Oleh: pondokquranhadis | Juli 18, 2010

AGAMA LANGIT & AGAMA BUDAYA

Agama Samawi  lawan  Agama  Budaya

Oleh: Imam  Muchlas

Al-Quran  S.108 Al-Bayyinah 1-5

لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ(1)رَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةً(2)فِيهَاa كُتُبٌ قَيِّمَةٌ(3)وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ(4)وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ(5)البينة 1-5)

Artinya“Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur’an), di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”(S.108 Al-Bayyinah 1-5)

Tema&Sari Tilawah

1. Orang kafir, orang musyrik, orang Ahli Kitab mempunyai sikap     yang sama.

2. Orang kafir, orang musyrik, Ahli Kitab tetap memegang teguh  agama kepercayaannya

3. Orang-orang Ahli Kitab  saling berselisih setelah kebangkitan  Nabi Muhammad menjadi Rasul.

4. Orang-orang Ahli Kitab diperintah tidak lain kecuali supaya menyembah Allah  yang Maha Esa dengan agama yang lurus

5.  Mereka harus mendirikan shalat  dan  membayar zakat

6. Menyembah Allah yang Maha Esa, mendirikan shalat,   dan  membayar zakat itulah agama yang lurus.

Masalah dan analisa jawaban

1. Apa sebab orang-orang Ahli Kitab itu dikelompokkan ke dalam kelompok kafir dan musyrik? Jawaban sementara: Ahli Kitab itu dicap sebagai kafir dan musyrik sebab mereka mengangkat makhluk-manusia menjadi anak Tuhan dan mengatur agama menurut  akal mereka bukan dari wahyu dari Allah.

2. Bagaiamanakah  agama Yahudi dan Nasrani itu  yang benar?  Jawabanan sementara: Agama Yahudi berasal dari Kitab Taurat wahyu dari Allah yang dibawa  oleh Nabi Musa dan agama Nasrani berasal dari Kitab Injil  wahyu dari Allah yang dibawa oleh Nabi ‘Isa. Maka Nabi Musa maupun Nabi ‘Isa itu mengajarkan agama Tauhid dan agama yang lurus.

3. Bagaimana  cara menghadapi Ahli Kitab dan mengajak mereka kembali ke agama Tauhid yang lurus ? Jawaban sementara: Meluruskan kaum agama Yahudi dan Nasrani harus dilakukan secara ilmiah mencari kebenaran yang tertinggi.

Pendalaman & penelitian

BAB  SATU

Agama Samawi  lawan Agama Budaya

Masalah ke-1: Apa sebab orang-orang Ahli Kitab itu dikelompokkan ke dalam kelompok kafir dan musyrik? Ahli Kitab itu dicap sebagai kafir dan musyrik sebab mereka mengangkat manusia menjadi Tuhan Anak dan mengatur agama menurut  akal mereka bukan dengan  wahyu dari Allah.

Yang dinamakan Ahli Kitab ialah kaum Yahudi dan Nasrani yang awalnya pengikut Nabi Musa dengan kitab suci Taurat     lalu  menjadi penganut agama Yahudi. Kaum Nasrani awalnya penganut Nabi ‘Isa dengan kitab Injil-nya.  Tetapi dalam perkembangannya makin jauh ditinggalkan Nabi Musa dan Nabi ‘Isa maka agama Yahudi dan agama  Nasrani  berubah makin jauh dari asli ajaran para nabi. Bahkan Allah dalam Al-Quran memasukkan  kaum Yahudi dan Nasrani ini menjadi orang kafir sebab  mereka  membuat tuhan-tuhan  selain Allah. Maka Allah berfirman :

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ(30)اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ(31)(التوبة 30-31)

Artinya: “ Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”(S.9 At-Taubat 30-31).

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ( الماءدة 17)

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ(72)الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (الماءدة  72-  73)

Artinya:

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?” Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”( S.5 Al-Maidah 17).

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun” (S.5 Al-Maidah 72).

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah itu ialah  salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih”(73)”(S.5 Al-Maidah 17& 72- 73).

Allah memasukkan mereka menjadi musyrik sebab mereka mengangkat  manusia menjadi Tuhan disamping Allah. Dalam Al-Quran Allah berfirman :

لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ(البينة1)

Artinya: “ Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata”(S.98 Al-Bayyinah 1).

Sebelum  membahas masalah  kafir, musyrik dan Ahli Kitab perlu kita  memperhatikan  pandangan para  ulama dan para pakar berikut ini:

i. Asal usul agama

@ Asal usul agama dan doktrin agama

A. Menurut Ilmu Antropologi

Sayyid Quthub dalam tafsirnya (8h77) mencatat teori kaum orientalis bahwa  agama itu asalnya dari faham  dinamisme, yaitu  suatu kepercayaan serba-jiwa, bahwa bukan hanya manusia dan hewan saja  tetapi semua yang ada di alam ini mempunyai roh.  Dari faham ini lalu berkembang kepada kepercayaan akan adanya  larangan yang dinamakan “Tabu“, maka dari sini kemudian berkembang kepercayaan kepada sihir, selanjutnya berkembang menjadi penyembahan kepada banyak dewa lalu dari faham banyak dewa  berkembang secara logika menuju penyembahan kepada satu Dewa. Agama atau kepercayaan ini  kemudian dikelompokkan kedalam agama Ardhi bahwa agama ini hasil dari akal manusia, lawannya ialah agama Samawi artinya agama asalnya dari langit yaitu dari Tuhan..

Pakar ilmu antropologi mencatat bahwa bangsa Yunani pada awalnya percaya kepada banyak dewa, tetapi kemudian berkembang mereka percaya bahwa dari banyak dewa ini menjadi yakin ada satu dewa yang paling besar. Perkembangan pikiran yang sama terdapat juga dalam kepercayaan bangsa Mesir Purba. Dan bangsa Arab Jahiliyah itupun juga meyakini bahwa Patung yang bernama Hubal adalah  satu patung yang mempunyai  kedudukan yang paling tinggi di atas 360 patung yang mereka sembah.

Demikian itulah jika kita berangkat mencari asal usul agama melalui ilmu manusia. Padahal jika kita telusuri  lebih dalam lagi, maka manusia itu asalnya dari Adam atau maunsia itu asalnya dari tanah, tanah asalnya dari bumi, bumi asalnya dari satu titik singularitas yang meledak dalam Dentuman Hebat “The Big Bang”.

Menurut filsafat Ontologi dari Anselm(1109M) bahwa Tuhan itulah sesuatu yang tidak dapat dikalahkan dari segala seginya oleh apa dan siapapun juga. Menurut  filsafat  Kosmologi dari Aquinas (1274M) bahwa Tuhan itulah asal segala sebab.  Menurut filsafat  Teleologi dari Matews W.R. bahwa  Tuhan itulah arsitek, perencana, pencipta, pengawas jalannya proses seluruh alam semesta ini.

Dari filsafat Ontologi, Kosmologi dan Teleologi ini maka dapat diyakini bahwa agama itu asalnya dari Tuhan. Dan menurut ajaran Islam  Tuhan itulah yang menciptakan makhluq dan Tuhanlah yang membuat agama untuk seluruh makhluq. Agama dari Tuhan disampaikan kepada manusia melalui malaikat, nabi atau rasul berupa wahyu lalu dihimpun menjadi kitab suci. Sehingga menurut ajaran Islam asal usul agama itu ialah agama Tauhid ketuhanan yang Maha Esa atau monoteistis.  Allah berfirman dalam Al-Quran:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ ( ال عمران 19)

Artinya: “ Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”(S.3 Ali ‘Imran 19).

قُلْ ءَامَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ(84)وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ  (ال عمران 84- 85)

Artinya: “ Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”(S.3 Ali ‘Imran 84-85).

Tetapi   setan  sukanya ialah membujuk manusia untuk mengangkat manusia menjadi Tuhan atau membuat tuhan-tuhan kemudian  tuhan buatan manusia ini  mereka jadikan sekutu Allah  disembah dan dipuja. Maka dari itu  para penyembah tuhan-tuhan buatan ini dinamakan musyrik artinya menyekutukan Tuhan atau menyembah banyak tuhan (politeistsme).

B. Menurut  ajaran Islam

Para ulama membagi agama menjadi dua macam, yaitu agama Samawi dan agama Ardhi atau agama Langit dan agama Budaya. Agama Langit ialah bahwa agama itu asalnya dari Tauhid (Monoteistis) Tuhan itu Maha Esa, sedangkan agama Ardhi atau agama Budaya itu adalah agama hasil pemikiran akal manusia  agama  yang Politeistis menyembah banyak tuhan.

Agama orang musyrik ialah agama “Budaya” sehingga mereka menggambarkan sifat-sifat Tuhan disusun menurut akal mereka. Oleh karena itulah maka kaum musyrikin Arab Jahiliyah menjelang kebangkitan Nabi Muhammad menjadi Rasul menggambarkan Tuhan  secara materialis-indrawi. Imam Ibnu Jari>r dalam tafsirnya (2h551) mencatat riwayat hadis bahwa Ra>fi’ ibnu H}uraimalah meminta kepada Rasulullah Saw. untuk dapat berbicara langsung  dengan Allah. Maka Al-Qura>n S.2 Al-Baqarah 118 memberikan peringatan bahwa  orang-orang jaman dahulu juga mengucapkan  kata-kata seperti itu. Mereka menggambarkan Allah seperti manusia, jika Tuhan itu jauh mereka akan berdo’a dengan suara  keras,  jika dekat maka  mereka akan berdo’a dengan suara  lemah. Maka Allah lalu memberi peringatan melalui  Al-Qura>n S. 2Al-Baqarah 186 bahwa Allah itu dekat dan mengabulkan do’a.

Adapun perbedaan agama langit dan ciri agama”Budaya” ada 6, yaitu sebagai berikut:

(i)  Agama Budaya  mempunyai 6 ciri-ciri, yaitu:

1. Asal agama tidak melalui nabi atau rasul utusan Tuhan;

2.Tidak mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi atau rasul   utusan   Tuhan;

3.Sistem merasa dan berpikir masyarakatnya sangat terikat oleh   sistem seluruh kehidupan;

4.Agama budaya sewaktu-waktu berubah karena perubahan mentalitas masyarakat penganutnya;

5.Ajaran agama  budaya tidak kuat bertahan atas kritik oleh akal;

6.Konsep ketuhanan cenderung serba politeistis banyak tuhan.

(ii) Agama langit mempunyai 6 ciri, yaitu:

Agama langit khususnya agama Islam mempunyai 6 ciri, yaitu:

i. Disiarkan oleh nabi atau rasul utusan Tuhan, termaktub dalam Al-Quran S.2 Al-Baqarah 151.

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ ءَايَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (البقرة 151)

“Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni`mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui”(S.2 Al-Baqarah 151)

ii. Mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi atau rasul utusan Tuhan ( Lih.S.42 Asy-    Syura 17);

اللَّهُ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَالْمِيزَانَ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيبٌ (الشوري 17)

“Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?”(S42a17)

iii. Sistem kehidupan takluk dan mengarah kepada sistem dalam agama(Lih.S.17 Al-Isra` 81)

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا (الاسراء81)

Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”(s17a81)

iv. Mentalitas penganutnya tidak dapat mengubah agama, tetapi agama mengubah mentalitas penganutnya (Lih.S.23 Al-Mu`minun 71);

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ (المؤمنون 71)

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu”(s23a71).

V Kebenaran prinsip agama tidak luntur oleh kritik akal karena ajaran agama tersebut tidak bertentangan dengan akal(Lih.S2 Al-Baqarah 147);

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ (البفرة 147)

Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu’(s2a147)

vi. Konsep agama serba monoteis, serba esa(QS.112 Al-Ikhlash 1-4).

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(1)اللَّهُ الصَّمَدُ(2)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ(3)وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (الاخلاص1-4)

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”(s112a1-4).

Agama Islam adalah agama langit, dengan nabinya Muhammad dan kitab sucinya ialah Al-Quran. Menurut pandangan Islam Agama Nasrani itu berasal dari agama langit, yang dibawa oleh Nabi ‘Isa dengan kitab sucinya Injil, tetapi dalam perkembangannya agama Nasrani ini mengalami erosi longsoran agama budaya. Nabi Isa  diangkat menjadi Tuhan Anak, malaikat Jibril diangkat menjadi Tuhan Roh Kudus mempercayai Tuhan ada tiga (Tritunggal), Kitab Injil menampung  rembesan teori akal dari luar wahyu.

Kebenaran Islam yang tidak dapat dikalahkan oleh agama lain ialah sifat ESA  Allah  yang Mutlak serba Maha, sedangkan kitab suci Al-Quran dengan bahasa Arabnya adalah bahasa yang tetap hidup mudah difaham terus abadi, naskahnya tidak ada satu hurufpun yang hilang  dan tidak ada perubahan sama sekali, Al-Quran berisi ajaran dunia sekaligus akhirat, Al-Quran diperkuat dengan hadis, serta jaminan kebebasan berpikir dan pengembangan akal yang sehat yang menjamin keabadian agama Islam.

@ Bedanya Allah dengan berhala atau tuhan buatan manusia

Menurut ajaran Islam Allah  itu mempunyai 20 sifat wajib dan 99 nama yang baik.

~ Sifat wajib yang 20 yaitu:(1)Wujud=Ada; (2)Qidam=Lebih dahulu; (3)Baqa`=Kekal;  (4) Mukhalafatuhu  lil Hawaditsi=Berbeda dari makhluk;(5) Qiyamuhu bi Nafsihi=Berdiri sendiri; (6)Wahdaniyat=Maha Esa; 7) Qudrat= Maha Kuasa; (8) Iradat =Berkehendak; (9)‘Ilmu= Berilmu; (10) Hayat= Hidup;  (11)Sama’ =Mendengar; (12) Bashar= Melihat;(13) Kalam= Berkata; (14)Qadiran=Yang Maha Kuasa; (15)Muridan =Yang menghendaki; (16)’Aliman= Yang Maha Mengetahui; (17) Hayyan= Yang Maha Hidup; (18)Sami’an=Yang Maha Mendengar;(19) Bashiran=Yang Maha Awas; (20)Mutakalliman= Yang Maha Berbicara.

~Al-Asma`ul Husna:   Allah itu mempunya 99 nama yang baik, Allah berfirman di dalam Al-Quran:

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا(110)(الاسراء)

Artinya: “

“Katakanlah: Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al -Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu (s.17 Al-Isra`110)

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى (طه8 )

Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia   mempunyai Al-Aasmaaul husna (nama-nama yang baik”(S.20 Thaha 8).

Secara ringkas dari 99 nama Al-Asmaul Husna tersebut termaktub  dalam Al-Quran sebagai berikut:

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ(22)هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ(23)هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ(24)(الحشر)

Artinya: “Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(S.59 Al-Hasyr 22-24)

Adapun berhala atau tuhan buatan manusia itu tidak mempunyai sifat seperti Allah dalam agama Tauhid. Jika seandainya berhala tadi mempunyai sifat yang mirip dengan sifat Allah, maka dia hanya mempunyai salah satu sifat atau 3 sifat saja

misalnya : 1)Pencipta, 2)Pemelihara, 3)Perusak,  jumlahnya tidak dapat mengalahkan 20 sifat Allah, lebih-lebih nama-nama yang 99 itu, maka sifat tuhannya orang musyrik atau agama berhala tidak mungkin menyamai Al-Asma`ul Husna  nama-nama Allah. Bahkan  3 sifat atau macam-macam sifat tuhan buatan manusia itu jumlah dan jenis sifatnya adalah sifat yang dibuat oleh manusia yang  mengangkat dia menjadi tuhannya.

*Sayid Quthub dalam tafsirnya (6h317) dalam membahas Al-Quran S.42 Asy-Syura ayat 1-24 menekankan bahwa agama  itu asalnya dari Allah  menunjuk  ayat berikut :

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ(الشوري  13)

Artinya:

“Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”(S.42 Asy-Syura 13).

Sayyid Quthub dalam kitab itu mencatat bahwa orang musyrik itu tidak mengikuti  Rasullah Saw sebab karena dengki, hasud, zalim, sebabnya karena pengaruh hawa nafsu yang sesat. Mereka  menyandarkan kepercayaannya tidak berdasarkan akidah dan akal yang sehat tidak menggunakan metode yang lurus,  walaupun hati mereka tampaknya  bersih dan tulus.    Maka Allah mengirim  azab atas mereka.

Biasanya setelah ditinggal oleh nabi maka kaum itu menjadi malas dan sesat dan ragu, Allah berfirman dalam Al-Quran:

وَمَا تَفَرَّقُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ أُورِثُوا الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِهِمْ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍ الشوري 14}

Artinya: “Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada mereka karena kedengkian antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu”(S.42 Asy-Syura 14)

Sekarang ini di lingkungan Islam timbul kelompok orang yang mengaku Islam tetapi melecehkan atau mengingkari hadis para ulama menamakan mereka itu kaum Inkarus Sunnah, bahkan ada lagi kelompok yang melecehkan Al-Quran dan hadis sekaligus lebih mengunggulkan akal. Mereka ini meragukan otentisitas penulisan hadis dan  lebih berbahaya lagi meragukan kesucian Al-Quran dengan mengatakan bahwa  Al-Quran Mushaf ‘Usman itu buatan tangan kemudian dikuatkan dengan kekerasan oleh khalifah ‘Usman buktinya khalifah memerintahkan membakar semua naskah diluar Mushaf ‘Usman.

Menurut kelompok ini naskah yang dapat dipercaya ialah naskah yang diketemukan belum lama ini di Yaman Selatan yang tertinggal tidak sampai dibakar oleh khalifah ‘Usman dan bawahannya. Padahal menurut keputusan ulama begitu selesai pembukuan Al-Quran oleh khalifah ‘Usman itu maka para ulama sepakat menetapkan bahwa  tulisan Al-Quran yang benar ialah mushaf yang memenuhi 3 syarat, yaitu:

1) Tulisan dan bunyinya bernilai Mutawatir.

2) Tidak bertentangan dengan   tata bahasa Arab.

3) Tulisan dan bunyinya cocok dengan Mushaf ‘Usman.

Orang yang meragukan Al-Quran hasil pembukuan jaman khalifah ‘Usman ini hukumnya kafir sama dengan tidak mempunyai kitab dari Allah melalui Rasulullah Saw. Kelompok tersebut sesumbar akan membuat Al-Quran sendiri dan menolak Al-Quran Mushaf ‘Usmani.  Mereka keluar dari agama Samawi menolak kenabian  Muhammad, tidak menganggap suci Mushaf ‘Usmani bahkan mereka berusaha keras untuk mengubah isi Kitab Suci Al-Quran yang sudah diakui syah oleh seluruh umat manusia secara internasional yang bunyi dan hurufnya tersimpan sekarang didalam CD-DVD dapat dilihat dan didengar melalui komputer dan bahasa Arabnya tetap hidup mudah difaham selama ribuan tahun  sejak dahulu sampai sekarang ini.

Singkatnya  ialah bahwa Agama Budaya ialah agama  di luar agama Islam, Yahudi dan Nasrani, yaitu agama Hindu, Budha, Kong Hu Chu, Shinto, Tao dan semua yang mempunyai 6 buah ciri  agama Budaya itu.

@ Kaum Ahli Kitab  itu kafir dan musyrik

* Kitab Al-Anajil wal ‘Aqidah (1h105) dalam   judul Agama Masehi & Paganisme mencatat bahwa agama Masehi itu diajarkan untuk membodohi umat melalui pengangkatam Nabi ‘Isa menjadi Tuhan Anak dan mengangkat  malaikat Jibril menjadi Tuhan Roh Kudus dengan memaksa bahwa akal harus menerimanya. Mereka dikelompokkan  kedalam kelompok kafir dan musyrik sebagaimana  ditegaskan oleh Allah dalam S.5 Al-Maidah 17, 72-73 serta S.98 Al-Bayyinah terurai di atas.   Agama Yahudi  bukan hanya  mengangkat Nabi ‘Uzair menjadi Anak Tuhan, menurut Allah kaum Yahudi itu kafir atau musyrik sebab  mereka menyembah pendeta dan rahib diwujudkan dalam ketakutan dan ketaatannya  yang berlebih-lebihan mengalahkan takut dan taatnya kepada Allah persis sama dengan kaum Nasrani  (Kristen) yang  beriman yakin kepada uskup-pastur-pendetanya menganggap sebagai  Tuhan  bertaubat dan  memohon ampun kepada Uskup, pastur, pendeta dan imam gereja bukan kepada Tuhan. Allah berfirman dalam Al-Quran

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ(التوبة  31)

Artinya: “Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”(S.9 At-Taubat 31).

Dalam agama Yahudi tidak ada ajaran Tritunggal dan tidak ada ajaran dosa warisan.

* Para pakar menyatakan bahwa agama Masehi itu  hasil rekayasa akal yaitu agama  ajaran Nabi ‘Isa  dicelup dengan budaya Romawi.  Allah berfirman di dalam Al-Quran:

وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ( الماءدة 14)

Artinya: “ Dan di antara orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan”(S.5 Al-Maidah 14).

(*) Catatan sejarah

Prof.Abu Zahrah dalam bukunya Agama Masehi (1960:118) mencatat bahwa pengangkatan Nabi ‘Isa  menjadi Tuhan Anak adalah karena usul Konstantin Kaisar Romawi, lalu diselenggarakan Konsili tahun th.325 M di Nikea. Kemudian   ditetapkan oleh 318 uskup suatu keputusan mengangkat Nabi ‘Isa menjadi Tuhan Anak mengikuti teori Athanasius (373M) yang dilawan oleh 1700 uskup dipelopri oleh uskup Arius (336M). Konsili juga menetapkan Kitab Injil hanya empat saja, maka  Encyclopaedia Britanica (ii:106) mencatat nama-nama  47 Kitab Injil dan Kitab Suci yang ditetapkan tahun 325 M itu sebagai Apocriva dan tidak dimasukkan ke dalam Bibel. Kemudian Ensklopedi Encarta 2006 mencatat ada 100 kitab yang tidak dimasukkan ke dalam  Perjanjian Baru padahal kitab ini ditulis oleh kaum Nasrani abad 2 sampai abad ke-4 dan isinya semua senada dengan Kitab Perjanjian Baru (Lih. J. Louis Martyn-Encarta 2006).

Pada Konsili di Konstantnopel tahun 381M maka 150 uskup menetapkan malaikat  Jibril menjadi Tuhan Roh Kudus. Dengan ketetapan ini maka agama Trinitas atau Trtunggal ini menjadi lengkap, yaitu Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Jika diperbandingkan maka umat agama Hindu percaya kepada Tuhan  Trimurti terdiri dari Brahma. Winsu, Siwa dengan kedudukan Brahma sebagai Pencipta, Wisnu sebagai pemelihara dan Siwa sebagai perusak.

@  Agama Budaya  mempunyai 6 ciri-ciri, yaitu:

1.  Asalnya tidak melalui nabi atau rasul utusan Tuhan;

2. Tidak mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi atau rasul   utusan     Tuhan;

3. Sistem merasa dan berpikir sangat terikat oleh sistem seluruh kehidupan;

4. Sewaktu-waktu berubah karena perubahan mentalitas masyarakat penganutnya;

5.Ajaran agama tidak kuat bertahan atas kritik oleh akal;

6.Konsep ketuhanan cenderung serba politeistis.

B.Agama langit mempunyai 6 ciri, yaitu:

i. Disiarkan oleh nabi atau rasul utusan Tuhan (S.2 Al-Baqarah 151)

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ ءَايَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (البقرة 151)

“Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni`mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui”(S.2 Al-Baqarah 151)

ii. Mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi atau rasul utusan Tuhan (S.42 Asy-    Syura 17);

اللَّهُ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَالْمِيزَانَ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيبٌ (الشوري 17)

“Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?”(S42a17)

iii. Sistem kehidupan takluk dan mengarah kepada sistem dalam agama(S.17 Al-Isra` 81)

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا (الاسراء81)

“Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”(s17a81)

iv. Mentalitas penganutnya tidak dapat mengubah agama, tetapi agama mengubah mentalitas penganut itu(S.23 Al-Mu`minun 71);

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ (المؤمنون 71)

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu”(s23a71).

v.Kebenaran prinsip agama tidak luntur oleh kritik akal karena ajaran agama tersebut tidak bertentangan dengan akal(S2 Al-Baqarah 147);

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ (البفرة 147)

Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu’(s2a147)

vi.Konsep agama serba monoteis, serba esa (S.112 Al-Ikhlash 1-4).

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”(s112a1-4).

Salah satu  agama Samawi ialah agama Islam, dengan nabinya Muhammad dan kitab sucinya ialah Al-Quran. Menurut pandangan Islam Agama Nasrani itu  berasal dari agama Samawi atau agama langit, tetapi dalam perkembangannya agama Nasrani ini mengalami erosi longsoran kepercayaan  Agama Budaya. Nabi Isa  diangkat menjadi Tuhan Anak, Kitab Injil menampung  rembesan teori dari luar wahyu.

Kebenaran Islam yang tidak dapat dikalahkan oleh agama lain ialah sifat ESA  Allah, kitab suci Al-Quran dengan bahasa Arabnya adalah abadi hidup terus, naskahnya tidak ada satu hurufpun yang hilang  dan tidak ada perubahan sama sekali, Al-Quran berisi ajaran dunia akhirat, Al-Quran diperkuat dengan hadis, serta jaminan kebebasan berpikir yang menjamin keabadian agamaIslam.

@ Bedanya Allah dari berhala tuhan buatan manusia

Allah mempunyai 20 sifat wajib dan 99 nama yang baik, yaitu:

1)Wujud  -2)Qidam—3)Baqa`-4) Mukhalafatuhu lil Hawaditsi-5)Qiyamuhu bi Nafsihi-6)Wahdaniyat-7)Qudrat-      8) Iradat-9)Ilmu- 10) Hayat–11)-Sama’ 12) Bashar 13) Kalam. 14).Qadiran-15) Muridan-16) ‘Aliman 17) Hayyan 18. Sami’an] 19. Bashiran]- 20. Mutakalliman].

@Al-Asma`ul Husna

Allah berfirman di dalam Al-Quran:

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا(110)(الاسراء)

“Katakanlah: Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al -Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu (s.17 Al-Isra`110)

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى (طه8 )

“Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia   mempunyai Al-Aasmaaul husna (nama-nama yang baik”(S.20 Thaha 8).

Ringkasan dari 99 nama Al-Asmaul Husna adalah sebagai berikut:

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ(22)هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ(23)هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ(24)(الحشر)

Artinya: “Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(S.59 Al-Hasyr 22-24)

Adapun berhala atau tuhan buatan manusia, tidak mempunyai sifat seperti Allah dalam agama Tauhid. Jika seandainya berhala tadi mempunyai sifat yang mirip dengan sifat Allah, maka dia hanya mempunyai salah satu sifat, misalnya”pencipta, pemelihara, perusak” jumlahnya tidak dapat mengalahkan 20 sifat Allah, lebih-lebih nama-nama yang 99 itu, maka tuhannya orang musyrik atau agama berhala tidak mungkin menyamai Al-Asmaul Husna Allah.

BAB  DUA

Agama Yahudi dan Nasrani

Masalah ke-2: Bagaimanakah  agama Yahudi dan Nasrani itu  yang benar?  Agama Yahudi asal dari ajaran  dari Kitab Taurat Nabi Musa dan agama Nasrani asal dari ajaran Nabi ‘Isa dan Nabi Musa maupun Nabi ‘Isa mengajarkan agama Tauhid dan agama yang lurus.

Sepuluh Hukum Taurat atau The Ten Commandments merupakan ajaran yang masih  tertinggal yang masih dipercaya oleh kaum Yahudi, kaum Nasrani dan diakui oleh Al-Quran dan hadis  Rasulullah Saw ialah  Kitab Keluaran 20 ayat 1-17 dalam  Bibel-Perjanjian Lama yang redaksi yang sedikit berbeda tercatat dalam  Al-Quran S.17 Al-Isra` 101 dan dalam hadis Turmudzi  no.3069 berikut:

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى تِسْعَ ءَايَاتٍ بَيِّنَاتٍ فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءَهُمْ فَقَالَ لَهُ فِرْعَوْنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَامُوسَى مَسْحُورًا( الاسراء 101)

Artinya: “ Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mu`jizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir`aun berkata kepadanya: “Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir”(S.17 Al-Isra` 101).

عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ أَنَّ يَهُودِيَّيْنِ قَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ اذْهَبْ بِنَا إِلَى هَذَا النَّبِيِّ نَسْأَلُهُ فَقَالَ لَا تَقُلْ نَبِيٌّ فَإِنَّهُ إِنْ سَمِعَهَا تَقُولُ نَبِيٌّ كَانَتْ لَهُ أَرْبَعَةُ أَعْيُنٍ فَأَتَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَاهُ عَنْ قَوْلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ( وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ) فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ(1) لَا تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا(2) وَلَا تَزْنُوا (3)وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ(4) وَلَا تَسْرِقُوا (5)وَلَا تَسْحَرُوا(6) وَلَا تَمْشُوا بِبَرِيءٍ إِلَى سُلْطَانٍ فَيَقْتُلَهُ(7) وَلَا تَأْكُلُوا الرِّبَا (8)وَلَا تَقْذِفُوا مُحْصَنَةً(9) وَلَا تَفِرُّوا مِنَ الزَّحْفِ شَكَّ شُعْبَةُ (10) وَعَلَيْكُمْ يَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ خَاصَّةً لَا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ فَقَبَّلَا يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ وَقَالَا نَشْهَدُ أَنَّكَ نَبِيٌّ قَالَ فَمَا يَمْنَعُكُمَا أَنْ تُسْلِمَا قَالَا إِنَّ دَاوُدَ دَعَا اللَّهَ أَنْ لَا يَزَالَ فِي ذُرِّيَّتِهِ نَبِيٌّ وَإِنَّا نَخَافُ إِنْ أَسْلَمْنَا أَنْ تَقْتُلَنَا الْيَهُودُهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ (رواه الترمذي3069)

Artinya: “Dari Shafwan ibnu ’Assal bahwa  ada dua orang Yahudi yang seorang berbisik kepada rekannya:  “Mari kita menghampiri  Nabi ini mempertanyakan soal 9 ayat (dalam Al-Quran S.17 Al-Isra` 101); Kemudian keduanya mendekati Nabi Muhammad Saw. bersama-sama mempertanyakan bagaimana makna dari 9 ayat dimaksud. Maka beliau menjawab: “ Yang dimaksud dengan 9 ayat (dalam Q.S 17 Al-Isra` 101) itu ialah:(1)Betul-betul jangan kamu musyrik; (2) Jangn kamu  berzina (3)  Jangan kamu membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah, kecuali di fihak yang benar; (4) Jangan kamu mencuri; (5) Jangan kamu berbuat sihir; (6) Jangan kamu membawa seseorang yang bersih kepada penguasa untuk dibunuh; (7) Jangan kamu memakan  riba; (8) Jangan kamu menuduh zina perempuan terhormat;(9)Jangan kamu melarikan diri dari perang sabil; (10)Khuusus untuk kaum Yahudi wajib mentaati ibadah hari Sabtu.  Maka kedua orang Yahudi ini lalu mencium tangan Rasulullah Saw dan sujud pada kaki beliau kemudian keduanya  menyatakan: “Kami bersaksi bahwa tuan adalah Nabi . Beliau bertanya: “Apa yang menghalangi anda untuk masuk Islam?” Mereka menjawab bahwa Nabi Dawud berdo’a jangan ada nabi diluar anak keturunan Dawud. Dan jika kami masuk Islam kami takut dibunuh oleh kaum Yahudi (HR At-Turmudzi 3069).

Menuurut Al-Quran  kaum Yahudi itu cenderung lebih dengki kepada kaum muslimin sebaliknya kaum Nasrani  terutama para pendeta dan rahib mereka cenderung  lebih dekat dengan kaum muslimin.     Allah berfirman dalam Al-Quran:

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ ءَامَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ ءَامَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ(82)وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَى أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ يَقُولُونَ رَبَّنَا ءَامَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ( الماءدة 83)

Atinya: “ Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad s.a.w.”(S.5 AlMaidah 82-83).

Agama Yahudi dan agama Nasrani asalnya adalah agama Samawi (Revealed Religion) yang diajarkan oleh para nabi yang intinya ialah kepercayaan Tauhid bahwa Allah itu Maha Esa, Mutlak serba Maha, tidak mempunyai anak  dan tidak  ada sekutu yang mengurangi sifat mutlak Allah.

Allah berfirman dalam Al-Quran  tentang asal usul agama:

1) Agama Allah itu dibawa dan diajarkan oleh nabi&rasul (S.2 Al-Baqarah 151).

2) Agama disisi Allah hanya agama Islam (S.3Ali ‘Imran 19-20)

3) Agama selain Islam ditolak oleh Allah (S.3 Ali ‘Imran 85)

4) Agama semua nabi itu agama Tauhid-Islami(S.21 Al-Anbiya 25)

5) Nabi Nuh mengajarkan Islam (S.10 Yunus 72),

6) Wasiat Nabi Ibrahim kepada anak cucu supaya tetap Islam (S.2 Al-Baqarah 128, 132.

7) Nabi Yusuf berdo’a mohon mati dalam Islam (S.12 Yusuf 101).

8) Nabi Musa  meminta kaumnya supaya  beragama  Islam (S.10 Yunus 84) dan mati dalam Islam (S.7 Al-A’raf 126).

9) Ratu Bilqis masuk Islam ikut Nabi Sulaiman(S.27An-Naml 42).

10) Kitab Taurat menyeru umat manusia supaya beragama Islam (S.5 Al-Maidah 44).

11) Kaum Hawari, 12 murid-murid Nabi ‘Isa mengucapkan Ikrar akan tetap menganut Islam (S.5 Al-Maidah 111).

12) Nabi Muhammad  penganut  awal Islam (S39 Az-Zumar 12).

13) Seluruh umat Muhammad bersaksi  untuk tetap dalam Islam (S.41 Fushshilat 33). (Semua yang di atas termaktub dalam AlQuran disebut  dengan Islam atau Muslim).

Dari uraian di atas ini maka sebenarnya agama Yahudi  dan agama Nasrani itu hakikatnya adalah Islam dalam pengertian Islam itu ialah menyerah, menyerah sepenuhnya kepada Allah. Ajaran agama Yahudi dan Nasrani seharusnya  senada dengan ajaran Islam yang dibawa  oleh Muhammad Saw berpegang teguh kepada Kitab Suci Al-Quran.

BAB  TIGA

Tugas orang Islam atas Ahli Kitab

Masalah ke-3: Bagaimana  cara menghadapi Ahli Kitab dan mengajaknya kembali ke agama Tauhid yang lurus ? Al-Quran sudah memberikan pedoman sikap dan usaha umat Islam untuk meluruskan agama Yahudi dan Nasrani ke jalan yang benar, namun harus dilakukan secara metodik dedaktis ilmiah mencari kebenaran yang tertinggi.

Pedoman sikap dan usaha umat Muhammad untuk meluruskan kaum Yahudi  dan Nasrani  agar supaya mereka kembali  kepada agama yang benar ialah dengan  jalan yang  sesuai dengan pedoman dari  Allah dalam Al-Quran pada ayat-ayat berikut

I.  Asas landasan dakwah ajakan kejalan Allah:

Mengajak siapa saja untuk mengikuti agama Islam harus berdasarkan metodik-dedaktik Ilmu DakwahAl-Quran S.16 An-Nahl 125, S.20 Thaha 44 dan S.14 Ibrahim 4:

Ad 1.S.16 An-Nahl 125: Dakwah harus memenuhi 3 prinsip, yaitu (1)Bikjaksana. (2)Positif. menggembirakan.   (3) Modal  yang  kuat.

Ad  2. S.20 Thaha 44: Bahwa  mengajak orang untuk mentaati agama Allah itu harus  dengan  berhalus budi, jangan sampai berlaku kasar kepada mereka yang diajak itu.

Ad 3 S.14 Ibrahim 4: Bahwa mengajak orang untuk mentaati agama Allah itu harus dengan bahasa mereka yang diharap suka  mengikuti ajakannya. Maksudnya ialah bahwa dialog atau mengajaknya harus memperhatikan  situasi dan kndisi  mereka yang diajak untuk mentaati agama Allah.

II. Materi  dan sarana  ajakan & dakwah

Berikut beberapa ayat  berkenaan dengan sikap,  alat ukur atau materi dakwah sebagai  termaktub dalam Al-Quran berikut:

1) S.5 Al-Maidah 48  menentukan bahwa Al-Quran itu menjadi batu ujian  terhadap kitab-kitab yang dianggap suci oleh suatu agama atau aliran mana saja.

2) S. 3 Ali ‘Imran 64 menyatakan bahwa kita semua harus kembali kepada agama Tauhid, tidak boleh mengangkat  manusia menjadi Tuhan  lalu disembah.

3) S.5 Al-Maidah 15 menyatakan bahwa  kaum Nasrani telah menyembunyikan  dan melengahkan  banyak-banyak isi kitab suci Al-Kitab

4) S.5 Al-Maidah 68 menyatakan bahwa kaum Nasrani harus kembali  menepati  dan  mentaati asli kitab suci Taurat dan Injil.

5) S.3 Ali ‘Imran 19 menyatakan bahwa  agama disisi Allah  adalah agama Islam.

6) S.3 Ali ‘Imran  65 mempertanyakan apa sebab  kaum Yahudi dan Nasrani  berdebat  mengenai Nabi Ibrahim, padahal kitab Taurat dan Injil turun sesudah wafat Nab Ibrahim.

7) S.3 Ali ‘Imran 70  mempertanyakan  apa sebab Kaum Ahli Kitab kufur kepada ayat-ayat Kitab Suci padahal mereka menyaksikan.

8) S.3 Ali ‘Imran 71 mempertanyakan kepada Kaum Ahli Kitab apa sebab mereka mencampur adukkan  barang yang benar dengan yang tidak benar padahal mereka itu mengerti.

9) S.4 an-Nisa` 171 menyatakan bahwa kaum Ahli Kitab dilarang berbuat keterlaluan dalam agama dan Nabi ‘Isa putera Maryam itu Rasul utusan Allah lahir dari ciptaan Allah pada diri Maryam mereka dilarang mengatakan Tritunggal. Allah itu Maha Suci tidak mungkin mempunyai anak.

10) S.3 Ali ‘Imran 67  menyatakan bahwa agama Nabi Ibrahim itu bukan Yahudi bukan Nasrani, tetapi beragama Hanif suatu agana yang lurus muslim bukan musyrik.

Ada beberapa bacaan yang mencatat beberapa kelemahan agama Kristen atau kaum Salib dan kitab Bibel sekarang ini, yaitu:

  • Molyadi Samuel AM dalam bukunya Dokumen Pemalsuan Al-Kitab (Bibel) mencatat ada 564 kontradiksi ayat-ayat dalam Bibel dan diuraikan dalam buku itu hanya 202 pertentangan antar ayat dalam Al-Kitab (Bibel) dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
  • Hj.Irena Handono dalam bukunya Islam Dihujat menunjuk ayat-ayat dalam Al-Kitab (Bibel),  7 contoh ayat porno,  15 contoh ayat yang melecehkan Tuhan, 12 contoh ayat yang melecehkan para nabi utusan Allah,  3 contoh ayat yang irrasional tidak masuk akal, 8 contoh ayat  yang  tidak dapat  diamalkan, 5 contoh ayat yang ramalannya tidak terbukti, 29 contoh ayat yang bertentangan dalam Perjanjian Lama, 20 contoh ayat yang bertentangan dalam Perjanjian Baru, 36 contoh ayat yang meragukan. Semua ini diakui oleh teolog Kristen DR.GC Van Niftrik, DR B.J. Bolland, DR.Mr.D.C. Mulder, DR. Welter Lempp, DR. R Sudarmo.
  • DR. Maurice Bucille dalam bukunya La Bible, Le Coran et La Science menyimpulkan bahwa  telah terjadi  perobahan, kontradiksi, betentangan dengan ilmu pengetahuan modern dalam Kitab Pejanjian Lama. Kemudian terhadap Injil-Kitab  Perjanjian Baru dikatakan  bahwa dengan membaca Kitab Injil  secara keseluruhan maka hasilnya akan menimbulkan kebingungan prmbacanya disebabkan karena kitab itu telah  mengalami perubahan dan kontradiksi.
  • Buku Al-Quran berbicara tentang Kristen tulisan Imam Muchlas dan Masyhud SM (1999:154) mencatat 14 contoh dan  23 ayat yang membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan.
  • Menurut DR. John Cornelis Pan Ratu alumni lulusan Seminari Katholik tertinggi Roma bahwa agama yang benar ialah agama Islam. Ini tercatat dalam siaran TVRI Jakarta pada Senen 3 April 2006 jam 5.oo. TVRI ini meyiarkan  kisah sebagai berikut:

John Cornelis Pan Ratu asal Kupang Timor. Jon Cornelis seorang lulusan TK, SD, SMP, SMA, S.1 dan S.2 sampai Seminari  yang paling tinggi sekolahnya di sekolah Katholik, gelar Doktornya dicabut atau ijazahnya tidak diserahkan, sebab dia berani masuk Islam 1994 dia masuk Islam dengan nama Ahmad Ismail, meninggalkan agama Katholik. Bukan hanya dicabut Doktornya oleh Sri Paus, dia dipulangkan ke Kupang sampai di Kupang dia disiksa setengah mati, sakit demikian berat sampai  proses penyembuhannya harus dikirim ke Rumah Sakit Cipto   Mangunkusumo dan dipindahkan ke Cempaka Putih. Dari ceriteranya kita melihat derita luar biasa John Cornelis hanya disebabkan dia masuk agama Islam dan tidak mau mundur sedikitpun juga dari agama yang benar yang diyakini Islam. Itulah hukum agama Katholik terhadap anggotanya yang berani masuk Islam.

—===ooo0ooo===—-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: