Oleh: pondokquranhadis | Oktober 22, 2010

IMAN OBAT JIWA-RAGA

Mohammad Tidjani Djauhari

Dikirim oleh Imam Muchlas

(Pondok Quran Hadis)

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

KH. Moh. Tidjani Djauhari MA lahir di Sumenep, Madura pada 24 Dzulqa’dah 1365 H/23 Oktober 1945 M. Alumni KMI Gontor (1964) ini menamatkan pendidikan S1 di Universitas Islam Madinah Fakultas Syari’ah wa Dirasat al-Islamiyah pada 1969, dan lulus pendidikan S2 dengan yudisium Cumlaude di Universitas Malik Abdul ‘Aziz Makkah pada 1973 dengan tesis: “Tahqîq Kitâb Fadhâ`il al-Qur`ân wa Ma’âlimuhu wa Âdâbuhu li al-Imâm Abû ‘Ubaid al-Qâsim Ibnu as-Sallâm al-Harawi al-Baghdâdî”. Hingga akhir hayatnya, beliau masih terdaftar sebagai kandidat Doktor bidang Ilmu Tafsir di Universitas Al-Azhar Mesir. Selama masa hidupnya, penulis telah dipercaya memegang beberapa jabatan penting internasional di Rabithah ‘Alam al-Islami (Muslim World League) dari kurun 1974-1988. Jabatan yang sempat dipercayakan antara lain: Anggota Bidang Riset (1974-1977), Sekretaris Departemen Konferensi dan Dewan Konstitusi (1977-1979), Direktur Bidang Penelitian Kristenisasi dan Aliran-aliran Modern yang Menyimpang (1979-1981), serta Direktur Bagian Keagamaan dan Aliran-aliran Menyimpang (1983-1988). Sekembalinya ke tanah air, beberapa jabatan nasional juga telah beliau pegang. Antara lain: Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura (1989-akhir hayatnya), Koordinator Pusat Badan Silaturrahmi Ulama Madura (BASSRA) (1992), Ketua Forum Silaturrahmi Pimpinan Pondok Pesantren Alumni Pondok Modern Gontor (1992-2007), Dewan Pakar ICMI Jawa Timur (1995-2000), Pendiri Badan Silaturrahim Pondok Pesantren (BSPP) (1998), Pendiri Koperasi Jasa Usaha Bersama (KJUP-SPP) Jawa Timur (1998), Ketua II Majlis Ma’had ‘Ali Indonesia (2002), salah seorang Ketua MUI Jatim (2004-2006), dan Tim Penyusun Buku Pegangan Haji Departemen Agama. Sebagai pribadi yang aktif, giat dalam bidang dakwah dan peduli dengan maslahat kaum muslimin, secara aktif beliau telah dipercaya untuk mengikuti 37 forum ilmiah internasional dan nasional, serta telah menyusun sekitar 51 karya ilmiah yang dipresentasikan di berbagai forum seminar. Beliau wafat pada hari Kamis, 15 Ramadhan 1428 H/27 September 2007 M, meninggalkan seorang istri, Ny. Hj. Dra. Anisah Fathimah Zarkasyi, 3 orang putra dan 5 orang putri, serta 2 orang cucu.

Keikutsertaan dalam Forum Ilmiah

1. (1975) Delegasi Rabithah Alam al-Islami ke Konfensi Internasional Risalah Masjid di Makkah 2. (1976) Delegasi Rabithah Alam al-Islami ke Konferensi Internasional Afrika di Maroko 3. (1977) Delegasi Rabithah Alam al-Islami ke Konferensi Internasional Dewan Eksekutif Islam Afrika di Dakkar 4. (1977) Delegasi Rabithah Alam al-Islami ke Konferensi Islam Internasional Amerika Selatan dan Karibia di Trinidad Tobago 5. (1977) Delegasi Rabithah Alam al-Islami ke Konferensi Internasional Amerika Utara New Jersey 6. (1977) Delegasi Rabithah Alam al-Islami dalam Seminar Hukum Islam di Universitas Tokyo Jepang 7. (1978) Delegasi Rabithah Alam al-Islami ke konferansi Internasional Asia di Karachi 8. (1978) Delegasi Rabithah Alam al-Islami ke Konferensi Dakwah Asia Tenggara Pasifik di Kuala Lumpur 9. (1979) Delegasi Rabithah Alam al-Islami ke Konferensi Persiapan Media Massa Islam di Cyprus 10. (1980) Delegasi Rabithah Alam al-Islami ke Konferensi Mamedia Islam di Jakarta 11. (1981) Delegasi Rabithah Alam al-Islami ke Konferensi Penerbitan dan Pubilkasi Islam di Makkah 12. (1982) Delegasi Rabithah Alam al-Islami ke Seminar Penyatuan Permulaan Bulan Hijriyah di Brusell 13. (1982) Delegasi Rabithah Alam al-Islami ke Konferensi Menteri-menteri Wakaf dan Agama di Makkah 14. (1994) Seminar Mu’jizat Al-Qur`an dan Hadits dalam bidang IPTEK di Bandung 15. (1995) Muktamar Dakwah Asia Pasific atas Undangan Presiden Soeharto di Jakarta 16. (1996) Konferensi Internasional untuk pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Sumber Daya Manusia (IFTIHAR) di Jakarta 17. (2003) Konferensi Internasional Islam prakarsa PB NU dan Deplu RI 18. (2006) Deklarasi Sampang 19. (2006) “Provinsialisasi Madura” di Keresidenan Pamekasan 20. (2006) Kongres Umat Islam ke III oleh PP MUI 21. (2006) Konferensi Internasional tentang “Metodologi Tafsir Al-Qur`an dan Syarah Hadits” di Universitas Antar Bangsa Malaysia

Karya-karya Ilmiah

1. (1972) Mashâdir Kitâb al-Mashâhif li Abî Dâud 2. (1974) Tesis Magister: Tahqîq Kitâb Fadhâ`il al-Qur`ân wa Ma’âlimuhu wa Âdâbuhu li al-Imâm Abû ‘Ubaid al-Qâsim Ibnu as-Sallâm al-Harawi al-Baghdâdî 3. (1979) Membuat peper Dalam seminar “Da’wah Internasional “ yang diorganisir oleh Universitas Islam Madinah 4. (1982) Marâkiz ad-Dirâsât li al-Arabiyah Wa al-Islamiyah fi Brithânia 5. (1982) Dakwah Problema dan Metodenya 6. (1983) Problematika Dunia Islam 7. (1985) Kronika Dunia Islam 8. (1985) Pengembangan Bahasa Arab dan Aplikasikanya di Dunia Islam 9. (1989) أضواء على الإتجاهات الحديثة فى الإسلام 10. (1992) Peningkatan Kualitas Pendidikan Islam 11. (1993) Pokok-pokok Sumbangan Pemikiran dalam rangka Mencari Pola Pelaksanaan Kaidah ”Al-Muhafadzah ’Alal Qodimish-sholeh Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah” pada Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Menyongsong Abad Ke 21 12. (1993) Peningkatan Minat dan Kemampuan Berbahasa Arab 13. (1992) Al-Qur`an Menjawab Krisis Global Kemanusiaan Modern 14. (1992) Sejarah dan Nilai-nilai Pendidikan Islam 15. (1994) Fungsi Pesantren dalam Pembangunan Umat (Upaya Optimalisasi dan Dinamisasi Internal) 16. (1994) Kitab Ta’limul Muta’allim (Upaya Aktualisasi dan Sosialisasi di Tengah-tengah Kaum Santri Kontemporer). 17. (1995) Dinamika Kultural Masyarakat Madura Dahulu, Kini dan Mendatang 18. (1995) Peranan Agama Dalam Pembentukan Etos Manusia Dan Masyarakat Madura 19. (1996) Pemakalah dalam acara Stadium General IAII PP As Salam Asy Syafi’iyah Asembagus Situbondo 20. (1997) Recognizing Pondok Pesantren (Islamic Boarding School) as Institute Of Nusantara’s Specific Islamic Education 21. (1997) Aktualiasasi Iskam Kaffah di Kalangan Intelektual Muslim Menuju Kebangkitan Ummat 22. (1999) Madura Meyongsong Otonomi Daerah 23. (2000) Penelitian Sejarah Masuknya Islam di pulau Bali 24. (2000) Masa Depan Pesantren di Era Pemerintahan Gus Dur 25. (2001) Sistem Pendidkan dalam Islam (Menggali Nilai-nilai Reformasi dalam Manhaj Tarbiyah Rasulullah) 26. (2001) Optimaliasasi Fungsi Pesantren dalam Upaya Pemberdayaan Ekonomi Umat 27. (2001) Benarkah Ma’had Aly sudah Terlampau Jauh Terlibat Pemikiran Islam Liberal Hasil Telaah beberapa Ulama Madura atas Produk Ilmiahnya “Kitab Fiqih Rakyat Pertautan Fiqih dengan Kekuasaan” 28. (2002) Pesantren Al-Amien Prenduan sebuah Lembaga Pendidikan Islam Alternatif 29. (2002) Perpaduan Sistem Sekolah dan Sistem Pesantren Secara Integral atau Konvergetif (Format Sistem Pendidikan Paling Ideal Bagi Masyarakat Madura) 30. (2002) Pengelolaan Organisasi Pesantren 31. (2002) Pesantren dan Era Kebangkitan Umat:Sebuah Agenda yang belum terselesaikan 32. (2003) Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan dalam Perspektif Agama 33. (2003) Konsep Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup 34. (2003) Peran Ulama dalam Menghadapi Eskalasi Politik 2004 35. (2003) Kewaspadaan Menghadapi Kristenisasi di Pamekasan 36. (2003) Aliran Pemikiran Islam Kontemporer 37. (2003) Masa Depan Madura Pasca Suramadu 38. (2004) Sekilas Mengenai Sistem Pendidikan Pesantren (Tinjauan Historis dan Filosofis Edukatif Modern) 39. (2004) التربية الإسلامية ومواءمتها بالمصالح العامة للبشرية (مع القاء الضوء على نظام “بسنترين” المعهد الإسلامى الإندونيسى التقليدى) 40. (2004) Membangun Madura ”Thayyibah Wa Rabbun Ghafur” Menjelang dan Pasca Suramadu 41. (2004) الطريقة التيجانية فى إندونيسيا – بحث تاريخى وسرد لمراكزها وفعاليتها” 42. (2005) Aspek Sosial Budaya Masyarakat Madura (Presepsi, Sikap Dan Prilaku) Masyarakat Madura dan Pengaruhnya terhadap Proses Pembangunan 43. (2005) Madura dan Budaya (Interpretasi Moral Atas Dampak Pembangunan Suramadu) 44. (2006) Eksistensi Pondok Pesantren Alumni dalam Menyongsong Kebangkitan Umat 45. (2006) Pesantren BOM dan Masa Depan Madura 46. (2006) Tantangan Pengembangan SDM Menuju Masyarakat Madura yang Maju dan Sejahtera Lahir Bathin 47. (2006) Pesantren dan Suramadu (Membangun Dialektika Moral atas Dampak Global Suramadu) 48. (2006) Membangun Madura ”Upaya Menyiapkan, dan Meningkatkan Kualitas SDM Madura Menuju Terwujudnya Provinsi Madura” 49. (2007) Mengenal Lebih dalm Thariqath Tijaniyah dan Hierarki Kepemimpinannya 50. (2007) Krisis Mufassir Indonesia 51. (2007) Makna Hijrah dalam Konteks Kekinian

Diperoleh dari “http://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Tidjani_Djauhari

IMAN ADALAH OBAT JIWA DAN FISIK

Selasa, 23/09/2008 17:20 WIB

Oleh Dr. Mohamad Daudah

Prolog
Setiap Nabi dan Rasul Allah memiliki mujkjizat yang mengunguli perlawanan masyarakat di zamanya. Nabi Nuh memiliki, misalnya, mukjizat teknologi kapal yang mengungguli kemampuan umatnya yang membangkang padanya kendati sudah berdakwah kepada mereka selama 950 tahun. Nabi Yusuf memiliki mukjizat mimpi yang mampu mermal apa yang akan tetjadi dan kemampuan manajemen pemerintahan luar bisaa dalam kondisi negeri Mesir dilanda krisis ekonomi bekepanjangan. Nabi Musa memiliki mukjizat tongkat yang bias memakan ular-ular tukang sihir dan membelah lau mereah yang menjadi sebab tenggelamnya Fir’aun dan bala tentaranya. Nabi Isa juga memiliki keahlian ilmu kesehatan yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit kronis yang mengancam umatnya yang pembangkang.

Demikianlah para Nabi dan Rasul, Allah berikan kepada mereka mukjizat seuai dengan perkembangan masyarakat yang mereka hadapi. Lalu, bagaimana dengan Nabi Muhamamd Saw. sebagai Rasul Allah terakhir diutus di akhir zaman ini? Jawabannya Al-Qur’an dan Sunnah Rasul Saw adalah mukjizat akhir zaman yang mampu mengungguli perkembangan hidup akhir akhir zaman, khususny adalam bidang ilmju pengetahuan dan teknologi.

Buktinya, kendati Al-Qur’an diturunkan lebih dari 14 abad yang lalu di mana di masa itu sama sekali belum mengalami perkembangan berbagai sarana hidup seperti saat ini, namun ternyata Al-Qur’an dan Sunnah (Hadits-Hadits) Rasul Saw. telag bicara dengan lantang, dan sebagiannya dengan sangat rinci. Sunhguh keduanya adalah mukjizat yang mampu mengalahkan kepandaian masnusia dalam bidang ilmu pengetahuan sebagaimana yang akan kita saksikan dalam rubric Mukjizat Al-Qur’an dan Sunnah ini.

Sebuah lembaga pengkajian aspek sains dan teknologi yang tekandung dalam Al-Qur;an dan Sunnahpun didirikan pada tahun 1987 di bawah suvervisi Rabithah Alam Islami di Mekkah Al-Mukarromah. Penggagasnya adlah seorang ulama asal Yaman bernama Syeh Abdul Majid Azendani. Beluah adalah seorang ahli farmasi yang sangat mebuasai sains moderen dan juga tafsir dan hadits.

Sejak lembaga tersebut berdiri, sudah diadakan lebih dari 10 kali seminar internasional terkait kajian aspek sains dalam Al-Qur’an dan Sunnah di berbagai Negara, termasuk di Inidenisia, tepatnya di kota Bandung tahun 1994 seminar internasionalnya yang ke enam yang dihadiri tak kurang dari 600 ilmuan dari berbagai cabang ilmu pengetahuan. Yang menarik adalah mereka bukan hanya Muslim, akan tetapi juga terdapat ilmuan-ilmuan non Muslim.

Sejak lemabaga tersebut berdiri, sudah puluhan dan bahkan ratusan ilmuan dunia, baik dari barat maupun timur yang masuk Islam, karena memahami bahwa Al-Qur’an dan Sunnah benar-benar muknjizat akhir zaman. Al-Qur’an dan Sunnah jauh lebih unggul dari hasil pemikiran manusia moderen, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan moderen, kendati ditiurunkan lebih 14 abad sialm.

Dalam rubrik Mukjizat Al-Qur’an dan Sunnah ini, kami akan menyajikan makalah atau tulisan-tulisan ilmiyah para scientist yang sudah lolos pengujuan baik dari segi pandangan Islam maupun dari sisi ilmiahnya. Tulisan-tulisan tersbut jiga dapat diakses melau web resmi lembaga tersebut dalam bahasa Arab, inggris dan berbagai bahasa lain.

Untuk tulisan pertama, kami menemukan karya ilmiyah yang sangat mengagumkan dengan judul: Iman adalah Obat Jiwa dan Fisik. Selamat menikmati.

Iman adalah Obat Jiwa dan Fisik

Dr. Mohamad Daudah
Commission on Scientific Signs of Qur’an & Sunnah
Rabithah Alam Islami (nooran.org)
Diterjemnahkan & diringkas oleh: Fathuddin Ja’far

Sebelum revolusi sains dan teknologi dan munculnya berbagai peralatan canggih, manusia belum dapat memahami secara pasti mekanisme dan fungsi akal yang membedakan manusia dengan hewan dan pembatasan tempatnya pada otak. Perlahan-lahan tempat-temapt yang terkait dengan indera, bicara dan gerak ditemukan. Penemuan mutakhir yang amat mengagumkan ialah diketahuninya sentra di otak yang aktif disebabkan keimanan dan ibadah yang berfungsi untuk menyeimbangkan peran kejiwaan dan fisik. Hal tersebut menetapakan prinsip penciptaan bahwa iman adalah fitrah yang tertanam dalam jiwa manusia. Jiwa yang khusyuk akan mempengaruhi kesehatan jiwa dan fisik.

Peneltian-penelitian ilmiah akhir-akhir ini telah mengagetkan kita bahwa iman kepada Allah dan beribadah kepada-Nya merupakan dorongan fitrah yang memiliki mekanisme dan berpusat di otak manusia. Bila seseorang tidak piawai dalam mengoperasikannya maka ia telah dengan sengaja untuk tidak berbeda dengan hewan yang mengakibatkan kehilangan keseimbangan jiwa dan fisik. Yang amat mengagumkan lagi ialah bahwa pengoperasian mekanisme tersebut sesuai dengan arahan-arahan agama yang mencerminkan gambaran yang amat sempurna, konprehensif dan bersih, sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an Al-Karim sebagai manhajul hayah (konsep hidup). Bukan hanya itu, akhir-kahir ini, dalam Al-Qur’an juga ditemukan berbagai fakta ilmiyah lainnya yang sangat menambah kekuatan ikan kita.

.. PSYKOSOMATIK PENYAKIT FISIK AKIBAT FIKIRAN DAN PERASAAN NEGATIF

Oleh Fadhil ZA

Klinik Ochsner di New Orleans menerbitkan laporan yang menyatakan bahwa dari 500 pasien yang dirawat di klinik mereka 74 persennya menderita penyakit karena gangguan mental/emosi. Departemen Medis Universitas Yale yang menangani pasien berobat jalan juga melaporkan bahwa 76 % dari pasien yang datang ke klinik mereka terbukti menderita penyakit karena fikiran dan perasaan negatif yang mempengaruhi emosi mereka.

Tidak dapat kita pungkiri bahwa fikiran dan perasaan sangat besar pengaruhnya terhadap metabolisme tubuh . Jika kita sedang makan tiba tiba diberi tahu bahwa anak yang kita kasihi meninggal akibat kecelakaan , dijamin anda tidak bisa meneruskan makan anda. Tubuh anda segera bereaksi, nafas menjadi sesak selera makan kontan menghilang, otot dan saraf anda menjadi tegang. Pada kondisi tertentu juga diikuti naiknya tekanan darah yang kadangkala menyebabkan pecahnya pembuluh darah tertentu. Kadangkala juga diikuti dengan rasa mulas pada bagian perut.

Pola hidup dikota besar yang cenderung materialistis dan penuh persaingan menyebabkan tekanan yang berat pada fikiran dan perasaan sebagian orang. Mereka yang tidak terampil memenage fikiran dan perasaannya dalam menghadapi tekanan dan kesibukan pekerjaan , cenderung untuk mengalami gangguan psykosomatik, yaitu penyakit fisik yang muncul akibat gangguan mental/emosi. Umumnya mereka tidak menyadari bahwa penyakit fisik yang mereka derita adalah akibat gangguan emosi yang mereka alami. Mereka hanya sibuk mengobati penyakit fisik yang timbul dan tidak memperhatikan masalah fikiran dan perasaan yang menyadi penyebab dari penyakit tersebut.

Beberapa penyakit fisik yang sering muncul mengiringi gangguan emosi antara lain, Nyeri dileher, Radang tenggorokan, Gatal dan luka pada kulit, Kesemutan dan bengkak, Pusing dan sakit kepala, Sembelit, Diare, Gangguan lambung, Keletihan . Kadangkala gangguan emosi ini juga bisa memicu beberapa penyakit ganas seperti tumor dan kanker. Menangani gangguan penyakit fisik akibat gangguan emosi tidak cukup hanya dengan mengobati gejala fisik yang timbul, tapi harus dibarengi dengan mengatasi gangguan emosi tersebut. Usaha mengobati gangguan fisik akan sia- sia jika tidak diiringi dengan usaha mengatasi gangguan emosi. Obat-obatan medis yang diberikan hanya untuk mengurangi rasa sakit atau mengurangi efek buruk penyakit tersebut , namun tidak akan mampu menyembuhkan secara sempurna jika penyebab utama nya yaitu gangguan emosi tidak segera diatasi.

Penyakit yang timbul akibat gangguan psykosomatik ini kadang kala tidak bisa dideteksi secara fisik maupun medis. Penderita merasakan keluhan rasa sakit dan tidak nyaman ditubuhnya yang kadangkala lokasinya berpindah pindah, namun pemeriksaan medis tidak menemukan kelainan pada organ tubuh yang dikeluhkan itu. Menghadapi hal ini biasanya dokter menyarankan pasiennya untuk konsultasi pada psikiater, namun sayangnya banyak pasien yang menolak saran ini: ” Emangnya saya gila dok…” . Selanjutnya ia akan mencari dokter lain untuk menyembuhkan keluhannya itu. Orang ini akhirnya akan sering gonta-ganti dokter namun penyakitnya tidak juga kunjung sembuh.

Pengaruh Fikiran dan perasaan negatif pada gen dan sel tubuh

Fikiran dan perasaan negatif mempunyai andil yang besar sebagai penyebab gangguan psykosomatik yang dialami banyak orang. Seseorang yang berada dalam keadaan tertekan, stres berkepanjangan atau menghadapi masalah dan problem berat yang tidak pernah terselesaikan , biasanya memiliki fikiran dan perasaan yang negatif. Fikiran dan perasaan negatif ini akan mempengaruhi gen dan sel tubuhnya, yang pada akhirnya akan memunculkan berbagai keluhan pada tubuh dan fisik yang bersangkutan.

Allah menciptakan manusia dari sebutir sel yang dibuahi, kemudian sel tersebut membelah diri menjadi 2, 4, 8, 16 dan terus membelah diri hingga berjumlah triliunan. Setiap sel memiliki Gen yang berisi program atau cetak biru dari sel tersebut. Gen inilah yang mengendalikan sel untuk menjadi bagian-bagian dari tubuh manusia. Gen mengendalikan sel untuk menjadi tulang, daging, rambut, pembuluh darah , gigi , kuku hingga membentuk ujud manusia. Terdapat satu triliun sel dalam setiap kilogram berat badan manusia, sehingga bayi yang baru lahir saja terdiri atas kurang lebih 3 triliun sel, dan manusia dewasa memiliki 50 sampai 70 triliun sel.

Oleh Fadhil ZA

Allah menciptakan manusia bermula dari sebutir sel, kemudian sel itu membelah diri menjadi dua, empat, delapan, enam belas, tigapuluh dua…… dan terus hingga jumlahnya menjadi milyaran. Allah memciptakan tubuh manusia dari kumpulan milyaran  sel yang hidup. Setiap saat ada sel yang rusak dan  mati kemudian digantikan dengan sel baru yang sehat dan segar. Sepanjang kehidupan  kita akan terus menerus terjadi  proses penggatian sel yang rusak dengan sel baru yang segar. Jika proses pergantian sel yang rusak dan mati ini terganggu maka tubuh kita akan menjadi sakit, tubuh akan dipenuhi dengan sel yang rusak dan mati.  Apabila  proses ini terus berlanjut dan proses penggantian sel yang rusak dengan  sel baru terhalang atau berhenti   sama sekali, maka tubuh akan menjadi rusak dan berlanjut dengan datangnya kematian.

Sel tubuh yang sehat dan kuat akan membentuk tubuh yang sehat dan kuat demikian pula sel tubuh yang sakit, lemah dan rusak akan membentuk tubuh yang lemah dan berpenyakitan. Untuk menjamin tubuh tetap sehat dan bugar kita harus menjamin bahwa proses penggantian sel yang lemah dan rusak atau mati didalam tubuh kita dengan sel baru yang sehat dan segar tetap berjalan dengan baik sepanjang masa. Sel yang sehat dan kuat mampu mengalahkan berbagai penyakit yang datang menyerang tubuh , dan menjaga agar organ tubuh tetap berfungsi dengan baik.

Tubuh yang memiliki sel lemah sangat rentan terhadap serangan berbagai penyakit degeneratif seperti darah tinggi, kolesterol, diabetes, gagal jantung, gagal ginjal, gangguan lambung, rematik, asam urat  dan lain sebagainya. Tubuh juga sangat rentan terhadap serangan penyakit tumor, kanker, HIV dan penyakit harian seperti migrain, flu, batuk, letih, lesuh, tidak bergairah, dan cepat capek. Sel tubuh yang sehat dan kuat mampu mengatasi serangan berbagai penyakit seperti tersebut diatas.

Setiap sel hidup yang ada  didalam tubuh kita memiliki energi yang disebut energi sel. Kuat tidaknya energi sel  yang tersimpan didalam setiap  sel menjadi tolok ukur bagi sehat atau tidaknya sel tubuh kita. Energi sel bisa dibangkitkan dan dipelihara dengan latihan tertentu. Guru Mufid seorang pakar Energi sel yang membuka sekolah informal pelatihan energi sel di Jogyakarta menjelaskan bahwa ada tiga cara untuk membangkitkan dan merawat energi sel didalam tubuh kita yaitu dengan latihan olah nafas (Daya prana), menyerap energi alam (Reiki)  dan melakukan amalan ilmu hikmah seperti puasa, wirid dan lain sebagainya. Dengan menggabungkan ketiga metode tersebut kita bisa membangkitkan dan merawat energi sel yang tersimpan dalam setiap sel tubuh kita dan mempercepat proses penggatian sel yang rusak atau  mati dengan sel baru yang kuat, sehat dan segar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: