Oleh: pondokquranhadis | Februari 13, 2011

MUHAMMAD RASULULLAH

…Memuat Database …

=011(2)2                                                                                          Tafsir Tematis KOntemporer

Muhammad Rasulullah

Al-Quran S.48 Al-Fat hu 28-29

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا(28)مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا 0(الفتح 29)

Tema dan sari tilawah

“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar”(S.48 Al-Fat hu 28-29).

Tema dan sari tilawah

1. Allah telah mengutus Rasul-Nya untuk menyampaikan   hidayah dan agama yang benar kepada umat.

2.  Hidayah Allah dan agama yang benar  untuk mengalahkan semua agama yang tidak benar yang disaksikan oleh Allah.

3. Muhammad  itu Rasul utusan Allah, Muhammad dan pengikutnya bersikap tegas kepada orang kafir tetapi penuh kasih sesama mereka.

4. Tanda-tanda pengikut Rasul terlihat ada bekas sujud di    wajah mereka dalam mencari fadhilah dan ridho Allah.

5.   Gambaran demikian  juga termaktub dalam Kitab Taurat dan Injil.

6.   Gambaran pengikut Rasul  itu  seperti suatu tanaman  yang  berkembang membesar menjulang naik sangat menyenangkan yang menanam tetapi mengecewakan  oang kafir.

7. Allah akan memberikan ampunan dan pahala yang sangat besar kepada orang beriman  yang suka  beramal  soleh.

Masalah dan analisa jawaban

Dalam ikhtiar mempertajam pemahaman atas Al-uran s48a 28-29 di atas walaupun terkandung di sana banyak masalah, tetapi sementara ini kita dahulukan masalah berikut:

1. Apa yang dimaksud dengan hidayah Allah itu? Jawaban sementara: Hidayah ialah petunjuk  dari Allah bagi umat manusia kepada agama yang benar.

2. Bagaimana tanda agama yang benar itu? Jawaban sementara : Agama yang benar ialah agama  Allah yang dibawa oleh Rasuul  utusan Allah.

3.  Apa kelebihan  Rasulullah Muhammad  dibanding dengan rasul atau nabi  yang lain? Jawabana sementara: Rasulullah Muhammad  itu mempunyai  kelebihan pada kitab suci yang dibawakannya dan hadis catatan riwayat hidup yang otentik ilmiah.

Pendalaman dan penelitian

BAB   SATU

Hidayah Allah

Masalah ke-1:. Apa yang dimaksud dengan hidayah Allah itu? Jawaban sementara: Hidayah ialah petunjuk  dari Allah bagi umat manusia kepada agama yang benar.

Lebih mendalam lagi dapat kita pelajari dari pandangan para ulama, yaitu sebagai berikut:

@ Tafsir Al-Manar (1h52) menjelaskan bahwa hidayah ialah petunjuk halus kearah tujuan yang dikehendaki dan hidayah itu ada 4 macam, yaitu:

(1) Instink atau naluri, hidayah ini sudah ada sejak manusia  lahir di dunia, contohnya seperti perasaan lapar  dan perasaan lain yang mendesak untuk  memenuhi kebutuhan hidup.

(2) Pancaindra, yaitu perasaan yang diterima makhluk melalui alat indra penglihatan, pendengaran, penciuman dan perasaan di telapak tangan atau kulit  seperti halnya hewan juga memiliki perasaan ini.

(3) Akal pemikiran yaitu daya kemampuan manusia untuk membedakan benar atau salah, dalam hal ini hewan tidak mempunyai daya kemampuan ini.

(4) Petunjuk agama dari Allah kepada manusia, yaitu petunjuk  keagamaan, suatu petunjuk yang akal dan perasaan tidak mampu mencapainya. Hidayah Allah ini ialah petunjuk untuk mencari kehidupan yang sempurna, bahagia yang hakiki, dunia akhirat. Hidayah ini disebut-sebut Allah dalam Al-Quran s90a10, z41a17, s6a90 atau surat Al-Fatihah s1a7.

ِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِ    ~Ar-Raghib dalam Mufradat (2h467) mencatat sedikit berbeda dari Al-Manar di atas, bahwa hidayah artinya ialah petujnjuk secara halusdan  hidayah itu ada 4 macam, yaitu:

(1)  Akal kecerdasan menunjuk Qs20a50.

(2) Petunjuk untuk mengikuti ajaran para nabi menunjuk  Qs21a73.

(3) Taufiq yang khusus untuk mereka yang memang mendapat hidayah Allah menunjuk s47a17,s10a9,s29a69,s19a76, s2a213.

(4) Petujuk di akhirat jalan surga menunjuk s47a5,s7a43,

Disisi lain diyakini bahwa manusia tidak mampu memberi hidayah kepada orang lain kecuali melalui do’a menunjuk Al-Quran s42a52;s32a24,s13a7, s28a56.

Hidayah itu dari Allah manusia tidak mampu mengubah iman seseorang dari musyrik atau kafir menjadi Islam, bahkan Rasulullah Saw sendiri tidak berdaya untuk mendesak Abu Thalib paman beliau sendiri.

Bukhari dalam Shahihnya no.3499 dan juga Muslim di dalam shahihnya no. 35 mencatat  bahwa ketika paman beliau Abu Thalib hampir meninggal, maka Rasulullah Saw menjenguk pamannya itu dan meminta terus-menerus agar supaya Abu Thalib mengucapkan “La ilaha illa Allah” beliau berjanji memohonkan maghfirah kepada pamannya itu. Akan tetapi Abu Thalib menolak maka turun Al-Quran  S.9 At-Taubat 113-114 bahwa Nabi dan orang  beriman dilarang memohonkan maghfirah untuk orang musyrik sedangkan Nabi Ibrahim setelahjelas ayahnya tidak mau beriman maka Nabi Ibrahim berlepas diri cuci tangan atas do’anya untuk ayahnya itu. Dan terkait dengan tolakan Abu Thalib mengucapkan Kaliamah Thayyibah ini  juga turun Al-Quran dan S.28 Al-Qashash 56, bahwa seseorang tidak dapat memaksakan kehendak untuk mengubah kepercayaan siapa saja  dari musyrik ke dalam Iman dan Islam.

Dari peristiwa  turunnya  Al-Quran s9a111  dan s28 a56 yang dicatat oleh Bukhari no.3499-Muslim 35 di atas ini  maka ternyata Islam sangat menghormati Hak Asasi Manusia (HAM)  khususnya hak memilih agama dan memilih agama itu harus dipikir dan usaha secara logis ilmiah, hal ini  disebut Allah dalam s2a256:

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (البقرة 256)

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”(S.2 Al-Baqarah 256).

Tetapi Allah juga menegaskan dalam Al-Quran S.2 Al-Baqarah 208 bahwa masuk Islam harus secara utuh tidak dicampur-campur dengan ajaran yang bukan ajaran Islam:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ( البقرة  208)

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”(S.2 Al-Baqarah 208).

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ(القصص 56)

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”(S.28

BAB  DUA

Islam Agama yang benar

Masalah ke-2:. Bagaimana tanda agama yang benar itu? Jawaban sementara : Agama yang benar ialah agama  Allah yang dibawa oleh Rasul utusan Allah.

A. Asal usul agama

Berbicara tentang asal usul agama maka Sayyid Quthub dalam tafsirnya (8h77) mencatat teori kaum orientalis bahwa  agama itu asalnya dari faham  dinamisme, kepercayaan serba-jiwa, bahwa semua yang ada di alam ini mempunyai roh. Lalu dari  faham ini berkembang kepada kepercayaan akan adanya  larangan yang dinamakan “Tabu“, kemudian berkembang  percaya kepada sihir, lalu berkembang menjadi penyembahan kepada banyak dewa berkembang dari faham banyak dewa  secara akhirnya secara logika menuju penyembahan kepada satu Dewa. Agama atau kepercayaan ini  kemudian dikelompokkan kedalam agama Ardhi artinya agama budaya sebagai hasil dari pemikiran akal manusia, lawannya ialah agama Samawi bahwa  agama asalnya dari Tuhan Allah.

Pakar ilmu antropologi mencatat bahwa bangsa Yunani bangsa Mesir, bangsa Arab Jahiliyah-pun juga meyakini bahwa pada awalnya mereka percaya kepada banyak dewa atau banyak berhala, tetapi kemudian berkembang bahwa mereka yakin  hanya ada satu dewa  atau  satu berhala yang paling besar.

Demikian itulah jika berangkat mencari asal usul agama melalui ilmu manusia. Padahal jika kita telusuri  lebih dalam lagi, maka manusia itu asalnya dari manusia pertama yaitu Adam atau maunsia itu asalnya dari tanah, tanah asalnya dari bumi, bumi asalnya dari satu titik singularitas yang meledak dalam Dentuman Hebat “The Big Bang”.

Menurut filsafat Ontologi dari Anselm(1109M) bahwa Tuhan itulah sesuatu yang tidak dapat dikalahkan dalam segala seginya oleh apa dan siapapun juga; menurut  filsafat  Kosmologi dari Aquinas (1274M) bahwa Tuhan itulah asal -segala sebab dan  menurut filsafat  Teleologi dari Matews W.R. bahwa  Tuhan itulah arsitek, perencana, pencipta, pengawas jalannya penciptaan dan proses seluruh alam semesta ini.

Dari filsafat Ontologi, Kosmologi dan Teleologi ini maka dapat diyakini bahwa agama itu asalnya dari Tuhan. Dan menurut ajaran Islam  Tuhan itulah yang menciptakan makhluq dan Tuhanlah yang membuat agama untuk seluruh makhluk. Agama dari Tuhan disampaikan kepada manusia melalui malaikat, nabi atau rasul berupa wahyu lalu dihimpun menjadi kitab suci. Sehingga menurut ajaran Islam asal usul agama itu ialah agama Tauhid ketuhanan yang Maha Esa atau monoteistis.  Allah berfirman dalam Al-Quran:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ ( ال عمران 19)

Artinya: “ Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”(S.3 Ali ‘Imran 19).

قُلْ ءَامَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ(84)وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ  (ال عمران 84- 85)

Artinya: “ Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”(S.3 Ali ‘Imran 84-85).

Tetapi   setan  senangnya ialah membujuk manusia untuk mengangkat manusia menjadi Tuhan atau membuat tuhan-tuhan selain Allah kemudian  tuhan buatan manusia ini  mereka jadikan sekutu Allah  disembah dan dipuja. Maka dari itu  para penyembah tuhan-tuhan buatan ini dinamakan musyrik artinya menyekutukan Tuhan atau menyembah banyak tuhan (politeistsme).

B. Pendapat para ulama

Para ulama membagi agama menjadi dua macam, yaitu agama Samawi bahwa agama itu dari Allah dan agama Ardhi bahwa agama buatan manusia.Agama dari Allah ialah agama Tauhid atau Monoteistis bahwa  Tuhan itu Maha Esa, sedangkan agama Ardhi atau agama buatan manusia bahwa Tuhan itu lebih dari satu atau politeistis bahasa Arabnya Syirk, orangnya dinamakan musyrik  menyembah banyak tuhan.

Agama buatan manusia menggambarkan sifat-sifat Tuhan disusun menurut akal mereka. Oleh karena itulah maka kaum musyrikin Arab Jahiliyah pada awal  kebangkitan Nabi Muhammad menjadi Rasul menggambarkan Tuhan  secara materialis-indrawi. Ibnu Jari>r dalam tafsirnya (2h551) mencatat riwayat hadis bahwa Ra>fi’ ibnu H}uraimalah meminta kepada Rasulullah Saw. untuk dapat berbicara langsung  dengan Allah. Maka Al-Qura>n S.2 Al-Baqarah 118 memberikan peringatan bahwa  orang-orang jaman dahulu juga mengucapkan  kata-kata seperti itu. Mereka menggambarkan Allah seperti manusia, jika Tuhan itu jauh mereka akan berdo’a dengan suara  keras,  jika dekat maka  mereka akan berdo’a dengan suara  lemah. Maka Allah lalu memberi peringatan melalui  Al-Qura>n S. 2Al-Baqarah 186 bahwa Allah itu dekat dan mengabulkan do’a.

Adapun perbedaan agama dari Allah dan ciri agama buatan manusia ada 6, yaitu sebagai berikut:

===============================================================

No. !          Agama Samawi  dari Allah               !                  Agama  Budaya

————————————————————————————————————

1.    ! Disiarkan oleh nabi atau rasul dari Allah   ! Tidak mempunyai nabi atau rasul

2.    ! Berpedoman kitab suci wahyu dari Allah   ! Tidak mempunyai kitab dari Allah

3    ! Sistem kehidupan mengikuti aturan Allah  !  Sistem kehidupan diatur oleh akal

4     ! Manusia tidak dapat mengubah agama      !  Agama ditetapkan oleh manusia

5     ! Agama tidak luntur karena kritik akal        !  Agama berubah sebab kritik akal

6     ! Konsep agama serba monoteistis                  !  Konsep agama bersifat politeistis-

Agama Samawi dari Allah khususnya agama Islam mempunyai 6 ciri, yaitu:

i. Disiarkan oleh nabi atau rasul utusan Tuhan termakrtub dalam Al-Quran S.2 Al-Baqarah 151.

ii. Mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi utusan Allah termaktub dalam Al-Quran S.42 Asy- Syura17  .

iii. Sistem kehidupan takluk dan mengarah kepada sistem dalam agama termaktub dalam Al-Quran S.17 Al-Isra` 81.

iv. Mentalitas penganutnya tidak dapat mengubah agama, tetapi agama mengubah mentalitas penganutnya termaktub dalam Al-Quran S.23 Al-Mu`minun 71.

v. Kebenaran prinsip agama tidak luntur oleh kritik akal karena ajaran agama tersebut tidak bertentangan dengan akal termaktub dalam Al-Quran S2 Al-Baqarah 147.

vi. Konsep agama serba monoteis,Tauhid,Esa termaktub dalam QS.112Al-Ikhlash 1-4).

Agama Islam adalah agama Samawi dengan nabinya Muhammad dan kitab sucinya ialah Al-Quran. Menurut pandangan Islam Agama Nasrani itu juga agama tauhid                                                                                                                                                                                                                         berasal dari Allah yang dibawa oleh Nabi ‘Isa dengan kitab sucinya Injil, tetapi dalam perkembangannya agama Nasrani ini mengalami erosi longsoran agama budaya, yaitu: Nabi Isa  diangkat menjadi Tuhan Anak, malaikat Jibril diangkat menjadi Tuhan Roh Kudus mempercayai Tuhan ada tiga (Tritunggal), Kitab Injil menampung  rembesan teori akal dari luar wahyu.

Kebenaran Islam yang tidak dapat dikalahkan oleh agama lain  ialah:

(1) Sifat Esa Allah.

(2) Keaslian&Akurasi dokumen Al-Quran.

(3) Tetap Hidupnya bahasa  Arab yang dipergunakan sebagai bahasa kitab suci Al-Quran.

(4)Proses  pembukuan hadis Muhammad Rasulullah Saw sebagai realisasi isi Al-Quran.

Ad 1 Sifat ESA  Allah

Sifat Maha Esa Allah dalam Islam adalah  Mutlak atas seluruh sifat Allah yang 20 dan 99 nama Allah dalam Asmaul Husna dan Allah itu Maha Suci dari rekayasa makhluk, Allah Maha Suci dari campur tangan oleh tuhan-tuhan buatan manusia termasuk malaikat, Yesus, Roh Kudus, Brahma, Wisnu, Syiwa, Budha Gotama, Kong Hu Chu, Amaterasu, Dewa-bathara, dewa-dewi, jin, syetan, demit, memedi, gendruwo, ilu-ilu, banaspati, wedon, wali kramat, dukun prewangan,   seluruhnya adalah makhluk ciptaan Allah. Allah berfirman dalam Al-Quran: s24a41, s59a 24; s59a1;s62a1; s64a1; s57a1;62a1 dan s17a44.

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا      ( الاسراء 44)

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun?(S.17 Al-Isra` 33).

Allah dalam Islam  itu mutlak berbeda dari makhluk bagaimanapun juga pangkat, jabatan, gelar-gelar buatan manusia, inilah sifat wajib no.3 Allah dari 20 sifat.

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (الشوري 11)

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”(S.42 Asy-Syura 11).

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(1)اللَّهُ الصَّمَدُ(2)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ(3)وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ(4)(الاخلاص 1-4)

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”(S.112 Al-Ikhlash 1-4).

@ Tafsir Al-Manar (3h213) menyatakan bahwa agama Nabi ‘Isa itu ialah Islam dalam arti menyerah diri  sepenuhnya kepada Allah,  menjunjung tinggi kepercayaan tauhid. Tetapi dalam perkembangannya ajaran tauhid ini mendapat perlawanan keras dari kelompok yang dikondisikan oleh kaisar Romawi Kostantin  sehingga pada tahun 325M  kelompok  Tauhid Arius bersama 1700 uskup atau patriar yang lain   dalam  konsili Nikea dikalahkan oleh kelompok 318 uskup/patriar yang mengangkat Nabi ‘Isa menjadi Tuhan Anak dan beratus-ratus versi kitab Injil ajaran Tauhid itu  dibakar, kemudian agama Nabi ‘Isa itu diubah menjadi agama  Kristen dan  berkembang dengan ajaran  Trinitas menyembah Allah Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus  sekarang ini.

Saksi Yehuwa suatu sekte dalam Agama Kristen, menyangkal gagasan tentang Trinitas (Tritunggal), sementara sekte Mormonisme, menyembah hanya satu tuhan tetapi terbuka terhadap keberadaan yang lainnya.

Ad 2. Keaslian, Akurasi  dan Otentisitas dokumen Al-Quran

Tafsir Ar-Razi (Juz X, h.151) mencatat bahwa kelebihan Al-Quran  yang mengalahkan kitab suci yang lain ada 3 hal, yaitu: (1)Tidak terkalahkan nilai sastra Arabnya; (2) Dia membawa berita gaib yang terbukti nyata; (3)Al-Quran isinya tidak mengandung pertentangan.         Terhadap ketiga hal ini Al-Quran S28a49; S17a88; S11a13; S2a23 sudah menawarkan kepada orang kafir untuk mengalahkanya dan ternyata sampai sekarang tidak ada manusia yang mampu mengalahkan Al-Quran.

Dapat ditambahkan di sini dua sifat mukjizat Al-Quran, yaitu:   Bunyi  dan catatan ayat-ayat Al-Quran itu dihafalkan oleh milyaran kaum muslimin sejak pertama kali turun 10 Agustus 610 M sampai sekarang dan selama-lamanya, karena termasuk bacaan wajib dalam setiap rakaat semua  shalat manapun juga.

Karena cintanya kepada Al-Quran maka para ulama sudah mencatat angka-angka jumlah juz=30, surat=114, ayat=6236, kalimat=77.943 buah kalimat,  bahkan jumlah huruf Al-Quran seluruhnya ada 325.245 buah, yang paling banyak ialah huruf alif, yaitu 48.772, yang paling sedikit ialah huruf Zha` yaitu 842 huruf.  Seluruhnya masih utuh, sekarang tulisan dan bunyinya sudah disimpan dalam Compac Disk-CD-DVD, computer, internet, otentik, logis ilmiah, orisinil asli selama-lamanya serta dapat disaksikan dalam computer atau dari internet, kapan saja dimanapun juga. Selurhnya asli dari Allah melalui malaikat Jibril, ditulis para sahabat sejak awal sekali, dibukukan oleh Abu Bakar, Usman dan tabi’in. tabi’it tabi’im generasi demi generasi dari tg. 17 Ramadlan tahun ke-I

Bi’tsah 13 Sebelum Hijrah atau  6Agustus 610 M.

Jumlah  huruf isi Al-Quran=325.345 huruf

Alif = 48772h

Ba` =11 428h

Ta` = 3205h

Tsa` = 2404h

Jim=3422h

Ha` =   4130h

Kha` = 2505 h

Dal=5978h

Dzal =4930h

Ra` = 12246h

Zay =   1680h

Sin =  5996h

Syin = 2115h

Shad = 2037h

Dhat=1682h

Tha` = 1274h

Zha`=    842h

Ain = 9417h

Ghain =1217h

Fa=  8419h

Qaf =  6613h

Kaf =10552h

Lam =33520h

Mim= 26955h

Nun=45190h      

Wawu =2586h  

Ha`= 1670h       

LamAlif=1970h

Ya` = 4919h

——————

——————-

——————–

Tidak hanya ditulis bahkan Al-Quran lebih banyak dihafal, sebagian atau seluruhnya. As-Suyuthi mencatat dalam Al-Itqan (1973I\50)    bahwa sahabat yang hafal Al-Quran yang gugur-mati syahid dalam pertempuran di  Bi`ru Ma’unah saja ada70  orang. Muhammad Ali ash-Shabuni dalam At-Tibyan (1980:47)   mencatat bahwa para sahabat yang hafal Al-Quran yang gugur mati syahid  di dalam pertempuran di Yamamah dan Bi`ru Ma’unah jumlahnya 140 orang sahabat.

Sekarang negara-negara Islam mempunyai Al-Quran Pusaka yang sangat besar, demikian juga Pemerintah Indonesia mempunyai Al-Quran Pusaka yang berukuran 2 x l meter yang permulaannya ditulis oleh Presiden  Ir. Soekarno dan wakil Presiden RI. Drs. Moh.Hatta. Ditulis pertama kali pada tanggal 17 Ramadlan 1369H bertepatan dengan  tanggal 23 Juni 1948 dan selesai sekaligus diresmikan pada tanggal  17 Ramadlan 1376H. Allahu Akbar!!! Subhanallah!!! mulai dari huruf, tulisan, bunyi, lagu, isi kandungan makna Al-Quran itu seluruhnya terjaga tersimpan betul-betul sangat ketat, jauh dan suci dari perbuatan tangan-tangan kotor,  memang  Allah sendiri yang menjaganya, Allah telah  befirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ (الحجر9)

Artinya: “ Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (S 15 Al-Hijr 9) .

Sastra Arab dari Al-Quran mempunyai nilai yang memang sangat tinggi, jalinan prosa dan puisi sekaligus diselingi filsafat yang sangat dalam telah mendapat pujian dari Masignon seorang filosuf Prancis. Masignon seperti yang dikutip oleh Yusuf Musa dalam Al-Quran wal Falsafah (1966:4) dia  berkata (terjemahnya) sebagai berikut:

Al-Quran itu jauh berbeda dengan syair dan qashidah, yaitu bahwa Al-Quran mengemukakan  qashidah sekaligus filsafat dan berbagai metode pembuktian Ilmu Filsafat”.

‘Ulumul Quran menjamin kebenaran Al-Quran

‘Ulumul Quran ialah ilmu-ilmu yang terkait dengan Al-Quran; As-Suyuthi dalam Al-Itqan (1973:I\7) mencatat 80 macam ilmu ini dan jika diurai lagi bisa menjadi 300 cabang disiplin ilmu. TM.Hasbi mengambil 16 pokok ilmu ini, intinya ialah ilmu yang menjaga kebenaran Al-Quran dengan sangat ketat sekali mencakup hal-hal berikut:

a) Jumlah isi Al-Quran, hurufnya, kata-kata, kalimat, ayat, surat.

b) Cara membaca  dengan makhraj yang fasih dan yang dibenarkan.

c) Arti kata, kalimat, maksud ungkapannya, skala prioritas cara memilih arti yang paling jelas sampai yang paling tersembunyi.

d) Data kronologis turunnya ayat, materi ayat yang turun, detik-detik turunnya, tempat, situasi dan kondisi, siapa-siapa terlibat dalam peristiwa turunnya, relevansi-keterkaitan antar kalimat, ayat dan surat.

e) Skala prioritas sumber hukum, metode penelitian dalil hukum (Istidlal).

f) Metode pengujian riwayat penafsiran, fungsi dan peringkat kedudukan riwayat penafsiran terhadap ayat, hikmah rahasia, semua peristiwa yang terkait dan seluruh masalah yang sangat rumit dan jeli sekali berkaitan dengan  Al-Quran.

Seluruh ilmu-ilmu yang terkait dengan Al-Quran ini sudah ditulis lengkap sekali, dimulai sejak jaman-jaman pembukuan Al-Quran di masa khalifah Usman (25H=646M), makin lama makin teliti makin jeli. Semua ilmu-ilmu tersebut pada awalnya disusun dengan menggunakan sistem ilmu hadis, yaitu penelitian atas  data dari sumber primer dan sumber  skunder, sampai setiap penyambung dan perantara dari sumber primer, dari guru kepada murid, muridnya lagi, muridnya lagi dan semua yang terlibat dalam estafet jalannya berita (data) itu telah diteliti oleh ulama ahli hadis Bukhari, Muslim, Turmudzi, Nasai,Abu Dawud, Ibnu Majah,  sangat cermat sekali. Semua itu telah dibukukan dan dirangkum oleh para ulama dalam kitab-kitab ‘Ulumul Quran oleh As-Suyuthi, Az-Zarkasyi, Az-Zarqani, Al-Qaththan, Shubhi Shalih dan lain-lain.

Jika kemudian muncul suatu kitab yang dimaksudkan untuk meniru Al-Quran, seperti The True Furqan di atas, maka dia  harus diuji melalui ilmu-ilmu  dari ‘Ulumul Quran dengan  80 sampai 300 macam cabang disiplin ilmu tersebut di atas bagaimana ukuran  syarat nilai itu.

Oleh karena itu  Dr.A.Shorrosh, penulis Quran palsu itu harus menulis 80-300 cabang disiplin ilmu persis seperti 80-300 cabang ‘Ulumul Quran, untuk membuktikan dan menunjukkan data riwayat hadis yang shahih berkaitan dengan turunnya 77 surat dari The True Furqan karangan DR. A.Shorosh itu, bagaimana turunnya, waktunya kapan, tempatnya di mana, siapa yang menyaksikan, siapa yang terlibat, bagaimana situasi dan kondisi saat itu, arti kata, ayat, kalimat, prioritas pemilihan makna, metode pengujian dalil, relevansi tafsir antar ayat dan surat dan semua rincian  ilmu-ilmu dari ‘Ulumul Quran yang telah dibukukan oleh para ulama yang telah dicetak dan diterbitkan serta  tersimpan dalam  CD-DVD, computer, internet atau di dalam gedung-gedung perpustakaan besar di seluruh dunia.

Sifat universal Al-Quran

Selain dapat diteliti dari terjaganya dokumem arsip Al-Quran, bahasanya yang tetap hidup dapat difahami setiap jaman  maka  Al-Quran isi ajarannya menampung apa yang disebut kebutuhan hidup secara universal (Human needs), tidak bertentangan dengan perkembangan pikiran dan peradaban umat manusia (Hak Asasi Manusia).

Syathibi dalam kitabnya  Al-Muwafaqat (tth:II\10)   senada dengan pendapat Muhammad Abu Zahrah dalam kitabnya Ushulul Fiqh (tth:289)  dan memperhatikan Al-Quran Qs21 Al-Anbiya` 107, S.29 al-‘Ankabut 45, S.4 An-Nisa` 135, S.5 Al-Maidah 38, menyatakan bahwa Al-Quran telah memberikan dasar-dasar hak-kebutuhan manusia secara universal :

(1)Hak untuk menyembah kepada Tuhan.

(2)Hak untuk menjaga kelangsungan hidup.

(3)Hak atas kesehatan  dan pengembangan akal.

(4)Hak untuk pengembangan jenis.

(5) Hak pemilikan atas harta

Menghargai akal dan mendorong kemajuan IPTEK

Ayat-ayat Al-Quran atau lafal dan kalimatnya dapat dibagi dua, yaitu Muhkam, Mutasyabih.

a) Muhkam, ialah  suatu lafal atau ayat yang mempunyai arti yang gampang difaham, sangat jelas dan tegas sekali, bahkan tidak bisa diartikan lain, contohnya ialah S.42 Asy-Syura` 11, S.112Al-Ikhlash1-4.

b) Mutasyabih, ialah suatu lafal atau ayat yang mengandung arti lebih dari satu makna dan sangat sulit menetapkan makna yang dikehendaki. ContohnyaS 2 Al-Baqarah 228, S 89 Al- Fajri 22. Ternyata bagian yang Mutasyabih ini jumlahnya terlalu banyak berlipat ganda dibanding  yang Muhkam.

‘Abdul Wahhab Khallaf  dalam Ushulul Fiqh-nya (1956:35) menghitung bahwa ayat yang dispekulasikan sebagai Muhkam diperkirakan hanyalah 8% atau kira-kira 500 ayat saja, sisanya 92 % kira-kira 5736  ayat adalah Mutasyabih. Dari jumlah ini  dapat disimpulkan bahwa Al-Quran itu menyuruh manusia untuk berpikir seribu kali. Dari dasar itu pulalah  maka di sini dapat ditarik hikmah rahasia  bahwa Al-Quran itu mendorong manusia ke kemajuan berpikir dan Al-Quran itu sesuai dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi (IPTEK). Faktor inilah yang membuktikan bahwa Al-Quran itu bersifat universal, berlaku sepanjang jaman dan tempat.

Berkaitan dengan ayat-ayat yang Mutasyabih yang sukar dimengerti  maknanya bahkan menjadi hidangan pemikiran akal filosuf tersebut mengandung hikmah yang tersembunyi, maka Yusuf Musa mencatat pernyataan Ar-Razi   bahwa hikmah rahasia mengapa Al-Quran mengandung bagian yang bersifat Muhkam dan bagian yang bersifat Mutasyabih disana, sebabnya  ialah bahwa Al-Quran itu menyuruh manusia untuk mengasah otak dan mendorong manusia berlomba mencari kebenaran. Muhammad ‘Abduh menambahkan bahwa  banyaknya ayat-ayat yang bersifat Mutasyabih ini akan memberikan ketenangan hati kaum yang berpikir sederhana sekaligus menggugah akal pemikiran kaum cerdik cendekia dan para filosuf untuk menggali isi dan  kandungan makna Al-Quran.

Harun Nasution dalam salah satu makalahnya menyatakan bahwa dengan banyaknya  jumlah ayat yang Mutasyabih berlipat ganda dibanding ayat yang Muhkam,  sementara yang Muhkam identik  dengan mutlak,  sedang yang mutasyabih identik  dengan relatif, maka  di sana tersimpan hikmah rahasia yang sangat idial, yaitu:

(1) Jika Al-Quran itu terlalu banyak ayat-ayat yang bersifat Muhkam, keras dan mutlak, maka dampak akibatnya ialah bahwa Al-Quran dan agama Islam akan ditinggalkan oleh pemeluk-pemeluknya. Sebab segala masalah sudah dibatasi sangat ketat, tidak boleh berpikir tidak boleh mengemukakan pendapat pemikiran akal.

(2)Jika Al-Quran itu  di dalamnya demikian banyak ayat-ayat yang bersifat Mutasyabih, maka akan  memberi peluang alternatif yang  menggerakkan semangat kemajuan berpikir sehingga penganut agama Islam akan merasa kerasan bahkan lebih mantap untuk tetap menganut  agama Islam ini dengan Al-Quran sebagai kitab sucinya itu. Memang Al-Quran itu  tidak memuat  suatu keraguan sama sekali.

Sifat dinamis, elastis, filosofis Al-Quran

Isi Al-Quran mudah diterima oleh akal yang sederhana sekaligus merupakan bahan pemikiran akal filosof terutama bagian yang Mutasyabih, yaitu. Suatu lafal atau ayat yang mengandung arti lebih dari satu makna dan sangat sulit mencari makna yang dikehendaki. Contohnya ialah ayat berikut:

وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا (الفجر22)

Artinya: ”Dan datanglah Tuhanmu, sedang malaikat berbaris bersap-sap” (S 89 Al- Fajri 22)

Redaksi  ayat 22 Al-Fajri begitu mudah diterima oleh mereka yang berpikir  primitip-sederhana, yaitu dengan bayangan arti sebagai berikut: Konon dalam suatu upacara kebesaran suatu unit makhluk Tuhan, salah satu susunan acara dalam  upacara mereka  adalah acara  berikut:

“Tuan Inspektur datang, maka seluruh barisan   disiapkan, siaaaaaap grak”!!!

Metode pemahaman atas ayat atau kalimat yang sulit difaham

Al-Quran  tidak mengandung pertentangan antar  kata, ayat atau nash di dalamnya dan  jika di sana terdapat nash yang terasa musykil sulit difaham lalu diduga sebagai bertentangan, maka metode pemahamannya ada dua teori: Tarjih dan Ta’wil:

(a)  Tarjih, yang jelas mengalahkan yang tidak jelas

Abu Zahrah dalam Ushul-Fiqh (tth:90) menjelaskan  bahwa nash yang kurang jelas harus tunduk kepada nash yang mudah dan lebih jelas. Nash itu dikatakan jelas jika orang awam mengerti maknanya dan menurut Abu Zahrah ada 8 tingkat yang paling jelas sampai yang sangat tersembunyi maknanya, yaitu:

(1) Al-Muhkam ialah suatu  nash yang  mempunyai satu-satunya arti yang mudah difaham,  jelas sekali, sangat tegas dan tidak bisa diartikan lain.

(2) Al-Mufassar ialah suatu  nash yang menunjuk makna langsung dari jalinan kata-katanya tanpa Ta’wil atau Tafsir walaupun bisa terkena nasakh.

(3)An-Nash ialah suatu lafal yang memberi makna secara langsung yang timbul dari bentuk dan jalinan kata-katanya, namun dimungkinkan adanya Ta’wil dan Nasakh terhadap lafal ini.

(4).Azh-Zhahir ialah  suatu lafal yang sekilas  memberi arti langsung  dari  kata-kata itu sendiri, tanpa adanya klausul dari luar yang menambah atau memperjelas

(5)Al-Khafiyyu merupakan lawan istilah Zhahir, yaitu suatu dalil yang kabur dan tidak jelas maknanya.

(6) Al-Musykilu yaitu lafal yang tidak jelas artinya disebabkan karena mempunyai makna lebih dari satu, sehingga memerlukan klausul penjelasan arti mana yang dikehendakinya.

(7) Al-Mujmal yaitu suatu lafal yang maknanya sangat luas mencakup apa saja, sehingga dia memerlukan  rincian yang menunjukkan kepada arti bagiannya yang dimaksud.

(8)Al-Mutasyabih yaitu suatu lafal yang arti maksudnya tersembunyi sangat rahasia,  sulit sekali untuk menelusuri  maksud yang dikehendakinya.

(b) Ta’wil, yang tersirat berhadapan dengan  yang tersurat

Disarikan dari Az-Zarkasyi dalam Al-Burhan (1988: ii\162) maka yang disebut Ta’wil terhadap Al-Quran adalah suatu metode pendekatan kepada Al-Quran yang sulit difaham dengan mengambil makna dari Al-Quran yang tersirat,  bukan yang tersurat-leterlijk  asal jika  ada dalil yang sangat kuat.

M.M.Syarif dalam History of Muslim Philosophy (1963:ii\546) mengutip pendapat Ibnu Rusyd, bahwa yang berhak melakukan Ta`wil hanyalah kaum filosuf bukan ulama fiqh  dan  hasil Ta’wil boleh diberikan hanya kepada kaum filosuf saja tidak boleh diberikan kepada orang awam, lagi pula nash yang di-Ta`wil memang bagian yang boleh di-Ta’wil.

@ Ilmu Ta`wil ini tidak mungkin diterapkan kepada kitab selain Al-Quran, sebab bunyi asli kitab-kitab itu bukan dari wahyu Allah tetapi terjemahan, kata-kalimatnya buatan manusia. Ta`wil hanya diterapkan kepada bunyi asli wahyu dari  Allah.

Memang Al-Quran itu  tidak memuat  suatu keraguan sama sekali. Allah berfirman dalam Al-Quran:

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ(  البقرة 2 )

Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”(S.2 Al-Baqarah 2)

3) Tetap hidupnya  Bahasa Arab sebagai bahasa Kitab Suci

Al-Quran melalui bahasa Arab ternyata telah lolos dari ujian revolusi dan evolusi perkembangan bahasa selama ribuan tahun. Al-Quran sejak diturunkan tgl. 6 Agustus tahun 610 M sampai sekarang masih segar dapat difahami isinya, bahkan  tata bahasa atau gramatika bahasa Arab sendiri  mengacu dan merujuk kepada sastra Arab Al-Quran sebagai bahasa standar yang benar dan yang paling ideal. Potensi ini sama sekali tidak dapat ditiru oleh bahasa-bahasa yang dipergunakan oleh kitab suci yang lain. Sekarang ini mungkin sudah tidak ada orang yang mampu membaca dan memahami Kitab Taurat berbahasa Ibrani Purba dan Kitab Injil berbahasa Ibrani Baru, bahasa Mesir Kuno, bahasa Sangsekerta Kuno, bahasa Jowo Kuno dan bahasa-bahasa yang lain yang sudah mati, yang sudah lenyap.

Lebih  dari itu bahwa Al-Quran itu  harus  berbahasa Arab, jika ada yang mirip-mirip dengan kitab ini yang tidak menggunakan bahasa Arab bukanlah Al-Quran, mungkin terjemah mungkin tafsirnya. Bahasa Arab Al-Quran itu adalah bahasa  Arab masa Jahiliyah ratusan tahun sebelum Muhammad Rasulullah dibangkitkan menjadi nabi. Ternyata bahasa Arab Al-Quran itu sampai sekarang masih segar dapat dibaca mudah difahami menjadi bahasa yang Insya Allah  hidup sampai Hari Kiamat. Berbeda sekali dengan bahasa-bahasa Kitab suci agama selain Islam, bahasa yang dipergunakan oleh kitab suci agama di luar Islam itu adalah bahasa jaman purba yang sudah mati, tidak bisa dibaca lagi.

Prof.DR. Hamka pada tahun 1952 melihat sendiri dengan mata kepala hasil kerja panitya penterjemah Kitab Bibel bahasa Inggris jamannya King James 1612M diterjemah k e dalam bahasa Inggris th 1852, disamping kitab-kitab Bibel yang berusia 200-600 tahun bahkan 800 tahun yang bahasanya sudah kuno tidak dapat difahami lagi, Penterjemahannya dilakukan dengan steman suara, jika dijumpai kemusykilan, maka  jumlah suara yang banyak dinyatakan menang, biar salah-pun jadilah dianggap suci, tidak ambil pusing. Kepada buku Pelajaran Agama Islam tulisan Hamka (1961,h.164) ini dapat ditambahkan bahwa  dampak akibat wafatnya suatu bahasa kitab suci, maka jika dibuat kamus bahkan Encycolpedinya, maka kamus/ensiklopedi  ini harus dirombak total  diselaraskan dengan bahasa dari bahasa yang sudah mati ke dalam bahasa yang masih hidup.

Ad 4  Proses Pembukuan hadis Rasulullah Saw

Prses dan hasil  pembukuan hadis Rasulullah Saw otentik, logis  ilmiah seperti terurai dalam bab ketiga berikut.

BAB  TIGA

Hadis  itu otentik-ilmiah

Masalah ke-3: Apa kelebihan  Rasulullah Muhammad  dibanding dengan rasul atau nabi  yang lain? Jawaban sementara: Rasulullah Muhammad  itu mempunyai  kelebihan pada kitab  Al-Quran yang dibawanya dan hadis catatan riwayat hidup yang otentik sangat lengkap sekali.

Mengenai bukti otentik dokumen Al-Qura>n sudah terurai di bab di atas, maka sekarang kita pelajari masalah otentisitas, sifat ilmiah pembukuan hadis Nabi Muhammad Saw sebagai rasul utusan Allah.

Allah itu Mutlak Maha maka untuk memperjelas pemahaman kita bagaimana Allah berkata kepada kita semua  manusia, maka Allah  memberitahukan kehendak-Nya  itu dengan mengutus malaikat untuk mengantarkan firman Allah itu  dalam hal ini Al-Quran melalui wahyu  Al-Quran diantarkan oleh malaikat Jibril kepada manusia yang diangkat Allah menjadi rasu,                     kemudian rasul dalam hal ini Nabi Muhammad Rasulullah mengajarkan Al-Quran  itu kepada umat beliau, yaitu masyarakat Arab pada waktu itu ialah para sahabat. Para sahabat menerima, menghafalkan, menulis wahyu Al-Quran itu ke dalam alat tulis menulis mereka, kemudian para sahabat menyebarkan firman Allah itu seluas-luasnya kepada semua orang.

  1. 1. Umat Islam wajib  tunduk taat kepada Rasul

Allah sudah menegaskan di dalam Al-Quran supaya umat Islam tunduk taat, mengikuti Rasul utusan Allah, termaktub di dalam Al-Quran dalam surat dan ayat di bawah ini.

Al-Quran tidak dapat dipisahkan dari hadis dan hadis tidak dapat dipisahkan dari Al-Quran sebagimana ditegaskan oleh  Rasulullah  Saw  dalam sabda beliau berikut:

عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ أَلَا إِنِّي أُوتِيتُ الْكِتَابَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ (رواه ابو داود 3988 والترمذي 2588)

“Dari Alm-Miqdam bin Ma’di Karib bahwa Rasulullah Saw bersabda: ” Hai sungguh aku diberi Al-Kitab (Al-Quran) dan kitab yang menyertainya” (HR Abu Dawud no.3988 dan Turmudzi no.2588). Yang beliau maksud  ialah dokumen Hadis.

  1. 2. Rasulullah itu bagaikan Al-Quran berjalan

Nabi Muhammad adalah Rasul utusan Allah be;iau sudah mendapat tugas dari Allah untuk membimbing manusia mengikuti hidayah Allah. Tugas itu ditegaskan Allah dalam Al-Quran ayat  dan umat Islam wajib tunduk taat kepada Rasul sebagaimana firman Allah berikut:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا( النساء 59 )

Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”(S.4 An-Nisa` 59) . Ayat yang senada ialah:  s4a59,  s4a80;  s3a31,32;  s24a52, s3a32;  s49a14, S4a13,s4a69,  s33a71,s48a17,    s5a92, s8a1,  s8a46, s24a54, s47a33;   s64a12.

Semangat para sahabat untuk tunduk taat meniru ajaran Rasulullah Muhammad  memang sangat tinggi, antara lain tergambar dalam Al-Quran dan hadis berikut:

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ(4)(القلم4)

Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”(S.68 Al-Qalam4).

Para ulama tafsir mengaitkan Al0Quran  s68a1-4 itu dengan hadis berikut:

عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامِ بْنِ عَامِرٍ قَالَ أَتَيْتُ عَائِشَةَ فَقُلْتُ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ أَخْبِرِينِي بِخُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَا تَقْرَأُ الْقُرْآنَ قَوْلَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ( وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ ) (رواه احمد 23460)

“Dari Sa’id bin Hisyam bin ‘Amir  dia bertanya kepada ‘Aisyah katanya: “Wahai Ummul Mu`minin beritahukan padaku tentang budipekerti Rasulullah Saw ” ‘Aisyah  menjawab: “Budi pekerti Rasulullah Saw itu ialah Al-Quran. Silahkan membaca firman Allah Qs68a4:” Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”(HR. Ahmad no.23460) Tafsir Addurrul Mantsur (10h662) mencatat hadis ini dishahihkan oleh Al-Hakim.

Para sahabat yang secara langsung menyaksikan sendiri kehidupan Rasulullah Saw sehari-hari, karena kagum kepada kepribadian beliau yang mereka terima seperti guru, kekasih, sahabat, sebagai Nabi yang dijamin Allah sendiri di dalam Al-Quran s68a4 maupun hadis ‘Aisyah Riwayat Ahmad no.23460  itu maka para sahabat sangat cinta penuh hormat, sehingga seluruh gerak-gerik, ucapan dan sikap Rasulullah
Saw itu menjadi perhatian para sahabat sangat serius. Namun karena
kesibukan dan berbagai macam kegiatan sehari-hari,  masing-masing  sahabat itu tidak sama  maka kesempatan untuk menyertai Rasulullah Saw. oleh para sahabat itupun juga tidak sama. Ini dapat kita lihat dari catatan hafalan hadis dan rawi yang menjadi  sumber  pertama pembawa berita tentang pribadi Rasul Saw.  yang dicatat oleh Muh}}}ammad Abu> Zahwi dalam Al-H}adi>ts wal Muh}additsu>n (1964 h.132 )  yaitu sebagai berikut:

No

Nama Sahabat

TahunWafat

Hadis dari dia

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Abu>>> Hurairah

A>>>isyah

’Abdulla>>h ibnu ‘Abba>s

Abdulla>>h ibnu ‘Umar

Ja>>bir ibnu ‘Abdilla>h

Anas ibnu Ma>>>lik

Abu> Sa’i>d al Khu>driyy

57 H

57 H

68 H

73 H

78 H

73 H

74 H

5374 hadis

2210 hadis

1660 hadis

1630 hadis

1540 hadis

1286 hadis

1170 hadis

Perhatian para sahabat terhadap peri hidup Rasulullah Saw ini diwarisi  oleh  tabi’in dan juga oleh tabi’it tabi’in serta lapisan periode demi periode umat Islam.

Tetapi dalam perkembangan sejarah karena pengaruh gerakan politik dan nafsu-nafsu orang-orang tertentu maka muncullah kelompok yang  melecehkan hadis bahkan ada yang berani membuat hadis palsu terutama orang-orang  Zindiq. Mereka ini sengaja menyebarkan hadis-hadis Dha’i>f atau palsu kepada orang-urang yang kurang hati-hati.

Melihat gejala-gejala yang demikian itu maka bangkitlah para ulama, pemerhati hadis untuk melakukan pembersihan hadis dari unsur-unsur yang mengotorinya, kemudian disusunlah suatu disiplin ilmu untuk maksud ini, yaitu yang disebut dengan Ilmu Mushthalah}}ul H}adi>ts.

Prof. TM Hasbi  dalam Sejarah&Pengantar Ilmu Hadis (tth:36) mengutip daftar ulama peneliti hadis ini, yaitu:Ibnu Juraij (150H), IBNU ishaq (151H), Arrabi’ bin Shabih (160H), Husyaim al Wasithi (199H), Ma’mar al Azdi (153H), Jarir adh Dhabbi (188H) Ibnul Mubarak (191H)

Hasil penelitian mereka ini diwariskan kepada generasi berikutnya, yaitu: Imam Malik (179H), Asy-Syafi’I (204H), Ash-Shan’ani (160H), Syu’bah (`160H) , Sufyan bin ‘Uyainah (180K), Al-Laits bin Sa’ad (175H), Auza’i (157H), Al-Humaidi (219H).  Hasil penelitian para ulama periode Imam Syafi’i                                                                                                                                                                                      ini lalu  diperdalam, dipertajam  lebih jeli lebih teliti (nJlimet banget) bahkan disaring sangat ketat sekali, dipilih dipilah yang paling shahih sampai yang paling lemah karena buatan rekayasa (Maudhu’) kemudian oleh  generasi ini mereka bukukan dalam kompilasi yang sangat baik teratur sistematis, yaitu oleh ulama vesar berikut:

—————————————-o————————————

No! Peneliti Hadis ! Th.Wafat   ! Jumlah hadis

—-!———————!  ————–!——————

1   ! Bukha>>ri> ! 256H=869M!  7.562 buah    !

2   ! Muslim            !261H=874M!   3.033 buah    !

3   ! Turmudzi>> ! 279H=892M!   3.956 buah   !

4.  ! Nasa>>i> !303H=915M!    5.758 buah   !

5   ! Abu>> Da>wu>d !275H=888M!    5.274 buah   !

6.  ! Ibnu Ma>>jah !273H=886M!    4.341 buah   !

7   ! Ah}}mad !241H=854M!  27.100 buah   !

8   ! Ma>>lik b.Anas  ! 179H=795M!    1.891 buah   !

9   ! Da>rimi> ! 181H=799M!    3.503 buah   !

Hadis-hadis tersebut di atas merupakan hasil saringan dari ratusan ribu hadis,misalnya:

~ Bukha>ri> sendiri mengambil dari hafalannya yang berjumlah 60.000 hadis shah}ih dan 200.000 hadis Dha’i>f setelah melalui wawancara atau pertemuan beliau dengan  sejumlah rijalul H}adi>ts tidak kurang dari 90.000 orang yang terkait dengan pelaku estafet beri-terima data  hadis yang ditelitinya.  Setelah disaring maka tinggal 7.562 hadis yang ditulis dalam kitab shahihnya. Suatu amal yang luar biasa tidak mungkin dilakukan oleh peneliti manapun di dunia, dalam halaman pertama kitabnya Bukhari menulis:

مَا كَتَبْتُ فِيْ كِتَابِ الصَّحِيْحِ حَدِيْثًا اِلَّا اغْتَسَلْتُ قَبْلَ  ذَلِكَ وَصَلَّيْتُ ركْعتتَيْنِ ( الخطيب في اصول الحديث 1975ص310)

“Sungguh aku tidak lain kecuali wudhu lalu shalat 2 rakaat sebelum menulis suatu hadis dakam  kitab Shahih itu” (Al-Khathi>bUshu>lul Hadi>ts l975, h.310).

~ Muslim berhasil menyaring dari 300.000 hadis tinggal 6000 hadis dan dipilih dipilah menjadi 3.033 yang ditulis dalam kitab Shahih-nya. Demikian juga Imam Turmudzi, Nasa`i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, Malik dan  para ulama hadis lainnya.

Bersamaan dengan ikhtiar penelitian hadis ini tumbuh ditulis kitab-kitab oleh para ulama hadis alat pengukur yang memenuhi standar kebenaran Ilmu Metodolgi Riset dalam Ilmu Hadis dan gerakan ini berkembang sampai bercabang cabang dan ranting disiplin Ilmu Hadis, makin teliti, bertambah jeli, lebih tajam analisanya, njlimet banget dengan tujuan untuk mencari kebenaran hadis yang paling tinggi sampai yang paling rendah nilainya bahkan yang palsu sekali. Dengan Ilmu H}adi>ts ini maka seluruh materi hadis diteliti dengan sangat ketat sekali sehingga para ulama hadis berhasil membukukan sejumlah kitab hadis yang memuat teks hadis yang dipercaya sebagai hadis Nabi Saw. yang dapat dijadikan asas landasan syari’at Islam.

Prof.Hasbi dalam bukunya Sejarah&Pengantar Ilmu Hadis mencatat ringkasan ilmu-ilmu ini, yaitu:

1. Ilmu Rijalil Hadits: Sejarah riawayat hidup semua orang yang mempunyai andil dalam  menyebarkan hadis khususnya faktor yang menjadi ukuran shahih sampai yang menyebabkan tidak shahihnya hadis.

2. ‘Ilmul Jarhi wat-Ta’dil: Data-dan fakta yang menaikkan bobot shahih atau cacat yang menurunkan nilai hadis yang disampaikannya.

3. ‘Ilmu ‘Ilalil Hadits: Catatan tentang cacat-celanya materi hadis walaupun sangat tersembunyi yang  dapat menurunkan atau tertolaknya suatu hadis..

4. ‘Ilmu Gharibil Hadits: Arti kata dan kalimat yang jarang terdengar yang sulit dimengerti yang terdapat dalam materi suatu hadis.

5. ‘Ilmun Naiskhi wal Mansukh:   Catatan  tentang hadis yang lebih dulu dan  mana yang datang atau terjadi lebih akhir, sehingga yang belakang lebi kuat dari yang lebih awal.

6.‘Ilmu Talfiqil Hadits: Ilmu tentang metode atau cara mengkompromikan atau cara memahami, mana yang dipilih dengan cara Takhshishul ‘am, taqyidul mutlaq.

7. ‘Ilmot Tashhif wat-Tahrifil HaditsIlmu tentang pemecahan dan memilih lafal atau nama yang jumbuh, terbalik bunyi atau huruf dalam suatu hadis.

8. Ilmu Asbabi wurudil Hadfits: tentang sejarah, latar belakang, situasi&kondisi saa‘Ilmu t  terjadinya suatu hadis.

9. ‘Ilmu Musthalahi Ahluil Hadits: Ilmu tentang istilah, kata-kata, gelar yang dibuat  ulama hadis untuk member tanda atau member ketegasan makna.

@  Metode penelitian hadis

Hadis adalah catatan seluruh keadaan Rasulullah Saw. yang berasal dari parkataan, perbuatan dan sikap beliau. Hadis ini mencakup  semua data dan fakta apa yang diatas-namakan Rasulullah Saw. baik  sesuatu yang dilaksanakan oleh beliau hanya satu kali saja, yang disaksikan  hanya oleh satu orang sampai semua apa yang diamalkan oleh beliau terus-menerus dan disaksikan oleh sahabat yang jumlahnya terlalu banyak. Dispekulasikan bahwa seluruh hadis tersebut sudah diteliti dengan seksama, sangat jeli sampai  kemusykilan yang paling rumit, semua sudah dihimpun, sudah dianalisa, sudah dipecahkan dengan tuntas serta ditulis dalam kitab-kitab hadis maupun kitab-kitab Ilmu Hadis. Cara  memilih mana yang didahulukan mana hadis yang dikalahkan dan  dalam kaitannya dengan  bab-bab disini, penelitian  dilakukan sebagai berikut:

a.Meneliti jumlah  perawi sebagai sumber pertama  hadis

Hadis yang  lebih banyak sumber pertama atau saksi yang mendukung riwayat hadis itu didahulukan mengalahkan  yang sedikit sumber  hadis itu, yaitu:

1).Mutawa>>>>tir , yaitu hadis yang sumber pertamanya berjumlah  banyak sekali,  sehingga kebenarannya benar-benar sangat meyakinkan secara maksimal.

2).Masyhu>>>r , yaitu hadis yang sumber pertamanya banyak namun jumlahnya kurang sedikit dari hadis yang Mutawa>>>>>tir di atas

3)Mustafidh, yaitu hadis yang sumber pertamanya tiga orang atau  ada dua saksinya.

4)’Azi>>>>z, yaitu hadis yang sumber pertamanya berjumlah dua orang atau saksinya hanya satu orang.

5). Fard atau Ghari>>>b, yaitu hadis yang sumber pertamanya hanya satu orang saja tidak ada saksinya.

Dari uraian diatas, maka dapat difaham bahwa sumber yang hanya satu orang dikalahkan oleh sumber yang dua orang, yang dua orang dikalahkan oleh sumber yang tiga orang, bertingkat-tingkat terus. Maka hadis Fard atau Ghari>>b dikalahkan oleh hadis ‘Azi>>>>z, yang ‘Azi>z dikalahkan oleh hadis Mustafidl dan yang Mustafidl dikalahkan oleh hadis Masyhu>>>r dan yang tidak dapat dikalahkan ialah hadis Mutawa>>>tir.

b. Nilai pribadi dan proses penyebaran hadis

Diperhatikan dari sisi nilai kebenarannya, tertib urutan dan  proses penyebarannya, maka   nilai hadis itu dibagi  sebagai berikut:

1). Shah}i>>h}

Hadis Shah}}i>>>h} ialah suatu hadis yang memenuhi 5 syarat, bersambung-sambung sanad-nya kepada Nabi Saw., tidak bertentangan dengan hadis yang lebih kuat, bersih dari cacat, semua perawinya terpuji atau adil, kuat ingatannya.

2). H}}}}asan

Hadis H}}}}}asan ialah suatu hadis sedikt kurang memenuhi syarat hadis Shah}i>h}, ada perawinya yang kurang kuat ingatannya, tetapi bersambung-sambung sanadnya kepada Nabi Saw., tidak bertentangan dengan hadis yang lebih kuat, bersih dari cacat, semua perawinya terpuji atau adil.

3). Dha’i >>f

Hadis Dha’i>>f ialah hadis yang tidak memenuhi syarat-syarat hadis Shah}i>>h} dan tidak memenuhi syarat-syarat hadis H}}asan. Hadis Dha’i>>f dikalahkan oleh hadis H}}}asan, yang H}asan dikalahkan oleh hadis Shah}i>>h}.

Kedua hadis H}}}}asan atau hadis Dha’i>f, bisa naik meningkat derajatnya, dari H}}asan menjadi Shah}}i>h} atau dari Dha’i>f menjadi H}asan, jika dari jalan lain dapat ditutup  apa yang menjadi kekurangannya. Hadis H}}}asan yang naik menjadi hadis Shah}}i>h} dinamakan Hadis Shah}i>h} Lighairihi. Hadis Dha’i<f yang naik derajatnya menjadi hadis H}}asan disebut hadis H}asan Lighairihi.

Ibnu H}ajar dalam Kitabnya Nuz-hatun Nazhar menyatakan ada 10 sifat yang menyebabkan suatu hadis ditetapkan sebagai hadis Dha’i>>>>f, yaitu jika perawinya terkena sifat-sifat berikut::

1). Dusta.2) Tertuduh dusta. 3).Banyak keliru. 4) Lengah terhadap hafalannya. 5) Berwatak fasiq. 6) Keliru faham, 7) Berbeda dengan perawi yang lebih kuat. 8) Tidak diketahui identitas dirinya.9) Bid’ah dalam I’tiqa>>>d.;10) Hafalannya lemah (Hasbi, Pokok-pkok Dirayah Ilmu hadits1958, h.73).

c. Subyek sumber yang diriwayatkan

Dilihat dari siapakah orang yang diberitakan  didalam hadis, maka skala prioritas nilai hadis itu harus dilihat dari sisi  materi  isi  hadis itu maka sekala prioritas yang didahulukan  harus urut dan tertib sebagai berikut:

1). Hadis Marfu>>>` artinya  subyek yang diberitakan itu ialah Rasulkullah  Saw.

2). Hadis Mauqu>>>f artinya  subyek yang diberitakan itu ialah sahabat

3). Hadis maqthu>` artinya subyek yang diberitakan itu ialah tabi`in

Hadis Marfu>>>>>>‘ dimenangkan  dan mengalahkan  hadis Mauqu>f dan Maqthu>>‘ kemudian hadis Mauqu>>>>>>>f dimenangkan dan mengalahkan hadis Maqthu>‘

Orang-orang Yahudi dan Nasrani yang sudah masuk Islam bisa dikelompokkan kedalam peringkat sahabat atau tabi’in sesuai dengan periode dan generasi mereka..

d. Peringkat kwalitas periwayatan

Jika kita dihadapkan kepada banyak hadis, maka hadis yang lebih kuat harus didahulukan,  mengalahkan hadis yang kurang kuat. Untuk ini ada beberapa cara memilih  hadis yang lebih kuat mengalahkan yang lemah,  caranya ialah sebagai berikut:

1). Jumlah sumber pertama yang langsung menerima dari Rasul Saw.  atau sahabat atau tabi`in yang lebih banyak jumlahnya didahulukan mengalahkan yang  sumber pertamanya  itu hanya sedikit

2). Mendahulukan yang lebih kuat hafalan orang-orang yang  memberi dan yang menerima riwayat hadis itu mengalahkan rangkaian nama-nama pemberi atau penerima riwayat yang sering lupa atau yang hafalannya lemah.

3). Mendahulukan orang yang disepakati tingginya  kehormatan pribadi dari pada yang tidak disepakati para ulama terhadap keluhuran kepribadiannya

4). Mendahulukan  riwayat  dari  orang yang membawa riwayat hadisnya  itu sudah dewasa dari pada pembawa riwayat yang belum baligh.

5). Mendahulukan hadis yang mana sumber pertamanya itu terlibat dalam peristiwa timbulnya riwayat hadis yang diberitakan itu dari pada yang sumber pertamyanya tidak ikut terlibat di dalamnya.

Demikian seterusnya masih banyak sekali cara memilih dan menelusuri skala prioritas  sumber yang  dimenangkan dan mengalahkan hadis dan riwayat yang lebih  lemah, dalam hal ini dapat dipertajam lebih menukik sangat rumit sekali dianalisa oleh para ulama, yaitu:

~ Al-Ghaza>li> dalam Al-Mushtashfa>, maka> ada 42 segi atau sifat yang diperbandingkan.

~ Ar-Ra>zi> dalam Al-Mah}shu>l mencatat ada  100 macam segi.

~ Al-A>midi> dalam Al-‘Uddah mencatat ada   177 segi yang dipebandingkan atasnya.

Pada intinya penelitian itu mengarah kepada segi-segi berikut: 1) Jalur (Sanad). 2) Bunyi hadis (Matan). 3) Arah hukum. 4) Klausul dari luar. 5) Metode Qiyas.

Penelitian tersebut dapat dipelajari lebih jeli di dalam kitab-kitab Al-Ghazali, Ar-Razi, Al-Amidi, Asy-Syaukani dalam bab “Tarjih” dan semua ini perlu dilakukan demi mencari kebenaran ajaran Islam.

Sistem dan metode  sekala prioritas pemilihan sumber ini  diisyaratkan oleh Al-Qura>n S.4 An-Nisa>` 59, S.2 Al-Baqarah 147, S.3 A>li ‘Imra>n 60,  S.6 Al-An`a>m 114, S.10 Yunus 94 melalui penafsiran para ulama tafsir.

Perbandingan antara Muhammad dan Yesus Kristus

Perbandingan Muhammad Rasulullah dengan Yesus dalam kepercayaan Kristen.

Agama Kristen meyakini bahwa Yesus adalah salah satu oknum dalam Tritunggal Tuhan. Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Kepercayaan ini mendapat sorotan kritis para pakar. Secara singkat di bawah ini kita nukil tulisan DR.H.Sanihu Munir SKM.MPH   sebagai berikut:

  1. 1. Yang pertama kali menetapkan asas Trinitas ialah Athanasian dalam sidang konsili th.325M,  tidak pernah ada sebelum itu. Pengertian Trinitas ialah Bapak adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan dan Roh Kudus adalah Tuhan tetapi bukan tiga Tuhan  melainkan Satu Tuhan.
  2. 2. The Orthododx Christianity mendefinisikan Trinitas  ialah bahwa Bapak adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan dan Roh Kudus adalah Tuhan bersama-sama bukan sendiri-sendiri membentuk satu Tuhan.
  3. 3. Pengertian Trinitas atau Tritunggal dalam  agama Kristen menurut Tertulian  bunyinya ialah “Una substantia tres personae” artinya satu zat dalam satu oknum, yaitu ketuhanan dalam kesatuan yang tiga, Bapak, Anak, Roh Kudus, tiga bukan dalam sari, tetapi dalam tingkatan bukan dalamzat tetapi dalam bentuk. Menurut Tertulian di Trinitas ada tingkatan yang berbeda. Menurut Origen (250M), Tuhan lebih besar dari Tuhan Anak  sedangkan Tuhan Anak lebih besar dari pada Roh Kudus .
  4. 4. A.N.Wilson  dalam bukunya  Yesus A Life (1992 h.xvi mengatyakan bahwa tidak mungkin  Yesus merasa dirinya menjadi oknum kedua  dari Trinitas.
  5. 5. Encyclopedia of Religion menyatakan  para pakar ilmuwan Kristen sepakat bahwa ajaran Trinitas tidak ada  dalam Alkitab (Bibel) bahsa Ibrani.
  6. 6. New Catholic Encyclopedia  menyatakan bahwa ajaran Trinitas  tidak pernah diajarkan  dalam Kitab Perjanjaian Lama (Lihat Kitab Ulangan 6 ayat 4  dan Yesaya 46ayat 9).
  7. 7. Ahli sejarah Arthur Weigall dalam bukunya  Paganism in Our Christianity bahwa Trimitas tidak diketemukan dalam Kitab Bibel Perjanjian Baru, ajaran ini baru dianut Gereja tiga ratus    tahun setelah Yesus tidak ada.
  8. 8. Robert Funk Guru Besar Harvard dalam bukunya The Five Gospels mencatat bahwa Yesus pasti bukan pendiri agama Kristen. Dan Injil Mateus 28 ayat 18-20 tidak menggambarkan perintah  yang diucapkanYesus.
  9. 9. Encyclopaedia of Religion and Ethics menyatakan bahwa pada mulanya  Keimanan Kristen bukanlah Trinitas. Tidak ada ajaran Trinitas  di jaman murid-murid Yesus maupun sasudahnya.

10.Paulus yang hidup dalam jaman N.Isa maka Paulus menulis di dalam Perjanjian Baru Kitab Korentus 8 ayat 5-6 bahwa memang ada banyak alah atau tuhan tetapi bagi dia (Paulus) hanya ada satu Allah yaitu Bapa.

11.Encyclopaedia of Religion menyatakan bahwa ajaran Trinitas tidak ada dalam Kitab Perjanjian Baru.

12. Inisiatip atau idea mengangkat Nabi Isa menjadi Anak Tuhan ialah  dari hokum adat. Drapper dalam bukunya Conflick between Relidion and Science mencatat  orang Yunani itu percaya bahwa  Plato adalah Anak Tuhan, Pythagoras (575 SM) lahir tanpa ayah diyakini sebagai Anak Tuhan dan menurut pikiran orang Yunani maka Anak Tuhan itu lebih rendah dari Tuhan Bapa.

13.  Ruston Smith dalam bukunya The World Religion halaman 340 membuat kritikan yang keras kepada keputusan Konsili Efesus  tahun 341 M (hampir tiga setengah abad sepeninggal  Yesus) bahwa Yesus itu 100% Tuhan 100% manusia karena usulan dari  Kaisar Romawi Theodosius II, maka  Smith menyatakan bahwa  Tuhan itu sifatnya tidak terbatas, jika Yesus itu mempunyai sifat yang terbatas maka dia itu bukan Tuhan, padahal dalam kredo Athanasius Yesus terikat oleh keterbatasan sebagai manusia, maka tidak  mungkin Yesus itu Tuhan.

14. Tulisan Anak Allah dalam  INjil Markus 1 ayat 1 dan Kisah Para Rasul 8 ayat 37 adalah palsu sebab tulisan Anak Allah  ini tidak ada di dalam Codex Vatikanus dan Codex Sinaiticus naskah tulisan tahun 325M. tetapi dimasuk-masukkan ke dalam Perjanjian Baru pada akhir abad iv awal abad v. Anak Allah ini diolah dari istilah Logos dalam filsafat Yunani diterjemah menjadi firman dan firman berubah menjadi darah dan daging menjadi Yesus adalah Anak Allah.

15.  Uskup Agung David Jenkins dalam wawancara TV di London menegaskan bahwa ajaran ketuhanan dan kebangkitan Yesus sesungguhnya tidak benar. Tetapi  ditambahkan dalam cerita Yesus oleh para penulis Kristen.

16.  Prof Alvar Allegard dalam bukunya Yesus one handreed

years before Christ halaman 19 menyatakan bahwa mereka menambah, mengubah, membuat  tulisan-tulisan menghambil dari kisah, cerita dan khayalan itu bertujuan untuk mendukung ajaran yang mereka pegangi.

17.  John Davidson dari Cambridge University London dalam bukunya THE GospeAl of Yesus (1992:13) menyatakan bahwa umat Kristen menyandarkan aspirasi agamanya dari warisan yang diterimanya tidak pernah mempertanyakan kebenarannya. Di halaman 15 Davidson bertanya termasuk kepada dirinya sendiri: Apakah kita umat Kristen telah tersesat selama 2000 (duaribu)tahun???

18. Hasil Seminar selama 6 tahun yang diikuti oleh 75 pakar Alkitab (Bibel) Internasional di Amerika  Serikat menyatakan bahwa ayat asli ucapan asli yang dianggap benar-benar diucapkan  Yesus hanya  18%. (Artinya yang 82 % tidak asli, palsu,  rekayasa, buatan tangan-tangan kotor setan). Na’udzu billah.

@   Beberapa catatan para analis tentang kesalahan, remang-remang dan kaburnya daftar riwayat hidup Yesus dan Kitab Bibel, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

1. Tahun kelahiran Yesus

Injil Lukas 1 ayat 5 menyatakan bahwa pada zaman raja Yudea Herodes hidup imam Zakharia isterinya bernama Elisabet sedangkan Zakaria adalah kakak ipar Maria ibu Yesus. Maka Elisabet mulai hamil pertengahan Juni sebagaimana catatan Injil Lukas 1:24. Pada saat Elisabet hamil 6 bulan, maka  malaikat Gabriel datang kepada Maria, yaitu pertengahan Desember, maka  Maria mulai mengandung pada pertengahan bulan itu (Lukas 1:36) jadi kelahiran Yesus adalah  sekitar bulan September.

~Flavius Josephus (37-100M), sejarawan Yahudi mengatakan bahwa sesaat sebelum Herodes meninggal telah terjadi gerhana Bulan 13 Maret tahun 4 Sebelum Masehi (Lih. Antiquities of the Jews, XVII, vi, 167). maka taksiran para intelektual tahun kelahiran Yesus adalah sekitar tahun 4-5 sebelumMasehi.

~Yang menetapkan bahwa tahun kelahiran Yesus itu tahun 1 Masehi adalah Dionysius Exigurus padahal kelahiran Yesus jelas harus terjadi sebelum kematian Raja Herodes Agung yang ingin membunuh Yessus dengan memerintahkan pembunuhan semua bayi yang berumur di bawah 2 tahun di Betlehem (Matius 2:16).

~Dari Dionysius Exigurus (6SM) Kelahiran Yesus sekitar tahun 5 SM. Buku “The New Compact Bible Dictionary” editornya T. Alton Bryant terbitan 1967) mencatat bahwa penentuan tahun Nol Masehi melenceng 5 tahun! Tanggalnya tak ada yang tahu.

2. Hari bulan tanggal kelahiran Yesus

Para peneliti   menemukan bermacam-macam pendapat  tentang tanggal kelahiran Yesus,  abtara tanggal  7 Januarim 20 Mei, 24 Desember, bulan Janyari, Oktober, Desember, Septrember, Mei, Agustus Nabi Isa lahir, tahunnya ke-1 atau 4 atau 5, 7 SM. Sebagian rujukannya ialah Injil Mateus 2 ayat 1,

Lukas 8 ayat 2).

3. Dokumen, otentisitas Kitab Bibel=Alkitab

~ Molyadi Samuel AM dalam bukunya  Dokumen Pemalsuan Alkitab setebal 313 halaman mencatat 101 kontradiksi antar ayat dalam Kitab Perjanjian Lama  masalah Nabi Dawud, N. Sulaiman, N.Nuh, N.Yusuf, N.Musa, N.Harun, N.Ya’qub. Dan juga 101 kontradiksi ayat-ayat  dalam Kitab Perjanjian Baru masalah silsilah Yesus, Kelahiran Yesus, Penyaliban Yesus, Kematian-Kebangkitan Yesus, Hukum Taurat.

~ Hj.Irena Handono dalam bukunya Islam dihujat (2004:334) mencatat  kritik keras kepada Bibel-Alkitab, yaitu:

1) 15 contoh ayat bahwa Tuhan itu Esa  (Monotheistis) bukan Trinitas;

2) 14 contoh  ayat yang menyatakan bahwa Yesus itu bukan Tuhan,

3) 17 contoh ayat bahwa Yesus adalah utusan Tuhan (Rasul);

4) 5 contoh ayat bahwa tidak ada dosa warisan dan juga tidak ada penebusan dosa;

5) 31 contoh ayat bahwa akan datang nabi sesudah Yesus;

6) 8 contoh ayat yang  porno, jorok sekali.

7) 23 contoh ayat yang melecehkan Tuhan;

8) 142 contoh ayat yang melecehkan para nabi;

9) 37 contoh ayat yang sangat sulit diterima akal;

10) 26 contoh ayat yang tidak dapat diterapkan dalam praktek.

11) 23 ayat takhayul dan mistis.

12) 14 contoh ayat  yang isi ramalan yang meleset tidak terjadi;

13) 89 contoh ayat yang kontradiktif dalam Perjanjian Lama

14) 54 contoh ayat salah angka tentang umur;

15) 73 contoh ayat kontradiktif dalam Perjanjian Baru.

16) 38 contoh ayat bahwa Tuhan ragu-ragu ;

Kekeliruan, kontradiktif dan yang lain ini diterima dan tidak malu-malu lagi diakui oleh Dr.GC Van Niftrik, Dr.B.J.Bolland  dalam buku Dognatika Masa Kini (1967h298), Dr.Mr.Mulder dalam buku Pembimbing ke  Dalam Perjanjian Lama (1963h205), Dr.R.Soedarmo dalam Ikhtisar Dogmatika (1965h49).

Catatan tambahan

Michael H.Hart dalam bukunya 100 tokoh dunia memilih Nabi Muhammad Rasulullah sebagai no.1 sedang Nabi Isa atau Yesus no.3 dengan ulas an sebagai berikut:

1. NABI MUHAMMAD (570 M – 632 M) (Profile  International)

Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi. Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.

Penyebar agama Islam, penguasa Arabia, mempunyai karier politik dan keagamaan yang luar biasa, namun tetap seimbang dan serasi, mengakibatkan Nabi Muhammad memiliki banyak pengikut, dan juga menjadi panutan seluruh masyarakat dunia hingga saat ini.

Secara lengkap tertib urutan 100 orang besar di dunia ialah sbb:

1.Nabi Muhammad, 2.Isaac Newton-3.Yesus / Nabi Isa; 4.Siddhartha Gautama (Buddha); 5.Kong Hu Cu; 6.Santo Paulus; 7.Ts’ai Lun; 8.Johann Gutenberg; 9.Christopher Columbus; 10.Albert Einstein; 11.Louis Pasteur; 12.Galileo Galilei; 13.Aristoteles; 14.Euclides; 15.Nabi Musa; 16.Charles Robert Darwin; 17.Kaisar Qin Shi Huang-Di; 18.Augustus Caesar (Kaisar Agustus); 19.Nicolaus Copernicus; 20.Antoine Laurent Lavoisier; 21.Constantine yang Agung; 22.James Watt; 23.Michael Faraday; 24.James Clerk Maxwell; 25.Martin Luther; 26.George Washington; 27.Karl Heinrich Marx; 28.Orville Wright dan Wilbur Wright; 29.Genghis Khan; 30.Adam Smith; 31.Edward de Vere, 17th Earl of Oxford; 32.John Dalton; 33.Alexander yang Agung / Iskandar Zulkarnain; 34.Kaisar Napoleon Bonaparte; 35Thomas Alva Edison; 36.Antony van Leeuwenhoek; 37.William Thomas Green Morton; 38.Guglielmo Marconi; 39.Adolf Hitler; 40.Plato; 41.Oliver Cromwell; 42.Alexander Graham Bell; 43.Alexander Fleming;44.John Locke;45.Ludwig van Beethoven; 46.Werner Karl Heisenberg;47.Louis-Jacques-Mandé Daguerre;48.Simon Bolivar;49.René Descartes; 50.Umar bin al-Khattab;51.Paus Urbanus II;52.Michelangelo Buonarroti;53.Asoka;54.Santo Augustinus;55.William Harvey; 56.Ernest Rutherford, 1st Baron Rutherford of Nelson;57.John Calvin;58.Gregor Johann Mendel;59.Max Karl Ernst Ludwig Planck;60.Joseph Lister, 1st Baron Lister;61.Nikolaus August Otto;62.Francisco Pizarro;63.Hernando Cortes;64.Thomas Jefferson;65.Ratu Isabella I;66.Joseph Stalin ([[Joseph Vissarionovich Dzugashvili];67.Julius Caesar;68.Raja William I sang Penakluk;69.Sigmund Freud;70.Edward Jenner; 71. Wilhelm Conrad Roentgen;72.Johann Sebastian Bach; 73.Lao Tzeu; 74.Voltaire;75.Johannes Kepler;76.Enrico Fermi; 77. Leonhard Euler;78.Jean-Jacques Rousseau; 79.Niccolò Machiavelli; 80.Thomas Robert Malthus;81.John Fitzgerald Kennedy;82.Gregory Goodwin Pincus;83.Mani (en); 84. Vladimir  Ilyich Lenin (Vladimir Ilyich Ulyanov);85.Kaisar Sui Wen; 86.Vasco da Gama;87.Raja Cyrus yang Agung;88.Tsar Peter yang Agung89.Mao Zedong (Mao Tse-tung);90.Sir Francis Bacon;91.Henry Ford;92.Meng Tse;93.Zarathustra (Zoroaster);94.Ratu Elizabeth I; 95.Mikhail Sergeyevich Gorbachev;96.Raja Menes;97.Kaisar Charlemagne; 98.Homer; 99.Kaisar Justinianus I dan no.100.Mahavira;.

Dari catatan semua  yang di atas, maka tidak  mungkin Metode Ilmu Tarjih untuk meneliti kebenaran hadis sebagaimana yang dicatat oleh Al-Ghaza>li> dalam kitabnya Al-Mushtashfa> dengan 42 soal, Ar-Ra>zi> dalam kitabnya  Al-Mah}shu>l dengan  100 soal atau Al-A>midi> dalam kitabnya  Al-‘Uddah dengan 177 soal  yang sudah diterapkan oleh para ulama hadis dapat diterapkan kepada sejarah riwayat hidup dan ajaran Yesus Kristus termasuk para-rasul dalam Alkitab, Bibel dan mencakup mereka yang diunggulkan oleh manusia sebagai tuhan, sebagai dewa atau mereka yang diunggulkan sebagai nabi seperti Ghulam Ahmad (Ahmadiyah) serta mereka yang dikeramatkan setelah dikubur maupun siapa saja yang diangkat menjadi orang suci sesudah Muhammad Rasulullah Saw  Nabi Pemutup  dan Rasul terakhir. Karena sejarah hidupnya hanya sedikit sekali tercatat tanpa saksi tidak dapat dilakukan ujian oleh ulama hadis dengan 177 soal dari Al-Amidi tersebut diatas.

Dan kepada mereka yang tidak mengakui hadis, (Inkarus Sunnah) mereka yang berkata miring tentang hadis Nabi Muhammad Saw bahkan siapa yang melecehkan Al-Quran yang akan  membuat Al-Quran Edisi Kritis yang dapat mengalahkan Al-Quran kita ini maka dengan ini dipersilahkan mereka menyusun buku yang dapat mengalahkan Al-Quran & kitab-kitab ‘Ulumul  Quran serta  Hadis & Ilmu Hadis yang sekarang sudah tersimpan dalam CD,DVD, komputer, internet dalam perpustakaan di seluru dunia.

Wallahu a’lamu bish-shawab

Silahkan buka internet situs : https://pondokquranhadis.wordpress.com

Kirimkan naskah ke Email:  pondokilmu7@gmail.com-Tlp:0318963843

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: