salām berpendapat, bahwa tari-tarian itu bid‘ah.
  6. Ulama Hanafiyah menyatakan bahwa nyanyian yang diharamkan itu adalah nyanyian yang mengandung kata-kata yang tidak baik (tidak sopan).

@Adapun nyanyian yang memuji keindahan bunga, air terjun, gunung, dan pemandangan alam lainya maka tidak ada larangan sama sekali.

  1. Ulama` Hanbaliyah mengatakan bahwa tidak boleh menggunakan alat-alat musik, seperti gambus, seruling, gendang, rebana, dan yang serupa.
  2. Ibnu Hajar menukil pendapat Imām Nawawī dan Imām Syāfi‘ī yang  mengatakan bahwa menyanyi dan main musik karena terlalu terikat oleh adat berbuat maksiat dan dosa maka hukumnya haram. Paling ringan ialah Makruh Tanzih.

@   Imām Syaikh-ul-Islam, Ahmad Ibnu Taimiyah (wafat tahun 1328 M) dalam kitabnya yang berjudul Ar- Risālah fī Simā‘i war-Raqs was-Surākh. Beliau menentang keras seni tari.

 (3) Abū Ishāk Asy-Syirāzī dalam kitāb Al-Muhadzdzab (J2h23) menyatakan haram  menggunakan alat sarana yang membangkitkan hawa nafsu.

(4) Ath-Thursusi menukil dari kitāb ADAB-UL-QADHA bahwa Imām Syāf‘ī berpendapat menyannyi itu adalah permainan makrūh yang menyerupai pekerjaan bāthil (yang tidak benar). Orang yang banyak mengerjakannya adalah orang yang tidak beres pikirannya dan ia tidak boleh menjadi saksi.

(5)  Al-Nanawi mengatakan dalam kitābnya: ASY-SYARHUL-KABĪR bahwa menurut mazhab Syāfi‘ī menyanyi adalah makrūh tanzīh yakni lebih baik ditinggalkan daripada dikerjakan agar dirinya lebih terpelihara dan suci. Tetapi perbuatan itu boleh dikerjakan dengan syarat ia tidak khawatir akan terlibat dalam fitnah.

    Menyanyi hukumnya haram disebabkan  karena beberapa faktor:

(1).Didalamnya terselip banyak kata-kata atau kalimat yang tidak senonoh dan nyaris menjadi jalan melecehkan agama Islam atau menentang hukum  Allah (Qs31 Luqmân  6).

(2).Alunan  lagu melalui seruling syaitan haram (mazamirus syaitha  (HR. Bukhari no. 3638,  Muslim No. 1482).

(3).Ratapan tangis karena  musibah .

(4)  Musik,  dikawatirkan akan  mendorong  ke-perbuatan dosa dan banyak maksiatk (al-ma’azif)” [Hadis  Bukhari, no. 5590].

(5) Tari-tarian, Haram sebab dalam gerak-tarinya  si-penari suka  mempertontonkan aurat, suka mengundang nafsu birahi  bahkan  banyak  mendorong  usaha untuk menentang hukum Allah dan mengunggulkan idola  selain Allah  sama dengan musyrik.

Kelompok kedua

(1) Ibnul ‘Arabi, Al-Ghazali membolehkan umat Islam   menikmati seni  suara (nyanyian) dan tari-tarian jika  didasari dengan  jiwa takwa.

(2)   Tafsir Ar-Razi (11h338) mencatat bahwa yang dilarang itu  ialah seni yang mengajak kepada kesesatan,  kepada yang batil (bertentangan dengan kebenaran), ajakan kepada yang mubazir  tidak ada gunanya. Jika untuk zikir kepada Allah mengenai kisah dalam Al-Quran hukumnya boleh.

(3)  Ulama Malikiyah mengatakan bahwa alat-alat permainan yang digunakan untuk memeriahkan pesta pernikahan hukumnya boleh.

 (4)  Para seniman dan arsitektur Islam  telah membangun seni bangunan yang Islami diseluruh dunia Islam  seperti masjid, istana, ilustrasi buku, dan permadani.     Seni Islam berfokus bukan hanya  pada agama saja tetapi juga merangkum kebudayaan Islam yang kaya dan berbagai macam. Ia sering menggunakan unsur sekuler serta yang tidak disukai oleh ahli teologi Islam, walau tidak diharamkan.

(5) Para ulama Malikiyah mengatakan bahwa alat-alat permainan yang digunakan untuk memeriahkan pesta pernikahan hukumnya boleh. Alat musik khusus untuk momen seperti itu misalnya gendang, rebana yang tidak memakai genta, seruling dan terompet.

(6) Imām Al-Ghazālī menyimpulkan  bahwa menari itu hukumnya boleh pada saat-saat bahagia, seperti hari raya, pesta pernikahan, pulangnya seseorang ke kampung halamannya, saat walīmahan pernikāhan, ‘aqīqahan, lahirnya seorang bayi, atau pada waktu khitanan, dan setelah seseorang khatam  hafal Al-Qur’ān.

(7)  Al-Qādhī ‘Iyādh berkata soal hadis  Bukhārī no.4835 dan  Abu Dawud no.4277 tentang  menarinya orang-orang Habsyah di hadapan Rasūlullāh Saw: “Ini merupakan dalīl yang paling kuat tentang bolehnya tarian sebab Rasūlullāh Saw membiarkan mereka melakukannya, bahkan mendorong mereka untuk melanjutkan tariannya”.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتُرُنِي بِرِدَائِهِ وَأَنَا أَنْظُرُ إِلَى الْحَبَشَةِ يَلْعَبُونَ فِي الْمَسْجِدِ حَتَّى أَكُونَ أَنَا الَّتِي أَسْأَمُ فَاقْدُرُوا قَدْرَ الْجَارِيَةِ الْحَدِيثَةِ السِّنِّ الْحَرِيصَةِ عَلَى اللَّهْوِ (رواه البخاري : ٤٨٣٥ و و مسلم : ١٤٨١)

“Dari Aisyah r.a.dliallahu ‘anha, ia berkata; “Aku melihat Nabi Saw menutupiku dengan pakaiannya, sementara aku melihat ke arah orang-orang Habasyah yang sedang bermain di dalam Masjid sampai aku sendirilah yang merasa puas. Karenanya, sebisa mungkin kalian bisa seperti gadis belia yang suka bercanda” (HR. Bukhari no. 4835 dan Muslim  no. 1481).

عَنْ أَنَسٍ قَالَ لَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ لَعِبَتْ الْحَبَشَةُ لَقُدُومِهِ فَرَحًا بِذَلِكَ لَعِبُوا بِحِرَابِهِمْ (رواه أبي داود : 4277  واحمد   88 121)

“Dari Anas ia berkata, “Ketika Rasulullah  Saw tiba di Madinah, orang-orang Habsyah bermain-main karena gembira dengan kedatangan beliau. Mereka bermain-main dengan alat perang mereka” (HR. Abu Daud : 4277  dan Ahmad no.12188)

        Ulama yang mengharamkan umat Islam melakukan komersialisasi dan terlibat dalam kegiatan seni budaya; Sebabnya ialah karena proyek ini  membuat umat menjadi lupa daratan tidak ingat  kepada Allah, karena  terhanyut oleh atraksi seni budaya ini; sebagaimana diperingatkan oleh Allah di dalam Al-Quran: serta hadis-hadis (S28 Al-Qashash 55;S6 Al-An’am 32;S29 Al-‘Ankabut 64).

@ Kitab Ittiba’us Sunan  mencatat bahwa haram membuat  proyek komersialisasi rekaman nyanyian, pelatihan, pendidikan artis dan semua keuntungan dari proyek nyanyian (seni suara), hukumnya HARAM  berdasarkan nash Quran(S31 Luqman 6) dan hadis: HR. Tirmidzi : 1561 dan Ibnu Majah no 2801; Ad- Darimi no.. 2298;HR. Ibnu Majah : 2159)

 لَا تَبِيعُوا الْمُغَنِّيَاتِ وَلَا تَشْتَرُوهُنَّ وَلَا تُعَلِّمُوهُنَّ وَلَا خَيْرَ فِي تِجَارَةٍ فِيهِنَّ وَثَمَنُهُنَّ حَرَامٌ (رواه أحمد : ٢١٢٤٩) (رواه أحمد : ٢١١٤٨).

“”Janganlah kalian menjual budak-budak wanita penyanyi, jangan membeli mereka, jangan ajari mereka. Tidak ada kebaikan dalam memperjualbelikannya dan harga mereka haram” (HR. Ahmad : 21249; Ahmad : 21148).

#Pada halaman 59 Kitab Ittiba’us Sunnah, menyatakan bahwa  “Lahwun “ dalam Al-Quran  Qs31a6  maknanya ialah penyanyi, sama seperi  pendapat Ibnu Abbas.

    Orang yang menyaksikan, mendengarkan, lebih-lebih pelakunya adalah turun kehormatannya, tertolak kesakasiannya, sebab telah durhaka kepada Allah dan Rasul Saw. Ini sama dengan pendapat para Tabi’in (‘Ikrimah, Mujahid, Al-Hasan, Sa’id bin Jubair dan Qatadah), bahwa perbuatan ini telah menentang agama Islam serta menyesatkan umat. Semua ini telah melalaikan umat tidak mau menekuni Al-Quran bahkan menyibukkan diri mengikuti ajakan  bala tentara setan.

        Hiburan seperti sinetron, tontonan  kafir, syirk, fasik melalui film, peralatan elektronis dengan nyanyian acara-acaranya semua   ini telah menghalang-halangi umat manusia untuk  beribadah kepada Allah.

@ Kitab Al-Minhaj  fi Sabil Iman (3h23) mencatat hadis sbb:

لَا يَحِلُّ بَيْعُهُنَّ وَلَا شِرَاؤُهُنَّ وَلَا تَعْلِيمُهُنَّ وَلَا تِجَارَةٌ فِيهِنَّ وَثَمَنُهُنَّ حَرَامٌ يَعْنِي الضَّارِبَاتِ (رواه أحمد : ٢١٢٧٥) ثم تلا هذه الآية”ومن الناس من يشتري لهو الحديث ليضل عن سبيل الله بغير علم

“Tidak halal memperjual belikannya (acara-acara tersebut), memberitahukannya atau memperdagangkannya, hasil penjualannya adalah haram.” Yaitu wanita-wanita penyanyi (HR.Ahmad : 21275) kemudian membaca Qs31a6  (Artinya): “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan “(S31 Luqman 6).

         Bahwa hadis ini menetapkan proyek hiburan dari seni budaya dengan artis-penyanyi-pesinden itu tidak halal khususnya mengambil untung dari serangkaian  acara-acara seni budaya hiburan oleh artis, sinden, penyanyi  tadi adalah haram.

 نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْمُغَنِّيَاتِ وَعَنْ شِرَائِهِنَّ وَعَنْ كَسْبِهِنَّ وَعَنْ أَكْلِ أَثْمَانِهِنَّ (سنن ابن ماجه : ٢١٥٩)

“Rasulullah Saw melarang komersialisasi artis, penyanyi, membelinya, mengambil keuntungannya dan memakan harganya.” (Sunan Ibnu Majah : 2159).

1) Ibnu Hazmin  menyatakan bahwa  nyanyi dan tari itu termasuk “Lahwun”(Qs31a6)akan membuat hamba  melalaikan ibadah kepada Allah.

2) Tafsir Ar-Razi (13h129) mencatat masalah seni-budaya ini

   Bahwa Amru bin Luhay adalah yang menyebarkan ajaran kemusyrikan,  penyembahan berhala, budaya Jahiliyah di Arabiya,   melawan kenabian Nabi Muhammad Saw tidak lain kecuali hanyamemuaskan hawa nafsu Adat Jahiliyah.

3) Tafsir Ath-Thabari (20h126) dalam kaitan masalah di atas  menacatat hadis larangan ini.

4) Ibnu Katsir dalam tafsirnya (6h296) mencatat  larangan soal Lahwun  dimaksud ialah larangan memilih yang bathil, menentang kebenaran  yang haq memilih yang menyengsarakan mengalahkan yang bermanfaat.

5) Az-Zuhaili dalam tafsir Al-Munir (21h32) menambahkannya lagi dengan hadis berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ يَا أَنَسُ   إِنَّ النَّاسَ يُمَصِّرُونَ أَمْصَارًا وَإِنَّ مِصْرًا مِنْهَا يُقَالُ لَهُ الْبَصْرَةُ أَوْ  الْبُصَيْرَةُ فَإِنْ أَنْتَ مَرَرْتَ بِهَا أَوْ دَخَلْتَهَا فَإِيَّاكَ وَسِبَاخَهَا وَكِلَاءَهَا  وَسُوقَهَا وَبَابَ أُمَرَائِهَا وَعَلَيْكَ بِضَوَاحِيهَا فَإِنَّهُ يَكُونُ بِهَا خَسْفٌ وَقَذْفٌ   وَرَجْفٌ وَقَوْمٌ يَبِيتُونَ يُصْبِحُونَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ (سنن أبي داود :  ٣٧٥٣)

   “Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda kepadanya: “Wahai Anas, sesungguhnya manusia akan menempati banyak tempat, dan salah satu tempat itu bernama Bashrah, atau Bushairah. Jika kamu melewati tempat itu, atau masuk ke dalamnya, maka hindarilah tempat-tempat yang tanahnya asin (lapang karena sidikit pohon), dan tempat penambatan kapal (dermaga), serta pasar-pasar dan para penguasanya. Pergilah ke tempat-tempat pelosok (daerah pegunungan), karena wilayah wilayah tersebut banyak terjadi penenggelaman (ke dasar bumi), angin topan dan gempa bumi. Di sana kalian juga akan menemui suatu kaum, mereka bermalam dan pagi harinya telah menjadi kera dan babi” (HR. Abu Daud :3753 dan Ahmad : 21202).

(10)Al-‘Izzu bin ‘Abd-us-Salām berpendapat, tarian-tarian itu bid‘ah. Tidak ada laki-laki yang mengerjakannya selain orang yang kurang waras dan tidak pantas, kecuali bagi wanita ………………

(11)Para ulama Hanfiyah mengatakan bahwa nyanyian yang diharamkan itu adalah nyanyian yang mengandung kata-kata yang tidak baik (tidak sopan), seperti menyebutkan sifat-sifat jejaka (lelaki bujang dan perempuan dara), atau sifat-sifat wanita yang masih hidup (“menjurus” point, lead in certain direction, etc.)

(12)Para ulama Hanfiyah mengatakan bahwa nyanyian yang diharamkan itu adalah nyanyian yang mengandung kata-kata yang tidak baik (tidak sopan), seperti menyebutkan sifat-sifat jejaka (lelaki bujang dan perempuan dara), atau sifat-sifat wanita yang masih hidup (“menjurus” point, lead in certain direction, etc.). Adapun nyanyian yang memuji keindahan bunga, air terjun, gunung, dan pemandangan alam lainya maka tidak ada larangan sama sekali. Memang ada orang orang yang menukilkan pendapat dari Imam Abu Hanifah yang mengatakan bahwa ia benci terhadap nyanyian dan tidak suka mendengarkannya. Baginya orang-orang yang mendengarkan nyanyian dianggapnya telah melakukan perbuatan dosa. Di sini harus dipahami bahwa nyanyian yang dimaksud Imam Hanafi adalah nyanyian yang bercampur dengan hal-hal yang dilarang syara’.

(13)Para ulama Malikiyah mengatakan bahwa alat-alat permainan yang digunakan untuk memeriahkan pesta pernikahan hukumnya boleh. Alat musik khusus untuk momen seperti itu misalnya gendang, rebana yang tidak memakai genta, seruling dan terompet.

(14)Para ulama Hanbaliyah mengatakan bahwa tidak boleh menggunakan alat-alat musik, seperti gambus, seruling, gendang, rebana, dan yang serupa dengannya.

 (15)Ibnu Hajar menukil pendapat Imām Nawawī dan Imām Syāfi‘ī yang  mengatakan bahwa harāmnya (menyanyi dan main musik) hendaklah dapat dimengerti karena hāl demikian biasanya disertai dengan minum arak, bergaul dengan wanita, dan semua perkara lain yang membawa kepada maksiat.

Kelompok Kedua;

      Sebagian ulama membolehkan )Halal) menyaksikan  dan terlibat dalam aktifitas seni:

(i) Ibnul ‘Arabi, Al-Ghazali ,membolehkan umat Islam menikmati seni  suara (nyanyi) dan tari jika  didasari dengan takwa berdasarkan  hadis-hadis berikut:

1) Boleh Menyanyikan Tari&Lagu Perang Bu’ats

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدِي جَارِيَتَانِ تُغَنِّيَانِ بِغِنَاءِ بُعَاثَ فَاضْطَجَعَ عَلَى الْفِرَاشِ وَحَوَّلَ وَجْهَهُ فَدَخَلَ أَبُو بَكْرٍ فَانْتَهَرَنِي وَقَالَ مِزْمَارَةُ الشَّيْطَانِ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ دَعْهُمَا فَلَمَّا غَفَلَ غَمَزْتُهُمَا فَخَرَجَتَا قَالَتْ وَكَانَ يَوْمُ عِيدٍ يَلْعَبُ السُّودَانُ بِالدَّرَقِ وَالْحِرَابِ فَإِمَّا سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِمَّا قَالَ تَشْتَهِينَ تَنْظُرِينَ فَقَالَتْ نَعَمْ فَأَقَامَنِي وَرَاءَهُ خَدِّي عَلَى خَدِّهِ وَيَقُولُ دُونَكُمْ بَنِي أَرْفِدَةَ حَتَّى إِذَا مَلِلْتُ قَالَ حَسْبُكِ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ فَاذْهَبِي (رواه البخاري : ٢٦٩١)

“Dari ‘Aisyah r.a. “Rasulullah Saw masuk menemuiku saat itu disisiku ada dua sahaya wanita yang sedang bersenandung dengan lagu-lagu (tentang perang) Bu’ats. Maka Beliau berbaring di atas tikar lalu memalingkan wajahnya. Kemudian masuk Abu Bakar lalu mencelaku dan berkata: Seruling-seruling syetan (kalian perdengarkan) di hadapan Rasulullah Saw? Maka Rasulullah Saw memandang kepada Abu Bakar dan berkata: “Biarkanlah keduanya”. Setelah Beliau tidak menghiraukan lagi, aku memberi isyarat kepada kedua sahaya tersebut lalu keduanya pergi. Saat Hari Raya ‘Ied, biasanya ada dua budak Sudan yang memperlihatkan kebolehannya mempermainkan tombak dan perisai. Maka adakalanya aku sendiri yang meminta kepada Nabi  Saw atau beliau yang menawarkan kepadaku: “Apakah kamu mau melihatnya? ‘ Maka aku jawab: “Ya, mau”. Maka Beliau menempatkan aku berdiri di belakang, Beliau dimana pipiku bertemu dengan pipi Beliau sambil Beliau berkata: “Teruskan hai Banu Arfadah”. Demikianlah seterusnya sampai aku merasa bosan lalu Beliau berkata: “Apakah kamu merasa sudah cukup?” Aku jawab: “Ya, sudah. Lalu Beliau berkata: “Kalau begitu pergilah” (HR. Bukhari no. 2691  dan  Muslim no. 1482 ).

2)  Boleh bernazar untuk menyambut Nabi Saw.

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ قَال سَمِعْتُ بُرَيْدَةَ يَقُولُ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ مَغَازِيهِ فَلَمَّا انْصَرَفَ جَاءَتْ جَارِيَةٌ سَوْدَاءُ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ نَذَرْتُ إِنْ رَدَّكَ اللَّهُ سَالِمًا أَنْ أَضْرِبَ بَيْنَ يَدَيْكَ بِالدُّفِّ وَأَتَغَنَّى فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ كُنْتِ نَذَرْتِ فَاضْرِبِي وَإِلَّا فَلَا فَجَعَلَتْ تَضْرِبُ فَدَخَلَ أَبُو بَكْرٍ وَهِيَ تَضْرِبُ ثُمَّ دَخَلَ عَلِيٌّ وَهِيَ تَضْرِبُ ثُمَّ دَخَلَ عُثْمَانُ وَهِيَ تَضْرِبُ ثُمَّ دَخَلَ عُمَرُ فَأَلْقَتْ الدُّفَّ تَحْتَ اسْتِهَا ثُمَّ قَعَدَتْ عَلَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَخَافُ مِنْكَ يَا عُمَرُ إِنِّي كُنْتُ جَالِسًا وَهِيَ تَضْرِبُ فَدَخَلَ أَبُو بَكْرٍ وَهِيَ تَضْرِبُ ثُمَّ دَخَلَ عَلِيٌّ وَهِيَ تَضْرِبُ ثُمَّ دَخَلَ عُثْمَانُ وَهِيَ تَضْرِبُ فَلَمَّا دَخَلْتَ أَنْتَ يَا عُمَرُ أَلْقَتْ الدُّفَّ (رواه الترمذي : ٣٦٢٣)

 “Abdullah bin Buraidah dia berkata; saya mendengar Buraidah berkata; Rasulullah Saw berangkat menuju salah satu peperangan, ketika telah usai seorang budak wanita berkulit hitam mendatangi beliau sambil berkata; “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku bernadzar bila Allah mengembalikan baginda dalam keadaan baik, aku akan menabuh rebana dan bernyanyi didekat baginda.” Maka Rasulullah  Saw bersabda: “Jika kamu telah bernadzar demikian, silahkan lakukan namun jika tidak, maka jangan kamu lakukan.” Budak wanita itu pun menabuh rebana, kemudian Abu Bakar masuk dan budak itu masih menabuh rebana, Ali masuk, dia pun masih menabuh rebana, kemudian Utsman masuk dan dia tetap menabuh rebananya, dan ketika Umar masuk, budak itu menyembunyikan rebananya di balik pangkalnya dan duduk di atasnya.” Lalu Rasulullah Saw bersabda; “sesungguhnya setan benar-benar takut darimu wahai Umar, karena ketika aku sedang duduk dia (budak wanita) menabuh rebananya lalu Abu Bakar masuk dan ia masih menabuh, lalu Ali masuk dan ia masih menabuh, lalu Utsman masuk dan ia masih menabuh, namun tatkala kamu yang masuk wahai Umar ia segera membuang rebananya.” (HR. Tirmidzi : 3623).

@  Prof DR Quraisy Syihab dalam  makalahnya tentang Islam dan Kesnian mencatat bahwa Al-Quran mengajak manusia untuk mengenang keindahan alam semesta, terutama melihat  keseraisaian yang sangat indah sekali otomatisasi seluruh gerak-perubahan, evolusi segala kehidupan-makhluk hidup, aksi-reaksi  dalam ilmu kimia, antar nateri dari atom  yang paling kecil sampai  benda-benda langit, bintang, galaksi yang terbesar makhluk di alam semesta ini, sebagaimana  disebut-sebut dalam firman Allah

Al-Quran :

…………………………………………………………………………………………………

BAB     TIGA

Sikap  orang beriman sekarang

     Bagaimana seharusnya umat Islam sekarang? Jawaban hipotetis: Kita  diberi kesempatan untuk menikmati Seni-Budaya, tetapi kita wajib memilih mana Seni-budaya yang membawa ke jalan kesengsaraan dunia akhirat (haram), mana yang membawa ke jalan ke kebahagiaan surga dunia-akhirat (halal) dan mendapat ridho Alah- 

 Ar-Razi dalam Tafsir (11h338)  mencatat bahwa yang dilarang itu ialah seni yang mengajak kepada kesesatan, batil (salah), yang tidak ada gunanya menurut syari’ai Islam. Jika pesta perayaan seni  untuk zikir kepada Allah mengenang  kisah riwayat  dalam Al-Quran hukumnya boleh.

Pandangan kmkita  terhadap masalah seni

(1) ~Secara umum  istilah “seni” artinya  halus, kecil, lembut dan enak, mungil dan elok.

~ Secara etimologis ”seni” ialah kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bermutu tinggi dan   indah, mengagumkan.

# Ki. Hadjar Dewantara menyatakan:   Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan   bersifat indah, dipandang baik dan menyenangkan .

  Dari pendapat  ini maka  dapat  difokuskan masalahnya ialah bahwa  seni  itu sesuatu yang sangat indah,  baik dan menyenangkan. Tetapi harus dicatat bahwa  indah, baik dan menyenangkan ini terbatas hanya untuk pencintanya saja, sehingga menurut pandangan lain sebaliknya hal yang diunggulkan itu dipandang jelek, tidak menyenangkan, maka istilah SENI ini menjadi kabur: Sehingga  timbul masalah:

       Sesungguhnya bagaimana dan apakah yang dinamakan baik- menyenangkan  dalam  seni ini???    Untuk menjawab masalah ini diperlukan pemikiran yang berat.

      Secara filosufis istilah “baik” itu definisinya ialah sbb:

Yang dinamakan BAIK itu  ialah sesuatu yang menyenangkan. Sebaliknya (lawan kata baik ialah buruk atau jahat). Maka yang dinamakan BURUK atau jelek dan jahat ialah sesuatu yang tidak menyenangkan, yang membawa kepada kesulitan, kesengsaraan, derita, menyakitkan hati dst.

(2)  Pengertian  filosufis  tentang ukuran BAIK&BURUK:

  1. a) Dari teori jaman Yunani sampai sekarang, dari Epicuros , Jeremy Bentham(1832M), John Stuart Mill (1873M), sampai aliran rasionalis-Islam Mu’tazilah bahkan Muhammad ‘Abduh (1905M)dapat disimpulkan bahwa yang disebut baik itu ialah sesuatu yang membawa manusia kepada ke-kelezatan dan kebahagiaan, sebaliknya yang disebut buruk, jelek dan jahat itu ialah sesuatu yang membawa akibat yang tidak enak, menyakitkan hati dan menyengsarakan manusia.

 @  Para  pakar Hukum Adat mulai dari Moh. Koesnoe, Kusumadi Pujosewoyo, Muhammad Abu Zahrah, Al-Khayyath, van Vollenhoven, Ibnu ‘Abidin  semua  berpendapat bahwa Hukum Adat itu adalah sesuatu yang dinilai baik oleh pemilik yang memegang hukum adat itu, sehingga  adat itu dipelihara terus menerus menjadi tradisi, warisan leluhur masing-masing.  

(3)  Ukuran baik-buruk

       Seni adat itu tidak ada ukurannya  sebab setiap unit masrakat mempunyai ukurannya  sendiri, apa yang dirasakan enak oleh suatu unit masyarakat mungkin  tidak disukai oleh masrakat lain, maka Van Vollehhoven membagi  Indonesia itu menjadi 19 hukum adat,sebab masing-masing tidak sama selera seni-kebudayaannya.

      Tiap  bangsa  didunia inipun juga tidak sama pendapat atau teorinya mengenai ukuran baik-buruk atau  benar dan tidak benar,  yaitu sebagai berikut:

1) Teori Darwin  bahwa yang baik itu  ikut yang kuat

2) Teori Sosiologi  bahwa yang baik itu ikut orang banyak.

3)  Teori Ilmu Jiwa bahwa yang baik itu ialah apa yang timbul dari alam bawah sadar.

4)  Teori Like-dislike bahwa yang baik itu ialah yang disukainya yang tidak baik itu ialah yang tidak disukai.

5) Titus dalam bukunya Persoalan-persoalan Filsafat (1979:139) mencatat teori Jeremy Bentham dan Jihn Stuart Mill teori Utilitarianisme  bahwa yang paling baik ialah  sesuatu yang memberi kelezatan yang maksimal kepada jumlah yang terbesar, The Greatest happiness of the greatest numbers, kelezatan jasmani maupun rohani dan bersifat universal.

6) Menurut Al-Ghazali(1111M)  yang baik itu ialah mengikuti ketentuan Allah, apa yang dipandang baik oleh Allah itulah yang baik dan sebaliknya yang  buruk ialah yang dipandang buruk oleh Allah, sebab Allah itu Maha Mengetahui secara mutlak mana sesuatu yang akan membawa kepada kenikmatan  yang hakiki  bahagia atau tidaknya untuk seluruh umat mausia secara universal siapa saja, dinamapun  berada dan kapanpun juga  bahkan di dunia sampai akhirat kelak itu hanya Allah yang Maha Mengetahui.

             Maka yang disebut baik dan benar  itu ialah sesuatu yang dapat menyenangkan seluruh umat manusia  segala tempat, semua jaman, siapa saja, dimana pula dan kapanpun juga, dunia-akhirat.

@ Kembali kepada masalah seni maka  para tokoh seni itu sendiri  tidak mempunyai standar ukuran nilai mana yang baik mana yang buruk  disebabkan karena mereka  masing-masing terlalu mementingkan dirinya sendiri.

    Contohnya: Telah terjadi pertentangan pendapat antara Roma Irama melawan Inul Daratista soal  Seni  Orkes Dangdut; Setiap pecandu seni akan berbeda  seni yang dia cintai tidak senang kepada kesenian yang dicintai  orang lain, misalnya pecandu Gending Jowo atau Seriosa,  akan sangat benci kepada musik Rock & Rall, dan bahkan di sana ada suatu patung atau gambar yang hanya dimengerti oleh  seniman itu sendiri,orang lain sama sekali tidak mengerti, apanya yang indah dan apanya yang baik, malah  mengatakan  jelek sekali  kata orang lain.

      Untuk menilai hukum seni-budaya ini kita harus mengerti lebih dahulu apa  yang disebut seni-budaya itu, yaitu sebagai berikut:

~Secara umum  istilah “seni” artinya  halus, kecil, lembut dan enak (didengar), mungil dan elok.

~ Secara etimologis ”seni” ialah kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bermutu tinggi, suatu ciptaan yang   indah, mengagumkan.

#Ki. Hadjar Dewantara menyatakan bahwa  “Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan   bersifat indah, dipandang baik dan menyenangkan” .   

@ Ukuran Kebenaran Akal:

        Ilmu itu ada 4 tingkat:  i) Pengtahuan (knowledge).ii) Ilmu   (Scien).  iii) Filsfat.   iv) Wahyu.

  1. Pengetahuan itu ilmu yang diperoleh melalui 
  2. Ilmu (Science) ialah pengetahuan hasil dari penyerapan indra lalu dipertajam dikembangkan melalui ilmu metodologi penelitian
  • Filsafat ialah hasil ilmu (science) yang kemudian direnungkan-dipikir terus  sedalam-dalamnya, maksimal, teratur, sistematis, integral, radikal, mencari  kebenaran yang tertinggi, kebenaran terakhir.
  1. Maka kebenaran yang tertinggi, mengalahkan pengetahulan, teori dan filsafat, kebenarannya tidak dapat dikalahkan lagi ialah ilmu Allah berupa wahyu, yang  hanya  diberikan Allah kepada para nabi dan rasul, memang Allah itu Maha Benar-Mutlak-                       

@ Pembagian  dan cabang-cabang Seni

Seni itu sangat luas cabang dan bagiannya, yaitu:

Cabang Seni itu ada 5 yaitu (1)Seni Rupa;(2) Seni Tari;         (3) Seni Suara; (4). Seni Sastra;(5). Seni Drama ;Masing-masing jenis ini masih terbagi ke dalam cabang dan ranting lebih rinci lagi.

         Dalam perjalanan sejarah ternyata umat Islam telah membangkitkan  berbagai macam seni dan kebudayaan;

Sebagian dari kebangkitan seni-kebudayaan Islam itu   ialah: Seni Arsitektur,   Seni Kaligrafi seni Tulis Arab; Seni Beladiri;  Seni –pidato, Seni Sastra; Seni-pembuatan karpet, sjadah dan lain-lain.

         Salah satu mesin pendorong umat Islam untuk mengembangkan seni-budaya ialah hadis Nabi Saw:

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ (سنن أبي داود : ١٢٥٦) (سنن ابن ماجه : ١٣٣٢) سنن النساءى : ١۰۰٥) (مسند أحمد : ١٧٧٦٣) (مسند أحمد : ١٧٧٦٣) (رواه أبي داود : ١٢٥٦ النساءى : ١۰۰٥)

“Dari Al Bara` bin ‘Azib ia berkata; Rasulullah Saw bersabda: “Perindahlah Al Qur’an dengan suara kalian” (HR Abu Daud no. 1256, Ahmad no. 17763dan Nasa’i no. 1005, Ibnu Majah no. 1332 dan  Abu Daud no. no. 1256)-

         Salah satu  realisasi dari seruan  hadis HR. Abu Daud no. 1256 ini maka umat Islam telah berhasil membudayakan MTQ dari tingkat Desa, Kabupaten, Proinsi, Nasional Intdernasional, bahkan anak muda dari Bangka dapat memperoleh  Juara  tingkat Internasional di Kairo th. 2016.

     Penyebaran Islam di Nusantara terutama di  Jawa mengalami beberapa  periode, dengan tokohnya  susul menyusul:

  1. I) Maulana Malik Ibrahim; II) Raden Rahmat (Sunan Ampel), (Sunan Kudus), (Sunan Gunung Jati). III) (Sunan Giri), (Sunan Kalijaga), (Sunan Bonang) dan Raden Qashim dan (Sunan Drajat). IV) Penyebar Islam (Raden Patah) dan (Falatehan). V) Sunan Muria.

       Terjadilah akulturasi(sera-menyerap) Kebudayaan Indonesia dan Kebudayaan Islam.

       Sebelum Islam masuk,  Indonesia sudah memiliki corak kebudayaan  di bawah pengaruhi  agama Hindu dan Budha. Dengan masuknya Islam, Indonesia kembali mengalami proses akulturasi  kebudayaan karena percampuran bangsa, kemudian lahirlah kebudayaan baru yaitu kebudayaan Islam Indonesia. Perkembangan masuknya  Islam tersebut tidak berarti kebudayaan Hindu dan Budha hilang.

       Para Wali menyebarkan Islam  utamanya di Jawa Islam disebarkan melalui  seni budaya. Walisongo atau sembilan wali, dikenal sebagai penyebar  agama Islam sekaligus  pendukung  utama  berdirinya Kerajaan Demak yang dipimpin Raden Patah. Kesembilan wali itu tinggal di tiga wilayah strategis di pesisir utara pulau Jawa. Yaitu Surabaya, Gresik, Tuban untuk wilayah Jawa Timur. Demak, Kudus, Muria untuk Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat. Era walisongo dapat dibilang sebagai masa berakhirnya dominasi Hindu Budha di Nusantara digantikan oleh Islam.

Wayang  untuk dakwah

         Para wali menyebarkan Islam  dan dakwahnya sebagai sarana-prsarana dakwahnya ialah WAYANG. Kita perlu mengingat bahwa wayang itu sudah ada sebelum kedatangan Islam di Nusantara bahkan diperkirakan wayang sudah berumur 35 abad sebagaimana diakui oleh pengamat wayang Ir Sri Mulyana dan Drs.H Efendi Zarkasyi.

       Para wali mengambil wayang sebagai alat  sarana dakwah, karean wayang mempunyai daya komunikasi, hiburan, yang mendukung barbagai macam seni. Para wali  melakukan peng-Islam-an wayang dari budaya Hindu di-Islam-kan  menjadi alat dakwah Islam.  Suryadi WS seorang pengamat wayang mengatakan “Tindakan yang cukup berani” di jaman itu, yaitu:

~Wayang diusung dari Majapahit ke Demak (433H=1511M).

~Wayang dibuat gepeng-miring supaya tidak melanggar     larangan  (membuat patung), digapit dsb.

~Pengaruh Hindu dipadamkan, nuansa magis&sacral dibersihkan dan diubah menjadi pergelaran seni, menjadi arena hiburan, media komunikasi untuk pendidikan  dan dakwah. Demikian juga kisah lakonnya  diarahkan kepada ke-Esa-an Allah(Kalimosodho!).

~~ Raden Patah, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Bonang  melengkapi acara pergelaran  wayang  itu dengan dhebog, klir, gamelan Slendro, ditambah dengan titi  laras Pelog.

~~Suryadi WS  mencatat beberapa dalang-Islam sekaligus  mublligh diantaranya ialah  H.Anom Suroto, Ki Panut Darmaka, Ki Sukarji, Ki Warjito, Ki M.Amir S.  Namun sayang, kemudian  wayang terdesak  oleh nuansa modernisasi yang sudah merongrong  dakwah Islam.   

Tantangan berat

            Ali Sahab  dalam makalahnya tentang Dampak Pengaruh Televisi Global terhadap umat Islam; mencatat sebagai berikut:

Sekarang kemajuan tehnologi (IPTEK) sudah merebak; dan sebagiannya berhasil menguasai  seni-budaya masyarakat dunia (Dalam hal ini Dunia Islam), bahwa  sebagian besar umat Islam  dikecanduan  peralatan modern teerbaru, yaitu: 

1) Komputer, Awalnya IBM merajai  pasaran Komputer, kemudian tumbuh pesaing-pesaing baru.

2) Radio&Televisi, Dahulu  Pemancar Radio di monopoli oleh RRI, kemudian muncul pemancar baru berlomba merebut pasaran; Sehingga tahun-sekitar tahun 1970 di  satu kota (Ponorogo) saja berdiri 13 pemancar Radio swasta  lalu seluruh Indonesia tidak dapat dihitung.

3) Dahulu tidak ada TV, lalu muncul di Amerika  tiga TV:CBS,ABC dan NBC, sekarang  = 222 statiun TV dengan 13.000 Production House   tersebar  di seluruh dunia.

4) Indonesia  tahun 1962,  TV dimonopoli oleh TVRI, kemudian RCTI berdiri tahun 1989  kemudian disusul oleh berbagai macam perusahaan berlomba merebut pelanggan.

      Masalah bangkitnya TV ini perlu ditinjau dari 3 tinjauan:

  1. Pemancar TV, jumlah pemancar semakin merebak.
  2. Pemirsa TV, para bos dalang TV berebut pelanggan
  3. Sajian-acara TV, dikuasai oleh para konglomerat.

* Ali Sahab dalam Islam&Kesenian (1995 h.14) mencatat bahwa TV itu ibarat Restoran, maka sajiannya  dikuasai oleh imperialis Amerika dan Hollywood me-monolpoli improt film kepada TV sedunia,(1) Amerika Latin, 77% sajian TV-nya dipasok dari    Hollywood;(2) Eropa Barat, 44% sajian TV-nya dipasok dari Hoolywood;(3) Negara-negara Arab 32% sajian TV-nya ;(4) Afrika 47 % sajian TV-nya dipasok dari Hollywood;(5) Kanada 70 % sajian  TV-nya dipask dari Hollywood.(6) Indonesia 70% sajian TV-nya semua dipasok dari Hollywood

@  Perlu dcatat bahwa Hollywood itu 80% milik Yahudi maka jutaan film Hollywood merajai bioskop seluruh dunia. Sehingga Hollywood dengan mudah membuat opini dunia  tergila-gila menjadi  pencandu TV terhanyut cenderung  ulah-polah yang negative, kekerasan, sadis, porno, seksualitas (misalnya film-film Rambo, Superman, Hero, lengkap dengan bintang film yang termahal).

      Bahkan Hollywood inilah yang menyebarkan dan mengembangkan  hidup suburnya selera pasar di dunia ini menyukai  Mc Donal, Fried-Chicken, Amercan Burger, Cocacola, Levis.     Lebih celaka lagi Hollywood telah membuat film Adam dan Hawa sebagai manusia bermain santai telanjang bulat di surga  hidup tanpa nikah (Na’udzu billah!!!), sampai film Dracula, Vampire, K         ing of King, Bible, The Ten Commandement, Benhur dibuat oleh  Yahudi.

         Dengan jam tayang 24 jam Indosiar, RCTI, SCTV, TPI, An-TV  dan yang tidak 24 jam hanya TVRI ini maka dibutuhkan 100 jam sajian tayang sekitar 36 000 jam setahun, sedangkan kemampun rumah produks hanya 30 % akibatnya   budaya Hollywood menguasai 70% sajian tayangan semua TV,  maka  masyarakat Islam Indonesia sedang dicekoki (dibius film non Muslim).

         Yang perlu diparhatikan  ialah bahwa semua  propaganda dari Holywood, terlalu canggih  termasuk film-film binatang, kera, anjing, babi, setan, jin, mobil, kereta api, sampai  peralatan dapur, eenthong, panci, ember, irus, wajan, semua dapat berbicara  dan sangat memikat kanak-kanak  dan remaja Islam.

        Dari  uraian di atas maka tidak ada jalan lain bagi umat Islam  kecuali wajib mengatasi tantangan  dunia modern ini dengan  maksimalisasi  jihad  harta dan tenaga serta pikiran, Melalui SENI-BUDAYA Islam, dengan berpegang teguh Tauhid Islam, dakwah yang lebih menyenangkan, luwes, luas, mengalahkan semua tantangan. Dakwah  tidak dengan terror, ngrusak, sadis, penghancuran, sadisme, memecah belah umat umat Islam sendiri, menjual iman menerima harta keduniaan  untuk mengikuti selera kaum sekularis non muslim.

 

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

16:125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (Qs16 An-Nahl 125)

ooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sama Rasa Sama Rata

 

Al-Quran S 6 An-Nahl 71

وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ

عَلَى مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ (النحل(71

16:71. Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah? (S16 An-Nahl 71)

Tema dan sari tilawah

#Allah menciptakan manusia ada yang kaya dan ada yang miskin.

#Namun banyak mereka yang diberi kelebihan rejeki itu tidak mau memberi sedekah dan infak  kepada orang lain dan kaum dhu’afa`.

#Manusia banyak yang tidak mensyukuri nikmat Allah harusnya membagi   nikmat itu kepada orang lain dan kaum lemah, sehingga  menumbuhkan nuansa  sama rasa sama rata dalam menikmati rejeki dari Allah itu.

Masalah dan analisa jawaban

(1)   Apa sebab timbul   perbedaan kondisi dan kepribadian masing-masing manusia hidup di dunia ini?Jawaban hipotetis: Dalam   Ilmu Jiwa ada teori Tabularasa. bahwa : Asalnya jiwa manusia  itu bagaikan kertas putih lalu terserah akan ditulisi apa atasnya; Kemudian  jiwa berkembang    senada dengan pengaruh lingkungannya, sehingga  manusia itu dibesarkan  dan sangat  dipengaruhi   oleh alam lingkungannya.  Sedangkan lingkungan itu sangat bervariasi situasi dan kondisinya, sehingga hasil atau dampaknya ialah  manusia itu sangat beragam.   

 (2) Apa dampak akibat dari lemahnya kondisi seseorang dan kekurangan daya kemampuan dirinya? Jawaban hipotetis : Hidup ini bagaikan  suatu perlombaan; Maka dalam perlombaan  pasti ada yang menang dan ada yang kalah, maka yang menang  dengan nilai yang bagus akan memperoleh kelebihan dalam bidangnya, siapa yang  kalah akan tertinggal dan menanggung derita dari kekurangannya.

(3) Bagaimana  logikanya  orang yang menang dan nilainya bagus itu bahagia?Jawaban hipotetis: Seluruh perlombaan  itu pasti lomba dalam kebaikan, maka orang yang menang  dalam kebaikan itu ialah mereka yang nilainya paling bagus, maka bagus atau baik itu ialah sesuatu yang menyenangkan dan ditambah dengan kebahagiaan tersendiri.

Pendalaman dan penelitian

BAB    SATU

Antara  bakat dan pengaruh  lingkungan

         Apa sebab timbul   perbedaan kondisi dan kepribadian masing-masing manusia hidup di dunia ini?Jawaban hipotetis: Dalam   Ilmu Jiwa ada teori Tabularasa. bahwa : Asalnya jiwa manusia  itu bagaikan kertas putih lalu terserah akan ditulisi apa atasnya;Kemudian  jiwa berkembang    senada dengan pengaruh  lingkungannya, sehingga  manusia itu dibesarkan  dan sangat  dipengaruhi   oleh alam lingkungannya.  Sedangkan lingkungan itu sangat bervariasi situasi dan kondisinya, maka  hasil atau dampaknya ialah  manusia itu sangat beragam, dan berbeda-beda .  

      Al-Quran menyatakan bahwa kepada setiap jiwa manusia sudah diberi ilham pengetahuan sebelum lahir bahwa   ada dua jalan,yaitu: jalan yang baik jalan   ke surga dan jalan jahat jalan  ke neraka, maka terserah kepada manusia  akan memilih jalan yang mana,  yaitu:

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10) (الشةس 8-10)

(7) dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),(8) maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) ke-    kefasikan dan      ketakwaannya,(9)sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,(10) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”(S9 Asy-Syamsi 7-10).

       Dalam ayat lain Allah menerangkan bahwa setiap jiwa manusia sebelum lahir sudah mengucapkan ikrar untuk bertuhan kepada Allah yang Maha Esa, tetapi  kemudian manusia  terjebak oleh godaan dunia:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ (172) أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ (173)(الاعراف 172-173)

  1. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,
  2. atau agar kamu tidak mengatakan: Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?”(s A-A’raf 172-173).

 فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (الروم 30)

30:30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”(s30 Ar-Rum 30)

          Rasulullah Saw juga sudah bersabda bahwa  sebelum lahir  jiwa manusia itu  merupakan  FITRAH  yang suci,  bagaikan modal awal atau bahan mentah yang dapat dibentuk atau dibuat menurut siapa yang paling dekat kepadanya yaitu:

إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ يُحَدِّثُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ {فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا}(رواه البخاري 1270 ومسلم         (4803   

Sungguh  Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Nabi Saw. bersabda: “Tidak ada seorang anakpun yang terlahir kecuali dia dilahirkan dalam keadaan fithrah. Maka kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?”. Kemudian Abu Hurairah r.a. berkata (mengutip firman Allah QS Ar-Ruum: 30 yang artinya: Sebagai fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu”)HR. Bukhari no. 1270 dan Muslim no. 4803). 

        Karena besarnya pengaruh lingkungan  kepada jiwa  manusia ini  sampai sebagian  ahli pikir membayangkan bahwa  seolah-olah  watak manusia  tersebut  diciptakan oleh  dunia yang mengelilingi dia sejak sebelum lahir sampai detik-detik terakhir hidupnya manusia; bahwa  jiwa manusia yang awalnya seperti kertas  putih kemudian terserah kepada lingkungan sekitarnyalah  yang memberi isi dan warna jiwa manusia atau orang tuanya ingin menulis dan membuat gambar semaunya pada  kertas putih itu dengan tulisan  atau gambar menurut sesuka hatinya sehingga  jiwa seolah-olah terbentuk oleh dia atau alam sekitar.

        Pakar Ilmu Jiwa yang lain menyatakan bahwa manusia itu mempunyai bakat tertentu hanya saja bakat itu bertarung  melawan pengaruh alam sekitar.

         Maka orang beriman harus membentuk dan menciptakan alam lingkungan melalui program perencanaan pendidikan Islam yang paling ideal; Dan sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan hadis perencanaan itu harus dimulai dari kedua orang tua calon bayi, artinya  sejak memilih jodoh, memilih nama, memilih lembaga pendidikan yang paling rendah sampai yang didambakan PGTK,SD,SMP,SMA,S1-2-3.

      Bahkan kita wajib membentuk lingkungan yang Islami yang sangat ideal   mulai  dari Dhoso Wismo,RT,RW,Dukuhan, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Propinsi, Nasional, Internasional se jagad raya. Semuanya  untuk memberi pengaruh kepada jiwa manusia  yang  yang baik yang sangat ideal-Islami Baldatun Tbhayyibatun wa Rabbun Ghafur, mulai dari rumah tangga sampai wilayah seluas-luasnya  sedunia; semoga  Allah mengabulkan.

BAB    DUA

Perlombaan hidup

  Apa dampak akibat dari lemahnya kondisi seseorang dan kekurangan daya kemampuan dirinya? Jawaban hipotetis : Hidup ini bagaikan  suatu perlombaan; Maka dalam perlombaan  pasti ada yang menang dan ada yang kalah, maka yang menang  dengan nilai yang bagus akan memperoleh kelebihan dalam bidangnya, siapa yang  kalah akan tertinggal dan menanggung derita dari kelemahannya.

       Gambaran yang sangat ekstrem ialah faham pemikiran Darwin dengan filsafat Evolusinya. Darwin berpendapat bahwa  di alam ini terjadi pergulatan lahan hidup, maka  siapa yang lebih  kuat akan meneruskan sejarahnya, sebaliknya siapa yang lemah dan kalah maka akan terlindas jalannya sejarah akhirnya lenyap.

      Ayat Al-Quran menyebut secara samar-samar sedikit  teori tentang evolusi dari  hewan yang sederhana dengan hewan yang lebih maju, yaitu apa yang tercatat dalam uraian berikut:

وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ فَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى رِجْلَيْنِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى أَرْبَعٍ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (النور 45)

Artinya:       “Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”(S.24 An-nur 45).

       Pada pertengahan abad ke-19 berkembang meluas faham Evolusi, yaitu:

#Bahwa seluruh makhluk hidup sekarang ini termasuk manusia semua itu berasal dari makhluk hidup yang paling sederhana lalu meningkat terus.

#Semua makhluk hidup itu mempunyai rangkaian peningkatan bentuk dari  yang  jenis anggotanya  yang sangat sederhana atau belum ada apa-apanya tumbuh berkembang  ke bentuk yang beranggota tubuh yang lebih sempurna. Ini dibuktikan oleh Ilmu Geologi dan sejarah Paleo-ontologi.

         Yang penting dampak dari teori Evolusi Darwin ini ialah bahwa dalam perlombaan hidup  ini maka jenis makhluk yang sederhana   akhirnya lenyap   kalah bersaing dengan makhluk yang serba lebih, sebagaimana tercatat  bahwa banyak binatang binatang purba dinosaurus dan sebangsanya sekarang sudah lenyap. Dan jika diperluas maknanya maka manusia primitive  dikalahkan akhirnya mereka  terpinggirkan oleh manusia yang lebih cerdas dan sangat kuat, dengan kata lain mereka yang kalah berlomba akan ditinggalkan dan tidak mendapat bagian apa-apa bahkan  lenyap ditinggal oleh manusia yang berkemajuan, berkebudayaan  tinggi. 

BAB    TIGA

Sama rasa sama rata semua bahagia

    Bagaimana  logikanya  orang yang menang dan nilainya bagus itu bahagia?Jawaban hipotetis: Seluruh perlombaan  itu pasti lomba dalam kebaikan, maka orang yang menang itu ialah mereka yang nilainya paling bagus, maka bagus atau baik itu ialah sesuatu yang menyenangkan ditanbah dengan kebahagiaan hidup.

  1. i) Perlombaan

       Seluruh perlombaan itu pasti perlombaan dalam kebaikan, tidak ada perlombaan  dalam kejahatan dan jalan ke kesengsaraan, tidak ada perlombaan korupsi, perlombaan menipu, perlombaan berzina, perlombaan mabuk narkoba.

         Al-Quran S5 Al-Maidah 48  menyebut-nyebut perlombaan, tetapi perlombaan  dalam berbuat  amal soleh (kebajikan).

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ (المائدة 48)

5:48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah kamu sekalian  berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”(S 5 Al-Maidah 48).

         Untuk menelusuri arti dan maksud lafal “Fastabiqul khairat” dalam Qs5a48 di atas ini seharusnya ialah melalui penafsiran oleh ulama tafsir:

(1)  Tafsir Ibnu Katsir (3h130) dalam membahas Al-Quran s5a48  di atas mencatat bahwa apa saja  yang cocok dengan Al-Quran itu adalah  benar yang tidak cocok dengan Al-Quran namanya batal (tidak benar). Dan yang dimaksud dengan lafal فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ   ialah berlomba untuk meraih kemenangan nomer satu dalam kebajikan.

(2)Tafsir Al-Qurthubi (1h1730) menjelaskan maksud lafal فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ  ialah mendahulukan kewajiban dan menomer duakan pahala.

(3)  Tafsir Nazhmud Durar (J2h408) menjelaskan bahwa lafal

      فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ, artinya  ialah berlomba dengan maksimal   jangan sampai tercela atau buruk menurut Allah  sebab semua  masalah  itu kembali kepada Allah, yaitu:

    (إلى الله مَرْجِعُكُمْ جَمِيعاً فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ)=maka berlomba-lombalah kamu berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya”(s.5 Al-Maidah 48)                 

(4) Tafsir Ath-Thabari terbitan Al-Ma’rifah (1990:17h148) menjelaskan lafal  (( فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ)) ialah berlomba untuk beramal soleh, mentaati aturan hukum Allah, tekun mengikuti hidayah Allah.

(5) Dalam juz 1, halaman 24 Ath-Thabari menafsirkan Al-Quran  s23a61 menyatakan di sana bahwa  makna lafal:

أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ (الموءمنون61(

      23:61. mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya” (s 23 Al-Mu`minun 61).

     Maknanya  ialah berlomba untuk beramal soleh dan taqarrub kepada Allah dengan penuh ketaatan.    

(6)Dalam juz 22 halaman 32 Ath-Thabari dalam menafsirkan Al-Quran  s35a32 lafal         سابِقٌ بالخَيْرَاتِ ialah  orang yang masuk surga dengan sangat gampang tanpa pemerikasaan, tanpa Hisab karena hamba tersebut telah berhidmat kepada Allah, beramal soleh yang dapat maksimal mendekatkan diri kepada Allah.

  1. ii) Pengertian “ Baik”  Secara logika

         Secara logika maka apa yang dinamakan baik dan bagaimana yang disebut buruk adalah sebagai berikut:

~ Sejak jaman  Epicuros  filosuf Yunani, sampai Jeremy Bentham (1832M)dan John Stuart Mill(1873M) dari bahkan sampai tokoh rasionalis Islam Mu’tazilah dan Muhammad ‘Abduh (1905M)  menyatakan bahwa yang dinamakan baik itu ialah sesuatu yang membawa kelezatan dan kebahagiaan. Sebaliknya yang disebut buruk itu ialah sesuatu yang  tidak enak dan membawa manusia kepada  kesengsaraan(Titus-M.Rasyidi, Persoalan Filsafat 1984,h.147).

        Seluruh manusia setiap saat selalu menghadapi ujian hidup, sehingga dia harus memilih langkah dan tindakan yang paling baik dan tepat, untuk memelihara hidupnya dan hidup terus, hidup yang lebih baik lagi, lebih enak, lebih senang dan bahagia. Sebaliknya dia menjauhi jalan yang  mengakibatkan hidup yang tidak enak dan jalan yang mengakibatkan kesengsaraan.

        Para pakar Hukum Adat, Moh.Koesnoe, Kusumadi, van Vollenhoven, senada dengan pakar Hukum Islam Abu Zahrah, Ibnu Abidin, Al-Khayyath  menyatakan bahwa Hukum Adat atau Al-‘Urfu itu adalah hasil pemikiran manusia atas suatu langkah perbuatan yang dianggap baik.  Sampai Roger Garaudy dalam bukunya “Janji-janji Islam”(1983:35) mencatat bahwa penyair Arab Jahiliyah jaman dahulu kala itu mereka menulis pendahuluan syairnya selalu memuji-muji adat mayarakat yang  mereka anggap baik.

        Dalam perkembangannya John Stuart Mill (1873M) dari aliran Utilitarianisme menyatakan bahwa yang paling baik ialah sesuatu yang memberi kelezatan yang paling tinggi kepada jumlah orang yang paling besar (The greatest happiness of the greatest numbers) kelezatan jasmani dan rohani.  Tetapi karena yang mengetahui sesuatu itu  dapat memberi kenikmatan yang tertinggi kepada seluruh umat manusia itu hanya Allah, maka Al-Ghazali (1059M) menyatakan bahwa yang baik itu ialah yang dinilai baik oleh Allah dan yang buruk itu ialah yang dinilai buruk oleh Allah (Pernyataan ini dinyatakan Al-Ghazali kira-kira  800 tahun sebelum J.Stuart Mill abad 19 Masehi). Jadi menurut Al-Ghazali yang Maha Mengetahui sesuatu itu paling nikmat untuk seluruh umat manusia di dunia sampai akhirat ialah Allah. Sehingga umat manusia jika ingin mencari kenikmatan dan kebahagiaan yang paling tinggi ialah mengikuti apa yang dinilai baik oleh Allah yang  diridhoi oleh Allah.  Yang dinilai buruk oleh Allah ialah jalan dan perbuatan ayang akan membawa sengsara yaitu neraka dunia dan akhirat.

         Para tokoh Mu’tazilah memang sangat mengunggulkan kemampuan akal, sehingga mereka berpendapat bahwa sebenarnya  manusia dengan akalnya dapat mengetahui kewajibannya menjauhi perbuatan-perbuatan yang membawa kepada penderitaan dan kesengsaraan. Tetapi salah seorang tokoh Mu’tazilah yang bernama  Ibnu Abi Hasyim menyatakan bahwa ada perbuatan-perbuatan yang akal tidak mampu mengetahui apakah akan membawa kepada kebaikan atau keburukan, maka pada saat akal tidak mampu inilah akal harus berlindung kepada wahyu. Mohammad ‘Abduh sendiri dalam bukunya Risalatut Tauhid (1965h.101) juga mengatakan bahwa dengan akal melulu manusia tidak mampu mengetahui perbuatan-perbuatan mana yang akan membawa kepada  kebahagiaan,  perbuatan mana yang akan membawa kepada penderitaan dan kesengsaraan untuk ini akal wajib mengikuti petunjuk dari wahyu dari Allah.

        @ Perlu dicatat di sini pernyataan  Bimbo bahwa lagu yang baik ialah lagu yang disukai oleh penggemar yang tidak dibatasi oleh perseorangan, suku maupun daerah. Taufiq Ismail menyatakan bahwa lagu yang baik ialah lagu yang tidak luntur(Trans TV 12/9/2006, jam 6.5o). Dari pernyataan ini maka disimpulkan bahwa yang baik ialah yang menyenangkan dan disenangi oleh orang yang tidak terbatas oleh perseorangan, suku-bangsa dan wilayah bahkan tidak terbatasi oleh waktu.

        Mengingat jalan pikiran seperti ini maka perlu kita merenungkan kembali hadis Nabi Saw. ketika beliau ditanya tentang apa yang disebut BAIK atau Ihsan, maka beliau menjawab bahwa Ihsan itu ialah mengabdi kepada Allah dengan sangat tekun seolah-olah melihat Allah atau yakin bahwa Allah melihatnya, yaitu:

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ (رواه البخاري  48ومسلم 10)

Artinya: “Menyembah Allah seakan-akan melihat Allah jika kamu tidak dapat melihay Allah ketahuilah bahwa Allah melihat kamu”(HR Bukhari no.48 dan Muslim no.10).

        Ibadah berasal dari lafal ‘abada-Ya’budu-‘Ibadatan,َعبَدَ-يَعْبُدُ- عِبَادَةً) ) dalam arti sempit ibadah itu ialah shalat dan jika diartikan lebih luas ibadah mencakup pengabdian, tunduk taat melaksanakan seluruh aturan Allah.

        Sehingga khusus dalam  pembahasan  ini ialah bahwa Allah  dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 48 memerintahkan kepada kita untuk berlomba dalam kebajikan. Lebih menukik lagi ialah bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk berlomba mempersembahkan apa yang sangat menyenangkan sekali kepada orang maksimal sebanyak mungkin, dapat menikmati kelezatan dan kebahagiaan  yang tertinggi semua orang di dunia sampai akhirat.

iii) Sama Rasa sama rata menurut Al-Quran dan Hadis

          Dari uraian berbagai teori dan pendapat terurai di atas maka yang sangat penting kita renungkan yaitu teori sosialis-sama rasa sama rata yang paling ideal menurut Al-Quran dan Hadis, yaitu sebagai berikut:

  • Allah berfirman bahwa orang-orang yang kaya harusnya mau membagi  nikmat itu dengan  siapa saja, sampai budak-budaknya sama rasa sama rata:

وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ     عَلَى مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ (النحل1 7   (

     16:71. Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?S16 An-Nahl 71).

(2) Firman Allah Qs59 Al-Hasyr 9 menyebutkan bahwa orang-orang Madinah (Kaum Anshar)   menerima pengungsi kaum Muhajirin yang hijrah (25 September 622M)dari Makkah ke Madinah, dengan  ridho sepenuhnya, tidak ada sedikitpun merasa iri atau dengki kepada mereka  bahkan kaum Anshar ini suka mengalah dan  lebih mengutamakan kaum Muhajrin para pengungsi dari Makkah itu. Bahkan watak  dengan nuansa  sama rasa sama rata oleh kaum Anshar untuk kaum Muhajirin itu, diabadikan dalam AlQuran:

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ

وَلَا يَجِدُونَ  فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ

وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ  وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

   (الحشر9)

      “Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung”(S59 Al-Hasyr 9).

     @  Para ulama mencatat hadis Latar Belakang turunnya Al-Quran S59 Al-Hasyr 9 di atas ini bahwa kaum muslimin betul-betul  berjiwa sosialis penuh nuansa SAMA RASA SAMA RATA, yaitu:

 (3) Seorang sahabat mendapat hadiah kepala kambing dari tetangga dia mengantarkan kepada seseorang yang dia rasa lebih memerlukannya, orang kedua inipun melihat dan memberikannya kepada seorang yang dia rasa lebih memerlukan, orang yang ke-tiga melakukan hal yang sama dengan yang sebelumnya demikian berulang pendapat yang sama sampai kepala kambing ini berpindah-pindah kepada orang ke-7 lalu turun ayat s59a9.

3799 عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : أُهْدِيَ لِرَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ رَأْسَ شَاةٍ فَقَالَ : إِنَّ أَخِيْ فُلَانًا وَ عِيَالُهُ أَحْوَجَ إِلَى هَذَا مِنَّا قَالَ : فَبَعَثَ إِلَيْهِ فَلَمْ يَزَلْ يُبْعَثُ بِهِ وَاحِدًا إلَى آخَرَ حَتَّى تُدَاوِلَهَا سَبْعَةَ أَبْيَاتٍ حَتَّى رَجَعَتْ إلَى الْأوَّلِ فَنَزَلَتْ { وَ يُؤْثِرُوْنَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَ لوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَة ٌ} إلى آخر الآية(رواه الحاكم في المستدرك على الصحيحين 399 ))و لم يخرجاه مع تعليقات الذهبي في التلخيص (2/ 526)( لباب النقول (ص: 208)

    “Dari Ibnu ‘Umar r.a.dia berkata: “Seorang sahabat Rasul Saw diberi hadiah kepala kambing, dia  teringat  dan berkata: “Saudaraku si Fulan dan keluarganya lebih memerlukan daging kambing  ini dari padku. Dengan segera daging kambing itu dikirimkan kepada sahabatnya  tadi,  namun  si temannya ini (juga merasa  ada sahabatnya yang lebih memerlukannya dari dirinya)lalu dia kirim kepada sahabat yang dirasakan lebih memerlukannya, gtetapi sahabat yang dikirimi ini-pun juga preersis perasaan teman sebelumnya, maka daging kambing itu dikirimkan kepada sahabat yang lebih memerlukan…… demikian daging itu berkeliling berputar sampai tujuh orang (kepala keluarga) bahkan terakhir kembali ke sahabat yang pertama  mendapat hadiah kambing tadi.  Maka turunlah Al-Quran S 59 Al-Hasyr 9 diatas”(HR Al-Hakim dengan sanad shahih   no.3799 dan Baihaqi no.3479, nomer dari  Maktabah Syamilah).

 (4) Seorang sahabat yang melarat lebih mendahulukan tamu Rasul Saw. dari pada anaknya sendiri yang disuruh tidur terus jangan meminta makan. Maka Jibril turun membawa wahyu s59a9 ini juga sudah diteliti Bukhari dinialianya shahih (HR Baihaqi J3h259).

(5) Hadis Riwayat Tirmidzi dan Abu Dawud:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ الرَّحِمُ شُجْنَةٌ مِنْ الرَّحْمَنِ فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعَهُ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ     (سنن الترمذي1847  وابو داود(4290  –

      “Dari Abdullah bin Amr ia berkata; Rasulullah Saw bersabda: “Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar Rahman, berkasih sayanglah kepada siapapun yang ada dibumi, niscaya Yang ada di langit akan mengasihi kalian. Lafazh Ar Rahim (rahim atau kasih sayang) itu diambil dari lafazh Ar Rahman, maka barang siapa yang menyambung tali silaturrahmi niscaya Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya) dan barang siapa yang memutus tali silaturrahmi maka Allah akan memutusnya (dari rahmat-Ny)” hadits hasan shahih (HR Tirmidzi  1847 dan Abu Daud  4290).

(6) Kitab Asmau Allah al-Husna (16h15) mencatat bahwa petunjuk dari  Al-Quran dan hadis dalam masalah  cinta tersebut maknanya ialah  bahwa cinta itu hati penuh dengan kasih sayang, cinta dan bersemangat untuk memberi jasa kepada semua manusia, baik orang  Islam  ataupu  orang  kafir yaitu:

 (a) Kepada orang Islam dan  beriman hati penuh cinta sama rasa sama rata maka  tali kasih  itu  mengikat hati antar mereka suka dan duka sama-sama dihayati bersama.

(b) Adapun kepada orang yang kafir ialah dengan menaruh belas kasih yaitu dengan usaha   menyelamatkan mereka dari azab neraka jahanam melalui   ajakan kepada mereka untuk beriman dan masuk Islam.

(7) Hadis Bukhari-Muslim mencatat sabda Rasulullah Saw:

عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ (رواه البخاري  ١٢ومسلم 65)

     Artinya

               Dari Anas dari Nabi Saw, beliau bersabda: “Tidaklah beriman seseorang dari kalian sebelum dia mencintai saudaranya seperti dia mencinta dirinya sendiri” (HR Bukhari no. 12 dan Muslim no.65).

(8) Bukhari-Muslim mencatat hadis Nabi Ssw:

عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ (رواه البخاري : ٤٥٩ ومسلم 4684)

    “Dari Abu Musa dari Nabi Saw beliau bersabda: “Sesungguh seorang mukmin dengan mukmin lainnya itu seperti satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain” kemudian beliau menganyam jari jemarinya” (HR. Bukhari no. 459 dan Muslim no.4684).

(9) Bukhari-Muslim mencatat hadis Nabi Ssw:

حَدَّثَنَا النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (صحيح البخاري : ٥٥٥٢  ومسلم : ٤٦٨٥)

     Artinya
Telah menceritakan kepada kami An Nu’man bin Basyir berkata; Rasulullah Saw bersabda: “Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi Abagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya)” (HR.Bukhari no.5552 dan Muslim no.4685).

(10) Namun harus dibedakanantara  “samarasa sama rata” tersebut di atas dari  “adab sopan santun”, khususnya  sopan santun anak terhadap ibu bapak dan sebaliknya. Maka sopan santun anak kepada ibu –bapak ditentukan Allah dalam Al-Quran:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (23) وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (24)(الاسراء 23-24)

17:23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.  Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

17:24. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”(S1 Al-Isra` 23-24).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ يَرْفَعُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ الْكَبِيرَ وَيَرْحَمْ الصَّغِيرَ وَيَأْمُرْبِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَى عَنْ الْمُنْكَرِ (رواه أحمد  ٢٢١٤)                    .
Artinya:

“Dari [Ibnu Abbas], dan dia merafa’kannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih besar dan tidak menyayangi yang lebih kecil serta tidak menyuruh kepada kebaikan dan melarang yang mungkar” (HR. Ahmad  no.2214 dan Tirmidzi no. 1842)-                  

iv.Sama Rasa Sama Rata di padang Arafah

       Contoh Nuansa Sama Rasa Sama Rata  yang sangat ideal dapat kita saksikan dan dapat  kita rasakan sangat mengesan sekali yaitu waktu  jutaan jamaah haji, lebih-lebih waktu wuquf di Arafah;

# Seluruh jamaah kaum muslimin bersama-sama melaksanakan WUQUF di ‘Arafah:

1) Berpakaian Ihram:

    Berpakaian Ihram untuk  memenuhi  beberapa ketentuan Rasulullah Saw:    

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَهُ مَا يَلْبَسُ الْمُحْرِمُ فَقَالَ لَا يَلْبَسُ الْقَمِيصَ وَلَا الْعِمَامَةَ وَلَا السَّرَاوِيلَ وَلَا الْبُرْنُسَ وَلَا ثَوْبًا مَسَّهُ الْوَرْسُ أَوْ الزَّعْفَرَانُ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ النَّعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ الْخُفَّيْنِ وَلْيَقْطَعْهُمَا حَتَّى يَكُونَا تَحْتَ الْكَعْبَيْنِ (رواه البخاري : ١٣١)

Artinya

”Dari Ibnu ‘Umar dari Nabi Saw, bahwa ada seorang laki-laki bertanya, “Apa yang harus dikenakan oleh orang yang melakukan ihram?” Beliau menjawab: “Ia tidak boleh memakai baju, Imamah (surban yang dililitkan pada kepala), celana panjang, mantel, atau pakaian yang diberi minyak wangi atau za’faran. Jika dia tidak mendapatkan sandal, maka ia boleh mengenakan sepatu dengan memotongnya hingga di bawah mata kaki” (HR. Bukhari no. 131).

         Pakaian ihram laki-laki terdiri dari dua buah  kain yang tidak berjahit. Maka seorang yang berpakaian Ihram seharusnya suka  menjauhi sifat-sifat buruk atau maksiat dan perbuatan dosa mana saya.

Berpakaian Ihram  mendorong para jamaah haji tumbuhnya watak suka merendah diri dan merasa hina diri di hadapan Allah dan merasa tidak memiliki apa-apa dan tidak mempunyai  daya apapun seperti bayi yang baru dilahirkan dia hanya diberi pakaian yang sangat sederhana seperti popok, grito dan semacam ini. Dengan pakaian ihram mengingatkan para jamaah haji&umrah bagaimana dirinya  sewaktu bayi baru dilahirkan demikian juga bagaimana kelak jika menjadi mayit, maka  dia hanya diberi  pakaian kain kafan putih tidak berjait.

2)      Wuquf di Arafah

       Ibadah haji itu dilaksanakan hanya dalam musim haji, maka Wuquf itu hanya dilakukan  pada jam-jam wuquf, yaitu  sejak waktu zhuhur tanggal 9 Dzulhijjah sampai menjelang magrib tanggal 9 Dzulhijjah saja, maka jika dilaksanakan  diluar  jam-jam ini hajinya tidak sah.

        Di padang Arafah inilah berkumpul  bersama  jamaah haji seluruh dunia yang jumlahnya sampai  berjuta-juta jamaah haji yang terdiri dari  berbagai macam suku-bangsa dengan segala budaya masing-masing.

       Seluruh jamaah ini semua tidak memperlihatkan  identitas kepangkatan, wangsa, dan batas-batas klasifaki sosialnya  tetapi semua berusaha untuk menjadi hamba Allah mendudukkan diri agar supaya dapat berhasil mencapai nilai HAJI MABRUR penuh  takwa dan menghayati firman Allah:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ(الحجرات-13)

Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(QS. Al-Hujurat  13).                      .-                                              

     Seluruh jamaah haji semua memakai pakaian yang sama baju  Ihram yang sama  secara simbolik mendorong untuk merenungkan diri bahwa kelak semua manusia akan dikumpulkan  di padang Makhsyar di hari kiamat kelak, semua melepas identitas kebangsaan, status social dan perangkat  kebanggaan keduniaan, semua  merendah diri dihadapan Allah dalam wuquf ini semua berikhtiar untuk melenyapkan perbedaan, maka identitas kehormatan, kedudukan,  pangkat dan status sosial serta kebesaran duniawi tidak ada.

      Semua jamaah  rukun damai memupuk kesetaraan, persamaan, memakai pakaian  putih semua pakaian ihram bermukim dan bermalam di bawah tenda yang sama, tidur di alas yang sama, tempat mandi, makan makanan yang sama, lauk pauk yang sama, seluruhnya serba sama :

ALLAHU AKBAR. SAMA RASA SAMA RATA.

         Senasib sepenanggungan penuh rasa  persaudaraan Ukhuwwah Islmiyah, seiman penuh  nuansa  kesetaraan dalam hidup dan kehidupan mengabdi menyembah Allah dalam ibadah haji mendambakan negeri idaman:

BALDATUN THAYYIBATUN WA RABBUN GHAFUR

Mabit di Mina

     Dalam amalan wuquf di Arafah, semua jamaah  menempati tenda-tenda  sebagai tempat istirahat, tenda-tenda yang seragam,   yang sangat sederhana  bahkan  sebagian mendapat tempat yang  bebatuan yang kasar.

     Kondisi darurat ini juga dirasakan semua jamaah ketika  mabit di Mina  tempat bermalam dalam hari-hari mabit itu. Bukan hanya tempat atau kondisi lokasi tetapi juga semua mendapat jatah makan tertentu tidak dapat memilih menurutu semau guwee.

     Untuk melakukan amalan  “Melempar 3 Jumrah” di sela-sela mabit ini maka semuanya melakukan jalan kaki  dari tempat bermalam  dalam tenda-tenda tersebut  sampai ke-tempat 3 jumrah tersebut melalui Trowongan yang panjangnya hampir satu kilo mater.

       Maka upacara Wuquf di Arafah dan Mabit di Mina  adalah suatu upacara sosialisasi kebersamaan yang  paling ideal  dalam  cuaca yang sangat panas di waktu siang  dan sangat dingin di waktu malam, masih ditambah lagi  pengalaman selama berada dalam kendaraan yang mengangkut berjuta-juta orang jamaah haji dari seluruh dunia antara Makkah-Arafah dan Mina yang  menguji kesabaran hati semua jamaah haji,  seluruh umat Islam wajib menghayati, merasakan suka duka, pahit-getirnya  pengalaman hidup pada detik-detik ketika Wuquf di Arafah dan Mabit di Mina itu dan melempar jumrah kamudian  kembali ke Makkah. Allahu Akbar,Allahu Akbar,, Allahu Akbar!!!    

  1. Pelatihan menuju citra “Sama rasa sama rata”

    Kewajiban puasa merupakan suatu acara untuk pembinaan mental umat kearah berbagai macam  fadhilah yang penuh hikmah rahasia kearah berbagai  macam rahmah barokah Allah dalam hal ini program pembinaan sosialisasi mental sama rasa sama rata.

       Puasa Ramadhan merupakan Rukun Islam yang  wajib dilaksanakan dengan tunduk patuh oleh seluruh Umat Islam dengan  beberapa perkecualian atas beberapa orang tertentu. Di dalam puasa terkandung beberapa hikmah, yang tertinggi nilainya ialah taqwa . Allah berfirman:

) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (البقرة183)

2:183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”(S 2Al-Baqarah 183),   

           Hikmah yang paling afdhol ialah peningkatan rasa TAQWA, takut melanggar hukum Allah dengan memperbanyak ibadah dan beramal soleh-                       .
Menurut seorang ahli bahasa Arab Ar-Raghib al-Asfihani dalam Al-Mufradat (h568) “Taqwa” itu maknanya ialah maksimalisasi kehati-hatian menjaga diri jangan menderita sakit, dengan menepati yang benar jangan sampai salah; Maka Taqwa secara Syar’i ialah menepati apa yang dibenarkan oleh Allah dan menjauhi apa yang dinilai salah oleh Allah. Maka Taqwa itu singkatnya ialah takut kepada Allah dengan kandungan makna  yang sangat luas.

@   Puasa itu tidak lepas  relevansinya dengan pahala-puasa, yaitu barang siapa berpuasa  dia wajib menjauhi perbuatan maksiat dan durhaka kepada Allah, maka siapa yang berpuasa tetapi  diselingi dengan  perbuatan maksiat maka pahalanya lenyap mengingat  hadis Rasulullah Saw:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ قَالَ أَحْمَدُ أَفْهَمَنِي رَجُلٌ إِسْنَادَهُ (رواه البخاري : ٥٥٩٧)

Artinya:
“Dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan kotor, melakukan hal itu dan masa bodoh, maka Allah tidak butuh (amalannya) meskipun dia meninggalkan makanan dan minumannya (puasa).” Ahmad berkata; Seorang laki-laki memahamkanku tentang isnad hadits ini”(HR. Bukhari no. 5597).

    أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ َإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ (صحيح البخاري : ١٧٧١)

“Sungguh Abu Hurairah r.a. berkata; Rasulullah Saw bersabda: ” Apabila suatu hari seorang dari kalian sedang melaksanakan puasa, maka janganlah dia berkata rafats dan yash-khab, bertengkar sambil berteriak. Jika ada orang lain yang menghinanya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah dia mengatakan ‘Aku sedang berpuasa”(HR. Bukhari no. 1771).

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ (رواه أبو داود١٣٧١)

Artinya

“Dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya sedekah diantara berbagai sedekah” (HR. Abu Daud : 1371)

 Catatan

Beberapa  perbuatan yang menghapus  pahala puasa ialah:

  • Qauluz-zur yakni ucapan dusta (Lih.Fathul Bari:4/117)
  • Rafats kata-kata keji, kotor dan porno (Lih. At-Targhib 1/481]).
  • Laghwu ialah omong kosong tidak ada gunanya(LIhat An-Nihayah:4/257;Al-Mishbahul Munir h555; Faidhul Qodir:6228).
  • Yashakhab yakni bersuara keras dan ribut disebabkan karena pertikaian (An-Nihayah:3/14, Lisanul Arab:1/521). Asy-Syaikh Al-Albani mengartikannya: Jangan berteriak dan jangan bertengkar (Mukhtashar Shahih al-Bukhari h.443]

         Demikian beberapa hal yang mesti dijauhi saat seseorang sedang berpuasa agar pahalanya tidak berkurang atau batal puasa.

           Maka inti sari dari puasa ialah pelatihan menuju nuansa Taqwa  yaitu menepati apa yang dibenarkan oleh Allah dan menjauhi apa yang dipandang Allah sebagai salah, dalam hal ini ialah firman Allah :

وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ

عَلَى مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ (النحل(71

16:71. Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah? (S16 An-Nahl 71).

Oleh: pondokquranhadis | Oktober 6, 2017

Sama Rasa Sama Rata

Al-Quran S 6 An-Nahl 71

وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ

عَلَى مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ (النحل(71

16:71. Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah? (S16 An-Nahl 71)

Tema dan sari tilawah

#Allah menciptakan manusia ada yang kaya dan ada yang miskin.

#Namun banyak mereka yang diberi kelebihan rejeki itu tidak mau memberi sedekah dan infak  kepada orang lain dan kaum dhu’afa`.

#Manusia banyak yang tidak mensyukuri nikmat Allah harusnya membagi   nikmat itu kepada orang lain dan kaum lemah, sehingga  menumbuhkan nuansa  sama rasa sama rata dalam menikmati rejeki dari Allah itu.

Masalah dan analisa jawaban

(1)   Apa sebab timbul   perbedaan kondisi dan kepribadian masing-masing manusia hidup di dunia ini?Jawaban hipotetis: Dalam   Ilmu Jiwa ada teori Tabularasa. bahwa : Asalnya jiwa manusia  itu bagaikan kertas putih lalu terserah akan ditulisi apa atasnya; Kemudian  jiwa berkembang    senada dengan pengaruh lingkungannya, sehingga  manusia itu dibesarkan  dan sangat  dipengaruhi   oleh alam lingkungannya.  Sedangkan lingkungan itu sangat bervariasi situasi dan kondisinya, sehingga hasil atau dampaknya ialah  manusia itu sangat beragam.   

 (2) Apa dampak akibat dari lemahnya kondisi seseorang dan kekurangan daya kemampuan dirinya? Jawaban hipotetis : Hidup ini bagaikan  suatu perlombaan; Maka dalam perlombaan  pasti ada yang menang dan ada yang kalah, maka yang menang  dengan nilai yang bagus akan memperoleh kelebihan dalam bidangnya, siapa yang  kalah akan tertinggal dan menanggung derita dari kekurangannya.

(3) Bagaimana  logikanya  orang yang menang dan nilainya bagus itu bahagia?Jawaban hipotetis: Seluruh perlombaan  itu pasti lomba dalam kebaikan, maka orang yang menang  dalam kebaikan itu ialah mereka yang nilainya paling bagus, maka bagus atau baik itu ialah sesuatu yang menyenangkan dan ditambah dengan kebahagiaan tersendiri.

Pendalaman dan penelitian

BAB    SATU

Antara  bakat dan pengaruh  lingkungan

         Apa sebab timbul   perbedaan kondisi dan kepribadian masing-masing manusia hidup di dunia ini?Jawaban hipotetis: Dalam   Ilmu Jiwa ada teori Tabularasa. bahwa : Asalnya jiwa manusia  itu bagaikan kertas putih lalu terserah akan ditulisi apa atasnya;Kemudian  jiwa berkembang    senada dengan pengaruh  lingkungannya, sehingga  manusia itu dibesarkan  dan sangat  dipengaruhi   oleh alam lingkungannya.  Sedangkan lingkungan itu sangat bervariasi situasi dan kondisinya, maka  hasil atau dampaknya ialah  manusia itu sangat beragam, dan berbeda-beda .  

      Al-Quran menyatakan bahwa kepada setiap jiwa manusia sudah diberi ilham pengetahuan sebelum lahir bahwa   ada dua jalan,yaitu: jalan yang baik jalan   ke surga dan jalan jahat jalan  ke neraka, maka terserah kepada manusia  akan memilih jalan yang mana,  yaitu:

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10) (الشةس 8-10)

(7) dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),(8) maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) ke-    kefasikan dan      ketakwaannya,(9)sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,(10) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”(S9 Asy-Syamsi 7-10).

       Dalam ayat lain Allah menerangkan bahwa setiap jiwa manusia sebelum lahir sudah mengucapkan ikrar untuk bertuhan kepada Allah yang Maha Esa, tetapi  kemudian manusia  terjebak oleh godaan dunia:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ (172) أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ (173)(الاعراف 172-173)

  1. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,
  2. atau agar kamu tidak mengatakan: Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?”(s A-A’raf 172-173).

 فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (الروم 30)

30:30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”(s30 Ar-Rum 30)

          Rasulullah Saw juga sudah bersabda bahwa  sebelum lahir  jiwa manusia itu  merupakan  FITRAH  yang suci,  bagaikan modal awal atau bahan mentah yang dapat dibentuk atau dibuat menurut siapa yang paling dekat kepadanya yaitu:

إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ يُحَدِّثُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ {فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا}(رواه البخاري 1270 ومسلم         (4803   

Sungguh  Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Nabi Saw. bersabda: “Tidak ada seorang anakpun yang terlahir kecuali dia dilahirkan dalam keadaan fithrah. Maka kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?”. Kemudian Abu Hurairah r.a. berkata (mengutip firman Allah QS Ar-Ruum: 30 yang artinya: Sebagai fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu”)HR. Bukhari no. 1270 dan Muslim no. 4803). 

        Karena besarnya pengaruh lingkungan  kepada jiwa  manusia ini  sampai sebagian  ahli pikir membayangkan bahwa  seolah-olah  watak manusia  tersebut  diciptakan oleh  dunia yang mengelilingi dia sejak sebelum lahir sampai detik-detik terakhir hidupnya manusia; bahwa  jiwa manusia yang awalnya seperti kertas  putih kemudian terserah kepada lingkungan sekitarnyalah  yang memberi isi dan warna jiwa manusia atau orang tuanya ingin menulis dan membuat gambar semaunya pada  kertas putih itu dengan tulisan  atau gambar menurut sesuka hatinya sehingga  jiwa seolah-olah terbentuk oleh dia atau alam sekitar.

        Pakar Ilmu Jiwa yang lain menyatakan bahwa manusia itu mempunyai bakat tertentu hanya saja bakat itu bertarung  melawan pengaruh alam sekitar.

         Maka orang beriman harus membentuk dan menciptakan alam lingkungan melalui program perencanaan pendidikan Islam yang paling ideal; Dan sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan hadis perencanaan itu harus dimulai dari kedua orang tua calon bayi, artinya  sejak memilih jodoh, memilih nama, memilih lembaga pendidikan yang paling rendah sampai yang didambakan PGTK,SD,SMP,SMA,S1-2-3.

      Bahkan kita wajib membentuk lingkungan yang Islami yang sangat ideal   mulai  dari Dhoso Wismo,RT,RW,Dukuhan, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Propinsi, Nasional, Internasional se jagad raya. Semuanya  untuk memberi pengaruh kepada jiwa manusia  yang  yang baik yang sangat ideal-Islami Baldatun Tbhayyibatun wa Rabbun Ghafur, mulai dari rumah tangga sampai wilayah seluas-luasnya  sedunia; semoga  Allah mengabulkan.

BAB    DUA

Perlombaan hidup

  Apa dampak akibat dari lemahnya kondisi seseorang dan kekurangan daya kemampuan dirinya? Jawaban hipotetis : Hidup ini bagaikan  suatu perlombaan; Maka dalam perlombaan  pasti ada yang menang dan ada yang kalah, maka yang menang  dengan nilai yang bagus akan memperoleh kelebihan dalam bidangnya, siapa yang  kalah akan tertinggal dan menanggung derita dari kelemahannya.

       Gambaran yang sangat ekstrem ialah faham pemikiran Darwin dengan filsafat Evolusinya. Darwin berpendapat bahwa  di alam ini terjadi pergulatan lahan hidup, maka  siapa yang lebih  kuat akan meneruskan sejarahnya, sebaliknya siapa yang lemah dan kalah maka akan terlindas jalannya sejarah akhirnya lenyap.

      Ayat Al-Quran menyebut secara samar-samar sedikit  teori tentang evolusi dari  hewan yang sederhana dengan hewan yang lebih maju, yaitu apa yang tercatat dalam uraian berikut:

وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ فَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى رِجْلَيْنِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى أَرْبَعٍ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (النور 45)

Artinya:       “Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”(S.24 An-nur 45).

       Pada pertengahan abad ke-19 berkembang meluas faham Evolusi, yaitu:

#Bahwa seluruh makhluk hidup sekarang ini termasuk manusia semua itu berasal dari makhluk hidup yang paling sederhana lalu meningkat terus.

#Semua makhluk hidup itu mempunyai rangkaian peningkatan bentuk dari  yang  jenis anggotanya  yang sangat sederhana atau belum ada apa-apanya tumbuh berkembang  ke bentuk yang beranggota tubuh yang lebih sempurna. Ini dibuktikan oleh Ilmu Geologi dan sejarah Paleo-ontologi.

         Yang penting dampak dari teori Evolusi Darwin ini ialah bahwa dalam perlombaan hidup  ini maka jenis makhluk yang sederhana   akhirnya lenyap   kalah bersaing dengan makhluk yang serba lebih, sebagaimana tercatat  bahwa banyak binatang binatang purba dinosaurus dan sebangsanya sekarang sudah lenyap. Dan jika diperluas maknanya maka manusia primitive  dikalahkan akhirnya mereka  terpinggirkan oleh manusia yang lebih cerdas dan sangat kuat, dengan kata lain mereka yang kalah berlomba akan ditinggalkan dan tidak mendapat bagian apa-apa bahkan  lenyap ditinggal oleh manusia yang berkemajuan, berkebudayaan  tinggi. 

BAB    TIGA

Sama rasa sama rata semua bahagia

    Bagaimana  logikanya  orang yang menang dan nilainya bagus itu bahagia?Jawaban hipotetis: Seluruh perlombaan  itu pasti lomba dalam kebaikan, maka orang yang menang itu ialah mereka yang nilainya paling bagus, maka bagus atau baik itu ialah sesuatu yang menyenangkan ditanbah dengan kebahagiaan hidup.

  1. i) Perlombaan

       Seluruh perlombaan itu pasti perlombaan dalam kebaikan, tidak ada perlombaan  dalam kejahatan dan jalan ke kesengsaraan, tidak ada perlombaan korupsi, perlombaan menipu, perlombaan berzina, perlombaan mabuk narkoba.

         Al-Quran S5 Al-Maidah 48  menyebut-nyebut perlombaan, tetapi perlombaan  dalam berbuat  amal soleh (kebajikan).

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ (المائدة 48)

5:48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah kamu sekalian  berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”(S 5 Al-Maidah 48).

         Untuk menelusuri arti dan maksud lafal “Fastabiqul khairat” dalam Qs5a48 di atas ini seharusnya ialah melalui penafsiran oleh ulama tafsir:

(1)  Tafsir Ibnu Katsir (3h130) dalam membahas Al-Quran s5a48  di atas mencatat bahwa apa saja  yang cocok dengan Al-Quran itu adalah  benar yang tidak cocok dengan Al-Quran namanya batal (tidak benar). Dan yang dimaksud dengan lafal فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ   ialah berlomba untuk meraih kemenangan nomer satu dalam kebajikan.

(2)Tafsir Al-Qurthubi (1h1730) menjelaskan maksud lafal فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ  ialah mendahulukan kewajiban dan menomer duakan pahala.

(3)  Tafsir Nazhmud Durar (J2h408) menjelaskan bahwa lafal

      فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ, artinya  ialah berlomba dengan maksimal   jangan sampai tercela atau buruk menurut Allah  sebab semua  masalah  itu kembali kepada Allah, yaitu:

    (إلى الله مَرْجِعُكُمْ جَمِيعاً فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ)=maka berlomba-lombalah kamu berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya”(s.5 Al-Maidah 48)                 

(4) Tafsir Ath-Thabari terbitan Al-Ma’rifah (1990:17h148) menjelaskan lafal  (( فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ)) ialah berlomba untuk beramal soleh, mentaati aturan hukum Allah, tekun mengikuti hidayah Allah.

(5) Dalam juz 1, halaman 24 Ath-Thabari menafsirkan Al-Quran  s23a61 menyatakan di sana bahwa  makna lafal:

أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ (الموءمنون61(

      23:61. mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya” (s 23 Al-Mu`minun 61).

     Maknanya  ialah berlomba untuk beramal soleh dan taqarrub kepada Allah dengan penuh ketaatan.    

(6)Dalam juz 22 halaman 32 Ath-Thabari dalam menafsirkan Al-Quran  s35a32 lafal         سابِقٌ بالخَيْرَاتِ ialah  orang yang masuk surga dengan sangat gampang tanpa pemerikasaan, tanpa Hisab karena hamba tersebut telah berhidmat kepada Allah, beramal soleh yang dapat maksimal mendekatkan diri kepada Allah.

  1. ii) Pengertian “ Baik”  Secara logika

         Secara logika maka apa yang dinamakan baik dan bagaimana yang disebut buruk adalah sebagai berikut:

~ Sejak jaman  Epicuros  filosuf Yunani, sampai Jeremy Bentham (1832M)dan John Stuart Mill(1873M) dari bahkan sampai tokoh rasionalis Islam Mu’tazilah dan Muhammad ‘Abduh (1905M)  menyatakan bahwa yang dinamakan baik itu ialah sesuatu yang membawa kelezatan dan kebahagiaan. Sebaliknya yang disebut buruk itu ialah sesuatu yang  tidak enak dan membawa manusia kepada  kesengsaraan(Titus-M.Rasyidi, Persoalan Filsafat 1984,h.147).

        Seluruh manusia setiap saat selalu menghadapi ujian hidup, sehingga dia harus memilih langkah dan tindakan yang paling baik dan tepat, untuk memelihara hidupnya dan hidup terus, hidup yang lebih baik lagi, lebih enak, lebih senang dan bahagia. Sebaliknya dia menjauhi jalan yang  mengakibatkan hidup yang tidak enak dan jalan yang mengakibatkan kesengsaraan.

        Para pakar Hukum Adat, Moh.Koesnoe, Kusumadi, van Vollenhoven, senada dengan pakar Hukum Islam Abu Zahrah, Ibnu Abidin, Al-Khayyath  menyatakan bahwa Hukum Adat atau Al-‘Urfu itu adalah hasil pemikiran manusia atas suatu langkah perbuatan yang dianggap baik.  Sampai Roger Garaudy dalam bukunya “Janji-janji Islam”(1983:35) mencatat bahwa penyair Arab Jahiliyah jaman dahulu kala itu mereka menulis pendahuluan syairnya selalu memuji-muji adat mayarakat yang  mereka anggap baik.

        Dalam perkembangannya John Stuart Mill (1873M) dari aliran Utilitarianisme menyatakan bahwa yang paling baik ialah sesuatu yang memberi kelezatan yang paling tinggi kepada jumlah orang yang paling besar (The greatest happiness of the greatest numbers) kelezatan jasmani dan rohani.  Tetapi karena yang mengetahui sesuatu itu  dapat memberi kenikmatan yang tertinggi kepada seluruh umat manusia itu hanya Allah, maka Al-Ghazali (1059M) menyatakan bahwa yang baik itu ialah yang dinilai baik oleh Allah dan yang buruk itu ialah yang dinilai buruk oleh Allah (Pernyataan ini dinyatakan Al-Ghazali kira-kira  800 tahun sebelum J.Stuart Mill abad 19 Masehi). Jadi menurut Al-Ghazali yang Maha Mengetahui sesuatu itu paling nikmat untuk seluruh umat manusia di dunia sampai akhirat ialah Allah. Sehingga umat manusia jika ingin mencari kenikmatan dan kebahagiaan yang paling tinggi ialah mengikuti apa yang dinilai baik oleh Allah yang  diridhoi oleh Allah.  Yang dinilai buruk oleh Allah ialah jalan dan perbuatan ayang akan membawa sengsara yaitu neraka dunia dan akhirat.

         Para tokoh Mu’tazilah memang sangat mengunggulkan kemampuan akal, sehingga mereka berpendapat bahwa sebenarnya  manusia dengan akalnya dapat mengetahui kewajibannya menjauhi perbuatan-perbuatan yang membawa kepada penderitaan dan kesengsaraan. Tetapi salah seorang tokoh Mu’tazilah yang bernama  Ibnu Abi Hasyim menyatakan bahwa ada perbuatan-perbuatan yang akal tidak mampu mengetahui apakah akan membawa kepada kebaikan atau keburukan, maka pada saat akal tidak mampu inilah akal harus berlindung kepada wahyu. Mohammad ‘Abduh sendiri dalam bukunya Risalatut Tauhid (1965h.101) juga mengatakan bahwa dengan akal melulu manusia tidak mampu mengetahui perbuatan-perbuatan mana yang akan membawa kepada  kebahagiaan,  perbuatan mana yang akan membawa kepada penderitaan dan kesengsaraan untuk ini akal wajib mengikuti petunjuk dari wahyu dari Allah.

        @ Perlu dicatat di sini pernyataan  Bimbo bahwa lagu yang baik ialah lagu yang disukai oleh penggemar yang tidak dibatasi oleh perseorangan, suku maupun daerah. Taufiq Ismail menyatakan bahwa lagu yang baik ialah lagu yang tidak luntur(Trans TV 12/9/2006, jam 6.5o). Dari pernyataan ini maka disimpulkan bahwa yang baik ialah yang menyenangkan dan disenangi oleh orang yang tidak terbatas oleh perseorangan, suku-bangsa dan wilayah bahkan tidak terbatasi oleh waktu.

        Mengingat jalan pikiran seperti ini maka perlu kita merenungkan kembali hadis Nabi Saw. ketika beliau ditanya tentang apa yang disebut BAIK atau Ihsan, maka beliau menjawab bahwa Ihsan itu ialah mengabdi kepada Allah dengan sangat tekun seolah-olah melihat Allah atau yakin bahwa Allah melihatnya, yaitu:

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ (رواه البخاري  48ومسلم 10)

Artinya: “Menyembah Allah seakan-akan melihat Allah jika kamu tidak dapat melihay Allah ketahuilah bahwa Allah melihat kamu”(HR Bukhari no.48 dan Muslim no.10).

        Ibadah berasal dari lafal ‘abada-Ya’budu-‘Ibadatan,َعبَدَ-يَعْبُدُ- عِبَادَةً) ) dalam arti sempit ibadah itu ialah shalat dan jika diartikan lebih luas ibadah mencakup pengabdian, tunduk taat melaksanakan seluruh aturan Allah.

        Sehingga khusus dalam  pembahasan  ini ialah bahwa Allah  dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 48 memerintahkan kepada kita untuk berlomba dalam kebajikan. Lebih menukik lagi ialah bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk berlomba mempersembahkan apa yang sangat menyenangkan sekali kepada orang maksimal sebanyak mungkin, dapat menikmati kelezatan dan kebahagiaan  yang tertinggi semua orang di dunia sampai akhirat.

iii) Sama Rasa sama rata menurut Al-Quran dan Hadis

          Dari uraian berbagai teori dan pendapat terurai di atas maka yang sangat penting kita renungkan yaitu teori sosialis-sama rasa sama rata yang paling ideal menurut Al-Quran dan Hadis, yaitu sebagai berikut:

  • Allah berfirman bahwa orang-orang yang kaya harusnya mau membagi  nikmat itu dengan  siapa saja, sampai budak-budaknya sama rasa sama rata:

وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ     عَلَى مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ (النحل1 7   (

     16:71. Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?S16 An-Nahl 71).

(2) Firman Allah Qs59 Al-Hasyr 9 menyebutkan bahwa orang-orang Madinah (Kaum Anshar)   menerima pengungsi kaum Muhajirin yang hijrah (25 September 622M)dari Makkah ke Madinah, dengan  ridho sepenuhnya, tidak ada sedikitpun merasa iri atau dengki kepada mereka  bahkan kaum Anshar ini suka mengalah dan  lebih mengutamakan kaum Muhajrin para pengungsi dari Makkah itu. Bahkan watak  dengan nuansa  sama rasa sama rata oleh kaum Anshar untuk kaum Muhajirin itu, diabadikan dalam AlQuran:

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ

وَلَا يَجِدُونَ  فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ

وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ  وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

   (الحشر9)

      “Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung”(S59 Al-Hasyr 9).

     @  Para ulama mencatat hadis Latar Belakang turunnya Al-Quran S59 Al-Hasyr 9 di atas ini bahwa kaum muslimin betul-betul  berjiwa sosialis penuh nuansa SAMA RASA SAMA RATA, yaitu:

 (3) Seorang sahabat mendapat hadiah kepala kambing dari tetangga dia mengantarkan kepada seseorang yang dia rasa lebih memerlukannya, orang kedua inipun melihat dan memberikannya kepada seorang yang dia rasa lebih memerlukan, orang yang ke-tiga melakukan hal yang sama dengan yang sebelumnya demikian berulang pendapat yang sama sampai kepala kambing ini berpindah-pindah kepada orang ke-7 lalu turun ayat s59a9.

3799 عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : أُهْدِيَ لِرَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ رَأْسَ شَاةٍ فَقَالَ : إِنَّ أَخِيْ فُلَانًا وَ عِيَالُهُ أَحْوَجَ إِلَى هَذَا مِنَّا قَالَ : فَبَعَثَ إِلَيْهِ فَلَمْ يَزَلْ يُبْعَثُ بِهِ وَاحِدًا إلَى آخَرَ حَتَّى تُدَاوِلَهَا سَبْعَةَ أَبْيَاتٍ حَتَّى رَجَعَتْ إلَى الْأوَّلِ فَنَزَلَتْ { وَ يُؤْثِرُوْنَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَ لوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَة ٌ} إلى آخر الآية(رواه الحاكم في المستدرك على الصحيحين 399 ))و لم يخرجاه مع تعليقات الذهبي في التلخيص (2/ 526)( لباب النقول (ص: 208)

    “Dari Ibnu ‘Umar r.a.dia berkata: “Seorang sahabat Rasul Saw diberi hadiah kepala kambing, dia  teringat  dan berkata: “Saudaraku si Fulan dan keluarganya lebih memerlukan daging kambing  ini dari padku. Dengan segera daging kambing itu dikirimkan kepada sahabatnya  tadi,  namun  si temannya ini (juga merasa  ada sahabatnya yang lebih memerlukannya dari dirinya)lalu dia kirim kepada sahabat yang dirasakan lebih memerlukannya, gtetapi sahabat yang dikirimi ini-pun juga preersis perasaan teman sebelumnya, maka daging kambing itu dikirimkan kepada sahabat yang lebih memerlukan…… demikian daging itu berkeliling berputar sampai tujuh orang (kepala keluarga) bahkan terakhir kembali ke sahabat yang pertama  mendapat hadiah kambing tadi.  Maka turunlah Al-Quran S 59 Al-Hasyr 9 diatas”(HR Al-Hakim dengan sanad shahih   no.3799 dan Baihaqi no.3479, nomer dari  Maktabah Syamilah).

 (4) Seorang sahabat yang melarat lebih mendahulukan tamu Rasul Saw. dari pada anaknya sendiri yang disuruh tidur terus jangan meminta makan. Maka Jibril turun membawa wahyu s59a9 ini juga sudah diteliti Bukhari dinialianya shahih (HR Baihaqi J3h259).

(5) Hadis Riwayat Tirmidzi dan Abu Dawud:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ الرَّحِمُ شُجْنَةٌ مِنْ الرَّحْمَنِ فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعَهُ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ     (سنن الترمذي1847  وابو داود(4290  –

      “Dari Abdullah bin Amr ia berkata; Rasulullah Saw bersabda: “Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar Rahman, berkasih sayanglah kepada siapapun yang ada dibumi, niscaya Yang ada di langit akan mengasihi kalian. Lafazh Ar Rahim (rahim atau kasih sayang) itu diambil dari lafazh Ar Rahman, maka barang siapa yang menyambung tali silaturrahmi niscaya Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya) dan barang siapa yang memutus tali silaturrahmi maka Allah akan memutusnya (dari rahmat-Ny)” hadits hasan shahih (HR Tirmidzi  1847 dan Abu Daud  4290).

(6) Kitab Asmau Allah al-Husna (16h15) mencatat bahwa petunjuk dari  Al-Quran dan hadis dalam masalah  cinta tersebut maknanya ialah  bahwa cinta itu hati penuh dengan kasih sayang, cinta dan bersemangat untuk memberi jasa kepada semua manusia, baik orang  Islam  ataupu  orang  kafir yaitu:

 (a) Kepada orang Islam dan  beriman hati penuh cinta sama rasa sama rata maka  tali kasih  itu  mengikat hati antar mereka suka dan duka sama-sama dihayati bersama.

(b) Adapun kepada orang yang kafir ialah dengan menaruh belas kasih yaitu dengan usaha   menyelamatkan mereka dari azab neraka jahanam melalui   ajakan kepada mereka untuk beriman dan masuk Islam.

(7) Hadis Bukhari-Muslim mencatat sabda Rasulullah Saw:

عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ (رواه البخاري  ١٢ومسلم 65)

     Artinya

               Dari Anas dari Nabi Saw, beliau bersabda: “Tidaklah beriman seseorang dari kalian sebelum dia mencintai saudaranya seperti dia mencinta dirinya sendiri” (HR Bukhari no. 12 dan Muslim no.65).

(8) Bukhari-Muslim mencatat hadis Nabi Ssw:

عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ (رواه البخاري : ٤٥٩ ومسلم 4684)

    “Dari Abu Musa dari Nabi Saw beliau bersabda: “Sesungguh seorang mukmin dengan mukmin lainnya itu seperti satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain” kemudian beliau menganyam jari jemarinya” (HR. Bukhari no. 459 dan Muslim no.4684).

(9) Bukhari-Muslim mencatat hadis Nabi Ssw:

حَدَّثَنَا النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (صحيح البخاري : ٥٥٥٢  ومسلم : ٤٦٨٥)

     Artinya
Telah menceritakan kepada kami An Nu’man bin Basyir berkata; Rasulullah Saw bersabda: “Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi Abagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya)” (HR.Bukhari no.5552 dan Muslim no.4685).

(10) Namun harus dibedakanantara  “samarasa sama rata” tersebut di atas dari  “adab sopan santun”, khususnya  sopan santun anak terhadap ibu bapak dan sebaliknya. Maka sopan santun anak kepada ibu –bapak ditentukan Allah dalam Al-Quran:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (23) وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (24)(الاسراء 23-24)

17:23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.  Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

17:24. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”(S1 Al-Isra` 23-24).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ يَرْفَعُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ الْكَبِيرَ وَيَرْحَمْ الصَّغِيرَ وَيَأْمُرْبِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَى عَنْ الْمُنْكَرِ (رواه أحمد  ٢٢١٤)                    .
Artinya:

“Dari [Ibnu Abbas], dan dia merafa’kannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih besar dan tidak menyayangi yang lebih kecil serta tidak menyuruh kepada kebaikan dan melarang yang mungkar” (HR. Ahmad  no.2214 dan Tirmidzi no. 1842)-                  

iv.Sama Rasa Sama Rata di padang Arafah

       Contoh Nuansa Sama Rasa Sama Rata  yang sangat ideal dapat kita saksikan dan dapat  kita rasakan sangat mengesan sekali yaitu waktu  jutaan jamaah haji, lebih-lebih waktu wuquf di Arafah;

# Seluruh jamaah kaum muslimin bersama-sama melaksanakan WUQUF di ‘Arafah:

1) Berpakaian Ihram:

    Berpakaian Ihram untuk  memenuhi  beberapa ketentuan Rasulullah Saw:    

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَهُ مَا يَلْبَسُ الْمُحْرِمُ فَقَالَ لَا يَلْبَسُ الْقَمِيصَ وَلَا الْعِمَامَةَ وَلَا السَّرَاوِيلَ وَلَا الْبُرْنُسَ وَلَا ثَوْبًا مَسَّهُ الْوَرْسُ أَوْ الزَّعْفَرَانُ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ النَّعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ الْخُفَّيْنِ وَلْيَقْطَعْهُمَا حَتَّى يَكُونَا تَحْتَ الْكَعْبَيْنِ (رواه البخاري : ١٣١)

Artinya

”Dari Ibnu ‘Umar dari Nabi Saw, bahwa ada seorang laki-laki bertanya, “Apa yang harus dikenakan oleh orang yang melakukan ihram?” Beliau menjawab: “Ia tidak boleh memakai baju, Imamah (surban yang dililitkan pada kepala), celana panjang, mantel, atau pakaian yang diberi minyak wangi atau za’faran. Jika dia tidak mendapatkan sandal, maka ia boleh mengenakan sepatu dengan memotongnya hingga di bawah mata kaki” (HR. Bukhari no. 131).

         Pakaian ihram laki-laki terdiri dari dua buah  kain yang tidak berjahit. Maka seorang yang berpakaian Ihram seharusnya suka  menjauhi sifat-sifat buruk atau maksiat dan perbuatan dosa mana saya.

Berpakaian Ihram  mendorong para jamaah haji tumbuhnya watak suka merendah diri dan merasa hina diri di hadapan Allah dan merasa tidak memiliki apa-apa dan tidak mempunyai  daya apapun seperti bayi yang baru dilahirkan dia hanya diberi pakaian yang sangat sederhana seperti popok, grito dan semacam ini. Dengan pakaian ihram mengingatkan para jamaah haji&umrah bagaimana dirinya  sewaktu bayi baru dilahirkan demikian juga bagaimana kelak jika menjadi mayit, maka  dia hanya diberi  pakaian kain kafan putih tidak berjait.

2)      Wuquf di Arafah

       Ibadah haji itu dilaksanakan hanya dalam musim haji, maka Wuquf itu hanya dilakukan  pada jam-jam wuquf, yaitu  sejak waktu zhuhur tanggal 9 Dzulhijjah sampai menjelang magrib tanggal 9 Dzulhijjah saja, maka jika dilaksanakan  diluar  jam-jam ini hajinya tidak sah.

        Di padang Arafah inilah berkumpul  bersama  jamaah haji seluruh dunia yang jumlahnya sampai  berjuta-juta jamaah haji yang terdiri dari  berbagai macam suku-bangsa dengan segala budaya masing-masing.

       Seluruh jamaah ini semua tidak memperlihatkan  identitas kepangkatan, wangsa, dan batas-batas klasifaki sosialnya  tetapi semua berusaha untuk menjadi hamba Allah mendudukkan diri agar supaya dapat berhasil mencapai nilai HAJI MABRUR penuh  takwa dan menghayati firman Allah:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ(الحجرات-13)

Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(QS. Al-Hujurat  13).                      .-                                              

     Seluruh jamaah haji semua memakai pakaian yang sama baju  Ihram yang sama  secara simbolik mendorong untuk merenungkan diri bahwa kelak semua manusia akan dikumpulkan  di padang Makhsyar di hari kiamat kelak, semua melepas identitas kebangsaan, status social dan perangkat  kebanggaan keduniaan, semua  merendah diri dihadapan Allah dalam wuquf ini semua berikhtiar untuk melenyapkan perbedaan, maka identitas kehormatan, kedudukan,  pangkat dan status sosial serta kebesaran duniawi tidak ada.

      Semua jamaah  rukun damai memupuk kesetaraan, persamaan, memakai pakaian  putih semua pakaian ihram bermukim dan bermalam di bawah tenda yang sama, tidur di alas yang sama, tempat mandi, makan makanan yang sama, lauk pauk yang sama, seluruhnya serba sama :

ALLAHU AKBAR. SAMA RASA SAMA RATA.

         Senasib sepenanggungan penuh rasa  persaudaraan Ukhuwwah Islmiyah, seiman penuh  nuansa  kesetaraan dalam hidup dan kehidupan mengabdi menyembah Allah dalam ibadah haji mendambakan negeri idaman:

BALDATUN THAYYIBATUN WA RABBUN GHAFUR

Mabit di Mina

     Dalam amalan wuquf di Arafah, semua jamaah  menempati tenda-tenda  sebagai tempat istirahat, tenda-tenda yang seragam,   yang sangat sederhana  bahkan  sebagian mendapat tempat yang  bebatuan yang kasar.

     Kondisi darurat ini juga dirasakan semua jamaah ketika  mabit di Mina  tempat bermalam dalam hari-hari mabit itu. Bukan hanya tempat atau kondisi lokasi tetapi juga semua mendapat jatah makan tertentu tidak dapat memilih menurutu semau guwee.

     Untuk melakukan amalan  “Melempar 3 Jumrah” di sela-sela mabit ini maka semuanya melakukan jalan kaki  dari tempat bermalam  dalam tenda-tenda tersebut  sampai ke-tempat 3 jumrah tersebut melalui Trowongan yang panjangnya hampir satu kilo mater.

       Maka upacara Wuquf di Arafah dan Mabit di Mina  adalah suatu upacara sosialisasi kebersamaan yang  paling ideal  dalam  cuaca yang sangat panas di waktu siang  dan sangat dingin di waktu malam, masih ditambah lagi  pengalaman selama berada dalam kendaraan yang mengangkut berjuta-juta orang jamaah haji dari seluruh dunia antara Makkah-Arafah dan Mina yang  menguji kesabaran hati semua jamaah haji,  seluruh umat Islam wajib menghayati, merasakan suka duka, pahit-getirnya  pengalaman hidup pada detik-detik ketika Wuquf di Arafah dan Mabit di Mina itu dan melempar jumrah kamudian  kembali ke Makkah. Allahu Akbar,Allahu Akbar,, Allahu Akbar!!!    

  1. Pelatihan menuju citra “Sama rasa sama rata”

    Kewajiban puasa merupakan suatu acara untuk pembinaan mental umat kearah berbagai macam  fadhilah yang penuh hikmah rahasia kearah berbagai  macam rahmah barokah Allah dalam hal ini program pembinaan sosialisasi mental sama rasa sama rata.

       Puasa Ramadhan merupakan Rukun Islam yang  wajib dilaksanakan dengan tunduk patuh oleh seluruh Umat Islam dengan  beberapa perkecualian atas beberapa orang tertentu. Di dalam puasa terkandung beberapa hikmah, yang tertinggi nilainya ialah taqwa . Allah berfirman:

) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (البقرة183)

2:183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”(S 2Al-Baqarah 183),   

           Hikmah yang paling afdhol ialah peningkatan rasa TAQWA, takut melanggar hukum Allah dengan memperbanyak ibadah dan beramal soleh-                       .
Menurut seorang ahli bahasa Arab Ar-Raghib al-Asfihani dalam Al-Mufradat (h568) “Taqwa” itu maknanya ialah maksimalisasi kehati-hatian menjaga diri jangan menderita sakit, dengan menepati yang benar jangan sampai salah; Maka Taqwa secara Syar’i ialah menepati apa yang dibenarkan oleh Allah dan menjauhi apa yang dinilai salah oleh Allah. Maka Taqwa itu singkatnya ialah takut kepada Allah dengan kandungan makna  yang sangat luas.

@   Puasa itu tidak lepas  relevansinya dengan pahala-puasa, yaitu barang siapa berpuasa  dia wajib menjauhi perbuatan maksiat dan durhaka kepada Allah, maka siapa yang berpuasa tetapi  diselingi dengan  perbuatan maksiat maka pahalanya lenyap mengingat  hadis Rasulullah Saw:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ قَالَ أَحْمَدُ أَفْهَمَنِي رَجُلٌ إِسْنَادَهُ (رواه البخاري : ٥٥٩٧)

Artinya:
“Dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan kotor, melakukan hal itu dan masa bodoh, maka Allah tidak butuh (amalannya) meskipun dia meninggalkan makanan dan minumannya (puasa).” Ahmad berkata; Seorang laki-laki memahamkanku tentang isnad hadits ini”(HR. Bukhari no. 5597).

    أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ َإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ (صحيح البخاري : ١٧٧١)

“Sungguh Abu Hurairah r.a. berkata; Rasulullah Saw bersabda: ” Apabila suatu hari seorang dari kalian sedang melaksanakan puasa, maka janganlah dia berkata rafats dan yash-khab, bertengkar sambil berteriak. Jika ada orang lain yang menghinanya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah dia mengatakan ‘Aku sedang berpuasa”(HR. Bukhari no. 1771).

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ (رواه أبو داود١٣٧١)

Artinya

“Dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya sedekah diantara berbagai sedekah” (HR. Abu Daud : 1371)

 Catatan

Beberapa  perbuatan yang menghapus  pahala puasa ialah:

  • Qauluz-zur yakni ucapan dusta (Lih.Fathul Bari:4/117)
  • Rafats kata-kata keji, kotor dan porno (Lih. At-Targhib 1/481]).
  • Laghwu ialah omong kosong tidak ada gunanya(LIhat An-Nihayah:4/257;Al-Mishbahul Munir h555; Faidhul Qodir:6228).
  • Yashakhab yakni bersuara keras dan ribut disebabkan karena pertikaian (An-Nihayah:3/14, Lisanul Arab:1/521). Asy-Syaikh Al-Albani mengartikannya: Jangan berteriak dan jangan bertengkar (Mukhtashar Shahih al-Bukhari h.443]

         Demikian beberapa hal yang mesti dijauhi saat seseorang sedang berpuasa agar pahalanya tidak berkurang atau batal puasa.

           Maka inti sari dari puasa ialah pelatihan menuju nuansa Taqwa  yaitu menepati apa yang dibenarkan oleh Allah dan menjauhi apa yang dipandang Allah sebagai salah, dalam hal ini ialah firman Allah :

وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ

عَلَى مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ (النحل(71

16:71. Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah? (S16 An-Nahl 71)

Oleh: pondokquranhadis | Mei 7, 2016

Mau kemana

وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ(22)وَلَقَدْ رَآهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ(23)وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ(24)وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ(25)فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ (26) إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (27) لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ (28) وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (29)(التكوير 26-29)
23. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.
24. Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang gaib.
25. Dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk,
26. maka ke manakah kamu akan pergi?
27. Al Qur’an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,
28. (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus”
29. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semestaalam (S81Alttakwir 23-29).
Tema dan sari tilawah
(1) Nabi Muhammad Saw bertemu dengan Jibril di ufuk
(2)Nabi Saw tidak menyembunyikan berita dari alam gaib.
(3) Wahyu yang diterima beliau bukan bisikan setan.
(4) Maka manusia akan ke mana .
(5) Al-Quran memberi peringatan kepada seluruh makhluk.
(6) Dia memberi peringatan para hamba yang berjalan lurus .
(7) Manusia merencanakan maka Allah yang menentukan hasil.

@ Tafsir Ath-Thabari (1h427) mengaitkan Qs81a26 ini dengan Qs2a28 maka maknanya adalah sbb:
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (البقرة 28)
Ath-Thabari menjelaskan istilah “Mau ke-mana kamu?” Ialah:
Mengapa kamu sekalian kafir kepada Allah, padahal dahulu kamu manusia itu asal dari nutfah (air-mani) tumbuh berkembang menjadi manusia yang hidup di bumi Allah yang memberi kenikmatan hidup kamu di bumi maka Allah itulah yang menghidupkan kamu sekalian, lalu Allah membuat kamu mati sesudah matimu, kemudian Allah membangkitkan kamu sekalian di lapangan Makhsyar-hari Kiamat untuk menerima pahala atau azab. Maka mengapa kamu kufur tidak percaya kepada Allah lalu mau kemana kamu sekalian itu?
Bagi mereka orang yang beriman percaya bahwa ada hidup sesudah mati, sehingga timbul istilah dalam bahasa Jawa orang yang meninggal itu dikatakan :Sowan dateng ngarso Gusti dan ini sangat persis dengan ucapan Nabi Ibrahim di dalam Al-Quran:
وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ(99)
“Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku”(S 37 Ash-Shaffat 99).
Melalui analisa Ath-Thabari di atas ini kita kembangkan menjadi beberapa pertanyaan, yaitu:
Masalah dan analisa jawaban
(1) Bagaimana rahasia alam gaib itu? Jawaban hipotesis: Rahasia alam gaib itu hanya Allah yang mengetahui yang benar.
(2) Bagaimana cara Allah memberikan ilmu gaib itu kepada manusia? Jawaban hipotesis: Ada tiga macam cara Allah memberi-tahukan Iradah=Kehendak-Nya yaitu: Dengan cara wahyu, dari balik tabir atau melalui utusan Allah.
(3) Sebetulnya manusia itu asal dari mana, sekarang di mana dan akan kemana? Jawaban hipotesis: Manusia itu asal dari alam gaib,sekarang di dunia dan akan kembali ke-alam gaib akhirat.
(4) Bagaimana persiapan orang heriman untuk masuk kealam gaib-akhirat itu? Jawaban hipotesis: Kita wajib mengikuti petunjuk Allah melalui nabi utusan Allah.

Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Alam gaib
Bagaimana rahasia alam gaib itu? Jawaban hipotesis: Rahasia alam gaib itu hanya Allah yang mengetahui yang benar. Allah mewajibkan kita semua harus percaya kepada yang gaib yaitu semua yang tidak dapat dijangkau oleh panca indra. Allah berfirman:
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ(2)الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَالصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ(3)وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ(4)أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (البقرة 1-5(
Artinya:
” Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung”(s.2 Al-Baqarah 1-5).
Al-Ghaibu artinya yang gaib, lebih jauh dijelaskan oleh para ulama tafsir, yaitu sebagai berikut:
~ Tafsir Al-Manar (tth.i \ 126) menyatakan bahwa lafal Al-Ghaibu maksudnya ialah apa yang dibalik alam kenyataan, yaitu: Allah, Malaikat dan Hari Kiamat.
~~Az-Zuhaili dalam tafsirnya (1991:i \ 74) menjelaskan bahwa iman kepada yang gaib itu ialah percaya kepada apa yang di belakang alam materi, yaitu Allah, malaikat, nyawa, jin.
~ Al-Qasimi (1957:I \ 35) mencatat bahwa lafal Al-Ghaibu itu maksudnya ialah apa yang tidak dapat disaksikan dengan panca indra, tidak dapat dijangkau oleh akal dan hanya dapat dijangkau melalui wahyu dari Allah saja yang diterima oleh para nabi, yaitu berita-berita mengenai Allah, malaikat, surga, neraka, ‘Arsy, Lauh Mahfuzh.
~ Al-Qurthubi ( 1967: I \ 163) mengaitkan Al-Ghaibu itu dengan hadis Nabi Saw. tentang soal jawab Rasul Saw. dengan malaikat Jibril khususnya ketika dipersoalkan kepada beliau soal “Iman” bahwa iman itu ialah percaya kepada Allah, malaikat, kitab suci, para rasul, hari kiamat dan taqdir..
~Menurut Ibnu Mas’ud iman yang paling utama ialah iman kepada yang gaib berdasarkan Al-Quran berikut:
الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُمْ مِنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ (الانبياء49)
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat”(S.21 Al-Anbiya`49).
@ Teori para pakar filsafat
Kembali kepada pokok bahasan kita sekarang ialah soal yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera maupun akal, maka para pakar menamakannya dengan metafisika. Menurut Kamus Oxford bahwa Metaphysica itu ialah Abstract-talk artinya pembicaraan mengenai soal yang sifatnya abstrak alias gaib. Para ahli pikir memberikan pengertian bahwa metafisika ialah ilmu tentang hakikat segala sesuatu.
Sayyid Hosein Nasr dalam Ensiklopedi Filsasfat Islam (2003:1090) mengatakan bahwa metafisika dalam bahasa Arabnya disebut dengan bermacam- macam ungkapan, yaitu:
مافوق \ ما وراء الطبيعة-الالهية- الحكمة — ما بعد artinya apa-apa sesudah alam, apa-apa yang di atas alam, apa-apa yang di belakang alam, masalah ketuhanan atau filsafat. Bahkan ditambahkan lagi bahwa tujuan tertinggi manusia ialah metafisika, ilmu yang terbaik, paling benar, paling pasti.
Hasbullah Bakry dalam Ilmu Filsafat(1986:49) mencatat bahwa metafisika itu berasal dari bahasa Yunani Meta artinya ialah “sebaliknya, sesudah atau selain”, Kata-kata alam artinya alam nyata. Metafisika ialah apa-apa yang berada dibalik alam nyata. Maka Metafisika maksudnya ialah Ilmu yang menyelidiki apakah hakikat dibalik alam nyata ini yang juga mengandung makna ilmu yang menyelidiki hakikat segala sesuatu yang mencakup apa yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera ataupun akal. Kemudian Hasbullah Bakry menjelaskan bahwa metafisika itu ada dua bagian, yaitu: (A) Ontologi dan (B) Teologi yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
A. ONTOLOGI
Ontologi ialah suatu ilmu bagaimana kita memahami hakikat dari segala yang ada ini, yang terdiri dari (1) Materi dan (2)Rohani. Ilmu fisika hanya mempersoalkan apa yang dapat ditangkap oleh panca indera saja, sedangkan apa yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera atau akal dibicarakan oleh ilmu metafsisika.
Dalam memandang dua kenyataan materi dan rohani ini maka timbul 4 macam aliran pikiran, yaitu:1) Dualisme; 2) Materialisme; 3) Idealisme; 4) Agnostisisme.
Ad 1 Dualisme
Dualisme ialah suatu aliran yang percaya bahwa dalam alam semesta ini ada dua hakikat, yaitu dunia materi yang dinamakannya “dunia ruang” dan dunia rohani yang mereka namakan “dunia kesadaran.
Ad.2. Materialisme
Para ilmuwan menyamakan faham Materialisme dengan Naturalisme karena mereka cenderung memusatkan perhatiannya kepada alam yang bersifat materi saja yaitu alam ini.
Para ulama menuduh kaum yang tidak percaya kepada adanya Tuhan Maha Pencipta dan Maha Pemelihara alam ini dan hanya percaya kepada otomatisnya proses jalannya alam adalah Kafir, yaitu kaum Historis-Materialisme mirip dengan apa yang dituduhkan oleh Al-Quran kepada masyarakat Arab Jahiliyah dahulu yang disebut-sebut di dalam Al-Quran berikut:
وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ (ألجاثية 24(
Artinya; “Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja”(S.45 Al-Jatsiyah 24).
Ad 3.Idealisme atau Spiritualisme
Idealisme ialah aliran faham serba cita-cita; Spiritualisme ialah aliran yang serba roh. Menurut aliran ini materi itu adalah penjilmaan dari rohani, sedangkan rohani itu nilainya lebih tinggi dari pada materi, karena materi itu hanya bayangan saja dari rohani. Menurut aliran idealisme kebudayaan itu perwujudan dari cita-cita sedangkan cita-cita itu adalah. Rohani. Sasaran pikiran aliran Idealisme mencakup akal, kesadaran, cita-cita, jiwa atau suksma.
Ad 4.Agnosticisme
Aliran Agnosticisme adalah suatu aliran yang mengingkari kemampuan manusia untuk mengetahui hakikat materi ataupun hakikat rohani. Tokoh aliran Agnosticisme ialah Heidegger dan Jaspers yang berpendapat bahwa yang mutlak atau transendent itu tidak ada sama sekali.
B. TEOLOGI
Teologi ialah suatu faham ketuhanan yang tumbuh berpangkal melulu dari peristiwa kejadian alam saja, maka dari itu teologi ini dapat dinamakan Teologi Naturalis, sehingga aliran ini juga dapat disebut dengan Theodiceia. Mereka ini mengakui adanya Tuhan berdasarkan akal melulu.
Al-Quran mengatakan bahwa seluruh alam semesta ini mengucapkan tasbih artinya me-Maha Suci-kan Allah, hanya saja manusia tidak mengetahui cara mereka bertasbih. Menurut para ulama cara makhluk alam semesta bertasbih kepada Allah itu berwujud ketaatannya melakukan tugas masing-masing dengan disiplin sangat ketat sekali, tertib, teratur rapi, sistematis, otomatis, persis sejak 20 milyard tahun silam awal peciptaan bumi dan langit dahulu sampai sekarang ini. Allah berfirman:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ (النور 41(
Artinya: “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan”(S.24 An-Nur 41).
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا (الاسراء 44(
Artinya: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun”(S.17 Al-Isra` 44).
Berangkat dari catatan Hasbullah Bakry bahwa Metafisika ialah apa yang dibalik alam nyata dan menurut HM.Rasyidi (1984:20) metafisika itu ialah apa yang dibelakang alam. Maka untuk memahami hakikat apa yang dibelakang alam nyata ini tidak lain harus melalui Al-Khaliq yaitu Dzat yang menciptakan alam nyata dan alam gaib atau yang menciptakan fisika dan metafisika.
Terhadap semua teori dan dugaan-dugaan para filosuf itu perlu kita membaca dugaan dan tulisan mereka itu dengan kaca mata Al-Quran, Allah berfirman sebagai berikut:
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ (الانعام 116(
Artinya: “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)”(S.6 Al-An’am 116
BAB DUA
Dari alam gaib kealam indrawi
Bagaimana Allah memberikan ilmu gaib itu kepada manusia? Jawaban hipotesis: Ada tiga macam cara Allah memberi-tahukan Kehendak-Nya kepada manusia yaitu: Dengan cara wahyu, dari balik tabir dan melalui utusan Allah.
Jalan Allah menyampaikan wahyu
Hubungan Allah dengan manusia
Hampir seluruh umat manusia percaya kepada adanya Tuhan, yaitu sesuatu yang Maha Kuasa yang tidak ada sesuatupun yang dapat mengalahkan sifat absolut Tuhan itu. Oleh karena sifat yang absolut MAHA itu maka masalahnya ialah bagaimana komunikasi hubungan antara Tuhan yang Maha Mutlak dengan manusia yang serba lemah ini?
Sebagai orang beriman, maka kita percaya kepada penjelasan Allah Ta’ala melalui firman-Nya di dalam Al-Quran berikut:
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ (الشوري51)
Artinya;” Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana”(S.42 Asy-Syura 51).
Maka komunikasi bagaimana caranya Allah menyampaikan maksud kehendak- Nya kepada manusia ialah melalui 3 cara, yaitu:
1)Dengan cara wahyu
2)Dari balik tabir
3)Dengan mengutus utusan
Ad-1 Dengan cara wahyu contohnya ialah sebagai berikut:
a. Allah memberitahu kepada Ibu Nabi Musa yang bisa disebut dengan ilham, dicatat dalam ayat berikut:
إِذْ أَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّكَ مَا يُوحَى(38)أَنِ اقْذِفِيهِ فِي التَّابُوتِ فَاقْذِفِيهِ فِي الْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِالسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِي وَعَدُوٌّ لَهُ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَى عَيْنِي (طه (39)
Artinya: “(yaitu) ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu suatu yang diilhamkan, Yaitu: ‘Letakkanlah ia (Musa) di dalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir`aun) musuh-Ku dan musuhnya’. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku”(S.20 Thaha 38-39).
b. Allah memberitahu kepada Nabi Ibrahim dalam tidur, yaitu:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (الصافات 102)
Artinya: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”(S.37 Ash-Shaffat 102).

ad-2 Dari balik tabir
Cara komunikasi Allah dengan manusia dari balik tabir, maksudnya dibelakang suatu tembok pemisah antara alam ketuhanan dari alam dunia manusia, dalam hal ini contohnya ialah Allah berbicara kepada Nabi Musa, seperti firman Allah berikut:
وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا (النساء 164)
Artinya: “Dan (kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung”(S.4 An-Nisa` 164).

ad-3 Mengutus malaikat
Komunikasi Allah dengan manusia melalui cara mengutus malaikat ini adalah yang paling mudah difaham, contohnya yaitu:
a) Allah mengutus Jibril menyampaikan wahyu kepada Maryam yang dapat disebut dengan ilham, dicatat dalam Al-Quran berikut:
فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا (مريم17)
Artinya: “maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna”(S.19 Maryam 17).
b) Allah mengutus Jibril menyampaikan wahyu Al-Quran kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai beriku:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ()اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ()الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ()عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَم (العلق 1-5)
Artinya:” Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”(S.96 Al-‘Alaq 1-5).
Hubungan Allah dengan manusia dalam hal ini Nabi Muhammad Saw. jelas sekali diceriterakan oleh ‘Aisyah dicatat oleh Ulama Besar Ilmu Hadis Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam Shahih-nya dalam hadis yang panjang yang singkatnya adalah sebagai berikut:
‘Aisyah Ummul Mu`minin menceriterakan bahwa sebelum turun wahyu Al-Quran, beliau memperoleh impian yang sangat indah beliau melihat cahaya seperti fajar subuh. Dari pengalaman ini maka beliau lebih tekun lagi melakukan ‘uzlah, menyendiri di gua Khira` beliau memusatkan renungannya dengan ibadah sampai beberapa malam dengan membawa bekal secukupnya. Sehingga pada suatu saat datanglah malaikat Jibril membawa wahyu Al-Quran yang pertama kali yaitu surat Al-‘Alaq ayat 1 sampai 5 (HR. Bukhari no.3 dan Muslim no 231).
(3) Wahyu, ilham, wangsit dan bisikan setan
Dokter Paryana seorang ahli metafisika menjelaskan melalui kuliah Metafisika Yogya dan menganalisanya sebagai berikut:
Apabila pikiran kita itu berhenti karena merenung, maka di pusat akal terkumpullah daya kekuatan dari budi atau rasio yang dapat meningkat ketingkat yang lebih tinggi yaitu alam Jabarut, jika kegiatan merenung ini jika disertai dengan keinginan keras untuk makrifat kepada Tuhan, maka dia akan dapat meningkat ke tingkat alam Malakut, yaitu alam tempat malaikat, sehingga dia dapat menyaksikan alam gaib dan dapat berudensi dengan penghuni alam gaib di sana.
Lebih lanjut dokter Paryana membayangkan budi atau rasio yang dapat meningkat terus ke alam gaib itu bagaikan suatu antene elektronik – alat telekomunikasi. Antene (sekarang alat telekomunikasi) yang hebat sangat canggih maka dia dapat menangkap siaran dari pusatnya dengan sangat jelas, nyaring dan bersih tidak kemasukan siaran dari siaran lain yang tidak dikehendaki. Maka antene (alat telekomunikasi) yang ada pada diri nabi dan rasul adalah antene yang paling hebat yang paling canggih, jauh diatas antene yang ada pada diri siapa saja selain nabi dan rasul. Maka dari itu siaran dari pusatnya diterima oleh nabi dan rasul terlalu jelas, paling nyaring, lengkap sekali dan betul-betul sangat bersih bahkan suci dari gangguan bisikan setan dan wangsit dari makhluk halus dari alam gaib. Sebaliknya antene yang dimiliki oleh para dukun prewangan atau siapa saja selain nabi dan rasul adalah antene yang kwalitasnya rendah dan buruk, sehingga selalu terganggu dan tercampur oleh siaran-siaran liar serta putus-putus tidak lengkap maka sumbernya bukan dari Allah, tetapi sumbernya ialah dari setan, iblis, jin, jin prewangan, demit, roh jahat dan memang penghuni alam gaib itu suka memberi ilham atau wangsit serta bisikan jahat bermacam-macam kepada manusia.
Secara khusus Allah memilih nabi dan rasul untuk menerima wahyu Allah secara langsung atau mengutus malaikat menyampaikan wahyu itu dan khusus kepada Khatamul anbiya` wal-Mursalin, Nabi Muhammad Saw. Allah menurunkan wahyu Al-Quran tidak mungkin salah alamat dan tidak mungkin dicuri oleh siapapun juga yang tidak dipilih oleh Allah. Hakikat wahyu sendiri tidak bisa diterangkan oleh siapa saja kecuali oleh malaikat dan nabi atau rasul yang menerima wahyu itu sendiri, paling tnggi hanyalah dugaan-dugaan saja yang saling berbeda antara dugaan seseorang dengan dugaan orang lain.
(4) Al-Quran itu wahyu dari Allah
Al-Quran itu wahyu dari Allah bukan karangan manusia bukan wangsit dan bukan bisikan jahat setan. Ada beberapa hal yang menuntut kita merenungkannya, yaitu sebagai berikut:
Karena turunnya wahyu Al-Quran pada periode Makkah permulaan itu dirasakan orang banyak sebagai sesuatu yang sangat luar biasa, maka Al-Quran bukan hanya dihafal oleh orang-orang yang sudah beriman saja, melainkan banyak orang kafir ikut menirukan bunyi wahyu di masa Makkah permulaan itu. Disisi lain orang-orang kafir itu menuduh Rasulullah Saw. itu sebagai orang gila, majnun atau tukang sihir.
Begitu Rasul Saw. menerima wahyu segera beliau sampaikan kepada sahabat kemudian beliau perintahkan untuk menulis wahyu yang turun itu sekaligus belaiu meminta mereka supaya menghafalkannya luar kepala. Allah berfirman di dalam hadis Qudsi sebagai berikut:
5109عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ الْمُجَاشِعِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ذَاتَ يَوْمٍ فِي خُطْبَتِهِ أَلَا إِنَّ رَبِّي أَمَرَنِي إِنَّمَا بَعَثْتُكَ لِأَبْتَلِيَكَ وَأَبْتَلِيَ بِكَ وَأَنْزَلْتُ عَلَيْكَ كِتَابًا لَا يَغْسِلُهُ الْمَاءُ تَقْرَؤُهُ نَائِمًا وَيَقْظَانَ(رواه مسلم)
Artinya: “Dari ‘Iyadh ibnu Himar al-Mujasyi’i bahwa Rasulullah Saw. bersabda dalam khutbahnya bahwa Tuhan menurunkan wahyu dan berfirman: “Aku membangkitkan kamu untuk mengujimu dan teruji olehmu dan Aku menurunkan kepadamu suatu kitab yang tidak dapat dibasuh oleh air, kamu membacanya waktu tidur maupun waktu jaga(HR Muslim no.5109)
(***Al-Quran persis yang diucapkan Rasulullah Saw. itu dihafalkan oleh seluruh umat Islam seluruh dunia minimal dalam saat shalat mereka ada yang hafal 30 juz ada yang sebagian saja).
BAB TIGA
Tempat kedudukan makhluk-manusia
Sebetulnya manusia itu asal dari mana, sekarang di mana dan akan kemana? Jawaban hipotesis: Manusia itu asal dari alam gaib, sekarang di dunia dan akan kembali ke alam gaib-akhirat.
Pokoknya manusia itu dari alam arwah, masuk ke alam dunia lalu masuk ke alam akhirat melalui proses sangat panjang.
Sebelum kita mempelajari asal usul manusia barang kali lebih baik kita bicarakan masalah terwujudnya makhluk halus.
@Terciptanya makhluk halus
Allah menurunkan Al-Quran untuk dihayati:
#Sebagai peringatan kepada manusia (S. Al-An’am 6a92);
#Supaya mereka merenungkan apa yang ada di bumi bahkan berpikir terhadap diri manusia sendiri (S.51 Adz-Dzaiyat 20-21)
#Mamusia supaya belajar Ilmu Jiwa (S.17 Al-Isra`85);
#Supaya direnungkan bahwa Allah sangat dekat dengan manusia lebih dekat dari pada urat nadinya sendiri (S.50 Qaf 16).
@ Kejadian makhluk halus (malaikat, jin, setan, roh manusia)
Jin itu diciptakan Allah dari api yang sangat panas, maka iblis dan malaikat itu diciptakan Allah dari asal yang mirip dengan jin, yaitu dari cahaya api.
# Ibnu Taimiyah dalam kitab Al-Fatawa mengutip pendapat para ulama bahwa malaikat itu oleh Allah diciptakan dari nur atau cahaya. Jika seandainya faham ini dapat diterima maka malaikat itu diciptakan dari sinarnya api, sedangkan jin dibuat dari materi apinya.
# Dr Paryana dari Akademi Metafisika Yogya mengatakan bahwa roh manusia itu diciptakan dari bahan yang mirip dengan makhluk jin yaitu sejenis electron yang kerjanya berputar-putar mengelilingi proton di dalam atom, karena terlalu cepatnya gerak maka yang terlihat adalah sinar. Jika pendapat ini dapat diterima maka dispekulasikan bahwa semua makhluk halus itu diciptakan Allah dari sinarnya api tersebut dispekulasikan mirip dengan asal usul kejadian malaikat.
Memang tidak gampang mencari catatan Al-Quran soal dari apa malaikat dan roh itu diciptakan oleh Allah. Di sana hanya kita temukan bahwa roh Adam itu roh dari-KU (Allah) S.15 Al-Hijr 29; ;S.38 Shad 72;S.32 As-Sajdah 9 semua menggunakan istilah dari roh-Ku (Allah) tidak menggunakan istilah menciptakan.
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ (الحجر 29)
Artinya: “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”(S.15 Al-Hijr 29).
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ(72)(ص)
Artinya: “Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”(S.38 Shad 72).
ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ (المؤمنون6)
Artinya: “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) –Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”(S.23 Al-Mu`minun 9).
@ Allah menyebut-nyebut bahwa roh Nabi ‘Isa itu dari Allah S.4 An-Nisa`171, ;Roh Nabi ‘Isa itu dari Roh Kami (Allah) S.66 At-Tahrim 12 dan Roh Nabi ‘Isa itu dari Roh Kami (Roh dari Allah) S.21Al-Anbiya` 91 semua menyebutkan bahwa roh tersebut dihembuskan tidak memakai istilah “menciptakan” tidak menjelaskan diciptakan dari bahan apa.
يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا(النساء 171 )
Artinya: “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”(S.4 An-Nisa` 171).
وَمَرْيَمَ ابْنَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِه وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ(12)(التحريم)
Artinya: “dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang ta`at”(S.66 At-Tahrim 12).
وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا ءَايَةً لِلْعَالَمِينَ (الانبياء 91)
Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam”(S.21 Al-Anbiya`91).
Perlu diingat bahwa masalah sesuatu yang dinisbatkan kepada Allah, menurut Ibnul Qayyim harus dilihat dari segi apakah yang dinisbatkan itu berupa sifat atau bukan sifat. Jika sesuatu yang dinisbatkan kepada Allah itu sifat maka dia itu lengket kepada Zat Allah, tetapi jika yang dinisbatkan itu bukan sifat maka dia itu makhluk diluar Zat Allah. Maka dari itulah roh yang dinisbatkan kepada Allah itu bukan sifat maka roh itu adalah makhluk sama sekali bukan bagian dari Zat Allah. Roh Nabi ‘Isa itu tidak berbeda dari roh semua manusia.
Kaum Nasrani yang mendewa-dewakan Nabi ‘Isa itu bagian dari Tuhan adalah keliru, sebab tidak ada sesuatu makhluk bagamanapun juga yang dapat menjadi bagian dari Zat Allah barang siapa menempelkan suatu makhluk kepada Zat Allah dia musyrik akan masuk neraka jahanam kekal abadi..
(1) Terjadinya Alam Dunia
@ Teori Big Bang,
Sebelum terciptanya alam semesta ini manusia itu dahulu tidak ada di dunia atau tidak dapat dibicarakan; Allah berfirman di dalam Al-Quran:
هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا( الانسان 1)
“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (Belum bisa dibicarakan) ( S.76 Al-Insan 1 )
Berdasarkan pemahaman atas Al-Quran; s41a11-12, s65a12, s11a7, s35a41,s21a104 dikaitkan dengan s21a30, s51a47, maka Ahmad Baiquni Prof,MSc, PhD, spesialis ilmu atom pertama Indonesia itu menulis dalam bukunya Al-Quran & Iptek (1994:40) mendukung Big Bang Theory bahwa sekitar 15 milyard tahun yang silam alam semesta ini bermula dari dentuman yang keras sangat mengerikan dari satu titik singularitas dalam suhu yang tiada tara panasnya. Sehingga Nucleus, proton, neutron, atom dan apa saja tidak mampu menahan temperatur itu, maka semuanya terurai menjadi zarrah materi yang tidak pernah dikenal dalam alam kita yang sudah mendingin ini.
Ledakan yang maha dahsyat itu disusul dengan terwujudnya materi, ruang, waktu dan energi dari satu titik singularitas. Kemudian dari panas berubah menjadi dingin dari dingin ini tiba-tiba dalam waktu sepuluh pangkat minus 34 meloncat panas lagi menjadi seribu trilyun-trilyun derajat Celsius. Akibatnya terjadilah LEDAKAN Maha Hebat maka terjadi loncatan dan ekspansi atau pengembangan alam semesta, terlontarlah 100 milyard galaksi, masing-masing galaksi berisi 100 milyard bintang, jumlahnya 1000 milyard-milyard bintang bagaikan balon kanak-kanak yang ditiup dan terwujudlah jagad raya alam dunia ini. Dalam hal ini Allah berfirman dalam Al-Quran s.88a17-20, s51a47,s21a30.
أَوَلَمْ يَرَى الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنْ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلا يُؤْمِنُونَ (الانبياء 30)
21:30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”(S21 A-Anbiya` 30)
أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ(17)وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ(18)وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ(19)وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ(20)
17. Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,
18. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?
19. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?
20. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?(s88AlGhasyiyah17-20)
وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ(47)وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ(48))الذاريات 47-48)
47. Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.
48. Dan bumi itu Kami hamparkan; maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami)”(S51 Adz-Dzariyat 47-48).
Perlu direnungkan disini pernyataan Ahmad Baiquni bahwa sebelum terjadi Big Bang (Dentuman yang Mengerikan) ini:
I)Tidak ada materi; ii) Tidak ada ruang; iii) Tidak ada waktu:
iv) Tidak ada energi. V) (Kami penulis ini menambahkan) Yang ada hanya Allah yang serba Maha dan Absolut Maha, tidak ada Yesus, tidak ada Budha Gautama, tidak ada tuhan-tuhan mana saja kecuali Allah لااله الا الله ))
(2) Bima Sakti
Salah satu dari 100 milar galaksi itu ialah Bima Sakti, yaitu galaksi kita ini berada. Tahun 1929 Edwin Habble menyatakan bahwa semua galaksi berjalan menjauhi kita dengan cara dan ukuran tertentu. Tahun 1930 Georges Lamaitre menyatakan bahwa dari ledakan yang terlalu hebat menurut Teori Big-Bang, maka terlemparlah semua pecahannya ke segala penjuru. Sebagai anggota Galaksi Bima Sakti tersusun dari Bumi, Bulan, Matahari, Merkuri, Venus, Mars, Yupiter, Saturnus , Pluto.
(3) Sejarah perkembangan planet bumi
Sejarah perkembangan planet bumi mdngalami beberapa jaman sebagai berikut:
I.Jaman Plestosin = 10.000 juta tahun sampai 2.000 juta tahun.
II. Jaman Tersier-Mesosoikum 225.000-70 juta tahun.
III. Masa Kwarter 70-2 juta tahun-.
@Keith Wick dalam bukunya Planet Bumi (1985:10) mencatat sebagai berikut:
i.Sekitar 4.500 juta tahun dahulu bumi terbentuk dan masih berwujud lautan api cairan (lava) batu-batuan dan gas menyala-meleleh mendidih (seperti jenang dodol), tetapi makin lama makin berkurang panasnya terakhir menjadi dingin.
ii.Sekitar 3000 juta tahun yang lalu, makhluk hidup mulai tumbuh di laut, yaitu ganggang laut.
iii.Dari ganggang laut terbentuk zat asam, zat asam oleh sinar matahari dibentuk atmosfir ozon, tugasnya menyerap sinar wungu matahari (berbahaya).
iv.Bumi mengalami proses pembentukan calon laut calon daratan, calon gunung, daratan, danau, sungai dan yang lain.
v.Zat asam menghembuskan zat hayat ke dalam planet bumi.
vi.Dalam jangka yang cukup lama maka bumi menjadi dingin vii.Dalam jangka waktu tertentu maka sebagian-bumi tertutup Es
viii.Es yang mencair membentuk lautan ataupun danau serta sungai dan bengawan.
ix.600 juta tahun yang lalu air laut menyerbu daratan, lalu tumbuh binatang amfibi.
x.Diduga dalam 500 juta tahun awal sejarah bumi, dia mengalami perubahan dan pergolakan iklim yang hebat:
~350 juta tahun yang lalu, tumbuh serangga dan binatang darat.
xi.140 juta tahun yang lalu peta bumi mulai berbentuk seperti sekarang .
~35 juta tahun silam merupakan jaman terakhir ES menutupi kutub bumi.
~25 juta tahun yang lalu, manusia kera nenek moyang manusia muncul, lalu Dinosaurus lenyap, tetapi muncul bangsa burung.
(1) Proses kejadian makhluk hidup
Dengan maksud agar lebih terang lagi alangkah baiknya jika kita bandingkan bagaimana asal usul makhluk tidak bernyawa, fokusnya ialah bahwa makhluk itu terbagi menjadi beberapa tingkat:
i. Makhluk materi yaitu benda mati, gunanya ialah untuk menjadi obyek sarana prasarana makhluk yang lebih tinggi.
ii. Makhluk tumbuh-tumbuhan, dia dapat berkembang biak tetapi tidak dapat bergerak, mafaatnya ialah untuk memenuhi keperluan makhluk yang lebih tinggi lagi. .
iii. Makhluk Hewan, dia dapat bergerak dan mempunyai otak untuk pengembangan daya hidupnya, tetapi tidak dapat berpikir untuk mengembangkan akal-pikiran. Nomer satu sampai ketiga sangat diperlukan oleh manusia.
Secara Qurani, ketiga tingkat ini semua bertasbih kepada Allah dengan cara mentaati Hukum Allah menepati kewajibannya memberikan jasa kepada semua makhluk, melalui ketaatannya kepada sunnatullah yang sudah pasti berwujud angka-angka pertumbuhan, gerak, sifat, watak, reaksi, gratifikasi yang sudah ditetapkan Allah. Bahkan tasbih mereka ini sudah berlangsung selama 15-18 milyar tahun lamanya.
iv. Makhluk manusia adalah makhluk yang paling tinggi di atas tingkat di bawahnya, karena manusia mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk hewan, tumbuh-tumbuhan dan benda mati. Dengan akalnya manusia dapat berpikir dengan cerdas sampai tingkat yang sempurna dalam Ilmu Pengetahuan&Tehnologi, dapat menumbuhkan kebudayaan.
Menurut Big Bang Theory, alam semesta pada awalnya proses alami maka pecahan-pecahan dari Big Bang itu pada awalnya panas sekali, bumi sebagai pecahan itu makin lama makin dingin, bahkan pernah bumi tertutup dengan salju.
#Secara Ilmu Fisika-Kimia terjadi proses tumbuh unsur yang mengandung beberapa sebab: 1) Causa finalis (sebab tujuan); 2) Causa formalis (sebab bentuk); 3) Causa foluntaris (sebab kemauan); 4) Causa generis (sebab berkembang biak), Maka berlanjut dari no,1 sampai no,4 ini terjadilah mutasi membentuk makhluk benda mati, lalu tumbuh-tumbuhan, kemudian menjadi makhluk hewan. (5) Causa rasionalis (sebab budi) maka terbentuklah makhluk manusia yang berakal cerdas.
Afzalurrahman dalam bukunya Quranics Science mencatat seluruh ayat yang dapat dikelompokkan ke dalam 30 cabang disiplin ilmu (IPTEK), di sana terdapat disiplin ilmu Hukum Kausalitas, Kosmologi, Fisika, Sejarah, Geografi, Geologi, Biologi, Botani, Zologi, Pertanian, Perkebunan, Arkeologi, Edukasi, Ilmu Fisika, Kedokteran dsb.
Ayat Al-Quran yang sangat penting berkaitan dengan masalah bahwa kejadian makhluk hidup itu berasal dari air tercatat dalam ayat-ayat berikut:
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا(هود 7)
Artinya: “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah `Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya”(S.11 Hud 7).
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ(30)(الانبياء)
Artinya: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”(S.21 Al-Anbiya` 30).
Rasulullah Saw. dalam kaitan ini beliau bersabda sebagai berikut:
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ إِنِّي عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ قَوْمٌ قَالُوا قَبِلْنَا جِئْنَاكَ لِنَتَفَقَّهَ فِي الدِّينِ وَلِنَسْأَلَكَ عَنْ أَوَّلِ هَذَا الْأَمْرِ مَا كَانَ قَالَ كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ قَبْلَهُ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ (رواه البخاري6868)
Artinya: “Dari ‘Imran ibnu Hashin, dia berkata: “Aku bersama Nabi Saw. ketika datang suatu rombongan, mereka berkata: “Kami menghadap kepada Nabi Saw ingin memperdalam peelajaran agama dan kami ingin bertanya tentang asal usul perkara ini yang paling awal. Beliau bwersabda: “Allah itu wujud yang tidak ada apa-apa sebelumnya, kemudian Allah menciptakan langit dan bumi dan Allah menulis segala sesuatunya dalam sebuah simpanan (ingatan)”(HR Bukhari no.6868).

(2) Manusia dari mana mau kemana?
Pokoknya manusia itu berangkat dari alam arwah, masuk ke alam dunia lalu masuk ke alam akhirat khususnya HARI KEBANGKITAN يوم البعث)) Tapi prosesnya sangat panjang.
Secara Qurani manusia pertama ialah Adam. Kemudian Nabi Adam dan Hawa menurunkan anak cucu sampai semua manusia yang secara periodic generasi demi generasi dapat dibagi ke- dalam jaman nabi-nabi berikut:
Jaman-generasi Jaman generasi Jaman generasi
1) N.Adam •
2) N.Idris
3) N.Nuh•
4) N. Hud •
5) N.Shaleh •
6) N. Ibrahim.
7) N.Luth •
8) N.Isma’il • 9) Ishaq •
10) Yaqub •
11) Yusuf •
12) Ayyub•
13) Syu’aib •
14) N.Musa•
15) Harun •
16)Zulkifli • 17) N.Dawud •
18) N.Sulayman •
19) N.Ilyas •
20) N.Al-Yasa •
21) N.Yunus •
22) N.Zakariyya •
23) N. Yahya •
24) N.Isa •
25) N.Muhammad.

Ringkasan catatan mengenai umur 25 nabi
No Nama Nabi Lahir-Umur Makam
1 Nabi Adam 1000 tahun India, Makkah, Baitul Maqdis.
2 Nabi Idris a.s. 865 tahun (tidak ada informasi
3 Nabi Nuh a.s. 950 tahun (1) Kufah, [[(2) al-Jabal al-Ahmar (3) Makkah}.
4 Nabi Huda,s, 464 tahun Hadharamaut,
5 Nabi Shalih a.s Tidak jelas Shou’ar
6 Nabi Luth ‘a.s. Tiada info Tiada info
7 Nabi Ibrahim 200 tahun al-Khalil (Palestina),
8 Isma’il 137 tahun
Makkah
9 Nabi Ishaq : 180 tahun al-Khalil (Palestina).

10 Nabi Ya’qub 137 tahu al-Khalil (Palestina).
11 Nabi Yusuf 110 tahun Nablus (Palestina).
12 Nabi Syu’aهb Thabariyah (Syria).
13 Nabi Ayyub 93 tahun Damasykus) Syria.
14 Nabi Dzul Kifli —————- Thursina ؟) (Syam.
15 Nabi Yunus ——————– ————————–
16 Nabi Musa 120 tahun Thursina
17 Nabi Harun 122 tahun Thursina
18 Nabi Ilyas ‘ ————— Ba’labak (Lebanon).
19 Nabi Ilyasa’ ————— kota Banyas.
20 Nabi Dawud 100 tahun
21 Nabi Sulaiman
22 Nabi Zakariya
23 Nabi Yahya ——————– Damasykus-Syria
24 24). Nabi ’Isa 33 tahun ———————-
25 Nز Muhammad 63 tahun Masjid Nabawi

Tetapi orang kafir tidak mau percaya kepada hari kebangkitan!!!
Bukti akan adanya hari kebangkitan
Maka Allah berfirman di dalam Al-Quran:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ (الحج5)
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah(S.22 Al-Hajji 5).
Secara sederhana Qs22 Al-Hajji 5 ini menjelaskan :
Bahwa musim itu berganti-ganti, dari panas menjadi dingin dari musim dingin berganti menjadi musim panas. Jika musim kering ini berlangsung demikian lama maka akan timbul bahaya kekeringan dimana-mana. Akibatnya banyak tanaman atau makhluk mati tidak dapat hidup. Di sana sini beterbangan debu, jalan-jalan yang dilewati kendaraan maka berhamburan-lah tanah-tanah kering; Begitu hujan turun, lahan yang kemarin kering berdebu, tiba-tiba menjadi basah berair, bahkan terus tumbuh rumput dan macam-macam benih tumbuh-tumbuhan lainnya dan sesuai dengan kondisinya tanaman-tanaman itu ada yang makin tinggi dan besar munkin menjadi pohon yang besar.
Oleh karena itulah manusia asalnya dari tanah, dari nutfah, dari nautfah menjadi daging, calon bayi, lalu lahir ke dunia, meningkat menjadi dewasa, makin tua, tua bangka, jompo lalu meninggal terus dikubur. Maka di alam kubur ini dimulailah hari akhir yang kemudian dia dibangkitkan dan masuk ke nuansa hari kiamat hari hisab semua manusia diperiksa amal perbuatannya lalu diputuskan masuk surga ataukah masuk ke neraka jahanam, dan seterusnya,
@ Penjelasan para ulama
Para ulama menjelaskan bagaimana makna Al-Quran S. 22 Al-Hajji 5 tertera di atas yaitu sebagai berikut:
# Kitab Al-Islam Ushuluhu wa Mabadiuhu (h.195) dalam membahas Al-Quran s38a27 dikaitkan dengan s7a187-s22a5 menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia itu tidak main-main, tetapi penuh dengan hikmah rahasia, Allah itu sungguh di atas segala-galanya. Manusia wajarnya sangat mengharapkan tegen-prestasi, imbalan atas energi yang telah dicurahkan dalam hidup di dunia ataupun mereka mengharapkan keadilan atas derita suatu kezaliman dalam hidup di dunia.
Maka Allah membangkitkan manusia dari alam kubur masuk ke-alam akhirat untuk menghadapi pengadilan pada Yaumul Hisab, menerima azab atas dosa-dosanya atau pahala dari amal solehnya; sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam Al-Quran:
إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ-مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (لقمان 34)
“Sesungguh Allah, hanya disisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”(S31 Luqman 34).
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (الموءمنون 115)
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”(S 23 Al-Mu`minun 115).
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ذَلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ (ص 27)
“ Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apayang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka”(S 38 Shad 27)
وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌفصلت 39)
“Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) ya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu “(S 41 Fushshilat 39).

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَمْ يَعْيَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى (الاحقاف 33)،
“ Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? “(S 46 Al-Ahqaf 33).
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ -وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (الزلزلة 6-7(
6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
7. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya“(S 99 Az-Zalzalah 6-7)
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ (الأعراف 187 (
7:187. Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (S 7 Al-A’raf 187).
#Kitab Al-Fashlu fil Milal wal-Ahwa` wan-Nahl(4h67) terkait dengan Qs أ يا ويلنا من بعثنا من مرقدنا هذا mencatat bahwa tenggang waktu hari kiamat itu jauh tidak sebanding waktu di dunia. Di sana ada surga ada neraka dimensinya tidak dapat diukur dengan alam indrawi.
# Kitab Al-Qaulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid (2h314) mencatat bahwa hari di kiamat itu ada 3 perkara:
(1) Manusia bangkit dari kubur-Qs83a5-6
لِيَوْمٍ عَظِيمٍ(5)يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ(المطففين : 5-6] .
Pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?(S83Al-Muthaffifin 5-6)
(2) Bangkitnya para saksi yang mukmin atas mereka yang iman
ِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ ءَامَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ(غافر 51] .40:51. Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)(S40 Ghafir 51).
(3) Tegaknya keadilan
وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ(47)) الأنبياء 47]
“ Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan” (S21 Al-Anbiya` 47).
#Kitab Al-Qiyamatul Kubra (h3) mengaitkan Qs22a5&S 30a56
( وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ فَهَذا يومُ البَعثِ ) [الروم : 56] .
30:56. Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini (nya)(S30 Ar-Rum 56).
#Kitab Atsarul Matsalil A’la (h54) mengaitkan Qs22a5 dengan s19a66-67, s65a5-8 – s17a99; s46a33 mencatat bahwa manusia harus merenungkan alam tumbuh-tumbuhan yang hidup lalu mati lalu hidup lagi maka Allah itu Maha Kuasa atas sdemua itu.
وَيَقُولُ الإنْسَانُ أَئِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا . أَوَلا يَذْكُرُ الإنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْئًا [ مريم : 66 ، 67 ]
66. Dan berkata manusia: “Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?”
67. Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?(S19 Maryam 66-67)
{ فَلْيَنْظُرِ الإنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ . خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ . يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ . إنَّهُ عَلَى رَجْعِهِ لَقَادِرٌ } [ الطّارق : 5 ـ 8 ]
5. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?
6. Dia diciptakan dari air yang terpancar,
7. yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
8. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati)”(S86 Ath-Thariq 5-8).
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ ) الإسراء : 99 ]
99. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka orang-orang lalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran “(S17 Al-Isra` 99).
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَمْ يَعْيَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى بَلَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (الاحقاف 33)،
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”(S 46 Al-Ahqaf 33).
…………………………………………………………………….
@Al-Islam Ushuluhu wa Mabaiduhu (195) calam membahas Qs38a27 dikaitkan dengan s7a187-s22a5 bahwa Allah itu menciptakan manusia itu tidak main-main, tetapi penuh dengan hikmah rahasia, Allah itu sungguh di atas segala-galanya. Manusia wajarnya sangatmengharapkan gtegen-prestasi, imbalan energi yang telah dicurahkan dalam hidup ataupun mengharapkan keadilan atas derita suatu kezaliman.
{ وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ } فصلت 39)
41:39. Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) ya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَمْ يَعْيَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى (الاحقاف ث33) ،
46:33. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
{ أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (الموءمنون 115)
23:115. Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
{ وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ذَلِكَ ظَنُّ َذِينَ كَفَرُوا فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ
كَفَرُوا مِنَ النَّارِ(ص27) .
38:27. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.
{ فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ }{ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (الزلزلة 7-8) .
99:7. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.
99:8. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.
{ يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ (الاعراف(الاعراف 187)
7:187. Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”
إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ(لقمان 34)
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”(S 31 Luqman 34).
#.Kitab Al-Fashlu fil Milal wal-Ahwa` wan-Nahl(4h67) terkait dengan Qs36a51-53 mencatat bahwa tenggang waktu hari kiamat itu jauh tidak sebanding dengan waktu di dunia. Di sana ada surga ada neraka dimensinya tidak dapat diukur dengan alam indrawi.
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ(51)قَالُوا يَاوَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ(52)إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ(53)(يس 51-53)
36:51. Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
36:52. Mereka berkata: “Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).
36:53. Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami”(S36 Yasin 51-53).
BAB EMPAT
Bekal masuk ke alam Akhirat
Bagaimana persiapan orang heriman untuk masuk ke-alam akhirat itu? Jawaban hipotesis: Kita wajib mengikuti petunjuk Allah melalui nabi utusan Allah.
Allah telah mengutus para nabi dan rasul dan yang terakhir iakah Nabi Muhammad Saw maka salah satu petunjuk beliau untuk kita dalam mempersiapkan diri di dunia guna bekal hari ke-kebangkitan di alam akhirat ialah berpegang teguh kepada Al-Quran dan hadis:
. عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمْ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدِي أَحَدُهُمَا أَعْظَمُ مِنْ الْآخَرِ كِتَابُ اللَّهِ حَبْلٌ مَمْدُودٌ مِنْ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ وَعِتْرَتِي أَهْلُ بَيْتِي وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ فَانْظُرُوا كَيْفَ تَخْلُفُونِي فِيهِمَا قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ (سنن الترمذي٣٧٢).
“Dari [Zaid bin Arqam radliallahu ‘anhuma] keduanya berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian sesuatu yang sekiranya kalian berpegang teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan tersesat sepeninggalku, salah satu dari keduanya itu lebih agung dari yang lain, yaitu; kitabullah adalah tali yang Allah bentangkan dari langit ke bumi, dan keturunanku dari ahli baitku, dan keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya datang menemuiku di telaga, oleh karena itu perhatikanlah, apa yang kalian perbuat terhadap keduanya sesudahku.” Perawi (Abu Isa) berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan gharib” (HR Tirmidzi no. 3720 dan Malik no.)
عَنْ مُسْلِمِ بْنِ يَسَارٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ سُئِلَ عَنْ هَذِهِ الْآيَةِ { وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ } فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسْأَلُ عَنْهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى خَلَقَ آدَمَ ثُمَّ مَسَحَ ظَهْرَهُ بِيَمِينِهِ فَاسْتَخْرَجَ مِنْهُ ذُرِّيَّةً فَقَالَ خَلَقْتُ هَؤُلَاءِ لِلْجَنَّةِ وَبِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ يَعْمَلُونَ ثُمَّ مَسَحَ ظَهْرَهُ فَاسْتَخْرَجَ مِنْهُ ذُرِّيَّةً فَقَالَ خَلَقْتُ هَؤُلَاءِ لِلنَّارِ وَبِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ يَعْمَلُونَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَفِيمَ الْعَمَلُ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ إِذَا خَلَقَ الْعَبْدَ لِلْجَنَّةِ اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ أَعْمَالِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُدْخِلُهُ رَبُّهُ الْجَنَّةَ وَإِذَا خَلَقَ الْعَبْدَ لِلنَّارِ اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ أَعْمَالِ أَهْلِ النَّارِ فَيُدْخِلُهُ رَبُّهُ النَّارَ
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ (موطاء مالك ١٣٩٥)
“Dari [Muslim bin Yasar Al Juhani] bahwa [Umar bin Khattab] ditanya ayat ini: ‘(Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan) ” (Qs. Al A’raf: 172) Umar berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang ayat ini, maka beliau menjawab; “Sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Ta’ala menciptakan Adam lalu mengusap punggungnya dengan tangan kanan-nya, Allah mengeluarkan darinya beberapa keturunan. Kemudian Dia berfirman; ‘Aku ciptakan mereka untuk surga dan mereka beramal dengan amalan ahli surga.’ Kemudian Allah kembali mengusap punggung Adam dan mengeluarkan darinya keturunan. Kemudian Allah berfirman; ‘Aku ciptakan mereka untuk neraka, dan mereka beramal dengan amalan ahli neraka.’ Seorang laki-laki lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, lalu untuk apa kita beramal?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Allah jika menciptakan hamba dari ahli surga, maka Dia memperkerjakannya dengan amalan ahli surga, sehingga ia mati di atas amalan ahli surga, dan kemudian Rabbnya memasukkannya ke surga. Dan jika menciptakan hamba ahli neraka, maka Dia memperkerjakannya dengan amalan ahli neraka hingga dia mati di atas amalan-amalan ahli neraka. Lalu Rabbnya memasukkannya ke neraka.”
Telah menceritakan kepadaku dari Malik telah sampai kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya” (Muwatha’ Malik : 1395)
فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ (7) وَخَسَفَ الْقَمَرُ (8) وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ (9) يَقُولُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ (10)) القيامة 7-10)
7) Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), 8) dan apabila bulan telah hilang cahayanya, 9) dan matahari dan bulan dikumpulkan, 10) pada hari itu manusia berkata: “Ke mana tempat lari?” 11) Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung!
12) Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali”(S75 Alqiyamah 7-12).

Kita semua wajib kembali kepada Allah mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah, tidak musyrik tidak kafir:
فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ (50) وَلَا تَجْعَلُوا مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ (51)(الذاريات 50-51)
“Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
“Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu”(S51 Adz-Dzariyat 50-51).

قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ(156)أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُون ( البقرة156-157 )
“Mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”(S2 Al-Baqarah 156-157).


Oleh: pondokquranhadis | Mei 7, 2016

Mental-Baja dalam Jihad (Masalah Tolikara)

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ (الحج 78)
22:78. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”(S22 Alhajji 78)
Tema dan Sari Tilawah
*Orang yang beriman wajib berjihad untuk membela agamanya
*Jihad itu tidak boleh lemah-semangat tetapi harus sungguh-sungguh sepenuh daya-kemampuan.
*Islam itu warisan agama dari Nabi Ibrahim, muslim.
*Nabi dan umat nabi menjadi saksi terhadap seluruh manusia.
*Orang Islam wajib shalat, membayar zakat dan berjihad dengan mental-baja sangat militant.
*Allah itu pengayom orang beriman Pengayom yang paling ideal.
Masalah dan analisa jawaban
*1.Apa makna Jihad yang sebenarnya? Jawaban hipotetis: Jihad itu ialah maksimalisasi perjuangan yang sungguh-sungguh untuk mentaati hukum Allah.
*2.Apa kaitan antara Jihad fi Sabilillah dengan Perang-Sabil? Jawaban hipotetis: Perang-Sabil itu sebagian dari Jihad fi Sabilillah; Beda antara keduanya bahwa Jihad itu ialah puncak semangat semua perjuangan untuk mematuhi hukum Allah mencakup seluruh lini kehidupan manusia. Adapun Perang-Sabil itu jihad dalam arti seperti pengertian diatas ini, jika jihad ini mendapat perlawanan lawan dengan persenjataan perang, sehingga jihad harus dilakukan dengan persenjataan-perang sehingga dapat mengalahkan musuh tersebut.
*3.Bagaimanakah gerak-perjuangan kita dalam Jihad dijaman yang sekarang ini? Jawaban hipotetis: Dengan berlangsungnya Perang-Salib tahun 1292, yang akhirnya dimenangkan orang Islam, maka kaum Salib melanjutkan Perang Salib dahulu itu dan diperkeras lagi sesudah jatuhnya Turki Usmani tahun 1924M bukan dengan peralatan perang saja, tetapi mereka gerakkan apa yang dinamakan dengan Ghazwul-Fikri. Dan Ghazwul-Fikri itu ialah Perang Kebudayaan; Perang atau konfrontasi-Kebudayaan dan ini mirip dengan Jihad fi Sabilillah dalam arti yang seluas-luasnya.
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Jihad itu Berjuang
Apa makna Jihad yang sebenrnya? Jawaban hipotetis: Jihad itu ialah maksimalisasi berjuang yang sungguh-sungguh untuk mentaati hukum Allah, terurai sebagai berikut:
(1) Pengertian Jihad
#Jihad secara bahasa artinya ialah usaha dengan menumpahkan seluruh daya kemampuan dan kekuatan mengejar obyek tujuan yang dikehendaki..
#Jihad menurut istilah syar’i, ialah mencurahkan segala daya kekuatan dalam berjuang menjunjung tinggi kalimat Allah mencakup seluruh lini kehidupan, sehingga dalam hal ini dinamakan JIHAD AKBAR.
# Jihad dalam arti khusus ialah Perang-Sabil seperti makna jihad tersebut diatas dengan peralatan senjata perang sebab lawan menentang Islam dengan senjata tempur.
Para ulama` menyatakan bahwa Jihad secara umum meliputi kehidupan individual maupun masyarakat luas dalam seluruh lini kehidupan, kemasyarakatan, politik, ekonomi, adu kekuatan mental, fisik, melawan musuh yang indrawi sampai yang tidak kelihatan, maka namanya Jihad Akbar.
(2)Jihad Akbar
Jihad Akbar disebut dalam Al-Quran dan & hadis di beberapa tempat:
فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا )الفرقان 52)
“Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar”(s25 Al-Furqan 52)(Lihat pula QS 9 At-Taubat 73).
lah tempat kembali yang seburuk-buruknya”(S9 At-Taubat 73).
Jihad dalam ayat ini tidak mencakup perang melawan orang munafik, sebab menghadapi kaum munafik itu perlu taktik dan strategi yang tepat.
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”S29 Al-‘Ankabut 69)
Ibnu Katsir mencatat hadis Ibnu Abi Hatim dari Ibnu ‘Abbas bahwa Jihad itu pertempuran yang menyeluruh mencakup semua masalah-masalah dalam hidup. Dan lebih lanjut dijelaskan sbb:
Makna dan maksud lafal jihad ialah “Sangat tekun Lillahi Ta’ala, menekan hawa nafsu mengatasi hambatan, melawan setan dan bala tentara setan, orang kafir yang menyerang, sehingga jihad itu mencakup seluruh lahan kehidupan”.
Jihad yang sebenarnya ialah jihad dengan tangan, dengan lisan, dengan hati bahkan sampai usaha yang paling sederhana dapat dimasukkan jihad, jika dikerjakan dengan kesungguhan yang maksimal.
Jihad dengan hati ialah suka duka hati memegang teguh iman; Jihad hati, jihad lisan difahamkan dari hadis Nabi Saw:
قَالَ عَبْدُاللَّهِ بْنَ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَأْذَنَهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ (رواه البخاري 2728 و مسلم 4623)
“’Abdullah bin ‘Amru r.a. berkata: “Datanglah seorang laki-laki kepada Nabi Saw lalu dia meminta izin untuk ikut berjihad. Maka Nabi Saw bertanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Laki-laki itu menjawab: “Iya”. Maka beliau bersabda: “Kepada keduanyalah kamu berjihad (berbakti) “(HR Bukhari no. 2728 dan Muslim no. 4623).
Beberapa amalan sederhana dapat menjadi jihad, berdasarkan hadis berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ الْقَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ( رواه البخاري 4934)
“Dari Abu Hurairah ia berkata; Nabi Saw bersabda: “Orang yang memberi kecukupan kepada para janda dan orang-orang miskin atau orang yang berdiri menunaikan shalat malam (Qiyamullail) dan berpuasa siang harinya”, maka ia seperti halnya seorang mujahid di jalan Allah (HR Bukhari no. 4934).

(3) Perkembangan dan arah tujuan jihad.
Jihad digerakkan oleh Nabi Saw mulai awal masa hijriyah, yaitu berwujud gerakan dakwah yang mengkhususkan pembinaan mental untuk berbuat adil dan penyamaan derajat social-umat selain takwanya, yaitu antara penguasa dengan orang-awam, bangsawan dengan kaum pariya, pakar dengan kaum bersahaja, kyai yang zuhud dengan santri biasa, antara hamba dengan tuan Rasulullah Saw. bersabda dalam hadis riwayat Ahmad:
عَنْ أَبِي نَضْرَةَ حَدَّثَنِي مَنْ سَمِعَ خُطْبَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي وَسَطِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ وَلَا أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلَّا بِالتَّقْوَى أَبَلَّغْتُ قَالُوا بَلَّغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا قَالُوا يَوْمٌ حَرَامٌ ثُمَّ قَالَ أَيُّ شَهْرٍ هَذَا قَالُوا شَهْرٌ حَرَامٌ قَالَ ثُمَّ قَالَ أَيُّ بَلَدٍ هَذَا قَالُوا بَلَدٌ حَرَامٌ قَالَ فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ بَيْنَكُمْ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ قَالَ وَلَا أَدْرِي قَالَ أَوْ أَعْرَاضَكُمْ أَمْ لَا كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا أَبَلَّغْتُ قَالُوا بَلَّغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ )رواه احمد 22391)
“Abu Nadhrah telah menceritakan kepada kami orang yang pernah mendengar khutbah Rasulullah Saw pada hari tasyriq, beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu, ingat!
Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang ajam (non Arab) dan
Tidak ada kelebihan bagi orang ‘ajam atas orang Arab,
Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam,
Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan.
Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan.
*Rasulullah Saw bersabda: “Hari apa ini?” mereka menjawab: Hari haram.
*Rasulullah Saw bersabda: “Bulan apa ini?” mereka menjawab:
Bulan haram.
*Rasulullah Saw bersabda: “Tanah apa ini?” mereka menjawab: Tanah haram.
*Rasulullah Saw bersabda: ” Allah mengharamkan darah dan harta kalian diantara kalian (aku (Abu Nadhrah) berkata; Aku tidak tahu apakah beliau menyebut kehormatan atau tidak)- seperti haramnya hari kalian ini, di bulan ini dan di tanah ini.” Rasulullah Saw bersabda: “Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir”(HR Ahmad no.22391).
Allah berfriman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (المائدة 8)
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”(S 5 Al-Maidah 8).
Kita semua harus bersiap-siap menghadapi lawan yang menghambat agama Allah, baik yang kelihatan maupun yang tidak terlihat, firman Allah:
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَاتُظْلَمُونَ(الانفال 60)
”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”(S8 Al-Anfal 60).
Islam tidak menerapkan dakwah dengan mengedepankan masuk Islam-nya obyek sasaran dakwah, tetapi yang lebih dahulu dilakukan ialah pembinaan mental umat masyarakat supaya menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, sosialisme, HAM. Jika musuh melawan dakwah Islam dengan kekerasan dan senjata maka berlakulah firman Allah, pembalasan perang dengan perang menurut aturan hukum perang dalam Islam:
«وقاتلوا في سبيل الله الذين يقاتلونكم ولا تعتدوا»(البقرة 190)
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”(S2 Al-Baqarah 190).
(4) Pedoman untuk hubungan orang Islam dengan orang kafir
Asas dasar komunikasi dalam kontak hubungan orang Islam dengan orang kafir atau yang mana saja itu ialah keadilan dan kebajikan, kecuali jika mereka mendahului perang dan permusuhan. Jika lawan mendahului perang dan permusuhan maka syari’at Islam memerintahhkan jihad dengan perang melawan mereka. Allah berfirman:
“ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”(S 5 Al-Maidah 8).
Imam Syihabuddin al-Qarafi menjelaskan bahwa yang dimaksud berbuat kebajikan di dalam Qs5a8 ialah kebaikan bukan mencintai mereka sampai batin; Boleh saja orang Islam menaruh kasihan atas kelemahan, kemelaratan, derita kelaparan, pemberian pakaian kepada mereka yang tidak berpakaian. Orang Islam dilarang menaruh kasihan kepada mereka karena takut, karena merasa rendah diri, sebab ancaman mereka, tetapi karena hak hak, kebajikan atasan kepada bawahan selama masih termasuk Al-Akhlaqul Karimah.
(5) Tujuan dan arah jihad
Tujuan dan arah jihad ialah agar umat manusia itu tunduk taat kepada Hukum Allah. Allah berfirman di dalamAl-Quran:
فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالآخِرَةِ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا ()وَمَا لَكُمْ لا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا ()الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا ( النساء٧٤- ٧٦)
74.Karena itu hendaklah orang-orang yang melepas kehidupan (kesenangan) dunia dengan memilih (pahala) akhirat. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan Maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.
75.Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah Kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah Kami penolong dari sisi Engkau!”.
76.Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut (kemusyrikan), sebab itu perangilah pemuja-pemuja syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah” (S4 An-Nisa` 74-76).
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar”(S49 Al-Hujurat 15).
BAB DUA
Jihad fi Sabilillah dan Perang Sabil
Apa kaitan antara Jihad fi Sabilillah dengan Perang-Sabil? Jawaban hipotetis: Perang-Sabil itu sebagian dari Jihad fi Sabilillah; Beda antara keduanya yaitu bahwa Jihad itu puncak semangat semua perjuangan untuk mentaati hukum Allah mencakup seluruh lahan kehidupan manusia. Adapun Perang-Sabil itu jihad dalam arti seperti pengertian ini, jika jihad tadi ini mendapat perlawanan dengan persenjataan perang, maka jihad harus dilakukan dengan perang lengkap dengan peralatan -perang juga sehingga dapat mengalahkan musuh tersebut. Lebih lanjut adalah sbb:
(1) Makna Sabilillah
Istilah jihad itu didalam Al-Quran selalu digandeng dengan lafal Sabilillah, sehingga maknanya secara awam sama dengan Perang Sabil. sedangkan Jihad fi Sabilillah artinya berjuang sekuat-kuatnya menjunjung tinggi agama Allah. Dalam bahasa Indonesia lebih terkenal dengan Perang Sabil yang asalnya dari bahasa Arab “Al-Qitalu fi Sabilillah”. Untuk “Sabiliallah” ini perlu kita perhatikan beberapa pendapat tentang maknanya.
Adapun arti “Sabilillah” ialah jalan Allah menurut apa yang digariskan oleh Rasul Saw berjuang لِتَكُوْنَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا
(Artinya:Menjnunjung tinggi kalimat Allah yang Maha Mulia) dengan menyebarkan kebenaran dan keadilan, melawan kezaliman dan musuh Allah, senada dengan makna dalam Shahih Bukhari berikut ini:
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ الرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلْمَغْنَمِ وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلذِّكْرِ وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِيُرَى مَكَانُهُ فَمَنْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ)رواه البخاري 2599)
“Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu berkata; Datang seorang laki-laki kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata: “Seseorang berperang untuk mendapatkan ghanimah, seseorang yang lain agar menjadi terkenal dan seseorang yang lain lagi untuk dilihat kedudukannya, manakah yang disebut fii sabilillah?” Maka Beliau bersabda: “Siapa yang berperang untuk menjunjung tinggi agama Allah dialah yang disebut fii sabilillah”(HR Bukhari no.2599).
# Al-Syaikh Mahmud Syaltut berpendapat bahwa makna “Fi sabilillah” itu ialah semua kepentingan umum yang tidak dinisbatkan kepada siapa-siapa kecuali dinisbatkan hanya untuk agama Allah dan untuk kepentingan umat Islam mencakup sarana-prasarana untuk mempertahankan kehormatan Islam sampai apa saja yang diperlukan untuk dakwah Islam. Dengan makna ini maka dana untuk itu semua dapat diambilkan dari bagian zakat atas nama bagian “Fi sabilillah” misalnya seperti pembangunan masjid dan yang sejenis.
(2) Aturan Perundang-undangan Perang
Aturan perundang-undangan Perang dalam Islam jika terjadi perang terbuka, adalah sebagai berikut:
i.Yang diperangi hanya mereka yang mendahului perang
Pasukan Islam hanya dibolehkan membunuh, mengusir dan memerangi orang kafir yang telah mendahului perang, orang Islam dilarang melampaui batas ” (QS2 Al-Baqarah 190, S60 Al-Mumtahanah 8-9).
وَقَاتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبِّ الْمُعْتَدِينَ (البقرة 190)
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”(S2 Al-Baqarah 190).
Ibnu ‘Abbas , ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz dan Mujahid menyatakan bahwa Qs2a190 di atas ini bersifat muhkam artinya berlaku tetap.
Sedangkan Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi di dalam kitab tafsirnya mencatat bahwa nash ini mewajibkan jihad itu dengan niat Lillahi Ta’ala bukan mencari kekuasaan, berbuat kekejaman, mencari tanah jajahan, obyek komersial yang keluar dari cakupan Sabilillah membela Agama Allah.
Muhammad Rasyid Ridha dalam Al-Manar menafsirkan ayat Qs2a190 diatas ini mencatat sbb:
–Orang Islam dilarang melakukan perbuatan di luar batas Sabilillah maka orang Islam dilarang membunuh (1)orang jompo, (2)anak-anak (3) para wanita (4) orang sakit;
_Orang Islam dilarang (1)membuat kerusakan (2)menebang pohon, (3)melakukan pembakaran dan sejenisnya.
Barang siapa melakukan pelanggaran ini (Membunuh sembarang orang) sama dengan menolak peraturan Islam sama dengan musuh Islam!!! (Teroris? ISIS bagaimana???)
ii.Dilarang membunh wanita, anak-anak dan sesamanya
Dalam perang maka orang Islam dilarang membunuh wanita dan anak-anak, sebab perbuatan ini sudah melanggar batas, padahal Allah melarang berbuat perbuatan yang melanggar batas.
أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْه أَخْبَرَهُأَنَّ امْرَأَةً وُجِدَتْ فِي بَعْضِ مَغَازِي النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَقْتُولَةً فَأَنْكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَتْلَ النِّسَاءِ وَالصِّبْيَانِ (رواه البخاري3279 ومسلم -2791)
“Bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar r.a. mengabarkan kepadanya bahwa ada seorang wanita yang ditemukan (dalam keadaan terbunuh) di sebagian peperangan Nabi Saw, maka Rasulullah Saw mengingkari pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak”(HR Bukhari no.2791, Muslim no.3279 dan Ahmad no.2202(.
iii. Dilarang orang Islam berbuat khianat
Dilarang orang Islam berbuat khianat: Hadis nabi Saw:
“Shafwan berkata, “Rasulullah Saw pernah mengutus kami dalam ekspedisi, beliau bersabda: “Berjalanlah kalian dengan menyebut nama Allah untuk memerangi musuh-musuh Allah. Janganlah kalian berkhianat dan jangan pula membunuh anak-anak. Bagi seorang musafir maka ia boleh mengusap sepatunya selama tiga hari tiga malam jika saat ia memakai sepatu kakinya dalam keadaan suci. Dan bagi oranq yang mukim adalah sehari semalam”HR Ahmad no. – 17400).
iv. Haram perang dalam Bulan Haram
Haram perang didalam bulan haram, kecuali membalas serangan musuh yang mendahuluinya. Bulan-bulan haram ialah Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Allah berfirman sebagai berikut, firman Allah:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa”(S9 At-Taubat 36).
v. Haram perang di negeri Haram Makkah
Pasukan Islam dilarang berperang di Masjidil Haram, kecuali membalas serangan musuh yang telah memerangi lebih dahulu ditempat tersebut” (HR Ahmad no.22391).
“Abu Nadhrah telah menceritakan kepada kami orang yang pernah mendengar khutbah Rasulullah Saw pada hari tasyriq, beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu, ingat!
-Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang ajam (non Arab) dan
-Tidak ada kelebihan bagi orang ‘ajam atas orang Arab,
-Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam,
-Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan.
– Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan.
* Rasulullah Saw bersabda: “Hari apa ini?” mereka menjawab: Hari haram.
* Rasulullah Saw bersabda: “Bulan apa ini?” mereka menjawab:
Bulan haram.
*Rasulullah Saw bersabda: “Tanah apa ini?” mereka menjawab: Tanah haram.
* Rasulullah Saw bersabda: ” Allah mengharamkan darah dan harta kalian diantara kalian aku (Abu Nadhrah) berkata; Aku tidak tahu apakah beliau menyebut kehormatan atau tidak)- seperti haramnya hari kalian ini, di bulan ini dan di tanah ini.” Rasulullah Saw bersabda: “Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir”(HR Ahmad no.22391).
vi. Perang اarus berhenti, jika sudah aman
Jika pihak musuh sudah berhenti memerangi dan tidak ada lagi kerusuhan maka diwajibkan untuk berhenti berperang”(S2 Al-Baqarah 193).
“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim”(S2 Al-Baqarah 193)
vii. Berperang Lillah Ta’ala sesuai hukum Allah
Berperang Lillah Ta’ala persis hukum yang diperintahkan (S22 Al-Hajji 39-40).
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ()الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللّه لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (الحج 39-40)
“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.
(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”(S 22 Al-Hajji 39-40)
@Ar-Razi Fakhruddin mencatat bahwa perang dalam Islam bukan hanya membela agama Islam tetapi mencakup semua tempat ibadah. Tercatat bahwa Rasul Saw mengirim surat yang senada dengan makna dimaksud.
@‘Umar bin Khaththab pernah memberi perlindungan peribadatan kepada para pendeta Nasrani Al-Quds.
@Selanjutnya system pembayaran Jizyah merupakan tanda bukti adanya perlindungan Islam kepada mereka yang tidak mau masuk agama Islam tetapi dilindungi oleh pemerintah Islam. Demikian yang sudah dilakukan oleh Khalid binWalid, ‘Amru bin‘Ash,‘Abdurrahmanbin‘Auf,Mu’awiyah.
viii. Perlindungan kepada peminta suaka
Orang Islam wajib melindungi orang-orang musyrik yang meminta perlindungan terhadap Umat Muslim (S9 At-Taubat 6).
ix. Dilarang melakukan mutilasi&menyiksa mayat
Orang Islam haram melakukan mutilasi(menyiksa mayat):
انْ أَنَسٍ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحُثُّ فِي خُطْبَتِهِ عَلَى الصَّدَقَةِ وَيَنْهَى عَنْ الْمُثْلَةِ (رواه الترمذي 3979)
“Dari Anas ia berkata adalah Rasulullah Saw menganjurkan di khutbahnya untuk melakukan sedekah dan melarang dari memotong-motng mayat”(HR An-Nasai no.3979, Tirmidzi no.1542, Abu Dawud no.2293 dan Ahmad no. 19001).
@ Ringkasnya
Peraturan Perundang-undangan Perang dalam Islam jika terjadi perang terbuka, adalah sebagai berikut.
1. Yang diperangi hanya mereka yang mendahului perang (S2 Al-Baqarah 190, S60 Al-Mumtahanah 8-9;HR Ahmad no.22391;S2 Al-Baqarah 190, S60 Al-Mumtahanah 8-9.
2. Dilarang membunh wanita, anak-anak dan sesamanya(HR Bukhari no.2791, Muslim no.3279 dan Ahmad no.2202).
3. Dilarang orang Islam berbuat khianat(HR Ahmad no. – 17400).
4. Haram perang dalam Bulan Haram (S9 At-Taubat 36).
5. Haram perang di negeri Haram Makkah (HR Ahmad no.22391).
6. Berperang hanya terhadap apa yang diperintahkan oleh Allah, tidak boleh lebih dari padanya(S22 Al-Hajji 39-40).
7. Perang harus berhenti, jika sudah aman, tidak ada perlawanan (S2 Al-Baqarah 193).
8. Berperang harus Lillah Ta’ala, tidak ada niat lain (S 22 Al-Hajji3940, S9 At-Taubat 6).
9.Dilarang melakukan mutilasi&menyiksa mayat(HR An-Nasai no.3979, Tirmidzi no.1542, Abu Dawud no.2293 dan Ahmad:no. 19001). .
(3)Perang Sabil itu bukan teorrisme
Dapat diperhatikan dari pedoman-aturan Perang dalam Islam yang melarang membunuh wanita, anak-anak, orang tua, orang jompo, orang sakit dan yang sama itu”((HR Bukhari no.2791, Muslim no.3279 dan Ahmad no.2202).
Demikian juga Hukum Qishash dalam Islam menetapkan bahwa orang Islam yang membunuh atau melukai orang tanpa alasan yang benar harus dihukum qishash(Derita yang persis-sama):
1. Qishash pembunuhan ditetapkan bunuh atas orang yang membunuh (menghilangkan nyawa), bahkan qishash terhadap siapa yang melukai (mencukil) mata, memotong hidung, memotong telinga, mencabut gigi dan melukai bagaimanapun juga wajib diterapkan qishash luka yang sama atas pelaku pidananya (Al-Quran S5 Al-Maidah 45).
2. Barang siapa membunuh seorang mukmin di dalam Negara yang terikat perjanjian persahabatan dengan Islam maka hukumannya memerdekakan seorang budak mukmin dan membayar tebusan (sesuai dengan kehormatan korban), jika tidak terlaksana dapat diganti dengan puasa dua bulan kontinu dan bertobat kepada Allah (QS5 Al-Maidah 92-93).
3. Jika pembunuhan ini karena tersalah, keliru atau tidak sengaja maka pembunuh wajib membayar fidyah seimbang dengan derajat manusia (terbunuh) dan membayar hiburan kepada keluarga korban.
Bahkan Islam menetapkan harus berbuat baik dan adil kepada orang non muslim yang tidak meyerang, Allah berfirman-terjemahnya:
“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada emerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang lalim”(S 60 Al-Mumtahanah 8-9).
Sayyid Thanthawi dalam menafsirkan kedua ayat Qs60a8-9 ini, mencatat bahwa orang Islam tidak boleh memerangi orang kafir, tidak berbuat suatu tindakan yang mengarah kepada penderitaan orang lain, tetapi semua harus lebih dahulu mencari jalan dan metode yang lebih tepat, jangan sampai melanggar kebenaran.
Para ulama menyatakan bahwa Qs60a8-9 ini tidak mansukh, karena Al-Quran itu berlaku universal kapan saja dimanapun juga, bahwa syari’at Islam menetapkan seorang muslim tidak boleh menyakiti orang yang tidak menyakiti dia, tidak boleh memerangi orang kecuali mereka yang jelas-jelas memusuhi Islam. Hal ini tergambar ketika Utusan kaum Nasrani Najran waktu merteka menghadap Rasul Saw demikian juga terhadap utusan warga Tamim maka oleh Nabi Saw mereka diterima dengan segala kehormatan.
(4) Perang Salib
Umat Islam telah mengalami pasang surut; Umat Islam pernah mengalami kejayaan cukup lama, tetapi juga dapat menurun; Maka periode yang terbaik umat Islam ialah jaman Rasulullah Saw kemudian jaman Khalifah yang empat Khulafa` Rasyidin tetapi secara individual umat Islam yang terbaik tidak ada batasan waktu atau tempat, hal ini tergambar dalam hadis Nabi Saw berikut:
عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ أُمَّتِي مَثَلُ الْمَطَرِ لَا يُدْرَى أَوَّلُهُ خَيْرٌ أَمْ آخِرُهُ )رواه الترمدي 2795 واحمد 11878)
“Dari Anas berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Perumpamaan ummatku seperti hujan, tidak diketahui (apakah) yang baik itu yang permulaan ataukah yang terakhir” (HR Turmudzi no. 2795 dan Ahmad no.11878).
Oleh karena itu maka umat Islam mengalami nasib naik turun dan tercatat dalam sejarah bahwa jaman jaya-jayanya Islam dengan kebudayaannya pernah menguasai beberapa benua, Asia, Afrika dan Eropa, seperti Spanyol, Bizantium, Eropa Timur, Belgrado, Budapes, Rhodes, Afrika Utara, Suria, Palestina, Arabia, Irak, Asia Kecil, Persia, Afghanistan, Turkumenia, Asia Tengah, Punjab, India, Bengali, Kabul, Gujarat, dst.
Maka tahun 1096 M pecah perang salib antara Kaum Salib melawan kaum muslimin; menang kalah saling bergantian.
# Sebab utama timbulnya Perang Salib ialah karena pada tahun 1071M orang Turki-Seljuk berhasil mengalahkan Bizantium.
Perang Salib diputuskan oleh Paus Urbanus II dan diumumkan sxebagai Perang Suci melawan Islam; Secara umum dapat dicatat bahwa Perang Salib ini pada awalnya pasukan Islam dikalahkan oleh tentara Salib namun terakhir pasukan Islam mengalahkan tentara Salib dan Yerusalem berada di bawah kekuasaan pasukan Islam.
Maka sekilas dapat dibaca dalam diagram berikut:
Tahun NamaPrang Tokoh-Tokoh Hasilnya
1096-1124 Perang Salib I Godfray,Reymon 150.000 Kaum Salib menang
1144M Imaduddin Zanki PasukanIslammenang
1151M Syakh Nuruddin PasukanIslammenang
Perang Salib II Paus EugoniusII, Louis, Conrad PasukanIslammenang
1187 M Perang Salib II Sultan Salahuddi Al-Ayubi PasukanIslammenang
1189M Perang Salib III Frederick Barbarossa Jerman,Richard(HatiSinga)Lionheart raja Inggris dan Philip Augustus
PasukanIslammenang
1192M Perdamaian Or,Kristiani boleh masukBaituMaqdis
1219 M Perang Salib IV Frederick II Kaum Salibmenang masuk Mesir
1247 M Perang salib IV Baybars, Qalawun& Ibnu Taimimyah, Pas.Islam menang dapat merebut Palestina
1291 M Perang Salib IV Pasukan Islam Menangmenguasai Palestina
Walaupun demikian kaum Salib bersama-sama dengan Zionis melalui persiapan yang cukup lama Kaum Salib meneruskan Perang ini lagi melalui ideologi dan politik imperialisme-kolonialisme langsung atau tidak langsung berhasil menguasai dan menjajah ex negara-negara Islam.
(5) Serangan melawan Islam
Melalui kelebihan dan kemajuan IPTEK kaum Salib maka kemudian mereka membuat program atas nama politik colonial negaranya, melalui anak didik bangsa pribumi kaum Salib berhasil mencelup mereka dengan ajaran penjajah Barat. Tidak puas dengan menjajah, maka secara tidak langsung kaum Salib itu begerak dengan payung PBB untuk memerangi umat Islam. Dengan mengeluarkan berbagai macam resolusi Dewan Keamanan PBB, mereka melakukan serangan militer, embargo ekonomi dan tekanan politis kepada negara-negara Islam.
Embargo ekonomi mereka paksakan terhadap kaum muslimin Irak, Afghanistan, Sudan, Libia; Pembantaian terhadap kaum muslimin baik secara langsung maupun tidak langsung dilakukan di Palestina, Sudan, Lebanon, Somalia, Bosnia Herzegovina, Kosovo, Macedonia, Chechnya, Kashmir, Patani, Timor Timur, Poso, Ambon, Maluku Utara, dan lain-lain. Jutaan kaum muslimin mereka bunuh, jutaan lainnya mereka paksa menjadi pengungsi yang terkatung-katung.
Tercatat di bawah ini pernyataan kaum Salib masa kini:
~~Penasehat mantan presiden AS Lyndon B. Johnson untuk urusan Timur Tengah (1967), mengatakan bahwa garis besar politiknya adalah konfrontasi antara kebudayaan nasrani melawan peradaban Islam sejak dahulu sampai sekarang.
~~Ex Menteri Luar Negeri Perancis, Moshe Vido, saat menerima kunjungan konfirmasi anggota parlemen Perancis sehubungan perang yang meletus di Marakisy, Maroko, mengatakan,” Ini adalah perang kaum-Salib melawan Bulan Sabit.
~~Menteri Luar Negeri Inggris, Lewit George, beberapa waktu yang lalu menyambut kemenangannya dalam perang pihaknya di Afrika sebagai Perang Salib yang terakhir.
~~Jendral Joffre Komandan pasukan Perancis dalam perang dunia I (1918M) menanggapi Perang Dunia I itu sebagai perang salib. Setelah mengalahkan pasukan Islam di luar kota Damaskus, Jendral Joffre mengunjungi makam Shalahudien Al-Ayubi dan menginjakkan kakinya atas makam Shalahudien, sambil mengejek,”Lihatlah; Ini kami datang, hai Shalahudin !!! (Shalahuddin penglima Islam dalam Perang Salib yang berhasil merebut kembali Yerusalem tahun 1187M mengalahkan Salibis).
~~Saat kota Al-Quds jatuh ke tangan tentara Israel tahun 1967 M, Randolf Churchil dari Inggris mengatakan,” Sejak dahulu, pembebasan Al-Quds dari kekuasaan Islam merupakan mimpi kaum Masehi dan Yahudi. Kini Al-Quds tidak akan pernah kembali kepada orang-orang Islam, dalam perundingan apapun juga antara orang-orang Islam dan Yahudi di masa mendatang.
~`Gardener berkata : Perang salib bukan bertujuan untuk menyelamatkan Al-Quds, melainkan untuk menghancurkan Islam.
(6) Jika Iman dikalahkan oleh nafsu keduniaan
Jihad akbar dapat diartikan “Menaklukkan dan mengendali- kan hawa nafsu (harta,tahta, wanita). Kenyataan sekarang ini ternyata apa yang dahulu dibayangkan oleh Rasul Saw. dalam hadis riwayat Abu Dawud no.3745 terurai diatas betul-betul sudah terjadi, bukan hanya umat Islam Indonesia saja tetapi umat Islam seluruh dunia, bahwa umat Islam seluruh dunia sekarang sedang menjadi AMBENG atau “Gunungan Sekaten” Grebeg Maulud dimuka kraton Ngayogyokarto dan Surokarto, maka umat Islam dan Negara-negara Islam menjadi “Ambeng-tersebut menjadi rayahan, diperebutkan oleh musuh-musuh Allah melalui berbagai macam sudut; Pada setiap PEMILU para calon DPR atau Kepala Daerah/Negara berebut “blusukan” ke pesantren, sowan kyai, sampai Umrah ke Makkah, guna untuk merebut politik umat Islam dan negera-negara Islam, tetapi setelah terpilih mereka berbalik menterlantarkan Islam dan umatnya. Faktor yang menyebabkan nasib terlantarnya Islam ini ialah karena baik yang memilih maupun yang dipilih sudah dibelenggu mental “Al-wahnu” (Motoduwiten&Takut jihad).
Ketika IMAN(jihad) sudah tidak diunggulkan atau bahkan dilepaskan ditukar dengan harta keduniaan (motoduwiten&takut mati) maka saat inilah umat Islam dan negara –negara Islam menjadi ambeng menjadi rebutan kaum Non Muslim.
Beberapa kali negara Zionis dan Negara Non Muslim berhasil menundukkan PBB dan atas nama PBB berhasil menghancurkan negara-negara Islam Irak, Afganistan dan telah menguasai negara-negara Cehniya, Mesir, Syria, Yaman, Libiya, Sudan dan lain-lain tunduk kepada kemauan mereka.
Jika orang Islam sudah mengutamakan harta keduniaan dan berwatak materialistis maka Allah akan melenyapkan potensi mereka ini menjadi warga&Negara terjajah melalui proses perebutan kekuasaan politik dan ekonomi oleh musuh-musuh Allah.
Secara halus Allah berfirman terjemahnya sbb:
‘Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui(S5 Al-Maidah 54).
(7) Penaklukan Dunia Islam
O.Hasyim dalam bukunya “Menaklukkan Dunia Islam” mencatat beberapa peristiwa sebagai berikut:
~Gladstone dari Inggris mengatakan: “Right or wrong my country” Hantam dulu urusan belakang pokoknya untuk negeriku!!!
~Hitler: Deutschland UberAlles, Jerman di atas semua bangsa.
~Th. 1499 Kardinal Jimernes mencatat ada tiga juta kaum muslimin dibunuh, disiksa, diusir dari Spanyol.
~Th.1493 M:Paus Alexander ke-6 membagi dunia menjadi dua, separoh untuk Spanyol(Kristen) separoh lagi untuk Portegis (Katholik);
~Th.1630 M=1246 H Perancis masuk ke Sahara Barat;
~Abad 19 Masehi dikobarkan politik Imperialis dengan keahlian para tokohnya spesialis dalam bidang masing-masing yaitu:1) Sir George Grey. 2)Joseph Chamberlain, 3) Livingstone, 4)Zwemmer, 5)Cercil John Rhodes, 6)Henry Morton Stanley. 7)Rudyard Kipling, 8) John Seely dan masih banyak lagi.
~Beberapa-daratan mayoritas Islam dijajah oleh kaum Imperialis, yaitu:
~Th. 1805 Ceylon, 1862 Logos, Ghana,Azerbaijan dijajah Inggris;
~Th.1838 Inggris menduduki Aden, Selat Airmata, Socotra, Muscat,Bahren, Pantai Persi.
~Th.1854 Asia Tengah dijajah Rusia.
~Th.1872 Pantai Gading dijajah Inggris;
–Th.1876 Uzbekistan
–Th.1886 Turkmenioa dijajah Rusia;
–Th.1875M=1274 H- Inggeris menjajah India, kerajaan Moghol atau Taimuriah;
–Th.1882M=1300H Inggeris menguasai Mesir;
–Th.1920=1338H Perancis menguasai Syria dan Lebanon. (14)
–Th.1918 Inggris menguasai Palestina saat Turki kalah dalam Perang Dunia ke-I, kemudian tahun 1948 Palestina dihadiahkan oleh Inggtis kepada Israel.
(8) Studi Islamologi
Perang ideologi dan konfrontasi kebudayaan, tidak terbatas hanya dengan pedang, peluru kendali, bom nuklir saja, tetapi Perang Salib itu sekarang mereka lancarkan melalui pemikiran akademis melalui penelitian, metodologis-ilmiah, Islamologi sampai semua ilmu ke-Islaman bahkan sampai inti sumber agama Islam Al-Quran dan hadis, sebagian dari persaingan dalam mendalami Ilmu Al-Quran dan Hadis ini kita sepertinya dikalahkan oleh para pakar orientalis kaum Salib berikut:
A. Pakar IlmuQur’an
Pakar Orientalis yang menekuni Studi Al-Quran ialah:
(1) Arthur J. Arberry, (2)Gustav Flugel (3) Richard Bell, (4)William Muir (5). Regis Blachere, (6) Ignaz Goldziher; Mereka telah menulis ilmu-ilmu Al-Quran cukup mendalam, misalnya buku kitab Madzahibut Tafsir, Al-Qur’an dan Qiraat Tujuh, periodisasi turunnya Al-Quran, tafsir surat-surat atau judul-judul tertentu Al-Quran, penyusunan surat-surat Al-Quran dalam mushaf.
B. Pakar Ilmu Hadis
Pakar Orientalis yang menekuni Ilmu hadis ialah:
(1) C. Snouck Hurgronje, (2) Alfred Guillaume, 3) David Samuel Margoliouth, (4) Henri Lammens, (5) Reinhart, (6) H.A.R. Gibb, (7) Carl Brockelmann, (8) Winsink, mereka menulis ilmu hadis sangat mendalam misalnya: The Legacy of Islam (1931), Islamologi, Kamus hadis dan Geschichte des Arabischen Literature dst.
Kaum orientalis tersebut diatas hampir semua berusaha menjelek-jelekkan Islam, kecuali sebagian kecil yang jujur dan obyektif, seperti: (1)George Sale ( 1736M) dan yang sefaham. (2) Voltaire (1778M), (3)Wofgang von Goethe (1832M), (4)Eduard Gibbon(1736M), (5)George Bernard Shaw, (6)Thomas Carlily, (7)R.Bosworth Smith (1876M), (7)Napoleon Bonaparte, merupakan kaum orientalis yang cenderung memuji Islam atau netral dan obyektif yang menyanggah orientalis yang berwatak negatif sebelumnya. Sayang sekali banyak hasil penulisan kaum orientalis tersebut banyak yang dijadikan buku pegangan kuliah di berbagai perguruan tinggi Islam di mana-mana.-
(9) Pemimpin ISIS ternyata agen MOSSAD-Israel,
Berita terkini sejumlah media asing a.l. “Feteran to day”: mengabarkan bahwa Pimpinan ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi, adalah orang Yahudi asli tulen.
Yang paling megejutkan ialah bahwa: Sejatinya Pimpinan itu adalah agen Mossad (Dinas Rahasia Neraga Israel); Nama asli Al-Baghdadi ialah Emirdas Baash alias Simon Elliyot alias Eliyas Shimon. Lahir dari bapak Yahudi dilatih direkrut oleh Mossad untuk membuat kekacauan di Timur Tengah serta perang urat syaraf terhadap bangsa Arab dan masyarakat Islam; Hal ini makin mnguatkan bocoran rahasia dari Eduward Noden mantan agen Dinas Rahasia Amerika Serikat, yang menyebut ISIS sebenarnya adalah bentukaan inteligen Amerika, Ingrris dan Israel.
Mereka menciptakan sebuah organisasi militer yang mengklaim kekhafihan Islam dengan Abu Bakar Al-Bghadadi sebagai khlifah untuk menarik teroris dari seluruh dunia bergabung di dalamnya. Bukti nyata ISIS adalah betukan Israel makin kuat, ketika organisasi miliyter ini justru mnyerang Negara Arab yang sedang kacau, misalnya Irak, Syria; ISIS sudah menguasai sebagian wilayah Siriya dan Irak,
Di Syria mereka mendirikan pusat pemerintahan dan berhasil menguasaai kota besar Mausul di Irak; Mereka mengkalim sebagai organisasi militer Islam, kelompok ini meledakkan makam nabi Yunus, mengancam akan meledakkan Ka’bah al-Mukarramah.
ISIS tidak tertarik membantu perjuangan Palestina, saat ini sedang diserang Israel mati-matian.
Parahnya di Indonesiia ISIS mendapat simpati orang dan langsung mendaftar diri sebagai Sukwan pengikut ISIS; Tanpa menyelidiki mencari kebenaran infiormasi tentang ISIS; sedikitnya 56 orang Warga RI menjadi anggota ISIS(Dari Buku Menyingkap Fitnah –Hj.Irene Handono).
(10) Pembakaran Masjid Tolikara
)Kronologi kejadian(
Menurut Kapolres Tolikara, AKBP Suroso
Insiden bermula ketika sekitar 150 orang mendatangi lokasi Shalat Ied di Lapangan Koramil dan menuntut umat Islam agar segera membubarkan diri. Perintah pembubaran itu disertai dengan pelemparan batu.
”Pada takbir ketujuh, kami Danramil langsung membubarkan maka Shalat Id tidak dilanjutkan. Langsung mundur semua ke Koramil. Setelah itu para pendemo masih melempari batu kepada jamaah. Saya (Dantramil) memegang megafone, belum ada tembakan. Saya (Dantramil) perintahkan pendemo mundur,” kata AKBP Suroso.
Sewaktu jemaah Shalat mundur, terdengar suara tembakan di Kampung Giling Batu.”Setelah ada tembakan, pendemo yang berjumlah 150-an orang maju lagi. Lalu ada penambahan oleh pendemo, sampai kami tidak bisa menghitung lagi. Mereka semakin brutal,” kata AKBP Suroso.
Para pedemo marah kemudian membakar kios-kios dan api turut melalap MUSHOLLA yang berada di tengah kompleks kios-kios yang terbakar. Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, mengakanu pembakaran itu benar terjadi.
Adapun dari jemaah yang mengikuti shalat Ied, tidak ada korban. angan Koramil.
(11)Selebaran gelap
Sebelum perusuh yang menyerang jamaah shalat Ied ternyata mereka membawa selebaran dari Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) yang mendesak umat Islam di Tolikara bersembahyang di dalam musala dan tidak memakai pengeras suara.
Desakan itu dikemukakan sehubungan dengan kegiatan seminar dan kebaktian tingkat internasional GIDI dari 13 Juli hingga 19 Juli 2015.
Pendeta Socrates Sofyan Yoman dari GIDI mengaku pihaknya memang menyebarkan selebaran itu kepada umat Muslim di Tolikara.
“Surat edaran GIDI memang benar. Salat Ied seharusnya dilakukan di mushalla, bukan di ruang terbuka, serta tidak menggunakan pengeras suara,” katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.
Namun, dia berkeras bahwa tindakan massa yang mendatangi lokasi pelaksanaan salat Ied di Lapangan Koramil dan diikuti pembakaran tidak bisa dibenarkan.
Pendeta Socrates Sofyan Yoman dari GIDI mengaku pihaknya memang menyebarkan selebaran itu kepada umat Muslim di Tolikara, katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.
Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende berjanji akan melakukan penyelidikan terkait insiden pembakaran mushalla saat umat Islam tengah menunaikan salat Ied di Kabupaten Tolikara, pada Jumat (17/07) lalu.
Pernyataan itu dikemukakan Irjen Pol Yotje Mende dalam pertemuan dengan Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, Kapolres Tolikara AKBP Suroso, serta para pemuka agama guna membahas insiden di Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara.
“Kami akan lakukan penyelidikan secara profesional. Kami harus selidiki karena banyak yang membawa senjata,” kata Yotje dalam pembicaraan yang diikuti kontributor BBC Indonesia, pada Sabtu (18/07).
BAB TIGA
Zuhud dan militan
Bagaimanakah gerak-usaha kita dalam Jihad dijaman yang sekarang ini? Jawaban hipotetis: Dengan berakhirnya Perang-Salib tahun 1292M yang dimenangkan orang Islam, maka kaum Salib melanjutkan Perang Salib th 1292 dahulu itu digalakkan lagi lebih agressip sesudah jatuhnya Daulat Turki Usmani tahun 1924M. Mereka menuntut balas dari kekalahan Perang Salib 1090-1292M dahulu itu bukan dengan peralatan perang saja, tetapi mereka gerakkan apa yang dinamakan “Konfrontasi Kebudayaan” yang terkenal dengan “Ghazwul-Fikri”; Ghazwul-Fikri ialah Perang Kebudayaan; Maka sekarang wajib kita Perang dalam “GHAZWUL FIKRI’ dengan bermental baja melaksanakan Perang-Kebudayaan itu maksimalisasi semangat Jihad fi Sabilillah sebab musuh kita sekarang ini sudah di depan kita, bahkan sudah masuk ke dalam rumah yang paling dalam yang gelap berupa Internet, computer, TV, HP,Tablet dan semua peralatan yang terlalu canggih, yang isinya ialah ajakan setan untuk maksiat, menentang agama Allah. Lebih rinci itu sbb:
(1) Melawan “Al-Wahnu”
Berusaha sungguh-sungguh maksimalisasi Jihad melalui jalan “Shirathal Mustaqim” jalan Allah jihad fi Sabilillah. Khususnya: melawan watak materialistis menuju jiwa yang “Zuhud”- Menjadi manusia “Pemberani”, berjuang sampai titik darah penghabisan dalam jihad fi sabilillah.
Umat Islam sekarang ini jatuh tertindih tangga menjadi mangsa atau bahan pakan kaum imperialis, kolonialis yang anti Islam. Pernah Rasulullah Saw membayangkan nasib umat sepeninggal beliau maka dalam hadis riwayat Abu Dawud no.3745 ini disebut-sebut umat Islam akan mengalami nasib yang paling jelek, sampai kehabisan daya, sudah tidak ada mujahid fi sabilillah, tidak ada imam yang mengikuti tuntunan Rasulullah Saw. Hadis Nabi Saw:
Artinya: “Dari Tsauban dia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Bangsa-bangsa non muslim diramalkan kelak akan mengroyok umat Islam persis seperti rebutan tumpeng yang diperebutkan oleh orang banyak;
Maka salah seorang sahabat bertanya: “Apakah umat Islam ketika itu hanya sedikit? Beliau menjawab: “Tidak!!! Bahkan kalian berjumlah banyak sekali, tetapi bagaikan buih air bah dan Allah melenyapkan rasa takutnya musuh Islam dari dalam hati mereka sekaligus Allah akan mencampakkan “Al-Wahnu” ke dalam hati kalian”
Salah seorang sahabat bertanya: “Apakah yang dimaksud dengan Al-Wahnu itu? Beliau menjawab: : Al-Wahnu ialah cinta kepada harta dunia dan takut mati”(HR Abu Dawud no.3745 dan Ahmad 121363).
Catatan: Al-Wahnu dapat difahamkan sama dengan” Materialistis” dan “Takut Jihad” lawannya ialah Zuhud dan pemberani =militan dalam Jihad.
Hadis Rasulullah Saw yang sejalan:
“(Dari) Abu Idris Al Khawlaniy bahwa dia mendengar Hudzaifah bin Al Yaman berkata; “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah Saw tentang perkara-perkara kebaikan sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena aku takut akan menimpaku.
(1)Aku bertanya; “Wahai Rasulullah, dahulu kami berada pada masa Jahiliyyah dan keburukan lalu Allah mendatangkan kebaikan ini kepada kami, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan?”. Beliau menjawab: “Ya”.
(2)Aku bertanya lagi; “Apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?”. Beliau menjawab: “Ya, akan tetapi di dalamnya ada “dukhn” (kotorannya) “.
(3) Aku bertanya lagi; “Apa kotorannya itu?”. Beliau menjawab: “Yaitu suatu kaum yang memimpin tanpa mengikuti petunjukku, kamu mengenalnya tapi sekaligus kamu ingkari”.
(4) Aku kembali bertanya; “Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?”. Beliau menjawab: “Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu jahannam. Siapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan kedalamnya”.
(5)Aku kembali bertanya; “Wahai Rasulullah, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami?”. Beliau menjelaskan: “Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian”.
(6) Aku katakan; “Apa yang baginda perintahkan kepadaku bila aku menemui (zaman) keburukan itu?”. Beliau menjawab: “Kamu tetap berpegang (bergabung) kepada jama’atul miuslimin dan pemimpin mereka”.
(7)Aku kembali berkata; “Jika saat itu tidak ada jama’atul muslimin dan juga tidak ada pemimpin (Islam)?”. Beliau menjawab: “Kamu tinggalkan seluruh firqah (kelompok/golongan) sekalipun kamu harus memegang akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada di dalam keadaan itu (berpegang kepada kebenaran) “(HR Bukhari no.3338 dan Muslim no.3434).
Dari bayangan Nabi Saw. ini maka kini kita memikul tugas yang betul-betul terlalu berat dan sulit sekali, yaitu : (1)Mengatasi kemelut,
(2)Melawan munculnya penceramah yang mengajak manusia ke neraka,
(3)Menghadapi juru kampanye yang menggunakan gaya bahasa Arab yang paling fasih (Bahasa Arab- Riyadh), segala-galanya sangat mirip persis sekali dengan juru dakwah atau muballigh yang asli yang benar-benar mengikuti hidayah Allah dan tuntunan Rasulullah Saw.
Umat Islam menjadi bancaan atau kenduri musuh-musuh Allah persis seperti “Gunungan-Sekaten” yakni tumpukan makanan diperebutkan penonton perayaan Sekaten Maulud di muka Masjis Besar Ngayogyokarto-Surokarto; Yang demikian ini sudah dibayangkan oleh Rasulullah Saw dalam hadis riwayat Abu Dawud bo. 3745 dan Ahmad no.121363 di atas.
Semua ini sebabnya ialah karena Al-Wahnu yaitu otak yang materialistis dan takut jihad=takut mati; Hal ini memang bertentangan dengan ajaran Islam; Karena Islam menekankan kepada Jihad=Berjuang mati-matian, penuh iman, takwa dan amal soleh, hidup hanya ingin mencari ridho Allah dengan menabur karya penuh jasa membuat bahagia semua manusia sampai yang fakir melata.
Adapun ikhtiar untuk membangkitkan umat Islam dari runtuh dan terjerumusnya umat Islam sampai tertindih tangga sehingga menjadi warga&negara terjajah oleh Negara kolonialis, dan di-jajah oleh kebudayaan kafir, maka obat atau kuncinya ialah menumbuhkan semangat jihad dan dakwah Islam mengajak umat untuk memerangi Al-Wahnu=watak materialis&penakut.
Lawan kata Al-Wahnu dispekulasikan ialah “Zuhud dan Pemberani”, sehingga ikhtiar untuk memerangi Al-Wahnu ialah dengan melenyapkan nafsu materialis (motoduwiten, mengejar tahta dan memburu wanita) sekaligus membuang jauh-jauh rasa takut berjihad”; Maka memerangi Al-Wahnu itu sama dengan berjiwa zuhud bahwa kesenangan-keduniaan itu bukan tujuan tetapi sungguh usaha dan kegiatan mencari harta/tahta/wanita itu untuk sarana-prasarana Jihad fi Sabilillah bercita-cita untuk menjunjung tinggi Asma Allah(لاعلاء كلمة الله هي العليا ). Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Saw dalam hadis riwayat Abu Dawud no.3745 dan Ahmad no. 121363 terurai di atas itu bahwa kunci untuk membangkitkan kembali daya kekuatan umat Islam itu didahului dengan Jihadun-Nafsi perang melawan “Al-Wahnu” dengan hati-hati.
Perang menaklukkan hawa nafsu, nafsu harta, tahta dan wanita dan mengendalikannya; Maksimalisasi semangat juang dengan militant yang tinggi “Nyrempet-nyrempet bahaya” sabar-siap menderita dalam jihad.
Kemudian maju melakukan Jihad fi Sabilillah. Padahal makna Jihad fi Sabilillah itu ialah berjuang” لاعلاءكلمة الله هي العليا” (=Mengunggulkan Asma Allah tingi-tinggi), menegakkan sendi-sendi agama Islam, berjalan di jalan Shirathal Mustaqim, jalan Allah yang lurus dan benar, yakni jalan ke surga. Shirathal Mustaqim inilah yang dinamakan Sabilillah; Dan jalan Allah itu sangat luas sekali. Semua ini tercakup dalam pengertian Ghazwul Fikri = Perang melawan Ideologi&budaya kafir, budaya setan dan balatentara setan mencakup seluruh lahan proyeknya.
(2) Janji Allah kepada orang mukmin .
Maka walau bagaimanapun juga jangan sampai kaum muslimin berkecil hati. Sebab Allah bersama kita, Allah sudah berjanji akan memberi derajat yang luhur kepada orang Islam, memberi kejayaan di muka bumi (di dunia) kepada orang beriman, Allah akan mngirim malaikat untuk membantu hamba-Nya asal semua bersungguh-sungguh tekun istiqamah, mantap tidak gampang terpengaruh oleh faktor negatif, tetapi taqarrub kepada-Nya; Allah akan memenuhi janji-Nya kepada siapa yang yakin kepada firman Allah di dalam Al-Quran:
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ(ال عمران 139)
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”(S;3 Ali ‘Imran 139).
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ(النور55)
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”(S.24 An-Nur 55).
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ( فصلت30)
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka istiqamah-meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”(S.41 Fushshilat 30).
Caranya ialah seperti apa yang disabdakan Rasulullah Saw dalam hadis riwayat Abu Dawud no.3745 dan Ahmad no. 121363 terurai di atas itu bahwa kunci untuk membangkitkan kembali daya kekuatan umat Islam itu didahului dengan Jihadun-Nafsi perang melawan “Al-Wahnu ” seperti tertera di atas.
(3) Tujuan Syari’at Islam
(Maqashu sy-Sari’ah)
Dalam kitab Ushul Fiqhnya (1958:289) Muhammad Abu Zahrah menyebutkan ada 3 sasaran tujuan utama dari syari’at Islam, yaitu:
1 Pembinaan jiwa agar supaya setiap pribadi menjadi sumber amal soleh sumber kebajikan untuk menyenangkan orang lain, tidak membawa penderitaan atau kesengsaraan kepada sesama hidup.
2. Menegaskan keadilan yang merata bagi seluruh umat manusia.
3. Menyelenggarakan suatu kehidupan masyarakat yang penuh maslahah yang hakiki. Maslahah yang hakiki itu ialah suatu sistem kehidupan bermasyarakat yang serba terpenuhi seluruh jaminan hidup yang 5 macam, yaitu:
i) Terjaminnya kelangsungan syari’at Tuhan, suatu kehidupan yang berjiwa agama. ii)Terjaminnya hak hidup setiap insane. iii) Terjaminnya hak pemilikan atas harta kekayaan. iv) Terjaminnya perkembangan akal yang sehat. v) Terjaminnya hak berkeluarga dan berketurunan.
(4) Rahasia Kekuatan Islam
. Kaum Salib sudah memberi isyarat kepada kita bahwa kunci kekuatan Islam itu ialah Al-Quran; Maka dari Al-Quran itulah tumbuh mental pemberani yang sangat militant: i) Berani melawan musuh; ii) Berani berlapar-lapar dan puasa; iii) Berani menahan hawa nafsu manapun juga sampai titik darah penghabisan; maka kaum Salib tidak mampu apa-apa; Dibawah ini tercatat kesan dan keyakinan mereka.Katanya:
(1) Laurence Brown, W.E.Gladstone, Esiac Pouman, Ben Gurion, menyatakan bahwa selama Al-Qur’an ini masih berada di tangan kaum muslimin, Eropa tidak akan bisa menguasai Timur”
(2)Gubernur Jendral Perancis di Aljazair, dalam memperingati 100 tahun penjajahan Perancis atas Aljazair, mengatakan,” Kita tidak akan bisa mengalahkan orang-orang Aljazair selama mereka masih membaca Al-Qur’an dan berbicara dengan Bahasa Arab”.
(3)Esiac Pouman menulis”Belum pernah terjadi, sebuah bangsa Masehi yang masuk Islam, kemudian kembali masuk Nasrani.”
(4)Ben Gurion, mantan PM Israel, mengatakan,” Hal yang paling kita takutkan adalah bila di dunia Arab muncul Muhammad baru”
(5)Raja Perancis Louis IX di dalam tahanan Perang Salib di Manshurah-Mesir, Luis kalah dan tertawan lalu menebus diri dengan bayaran yang sangat mahal menyatakan bahwa sangat sukar sekali untuk mengalahkan Islam. Sebab mental Jihad fi Sabilillah yang dipancarkan oleh Al-Quran begitu hebat memabangkitkan keberanian dan kepahlawanan yang sangat sukar ditandingi. Maka Louis IX meyakini bahwa tidak mungkin dia mampu mengalahkan umat Islam melalui perang fisik. Dia menyatakan bahwa perang harus melelui metode dan taktik strategi berikut :
(a)Menanam benih perpecahan dalam kalangan umat Islam.
(b) Mencegah penguasa yang bermental alim-soleh.
(c)Menghidup-suburkan budaya suap-menyuap, dekadensi moral, main mesum dengan wanita pelacur dan WTS liar.
(d) Mencegah faham nasionalisme.
(e) Mencegah semangat persatuan mereka.
(f) Mendirikan negara boneka di tengah kawasan negari Islam.
(5) Bangkitnya pejuang yang sangat militans
Selain pejuang (mujahidin) Palestina yang luar biasa keberaniannya, dengan batu mereka berani melawan tank-tank Zionis, dan dengan cara Gerakan menghafal Al-Quran oleh ABG Palestina secara perasaan halus mereka yakin Allah menolong mereka, terutama untuk wilayah Gaza, Israel terpaksa berdamai.
Ternyata umat Islam masih memiliki calon-calon mujahid dahulu dan sekarang sebagaimana didahului oleh para ulama dan sekarang oleh ABG Palestina:
@ Para ulama di jaman awal Islam
Para sahabat dan tabi’in sangat tekun menghafal ,menyebarkan, menulis, membukukan, menyebarkan seluas-luasnya Al-Quran dan hadis Nabi Saw.
As-Suyuthi mencatat dalam Al-Itqan (1973I\50) Muhammad Ali ash-Shabuni dalam At-Tibyan (1980:47) mencatat bahwa para sahabat yang hafal Al-Quran yang gugur mati syahid di dalam pertempuran di Yamamah dan Bi`ru Ma’unah jumlahnya 140 orang sahabat. Sehingga orang yang hafal Al-Quran yang masih hidup pasti jauh lebih banyak berlipat ganda jumlahnya.
Pada masa kekhalifahannya maka Abu Bakar Usman melakukan pembukuan Al-Quran ditulis didasarkan atas tulisan para penulis wahyu dan diuji melalui hafalan para Ahlul Qurra` wal Huffazh.
@As-Suyuthi juga dalam Al-Itqan (1973:1/70) mencatat bahwa Al-Quran itu berisi 77.943 buah kalimat, 6236 ayat, sekarang masih utuh-lengkap.
@Abu Bakar Atjeh dalam bukunya Sejarah Al-Quran (1956:25 mencatat isi Al-Quran itu terdiri dari 325.345 huruf, yang paling banyak ialah huruf alif, yaitu 48.772, yang paling sedikit ialah huruf Zha` yaitu 842 huruf. Rincian jumlah hurufnya sebagai berikut:

Jumlah huruf isi Al-Quran=325 345 huruf (Alif48772h,zha`842h)
Alif = 48772h Ba` =11 428h Ta` = 3205h Tsa` = 2404h
Jim=3422h Ha` = 4130h Kha` = 2505 h Dal=5978h
Dzal =4930h Ra` = 12246h Zay = 1680h Sin = 5996h
Syin = 2115h Shad = 2037h Dhat=1682h Tha` = 1274h
Zha`= 842h ‘Ain = 9417h Ghain =1217h Fa= 8419h
Qaf = 6613h Kaf =10552h Lam =33520h Mim= 26955h
Nun=45190h Wawu =2586h Ha`= 1670h LamAlif=1970h
Ya` = 4919h —————— ——————- ——————–

@Bagaimana tekun istiqamah-nya para sahabat menghafal hadis tercatat sebagai berikut
Para sahabat penghafal hadis
1
2
3
4
5
6
7 Abu>>> Hurairah
A>isyah
’Abdullah ibnu ‘Abbas
Abdullah ibnu ‘Umar
Jabir ibnu ‘Abdillah
Anas ibnu Ma>lik
Abu> Sa’id al Khu>driyyi 57 H
57 H
68 H
73 H
78 H
73 H
74 H
5374hadis
2210 hadis
1660 hadis
1630 hadis
1540 hadis
1286 hadis
1170 hadis

@ Ulama hadis melalukakn rihlah-ilmiyah riset ilmu hadis:
N Imam ThH ThM Hadsis Jelajah
1 Bukhari 256.H 869M 7.562 10 kota-negeri
2 Muslim 261.H 874M 3.033 9 Kota-negeri
3 Abu Dawud 275.H 888M 5.274 15Kota-negeri
4 Tirmidzi 279.H 892M 3.956 8 kota-negeri
5 Nasai 303.H 915M 5.758 8 kota-negeri
6 Ibnu Majah 273.H 886M 4.341 12 kota-negeri
7 Ahmad 241.H 854M 27.100 9 kota-negeri
8 Malik 179.H 795M 1.891 ———
9 Darimi 181.H 799M 3.503 12 kota-negeri
1) Bukhari menuturkan tentang rihlah ilmiah yang dia jalani; ‘Aku memasuki Syam, Mesir dan al Jazirah sebanyak dua kali, ke Bashrah sebanyak empat kali, dan aku tinggal di Hijaz beberapa tahun, menjelajah ke-10kota dan aku tidak bisa menghitung berapa kali saya memasuki kawasan Kufah dan Baghdad bersama para ulama-haddits.
2)Abu Dawud: Dari Sijistan pergi ke Basrah dan tinggal di Bashrah mempelajari hadits di sana dannegeri-negerilain.
Ibnu Majah Menjelajah (Rihlah) meneliti jalan ahli hadis meninggalkan negeri untuk mendengar hadits dan menghafalnya.Terus masuk negri-negri Islam yang menyimpan mutiara hadits, mencari, mengumpulkan, dan menulis hadis.
3) Ahmad: Dari Makkah menuju Yaman dengan berjalan kaki pada tahun 199 H tinggal disana dua hari dan menulis hadits
4)Malik Merasa cukup di Madinah saja.
karena beliau beranggapan cukup dengan ilmu yang ada di sekitar Hijaz. Imam Malik berjumpa ulama tabi’in (Nafi’ yang menyebarkan ilmu hadis.
5)Ad-Darimi menjelajahi 12 kota dari Samarqandi, melihat terpencarnya para pengusung hadis dan atsar negri Islam; Maka Ad Darimi tekjun meneliti jalan ulama hadis ini.
Bagaimana ketatnya ulama menjagaAl-Quran, bagaimana ketatnya ulama menjaga hadis, di atas ini kita lihat Rihlah ‘Ilmiyah atu riset yang menggunakan Ilmu Metodologi Penelitian Ilmiah Ilmu hadis itu.
(6)Allah akan memberi Hidayah kepada para Muallaf
(Muallaf masuk Islam calon mujahid)
Para muallaf, orang-orang yang masuk Islam sekarang makin banyak-makin banyak sekali di negara-negara Barat, sebagaimana catatan berikut:
~Di Denmark, orang Muallaf yang masuk Islam meningkat tajam : Universitas Kopenhagen dalam penelitiannya menemukan fenomena yang mengejutkan bahwa penduduk asli Denmark masuk Islam dalam jumlah cukup besar(arrahmah.com).
~Di Inggris, menurut Faith Matter, angka muallaf mencapai 100.000 dan 5000 – 5200 muallaf baru masuk Islam tiap tahun.
~Tahun 2001, tercatat jumlah masjid di London ada 1.400 buah.
~ Di Jerman dan Perancis, ada 4000 muallaf masuk Islam tiap tahun. ‘Ini hitungan menurut laporan survey Fiyaz Mughal, direktur Faith Matters kepada redaktur The Independent.
~Sementara di Amerika Serikat jumlah umat Islam meningkat berlipat dua kali dan diperkirakan th. 2030 akan mencapai 6,2 juta dibanding tahun ini hanya 2, 6 juta.
~ Markas Islamisasi Eropa terbesar berpusat di masjid agung di Newham, London Timur tak jauh dari Olympic Park, tempat Olimpiade Inggris 2012 mencatat sbb:
~Berdasarkan penelitian maka diramalkan bahwa kelak satu dari setiap sepuluh orang Inggris akan menjadi Muslim pada tahun 2030. Sebaliknya Agama Kristen akan kehilangan lebih dari 500.000 orang pemeluknya setiap tahun, sedangkan jumlah atheis (yang tidak beragama) dan kaum agnostic angkanya akan naik 750.000 per tahun. Daily Mail melaporkan, penelitian oleh House of Commons Library, bahwa selama 6 tahun terakhir, jumlah orang Islam melonjak menjadi 37 persen.
~ Steve Doughty dalam Daily Mail, koran terkemuka Inggris, memprediksi bahwa sekitar 20 tahun ke depan kira-kira tahun 2030 jumlah orang Islam di Inggris akan melebihi jumlah warga negara Kuwait.
~Pemeluk agama Islam seluruh dunia akan meningkat rata-rata 2,2 persen per tahun.~ Tahun 2010 penduduk dunia 6.9 miliar diproyeksikan sampai th.2030 naik 26% menjadi 8.3 miliar. Di tahun 2010 orang Islam dari 1.6 milyar naik menjadi 35% sehingga tahun 2030 menjadi 2.2 miliar. Penelitian ini didasarkan pada tren demografi masa lalu dan estimasi pada apa yang akan terjadi 20 tahun ke depan.
~Worldwide Church of God badan misionari Nasrani yang berpusat di California melaporkan hasil penelitiannya yang dikutip oleh Majalah Islamic Horizons edisi Juli-Agustus 1990, yang diterbitkan oleh Islamic Society of North America (ISNA) di Amerika Serikat, bahwa dalam kurun waktu 50 tahun (1934-1984) pemeluk agama Yahudi hanya meningkat 4%, sementara pemeluk Nasrani meningkat 47%, sedangkan pemeluk Islam meningkat 235%.
@Erdogan Presiden Turki
Th.1924 Kekhalifahan Turki yang pernah berjaya kekuasaannya meliputi wilayah seperti Spanyol, Bizantium, Eropa Timur, Belgrado, Budapes, Rhodes. Tetapi karena kekalahannya dalam Perang Dunia ke-II maka daerah kekuasaan Turki dibagi-bagikan kepada pemenang perang. Kemudian para tokoh Turki mengubah negaranya menjadi Republik dan menjadi Negara Skuler. Alhamdu lillah sekarang Turki berusaha kembali dan hendak mengubah diri menjadi Negara Islam yang modern.
Radio-Muslim Surabaya, 4Des 2015, jam 16.15 wib nara sumber dari Hidayatullah.com menyebutkan sbb:
Erdogan-Presiden Turki, lulusan Madrasah Imam dan Khatib, sekarang sedang membangun Negara Turki-Islamis yang modern, melalui Program Pendidikan dan kesejahteraan kemudian memotong hubungan tuan tanah dengan rakyat-awam, Erdogan tidak takut kepada Rusia, …”Kami hanya takut kepada Allah saja” (katanya), Erdogan berani menentang Amerika dan Rusia, bersedia menampung pengungsi dari Suriya; Erdogan pernah ikut mengunjungi korban Sunami Aceh; membantu korban perang Moro melawan Pemerintah Pilipina.
Firman Allah (s5a56):
(Terjemahnya)“Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang” ( 5 Almaidah 56)
(7) Ustad Fadzlan Al-Garamatan
(Bermental Baja dalam Jihad)
Ustad Fadzlan Rabbani Al-Garamatan terlahir dari pasangan: Machmud Ibnu Abubakar Al-Garamatan dan Siti Rukiah binti Ismail Iribaram; Sudah mendalami nilai-nilai Islami sejak kecil; Fadzlan anak ketiga dari delapan bersaudara.
Ustad Fadzlan masih keturunan Raja Pattipi, penguasa kerajaan Islam pertama di Irian.
Pendidikan Fadzlan dari sekolah dasar sampai SMA ditempuh di Fak-Fak. Tahun 1980 melanjutkan ke Fakultas Ekonomi universitas ternama di Makassar, lulus 1984; Fadzlan kuliah dengan biaya sendiri. Ia jualan minuman ringan dengan gerobag dorong. Fadzlan mempunyai tekad yang sangat kuat untuk mengabdi kepada perjuangan Islam; Semua Itu namanya perjuangan. Di Irian yang bergunung-gunung saja bisa saya taklukkan, masak daerah rata gini tidak bisa”kata Fdzlan.
Berkat berbagai kegiatan sebagai Pengurus Takmir Masjid Raya Makassar, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), berbagai kegiatan Dakwah kampus terutama dakwah yang berat-berat di Irian, sekitar Fak-Fak, Sorong, Nabire, Jayapura, dan seterusnya. Belum lama ini keluarga kerajaan mewakafkan tanah seluas 150 hektar untuk dakwah Islam. Insya Allah akan dibangun untuk Islamic Center.
Ustad Fadzlan dalam ceramahnya di Mesjid An-Nur Sidoarjo Jatim 26 Oktobe 2015 jam 7oo Wib dan Google-Infak Dakwah.com menjelaskan bahwa:
Diantara dakwah yang paling berat ialah daerah yang dakwah Islam dilarang masuk oleh Misi Kristiani .
Maka melalui rekayasa, penggantian nama Islam dengan nama-nama Kristiani (Yushoa, Hendrikus, Stevanus, Frans atau nama yang Nasrani) maka Team Dakwah Ustad Fadzlan berhasil masuk ke dalam daerah yang sangat asing ini.
Dan terbongkarlah bahwa larangan oleh Misi Kristiani ini taktik untuk kampanye bahwa Negara Rep.Indonesia telah menterlantarkan warga Irian (Papua) terbelakang :
@ TETAP MENJADI BANGSA PRIMITIP, MASIH WUDHO BLEJET HANYA MEMAKAI KOTEKA SAJA TIDAK BERPAKAIAN SAMA SEKALI.
@ YANG PEREMPUAN JIKA MELAHIRKAN TEMPATNYA DI DEKAT KANDANG BABI.
@ JIKA MELAHIRKAN BAYI, MAKA SUSU SEBELAH KANAN HANYA DIBERIKAN KEPADA ANAK BABI, SUSU YANG SEBELAN KIRI UNTUK TETEK ANAK BAYINYA SENDIRI.
@TIDAK PERNAH MANDI, TETAPI MANDINYA HANYA MENGGOSOK BADANNYA DENGAN LEMAK BABI.
Misi Kristiani atau rekan kerjanya membuat gambar mereka di atas ini untuk kampanye ke luar negeri, demi untuk menjelek-jelekkan siapa yang mereka musuhi..
Ustad Fadlan dan jamaahnya dalam melaksanakan tabligh di suatu pedalaman Papuan telah mendapat perlawanan keras dari pihak gereja”
(8)Dilarang menyebarkan Islam.
Usttad Fadlan terpaksa harus berusaha bertemu dengan yang berkuasa(Gereja) membuat larangan itu. Ketika usaha bertamu ke rumah pendeta yang berkuasa di sana dijawab oleh penerima ytamu bahwa“Bapa pendeta tidak ada di rumah”
Hari berikutnya ustad Fadzlan berusaha lagi untuk bertemu, penerima tamu menjawab dengan jawaban yang persis sama dengan yang pertama(“Bapa pendeta tidak ada di rumah”); Ustad Fadzlan tidak berhenti usahanya untuk betrtemu sang pendeta itu diulang tiap-tiap hari bahkan sampai 2 bulan 6 hari (66 hari) xsetiap hari dan mendapat jawaban yang sama dengan yang pertama.
Terakhir pendeta itu jatuh sakit, ketika dijenguk oleh Ustad Fadzlan akhirnya Sang Pendeta berjanji dapat menerima Ustad Fadzlan setelah sembuh, tetapi pertemuan dibatasi hanya empat mata saja tidak boleh ada orang ketiga.
Ternyata dari pertemuan yang pertama ini sang pendeta meminta bertemu lagi dan meminta bertemu lagi akhirnya sang pendeta masuk Islam diikuti oleh anggota jemaatnya.
Akibat dari Islamnya sang pendeta dan jemaatnya ini Ustad Fadzlan dihukum penjara 3 bulan, tetapi keluar dari penjara Ustad Fadzlantetapi meneruskan dakwahnya terus makin giat.
Lalu bagaimana cara Dakwah Islam kepada suku terasing yang masih sangat terbelakang di pelosok hutan belantara, yang bergunung-gunung dan jurang yang sangat dalam, yang dapat dicapai hanya dengan pesawat terbang milik Misi Kristiani saja yang bisa sampai ke-sana itu???
Dakwah yang pertama ialah mengajak dan mengajar mereka itu untuk bersedia mandi. Ustad Fadzlan sudah menyiapkan sabun dan sikat gigi-odol, dan syampoo. Pada awalnya pelajaran mereka terima tetapi karena baunya yang wangi, mereka menolak untuk diguyur air, terutama rambutnya yang keriting sangat ruwet itu terkena syampoo dibiarkan terus biar bau wanginya tetap berlangsung. Team Dakwah Ustad Fadzlan terpaksa shalat di atas panggung sebab di bawah babi masih berkeliaran kesana kemari, kemudian suku asli Irian ini hanya melihat tertegun dengan masygul melihat jamaah sedang shalat…….. Pada kesempatan yang berulang-ulang mulailah mereka bertanya soal-soal shalat dan serangkaian ibadah kepada Ustad Fadlan dan anggota Team Dakwahnya ..dst.
Berkat kerja keras jihad terlalu berat ini dalam suatu kesempatan, maka Ketua Suku Irian asli yang sudah agak lengkap ibadahnya lalu diajak ke Jakarta menghadap preside (saat itu pak Harto). Maka karena senangnya presiden memberikan hadiah yang sangat banyak kepada orang-orang Irian pedalaman itu segala keperluan harian sampai mushalla atau tempat ibadah suku ini. Maka akibatnya para misionaris itu cemburu karena semakin bertambah banyak penduduk Papua yang masuk Islam.
Tersiar oleh TransTV bahwa Ustad Fadzlan dan Team Dakwahnya telah berhasil meng-ISLAM-kan sekitar 200 000 orang warga pedalaman Irian ini. Alhamdu Lillah Rabbil ‘Alamin.
Sungguh benar-benar luar biasa semangat jihad Team Dakwahustad Fadzlan ini, melihat terlalu sulitnya medan dan sangat berat sekali rintangan yang dihadapi, dengan pengorbanan modal sarana-prasarana dakwah, korban harta dan tenaga betul-betul hampir tidak ada tolok bandingannya dalam sejarah Islam, Bagiaman dengan kita-kita ini?

-=o0o=-

Oleh: pondokquranhadis | Maret 27, 2015

ONTOLOGIS – MAHA (Al-Quran=>Hadis=>Ijtihad)

Al-Quran S 59 Al-Hasyr 22-24)
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ()هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ()هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ( الحشر 22-24)
Artinya
59:22. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
59:23. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.
59:24. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(S.59 Al-Hasyr 22-24).
Tema dan sari tilawah
#Seluruh umat manusia sudah dibekali dengan instink religios, yaitu naluri yang meyakini adanya suatu Dzat yang di atas semua makhluk.
#Sesuatu yang di atas seluruh makhluk itu ialah Allah Tuhan semesta alam.
#Allah itu mempunyai sifat yang Maha Sempurna, mempunyai 20 sifat wajib dan 99 nama Al-Asmaul Husna.
#Seluruh isi alam tunduk taat bertasbih-me-Maha-Sucikan Allah.
Masalah dan analisa jawaban
-1:Apa sebab sebagian manusia menjadi kufur?Jawaban hipotetis: Manusia itu makhluk yang dibekali Allah dengan 4 naluri atau instik yang secara sederhana diistilahkan dengan nafsu harta, tahta, wanita dan agama. Seharusnya manusia memanfaatkan ke-4 naluri ini dengan seimbang dan serasai, tetapi sebagian manusia lebih mengunggulkan nafsu harta, tahta dan wanita dan melalaikan nafsu agama, sehingga menjadi kafir.
-2:Bagaimana membayangkan sifat Allah yang Ontologis-Maha, melihat kemampuan akal yang makin lama makin cerdas dan cerdik itu? Jawaban hipotetis: Seluruh isi alam raya dapat dibagi kepada deretan peringkat dari yang paling kecil sampai yang paling besar, dari yang terendah sampai yang paling tinggi; Maka Allah itu ialah yang Maha dalam segala deretan peringkat apapun juga.
-3.Bagaimana seharusnya manusia melihat sifat Allah yang Ontologis-Maha itu?. Jawabana hipotetis: Manusia wajarnya suka mengabdi kepada Allah, menyembah, bertasbih mensucikan dan meng-Esa-kan Allah dengan Tauhid yang sesungguhnya.
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Instink atau nafsu-nafsu
-1: Apa sebab sebagian manusia menjadi kufur?Jawaban hipotetis: Manusia itu makhluk yang dibekali Allah dengan 4 naluri atau instik yang secara sederhana diistilahkan dengan nafsu-nafsu harta, tahta, wanita dan agama. Seharusnya manusia memanfaatkan ke-4 naluri ini dengan seimbang serasai, tetapi sebagian manusia lebih mengunggulkan nafsu harta, tahta dan wanita dan melalaikan nafsu agama, sehingga menjadi kafir.
@Instink atau nafsu-nafsu
Mohon maaf, berikut catatan yang sudah penulis sajikan beberapa kali dalam beberapa kesempatan.
Al-Quran mencatat mengenai masalah nafsu-nafsu itu di beberapa ayat, yaitu:
i .Instink Egosentros
Nafsu Egosentros tedrkenal dengan nama Nafsu Harta yaitu nafsu yang mendesak manusia untuk mencari harta disebutkan dalam Al-Quran: S.104a 1-3,S.28a7, S.100a 8.
ii. Instink Polemos
Instink Polemos atau Nafsu Tahta-Kekuasaan ialah nafsu yang mendesak manusia untuk mencari tahta kekuasaan , Tentang Fir’aun: S.79a 21-24; S,28a 38 , S.21 a 67-68.
iii. Instink Eros atau Nafsu Birahi
Instink Eros ialah nafsu yang mendorong manusia untuk memenuhi Nafsu Birahi disebut dalam Q S.3 a14, S.30a21, S.7 a189, S.13a 8.
iv. Instink Religios atau Nafsu Agama
Semua manusia pasti mempunyai instink religios atau nafsu untuk mencari dan menyembah kepada kekuatan gaib yang paling tinggi sebagai nafsu agama S.66 a 11,S.7a 172, S.51a56, S.91 a 7-10,S.35 a 15,S.31 a32, S.10 a32, S.7a189.
Semua nafsu harus dipenuhi secara seimbang dan serasi tidak boleh memanjakan salah satu nafsu mengabaikan nafsu yang lain, bahkan nafsu Muthmainnah atau instink Religios juga tidak boleh terlalu dilebihkan dengan meninggalkan instink-nafsu yang lainnya. Lihat hadis. Rasulullah Saw :HR Bukhari no.4675 dan Muslim no.248. Dan hadis Ibnu ‘Umar tercatat dalam tafsir- Al-Qurthubi 13h314 dan Ibnul ‘Arabi dalam tafsirnya:J.6 h.263terkait dengan Al-Quran s2a205, s28a77, s42a20 dan s43a32.
Para pakar Ilmu Jiwa dan pakar Ilmu Kedokteran menyatakan bahwa orang yang terlalu memanjakan salah satu dari nafsu-nafsu tersebut akan tertimpa dampak penyakit jasmani maupun rohani, bahkan dapat merayap dampak yang negatif sangat besar dan menyebarkan derita kesengsaraan orang banyak. Lihat rumusan berikut, kolom sebelah kanan:
Instink-&nafsu-nafsu
Instink/nafsu Um Hobi/suka Kebudayaan Kesenian Penyakit
1 Egocentros
Lawwamah
Serba aku
Nafsu Harta 0-6
th Makan(apa-saja, banyak
enak
Nafsu-Harta
(banyak2) Materialisme
Komunisme
Kapitalisme
Imperialisme
Kolonisalisme
Positisime
Motoduwiten Realisme
Cubisme
Surrealism
Individua-listis SakitPerut/
Lambung
Serakah
Tamak
Kikir
Maksiat
Munkar
2 Polemos
Amarah
NafsuTahta 6-13
th Berkelahi
Melawan
Brontak
Mengecam
Ngolokolok
Bergulat
Protes
Berlomba Militerisme
Diktatoris
Adukekuatan
Perebutan
NgrebutKursi
Mainjudi
Bertaruh
Persaingan Intlektual
Rock&Rol
Sokkejam
Serbasadis
Mmbunuh
Alatprang
BomAtom
BomKimia Jantung
Kanker
Gula
Dengki
Keras
Dendam
Benci
Bengal
3 Eros
Nafsu Supiyah
Nafsu Wanita 13-20
th Berhias
Bersolek
Percabulan
Kmewahan
Pameran
Aurat
Kawincerai Kebebasan
Seksologi
Pornografi
Pornoaksi
Erotisme
Alat2Porno
Perangsang
SeksBirahi TBC
UratSyaraf
Gila/Stres
Gonorgu
Paru-paru
Penjilat
Menhamba
NolakAdab
4 Religios
NfsuMutmainah
NafsuAgama 20 s/d
Tua Kesucian
Kedamaian
Kesusilaan
Amal Soleh
Taqarrub
Zuhud
JihadfiSabililah Agamis
Persamaan
Keadilan
Persatuan
Kebenaran
Tasawuf
Tarikat Pribadatan
Sarana-Ibadah
Metafisika
Ilmu Gaib FakirHarta
Bersahaja
BAB DUA
Ontologis Maha
Masalah ke-2: Melihat kemampuan akal yang makin lama makin cerdas dan cerdik itu bagaimana membayangkan sifat Maha sempurna Allah itu(disini disebut:Ontologis-Maha)? Jawaban hipotetis: Seluruh isi alam raya ini dapat dibagi kepada deretan peringkat dari yang terkecil sampai yang paling besar, dari yang paling rendah sampai yang tertinggi; Maka Allah itu ialah yang Maha dalam segala deretan peringkat apapun juga.
Ontologi itu ialah ilmu tentang hakikat segala sesuatu secara universal, jalan mempelajarinya ialah dengan mencari jawaban dari 3 pertanyaan: (1) Apa (2) Bagaimana, (3)Untuk apa sesuatu yang ada di jagad raya ini. Maka dalam risalah ini difokuskan kepada masalah Ontologis-Maha secara sederhana.
Pertanyaan yang harus dijawab pada dimensi ontologi ini ialah apa sebenarnya hakikat realistis dari sesuatu yang ada di hadapan kita ini?
Allah berfirman dalam Al-Quran:” Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?( S 6 Al-An’am 32).
Penganut aliran idealisme : Plato dan Socrates Filosuf Yunani mengatakan bahwa data dan fakta yang diterima melalui panca indra manusia itu selalu berubah-ubah, tidak diam, tidak permanen, tidak abadi, tetapi berlangsung dalam gerak-perubahan terus-menerus. Sedangkan yang pasti ialah idea yang lengkap dalam akal pikiran.
Anslemn (1033-1109M) seorang teolog Katholik ahli filsafat Italia, menggunakan teori ontologi itu untuk membuktikan adanya Tuhan, yaitu sebagai berikut:
Bahwa setiap benda, keadaan, situasi, cuaca semua yang ada dihadapan manusia itu dapat dipikir melalui dua macam ukuran; Kuantitas-jumlah atau kualitas-nilai:
1. Kuantitatif jumlah ialah bahwa kenyataan itu dapat dihitung jumlahnya yang ditulis dengan angka, mencakup angka dimensi, dimensi satu, dua dimensi, tiga dimensi, empat dimensi. Anehnya ialah: Jika angka dikaitkan dengan benda maka yang hakikat menjadi kabur dan menjadi bahan pertengkaran, seseorang melawan saingannya.
2. Kualitatif nilai, bahwa benda atau keadaan (realitas) tersebut memiliki kualitas, nilai atau bobot tertentu, termasuk bau dan warna.
Jalan untuk memudahkan memahami Teori Ontologi ini secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut:
(1)Ruang sempit, kecil, besar, terlalu besar sekali
Sebuah kamar yang sangat sempit, besarnya dikalahkan oleh rumah, rumah dikalahkan oleh RT-yang lebih besar, RW lebih besar lagi, desa lebih besar mengalahkan RT-RW, kecamatan besarnya mengalahkan desa, kabupaten sangat besar tetapi besarnya dikalahkan oleh propinsi yang jauh lebih besar, namun besarnya propinsi dikalahkan oleh negara yang sangat besar, tetapi besarnya Negara dikalahkan oleh benua yang luasnya luar biasa, benua ini besarnya dikalahkan oleh bumi yang luasnya jauh sangat luas sekali mengalahkan benua, sedangkan bumi sendiri adalah sangat kecil, dia dikalahkan oleh besarnya galaksi yang mampu menampung bumi, planet Saturnus, venus, Yupiter dan semua planet, tetapi galaksi-pun juga kecil dikalahkan oleh besarnya bola langit yang memuat seluruh kejadian yang ada di alam semesta yang menurut pakar astronomi luas langit atau kelilingnya bola langit itu ada 30 milyard tahun cahaya (satu detik=300 000 kilometer, jadi besarnya kira-kira 300 000 Km kali 60 kali 60 kali 24 kali 30 kali 12 kali sepuluh milyar berapa ???
Maka Allah itu Maha Besar kekuasaan-Nya, Maha Besar ilmu-Nya, Maha Besar Rahmat-Nya, Maha Luhur, Maha Sempurna, Utopis dalam 20 sifat maupun 99 nama Al-Asmaul Husna; Allah Maha Besar di atas seluruh makluk di jagad raya ini; Maha Besar Hikmah Rahasianya. Allah berfirman:
ءَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا()رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا () )النازعات 27-28)
“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya”(S 79 An-Nazi’at 27-28).
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ( التكوير 29)
81:29. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam”(S 81 At-Takwir 9.s79a27).
(2) Cerdas, cerdas sekali, terlalu cerdas sekali
Jika di suatu tempat ada seseorang yang cerdas akalnya, maka di tempat lain ternyata ada orang yang lebih cerdas mengalahkan orang yang pertama, kemudian di tempat lain lagi ada seseorang yang jauh lebih cerdas di atas orang yang ke-2 dan yang ke-3 itu selanjutnya terus menerus seseorang dikalahkan dia dikalahkan oleh orang ke-4, dia dikalahkan oleh orang yang ke-5, ke-6, ke-7, sampai yang terakhir ada Dzat yang tidak dapat dikalahkan sama sekali oleh siapapun juga. Maka Allah itu Ilmu-Nya adalah di atas seluruh makhluk alam semesta.; Allah berfirman:
نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ (يوسف 76)
Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki: dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui”(S 12 Yusuf 76).
(3) Hakikat waktu
Tafsir Ar-Razi-terbitan Daru Ihya`it Turats (17h195) dalam menafsirkan S.103 Al-‘Ashr 1-4 mencatat bahwa arti Al-’Ashri: itu ialah jaman dikaitkan dengan Al-Quran (s76a1) bahwa jaman itu dapat dibagi menjadi tahun, bulan, hari, jam, menit, detik.
Penduduk bumi menghitung waktu didasarkan atas peredaran matahari dan bulan. Waktu matahari dihitung mulai tampaknya matahari berada di kulminasi atas tengah malam, lalu bergeser sampai siang, sampai malam lagi namanya satu hari. Allah berfirman di dalam Al-Quran:
وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ()وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ()لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ( يس 39-40)
36:39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
36:40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya”(S 36 Yasin 39-40).
Ternyata jalannya benda-benda langit itu tidak sama dengan angka-angka jalannya jam waktu matahari, yaitu sebagaimana catatan di bawah ini (Untuk semua planet dan bumi satu kali putar) sebagai berikut:
Angka perbandingan jam waktu bintang &benda-benda langit:
Jarak,garis-tengah, kepadatan,jarak ke matahari,putaran pada sumbunya:
Nama-nama Bintang& Planet Jarak-Jauh ke-matahari Diameter
( Kilometer) Padat
Air=1 Mengitari
Matahari sekali putar Berputar
diri pada porosnya=
Bintang ————— 1.392.000Km 1,4 ———— 15,38 hari
Bulan ————— 3.476Km 3,34 ———— 27, 32hari
Merkuri 56jutaKm 4.850Km 5,4 58hari 59, hari
Venus 108 jutaKm 12.140Km 5,2 224hari 244hari
Bumi 150jutaKm 12.756Km 5,52 365,25hari 23jam56m
Mars 228jutaKm 62.790Km 3,9 687hari 24jam37m
Jupiter 778jutaKm 142000Km 1,34 11,9hari 9jam50m
Saturnus 1.427jutaK 120.200Km 0,70 29,5tahun 10jam14m
Uranus 2.870jutaK 49.000Km 1,58 84tahun 10jam49m
Neptuns 4.497jutaK 50.200Km 2,3 164,8th 15jam48m
Pluto 5.900jutaK 6.400Km —— 247,7th 153jam
Komet Halley 76 tahun
Komet Kahotek 75 000 tahun
**)Bumi 12.756 Km
***)Matahari 1.392000 Km
*) Keith Wicks”Bintang&Planet,1985,h.18
Diameter bumi adalah 12.756 km. Bumi adalah salah satu dari 9 planet di tata surya kita. Saking luasnya bumi ini sampai putaran rotasinya yang demikian dahsyat tidak bisa kita rasakan. Sementara itu, diameter matahari 1.392.000 km.
#Satu bulan Qamariyah berumur lamanya 29h12j44m2,89detik-Satu tahun umurnya 354hari 8jam 8menit 34,6detik.
# Kalender Syamsiyah (Sistem Matahari) satu tahun lamanya adalah 365,2425h atau 365h 5jam 48m 46detik.
~Selisih dari sistem Solar atau Syamsiyah dari Lunar system Qamariyah=10 hari 21 jam 40 menit 11,32detik.
~Jika dibanding jam Komet Kahotek dengan jam di bumi ialah 365 dibandung dengan 75 000=25,4 lipat lamanya. Lebih jelas lagi ialah jam-waktu di alam kubur(alam arwah orang mati) ialah bahwa waktu bagi mereka ini tidak menggunakan jam matahari (Jam Bedug), tidak memakai jam bintang, tidak menggunakan jam-waktu Halley atau jam-waktu Kahotek, inikah yang dinamakan kekal???
~Maka waktu di sisi Allah itu tidak diukur menggunakan alat ukur apa yang ada di dunia ini, tetapi alat ukur Allah sendiri, tidak dapat dihitung oleh akal makhluk-manusia, tetapi mutlak abadi.
(4) Kosmologis Awal Alam Dunia
Baiquni Prof. MSc.Ph.D Mantan Kepala BATAN menanggapi Teori Big Bang mencatat bahwa senada dengan Al-Quran: s21a30, s41a11-12, s65a12, s11a7, s35a41,s21a3,s21a104, sbb:
َوَلَمْ يَرَى الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنْ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلا يُؤْمِنُونَ (الانبياء 30)
21:30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?( S 21 Al-Anbiya` 30).
# Di jaman yang paling awal dispekulasikan kirakira 15-18 milyar tahun silam maka Alam Dunia ini keluar dari suatu Titik Singularitas, dengan panas 1000 trilyun derajat dalam waktu 10 pangkat minus 35 sekon mendingin kemudian berbalik menjadi panas kembali mencapai 1000 trilyun-trilyun derajat maka tiba-tiba titik singularitas ini menjadi besar dalam umur 10 pangkat minus 34 sekon maka terwujudlah alam dan macam-macam alam lengkap dengan Ilmu Hukum masing-masing.
#Ketika waktu baru berjalan sekejap (seperseratus sekon) dalam suhu panas 100 milyar derajat, muncul materi sop kosmos (berisi radiasi dan partikel sub-nuklir) kemudian terjadi proses Nukleosintetis. Kemudian waktu berjalan, dari jaman ke jaman.
#Pada umur 700 000 tahun maka electron-elektron dalam orbitnya mengitari inti dan membentuk Atom sambil melepaskan radiasi, sehingga menjadikan langit bercahaya terang benderang sangat cemerlang.
#Alam memiliki 10 dimensi, yang 4 buah dimensi ruang&waktu sedangkan yang 6 buah dimensi, tergulung dalam nuansa dengan jari-jari 10 pangkat minus 32 Centimeter sebagai muatan listrik dan muatan nuklir tidak terjangkau oleh indra manusia(Baiquni-Al-Quran&Iptek-1994:h40).
Bagaimana indra kita membayangkan angka-2 yang Utopis Filosufis berikut:
Masalah Angka dalam Proses Big Bang Keterangan Asal usul Alam Semesta
Panas 100 milyard derajat Satu titik Menjadi Sop Cosmos
Waktu 1 detik dibagi 100 Sop Cosmos
Panas 1000 trilyun derajat Cosmos mendingin
Waktu 10 pangkat minus35 Alam Mendingin
Panas 1000 trilyun trilyun derajat Alam Semesta Terwujud
Waktu 10 pangkat minus 34 detik Terjadi Proses Nukleosintetis
Dimensi 10 dimensi (4 + 6 dimensi) Terjadi Perkembangan
Jari-jari 10 Pangkat Minus 32Cm Terus Mengecil

(5) Tingkat-tingkat kebenaran
Lebih mendalam lagi maka kebenaran itupun bertingkat-tingkat dari yang paling rendah bobotnya sampai yang paling tinggi nilainya, yaitu bahwa para ahli pikir Islam membagi ilmu yang benar itu menjadi 4 tigkat, yaitu: Pengetahuan, Teori ilmiah, Filsafat dan Wahyu:
Ad.1 Pengetahuan atau Knowledge
Pengetahuan ialah ilmu yang sumber dan cara memperolehnya melalui alat indera, yaitu: telinga, mata, hidung, lidah dan kulit serta idera keseimbangan tubuh.
Pengetahuan dinilai benar jika alat indera itu sehat dan bekerja dengan sempurna. Sehingga jika alat itu sakit atau rusak atau kerjanya tidak beres, maka pengetahuan ini tidak memenuhi syarat kebenaran alias salah.
Ad.2 Teori ilmiah atau Science
Ilmu atau science ialah hasil pengembangan pengetahuan yang memenuhi syarat kebenaran indrawi lalu dikembangkan melalui Ilmu Metodologi Penelitian Ilmiah dengan melakukan percobaan atas data sebanyak-banyaknya dan berkali-kali, dengan penelitian yang sempurna.
Teori ilmiah dinilai benar jika modal pertama dari pengetahuan indrawi dan cara mengembangkannya dilaksanakan dengan menerapkan Ilmu Metodologi Ilmiah yang sempurna maka nilainya ialah benar, sebaliknya jika tidak dipenuhinya syarat-syarat ini maka “ilmu” ini tidak terjamin kebenarannya sehingga dapat dinilai salah.
Ad.3 Filsafat
Filsafat ialah hasil pengembangan teori ilmiah yang memenuhi syarat tersebut di atas kemudian dikembangkan melalui berpikir-pikir merenung yang sedalam-dalamnya dengan bebas, teratur, sistematis, radikal, universal untuk mencari kebenaran yang tertinggi.
Berhubung filsafat itu merupakan hasil pemikiran akal pemikiran manusia, sedangkan manusia itu bersifat tidak sempurna, akal pikirannya bersifat hipotetis dan spekulatif, sehingga kebenarannya sangat tergantung dengan sifat kedua sifat ini. Spekulatif artinya untung-untungan dan hipotetis kebenarannya hanya sementara, artinya jika timbul pemikiran yang baru maka dapat saja hasil pemikiran sebelumnya dikalahkan atau disalahkan oleh pendapat atau penemuan yang baru sehingga nilainya tidak benar.
Ad 4 Wahyu
Secara ontologis maka benar yang tertinggi tidak dapat dikalahkan oleh data yang indrawi, teori ilmiah dan filsafat ialah wahyu yaitu kebenaran dari Allah. Menurut Islam maka Al-Quran adalah wahyu dari Allah yang diturunkan melalui malaikat Jibril, diterima oleh Rasulullah Muhammad Saw yang dihafal oleh Rasulullah Saw yang hafalan beliau sudah diuji oleh malaikat Jibril ditulis oleh para penulis wahyu. Maka Zaid bin Tsabit menyaksikan sendiri ujian oleh Jibril dia koreksi hafalan dan tulisannya cocok dengan ulangan dari Jibril kepada Rasulullah Saw yang terakhir ini.
Oleh karena itulah maka Anslemn memutuskan suatu keyakinan bahwa dari seluruh skala prioritas deretan yang saling mengalahkan data ke-1, data ke-2, data ke-3, ke-4, ke-5, ke- ke-6 dan seluruh peringkat di atas…… Maka terakhir sampailah ke puncak yang tertinggi, terakhir bahwa ADA SATU DZAT YANG TIDAK DAPAT DIKALAHKAN OLEH APAPUN JUGA …. ITULAH TUHAN (Kata Anslemn). Menurut ajaran Islam namanya Allah.
( 6 ) Filsafat dan Masalah Filosufis
Di bawah ini terurai beberapa masalah filosufis yang sangat sulit difaham, maka yang tidak ingin masuk ke dalam dipersilahkan, yang ingin masuk kedalam alam filsafat monggo!!!.
( i ) Hakikat AKU diri manusia
Masalah: Apa sebenarnya hakikat AKU diri manusia itu? Jawaban sederhana: Hakikat AKU diri manusia itu ialah gulungan film rekaman seluruh alam indrawi dan metafisis yang masuk ke dalam akal pikiran melalui panca indra manusia di bawah kendali ruh. Kita renungkan uraian menurut teori pakar fisikawan dan ulama tafsir di bawah ini:
a. Keterangan Pakar Ilmu Jiwa-kedokteran
Dr Paryana dari Akademi Metafisika Yogya menggambarkan hakikat AKU diri manusia itu bagaikan gulungan film yang menyimpan data&fakta hasil pengamatan indra lahir dan indra batin serta seluruh gerak gerik setiap detik seseorang.
Jika kita terjemahkan teori dari Dr. Paryana tersebut adalah sebagai berikut: Bahwa bagian yang paling kecil tubuh manusia adalah atom, salah satu unsur dari atom namanya electron. Perlu diingat bahwa electron itu bukan materi tetapi makhluk gaib bahkan electron itu adalah potensi atau daya- dia adalah salah satu isi alam metafisika yang tidak dapat dicapai oleh alat indra melainkan hanya direnungkan oleh akal.
Elektron ini dapat dibayangkan persis seperti wartawan surat kabar, atau media cetak-elektronik, electron bagaikan wartawan kerjanya meliput dan merekam data&fakta sampai suara bahkan gambar yang berwarna sekali dari prikel (data&fakta) yang disaksikan oleh elektron dari atom tubuh manusia. Secara metafisis (hanya dapat dibayangkan dalam pikiran) bahwa fotokopi data&fakta tersebut berwujud elektron atau elektron ini membawa sendiri foto-rekaman data&fakta sehingga deretan elektron dari setiap atom jasmani manusia ini berjalan mengalir menjadi gulungan pita film.
Sampai di pangkal otak maka elektron (pita-film) ini diantar oleh instunk dan menyatu berpadu menjadi satu bahkan instink inilah yang mengendalikan eketron dan aktif berperan menentukan taktik strategi politik, perilaku dan tindakan dalam menanggapi prikel (data&fakta) yang masuk ke pusat akal (otak besar); Instink atau nafsu-nafsu ini dispekulasikan sebagai “Dalang” yang mengendalikan semua ini sehingga dapat dinamakan RUH atau jiwa yang berpadu dengan rekaman atau foto kopi data&fakta yang masuk tersebut.
Di dalam otak besar seluruh data&fakta itu dikelola, dibagi-dan disalurkan ke jurusan khusus, pusat pemikiran, pusat gerak, pusat ingatan dan gudang simpanan.
Proses pemikiran menghasilkan politik, taktik, strategi, metodik-dedaktik pemecahan masalah. Kemudian “dalang” atau ruh mengeluarkan perintah gerak atau tindakan dalam menanggapi atau reaksi terhadap prikel (data& fakta) yang masuk itu, selanjutmnya melalui syaraf jalurnya maka perintah gerak tadi diwujudkan dalam perbuatan nyata oleh anggota tubuh, tangan, kaki dan sebagainya menjadi tindakan lahiriyah yang dapat disaksikan oleh panca indra orang lain bertemu dan berbincang-bincang antara AKU diri manusia tadi dengan siapa yang menyaksikannya.
Paduan isi gulungan film ini sangat lengkap sekali mencakup foto kopi atau rekaman seluruh peri laku, perbuatan apapun juga bahkan sampai niat, keinginan, angan-angan, program perencanaan, cita-cita, utopis bayangan yang paling tinggi seluruhnya menjadi satu rol film yang mengaku sebagai oknum AKU tersebut.
b-1- Pandangan Qurani masalah Zat Hayat (Jiwa)
Dalam berbagai ayat Al-Quran maka Allah menyebut-nyebut masalah Roh dengan beberapa istilah, yaitu:
“Ruhun Minhu” (S. 4 An-Nisa’ 171),
“Min Ruhina” (S. 21 Al-Anbiya’, 91) At-Tahrim 12),
“Min ruhihi)” (S. 32 As-Sajdah 9),
“Min ruhi” (S. 15 Al-Hijru 29, S. 38 Shad 72)
Maksudnya ialah bahwa roh itu datangnya dari Allah atau rohnya Allah. Kata-kata ini jika dipikirkan terlalu jauh memang akan bertambah sulit dimengerti, misalnya : Bagaimana cara datangnya roh itu dari Allah? Bagaimana memahami roh kepunyaan Tuhan itu? Untuk memahami keterkaitan sesuatu dengan Allah maka Ibnul Qayyim menjelaskan :
@. Sesuatu yang menyatu dengan Allah ialah dzat dan sifat atau nama Allah seperti sifat qudrat-iradat Allah dan sifat Allah yang 20 ataupun 99 nama Al-Asmaul Husna itu.
@. Sesuatu yang disandarkan kepada Allah selain dzat dan sifat, atau nama mananya adalah makhluk ciptaan Allah.
Oleh karena itu kata-kata “Roh dari Tuhan atau roh Kami dan dari roh-Ku” tersebut maksudnya ialah roh atau arwah makhluk ciptaan Allah. Kemudian dihembuskan ke dalam mudlghah atau zat awal jasmani manusia seluruh anak keturunan Nabi Adam, ketika janin berumur 120 hari, sebagaimana keterangan Rasulullah Saw. dalam hadis beliau yang disebutkan dalam hadis dari Ibnu Mas’ud yang dicatat oleh Bukhari no.2960 dan Muslim no.4781.
“Dari Zaid bin Wahb berkata ‘Abdullah telah bercerita kepada kami Rasulullah Saw, dia adalah orang yang jujur lagi dibenarkan, bersabda: “Sesungguhnya setiap orang dari kalian dikumpulkan dalam penciptaannya ketika berada di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi ‘alaqah (zigot) selama itu pula kemudian menjadi mudlghah (segumpal daging), selama itu pula kemudian Allah mengirim malaikat yang diperintahkan empat ketetapan dan dikatakan kepadanya, tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya dan sengsara dan bahagianya lalu ditiupkan ruh kepadanya. Dan sungguh seseorang dari kalian akan ada yang beramal hingga dirinya berada dekat dengan surga kecuali sejengkal saja lalu dia didahului oleh catatan (ketetapan taqdir) hingga dia beramal dengan amalan penghuni neraka dan ada juga seseorang yang beramal hingga dirinya berada dekat dengan neraka kecuali sejengkal saja lalu dia didahului oleh catatan (ketetapan taqdir) hingga dia beramal dengan amalan penghuni surga”( HR Bukhari no.2960 dan Muslim 4781).
Perlu dicatat bahwa seluruh atom dalam tubuh jasmani manusia itu bekerja keras mengirimkan elektron hasil dari pengamatan atas data&fakta termasuk kegiatan pikiran ini sendiri dan semua syaraf penyalur perbuatan yang dilalui oleh electron data&fakta mengalir dari dan atau ke pangkal otak. Dan seluruh elektron (data&fakta) itu disimpan dalam pusat ingatan atau gudang penyimpanan data&fakta dalam otak.
Rol gulungan film rekaman data&fakta inilah sebenarnya hakikat yang menamakan diri AKU, dan AKU inilah yang menggerakkan badan jasmani manusia itu sndiri. AKU inilah yang menjawab jika dipanggil, AKU inilah yang mengeluarkan pidato yang gegap gempita atau berbisik-bisik dengan sangat halus sekali.
Dan sekali lagi INI HANYA DAPAT DIRENUNGKAN DALAM ALAM PIKIRAN sehingga terlalu sulit difahamkan para pembaca (mohon maaf).
Dari sini terbayang bahwa seolah-olah AKU tersebut diciptakan oleh dunia yang mengelilingi dia sejak sebelum lahir sampai detik-detik terakhir hidupnya manusia. Maka banyak pakar Ilmu Jiwa, Misalnya John Lock dan pakar psikologi lainnya mengajukan teori TABULA RASA bahwa jiwa manusia itu awalnya seperti kertas putih kemudian terserah kepada alam sekitar yang memberi isi dan warna jiwa manusia atau orang tuanya ingin menulis dan membuat gambar pada kertas putih itu dengan tulisan atau gambar menurut sesuka hatinya sehingga tampaknya jiwa itu dibentuk oleh alam sekitar. Dr Paryana menyatakan bahwa zat hayat ini datang dari langit yang tidak diketahui oleh akal.
b-2 Pandangan Qurani tentang Asal Zat Hayat
Tantang asal usul kehidupan, disinggung Al-Quran dalam S 21 Al-Anbiya’ 30 diperjelas dengan ayat-ayat lain bahwa dahulu di awal jaman Allah menciptakan alam raya, kemudian Allah memberi air dan dari air ini tumbuh segala jenis kehidupan. Allah berfirman dalam Al Quran :
وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ( الحج5 )
“….. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah” (S.22 Al-Hajji 5).
Dapat kita bayangkan jika sebuah benda logam misalnya kita taruh di luar rumah dalam malam hari maka paginya benda itu basah berair. Lebih dari itu jika kita mempunyai kubangan berisi air kita biarkan di sebelah rumah, maka air ini makin lama tumbuh warna hijau kemudian tumbuh lumut dan akhirnya muncul makhluk hidup dibawah lumut itu beraneka ragam bentuk dan cara gerakannya. Oleh karena adanya air inilah tanah yang tadinya kering berubah menjadi arena kegiatan kehidupan sejak tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Allah berfirman dalam Al Quran:
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَلَئِنْ قُلْتَ إِنَّكُمْ مَبْعُوثُونَ مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ( هود7)
“Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan singgasana Tuhan (sebelum itu) diatas air agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang lebih baik amalnya” (S. 11 Hud 7).
وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ فَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى رِجْلَيْنِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى أَرْبَعٍ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(النور 45)
“Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan diatas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedangkan sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya” (S. 24 An-Nur 45).
(ii). Roh dan masalahnya
Jika lafal “Ar-Ruh” bisa diartikan nyawa maka timbul beberapa masalah pemikiran tentang nyawa ini, yaitu :
1)Apakah sebenarnya hakikat roh itu?
2)Dari manakah asalnya roh itu?
3)Apakah roh itu qadim atau hadist, kekal atau tidak?
Ad 1. Hakikat Roh
Mengenai bagaimana hakikat roh, telah dijelaskan oleh Allah swt. : “…. Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan hanya sedikit” (s 17 Al-Isra` 85). Namun para ahli pikir telah meraba-raba sebagai berikut :
-Heracleitos berpendapat bahwa roh itu sejenis api yang halus sekali;
-Democritus menyatakan bahwa roh itu tersusun dari suatu atom yang paling halus dan atom yang paling bersih;
-Plato mengatakan bahwa roh itu suatu zat yang tak dapat ditangkap oleh panca indera yang berasal dari alam idea;
-Al-Farabi seorang filosuf Islam (952 M) mengatakan bahwa roh itu timbul sebagai pancaran dari emanasi dari Tuhan yang Maha Esa.
Jika roh itu lebih diidentikkan dengan makhluk halus seperti jin atau setan-iblis, maka Al Quran mengatakan bahwa iblis itu diciptakan dari api yaitu sebagai berikut:
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ(الاعراف 12)
Artinya : “Allah berfirman : “Apakah yang menghalangi kamu sehingga kamu tidak bersujud (kepada Adam ketika Aku menyuruh kamu? “Iblis menjawab : “Saya lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (S. 7 Al-A’raf 12).
Ad 2. Roh dan asalnya
Ibnu Sina senada dengan Al-Farabi menandaskan bahwa roh manusia itu sesuatu yang berdiri sendiri lepas dari jasmaninya. Sehingga, jika jasmaninya hancur maka roh itu tidak turut hancur.
Seiring dengan pengertian ini dapat dibaca dalam Al Quran :
Artinya : “Allah memegang roh manusia ketika matinya dan memegang roh yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahanlah roh orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan roh yang lain sampai waktu yang ditentukan” (S. 39 Az-Zumar 42).
Dari berbagai macam ayat Al-Quran dapat difaham bahwa roh itu kekal abadi, namun keabadiannya dibuat oleh Allah dan dibawah atau dibatasi oleh sifat kesempurnaan Allah.
Sebagaimana terurai di atas bahwa Al-Quran menyebut-nyebut
“Ruhun Minhu” (S. 4 An-Nisa’ 171),
“Min Ruhina” (S. 21 Al-Anbiya’, 91) At-Tahrim 12),
“Min ruhihi)” (S. 32 As-Sajdah 9),
“Min ruhi” (S. 15 Al-Hijru 29, S. 38 Shad 72)
Maksudnya ialah bahwa:
# Sesuatu yang menyatu dengan Allah ialah dzat dan sifat atau nama Allah seperti sifat qudrat-iradat Allah dan sifat Allah yang 20 ataupun 99 nama Al-Asmaul Husna itu.
# Sesuatu yang disandarkan kepada Allah selain dzat dan sifat, atau nama ىmananya adalah makhluk ciptaan Allah.
( 2 ) .RAHASIA ATOM . Atom artinya tidak terbagi, maksudnya ialah bahwa seluruh apa yang ada di alam ini jika dibagi dan dibagi terus, maka akhirnya sampai kepada batas yang tidak mampu lagi energi untuk membaginya, sehingga apa yang dibalik batas ini namanya atom. Atom itu terdiri dari proton neutron dan electron maka proton dan neutron menjadi inti atom sedangkan kerja electron ialah mengelilingi inti atom ini.
Dalam satu atom terdapat 1 sampai 7 lintasan lingkaran yaitu jalur atau rel jalannya electron. Di setiap lintasan -lingkaran dapat berisi 2 sampai 18 elektron yang lari mengelilingi proton pada rel yang sudah ditetapkan. Tiap-tiap electron dengan sangat ketat sekali menjaga angka ukuran kecepatan, jarak antar semua electron di atas relnya sendiri-sendiri; Kecepatan jalannya Electron antara 10 sampai 100 ribu kilometer perdetik. Ukuran jarak, kecepatan dan rel jalannya electron itu terjaga demikian ketatnya karena setiap unsur tunduk taat kepada Hukum Elektronika bahwa unsur dalam atom yang bermuatan sama (misalnya: negative dengan negative atau positif dengan positif) akan saling menolak dan sebaliknya yang daya energinya berlawanan (positip dengan negatip) dia akan saling tarik-menarik.
Proton dengan electron dalam satu atom jumlahnya sama, jika jumlahnya tidak sama maka atom akan runtuh dan lenyaplah atom tadi. Untuk menjaga kelangsungan seluruh maujud benda atau materi di jagad raya ini maka Allah membuat unsur atom yang bernama Neutron yang ditempatkan ditengah dan memisah-netralkan daya tarik proton dari electron dan melimpahkan energi dari neutron kepada proton. Tugas ini dilakukan unit atom sudah berlangsung tetap, permanen, tidak berubah sama sekali secara terus menerus menjaga keseimbangan jumlah kekuatan proton dengan melimpahkan muatannya kepada proton supaya tetap seimbang sama kekuatannya dengan electron yang mengelilinginya. Pelimpahan muatan inilah yang menjaga keabadian wujud adanya atom bahkan seluruh atom semua benda yang ada di jagad raya ini. Subhanallah!!!
Allah berfirman di dalam dalam Al-Quran s24a41; s17a44:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ(41)وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ( النور 41-42)أَ
24:41. Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.24:42. Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk)”(S 24 An-Nur 41-42).
Para ulama menafsirkan firman Allah s24a41-42 dan yang mirip (s13a13,s17a44,s24a41,s59a24,s62a1,s64a1) mereka menyatakan bahwa seluruh makhluk yang ada di jagad raya ini malaksanakan “Tasbih” atau bertasbih kepada Allah dengan cara menepati dan menetapi angka-angka perbandingan, kecepatan, reakasi, lokasi, system hukum termasuk rel jalannya electron, oleh materi atau benda dari yang paling kecil virus sampai yang paling besar galaksi Bima Sakti, Andromrda dan semua penghuni bola langit seluruhnya tunduk taat bertasbih kepada Allah.
Sampai kini tercatat ada 92 macam atom kecuali yang buatan oleh para pakar, di sana ada unsur yang atomnya terdiri dari satu proton satu electron yaitu hidrogenium, yang dua-dua :Helium, yang 3:3 Lithium dan yang 4:4 Beryllium, yang 5:5 Berium, yang 6:6 Carbogenium yang 7:7 Nitrogenium, yang 8:8 Oxygenium sampai 92:92Uranium.

Pada ukuran volume-besaran yang sama mungkin saja terdapat lingkaran-jalur berputarnya electron lebih dari satu, terlihat disini 6 jalur, tetapi tidak searah, anehnya ialah tidak pernah berbenturan dan ini sudah berlangsung sekitar 18 milyar tahun.
(a) Lintasan putaran elektrom dan Ruang yang Kosong
Elektron tugasnya ialah mengelilingi proton menjaga atom tetap sebagai materi. Untuk atom yang nomer besar maka lintasan perjalanan electron itu ada yang mempunyai 7 macam lingkaran lintasan, maka garis lingkaran yang paling dekat dengan inti atom ada 2 elektron, lintasan ke-2 dan ke-3 ada 8 elektron, demikian bertingkat-tingkat, untuk garis peredaran yang paling luar ada 18 elektron atau lebih di dalam satu jalur lingkaran. Walaupun dalam satu ukuran lingkaran yang jauhnya sama dari inti atom, tetapi electron-elektron tadi tidak akan berbenturan, sebab ARAH relnya berbeda atau tempat-nomer antrean tertib urutannya berbeda dan memang unsur yang bermuatan sama akan saling menolak menjauhinya, sehingga tiap electron misalnya 2 elektron bahkan 18 elektron dalam satu rel lingkaran sekalipun tidak mungkin bertabrakan, sehingga mereka membentuk rel garis edar dengan arah sendiri-sendiri walaupun jarak dari protonnya sama, bahkan seluruhnya saling menjaga jarak, arah berputarnya, kecepatan dan semua hukum fisika mereka taati, dengan tepat sangat ketat sekali. Allahu Akbar Allah Maha Besar, Allah Maha Mengawasi, Allah Maha Benar, Maha Suvi.
Para fisikawan pakar Ilmu Pasti Alam menjelaskan bahwa jarak dari inti atom sampai electron, jika digambarkan dapat dibayangkan jarak dari inti atom sampai elektreon ini bagaikan perbandingan berikut:
Jika inti atom itu dibesarkan menjadi sebesar buah JERUK Manis, maka electron yang paling dekat itu besarnya sama dengan seekor lalat terbang mengelilingi jeruk manis itu dengan jarak jauhnya dari jeruk (inti) ialah 6 Km. Dari perhitungan jarak antara inti atom dengan electron ada 6 Km dan electron besarnya sama dengan seekor lalat dibanding jeruk, sehingga berdasarkan perbandingan dan jarak antara electron dan proton ini maka pakar ilmu fisika sangat kagum dan membayangkan bahwa jagad raya ini didominasi oleh ruang kosong tidak ada apa-apanya, sebagaimana kita saksikan ruang-kosongnya langit di atas kita ini.
Para pakar Ilmu Kimia saling sepakat dengan pakar Ilmu Astronomi bahwa system dan pola susunan TATA SURYA dengan matahari dengan satelit yang mengelilinginya dan galaksi-galaksi dengan bintang-planet anggotanya itu persis seperti system dan pola dalam unit ATOM, dengan berbagai macam aturan hukum dalam atom.
Jika seandainya elektron berhenti pada orbitnya tidak mengitari inti atom, ia akan tertarik oleh gaya gravitasi inti atom sehingga ukuran atom akan memadat-mengecil satu per 10 pangkat 15 dari ukuran sebelumnya. Kemudian, jika seandainya ini terjadi pada tubuh onta, ukuran onta tersebut akan mengecil hingga 10 pangkat 15 kali lipat. Ukurannya menjadi sangat kecil atau seperti bakteri dan hanya bisa dilihat melalui mikroskop canggih, mungkin ukur¬annya seperti seekor onta dengan seekor semut yang bisa masuk ke dalam lubang jarum.
(b) Ionisasi
Atom itu dapat saja mengalami kehilangan salah satu elektron atau mendapat tambahan suatu electron dan proses ini dinamakan ionisasi. Atom yang kehabisan semua elektronnya maka atom itu menjadi lenyap alias gaib bukan materi lagi, sebaliknya elektron bebas dapat menarik atau masuk kedalam suatu unit atom, bahkan dapat mengubah sifat-sifat atom yang dimasukinya itu menjadi atom baru.
(c)-Nuklir.
Pada umumnya masyarakat mengenal istilah nuklir dari sejarah Perang Dunia II. Pada saat itu, dua buah bom nuklir meledak atau diledakkan oleh tentara Amerika Serikat, masing-masing di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Bagi bangsa Indonesia, peristiwa pengeboman dua kota di Jepang tadi menjadikan titik tolak detik-detik proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, setelah 3,5 abad dijajah oleh Belanda dan selama 3,5 tahun dijajah oleh Jepang. Dalam hal ini perlu kita memahami apa yang dinamakan Fusi nuklir.
Fusi nuklir ialah suatu proses 2 inti atom bergabung, membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Fusi nuklir dapat menjadi sumber energi yang menyebabkan bintang bersinar, Bom Nuklir dan Bom Hidrogen dapat meledak.
(d) Bom Atom
Bahan bom atom ialah uranium-235 atau plutonium-239. Pada prinsipnya, bom atom terdiri dari dua satuan bahan digabung menjadi satu unit. Bila hendak diledakkan, kedua bahan tersebut digabungkan rapat-rapat kemudian terjadilah rentetan pembelahan inti atom yang mengakibatkan dentuman yang sangat dahsyat. Sebagai contoh, bom atom generasi awal yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki (1945) memiliki daya ledak sekitar 20.000 ton TNT.
Jenis bom yang lain adalah bom hidrogen. Bom H ini mendapatkan tenaga dari fusi inti-inti atom hidrogen berat.. Ledakan bom ini akan menghasilkan bola api yang panasnya 200 Mega electron-Volt (MeV) dengan garis tengah beberapa kilometer disertai timbulnya awan cendawan yang tinggi sekali.
Cara penelitiannya ialah dengan menembaki atom Uranium-235 (U-235), setelah inti atom U-235 pecah, lalu dipancarkan 2 atau 3 buah neutron baru ke dalam inti ini, hingga timbul reaksi maka reaksi tersebut dinamakan reaksi nuklir, disebut juga reaksi fisi karena terjadimya pembelahan inti atom U-235 pecah menjadi dua inti.
(e) Materialisasi dan Fusi
Para pakar ilmu kimia menjelaskan bahwa di alam semesta ini banyak terdapat electron bebas, maka electron bebas ini menarik atau masuk ke dalam unit suatu atom dan mengubah sifat maupun ciri-ciri atom yang dimasukinya. Bahkan secara elektronika, maka materialisasi itu mampu mewujudkan angan-angan khayal menjadi wujud yang indrawi. Wujud ini dapat berbentuk manusia lengkap atau berbentuk sebagian anggota badan seperti muka atau tangan saja.
Dokter Paryana dari Akademi Metafisika Yogya memperkuat teori ini dengan bukti bahwa jika seseorang mempunyai angan-angan yang sangat kuat terhadap temanya yang sangat dirindukan sekali sedang berada di depannya tidak terlalu jauh, maka tiba-tiba temannya itu memutar pandangannya kepada dia sehingga terjadi pertemuan yang terlalu mesra. Menurut Dr.Paryana peristiwa ini terjadi melalui aliran elektron bebas oleh seseorang yang diarahkan kepada teman yang diangan-angankannya dan terjadilah proses seperti halnya ionisasi di atas.
Para pakar ilmu fisika mungkin lebih mudah menerima bahwa Isra`-Mi’raj Nabi Muhammad Saw yang menurut jumhur ulama terjadi dengan jasmani dan rohani beliau, maka kita bayangkan bahwa beliau waktu itu mengalami proses ionisasi, materialisasi dengan fisi dan fusi dalam teori ilmu atom terurai di atas ini. Lebih mudah lagi memahami apakah Isra` Mi’raj Nabi Saw itu jasmani atau rohani ialah bahwa siapa yang masuk ke alam gaib itu maka di dalam alam gaib itu memang tidak berlaku hukum ilmu logika yang serba indrawi-lahiriyah, sehingga dalam alam gaib dan dalam alam makhluk halus itu tidak ada materi, tidak ada ukuran waktu, tidak ada jarak, tidak ada ruang, tidak ada arah dan semua teori logika akal yang indrawi tidak ada.
Gendruwo, Memedhi,Wedon,Celeng, Anjing gadungan
Teori ilmu atom proses ionisasi, materialisasi dan fusi ini sangat mirip sekali dengan terjadinya proses penampakan dan menghilang diri oleh makhluk halus atau binatang jadi-jadian seperti Macan gadungan, Celeng gadungan, Anjing gadungan atau penjelmaan dan menghilangnya diri oleh Gendruwo, Memedhi, Wedon, Ilu-ilu, Banaspati, Jaelangkung, Thethekan, Kuntilanak dan sejenisnya.
Gendruwo dan rekan-rekannya ini sebenarnya melakukan hukum materialisasi dari khayalan diri medium (individu) atau khayalan seorang “penakut” yang membayangkan adanya Gendruwo dan rekan-rekanya, melalui sehingga proses materialisasi pelepasan daya listrik (elektron) melakukan teori-atomis (fisi dan fusi) membentuk atom baru menjadi molekul, kamudian menjadi benda, membentuk bayang-bayang menjadi Gendruwo, Macan malihan, Celeng gadungan dan seterusnya. Teori ini dapat diperkuat dengan kenyataan bahwa Gendruwo dan rekan-rekannya itu tidak pernah dijumpai oleh:
Seorang yang cuweg tidak ambil posing atau pemberani untuk mengangan-angan adanya hantu-hantu.
Demikian juga dapat diperhatikan bahwa orang yang sakit batuk, orang bersin, ceguken, angob , mengantuk, orang tidur, orang gila, semua ini tidak pernah melihat Gendruwo dengan rekan-rekannya itu.
Ibnu ‘Arabi seorang ahli tasawuf Wihdatul Wujud menggambarkan alam-semesta ini sebagai cermin yang sangat besar dan Tuhan bercermin, gambarnya terlihat di dalam cermin. Ibnu ‘Arabi dalam faham Wihdatul Wujud memahami gambar dalam cermin ini dikiaskan sebagai alat atau perantara untuk mengenal Tuhan. Sebab namanya Alam menurut definisi Syar’i arti kata ‘Arabiayah Al- ‘Alamun itu ialah sarana untuk mengenal siapa yang menciptakan alam ini, Gambar dalam cermin ini bukan Tuhan, tetapi Tuhan ialah yang di sebelah depan yang sedang becermin tersebut.
Kenyataan ini sangatlah pasti, sehingga kita kawatirkan adanya sejumlah ilmuwan materialis, yang meyakini materi sebagai wujud absolut. Dan para ilmuwan telah menyadari akan keterbatasan indera manusia. Semua kenyataan ini menghadapkan kita kepada pertanyaan yang sangat penting, jika segala sesuatu yang ada ini, adalah kejadian penampakan bayangan yang dimasukkan kepada Ruh kita, lalu apa dan siapakah sumber asli yang menampakkan diri ini? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka kita harus mempertimbangkan bahwa alam materi tidak ada dengan sendirinya, akan tetapi sekedar penampakan bayangan. Oleh karena itu sudah sewajarnya bila penampakkan bayangan ini ada karena adanya kekuatan lain yang sangat besar maka artinya ialah bahwa semua ini pasti ada yang menciptakan.
Lebih dari itu penciptaan ini harus terjadi bersambung terus menerus, jika terputus tidak diteruskan maka sama dengan berhenti dan habis riwayatnya alias musnah dan hilang. Hal ini bisa disamakan dengan televisi yang terus-menerus menampilkan gambar dan program-programnya, jika pusat siaran di sana menghentikan siarannya maka gambar di TV tadipun akan hilang. Maka yakinlah bahwa sesungguhnya yang menjadi dalangnya ialah RUH atau jiwa.
Siapakah yang membuat Ruh kita dapat melihat semua alam materi ini, jelas sekali bahwa ada Dzat Maha Pencipta Yang Maha Agung yang telah menciptakan seluruh alam materi, yakni keseluruhan pemunculan gambar dalam cermin dan terus menerus menciptakannya tanpa henti. Karena pencipta ini memperlihatkan penciptaan yang luar biasa, DIA pasti memiliki kekuatan dan kebesaran yang Abadi, semua penampakan gambar dalam cermin DIA ciptakan sesuai dengan kehendak-Nya dan DIA berkuasa atas segala yang diciptakannya setiap saat, Yang Maha Pencipta ini adalah ALLAH penguasa Langit dan Bumi, Alam Semesta, maka wujud yang absolut sesungguhnya adalah ALLAH, segala sesuatu selain Allah adalah bayangan yang diciptakan dan segera lenyap (http://www.harunyahya.com).
Menurut ‘Ibnu ‘Arabi dari Wihdatul Wujud, bahwa yang hakiki itu hanya Satu, yaitu Allah, gambar dalam cermin yaitu alam semesta ini hanyalah gambar bayang-bayang saja.
Allah berfirman di dalam Al-Quran:
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ(26)وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ( الرحمن 26- 27)
” Semua yang ada di bumi itu akan binasa”.(55:27). “Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”(S 55 Ar_rahman 26-27
2) Alam Semesta & Angka-angka Utopis
Jhon O’neil ilmuwan Amerika penulis buku The Majesty dia taajub kepada Ali Abi Hasan lmuwan muslim, yang hidup pada abad ke¬12 M yang menyatakan bahwa:Atom itu beratnya 1,5 gram dibagi Satu Triliun. Ukuran kecilnya ialah bahwa dalam 1 gram terdapat 660 miliar triliun atom.
Adapun hakikat atom itu adalah ruang yang nyaris hampir kosong. Pakar Ilmu Astronomi sepakat dengan pakar Ilmu Kimia bahwa system Tata Surya dalam Jagad Raya persis sama dengan .sistem Atom dengan proton, electron dan neutron itu.
Ruang langit yang kosong dapat dicatat sedbagai berikut:
Langit yang dapat dijangkau dalam riset-penelitian astronomis hanya sapai 14 milyar tahun cahaya kilometer.
Peta seluas 14 milyard tahun cahaya tersebut sementara dianggap dapat menampilkan luas Alam Semesta yang bisa dijangkau oleh pakar penelitian astronomis manusia di bumi. Galaksi-galaksi di alam semesta cenderung untuk berkumpul menjadi bentangan yang luas dengan superkluster galaksi sekitarnya. Jumlah bintang dan galaksi yang dapat diramal diperkirakan di alam semesta ini adalah sekitar 7 triliun galaksi yang menghimpun 30 miliar triliun (3×10 ² ² sama dengan 3 kali 23 nol) bintang (http://www. Atlas of the universe com.)
Meskipun tampak begitu besar, tata surya sungguh kecil dibandingkan dengan galaksi Bima Sakti (milky way), tempat tata surya berada, dengan catatan sebagai berikut:
Jari-jari alam semesta adalah 50×10 pangkat 58 TcKm Berapa banyak-kah angka Ini ? ini dia angkanya 50 kali 10 nolnya 58 buah X 9.460.800.000.000 Km.
Para pakar ilmu fisika membayangkan bahwa jagad raya ini didominasi oleh ruang kosong yang luasnya luar biasa tidak dapat kita bayangkan; Jelas sekali langit yang tidak terhingga yang kita lihat diatas kepala dengan mata melotot; Maka Allah yang membuat alam semesta ini sungguh Maha Besar, Allah Mutlak Maha, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahi Hamdu!!!!!!! .
Allah berfirman:
ءَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا()رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا )النازعات 27-28)
“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya”(S 79 An-Nazi’at 27-28).
Tercatat di bawah ini angka-angka utopis-fiolosofis yang ditulis oleh para pakar Ilmu Pasti Alam-Pakat-pakar Ilmu Eksakta:
Radius-Luas Jumlah Anggota JumlahBintang Keterangan
100 juta T.c. Km 50000 galaksi-Virgo 200 trilyun bintang Himpunan Galaksi-galaksi
SatuMilyardTcKm 60JutaSuperCloster 258trilyunBintang 60jutaSuperClosterKumpul
14milyardT.c.Km 7Trilyun Galaksi 30 Milyard Trilyun Mirip Beras SatuTruk
Dalam radius 100 juta tahun cahaya ini akan terdapat
No Nama Benda Jumlah anggota Jumlah bintang
1 Galaksi-Kelompok 200 galaksi
2 Galaksi Besar 2 500 galaksi
3 Galaksi kerdil 50 000 galaksi
4 Jumlah bintang 200 trilyun
( http://www.atlasoftheuniverse.com.)
Kedudukan, jarak jauh
No. Nama benda langit Jarak dari Sampai-ke Luas-jauhnya (Tc Km)
1 Bima Sakti Titik awal Titik akhir 100 000 TahunCahaya
2 Bima Sakti Garis Tengah 2X jari2 15 000 T.C.Km
Bima Sakti Antar Bintang Antar Bintang Terlalu jauh
3 Tata Surya Pusat Galaksi Bima sakti 30 000 Tc. Km
4 Andromeda Bima Sakti Andromeda 2.500 000 000 Tc
Andromeda 200 000 Tc.Km
5 Jagad Raya KelilingBolaLangit Luasnya 30 000 000 000 Tc
6 Alam Semesta Diameter 2X50+58nol 100nol=58 Tc.Km
(http://www.nasaimages.org).
Jari-jari alam semesta adalah 50 x 10 pangkat 58 Tc; Artinya 50×10 pangkat 58 TcKm) Berapa banyak-kah angka Ini ?
ini diaangkanya=50X10 nolnya 58 buah X 9.460.800.000.000).
Sistem tata surya&satlet-pengekor
No. Nama bendalangit Jumlah isi/bintang Ketr
1 Tata Surya 10 planet Mars,Venus, dsb
2 Bima Sakti 250 000 000 000
3 Alam Semesta 300 Milyar Galaksi BimaSalti dsb
4 Andromeda 400BilyunXmatahari
5 Nebula Kumpulan Galaksi Grupgalaksi
6 Himpunan Nebula Sejumlah nebula
7 Grup Nebula Semua HimpunanNebula
8 Guci Semua Grup Nebula
9 Alam Semesta Jumlah Semua Guci 300MilyarGalaksi
*)Baca Al-Quran [Al Baqarah 255] Tc= 9.460.800.000.000 km
~~http://syiarislam.wordpress.com;http://www.alphadad.net
~~http://www.bcssa.orghttp://apod.nasa.
Besar & Volume, keliling, Garis Tengah, Jari-jari
No. Bendaangkasa Kelilingnya&Volume DiameterX2jari2
1 Bumi 40 000 Kilometer
2 Matahari 1.391.980 km
3 Antares 804.672.000 Km.
4 Bima Sakti 100 000 Tc. Km
5 Andromeda 2000 000 Tc Km
6 Andromeda 400 bilyunXmasa-matahari
7 Alam Semesta Jumlah Semua Guci 300 Milyar Galaksi

Jika dunia ini begitu luas, maka Allah menegaskan bahwa akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Jauh lebih luas lagi dari dunia! Allah berrfirman (Qs2a255):
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” (Al Baqarah 255) . (http://syiarislam.wordpress.com;).
Keliling bumi ada 40.000 km, ini sangat besar bagi kita, tetapi terlalu kecil dibanding dengan Matahari yang diameter (lebar) matahari 1.391.980 km. Jika bumi “dimasukkan” ke dalam matahari, ada 1,3 juta bumi yang bisa masuk. Saat ini bumi sudah tidak bisa dibandingkan dengan Antares yang diameternya 804.672.000 Km.
Lebih jelas lagi.
Jika diameter galaksi Bimasakti panjangnya 100.000 tahun cahaya (tc); maka arti angka ini ialah bahwa jari-jari Bima Sakti ialah 50.000 Tc. Hal ini juga berarti bahwa jari-jari Nebula adalah 50 x 10 pangkat 14 tc. (50X10 pangkat 14 Tahun CahayaKm); Selanjutnya jari-jari Himpunan Nebula menjadi 50X10 pangkat 25 Tc Km. Jari-jari Group Nebula adalah 50X10 pangkat 36 Tc.Km). Jari-jari guci adalah 50X10 pangkat 47 TcKm..
Jari-jari alam semesta adalah 50 X 10 pangkat 58 Tc.Km;
Catatan :Hingga kini manusia hanya mampu melihat sejauh 14 milyar tahun cahaya. Jarak bintang terjauh yang bisa diamati dari bumi= 14 000 000 000 tahun cahaya= sama dengan 300 000 X60X60X24X30X12X 14 000 000 000 Kilo meter.Allah berfirman:
تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا (الفرقان61)
“Maha suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang” (Al-Furqan:61).
Kata (buruj/gugusan bintang) memperlihatkan akan keajaiban hakiki dalam Al-Quran.
Struktur kosmik.
N Benda angkasa Diameter
1 Matahari 1.391.980 km
2 Antares 80.672.000 Km.
3 Bima Sakti 100 000 Tc. Km
4 Nebula 50X10pangkat 14 Tc.Km
5 Bumi 12.756 Km
Tc=Satu tahun cahaya yaitu tahun cahaya= sama dengan 300 000 X60X60X24X30X12 sama dengan 9.460.800.000.000 km. (http://www.geschool.net/1217493/blog/post)

Dari Blue Print yang sangat ideal
Gerak Lalu lintas Tata surya Galaksi yang berjumlah milyaran masing-masing dengan anggotanya yang mengisi alam semesta ini penciptaannya tidak terjadi secara acak-acakan, tetapi ia merupakan bangunan melalui Blur Print perencanaan yang sangat rinci jelimet sekali sekaligus merupakan bangunan yang kokoh dan terlalu besar, yang panjangnya mencapai ratusan juta tahun cahaya! Karena kata “Burujan”(gugusan bintang Al-Quran s25a61 di atas) jelas memberi petunjuk kepada keagungan bangunan yang kokoh dan sangat besar sekali dan inilah yang kita lihat sesungguhnya pada galaksi kosmik yang terdiri dari jutaan galaksi dan masing-masing galaksi terdiri dari miliaran bintang!!! Karena itu memaksa kita untuk merenungkan kepada keagungan Allah Yang Maha Pencipta Maha Kuasa ini: s38a27, S3a191:
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ذَلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ ( ص27)
38:27. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka “(S 38 Shad 27).
@Luas Alam Semesta
Setelah Bumi terwujud maka Tata Surya (solar system) dengan 1 bintang (matahari) dengan 10 planetnya, Yupiter dsb.
Tata surya ini terletak di dalam galaksi Bima-Sakti yang memiliki lebih dari 200 milyar bintang.
Galaksi berasal dari Nebula, karena itu kumpulan galaksi disebut Nebula. (ingat, jumlah galaksi mencapai 300 miliar galaksi-ini yang baru ditemukan, berapa lagi yang belum!!!)
~Kumpulan nebula disebut Himpunan Nebula.
~Kumpulan himpunan nebula disebut Group Nebula.
~Kumpulan group nebula disebut Guci.
~Kumpulan guci inilah yang menjadi alam semesta.
Subhanallah, Maha SuciAllah!!!!Maha Besar Engkau Ya Allah !
Allah berfirman terurai di atas:
Allah Ta’ala itu Ontologis Maha, artinya tidak ada apapun juga yang dapat mengalahkan sifat wajib Allah yang 20 maupun 99 nama Al-Asmaul Husna yang serba Maha dan Mutlak Maha.
Ahli pikir Mu’tazilah menyatakan bahwa Allah itu hanya mempunyai satu sifat yaitu Mutlak Maha Esa, sedangkan ulama Asy’ariyah berpendapat bahwa Allah itu mempunyai sifat 20, yaitu: (1} Wujud=Ada.(2}. Qidam= Lebih dahulu.(3) Baqa’ = Kekal.…s/d… .(20). Mutakalliman : Yang Berfirman.
Al-Asmaul Husna disebut-sebut Allah dalam Al-Quran dalam s.7a180, s17a110 dan s20a8 dan dengan singkat Allah menyebutnya dalam s59a22-24, kemudian dicatat oleh Bukhari dalam hadis no.2531 dan dirinci 99 nama itu satu persatu oleh Tirmidzi dalam hadis no.3429. Allah menyebut Al-Asmaul Husna beberapa saja, yaitu:
(1)Maha Mengetahui yang gaib dan yang indrawi.
(2)Maha Memberi, banyak-banyak, dengan kasih sayang.
(3)Maha Suci, bersih dari sifat negative, kotor, salah, jelek, jahat.
(4)Maha Menang, tidak terkalahkan, Maha Kuasa, Maha Agung.
(5)Yang Menciptakan, Yang Mengadakan.Yang Memelihara. Yang Mendidik, yang Menyempurnakan
(6)Maha Bijaksana, Yang Terbaik.
Secara ontologis maka prioritas sifat Bijaksana dapat dibandingkan, dari yang bijaksana, sangat bijaksana, benar-benar sangat bijaksana, Allah itu Maha Bijaksana (Demikian juga sifat dalam seluruh sifat yang 20 dan 99 Asmaul Husna
لااله الاالله Tidak ada apa-apa kecuali Allah ”=====
Maka kita yakin bahwa sifat Allah itu Mutlak Maha mengalahkan daya kemampuan seluruh makhluk di jagad raya. Allah menegaskannya dalam Al-Quran:”(S.42 Asy-Syura 11). S.112 Al-Ikhlash 1-4).”(S.79 An-Nazi’at 27-30). s.21 Al-Ambiya` 22 atau S.6 Al-An’am 103.
BAB TIGA
Skala prioritas paling ideal
Masalah ke-3:Bagaimana seharusnya manusia melihat sifat Allah yang Ontologis-Maha itu? Jawaban hipotetis: Manusia wajarnya suka mengabdi kepada Allah, meyembah, bertasbih mensucikan dan meng-Esa-kan Allah dengan Tauhid yang sesungguhnya, khususnya memprioritaskan atau mendahulukan Allah mengalahkan seluruh peringkat di bawah Allah dalam seluruh masalah yang dihadapi oleh manusia.
Dalam kehidupan sehari-hari kita mengalami dan menghayati situasi maupun kondisi yang bobotnya bertingkat-tingkat. Maka masalah manakah yang diprioritaskan lebih dahulu, berturut-turut manakah prioritas ke-2, kemudian prioritas ke-3 dan seterusnya.
Skala Prioritas yang sangat ideal ialah mendahulukan perintah Allah, nomer kedua hadis Rasulullah dan ketiga Ijtihad akal. Secara rinci mendetail ketiga tingkat ini masing-masing terbagi ke dalam tingkat prioritas nilai kebenaran yang lebih kritis, maka lebih tinggi nilainya diprioritaskan lebih utama mengalahkan yang nilainya lebih rendah.
Skala Prioritas yang Islami
Berikut adalah tingkat prioritas kebenaran yang ada di dalam Al-Quran, hadis menurut akal maupun logika. Sehingga yang dinamakan prioritas yang ideal ialah mendahulukan dan memprioritaskan dalil yang teringgi mengalahkan dalil yang klasnya lebih rendah, yaitu sebagai berikut:
Sumber hukum&Prioritas ketaatan hamba kepada Allah
Ad 1:Tingkat-tingkat dalil Al-Quran
Berdasarkan Al-Quran s4a59, hadis riwayat Tirmidzi no.1249 dan Abu Dawud no.3119, penentuan prioritas ketaatan yang ke-1 ialah taat kepada Al-Quran, jika tidak ada dalam Al-Quran bergeser ke prioritas ke-2 Taat kepada Hadis Rasul Saw lalu jika di dalam hadis tidak diketemukan lalu bergeser ke prioritas ke-3 Ijtihad akal.
Hadis Mu’dz ibnu Jabal ini menjadi asas landasan prioritas ijtihad mencari dalil Syar’i prioritas ke-3, yaitu:
Arinya: “Dari Mu’adz bahwa Rasulullah Saw.yelah mengutus Mu’adz ke Yaman. Beliau bertanya: “Bagaimana anda menetapkan masalah” Mu’adz menjawab: “Dengan Kitab Allah” Beliau bertanya: “Jika dalam Al-Quran tidak ada? Dia menjawab:”Dengan Sunnah Rasulillah Saw. Beliau bertanya: “Jika tidak ada dalam Sunnah? Dia menjawab: “Aku berijtihad dengan pendapatku” Beliau bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah menepatkan utusan Rasulullah Saw.”(HR Turmudzi no.1249 dan Abu Dawud no.3119).
Ad 1; Sumber pertama :Al-Quran
Abu Zahrah dalam Ushulul Fiqhnya (tth.90) mencatat bahwa cara menetapkan skala-proritas yang lebih jeli dan rinci sekali ialah melalui pilihan utama kemudian ke-2, ke-3 dan seterusnya dapat dilakukan melalui penelitian atas lafal nash, Dan usaha penelitian terhadap lafal ada 8 tingkat prioritas:
i. Al-Muh}kam(المحكم) nash yang paling jelas(hanya satu arti)
ii. Al-Mufassar(المفسسر) maksudnya lebih jelas
iii An-Nash(النص) maksudnya cukup jelas
iv. Azh-Zhahirألظاهر)) maksudnya jelas
v. Al-Khafiyyu الخفي)) maksudnya yang samar-samar
vi. Al-Musykil (المشكل) maksudnya lebih tersembunyi
vii.Al-Mujmal (المجمل) maksudnya sangat kabur
viii. Al-Mutasyabih (المتشابه) maksudnya tak dapat diketahui.
Ad 2:Sumber kedua ialah hadis(Taat kepada Rasulullah)
a) Hadis yang paling banyak sumber primernya atau saksi yang menyaksikan peristiwa terjadinya hadis itu banyak sekali didahulukan menjadi prioritas utama mengalahkan yang saksinya sedikit kurang dari sumber riwayat tersebut ada 5 tingkat prioritas , yaitu:
1).Mutawatir , yaitu hadis yang saksinya terlalu banyak.
2).Masyhur, yaitu yang sumber atau saksinya kalah banyak dari jumlah saksi hadis yang Mutawatir .
3).Mustafidh, yaitu yang sumbernya tiga orang, atau saksinya hanya 2orang.
4)’Aziz, sumber atau saksinya hanya satu orang.
5).Fard atau Gharib, yaitu bahwa sumbernya hanya satu orang atau tidak ada saksinya.
b). Nilai pribadi dan proses penyebaran hadis, ada 3 tingkat:
1). Shahih, sumber primer dan individu penyambungnya semuamya bersih dari cacat.
2). Hasan,sedikit kurang memenuhi syarat Shahih.
3). Dha’if tidak memenuhi syarat Shahih dan Hasan, sebab adanya cacat sumber primer dan orang-orang dalam estafet beri terima bunyi hadis (1) Dusta.(2) Tertuduh dusta. (3)Banyak keliru. (4) Lengah terhadap hafalannya. (5) Berwatak fasiq. (6) Keliru faham, (7) Berbeda dengan perawi yang lebih kuat. (8) Tidak diketahui identitas dirinya.(9) Bid’ah dalam I’tiqad,(10) Hafalannya lemah.
c). Penelitian terhadap Subyek yang diriwayatkan, maka prioritas utama ialh yang Marfu’, ke-2 ialah yang Mauquf. Yang ke-3 ialah hadis Maqthu’.
1). Marfu` yang diberitakan itu ialah Rasulkullah Saw.
2). Hadis Mauquf yang diberitakan itu ialah sahabat.
3). Hadis maqthu` yang diberitakan itu ialah tabi`in.
Demikian seterusnya banyak sekali cara memilih dan menelusuri skala prioritas sumber hadis yang dimenangkan dan mengalahkan hadis dan riwayat yang lemah, dalam hal ini dapat dipertajam lebih menukik sangat rumit sekali dianalisa oleh para ulama, yaitu:
~ Al-Ghazali dalam Al-Mushtashfa, ada 42 segi atau sifat yang dipertandingkan
~ Ar-Razi dalam Al-Mahshul mencatat ada 100 macam segi
~ Al-Amidi dalam Al-‘Uddah mencatat ada 177 segi yang dipertarungkan atasnya.
Sistem dan metode sekala prioritas pemilihan melalui nilai sumber riwayat hadis ini diisyaratkan oleh Al-Quran S.4 An-Nisa` 59, S.2 Al-Baqarah 147, S.3 Ali ‘Imran 60, S.6 Al-An`am 114, S.10 Yunus 94 melalui penafsiran para ulama tafsir.
Ad-3.Sumber ketiga: Ijtihads akal
Hasil ijtihad akal itu harus didasarkan atas kebenaran yang sungguh-sungguh dengan syarat sebagai berikut:
Nilai kebenaran dan peringkatnya.Bagaimanakah kebenaran yang sungguh-sungguh itu? Tertib urutan hasil pemikiran akal dapat ditinjau dari dua pola, yaitu:
a. Kebenaran hasil pemikiran akal yang nilainya paling tinggi ialah kebenaran yang univeral, yaitu kebenaran yang diakui sebagai benar dengan syarat berikut:
(1) Benar yang berlaku di seluruh dunia.
(2) Yang diakui benar oleh semua orang.
(3) Yang berlaku abadi-selama-lamanya;
(4) Yang diakui benar terakhir.
b. Kebenaran hasil pemikiran dan penelitian:
Kebenaran Ilmu itu dibagi menjadi 4 tingkat, sebagaimana terurai dalam bab dua di atas, yaitu(Seperti terurai di atas)
i. Pengetahuan (Knowledge), yaitu gambaran yang diterima oleh manusia melalui panca indera yang sehat dan berfungsi.
ii. Ilmu (Science), yaitu gambaran hasil penginderaan tingkat pengetahuan dikembangkan lagi dengan menerapkan teori Ilmu Metodologi Penelitian Ilmiah.
iii. Filsafat, ialah suatu hasil usha akal pemikiran manusia dalam mencari kebenaran di atas kebenaran dengan berfikir yang teratur, bebas, sistematis, radikal dan universal;
iv.Wahyu, yaitu ilmu Allah yang bersifat mutlak, Maha Benar sehingga kebenarannya paling tinggi mengalahkan seluruh ilmu dan pengetahuan semua makhluk.
Fiqh Prioritas Dr. Yusuf Qardhawi
Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Al-Aulawiyat (Fiqih Prioritas) mencatat urutan masalah yang harus diprioritaskan lebih dahulu mengalahkan prioritas ke-2, ke-3 seterusnya ialah:
Hak masyarakat mengalahkan hak individu dan pribadi
Yang lebih tinggi kualitasnya diutamakan lebih dahulu mengalahkan yang lebih jumlah atau kuantitasnya.
Yang lebih meyakinkan didahulukan mengalahkan apa yang meragukan.
Yang lebih mudah dan lebih ringan diprioritaskan lebih dahulu mengalahkan yang sangat sukar dan lebih berat.
Yang paling awet lebih lama didahulukan mengalahkan yang berumur sekejap sebentar.
Masalah lebih penting lebih pokok mengalahkan yang masalah yang cabang atau ranting.
Masalah yang fardhu ‘ain mengalahkan yang fardhu kifayah atau sunat.
Yang loyalitasnya kepada umum mengalahkan apa yang loyalitasnya kepad kabilah-suku dan perorangan.
Hasil Ijtihad mengalahkan nilai asalnya dari taqlid.
Mendahulukan yang tahap demi tahap mengalahkan yang tiba-tiba sangat mendadak.
Yang kontinu jalan terus mengalahkan yang putus-putus.
Beramal waktu genting lebih utama mengalahkan beramal ketika dalam situasi noemal dan lapang .
Yang bersifat batini mengalahkan yang tampak indrawi.
Dakwah didahulukan mengalahkan perang.
Dalam Ilmu Tarjih maka yang Arjah mengalahkan yang marjuh.
Kesan dan pesan
Dari uraian di atas kiranya dapat diambil kesan dan Pesan:
Allah itu Mutlak Maha, makhluk manusia mendapat rahmat Allah berupa daya kemampuan untuk memilih mana yang benar mana yang salah, untuk beriman dan beramal soleh.
Dalam menghadapi semua masalah hidup itu sudah ada petunjuk tertib urutan mana yang harus diprioritaskan lebih dahulu mengalahkan yang dibelakangnya.
Manusia hendaklah memilih dan mentaati petunjuk skala prioritas itu secara Naqli dari Allahdan ‘Aqli logika-akal.

Oleh: pondokquranhadis | Maret 27, 2015

Nabi Isa dalamQuran Yesus dalam Bibel

5:46. Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. 012-2-25 Tafsir Tematis Kontemporer

Antara
Nabi Isa dalam Al-Quran&Yesus dalam Bibel

Al-Quran S.5 Al-Maidah 46
وَقَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ (الماءدة46 (
“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (S.5 Al-Maidah 46).
Tema dan sari tilawah
Dari pengertian kata-kata dan jalinan kalimat S.5 Al-Maidah 46 di atas dapat diambil tema dan sari tilawah sebagai berikut:
Allah telah mengutus para nabi dan rasul untuk membimbing umat manusia.
Allah mengutus Nabi ‘Isa menyusul sesudah para nabi-nabi itu, yaitu setelah N.Yahya.
Nabi ‘Isa menerima kitab Injil dan memperkuat ajaran para nabi dengan rasul sebelumnya.
Kitab Injil berisi hidayah, nur, tashdiq membela isi Taurat dan nasehat kepada orang yang bertakwa.
C. Masalah dan analisa jawaban
Usaha untuk memperdalam pemahaman kita lebih lanjut lagi, maka perlu kita menelusuri makna yang masih tersimpan di sana melalui beberapa pertanyaan berikut:
Bagaimana risalah para nabi dan rasul menurut Al-Quran? Jawaban sementara: Menurut Al-Quran bahwa semua nabi atau rasul itu mengajarkan agama Tauhid, tetapi Kaum Yahudi mengangkat ’Uzair menjadi Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak.
Bagaimana sejarah perkembangan agama Nasrani dalam Al-Quran dan bagaimana perkembangan agama Nasrani sekarang?Jawaban sementara: Al-Quran mencatat bahwa Nabi ’Isa tidak mendapat kesempatan yang cukup untuk mengembangkan risalahnya, disebabkan karena ancaman musuh-musuh beliau, maka akibatnya risalah Nabi ’Isa kurang berkembang bahkan kaumnya terseret ke dalam kesesatan politheisme (banyak tuhan).
Bagaimana estimasi mengenai nasib agama Nasrani untuk meluruskannya kembali? Jawaban semnetara:Para petinggi kaum Nasrani harusnya mengembangkan ajaran agamanya itu kembali kepada agama Tauhid.
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Risalah para nabi dan rasul
Masalah ke-1: Bagaimana risalah para nabi dan rasul menurut Al-Quran? Jawaban sementara: Menurut Al-Quran semua nabi atau rasul mengajarkan agama Tauhid, tetapi Kaum Yahudi mengangkat ’Uzair menjadi Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak dan para pimpinan gereja mengaku mendapat wewenang kekuasaan dari Tuhan Yesus, Anak-Nya yang Tunggal.
Semua nabi dan rasul mengajarkan agama Tauhid sebagaimana firman Allah di dalam A-Quran berikut: s4a163; s42a13;
Teracatat dalam Al-Quran para nabi dan rasul itu mengajak kepada agama Tauhid ajaran ini ditetapkan oleh Allah sebagai syari’at agama Allah, termaktub dalam Al-Quran:
إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَءَاتَيْنَا دَاوُدَ زَبُورًا(النساء163)
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, `Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud”(S.4. An-Nisa` 163).
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ (الشوري 13)
“Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya)” (S.42 Asy-Syura 13).
Dalam dakwahnya para nabi itu menyatakan ”Sembahlah Allah tidak ada Tuhan kecuali Allah” misalnya dakwah Nabi Nuh a.s tercatat dalam Al-Quran:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ(59) (الاعراف 59)
”Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).(S7 Al-A’raf 59 danS.23 Al-Mu`minun 23, 32).
Dakwah yang sama dinyatakan oleh Nabi Hud, Shalih dan Syu’aib dicatat Allah dalam Al-Quran: Nabi Hud S.(7 Al-A’raf 65 , S.11 Hud 50), Nabi Shalih ( (S.7 Al-A’raf 73; S.11 Hud 61); Nabi Syu’aib (S.7 Al-A’raf 85; S.11 Hud 84).
~~ Nabi Ibrahim sangat keras mengajarkan agama tauhid sekaligus sangat tegas melawan penyembahan kepada berhala. Dikisahkan di dalam Al-Quran bagaimana ceritanya Nabi Ibrahim a.s. memperhatikan bintang-bintang di langit, rembulan yang lebih besar sampai kepada matahari yang sangat besar akhirnya bertemu dengan Tuhan yang Maha Esa, hal ini dikisahkan dalam Al-Quran S.6 Al-An’am 75-79.
Nabi Ibrahim menentang penyembahan kepada berhala dan memenggal kepala-kepala berhala sesembahan mereka maka akibatnya Nabi Ibrahim dihukum bakar oleh Raja Namrud, tercatat dalam Al-Quran S.21 Al-Anbiya` 52-77.
~~ Nabi Musa berdakwah kepada Fir’aun yang mengaku menjadi Tuhan (s79a24), maka Nabi Musa mengajak Fir’aun kepada agama Tauhid sehingga terjadi dialog tanya tanya-jawab antara keduanya tentang Tuhan termaktub dalam Al-Quran S.20 Thaha 49-55.
~~ Nabi ‘Isa berseru kepada kaumnya untuk menyembah Allah Tuhan yang Maha Esa tertulis dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 72; dan ayat 116-17; S.43 Az-Zuhruf 64.
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْإِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ(المائدة 72)
5:72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun”(S.5 Al-Maidah 72).
5:116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib”.
5:117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu”( S.5 Al-Maidah 116-117)
~~ Nabi ‘Isa .a.s. menyeru kepada agama Tauhid menyembah hanya Allah jangan menyembah dirinya:
إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ( الزحرف 64)
43:64. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus”(S.43 Az-Zuhruf 64).
~~ Rasulullah Muhammad Saw jelas mngajarkan agama Tauhid sama dengan ajaran semua nabi dan rasul sebelum beliau sebagaimana sabda beliau tercatat dalam hadis shahih:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِاللَّهِ رَضِي اللَّهم عَنْهممَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَرَجُلٍ بَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَتَعَجَّبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ (رواه البخاري 3270 ومسلم 4240)
” Dari Jabir bin ’Abdullah Raa berkata; Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: ”Perumpamaan aku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia menyempurnakannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) lalu manusia memasuki rumah tersebut dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; ’Duh seandainya saja labinah ini disempurnakan!”(HR Bukhari no.3270 dan Muslimno.4240).
Allah selalu mengirim nabi atau rasul kepada tiap-tiap umat sebagaimana disebut dalam Al-Quran: s16a36;s10a47. Akan tetapi makin lama ditinggal wafat nabinya maka umat itu melakukan penyimpangan-penyimpangan makin lama makin jauh, misanya kaum Yahudi mengangkat ’Uzair sebagai Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak (S.9 At-Taubat 30-31) maka Allah lalu mengutus lagi nabi atau rasul untuk mengajak kembali kepada agama Tauhid. Allah berfirman:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ(30)اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ(31)(التوبة 30-31)

9:30. Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
9:31. Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”(S9 At-Taubat 30-31).
BAB DUA
Antara akal dengan wahyu
Masalah ke-2: Bagaimana sejarah perkembangan agama Nasrani dalam Al-Quran dan bagaimana perkembangan agama Nasrani sekarang? Jawaban sementara: Al-Quran mencatat bahwa Nabi ’Isa tidak mendapat kesempatan yang cukup untuk mengembangkan risalahnya, karena ancaman musuh-musuh beliau, maka akibatnya risalah Nabi ’Isa kurang berkembang bahkan penganutnya terseret ke dalam kesesatan politheisme – meyembah banyak tuhan.
1. Asas pandangan
Islam mengajarkan bahwa Yesus yang disembah kaum Nasrani itu adalah seorang manusia yang diutus Allah untuk menjadi nabi dan rasul. Maka berita atau riwayat Nabi ’Isa dengan ajarannya yang datang dari luar Al-Quran dan hadis merupakan campuran antar ajaran yang dibuat akal manusia dicampur dengan ajaran yang benar dari Allah. Inilah penjelasan yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Saw. sebagaimana tercatat dalam hadis shahih berikut:
َعنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهم قَالَ كَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَقْرَءُونَ التَّوْرَاةَ بِالْعِبْرَانِيَّةِ وَيُفَسِّرُونَهَا بِالْعَرَبِيَّةِ لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوهُمْ وَقُولُوا ( آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا ) الْآيَةَ (رواه البخاري4125)
“Dari Abu Hurairah r.a. berkata; “Orang-orang ahlu kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani dan menjelaskannya kepada orang-orang Islam dengan bahasa arab. Melihat hal itu Rasulullah Saw. bersabda: Janganlah kalian mempercayai ahlu kitab dan jangan pula mendustakannya. Tetapi ucapkanlah; “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang telah diturunkan kepada kami. (Al Baqarah; 136)(HR Bukhari 4125).
Lebih jauh dapat kita memilih dan memilah dengan analisa kritis atas berbagai masalah berikut:
2. Asal keturunan Nabi ‘Isa A,s.
Dalam ajaran Islam, silsilah anak yang tidak diketahui ayahnya maka dia dinisbatkan melalui ibunya, oleh karena itulah Abu Ishaq ats-Tsa’alibi (427H) dalam kitab Qashashul Anbiya’ (tth:207) menulis silsilah Nabi ‘Isa itu melalui Maryam ke atas sampai Nabi Dawud bahkan ke atas lagi sampai Nabi Ibrahim. Memang Allah sendiri yang menegaskan ‘Isa itu putera Maryam dalam Al-Quran sampai 21 kali misalnya S.61 Ash-Shaf 14 dan seterusnya semua menyebut ‘Isa anak laki-laki Maryam.
Adapun Maryam disebut Allah dalam Al-Quran s19a28 sebagai saudara Harun, maka para ulama tafsir sedikit berbeda pendapat mengenai siapa Harun dalam s19a28 ini, yaitu sebagaimana sebagai berikut:
Dari 7 kitab Tafsir hanya Durrul Mantsur (Juz 5,h.506) yang tidak menyebut Harun itu saudara Maryam. Dua kitab Tafsir, Ath-Thabari Juz 16,h.58 dan Tafsir Al-Qurthubi Juz 11,h.99 menyebutkan Harun ini bukan saudara Musa. Ada Empat kitab Tafsir Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Durrul Mantsur dan Adhwa’ul Bayan yang menyebutkan bahwa nama Harun adalah suatu julukan atas orang yang alim soleh. Sedangkan yang mencatat bahwa Maryam adalah anak keturunan Nabi Harun ialah Tafsir Al-Qurthubi, Ats-Tsa’labi dan Durrul Mantsur yang menegaskan bahwa Maryam yang disebut dalam S.19a 28 di atas adalah anak keturunan Harun saudara Musa.
Empat Injil (Perjanjian Baru) kecuali Injil-Markus semua menyatakan bahwa silsilah Yesus itu dinisbatkan kepada Yusuf, maka Lukas 3 ayat 23-31 mencatat silsilah Yesus sampai N.Dawud = 42 tingkatan nasab, Injil Matius 1 ayat 1-16 = 27 tingkat, Injil Yahya 6 ayat 42 mencatat bahwaYesus itu anak Yusuf. Pernyataan ini sendiri sangat bertentangan dengan Injil Lukas Pasal 1 ayat 27 dan Pasal 2 ayat 5 bahwa Yusuf itu tunangan Maryam bukan suaminya, kemudian Injil Matius ayat 25 menegaskan bahwa Yusuf tidak bersetubuh dengan Maryam.
Maka Al-Quran menolak Injil Matius 1 ayat 6-16 dan Lukas 3 ayat 23-31 yang mengaitkan N.’Isa itu adalah anak Yusuf. Apa maunya para penulis Bibel ini, menyatakan Yesus itu anak Yusuf lalu diangkat menjadi Tuhan Anak???
Al-Quran menegaskan 21 kali bahwa Nabi ‘Isa itu anak laki-laki Maryam, yaitu: Qs2a87,253; s3a45; s4a157,171; s5a17 (2kali) ,46,72,75,78,110,112,114,116; s9a31; s19a16,27,34; s23a50; s33a7; s576a27; s61a6 semua menegaskan bahwa ‘Isa itu anak laki-laki Maryam. Al-Quran menolak Injil Lukas 3 ayat 23-31 tentang silsilah ‘Isa melalui Yusuf dan Yehuda yang dicoreng sangat hina oleh penulis Bibel kitab Kejadian 38 ayat 18.
Sayang sekali karena situasi dan kondisi yang tidak kondusif maka terdapat banyak sekali buku-buku yang diberi judul sebagai Kitab Injil ’Isa.
Suasana makin menjadi-jadi makin panas akhirnya musuh-musuh Allah menyerang dan berusaha keras membunuh beliau.
Tafsir Ibnu Katsir mencatat bahwa sebagian ulama menfasirkan Qs4a157 berkata bahwa bukan Nabi ’Isa yang ditangkap menurut kaum Yahudi, tetapi seseorang yang mirip dengan Nabi ’Isa padahal Nabi ’Isa sendiri selamat ada yang menfasirkan Nabi Isa naik ke langit Faham aliran Ya’qubi sebagian aliran mengatakan Nabi ’Isa disalib tetapi belum sampai wafat lalu ditolong oleh murid belaiau lalu diobati dan selamat dari kejaran penyerang itu, tetapi Allah telah mengangkatnya ke tempat yang terhormat sebagaimana Allah berfirman:
“…dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa”(S.4 An-Nisa` 157).
3. Kejadian Nabi ‘Isa dan mukjizat-nya
Al-Quran menerangkan bahwa Nabi ‘Isa itu diciptakan Allah tidak dengan bapak tidak berbeda dengan penciptaan Nabi Adam yang diciptakan bahkan tidak dengan ibu dan tanpa bapak, untuk menciptakan makhluk, maka Allah cukup dengan pernyataan “KUN” artinya “Jadilah kamu” maka terjadi betul-betul apa yang dikehendaki Allah (Lihat Qs3a59 dan 47). Semua ulama tafsir menyatakan bahwa Lafal “Ruhul Qudusi” pada Firman Allah dalam Al-Quran s5a110, s2a87, s2a253, s16a102, adalah malaikat Jibril; Sedangkan lafal “Ruh” yang dihembuskan Allah kepada Nabi ‘Isa yang termaktub dalam Al-Quran s4a171, s66a12,s21a91 tidak ada bedanya dengan Roh yang dihembuskan Allah kepada Adam yang disebut-sebut dalam Al-Quran s15a29, s38a72, sama dengan roh Allah yang dihembuskan kepada seluruh umat manusia ini ditegaskan Allah dalam Qs32a8-9.
Jadi Tuhan Roh Kudus dalam ajaran Nasrani itu sebenarnya adalah malaikat Jibril yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan berita akan datangnya N.’Isa itu kepada Maryam dan tidak ada kelebihan kehebatan yang luar biasa Jibril sampai mirip atau menyerupai sifat-sifat Allah, ini tidak ada. Tentang proses kejadian Nabi ‘Isa ini diterangkan dalam Al-Quran terutama dalam Qs19a17-33; s3a45-47).
Mengenai perbuatan luar biasa Nabi ‘Isa A.s. dapat membuat burung, menghidupkan orang mati, mengobati orang sakit kusta menjadi sembuh, seluruhnya adalah mukjizat dari Allah dan dengan ijin dari Allah bukan kemauan Nabi ’Isa sendiri seperti yang ditegaskan Allah dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 110 dan S3 Ali ‘Imran 49.
Masalah kelahirannya tidak dengan ayah dan perbuatan yang luar biasa Nabi ‘Isa inilah yang menjadi alasan kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak yang juga disebut dengan Anak-Nya yang Tunggal. Semua ini ditolak oleh Allah melalui AlQuran tersebut diatas.
@ Di jaman modern sekarang sudah ada Ilmu Biologi atau Ilmu Kedokteran yang membuat proyek BAYI TABUNG dan banyak berhasil, maka dilihat dari sudut pandang tertentu dapat dikatakan bayi tabung lahir tanpa bapak???
Perbandingan Nabi ‘Isa a.s. putera Maryam tanpa ayah kemudian diutus Allah menjadi Nabi dan Rasul itu, adalah seperti halnya Adam tanpa ayah zonder ibu dan Ibu Hawa diciptakan Allah melalui Adam tanpa ayah tanpa ibu, kemudianHawa menjadi ibu dari seluruh umat manusia, Allah berfirman: “Sesungguhnya perbandingan kejadian Nabi Isa di sisi Allah adalah sama seperti kejadian Nabi Adam, Allah telah menciptakan Adam dari tanah, lalu berfirman kepadanya: ‘Jadilah engkau! maka menjadilah ia ” (S.3 Ali Imran 59.
Nabi ’Isa a.s. diutus oleh Allah kepada kaumnya sendiri yaitu Bani Israil di Palestina, dengan kitab Injil untuk melengkapi Taurat dan Zabur. Segala firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi ’Isa ditulis oleh murid beliau dengan tulisan Ibrani (Hebrew). Ketika Maryam menggending bayi ’Isa diolok-olok oleh kaum Yahudi maka bayi ’Isa menjawab termaktub dalam firman Allah :
“Ia (’Isa) menjawab: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah; Ia telah memberikan kepadaku Kitab Injil dan Allah telah menjadikan daku seorang Nabi” (S.19 Maryam 30).
“Dan sesungguhnya Allah ialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah oleh kamu kepada Dia, inilah jalan yang betul atau lurus”. (S.19 Maryam 36). .
Ayat-ayat diatas membuktikan dengan jelas bahwa Nabi ’Isa a.s. itu hanyalah makhluk yang diangkat Allah menjadi Nabi dan Rasul bukanlah sebagai anak Tuhan seperti yang diakukan oleh orang Nasrani. Sedangkan Kitab Injil yang asli dengan tegas dan jelas menyuruh para pengikutnya agar menyembah Allah sendiri tidak menyekutukannya dengan yang lain.
Hj.Irene Handono dalam bukunya ”Islam Dihujat” (2004h334) mencatat bahwa dalam Alkitab(Bibel) sekarang masih ada beberapa -ayat yang benar yang mengajak ke ke-Esaan Tauhid
~~ Mengajak kepada agama Tauhid, yaitu Kitab Ulangan 4:35; Ulangan 6:4; Ulangan 32:39; II Samuel 7:22; Mazmur 86:8; Yesaya 45:5-6; Yesaya 43:46:9; Markus 12:29; Yohanes 5:30; Yohanes 17:3.
~~ Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan Bapa: Yohanes 10:29;Yohanes 14:28; Markus 16a19; Roma 8:4; Kisah Para Rsul7:56; Mateus 24:36; Mateud 11:25: Lukas 10:21; Mateus 27:46; Markus15:34; Lukas 23:44-46; Yohanes 19:30; Yohanes 5:30.
~~ Yesus itu utusan Tuhan Bapa: Markus 9:37, Yohanes 24:24,30, Yohanes 7:29,33; Yohanes 8:16,18,26; Yohanes 10:36; Yohanes 11:42; Yohanes 13:20; Yohanes 16:5; Yohanes 17:3,8; Yohanes 23:25,25.
4. Asal usul faham Trinitas
Hasil penelitian pakar sosiologi-antropologi seperti Koetjaraningratm, Piddington, Maslow menunjukkan bahwa semua manusia percaya akan adanya kekuatan di atas akal manusia. Demikian juga hasil pemikiran para filosuf menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang mutlak absolut di atas segala sebab, materi, energi maupun waktu dan untuk mudahnya sesuatu ini disebut Tuhan, dalam Islam sesuatu yang mutlak absolut ini dinamakan Allah.
Masyarakat orang-orang primitif percaya kepada adanya dewa dan jumlahnya banyak, tetapi dalam perkembangan pikiran mereka akhirnya mereka sampai kepada kepercayaan akan adanya satu saja dewa yang paling besar, paling hebat misalnya teori para filosuf Yunani dan ahli pikir Mesir Purba demikian juga masyarakat Arab Jahiliyah. Dari sisi lain dapat kita sebut saja yang paling besar itu ialah Tuhan yang Maha Kuasa. Jadi menurut otak akal manusia maka asal usul agama itu dari Politeis menyembah banyak tuhan berkembang menuju Monoteis menyembah Tuhan yang Maha Esa.
Kaum Nasrani membuat rumusan bahwa firman Allah itu bersama dengan Tuhan dan firman itu adalah Tuhan tertulis dalam Injil Yohanes:
“Maka pada awal pertama adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itulah juga Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan Olehnya, maka jika tidak ada Ia tiadalah juga barang sesuatu yang telah jadi”(Yahya 1 ayat 1-3)
Tafsir Al-Manar (J3h304) menjelaskan “Al-Kalimat” yang disebut-sebut Al-Quran dalam s4a171 dan s3a45-47 maksudnya adalah falal “Takwiniyah” bahwa untuk menciptakan sesuatu maka Allah cukup dengan menetapkan pernyataan “KUN” dan berlaku terhadap seluruh makhluk termasuk cara menciptakan Nabi ‘Isa. Dengan demikian maka Nabi ‘Isa itu makhluk terwujud sesudah pernyataan Allah: KUN !!! Sebelumnya belum ada. Nabi ‘Isa bukan firman tetapi brtyuhud setelah akibat dari firman Allah, sama sekali tidak benar bahwa Nabi ‘Isa itu firman, juga bukan sabda Tuhan. Bisa kita permudah bahwa bunyi KUN ini sebagai perintah, jika ditulis bentuknya surat perintah atau kertas, jadi Nabi ‘Isa itu bukan kertasnya tetapi hasil dari perintah.
~~Arnold Toynbee dalam bukunya A Study of History, jilid iv halaman 77 menyatakan bahwa banyak sekali pesamaan kisah Yesus dengan dongeng Helenisme-Yunani: Agis, Cleomenes, Eunus, Solvius, Tiberius dll.
~~Lord Heardly dalam bukunya The Affinity between Original Church of Yesus Chris and Islam halaman 75 menyatakan semua ajaran pokok Agama Kristen itu tidak dari Yesus tetapi semua dogma itu bulat-bulat dioper dari agama kafir Paganisme yang dipaksakan masuk ke dalam agama Kristen yang dikerjakan oleh pendeta-pendeta mereka 300 tahun sepeninggal Yesus, umpamanya kisah Mitraisme-Persi, Adonis-Atis dari Syria, Osiris-Isis-Horus dari Mesir, Dionysos dari Yunani.
~~J.Plange, Rudolf Seydel, Bruno Freydank maupun C.Isherwood telah mengumpulkan data dan fakta persamaan riwayat tentang Yesus dengan kisah Hindu dan Budha.
~~Leon Gauthier dalam bukunya Introduction L’etude de la Philosphie Musulman (1923:63) menyatakan bahwa sesungguhnya agama Nasrani banyak dimasuki pendapat dan pikiran filsafat New Platonisme Yunani (Syalabi 1964:59).
@ Tafsir Al-Manar (Jxh34) mencatat bahwa ajaran tentang Anak Tuhan turun menjadi manusia dan Tritunggal atau Trimurti itu sudah ada dalam agama Hindu, Budha dan agama-agama di Cina, Jepang, Persi, Syria, Yunani dan Romawi.
Abu Zahrah dalam kitabnya Muhadharat fin Nashraniyah (1949:129) mencatat berbagai macam konsili bapa-bapa gereja Nasrani di jaman dahulu kala, yaitu yang pertama kali ialah tg.20 Mei 325 M Konsili di Nikea yang dihadiri oleh 2018 undangan yang hadir. Tetapi karena campur tangan Kaisar Kosntantin dengan menyerahkan pedang dan cap kerajaan maka 318 peserta dengan melecehkan 1700 bapa gereja yang tidak sefaham, yang 318 anggota ini menetapkan bahwa Yesus adalah Tuhan Anak dan mengusir 1700 peserta lawannya. Kemudian Konsili ke-2 Juli 381 M di Konstantinopel dengan 150 bapa gereja menetapkan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan dan lengkaplah Trinitas Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Konsili sesudahnya menetapkan sifat-sifat dan pembagian kerja Tuhan Bapa, Anak dan Roh Kudus serta juga menetapkan naskah-naskah untuk disahkan menjadi kitab suci, yaitu konsili-konsili tahun 431, 451, 553, 680, 754, 787, 869, 879, 1123, 1179, 1215, 1563, 1598M. Soal Dzat dan sifat Tuhan, misalnya Athanasius menyatakan bahwa saat Maryam melahirkan bayinya maka deti-detik itulah Tuhan datang sendiri ke dunia. Lalu perbuatan Yesus itu perbuatan Tuhan ataukan perbuatan manusi? Kemudian bagaimana kedudukan Maryam itu Ibu Tuhan ibu Manusia ? dst semua ditetapkan oleh konsili-konsili itu dan tercatat pertentangan pendapat pun terjadi sangat keras.
Catatan
@ Kelahiran Yesus diperselisihkan para tokoh Nasrani sendiri: Nabi Isa menurut kepercayaan Islam adalah sebagaio berikut:
Menurut Matius kelahiran Yesus itu jamannya Herodes 7M, ~ Clemen Iskandariya menyatakan bahwa kerlahiran Yesus tgl.20 Mei; Gereja Mesir sampai abad ke-iii meyakini tanggal 6 Januari sebagai hari kelahiran Yesus sama dengan kelahiran Dewa Hellenistis ~ Gereja Yunani sampai tahun 530M mempercayai hari natal itu tanggal 7 Desember.
~ Al-Quran S.19 Maryam 25-29, menyebutkan dengan samar-samar hari kelahiran N.Isa itu pada musim panen kurma di Palestina, sekitar buan Agustus.
Maka pendapat yang paling benar tidak lain kecuali ilmu Tuhan yang memiliki sifat yang Absolut Maha, sedangkan akal manusia itu tidak sempurna, sering salah dan lupa, atau spekulatif-untung-untungan dan hipotetis dianggap benar sementara. Oleh karena itulah maka akal atau otak manusia harus kembali dan berlindung kepada Ilmu Allah sehingga asal usul faham Politeisme atau musyrik, yakni kepercayaan adanya banyak dewa itu adalah hasil akal-akalan manusia yang wajarnya harus berkembang dan kembali kepada faham Monoteisme-satu Tuhan, sama sekali tidak mungkin dari SATU TUHAN MENJADI TIGA TUHAN.
Jadi teori yang paling benar itu ialah Teori Allah bahwa asal usul agama itu Monoteistis bahwa Tuhan itu Maha Esa, teori politheisme (musyrik) itu akal-akalan otak manusia. Tentang asal usul faham Trinitas itu ialah dari akal orang kafir, Allah berfirman di dalam Al-Quran :s9a30
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (30)(التوبة)
Artinya: “”Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?(S.9 At-Taubat 30).
Para tokoh kaum Nasrani mengangkat Nabi ‘Isa menjadi Tuhan Anak berdasarkan filsafat Logos dari Plato Yunani. Logos maknanya akal atau firman, logos itu keluar dari Tuhan sebagai sumber penciptaan. Maka manusia yang ingin berhubungan dengan Tuhan harus melalui logos. Teori ini merembes masuk ke dalam Alkitab(Bibel) Injil Yahya 1 ayat 1-3 yang ditulis pertama kali oleh Yohanees tahun 100 M kira-kira 67 tahun sepeninggal Nabi ’Isa. Adapun bunyi Injil Yahya 1 ayat 1-3 itu ialah:
“Maka pada awal pertama adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itulah juga Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan Olehnya, maka jika tidak ada Ia tiadalah juga barang sesuatu yang telah jadi”(Yahya 1 ayat 1-3).
Mulyadi Samuel AM dalam bukunya Dokumen Pemalsuan Alkitab atau Bibel (2002hx), mencatat bahwa ayat 1-14 Injil Yohanes ini merupakan rekayasa penyalin Injil Yohanes dari hymne Pilo Alexandria yang aslinya berbunyi:
”Pada mulanya adalah Logos (firman), Logos (firman) itu bersama dengan Tuhan dan Logos (firman) itu berasal dari Tuhan”.Penyalin Injil Yohanes merubah kalimat ”Logos itu berasal dari Tuhan diubah menjadi :Firman itu adalah Tuhan” Demikian tertulis dalam catatan kaki Alkitab dari The New Testamen of the New American Bible (1970h203) dan kesimpulan Santo Agustinus dalam bukunya The Confesson of St.Agustine.
5. Sejarah Alkitab (Bibel)
Allah yang absolut Maha dalam segala-galanya tidak mungkin ada sebagian makhluk yang mirip-mirip seperti Allah; Sehingga Allah tidak mungkin mempunyai anak menjadi Tuhan Anak, tidak mungkin Allah mempunyai ibu menjadi Ibu Tuhan, tidak mungkin Tuhan mempunyai ayah menjadi Tuhan Bapa. Soalnya bagaimana caranya Allah mengadakan hubungan komunikasi dengan manusia? Dalam hal ini Allah sendiri sudah berfirman:
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ (51)(الشوري)
Artinya: “Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir {1} atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana”(S.42 Asy-Syura 51)
Kitab suci merupakan himpunan wahyu Allah kepada para nabi dan rasul, yaitu: Shuhuf kitab N. Ibrahim, Taurat kitab N. Musa, Zabur kitab N. Dawud, Injil kitabnya Nabi ‘Isa dan Al-Quran kitabnya N.Muhammad Saw. Inilah kitab suci yang disebut Allah dalam Al-Quran dan ini sangat berbeda dengan Bibel. Bibel kaum Nasrani itu dibagi dua, yaitu:
KitabPerjanjian Lama ialah kiatb-kitab yang diaku sebagai kitab para nabi sebelum Nabi ‘Isa yang dipercaya oleh kaum Nasranisebagai kitab sduci. Mereka tidak sepakat terhadap jumlah dan nama kitab suci ini: (a) Gereja Ortodox Yunani = 48 kitab suci. (b)Gereja Katholik = 46 kitab. (c) Gereja Protestan = 39 kitab. Jumlah dan nama kitab gereja-gereja Armenia berbeda-beda lagi.
Kitab Perjanjian Baru ialah kitab-kitab sesudah datangnya Nabi ‘Isa. Kitab Injil merupakan 4 dari 22 kitab dalam Alkitab(Bibel). Empat Injil ini ditetapkan sebagai kitab suci pada tgl 20 Mei 325M dalam Konsili di Nikea oleh 318 uskup atas dukungan kaisar Romawi Konstantin dan mengusir 1700 Patriarkh yang tidak sama pendapatnya (Sidang Konsili Nikea ini jga menetapkan Yesus sebagai Tuhan Anak).
Injil Nabi ‘Isa yang asli sampai sekarang hilang tidak diketahui adanya sebagaimana dikuatkan oleh Bibel sendiri dalam kitab Galatia berikut:
“Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu Injil lain, padahal yang lain itu bukanlah Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutar bailkkan Injil Kristus” (Galatia 1 ayat 6-7).
Sebelum Konsili tahun 325M, maka Alkitab(Bibel) yang sekarang ini belum masuk sebagai kitab suci dan setelah diangkat sebagai kitab suci-pun masing-masing aliran mengaku Injil- yang dipegangnya-lah yang paling benar bahkan kaum Marcionis dan Bardaisan menolak kitab-kitab yang dianggap suci sebagai kitab suci tahun 325 itu. Sampai sekarang Gereja Timur tetap menganggap suci kitab-kitab yang ditolak oleh Konsili Nikea ini.
Dalam hal ini Al-Quran menyatakan sebagai berikut:
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَى خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (13) وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ (14) (المائدة)
Artinya: “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan di antara orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan”(S.5 Al-Maidah 13-14).
Encyclopedia Britanica vol.ii, halaman 106-108 mencatat ada 27 kitab Injil ditambah 20 kitab lagi yang tidak dimasukkan ke dalam Bibel sekarang ini. Data adanya angka 48, 46 dan 39 jumlah kitab dalam Perjanjian Lama yang diperselisihkan oleh gereja Ortodox, Roma Katholik dan Protestan, demikian juga catatan adanya 27 kitab Injil dengan 20 kitab lainnya yang dicatat Encyclopedia Britanica di atas jelas membuktikan kabur kesucian atau sifat sakralnya kitab yang mana yang suci mana yang tidak, sebagaimana disebut-sebut dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 13-14 di atas ini.
Empat buah Injil Matius, Lukas, Markus dan Yahya sendiri ditulis jauh sangat lama sesudah Yesus meninggalkan mereka. Injil Matius ditulis sesudah hampir 30 tahun, Injil Markus diperkirakan ditulis sekitar tahun 60M, Injil Lukas sesudah tahun 70 Mdan Injil Yahya tahun 98 M.
6. Salin menyalin dan penterjemahan Alkitab(Bibel)
Nabi ‘Isa itu dilahirkan di Betlehem dan dibesarkan di Nazaret, dalam kehidupan sehari-hari berbicara dengan kaum Hawari para murid beliau dalam bahasa Aramia Sehingga Kitab Injil yang asli adalah berbahasa Aramia atau Ibrani itu.
Dalam Kitab Muhadharat fin Nashraniyah (1368H,h.90) -Abu Zahrah mencatat bahwa Konsili Nikea tahun 325M menetapkan hanya 4 Injil dan 20 kitab lain sebagai kitab suci. Th.364M Konsili di Laudica menambah lagi dengan Kitab Wahyu dan Surat-surat Paulus sebagi bagiab jitab suci, sedangkan Gereja Timur menolak Kitab Wahyu itu. Konsili th.397M di Kartago menetapkan Surat Paulus kepada Orang Ibrani sebagai bagian Kitab Suci kaum pendukung konsili ini. Pertanyaannya: Apa sebab sebelum th.397M tidak suci tiba-tiba menjadi suci lalu sebenasrnya manakah batas wewenang Tuhan dengan wewenang otak akal manusia itu?
Bibel seluruhnya baru dikenal sekitar abad pertengahan lewat Volgata, pembagian bab-babnya dibuat tahun 1228M dikerjakan oleh Stephen Langton dan pembagian ke dalam ayat-ayat oleh Stephanus tahun 15551.
Encyclopaedia Americana terbitan th.1974 pada hufuf B(Bibel) h.691 mencatat bahwa Kitab Perjanjian Baru (4 Injil dan lain-lain) yang sekarang ini di jaman dahulu sampai abad ke-4 tidak dapat ditentukan “were not fully determined”. Naskah Kitab Perjanjian Baru yang paling tua berasal dari abad ke-4 dalam bahasa Yunani dengan huruf besar Yunani dan inipun setiap kali terus menerus dilakukan peninjauan sampai tahun 1598M masih terjadi peninjauan dan perbaikan kembali kitab suci ini.
Prof. H.S. Tharick Chehab dalam bukunya Terjemah Alkitab terbitan Mutiara Jakarta mencatat bahwa Kitab Bibel yang sudah dianggap suci oleh sebagian kaum Nasranni telah mengalami penterjemahan terus menerus, yaitu:
1.Pertama Alkitab(Bibel) itu diterjemahkan dari bahasa-bahasa Yunani oleh William Tyndale, tetapi dia dihukum bakar hidup-hidup dalam bulan Oktober tahun 1536 atas tuduhan dengan sengaja memalsukan terjemahan dari Perjanjian Baru.
2. Pada tahun 1535 Alkitab(Bibel) diterjemahkan oleh Coverdale.
3. Pada tahun 1537 diterjemahkan oleh Thomas Matthew (barang
kali nama samaran dari John Rogers).
4. Pada tahun 1539 kitab “Great Bible” yang direvisi.
5. Pada tahun 1560: “Geneva Bible” diperbaiki.
6. Pada tahun 1568: “Bishop’s Bible” direvisi.
7. Pada tahun 1582 terjemahan Perjanjian Baru dari Vulgata
Latin oleh Ulama Katolik, diterbitkan di Rheims.
8. Pada tahun 1881 “King James Version 1611 direvisi
9. Pada tahun 1901 dibuat Revised Standard Version.
Gereja Katholik pada Konsili di Trente pada tgl.8 April 1546 menetapkan diakhirinya usaha penyusunan dan penterjemahan itu serta haram menterjemahkannya lagi. Tetapi Gereja Protestan menetapkan pokok terjemahannya pada Kitab Perjanjian Baru terbitan Erasmus th. 1516M dan maka tahun 1898 dilakukan perbaikan atas Alktab(Bibel) bahasa Yunani itu di Stutgart oleh Eberhart Nestle.
De Katholieke Encyclopaedie (Bah.Belanda) th 1950 dibawah huruf B(Bibel) h.504 mencatat bahwa penterjemahan Injil (Kitab Perjanjian Baru) ke ke bahasa Belanda terjadi pada abad IX, ke bahasa Jerman abad XI, ke-bahasa Anglosaxon-Inggris Kuno abad XII dan ke bahasa Melayu th 1700M ini dikerjakan oleh Melchior.
Disebabkan karena Alkitab(Bibel) King James Version terjadi banyak kesalahan sehingga merubah arti dan juga karena Perkembangan studi Bible serta banyaknys hasil penemuan manuscrip yang lebih tua maka pada tahun 1870 Gereja Inggris melakukan pemeriksaan dan baru mengedarkan hasilnya kepada umat pada tahun 1885. kemudia pimpinan Nasrani Amerika mengedarkan hasil sadurannya pada tahun 1901. Dan gerak-usaha salin menyalin, koreksi dan perbaikan ini tidak berhenti terutama karena adanya kemajuan dalam ilmu pengetahuan bahasa-bahasa Kuno serta penemuan-penemuan baru dalam arkeologi terpaksa dilakukan revisi tahun 1937, 1946 dan 1951.
Disebabkan karena tiap bahasa terus berkembang geser-menggeser antar bahasa, sehingga banyak bahasa di dunia ini yang mati dan tidak dipergunakan lagi atau tidak lagi dimengerti oleh generasi baru bangsa yang tadinya menggunakan bahasa yang lama itu, misalnya bahasa Mesir purba, bhs.Phoenisia, b. Ibrani purba, b.Inggris kuno, b.Jowo kuno dan seterusnya.
HAMKA dalam bukunya Pelajaran Agama Islam (1961:163) mencatat bahwa beliau pada bulan Oktober 1952 diundang Prof.Hendon, ketua Panitya untuk menyaksikan upacara (Slametan) selesainya penterjemahan Bibel dari bahasa Inggris jaman King James th.1512M ke bahasa Inggris th.1952M di Yale University, New Haven-USA. Bahkan Prof.Hendon tidak malu-malu memuji Al-Quran sebagai asli dan tidak berubah diucapkannya di hadapan HAMKA.
@. Dari beberapa sumber tercatat sebagai berikut:
Kini terdapat 2.436 jumlah bahasa atau 6.912 dialek di dunia yang telah digunakan dalam menerbitkan sedikitnya satu buku dari Alkitab. Alkitab telah dicetak lebih dari 4.700.000.000 eksemplar dan merupakan “buku” yang paling banyak diterjemahkan dan dicetak di dunia (sebagai catatan, jumlah bahasa yang digunakan di seluruh dunia tercatat 6.912 bahasa(Wikipedia Daniel B. Wallace March 19-21, 200).1
Lebih dari 5000 manuskrip salinan dalam bahasa Yunani telah ditemukan dan jumlah tersebut menjadi 24000, semuanya berasal dari abad kedua hingga abad keempat.
Seluruh kitab dalam Perjanjian Lama, termasuk di dalamnya Taurat dan Zabur tidak disusun sekali jadi oleh seorang penulis atau kelompok Maka seluruh kitab ini tersusun dari sumber-sumber yang banyak dan ditulis oleh orang-orang yang banyak pula, yang berasal dari berbagai negeri dan berbagai generasi, di mana masing-masing penulis selain berfungsi sebagai penyalin, juga berfungsi sebagai penyunting dan menambahkan gagasan-gagasan baru ke dalam naskah yang telah ada karena motif tertentu yang tidak selamanya negatif (Dr. Wallace March, 2001).
Jadi penterjemahan Alktab(Bibel) itu tidak cuma terjemah dari bahasa suatu bangsa ke bahasa bangsa lain tetapi dari satu bahasa ke dalam bahasa ini lagi, seperti dari Inggris th.1526 ke bahasa Inggris 1952. Lebih celaka lagi jika dibuat kamus atau Encyclopedi atas lktab(Bibel) dengan bahasa yang lama maka suatu haripun juga akan dibuat pula kamus atau encyclopedi Alkitab(Bibel) kedalam bahasa terakhir yang masih hidup. ]
Jelas sekali bahwa Alkitab(Bibel) akan terus-menerus mengalami perubahan, disesuaikan, ditertibkan, disempurnakan dan sebagainya; sepertihalnya dengan karya-karya tulis yang lain.
@ Al-Quran tetap suci
Jauh berbeda dengan Al-Quran yang merupakan mukjizat kaum muslimin sejagad, bahwa Al-Quran itu harus berbahasa Arab. Semua terjemahan adalah bukan Al-Quran dan isinya dibuat dan ditanggung jawab oleh yang menulis buku itu. Keharusan menggunakan bahasa Arab Al-Quran ini ditegaskan oleh Allah sendiri dalam 11 tempat dalam Al-Quran yaitu: s20a113; s26a195, s42a7, s13a37, s39a28, s16a103, s43a3, s46a12, s41a3, s41a44, s16a106, s12a2. Jumlah huruf sampai bunyi tiap huruf tidak berubah selama 1400 tahun semua dihafal oleh bermilyar-liyar orang Islam dalam shalatnya. Kemudian metode Ta’wil dalam penafasiran Al-Quran tidak bisa dikalahkan oleh metode hermeneutika, sebab menurut Ibnu Rushd guru filosuf dunia berabad-abad lamanya itu menyatakan bahwa syarat bolehnya melakukan Ta’wil atas Al-Quran ini ialah sangat terbatas hanya oleh filosuf Khawashul Khawash dalam bidangnya dan hasil Ta’wil ditutup sangat rapat, sangat dirahasiakan kecuali hanya kepada filosuf yang Iman-Islamnya sama dengan yang pertama, haram dibocorkan kepada orang yang tidak memiliki syarat tersebut dan Ta’wil ini tidak boleh menyimpang dari syari’at Allah Ta’ala.
Kaum Nasrani tidak mungkin dapat melakukan metode Ta’wil (seperti metode dalam ‘Ulumul Quran) sebab bunyi atau kalimat asli kitab sucinya yang akan ditakwil tidak ada, Bibel terjemah adalah produk buatan akal manusia, tidak suci bahkan kitab suci ini telah menyiarkan dan mengabadikan ayat-ayat yang kotor dan porno bahwa para nabi berzina, menyembah berhala, bergulat dengan Tuhan, kata-kata jorok dan cabul.
Pada tahun 1709M Cremer, penasehat raja Prusia menemukan naskah Injil Barnabas dalam bahasa Italia di perpustakaan bangsawan Belanda di Amsterdam. DR. Khalil Sa’adah berkebangsaan Libanon wafat di Brazilia mengatakan bahwa Injil Barnabas ini berasal dari perpustakaan Paus Sixtus V (1590M) yang diambil oleh Framino orang dekat Paus naskah itu diterjemah ke bahas Spanyol th.1784, diterjemah ke bahasa Inggris oleh Sale dan diterjemah ke bahasa Arab oleh Khalil Sa’adah sendiri. Umat Kristen menolak Injil Barnabas sebab Injil ini mengajarkan bahwa Yesus adalah manusia biasa, bukan Tuhan. Kemudian pada tahun 1886 diketemukan lagi Injil Petrus di Ahmim Mesir Utara, isinya banyak berbeda dengan Injil yang lain.

7. Kekisruhan dan perubahan
Kitab Perjanjian Lama yang aslinya berbahasa Ibrani Purba jaman Nabi Musa a.s. dan Kitab Perjanjian Baru aslinya berbahasa Aramia atau Ibrani Baru jaman Nabi ‘Isa s.a., maka materi aslinya tidak diketemukan lagi kecuali naskah ribuan tahun sesudah wafatnya Nabi Musa dan nabi-nabi jaman purba serta naskah yang diberi judul Injil dan lain-lain yang ditulis 30-70 tahun sepeninggal Nabi ‘Isa a.s. yang ditulis dalam bahasa Yunani, bukan tulisan dalam bahasa Ibrani. Oleh karena naskah yang diketemukan itu tertulis dalam bahasa Yunani, maka naskah inilah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan semua bahasa.
Seluruh terjemahan Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru, karena asli kedua kitab (PL dan PB) yang paling awal tidak diketemukan, maka semua bunyi-kata-kata isi kedua kitab(PL&PB) yang sebelumnya yang diterjemahkan tidak pernah ikut dilampirlan bersama pada terbitan baru dengan bahasa baru, seluruh terjemah PL&PB itu berdiri sendiri lepas dari kedua kitab PL&PB sebelumnya yang diterjemah tadi sejak dahulu kala ribuan tahun itu sampai sekarang millennium ketiga ini dan akan berlangsung selama-lamnya!!!
Tiap bangsa mempunyai bahasa/huruf untuk menulis bahasa itu dengan bahasa/huruf yang tidak sama bahkan tidak diganti dengan kata&bunyi-hurufnya di dalam bahasa&huruf bangsa lain. Bagaimana menulis dan menterjemahkan naskah dalam bahasa IBRANI PURBA ke dalam bahasa Nippon dengan huruf Kanji, menterjemahkannya ke dalam bahasa&huruf Jowo dan bagaimana menterjemahkan Sumpah Palapa Gajah Mada dari bahasa&huruf Jowo kuno itu ke dalam bahasa Ibrani, bahasa Cina, bahasa Prancis atau bahasa Urdu????
Contoh terjemah Bibel Injil Matius 26 ayat 49-50 bahasa Arab, bahasa Inggris, Belanda dan Indonesia:
(1) Bibel bahasa Arab, Al-Kitabul Muqaddas, terbitan American Bible, Bairut, tahun 1897,1902,1926 dan 1946 (yang tersimpan di Perp.Islam Jogja), Kitab Matius 26 ayat 49-50 berbunyi sebagai berikut:
فَلِلْوَقْتِ تَقَدَّمَ اِلَي يَسُوْعِ وَقَالَ اَلسَّلَامُ يَاسَيِّدِيْ وَقَبَّلَهُ -0-فَقَالَ لَهُ يَسُوْعُ لِمَاذَا جِئْتَ
(2) Holly Bible, Mission Radstock House Eccleston, London terbitan 1957, Kitab Matius 26 ayat 49-50 berbunyi sbb:
“And forth with he comes to Yesus and said: “Hail, Master, and kissed him. And Yesus said into him, Friend where fore art thou come?”
(3) Heilig Bybel, Britische en Buitenlandsche, Bijbelgennotschap, London, terbitan 1922 kitab Mat 26 ayat 49-50 berbunyi sbb:.
“En terstond komende to Yesus, zeide hij: Wees gegroet Robbi en hij kuste hem. Maar Yusus zeide to hem: “ Vriend waartoe zij gij hier?”
(4) Alkitab terbitan LEMBAGA Alkitab, Jakarta, cet.1965 Kitab Matius 26 a 49-50 berbunyui sebagai berikut:
“Maka ketika itu juga datanglah ia mendapatkan Yesus sambil berkata: “Assalamu alaikum ya Robbi” lalu mencium Dia. Maka kata Yesus kepadanya: “Hai sahabat, lakukanlah maksud engkau datang ini”
@Pernyataan dan pengakuan
Tafsir Al-Manar (Juz IX,h.231-299dan Juz VI, h.86) bunyi “Paracletos” dalam Inji Yahya 14 ayat 16 dan Injil Yahya 15 ayat 26, dari bahasa Yunani ini artinya:Pembela, setelah diteliti berasal dari “Periclutos” artinya ialah “Yang terpuji”, yang tulisannya hampir sama antar keduanya, padahal artinya sangat berbeda. Pada halaman lain (Juz ix, h.289 dan 263) Al-Manar mencatat masing-masing bunyi dan artinya, yaitu:
Paracletos=اَلْمُعَزِّيُ-اَلْمُعِيْنُ-اَلْمُحَاجُّ =Pembela;
b) Periclutos =اَحْمَدُ-مُحَمَّدٌ =Terpuji;
c) Periclie=اَلْمَجِيْدُ- اَلشَّهِيْرُ = Termasyhur, terkenal.
Dalam Injil Yahya 14 ayat 16 dan 15 ayat 26, terjemah dalam Bibel Bahasa Arab terbitan 1902 berbunyi:” مُعَزِّيٌ“(Pembela), maka dalam Bibel terbitan Alkitab, Jakarta, 1965 bunyi itu disalin menjadi “Penghibur”. Menurut G.A.Nalino pakar bahasa Yunani bahwa “Paracletos” artinya “Pembela” diduga asal dari bunyi “Periclutos” memang tulisannya hamir sama, tetapi artinya ialah “Yang terpuji” sama dengan yang tertulis dalam Injil Barnaba pasal 28-29 tertulis dengan احمد = terpuji.
Tafsir Al-Manar (Juz iii,h.157) mencatat bahwa seorang Peneliti yang bernama Rahmatullah al Hindi setelah memeriksa Bibel koleksi pribadi terbitan 1811, 1816, 1825, 1831, 1844, 1860 dan yang lain, maka Rahmatullah menyatakan bahwa sudah berulang-ulang meminta pakar terbaik pimpinan gereja di sana untuk mempertanggung jawabkan berbagai macam kekisruhan, perubahan, penggelapan karena tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa baru yang menyangkut masalah yang ringan sampai akidah yang paling berat. Dari salah satu pertemuannya, maka mereka hanya menjawab meminta maaf sambil mengatakan bahwa karena tidak adanya sandaran awal di jaman permulaan dahulu maka terjadi keributan dan malapetaka sejak tahun-tahun 313M dan sesudahnya. Demikian ditulis Rahmatullah dalam kitabnya Izharul Haq.
Buku “Islam Integrasi Ilmu dan Kebudayaan-Sidi Ghazalba” halaman 104 mencatat bahwa terjadinya kekisruhan, perubahan dan malapetaka Alkitab(Bibel) di sana sebabnya ialah karena akibat penterjemahan dan salin menyalin dengan tidak menyertakan naskah yang diterjemahkan.
Buku “Islam Dihujat” (2004,h.333), maka Hj. Irene Handono” memberikan 50 contoh ayat buatan akal manusia artinya tidak suci dan ada 49 ayat kontradiktif. Dan masalah ini diakui oleh tokoh Kristen sendiri: DR.G.C.vanNiftrik, DR.B.J.Bolland, DR.Mr.D.C Mulder, DR.Welter Lempp, DR.R.Soedarmo.
Molyadi Samuel dalam bukunya: Dokumen Pemalsuan Bibel (2002:29&77) mencatat 101 contoh ayat kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Lama dan 101 contoh ayat kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Baru.
Penyusun Bibel bahasa Arab (Alkitabul Muqaddas) terbitan Th.1902 halaman pertama menulis catatan yang artinya ialah: “Dalam Bibel ini ada pengurangan-pengurangan dan tambahan-tambahan dari aslinya bahasa Yunani atau Ibrani atau Kildania”.
Pendeta K.Riedel dalam bukunya “Tafsir Al-Kitab-Injil Markus” halaman 11, menulis sebagai berikut: “Beberapa naskah lama ada tambahan “Anak Allah” dalam Markus 1:1 sedangkan dalam naskah bahasa Belanda yang baru tidak ada kata-kata “Anak Allah”.
Tidak dapat kita menentukan entah ada tertulis dalam Injil Markus 1:1 yang awal ada “Anak Allah’ apa tidak ada. Tetapi dalam Al-Kitab terbitan Jakarta 1965 tertulis Yesus Kristus “Anak Allah”.
@ H.Sanihu Munir Dr,SKM,MPH dalam Islam Meluruskan Kristen (2004h82) mencatat pernyataan George Davidson dalam bukunya The Gospel of Yesus bahwa para penterjemah Bibel itu suka mengubah/memodifikasi dengan akal mereka dalam menterjemahkan Bibel yang dikerjakannya; Dan Robert Funk dalam bukunya Honest to Yesus menyalahkan pemimpin gereja yang tidak menyertaka naskah asli yang diterjemahkan, sehingga menyesatkan pembacanya mereka adalah pengkhianat.
Terhadap semua ini Al-Quran memperingatkan sebagai berikut:
@أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ(75)وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا قَالُوا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُمْ بِهِ عِنْدَ رَبِّكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ(76)أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ(77) وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ(78)البقرة)
Artinya:
“Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: “Kamipun telah beriman,” tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: “Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mu’min) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?” Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga”(S.2 al-Baqarah 75-78).
Lihat juga S.4 An-Nisa` 46 dan S.5 Al-Maidah 41 bahwa mereka suka mengubah ayat-ayat suci sesudah mengerti mereka membuat akal-akalan.
@ Hermeneutika
Disebabkan karena perubahan, keruwetan, kekisruhan, kekacauan bunyi ayat-ayat sampai makna isi kandungan Bibel atau Alkitab sebagaimana data-fakta diatas, maka para ahli pikir Nasrani mengambil jalan pintas melalui Metode Hermeneutika untuk nekad membela agama Kristen atau Nasrani mereka. Hermeneutika berasal dari filsafat Yunani, bagaimana Hermes sebagai dewa diutus oleh Zeus untuk menterjermahkan pesan Zeus (Tuhan) agar mudah difaham oleh manusia di bumi. Oleh Schleiermacher agamawan-teolog Jerman makna hermeneuitika ditingkatkan lebih luas dan filosufis kemudian oleh Dilthey ditekankan kepada historitas teks dengan kesadaran sejarah yang mengharuskan pembaca teks bersikap kritis atas teks dan konteks sejarahnya, dengan mengabaikan nilai kekudusan atau desakralisasi artinya tidak menganggap suci lagi kitab-kitab suci. Dengan metode Hermeneutika mereka mengambil ajaran agama melalui penelitian atas pengarang Bibel (Alkitab) dan umat yang dituju oleh pengarang serta mengggali makna naskah Bibel (Alkitab) dengan metode allegoris mengambil arti kiasan yang tersembunyi dengan mengabaikan bunyi teks naskah yang indrawi.
Metode Hermeneutika yang digalakkan oleh cendekiawan kaum Nasrani itu merupakan pengakuan yang tidak main-main bahwa Alkitab(Bibel) itu buatan akal manusia bukan wahyu dari Tuhan jadi tidak suci lagi karena campur tangan manusia, sebab yang asli memang tidak diketemukan, yang diketemukan tidak lain kecuali terjemahan dalam bahasa Yunani, diterjemahkan ke bahasa Latin, diterjemahkan lagi ke bahasa Belanda, Inggris, dan semua bahasa di dunia, jadi isinya ialah hasil akal manusia. Sehingga mencari kebenaran ajaran agama Nasrani tidak melalui Kitab Suci Bibel tetapi lebih menekankan apa yang ada di luar Kitab Alkitab(Bibel), lebih kasarnya Kitab Bibel tidak perlu dipercaya.
Dalam metode hermeneutika ada 6 aliran pemikiran, yaitu Schleiermacher (1834), Emilio Betti (1968), Erick D.Hirrch (1928)H.G.Gadamer (1900), Dilthery(1911), Heidegger (1976) yang pada prinsipnya mereka menganggap bahwa semua pemahaman itu hanyalah penafsiran dan tergantung subyektifitas orang yang menafsirkannya. Perlu ditegaskan bahwa Hermeneutika haram masuk kedaam Al-Quran dan nilai Riwayat Sababun Nuzul diperselisihkan oleh para ulama.
BAB TIGA
Kembali kepada Agama Tauhid
Masalah ke-3: Bagaimana estimasi mengenai nasib agama Nasrani untuk meluruskannya kembali? Jawaban semnetara Menurut Al-Quran :Para petinggi kaum Nasrani harusnya mengembangkan ajaran agamanya itu kembali kepada agama-Tauhid.
Kita semua mempelajari riwayat para nabi dan rasul melalui sumber yang paling tepercaya yaitu firman Allah dan hadis Nabi Muhammad Saw. Khususnya mengenai riwayat Nabi ’Isa a.s. dan perkembangan agama Nasrani kita melihat data dan fakta sejarah yang ilmiah. Maka dari itu estimasi atau perkiraan mengenai bagaimana nasib agama Nasrani yang mencakup semua aliran dalam agama Nasrani, Katholik, Protestan dan sebagainya kita tidak bisa lain kecuali apa yang dikehendaki Allah yang mengutus nabi dan rasul, ikut saja apa yang dikehendaki Allah dalam Al-Quran supaya kembali kepada agama Tauhid hanya menyembah dan mengabdi kepada Allah tidak menambah tidak menguranginya. wahyu yang disanpaikan melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah Saw sebagai berikut:
ُقلْ يَاأَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ(ال عمران 64)

3:64. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”(S.3 Ali ‘Imran 64).

يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا ( النشاء 171)
4:171. Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”(S.4 an-Nisa` 171).

Oleh: pondokquranhadis | Maret 27, 2015

BENIH MADZHAB SYI’AH DAN MADZHAB-2

Al-Quran S.49 Al-Hujurat 9-10
وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ(9)إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (الحجرات 9-10)
”Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. 49:10. Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”(S.49 Al-Hujurat 9-10).
Tema&sari tilawah
Jika orang Islam berkelahi dengan orang Islam wajib didamaikan.
Jika ada yang membelot tetap nekad melawan harus dselesaikan dengan tegas sampai yang bersangkutan suka kembali kepada Hukum Allah.
Jika mereka suka kembali kepada hukum Allah, maka hukum wajib diterapkan benar-benar adil dan adil itu disenangi Allah.
Orang beriman itu persis saudara, harus menegakkan keadilan terhadap sesama saudaranya, nanti pasti dirahmati Allah.
Masalah dan analisa jawaban
Bagaimana jika masing-masing pihak yang bersengketa itu mempunyai alasan hukum?Jawaban hipotetis: Alasan hukuum harus diteliti dengan sangat teliti sangat jeli, mana yang benar dan lebih afdhol.
Bagaimana jika suasana sangat gawat dan genting sekali? Jawaban hipotetis: Pimpinan harus memberi putusan dengan bijaksana, cepat dan benar serta adil.
Bagaimana analisa dari berbagai macam sudut terhadap peristiwa Perang Jamal dan Perang Shiffin tahun 35H=656M? Jawaban hipotetis : Perdamaian Mu’awiyah dengan Ali bin Abi Thalib sudah bagus , tetapi dirusak oleh pihak Mu’awiyah.
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Adu argumen dan dalil
Masalah ke-1: Bagaimana jika masing-masing pihak mempunyai alasan hukum?Jawaban hipotetis: Alasan harus diteliti dengan sangat teliti dan jeli, mana yang benar dan lebih afdhol.
Metode penilaian dalil yang cukup teliti dan agak mendalam khususnya terhadap dalil Al-Quran dan hadis, yaitu:
Dasar utama Istidlal (menilai dalil) ialah: Al-Quran dan Hadis (Hadits maqbul, shahih lidzatihi/li ghairihi, Hasan lidzatihi /lighairihi).
Ijtihad atau penelitian harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan istinbath atau mendalami dasar hukum ialah: (a) Ada ‘Illat atau tanda-tanda dan tidak memasuki perkara ta’abbudi(masalah ibadah). (b)Masalahnya memang tidak jelas dalam nas Al-Quran dan hadis. © Sedangkan putusannya sangat dibutuhkan umat.
Keputusan tarjih memperbandingkan dalil ditetapkan dengan sistem ijtihad Jama’i artinya oleh sejumlah ulama secara jama’ah dari berbagai macam disiplin ilmu dan spesialis ahli dalam jurusannya.
Pendapat para ulama dan imam madzhab menjadi bahan pertimbangan penetapan hukum sepanjang sesuai dengan jiwa Al-Quran dan hadis dan dipilih yang paling kuat landasannya.
Keputusan harus bersifat toleran dan terbuka, artinya bisa dikritik dan diteliti kembali.
Keputusan badan pertimbangan (Tarjih) didasarkan atas dalil yang paling kuat dan bisa dikoreksi lagi berdasarkan dalil yang lebih kuat lagi.
Dalam bidang akidah dasarnya adalah dalil yang qath’i, muhkam.
Ijma’ yang paling kuat ialah ijma’ shahabat, berkurang-berkurang pada generasi demi generas sesudahnya.
Jika terjadi kemusykilan atau pertentangan dalil maka ditempuh cara Al-Jam’u wat-Taufiq, yaitu
i) Mengkompromikan(طَرْيقَةُ الْجَمْعِ)
ii) Sorotan dengan jalan Nasihk-wal mansukh, yang belakangan menghapus yang duluan(طَرِيْقَةُ النَّسْخِ);
iii) Tarjih memilih yang lebh kuat(طَرِيْقَةُ التَّرْجِيْحِ);
iv).Ta`wil dipilih inti sarinya(تأوِيْل) yang tersirat.
V) Jika sudah tidak ada jalan maka dibekukan di-Tawaqquf-kan تَوَقُّفْ)).
10.Asas Saddu dz-dzari’ah (سَدُّ الذَّرِيْعَةِ) digunakan untuk menghindari fitnah dan mafsadah khususnya dalam masalah akidah.
11.Ikhtiyar menetapkan ‘Illat (tanda-tanda) untuk pengembangan hukum dikoreksi dan dikontrol melalui tujuan Syari’ah …………..
مَقَاصِدُ الشَّرِيْعَةِ)), yaitu (a) Pelestarian kemurnian akidah; (b)Jaminan keselamatan jiwa; © Jaminan kesehatan akal-pikiran; (d) Pelestarian nasab anak keturunan; (e)Jaminan hak pemilikan atas harta. Nomer a s/d e ini dicakup dalam ungkapan ((دَرْءُالْمَفَاسِد وَجَلْبُ اْلمَصَالِحِ)) artinya menjauhi bahaya dan menarik maslahah&keuntungan.
12.Cara menggunakan dalil dilakukan dengan paduan 3 cara: (1) Komprehensip; (2) Utuh; (3) Bulat dan tidak terpisah dengan mengamati seluruh dalil Al-Quran dan hadis (termasuk penjelasan oleh sahabat) diteliti ada tidaknya Takhshish,Taqyid atau Bayan (اَلتَّخْصِيْصُ-اَلتَّقْيِيْدُ – اَلْبَيَانُ)
13.Dalil yang bersifat ‘Am (اَلْعَامُ) dapat diamalkan setelah memperhatikan ada tidaknya Takhshish (الَتَّخْصِيْصُ) kekhususan dan untuk masalah akidah Takhshish-nya harus bernilai Mutawatir-sangat kuat sekali (مُتَوَاتِرُ)
Pengamalan agama didasarkan atas prinsip “Kemudahan” (اَلتَّيْسِيْرُ) mengikuti dan meneladani apa yang memang benar-benar dilakukan oleh Rasulullah Sawألْاِتِّبَاعُ وَالْاِقْتِدَاءُ))
Penggunaan akal terhadap masalah ibadah itu dimungklinkan sepanjang adanya data latar belakang dan tujuannya yang tidak bersifat ibadah mahdhah.
Prinsip mendahulukan wahyu dari pada akal-dilakukan secara luwes, kenyal dan lentur sepanjang tidak bertentangan dengan tujuan Syari’ah.
Bidang keduniaan (اَلْاُمُوْرُ الدُّنْيَاوِيَّةُ)bukan tugas para nabi, sehingga penggunaan akal sangat diperlukan untuk kemaslahatan umat.
Untuk memahami lafal musytarak (اَلْمُشْتَرَكُ) yang mengandung arti lebih dari satu arti maka pendapat sahabat dapat diterima.
Dalil yang bersifat Zhahir اَلظَّاهِرُ)) =tersurat didahulukan dari pada Ta’wil (اَلتَّأوِيْلُ) yang tersirat
Tehadap lafal Musytarak(اَلْمُشْتَرَكُ) yang mengandung makna yang jumbuh atau pertentangan maka diteliti dan dipecahkan melalui sistem Ijtihad dan Tarjih (اِجْتِهَادٌ بَيَانِيٌ).
Menyeberangkan hukum dari nas yang sudah ada——- (اِجِتِهَادٌ قِيَاسِيٌ))) atas perkara yang baru didasarkan pada nas jika ada ’Illat-nya dengan 3 syarat, yaitu:
a)Soalnya bukan urusan ibadah semata-mata =mahdlah. b)Tidak ditemukan nas yang jelas (sharih). c)Ketentuannya sangat diperlukan. d) Ditemukan ‘illat yang sama.
22.Terhadap masalah yang belum diketemukan dalil nas yang bisa ditempuh, maka dilakukan ijtihad istishlahi ( (اِجْتِهَادٌ اِسْتِصْلَاحِيٌ dengan syarat;
a) Tidak tercakup dalam kandungan nas yang jelas (sharih);
b) Tidak diketemukan ‘illat (tanda) yang cocok;
c) Dasar landasannya ialah kemaslahatan umat.
d) Tidak menyimpang.
23.Hadits mauquf (ucapan sahabat)tidak dapat dijadikan hujjah.
24.Hadits mauquf yang dinilai sebagai marfu’ hukmi (مَرْفُوْعُ الْحُكْمِ) dapat dijadikan hujjah.
25.Hadis Mursal-shahabi (مُرْسَلُ الصَّحَابِيّ) dapat dijadikan hujjah jika terdapat qarinah atau indikasi yang membuktikannya sebagai bersambung=Muttashil مُتَّصِلٌ))
26.Hadis Mursal Tabi’i tidak dapat dijadikan hujjah.
27.Hadis Dha’if tidak dapat dijadikan hujjah kecuali tertutup dengan 3 syarat, yaitu:
a) Banyak jalan sanadnya;
b) Ada indikasi قَرِيْنَةُ)) bahwa memang bisa dijadikan hujjah.
c) Tidak bertentangan dengan Al-Quran dan hadis
28.Jarah اَلْجَرْحُ) ) didahulukan dari pada Ta’dil(اَلتَّعْدِيْلُ).
29.Seorang mudallis (اَلْمُدَلِّسُ) suka menambah-nambah, dapat diterima jika yang bersangkutan tidak melanggar hukum agama dan ada indikasi hadisnya Muttashil.
No.1 sampai no. 29 harus dilakukan oleh mereka yang menguasai Ilmu Hukum Islam cukup mendalam.
BAB DUA
Ujian terhadap pimpinan
Masalah ke-2:Bagaimana jika suasana sangat gawat dan genting sekali? Jawaban hipotetis, Pimpinan harus memberi putusan dengan bijaksana, tegas, cepat dan adil serta benar.
~ Pemimpin yang baik ialah yang dicintai rakyat
Pemimpin yang baik ialah yang dicintai orang banyak, Rasul Saw bersabda:
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خِيَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ لَا مَا أَقَامُوا فِيكُمْ الصَّلَاةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلَاتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلَا تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ ( رواه مسلم 3447)
“Dari ‘Auf bin Malik dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah orang yang mereka mencintai kalian dan kalian mencintai mereka, mereka mendo’akan kalian dan kalian mendo’akan mereka. Dan sejelek-jelek pemimpin kalian adalah mereka yang membenci kalian dan kalian membenci mereka, mereka mengutuk kalian dan kalian mengutuk mereka.” Beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, tidakkah kita memerangi mereka?” maka beliau bersabda: “Tidak, selagi mereka mendirikan shalat bersama kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang tidak baik maka bencilah tindakannya, dan janganlah kalian melepas dari ketaatan kepada mereka”(HR Muslim no.3447).
~ Pemimpin itu dipilih bukan diminta
Pemimpin yang menjabat karena dipilih maka dia akan mendapat bantuan orang banyak, tetapi jika dia minta dipilih maka tanggung jawab akan dipikul sendiri, Rasulullah Saw bersabda:
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُوتِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا وَإِنْ أُوتِيتَهَا مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا وَإِذَا حَلَفْتَ عَلَى يَمِينٍ فَرَأَيْتَ غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا فَكَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ وَأْتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ(رواه البخاري 6132 ومسلم 3120)
“Telah menceritakan kepada kita Abdurrahman bin Samurah mengatakan, Nabi Saw bersabda: “Wahai Abdurrahman bin Samurah, Janganlah kamu meminta jabatan, sebab jika engkau diberi (jabatan) karena meminta, kamu akan diterlantarkan, dan jika kamu diberi dengan tidak meminta, kamu akan ditolong, dan jika kamu melakukan sumpah, kemudian kamu melihat suatu yang lebih baik, bayarlah kaffarat sumpahmu dan lakukanlah yang lebih baik”(HR Bukhari no.6132 dan Muslim 3120).
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُوتِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا وَإِنْ أُوتِيتَهَا مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا وَإِذَا حَلَفْتَ عَلَى يَمِينٍ فَرَأَيْتَ غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا فَكَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ وَأْتِ الَّذِي هُوَ خَيْ
Sebagian dari syarat pimpinan ialah harus adil dan tidak memuja hawa nafsu; Allah berfirman kepada Nabi Dawud, seorang nabi sekaligus menjadi Kepala Negara:
يَادَاوُدُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ( ص26)
(penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”(S.38 Shad 26).
Ukuran adil ialah semua keputusan yang dibuatnya dapat memuaskan semua pihak, jika memberi keputusan kepada orang yang bermusuhan maka keputusannya dapat memuaskan kepada pihak yang sedang bermusuhan.
BAB TIGA
Benih-benih madzhab Syi’ah dan semua aliran
Masalah ke-3: Bagaimana analisa menyeluruh terhadap peristiwa Perang Jamal dan Perang Shiffin tahun 35H=656M? Jawaban hipotetis: Perdamaian Mu’awiyah dengan Ali bin Abi Thalib sudah bagus , tetapi dirusak oleh pihak Mu’awiyah.
Study kasus

Pada tanggal 25 Juli 656M =1 Shafar 35H kira-kira ribuan tahun yang lalu meletuslah perang saudara sesama umat Islam bahkan para sahabat Nabi Saw banyak yang terlibat dalam perang ini. Perang saudara antara Mu’awiyah Gubernur Syam bersama dengan komandan pasukannya bernama ‘Amru bin ‘Ash berkekuatan 120 000 personil melawan Khalifah ’Ali bin Abi Thalib dengan komandan Malik bin Asytar an-Nakha’i dengan kekuatan 90.000 pasukan. Ketika Mu’awiyah hampir kalah segera ’Amru bin ‘Ash dari pihak Mu’awiyah minta damai dengan mengacungkan Al-Quran di atas tombak. Kemudian perang berhenti setelah beribu-ribu tentara Mu’awiyah menjadi korban dan pihak Ali bin Ab Thalib juga beribu-ribu tentara meninggal.
@ Asal mula terjadinya perang saudara
Tercatat dalam sejarah bahwa dalang peristwa Perang Shiffin perang orang Islam melawan orang Islam ini dimotori oleh ’Abdullah bin Saba` tokoh kaum munafiqun dengan gencar menyebarkan berita bohong membuat fitnah yang menjelek-jelekkan khalifah Usman, kemudian ’Abdullah bin Saba` berusaha membujuk Sayidina Ali bin Abi Thalib untuk merebut kursi khalifah dari khalifah Usman, tetapi Sayidina Ali menolaknya bahkan mengancam bunuh kepada kaum munafik ini tetapi ’Abdullah bin Saba` berhasil melarikan diri ke Mesir. Maka di Mesir ’Abdullah bin Saba` tidak tinggal diam, bahkan dia sebarkan lagi fitnah terhadap khalifah Usman lebih hebat lagi sehingga berhasil menggerakkan massa memberangkatkan serombongan orang-orang yang termakan provokasinya, mereka bergerak ke ibu kota menyerang khalifah yang akhirnya membunuh khalifah Usman bin ’Affan dengan sadis.
Muhammad putera Abu Bakar (Anak angkat ’Ali bin Abi Thalib) telah terjebak oleh provokasi itu lalu ikut rombongan ’Abdullah bin Saba` untuk membunuh khalifah Usman; Sebelum terbunuh Khalifah Usman sudah memperingatkan kepada Muhammad bin Abu Bakar ini jangan ikut-ikutan kelompok perusuh itu, lalu dia mundur tetapi orang yang sudah terbujuk provokasi lalu segera menerobos maju untuk membunuh khalfah Usman;Sebagian riwayat mencatat bahwa yang membunuh Kalifah Usman itu ialah Jabalah bin Ayham orang dari Mesir(*1).
Adz-Dzahabi menulis bahwa waktu itu Usman sempat berkata kepada Muhammad bin Abu Bakar yang sudah menarik paksa jenggot Khalifah Usman ”Lepaskanlah jenggotku ini” kata Usman tetapi Malik Asytar an-Nakha’i cepat-cepat menusuk Usman dengan senjatanya dan menyerang orang-orang lainnya(*2). Penulis lain mengatakan hal yang senada bahwa rombongan yang dari Kufah menyerang Usman dan membunuhnya(*3)
Ibnu Hajar mengatakan bahwa ‘Aisyah pada waktu perang Jamal tidak lama sesudah terbunuhnya khalifah Usman berkata kepada Muhammad bin Abu Bakar (saudaranya) itu “Allah akan membakar kamu dengan api neraka di dunia dan akhirat.
)) أَحْرَقَكَ اللهُ بِالنَّارِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ((*4).
Dapat ditambahkan disini bahwa Abu Laila al-Kindi ikut menyaksikan peristiwa khalifah dikepung rombongan Asytar an-Nakha’i itu beliau sempat membacakan kepada mereka peringatan Allah dalam Al-Quran S.11 Hud 89:
وَيَا قَوْمِ لَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِي أَنْ يُصِيبَكُمْ مِثْلُ مَا أَصَابَ قَوْمَ نُوحٍ أَوْ قَوْمَ هُودٍ أَوْ قَوْمَ صَالِحٍ وَمَا قَوْمُ لُوطٍ مِنْكُمْ بِبَعِيدٍ( هود89) ( يَا قَوْمِ لا تَقْتُلُونِي(
”Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Saleh, sedang kaum Lut tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu”(S.11Hud 89) Wahai kaumku janganlah kalian membunuh aku!!! (*5)
Menurut catatan Na’im bin Hammad bahwa ada tambahan ucapan Usman sebelum dibunuh beliau berkata bahwa hanya ada 3 orang yang boleh dibunuh itu yaitu orang yang murtad kaifir sesudah beriman, pezina muhshan pezina orang yang sudah kawin dan pembunuh nyawa tanpa dosa” (*6).
Penulis Ath-Thabaqatul Kubra mencatat bahwa Sa’ad bin Abi Waqqasy menyaksikan waktu khalifah Usman dikepung musuh beliau, maka Sa’ad melihat ‘Abdurrahman bin ’Addis, Asytar an-Nakha’i, Hakim bin Jabalah saling berjabat tangan sambil Istirja` (ucapan Inna lillah) (*7).
@Wafat Usman bin ‘Affan
Ibnu Sa’ad mencatat bahwa saat akan dibunuh itu Usman berkata “Lebih baik dipotong leherku dari pada meletakkan jabatan khalifah”-Maka Muhammad bin Abu Bakar (rombongannya ada 13 orang) lalu menyambar jenggot beliau, beliau berkata: Lepaskan jenggotku!!! Tetapi akhirnya dibunuh juga oleh mereka(*8). Kiranya perlu diingat bahwa dalam waktu yang sangat tegang ini Usman ditunggui oleh Nailah isteri beliau. Usman disergap oleh Muhammad bin Abu Bakar, Kinanah bin Bisyr bin ’Itab, Saudan bin Hamran, ’Amr ibnul Hamqi, tepat waktu Usman sedang membaca Al-Quran surat Al-Baqarah. Saat Muhammad menarik jenggot itu Usman dia berkata-:”Wahai si rambut tebal dan macam-macam, Usman mengatakan: “Aku ini hamba Allah Amirul Mu`minin”, maka langsung Muhammad bin Abu Bakar beramai-ramai dengan rombongannya menyiksa Usman mengakhiri belaiu dengan senjatanya, sehingga beliau wafat. .
Di halaman berikutnya Ibnu Sa’ad mencatat bahwa Kinanah bin Bisyr yang menghantam muka bagian atas Usman, dihantamnya dengan potongan besi sehingga wafat. Segera ’Amr ibnul Hamqi melangkahi tubuh beliau dan duduk diatas dada beliau dengan penuh hinaan, lalu menikamnya dengan 9 tikaman dan tercatat bahwa saat itu Khalifah Usman sedang membaca
بِسْمِ اللهِ تَوَكَلْتُ عَلَى اللهِ maka darah mengalir ke jenggot dan Mushaf Al-Quran yang sedang dipegang di tangan beliau yang pas tepat membacanya sampai S.2 Al-Baqarah 137 pada lafal
(فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ) Khalifah Usman bin ‘Affan lalu wafat (*9).
Khalifah Usman wafat waktu ‘Ashar dan setelah berhasil membunuh beliau mereka beramai-ramai merampok harta Usman bin ‘Affan, sehingga Nailah isteri Usman berteriak: Rampok-rampok!!! Demi Allah!!! Kamu membunuh hamba Allah yang sedang puasa, shalat ‘Ashar, membaca Al-Quran wahai musuh Allah!!! Kemudian mereka lari sambil menutup pintu.
Kita catat bahwa Usman dlantik menjadi khalifah tg. 1 Muharram 24 H lalu terbunuh pada hari Jum’at habis shalat ’Ashar tgl. 12 Dzulhijjah 36 H dimakamkan malem Sabtu setelah Maghrib di pemakaman Bani Umayyah; Beliau menjabat sebagai Khalifah selama 12 tahun kurang 12 hari dalam usia 82 tahun (riwayat lain mengatakan 75 tahun).
Dari Kitab Sumthun Nujumi tercatat bahwa Muhammad ibnul Hanafiyah setelah terbunuhnya Khalifah Usman dia menyatakan bahwa hari Sabtu tanggal 19 Dzulhijjah 36H 7 hari setelah khalifah Usman wafat maka orang banyak mengangkat sayidina ‘Ali r.a. menjadi khalifah dibai’at di Masjid oleh warga Basrah, Yaman, Madinah, kaum Muhajirin dan Anshar.
Perang Jamal
Siapakah keluarga yang tidak tersentak darahnya siapa yang kuat menahan marahnya mendengar keluarga dekatnya dibunuh dengan kejam sekali. Maka Mu’awiyah yang memang memiliki Hak tebusan DAM, menuntut segera dilaksanakan Hukum Qishash terhadap pembunuh Khalifah Usman. Para sahabat-pun juga tidak rela Khalifah Usman dibunuh oleh kaum perusuh itu. Maka ’Aisyah, Thalhah dan Zubair dengan alasan yang sama dengan Mu’awiyah menuntut agar supaya pembunuh khalifah Usman segera dhukum qishash.
Tetapi khalifah Ali bin Abi Thalib mengundur-undur waktu mencari situasi yang aman sampai penyidikan berhasil meyakinkan siapa yang membunuh Khalifah Usman. Adu kekuatan kemarahan yang memuncak berhadapan dengan maksud kehendak Ali r.a. menunggu keamanan; Antara segera dilakasanakan Hukum Qishash dengan mengundurkan waktunya inilah yang menyalakan api Perang-Jamal.
Kemudian pecahlah Perang sengit antara ‘Aisyah, Thalhah dan Zubair melawan Sayidina Ali bin Abi Thalib. Tercatat pula bahwa pada malam hari sesudah situasi memuncak, maka kaum munafiquun menyelinap ke dalam barisan sahabat Thalhah ra. dan Zubair ra. Lalu menyerang secara mendadak dari dalam kubu Thalhah-Zubair. Karena serangan mendadak ini maka kubu Thalhah ra. dan Zubair ra. balas menyerang ke pasukan Ali bin Abi Thalib ra dan perang besar pun tak terhindarkan. Perang ini disebut Perang Jamal dan berakhir dengan kemenangan Ali bin Abi Thalib ra. dan gugurlah Thalhah dan Zubair. wafatlah 2 orang sahabat yang dijamin masuk surga yaitu Thalhah ra. dan Zubair ra.
Kitab Wafayatul A’yan mencatat bahwa dalam perang Jamal ini Thalhah bertemu Asytar an-Nakha’i dia tidak memukul apa-apa tetapi Asytar musuhnya memukul Thalhah 6-7 kali hantaman lalu melemparkan Thalhah ke lobangan (*10).
Kitab Adhwa ul Bayan menulis senada dengan catatan di atas ada 5 nama yang diduga membunuh Thalhah saat Perang Jamal, maka Bukhari mencatat nama Syuraih bin Abil Aufa, ulama lain mencatat Al-Asytar An-Nakha’i, ‘Isham bin Maqasy’r. Mudlaj bin Ka’ab dan Ka’ab bin Mudlaj(*11).
Dalam Perang Jamal tersebut Sayidna ’Ali bin Ab Thalib dikawal oleh ’Ammar bin Yasir, Muhammad bin Abu Bakar, Maisarah Husain bin ’Ali, Abdullah bin ‘Abbas, bendera dipanggul oleh Muhammad ibnul Hanafiyah.
Korban yang meninggal pada Perang Jamal di pihak ’Ali ada 130 orang bahkan disebut-sebut ada 700 sahabat.
Dari Perang Jamal ditambah dengan Perang Shiffin
Imam Bukhari mencatat bahwa jarak antara Perang Jamal dengan Perang Shiffin ada 2-3 bulan, yang menjadi korban ialah ‘Ammar, Hasyim bin ‘Utbah, ‘Abidullah bin Umar bin Khaththab (*12)
Awalnya Khalifah Ali bin Abi Thalib berhasil mengadakan perjanjian perdamaian dengan ’Aisyah bahwa Khalifah ’Ali bin Abi Thalib akan melaksanakan hukum Qishash yang dituntutnya, Tetapi tiba-tiba dalam waktu yang tidak terlalu lama datanglah tentara Mu’awiyah dengan kekuatan besar menuntut hak DAM (tebusan darah) Khalifah Usman agar pelaksanaan Hukum Qishash atas pembunuh beliau segera dilakaksanakan (Memang Mu’awiyah adalah pemilik Hak-Dam=tebusan darah atas terbunuhnya khalifah Usman). Suasana ketegangan tiba-tiba memuncak maka meletuslah Perang Shiffin. Awalnya Sayidina Ali r.a. berusaha jangan sampai timbul pertumpahan darah, tetapi sayang Ali bin Abi Thalib sudah tidak mampu mengendalikan situasi dan kondisi sehingga pecah

Perang Besar Shiffin. Astaghfirullahal ’Azhim…………………..Na’udzu billah min Dzalika.
Kitab Simthun Nujum mencatat bahwa dalam perang ini ’Ali bin Abi Thalib membawa pengawal 4000 pasukan, Al-Hasan dengan 7560 pasukan termasuk Asytar an-Nakha’i, lalu Al-Hasan dan ’Ammar membawa pasukan 10.000 personil (*13). Kitab Al’Ibar fi Khabari Man Ghabar mencatat bahwa pasukan Mu’awiyah berjumlah 70.000 personil, termasuk ‘Amru bin ‘Ash dengan ‘Abdullah anaknya Nu’man bin Basyir, Maslamah bin Makhlad, Abu Ghadiyah al-Juhani dengan pasukan yang sangat banyak dan mereka inilah yang membunuh ‘Ammar tokoh tentara ‘Ali (14*)
@ Perdamaian atau TAHKIM
Pada tanggal 7 Shafar 35H di tengah gencar-gencarnya serangan oleh pihak ‘Ali bin Abi Thalib tiba-tiba pihak Mu’awiyah mengangkat Al-Quran atas usul politikus ‘Amru bin ‘Ash tanda meminta damai berdasarkan Al-Quran lalu disambut oleh Sayidina Ali r.a. dengan mencari penyelesaian (Tahkim) berdasarkan Al-Quran.
Maka suatu hari dalam bulan Ramadhan bertemulah Abu Musa al-Asy’ari wakil pihak ‘Ali bin Abi Thalib dengan ‘Amru bin ‘Ash wakil dari Mu’awiyah di Daumatul Jandal untuk berunding.
Kedua perunding menyetujui dua syarat perdamaian, yaitu:
Mu’awiyah diturunkan dari jabatan sebagai gubernur Damaskus dan ‘Ali bin Abi Thalib diturunkan dari kursi Khalifah.
Setelah itu dilakukan Pemilihan Umum (PEMILU) bersama-sama memililh khalifah.
Tetapi ‘Amru bin ’Ash main politik dengan kecerdikannya terhadap kesepakatan sebelumnya untuk mema’zulkan Mu’awiyah dan Sayidina ‘Ali r.a
Pada upacara pemakzulan ’Ali dan Mu’awiyah diturunkan dari jabatanannya, maka’Amru bin ’Ash mempersilahkan Abu Musa al-Asy’ari lebih dahulu menurunkan ’Ali r.a. dari kursi khalifah, tetapi begitu Abu Musa turun dari mimbar ’Amru bin ’Ash segera naik ke podium dengan mengucapkan pidato yang seram di sana dia mengucapkan:

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ أَبَا مُوْسَى قَدْ خَلَعَ عَلِيًّاً كَمَا سَمِعْتُمْ، وَقَدْ وَافَقْتُهُ عَلَى خَلْعِ عَلِيٍّ وَوَلَّيْتُ مُعَاوِيَةً
Amma Ba’du, sungguh Abu Musa benar-benar sudah menurunkan ’Ali dari kursi khalifah sebagaimana kalian dengarkan, maka aku sangat setuju pemakzulan ’Ali itu dan (dengan ini) aku nobatkan Mu’awiyah menjadi khalifah sekarang!!!
Maka serentak pendukung Ali r.a. sangat marah namun apa mau dikata….. Akhirnya mereka kembali ke Kufah, jelasnya pihak khalifah ‘Ali kalah.
Karena kemarahan yang luar biasa maka 12 000 tentara’Ali bin Abi Thalib keluar dari kesatuan pasukan Ali bin Abi Thalib mereka dinamakan kaum Khawarij yang dahulunya adalah pendukung ’Ali r.a. yang sangat fanatik mendadak kontan berbalik 180 derajat sesumbar bahwa semua yang terlibat dalam perdamaian (Tahkim) hukumnya adalah KAFIR, wajib dibunuh.
Ternyata benar sesumbar mereka maka Ali bin Abi Thalib mereka bunuh dan wafat tg.17 Ramadhan 40 H; pembunuhan dilakukan oleh Abdurrahman bin Muljam, sedangkan Mu’awiyah selamat dari rencana pembunuhan mereka.
@Timbulnya madzhab dan aliran pikiran
Dari proses pembunuhan khalifah Usman sampai perang Jamal dan perang Shiffin lalu diakhiri dengan perjanjian perdamaian ”Tahkim” yang dirusak oleh politikus ’Amru bin ’Ash inilah kemudian muncul berbagai macam faham aliran di kalangan Islam baik dalam bidang hukum sampai bidang akidah.
~~ Mula-mula timbul persoalan dosa besar bahwa orang Islam membunuh orang Islam adalah berdosa besar, berkembang ke masalah ampunan Allah apakah orang yang berdosa besar itu akan dapat menerima ampunan Allah apakah tidak, lalu orang yang berdosa besar itu masuk ke dalam neraka apakah abadi ataukah mungkin mendapat keringanan dari Allah keluar dari neraka ataukah tidak mungkin.
~~ Dari masalah bunuh membunuh timbul masalah hukum qishash, jika yang membunuh itu jumlahnya banyak bagaimana hukum qishash dilaksnakan kepada satu orang ataukah seluruh rombongan dihukum mati.
~~ Selanjutnya timbul berbagai aliran pemikiran terhadap berbagai macam persoalan akidah, hukum, akhlak, sosial, politik sampai masalah filsafat. Prof.DR.Harun Nasution mencatat macam-macam aliran-madzhab sesudah khalifah Usman dan Sayidna ’Ali bin Abi Thalib, yaitu:
~~Bidang Politik: Syi’ah, Khawarij, Sunni;
~~Bidang Tasawuf: Syi’ah , Sunni;
~~Bidang Teologi: Khawarij, Murjiah, Mu’tazilah, Asy’ariyah, Maturidi;
~~Bidang Ibadah: Maliki, Hanafi, Syafi’i, Hanbali;
~~Bidang Hukum: Malik, Hanafi, Syafi’i, Hanbali;
~~Bidang falsafah: Tradisional, Liberal;
~~Bdang pembaharuan: Tradisional, Progressf; dst.
Selanjutnya Prof.Harun Nasuton memberikan pandangan bahwa selama mereka masih berpegang teguh kepada Al-Quran dan Hadis khususnya yang nilainya Qath’iyyud-Dalalah atau Muhkam maka Insya Allah semua masih berjalan di Jalan Raya Shirathal-Mustaqim, sedangkan dalam hal masalah Zhanniyyud-Dalalah (Mutasyabih) dimungkinkan minat-kecenderungan masing-masing berjalan di jalur yang mana saja Insya Allah tidak keluar dari Islam(15*) Demikian juga pendapat Prof Muhammad Yusuf Musa maupun Prof. Abu Zahrah.
~~ Kaum Khawarij, berpendapat bahwa berdasarkan Al-Quran S.5 Al-Maidah 45 barang siapa tidak memegang teguh hukum Allah dia adalah kafir. Maka mereka yang terlibat dalam perjanjian perdamaian Tahkim adalah kafir wajib dibunuh. Disebabkan fahamnya yang terlalu keras, fanatik, sempit sampai berpandangan bahwa yang tidak mau hijrah ke kampung kelompoknya adalah kafir, maka Khawarij pecah dan terus pecah. Kitab Al-Milal wan Nihal mengatakan ada 18 macam, menurut kitab Al-Farqu bainal firaq ada 20 macam sekte.
~~Murji`ah, berpendapat bahwa orang yang berdosa besar tidak kafir dan tidak kekal di dalam neraka, terserah kepada Allah.
~~Mu’tazilah berpendapat bahwa orang yang berdosa besar itu kelak akan menempati Manzilah bainal manzilatain (S.7 Al-A’raf 46) tengah-tengah tidak di surga tidak di neraka. Dan berdasarkan Al-Quran S18 Al-Kahfi 29 maka kaum Mu’tazilah berpendapat bahwa manusia itu dapat menentukan nasibnya sendiri, maka terserah mau beriman atau ingin menjadi orang kafir. Ajaran Madzhab Mu’tazilah pernah menjadi doktrin resmi negara dinasti Abbasiyah terutama jamannya Al-Ma`mun sampai Al-Watsiq (817-847M) dan Imam Ahmad bin Hanbal dimasukkan ke dalam penjara karena dituduh melawan faham Mu’tazilah.
~~Qadariyah, mengatakan bahwa manusia mempunyai kemerdekaan dan kebebasan diri tidak dipaksa oleh taqdir Tuhan sebagaimana faham Free will & free act.
~~ Jabariyah berpendapat bahwa berdasarkan Al-Quran S.81 At-Takwir 29 maka manusia itu seluruh gerak-geriknya ditentukan oleh Allah, sehingga manusia itu tidak memiliki daya apa-apa sama sekali seperti halnya faham Fatalisme.
~~Aliran Maturidiyah senada dengan Mu’tazilah yang berfaham mirip dengan kaum Qadariyah (free will&free act) dan tidak berfaham ”Alkasbu” dari Asy’ariyah bahwa manusia hanya mempunyai andil yang tidak efektif dalam menetapkan perbuatannya, lebih-lebih faham Jabariyah bahwa manusia itu dipaksa oleh taqdir Allah, Maturidi tidak demikian. Aliran Maturidiyah sepakat dengan faham Asy’riyah dalam hal dosa besar bahwa dosa besar tidak mengakibatkan kafir, imannya tidak copot tetapi terserah kepada Allah di akhirat nanti.
~~Kaum Asy’ariyah, pengikut Imam Al-Asy’ari berpendapat tengah-tengah antara Mu’tazilah dengan Jabariyah bahwa Allah itu mutlak Maha, tetapi juga Maha Adil sehingga Allah karena adilnya memberikan daya kemampuan kepada manusa untuk menentukan nasibnya melalui apa yang disebut Al-Kasbu atau ikhtiar, Al-Kasbu tidak bersifat mutlak tetapi daya kemampuan itu pemberian Allah. Golongan Asy’aryah lebih terkenal disebut dengan nama Madzhab Sunni. Dalam hal dosa besar menurut Asy’ariyah tidak mengeluarkan iman seseorang menjadi kafitr, karena itu orang tersebut dinamakan fasik, sudah faham hukum tetapi malah melanggar!!!
MADZHAB SYI’AH
Disebabkan karena kecenderungan banyak orang kepada keluarga dekat Rasulullah Saw dan ‘Ali bin Abi Thalib menantu Nabi Saw. sebagai suami Fathimah binti Rasulillah Saw lebih-lebih ‘Ali bin Abi Thalib memiliki keistimewaan dalam berbagai macam bidang maka timbullah orang banyak yang kagum dan memandang serba lebih kepada pribadi ‘Ali bin Abi Thalib.
Ditambah dengan perkembangan sosial politik pemerintahan Mu’awiyah atau Bani Umayyah sampai Dinasti Abbasiyah pada jaman itu maka makin keras menambah rasa fanatik mereka kepada ’Ali bin Abi Thalib dan keturunannya. Dan disebabkan karena perkembangan sosial-politik maka timbullah 3 golongan, golongan Mu’awiyah (Jumhur), golongan Ali dan kaum Khawarij.
~~Partai pemerintah Mu’awiyah membentuk pemerintahan menjadi sistem kerajaan bahwa kepala negara ialah keturunan dari kepala pemerintahan khususnya Mu’awiyah dan kemudian membentuk pemerintahan Dinasti Bani Umayyah.
~~Syi’ah membentuk aliran yang menginginkan sistem pemerintahan teokrasi bahwa kepala negara disebut IMAM, harus keturunan Nabi Muhammad Saw atau keluarga yang terdekat, dalam hal ini khususnya Ali bin Abi Thalib dan anak keturunannya, bukan harus dari suku Quraisy. Sistem ini secara nyata baru terbentuk pada abad ke-X yaitu pada jaman Daulat Fathmiyah di Mesir tahun 969-1171M dan pemerintahan Iran semenjak 1502M(*16). Golongan Syi’ah tidak mampu mempertahankan faham metode pemilihan Imam, sebab anak keturunan Fahimah&Ali dimaksud ada yang meninggal waktu kanak-kanak dan proses alami sekitar itu, akhirnya Madzhab Syi’ah pecah menjadi Syi’ah- Zaidiyah, Syi’ah-Isma’iliyah dan Syi’ah Al-Itsna’asyriyah (Yang mengunggulkan Duabelas Imam).
Urutan 12 Imam itu ialah: i) Ali, ii) Hasan, iii) Husain, iv)Ali Zanul ’Abidin, v)Muhammad al- Baqir, vi) Ja’fat ash-Shadiq, vii) Musa al-Kazhin, viii) Ali ar-Ridha, ix) Muhammad al-Jawad, x)Al al-Hadi, xi) Al-Hasan al-’Askari, xii) Muhammad al-Muntazhar.
Ad 1: Syi’ah Zaidiyah yaitu golongan yang menetapkan Zaid bin Ali bin Zainul Anidin adalah Imam ke-5, dengan faham kepercayaan bahwa Nabi Saw tidak menentukan person tertentu tetapi hanya menetapkan sifat-sifat yang terpuji yang berhak menjadi Imam dan tidak mengakui Imam-2 sesudahnya;.
Ad 2: Syi’ah Isma’iliyah ialah mereka yang memilih Isma’il sesudah Ja’far ash-Shadiq menjadi Imam yang ke 7;Dan tidak mengakui Imam-Imam sesudah itu.
Ad 3: Syi’ah Alitsna-’Asyriyah ialah Syi’ah yang memegang teguh kepemimpinan 12 imam tersebut diatas.
# Disamping ketiga macam ini masih ada Syi’ah Ghulat yaitu Sy’ah yang ajarannya mengarah kepada ajaran yang terlalu jauh nyaris menyimpang keluar dari ajaran Islam.
Kaum Syi’ah meneguhkan kepercayaan madzhabnya kepada hadis Ghadir Khum riwayat Ahmad no906,Turmudzi no.3646)
عَنْ أَبِي سَرِيحَةَ أَوْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ شَكَّ شُعْبَةُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كُنْتُ مَوْلَاهُ فَعَلِيٌّ مَوْلَاهُ )رواه الترمذي 3646)
”Abu Sarihah atau Zaid bin Arqam -Syu’bah ragu- dari Nabi Saw bersabda; “Sekiranya aku menjadikan seorang wali (penolong), maka Ali adalah walinya.” ( HR. TIRMIDZI no. 3646, Ahmad no. 2903) .
Menanggapi hadis ini para ulama menyatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Turmudzi, Ibnu Majah, Ath-Thabrani, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Imam Albani menilainya shahih demkian juga As-Suyuthi dalam Quthful Azhar. menilai rwayat di atas sebagai Mutawatir, namun Bukhari-Muslim tidak memasukkan hadis itu dalam shahihnya. An-Nihayah fi Gharibil Hadits (5h228) menyatakan bahwa yang dimaksud wali dalam hadis ini ialah orang yang bertanggung jawab (*17), bukan menjadi kepala Negara.
@Para ulama menolak hadis Ghadir Khum di atas sebagai dalil ke –Khalifahan ‘Ali r.a. dan wali seluruh umat, karena ada hadis lain yang lebih jelas dan lebih tegas menyebut masalah jabatan “khalifah” yaitu:
عَنْ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى تَبُوكَ وَاسْتَخْلَفَ عَلِيًّا فَقَالَ أَتُخَلِّفُنِي فِي الصِّبْيَانِ وَالنِّسَاءِ قَالَ أَلَا تَرْضَى أَنْ تَكُونَ مِنِّي بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى إِلَّا أَنَّهُ لَيْسَ نَبِيٌّ بَعْدِي (رواه البخاري 4064 ومسلم 4418)
“Dari Sa’ad bahwa Rasulullah Saw pernah menugasi Ali bin Abi Thalib untuk menjaga kaum muslimin ketika terjadi perang Tabuk.” Ali berkata; “Ya Rasulullah, mengapa engkau hanya menugasi saya untuk menjaga kaum wanita dan anak-anak?” Rasulullah Saw menjawab: “Tidak inginkah kamu hai Ali memperoleh posisi di sisiku seperti posisi Harun di sisi Musa, padahal sesudahku tidak akan ada nabi lagi?” (HR Bukhari no.4064 , Muslim no.4418).
Makna Hadis
Kitab An-Nihayah mencatat arti kata اَلْمَوْلَى –اَلوَلِّي (Al-Maula) atau wali itu mempunyai 17 arti yaitu:(1) Tuhan, (2)Raja.(3) tuan. (4) Hamba. (5)Pemberi nikmat.(6)Yang diberi nikmat.(7)Tuan yang memerdeka-kan. (8) Budak yang dimerdekakan. (9)Penolong .(10)Kekasih. (11)Pengikut.(12)Tetangga.(13)Keponakan. (14) Yang bersumpah. (15)Orang yang terdekat.(16)Besan.(17) Wali wakil beperkara(*18) (Lih. An-Nihayah J5h228; Lisanul Mizan J15h109;Al-Qamusul Muhith h1209.
Maka makna wali dalam hadis tersebut diatas ialah orang yang bertanggung jawab dan pelaksana. .
Maka makna hadis tersebut bahwa istilah “wali” disittu maksudnya ialah kekasih atau penolong waktu hidup Rasul Saw ; Adapun lafal wali jika diartikan akan menjadi amirul-mu`minin sesudah wafat beliau maka makna begini tidak mengena sebab lafal wali itu ada 17 arti dan tidak membatasinya satu arti menjadi amirul mu`minin.
~~Khawarij ialah golongan yang dulunya pendukung kepemimpinan Ali bin Thalib yang sangat fanatk, berpikir sederhana, pemberani tidak banyak berpikir: Khawarj tmbul karena kekisruhan dari terbunuhnya Khalifah Usman, perang Jamal, perang Shiffin, perjanjian perdamaian yang dirusak oleh politikus ’Amru bin ’Ash maka terbentuklah kelompok yang melawan semua yang terlibat dalam perjanjian perdamaian (Tahkim) di Daumatuljandal itu. Mereka meyakini tidak ada hukum kecuali hukum Allah, mereka menuduh semua orang selain Khawarij adalah kafir, wajib dbunuh; Kepala negara bukan harus dari keturunan Nabi Saw, tidak harus orang keturunan suku Quraisy, siapapun berhak menjadi khalifah atau kepala negara asal memenuhi syaratnya.
AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH
Aliran Ahlus Sunnah wal Jama’ah diawali oleh keluarnya Abul Hasan al Asy’ari yang lahir th.260H=874M, Al-Asy’ari keluar dari madzhab Mu’tazilah sesudah menekunni madzhab Mu’tazlah ini selama 40 tahun dan aktif berjasa besar dalam menyebarkan faham Mu’tazilah. Dispekulasikan bahwa asal nama Ahlus Sunnah wal Jama’ah ini dari tulisan Khalifah Al-Ma`mun (813-833M) kepada aparatnya:
نَسَبُوْا اَنْفُسَهُمْ اِلََي السُّنَّةِ—اَهْلَ الْحَقِّ وَالدِّيْنِ وَالْجَمَاعَةِ
Artinya: Mereka menasabkan diri mereka dengan As-SUNNAH —Ahli kebenaran, agama dan jama’ah(*19).
Jelas yang dimaksud dengan Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu ialah kaum Asy’ariyah dan Maturidi. Perlu dicatat bahwa istilah Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu bidangnya ialah masalah akidah (teologi Islam) misalnya seperti soal bahwa Al-Quran itu qadim atau masalah Allah itu dapat dilihat nanti di alam akhirat apa tidak?.
ANALISA
Beberapa catatan dan tanggapan para ulama mengenai masalah peristiwa perang Jamal dan perang Shiffin ini, yaitu:
~~Al-Alusi mencatat bahwa semua sahabat itu jujur(‘adalah) kecuali mereka yang membunuh Sayidina Ali r.a. dan menurut kaum Mu’azilah yang keluar dari kepemimpinan khalifah Ali r.a. adalah fasik. Sedangkan jumhur ulama menyatakan bahwa para pembunuh Usman itu jahat sama dengan pezina, maling, pembohong(*20)
~~ Kitab At-Tarikhush Shaghir mencatat bahwa ‘Ammar, Hasyim bin ‘Utbah, ‘Abidullah bin Umar bin Khaththab termasuk yang menjadi korban perang Shiffin (*21)
~~Kitab Fadhailu Utsman mencatat bahwa Khalifah Usman terbunuh hari Jum’at tg. 18 Dzulhjjah 35H, kemudian fitnah berkembang dan berlangsung selama 5 tahun termasuk masa perode Al_Hasan menjadi khalifah(*22).
Ash-Shahihaini Bukhari-Muslim menyinggung bahwa kedua pihak dalam perang besar itu masing-masing pihak sama-sama mengaku benar dan Rasulullah Saw pernah menyinggungnya dalam sabda beliau (Hadis Riwayat Bukhari no. no.- 6588 dan Muslim no. 5142).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيمَتَانِ يَكُونُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيمَةٌ دَعْوَتُهُمَا وَاحِدَةٌ(رواه البخاري 6588 ومسلم( 5142)
“Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: “Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum dua kelompok besar perang yang sangat besar bunuh membunuh padahal seruan keduanya satu”(HR Bukhari no.6588 dan Muslim no.5142).
–Fathul-Bari menafsirkan hadis Bukhati-Muslim di atas ini bahwa yang dimaksud hadis tersebut ialah Perang Shiffin antara Mu’awiyah melawan Sayidina Ali r.a. yang sama-sama Islam(*23).
–Tafsir Al-Alusi mengatakan bahwa semua sahabat itu jujur(adil) kecuali mereka yang membunuh Ali r.a. dan menurut kaum Mu’azilah yang keluar dari kepemimpinan Ali r.a. adalah fasik. Tetapi yang benar ialah pendapat jumhur bahwa para pembunuh Usman itu jahat sama dengan pezina, maling, atau pembohong; Sehingga tidak boleh hukum disamakan terhadap mereka yang berbuat maksiat berbuat fasik mati dalam keadaan fasik, jelas mereka pada waktu hidupnya pernah berbuat fasik jadi tidak ma’shum tidak suci dari dosa dan sifat umum bahwa ’adalah semua sahabat itu adil (jujur) tidak berlaku selama-lamanya(*24).
–Kitab Fadhailu ‘Usman (1h35) mencatat bahwa menurut Ibnu ‘Abbas bahwa rombongan yang membunuh Usman wajib dirajam seperti orang Sodom kaum Nabi Luth(*25)
Tercatat riwayat dari Muhammad bin Sirin bahwa Usman suka shalat malam dan mengkhatamkan Al-Quran dalam satu shalat. Tercatat pula riwayat bahwa Usman meninggalkan harta 3,5juta dirham dan 550 000 dinar serta 1000 ekor onta kemudian dirampok orang-orang yang membunuh Khalifah Usman.
Dapat ditambah disini bahwa Usman dlantik menjadi khalifah tg. 1 Muharram 24H terbunuh pada hari Jum’at bakda ’Ashar 12 Dzulhijjah 36 H dimakamkan malem Sabtu setelah Maghrib di pemakaman Bani Umayyah menjabat selama 12 tahun kurang 12 hari dalam usia 82 tahun (riwayat lain mengatakan 75 tahun).
–Kitab Tarikhu Dimasqo (39h360) mencatat bahwa yang mengepung rumah Usman ada 600 orang diipimpin oleh ’Abdurrahan bin ’Addis al-Balwa, Kinanah bin Bisyr, ’Amr ibnul Hamqi al-Khuza’i, yang dari Kufah 200 orang dikomandani oleh Asytar an-Nakha’i, dari Basrah 100 orang d bawah komando Hakim bin Jabalah al-’Addi(*26).
Dari beberapa pendapat dan pandangan di atas dapat kita perhatikan beberapa hal sebagai berikut:
Orang yang dijamin ma’shum artinya suci dari salah dan dosa hanya para nabi dan rasul, Para nabi dan rasul, khususnya junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw adalah ma’shum suci dari noda dan dosa, sebab sepenuhnya beliau dijaga oleh Allah seluruh gerak perbuatannya, jika salah oleh Allah diluruskan, jika lupa diingatkan, jika tidak mengerti pertanyaannya dijawab oleh Allah.
Sebetulnya sahabat itu dijamin kejujurannya (’adalah), memang para sahabat itu mempunyai kelebihan di atas para tabi’in dan generasi sesudah tabi’in, sebab para sahabat itu selalu dijaga oleh Rasulullah Saw diawasi, diluruskan dan dijawab apa yang dipertanyakan, sehingga timbul pernilaian ’Adalahatus shahabat, artinya para sahabat itu dapat dipercaya.
Akan tetapi Al-Alusi dalam tafsirnya (9h267) menyatakan bahwa setiap manusa itu tidak sempurna dan tidak bersih dari lupa dan salah, sehingga Al-Alusi mengatakan bahwa jaminan dan sifat ’Adalatush-shahabah itu tidak bersifat tetap atau tidak permanen artinya dapat diduga keras mereka itupun juga pernah, sewaktu-waktu dapat terlupa atau terlanjur berbuat salah (*27).
@ Pada kitab Fadhailu Utsman mencatat wafat Usman hari Jum’at 16 Dzulhijjah th.35 berlangsungnya fitnah ada 5tahun, termasuk periode Al-Hasan.
Pada halaman lain tercatat bahwa ‘Amrah binti Artha`ah bersama ‘Aisyah saat terbunuhnya Usman melihat Al-Quran yang berlumuran darah Usman detik-detik ketika beliau terbunuh sedang membaca Al-Quran (*28).
Shahih ibnu Hibban menyalahkan Mu’awiyah melawan Ali r.a. sebagai khalifah; namun Mu’awiyah menyatakan bahwa dirinya bukan membunuh Ali r.a. tetapi meminta qishash segera dlaksanakan, sebaliknya ‘Ali mengakui hak DAM Mu’awiyah itu tetapi pelaksanaanya tunggu dulu(*29) Perang Shffin pernah diramalkan oleh Rasulullah Saw yaitu dalam hadis Bukhari no.65888 atau Muslim no.5142 di atas.
.@Fathul-Bari menafsirkan hadis Bukhari no.6588 ini bahwa dua golongan yang bunuh membunuh itu ialah mereka yang berperang di Shiffin antara Mu’awiyah melawan S. Ali r.a. yang sama-sama Islam mengaku pihaknya benar(*30).
Meneliti jalannya proses pembunuhan khalifah Usman tercatat data perbuatan zalim, kejam, kasar, tidak berprikemanusiaan oleh rombongan pembunuh yaitu menarik keras jenggot Khalifah-Kepala Negara, orang yang sudah tua umur 82 tahun, yang menjabat selama 12 tahun, sedang membaca Alquran, tepat habis shalat ‘Ashar, dilakukan oleh orang-orang yang masih muda, sungguh tidak sopan. Melihat hal ini siapa yang berlunak hati toleran, tidak tersinggung perasaanya???
Demikian juga terjadinya proses perjanjian perdamaian, baru sebagian dilakukan pelaksaannya, tiba-tiba perunding pihak Mu’awiyah melakukan pengkhianatan dan menghancurkan perjanjian perdamaian, dengan sesuka hatinya mengangkat Mu’awiyah tinggi-tinggi sekaligus mencampakkan Sayidina ‘Ali r.a. apa mau dikata??? Akibatnya kelompok Khawarij lebih mementahkan seluruh masalah dengan rencana membunuh semua orang yang ikut dalam perjanjian perdamaian dan berhasil membunuh ’Ali r.a. sebagai Khalifah-Amirul mu`minin yang juga menjadi kepala negara bahkan tengah berlanngsung bulan Ramadhan tanggal 17 th 40H.
@ Metode atau jalan keluar dari kemelut umat
Dispekulasikan jalan yang dapat ditempuh untuk mengatasi atau menyelesaikan perselisihan yang kecil sampai yang sangat besar kiranya ialah dengan cara memilih dan mengunggulkan prioritas pertama mendahulukan kebenaran dan ketaatan oleh pribadi yang bersengketa, artinya memenangkan nomer pertama mengalahkan nomer berikutnya tertib-urut asas prioritas dalam skala prioritas memegang Kebenaran dan melakukan.
Pertama:Skala prioritas kebenaran
Skala prioritas kebenaran secara sederhana dapat dirumuskan sebagai berikut:
Pengetahuan indrawi merupakan kebenaran yang paling awal, paling sederhana dan paling lemah.
ii. Teori, yaitu dari kebenaran yang indrawi ditingkatkan melalui ilmu metodologi riset, kebenaran yang terbatas diujikan dan diterapkan atas sampel yang representatip hasilnya kebenaran yang berlaku secara luas dan umum.
Filsafat, dari teori dikembangkan secara teratur, sistematis, bebas, radikal, universal, kebenarannya berlaku atau diakui dalam wilayah yang sangat luas dan waktu yang lama sekali.
Dari kebenran no.i sampai no. iii ini maka dapat disusun skala prioritas sebaga berikut:
Kebenaran yang diakui oleh jumlah yang banyak mengalahkan yang diakui oleh jumlah yang sedikit.
Kebenaran yang diakui secara luas mengalahkan kebenaran yang diakui di satu tempat yang lebih sempit.
Kebenaran yang diakui lebih lama mengalahkan kebenaran yang berlaku hanya sebentar.
iv.Wahyu merupakan pelimpahan ilmu dari Allah, maka kebenarannya adalah mutlak mengalahkan ilmu filsafat, teori dan pengetahuan indrawi. Sebab manusia sebagai makhluk itu tidak mutlak, ilmunya bersifat relatip, sementara, hipotetis sewaktu-waktu dapat terjadi kesalahan atau lupa yang harus diluruskan.
Secara Islami berdasarkan Al-Quran S.4 An-Nisa`59 dan hadis HR Turmudzi no.1249, skala prioritas kebenaran dilihat dari sumbernya yang paling tinggi kebenarannya ialah llmu Allah, kedua ialah Ilmu dari Nabi Saw dan ketiga ijtihad akal. Dengan kata lain Al-Quran mengalahkan Hadis dan ijtihad, Hadis mengalahkan ijtihad akal, sebaliknya ijtihad tidak dapat mengalahkan hadis dan Al-Quran, hadis sendiri tidak dapat mengalahkan Al-Quran.
Kebenaran dari Al-Quran masih bertingkat, yang Muhkan, Qath’iyud-Dalalah mengalahkan yang Mutasyabih, Zhanniyyud Dalalah artinya yang paling jelas paling tegas, mengalahkan yang kurang jelas. Abu Zahrah mengajukan rumusan sangat rinci dan mendalam soal tingkat-tingkat skala prioritas ayat Al-Quran itu ada 8 tingkat(*31).
Dalam hal hadis maka tingkat Mutawatir mengalahkan yang Ahad, yang belakangan(Nasikh) mengalahkan yang lebih dahulu (Mansukh), yang Khash (ada pengecualian) mengalahkan yang ’Am (terlalu umum). Secara rinci dan mendalam sudah disusun rumusannya oleh para ulama cara memilih dan menelusuri skala priortas kebenaran melalui prioritas sumber yang dimenangkan dan mengalahkan hadis atau riwayat yang lemah, dalam hal ini dapat dipertajam lebih menukik sangat rumit sekali melalui apa yang ditulis para ulama, mana yang dimenangkan mana yang dikalahkan, yaitu ditulis oleh:
~ Al-Ghazali dalam kitabnya Al-Mustashfa (1971;524) menunjuk ada 42 segi yang harus dipertandingkan antara dua macam hadis yang diteliti Shahih tidaknya (*32).
~ Ar-Razi dalam kitabnya Al-Mah}shul fi ‘Ilmil Ushul (1979:ii \ 552) mengemukakan 100 segi yang harus diadu kekuatan hukum antar riwayat masing-masing hadis yang dipertandingkan(*33).
~ Al-’Amidi dalam kitabnya Al-Ihkam fi Ushulil Ahkam mengajukan 117 segi yang harus diadu kekuatan hukumnya dari tiap-tiap hadis yang dipertandingkan.
~ Asy-Syaukani dalam Irsyadul Fuhul (1937;276) mengajukan 153 segi yang harus diadu kekuatan hukumnya atas tiap hadis yang akan dinilai (*34).
Skala Priortas Ketaatan
Skala prioritas ketaatan sangat terkait dengan tebal tipisnya iman, maka secara syar’i orang yang beriman itu menundukkan nafsu dirinya, sesuai dengan sekala prioritas dalam Al-Quran S.4 An-Nisa` 59 dan hadis Turmudzi no.1249 berkut, yaitu:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا-(1)- أَطِيعُوا اللَّهَ –(2)-وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ-3)- وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ – (4))-فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا (النساء59)
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman,(i) ta`atilah Allah dan (ii) ta`atilah Rasul (Nya), dan(iii) ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia (iv)kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”(S.4 An-Nisa`59).
عَنْ مُعَاذٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ فَقَالَ كَيْفَ َقْضِي
I)) فَقَالَ أَقْضِي بِمَا فِي كِتَابِ اللَّهِ قَالَ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِي كِتَابِ اللَّهِ
(II) قَالَ فَبِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
(III) قَالَ أَجْتَهِدُ رَأْيِي قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَفَّقَ رَسُولَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (رواه الرمذي 1249 وابوداود3119)
Aerinya: “Dari Mu’adz bahwa Rasulullah Saw.yelah mengutus Mu’adz ke Yaman. Beliau bertanya: “Bagaimana anda menetapkan masalah” Mu’adz menjawab
(i)) “Dengan Kitab Allah” Beliau bertanya: “Jika dalam Al-Quran tidak ada? Dia menjawab:”Dengan
(ii)Sunnah Rasulillah Saw. Beliau bertanya: “Jika tidak ada dalam Sunnah? Dia menjawab:
(iii)“Aku berijtihad dengan pendapatku” Beliau bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah menepatkan utusan Rasulullah Saw.”(HR Turmudzi no.1249 dan Abu Dawud no.3119).
Para ulama Fiqh membuat skala priortas apa yang harus diutamakan dalam menajalankan pekerjaan apa saja, yatu:
I.Wajib. II. Sunat. III. Mubah. IV. Makruh.V. Haram.
Orang beriman yang benar akan melaksanakan kebenaran dan ketaatannya sesuai dengan skala prioritas itu kepada Allah, kepada Rasulullah Saw mengalahkan selain Allah dan Rasulullah Saw sebaliknya tidak mengunggulkan orang biasa mengalahkan ketaan kepada Allah dan Rasulullah.
Terjadinya bunuh membunuh atau perang oleh orang Islam melawan orang Islam disebabkan karena yang bersangkutan lebih mengunggulkan nomer bawah mengalahkan nomer pertama, lebih mengutamakan ketaatan kepada hawa nafsu diri sendiri melecehkan ketaatan kepada Allah dan Rasulullah Saw.
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Internet:https://pondokquranhadis.wordpress.com Email:pondokilmu7@gmail.com
Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com, Email:h.imam.muchlas.@gmail.com
Footnotes
(*1) Kitab Al-Isti’ab, Juz 1,halaman 425.
(*2) Tadzkiratul Maudhu’at, J.1, h.107.
(*3) Al-Muhib ath-Thabari, Ar_Riyadhun Nadhrah, ,J.1,h.240 http://www.alwarraq.com
(*4) Ibnu Hajar, Lisanul Mizan, J.2,h.162, http;//alwaraq.com.
(*5) Ibnu Abi Hatim. Tafsr J.8,h.247,http://www.ahlalhdeeth.com
(*6) Na’im bin Hammad, AlFitan j.1,h.105.
(*7)Ibnu Sa’ad, Ath-Thaqatul Kubra J.3h72, http://www. alwarraq.com
(*8) Ibid. J.3,h.73
(*9) Ibid
(*10) Ihsan ’Abbas, Kitab Wafayatul A’yan (7h195), http://www.alwarraq.com.
(*11) Abu ’Isa Muhammad, Adhwa`ul Bayan, Tahqiq Al-Albani, (7h169)
(*12) Bukhari, At-Tarikhush Shaghir (1h102)
(*13)Al-Maimuni, Kitab Simthun Nujum (1h486), http://www.alwarraq.com
(*14) Adz-Dzahabi, Al’Ibar fi Khabari Man Ghabar (1h7) (http://www.alwarraq.co ).
(*15) Harun Nasution Prof.DR, Akal&Wahyu (UIpres 1986:37)
(*16) Ibid.
(*17) An-Nihayah fi Gharibil Hadits, J5h228,
(*18) An-Nihayah Ibid; Ibnul Manzhur, Lisanul ’Arab, J15h410;
(*19) Harun Nasution, Loc.cid
(*20) Al-Alusi, Ruhul Ma’ani, 9h267, http://www.altafsir.com
(*21) Bukhari, At-Tarikhush Shaghir Loc.cid(1h102)
(*22) Fadhailul Utsman,
(*23)Al-’Asqalani,Fathul-Bari http://www.al-islam.com.
(*24) Al-Alusi, Ruhul Ma’ani (9h267) http://www.altafsir.com
(*25) Fadhailul Utsman (1h71). http://www.alsunnah.com
(*26) ) Ibnu ’Asakir, Tarikhu Dimasqo (39h360), http://www.alhadeeth.com
(*27) Al-Alusi, Ruhul Ma’ani (9h267) http://www.altafsir.com
(*28) Fadhailu-Utsman (1h71) http://www.alsunnah.com
(*29) Ibnu Hibban, Shahih Ibnu Hibban (3h145)
(*30) Al-’Asqalani, Fathul-Bari , J.10h410,http://www.alislam.com
(*31) Abu Zahrah, Ushulul Fiqh (tth.90
*32) Al-Ghazali, Al-Mushtashfa, (1971;524) http://www.al-islam.com
(*33)~ Ar-Razi, Al-Mahshul (1979:ii \ 552)
(*34)Asy-Syaukani , Irsyadul Fuhl

Oleh: pondokquranhadis | Maret 27, 2015

Antara Jihad dan Perang Sabil

Al-Quran S 22 Al-Hajji 77-78
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (77) (وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ (الحج 78-77-)
Artinya
77. Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.
78. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”(S 22 Al-Hajji 77-78).
Tema dan sari tilawah
1. Orang beriman yang ingin bahagia harus shalat, menyembah Allah dan berakhlak yang mulia serta berjihad yang sungguh-sungguh.
2. Agama Allah ialah Islam, menyerah kepada Allah, agama yang dianut Nabi Ibrahim, agama dengan wawasan yang luas, tidak sempit.
3. Rasul dan orang beriman akan menjadi saksi untuk semuanya.
4. Dengan agama ini kita wajib shalat, membayar zakat dan berpegang teguh agama Allah.
5. Allah itu pengayom yang paling baik dan penolong orang beriman.
Masalah dan analisa jawaban
-Masalah ke-1: Apa bedanya jihad dengan perang sabil? Jawaban hipotetis: Jihad itu berusaha maksimalisasi segala potensi yang ada bahkan nyawa sekalipun.Perang Sabil ialah jihad dengan senjata bunuh membunuh melawan musuh Allah.
-Masalah ke-2:Bagaimana dan apa makna yang dimaksud dengan wawasan luas itu? Jawaban hipotetis: Islam itu bersifat universal artinya dapat dikerjakan oleh siapapun juga, di segala situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga, di mana saja dan kapanpun.
-Masalah ke-3:Bagaimana berjihad di jaman globalisasi sekarang ini? Jawaban hipotetis: Berjihad di jaman globalisasi sekarang ini ialah maksimalisasi perjuangan yang sungguh-sungguh di seluruh lini lahan kehidupan, untuk mencari ridho Allah senada dengan situasi dan kondisi masing-masing kita.
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Jihad itu usaha maksimal
Perang sabil itu jihad dengan senjata
-Masalah ke-1: Apa makna jihad dan bagaimana relevansinya dengan perang sabil? Jawaban hipotetis: Jihad itu berusaha maksimalisasi segala potensi yang ada bahkan nyawa sekalipun.Perang Sabil ialah jihad dengan senjata lengkap bunuh-membunuh melawan musuh Allah.
Untuk ini perlu kita renungkan masalah-masalah berikut:
1. Pengertian Jihad&Perang Sabil
Kata jihad(Jim Ha` Dal) dalam Al-Quran terulang sekitar 30 kali. Menurut Ar-Raghib, kata jihad dalam Al-Quran mempunyai tiga arti, yaitu: 1) Berjuang melawan musuh nyata, 2) Berjuang melawan setan, 3) Berjuang melawan hawa-nafsu.
Pengertian yang senada dikemukakan oleh Ibnu Qayyim
di dalam kitabnya Zadul Ma’ad bahwa jihad atau itu terbagi menjadi empat obyek, yaitu; (1) Jihad terhadap waktu, (2) Jihad terhadap setan, (3) Jihad terhadap orang-orang kafir, (4) Jihad terhadap orang-orang munafik.
Ar-Raghib menjelaskan bahwa Jihad asal dari lafal Al-juhdu artinya ialah mengerahkan tenaga dengan segala kemampuan dan susah payah (Al-Mufradat h.99); Maka dengan kata lain Jihad itu ialah kerja-keras, berusaha dengan memeras keringat, menguras tenaga, memutar otak untuk mencari ridho Allah.
Ulama` Hanafiyah mengatakan: ”Jihad itu ialah mengerahkan tenaga dan kemampuan mengajak orang untuk memeluk agama yang benar usaha dengan jiwa, tenaga, harta, lisan dan mana saja dengan memerangi mereka jika tidak mau menerima dakwah Islam” (Hasyiah ibnu ‘Abidin 4/121).
@ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa hakikat jihad ialah bersungguh-sungguh mencari apa yang dicintai Allah dan mencegah apa yang dibenci oleh Allah (Majmu’ fatawa 10/191). Sesuai dengan firman Allah dan hadis Nabi Saw.
Artinya :”Dan Sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kalian agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kalian, dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” (Q.S 47Muhammad 31)
Artinya: ”Hai nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka ialah jahannam. dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.”(Q.S.Ataubah 73) .
Rasulullah Saw bersabda:
عَنْ فَضَالَةُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِالْمُؤْمِنِ مَنْ أَمِنَهُ النَّاسُ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ وَالْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ النَّاسُ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ الْخَطَايَا وَالذَّنُوبَ (رواه احمد 22833)
” Dari Fadlalah bin ‘Ubaid dia berkata: “Rasulullah Saw bersabda saat haji wada’: “Maukah kalian aku beritahukan tentang orang mu`min, (orang mu`min adalah) orang yang (membuat) orang lain aman atas harta dan diri mereka, orang muslim adalah orang yang (membuat) orang lain terhindar dari (bahaya) lidah dan tangannya, mujahid adalah orang yang memerangi diri sendiri dalam menaati Allah dan muhajir adalah orang meninggalkan kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa”(HR Ahmad no. 22833).
Beberapa istilah yang sangat terkait dengan Jihad ialah: “mu’min, muslim dan muhajir”: (1)“Mu`min” artinya ialah yang memberi keamanan kepada manusia harta ataupun jiwanya.(2) “Muslim” artinya ialah memberi keselamatan dari mulutnya kepada manusia dari lidahnya, tangannya, (3)“Muhajir” ialah orang yang meninggalkan kesalahan dan dosa, (4) “Mujahid” orang ber-jihad,sesuai dengan hadis riwayat Ahmad no. 22833 tersebut di atas
Adapun istilah Perang Sabil atau Qital ialah kerja keras, berusaha dengan tekat yang terlalu kuat dengan bunuh membunuh melawan musuh Allah untuk mencari ridho Allah.
Perang bahasa Arabnya ialah : “HARBUN” atau “QITALUN” dan ini disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits yang dapat difaham sebagai “Perang dalam arti fisik” .
Bagi seorang muslim , jihad berarti “perjuangan” atau “berusaha dengan keras” . Yang kemudian menjadi istilah yang mempunyai arti khusus: “membela agama” Sesuai dengan penggunaannya dalam Al-Qur’an dan Hadits , misalnya:
“Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah (jahidhum) terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad (jihada) yang besar”(S 25 Al Furqaan 52)-
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi”( S 25 Al Furqaan 53)
Jelas bahwa Jihad tidak harus berarti dengan menyerang orang lain. Jihad berarti “perjuangan” atau “berusaha dengan tekat kuat” Allah memberi peringatan keras kepada mereka yang segan ber-jihad:
“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”(S 9 At-Taubat 24).
2. Pengertian Sabilillah
Istilah “Jihad” banyak sekali dikaitkan dengan kata “Sabilillah” sehingga terjemahnya salah kaprah menjadi menjadi “Perang Sabil”.
Tetapi para ulama lebih menekankan makna Sabilillah itu terkait dengan zakat karena lafal Sabilillah ini sangat erat hubungannya dengan pembagian porsi zakat; Jadi siapakah orang yang berhak mendapat porsi zakat, atas nama Sabilillah; yaitu:
A. Imam Madzhab
Mazhab Hanafi menyatakan bahwa kata “Sabilillah” maknanya ialah: (1)Pejuang perang. (2)Orang yang melaksanakan ibadah haji. (3)Murid atau pencari ilmu maupun semua kebajikan dengan bertekad mendekatkan diri kepada Allah.Mereka berhak mendapat porsi zakat atas nama Sabilillah(Qs9 At-Taubat 60).
Ibnu Hajar mengatakan bahwa Fisabilillah itu sebenarnya jalan yang menyampaikan seorang hamba kepada ridho Allah, kemudian kata ini sering dipergunakan untuk jihad.
B. Pandangan Ulama` kontemporer atas istilah “Sabilillah”:
(1) Rasyid Ridha,(2) Mahmud Syalthut(3) Yusuf Qardhawi (4)Wahbah az-Zuhaily (5)Al-Syatibi (6)Quraish Shihab dalam kitabnya masing-masing mereka berpendapat sejalan dalam masalah sabilillah ini, yaitu :
Di jaman modern ini musuh Islam tidak lagi berperang dengan senjata pedang dan naik onta. Sekarang musuh Islam berperang dengan konfrontasi kebudayaan(Ghazwul Fikri) dengan senjata yang paling canggih, paling modern, paling akhir, menyerang seluruh sasaran lahan kebudayaan Islam segala bidang; Yaitu: (1)Akidah, (2)Ekonomi, (3)Sosial, (4)Politik (5)Hukum,(6) Tehnologi,(7) Seni-Budaya,(8) Filsafat. Seperti misalnya melalui proyek-proyek: Program globalisasi, Gerakan Pemurtadan, Pornografi-porno aksi dan Percabulan, bahkan ada rencana Penerbitan Quran Liberal oleh kaum Liberalis.
Oleh karena itulah Jihad fi Sabilillah itu sekarang sudah tidak dapat dibatasi hanya perang dengan pedang saja di atas punggung onta, tetapi Jihad sekarang itu ialah kerja keras, berjuang mati-matian melalui jalan yang dapat mengantar hamba kepada ridho Allah, melawan budaya kafir, mencakup seluruh lahan khidupan Sasaran Tembak Perang-Konfrontasi Kebudayaan (Ghzawul Fikri) lahannya sangat luas mencakup semua masalah.
3. Lahan Jihad fi Sabilillah
Konfrontasi kebudayaan sekarang ini medannya terbentang sangat luas sekali mencakup berbagai bidang dan apa saja yang dapat merusak dan menjatuhkan nilai-nilai agama Islam dan kaum muslimin. Operasinya sudah tidak tanggung-tanggung lagi yaitu melalui organisasi dunia, PBB dengan semua cabang bagian-bagiannya tingkat internasional, bahkan dengan kekuatan militer, ekonomi, politik, teknologi, media massa, komunikasi, dan informasi yang dimilikinya misalnya seperti serangan Amerika meminjam nama PBB mengirim pasukan PBB menghancurkan negeri Irak, Afghanistan, dan negeri-negri Islam lain di dunia.
Melihat situasi dan kondisi negeri-negeri Islam dan kaum muslimin sehingga terkesan sangat membahayakan Islam, maka ternyata bahwa medan juang Jihad fi Sabilillah itu sekarang terlalu luas misalnya seperti Program Globalisasi, Pemurtadan, Percabulan, Pornografi-pornoaksi bahkan sampai Proyek Penerbitan Quran Kritis mereka bekerja sama dengan kaum Liberalis, pengikut George Soros dan kaum-nya, maka oleh karena itu bangkitlah para ulama moderat untuk melawan dan memasukkan semua ini ke bawah bendera Jihad fi Sabilillah.
Disisi lain terkenal bahwa jihad itu mengandung beberapa makna,yaitu:(1)Perang, (2)Menuntut ilmu; (3)Dakwah, (4)Berjuang melawan hawa nafsu, (5)Mengamalkan ibadah mana saja untuk Allah.
Merenungkan nasib Islam dan umat Islam yang seperti inilah maka Rasyid Ridho dan yang sefaham menyatakan sebagai berikut:
1)Rasyid Ridha dalam Tafsir Al-Manar(10h499) berpendapat dan menafsirkan istilah fisabilillah itu ialah semua jalan yang digunakan untuk mempertahankan keyakinan Islam dan segala amal untuk mencari ridho Allah. Ibadah haji tidak termasuk akan tetapi untuk kepentingan pengamanan, kebutuhan air dan makanan serta kesehatan jama`ah, maka untuk kegiatan ini boleh diberi zakat Dengan nama fi Sabilillah. Dan makna fisabilillah ini mencakup dana untuk pembangunan rumah sakit, proyek pendidikan, para guru-guru dan kemaslahatan umum lainnya
2) Mahmud Syalthut (Ex Rektor Al-Azhar Kairo) menafsir- kan lafal “fi Sabilillah” itu ialah kemaslahatan umum demi untuk Allah, menjunjung tinggi agama Islam, mencakup dakwah dengan sarana-prasaranya.
3) Shadiq Hasan Khan, mencatat bahwa makna fi Sabilillah itu mencakup setiap jalan yang mencari ridho Allah termasuk para intelektual muslim yang mengurus kemaslahatan Islam (Ar-Raudhah-h.115).
4)Wahbah az-Zuhaily dalam kitab fiqhnya (2h1045) mengaitkannya dengan Maqasid al-Syari`ah maka makna Sabilillah itu ialah proyek untuk menjaga Syari`at Islam.
(5)Al-Syathibi menyatakan bahwa fi Sabilillah itu untuk kemaslahatan mutlak, tidak terbatas(Al-Muwafaqat-2h25)
(6)Prof.Quraish Shihab dalam Al-Misbah mencatat bahwa melalui Ghazwul Fikri (konfrontasi kebudayaan) ini musuh Islam menggunakan segala macam senjata menyerang Islam melalui program gerakan pemurtadan, kekuatan militer, ekonomi, politik, teknologi, media massa, komunikasi-informasi mereka; Maka harus segera digalakkan. gerakan perlawanan yang disebut jihad fi sabilillah (Internet:Google net).
Tidak ada dalam Al-Qur’an atau kumpulan Hadits yang mengartikan kata “jihad” sebagai “Perang Suci” , melainkan “perjuangan” atau “berusaha keras” Bagi seorang muslim, istilah jihad ini kemudian menjadi kata yang mempunyai makna khusus, “membela agama” Allah berfirman: .
Katakanlah: “jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari ber-jihad di jalan-Nya , maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasikJelas disini bahwa “jihad” merupakan kata-kerja “berjuang” . Yang mana tentunya harus ditunjukkan arah atau sifat “perjuangan”-nya , yaitu : “di-jalan-Nya” , jalan kebenaran membela ajaran Allah” . Sebab bisa saja “ber-jihad” membela negara . Seandainya “jihad” berarti “Perang Suci” , maka kiranya cukup disebutkan “ber-Jihad” , tanpa “di jalan-Nya” (S9At Taubah 24).
Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad (jihada) yang besar”(S 25 Al Furqaan 52) .
4. Jihad dalam Makna Khusus menjadi Wajib
Jihad ialah perang atau aksi militer melawan musuh Islam. Dan Jihad dalam arti khusus ini menjadi wajib berperang jika memenuhi syarat sbb:
(1)Ancaman agama nyata sudah dating:Qs22a39, s2a190;s 8a39; s8a39; (2) Bertujuan untuk membela orang-orang yang tertindas: Qs4a75; (3) Ayat Al-Quran yang mengarah kepada arti perang: Qs3a200, s4a71; (4) Aturan perang (Qs2a190,193, s4a75, s9a12, s66a9; (5) Sikap menghadapi orang kafir dalam perang: s47a4; (6)Uzur atau alasan yang dibenarkan tidak ikut perang s9a91-92; (7) Wajib perang membela agama s2a216-218; (8) Wajib membela diri s2a190.
5. Bentuk Jihad
Jihad itu dapat berbentuk 3 macam:(1)Perjuangan dalam diri sendiri untuk menegakkan syariat Islamiah; (2)Perjuangan terhadap orang lain , dakwah dengan lisan , tulisan atau tindakan; (3)Jihad dalam bentuk perang disebut : QITAL termaktub dalam Q.S 4 An-Nisa` 84; S.60 al-Mumtahanah:9:
Maka berperanglah ( qatil ) kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri . Kobarkanlah semangat para mu’min (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)( S 4 An Nisa’ – 4:84)
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu , dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”(D 60 Al- Mumtahanah 9).
Sebenarnya jihad itu lebih tepat dikatakan “Perjuangan menegakkan Syariat Islam” . Sehingga berjihad harus -lah dilakukan dalam seluruh waktu- 24 jam sehari , sepanjang tahun dan seumur hidup !!! Sebab jihad bisa ber-arti (1)Ber-juang menyampaikan dakwah kebenaran Ilahi. (2)Berjuang untuk menjauhi larangan Allah.(3)Berjuang memaksa diri untuk tetap istiqamah ketika ujian berat menyerang dan sangat sulit mengatasinya.
6.Tujuan Jihad
Urgensi-perlunya jihad disebut Allah dalam Al-Quran S.9 At-Taubah 13-15, S 4 An-Nisa`75-76, mencakup berbagai macam kepentingan, yaitu:
(a)Mempertahankan diri, kehormatan, dan harta dari tindakan sewenang-wenang musuh; (b)Memberantas kedzaliman yang ditujukan kepada umat Islam. (c) Membantu orang-orang yang lemah (kaum dhu’afa). (d)Menegakkan dan membela kebenaran&keadilan.
7. Jihad dengan hati
Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa jihad itu dapat dilakukan dengan hati, yaitu: (1) Niat dengan tekat yang sangat kuat.(2) Giat mendo’akan juru dakwah Islam. (3)Membantu pembela dalil kebenaran mengalahkan faham-faham yang bathil. (4)Menolong penyebarkan kebenaran melawan alasan yang meragukan. (5) Menyumbangkan hasil pemikiran ilmiah yang Islami. (6)Berpikir masalah problem sarana prasarana jihad di garis depan menyabung nyawa*[Kasyful Qina’ (3h36)].

8. Fadhilah Jihad
Jihad mencari ridho Allah itu adalah suatu amal yang sangat terpuji di hadapan Allah; Tuhan Allah berfirman:
“ Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar”S 4 An-Nisa` 95)
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”(S 29 Al-“Ankabut 69).
9. Haram melarikan diri dari jihad
Pernyataan “Haram melarikan diri dari medan perang” ini yang tegas dan jelas memamnga dalam keadaan Perang-Sabil, akan tetapi dikaitkan dengan pendapat Rasyid Ridho, Mahmud Syaltut, Az-zuhaili, Quraish Shihab dan yang sefaham, maka hukum HARAM ini berlaku juga dalam Ghazwul Fikri-Kinfrontasi Kebudayaan dengan seluruh relevansinya. Allah Ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung”
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”(S Al-Anfal 45-46).
Haram melarikan diri dari jihad- dalam arti perjuangan Islam ini jika situasi sudah kritis hukumnya bertambah ketattambah keras lagi misalnya:
(a)Jika musuh menyerbu mendadak, maka seluruh umat laki-laki perempuan, anak-anak semua wajib ‘ain harus melawan maksimal kemampuan, haram melarikan diri menolak jihad (Qs33a13)
(b)Jika imam memerintahkan perang maka umat wajib mengikuti dengan taat. Allah berfirman (s9a38).
……………………………………………………………………
BAB DUA
Luasnya Wawasan Islam
-Masalah ke-2:Bagaimana dan apa makna yang dimaksud dengan wawasan luas itu? Jawaban hipotetis: Islam itu berwawasan luas, karena Islam itu bersifat universal artinya dapat dikerjakan oleh siapapun juga, di segala situasi dan kondisi yang bagaimanapun, di mana saja dan kapanpun juga.
1. Sifat Universalitas Islam
Agama Islam itu bersifat universal maksudnya ialah bahwa Agama Islam itu agama untuk seluruh umat manusia, di mana saja dan kapanpun juga. Lebih jelasnya dapat diteliti dari uraian berikut:
a. Risalah kenabian
Bahwa semua nabi diutus hanya untuk umatnya sendiri-sendiri, tetapi Nabi Muhammad Saw diutus kepada seluruh umat manusia, sehingga ajarannya berlaku terhadap masyarakat di tempat hidup beliau dan seluruh umat sedunia. Maka ajarannya-pun berlaku atas seluruh umat manusia, dimana saja dan kapanpun juga. Demikian juga Al-Quran kitab suci yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw-pun juga berlaku universal seperti itu.
b. Seluruh manusia mampu melaksanakan Syari’at Islam
Allah menegaskan kemudahan Syari’at Islam bagi umat manusia, Allah berfirman di dalam Al-Quran yang menegaskan bahwa kewajiban agama dalam syari’at Islam dapat dilaksanakan menurut daya kekuatan diri pribadi manusia. Allah tidak menuntut manusia melaksanakan perintah agama di luar kekuatan dirinya. Lebih mendalam lagi kita perhatikan penjelasan para ulama mengenai masalah ini, yaitu sebagai berikut:
((1)) Tafsir Ath-Thabari (J3h103) mencatat bahwa Allah tidak membuat aturan agama yang memberatkan manusia bahkan Allah senang memberi kemudahan kepada para hamba.
Allah berfirman dalam Al-Quran:
1) وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ (الحج 78)
2) يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ (البقرة 185)
3) فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ (التغابن 16)
Artinya:
1) “Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan”(S.22 Al-Haji 78).
2) ~” Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”(S.2 Al-Baqarah 185).
3) ”Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupan mu” (S.64 At-Taghabun 16).
((2)) Tafsir Ar-Razi (J7h115) mencatat bahwa Allah tidak menuntut manusia diatas kemampuan diri mereka artinya Allah tidak menuntut manusia untuk melaksanakan syari’at Islam di luar ukuran daya kekuatan individu manusia. Allah berfirman dalam Al-Quran s4a28, s2a185:
“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu”(S.4 An-Nisa` 28).
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”(S 2 Al-Baqarah 185).
Rasulullah Saw. bersabda dalam sebuah hadis, yaitu:
عَنْ أَبِي ذَرٍّ الْغِفَارِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ (رواه ابن ماجه 2033 )
Artinya: “Dari Abu Dzar al-Ghiffari bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Sungguh Allah mengampuni umatku atas kesalahan dan lupa atau karena dipaksa”(HR. Ibnu Majah no. 2033) .
((3)) Tafsir Ad-Durul Mantsur (1h.569) mencatat ayat-ayat yang memberi keringanan dalam syari’at Islam, beberapa kali Al-Quran menyebutnya (Qs6a152, s7a42, s23a62, s2a286, s65a7, s2a233, s4a84, s22a78, s2a185 s64a28).
2. Luas&Luwes-praktisnya Syari’at Islam
Allah menegaskan elastisitas luwesnya Syari’at Islam bagi umat manusia, sekitar 8 kali Al-Quran (s6a152, s7a42, s23a62, s2a286, s65a7, s2a233, s4a84) menyebutkan nash bahwa kewajiban agama dapat dilaksanakan menurut daya kekuatan diri pribadi manusia. Allah tidak menuntut manusia melaksanakan perintah agama di luar kekuatan dirinya. Lebih mendalamnya kita perhatikan penjelasan para ulama mengenai masalah ini, yaitu sebagai berikut:
# Tafsir Ad-Durrul Mantsur (Juz 1,h.569) mencatat ayat-ayat yang memberi keringanan dalam syari’at Islam, seperti tercantum di atas dan hadis Rasul Saw.
3. Shalat sesuai dengan kemapuan
Shalat dalam keadaan normal harus berdiri, jika tidak mampu boleh dilakukan dengan duduk, jika tidak bias maka boleh dilakukan dengan terlentang dan seterusnya yaitu:
((1))Tafsir An-Nassafi menafsirkan Qs2a286 mengaitkannya dengan s7h42 maka perintah agama itu diamalkan menurut kekuatan diri manusia. Semua syariat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan manusia, seperti shalat 5 waktu, puasa satu bulan, haji satu kali, zakat jika memenuhi ukuran kaya dst.
Allah menginginkan agar manusia menjalankan syari’at Islam menurut ukuran daya kekuatan masing-masing tidak diukur menurut ukuran kemampuan orang lain. Kita perhatikan penjelasan para ulama berikut:
((2))Tafsir Al-Qurthubi (J5h378) menafsirkan s4a103 mencatat :
Artinya: “Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”(S.4 An-Nisa`103).
Dengan catatan: Ada beberapa masalah dari ayat ini, seperti: Jika saat perang kamu shalat di atas onta, berdiri atau duduk atau bertiarap. Dalam waktu takut atau sakit shalatlah semampumu, yaitu: berdiri, duduk atau terbaring. Namun jika sudah aman dan keadaan normal supaya ibadah itu dilakukan dengan wajar dengan aturan yang ketat.
((3)) Tafsir Ibnu Katsir(J2h161) dalam menafsirkan Al-Quran s3a191 mencatat bahwa shalat itu sesuai dengan daya kekuatan hamba jika keadaan mengijinkan dilaksanakan dengan berdiri, jika tidak kuat boleh dengan duduk, jika tidak berdaya maka shalat dilakukan dengan terbaring, sesuai dengan nash Al-Quran dan hadis berikut:
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِي اللَّهم عَنْهم قَالَ كَانَتْ بِي بَوَاسِيرُ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الصَّلَاةِ فَقَالَ صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ (وراه البخاري1050)
“Dari ‘Imran bin Hashin yang sedang sakit bawasir ( ambeien?) bertanya kepada Rasulullah Saw soal bagaimana cara shalat (Jika sedabg sakit). Beliau bersabda: “Shalatlah dengan berdiri, jika tidak dapat berdiri maka dengan duduk, jika tidak bisa dengan duduk maka dengan berbaring”(HR. Bukhari no.1050).
((4)) Tafsir Adhwa`ul Bayan (J3h110) dalam menfasirkan Al-Quran s74a43-47 mencatat bahwa manusia wajib sembahyang selama dia hidup dan berakal sehat, walaupun shalat itu dilakukan dengan ukuran kemampuannya, berdiri, duduk atau berbaring. Dikaitkannya lagi dengan Al-Quran s19a31, s64a16 dan s2a286 menyatakan bahwa ibadah itu dilaksanakan sesuai dengan kemampuan manusia.
“dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup”(S.19 Maryam 31)
“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu “(S.64 At-Taghabun 16)
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”(S.2 Al-Baqarah 286).
Rasulullah Saw. juga menekankan adanya kemudahan ini, yaitu:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَعُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِسُؤَالِهِمْ وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوهُ وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ (رواه البخاري 6744 ومسلم 4348)
Artinya: “Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Saw. bersabda: “Tinggalkanlah apa yang aku tidak melakukannya,umat sebelum kamu binasa sebab suka bertanya lalu melakukan perbuatan yang bertolak belakang ajaran para nabi mereka. Apa yang aku larang jauhilah olemu, jika aku perintahkan sesuatu laksanakanlah menurut kemampuanmu’(HR. Bukhari no.6744 dan Muslim no.4348).
((5)) Kitab Fathul Bari (J3h301) dalam men-syarah hadis Bukhari no.1050 dan no. 6744 di atas mencatat bahwa shalat harus menghadap kiblat tetapi jika tidak dapat maka shalat boleh dilakukan sedapat-dapatnya. Dan kepada orang yang sedang menghadapi malaikatul maut, maka dia harus di-talqin diminta untuk shalat, dengan membaca Al-Fatihah, baca takbir, dan seterusnya sampai selesai dituntuni di ucapkan atau hanya isyarat saja.
((6)) Tafsir Ad-Durrul Mantsur (Juz 1,h.569) mencatat ayat-ayat yang memberi keringanan dalam syari’at Islam, seperti terurai di bab di atas dengan tambahan sbb:
Macam-macam bidang yang lebih luas lagi, maka haji diwajibkan atas orang yang mempunyai bekal, orang musafir boleh berhutang puasa, shalat boleh dijamak dan diqashar, zakat diwajibkan kepada mereka yang hartanya mwncapai satu nishab. Semua ditunaikan menurut daya kekuatan pribadi masing-masing.
………………………………………………………………………….
BAB TIGA
Dari Niat, bertambah2 semangat menjadi Jihad
-Masalah ke-3:Bagaimana berjihad di jaman globalisasi sekarang ini? Jawaban hipotetis: Berjihad di jaman globalisasi sekarang ini ialah maksimalisasi perjuangan yang sungguh-sungguh di seluruh lini lahan kehidupan, untuk mencari ridho Allah senada dengan situasi dan kondisi masing-masing kita.
Seluruh umat manusia yang dalam keadaan sadar pasti mampu membuat niat, (lepas dari perbedaan pendapat golongan liberalis lawan fatalism, Mu’tazilah X Jabariyah) maka sementara kita berpendapat bahwa Niat adalah anugerah Allah yang terbesar kepada umat manusia. Hanya daya kemampuan manusia terlalu terikat oleh takdir Allah melalui Hukum Kausalitas “Sebab dengan akibat”. Dan Allah adalah Yang Mutlak Maha (Qs81 At-Takwir 29) yang mungkin lebih mudah dapat difaham ialah melalui pepatah”Men proposes and God disposes” Manusia merencanakan Allah yang menentukan.
1. Niat adalah modal pertama ibadah
Walau bagaimanapun dengan hanya niat, Allah menilainya sebagai ibadah yang cukup mahal. Dan bobotnya akan semakin tinggi jika dikembangkan dengan semangat tambah semangat makin menyala menjadi tekad yang sangat kuat bahkan berani berkorban apapun juga sampai siap mati syahid. maka sampai disini tercapailah nilai jihad seorang hamba.
2. Niat itu anugerah terbesar dari Allah
Terlepas dari pertikaian antara kaum Jabariyah (Fatalis) lawan Qadariyah (liberalis) di atas, kemudian berdasarkan Hadis Qudsi di bawah ini maka sungguh Allah sudah memberikan anugerah rahmat dan kasih sayang kepada para hamba suatu kebebsasan yang nilainya sangat besar sekali untuk menentukan nasib hamba di akhirat nanti, yaitu “NIAT” . Dapat diyakini bahwa setiap orang yang dalam keadaan sadar pasti dia mampu membuat niat, mungkin tidak diucapkan dengan keras, maka dia dapat membuat niat sebagai berikut:
1) Dengan niat saja niat yang baik yang belum berhasil diwujudkan si hamba mendapat satu nilai amal soleh.
2) Jika berhasil melaksanakan niat yang bagus ini maka dia akan mendapat kebagusan pahala berlipat 10 sampai 700 kali atau lebih besar lagi;
3) Jika niat berbuat dosa tetapi tidak terlaksana maka dia akan mendapat pahala satu kebagusan;
4) Jika niat berbuat jelek dan terlanjur terwujud maka hanya dinilai satu dosa saja; Rasulullah bersabda mengucapkan Hadis Qudsi.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً )رواه البخاري 6010 زمسلم 187)
“Dari Ibnu Abbas r.a., dari Nabi Saw beliau riwayatkan dari Rabbu-nya (Hadis Qudsi) ‘Azza wa jalla berfirman, beliau sabdakan; “Allah menulis kebaikan dan kejahatan, ” selanjutnya beliau jelaskan; (1)”Siapa yang berniat kebaikan lantas tidak jadi ia amalkan, Allah mencatat satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan (2) Jika ia berniat lantas ia amalkan, Allah mencatatnya 10 kebaikan, bahkan hingga 700 kali, bahkan lipatganda yang tidak terbatas, (3)Sebaliknya barangsiapa yang berniat melakukan kejahatan kemudian tidak jadi ia amalkan, Allah menulis satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan (4) Jika ia berniat kejahatan dan jadi ia lakukan, Allah menulisnya sebagai satu kejahatan saja”(HR Bukhari no.6010 dan Muslim no.187).
3. Semangat jihad itu bersifat universal
Dari beberapa catatan, maka dapat dirumuskan bahwa pahala-surga itu tidak di-monopoli oleh orang-orang milyarder-konglomerat, bukan hanya porsinya orang-orang cerdik cendekia special ahli cabang suatu disiplin ilmu, bukan milik pribadi Kyai,Ulama,Guru besar, tidak diborong oleh orang hebat, jendral perang dan sebagainya.
Tetapi pahala-surga itu disediakan untuk seluruh hamba Allah yang mau berusaha, suka mengembangkan niat menjadi ikhtiar, menjadi tekad yang kuat membaja “Ora mundur serambut pinoro sewu”, Rawe-rawe rantas malang-malang putung” : On word no retreat, sangat militant, dengan merenungkan melalui kisah riwayat para sahabat di jaman Nabi Saw. sebagai berikut:
“Pada suatu hari tahun 9 Hijriyah tersebar berita bahwa tentara Romawi hamper 100.000 tentara, segera menyerang kaum muslimin lewat negeri Syam, maka Nabi Saw. segera menyiapkan pasukan sehingga terkumpullah 30.000 personil. Kemudian ada 7 orang sahabat menghadap kepada Rasulullah Saw. mohon ikut diberangkatkan ke medan perang. Tetapi mereka tidak dapat diberangkatkan sebab kendaraan sudah habis berangkat semuanya, padahal jarak dari Madinah ke Syam, medan perang itu terlalu jauh bahkan harus melalui padang pasir yang panas luar biasa. Akhirnya mereka ditinggal Rasulullah Saw akibatnya mereka benar-benar sangat sedih sekali mereka lalu menangis histeri menyesali nasib diri tidak mempunyai mempunyai kendaraan atau bekal sama sekali untuk maju perang Sabil itu.
Peristiwa ini diabadikan Allah dalam Al-Quran s9a91-92m yaitu:
لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَى وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ(91)وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوْا وَأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ)التوبة 991-92 )
(91) “Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (92)”Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu”, lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan” (S.9 At_taubat 91-92).
Melihat keikhlasan hati- dan niat yang suci beberapa orang sahabat yang sangat melarat itu maka Rasul Saw. bersabda seperti tercatat dalam hadis Bukhari, Ibnu Majah berikut:
عَنْ أَنَسٍ رَضِي اللَّهم عَنْهم أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي غَزَاةٍ فَقَالَ إِنَّ أَقْوَامًا بِالْمَدِينَةِ خَلْفَنَا مَا سَلَكْنَا شِعْبًا وَلَا وَادِيًا إِلَّا وَهُمْ مَعَنَا فِيهِ حَبَسَهُمُ الْعُذْرُ (رواه البخاري2627 )*
Artinya: “Dari Anas R.a. bahwa Nabi Saw. dalam suatu peperangan beliau bersabda: Beberapa orang di kota Madinah kita tinggalkan, kita tidak berjalan sedikitpun, kita tidak menempuh lembah melainkan mereka itu menyertai kita ini mereka terhalang oleh suatu halangan-‘udzur (HR Bukhari no.2627).
Menurut riwayat Ibnu Majah berbunyi sebagai berikut:
عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بِالْمَدِينَةِ رِجَالًا مَا قَطَعْتُمْ وَادِيًا وَلَا سَلَكْتُمْ طَرِيقًا إِلَّا شَرِكُوكُمْ فِي الْأَجْرِحَبَسَهُمُ الْعُذْرُ(رواه ابن ماجه2755)
Artinya: “Dari Jabir dia berkata: “(Ketika Rasulullah Saw. kembali dari perang Tabuk menjelang masuk kota Madinah) beliau bersabda: “di Madinah ada beberapa orang yang mana tidak ada satu lembah yang anda tempuh, tidak ada satu jalan yang anda lewati, kecuali mereka itu bersekutu pahala dengan anda sekalian”. Para sahabat bertanya: “Bukankah mereka itu berada di dalam kota?” Beliau bersabda: “Betul mereka itu di Madinah terhalang oleh ‘udzur”(HR. Ibnu Majah no. 2755).
~~Tafsir Al-Qurthubi (8h228) mencatat nama-nama mereka yang dimaksud oleh Rasulullah Saw. dalam hadis Bukhari no.2627 dan Ibnu Majah no.2033 di atas ini namanya ialah: 1) Salim, 2) ’Ulbah, 3) Abu Laila, 4) ‘Amru ibnul Humam, 5) ‘Abdullah ibnul Mughaffal, 6) Al-Harami, 7) ‘Irbadh ibnu Sariyah. 8) Ma’qil, Shakhr, 9) ‘Abdullah bin Ka’ab, 10)Tsa’labah, semua adalah orang-orang yang sangat melarat, tidak mempunyai bekal sama sekali. Peristiwa bahwa mereka tidak bisa berangkat dan menangis ini diabadikan Allah di dalam Al-Quran S9 At-Taubah 91-92 diatas.
Jadi yang menangis tidak dapat berangkat ke medan perang pahalanya sama dengan mereka yangmencurahkan darah, menyabung nyawa di medan perang jihad fi sabilillah.
Dapat difahamkan bahwa Islam itu sangat menghargai nilai amal pengabdian dan hak atas pahala itu bersifat universal difaham dari nash Al-Quran s9a91-92 dan hadis-hadis Rasulullah Saw; maka diyakini bahwa jalan untuk mencari pangkat jihad-fi sabilillah dalam Islam itu bidangnya sangat luas sekali, misalnya:
i) Zakat, infak dan shadaqah
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh siapa yang memiliki harta satu nishab atau lebih maka harta itu wajib dizakati dan untuk uang atau emas zakatnya ialah 2,5 %.
Menurut Az-Zuhaili dalam Al-Fiqhul Islami (1989:J-2,h.759) bahwa nishab emas ialah 91,92 gram. Jika seandainya satu gram emas harganya Rp.100.000,- maka orang yang mempunyai uang Rp.10 juta, maka dia wajib zakat 2,5%nya kira-kira Rp.250.000,- Jika uangnya Rp.100 juta zakatnya Rp.2,5 juta, jika Rp.100 milyar zakatnya 2,5 % yaitu Rp.2,5 milyar dan seterusnya 2,5% berlaku untuk semua uang berapapun besarnya.
Maka ukuran pahala zakat itu ialah 2,5% dari uang berapapun jumlahnya 100 trilun, milyar, juta, ribu sampai yang sekecil-kecilnya. Dengan ini pula dapat diduga bahwa barang siapa yang membayar zakat satu milyar rupiah dan siapa yang membayar sedekah berapapun kecilnya sebesar 2,5% dari harta miliknya maka pahalanya sama atas siapa yang melakukan amalan ini, oleh orang yang paling melarat sampai yang konglomerat mliyuner maka pahalanya adalah sama 2,5%, misalnya seseorang bernama A membayar zakat hartanya satu milyar (Rp. 1.000.000.000,-) dari jumlah kekayaannya yang 40 milyar, pahalanya sama dengan B yang membayar sedekah Seribu Rupiyah (Rp.1000,-) dari uang sirkulasi modal jualan ketela godognya seharga Rp.40.000,- bahkan orang yang bersedekah (Tidak wajib=Sunat) 2,5 % hartanya maka derajat dia lebih luhur di atas mereka yang membayar zakat (wajib) sama-sama 2,5^% dari harta miliknya.
ii) Puasa
Ibadah puasa merupakan ibadah yang sifatnya universal, seluruh hamba Allah mempunyai hak yang sama atas pahala dengan tidak pilih kasih, tua-muda, besar-kecil, laki-laki-perempuan, kaya-miskin, melarat-konglomerat, budak-tuan besar, seluruhnya sangat tergantung pada iman dan taqwanya kepada Allah, pahalanya akan diukur sangat ketat dengan iman dan taqwanya kepada Allah.
iii) Bidang pendidikan
Pahala surga tidak dimonopoli oleh para pakar spesialis ahli dalam disiplin suatu ilmu tetapi universal bagi semua orang, segala tempat dan seluruh jaman. Sehingga seorang Guru Ngaji Alif – Ba`-Ta` di pucuk gunung pahalanya pasti tidak kalah dengan pahala seorang Guru Besar Doktor Spesialis ahli dalam suatu cabang displin ilmu dalam memberi kuliah keislaman di berbagai Perguruan Tinggi di Barat, Amerika atau Erpoa, asalkan niat-semangat dan taqwanya sama.
iv) Dalam Bidang Dakwah
Dalam suatu upacara Tabligh Akbar maka seseorang yang hanya mempunyai kemampuan membuat amplop undangan pengajian pahalanya pasti tidak kalah dan surga tidak dimonopoli oleh sang muballigh sejuta umat. Setiap orang yang telah memberikan andil atau porsi tugasnya untuk acara besar itu pasti akan mendapat imbalan pahalanya yang diukur dengan kemampuan dan kemauan (niat) semangat masing-masing aktivis.
Maka hak atas pahala-surga dari Allah merupakan hak seluruh umat manusia yang beriman dalam seluruh proyek perjuangan Jihad fi Sabilillah dan amal soleh dalam Islam, semua dinilai atau diukur menurut sucinya niat dan Semangat menurut masing-masing kemampuannya.
Pahala akan dikurangi jika niatnya tidak penuh Lillahi Ta’ala sebagaimana jika seseorang dalam membayar zakat itu dikurangi angkanya kurang dari 2,5% atau nilai harganya kurang dari yang wajib dibayar.
Juga mirip seperti umpamanya seseorang menyembelih ternak korban atau membayar zakat hewan ternak itu dipilih yang cacat, sakit atau buntung dan sebagainya, yang pemiliknya sendiri tidak suka, maka pahalanya dikurangi. Allah berfirman;
وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (البقرة267)
Artinya: “Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”(S.2 Al-Baqarah 267).
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ (ال عمران92)
Artinya: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”(s.3a92).
Rasulullah Saw. bersabda dalam suatu hadis:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ (رواه مسلم 4651)*
Artinya: “Dari Abu Hurairah dia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Sungguh Allah tidak melihat kepada gambar dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal perbuatan kalian”(HR Muslim CD no.4651).
Pada suatu saat, mungkin ada musibah yang dahsyat, sakit yang serius, susah dan sedih yang bertubi-tubi, ujian yang terlalu berat maka pada detik-detik kesempatan yang ada kita wajib berusaha keras berbuat amal-soleh menurut apa yang ada di tangan di saat itu, bahkan dengan modal yang sangat sedikit sekalipun seharga sebiji bayem kita harus berbuat amal soleh. Rasulullah bersabda dalam suatu hadis:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ قَامَتْ عَلَى أَحَدِكُمُ الْقِيَامَةُ وَفِي يَدِهِ فَسْلَةٌ فَلْيَغْرِسْهَا (رواه احمد12435)
Artinya: “Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Jika seandainya kiamat datang kepada salah seorang kamu, sedang di tangan ada benih taburkanlah benih itu”(HR. Ahmad no. 12435).
عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ ذَكَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّارَ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ ثُمَّ ذَكَرَ النَّارَ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ قَالَ شُعْبَةُ أَمَّا مَرَّتَيْنِ فَلَا أَشُكُّ ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ (رواه البخاري5564 ومسلم 1690)
Artinya: “Dari ‘Addi bin Hatim bahwa Nabi Saw. menerangkan azab neraka lalu beliau membaca Ta’awwudz dan beliau memalingkan wajah lalu menerangkan azab neraka lalu membaca Ta’awwudz dan beliau memalingkan wajah, sungguh dua kali aku tidak ragu, kemudian beliau bersabda: “Takutlah kamu kepada azab neraka itu walaupun hanya dengan satu biji kurma, jika kamu tidak memiliki apa-apa maka bacalah Kalimath Thoyyibah “( HR Bukhari no,5564 dan Muslim no.1690).
Jadi keselamatan dari api neraka tidak harus melalui harta keayaan yang melimpah atau amal soleh yang terlalu besar. Jadi dengan modal yang ada walaupun hanya seharga sebuah biji yang terlalu kecil seharga secuwil kurma, bahkan jika sama sekali tidak mempunyai apa-apa blas cukup membaca lafal “La ilaka illa Allah” semua ini menuju kepada sifat universal Islam.
@ Az-Zuhaili dalam Al-Fiqhul Islami (1989:J6h413) mencatat bahwa jihad itu berjuang mengajak orang membela agama yang benar dan siap berkorban jiwa dan raganya melawan siapa yang menolak ajakan itu.
Perlu dibedakan bahwa Jihadun itu ialah perjuangan dengan segala daya kemampuan, sedangkan Qitalun itu perang secara fisik melawan musuh bersenjata.
Jihad fi Sabilillah hukumnya wajib, siapa yang tidak mentaatinya akan tersiksa, terhina dan dikuasai musuh serta azab dari Allah. Hal ini dapat ditelusuri dalam Al-Quran s22a78, s9a111, s4a95, s9a126, s9a120, s8a45, s9a41, s9a38, s9a91, ss48a16, s9a122,
Ayat di atas ini menunjukkan bahwa jihad dalam arti perang hukumnya wajib kifayah. Dan ada 3 faktor yang dapat menetapkan wajib perang, jika memenuhi syarat berikiut: (1) Pecahnya pertempuran dengan musuh, maka semua warga wajib melawan (Qs8a45). (2) Jika musuh sudah masuk ke negeri muslim. (3) Perintah berangkat perang oleh pimpinan umat Islam (Qs9a38).
Para ulama membuat syarat atas orang yang wajib maju perang sabil, yaitu: Islam, baligh, berakal, merdeka, laki-laki, dan mempunyai bekal serta tidak ada alasan yang kuat (‘udzur) untuk tidak berangkat. Sebaliknya ada 10 alasan tidak wajibnya seseorang maju perang, yaitu: buta, pincang, sakit, sakit kronis, tua bangka, lemah, melarat, anak-anak, wanita, budak belian. Dalam menetapkan komando perang pimpinan Islam wajib melakukan dakwah lebih dahulu sebelum menyerang, demikian pendapat Imam Malik, ulama Hadawiyah dan Zaidiyah.
Semua itulah data dan fakta bahwa Al-Quran terbukti mampu bertahan k.l.=1500 tahun, paling sedikit sejak tahun 610M atau 13 tahun sebelum hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah sampai sekarang dan jaman yang akan dating. Maka jelas bahwa Islam itu bersifat UNIVERSAL Sebaliknya bahasa asli yang dipergunakan oleh kitab suci semua agama non Islam bahasa kitab aslinhya itu sudah wafat bahasa Ibrani Purba, Bahasa Yunani Purba, bahasa Hindu Purba, seperti bahasaMesir Purba, bahasa Jowo Kuno dan yang lain telah terkubur tidak dimengerti oleh manusia di luar jamannya.
Dari catatan terurai di atas maka kita semua pasti mampu berjihad melalui niat yang suci mencari ridho Allah, ditumbuhkan usaha untuk mencapainya sedikit demi sedikit, makin bersemangat, semangat tambah berkobar, menjadi-jadi, makin keras makin kuat, bertekad terus dan terus menjadi semangat baja…. seperti tercatat di atas maju tak gentar, pantang mundur, anjing menggonggong kafilah berlalu. Allah berfirman dala Al-Quran:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ(المائدة 54)
“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”(s 5 Al-Maicdah 54).
سبحان الله والحمد لله لاحول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
Internet: https://pondokquranhadis.wordpress.com Email:pondokilmu7@gmail.com
Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com,Email:h.imam.muchlas.@gmail.com

Oleh: pondokquranhadis | Januari 25, 2014

Nabi Dawud Kepala Negara (Antara Teokrasi&Sekularisme)

  1. S 38 Shad 26 Teokrasi & Sekularisme
  2. S 8 Al-Anfal 52-53 Masa Kritis Perubahan Pola Hidup
  3. S 4 An-Nisa` 69-70 Napak Tilas Mi’raj Nabi Saw
  4. S 2 al-Baqarah 96 Ingin Hidup 1000 tahun
………………………………………………………………………….

Internet: https://pondokquranhadis.wordpress.com  Email:pondokilmu7@gmail.com

Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com,Email:h.imam.muchlas.@gmail

Nabi  Dawud Kepala Negara

(Antara  Teokrasi&Sekularisme)

Al-Quran S.38 Shad26

يَادَاوُدُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ(ص26)

Artinya: “Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”(S.38 Shad 26).

Tafsir Hadis

Older Posts »

Kategori