Oleh: pondokquranhadis | Oktober 3, 2010

SEDIH, GETUN NELONGSO

09Apr22                                                                                               Tafsir Maudhu;ii Kontemporer

Getun, Nelongso, Mutung

(Sesal, minder dan putus asa)

Oleh Imam Muchlas

قَالُوا تَاللَّهِ تَفْتَأُ تَذْكُرُ يُوسُفَ حَتَّى تَكُونَ حَرَضًا أَوْ تَكُونَ مِنَ الْهَالِكِينَ(85)قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ(86)يَابَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْئَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ(يوسف 85-87)

“Mereka berkata: “Demi Allah, senantiasa ayahu mengingati Yusuf, sehingga ayah mengidap penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa”.Ya`qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”(S.12 Yusuf 85-87).

Tema dan sari tilawah

  1. 1. Putera N.Ya’qub  menyesalkan ayahnya terlalu cinta sampai menangisi Yusuf dengan Binyamin
  2. 2. Karena sedih sebab kehilangan Yusuf dengan Binyamin lalu bertambah sedih sekali merenungkan nasib keduanya,  akibatnya  N.Ya’qub  sakit  dan  matanya  menjadi buta
  3. 3. Namun N.Ya’qub menangis dan mengaduh hanya kepada Allah
  4. 4. N.Ya’qub yakin bahwa  Yusuf dan Binyamin masih hidup serta masih bisa dicari
  5. 5. Maka beliau menyuruh puteranya mencari kedua adik mereka

6.   Puteranya dipesan jangan putus asa, sebab  putus asa itu kafir

Masalah&analisa jawaban:

Diceriterakan dalam Al-Quran  surat Yusuf bahwa  hati N.Ya’qub sangat lengket dengan cinta kepada Yusuf sang putera yang diyakini akan menjadi hamba yang dimuliakan oleh Allah karena sangat yakin atas kebenaran impiannya diwaktu kecil dahulu. Tetapi cintanya itu terganggu sebab ulah kakak-kakaknya, N.Ya’qub bertambah sedih sekali sebab Binyamin adik Yusuf  tertinggal di ibu kota Mesir ditahan oleh pihak berwajib  tidak bisa pulang. Dari kisah itu timbul beberapa pertanyaan terutama masalah berikut:

  1. 1. Bagaimana dan sampai dimana kita boleh memperturutksn  rasa cinta itu?. Jawaban sementara: Rasa cinta itu instink manusia sejak lahir, maka kita wajar memperturutkan rasa cinta itu, tetapi harus dikendalikan dengan sungguh-sungguh oleh instink religios atau tuntunan agama.
  2. 2. Apa sebab putus asa itu dapat mengakibatkan diri kufur? Jawaban sementara: Seseorang menjadi kafir sebab diri sudah terlalu mementingkan perasaan egois diri dan mengalahkan semua instink nafsu-nafsu yang lain khususnya instink religios, tuntunan agama.
  3. 3. Bagaimana cara mengendalikan rasa sedih dan pilu yang menggoda jiwa kita itu?  Cara mengendalikan rasa sedih dan pilu ialah dengan memperdalam kepercayaan kepada Allah yang serba Maha.

Pendalaman dan penelitian

BAB  SATU

Cinta  kepada Tuhan dan Rasul

Masalah ke-1: Bagaimana dan sampai dimana kita boleh memperturutkan  rasa cinta itu?. Jawaban sementara: Rasa cinta itu memang instink atau bakat manusia sejak lahir, wajar kita memperturutkan rasa cinta itu, tetapi harus dikendalikan dengan sungguh-sungguh oleh instink religios atau tuntunan agama.

Sebagaimana jawaban diatas bahwa rasa cinta itu instink manusia sejak lahir, kita boleh mengikutinya tetapi harus dikendalikan kuat-kuat dengan iman yang mendalam.   Cinta yang  tidak didasari iman yang mendalam maka besar kemungkinannya akan membawa diri kepada “Cinta buta”  yang akan menyeret pelakunya kepada perbuatan  Mata Gelap sebab  gagal dan tidak tercapai apa yang diinginkannya; Allah berfirman dalam Al-Quran:

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)(S.2 Al-Baqarah 165).

Bagi orang yang beriman cinta itu harus dikendalikan dengan ajaran agama, firman Allah dan hadis Nabi Saw  berikut memberi tutunan kepada kita bahwa cinta kepada Allah harus diunggulkan mengalahkan  cinta kepada manusia siapa saja, kecuali cinta kepada Nabi Saw, karena oleh Allah dalam Al-Quran s3a31 beliau  sudah dijamin suci dari salah dan dosa:

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”(S.3 Ali ‘Imran 31)

@ Kitab Wada’ur Rasul (1h155) dalam menganalisa Al-Quran s9a33-34 mengaitkannya dengan hadis yang tercatat dalam Shahih Bukhari  sebagai berikut berikut:

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”(S.9 At-Taubat 24).

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (رواه البخاري 14 مسلم 62)

Dari Anas  bahwa Nabi Saw bersabda: “Kalian tidak beriman sebelum cintanya kepadaku mengalahkan cintanya kepada ayahnya, anaknya dan manusia semuanya”(HR Bukhari no.14 dan Muslim  62).

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ السَّاعَةِ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا قَالَ لَا شَيْءَ إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ (رواه البخاري 3412 ومسلم 4775)

“Dari Anas r.a. yang  bertanya kepada Nabi Saw  tentang kapan terjadi  hari kiamat, maka beliau bertanya: “Apakah yang kalian persiapkan untuk menghadapi hari kiamat itu? Orang yang bertanya itu menjawab: “Saya tidak menyiapkan apa-apa kecuali saya cinta kepada Allah dan Rasulullah Saw”Lalu beliau bersabda : “Kalian akan bersama dengan siapa yang kalian cintai”(HR Bukhari no.3412 dan Muslim no.4775).

@Tafsir Ad-Durrul Mantsur (5h39) mengaitkan Al-Quran s9a23-24 di atas dengan Asbabun Nuzulnya:, yaitu

Ali bin Abu Thalib  mengatakan kepada orang-orang yang telah ia kenal baik, “Tidakkah kalian berhijrah, tidakkah kalian ingin menyusul Rasulullah saw. hijrah ke Mainah?” Maka mereka menjawab, “Kami akan tetap bermukim (di Mekah) bersama dengan saudara-saudara kami, kabilah kami dan menempati rumah-rumah kami sendiri. lalu turun Al-Quran  Q.S. 9At-Taubah 24 itu.

@Tafsir At-Tahrir war-Tanwir (11h202) mengaitkan Al-Quran S.33 Al-Ahzab 6 dengan  S.33 Al-Ahzab 36 dan hadis Bukhari no.14 dengan Muslim  no.62).

“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu mau berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah)”(S.33 Al-Ahzab 6).

Kita harus mengunggulkan Nabi Saw dalam segala hal, tidak ada pilihan lain kecuali ikut Nabi Saw  untuk ini Allah berfirmn:

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”(S.33 Al-Ahzab 36).

Dan terkait masalah ini Rasulullah juga bersabda dalam hadis berikut:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (رواه البخاري 14 ومسلم 62)

“Dari Anas bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Tidak beriman seseorang dari kalian sampai dia itu cinta kepadaku mengalahkan cintanya kepada ayahnya, anaknya dan manusia semuanya”(HR Bukhari no.14 dan Muslim  no.62}.

@Tafsir Ibnu Katsir (4h42) dalam menganalisa Al-Quran s61a1 mencatat dan mengaitkannya dengan Al-Quran dan  hadis berikut:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi”(S.63 Al-Munafiqun 9)

Karena kebanyakan manusia terhanyut oleh rasa cintanya kepada keluarga, bapak, anak, saudara, maka Allah memperingatkan para jamaah haji maupun mereka yang berada di tempat yang jauh dari keluarga supaya sungguh-sungguh ingat kepada Allah mengalahkan ingatnya kepada sanak keluarga, dalam hal ini Allah berfirman:

” Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdo`a: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.”(S.2 Al-Bqarah 200).

Kita harus berusaha untuk Taqarrub mendekatkan diri kepada Allah sampai  Allah jatuh cinta kepada kita. Untuk ini Rasulullah Saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ (وراه البخاري   6021)*

Artinya: “Dari Abu Hurairah dia berkata: “Rasulullah  bersabda: “Sungguh  Allah berfirman: “Barang siapa memusuhi  kekasih-Ku maka benar-benar Aku umumkan perang kepadanya. Ada hamba-Ku yang taqarrub-mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amalan yang menyenangkan Aku lebh dari apa yang Aku tentukan untuk dia. Ada hamba-Ku yang tidak henti-hentinya taqarrub-mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunat, sehingga Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintai dia, maka Aku menjadi pendengarannya dia mendengar dengan pendengaran itu, Aku menjadi pengelihatannya dia melihat dengan pengelihatan itu, aku menjadi tangannya dia berbuat dengan tangan itu, Aku menjadi kakinya, dia berjalan dengan kaki itu. Sungguh jika dia memohon kepada-Ku pasti Aku kabulkan, jika dia memohonan perlindungan-Ku maka dia pasti Aku lindungi”(HR Bukhari no. 6021).

Taqarrub itu mendekatkan diri kepada Allah untuk  mencari ridho Ilahi, jika Allah sudah ridho atau  lego lilo, maka Allah  akan menaruh cinta kepada kita sampai kita menjadi kekasih Allah. Jika kita sudah menjadi kekasih Allah maka seluruh keinginan kita akan dipenuhi oleh Allah. Caranya ialah memperbanyak ibadah dan amal soleh dengan mentaati segala  perintah Allah  dan menjauhi larangan-Nya, mencakup masalah Iman, Islam dan Ihsan sepenuhnya mulai dari yang wajib sampai yang sunat.

Allah sendiri sudah menjamin bahwa dengan melalui dzikir-ingat  terus kepada Allah dan semua sifat yang 20 maupun  Asma`ul Husna yang serba Maha dan absolut Maha. maka hidup ini akan dijamin oleh Allah  menjadi hidup yang aman damai tenang tenteram bahagia;

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ(الرعد 28)

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”(S.13 Ar_ra’du 28).

Selanjutnya cinta kepada Allah itu melalui amalan yang disukai Allah dan dengan menetapi amal  ibadah kepada Allah. Dan ibadah  itu dibagi 2, yaitu:

1.Ibadah mahdhah ialah menyembah Allah langsung, shalat, zakat, puasa dan haji

2,Ibadah ghairu mahdhah ialah mengabdi kepada Allah selain yang lima itu, wujudnya ialah amal soleh, yaitu amal perbuatan yang baik dan benar menurut ukuran  Allah, bukan laku-perbuatan yang jelek dan yang salah dalam pandangan  Allah. Jalan yang jelek dan salah itu  jalannya syaitan yang ujung-ujungnya ialah durhaka dan maksiat kepada Allah. Amal soleh itu bidangnya terlalu luas, yaitu seluruh pengabdian kepada kemanusiaan (HAM) yang mendapat ridho Allah, contoh amal soleh secara sederhana ialah bakti anak kepada bapak-ibu atau perbuatan untuk tidak melanggar larangan Allah dan juga perbuatan yang betul-betul  sangat menyenangkan orang banyak (Lih.hadis Muslim no.6021). Contoh ibadah Mahdhah misalnya Shalat Tahajjuj.

SHALAT TAHAJJUJ

Salah satu sarana-prasaran mengatasi  kesedihan, penyesalan  dan putus asa ialah melalui Shalat Tahajjuj. Untuk ini kita pelajari  uraian tentang shalat Tahajjuj seperti tercatat dalam berbagai macam wacana, singkatnya ialah sebagai berikut:

Shalat itu ada 2 macam, yaitu shalat wajib dan shalat sunat. Shalat sunat yang paling tinggi hikmah rahasianya ialah Shalat-Tahajjuj sebagaimana ditegaskan Allah dalam Al-Quran (Qs17a79).

Adapun Taqarrub-mendekatkan diri kepada Allah melalui shalat Tahajjuj, urutan pengamalannya adalah sebagaimana  kita uraikan dalam buku yang berjudul Shalat Tasbih:

a) Dasar yang sangat penting ialah (1).Tidak menyimpang dari Al-Quran&Hadis; (2)Tidak durhaka dan tidak maksiat kepada Allah; .3.Mencari ridlo Allah; (4)Tulus-ikhlas Lillahi Ta’ala menjiwai  seluruh amalan itu.

~Sebelumnya tidak boleh berbuat durhaka kepada Allah, tidak melanggar larangan Allah, berpuasa sunat, beramal soleh banyak-banyak

~Berniat sungguh-sungguh dengan  wudhu sebelum tidur selanjutnya hampir tidur membaca surat Al-Ikhlash,  Falaq bin Nas dan Ayat Kursi, menyatakan berniat akan bangun malam untuk  shalat Qiyamul Lail, membaca  do’a sebelum tidur dan berdo’a waktu bangun dari tidur, lalu menyiapkan diri kebelakang, bersuci dan lain-lain, kemudian  melihat ke    langit dengan  membaca  ayat Al-Quran S.3 Ali ‘Imran  190 sampai 200.

~Jika dilakukan di masjid waktu masuk masjid kaki kanan lebih dulu   dengan membaca  Basmalah   dan do’a, nantinya ketika keluar dari masjid kaki kiri dulu sambil membaca do’a. Saar masuk masjid dengan niat I’tikaf. Kemudian Shalat Tahiyyatul Masjid. Jika diamalkan di rumah maka tidak ada shalat Tahiyatul Masjid dan tidak ada  I’tikaf

@ Kemudian Shalat Iftitah 2 rekaat, selanjutnya shalat 11 rakaat (2 rakaat 4 kali +3 rakaat witir) sesudah Al-Fatihah, membaca surat pada rakaat ke-1 surat Yasin, b) Rakaat ke-2  surat  Ad-Dukhan, ke-3  surat As-Sajdah, ke-4 surat Al-Mulku (surat-surat ini dibaca pada malam Jum’at), ataupun surat yang disukai,  rakaat  ke-5 surat Al-Waqi’ah; f) Rakaat ke-6 surat Al-Kahfi ke-7 surat Thaha ke-8 surat  Maryam yang berisi do’a N.Zakariya atau surat Yusuf berisi do’a N.Ya’qub dan N.Yusuf atau Surat Ibtahim 35-41,  yaitu do’a N.Ibrahim. Semua berdasaran hadis Nabi Saw. supaya diamalkan dengan serius

@ Di dalam salah satu sujud sesudah membaca tasbih, lalu mencurahkan isi hati yang paling dalam kepada Allah  Ta’ala dan melaporkan semua rahasia yang paling rahasia, mengadukan segala kesedihan dan kesulitan pribadi, mengajukan segala keinginan, berdo’a dan memohon sebanyak-banyaknya permohonan dan keinginan, anugerah rahmat  dan barokah Allah untuk di dunia sampai  akhirat. Membaca puji-pujian kepada  Allah dengan nama-nama Allah yang baik (Asma`ul husna atau sifat-sifat Allah yang serba Maha itu).

Dalam membaca wirid dan do’a supaya diusahakan sungguh-sungguh dengan merendah diri-Andap asor, do’anya tidak mengandung dosa tidak mendesak-desak meminta  segera terkabul, berpakaian yang sopan dan suci, dedepe, pasrah kepada Allah dengan suara yang sopan penuh hormat.

@ Dzikir atau wirid dengan  membaca Al-Quran akan mendapat anugerah Allah yang paling afdhol. Adapun surat-surat atau yang disebut-sebut oleh Rasulullah Saw yang penuh rahmat dan barokah ialah Surat Al-Fatihah, Al-Baqarah, Al-Falaq, An-Nas, Al-Ikhlash, An-Nashr, Al-Kafirun, Zulzilat, Ayat Kursi, Al-Baqarah,  Ali ‘Imran, Al-Kahfi, Yasin, Al-Isra`, Al-Hadid, Al-Hasyr, Ash-Shaf, Al-Jum’at, At-Taghabun, Al-A’la, Al-Ghafir,, Ar-Rum, At-Taubat ayat 129, Al-Hasyr ayat 22-23-24, Az-Zumar, Maryam, Hud, Al-Waqi’ah, Walmursalat, ‘Amma, At-Takwir, Walmursalat, Qaf, Al-Fat hu, Al-Jum’at, Al-Munafiqun semua berdasarkan hadis Rasulullah Saw.

BAB  DUA

Bahaya kufur

Masalah ke-2; Apa sebab putus asa itu dapat mengakibatkan diri kufur? Jawaban sementara: Seseorang menjadi kafir sebab diri sudah terlalu mementingkan perasaan egois diri dan mengalahkan semua instink nafsu-nafsu yang lain khususnya instink religios untunan agama.

Suatu derita, sakit, kesedihan, kesusahan, kesulitan. kegagalan,   kehilangan, kehabisan harapan semua masalah ini bagi orang yang beriman  adalah ujian dari Allah bahkan jika lulus dalam ujian itu maka seorang yang beriman akan naik lebih luhur ke derajat kemuliaan  yang lebih terhormat disisi Allah, sebagaimana ditegaskan Allah Ta’ala dalam Al-Quran ataupun hadis Nabi Saw  di bawah ini:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”(S.2 Al-Baqarah 155),

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu”(S.47 Muhammad 31).

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Kapankah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”(S.2 Ql-Baqarah 214).

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabarLS.3 Al ‘Imran 142).

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”(S.8 At-Taubat 16).

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”(S.29 Al’Ankabut 2).

Hadis Rasul Saw

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ (رواه البخاري 5210 ومسلم 4670)

“Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Saw bersabda: “Tidak ada musibah tidak ada derita,tidak ada kesusahan,tidak ada kesedihan, tidak ada penyakit, tidak ada kesulitan sampai  duri yang menancapnya, semua itu itu tidak lain kecuali Allah akan menutup kesalahan dia orang yang terkena musibah itu”(HR  Bukhari no.5210 dan Muslim no.3670)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ (ابن مسعود) قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا (رواه البخاري 5216 ومسلم 4663)

“Dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah Saw”Tidak ada penyakit luka tusukan duri yang menyerang seorang muslim ataupun  apa saja yang lebih berat lagi, tidak lain kecuali Allah akan menghapus kejelekan-kejelekan dia seperti pohon merontokkan daunnya”(HR Bukhari no.5216 dan Muslim no.4663).

Sebagaimana kita maklum sekarang dari Sekolah Taman Kanak-kanak mau masuk Sekolah Dasar saja sudah mulai ada saringan dengan ujian atau cara-cara tertentu, makin tinggi ujian makin berat, dari tiap tingkat ke tingkat yang lebih tinggi seperti  dari atau ke SD, SMP, SMA, S1,S2,S3 dan sebagainya.

Maka iman seseorang akan diuji makin tinggi kwalitas iman akan menghadapi ujian yang lebih berat. Seorang sahabat tanya-jawab dengan Rasulullah Saw:

عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلَاءً قَالَ الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلَاؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلَاءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ (رواه التر مذي2322  وابن ماجه 4013)

“Dari Mash’ab bin Sa’ad dari ayahnya  bahwa dia bertanya: “Ya Rasulullah  siapakah orang yang paling berat ujiannya? Beliau menjawab: “(Yang paling berat ujiannya ialah) Para nabi, lalu berkurang berkurang yang lebih ringan. Seseorang akan diuji menurut kadar iman-agamanya, jika agamanya kuat maka ditambah beratnya ujian dia dan jika tidak kuat maka diuji menurut agamanya, dan ujian itu tidak berpisah  atas  hamba sampai dia meninggalkannya  berjalan di bumi sehingga bersih dari kejelekannya”(HR Turmudzi no.2322  dan Ibnu Majah no.4013).

Masalahnya: Betulkah putusasa  itu menjebak diri menjadi  kufur

Apa sebab putus asa itu dapat mengakibatkan diri menjadi kufur? Putus asa itu dapat menjebak seseorang menjadi kafir sebab orang yang putus asa itu hawa nafsunya akan menyerang dia, jika seseorang lemah imannya maka nafsu egois, polemos atau eros akan menguasai dirinya, sehingga dia menjadi orang yang lebih  mementingkan nafsu dirinya, tahta kekuasaan atau lawan jenis yang dicintainya lalu melecehkan semua apa saja dan siapapun juga, terutama  instink religios (tuntunan agama) dia akan sangat dimusuhinya.  Dengan melecehkan instink religios maka imannya menjadi kabur dan lenyap berganti kufur  anti Tuhan  menjadi orang Atheis, Komunis. Jika orang seperti ini jumlahnya cukup banyak maka akibatnya lebih besar lagi karena terbentuklah masarakat yang kerjanya memusuhi agama (Islam) sebagaimana  peristiwa Gestapo PKI tahun 1948 dan 1965 itu.

Al-Quran mencatat  soal nafsu-nafsu  Egois, Polemos, Eros dan Religios  ini di beberapa ayat, yaitu:

i Instink  Egosentros atau Nafsu Harta

Nafsu yang mendesak manusia untuk mencari harta disebutkan dalam Al-Quran pada ayat-ayat berikut:

Artinya: “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya”(S.104 Al-Humazah 1-3).

Artinya: “dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta”(S.100 Al-‘Adiyat 8).

ii.Instink Polemos  atau Nafsu Kekuasaan

.  Instink Polemos  kerjanya ialah mendesak manusia untuk memenuhi  Nafsu Kuasa atau mencari dan mempertahankan kekuasaan  termaktub dalam AlQuran dicontohkan dalam kisah Raja Fir’aun karena nafsu kuasanya terlalu  dimanjakan bahkan dia mengaku menjadi tuhan dengan segala kekuasaannya,  Namrud Raja  Babilonia menampakkan kesombongan dirinya  sebagai penguasa  yang keterlaluan memerintahkan bawahannya untuk membakar  Nabi Ibrahim  dibakar hidup-hidup,  kedua kisah ini termaktub dalam Al-Quran berikut:

Artinya: “Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”(S.79 An-Nazi’at 21-24).

Artinya: “Dan berkata Fir`aun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”(S,28 Al-Qashash 38).

Artinya: “Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami? Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak”(S.21 Al-Anbiya’ 67-68).

iii. Instink Eros, Nafsu Birahi atau Nafsu Seks

Instink Eros atau nafsu itu mendorong manusia untuk memenuhi Nafsu Birahi disebut dalam Al-Quran pada ayat berikut

Artinya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”(S.3 Ali ‘Imran 14).

Artinya: “ Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”(S.7 Al-A’raf 189).

Lebih jauh lagi dapat diperhatian dalam Al-Quran ayat-ayat berikut s26a166; s16a72; s75a36-39.

iv. Instink Religios atau Nafsu Agama

Semua manusia pasti mempunyai instink religios atau nafsu untuk mencari dan menyembah kepada  kekuatan gaib yang paling tinggi yang dapat difaham sebagai nafsu agama.  Dan sebagian ulama  membagi nafsu  agama  menjadi beberapa  tingkat, Radhiyah, Mardhiyah, Kamilah, Muthmainnah  atau  nama-nama yang lain lagi. Di dalam Al-Quran tercatat ayat-ayat yang menyebut nafsu keagamaan ini dalam beberapa ayat, yaitu:

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”(S.7 Al-A’raf 172).

Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”(S.30 Ar-Rum 30)

Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”(S.51 Adz-Dzariyat 56)

Artinya: “dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”(S.91 Asy-Syamsi 7-10).

Artinya: “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji”(S.35 Fathir 15).

Artinya: “Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar”(S.31 Luqman 32).

Artinya: “Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar”(S.10 Yunus 32).

Artinya: “Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”(S.7 Al-A’raf 189).

Semua nafsu harus dipenuhi  secara seimbang dan serasai tidak boleh memanjakan salah satu nafsu mengabaikan nafsu yang lain, bahkan nafsu Muthmainnah atau unstink Religios juga tidak boleh  terlalu dilebihkan dengan meninggalkan  instink-nafsu yang lainnya. Rasulullah Saw pada  suatu waktu  melarang para sahabat terlalu mengistimewakan instink religios atau nafsu Muthmainnah ini, tercatat dalam hadis berikut:

أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا فَقَالُوا وَأَيْنَ نَحْنُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَحَدُهُمْ أَمَّا أَنَا فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي(رواه البخاري 4675 ومسلم 2487)

Artinya: “Bahwa Anas bin Malik mengatakan: “Ada tiga orang menghadap kepada isteri-isteri Nabi Saw.menanyakan bagaimana ibadah Nabi Saw.  Setelah diberitahu maka mereka sangat menyesal hati, lalu mereka mengatakan bagaimana kami-kami ini dibanding dengan ibadah Nabi Saw yang sudah diampuni dosanya  yang sudah lewat dan yang akan datang. Maka yang satu berkata: “Aku akan shalat malam terus menerus selama-amanya” Yang satu  berkata: “Aku akan berpuasa tahunan tidak  akan lowong puasa” Yang satu lagi berkata: “Aku akan menjauhi wanita maka aku tidak akan kawin selama-lamanya”. Kemudian Rasulullah Saw datang kepada mereka lalu bertanya: “Apakah kalian ini yang telah berkata macam-macam itu!!! Demi Allah aku ini adalah orang yang paling takut kepada Allah diantara kalian dan akulah orang paling takwa kepada Allah di antara kalian. Tetapi aku ini berpuasa namun juga tidak terus berpuasa dan akupun shalat tetapi aku juga tidur, akupun juga  mengawini wanita. Oleh karena itu barang siapa tidak suka kepada Sunnah-ku maka dia bukan umatku”(HR Bukhari no.4675 dan Muslim no.2487).

Sebuah hadis Ibnu ‘Umar  yang cukup terkenal dicatat oleh Ibnul ‘Arabi dalam kitab Ahkamul Quran (6h263) menyerukan kepada kita semua untuk bekerja keras mengejar kekayaan dunia sebesar-besarnya dan dalam detik-detik itu juga sekaligus mencari pahala akhirat semaksimal mungkin seolah-olah malaikatul maut cepat segera datang  mencabut nyawa yaitu sebagai berikut:

قَالَ ابْنُ عُمَرَ :  اُحْرُثْ لِدُنْيَاك كَأَنَّك تَعِيشُ أَبَدًا ، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِك كَأَنَّك تَمُوتُ غَدًا (رواه  القرطبي 13ص314وابن العربي6ص263) .

Artinya: “Ibnu ‘Umar mengatakan: “Tanamlah(modal) untuk mencari keduniaan kalian seakan-akan kalian akan hidup selama-lamanya dan beramallah kalian seolah-olah akan mati besuk pagi”(HR Al-Qurthubi 13h314 dan Ibnul ‘Arabi 6h263); Al-Qurthubi mengaitkan hadis ini dengan Al-Quran s2a205, s28a77, s42a20 dan s43a32.

BAB  TIGA

Masalah ke-3: Bagaimana cara mengendalikan rasa sedih dan pilu jika perasaan itu menyerang diri? Cara mengendalikan rasa sedih dan pilu ialah dengan memperdalam iman kepercayaan kepada Allah yang serba Maha, khususnya apa yang dinamakan Tombo Ati hati yang sedang merana itu ialah melakukan  dzikir dan berdo’a kepada Allah.

Syair Jawa karangan para wali disemarakkan oleh Ainun Najib dengan nama Tombo Ati syairnya adalah sebagai berikut:

Tombo ati iku  5 wernane

Moco Quran angen-angen sakmaknane

Kaping pindo: Shalat wengi lakonono

Kaping telu: Wong kang soleh kumpullono

Kaping patte: Kudu weteng ingkang luwe

Kaping limo: Dikir wengi ingkang suwee. Salah sijine sopo biso anglakoni, Insya Allahu Ta’ala ngijabahi.

Maksudnya ialah: Kesedihan itu dapat disembuhkan melalui 5 macam ikhtiar, yaitu:

1) Membaca Al-Quran dan merenungkan hikmah rahasianya

2) Shalat Tahajjuj dalam kegelapan malam

3) Merapatkan keakraban persahabatan dengan ulama alim soleh

4) Rajin berpuasa, Senen Kemis, Puasa Dawud.

5) Taqarrub kepada Allah dengan berlama-lama  dzikir dan  berdo,a

Adapun asas dasarnya ialah firman Allah dan hadis Nabi berikut:

(1) Moco Quran angen-angen sakmaknane, artinya membaca Al-Quran dan merenungkan hikmah rahasianya, dalilan ya ialah:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا ءَايَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ (ص29)

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran”(S.38 Shad 29)

(2) Kaping pindo Shalat wengi lakonono, maksudnya ialah Shalat malam, dalilnya ialah:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْءَانَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْءَانَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا(78)وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا    ( الاسراء79)

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”(S.17 Al-Isra` 78-79)

(3) Kaping telu Wong kang soleh kumpullono, maksudnya yaitu merapatkan keakraban persahabatan dengan hamba Allah yang sangat takwa atau para ulama alim soleh, dalilnya ialah hadis Nab Sw  terutama no.4 poin-poin dalam hadis berikut:

ٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ(1) الْإِمَامُ الْعَادِلُ(2) وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ(3) وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ (4)وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ(5)لَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ(6) وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ (7)وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُِ( رواه البخاري 620 ومسلم 1712) وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَا

“Dari Anu Hurairah bahwa Nabi Saw bersabda: “Ada 7 orang yang akan mendapat perlindungan Allah dihari kiamat yang tidak ada perlindungan manapun kecuali perlindungan Alla, yaitu: (1) Pimpinan yang adil. (2)Pemuda yang menjadi besar dalam ibadah kepada Allah. (3) Orang yang hatinya lengket terikat dengan masjid. (4) Dua orang yang berpadu dalam cinta kepada Allah bersatu dan berpisah karena cinta kepada Allah. (5)Laki-laki yang dirayu oleh perempuan yang terpandang yang sangat cantik tetapi dia menolak karena takut kepada Allah. (6) Orang yang bersedekah denganrahasia sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dilakukan oleh tangan kanannya. (7) Orang yang dzikir  kepada Allah di kesunyian sampai meneteskan air matanya” (HR  Bukhari no.620 dan Muslim no.1712).

(4) Kaping pate Kudu weteng ingkang luwee, maksudnya ialah rajin berpuasa, Senen Kemis, Puasa Dawud dan sebagainya, dalilnya sebagai berikut:.

1763 عَنْ سَهْلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ ُ( رواه البخاري ومسلم 1947)

Artinya: “Dari Sahl r.a. bahwa Nabi Saw. bersabda: “Sungguh dalam surga itu ada sebuah pintu namanya “Rayyan” orang yang suka berpuasa masuk lewat pintu itu besuk di hari kiamat tidak ada seorangpun yang masuk lewat pintu itu selain orang yang suka berpuasa. Dipanggillah: “Mana orang yang suka berpuasa itu? Maka berdirilah mereka ini tidak ada seorangpun yang masuk lewat pintu itu selain orang yang suka berpuasa itu. Sesudah mereka ini masuk maka pintu Rayyan itu dikunci tidak ada seorangpun yang masuk dari pintu Rayyan itu” (HR Bukhri no.1763 dan Muslim 1647).

(5) Kaping limo Dikir wengi ingkang suwee, maksudnya taqarrub kepada Allah dengan berlama-lama  dzikir dan  berdo,a, dalilnya firam Allah berikut:

َاأَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ(1)قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا(2)نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا(3)أَوْ  زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا(4)إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا(5)إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا(6) (المزمل)

Artinya:    “Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan”(S.73 Al-Muzammil 1-6).

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًامَحْمُودًا(79)(الاسراء)

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”(S.17 Al-Isra` 79).

Dalam suasana hiruk pikuknya perebutan lahan hidup, mulai dari perebutan kursi, ketua Doso Wismo, RT,RW,Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, Menteri, Presiden, Lembaga Pemerintah atau Swasta, DPRD Tk ii, DPRD Tk-I, DPR Pusat sampai Presiden, Direktur  Toko Kecil sampai Perusahaan Terbesar di dunia dan selurh laqhan hidup, maka  mereka yang tidak siap akan menghadapi musuh berwujud  sikap mental: Getun, Nelongso dan Mutung atau PENYESALAN, PERASAAN RENDAH DAN  PUTUS ASA.

Maka barang siapa yang sangat tekun mngamalkan  kelima amalan tersebut di atas Insya  Allah  kesedihan yang memilukan Getun, Nelongso, Mutung itu bisa berkurang sampai akhirnya habis dan menjadi orang yang tawakkal berserah diri kepada Allah, sehat wal afiat jauh dari kesedihan dan kesulitan, masyarakat ysng adil makmur, tenteram dan damai.

Silahkan buka internet situs : http://pondoquranhadis.wordpress.com

Kirimkan naskah ke Email:pondokilmu7@gmail.com-Tlp:0318963843

—===ooo0ooo===–


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: