Oleh: pondokquranhadis | Oktober 29, 2010

NEGERI IDAMAN (BALDATUN THAYYIBAH)

=                                                                                                                                                     —

(9)                                                                                                            Tafsir Maudhu’ii  Kontemporer

Baldatun Thayyibah

(Kampung idaman)

I. S.2 Al-Baqarah  126-129

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ  وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ () رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ () رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ () البقرة 126-129)

II. Artinya:

“Dn (ingatlah), ketika Ibrahim berdo`a: Ya Tuhanku, jadikanlah ngeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdo`a): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (S.2 Al-Baqarah 126-129).

III. Tema dan Sari Tilawah

  1. 1. Negeri Makkah dibangun oleh Nabi Ibrahim dan ketika  mendirikan  itu Nabi Ibrahim  berdo’a kepada Allah
  2. 2. Nabi Ibrahim memohon agar negeri Makkah dijadikan negeri aman damai sejahtera, subur makmur bagi  orang-orang yang beriman.
  3. 3. Kepada orang yang kafir Allah akan memberi kesenangan sedikit saja  tetapi kelak mereka akan  masuk neraka.
  4. 4. Nabi Ibrahim berdo’a lagi memohon supaya anak keturunannya menepati agama  Islam, penuh pasrah kepada Allah
  5. 5. Nabi Ibrahim mohon ibadah  hajinya dapat diteruskan berlangsung  sampai selama-lamanya
  6. 6. Nabi Ibrahim mohon dibangkitkannya rasul  dari masyarakat Makkah.
  7. 7. Yaitu rasul yang mengajarkan  kitab Allah, hikmah rahasia  dan kesucian.

IV. Masalah dan analisa jawaban

Masalah yang timbul kita fokuskan  saja kepada 3 pertanyaan walau sebenarnya banyak pertanyaan itu:

  1. 1. Bagaimana  sejarah dan perkembangan  Makkah sejak Nabi Ibrahim  a.s. sampai jaman Jahiliyah? Jawaban sementara: Negeri Makkah menjadi baik ketika dibina oleh Nabi Ibrahim a.s. tetapi makin lama ditinggalkan Nabi Ibrahim a.s.  Makkah menjadi jauh dari cita-cita Nabi Ibrahim a.s.
  2. 2. Bagaimana gambaran negeri Makkah dari jaman Nabi Muhammad Saw. sampai  sekarang? Jawaban sementara: Negeri Hijaz, Makkah dan Madinah merupakan Negara yang paling ideal  tidak ada taranya di dunia. Makin lama ditinggal Nabi Muhammad Saw. banyak perubahan, tetapi   asas landasan masih tidak berubah.
  3. 3. Bagaimana ikhtiar kita  untuk meniru  negeri Makkah seperti cita-cita Nabi Ibrahim a.s. itu? Jawaban sementara: Kita harus berpegang teguh kepada asas landasan yang diwariskan Nabi Muhammad Saw. untuk membangun desa dan negeri kita sekarang.

V. Pendalaman dan penelitian

BAB SATU

Negeri Makkah  jaman dahulu

Sejarah negeri Makkah dapat kita bagi menjadi beberapa periode,  yaitu sebagai berikut:

  1. 1. Jaman Nabi Ibrahim a.s.

Ka’bah  atau Baitullah merupakan sentral budaya bangsa Arab dan masyarakat sekitarnya. Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim a.s. bersama Nabi Isma’il a.s. dan Ka’bah juga suatu bangunan untuk beribadah  yang paling awal di dunia  maka Nabi Ibrahim menyeru kepada seluruh umat manusia  untuk beribadah haji ke Baitullah itu,  ini  tercatat dalam Al-Quran berikut:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ (96) فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ (97(ال عمران 96-97)

Artinya: “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”(S.3 Ali ‘Imran 96-97)

Pada mulanya seruan Nabi  Ibrahim  ini ditaati oleh umat beliau, namun makin lama ditinggal Nabi Ibrahim umat itu bertambah jauh dari ajaran nabinya.

@ Catatan para ulama

(1) Tafsir Ath-Thabari (1h590) dalam membahas Al-Quran s2a129 di muka mencatat  bahwa negeri Makkah itu aman  karena do’a Nabi Ibrahim dikabulkan oleh Allah. Tercatat Nabi Muhammad Saw. bersabda waktu penaklukan Makkah (8H=629M) oleh umat Islam:  “Tanah Suci ini adalah Haram (kramat) sejak Allah menciptakan  alam sampai sekarang, maka sampai hari kiamat haram orang yang beriman menumpahkan darah di negeri haram ini dan juga negeri Madinah, bahkan haram memotong pohonnya di sana sebagaimana  disinggung Al-Quran s2a217.

Nabi Ibrahim a.s. berdo’a agar supaya anak keturunannnya  tekun, tunduk taat kepada Allah, menjalankan manasik haji. Kemudian ketika selesai mendirikan Ka’bah Nabi Ibrahim a.s.  mendapat perintah Allah supaya menyeru umat manusia berhaji ke Makkah:

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ(الحج 27)

Artinya: “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”(S.22 Al-Hajji 27).

Dengan seruan Nabi Ibrahim a.s. ini maka semua jamaah haji menjawabnya dengan ucapan Talbiyah dan beramal soleh, yaitu لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبََّيْكَ Bacaan Talbiyah ini diucapkan sejak keluar dari ‘Arafah sampai  selesai melempar jumrah. Disamping menyeru umat manusia supaya berhaji ke Mekkah  Nabi Ibrahi a.s.   juga  berdo’a agar Allah menerima taubat anak keturunan beliau dan mengutus seorang rasul  dari warga Makkah itu.

Maka Allah mengabulkan do’a Nabi Ibrahim itu dan mengutus Muhammad  Saw. menjadi Rasul, Khatamul Anbiya` wal Mursalin nabi penutup dan rasul penghabisan, yang mengajarkan kitab suci dan hikmah rahasia yang dibawa olehnya serta  mensucikan umat dari kemusyrikan.. Nabi Muhammad Saw. mengaku diri sebagai juru dakwah  meneruskan risalah Nabi Ibrahim a.s. dan sebagai perwujudan dari kabar gembira dari Nabi Isa.

(2) Tafsir Ad-Durrul Mantsur (1h334), An-Nassafi (1h71)  dalam membahas Al-Quran s2a126-129 tertera di muka itu mencatat senada dengan tafsir Ath-Thabari tadi.

(3)  Tafsir Zadul Masir karangan Ibnul Jauzi, terbitan Almaktabul Islami (1h146) dalam membahas Al-Quran s2a126-129 di atas mencatat arti mensucikan artinya ialah  membayar zakat, suci dari syrik dan bertahan kuat dalam kesucian.

(4) Ibnul Manzhur dalam Lisanul ‘Arab (1h563) membahas istilah “Baldatun Thayyibatun” mencatat bahwa Thayyib(=baik) itu lawan dari  jelek dan kotor. Maka Thayyibatun itu artinya ialah  cocok, nyaman, terhormat, melimpahkan nikmat yang banyak. Sehingga Baldatun Thayyibatun itu tidak kotor dan tidak busuk, tetapi nikmat, lezat sangat memuaskan. Kita bandingkan dengan arti Kalimah Thayyibah sama dengan Syahadatain yaitu ucapan Tahlil ” La ilaha  illa Allah”.

Semua itu berlangsung  jika kondisi dan situasi masyarakat tunduk taat menepati cita-cita dan do’a Nabi Ibrahim a.s.  sebagaimna  termaktub dalam Al-Quran:s2a124

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ البقرة 124)

Artinya: ” Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim”(S.2 Al-Baqarah 124)

Sepeninggal Nabi Ibrahim a.s. maka umat beliau dipimpin oleh generasi ‘Amaliqah dan Jurhum,  namun tidak banyak diperoleh informasi periode dinasti ‘Amaliqah dan Jurhum ini. Hanya tercatat bahwa pada periode wangsa Jurhum timbul  suatu kesepakatan semacam perjanjian sumpah setia para tokoh waktu itu untuk mengkramatkan Ka’bah dan tidak akan berbuat zalim di negeri Makkah ini dan tercatat juga bahwa  di jaman ini pernah terjadi banjir besar melanda Ka’bah.

1.  Periode  Khuza’ah

Pemerintahan ‘Amaliqah kemudian diteruskan oleh pemerintahan Khuza’ah dan mereka mencatat sejarahnya sekitar tenggang waktu 300 tahun. Dalam periode mereka ini juga pernah terjadi banjir besar melanda Ka’bah. Hanya saja makin jauh ditinggalkan oleh nabi dan rasul umat manusia makin  jauh dari ajaran nabinya.

Tercatat bahwa ‘Amru bin Luhay adalah orang yang pertama kali membawa ajaran keberhalaan oleh-oleh dia  dari negeri Syam dan memasukkan patung berhala ke dalam Ka’bah,.

  1. 2. Jaman  wangsa Quraisy.

Di jaman wangsa Quraisy ini terjadi pnyerbuan atas Makkah oleh raja Abrahah, dengan mengerahkan  tentara gajah, tetapi Allah tidak rela Ka’bah akan dihancurkan oleh tentara gajah  itu, maka Allah mengirim burung Ababil untuk menyerang pasukan gajah dan  tentara gajah ini dibinasakan oleh  burung Ababil maka  peristiwa ini  diabadikan Allah dalam Al-Quran S.105 Al-Fil 1-5. Dan Nabi Muhammad Saw. lahir dalam tahun  gajah ini.

Ibnul Atsir pakar sejarah Arab  dalam kitabnya  Al-Kamil fit Tarikh (1965:2/41) mencatat bahwa  th 590 M beberapa tahun setelah kelahiran Nabi Muhammad Saw. para kepala suku Arab menyelenggarakan suatu upacara sumpah setia yang dinamakan   Al-Hilful Fudhul, yaitu suatu perjanjian sumpah setia tokoh-tokoh adat untuk mengsakralkan Ka’bah, menghormati bulan suci, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, Rajab dan tidak berbuat dosa tidak berbuat zalim  di tanah suci Makkah.

Berhubung dengan  terjadinya kebakaran dan banjir besar melanda negeri Makkah airnya masuk ke Ka’bah, maka wangsa Quraisy melakukan perombakan total dan pembangunan atas Ka’bah (593M) kira-kira  17 th sebelum kebangkitan N.Muhammad menjadi rasul. Tercatat bahwa Nabi .Muhammad Saw. pada usia 25th mendapat kehormatan untuk meletakkan batu  Hajar Aswad kembali ketempat semula, namun beliau mengajak semua kepala suku Quraisy memegang ujung kain pembawa Hajar Aswad  itu  sehingga mereka kagum kepada beliau.

BAB  DUA

Makkah jaman  Nabi Saw.

Sejak jaman Nabi Ibrahim a.s. maka Ka’bah atau Masjidil Haram itu merupakan sentral budaya  dan peradaban Arab, hampir semua kegiatan hidup masyarakat dikaitkan dengan Ka’bah khususnya ibadah haji yang pusatnya ialah pada komplek Ka’bah-Masjidil Haram. Tidak hanya bangsa Arab yang fanatik atas budaya warisan Nabi Ibrahim a.s. (walaupun kemudian menyeleweng menjadi penyembah berhala)  maka penganut agama Yahudi dan Nasrani-pun juga  terhanyut dalam budaya ini. Tercatat dalam beberapa hadis bahwa  menjelang kebangkitan Muhammad menjadi rasul maka dijumpai di dalam Ka’bah itu tersimpan gambar-gambar Nabi Ibrahim a.s. , Nabi ‘Isa dan Bunda Mariyam dan tanduk kambing kibas yang disembelih pengganti Nabi Isma’il itu maka data ini menunjukkan bahwa   kaum Yahudi dan Nasrani  memang ikut merasa memiliki  kebesaran Bait atau Ka’bah ini, sehingga Ka’bah itu menjadi sentral  budaya  masyarakat semua agama masyarakat Makkah sejak jaman Nabi Ibrahim a.s. Di bawah ini tercatat riwayat hadis shahih  yang mencatat situs dan  data itu.

3102ٍ ٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَيْتَ فَوَجَدَ فِيهِ صُورَةَ إِبْرَاهِيمَ وَصُورَةَ مَرْيَمَ فَقَالَ أَمَا لَهُمْ فَقَدْ سَمِعُوا أَنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ هَذَا إِبْرَاهِيمُ مُصَوَّرٌ فَمَا لَهُ يَسْتَقْسِمُ(رواه البخاري)

Telah bercerita kepada kami Yahya bin Sulaiman berkata telah bercerita kepadaku Ibnu Wahb berkata telah bercerita kepadaku 'Amru bahwa Bukair bercerita kepadanya dari Kuraib, maula Ibnu 'Abbas dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk kedalam al-Bait (Ka'bah) dan Beliau dapatkan patung Nabi Ibrahim dan patung Maryam, maka Beliau bersabda: "Tidakkah mereka mendengar bahwa malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada gambar (patung)?. Ini patung Ibrahim (yang diperlambangkan seseorang yang hobi mengundi nasib) padahal dia tidak pernah (mengajarkan) mengundi nasib (dengan melempar anak panah) "

“Dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhu berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masuk kedalam al-Bait (Ka’bah) dan Beliau dapatkan patung Nabi Ibrahim dan patung Maryam, maka Beliau bersabda: “Tidakkah mereka mendengar bahwa malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada gambar (patung)?. Ini patung Ibrahim (yang diperlambangkan seseorang yang hobi mengundi nasib) padahal dia tidak pernah (mengajarkan) mengundi nasib (dengan melempar anak panah “(HR Bukhari no.3102). Dalam Bukhari no.3103 ditulis: Nabi Ibrahim dan Isma’il memegang kartu dan Nabi bersabda “Tidak mungkin beliau berdua main judi”.

16040 قالَ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ  سَأَلَتْ عُثْمَانَ بْنَ طَلْحَةَ لِمَ دَعَاكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنِّي كُنْتُ رَأَيْتُ قَرْنَيْ الْكَبْشِ حِينَ دَخَلْتُ الْبَيْتَ فَنَسِيتُ أَنْ آمُرَكَ أَنْ تُخَمِّرَهُمَا فَخَمِّرْهُمَا فَإِنَّهُ لَا يَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ فِي الْبَيْتِ شَيْءٌ يَشْغَلُ الْمُصَلِّيَ قَالَ سُفْيَانُ لَمْ تَزَلْ قَرْنَا الْكَبْشِ فِي الْبَيْتِ حَتَّى احْتَرَقَ الْبَيْتُ فَاحْتَرَقَا(رواه احمد)

Artinya: “Shafiyyah binti Syaibah  bertanya kepada  ‘Usman bin Thalhah mengapa Nabi Saw. Memanggil anda maka  ‘Usman berkata:”Aku melihat dua tanduk kambing ketika aku masuk dalam Bait, lalu aku lupa untuk meyuruh anda menutupinya maka tutupilah tanduk itu, sebab tidak pantas ada sesuatu di dalam Bait mengganggu orang yang shalat”. Sufyan berkata bahwa kedua tanduk itu masih disana sampai Bait itu terbakar dan membakar kedua tanduk itu”(HR Amad no.16040).

@ Catatan para ulama soal  tanduk kambing.

#Kitab Al-Wafi fil Wafayat (1h2390) mencatat bahwa Ibnuz Zubair menyatakan Ka’bah terbakar dan 2 tanduk kambing gantinya Isma’il ita.s. igtu juga terbakar

#Kitab Lisanul ‘Arab karangan Ibnul Manzhur terbitan Daru Shadir cet.I (6h371) mencatat bahwa tanduk kambing itu sudah kering tergantung di Ka’bah dengan kepalanya.

# Al-Faiq tulisan  Zamahsyari terbitan  Darul Ma’rifah cet-II (4h49) mencatat bahwa dua tanduk kambing gantinya Isma’il itu sudah kering tergantung di Ka’bah.

# Ibnul Manzhur dalam kitabnya Lisanul ‘Arab terbitan Daru Shadir cet-I (6h1371) mencatat  bahwa  Ibnu ‘Abbas menyatakan memang tanduk kambing itu tergantung di Bait dan sudah mongering bersama kepalanya.

Demikian  dokumen sejarah  riwayat Nabi Ibrahim a.s. dan ternyata di dalam Ka’bah tersimpan di sana gambar Nabi Ibrahim a.s., gambar Nabi ‘Isa as. dan gambar Dewi Maryam  juga tanduk kambing kibas pengganti Nabi Ismail a.s. untuk disembelih menepati perintah Allah dan menjadi  ajaran “Menyembelih hewan kurban” dalam Islam.

Do’a Nabi Ibrahim a.s. dikabulkan oleh Allah dengan memilih Muhammad Saw. menjadi Nabi Penutup dan Rasul Penghabisan. Nabi Muhammad Saw. menjadi Penuntun Umat, dengan Kitab Suci  Al-Quran dan  hidayah Allah,  semua sudah menjadi qodrat iradat Allah sampai terciptalah Risalah Nabi Muhammad saw. itu terlaksana dengan sempurna tidak ada kekurangan sama sekali, tidak ada cacat-celanya. Bahkan sampai akhlaq Rasulullah Saw. sendiri adalah Al-Quran tercatat dalam  tafsir Ath-Thabari (12h179) dikaitkannya Al-Quran S.68 Al-Qalam 4 dengan  hadis tercatat disini: وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ القلم(4) = Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”(Qs68a4).

عن قتادة قال : سَأَلْتُ عَاِئشَةَ عَنْ خُلُقِ رَسُوْلِ الله ِصَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ : فَقَالَتْ : كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنُ (رواه ابن جرير ج1ص179)

Artinya: “Dari Qatadah dia bertanya kepada Aisyah mengenai akhlaq Rasulullah Saw.. ‘Aisyah menjawab: “Akhlaq beliau itu adalah Al-Quran”(HR Ibnu Jarir-Tafsir Ath Thabari juz 12h179).

Kehebatan kepemimpinan Rasulullah Muhammad Saw. diakui oleh Michael H. Hart yang ditulis dalam bukunya  100 tokoh dunia, katanya: Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama  daftar 100 tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya  sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah satu-satunya  manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.

Berkat kepemimpinan Rasulullah Saw ini maka Negara dan masyarakat yang paling ideal di jagad ini ialah Negara Islam yang berpusat di Madinah,sehingga para pakar sejarah menamakan negeri Hijaz dibawah Pemerintahan Nabi Muhammad Saw. ini menjadi NEGARA UTAMA senada dengan ketetapan Allah dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 3:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (الماءدة 3)

Artinya: ” Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhoi Islam itu jadi agama bagimun”(S.5 Al-Maidah 3).

Pemerintahan dan masyarakat Islam yang paling ideal ialah masyarakat dan pemerintahan di bawah pimpinan Rasulullah Muhammad Saw. Tetapi masyarakat dan pemerintahan  di bawah pimpinan Nabi Saw. ini tidak mungkin dapat ditiru, sebab memang Allah sendiri yang menciptakan kepemimpinan Nabi Saw.   Beliau itu langsung mendapat hidayah dan mendapat pengawasan setiap saat oleh Allah, sehingga tidak mungkin ada kekurangan, tidak mungkin ada kesalahan dan tidak ada  cacat celanya, seluruhnya baik dan benar.    Kitab Subulus Salam (1h218) mencatat bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

5949عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ( رواه البخاري  ومسلم 4599)

Artinya: “Dari ‘Anas bin Malik  bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Sungguh sebaik-baik manusia itu ialah jamanku, kemudian menyusul dibelakngnya lalu menyusul sesudahnya”(HR Bukhari no.5949, Muslim no.4599).

Ibnul Manzhur dalam kitabnya Lisanul ‘Arab (1h184) menukil hadis itu  dengan penjelasan bahwa umat yang menyusul itu suka membangga-banggakan banyaknya harta, menumpuk-numpuk kekayaan  dan tidak mau  infaq serta  tidak suka  bersedekah.

Penulis Subulus Salam mengatakan lagi bahwa para ulama berbeda pendapat tentang tenggang waktu dalam sabda Rasul Saw. soal “Qarni” (jamanku) itu sementara itu  jaman sesudah Rasulullah Saw. ini ialah jaman sahabat dan sesudah itu ialah jaman tabi’in. Dan disimpulkan oleh  para ulama bahwa jaman sahabat lebih afdhol dari pada jaman tabi’in dan bertingkat dan berkurang generasi  demi generasi sesudahnya.

Adapun generasi susulan pernilaiannya terbatas kepada pribadi-individu orang perorang, Rasulullah Saw.bersabda:

2795 عَنْ انس رضي الله عنهَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمَّتِيْ مِثْلُ المْطَرِ لَا يُدْرَي أَوَّ لُهُ خَيْرٌ أَمْ آخِرُهُ “(رواه الترمذي        و أحمد11878) والطبراني والدارمي)

Artinya: “Dari Anas  r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Umatku itu seperti hujan, tidak diketahui apakah yang turun duluan lebih baik ataukah yang turun belakangan”(HR Turmudzi no.2795, Ahmad no.11878).

Pemerintahan Negara Islam yang sangat ideal yang masih mungkin ditiru ialah pemerintahan  Al-Khulafa`ur Rasyidun, kecuali  pemerintahan ‘Usman  6 th terakhir, peiode ini terjadi kekisruhan sampai timbul pembrontakan.

BAB  TIGA

Menuju Kampung yang Ideal

Masalah yang paling penting sekarang ialah: Bagaimana ikhtiar kita dapat membangun kampung kita ini dapat mirip-mirip meniru  negeri Makkah seperti cita-cita Nabi Ibrahim  dan Negara Utama di bawah Nabi Muhammd Saw? Jawaban sementra ialah: Kita harus berpegang teguh kepada asas landasan yang diwariskan Nabi Muhammad Saw. untuk membangun desa dan negeri kita sekarang.

Sayuti Thalib dalam bukunya Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia (1976:46) mencatat bahwa pada jaman Kolonial Belanda  timbul kontradiksi pandangan pemerintah Belanda tentng bagaimana membangun hukum dan peradilan di wilayah hukum  jajahan Hindia Belanda waktu itu (Indonesia sekarang).

~  Van Den Berg menyatakan bahwa oleh karena penduduk Indonesia itu mayoritas beragama Islam maka hukum dan peradilan harus menggunakan referensi Hukum Islam.

~ Teori ini dibantah keras oleh Van Vollenhven dan Souck Hurgronje yang menyatakan bahwa boleh-boleh saja Hukum Islam akan diberlakukan di Negara jajahan ini, tetapi syaratnya ialah Hukum Islam itu  harus  sudah menjadi Hukum Adat Masyarakat.

Dengan kata lain Van Den Berg cenderung menerapkan Hukum Islam dari Atas, sedangkan Vollenhoven dan Snouck berpendapat bahwa usaha menerapkan suatu Hukum harus dari Bawah.

~  Lebih mendalam lagi  dapat dianalisa bahwa ikhtiar untuk membangun Hukum Islam di Indonesia itu melalui  dua teori, yaitu:

i. Dari atas

Dari atas maksudnya ialah bahwa Hukum Islam dengan segala kelengkapannya ditetapkan dari atas oleh Kepala Negara, langsung diterapkan dengan tertib siapa yang melanggar aturan ini dihukum berat.

2. Dari bawah

Dari bawah maksudnya ialah bahwa rakyat yang terbawah sudah melaksanakan Hukum Islam itu dengan tertib kemudian baru dibuat aturan undang-undang dengan segala kelengkapan sampai sanksi hukuman atas pelanggarnya.

@ Tinjuan

Kedua teori ini mengandung permasalahan masing-masing,:yaitu:

~ Teori pertama, bahwa Hukum atau Undang-undang dibuat dan ditetapkan dari atas memerlukan kekuatan yang besar, bahkan  jika perlu dengan tangan besi alias diktator. Cara ini dapat berlangsung  selama kekuatan dengan tangan besi itu masih mampu, padahal sewaktu-waktu kekuatan itu akan berkurang dan menjadi habis. Jika kekuatan sudah habis  maka Undang-undang itu tidak dapat diberlakukan. Kebijakan ini pernah dilakukan oleh khalifah Abu Bakar, ketika  sebagaian warga Negara Madinah, ada yang murtad ada yang memboikot tidak mau membayar zakat, maka mereka dilawan khalifah Abu Bakar sampai  tunduk taat kepada khalifah.

~Teori kedua, memerlukan waktu untuk penciptaan kondisi  yang mantap, memerlukan kesabaran, kontinuitas, sportifitas, bahkan militansi pribadi terkait yang sangat tangguh. Untuk memasyarakatkan Hukum Islam dan Islamisasi masyarakat tersebut harus dimulai dari kepala rumah tangga, dikembangkan ke tingkat Doso-wismo (10 rumah) siap mentaati Hukum Islam, kemudian dikembangkan ke tingkat  RT , kemudian meningkat tingkat RW sampai semua warganya sudah melaksakannya, selanjutnya meningkat ke semua  warga satu desa  telah biasa melaksanakan Hukum Islam, meningkat lagi satu kecamatan penduduknya  sudah  biasa menerapkan Hukum Islam, meningkat terus-menerus menjadi adat kebiasaan meluas sampai menjadi Hukum Adat warga tingkat kabupaten, berkembang sampai satu propinsi semua warga sudah mentaati Hukum Islam karena sudah menjadi Hukum Adat, seterusnya semua propinsi sudah menganggap Hukum Islam itu sudah menjadi Hukum Adat yang warganya sangat takut melanggar Hukum ini. Akhirnya DPR bersama Pemerintah menetapkan Hukum Adat itu ditulis dalam Undang-Undang Negara.

Ini tidak aneh sebab seperti halnya bahwa  Hukum Perkawinan itu sudah menjadi Undang-undang mulai tahun 1946, upacara Halal Bihalal sudah menjadi Hukum Adat masyarakat Indonesia dan seterusnya. Perjuangan sampai disini terlalu berat, tetapi untuk tingkat Doso-Wismo RT-RW  masih dibawah kekuasaan kita, sangat mungkin untuk dicoba.

Oleh karena itu  metode yang mungkin bisa mendekati maksud dan cita-cita “Kampung Idaman” Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur itu ialah bahwa ikhtiar Pembangunan Hukum Islam itu dilakukan secara  menyeluruh semua lapisan, seluruh  umat  semua tingkat apakah dari atas ataupun dari bawah bahkan dari segala arah dan peringkat bersama-sama berjuang mencapai cita-cita berlakunya Hukum Islam itu, dengan catatan sebagai berikut:

@ Berdasarkan asas  Al-Quran dan Sunnah

Setiap individu   aktif berjuang mengejar cita-cita untuk terlaksananya asas landasan hidup supaya lancar dan sukses tidak tersesat maka harus  memegang teguh  wasiat Rasulullah Saw. dalam suatu hadis beliau, yaitu:

1395 عَنْ مَالِك أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ(رواه مالك)

Artinya: “Dari Malik bahwa Rasulullah Sw. bersabda: “Aku telah tinggalkan dua perkara maka  kalian tidak akan tersesat selama kalian semua berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Al-Quran dan Sunnah nabi”(HR  Malik no.1395).

@Iman dan taqwa sumber kesejahteraan hidup

Allah telah menjanjikan  bahwa Iman dan Taqwa merupakan sumber kesejahteraan hidup dan kebahagiaan umat termaktub dalam Al-Quran sebagai berikut:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ الاعراف96)

Artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”(S.7 Al-A’raf 96).

@ Seluruh warga menjaga amanat Allah

Makin banyak umat yang taat menjaga amanat makin  dekat  terpenuhinya janji Allah di atas, makin sedikit iman dan takwa masyarakat makin  tidak terkabul janji cita-cita Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur. Rasulullah Saw. Berabda dalam hadis:

844 أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا وَالْخَادِمُ رَاعٍ فِي مَالِ سَيِّدِهِ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ِ (رواه البخاري 844و مسلم 3408

Artinya: “Bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Kalian semua itu penanggung-jawab dan akan dimintai pertanggung-jawabannya, pimpinan itu penanggung-jawab dan akan dimintai pertanggung-jawabannya, seorang ayah itu penanggung jawab soal keluarganya dan akan dimintai pertanggung-jawabannya  seorang isteri itu penanggung- jawab  dalam  rumah tangga suaminya dan akan dimintai pertanggung-jawabannya, seorang pembantu itu penanggung-jawab soal harta tuannya dan akan dimintai pertanggung- jawabannya”(HR Bukhari no.844 dan Musllim 3408).

@ Semua saling mengingatkan

Seluruh individu saling mengingatkan kepada individu yang lain, sebagaimana pernyataan Rasulullah Saw. berikut:

72 عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ (رواه مسلم)

Artinya: “Dari  Tamim ad-Dari bahwa Nabi Saw.bersabda: “Agama itu nasehat” Para sahabat bertanya: “Untuk siapa? Beliau bersabda: “Lillah demi  Allah, demi Kitab Allah, untuk Rasulullah, untuk tokoh-tokoh kaum msulimin dan untuk seluruh umat” (HR.Muslim no.72).

@ Mulai dari diri pribadi

Memulai sesuatu yang baik itu harus dari diri sendiri didasarkan firman Allah  di dalam Al-Quran :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ( التحريم 6)

Artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (S.66 At-Tahrim 6).

@ Materi  dan inti masalah

Para ulama sudah merumuskan garis besar isi  Al-Quran dan Sunnah yang wajib diwujudkan dalam lokasi, daerah, wilayah, negara yang akan dijadikan Kampung Idaman atau Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur itu. Garis besar itu ialah Iman, Islam dan Ihsan  atau Aqidah-Syari’ah-Akhlaq, sesuai dengan  hadis Nabi Saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari hadis no.48, dan Muslim no.10 tentang  ajaran  Iman, Islam dan Ihsan:

(1)Rukun Iman itu ada 6 perkara, yaitu percaya kepada Allah, malaikat, kitab, rusul, hari akhir dan taqdir

(2)Rukun Islam ada 5,yaitu:Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa, Haji.

(3)Ihsan itu ialah beribadah atau berbakti kepada Allah dengan keyakinan  bahwa Allah itu melihat kita.

Proyek memasyarakatkan Enam Rukun Iman, Lima Rukun Islam dan Al-Akhlaqul Karimah  ini  harus diperjuangkan sungguh-ssungguh meniru Rasulullah Saw sampai ketiga proyek itu merakyat mendarah daging kehidupan bermasyarakat.

@ Tehnik operaional

Secara leterljik  hadis berikut memberi  ketentuan bahwa pelaksanaan dakwah atau gerakan memberantas  apa yang  tidak diridhoi Allah itu melalui 3 cara, yaitu; (1) Dengan keras tegas. (2) Dengan diplomasi, seminar, diskusi atau debat. (3) Dengan cara yang sangat halus.

70  عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ (رواه مسلم)

Artinya: “Dari Abu Sa’id dia mendengar bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa melihat kemungkaran hendaklah dia merubahnya dengan tangan, jika dia tidak dapat maka dengan lisan, dan jika dia tidak dapat maka dengan hatinya dan ini iman yang paling lemah”(HR Muslim no.70).

@ Program Perencanaan

Suatu program gerakan  menuju ke Kampung Idaman yang sangat ideal memerlukan persiapan dan perencanaan yang teliti dan betul-betul sangat jeli,  jelas dan sangat rinci, ada target jangka pendek, jangka panjang sampai  control maupun pengawasan yang ketat, sehingga akhirnya program itu dapat tercapai  tidak sampai  menimbulkan  kekecewaan, kerugian atau kegagalan. Ini namanya bijaksana. Allah berfirman dalam  Al-Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ( الحشر 18)

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”(S.59 Al-Hasyr 18)

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (النحل 125)

Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”(S.16 An-Nahl 125).

@ Taktik strategi-Metodik dedaktik

Gerakan  untuk mengubah dan menghapus  suatu adat kebiasaan jelek yang sudah lengket  pada masyarakat sukar sekali dihilangkan, maka ibarat suatu batalion tempur untuk menyerang musuh yang cukup kuat harus menggunakan  taktik strategi yang jitu, ibarat guru mengajar  murid-murid yang bandel, harus memilih langkah tindakan yang metodis-dedaktis. Ini sudah diperingatkan ‘Aisyah dalam shahih Bukhari berikut:

4609 قَالََ يُوسُفُ بْنُ مَاهَكٍَ إِنِّي عِنْدَ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِي اللَّهم عَنْهَا  قَالَتْ  إِنَّمَا نَزَلَ أَوَّلَ مَا نَزَلَ مِنْهُ سُورَةٌ مِنَ الْمُفَصَّلِ فِيهَا ذِكْرُ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ حَتَّى إِذَا ثَابَ النَّاسُ إِلَى الْإِسْلَامِ نَزَلَ الْحَلَالُ وَالْحَرَامُ وَلَوْ نَزَلَ أَوَّلَ شَيْءٍ لَا تَشْرَبُوا الْخَمْرَ لَقَالُوا لَا نَدَعُ الْخَمْرَ أَبَدًا وَلَوْ نَزَلَ لَا تَزْنُوا لَقَالُوا لَا نَدَعُ الزِّنَا أَبَدًا (رواه البخاري)*

Artinya: “Yusuf ibnu Mahak berkata:  Ketika aku berada didekat ‘Aisyah Ummul Mu`minin R.a .beliau menyatakan: “Sungguh surat-surat Al-Quran yang turun periode awal hanyalah surat Mufashshal yang didalamnya menyebut-nyebut surga dan neraka, sampai ketika orang banyak telah terpikat  agama Islam, maka turun Al-Quran soal halal dan haram. Jika seandainya yang turun pertama kali itu berisi: “Jangan kamu sekalian meminum khamr!!!” pasti mereka akan menjawab: “Kami tidak akan meninggalkan meminum khamr selama-lamanya” . Jika seandainya surat yang pertama kali turun itu berbunyi: “Janganlah amu sekalian berzina!!!” pasti mereka akan menjawab: “Kami tidak akan meninggalkan zina selama-lamanya?(HR, Bukhari hadis no.4609).

Kemudian jika berbagai macam cara mengandung  bahaya, maka harus dipilih  yang paling ringan resiko bahayanya, sebagaimana  petunjuk hadis  berikut:

3296عَنْ عَائِشَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ مَا خُيِّرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَمْرَيْنِ إِلَّا اخْتَارَ أَيْسَرَهُمَا مَا لَمْ يَكُنْ إِثْمًا  رواه  البخاري وابو داود4153)*

Artinya: “Dari ‘Aisyah r.a dia .berkata: “Rasulullah Saw.terhadap  dua perkara tidak dipilih kecuali beliau memilih yang lebih mudah dari keduanya selama  tidak menimbulkan dosa(HR Bukhari no.3296 dan Abu Dawud no.4153).

@ Leadership-kepemimpinan

Untuk semua pekerjaan itu diperlukan pimpinan  dan manager yang  mampu menggerakkan daya kekuatan aktifis untuk mewujudkan  seluruh acara mulai dari awal sampai berhasil  mencapai cita-cita    Kampung idaman-Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur dengan sukses.

Silahkan buka internet situs : http://pondoquranhadis.wordpress.com

Kirimkan naskah ke Email::pondokilmu7@gmail.com Tlp:o318963843


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: