Oleh: pondokquranhadis | April 27, 2011

Ahmadiyah

.

No.08Jun17                                       Tafsir Tematis Kontemporer

 

Ahmadiyah

(Oleh Imam Muchlas)

Al-Quran S.61 Ah-Shaff 6

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (الصف6)

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”(S.61 Ash-Shaf 6).

Tema dan sari tilawah

  1. 1.    Allah menciptakan manusia dan mengutus para  nabi atau rasul untuk membimbing mereka menyembah Allah.
  2. 2.    Nabi ‘Isa diutus Allah untuk memperkuat ajaran para nabi dan kitab Taurat yang dibawa oleh nabi sebelum beliau.
  3. 3.    Nabi Isa juga membawa kabar gembira akan datangnya nabi sesudah beliau  namanya Ahmad.
  4. 4.    Tetapi setelah nabi itu datang dengan tanda buktinya, orang banyak  menentang nabi tadi   dan menuduh tanda kenabian itu sebagai sihir.

Masalah dan analisa jawaban

 ~ Masalah ke-1: Ajaran apa yang dibawa oleh para nabi sebelum Nabi ‘Isa? Jawaban sementara: Semua nabi mengajarkan agama Tauhid dan menyerah diri sepenuhnya kepada Allah.

~ Masalah ke-2:  Siapa yang dimaksud dengan Ahmad dalam pesan yang diberikan oleh Nabi ‘Isa tersebut di atas?. Jawaban sementara: Yang dimaksud dengan Ahmad dalam pesan Nabi ‘Isa itu ialah Muhammad Rasulullah sebagai nabi penutup dan rasul terakhir dengan bukti Al-Quran dan hadis yang otentik, logis  dan ilmiah..

~ Masalah ke-3: Bagaimana jika kemudian timbul orang-orang yang mengaku nabi sesudah Nabi Muhammad? Jawaban sementara: Orang yang mengaku diri sebagai nabi sesudah Nabi Muhammad hukumnya palsu, pengikutnya adalah kafir tidak beriman kepada Al-Quran dan Hadis Rasul.

BAB   SATU

Semua nabi itu utusan Allah

~  Masalah ke-1: Ajaran apa yang dibawa oleh para nabi sebelum Nabi ‘Isa a.s.? Jawaban sementara: Semua nabi mengajarkan agama Tauhid dan menyerah diri sepenuhnya kepada Allah.

Jika kita telusuri  lebih jauh, maka kita semua manusia itu asalnya dari manusia pertama yaitu Adam atau manusia itu asalnya dari tanah, tanah asalnya dari bumi, bumi asalnya dari satu titik singularitas yang meledak dalam Dentuman Hebat “The Big Bang” seperti kata pakar Ilmu Fisika.

           Menurut filsafat Ontologi dari Anselm(1109M) bahwa Tuhan itulah sesuatu yang tidak dapat dikalahkan dalam segala seginya oleh apa dan siapapun juga; menurut  filsafat  Kosmologi dari Aquinas (1274M) bahwa Tuhan itulah asal -segala sebab dan  menurut filsafat  Teleologi dari Matews W.R. bahwa  Tuhan itulah arsitek, perencana, pencipta, pengawas jalannya penciptaan dan proses seluruh alam semesta ini.

          Dari filsafat Ontologi, Kosmologi dan Teleologi ini maka dapat diyakini bahwa agama itu asalnya dari Tuhan. Dan menurut ajaran Islam  Tuhan itulah yang menciptakan makhluq dan Tuhanlah yang membuat agama untuk seluruh makhluk. Agama itu ajarannya dari Tuhan disampaikan kepada manusia dengan cara wahyu melalui malaikat, diterima oleh nabi atau rasul berupa wahyu lalu dihimpun menjadi kitab suci. Sehingga menurut ajaran Islam asal usul ajaran agama itu dari Allah itu intinya ialah Tauhid, ketuhanan yang Maha Esa atau monoteistis.

            Allah menciptakan manusia dan menurunkan kitab suci untuk pedoman hidupnya maka kitab yang terakhir ialah Al-Quran dengan cara wahyu melalui Jibril diterima oleh Rasulullah Muhammad Saw. Maka Allah sudah menjelaskan dalam kitab itu bahwa para nabi mengajarkan ajaran yang sama agama tauhid dan bertakwa bahwa tidak menyembah kecuali kepada Allah saja dan menyerah diri sepenuhnya kepada Allah. Allah berfirman di dalam Al-Quran di beberapa ayat singkatnya sebagai berikut:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ(المؤمنون 23)

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”( S.23 Al-Mu`minun 23). Ayat yang senada ialah ajakan  N.Nuh, Hud, Shalih, Syu’aib   ternaktub dalam Al-Quran s23a32; s11a50;s7a59, Hud Qs7a65, N.Shalih Qs11a61;s7a73; N.Syu’aib s11a84. Demikian seterusnya semua nabi mendapat tugas yang sama tercantum dalam Qs4a163.

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang menyusulnya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, `Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud}”(S.4 An-Nisa` 163).

           Agama menurut Allah ialah menyerah diri sepenuhnya kepada Allah menurut istilah Al-Quran ialah Islam orangnya disebut  muslim termaktub dalam Qs3a19, s3a85..

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya” (S.3 Ali ‘Imran 19).

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”(S.3 Ali ‘Imran 85).

Tercatat pula do’a dan soal jawab N.Ibrahim atau wasiat N. Ya’qub tersebut dalam Al-Quran s3a67, s2a128, s2a132, s2a133

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.”(S.3 Ali ‘Imran 67).

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”(S.2 Al-Baqarah 128)

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. Adakah kamu hadir ketika Ya`qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”(S.2 Ali Al-Baqarah 132-133) .

 Jadi ajaran semua nabi itu sama yaitu Tauhid dan menyerah diri sepenuhnya kepada Allah.

BAB  DUA

Muhammad Rasulullah

~   Masalah ke-2:  Siapa yang dimaksud dengan Ahmad dalam pesan yang diberikan oleh Nabi ‘Isa tersebut dalam Al-Quran S. 61 Ash-Shaf 6 di atas?. Jawaban sementara: Yang dimaksud Ahmad dalam pesan Nabi ‘Isa itu ialah Muhammad RasulullahSaw  sebagai nabi penutup dan rasul terakhir dengan bukti Al-Quran dan Hadis yang sangat meyakinkan kebenarannya, otentik, logis,  ilmiah.

           Dari ayat itu jika  kita perdalam melalui kitab-kitab tafsir Al-Quran tercatat para ulama tafsir sepakat bahwa  yang dimaksud dengan nama “Ahmad” dalam Al-Quran S.61 Ash-Shaf 6 di atas ialah Rasulullah Muhammad Saw dengan bukti  kitab Al-Quran dan Hadis.

~ Tafsir Ibnu Katsir (3h650) dalam menganalisa Al-Quran s61a6 mencatat hadis Rasul Saw sebagai berikut:

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَمْ يَبْقَ مِنْ النُّبُوَّةِ إِلَّا الْمُبَشِّرَاتُ قَالُوا وَمَا الْمُبَشِّرَاتُ قَالَ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ ( رواه البخاري6467)

“Sungguh Abu Hurairah mendengar bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada sisa kenabian kecuali “Berita Gembira” Para sahabat bertanya: “Apa yang dimaksud dengan “Al-Mubasysyirat=Berita Gembira” itu? Beliau menjawab: “Impian yang baik”(HR Bukhari no. 6467).

~ Tafsir Ibnu Katsir  (4h461) dalam menganalisa s61a6 mencatat bahwa Nabi ‘Isa adalah penutup nabi-nabi dari Bani Israil yang memberi kabar gembira akan datangnya Nabi Muhammad dia adalah Ahmad yang sangat terpuji, penutup semua nabi dan rasul terakhir, tidak ada lagi nabi tidak ada rasul sesudahnya.

    Ibnu Katsir di halaman itu juga mencatat hadis  berikut:

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ لِي أَسْمَاءً أَنَا مُحَمَّدٌ وَأَنَا أَحْمَدُ وَأَنَا الْمَاحِي الَّذِي يَمْحُو اللَّهُ بِيَ الْكُفْرَ وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى قَدَمَيَّ وَأَنَا الْعَاقِبُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ أَحَدٌ وَقَدْ سَمَّاهُ اللَّهُ رَءُوفًا رَحِيمًا (رواه مسلم 4343)

“Dari Muhammad bin Jubair bahwa Rasulullah Saw  bersabda: “Sungguh aku memiliki banyak nama, yaitu aku bernama Muhammad, aku Ahmad, aku Almahi artinya dengan aku Allah menghapus kekufuran, aku  bernama Alhasyir yang menghimpun manusia di bawah jejakku dan aku juga Al-‘Aqib artinya tidak ada seorangpun nabi sesudah itu dan Allah menamakannya dengan penuh kasih sayang” (HR Muslim no. 4343 Bukhari no.4517)                               

~ Tafsir Al-Qurthubi (14h173) memberikan analisa tentang masalah orang-orang yang mengaku menjadi nabi bahwa seluruh ulama` Salaf dan Khalaf sejak dahulu sampai sekarang berpadu   atas satu kata bahwa TIDAK ADA NABI  sesudah Nabi Muhammad Saw. sesuai dengan nash Al-Quran s61a6 tersebu di atas.     Dalam halaman lain(18h75) dalam menganalisa Qs61a6 di atas Al-Qurthubi juga mencatat bahwa Ahmad artinya memuji Allah. Muhammad artinya ialah Mahmud dengan makna Mubalaghah artinya sangat terpuji yang juga sebagai tanda kenabian beliau, terpuji di dunia dan di akhirat. Arti  lafal Al-Mahi dalam hadis Bukhari no.4517 dan Muslim no.4343 di sana artinya ialah “menghapus atau melenyapkan” maksudnya ialah melenyapkan faham syirk (politeisme) penyembah berhala.

~ Tafsir Ad-Durrul Mantsur (6h617) berkaitan dengan Qs61a6 ini mencatat bahwa istilah Khatamun Nabiyyin ialah  nabi terakhir. Pada halaman lain (8h148) Ad-Durrul Mantsur juga  mencatat bahwa Rasulullah Saw. bersabda bahwa nama beliau di dalam Injil ialah Ahmad dan di dalam Al-Quran nama beliau ialah Muhammad.

~  Tafsir Fat hul Qadir (5h526) mencatat bahwa nama Ahmad itu menunjukkan sifat yang mengandung arti Mubalaghah= kesangatan, maksimal, maksudnya lebih memuji Allah.

~ Tafsir Al-Baghawi  (1h108) juga mencatat bahwa huruf alif pada lafal Ahmad menekankan  arti Mubalaghah artinya maksimalisasi-kesangatan memuji Allah.

~ Tafsir Al-Baidhawi (1h333) dan Tafsir Abus-Su’ud (8h244)  mencatat bahwa bunyi Ahmad di dalam Al-Quran s61a6 ialah Muhammad Saw.

 

           Rasulullah Saw. sendiri menyatakan bahwa beliau mempunyai macam-macam nama seperti  Al-‘Aqib artinya tidak ada nabi sesudahnya yang disebut dalam hadis Bukhari no.4517 dan Muslim 4343 di atas maka nama ini sangat memperkuat sanggahan keras melawan kepada nama-nama yang mengaku diri menjadi nabi sesudah beliau wafat..

        Rasulullah Muhammad Saw adalah nabi yang diberitakan oleh Nabi ‘Isa yang termaktub di dalam Al-Quran s61a6 telah datang dengan membawa bukti kitab suci Al-Quran dan Hadis sebagai peragaan realisasi praktik semua yang terkandung di dalam Al-Quran.

@ Bukti kenabiam Muhammad Rasulullah

       Al-Quran dan Hadis merupakan bukti kenabian Muhammad Rasulullah, rahasianya adalah sebagai terurai di bawah ini:

1. Al-Quran mukjizat Muhammad Rasulullah terbesar

        Al-Quran dapat dinilai sebagai mukjizat yang paling hebat tidak dapat ditandingi oleh mukjizat nabi-nabi selain N. Muhammad Saw. Kehebatannya dapat direnungkan pada data dan fakta berikut;

a.. Definisi Al-Qura>n, Terjemah, Tafsir, Ilmu Tafsir dan Ta`’wil

      1) Al-Quran; Dalam Kitab Ushu>lul Fiqh (1976:.95)  Salam Madkur  menyatakan Al-Qura>n ialah lafal Arab yang diturunkan kepada Nabi Muh}ammad Saw. yang dinukil secara mutawa>>>tir, termaktub dalam Mus}h}af, dimulai dari surat A-Fa>tih}}ah diakhiri dengan surat An-Na>>s dan membacanya adalah ibadah. Dari sini maka buku yang tidak memenuhi 5 syarat terutama sifat mutawatir persis sama dengan bunyi hafalan para penghafal Al-Quran di jaman Nabi Saw adalah bukan Al-Quran.  mencakup Al-Quran palsu The True Furqan karangan DR Anis Shorosh bahkan naskah hasil penemuan orientalis diketemukan di Yaman yang diunggulkan oleh kaum Liberalis  dengan sesumbar akan menerbitkan Al-Quran Edisi Kritis akan diterbitkan  oleh mereka yang mengaku sebagai Islam Liberal adalah Al-Quran palsu..

Allah sudah menegaskan supaya umat Islam tunduk taat, mengikuti Muhammad Rasulullah, ini termaktub di dalam Al-Quran dalamberbagai macam surat dan ayat.

      Bahwa Al-Quran tidak dapat dipisahkan dari Hadis dan Hadis tidak dapat dipisahkan dari Al-Quran sebagimana ditegaskan oleh  Rasulullah  Saw  dalam sabda beliau berikut:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا( النساء 59 )

” Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”(S.4 An-Nisa` 59) . Ayat berikut memperkuat dan memperjelas s4a59 itu: s4a80;  s3a31,32;  s24a52, s3a32;  s49a14, S4a13,s4a69,  s33a71,s48a17,    s5a92, s8a1,  s8a46, s24a54, s47a33;   s64a12 maksudnya umat Islam wajib taat tunduk patuh mengikuti Muhammad Rasulullah Saw.

          Masyarakat  yang  langsung berhadapan dengan Rasulullah Saw adalah masyarakat Arab dan khusus mereka yang bertemu dalam keadaan IMAN dengan Rasulullah Saw dinamakan Sahabat. Para sahabat yang beriman karena menyaksikan sendiri secara langsung sangat luhurnya akhlak  Rasulullah Saw ini maka mereka sangat kagum dan ingin sekali meniru dan mencontoh beliau. Al-Quran sendiri mencatat keluhuran akhlak  Rasulullah Muhammad  itu memang sangat tinggi, termaktub  dalam Al-Quran dan hadis ‘Aisyah  berikut:

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ(4)(القلم4)

Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”(S.68 Al-Qalam4).

Para ulama tafsir mengaitkan Al-Quran  s68a1-4 itu dengan hadis bersumber dari ‘Aisyah sebagai berikut:

عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامِ بْنِ عَامِرٍ قَالَ أَتَيْتُ عَائِشَةَ فَقُلْتُ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ أَخْبِرِينِي بِخُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَا تَقْرَأُ الْقُرْآنَ قَوْلَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ( وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ ) (رواه احمد 23460)

“Dari Sa’id bin Hisyam bin ‘Amir  dia bertanya kepada ‘Aisyah katanya: “Wahai Ummul Mu`minin beritahukan padaku tentang budipekerti Rasulullah Saw”.  ‘Aisyah  menjawab: “Budi pekerti Rasulullah Saw itu ialah Al-Quran. Silahkan membaca firman Allah Qs68a4:” Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”(HR. Ahmad no.23460)   Tafsir Addurrul Mantsur (10h662) mencatat hadis ini dishahihkan oleh Al-Hakim.   

       Perhatian para sahabat terhadap peri hidup Rasulullah Saw seperti  ini diwariskan dari para sahabat kepada  tabi’in dan mereka teruskan kepada  tabi’it tabi’in dilanjutkan terus menerusa kepada generasi demi generasi berikutnya.

        Mukjizat yang paling besar Muhammad Rasulullah Saw yang mengalahkan mukjizat para nabi sebelumya  ialah Al-Quiran kitab nabi penutup dan rasul terakhir Muhammad Rasulullah sekaligus berarti Al-Quran itu kitab suci penutup dan terakhir, tidak ada kitab suci sesudah Al-Quran. Sebagai kitab suci terakhir Al-Quran menyimpan sifat mukjizat yang tidak dapat disamakan dengan kitab suci lain, yaitu sebagai berikut. 

b. Al-Quran jalan kebenaran paling tinggi

Kita sebagai  umat Muhammad Saw.  beriman kepada peringkat  sumber  hukum yang benar ialah Al-Quran lalu hadis Nabi Saw kemudian hasil pemikiran akal sesuai dengan girman Allah dalam Al-Quran khususnya  S.4 An-Nisa` 59 yang diperjelas oleh hadis bersumber dari Mu’adz ibnu Jabal:

~ Al-Quran: “Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”(s.4 An-Nisa` 59).

~ Hadis Nabi Saw

3119 عَنْ أُنَاسٍ مِنْ أَهْلِ حِمْصَ مِنْ أَصْحَابِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم    عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا أَرَادَ أَنْ يَبْعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ قَالَ كَيْفَ تَقْضِي إِذَا عَرَضَ لَكَ قَضَاءٌ قَالَ   أَقْضِي بِكِتَابِ اللَّهِ قَالَ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِي كِتَابِ اللَّهِ قَالَ فَبِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا فِي كِتَابِ اللَّهِ قَالَ أَجْتَهِدُ رَأْيِي وَلَا آلُو فَضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَدْرَهُ وَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ  الَّذِي وَفَّقَ رَسُولَ رَسُولِ اللَّهِ لِمَا يُرْضِي رَسُولَ اللَّهِ (رواه ابو داود  3119والترمذي 1249)

  “Dari orang-orang teman dekat Mu’adz dari Himsha bahwa Rasulullah Saw. ketika  hendak mengutus Mu’adz ke Yaman,  maka beliau bertanya: “ Bagaimana engkau memutuskan  jika ada perkara dihadapkan padamu?” Mu’adz menjawab: “Aku  menetapkan sesuatu berdasarkan Al-Quran” Beliau bertanya: “Jika di dalam Al-Quran itu tidak diketemukan jawabannya?” Mu’adz menjawab: “Aku tetapkan berdasarkan Sunnah Rasulillah Saw” Beliau bertanya: “Jika di dalam Sunnah Rasul Saw. Dan Al-Quran juga  tidak diketemukan di dalam Kitabullah bagaimana?” Mu’adz menjawab: “Aku berijtihad  dengan akalku dan tidak aku tunda”.                    Lalu beliau  menepuk dada Mu’adz dan bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah menyesuaikan  utusan Rasulullah Saw cocok dengan apa yang disukai Rasulullah”(HR. Abu Dawud  no.3119 dan Turmudzi  no.1249).

          Dari   catatan  di atas   dapat dirumuskan tingkat-tingkat kebenaran  yang lebih  tinggi mengalahkan  kebenaran yang di bawahnya, yaitu:

i. Kitabullah-Al-Quran, kebenarannya bersifat mutlak paling  tinggi, sebab Al-Quran adalah firman atau ilmu Allah..

ii. Sunnah atau hadis Rasul Saw.  kebenarannya satu tingkat di bawah Kitabullah; Kebenarannya dijamin oleh Allah, sebab nabi itu  Ma’sum  artinya, diawasi dan diluruskan oleh Allah setaip saat. Nabi itu ma’sum artinya  suci dari dosa dan kesalahan.

iii.Ijtihad akal, yaitu hasil  dari maksimalisasi renungan pemikiran akal mencakup hasil ijtuhad para ulama` yang sudah dibukukan berupa kitab-kitab fiqh bahkan semua buku-buku dari seluruh cabang disiplin ilmu dalam Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi (IPTEK) sampai kepada ilmu filsafat sekaligus.

  Al-Quran itu mukjizat dari Allah, tidak mungkin makhluk  manusia mampu membuat kitab suci seperti Al-Quran itu.   Al-Quran sendiri melalui ayat-ayat S.17 Al-Isra` 88 dan S.11 Hud 13. Maka terakhir S.2 Al-Baqarah 23 sudah meminta kepada semua siapa yang mampu membuat kitab yang dapat mengalahkan Al-Quran.

@ DR A.Shoroshyang telah berusaha keras untuk membuat THE TRUE FURQAN untuk memenuhi tantangan Al-Quran di atas  dan ingin   menandingi Al-Quran guna  menggoyang iman dan  pandangan iman kaum muslimin. Kitab ini disiarkan ke seluruh dunia melalui internet oleh Baptis News sekitar tg.17 April 1999.  Diduga kuat penulisnya ialah seorang Evangelis-Penyebar Kitab Injil dari  Amerika. Buku 368 halaman ini, dikarang Shorosh selama 7 th diterbitkan oleh Wine Press Publishing, berisi 77 surat surat Al-Mujassad, Al-Muslimun, Al-Washaya dan Al-Iman dan yang lain.

M.Syamsi Ali, Imam Masjid Al-Hikmah New York bulan Juli 2001,  memberi komentar bahwa buku ini  tidak lebih  dari “sampah” yang menggambarkan rasa iri dan kebencian penulis melawan kebenaran Al-Quran. DR. Ahsin, Nadirsyah MA dan Dekan  Syari’ah IIQ Jakarta menyaksikan  4 surat dari The True Furqan ternyata  sangat mirip dengan Al-Quran S.19 Maryam 16;41;54 dan 56 S.1 Al-Baqarah 1 ,S.12 Yusuf 1 dan S.7 Al-A’raf 1.

c.. Akurasi dan Otentisitas dokumen Al-Quran

       Tafsir Ar-Razi (Juz X, h.151) mencatat bahwa kelebihan Al-Quran  yang mengalahkan kitab suci yang lain ada 3 hal, yaitu: (1)Tidak terkalahkan nilai sastra Arabnya; (2)Dia membawa berita gaib yang terbukti nyata; (3)Al-Quran isinya tidak mengandung pertentangan.

         Dapat ditambahkan di sini dua sifat mukjizat Al-Quran, yaitu:

(1) Al-Quran itu bunyi ayat-ayatnya dihafal oleh milyaran kaum   muslimin dalam shalat.

(2)Bunyi ayat-ayat itu ditulis dan tulisannya tetap asli seluruhannya, asli dari Allah dengan perantaraan malaikat Jibril, kepada Muhammad Rasulullah Saw, lalu ditulis para sahabat sejak awal sekali, mulai 17 Ramadhan tahun kesatu Bi’tsah=13tahun  Sebelum Hijrah atau tg.10 Agustus 510M, kemudian dibukukan oleh Khalifah Abu Bakar, Khalifah Usman dan tabi’in, tabi’it tabi’in generasi demi generasi dicetak dan direkam dalam peralatan elektronik sampai sekarang.

          Karena cintanya kepada Al-Quran maka para ulama sudah mencatat angka-angka isi Al-Quran, jumlah juz=30, surat=114, ayat=6236, kalimat=77.943 buah kalimat,  bahkan jumlah huruf Al-Quran seluruhnya ada 325.245 buah, yang paling banyak ialah huruf alif, yaitu 48.772, yang paling sedikit ialah huruf Zha` yaitu 842 huruf.  Sekarang tulisan dan bunyinya Al-Quran itu  sudah disimpan dalam Compac Disk-CD-DVD, computer, internet, otentik, logis ilmiah, orisinil asli selama-lamanya juga dipermudah oleh pimpinan perpustakaan besar di seluruh dunia dapat disaksikan dalam computer atau dari internet, oleh semua orang, kapan saja dimanapun juga otentik orisinil dari tgl. 10 Asustus 610 M sampai sekarang Insya Allah kekal abadi.

         Ash-Shabuni dalam At-Tibyan (1980:47)   mencatat bahwa di jaman Nabi Saw dan jaman sahabat maka para sahabat penghafal Al-Quran yang gugur mati syahid  di dalam pertempuran di Yamamah dan Bi`ru Ma’unah jumlahnya 140 orang sahabat. Sehingga orang yang hafal Al-Quran yang masih  hidup pasti jauh lebih  banyak berlipat ganda jumlahnya lebih-lebih sekarang penghafal Al-Quran tersebar di seluruh dunia, di sana banyak sekali pondok, madrasah, perguruan yang mewajibkan santri-, siswa atau mahasiswanya menghafal Al-Quran.

  Semua negara Islam mempunyai Al-Quran Pusaka yang sangat besar, demikian juga Pemerintah Indonesia mempunyai Al-Quran Pusaka yang berukuran 2 x l meter yang permulaannya ditulis oleh Presiden  Ir. Soekarno dan wakil Presiden RI. Drs. Moh.Hatta. Ditulis pertama kali pada tanggal 17 Ramadlan 1369H bertepatan dengan  tanggal 23 Juni 1948 dan selesai sekaligus diresmikan pada tanggal  17 Ramadlan 1376H.

@’Ulumul Quran 

           Bersamaan dengan perkembangan dakwah Islam, usaha pembukuan Al-Quran, jaman Khalifah Abu Bakar dan Khalifah ‘Usman, maka tumbuh berkembang apa yang disebut dengan ‘Ulumul. ‘Ulumul Quran yaitu ilmu-ilmu yang terkait dengan Al-Quran.     As-Suyuthi dalam Al-Itqan (1973:I\7) menulis 80 macam ilmu ini sangat jeli, rinci dan dia tambahkan bahwa jika diurai lagi bisa menjadi 300 cabang disiplin ilmu. TM.Hasbi mengambil 16 pokok ilmu ini, intinya ialah ilmu yang menjaga kebenaran Al-Quran dengan sangat ketat sekali mencakup hal-hal berikut:

a) Jumlah isi Al-Quran, hurufnya, kata-kata, kalimat, ayat, surat.

b) Cara membaca  dengan makhraj yang fasih dan yang dibenarkan.

c) Arti kata, kalimat, maksud ungkapannya, skala prioritas cara memilih arti yang paling jelas sampai yang paling tersembunyi.

d) Data kronologis turunnya Al-Quran, materi ayat yang turun, detik-detik kapan turunnya, tempat, situasi dan kondisi, siapa-siapa terlibat dalam peristiwa turunnya, relevansi-keterkaitan antar kalimat, ayat dan surat.

e) Skala prioritas sumber hukum, metode penelitian dalil hokum.

f) Metode pengujian riwayat penafsiran, fungsi dan peringkat kedudukan riwayat penafsiran terhadap ayat, hikmah rahasia, semua peristiwa yang terkait dan seluruh masalah yang sangat rumit dan jeli sekali berkaitan dengan  Al-Quran.

       Seluruh ilmu-ilmu yang terkait dengan Al-Quran ini sudah ditulis lengkap sekali, dimulai sejak jaman-jaman pembukuan Al-Quran di masa khalifah Usman (25H=646M), makin lama makin teliti makin jeli. Semua ilmu-ilmu tersebut pada awalnya disusun dengan menggunakan sistem ilmu hadis, yaitu penelitian atas  data dari sumber primer dan sumber  skunder, sampai setiap anggota estafet penyambung dan perantara dari sumber primer, dari guru kepada murid, muridnya lagi, muridnya lagi dan semua yang terlibat dalam estafet jalannya berita (data) itu telah diteliti oleh ulama ahli hadis Bukhari, Muslim, Turmudzi, Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah,  sangat cermat sekali. Semua itu telah dibukukan dan dirangkum oleh para ulama dalam kitab-kitab ‘Ulumul Quran oleh As-Suyuthi, Az-Zarkasyi, Az-Zarqani, Al-Qaththan, Shubhi Shalih dan lain-lain.

2. Hadis sebagai mukjizat Muhammad Rasulullah Saw

       Para sahabat  yang langsung menyaksikan Rasulullah Saw sehari-hari, sangat memperhatikan wahyu Al-Quran  yang turun itu lalu  mereka hafalkan, mereka sebar luaskan.karena kagum kepada kepribadian beliau yang mereka hayati seperti bapak, seperti guru, mirip kekasih, persis sebagai sahabat, sekaligus sebagai Nabi yang dijamin Allah sendiri di dalam Al-Quran  maupun hadis ‘Aisyah Riwayat Ahmad no.23460  itu maka para sahabat sangat cinta penuh hormat, sehingga seluruh gerak-gerik, ucapan dan sikap Rasulullah Saw itu menjadi perhatian penuh para sahabat, mereka sungguh-sungguh mengingat ucapan, perbuatan dan sikap beliau kemudian mereka beritakan kepada mereka yang tidak ikut menyaksikan beliau.  Namun karena  kesibukan dan berbagai macam kegiatan sehari-hari, maka tidak sama  kesempatan untuk menyertai Rasulullah Saw. itu.  Ini dapat kita lihat dari catatan hafalan hadis atau rawi yang menjadi  sumber  pertama pembawa berita tentang pribadi Rasul Saw.  yang dicatat oleh Muhammad Abu Zahwi dalam Al-Hadits wal Muhadditsun (1964 h.132)  yaitu ada yang memberitakan beribu-ribu hadis hadis ada yang kurang dari itu.

       Perhatian para sahabat terhadap peri hidup Rasulullah Saw seperti  ini diwariskan dari para sahabat kepada  tabi’in dan mereka teruskan kepada  tabi’it tabi’in dilanjutkan terus menerusa kepada generasi demi generasi berikutnya.

        Mukjizat berupa Al-Quiran itu dijabarkan dalam bentuk perilaku Muhammad Rasulullah berwujud Hadis dan sifat I’jaz yang tidak dapat diketemukan pada para nabi terdahulu bahkan tidak mungkin dimiliki oleh berhala atau manusia yang dipuja sebagai tuhan, setengah tuhan, sepertiga tuhan,  dewa bathara, mereka yang mengaku nabi, mengaku menerima wahyu, dukun sakti, sampai jin, setan, isi kuburan, memedhi, gendruwo, banas pati, wedon, makhlus halus  …dst.

          Hadis ialah seluruh perilaku Muhammad Rasulullah Saw , ucapan, perbuatan maupun sikap beliau, yang semua ini sekarang sudah tersimpan di dalam dada kaum muslimin, tercatat dalam kitab hadis tersimpan di dalam gedung perpustakaan besar seluruh dunia, terjaga di dalam CD-DVD, computer, internet. Keajaiban  mukjizat, sesuatu yang tidak dapat ditiru oleh umat manusia di sini ialah proses pencatatan sampai pembukuan hadis lengkap dengan ‘Ulumul Hadis sebagai Metode Penelitian Ilmiah sesuai dengan ukuran IPTEK jaman modern sekarang. Salah satu catatan  contoh Metode riset hadis  dan hasilnya ialah:

 ~ Bukha>ri> mengambil dari hadis yang diterima sebanyak  60.000 hadis Shahih 200.000 hadis Dha’if melalui wawancara paling sedikit dengan  9.000 orang responden hasilnya sudah ditulis dalam kitab shahihnya berjumlah 7.562 hadis dan  cara yang tidak pernah dilakukan oleh pakar peneliti manapun juga ialah apa yang ditulis pada halaman pertama kitabnya,  Bukhari menulis:

مَا كَتَبْتُ فِيْ كِتَابِ الصَّحِيْحِ حَدِيْثًا اِلَّا اغْتَسَلْتُ قَبْلَ  ذَلِكَ وَصَلَّيْتُ ركْعتتَيْنِ ( الخطيب في اصول الحديث 1975ص310)

“Betul-betul aku tidak menulis satu hadispun dalam kitab shahih itu kecuali aku wudhu dan shalat dua rtakaat sebelumnya”(Lihat juga kitab Ushulul hadits tulisan Al-Khathib 1975 halaman 310).

Metode penelitian hadis

           Hadis adalah catatan seluruh keadaan Rasulullah Saw. yang berasal dari parkataan, perbuatan dan sikap beliau. Hadis ini mencakup  semua data dan fakta apa yang diatas-namakan Rasulullah Saw. baik  sesuatu yang dilaksanakan oleh beliau hanya satu kali saja, yang disaksikan  hanya oleh satu orang sampai semua apa yang diamalkan oleh beliau terus-menerus dan disaksikan oleh sahabat yang jumlahnya terlalu banyak. Dispekulasikan bahwa seluruh hadis tersebut sudah diteliti dengan seksama, sangat jeli sampai  kemusykilan yang paling rumit, semua sudah dihimpun, sudah dianalisa, sudah dipecahkan dengan tuntas serta ditulis dalam kitab-kitab hadis maupun kitab-kitab Ilmu Hadis. Cara  memilih mana yang didahulukan mana hadis yang dikalahkan dan  dalam kaitannya dengan  bab-bab disini, penelitian  dilakukan sebagai berikut:

a.Meneliti jumlah  perawi sebagai sumber pertama  hadis

 Hadis yang  lebih banyak sumber pertama atau saksi yang mendukung riwayat hadis itu didahulukan mengalahkan  yang sedikit sumber  hadis itu, yaitu:

 1). Mutawatir, yaitu hadis yang sumber pertama dan sesudahnya berjumlah  banyak sekali,  sehingga kebenarannya benar-benar sangat meyakinkan secara maksimal.

2).Masyhur , yaitu hadis yang sumber pertamanya banyak namun jumlahnya kurang sedikit dari hadis yang Mutawatir di atas

3)Mustafidh, yaitu hadis yang sumber pertamanya tiga orang atau  ada dua saksinya.

4) ‘Aziz yaitu hadis yang sumber pertamanya berjumlah dua orang atau saksinya hanya satu orang.

5). Fard atau Gharib, yaitu hadis yang sumber pertamanya hanya satu orang saja tidak ada saksinya.

                 Dari uraian diatas, maka dapat difaham bahwa sumber yang hanya satu orang dikalahkan oleh sumber yang dua orang, yang dua orang dikalahkan oleh sumber yang tiga orang, bertingkat-tingkat terus. Maka hadis Fard atau Gharib  dikalahkan oleh hadis ‘Aziz,  yang‘Aziz  dikalahkan oleh hadis Mustafidl dan yang Mustafidl dikalahkan oleh hadis Masyhur  dan yang tidak dapat dikalahkan ialah hadis Mutawatir.

 

b. Nilai pribadi dan proses penyebaran hadis

        Diperhatikan dari sisi nilai kebenarannya, tertib urutan dan  proses penyebarannya, maka   nilai hadis itu dibagi  sebagai berikut:

 1).  Shahih

       Hadis Shahih }  ialah suatu hadis yang memenuhi 5 syarat, bersambung-sambung sanad-nya kepada Nabi Saw., tidak bertentangan dengan hadis yang lebih kuat, bersih dari cacat, semua perawinya terpuji atau adil, kuat ingatannya.

2). Hasan

       Hadis Hasan  ialah suatu hadis sedikt kurang memenuhi syarat hadis Shahih,  ada perawinya yang kurang kuat ingatannya, tetapi bersambung-sambung sanadnya kepada Nabi Saw., tidak bertentangan dengan hadis yang lebih kuat, bersih dari cacat, semua perawinya terpuji atau adil.

3). Dha’if

     Hadis Dha’if  ialah hadis yang tidak memenuhi syarat-syarat hadis Shahih } dan tidak memenuhi syarat-syarat hadis Hasan.      Hadis Dha’if dikalahkan oleh hadis Hasanyang Hasan dikalahkan oleh hadis Shahih.

             Ibnu Hajar dalam Kitabnya Nuz-hatun Nazhar menyatakan ada 10 sifat yang menyebabkan suatu hadis ditetapkan sebagai hadis Dha’if,  lemah atau palsu, yaitu jika perawinya, orang-orangnya terjerat oleh sifat-sifat berikut:

1). Dusta.2) Tertuduh dusta. 3).Banyak keliru. 4) Lengah terhadap hafalannya. 5) Berwatak fasiq. 6) Keliru faham, 7) Berbeda dengan perawi yang lebih kuat. 8) Tidak diketahui identitas dirinya.9) Bid’ah dalam I’tiqad;10) Hafalannya lemah (Hasbi, Pokok-pkok Dirayah Ilmu hadits1958, h.73).

 

c. Subyek sumber yang diriwayatkan

              Dilihat dari siapakah orang yang diberitakan   didalam hadis, maka skala prioritas nilai hadis itu harus dilihat dari sisi  materi  isi  hadis itu maka sekala prioritas yang didahulukan  harus urut dan tertib sebagai berikut:

i. Hadis Marfu’  artinya  subyek yang diberitakan itu ialah Rasulkullah  Saw.

ii. Hadis Mauquf    artinya  subyek yang diberitakan itu ialah sahabat

iii.Hadis Maqthu’   artinya subyek yang diberitakan itu ialah tabi`in

       Hadis Marfu’ dimenangkan  sekaligus mengalahkan  hadis Mauquf  dan Maqthu’ kemudian hadis Mauquf dimenangkan alias mengalahkan hadis Marfu’

         Orang-orang Yahudi dan Nasrani yang sudah masuk Islam bisa dikelompokkan kedalam peringkat sahabat atau tabi’in sesuai dengan periode dan generasi mereka.

     

d.  Peringkat kwalitas periwayatan

             Jika kita dihadapkan kepada banyak hadis, maka hadis yang lebih kuat harus didahulukan,  mengalahkan hadis yang kurang kuat. Untuk ini ada beberapa cara memilih  hadis yang lebih kuat mengalahkan yang lemah,  caranya ialah sebagai berikut:

1). Jumlah sumber pertama yang langsung menerima dari Rasul Saw.  atau sahabat atau tabi`in yang lebih banyak jumlahnya didahulukan mengalahkan yang  sumber pertamanya  itu hanya sedikit

2). Mendahulukan yang lebih kuat hafalan orang-orang yang  memberi dan yang menerima riwayat hadis itu mengalahkan rangkaian nama-nama pemberi atau penerima riwayat yang sering lupa atau yang hafalannya lemah.

3). Mendahulukan orang yang disepakati tingginya  kehormatan pribadi dari pada yang tidak disepakati para ulama terhadap keluhuran kepribadiannya

4). Mendahulukan  riwayat  dari  orang yang membawa riwayat hadisnya  itu sudah dewasa dari pada pembawa riwayat yang belum baligh.

 5). Mendahulukan hadis yang mana sumber pertamanya itu terlibat dalam peristiwa timbulnya riwayat hadis yang diberitakan itu dari pada yang sumber pertamanya tidak ikut terlibat di dalamnya.

 

SKALA PRIORITAS  MENDAHULUKAN  ARRAJIH  MENGALAHKAN  ALMARJUH

Ar-Rajih, yang kuat,  menang

Al-Marjuh, lemah, kalah,

1)1. Jumlah yang lebih banyak sumber pertama yang langsung menerima dari Rasul Saw.  atau sahabat atau tabi`in 1.Yang  sumber pertamanya  itu sedikit
Y2.Yang lebih kuat hafalan orang-orang yang  memberi dan yang menerima riwayat hadis P2.Pemberi atau penerima riwayat yang sering lupa atau yang hafalannya lemah.
Y3.Yang disepakati tingginya  kehormatan pribadi Y3.Yang tidak disepakati para ulama terhadap keluhuran kepribadiannya
O4.Orang yang membawa riwayat hadisnya  itu sudah dewasa P4.Pembawa riwayat yang belum baligh.

 

Y5.Yang sumber pertamanya ikut terlibat dalam peristiwa timbulnya riwayat hadis yang diberitakan Y5.Yang sumber pertamanya tidak ikut terlibat di dalamnya.

 

 

             Demikian seterusnya masih banyak sekali syarat memilih dan menelusuri skala prioritas  sumber yang  shahih dimenangkan dan mengalahkan hadis atau riwayat yang  lemah(dha’if), dalam hal ini dapat dipertajam lebih menukik sangat rumit sekali dianalisa oleh para ulama, yang intinya penelitian itu mengarah kepada segi- (1) Jalur (Sanad). (2) Bunyi hadis (Matan). (3) Arah hukum. (4) Klausul dari luar. (5) Metode Qiyas.

          Para ulama sudah merumuskan sistem pemilihan hadis dengan peringkat dari yang paling kuat atau Al-Arjah  sampai yang Al-Marjuh  yang paling lemah. Klasifikasi dan kategorisasi peringkat hadis ini dirumuskan dari penelitian yang betul-betul sangat jeli terlalu rumit, seperti misalnya:

Al-Ghaza>li> dalam kitabnya Al-Mustashfa (1971;524) menunjuk ada 42 segi yang harus dipertandingkan antara dua macam hadis yang diteliti Shah}i>h} tidaknya.

Ar-Razi dalam kitabnya Al-Mahshul fi ‘Ilmil Ushul (1979:ii \ 552) mengemukakan 100 segi yang harus diadu kekuatan hukum antar riwayat masing-masing  hadis yang dipertandingkan.

Al-Amidi dalam kitabnya Al-Ihkam fi  Ushulil Ahkam  mengajukan 117 segi yang harus diadu kekuatan hukumnya dari tiap-tiap hadis yang dipertandingkan.

Asy-Syaukani dalam Irsyadul Fuhul (1937;276) mengajukan 153 segi yang harus diadu kekuatan hukumnya atas tiap hadis yang akan dinilai.

Muh}ammad Jwad  Mughnih  (1975:441) dan As-Suyuthi  (1972:202) berbeda lagi.

      Sistem dan metode  sekala prioritas pemilihan sumber ini  diisyaratkan oleh Al-Quran S.4 An-Nisa` 59, S.2 Al-Baqarah 147, S.3 A>li ‘Imran 60,  S.6 Al-An’am 114, S.10 Yunus 94 melalui penafsiran para ulama tafsir.

        Sumber primer, yang menyaksikan perilaku Muhammad Rasulullah Saw yang paling banyak telah memberitakan hadis kepada sumber skunder dan seterusnya tercatat sebagai berikut:

 

 

 

No Nama Sahabat TahunWafat Hadis dari dia
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

AbuHurairah

‘Aisyah

’Abdullah ibnu ‘Abbas

Abdullah ibnu ‘Umar

Jabir ibnu ‘Abdillah

Anas ibnu Malik

Abu> Sa’id al Khudriyyi

57 H

57 H

68 H

73 H

78 H

73 H

74 H

 

5374 5374hadis

2210 hadis

1660 hadis

1630 hadis

1540 hadis

1286 hadis

1170 hadis

 

Ulama peneliti hadis yang terkenal dalam Kutubut-Tis’ah dengan jumlah hadis yang sudah diteliti dan telah dibukukan, ialah sbb.:

1   ! Bukhari          ! 256H=869M!  7.562 buah   

2   ! Muslim            ! 261H=874M!   3.033 buah   

3   ! Turmudzi      ! 279H=892M!   3.956 buah  

4.  ! Nasai              !303H=915M!    5.758 buah  

5   ! Abu Dawud    !275H=888M!    5.274 buah  

6.  ! Ibnu Majah     !273H=886M!    4.341 buah  

7   ! Ahmad             !241H=854M!  27.100 buah  

8   ! Malik b.Anas  ! 179H=795M!    1.891 buah  

9   ! Darimi             ! 181H=799M!    3.503 buah 

         Oleh karena itu barang siapa yang mengaku diri menjadi nabi atau rasul yang tidak mempunyai mukjizat dari Allah tidak dapat mengalahkan data dan fakta risalah Nabu Muhammad Rasulullah Saw diatas ini maka dia dapat dituduh sebagai nabi palsu. Dan tercatat dalam sejarah  orang-orang yang mengaku menjadi nabi itu baik sebelum masa kenabian Rasulullah Muhammad maupun sesudahnya seperti yang terurai  dalam catatan sejarah berikut:

 

 

 

Nabi-nabi palsu

1. Sebelum  kedatangan Nabi Muhammad Saw.

          Peristiwa tentang akan datangnya orang-orang yang mengaku nabi itu pernah diramalkan oleh Nabi 'Isa dalam Kitab Bibel Perjanjina Baru memuat sabda Yesus bahwa akan timbul nabi "Palsu" sebagaimana tertulis  dalam Injil Markus 13 ayat 5-6& 21 yang bunyinya sbb:
  "Ingatlah baik-baik  jangan kamu disesatkan orang, karena banyak orang yang datang dengan namaku, katanya: Aku  ini  Kristus,  maka mereka  itu  akan menyesatkan banyak orang(5-6), dan jikalau pada waktu itu seorang berkata:  "Tengok,  inilah  Kristus,  atau itulah  Kristus"  janganlah  kamu  percaya (21).  Karena beberapa Kristus palsu akan terbit serta  mengadakan  pekerjaan  yang ganjih-ganjil  dan perbuatan heran yang menyesatkan manusia, jikalau boleh, daripada orang yang terpilih pula (22)
.  Dan  lagi Yesus  berkata: "Hai, bagi orang yang mendatangkan kesalahan kepada anak-anak ini, alangkah baiknya  kalau  batu  kisaran diikatkan   dilehernya,  dan  dicampakkannya  kedalam  laut.Tetapi akan hal ini, tak dapat tiada akan berlaku(Matius 18:6-7 baca pula I Korintus 1:1, Galatia 1:1; 12; Galatia 2ayat 2&20 )
        Ramalan Nabi Isa itu  betul-betul terjadi, yaitu menurut E.Crayn Hendrik dalam bukunya Mengapa saya masuk Islam (tth:120) menulis bahwa nabi palsu dalam Bibel itu ialah Paulus. Maka Paulus mengaku sebagai nabi membelokkan ajaran Nabi Isa.
1.                         Nabi palsu sebelum kebangkitan Rasulullah Muhammad
            E.Crayn Hendrik penulis buku Mengapa saya masuk Islam (tth:120) mencatat bahwa sarjana-sarjana sekarang ini, terutama di dunia Barat sendiri tidak habis pikir bagaimana prosedurnya, bila kita mencintai Tuhan Yesus dengan bakti yang luar biasa, tetapi kenyataannya setiap hari pula kita memberi makan dan meminumi tubuh dan darah Tuhan Yesus itu dalam missa yang kudus. Para sarjana Barat (tidak termasuk Kreamer, Van der Plass, Rifai Burhanuddin) tersebut, merasa kasihan dan malu, mendengar Yesus putera Allah disalib, diludahi dan dicemeti 40 kali banyaknya, masih pula dimahkotai dengan duri. Dan Yesus (baca: Allah) disiksa begini adalah karena Adam tanpa sengaja mengikuti bujukan Hawa isterinya untuk memakan buah Kuldi. Allah yang Maha Suci menerima korban darah anakNya. 
         Didalam  kitab Ulangan 18:18-22 disebutkan tentang tanda-tanda nabi palsu itu ada dua ialah: 1) Sombong. 2) Apa yang dikatakannya tidak terjadi. Hal ini dapat diteliti atas diri Paulus melalui Kitab Ulangan 18 ayat 18-22. Paulus dalam hal ini, bahkan beberapa kali dengan bangganya mengatakan dirinya rasul, rasul yang dipanggil oleh Allah, bahkan Paulus itu hakekatnya Kristus. Kita baca misalnya dalam tulisan atau pengakuannya dalam Bibel:(a). I Korintus 1:1 (b) Galatia 1:1 (c) Galatia 1:12. (d) Galatia 2: 20. (e). Galatia 2:2.

2. Nabi palsu di jaman  Rasulullah  dan di masa sahabat

         Pada akhir hayat Rasulullah Saw dan sepeninggal beliau timbul orang-orang yang mengaku diri menjadi nabi, yaitu  Musailamah al-Kadzdzab, Al-Aswad al-‘Ansa, Siti Sajah dan Al-Harits bin Sa’id.

         Orang-orang yang mengaku nabi sesudah Rasulullah Saw. tersebut semuanya dibunuh sebagaimana catatan berikut:

  • Kitab Subulus Salam (1h2392) bahwa  Al-‘Ansa  al-Kadzdzab dibunuh tahun 11 H. oleh Abdullh bin Zaid al Mazini dialah yang membunuh  Musailamah al-Kadzdzab.   Di halaman 3192 juz 1 kitab itu tercatat  Al’Ansa mengaku menjadi nabi lalu dibunuh oleh Qais bin Maksyuh dan Fairuz tahun 11 H,  dan pada halaman 3445 kitab Subulus-salam itu  mencatat bahwa Rasulullah Saw. mengutus Fairuz ad-Dailami untuk membunuh Al-Aswad al-‘Ansa al Kadzdzab yang mengaku menjadi nabi itu. Kitab Al-Wafi fil Wafayat (1h34) juga  mencatat Al-‘Ansa itu hidup di \jaman Mu’awiyah dibunuh di daerah Shan’a.
  •  Kitab Al-Aghani (10h36) mencatat bahwa Musailamah kawin dengan Sajah yang sama-sama mengaku menjadi nabi perempuan. Pada juz 1 halaman 1572 kitab Al-Aghani ini mencatat pula bahwa Al-Harits bin Sa’id  al-Kadzdzab mengaku  menjadi nabi di Syam lalu divonis hukuman mati tahun 80 H.

3. Nabi palsu di jaman akhir

@ Banyak  nama-nama orang yang mengaku menerima wahyu dari Tuhan. Maka  Prof. Hamka menulis Kibatinan sekitar tahun 1954 tercatat tidak kurang dari 168 pendiri Aliran Kepercayaan yang mengaku menerima wahyu untuk menjalankan ritual kepercayaannya bahkan banyak pula mereka yang mengaku menjadi setengah nabi dan kita sebut saja mereka itu nabi-nabi palsu. Dari sekian nama itu yang perlu mendapat perhatian kita sekarang ialah: Mirza Ghulam Ahmad

BAB  TIGA

Ahmadiyah melawan Al-Quran dan Hadis

            Semua ulama Tafsir menyatakan bahwa  lafal Ahmad dalam Al-Quran S.61 Ash-Shaf 6 di awal uraian di atas ialah Nabi Muhammad Saw. Bukan Mirza Ghulam Ahmad dari  Qadian, Punjab,  Pakistan. Mirza Ghulam Ahmad  bekerja sama dengan Penjajah Inggris untuk mendirikan Ahmadiyah yang tujuannya ialah agar supaya  Islam jangan berjuang menentang Inggris.

          Masalah ini dapat dikembalikan kepada Al-Quran dan hadis serta penjelasan para ulama sebagai berikut: ~Allah berfirman dalam Al-Quran”

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (الصف6)

“Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”(S.61 Ash-Shaf 6).

    Ibnu Katsir mengaitkan Al-Quran s61a6 di atas ini dengan hadis  berikut:

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ لِي أَسْمَاءً أَنَا مُحَمَّدٌ وَأَنَا أَحْمَدُ وَأَنَا الْمَاحِي الَّذِي يَمْحُو اللَّهُ بِيَ الْكُفْرَ وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى قَدَمِي وَأَنَا الْعَاقِبُ(رواه البخاري 4517 ومسلم4343)

Artinya: “Dari Muhammad bin Jubair dia mendengar Rasulullah bSaw. bersabda: “Aku memiliki beberapa nama, yaitu: Aku bernama Muhammad, aku bernama Ahmad, aku bernama Al-Mahi yang menghapus kekafiran, aku bernama Al-Hasyir yang menyatukan manusia di bawah-ku dan aku adalah Al-‘Aqib nabi paling akhir”(HR Bukhari no.451 Muslim no.4343). Al-‘Aqib artinya tidak ada nabi sesudahnya dan Allah menamakannya orang yang penuh kasih dan sayang ).

~ Tafsir Ad-Durrul Mantsur  (8h148) mencatat bahwa Rasulullah Saw. bersabda bahwa nama beliau di dalam Injil ialah Ahmad dan di dalam Al-Quran nama beliau ialah Muhammad.

        Rasulullah Saw. sendiri menyatakan bahwa beliau mempunyai macam-macam nama seperti  Al-‘Aqib artinya tidak ada nabi sesudahnya yang disebut dalam hadis Bukhari no.4517 dan Muslim 4343 di atas maka nama ini sangat memperkuat sanggahan keras kepada mereka yang mengaku diri menjadi NABI sesudah beliau wafat..

~ Tasir Al-Qurthubi (18h75) dalam menganalisa Qs61a6 di atas mencatat bahwa Ahmad artinya memuji Allah. Muhammad artinya ialah Mahmud dengan makna Mubalaghah artinya sangat terpuji yang juga sebagai tanda kenabian beliau, terpuji di dunia dan di akhirat. Arti  lafal Al-Mahi dalam ahdis itu artinya ialah menghapus atau melenyapkan maksudnya ialah melenyapkan faham yang penyembah berhala.

~  Tafsir Fat hul Qadir (5h526) mencatat bahwa nama Ahmad itu menunjukkan lafal yang mengandung sifat Mubalaghah= menyangatkan, maksimal, maksudnya sangat memuji Allah.

~ Tafsir Al-Baghawi  (1h108) juga mencatat bahwa huruf alif pada lafal Ahmad menekankan  arti Mubalaghah=maksimalisasi-kesangatan.

~ Tafsir Al-Baidhawi (1h333) dan Tafsir Abus-Su’ud (8h244)  mencatat bahwa bunyi Ahmad di dalam Al-Quran s61a6 ialah Muhammad Saw.

~  Tafsir Ad-Durrul Mantsur (8h148) mencatat riwayat dari Ath-Thayalisi dan Ibnu Mardawaih bahwa nama Nabi Muhammad Saw. itu juga dinamakan  Nabiyyut Taubat (nabinya tobat) dan Nabiyul Malhamah (nabi komandan perang)..

Catatan

AHMADIYAH

                Pada tahun 1835, di sebuah desa bernama Qadian, daerah Punjab, India,  lahir seorang anak laki-laki bernama  Mirza Ghulam Ahmad. Dalam pertumbuhan pemikirannya dia sering bertemu dengan kaum Nasrani, Hindu ataupun Sikh dalam perdebatan publik, dia juga rajin  menulis dan berbicara tentang pemikiran mereka.

~ Pada waktu berusia 40 th Mirza Ghulam Ahmad mengaku diri menjadi Imam Al-Mahdi seperti kepercayaan “Ratu Adil” di Jawa. Kemudian  pada  umur 49 th Mirza mengaku  diri menerima wahyu.

 ~ Tgl.23 Maret 1889 Mirza mendirikan Jemaat Ahmadiyah konspirasi dengan  pemerintah Inggris untuk menghancurkan Islam dari dalam. Kejadian ini sangat terkait dengan peristiwa  besar bahwa misionaris Nasrani pimpinan CC.Fonder dikalahkan oleh Syekh Rahmatullah al-Hindi melalui debat umum bulan April 1854 disaksikan oleh 1000 orang saksi bahwa Kitab Bibel terbukti berisi 40.000 kontradiksi masalah antar ayat-ayat Bibel. Rahmatullah al Hind mempunyai banyak sekali koleksi Bibel terbitan lama yang sangat langka sulit sekali dicari.

~ Tahun 1891 Mirza mengaku menjadi nabi dan menjadi Reinkarnasi Nabi Isa al-Masih Al-Mau’ud, sekaligus mengaku                                diri sebagai penampakan  kembali Krisna  anak Dewa Wisnu dalam ajaran Hindu, mencampur adukkan Islam, Kristen dan Hindu guna membantu Inggris dalam melemahkan semangat jihad umat Islam India melawan Inggris (Ensiclopedi Britanica huruf G / A).

@ Dasar ajaran Ahmadiyah dari Mirza

~ Menurut  ajaran Mirza maka Nabi Isa itu disalib belum sampai mati dan setelah diobati oleh muridnya menjadi sehat kembali lalu pergi ke India dan wafat dalam usia 120 tahun dimakamkan di Mahalla Srinagar Kasymir India. Dengan kepercayaan ini maka Ahmad mengaku diri menerima wahyu Ilahi kemudian tahun 1891 menyatakan diri sebagai Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud (Al Masih yang dijanjikan).

      Dengan pengakuannya ini Mirza  langsung mendapat tantangan masyarakat luas karena menyatakan diri sebagai Al-Masih bagi umat Kristiani dan Imam Mahdi bagi umat Muslim bahkan  sebagai Krishna bagi umat Hindu seperti di atas, jadi dia mrngaku diri sebagai “Nabi Yang Dijanjikan bagi semua umat manusia di bawah bendera Ahmadiyah.

Akar Pemikiran dan Keyakinan Ahmadiyah

  1. 1.        Bermula dari gerakan orientalis bawah tanah yang menyebarkan pikiran-pikiran yang menyimpang, yang secara tidak langsung telah membuka jalan bagi munculnya gerakan Ahmadiyah.
  2. 2.        Inggris menggunakan kesempatan ini lalu membantu gerakan Ahmadiyah, dengan memilih Mirza seorang lelaki dari keluaga bangsawan untuk pimpinan gerakan ini.
  3. 3.        Pada tahun 1953M, terjadilah gerakan nasional di Pakistan yang menuntut diberhentikannya Zhafrillah Khan yang banyak membantu Ahmadiyah. Gerakan ini menuntut agar dia dicopot dari jabatannya sebagai menteri luar negeri. Gerakan itu dihadiri oleh sekitar 10 ribu umat Islam, dan berhasil menurunkan Zhafrillah Khan dari jabatannya.
  4. 4.        Rabithah Alam Islami  dalam sidangnya  tg 14 s.d. 18 Rabbiul Awwal 1394 H (6 s.d. 10 April 1974) di Makkah Al-Mukarramah yang dihadiri oleh 144 delegasi pemerintahan dan tokoh Islam seluruh dunia memutuskan bahwa Ahmadiyah itu keluar dari Islam siapa yang mengikuti faham ini hukumnya kafir. Sidang meminta kepada kaum muslimin supaya berhati-hati terhadap bahaya ajaran Ahmadiyah  ini dan tidak bermu’amalah dengan pengikut Ahmadiyah, serta tidak menguburkan pengikut kelompok Ahmadiyah  ini di kuburan kaum Muslimin”.
  5. 5.        Majelis Rakyat (Parlemen) Pakistan melakukan debat dengan gembong kelompok Ahmadiyah bernama Nasir Ahmad. Debat ini berlangsung sekitar 30 jam. Kemudian Nasir Ahmad menyerah dan tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan anggota siding Majelis Rakyat Pakistan sekaligus tersingkaplah kedok kufurnya kelompok ini. Maka majelis parlemen mengeluarkan keputusan bahwa kelompok ini lepas keluar dari agama Islam.

 Hal-hal yang menetapkankan Mirza Ghulam Ahmad itu kafir ialah:

  1. 1.        Pengakuan Mirza Ghulam Ahmad  sebagai nabi.
    1. 2.    Ahmadoyah telah menghapus kewajiban jihad Islam diganti dengan mengabdi kepada penjajah.
    2. 3.    Menghapus hukum wajib haji ke Mekkah dan menggantinya dengan berhaji ke Qadian.
    3. 4.    Menyerupakan sesuatu terhadap manusia  diserupakannya  terhadap Allah.
    4. 5.    Percaya dan yakin terhadap tanasukh (ruh Tuhan menitis kepada makhluk) dan hulul (bersatunya manusia dengan Tuhan).
    5. 6.    Menisbatkan bahwa Allah memiliki anak, serta mengklaim bahwa Mirza adalah anak Tuhan.
    6. 7.    Menentang keyakinan  bahwa Nabi Muhammad Saw  sebagai nabi penutup  dan membuka pintu bagi siapa saja yang menginginkan untuk menjadi nabi.

Pemimpin-Pemimpin Ahmadiyah

  1. 1.    Pemimpin Ahmadiyah sepeninggal Mirza Ghulam Ahmad bernama Nuruddin. Pemerintah Inggris menyerahkan kepemimpinan Ahmadiyah kepada Muruddin dan diikuti para pendukungnya.
  2. 2.    Pemimpin lainnya ialah Muhammad Ali dan Khaujah Kamaluddin, Amir Ahmadiyah di Lahore. Jamaah Ahmadiyah Lahore berpandangan bahwa Mirza Ghulam Ahmad hanyalah seorang mujadid. Tetapi yang berpandangan seperti ini dan yang tidak, mereka sama saja saling mengadopsi satu sama lain.
  3. 3.    Dzhafrillah Khan, menteri luar negeri Pakistan memiliki andil besar dalam membantu kelompok sesat ini, dengan memberikan tempat luas di daerah Punjab sebagai markas besar Ahmadiyah sedunia, dengan nama Robwah Isti’aroh (tanah tinggi yang datar) menggantungkan pendapatnya kepada  Al-Quran S.23 Al-Mukminun 50.

Dapat disimpulkan bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat yang tidak ada hubungannya dengan Islam. Aqidah mereka jauh berbeda dengan agama Islam dalam segala hal. Ulama Islam menetapkan bahwa Ahmadiyah adalah kafir.

Sanggahan dan penolakan terhadap Ahmadiyah

     Sidang Liga Muslim Dunia (Rabithatul-‘Alamil-Islami) tanggal 14 s.d. 18 Rabbiul Awwal 1394 H (6 s.d. 10 April 1974) di Makkah Al-Mukarramah Saudi Arabia yang diikuti oleh 144 delegasi negara-negara Muslim dan organisasi Islam dari seluruh dunia memutuskan rekomendasi dan pernyataan terhadap Ahmadiyah, sebagai berikut:

        Ahmadiyah  adalah sebuah gerakan bawah tanah yang melawan Islam Adan umat Islam sedunia, dengan alasan seperti terurai di atas yaitu bahwa  Ahmadiyah dengan penuh kepalsuan dan kebohongan mengaku Islam hanya sebagai kedok belaka untuk merusak agama Islam, yaitu mengangkat atau mengakui Mirza sebagai nabi, membelokkan pengertian ayat-ayat   Al-Quran, menghapus hukum jihad, .bekerja sama dengan  kaum imperialis  khususnya imperialis Inggris, telah berkhianat dalam hubungannya dengan ummat Islam, lebih setia kepada Imperialis  dan Zionis Yahudi, menjalin hubungan erat dan bekerjasama dengan kekuatan-kekuatan anti-Islam sebagaimana terurai di bab di atas.

          Maka dari itu usaha untuk menanggulangi bahaya ini, Sidang Liga Muslim Dunia-Rabithah Alam Islami merekomendasikan dan mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

  1. 1.    Seluruh organisasi Muslim dunia harus tetap mewaspadai setiap kegiatan-kegiatan orang-orang Ahmadiyah di masing-masing negara.
  2. 2.    Mereka harus dianggap sebagai golongan Non-Muslim dan  dilarang keras untuk memasuki Tanah Suci Makkah.
  3. 3.    Tidak berurusan dengan orang-orang Ahmadiyah dan memutuskan hubungan sosial, ekonomi, dan budaya dengan orang-orang Ahmadiyah..

4.Tidak melakukan hubungan pernikahan dengan orang Ahmadiyah, serta mereka tidak diizinkan untuk dikubur di pemakaman Islam  dan mereka harus diperlakukan seperti layaknya orang  non-muslim.

5. Seluruh negara- Muslim di dunia harus mengadakan larangan keras terhadap aktivitas para pengikut Mirza Ghulam Ahmad. Dan harus menganggap mereka sebagai minoritas non Muslim ataupun melarang mereka untuk mendududki jabatan yang sensitif dalam negara.

6. Menyiarkan semua penyelewengan Ahmadiyah yang mereka lakukan terhadap Kitab Suci Al-Qur’an dan melakukan inventarisasi catatan terjemahan Al-Qur’an yang dibuat oleh Ahmadiyah serta  memperingatkan umat Islam mengenai buku-buku  kepustakaan Ahmadiyah.

7. Semua golongan yang menyeleweng dari Islam diperlakukan sama seperti Ahmadiyah.(*)Lihat: Majalah Fatawa Vol. 06. Th. II 1425H/2004M. Alihbahasa oleh Abu Asiah, dalam siaran internet almanhaj.or.id dan http://www.muslim.or.id).

Sikap Organisasi  Islam dan Pemerintah

  1. 1.        PP. Muhammadiyah menetapkan tahun 1923 bahwa Ahmadiyah itu keluar dari Islam.
  2. 2.        Muktamar NU ke-V di Pekalongan 1930 menetapkan bahwa Ahmadiyah itu aliran sesat dan menyimpang dari agama-Islam.
  3. 3.        Organisasi Islam se-Dunia & Rabithatul  ‘Alamil  Islami   yang mencakup umat Islam 144 negara pada  tg.6-4-1974 sepakat (Ijma’) bahwa Ahmadiyah adalah kafir dan keluar dari agama Islam sebagaimana terurai di atas.

 4. Pakistan menetapkan Ahmadiyah itu Non Muslim (bukan Islam). Pemerintah Brunai dan Malaysiamenetapkan Ahmadiyah organisasi terlarang.

5. Saudi Arabia sejak dahulukala melarang kaum Ahmadiyah masuk ke tanah suci Makkah dan Madinah.

6. Majelis Ulama Indonesia dalam Munas II th.1980 mengeluarkan Fatwa bahwa Ahmadiyah keluar dari agama Islam dan  sesat-menyesatkan.

7. Negara R.I  melalui Surat Edaran Dirjen Bimas Islam no.D/BA/01/3099/1984 melarang Ahamdiyah Qadian menyebarkan ajarannya.

8.  Atas nama Pemerintah Indonesia, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung Indonesia pada tanggal 9 Juni 2008 telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama, yang memerintahkan kepada penganut Ahmadiyah untuk menghentikan kegiatannya yang bertentangan dengan Islam.

        Gubernbur Jawa imur, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Timur,  Sumatera Selatan, Bupati-Bupati  Garut, Tasikmalaya, Bogor, Sama­rinda, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Pandeglang telah  mengeluarkan aturan la­rang­an Ahmadiyah melakukan aktivitas. Gubernur Jawa Timur telah menetapkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 188/94/KPTS/013/2011 yang dibacakan Gubernur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi, Senin 28/2/2011.  

        Dalam surat keputusan  tersebut, disebutkan empat poin yang harus dipatuhi oleh jemaah Ahmadiyah di wilayah Jatim. Keempat poin tersebut adalah:

1.Dilarang menyebarkan ajaran Ahmadiyah secara lisan, tulisan maupun melalui media elektronik

2.Dilarang memasang papan nama Organisasi jemaat ahmadiyah Indonesia (JAI) di tempat umum

3.Dilarang memasang papan nama pada masjid, mushola, lembaga pendidikan dan lain lain dengan identitas jemaat JAI

4.Dilarang menggunakan atribut jemaat ahmadiyah Indonesia (JAI) dalam segala bentuknya.

           Gubernur Jawa Barat juga telah menetapkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pelarangan Aktivitas Jemaat Ahmadiyah di Jaba.

Silahkan buka internet situs : https://pondokquranhadis.wordpress.com

Kirimkan naskah ke Email:pondokilmu7@gmail.com-Tlp:0318963843

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: