Oleh: pondokquranhadis | Juli 18, 2010

ALLAH ITU MUTLAK MAHA

Allah itu Mutlak Maha

Yesus  itu makhluk ciptaan Allah

Oleh: Imam  Muchlas

~Al-Quran S.19 Maryam  21-26

فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا(22)فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَالَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا(23)فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا(24)وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا(25)فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا(26)(مريم22-26)

Artinya:

“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”.Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”(S.19 Maryam 22-26).

Tema dan  sari tilawah

Sebetulnya  ayat 22 sampai 26 surat Maryam di atas merupakan  sebagian dari himpunan ayat-ayat terutama dari ayat  16 sampai 32, sehingga  sari tilawahnya mencakup ayat-ayat terkait, yaitu:

  1. Maryam menerima wahyu akan hamil dan melahirkan  bayi Nabi Isa tanpa ada hubungan dengan laki-laki.
  2. Ketika kandungannya sudah tua Maryam mengaduh sangat serius,   malu dan sedih sekali hampir tidak kuat.
  3. Malaikat turun mensilahkan Maryam menggoyang pohon korma yang sedang masak buahnya.
  4. Malaikat mempersilahkan Maryam menikmati buah kurma yang runtuh dan meminum air  yang ada di dekatnya, jangan bersedih hati.
  5. Jika ada orang yang menegur  supaya menyuruh bayinya menjawab.

Masalah dan analisa jawaban

  1. Siapa Yesus itu dan bgaimana silsiah Yesus ke atas? Jawaban: Yesus itu   Nabi ‘Isa   lahir tanpa ayah, maka silsilah nasabnya melalui ibunya yaitu Maryam ke atas sampai Nabi Ya’qub sampai Ibrahim.
  2. Apa dan bagaimana kedudukan Roh Kudus itu di sisi Allah? Jawab: Roh Kudus dalam agama Nasrani itu maka  menurut ajaran IslamRoh Kudus itu adalah malaikat Jibril utusan Allah mendapat tugas menyampaikan kalimat akan lahirnya Nabi Isa lahir tanpa ayah  sebagai bukti kepada kekuasaan Allah.
  3. Faktor apa saja yang dapat menetapkan suatu pelaku keajaiban itu Tuhan ataukah  bukan Tuhan? Tuhan dalam Islam itu mempunyai 20 sifat dan 99 mama Alasmaul Husna yang intinya ialah Allah itu Maha Esa Mutlak. Sedangkan semua yang tida mempunyai tanda seperti itu dia bukan Tuhan.

Pendalaman dan penelitian

BAB  SATU

Penciptaan  Nabi ‘Isa oleh Allah

Masalah ke-1: Siapa Yesus itu dan bgaimana asal usul Yesus ke atas? Jawaban: Yesus    Nabi ‘Isa itu  lahir tanpa ayah, maka silsilah nasab ke atas harus  melalui ibunya yaitu Maryam  sampai Nabi Ya’qub, Ishaq  sampai  Ibrahim.

Nabi ‘Isa  dengan  kelahiran  dan  mukjizatnya  yang  di luar jangkauan akal manusia menimbulkan  tanggapan umatnya  menurut  kemampuan akal umat beliau  kemudian  umat tersebut mendirikan agama Kristen bahkan berkembang  menjadi  berbagai macam  madzhab dan aliran   ada yang mengangkat Nabi ‘Isa menjadi Tuhan Anak    dan mengangkat malaikat Jibril menjadi  Tuhan Roh Kudus,  ada yang menolak teori itu, ada yang  membuat teori   lain yang sesuai dengan  kemampuan akal mereka.

Dalam hal  asal usul  nasab ke atas  tercatat  beberapa jalur dan   jumlah peringkat generasinya, yaitu  sebagai berikut:

Dalam Injil Matius 1:1-16 tertulis silsilah nasab Yesus ada tiga perbedaan  disitu  dengan  yang tersebut dalam Injil Lukas 3:23-31:

1. Injil Matius  menyebutkan bahwa putra Daud yang menurunkan Yesus adalah Salomo, sedangkan Lukas menyatakan bahwa  yang menurunkan Yesus adalah Natan.

2. Injil Matius  mencatat 27 generasi dari Daud sampai Yesus, sedangkan Lukas  mencatat 42 generasi dari Daud sampai Yesus.

3. Pada Matius Injil Matius, ayah Yusuf adalah Yakub, sedangkan pada Lukas, ayah Yusuf adalah Eli.

Dan ditegaskan  dalam Injil itu bahwa Yusuf tidak melakukan sanggama  dengan Maria, yaitu:

”Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus” (Matius 1:24-25). Tetapi Injil Matius 1:19 menyebut Yusuf sebagai suami Maria. Ini apa maunya?

~` Kitab Injil Matius 1 ayat 3-6 dan Lukas 3 ayat 30-33 menyebutkan bahwa Daud itu keturunan Peres, padahal kitab Kejadian 38 ayat 11-18 menyatakan bahwa Peres adalah anak zina Yahuda dengan  Tamar menantunya.

~ Kitab Perjanjian Lama Kitab II Samuel 11 ayat 2-5 mencatat bahwa Daud berzina dengan Batseba binti Eliam melahirkan Salomo (Nabi Sulaiman). Dalam Kitab I Raja-raja 11 ayat 1-4 Raja Salomo (Nabi Sulaiamn) itu isterinya 700 orang dan mempunyai gundik 300 orang dan durhaka kepada Tuhan. Jadi Yesus itu menurut Alkitab (Bibel) adalah keturunan dari pezina dan durhaka kepada Tuhan. Betulkah kedua kitab Samuel dan  kitab Raja-raja itu  Kitab Suci???

Bibel kitab Ulangan 23:2 mengatakan : Laki-laki dan perempuan yang berzina pantas menerima hukuman rajam yaitu dilempari batu sampai mati dan diasingkan serta dijauhkan dari rumah Tuhan keturunannya dari generasi ke generasi. Dan Anak-Haram tidak boleh masuk jamaah Tuhan bahkan terlarang sampai keturunannya yang kesepuluh, demikian menurut hukum Tuhan yang diwahyukan kepada Musa (Kitab Ulangan 23:2).

Pertanyaannya ialah: Mengapa silsilah nasab Yesus harus lewat  Yusuf, mengapa Yesus harus  lahir dari leluhur yang begitu hina?    Silsilah Yesus tidak lewat Mariam  dapat dibaca  di bawah ini:

@  Silsilah dari Dawud sampai Yesus menurut  Inji Matius 1:6-16 Dawud menurunkan anak keturunan sebagai berikut:
01. Sulaiman 02. Rehabean 03. Abia 04. Asa 05. Yosafat 06. Yoram 07. Uzia 08. Yotam 09. Ahas 10. Hizkia 11. Manasye 12. Amon 13. Yosia 14. Yekhonya 15. Sealtiel 16. Zerubabel 17. Abihud 18. Elyakim 19. Azor 20. Zadok 21. Akhim 22. Eliud 23. Eleazar 24. Matan 25. Yakub 26. YESUS

@  Silsilah nasab Yesus menurut Injil Lukas 3:23-31 dari DAUD :
01. Natan 02. Matata 03. Mina 04. Melea 05. Elaykim 06. Yonam 07. Yusuf 08. Yehuda 09. Simeon 10. Lewi 11. Matat 12. Yorim 13. Eliezer 14. Yesua 15. Er 16. Elmadam 17. Kosam 18. Adi 19. Malkhi 20. Neri 21. Sealtiel 22. Zerubabel 23. Resa 24. Yohanan 25. Yoda 26. Yosekh 27. Simei 28. Matica 29. Maat 30. Nagai 31. Hesli 32. Nahum 33. Amos 34. Matica 35. Yusuf 36. Yanai 37. Malkhi 38. Lewi 39. Matat 40. Eli 41. Yusuf 42. YESUS

~ Kitab Ulangan 23 ayat 2 menetapkan bahwa menurut Hukum Taurat  bahwa anak zina sampai semua keturunannya wajib dikeluarkan dari jemaat Tuhan. Bagaimana dengan Yesus anak haram keturunan pezina ???

Dari kitab Injil itu sendiri terbukti bahwa  Yusuf bukan ayah Yesus, jadi otomatis nasab Yesus harus digantungkan kepada ibunya, yaitu:  Maria (Menurut Al-Quran MARYAM). Sekarang, siapakah Maria dan dari mana ia berasal?   Untuk  ini  dapat kita baca Injil Lukas berikut:

Maka kita lihat dalam Injil Lukas berikut:

”dan sesungguhnya Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya……” (Lukas 1:36)

”….istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet” (Lukas 1:5).

@     Jauh berbeda dengan Al-Quran, dalam hal ini  S.19 Maryam 28 bahwa N. ‘Isa  itu adalah manusia yang suci putera laki-laki  Maryam yang suci  dari  anak keturunan Nabi Musa dan Harun (asal dari Lewi bin Ya’qub). Di Dalam Al-Quran ada sekitar 14 ayat s2a87  dan lain-lain  yang  menyinggung  masalah nenek moyang  Nabi  ‘Isa a.s. bukan keturunan Yehuda. Misalnya:

يَاأُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا(مريم 28)

“Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”(S.18 Maryam 28).

ءَاتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ( البقرة 87)

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu`jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?:(S.2 Al-Baqarah 87).

Jadi, Mariam adalah keluarga dari Elisabet keturunan Harun. Sehingga otomatis Maria juga merupakan keturunan Harun bin Amram bin Kehat bin Lewi. Semua membuktikan bahwa Yesus bukan dari keturunan Daud lebih-lebih Daud keturunan Peres, bahwa Peres adalah anak zina (Yahuda dengan  Tamar menantunya Kitab Kejadian 38 ayat 11-18).

Lebih dari itu  Mesias yang dijanjikan sebagai juru selamat keturunan Daud bin Isai bin Obed bin Boas bin Salmom bin Nahason bin Aminadab bin Ram bin Hezron bin Peres bin Yehuda. Pengikatan Yesus-Yusuf Daud adalah rekayasa.

Dari sisi lain kita perhatikan Nabi ’Isa a.s. itu  bangsa Israel setiap harinya berbicara dalam bahasa Ibrani (Hebrew). Nama ’Isa dalam bahasa Ibrani ialah Yoshua (Yasu’), diterjemah ke dalam bahasa Latin dan Yunani  menjadi  Yesus dengan julukan Messiah disalin ke dalam bahasa Latin menjadi Christus disalin ke dalam bahasa  Indonesia menjadi Yesus Kristus atau Isa Almasih.

@ Terciptanya  Nabi ‘Isa

Adapun  proses penciptaan Nabi ‘Isa a.s. oleh Allah itu berlangsung melalui: “Kalimat-Takwin”. Maksudnya ialah  bahwa Nabi ‘Isa diciptakan oleh Allah melalui qudrat-Iradat Allah tidak dalam bentuk ucapan tetapi langsung penciptaan seperti halnya cara Allah dalam menciptakan alam semesta, bumi, langit, daratan, lautan, sebagaimana yang  ditegaskan Allah dalam Al-Quran berikut:

إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ إِذَا أَرَدْنَاهُ أَنْ نَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (النحل40)

“Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “Kun (jadilah)”, maka jadilah ia”*S.16 An-Nahl 40).

Kalimat Takwin itu tidak tunduk dan tidak dibatasi oleh waktu, bilangan dan jenis, Allah berfirman:

قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا(الكهف109)

“Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula”(S.18 Al-Kahfi 109).

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ( 27)

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(S.31 Luqnab 27).

Mengenai Kalimat Takwin dalam penciptaan Nabi ‘Isa dimaksud maka Allah berfirman dalam Al-Quran s3a45:

إِذْ قَالَتْ الْمَلاَئِكَةُ يَامَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنْ الْمُقَرَّبِينَ)آل عمران 45)

“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih `Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)”(S.4 Ali ‘Imran 45).

@ Tafsir Al-Manar (3h263)  ketika menganalisa Al-Quran S.3 Ali ‘Imran 59 menyatakan sebagai berikut:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (ال عمران59 )

“Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia”(S.3 Ali ‘Imran 59)

Bahwa Allah menciptakan ‘Isa  itu persis seperti Allah menciptakan Adam yang diciptakam dari tanah. Adapun lafal “Kun fa yakun” dalam ayat ini maksudnya  ialah  bahwa bayi ‘Isa itu tercipta melalui Qudrat-Iradat Allah lalu terwujudlah apa yang dikehendaki Allah  itu.

Perlu kita ingat bahwa Qudrat-Iradat Allah dalam  mrnciptakan  makhluk-alam semesta pada jaman awal sama dengan waktu Allah melenyapkan makhluk alam semesta pada akhir jaman,  yaitu tidak menurut hokum lain, tetapi Allah menciptakannya terjadi menurut Qudrat-Iradat Allah, sehingga di hari kiamat nanti pelenyapan atau kejadian seluruh peristiwa di hari  kiamat  itu kelak  persis seperti waktu Allah menciptakan makhluk alam semesta ini pada jaman awal (Jaman Azali) tidak menurut hukum lain, hukum  adat  atau mengikuti proses berangsur-angsur, tetapi Allah cukup dengan “Kun fa yakun” tidak melalui hukum alam, tidak tunduk mengikuti teori evolusi, sedikit demi sedikit, tidak!!! Tetapi  cepat Maha Cepat secepat kilat 10 pangkat minus 34 detik.

Baiquni dalam bukunya Al-Quran dan IPTK (1994:43) menggambarkan penciptaan alam semesta di jaman awal dari titik singularitas menjadi jagad raya ini dari temperatur  rendahnya 1000 trilyun derajat dibawah nol,  berubah menjadi panas yang tinggi luar biasa 1000 triyun-trilyun derajat dalam waktu sepuluh pangkat minus 34 derajat (10-34), jadi mendadak  terjadi dalam waktu terlalu Maha Cepat, Ekpres, Kilat.

Jadi  Allah menciptakan Nabi ‘Isa itu tidak mengikuti  Hukum Alam tetapi persis seperti kejadian yang digambarkan oleh Baiquni di atas demikian juga kelak akan terjadi sperti ini pada hari Kebangkitan mayat-mayat seluruh makhluk manusia  hidup kembali di hari kiamat nanti tidak mengikuti lain tetapi mengikuti Qudrat-Iradat Allah.    Allah berfirman:

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ(78)قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ( يس 78-79)

“Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk”(S36 Yasin 78- 79)

Tafsir Almanar (3h264) menambahkan bahwa Nabi ‘Isa a.s. diciptakan cukup dengan Kalimat-Takwin diatas itu tidak ada bedanya dengan penciptaan seluruh alam jagad raya dan isinya seluruh makhluk ini.      Betul-betul  Allah tidak mengirim Nabi ‘Isa a.s. sebagai  Tuhan Anak,  Tuhan Bapa  berubah menjadi manusia, supaya disiksa oleh orang Yahudi, disalib dipaku kedua tangan dan kakinya di tiang salib, untuk menebus dosa Nabi Adam dan dosa warisan dari Nabi Adam turun menurun dosa ini kepada seluruh umat manusia. Tidak!!!    Ajaran  seperti ini adalah rekayasa mereka  kepada Allah, dosanya terlalu besar ditambah dosa semua orang  Kristen  karena mengikuti rekayasa pembuatan Tuhan-tuhan Tri Tunggal, Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus.

BAB  DUA

Kedudukan Roh Kudus  di hadapan Allah

Masalah ke-2:     Apa dan bagaimana kedudukan Roh Kudus itu di sisi Allah? Jawab: Roh Kudus (dalam agama Nasrani) itu menurut ajaran Islam adalah malaikat Jibril utusan Allah dia  mendapat tugas menyampaikan kabar gembira bahwa Maryam akan melahirkan Nabi Isa lahir tanpa ayah  sebagai bukti  kekuasaan  Allah.

Roh Kudus dalam agama   Nasrani

Roh Kudus dalam bahasa Inggris ialah Holy Spirit dan menurut Kamus Oxford Advanced halaman 409 Holy Spirit = The Third Person of Trinity artinya ialah Oknom ketiga dari Trinitas, yaitu person ketiga dari Tri Tunggal Tuhan, lebih mendalam lagi kita perhatikan uraian berikut:

Proses timbulnya kepecayaan kepada Roh Kudus:

~~ Mulai dari jaman hidupnya Nabi Isa sampai abad ke-iv Masehi  kaum Nasrani menderita penindasan berat terutama jaman Kaisar Nero raja Romawi, kaum Nasrani dikejar-kejar ditangkap dan disiksa sangat kejam, seperti terbayang  dalam film Samson and Dalila, maka Samson diadu dengam leo atau singobarong untuk dijadikan hiburan rakyat, akibatnya penyebaran agama Nasrani  menghadapi kesulitan, sehingga  penganut agama Nasrani yang benar  takut menampakkan diri takut ditangkap oleh penguasa,  akibatnya ajarannya tercampur dengan faham-faham kafir.

~~ Th. 325M atas usaha kaisar Kostantin berkumpullah 2.018 uskup di Nikea, namun  berhubung dengan banyaknya jenis kepercayaan dan tulisan yang dianggap suci, akhirnya 318 imamnya yang didukung oleh Kaisar Kostantin dipelopori oleh Atahanasius dapat memaksakan putusan bahwa Yesus adalah Tuhan Anak, mengalahkan 1700 imam dibawah pimpinan Arius dan   Eusebius uskup Nikomedia yang yang percaya bahwa Yesus itu makhluk mereka menolak ajaran bahwa  Yesus adalah Tuhan Anak.

Konsili ini juga menetapkan  bahwa Injil hanya 4 saja, yatu Injil Matius, Markus, Lukas, Yahya. Padahal pada waktu itu, 2018 uskup/imam  tersebut masing-masing membawa kitab  yang diyakini sebagai Kitab Suci yang diyakini  asli, sehingga yang tidak disahkan terlalu banyak dan ukuran untuk menguji kebenaran memilih 4 saja itu jelas tidak menggunakan Ilmu Tarjih dalam Islam.

~~ Th.381M diselenggarakan Konsili di Kostantinopel dengan  150 uskup/imam diketuai oleh Timotius memutuskan bahwa  Roh Kudus adalah Tuhan bersama-sama dengan Tuhan Bapa dan Tuhan Anak wajib disembah; keputusan ini didukung oleh kaisar Teodosius  I Agung.  Konsili ini diselenggaran untuk  menentang pendapat Macedonius (362M) bahwa Roh Kudus itu bukan Tuhan tetapi makhluk.

~~ Konsili th.589 menetapkan bahwa Roh Kudus itu keluar dari Bapa dan Anak, padahal Konsili th.381M menetapkan bahwa  Roh Kudus itu timbul dari Bapa saja.

~~  Tahun 451M diselenggarakan Konsili di Kalcedonia dengan 520 uskup menetapkan bahwa Yesus itu ya Tuhan ya manusia tetapi satu oknum. Sesudah  tahun 451 Gereja Mesir dan mulai 869M gereja Ortodoks Yunani  tidak dapat disatukan lagi dengan Gereja Romawi, kemudian sekitar tahun 1521 gereja Protestan berdiri sendiri dan tidak tunduk kepada gereja Katholik Romawi dengan ajarannya, karena kepercayaan yang jauh berbeda dengan mereka termasuk soal Roh Kudus itu..

Beberapa konsili diselenggarakan pada tahun  553, 680, 754,787, 869,879,1123 sampai tahun 1517 Masehi, semua didominasi oleh kelompok Trinitas mengalahkan kelompok tauhid  Arius dan Eusebius dari  Nekomedia. Masing-masing  kelompok mempunyai kepercayaan yang berbeda-beda mengenai berbagai macam akidah dan soal ketuhanan Roh Kudus itu.

Jika kita telusuri  menurut  Bibel, Roh Kudus itu ialah roh dari Allah yang membimbing umat Nasrani agar dapat membedakan  mana yang benar mana yang salah dan supaya mereka tetap berada di dalam jalan yang lurus. Roh Kudus juga memberi petunjuk, membimbing dan memantapkan hati umat Nasrani mentaati aturan Tuhan, semua ini disimpulkan dari  Alkitab – Bibel.

Roh Kudus itu seperti lidah api, hinggap di atas tiap  orang dan  berkata-kata dalam banyak bahasa(Kissah Rasul 2a3-4;  Matius 3a11; Galatia 3a23).

Dari sudut lain, Encyclopaedie Katholieke (Bahasa Belanda) dibawah titel Bijbel halaman 492 tercatat uraian yang dalam terjemahnya sebagai berikut:

“Pengarang-pengarang Bibel, Matius, Lukas, Markus, Yahya itu ketika menulis  demikian dipengaruhi oleh jiwa-Nya  hingga dalam arti yang sebenarnya  pekerjaan itu bukanlah karyanya sendiri, tetapi seluruhnya dan sepenuhnya karyta Allah. Konsili Vatikan menganggap bahan-bahan itu suci karena ditulis dibawah jiwa suci dan menyebabkan  Allah yang menjadi penulisnya”Pertanyaannya: Apakah Roh Kudus melihat ada  1700  Imam gereja semua membawa kitab sucinya masing-masing???

Catatan Katholieke Encyclopaedie ini bertentangan dengan Konsili 451M bahwa Roh Kudus diangkat menjadi Tuhan baru ditetapkan  dalam Konsili tahun 451M dan 4 buah kitab Injil itu  ditetapkan 126 tahun sebelum Roh Kudus menjadi Tuhan, yaitu  tahun 325M dalam Konsili di Nikea..  Sedangkan Matius wafat 70M, Markus 65M, Lukas 95  dan Yahya 100M   Injil-Injil itu ditulis sebelum wafat mereka.

Kaum Nasrani mencari-cari dukungan  dari kitab suci agama Islam dengan nash di dalam Al-Quran, dengan memperkosa terjemahnya menurut akal mereka yaitu bahwa Isa itu roh dari Allah yang disebut-sebut dalam S.4 An-Nisa` 171, dengan ayat ini mereka menetapkan  Roh Kudus itu Tuhan.

Masalah roh dari Tuhan yang ada di dalam Al-Quran

Al-Quran mencatat beberapa lafal tentang roh, dengan  bunyi:

Ruhun minhu ( ( وَرُوحٌ مِنْهُ Min ruhina (ِمِنْ رُوحِنَا) semua mengarah kepada    makna roh dari Tuhan, yaitu

~(1) S.4 An-Nisa`171, menyebut-nyebut bahwa roh Nabi ‘Isa itu dari -Tuhan;  (2) S.66 At-Tahrim 12 menyatakan bahwa roh Nabi ‘Isa itu dari roh Kami (roh Allah) (3) S.21 Al.Anbiya` 91 mengatakan bahwa  roh  Nabi ‘Isa itu dari roh Kami (roh Allah).

Maka untuk roh-Kami yang ditiupkan oleh  Allah kepada Nabi Isa tidak bisa dijadikan dalil bahwa Roh Kudus itu Tuhan dalam rangka Trinitas, sebab Allah juga meniupkan roh-Nya itu kepada Nabi Adam, bahkan semua anak cucu Adam, yaitu  seluruh umat manusia diberi ruh dari Allah seperti ini yang disebutkan Allah dalam Al-Quran S.15 Al-Hijr 29; ;S.38 Shad 72;S.32 As-Sajdah 9 yang sama-sama juga menggunakan istilah atau lafal yang senada  yaitu dengan lafal:    Min ruhi( (مِنْ رُوحِي Min ruhihi ( (مِنْ رُوحِهِ Wa ruhun minhu ( ( وَرُوحٌ مِنْهMin ruhina (ِمِنْ رُوحِنَا) .

Lebih teliti lagi harus diingat bahwa masalah sesuatu yang dikaitkan kepada Allah seperti yang tercantum disitu roh-Ku, roh Kami, roh dari Tuhan, maka menurut Ibnul Qayyim harus dilihat dari segi apakah yang ditempelkan kepada Allah  itu berupa sifat atau bukan sifat.

#Jika sesuatu yang ditempelkan kepada Allah itu  berupa sifat maka dia itu memang melekat kepada Zat Allah.

# Tetapi jika yang digandengkan kepada  kepada Allah ini  bukan berupa sifat artinya materi atau benda maka dia itu makhluk diluar Zat Allah. Contohnya Baitullah=Rumah Allah, Dhuyufur Rahman=Tamu Allah, maka “rumah dan tamu” ini  adalah makhluk ciptaan Allah. Lebih-lebih Anak Tuhan, Roh Tuhan jelas makhluk!!!

Oleh karena  roh yang dinisbatkan kepada Allah itu bukan sifat maka roh itu adalah makhluk dan sama sekali bukan bagian dari Zat Allah. Kaum Nasrani yang mendewa-dewakan Nabi ‘Isa   sebagai kalimat Allah, lalu mengarahkannya sebagai bagian dari Tuhan adalah keliru, sebab tidak ada sesuatu makhluk bagaimanapun juga hebatnya yang dapat menjadi bagian dari Zat Allah, setengah Tuhan, sepertiga Tuhan dari Trinitas,  barang siapa mengangkat suatu makhluk menjadi bagian Zat Allah  hukumnya musyrik.

Tafsir Al-Manar juz 3, halaman, 304 menjelaskannya bahwa  Nabi ‘Isa itu diciptakan  oleh Allah dengan kalimat  Takwin “KUN- FAYAKUN” (كُنْ فَيَكُوْنُ) artinya: “Jadilah kamu!!! Maka terjadi betul”. bukan bagian dari Zat Allah dan tidak mengurangi sifat Wahdaniyah= tidak mengurangi ke-Maha Esa-an Allah, bukan sepertiga dari Tuhan TRITUNGGAL tetapi Allah itu Maha Tunggal-Maha Esa Mutlak. Senada dengan penjelasan ini maka  Roh Kudus itu bukan Oknum dari Trinitas, Allah Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus.

B. Roh Kudus dalam Al-Quran

Roh Kudus dalam Al-Quran tertulis berbunyi Ruhul Qudus ( روح القدس ) termaktub dalam 4 tempat, yaitu S.2 Al-Baqarah 87 dan  253, S.5 Al-Maidah 110 dan S.16 An-Nahl 102, lebih jelasnya adalah sebagai berikut:

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ(87)(البقرة)

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu`jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?”(S.2 Al-Baqarah 87).

Para ulama menyatakan bahwa Roh Kudus dalam ayat itu ialah  malaikat Jibtil.

Jika Roh Kudus yang didewa-dewakan sebagai Tuhan dalam Tri Tunggal kaum Nasrani  dan  mereka sembah itu bukan malaikat Jibril dalam pengertian ajaran Islam.    Roh Kudus dalam agama Nasrani yang dibayangkan oleh petinggi gereja Nasrani itu  sama sekali bukan bagian dari Dzat Allah dan barang siapa menyembah  selain  Allah hukumnya adalah musyrik.

Ibnu ‘Umar berkata bahwa syirk yang paling besar ialah perbuatan menyembah Nabi ‘Isa.

BAB   TIGA

Allah itu Mutlak Maha

Yesus itu makhluk Ciptaan Allah

Masalah ke-3: Faktor apa saja yang dapat menetapkan suatu pelaku keajaiban itu Tuhan ataukah  bukan Tuhan? Tuhan dalam Islam itu mempunyai 20 sifat dan 99 mama Alasmaul Husna yang intinya ialah Allah itu Maha Esa Mutlak. Sedangkan semua yang tida mempunyai tanda seperti itu dia bukan Tuhan.

I. Allah itu Mutlak Maha

Tercatat dalam berbagai macam wacana Ilmu Kristologi dapat dijelaskan bahwa mereka  yang mempercayai bahwa Yesus  itu salah satu oknum Tritunggal Tuhan bersama dengan Roh Kudus dan Allah Bapa,  alasannya ialah adanya keajaiban diri Yesus dari kelahirannya sampai wafat beliau.

Menurut kepercayaan Islam Yesus itu adalah Nabi Isa a.s.  putera laki-laki yang suci Maryam yang suci. Beliau adalah seorang nabi yang diutus menjadi Rasul untuk membimbing umat menyembah  hanya kepada Allah. Dan bukti sebagai nabi utusan Allah maka Allah memberi kepada Nabi ‘Isa a.s.  beberapa  Mukjizat yaitu  suatu keadaan yang diciptakan oleh Allah dalam diri Nabi ‘Isa  sebagaimana mukjizat semua nabi dan rasul sebelumnya.

Ahli pikir dan tokoh Muktazilah berkata  bahwa  Allah itu hanya mempunyai satu sifat yaitu Mutlak Maha Esa, sedangkan ulama   Asy’ariyah  berkata bahwa Allah itu mempunyai sufat 20, yaitu:

(1) Wujud. (2) Qidam. (3) Baqa`. (4) Mukhalafatuhu lilhawaditsi. (5) Qiyamuhu bi nafsihi. (6) Wahdaniyah. (7) Qudrat. (8) Iradat. (9) ‘Ilmu. (10) Hayat. (11) Sama’ (12) Bashar. (13) Kalam. (14) Qadiran. (15) Muridan. (16) ‘Aliman. (17) Hayyan. (18) Sam’ian. (19 Bashiran. (20) Mutakalliman.

Artinya: (1) Ada. (2) Lebih dahulu.(3) Kekal. (4) Berbeda dari segala makhluk. (5) Berdiri sendiri. (6) Maha Esa. (7) Maha Kuasa.(8)Berkehendak.(9) Maha Mengetahui. (10) Hidup.(11) Maha Mendengar. (12) Maha Melihat. (13) Berkata-kata. (14)Yang berkuasa.(15)Yang berkehendak. (16)Yang mengetahui. (17)Yang hidup. (18) Yang mendengar. (19)Yang melihat. (20)Yang berkata-kata.

Disamping 20 sifat wajib maka sekaligus Allah mempunyai 20 sifat Mustahil, yaitu  semua yang bertentangan dengan 20 siat wajib itu. Oleh karena itu wajib atas tiap-tiap orang mukallaf mengetahui sifat-sifat yang mustahil bagi Allah yang menjadi lawan daripada dua puluh sifat yang wajib di atas..

Disamping 20 sifat maka Allah juga mempunyai 99 nama yang disebut dengan Al-Asmaul Husna. Semuanya  termaktub dalam berbagai macam surat dan ayat, secara  isyarat disebut dalam s17a110 dan s20a8 dan secara singkat disebut dalam s59a23:

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ()هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (الحشر 23-24)

“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(S.59 Al-Hasyr 23-24).

Kitab Sunan Turmudzi hadis no.3479, meriwayatkan hadis rincian  99 nama itu dan barang siapa memperhitungkannya 99 nama ini maka dia  masuk surga :

(1)الرَّحْمَنُ   (2) الرَّحِيمُ    (3)   الْمَلِكُ   (4) الْقُدُّوسُ (5)  السَّلَامُ (6)الْمُؤْمِنُ    (7)الْمُهَيْمِنُ  (8) الْعَزِيزُ (9)الْجَبَّارُ (10) الْمُتَكَبِّرُ(11)الْخَالِقُ  (12) الْبَارِئُ (13) الْمُصَوِّرُ(14) الْغَفَّارُ  (15)الْقَهَّارُ(16) الْوَهَّاب (17)الرَّزَّاقُ (18) الْفَتَّاحُ  (19) الْعَلِيمُ  (20)الْقَابِضُ(21) الْبَاسِطُ  (22) الْخَافِضُ(23) الرَّافِعُ (24) الْمُعِزُّ  (25) الْمُذِلُّ(26) السَّمِيعُ (26)الْبَصِيرُ  (28) الْحَكَمُ  (29) الْعَدْلُ   (30) اللَّطِيفُ(31) الْخَبِيرُ(32) الْحَلِيمُ (33)الْعَظِيمُ(34) الْغَفُورُ(35) الشَّكُورُ (36)الْعَلِيُّ (37) الْكَبِيرُ (38) الْحَفِيظُ (39) الْمُقِيتُ (40)الْحَسِيبُ (41) الْجَلِيلُ   (42) الْكَرِيم (43)الرَّقِيبُ (44) الْمُجِيب (45)الْوَاسِعُ   (46) الْحَكِيمُ (47) الْوَدُودُ(48) الْمَجِيدُ  (49) الْبَاعِثُ (50) الشَّهِيدُ (51)الْحَقُّ  (52) الْوَكِيلُ    (53) الْقَوِيُّ(54)الْمَتِين(55) الْوَلِيُّ(56) الْحَمِيدُ (57) الْمُحْصِي (58)الْمُبْدِئُ(59) الْمُعِيدُ  (60) الْمُحْيِي(61) الْمُمِيتُ(62) الْحَيُّ (63)الْقَيُّومُ (64) الْوَاجِدُ(65) الْمَاجِدُ(66) الْوَاحِدُ (67) الصَّمَدُ (68) الْقَادِرُ (69) الْمُقْتَدِرُ(70) الْمُقَدِّمُ(71) الْمُؤَخِّرُ (72)الْأَوَّلُ (73) الْآخِرُ (74)الظَّاهِر(75)الْبَاطِنُ(76)الْوَالِيَ(77)الْمُتَعَالِي(78)الْبَرُّ(79)التَّوَّابُ(80)الْمُنْتَقِمُ(81)الْعَفُوُّ(82)الرَّءُوفُ(83)مَالِكُالْمُلْكِ(84ذُوالْجَلَالِ(85)وَالْإِكْرَامِ(86)الْمُقْسِطُ(87)الْجَامِع(88)الْغَنِيُّ 9)الْمُغْنِي (90) الْمَانِعُ(91) الضَّارُّ (92) النَّافِعُ   (93) النُّورُ (94) الْهَادِي(95) الْبَدِيعُ (96)الْبَاقِي (97)الْوَارِثُ(98)  الرَّشِيدُ  (99) الصَّبُورُ

Artinya:

(1) Yang Maha Pemurah; (2_  Yang Maha penyayang; (3) Yang Maha Kuasa. (4)  Yang Maha Suci; (5)  Yang Maha Sejahtera;(6) Yang memberikan rasa aman;(7)  Yang Maha Memelihat.(8)  Yang Maha Perkas(9)  Yang Maha Memaks(10)  Yang Memiliki kebesaran;(11)Yang Maha Mencipta;(12)Yang Maha Melepaskan;(13) Yang menciptakan rupa makhluk;(14) Yang Maha Mengampuni;(15). Yang Maha Perkasa;(16)  Yang Maha Pemberi Karunia;(17)Yang Maha Pemberi Rizki;(18)  Yang Maha Pembuka;
(19) Yang Maha Mengetahui Segalanya;(20)- Yang Maha Menyempitkan kenikmatan;21. Yang Maha Melapangkan Rizki;22.  Yang Maha Merendahkan makhluknya;23.  Yang Meninggikan Martabat makhluknya;24. Yang Maha Memuliakan makhluknya;25.  Yang Maha Menghinakan makhluknya;26. Yang Maha Mendengar;27. Yang Maha Melihat;28. Yang Maha menetapkan;29.  Yang Maha Adil;30. Yang Maha penyantun;31.  Yang Maha Mengetahui Segala Rahasia;32.  Yang Maha Penyantun, lembut;33. Yang Maha Agung dari segalanya;34.  Yang Maha pengampun;   35. Yang Maha Membalas jasa atas amal baik hamba-Nya;  36.  Yang Maha Tinggi;    37. Yang Maha Besar;    38.  Yang Maha Menjaga; 39. Yang Maha Memelihara;40. Yang Maha Pembuat Perhitungan;41.  Yang memiliki segala keagungan;   42. Yang Maha Mulia;43.  Yang Maha Mengawasi;44. Yang Maha Mengabulkan;45.  Yang Maha Luas;46. Yang Maha Bijaksana;47.  Yang Maha Pengasih;48. Yang Maha Mulia;49. Yang Maha Membangkitkan;50. Yang Maha Menyaksikan;51.  Yang Maha Benar;    52.  Yang Maha Memelihara;53. Yang Maha Kuat;      54. Yang Maha Kokoh;    55.  Yang Maha Melindungi;56. Yang Maha Terpuji;  57.  Yang Maha Menghitung dan mengetahui jumlah dan ukuran  segala sesuatu;  58. Yang Maha Memulai;   59. Yang Maha Mengembalikan kehidupan makhluk-Nya;   60.  Yang Maha Menghidupkan;61. Yang Maha Mematikan;     62. Yang Maha Hidup;63.  Yang Maha Mandiri;64.  Yang Maha Menemukan apa yang dikehendaki;
65. Yang Maha Mulia;(Almajidu)66.  Yang MahaEsa/Tunggal; 67.  Yang Maha dibutuhkan; 68.  Yang Maha Kuasa; 69.  Yang Maha Berkuasa; 70. Yang Maha Mendahulukan; 71. Yang Maha Mengakhirkan;72.  Yang Maha Permulaan;73.  Yang Maha Akhir;74.  Yang Maha Nyata;75.Yang Maha Ghaib;76. Yang Maha Memerintah;77.  Yang Maha Tinngi;78 Yang Maha Derma;79.  Yang Maha Menerima Taubat hamba-Nya;80.  Yang Maha Penyiksa;81.  Yang Maha Pemaaf;82.  Yang MahaPengasih;83.Yang Maha Merajai Kerajaan;84.  Yang Maha Memiliki kebesaran.85. Yang Maha Memiliki Kemuliaan;86.  Yang Maha Adil;87. Yang Maha Pengumpul;88. Yang Maha Kaya;89. Yang Maha Berkecukupan;90.  Yang Maha Mencegah;91.  Yang Maha Pemberi Derita;92.  Yang Maha Pemberi Manfaat;93.  Yang Maha Bercahaya;94.  Yang Maha Memberi Petunjuk;95. Yang Maha Pencipta;96. Yang Maha Kekal;97. Yang Maha Pewaris;98.  Yang Maha Pandai;99. Yang Maha Sabar;

II. Yesus itu makhluk ciptaan Allah

John Bidle (1662M) dalam bukunya Twelve Arguments mengemukakan 14 dalil bahwa Yesus itu bukan Tuhan tetapi makhluk ciptaan Allah, yaitu:

  1. 1. Yesus bersyukur kepada Allah, termaktub dalam Injil Matius 11 ayat 25.
  2. 2. Yesus bersedih hati termaktub dalam Injil Matius 26 ayat 38 dan Markus 4 ayat 34.
  3. 3. Yesus diludahi dan dipukuli, termaktub dalam Injil Matius 27 ayat 30, Injil Markus 15 ayat 19 dan Yohanes 19 ayat 3.
  4. 4. Yesus berteriak-teriak mengaduh kepada Tuhan, termaktub dalam Injil Matius 27 ayat 46-47,  Markus 15 ayat 33-41, Lukas 23 ayat 44-49 dan Yohanes 19 ayat 28-30.
  5. 5. Yesus takut dan  gemetar disebut dalam Injil Markus 14 ayat 33.
  6. 6. Yesus ketakutan melihat nalaikat tersebut dalam InjilLukas 22 ayat 43-44.
  7. 7. Yesus dimainkan (dikendalikan) oleh Tuhan tersebut dalam Yohanes 5 ayat 30.
  8. 8. Yesus diutus oleh Tuhan tersebut dalam Injil Markus 9 ayat 37 dan Yohanes 5 ayat 30.
  9. 9. Yesus mendengarkan firman dari Tuhan tersebut dalam Injil  8 ayat 26 .

10. Yesus lebih kecil di banding dengan  Tuhan  tersebut dalam Injil Yohanes 14 ayat  28.

11. Yesus pergi menghadap Tuhan tersebut dalam Injil Yohanes 16 ayat 5 dan 17.

12. Yesus menerima kasih sayang dari Tuhan tersebut dalam Injil Matius 3ayat 17, Markus 1 ayat 11, Lukas 3 ayat 22 dan Yohanes 15 ayat 9.

13. Yesus menyerahkan nyawanya kepada Tuhan tersebut dalam Injil Lukas 23 ayat 46;

14. Yesus tidak berdiri sendiri masih memerlukan Tuhan tersebut dalam Injil Yohanes 8 ayat 16.

@ Contohnya ialah Injil Matius 27 ayat 46-47, Markus 15 ayat 33-41, Lukas 23 ayat 44-49 dan Yohanes  19 ayat 28-30 mencatat bunyi sebagai berikut:

“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring” Allah-ku, Allah-ku, mengapa Engkau meninggalkan aku. Mendengar itu beberapa orang yang berdiri disitu berkata: “Ia memanggil Elia”

Hj. Irena Handono dalam bukunya Islam dihujat menambah ciri- ciri bahwa Yesus itu bukan Tuhan, yaitu:

  1. Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan (Markus 16 ayat19, Roma  8 ayat 4
  2. Yesus berdiri di sebelah kanan Tuhan (Kisah Para Rasaul 7 ayat 56)
  3. Tuhan tahu kapan hari kiamat, Yesus tidak tahu kapan hari kiamat (Matus 24 ayat 36)
  4. Yesus itu utusan Tuhan  tertulis dalam Injil Markus 9 ayat 37; Yohanes 5 ayat 24, 30; 7 ayat 29, 33; 8 ayat 16; 18 ayat 26; 9 ayat 4; 10 ayat 36; 11 ayat 42; 13 ayat 20; 16 ayat 5; 17 ayat 3; 8 ayat 3; 8 ayat 23,25;

@   Untuk membuktikan diri sebagai Rasul Utusan Allah maka Nabi ‘Isa a.s. dibekali mukjizat.    Sehingga   kejadian yang luar biasa Nabi ‘Isa a.s. dan peristiwa serta  perbuatan  yang kuar biasa itu  atas ijin Allah, yaitu  menghidupkan orang mati, mengobati orang buta sejak lahir, menyembuhkan orang sakit lepra dan yang lain adalah karena ijin Allah, bukan kemauan bukan perbuatan di luar ijin Allah, seluruh mukjizat tidak dapat digunakan sekehendak hati Nabi ‘Isa sendiri atau nabi-nabi yang lain, diluar ijin Allah. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam Al-Quran:

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَاعِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَى بِإِذْنِي وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ(المائدة 110)

“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai `Isa putra Maryam, ingatlah ni`mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”(S.5 Al-Maidah 110)(Lihat juga S.3 Ali ‘Imran 49).

Di samping itu  tercatat pula bahwa semua nabi mengajak dan membimbing umatnya  kepada monotheisme,  agama tauhid bahwa Tuhan itu Maha Esa, sebagaimana termaktub dalam Kitab Suci agama Nasrani  Al-Kitab atau Bibel berikut:”

  1. 1. Nabi Musa mengajak kepada agama Tauhid: Ulangan 4 ayat 35;    6 ayat 4;  32 ayat 39.
  2. 2. Nabi Dawud  mengajak kepada agama Tauhid: Kitab II  Samuel 7 ayat 22; Mazmur 86 ayat 8
  3. 3. Nabi Sulaiman mengajak kepada agama Tauhid: Kitab I Raja-raja  8ayat 23
  4. 4. Nabi Yesaya mengajak kepada agama Tauhid: Yesaya 43 ayat 10-11, 44 ayat 6; 45 ayat 5-6; 46 ayat  9
  5. 5. Yesus mengajak kepada agama Tauhid: Injil Yohanes 5 ayat 30; 17 ayat 3, Markus 12 ayar 29; Tercatat dalam Injil-Markus 12 ayat 29 sebagai berikut:

“ Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah dengarkan: “Hai orang Bani Israel, Tuhan Allah kita Tuhan itu Esa” (Markus 12 ayat 29).

Ayat ini  sangat  mirip dengan sabda Nabi ‘Isa a.s. yang diterangkan  Allah dalam Al-Quran   ayat 51 surat Ali ‘Imran ini:

اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ( ال عمران 51)

“Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”(S.3 A;I ‘Imran 51).

Di hari kiamat kelak Allah akan betanya kepada Nabi ‘Isa mengapa kaum Nasrani mengangkat Yesus menjadi Tuhan dan mereka sembah, maka Nabi ‘Isa  menjawab sebagai berikut:

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَاعِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ ءَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ(الماءدة 116)

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai `Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” `Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”(S.5 Al-Maidah 116).

Al-Quran menentang keras  penyembahan kepada Trinitas atau Tri Tunggal,  Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus sebagaimana  disebut dalam Al-Quran s5 Al-Maidah 72-73, S.19 Maryam 35; S.18 Al-Kahfi 4-5. S.112 Al-Ikhlash 1-4; S.4 An-Nisa` 171, S.5 Al-Maidah 116.

Renungan

Jika kita mempunyai kelonggaran waktu,  kita coba merenungkan  keadaan di awal jaman dahulu. Kata para pakar Ilmu Fisika  penciptaan alam semesta ini dimulai dari  Dentuman Hebat dari suatu padatan  calon jagad raya. Dari dentuman ini lalu terjadi  benda-benda angkasa  yang asalnya panas, ada yang berangsur-angsur menjadi dingin misalnya bumi, ada yang tetap panas dan bersinar yaitu matahari. Bumi yang dingin  dalam waktu yang terlalu lama  akhirnya menjadi basah kulinya, menumbuhkan  air, tumbuh-tumbuhan dan hewan sedangkan  manusia termasuk belakangan sekali.

Ahmad Baiquni Prof,MSc, PhD, dalam bukunya Al-Quran & Iptek (1994:40) setelah membaca  Al-Quran s41a11-12, s65a12, s11a7, s35a41,s21a104 dikaitkan dengan s21a30, s51a47,  maka beliau teringat kepada teori Big Bang  pakar Ilmu Fisika bahwa sekitar 15 milyard tahun yang silam, maka  alam semesta ini bermula dari  dentuman  hebat yang keras sangat mengerikan dari satu titik singularitas, dalam suhu yang tiada terhingga panasnya sekitar seribu trilyun-trilyun derajat Celsius, tidak ada sesuatu yang mampu bertahan di sana. Lalu dari satu titik singularitas itu disusul dengan terwujudnya jagad raya ini.

Tercatat di sana bahwa sebelum terjadi Big Bang (Dentuman Hebat yang Mengerikan) ini tidak ada materi, tidak ada ruang, tidak ada waktu tidak ada energi.

Tetapi kita umat yang beriman yakin bahwa saat itu tidak ada materi, tidak ada ruang, tidak ada waktu tidak ada sinar, tidak ada energi, kita yakin yang ada hanya Allah yang mempunyai sifat Mutlak Maha dan Absolut Maha Esa, Maha Pencipta seluruh makhluk. Pada jaman azali itu yang ada hanya Allah, tidak ada Trinitas, tidak ada Tri Tunggal, tidak ada Yesus, tidak ada Roh Kudus, tidak ada Budha Gautama, tidak ada Dewa-Dewi, tidak ada berhala, tidak ada tuhan-tuhan  buatan manusia, tidak ada  setan, demit, gendruwo, ilu-ilu, banaspati, wedhon, memedi, tidak ada  wali, tidak ada orang pinter, tidak ada orang kramat, tidak ada dukun,  tidak ada  makhluk  manapun juga , TIDAK ADA APA-APA  SELAIN ALLAH ( لااله الا الله).

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: