Oleh: pondokquranhadis | September 20, 2010

AKSELERASI-DIGITALISASI STUDI KEISLAMAN

No.08Mar30Akselesrasi                                        Tafsir Tematis Permasalahaan

Akselerasi-Digitalisasi

Studi Ilmu Keislaman

(Oleh:Imam Muchlas)

I. S.5 Al-Maidah 48

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا ءَاتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ(48)(الماءدة)

II. Artinya:

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”(Al-Maidah 48).

III. Tafsir dan analisa

A. Tema dan sari tilawah

1. Allah menurunkan kitab suci Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammmad, dengan benar

2. Al-Quran itu memperkokoh dan menjadi ukuran untuk menguji  kebenaran kitab suci yang diturunkan sebelumnya.

3. Maka Nabi Muhammad harus menetapkan hukum terhadap umatnya dan semua umat menurut kitab Allah, dilarang  mengikuti hawa nafsu umat yang lain itu, lalu meninggalkan kebenaran hukum Allah.

4. Kepada setiap umat Allah sudah memberikan aturan dan jalan yang jelas

5. Allah menjadikan manusia itu berbeda-beda karena hendak menguji mereka atas apa yang diturunkan  Allah kepada mereka

6. Allah memerintahkan kepada kita untuk berlomba memenangkan nilai siapa yang paling baik

7. Semua manusia akan kembali kepada Allah dan menerima penjelasan terhadap masalah yang diperselisihkan.

B. Masalah dan analisa jawaban

Masalah masalah  yang tersimpan dalam ayat itu sebetulnya sangat banyak, tetapi untuk ini kita tekankan kepada  masalah berikut:

1. Materi apa yang harus dilombakan dan apa yang terlarang untuk dilombakan itu? +  Materi yang harus dilombakan ialah apa yang baik untuk manusia, bukan sebaliknya.

2.  Bagaimana aturan main untuk menilai siapa yang menang siapa yang kalah? + Aturan perlombaan itu berdasarkan aturan Allah, yaitu Al-Quran, Hadis dan yang terkait atas keduanya.

3. Bagaimana usaha kita memenangkan perlombaan hidup  dengan umat selain umat Muhammad ?

+ Caranya ialah memperdalam Studi Ilmu Keislaman dengan akselerasi modernisasi yang tercanggih.

C. Pendalaman dan penelitian

BAB  SATU

Perlombaan dalam kebajikan

Allah sendiri yang memerintahkan kepada orang yang beriman wajib berlomba dalam kebajikan, bunyina: Fastabiqul-Khairat dalam S.5 Al-Maidah 48 diatas dan juga di dalam s23a60-61.

Maksud lafal Fastabiqul-Khairat dalam s5a48 dan s23a60-61  maksudnya ialah mengejar nilai sehingga memperoleh kedudukan  yang paling baik menurut  kitab Allah.

Jalan yang lebih selamat untuk menelusuri arti dan maksud kata-kata  yang ada di dalam Al-Quran ialah melalui penafsiran oleh para ulama tafsir terdahulu. Maka di bawah ini kita catat penjelasan para ulama  mengenai makna lafal AFastabiqul-Khairat, yaitu:

(1)  Tafsir Ibnu Katsir (3h130) dalam menguraikan s5a48  di atas mencatat bahwa apa yang cocok dengan Al-Quran itu adalah  benar yang tidak cocok dengan Al-Quran namanya batal (tidak benar). Lafal  Muhaiminan dalam ayat itu maksudnya ialah bahwa Al-Quran itu menjadi saksi, menjadi kitab yang menentukan (Hakiman) mana yang benar mana yang salah isi kitab Taurat dan Injil sebab Al-Quran itu kitab terakhir, kitab suci penutup, yang paling lengkap, paling agung, paling pasti, yang dijamin kebenarannya oleh Allah seperti yang disebutkan dalam Al-Quran s15a9, yaitu:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُون [الحجر:9].

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”(S.15 Al-Hijru 9).

Adapun yang dimaksud dengan lafal فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ   maknanya ialah berlomba-lomba meraih kemenangan nomer satu dalam kebajikan

(2)Tafsir Al-Qurthubi (6h211) menjelaskan maksud lafal فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ  artinya ialah mendahulukan kuajiban dan menomer duakan pahala.

@Secara logika

Secara logika maka apa yang dinamakan baik dan bagaimana yang disebut buruk adalah sebagai berikut:

~ Sejak Epicuros filosuf Yunani, Jeremy Bentham dan John Stuart Mill dari Inggris sampai tokoh rasionalis Islam Mu’tazilah bahkan Muhammad ‘Abduh menyatakan bahwa yang dinamakan baik itu ialah sesuatu yang membawa kelezatan dan kebahagiaan. Sebaliknya yang disebut buruk itu ialah sesuatu yang  tidak enak dan membawa manusia kepada  kesengsaraan.

Seluruh manusia setiap saat selalu menghadapi ujian hidup, sehingga dia harus memilih langkah dan tindakan yang paling baik dan tepat, untuk memelihara hidupnya dan hidup terus, hidup yang lebih baik lagi, lebih enak, lebih senang dan bahagia. Sebaliknya ada  yang memilih jalan yang tidak membawa kepada hidup yang tidak enak dan menolak jalan yang membawa kepada kesengsaraan. Para pakar Hukum Adat, Moh.Koesnoe, Kusumadi, van Vollenhoven, senada dengan pakar Hukum Islam Abu Zahrah, Ibnu Abidin, Al-Khayyath  menyatakan bahwa Hukum Adat atau Al-‘Urfu itu adalah hasil pemikiran manusia atas suatu langkah perbuatan yang dianggap baik.  Sampai Roger Garaudy dalam bukunya “Janji-janji Islam”(1983:35) mencatat bahwa penyair Arab Jahiliyah jaman dahulu kala itu mereka menulis pendahuluan syairnya selalu memuji-muji adat mayarakat yang  mereka anggap baik.

Dalam perkembangannya John Stuart Mill (1873M) dari aliran Utilitarianisme menyatakan bahwa yang paling baik ialah sesuatu yang memberi kelezatan yang paling tinggi kepada jumlah yang paling besar (The greatest happiness of the greatest numbers) kelezatan jasmani dan rohani.  Berhubung karena yang mengetahui sesuatu yang dapat memberi kenikmatan yang tertinggi kepada semua umat manusia itu hanya Allah, maka Al-Ghazali (1059M) menyatakan bahwa yang baik itu ialah yang dinilai baik oleh Allah dan yang buruk itu ialah yang dinilai buruk oleh Allah (Pernyataan ini dinyatakan Al-Ghazali kira-kira  800 tahun sebelum J.S.Mill abad 19 Masehi). Jadi menurut Al-Ghazali yang Maha mengetahui sesuatu itu paling nikmat untuk seluruh umat manusia di dunia sampai akhirat ialah Allah. Sehingga umat manusia jika ingin mencari kenikmatan dan kebahagiaan yang paling tinggi ialah mengikuti apa yang diridhoi Allah.

Para tokoh Mu’tazilah memang sangat mengunggulkan kemampuan akal, sehingga mereka berpendapat bahwa sebenarnya  manusia dengan akalnya dapat mengetahui kewajibannya menjauhi perbuatan-perbuatan yang membawa kepada penderitaan dan kesengsaraan. Tetapi salah seorang tokoh Mu’tazilah yang bernama  Ibnu Abi Hasyim menyatakan bahwa ada perbuatan-perbuatan yang akal tidak mampu mengetahui apakah akan membawa kepada kebaikan atau keburukan, maka pada saat akal tidak mampu inilah akal harus berlindung kepada wahyu. Mohammad ‘Abduh sendiri dalam bukunya Risalatut Tauhid (1965:101) juga mengatakan bahwa dengan akal melulu manusia tidak mampu mengetahui perbuatan-perbuatan mana yang akan membawa kepada  kebahagiaan perbuatan mana yang akan membawa kepada penderitaan dan kesengsaraan untuk ini akal wajib mengikuti petunjuk dari wahyu dari Allah.

@ Perlu dicatat di sini pernyataan  Bimbo bahwa lagu yang baik ialah lagu yang disukai oleh penggemar yang tidak terbatasi oleh seseorang, suku tertentu atau suatu daerah saja. Taufiq Ismail menyatakan bahwa lagu yang baik ialah lagu yang tidak luntur, tetap disukai orang di segala jaman(Trans TV 12/9/2006, jam 6.5o). Dari pernyataan ini maka disimpulkan bahwa yang baik ialah yang menyenangkan dan disenangi oleh orang yang tidak terbatas oleh perseorangan, suku-bangsa dan wilayah bahkan tidak terbatas oleh waktu.

Mengingat jalan pikiran seperti ini maka perlu kita merenungkan kembali hadis Nabi Saw. ketika beliau ditanya tentang apa yang disebut Ihsan, maka beliau menjawab bahwa Ihsan itu ialah mengabdi kepada Allah dengan sangat tekun seolah-olah melihat Allah atau yakin bahwa Allah melihatnya, yaitu:

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ (رواه البخاري ومسلم)

Artinya: “Menyembah Allah seakan-akan melihat Allah jika kamu tidak dapat melihat Allah ketahuilah bahwa Allah melihat kamu”(HR Bukhari no.48 dan Muslim no.10).

Lafal ‘abada-Ya’budu-‘Ibadatan,َعبَدَ-يَعْبُدُ- عِبَادَةً) ) dalam arti sempit ialah shalat dan jika diartikan lebih luas ibadah mencakup pengabdian, tunduk taat melaksanakan seluruh aturan Allah. Sehingga khusus dalam rubrik pembahasan  ini ialah bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk berlomba dalam kebajikan. Lebih menukik lagi ialah bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk berlomba mempersembahkan apa yang sangat menyenangkan sekali orang secara maksimal sebanyak mungkin, menikmati kelezatan dan kebahagiaan  yang tertinggi bagi semua orang di dunia sampai akhirat.

Catatan para ulama

(1) Tafsir Nazhmud Durar (J2h408) menjelaskan lafal  فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ, artinya  berlomba dengan maksimal   jangan sampai tercela atau buruk menurut pernilaian  Allah, sebab semua  masalah kita itu kembali kepada Allah

(إلى الله مَرْجِعُكُمْ جَمِيعاً فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ)=maka berlomba-lombalah kamu berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya)

(2) Tafsir Ath-Thabari terbitan Al-Ma’rifah (1990:17h148) menjelaskan lafal    (( فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ)) ialah berlomba untuk beramal soleh, mentaati aturan hukum Allah, tekun mengikuti hidayah Allah.

Dalam juz 1, halaman 24 Ath-Thabari menafsirkan s23a60 mengartikan di sana lafal        أُولَئِكَ يُسارِعُونَ فِي الخَيْرَات   ialah berlomba untuk beramal soleh dan taqarrub kepada Allah dengan penuh ketaatan.     Dalam juz 22 halaman 32        Ath-Thabari dalam menafsirkan lafal       سابِقٌ بالخَيْرَاتِ dalam s35a32 ialah orang yang masuk surga dengan sangat gampang tanpa pemerikasaan, karena berhidmat kepada Allah, beramal soleh yang dapat mendekatkan diri kepada Allah.

@Mencari nilai yang terbaik dan paling afdhol

Jelas Allah  memerintahkan kepada orang beriman untuk berlomba mencari nilai terbaik, bahkan Rasulullah Saw. mendorong kita umat Muhammad untuk mengejar nilai bukan hanya terbaik tetapi nomer satu yang paling afdhol, yaitu nilai paling tinggi menurut pandangan Allah dan Rasul Saw. Di bawah ini kita renungkan sabda Rasulullah Saw. tentang siapa yang paling afdhol:

2578  أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِي اللَّهم عَنْهم  قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُؤْمِنٌ يُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ قَالُوا ثُمَّ مَنْ قَالَ مُؤْمِنٌ فِي شِعْبٍ مِنَ الشِّعَابِ يَتَّقِي اللَّهَ وَيَدَعُ النَّاسَ مِنْ شَرِّهِ (رواه البخاري ومسلم 3501)

Artinya: “Sungguh Abu S’id RA  berkata: “Ditanyakan kepada Rasulullah Saw.:”Siapakah manusia yang paling afdhol? Beliau bersabda: “Orang mu’min yang berjihad fi Sabilillah dengan jiwa dan hartanya” Mereka bertanya: “Kemudian siapa lagi? Beliau  menjawab: “Orang mu’min yang  hidup bermasyarakat dalam kelompoknya bertaqwa kepada Allah dan menjauhi kejahatan kepada orang banyak”(HR Bukhari 2578, Muslim 3501).

~Kitab Fatawa-Ibnu Taimiyah (J7h5)menukil hadis tentang beragama Islam yang paling afdhol dan iman yang paling afdhol ialah:

16413 عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ أَنْ يُسْلِمَ قَلْبُكَ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَأَنْ يَسْلَمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِكَ وَيَدِكَ قَالَ فَأَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ الْإِيمَانُ قَالَ وَمَا الْإِيمَانُ قَالَ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ قَالَ فَأَيُّ الْإِيمَانِ أَفْضَلُ قَالَ الْهِجْرَةُ قَالَ فَمَا الْهِجْرَةُ قَالَ تَهْجُرُ السُّوءَ قَالَ فَأَيُّ الْهِجْرَةِ أَفْضَلُ قَالَ الْجِهَادُ قَالَ وَمَا الْجِهَادُ قَالَ أَنْ تُقَاتِلَ الْكُفَّارَ إِذَا لَقِيتَهُمْ قَالَ فَأَيُّ الْجِهَادِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ عُقِرَ جَوَادُهُ وَأُهْرِيقَ دَمُهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ عَمَلَانِ هُمَا أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ إِلَّا مَنْ عَمِلَ بِمِثْلِهِمَا حَجَّةٌ مَبْرُورَةٌ أَوْ عُمْرَةٌ (رواه احمد)

Artinya: “Dar ‘Amr bin ‘Abasah bahwa seseorang bertanya: “Ya Rasulullah apakah Islam itu?   Beliau bersabda: “Islam ialah hatimu menyerah kepada Allah ‘Azza wa Jalla, lidah dan tanganmu membawa keselamatan kepada orang Islam” Dia bertanya: “Yang bagaimanakah Islam yang afdhol itu? Beliau menjawab: “IMAN” Dia bertanya Apakah iman itu? Beliau menjawab: “” Percaya kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul dan hari kebangkitan sesudah mati” Dia bertanya lagi: “Yang bagaimanakah iman yang paling afdhol? Beliau menjawab: “Hijrah” Dia bertanya: “Apakah hijrah itu? Beliau menjawab: “Hendaklah kamu meninggalkan kejahatan” Dia bertanya: “Hijrah yang bagaimanakah hijrah yang afdhol itu? Beliau menjawab: “Jihad” Dia bertanya: Apakah jihad itu? Beliau menjawab: “Jihad itu ialah “Berjuang, menyerang orang kafir jika kamu ketemu”Dia bertanya: “Jihad yang mana yang paling afdhol? Beliau menjawab: “Jihad yang paling afdhol ialah jihad yang kedermawanannya tercurah dan juga tercurah darahnya”   Kemudian Rasulullah Saw. bersabda: “Ada dua amalan yang paling afdhol, kecuali jika ada yang menyamainya, yaitu haji mabrur atau ‘umrah” (HR Ahmad no.16413)(Lihat juga Al-Fatwa-Ibnu Taimiyah: Juz7,halaman 5).

10 عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِي اللَّهم عَنْهم قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ (رواه البخاري ومسلم 59)

Artinya: “Dari Abu Musa bahwa orang-orang bertanya: “Ya Rasulullah  beragama Islam yang bagaimanakah yang paling afdhol? Beliau menjawab: “Yang paling afdhol ialah  yang memberi keselamatan orang lain melalui lisan dan tangannya” (HR Bukhari no.10 danMuslim no.59).

25 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ فَقَالَ إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ حَجٌّ مَبْرُورٌ (رواه البخاري ومسلم 118)

Artinya: “Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. ditanya: “Manakah amal yang paling afdhol? Beliau menjawab: “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya” Beliau ditanya lagi: “Kemudian yang mana ? Beliau menjawab: “Jihad fi Sabilillah” Beliau ditanya lagi: Kemudian yang mana? Beliau menjawab: “Haji mabrur”(HR Bukhari no.25, Muslim no118).

1840  أَنَّ عَبْدَاللَّهِ بْنَ عَمْرٍو قَالَ أُخْبِرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنِّي أَقُولُ وَاللَّهِ لَأَصُومَنَّ النَّهَارَ وَلَأَقُومَنَّ اللَّيْلَ مَا عِشْتُ فَقُلْتُ لَهُ قَدْ قُلْتُهُ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي قَالَ فَإِنَّكَ لَا تَسْتَطِيعُ ذَلِكَ فَصُمْ وَأَفْطِرْ وَقُمْ وَنَمْ وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا وَذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ قُلْتُ إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ قَالَ فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ قُلْتُ إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ قَالَ فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا فَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام وَهُوَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ فَقُلْتُ إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ (روالبخاري زمسلم 1972)*

Artinya: “Sungguh ‘Abdullah bin ‘Amr  berkata bahwa Rasulullah Saw, dilapori bahwa aku berkata: “Demi Allah aku akan berpuasa  siang hari, shalat malam selama hidupku” Lalu aku berkata kepada beliau: “Aku sudah mengucapkannya demi Allah” Beliau bersabda: “Kamu tidak akan kuat terus demikian, berpuasalah kamu (tidak terus-terusan) dan tidak berpuasa, berpuasalah tiga hari setiap bulan, kebajikan itu pahalanya lipat 10 kali sehingga demikian itu sama dengan puasa tahunan” Aku berkata: “Aku masih kuat yang manakah  yang lebih afdhol lagi dari padanya” Beliau bersabda: “Berpuasalah kamu satu hari dan dua hari tidak berpuasa” Aku Berkata: “Sungguh aku masih kuat untuk yang lebih” Beliau menjawab: “Berpuasalah kamu satu hari berpuasa satu hari tidak berpuasa, itulah puasa Nabi Dawud ‘Alaihis salam, itulah puasa yang paling  afdhol” Aku berkata: “Aku masih kuat  mana yang lebih afdhol lagi dari itu” Nabi Saw. menjawab: “Tidak ada yang lebih afdhol lagi dari itu” (HR Bukhari no. 1840, Muslim no.1962).

2574 عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ قَالَ قَالَ عَبْدُاللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ رَضِي اللَّهم عَنْهم سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى مِيقَاتِهَا قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَسَكَتُّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي (رواه البخاري ومسلم120)

Artinya: “Dari Abu ‘Amr Asy-Syaibani bahwa ‘Abullah bin bin Mas’ud RA bertanya kepada Rasulullah Saw.:  “Ya Rasulullah amal yang manakah yang paling afdhol? Beliau menjawab: “Sfaalat pada waktunya” Aku bertanya: “Kemudian aapa? Beliau menjawab: “Berbakti kepada kedua orang tua” Lalu bertanya: Selanjutnya mana? Beliau menjawab: “Jihad fi Sabilillah” Maka berdiam tidak bertanya lagi kepada Rasulullah Saw. jika aku meminta tambah pasti beliau menambahi aku lagi”(HR. Bukhari no. 2574, Muslim no.120).

1082 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا  (رواه الترمذي)

Artinya: “Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Orang mu’min yang paling sempurna ialah yang paling baik akhlaqnya dan yang paling baik dari kamu sekalian  ialah yang paling baik kepada kepada isterinya”(HR Turmudzi no.1082).

Jadi secara logika, filsafat maupun Syar’i yang baik itu ialah yang menyenangkan dan yang paling baik ialah yang memberi kenikmatan yang paling tinggi, yang dirasakan oleh orang yang paling banyak jumlahnya, nikmat lahir batin, dunia akhirat. Dan yang mengetahui sesuatu itu akan memberi nikmat lahir batin kepada semua orang hanyalah Allah dan memang Allah itu yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang akan membawa kepada kenikmatan, menyenangkan, memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin, seluruh umat manusia di dunia sampai akhirat.

Jadi kita semua wajib berlomba mendapatkan nilai terbaik   menurut ukuran Allah. Maka aturan main dalam perlombaan hidup ini tidak lain kecuali  aturan Allah Al-Quran diperjelas oleh hadis maupun ilmu yang terkait.

BAB  DUA

Aturan main dalam perlombaan

Dalam menciptakan manusia hidup di dunia ini Allah sudah menyiapkannya petunjuk hidup, hidup yang lebih baik, hidup yang senang, sejahtera bagahia kekal abadi.

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى (123) وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (124)(طه123124)

Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. Allah berfirman: “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celakas.20 Thaha 122-123).

قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (38) وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (39البقرة)38-39)

Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. “(S.2 Al-Baqarah 38).

فَذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ ( يونس32)

Artinya: “Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?”(S.10 Yunus 32).

إِنَّ هَذَا الْقُرْءَانَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا (9)(الاسراء)

Artinya:

“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”(S.17    Al-Isra ` 9).

@ Tingkat Skala Prioritas Kebenaran Hukum

Kebenaran ditinjau dari sumber datangnya info itu bertingkat-tingkat   melalui skala prioritas yang paling bawah dalam arti yang paling lemah dikalahkan oleh kebenaran yang  lebih tinggi atau yang lebih kuat karena lebih mendekati kebenaran, yaitu:

Bagi para  pemeluk agama, maka ketiga kebenaran inderawi, teori ilmiah maupun   filsafat itu dinilai sebagai  hasil kerja otak manusia, sehingga pernilaian itu tidak lepas dari sifat manusia yang spekulatip, untung-untungan dan hipotetis artinya benar sementara selama belum ada koreksi, jika timbul koreksi atau pembatalan maka kebenaran inderawi, ilmiah dan filsafat tadi termasuk info yang meragukan. Oleh karena itulah maka kebenaran yang mutlak hanyalah kebenaran wahyu sebagai ilmu dari  Allah Ta’ala yang serba Maha, Maha Tahu, Maha Benar mengalahkan  kebenaran inderawi, teori ilmiah dan fisafat. Allah berfirman di dalam Al-Quran:

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ(147)وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا     يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(148)(البقرة)

Artinya: “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”(S.2 Al-Baqarah 147-148).

@ Al-Quran jalan kebenaran paling tinggi

Kita sebagai  umat Muhammad Saw.  harus beriman kepada peringkat  sumber  hukum yang benar menurut ajaran Al-Quran terutama S.4 An-Nisa` 59 dan hadis Mu’adz ibnu Jabal, maka  tingkat-tingkat kebenaran itu, yaitu:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا(59)(النساء)

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”(s.4 An-Nisa` 59)

3119 عَنْ أُنَاسٍ مِنْ أَهْلِ حِمْصَ مِنْ أَصْحَابِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا أَرَادَ أَنْ يَبْعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ قَالَ كَيْفَ تَقْضِي إِذَا عَرَضَ لَكَ قَضَاءٌ قَالَ أَقْضِي بِكِتَابِ اللَّهِ قَالَ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِي كِتَابِ اللَّهِ قَالَ فَبِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا فِي كِتَابِ اللَّهِ قَالَ أَجْتَهِدُ رَأْيِي وَلَا آلُو فَضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَدْرَهُ وَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَفَّقَ رَسُولَ رَسُولِ اللَّهِ لِمَا يُرْضِي رَسُولَ اللَّهِ (رواه ابو داود والترمذي 1249)

Artinya:  “ Dari orang-orang teman dekat Mu’adz dari Himsha bahwa Rasulullah Saw. hendak mengutus Mu’adz ke Yaman,  maka beliau bertanya: “ Bagaimana engkau memutuskan  jika ada perkara dihadapkan padamu?” Mu’adz menjawab: “Aku  menetapkan sesuatu berdasarkan Al-Quran” Beliau bertanya: “Jika di dalam Al-Quran itu tidak diketemukan jawabnya?” Mu’adz menjawab: “Aku tetapkan berdasarkan Sunnah Rasulillah Saw.” Beliau bertanya: “Jika di dalam sunnah Rasul Saw. tidak diketemukannya bagaimana?” Mu’adz menjawab: “Aku berijtihad  dengan akalku dan tidak aku tunda”. Lalu beliau  menepuk dada Mu’adz dan bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah menyesuaikan  utusan Rasulullah Saw cocok dengan apa yang disukai Rasulullah”(HR. Abu Dawud  no.3119 danTurmudzi  no.1249).

Dalam suatu masalah yang sudah jelas dan tegas ditentukan oleh Al-Quran dan hadis maka umat Islam tidak ada jalan lain kecuali wajib tunduk dan taat kepada ketentuan ini. Dan jika terjadi perbedaan pendapat karena di dalam Al-Quran dan hadis tidak ada ketentuan yang jelas, maka penyelesaiannya harus melalui Al-Quran dan hadis juga, yaitu melalui Ijma’ atau Qiyas.

Dari   catatan  dalam bab  di atas   dapat dirumuskan tingkat-tingkat kebenaran  yang lebih  tinggi (no.I) mengalahkan  kebenaran yang di bawahnya  (no.II-III) sebaliknya kebenaran yang di bawah (No.III-II) tidak dapat mengalahkan  kebenaran yang benar yang  di atasnya sampai yang paling tinggi, yaitu sebagai berikut:

i.Kitabullah Al-Quran, kebenarannya bersifat mutlak paling tinggi

ii.Sunnah Rasul Saw. sebab nabi dan rasul itu dijamin oleh Allah Ma’sum suci dari kesalahan dan dosa, maka kebenarannya satu tingkat di bawah Kitabullah. Memang  nabi dan rasul itu mendapat hidayah, penjagaan dan koreksi ketat dari Allah sendiri

iii.Ijtihad akal, ijtihad artinya betul-betul berpikir  sangat mendalam, ketat  sekali menjunjung  tinggi hukum berpikir mencari kebenaran, maka tingkat benarnya di bawah Sunnah dibawah Al-Quran. Hasil Ijtihad disini mencakup kitab-kitab fiqh bahkan semua buku-buku dari seluruh cabang disiplin ilmu dalam Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi (IPTEK) sampai kepada ilmu filsafat sekaligus.

@Al-Quran berlaku universal

Al-Quran berlaku universal, dengan dasar data dan fakta berikut:

A. Akurasi dan Otentisitas dokumen Al-Quran

Tafsir Ar-Razi (Juz X, h.151) mencatat bahwa kelebihan Al-Quran  yang mengalahkan kitab suci yang lain ada 3 hal, yaitu: (1)Tidak terkalahkan nilai sastra Arabnya; (2)Dia membawa berita gaib yang terbukti nyata; (3)Al-Quran isinya tidak mengandung pertentangan.

Terhadap ketiga hal ini Al-Quran S28a49; S17a88; S11a13; S2a23 sudah menawarkan kepada orang kafir untuk mengalahkanya dan ternyata sampai sekarang tidak ada manusia yang mampu mengalahkan Al-Quran.

Dapat ditambahkan di sini dua sifat mukjizat Al-Quran, yaitu:

1) Bunyi ayat-ayat Al-Quran itu dihafalkan oleh milyaran kaum muslimin dalam shalat, sejak pertama kali turun 10 Agustus 610 M sampai sekarang dan selama-lamanya.

2) Para ulama sudah menghitung jumlah huruf Al-Quran seluruhnya ada 325.245 buah huruf masih utuh, sekarang tulisan dan bunyinya sudah disimpan dalam Compac Disk (CD), otentik orisinil asli selama-lamanya dapat disaksikan dalam komputer.

Al-Quran sejak awal sudah dihafal orang banyak, ditulis oleh para sahabat dan dibukukan oleh khalifah Abu Bakar, khalifah Usman dan para ulama.

Al-Quran turun  pertama kali tgl. 17 Ramadhan tahun ke-satu Bi’tsah bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 610 M, Al-Quran di jaman awal telah dihafal oleh semua pihak sebab sangat aneh bin ajaib dan 4 tahun setelah itu, saat Umar masuk Islam, Al-Quran sudah ditulis dan sempat dibaca sendiri oleh Umar. Selanjutnya  tiap tahun Jibril melakukan ujian-ulangan wahyu Al-Quran yang sudah diturunkan kepada Rasulullah Saw. itu kemudian pada  tahun terakhir turunnya Al-Quran, maka Jibril melakukan ulangan dua kali kepada hafalan Al-Qurab Rasul Saw. Selanjutnya Al-Quran di samping ditulis juga dihafal oleh para sahabat.

As-Suyuthi mencatat dalam Al-Itqan (1973I\50) bahwa sahabat yang hafal Al-Quran yang gugur-mati syahid dalam pertempuran di  Bi`ru Ma’unah saja ada 70  orang. Al-Qurthubi menambahkan bahwa sejumlah 70 sahabat  itu pula yang gugur syahid dalam perang Yamamah. Muhammad Ali ash-Shabuni dalam At-Tibyan (1980:47)   mencatat bahwa para sahabat yang hafal Al-Quran yang gugur mati syahid  di dalam pertempuran di Yamamah dan Bi`ru Ma’unah jumlahnya 140 orang sahabat. Sehingga orang yang hafal Al-Quran yang masih  hidup pasti jauh lebih  banyak berlipat ganda jumlahnya.

Abu Bakar Atjeh dalam bukunya Sejarah Al-Quran (1956:25) mengutip catatan bahwa para ulama sudah menghitung isi Al-Quran dan bagian-bagiannya bahkan sampai huruf-hurufnya. Tercatat di sana bahwa Al-Quran itu terdiri dari 325.345 huruf, yang paling banyak ialah huruf alif, yaitu 48.772, yang paling sedikit ialah huruf Zha` yaitu 842 huruf. Rincian jumlah hurufnya  sebagai berikut:

Alif = 48772h   Ba` =11 428h       Ta` = 3205h     Tsa` = 2404         Jim=3422h       Ha` =  4130h          Kha` = 2505 h       Dal = 5978h     Dzal =4930h Ra` = 12246h         Zay = 1680h        Sin =  5996h       Syin = 2115h     Shad = 2037h         Dlat=1682h               Tha` = 1274h       Zha`=    842h        ‘Ain = 9417h      Ghain =1217h             Fa=  8419h

Qaf =  6613h      Kaf =10552h        Lam =33520h       Mim= 26955h    Nun=45190h         Wawu =2586h      Ha`= 1670h        Lam Alif =1970h     Ya` = 4919h

As-Suyuthi dalam Al-Itqan (1973:1/70) mencatat  bahwa Al-Quran itu berisi  77.943 buah kalimat, 6236 ayat, sekarang masih utuh-lengkap.

Dengan meledaknya kemajuan tehnologi elektronika, khususnya sistem komputerisasi tulis menulis dan dokumentasi, maka sekarang Al-Quran  bukan hanya disimpan di dalam kaset, tetapi  Al-Quran sudah disimpan dalam bentuk CD-DVD  dengan CD-ROM, sehingga bunyi  dengan lagunya dan tulisan sekaligus dapat didengar bunyinya dan dilihat tulisannya.

Jadi aturan main dalam perlombaan mencari  juara terbaik dalam hidup ini tidak ada aturan lain kecuali menepati aturan Al-Quran yang sudah diperjelas melalui Sunnah Rasul Saw.

Rasulullah Saw. bersabda dalam suatu hadis:

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قاَلَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ رواه مالك1395  (

Artinya: “Umar berkata, “Aku mendengar Rasulullah ٍSaw bersabda: “Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.”(HR Malik no.1395, Misykatul Mashabih juz 1 halaman 40, Alhakim (1h10) dan Al-Baihaqi (10h114).

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال : رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِيْ حِجَّتِهِ يَوْمَ عَرَفَةَ يقول : [ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّيْ تَرَكْتُ فِيْكُمْ مَا إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوْا كِتَابُ اللهِ وَعِتْرَتِيْ َأهْلِ بَيْتِيْ ] )رواه ابن كثير 4ص142) حَدَّثَنَا أَبُو الْخَطَّابِ زِيَادُ بْنُ يَحْيَى الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَتَّابٍ سَهْلُ بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا الْمُخْتَارُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا أَبُو حَيَّانَ التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحِمَ اللَّهُ أَبَا بَكْرٍ زَوَّجَنِيَ ابْنَتَهُ وَحَمَلَنِي إِلَى دَارِ الْهِجْرَةِ وَأَعْتَقَ بِلَالًا مِنْ مَالِهِ رَحِمَ اللَّهُ عُمَرَ يَقُولُ الْحَقَّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا تَرَكَهُ الْحَقُّ وَمَا لَهُ صَدِيقٌ رَحِمَ اللَّهُ عُثْمَانَ تَسْتَحْيِيهِ الْمَلَائِكَةُ رَحِمَ اللَّهُ عَلِيًّا اللَّهُمَّ أَدِرْ الْحَقَّ مَعَهُ حَيْثُ دَارَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَالْمُخْتَارُ بْنُ نَافِعٍ شَيْخٌ بَصْرِيٌّ كَثِيرُ الْغَرَائِبِ وَأَبُو حَيَّانَ التَّيْمِيُّ اسْمُهُ يَحْيَى بْنُ سَعِيدِ بْنِ حَيَّانَ التَّيْمِيُّ كُوفِيٌّ وَهُوَ ثِقَةٌ(رواه الترمذي 367) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى وَزَيْدُ بْنُ أَخْزَمَ قَالَا حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَبُو هِلَالٍ حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ أَبِي ثُبَيْتٍ عَنْ أَبِي الْجَوْزَاءِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهْلُ الْجَنَّةِ مَنْ مَلَأَ اللَّهَ أُذُنَيْهِ مِنْ ثَنَاءِ النَّاسِ خَيْرًا وَهُوَ يَسْمَعُ وَأَهْلُ النَّارِ مَنْ مَلَأَ أُذُنَيْهِ مِنْ ثَنَاءِ النَّاسِ شَرًّا وَهُوَ يَسْمَعُ(رواه الترمذي 3718)

“Dari Jabir bin Abdullah dia berkata; saya melihat Rasulullah Saw dalam hajinya ketika di ‘Arafah, sementara beliau berkhutbah di atas untanya -Al Qahwa`- dan saya mendengar beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian sesuatu yang jika kalian berpegang kepadanya, maka kalian tidak akan pernah sesat, yaitu; kitabullah dan sanak saudara ahli baitku” (HR Turmudzi no.3718).,Tafsir Ibnu Katsir juz 4 halaman 142).

BAB  TIGA

AKSELERASI&DIGITALISASI

Ilmu keislaman melalui  Internet dan CD-DVD

Pada  suatu hari  turun surat dari Dikbud-Diknas ke berbagai universitas meminta data mahasiswa  yang sangat memerlukan subsidi studi mereka dengan beberapa syarat, maka UMM Malang  dengan cepat dapat memenuhi  syarat perlengkapan yang diminta  itu sebab memang segala data ke mahasiswaannya  sudah tersimpan teratur rapi sangat lengkap tersimpan dalam komputer. Sehingga beberatus orang mahasiswa  segera mendapat subsidi bea siswa studinya. Lain halnya dengan perguruan tinggi lain yang tidak mempunyai data tersebut karena  tidak memiliki peralatan  elektronik seperti halnya UMM tadi, akibatnya  dengan kerja yang semrawut dan serba kekurangan persyaratan sehingga subsidi-bea siswa tidak terjaring oleh dana bantuan Diknas-Dikbud.

Salah seorang pimpinan Madasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Surabaya mendapat panggilan Diknas_Dikbud  Jakarta  untuk menerima subsidi Dana Pendidikan. Pimpinan ini sudah menyiapkan diri membawa banyak-banyak data yang  mungkin diperlukan  disimpan dalam Komputer. Ketika proposal diperiksa tercatat masih ada kekurangannya, Oleh karena kepala MIN ini sudah  siap dengan data dalam komputernya maka dengan  cepat kekurangan ini dapat dipenuhinya, sehingga dalam waktu yang cepat proses berlangsung dan berhasil memperoleh dana-dana itu.

Catatan: Untuk negara Barat,  dana $1000 cukup untuk biaya studi  429 saintis tiap satu juta orang, dengan tehnologi tinggi menjadi ngirid,.tetapi karena tehnologi rendah menjadi boros, rata-rata negara Islan selain Mesir dan Turki, setiap  134 saintis per-satu juta orang memerlukan 1000 dolar GNP.

Dari data yang dicatat Baiquni Prof.DR.MSc dari Atlas World Bank 1985  berikut ini  maka  kita wajib  mengejar dari keterlambatan kita  tidak ada jalan lain kecuali harus melakukan “Akselerasi-modernisasi” metode studi ilmu keislaman kita, salah satunya ialah dengan komputerisasi digitalisasi studi itu. Celakanya ialah bahwa sistem digitalisasi ilmu keislaman ini  sudah dikelola didesign oleh saintis Yahudi dan Nasrani. Bagaimanakah jika kita tidur saja, enak-enak mengigau memuji-muji agama Islam????

PERBANDINGAN

KONDISI UMAT ISLAM><ORANG KAFIR

Negara

—————

Jepang

Uni Sovyet

Prancis

India

Mesir

Israel

==Negara=

Prancis

Jerman Brt

Jepang

Belanda

Inggris

Amerika

=====x==

Pakistan

Indonesia

Nigeria

Turki

Yordan

Rep.Iran

Iraq

Mesir

Agama

—————————

Budha

Komunis

Kristen

Hindu

Islam

Yahudi

====.======GNP=US$

9.540 dolar

10.925 dolar

11.300 dolar

9.200 dolar

8.460 dolar

16.690 dolar

=======x========

380 dolar

530 dolar

760 dolar

1.130 dolar

1.560 dolar

1.778 dolar

1.861 dolar

710 dolar

Pakar per-sejuta

Orang

———————–

6 500 orang

5 000 orang

4 500 orang

1 300 oang

367orang

16 000 orang

===Pakar persejuta==

4.500 orang

3.000 orang

6.500 orang

4.500 orang

3.200 orang

6.500 orang

========x=======

99 orang

64 orang

52 orang

353 orang

217 orang

203 orang

191 orang

367 orang

Keterangan

Ahli/juta/GNP

———-.———

=======-========

472

275

575

484

361

390

======Per $1000=====

281

121

68

312

139

114

103

517

Dengan sistem digital dan komputer maka  studi ilmu keislaman dapat dipelajari dengan sangat efektif-efisien, hemat waktu sangat minim jauh lebih cepat, ngirid energi dibnding sistem pelajaran tidak dengan komputer dan digital yaitu dengan memanfaatkan CD-DVD-Flash disk dan peralatan elektronik lainnya. Di bawah ini kita catat CD-DVD ilmu keislaman yang penting, yaitu :

1) ALMAKTABAH ASY-SYAMALAH..2) MAKTABATUL HADITS ASY-SYARIF.3) PAKDENONO.4) ALQARDHAWI, dst.

DAFTAR KITAB&JUDUL MAKALAH/CERAMAH

I. DVD Al-Makatabah asy-Syamilah

Dalam DVD  Al-Maktabah asy-Syamilah tersimpan kitab-kitab  gundul dari 75 cabang displin ilmu keislaman, sebagian dari padanya ialah  sebagai berikut:

1. Ada 25 macam kitab tafsir dan yang jarang dijumpai disini tersimpan juga Tafsir Al-Kabir tulisan Ar-Razi.

2.  Ada 27  macam kitab Ilmu Tafsir.

3.  Ada 136 macam kitab dalam bidang Ilmu ‘Aqaid.

4.  Ada sejumlah kitab yang menafsirkan Alma`ul Husna

5.  Ada 48 kitab hadis Rasul Saw.

6.  Hasil penelitian Ibnu Abid Dunya tersimpan disini 50 kitab

7.  Hasil penelitian ulama yang lain ada 134 kitab

8.  Tersimpan disini 21 kitab Takhrijul Hadits, hasil riset ilmiah

9.  Ada 45 kitab hasil penelitian Imam Albani pengkritik hadis

10.Disini tersimpan 55 kitab sejarah hidup Rawi  Hadits.

11.Ada 28 kitab Syarah Hadits (Penafsiran atas hadis).

12.Ada 92 macam kitab Fiqh (Hanafi=17, Maliki=14, Syafi’i=20,  Hanbali=11 madzhab lain=30).

13.Sebanyak 35 kitab Bahtsul Masail dalam DVD ini

14.Ada 35 macam kitab Al-Akhlaq

15. Ada 35 macam kitab Ushul Fiqh

16. Kitab Mushthalahul Hadits tersimpan disini 12 macam kitab

17.Ada 19 kitab Fiqhus Siyasah dan Aqdhiyah (Politi dan Hukum)

18 Ada 15 kitab riwayat Nabi Muhammad Saw.

19.Ada 133 kitab Rijalul Hadits (orang yang terlibat dalam hadis)

20. Ada 100 kitab Sejarah Islam

21.ADa 42 kitab dari Rihlah ‘Ilmiyah (Ibnu Batuthah dan lain2)

22.Ada 43 kitab karangan Ibnu Taimiah

23. Juga ada 43 kitab karangan Ibnul Qayyim

24. Ada 34 macam kitab Nahwu-Sharaf

25. Ada 36 kitab sasta bahasa Arab

26. Ada tulisan ilmiah bahasa Indonesia sangat banyak jumlahnya

II. DVD  MAKTABATUL HADITSISY SYARIF

Tersimpan di dalam DVD ini 9 cabang disiplin ilmu keislaman, yaitu:

  1. Ada 22 macam kitab Tafsir Al-Quran
  2. Ada 42 macam kitab hadis
  3. Ada 15 kitab Syarah Hadits
  4. Ada 50 macam kitab Rijalul hadits
  5. Ada 17 macam kitab ‘Ulumul Hadits
  6. Ada 13 kitab Tarikh
  7. Ada 8 kitab riwayat Nabi Saw.
  8. Ada 30 kitab  berbagai macam disiplin ilmu.
  9. Ada 27 kitab Mu’jam (Kamus)

III. DVDV PAKDENONO

DVD Pakdenono menyimpan 11 unit kelompok disiplin ilmu:

  1. E Book ada 3 kelompok himpunan naskah-naskah
  2. E. Book Islam=19 judul
  3. Kristologi 26 judul
  4. Swara muslim=16 masalah dan data th 2001-2007
  5. Web Offline=17 Web-Internet Islami
  6. Web Al-Shafwah=9 analisa
  7. Movie=8 ceramah,26 judul, 200 film cartoon
  8. Galey foto=29 foto Islami
  9. Ilmu Tajwid=2 bahasa,36 bab-sub bab
  10. Salafi=terjemah hadis Bukhari-Muslim, Bulughul Maram,
  11. Ada 42 fatwa ulama
  12. Al-Quran Digital=3 metode mencari ayat-ayat Al-Quran

Silahkan buka internet situs : http://pondoquranhadis.wordpress.com

Kirimkan naskah ke Email::pondokilmu7@gmail.com-Tlp:0318963843


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: