Oleh: pondokquranhadis | November 18, 2010

HAKIKAT WAKTU

–                                                                                                                                                        010-9-14                                            Tafsir Maudhu’ii Kontemporer

Hakikat Waktu

(Imam Muchlas)

I. S.104 A;-‘Ashri 1-3

وَالْعَصْرِ(1)إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ(2)إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ(3)(العصر)

II. Artinya

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”(S.103 Al-‘Ashr 1-3)

III. Tema dan sari tilawah

1. Waktu itu sangat penting sekali

2. Seluruh umat manusia yang tidak memanfaatkan waktu itu rugi sekali

3.Yang tidak rugi itu ada 4 ciri-ciri

4.Empat  ciri itu ialah: (1) Mu’min, (2) Beramal soleh. (3) Giat membela kebenaran. (4) Bermental baja, onword no retreat, pantang mundur, karena Allah,.

IV.Masalah dan anlisa jawaban

1. Bagaimana cara mengukur pentingnya waktu? Jawabnya:     Urgensi-pentingnya waktu diukur dengan keuntungan yang timbul dari waktu, jangan  sampai dia mendatangkan kerugian.

2.  Bagaimana hakikat sebenarnya waktu itu?     Waktu itu dihitung melalui alat menghitung, untuk manusia menghitung lewat perjalanan matahari dari detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, windhu, abad sampai jaman..

3.  Bagaimana usaha manusia supaya tidak merugi?  Usaha itu ialah dengan beriman yang benar, beramal soleh, membela kebenaran dan bermental militan tanpa henti.

V. Pendalaman dan penelitian

Bab I. Mengukur urgensi waktu

Masalah no.1:  Bagaimana cara mengukur pentingnya waktu?     Jawabannya ialah:Urgensi-pentingnya waktu diukur dengan keuntungan yang timbul dari tiap kesempatan waktu, jangan sampai ada lubang yang mendatangkan kerugian.

Allah sudah menetapkan waktu dengan pembagian yang sangat rinci dan batas-limit yang terlalu jeli yang dapat digambarkan dengan hukum shalat khususnya waktu-waktu untuk shalat, sehingga para ahli falak-hisab menghitung waktu shalat itu sampai menit bahkan mereka sudah membuat angka-angka gerhana bulan dan matahari itu terjadi pada tahun, bulan, hari, jam, menit, detik (sekian angka desimal dibelakang koma. Allah berfirman dalam Al-Quran:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا(103)(النساء)

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”(S.4 An-Nisa` 103).

*Catatan  para ulama dikaitkan dengan sebentar atau abadinya dunia  dan akhirat ini, yaitu:

@ Tafsir Ar-Razi (17h198) mencatat bahwa kerugian yang sesungguhnya paling serius itu  ialah waktu yang dihabiskan untuk maksiat kepada Allah, sehingga dia itu masuk neraka di Hari Kiamat .

@ Kitab Tafsir Bahrul Muhith dalam menfasirkan Qs3a114 mencatat hadis Nabi Saw. tentang berlomba dalam kebajikan, suatu kaitan Qs3a113-114 dengan hadis yang dishahihkan oleh Al-Hakim dalam  Mustadrak (J4h341) :

يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ(114)(ال عمران)

“Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh”(S.3 Ali ‘Imran 113-114).

(4306) عن ابن عباس رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلم لِرَجُلٍ وَهُوَ يَعِظُهُ: « اِغتَنِمْ خَمْساً قَبْلَ خَمْسٍ: شَبابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِناءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَراغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَحياتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ». هذا حديث صحيح على شرط الشيخين ولم يخرجاه. (واه الحاكم 4ص341)

Dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah Saw. bersabda kepada seseorang dengan fatwa beliau: “Ambillah kesempatan lima sebelum datangnya yang lima perkara, yaitu: (1) Waktu mudamu sebelum masa tua; (2) Waktu sehatmu sebelum sakit; (3) Waktu dirimu kaya sebelum miskinmu; (5) Waktu longgarmu sebelum kamu sibuk ; (5) Waku kamu masih hidup sebelum datangnya kematianmu”(HR Al-Hakim no.4306 hadis shahih menurut syarat Bukhari-Muslim).

@ Kitab Fathul Bari, terbitan Darul Fikri (13h8) juga mengutip  hadis Nabi Saw. di atas dalam menjelaskan hadis  yang senada, yaitu:

عَنْ عَبْدِاللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِي اللَّهم عَنْهمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ (رواه البخاري5937)

“Dari ‘Abdullah  bin ‘Umar  berkata: “Rasulullah Saw. meletakkan tangan beliau di atas pundakku lalu bersabda: “Jadikanlah  dirimu di dunia ini seakan-akan orang asing  atau seorang yang lewat jalan” Dan Ibnu ‘Umar berkata: “Jika waktu itu sore jangan lengahkan menanti nanti pagi. Jika waktu itu pagi janganlah menunggu nanti sore dan ambillah kesempatan waktu sehatmu untuk siapkan untuk sakitmu  dan waktu hidupmu  siap- siap untuk matimu” (HR Bukhari no.5937).

@ Ihya` Ulumiddin-terbitan Darul Fikri (1995:J4h400) mencatat:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ سَبْعًا هَلْ تَنْتَظِرُونَ إِلَّا فَقْرًا مُنْسِيًا أَوْ غِنًى مُطْغِيًا أَوْ مَرَضًا مُفْسِدًا أَوْ هَرَمًا مُفَنِّدًا أَوْ مَوْتًا مُجْهِزًا أَوِ الدَّجَّالَ فَشَرُّ غَائِبٍ يُنْتَظَرُ أَوِ السَّاعَةَ فَالسَّاعَةُ أَدْهَى وَأَمَر (رواه الترمذي2228  )

“Dari  Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Percepatlah kalian semua dengan tujuh amal, tidakkah kalian menunggu  kemiskinan yang terlupakan, kekayaan yang menyesatkan, sakit yang mengenaskan, umur tua dengan segala kelemahan, kematian yang siap datang mendadak  atau Dajjal  maka sejelek-jelek pendatang baru ditunggu ataupun kiamat  bahkan kiamat itu bilahi terbesar dan mencekam”(HR. Turmudzi no. 2228).

Pepatah  Inggris menyatakan “Time is money”  dalam bahasa Arabnya yang senada:اَلْوَقْتُ كَالسَّيْفِ=-اَلْوَقْتُ كَالذَّهَبِ  Artinya: “Waktu itu bagaikan emas bahkan waktu itu persis pedang”. Dan dalam kehidupan sehari-hari kita pernah merasakan kerugian itu. Misalnya: Kopertis Wilayah Jatim memberi pengumuman bahwa dosen PTS mendapat kesempatan “Tugas Belajar” ke S2-ITS pendaftaran paling lambat tanggal…. Maka siapa yang tidak mengejar tanggal itu dengan segera menyerahkan persyaratan yang diwajibkannya, persis orang yang kehilangan uang setiap semester sebesar Rp. 6 juta dan fasilitas bea siswa yang sangat besar. Siapa yang ketinggalan kereta api walaupun hanya 5 menit akan menyesal selama-lamanya sebab dengan kereta api itu akan tertutup pendaftaran untuk mendafarkan “Tugas Belajar” S2-ITS ……dst.

Bab II. Hakikat waktu

Pertanyaan no.2:  Bagaimana hakikat sebenarnya waktu itu?

Jawabnya: Waktu itu dihitung melalui alat menghitung, untuk manusia menghitungnya  lewat perjalanan matahari dan jam . Al-Quran menyinggung soal pemanfaatan waktu  dalam musim haji sebagai berikut:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ ظُهُورِهَا وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَى وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ(189)(البقرة)

“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”(S.2 Al-Baqarah 189).

1. Menghitung  waktu

Tafsir Ar-Razi-terbitan Daru Ihya`it Turats (17h195) dalam menafsirkan surat Al-‘Ashr mencatat bahwa arti Al-’Ashri: itu ialah jaman dikaitkan dengan Al-Quran (s76a1)   dapat dibagi menjadi tahun, bulan, hari, jam.

Penduduk bumi menghitung waktu didasarkan atas jalannya matahari dan bulan. Waktu matahari dihitung mulai matahari berada di kulminasi atas tengah malam, sampai siang, sampai malam dinamakan satu hari. Secara sederhana satu tahun matahari=365 hari. Satu hari dibagi menjadi 24 jam, satu jam=60 menit, satu menit=60 detik. Secara Qurani lamanya kalender waktu dihitung menurut jalannya bulan singkatnya satu tahun rembulan (Lunar) sekitar 354 hari.

Ternyata jalannya benda-benda langit itu tidak sama dengan angka-angka dari jalannya matahari sebagaimana gambaran di bawah ini (Untuk semua planet dan bui satu kali putar) sebagai berikut:

Bumi kita mengelilingi matahari satu tahun=365 hari

Merkuri sekali putar = 88 hari

Venus sekali putar = 225 hari bumi.

Mars satu kali putar=687 hari bumi

Yupiter sekali putar=4.332 hari kali bumi

Saturnus sekali putar=10.759hari  bumi

Uranus sekali putar =30.685hari bumi

Neptunus sekali putar=60.190 hari  bumi

Pluto sekali putar=90.550 hari bumi=247,9 tahun bumi.

@ Sir Edmund Halley memperoleh data bahwa komet Halley  setelah menjalani perjalanan dalam garis edarnya maka dia melintasi titik terdekat dengan  matahari Perihelion satu kali putar lamanya 76 tahun.         @Komet Kohoutek yang ditemukan oleh DR Lubos Kohoutek 1973,  komet ini diperhitungkan dalam perjalanannya melingkari garis edarnya  maka dia melintasi titik Perihelion titik paling dekat dengan matahari satu kali putar = 75.000 tahun (Tujuh puluh lima ribu tahun perhitungan sistem matahari).

2. Hakikat waktu tergantung oleh perasaan

Berdasarkan keterangan Al-Quran di bawah ini ternyata waktu itu sangat terkait oleh perasaan jiwa manusia. Jika akal dikuasai oleh perasaan maka waktu itu tidak diketahui. Tujuh orang pemuda Ashabul Kahfi tidur dalam guwa 309 tahun, tidak  disadarimya ternyata  mereka sudah 309 tahun tidur dikira hanya satu hari. Allah berfriman dalam Al-Quran:

وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا(25)قُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثُوا لَهُ غَيْبُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِعْ مَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا(26)(الكهف)

“Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). Katakanlah: “Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain daripada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”(S.18 Al-Kahfi 25-26).

Sejak jaman purba manusia menghitung waktu di dasarkan atas jalannya benda-benda langit, dengan memperhatikan  jalannya matahari dan  bulan.

Untuk menghitung  bulan dan tahun manusia menggunakan perjalanan matahari untuk menghitung jam untuk satu hari didasarkan atas perjalanan sinar matahari. Semua ini memang jelas untuk satu hari manusia langsung melihat matahari di ufuk timur atau di puncak kulminasi atas atau saat matahari berada di ufuk barat untuk tenggelam menghilang dari pemandangan. Sedangkan untuk menghitung waktu satu bulan dan satu tahun maka di sana terdapat dua macam pendapat, Dua macam landasan pemikiran itu ialah: dasar perhitungan waktu ditetapkan berasaskan jalannya matahari (Solar) dan satu lagi berdasarkan jalannya bulan (Lunar) atau Al-Qamar

3. . Kalender hitungan tahunan

i. Kalender Lunar atau Qamariyah-hitungan Rembulan

(a)-Bangsa yang pertamakali membuat kalender: bangsa Mesir 4240 tahun SM;

(b)-Disusul oleh bangsa Babilonia 2100 SM. tidak lama sesudah bangsa Mesir.

( c)-Lalu disusul bangsa Semit bangsa-bangsa di Timur Tengah, b.Arab, bangsa Yahudi.

(d)-Kemudian disusul lagi oleh bangsa Romawi, jaman Pompilius  673 SM.  Semua bangsa-bangsa ini menghitung kalender mereka berdasarkan hitungan bulan Qamariyah, satu bulan berumur 29h12j44m2,89detik-Satu tahun umurnya 354hari 8jam 8menit 34,6detik.

(e) Umar ibnul Khaththab tahun 17 H.menetapkan tahun Hijriyah dimulai ketika  hijrah Nabi Saw dari Makkah ke Madinah sebagai tahun pertama Hijriyah (610M).

(f).  Sultan Agung Mataram menetapkan tahun Jawa dengan hitungan kalender Qamariyah satu bulan 354h+3per8h,satu windu 28365h.

ii. . Kalender Solar-Syamsiyah-hitungan Matahari

(a) Julius Caesar dari  Romawi (46SM) mengganti kalender sistem Lunar atau Qamariyah berdasarkan jalannya Rembulan dibuang diganti dengan sistem Solar atau Syamsiyah, yaigtu hitungan berdasarkan jalannya sinar Matahari. Tanggal satu  dihitung mulai jam 24.oo tengah  malam. Satu tahun 365,2425h atau  365h 5jam 48m 46detik selisih dari sistem Solar dari Lunar=10 hari 21 jam 40 menit 11,32detik.

(b)  Ajisoko membuat kalender Jawa dengan sistem Solar-Syamsiyah-perhitungan Matahari dimulai  tahun78Masehi. Kemudian diubah oleh Sultan Agung Mataram th.1633M=1003H.

(c)  Bangsa Yunani mengubah permulaaan bulan dari titik Aries  bulan Maret menjadi  ketika matahari di Khatulistiwak Januari sampai Desember.

(d) Paus Gregorius mengubah tanggal 5 Oktober 1582 menjadi tanggal 15 Oktober 1582, sebab orang lama keliru menghitung, karena ada 0,0025h tiap tahun belum dihitung, sehingga setiap 400 tahun tanggalan harus ditambah 3 hari.

(e)  Angka tanggalan Greorius ini dikuti oleh Bangsa Belanda th,1583M, Swedia 1753M, Jepang 1873M,Cina 1912M dan Turki 1927M.

@ Manusia membuat hitungan kalender menurut pemikirn akalnya masing-masing,yaitu:

~Orang Jepang  menggunakan kalendernya tahun 2004=tahun  2664

~Bangsa Tionghoa tgl. 1-2-2004 menjadi tahun 2555

~Kaum muslimin – Tahun Hijriyah kini (tgl.21-2-3004M)=1425H

Sesuai dengan kalender yang  mereka pegang maka tahun baru-nya akan berbeda-beda, bahkan disebabkan karena pola-dasar perhitungan kalendernya maka akan berbeda pula hari pertama bulan pertamanya.

@ Hitungan waktu yang disinggung dalam Al-Quran

~Al-Quran s70a4  mengatakan bahwa satu hari malaikat sama dengan 50 tahun manusia.

~Qs41a30 menyatakan bahwa dengan kecepatan gerak maka waktu menjadi pendek. Maka umur alam semesta yang 18 milyar tahun manusia itu berapa tahun malaikat??? Berapa tahun Pluto? Berapa tahun Merkuri dan yang lain.

~~QS22a47 menyatakan bahwa  satu hari waktu kiamat sama dengan 1000 tahun manusia (1x30x12x1000 hari).

~ Qs20a103-104 menyatakan bahwa manusia merasa  selama hidup di dunia mereka rasakan hanya  satu hari atau 10 hari di hari kiamat

@ Waktu menurut  pakar Astronomi dan Falak Hisa

Lebih pelik sangat rumit lagi ialah  bahwa Ahmad Baiquni Prof, MSc, PhD, ahli nuklir pertama Indonesia dalam bukunya Al-Quran dan IPTEK (1994:12), mencatat pendapat pakar fisika sesudah penemuan data hasil peneropongan  Hubble tahun 1929  melalui teleskop terbesar di dunia, yaitu:

Alam semesta ini lahir dari sebuah singularitas, tercipta dari TIADA, pada 15 milyar tahun yang lalu alam ini tercipta dari KETIADAAN. Baiquni menegaskan bahwa kesimpulan ini tidak dapat disangkal. Selanjutnya Baiquni mengajukan teori itu lebih jauh sebagai berikut:

Berdasarkan Al-Quran S.21 Al-Anbiya` 30, S.51 Adz-Dzariyat 47, S.10 Yunus 101, S.88 Al-Ghasyiyah 18, S.3 Ali ‘Imran 190-191, S.41 Fushshilat 11, S.11 Hud 7, terutama difahamkan dari lafal :اَلسَّمَاءُ– اَلْاَرْضُ—اَلدُّخَانُ-=-اَلْمَاءُ َالْعَرْشُ Prof DR H.Ahmad Baiquni MSc menyatakan bahwa sekitar 15-18 milyar tahun yang lalu, alam semesta ini lahir dari satu titik  singularitas  fisis yang merupakan volume yang berisi seluruh materi calon alam semesta bersama isinya. Dengan dentuman hebat (The Big Bang) maka terlontarlah  pecahan dari  titik  itu ke seluruh penjuru ruang alam yang berkembang sangat cepat kemudian terciptalah ALAM SEMESTA.

Baiquni mencarat  bahwa  keterangan para  fisikawan itu telah menumbuhkan dua  poin pernyataan, yaitu:

1) Kira-kira 15 milyar tahun yang lalu semesta alam, energi, materi, ruang dan waktu keluar dari SATU TITIK singularitas  dengan temperatur  dan kepadatan yang tidak ada bandingnya.

2) Sebelum peristiwa ini para fisikawan menyatakan:

(a) tidak ada materi,

(b) tidak ada ruang,

(c) tidak ada waktu.

(d) tidak ada energi:

Baiquni menambahkan bahwa proses ledakan dan kemudian mendingin, maka  perubahan dari energi menjadi materi itu terjadi dalam waktu yang  Maha Cepat, yaitu sepuluh pangkat minus 34 detik. Jadi para pakar berpendapat bahwa di dunia ini ada sesuatu yang berjalan terlalu cepat  yang kecepatannya ialah  10 pangkat minus 34 detik, artinya satu detik dibagi 10 nolnya 34 buah. Subhanallah!!!!!!!!.

Dari ketiga penegasan di atas ini maka dapat kita tekankan lagi bahwa sebelum ada titik singularitas tersebut kita menjadi yakin bahwa saat itu

TIDAK ADA APA-APA KECUALI ALLAH

ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ (الانعام102)

Artinya:  “(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu”(S.6 Al-An’am 102).

Pada jaman paling awal (zaman Azali) ini tidak ada waktu, sebab alat ukur belum ada, sebab matahari, bumi, tata surya, alam ini belum ada. Belum ada waktu, belum ada jam tangan, jam dinding, belum ada jam GMT London.

Sesudah peristiwa Dentuman Dahsyat (Big Bang) yang sangat mengerikan itu selanjutnya  pecahan yang terlempar dari titik singularitas tadi akhirnya membentuk galaksi  dan segera terbentuk  tidak kurang dari 100 milyar galaksi. Setiap satu galaksi rata-rata berisi 100 milyar bintang. Para pakar fisika menjadi ta’ajub dan terheran-heran melihat adanya suatu kekuatan yang dapat  menciptakan dan melemparkan  10 trilyun bintang ke segala penjuru dengan kecepatan dari 10.000 sampai 100.000 Km perdetik .

Gamow. Alpher dan Herman memperkirakan peristiwa ini terjadi 15 milyar tahun yang lalu. Baiquni menyimpulkan bahwa pandangan itu tidak dapat disangkal. Allah berfirman:

وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ(47)وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ( الذريات 47-48)

Artinya: “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. Dan bumi itu Kami hamparkan; maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami)”(S.51 Adz-Dzariyat 47).

ءَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا(27)رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا (النازعات 27-28)

Artinya:“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telahmembangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya”(S.79 An-Nazi’at 27-28).

Hasil penelitian para pakar Ilmu Astronomi melalui teleskop Spitzer tahun 2003 dinyatakan  bahwa ternyata seluruh galaksi bersama dengan planet-planet rombongan anak buahnya  atau pinggir bola supercloster ini  bergerak mengembang menjauh ke segala penjuru. Maka alam semesta yang dapat kita bayangkan seolah-olah seperti  balon mainan kanak-kanak itu maka  sekarang besarnya sudah mencaapai  30 milyar pejalanan cahaya (30 milyar kali  12x30x24x60x60x300.000Km) dan ini terus bergerak sangat cepat ke segala penjuru, artinya balon sebesar itu bagaikan dihembus kuat-kuat  makin besar bola makin besar, makin besar dan suatu saat akan mencapai  puncak  maksimal dan absolut akhirnya…??? Subhanallah Allahu Akbar. Allah berfirman dalam Al-Quran S.88 Al-Ghassyiyah 17-20 . Allah hanya menyatakan bahwa langit itu ada tujuh:S.41 Fushshilat 12, S.2 Al-Baqarah 22, S.21 Al-Anbiya` 32.

أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ(17)وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ(18)وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ(19)وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ(20)(الغاشية)

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?:(S.88 Al-Ghasyiyah 17-20).

فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ(12)(فصلت)

“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”(S.41 Fushshilat 12).

وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا وَهُمْ عَنْ ءَايَاتِهَا مُعْرِضُونَ(32)وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ(33)(الانبياء )

“Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.”(S.21 Al-Anbiya` 32-33).

Menurut catatan Dedy Suardi dalam Tafakur di Galaksi Luhur (1991:59) bahwa  bulan mengitari bumi satu kali putar memakan waktu =354,367.068 hari satu bulan = 29hari 12jam 44menit 2,9detik;Dan bumi mengitari matahari satu kali putaran lamanya =  365,242.217 hari.  Selisih kalender Solar-Syamsiyah dari Lunar-Qamariyah= 365,242.217 –354,367,068 = 10,875.148,9 hari; Jika diperhitungkan dengan seksama maka selama 300 tahun kalender Syamsiyah = 9.206.681.33 disederhanakan menjadi  9 tahun. Allah berfirman dalam Al-Quran:

وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا(25)

“Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)(S.18 Al-Kahfi 25).

Dicatat pula bahwa di antara benda-benda angkasa itu diketemukan benda yang disebut komet dan jika boleh diduga kita namakan bintang berekor, karena ketika komet itu mendekati matahari dia memantulkan sinar bagaikan ekor yang cemerlang sangat indah. Komet-komet itu secara periodik menjalani garis perjalanan yang melengkung sampai titik yang paling jauh dari matahari disebut Aphelion dan yang paling dekat dengan matahari dinamakan Perihelion.

Sir Edmund Halley memperoleh data bahwa komet Halley  setelah menjalani perjalanan dalam garis edarnya maka dia melintasi titik terdekat dengan  matahari Perihelion satu kali putar lamanya 76 tahun. Komet Kohoutek yang ditemukan oleh DR Lubos Kohoutek 1973,  komet ini diperhitungkan dalam perjalanannya melingkari garis edarnya  maka dia melintasi titik Perihelion titik paling dekat dengan matahari satu kali putar = 75.000 tahun (Tujuh puluh lima ribu tahun perhitungan sistem matahari).

Planet Mars- bergerak berputar lonjong  telur dan tiap 2 tahun  melintas  dekat dengan bumi jauhnya = 56 juta kilo meter.

*Singkatnya waktu jika diukur dengan gerak kecepatan Perihelion satu kali putar lamanya 76 tahun (Tahun matahari). Jika diukur dengan Komet Kohoutek satu kali putar 75.000 tahun. Jika diukur dengan menggunakan ukuran kecepatan teori BIG BANG maka  di sana ada waktu gerak yang kecepatannya ialah satu detik  (ukuran matahari) dibagi 10 pangkat 34. Inilah hakikat waktu.

@Sebelum terjadi peristiwa BIG BANG maka waktu juga belum ada sama sekali, sebab alat ukurnya, alam, matahari, jam belum ada.

Semua ini adalah hasil penelitian akal yang sangat terikat dengan benda materi yang dapat dijangkau dengan akal dan panca indra.

Allah jauh lebih tinggi sekali bahkan  Allah tidak melihat apa yang materialistis yang tunduk dibawah panca indra atau akal manusia, tetapi Allah melihat yang gaib, tidak dapat dijangkau oleh panca indra, Nabi Saw. bersabda:

4651  عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ (رواه البخاري)

“Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Sungguh Allah tidak melihat kepada gambarmu dan tidak kepada hartamu tetapi itu Allah melihat hati dan amalmu semua”(HR Bukhari no. 4651).

====Catatan para ulama berkaitan dengan keabadian waktu =====

(1) Tafsir Al-Qurthubi,-terbitan Darul Kutubil ‘Ilmiyah (2h244) dalam menafsirkan Al-Quran s2a178 mecatat hadis Dara Quthni bahwa orang yang sudah  menerima salah satu putusan dalam perkara tebusan darah atau qishash, tetapi lalu berbuat curang maka dia masuk neraka abadi dan diabadikan di neraka.

(2) Tafsir Ibnu Katsir –terbitan Daru Ihya`it Turats (J3h36) dalam menafsirkan Qs7a34, mencatat siapa yang mendustakan ayat Allah dan sombong maka dia akan abadi dan diabadikan  dalam neraka.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ(34)(الاعراف)

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya”(S.7 Al-A’raf 34).

(3) Tafsir Ibnu Katsir  (3h303) dalam menafsirkan Qs6a128 mencatat bahwa orang musyrik akan masuk neraka akan abadi dan  diabadikan  dalam neraka itu, kecuali jika Allah menghendaki lain.

(4) Tafsir Ibnu Katsir (5h38)  dalam menafsirkan Qs19a38, Qs4a29 mencatat bahwa orang yang naik ke surga atau masuk ke neraka itu mereka akan abadi dan diabadikan di sana.

Dicatat di sana bahwa barang siapa membunuh diri dengan pisau maka dineraka akan abadi dan diabadikan dia menghunus pisau untuk ditusukkan ke badannya.

(5) Ibnu Katsir (2h234) dalam menafsirkan Qs4a29 mengutip shahihBukhari Muslim bahwa siapa bunuh diri dengan racun atau terjun dari atas ke bawah maka dia akan abadi dan diabadikan  dengan mengulang bunuh dirinya itu dalam neraka.)Rasulullah Saw. bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهم عَنْه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهِ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَجَأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا (رواه البخاري5333  ومسلم 158)

“Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Saw. bersabda: “Barang siapa yang terjun dari tebing tinggi bunuh diri, maka dia akan masuk neraka Jahanam abadi diabadikan dengan terjun seperti itu. Barang siapa yang meminum racun-bunuh diri maka dia akan abadi dan diabadikan dengan meminum racun seperti itu dalam neraka Jahanam. Barang siapa bunuh diri  dengan pisau di tangannya menusuk perut dia, maka dia akan abadi dan diabadikan dengan menusuk perut dengan pisau di tangannya itu dalam neraka Jahanam”(HR Bukhari no.5333 dan Muslim no.158).

(6) Tafsir Asy-Syaukani menfasrkan surat Al-Lumazah  mencatat bahwa seseorang yang motoduwiten (materialistis) mengira hartanya akan mengekalkan dia selama-lamanya, padahal tidak,

(7) Tafsir Bahrul Muhith dalam menfasirkan Qs4a47 mencatat bahwa orang yang berbuat dosa besar akan abadi dan diabadikan kekal dalam neraka. Kaum Khawarij percaya bahwa orang yang berdosa itu dosa kecil atau dosa besar dia akan diabadikan dalam neraka.

(8)Tafsir Bahrul Muhith menafsirkan s56a1, bahwa para gadis-gadis surga itu diabadikan oleh Tuhan dalam keadaan muda belia, tidak  bertambah tua dan tidak akan berubah dari mudanya.\

(9) Tafsir Ar-Razi terbitan Daru Ihyait Turats (3h353) dalam menafsirkan Qs2a25 mencatat bahwa tokoh Mu’tazilah berpendapat yang dimaksud dengan (Khalidun) berlangsung terus tidak terputus alasannya ialah Qs21a34.

{وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِيْن مِّتَّ فَهُمُ الْخَـالِدُونَ} (الأنبياء 34)

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?”(S.21 Al-Anbiya`34

(10) Tafsir Ar-Razi (14h236) dalam menafsirkan Qs7a35 mencatat bahwa “Khalidun” itu artinya tetap atau lama. Tercatat pula bahwa orang fasiq yang shalat maka dia  tidak diabadikan dalam neraka selama-lamanya, sebab yang diabadikan itu ialah orang yang sombong dan mendustakan ayat-ayat Allah. Dalam halaman lain (27h525) dalam menafsirkan  (s23a38)(فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْوَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ{(المؤمنون )  mencatat bahwa para ulama berpendapat bahwa orang yang beriman itu tidak akan ada kesedihan di akhirat sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam Al-Quran s21a103.

Bab III.  Kerja keras-Jihad dan Ijtihad

Pertanyaan no.3:Bagaimana usaha manusia supaya tidak merugi?      Usaha itu ialah dengan beriman yang benar, beramal soleh, membela kebenaran dan bermental militan tanpa henti..

1. Beriman yang benar

Allah berfirman dalam Al-Quran :

وَالْعَصْرِ(1)إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ(2)إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ(3)(العصر)

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”(S.103 Al-‘Ashr 1-3)

فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ(15)(الزمر)

“Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat”. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata”(S.39 Az-Zumar 15)(Lih.s42a45).

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ حَتَّى إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَاحَسْرَتَنَا عَلَى مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَى ظُهُورِهِمْ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ(31)وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ(32)(الانعام)

“Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu. Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”(S.6 Al-An’am 31-32).

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ(45)(يونس)

“Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.”(S.10 Yunus 45).

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ(11)يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُ وَمَا لَا يَنْفَعُهُ ذَلِكَ هُوَ الضَّلَالُ الْبَعِيدُ(12)يَدْعُو لَمَنْ ضَرُّهُ أَقْرَبُ مِنْ نَفْعِهِ لَبِئْسَ الْمَوْلَى وَلَبِئْسَ الْعَشِيرُ(13)(الحج)

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. Ia menyeru selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat dan tidak (pula) memberi manfa`at kepadanya. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. Ia menyeru sesuatu yang sebenarnya mudharatnya lebih dekat dari manfa`atnya. Sesungguhnya yang diserunya itu adalah sejahat-jahat penolong dan sejahat-jahat kawan”(S.22 Al-Hajji 11-13).

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ(19)(المجادلة)

“Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi”(S.58 Al-Mujadalah 19),

2. Beramak soleh

Allah berfirman dalam Al-Quran:

وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ(72)(التوبة)

“Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mu’min lelaki dan perempuan, (akan mendapat) syurga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di syurga `Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar”(S.9 At-Taubat 72).

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ(78)(الحج)

“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”(S.22 Al-Hajji 78).

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْءَانِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ(111)التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ(112)(التبة)

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku`, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma`ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mu’min itu”(S.9 at-Taubat 111-112).

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُوا أَوْلَادَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا مَا رَزَقَهُمُ اللَّهُ افْتِرَاءً عَلَى اللَّهِ قَدْ ضَلُّوا وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ(140)(الانعام 140)

“Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan lagi tidak mengetahui, dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezkikan kepada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk”(S.6 al-An’am 140).

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ(9) (الاعراف)

“Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami(S.7 Al-A’raf 9)(Lih.s23a103).

إِلَّا الْفَاسِقِينَ(26)الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ(27)(البقرة)

“……kecuali orang-orang yang fasik, (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi”(S.2 Al-Baqarah 26-27).

كَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَانُوا أَشَدَّ مِنْكُمْ قُوَّةً وَأَكْثَرَ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا فَاسْتَمْتَعُوا بِخَلَاقِهِمْ فَاسْتَمْتَعْتُمْ بِخَلَاقِكُمْ كَمَا اسْتَمْتَعَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ بِخَلَاقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَالَّذِي خَاضُوا أُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ(69)(التوبة)

“(keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin adalah) seperti keadaan orang-orang yang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya daripada kamu. Maka mereka telah meni`mati bagian mereka, dan kamu telah meni`mati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu meni`mati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi”(S.9 At-Taubat 69).

@ Orang yang sukses dan bahagia

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ(185)(ال عمران)

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”(S.3 Ali ‘Imran 185).

3.Membela kebenaran

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا(70)يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا(71)(الاحزاب)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta`ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”(S.33Al-Ahzab 70-71).

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ(71)(المؤمنون)

“Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu”(S.23 Al-Mu`minun 71).

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ(2)الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ(3)أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ(4)(الانفال)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (ni`mat) yang mulia”(S.8 Al-Anfal 2-4).

وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ ءَاوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ( الانفال74)

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni`mat) yang mulia.”(s.8 Al-Anfal 74).

4. Bermental baja  militans, rawe-rawe rantas-malang2putung

Allah berfirman dalam Al-Quran sebagai berikut:

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ(127)إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ(128)(النحل)

“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”(S.18 An_Nahl 127-128).

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ(54)(الماءدة)

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”(S.5 Al-Maidah 54).

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ(177)(البقرة)

Artinya: “…….dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”(S.2 Al-Baqarah 177).

Kesimpulan

1. Orang yang tidak beriman, tidak berjuang-Jihad fi Sabilillah, tidak membela kebenaran, tidak bersemangat dan berlemah mental, maka akan merugi sangat besar.

2. Di jaman awal alam tidak ada dan belum ada waktu, waktu dapat diukur satu detik dibagi 10 pangkat 34 atau diukur dengan Komet Kohoutek satu kali putar 75.000 tahun, jika diukur dengan matahari satu hari = 24 jam. Waktu akan menjadi lama jika ditunggu, waktu akan terlalu cepat jika dalam keadaan yang sangat disukai dan orang yang tidak sadar  akan merasa tidak  ada waktu.

3. Waktu wajib dimanfaatkan untuk taqarrub kepada Allah dengan maksimAl sepenuhnya, beriman, beramal soleh, membela kebenaran dan sangat militan.

Silahkan buka internet situs : https://pondokquranhadis.wordpress.com

Kirimkan naskah ke Email::pondokilmu7@gmail.com-Tlp:0318963843


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: