Oleh: pondokquranhadis | September 2, 2011

PEZINA, MALING(KORUPTOR), IMANNYA COPOT

011(7)27                                                                       Tafsir Tematis Kontemorer

 

Pezina, pencuri dan pemabuk

IMANNYA COPOT

 

(Imam  Muchlas)

 

Al-Quran S.5 Al-Maidah 90-93

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (90) إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ (91) وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَاحْذَرُوا فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ (92) لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا إِذَا مَا اتَّقَوْا وَآَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَآَمَنُوا ثُمَّ اتَّقَوْا وَأَحْسَنُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (93)) المائدة 90-93)

90. “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.

91.Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu”).

92. Dan ta`atlah kamu kepada Allah dan ta`atlah kamu kepada Rasul (Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”( S.5 Al-Maidah 90-92).

93. Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”(S.5 Al-Maidah 90-93)

Tema dan sari tilawah

~Ada 4 perkara yang termasuk perbuatan syaitan, yaitu: (1) Minum khamr; (2)Berjudi; (3) Berkorban untuk berhala; (4)Menggantungkan nasib kepada makhluk.

~ Nomer 1 sampai 4 tersebut adalah perbuatan yang sangat kotor dari ulah syaitan.

~ Orang yang beriman wajib menjauhi ulah syaitan agar supaya hidupnya bahagia.

~ Syaitan itu berusaha menyebarkan permusuhan dan kebencian melalui perbuatan yang kotor itu.

~ Syaitan juga berusaha menghalang-halangi orang supaya jangan beribadah kepada Allah

~Orang yang beriman wajib meninggalkan 4 perbuatan tersebut

~Orang yang beriman wajib taat kepada Allah dan Rasul dengan penuh hati-hati.

~Tugas Rasul utusan Allah hanyalah tabligh menyampaikan amanat Allah.

Masalah dan analisa

Dari berbagai macam pertanyaan yang timbul, maka ada 3 soal:

1.Sebenarnya apa dan siapa syaitan itu? Jawaban sementara: Syaitan itu melawan Allah, musuh orang mu`min, kerjanya ialah menggoda manusia untuk melawan Allah.

2.Bagaimana status kedudukan orang yang mengaku beriman tetapi kerjanya mengikui ajakan syaitan? Jawabana sementara: Orang yang mengaku beriman tetapi mengikuti langkah-langkah syaitan maka imannnya copot terlepas dari kedudukan iman, sehingga dia jatuh ke dalam identitas kafir.

3.Bagaimana caranya supaya mereka dapat kembali termasuk menjadi orang yang beriman lagi? Orang yang mengikuti langkah syaitan itu imannya copot atau kafir maka yang bersangkutan harus bertaubat dan mengambil kembali imannya yang terlepas itu lalu secara formal masuk Islam lagi dan mentaati hukum Allah.

Pendalaman dan penelitian

BAB SATU

Syaitan itu melawan Allah

~Masalah ke-1: Sebenarnya apa dan siapa syaitan itu? Jawaban sementara: Syaitan itu melawan Allah, musuh orang mu’min, kerjanya ialah menggoda manusia untuk melawan Allah. Lebih jauh dapat kita pelajari dari uraian berikut:

Masalah Jin, Syaitan dan Iblis

  1. Asal usul Jin Syaitan dan Iblis.
  2. Status kedudukan Jin, Syaitan dan Iblis

3. Beberapa masalah tentang Syaitan

Ad 1 Asal kejadian Jin Syaitan dan Iblis.

 Semua orang yang beriman itu percaya kepada istilah Khaliq dan percaya kepada adanya makhluq, Kahliq ialah yang menciptakan dan makhluq ialah apa yang diciptakan oleh Khaliq. Makhluq dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu: Benda mati, tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia dan makhluq halus. Makhluq halus ialah makhluq yang tidak dapat dijangkau oleh pancaindra. Makhluq halus dapat dibagi menjadi:malaikat, roh, jin dan syaitan.

 Beberapa pakar Ilmu Fisika menggambarkan makhluq halus itu sebagai jenis electron, yaitu suatu bagian dari atom yang kerjanya mengelilingi proton dengan kecepatan yang yang sangat tinggi, sehingga bekasnya memunculka sinar dan sinar itu bukan elektron, tetapi efek dari percepatan jalannya electron. Para pakar itu menambahkan lagi bahwa dari perpaduan electron-proton dan newtron maka terbentuklah atom, dari atom terbentuk molekul dan semua wujud materi. Elektron itu bukan materi (dapat diistilahkan makhluq halus), sedangkan atom adalah materi benda yang paling kecil yang bisas disaksikan oleh panca indra yang tidak dapat dibagi-bagi lagi.

 Dengan gambaran pakar ilmu fisika ini maka makhluq halus itu sangat mirip dengan teori para pakar ilmu fisika tersebut. Al-Quran kiranya tidak menjelaskan asal kejadian malaikat, roh, dan syaitan, tetapi Al-Quran hanya menjelaskan asal usul jin, sehingga dapat diduga asal kejadian makhluq halus, syaitan, iblis roh itu , hampir sama atau seperti asal kejadian jin, yaitu sebagai berikut:

 Jin itu diciptakan dari api dan lebih dahulu sebelum penciptaan manusia sebagaimana diterangkan Allah Ta’ala dalam Al-uran s15a26-27:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ()وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِالحجر 26-27)

 “Dan sesungguh Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yg diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelumnya dari api yg sangat pana.”(S.15 Al-Hijru 26-27).

 

Ad 2 Status kedudukan Jin,Syaitan dan Iblis

Berdasarkan hadis Bukhari no.3120 ternyata setiap manusia itu selalu diiringi oleh malaikat yang membisikkan hal-hal yang positif dan juga disertai syaitan yang membisikkan hal-hal yang negative. Dan berdasarkan S.50 Qaf 17-18 maka setiap manusia itu dikuntit oleh dua malaikat Raqib dan ‘Atid yang mencatat amal perbuatannya.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ()إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ()مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ) ق 16-18)

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”(S.50 Qaf 16-18).

Tugas dan sifat Jin itu hampir sama dengan tugas manusia yaitu bahwa jin itu mempunyai nafsu, makan-minum dan berketurunan serta memikul kuwajiban menyembah kepada Allah, sebagaimana yang termaktub dalam Al-Quran S.6 Al-An’am 130:

يَامَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا قَالُوا شَهِدْنَا عَلَى أَنْفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ(الانعام 130)

Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir”(S.6 Al-An’am 130).

Salah satu dari jenis jin itu ialah Iblis sebagaimana diterangkan Allah dalam Al-Quran S.18 Al-Kahfi 50:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا( الكهف 50)

”Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim”(S.18 AlKahfi 50).

Dari Al-Quran s18a50 ini dapat diduga kiranya Iblis, syaitan itu sejenis jin, sedangkan Iblis ialah Jin yang menentang Allah menolak untuk hormat kepada Adam. Dan dapat dipelajari di dalam Al-Quran bahwa soal Iblis itu ada 11 ayat: yang 9 ayat menerangkan bahwa Iblis itu dikaitkn dengan penolakan dia untuk sujud kepada Adam, waktu Adam masih di dalam surga hanya dua ayat tidak demikian yaitu disebut dalam Al-Quran S.26 Asy-Syu’ara`95 dan S.34 Saba` 20.

Tugas kewajiban jin

 Jin itu mendapat tugas kewajiban menyembah Allah, difahamkan dari Al-Quran s46a29;

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُوْنَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوْهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِيْنَ. قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوْسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيْقٍ مُسْتَقِيْمٍ. يَا قَوْمَنَا أَجِيْبُوا دَاعِيَ اللهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوْبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيْمٍ. وَمَنْ لاَ يُجِبْ دَاعِيَ اللهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي اْلأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُوْنِهِ أَوْلِيَاءُ أُولَئِكَ فِي ضَلاَلٍ مُبِيْنٍ (الاحقاف 29)

“Dan ingatlah ketika Kami hadapkan sekumpulan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur`an. maka ketika mereka menghadiri pembacaan lalu mereka berkata: `Diamlah kamu ’. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaum memberi peringatan. Mereka berkata: `Wahai kaum kami sesungguh kami telah mendengarkan kitab yang telah diturunkan setelah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelum lagi memimpin kepada kebenaran dan jalan yang lurus. Wahai kaum kami terimalah orang yg menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima orang yang menyeru kepada Allah mk dia tidak akan lepas dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada bagi pelindung selain Allah. Mereka itu dlm kesesatan yang nyata(S.46 Al-ahqaf 26)

@ Hobbi pekerjaan jin dan syaitan

Siapapun jin maupun manusia yang kerjanya menggoda dan mengajak melawan Allah namanya syaitan atau dengan kata lain bahwa syaitan itu ialah manusia dan jin yang berbuat durhaka atau maksiat kepada Allah alias siapa saja yang melawan Hukum Allah adalah syaitan sebagaimana ditegaskan Allah dalam Al-Quran S.114 An-Nas dan s6a112.. Sehingga semua manusia harus menjaga diri dengan menjauhi watak atau perbuatan syaitan. Allah berfirman:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ(1)مَلِكِ النَّاسِ(2)إِلَهِ النَّاسِ(3)مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ(4)الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ(5)مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ(6)(الناس 1-6)

“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. dari (golongan) jin dan manusia”(S.114 An-Nas 1-6).

 Ad 3 Beberapa masalah tentang Syaitan

 Yang dinamakan syaitan itu ialah jin ataupun manusia yang kerjanya menggoda manusia untuk mereka seret ke dalam neraka dengan cara menolak Rukun Iman dan Rukun Islam menjadi orang yang kafir memusuhi Allah.

. Syaitan itu betul-betul musuh orang beriman maka hendaknya jangan sampai dia berusaha membuat rekayasa mengulangi perbutannya di jaman awal dahulu syaitan telah mengeluarkan Adam dan Qawa dari surga. Orang mu’min sungguh harus berhati-hati betul, sebab syaitan telah mendapat SIM (Surat Ijin Menggoda) dan sudah ngobral sesumbar akan mencegat manusia dari segala cara melalui segala penjuru untuk menggoda dengan semaksimal mungkin sebagaimanaq tercatat dalam Al-Quran :

رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ(79)قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ(80)إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ(81)قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ( ص 79-82)

“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan”. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)”. Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya”(S.38 Shad 79-82 dan S.7 Al-A’raf 16).

Tetapi syaitan tidak berdaya menggoda orang orang mu’mn yang mukhlish :

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ()إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ( الحجر39-40)

“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.(S.15 Al-Hijr 39-40 dan S.38 Shad 83).).

أَفَتَتَّخِذُوْنَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُوْنِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِيْنَ بَدَلا (الكهف 50)ً

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim”(S.18 Al-Kahfi 50) .
Jin memiliki roh dan jasad.

@ Syaikhuna Muqbil bin Hadis mengatakan: “Jin memiliki roh dan jasad. Hanya saja mereka dapat berubah-ubah bentuk dan menyerupai sosok tertentu serta mereka bisa masuk dari tempat manapun. Demikian pula bila seseorang masuk ke rumah kemudian membaca basmalah maka setan mengatakan: ‘Tidak ada kesempatan menginap’. Jika seseorang makan dan mengucapkan basmlah maka setan berkata: ‘Tidak ada kesempatan menginap dan bersantap malam”. Jin bisa berujud seperti manusia dan binatang. Dapat berupa ular dan kalajengking juga dalam wujud unta sapi, kambing, kuda, bighal, keledai dan juga burung. Serta bisa berwujud manusia seperti waktu setan mendatangi kaum musyrikin dalam bentuk Suraqah bin Malik tatkala mereka hendak pergi menuju Badr. Mereka dapat berubah-ubah dalam bentuk yang banyak seperti anjing hitam atau juga kucing hitam. Karena warna hitam itu cenderung mengisyaratkan kekuatan setan dan daya panas.

 Kaum jin memiliki tempat tinggal yang berbeda-beda. Jin yang shalih bertempat tinggal di masjid dan tempat-tempat yang baik. Sedangkan jin yg jahat dan merusak mereka tinggal di kamar mandi dan tempat-tempat yang kotor. Tulang dan kotoran hewan adalah makanan jin.

 Konon ayah KH Imam Ghazali Al-Islam Solo memunyai jin yang disuruh menjaga masjid dan rumah beliau. Tetapi jika di sana ada suatu rampatan berupa hidangan yang siap disantap, maka jin itu suka sekali ngobok-obok hidangan itu. Demikian dikisahkan oleh Hj.Syarifah Muhtarom binti Ghazali beberapa waktu yang lalu. Do’a Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad Saw melawan syaitan:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ

(( أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ))

 (رواه البخاري 3120)

“Dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam biasa memohonkan perlindungan untuk Al Hasan dan Al Husein (dua cucu Beliau) dan berkata; "Sesungguhnya nenek moyang kamu pernah memohonkan perlindungan untuk Isma'il dan Ishaq dengan kalimat ini:
 A'uudzu bi kalimaatillaahit taammati min kulli syaitaani wa haammatin wa min kuli 'ainin laammah" ("Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan segala makhluq berbisa dan begitupun dari setiap mata jahat yang mendatangkan petaka")(HR Bukhari no.3120)

Syaitan itu musuh manusia sejak Nabi Adam sampai manusia

 akhir zaman atau hari kiamat:

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَابَنِي ءَادَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ( يس60)

“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”(S.36 Yasin 60). “وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ الشَّيْطَانُ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ((الزحرف62)

“Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”(S.43 Az-Zuhruf 62)

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى(116)فَقُلْنَا يَاآدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى( طه117)

“Maka kami berkata: “Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka”(S.20 Thaha 117).

 Syaitan bertekad untuk menyesatkan manusia dan syaitan itu musuh yang suka membuat rekayasa macam-macm:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ(فاطر6)

“Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”(S.35 Fathir 6)

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ(الزحرف 67)

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa”(S.43 Az-Zuhruf 67).

 Syaitan itu musuh orang mu’min maka harus di jauhi, ditegaskan Allah dalam AlQuran dalam banyak-banyak ayat:

وَدَخَلَ الْمَدِينَةَ عَلَى حِينِ غَفْلَةٍ مِنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ هَذَا مِنْ شِيعَتِهِ وَهَذَا مِنْ عَدُوِّهِ فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِنْ شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ مُوسَى فَقَضَى عَلَيْهِ قَالَ هَذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ عَدُوٌّ مُضِلٌّ مُبِينٌ( القصص15)

“Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir`aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: “Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya)(S.28 Al-Qashash 15)

 

 Perlu diketahui bahwa soal Jin Setan dan Iblis masih menjadi masalah yang diperselisihkan para ulama ada yang berpendapat Iblis itu: (1)Nenek moyang syaitan;(2)Syaitan itu bukan Iblis; (3)Syaitan itu daya-potensi yang mengajak kepada perbuatan dosa; (4)Iblis itu hanya menggoda Adam sebaliknya syaitan itu yang menggoda manusia anak keturunan Adam di dunia. Perbedaan pendapat ini timbul karena Al-Quran menyebut Iblis sebanyak 11 kali yang 9 ayat terkait dengan sikap Iblis membangkang perintah sujud kepada Adam(Dua kali tidak demikian). Dan istilah syaitan disebut 89 kali secara umum sedang yang empat kali terkait dengan kisah Nabi Adam waktu masih berada di dalam surga.

 

 

 

BAB DUA

Mengikuti ajakan syaitan imannya copot.

Masalah e-2: Bagaimana status kedudukan orang yang mengaku beriman tetapi kerjanya mengikui ajakan syaian? Jawaban sementara: Orang yang mengaku beriman tetapi mengikuti langkah-langkah syaitan maka imannnya copot terlepas dari status kedudukan iman, sehingga jatuh ke dalam identitas kafir.

 Usaha untuk memahami bagaimana masalah copot terlepasnya iman seseorang dapat kita analisa melalui uraian sebagai berikut:

 Pengertian iman

 Rasulullah Saw menjelaskan bahwa asas landasan Agama Islam itu ada tiga, yaitu Iman, Islam dan Ihsan sebagaimana termaktub dalam shahih Bukhari no.48 dan Muslim no.10, dalam istilah yang terkenal dengan Akidah, Syari’ah dan Akhlak, Rasulullah Saw bersabda:

I.       Iman ialah percaya kepada 6 perkara, yaitu yakin kepada Allah, malaikat, kitab, pertemuan dengan-Allah (Takdir), yakin kepada Rasul, dan hari Kiamat". 
II.    Islam adalah syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji.
III. Ihsan ialah mengabdi kepada Allah seolah-olah melihat Allah. dan bila kalian tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihat kalian" (HR Bukhari no.48 dan Muslim no.10 (menurut riwayat Nasa`i no.4905 dalam bab iman bukannya “pertemuan dengan Allah” tetapi iman kepada TAKDIR).
@ Tafsir At-Tahrir wat Tanwir (1h109) mencatat bahwa iman itu ialah keyakinan kepada yang diwajibkan. Islam ialah mewujudkan penyerahan diri dengan tulus kepada ajaran Rasul sesuai dengan Al-Quran s33a35 dan s4a64.
@Tafsir Fi Zhilalil Quran (1h323) mencatat bahwa iman ialah meyakini Maha Mutlak Allah atas seluruh makhluk tidak ada sesuatupun kecuali karena ijin dan ridho Allah baik dalam ibadah, ketundukan dan kehidmatan hidup. Dalam Juz 6h500 penulis itu menunjuk Al-Quran s49a15-18 menyatakan bahwa Iman itu di dalam kalbu sedangkan Islam itu perwujudan lahiriyah.

@ Dalam Tafsir Al-Wasith (1h3976), Thanthawi melalui Al-Quran S.51 Adz-Dzariyat 36 menulis:

فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ(الذاريات 36)

“Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri.”(S.51 Adz-Dzariyat 36).

Penulis tafsir ini menyatakan bahwa Iman dan Islam itu tidak bisa dipisahkan, bahwa Nabi Luth diselamatkan dari azab Allah bersama kaumnya yang memiliki Iman dan Islam, yaitu hatinya meyakini agama Tauhid sekaligus mewujudkan keyakinan mereka dengan melaksanakan hukum-hukum Allah dengan badan jasmaninya. Pendapat ini dipegang teguh oleh kaum Mu’tazilah, tetapi pendapat ini kurang tepat, sebab orang mu`min itu pasti muslim, tetapi tidak bisa dibalik bahwa orang muslim itu mu`min.

@Pezina, Pencuri dan Pemabuk imannya copot

 Lebih tegas lagi maka Rasulullah Saw menetapkan bahwa orang yang berbuat maksiat, berzina, mencuri, mabuk-mabukan adalah copot imannya, jadi imannya lepas, imannya hilang, imannya lenyap. (Bagaimana dengan koruptor?) Beliau bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَسْرِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَنْتَهِبُ نُهْبَةً يَرْفَعُ النَّاسُ إِلَيْهِ فِيهَا أَبْصَارَهُمْ حِينَ يَنْتَهِبُهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ (رواه البخاري 2295 ومسلم 86)

“Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang pezina tidak mempunyai iman ketika sedang berzina, dan seorang peminum khamar tidak mempunyai iman ketika sedang minum-minum dan seorang pencuri tidak mempunyai iman ketika sedang mencuri dan seorang yang merampas hak orang agar pandangan manusia tertuju kepadanya tidak mempunyai iman ketika dia merampasnya (HR Bukhari no.2295 dan Muslim no.86).

 

 Dari pandangan ini maka dapat dipastikan bahwa orang yang imannya copot adalah kafir. Dari sisi lain maka jika iman bertambah maka hatinya menjadi bening bersih, jika dosa bertambah-tambah maka hatinya penuh dengan noda hitam, jika bertambah terus dan dosa terlalu besar maka hati menjadi gelap gulita-hitam pekat tidak ada iman sama sekali.

@Peringkat iman dari yang minim sampai yang hakiki

~ Tafsir Al-Alusi (7h13) mendukung pendapat Ar-Razi yang menyatakan bahwa iman itu bertambah atau berkurang jika didasarkan makna bahwa Iman itu pengakuan dan amal. Imam Bukhari mencatat bahwa 1000 ulama Mesir berpendapat bahwa iman itu ucapan dan perbuatan maka iman bisa bertambah atau berkurang sebagaimana difahamkan dari hadis berikut

روى عن ابن عمر رضي الله تعالى عنهما قال : « قُلْنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ الْاِيْمَانَ يَزِيْدُ وَيَنْقُصُ قَالَ : نَعَمْ يَزِيْدُ حَتَّى يُدْخِلَ صَاحِبَهُ الجْنََّةَ وَيَنْقُصُ حَتَّى يُدْخِلَ صَاحِبَهُ النَّارَ (الالوسي ج7ص13)

“Dai Ibnu ‘Umar r.a dia bertanya: “Apakah iman itu bias bertambah dan berkurang ya Rasul? Beliau menjawab: “Ya iman itu bertambah sampai dia memasukkan orangnya ke suega demikian juga iman berkurang sampai dia memasukkan orangnya ke dalam neraka”(Al-Alusi juz7 halaman 13)

@Iman bertambah dan kerurang sampai habis

~Tafsir Ath-Thabari (1h523) mencatat bahwa iman ialah pegakuan dan ikrar dalam lisan, sedangkan Islam maknanya ialah kepasrahan hati, tunduk taat melaksanakan ikrarnya itu secara lahiriyah menampakkannya dengan tubuh jasmani.

~Tafsir Ibnu Katsir *1h165) mencatat bahwa iman itu keyakinan dalam hati dan amal perbuatan yang nyata tampak dari luar.

~Tafsir Fat hul Qadir (1h26) mencatat bahwa iman itu ialah keyakinan hati dan ikrar dalam lisan serta dengan amal perbuatan demikian juga pendapat Syafi’i, Ahmad.

~Al-Qurthubi (4h280) berpendapat bahwa IMAN itu dapat bertambah dan berkurang jika Iman diartikan TAAT didasarkan atas Qs3a173) dan hadis Muslim no.51 sebab Iman itu ada 79 bab puncak yang paling tinggi ialah Kalimah Thayyibah dan yang paling rendah ialah menyingkirkan duri dari jalan. Difaham dari nash seperti berikut:

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ(ال عمران 173)

“(Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”(S.3 Ali ‘Imran 173)

 @ Tafsir Ibnu Kasir (4h239) mengaitkan hadis tentang Iman itu dapat bertambah dapat juga berkurang dikaitkan dengan Al-Quran s9a124-125:

وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَذِهِ إِيمَانًا فَأَمَّا الَّذِينَ آَمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ () وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَالتوبة 1124-12)

Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir” (S9 At-Taubat 124-125)

Ulama’ salaf dan khalaf, dari dulu sampai sekarang menyatakan bahwa iman itu tambah berkembang atau berkurang. terutama difaham dari Qs9a124-12, s17a82, s41a44

وَنُنزلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا [الإسراء: 82]

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”(S.17 Al-Isra` 82)

Orang yang meminum khamr maka shalatna tidak diterima Allah selama 40 hari, Nabi Saw bersabda:

 عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ مُخَمِّرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ وَمَنْ شَرِبَ مُسْكِرًا بُخِسَتْ صَلَاتُهُ أَرْبَعِينَ صَبَاحًا فَإِنْ تَابَ تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ فَإِنْ عَادَ الرَّابِعَةَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ قِيلَ وَمَا طِينَةُ الْخَبَالِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ صَدِيدُ أَهْلِ النَّارِ وَمَنْ سَقَاهُ صَغِيرًا لَا يَعْرِفُ حَلَالَهُ مِنْ حَرَامِهِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ)رواه ابوداود 3195)

“Dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Segala sesuatu yang memabukkan adalah khamer, dan segala sesuatu yang memabukkan adalah haram. Barang siapa minum sesuatu yang memabukkan maka shalatnya selama empat puluh pagi tidak diterima, apabila ia bertaubat maka Allah akan memberinya taubat. Dan jika pada kali keempatnya ia kembali minum, maka menjadi hak atas Allah untuk memberinya minum dari Thinah al khabal." Beliau ditanya, "Wahai Rasulullah, apakah Thinah al khabal itu?" Beliau Menjawab: "Nanah penghuni Neraka. Dan barangsiapa memberi minum khamer anak kecil, sementara anak kecil tidaklah mengetahui halal dan haramnya, maka Allah akan memberinya minum dari Thinah al khabal”(HR Abu Dawud no.3195).

@ Tafsir Ar-Razi (12h479) mencatat bahwa semua pelaku perbuatan maksiat itu tercakup dalam ancaman hadis Bukhri no.2295 dan Muslim no.86, bahwa mereka yang berbuat maksiat atau durhaka kepada Allah itu imannya copot, alias tidak mempunyai iman sama dengan kafir.

@Tafsir Nazhmud Durar (10h19) mengaitkan Qs107a1-7 dengan hadis Bukhari no.2295 tentang Iman yang copot, sebab dengan melakukan perbuatan itu dia telah mendustakan agama dihubungkan dengan hadis Bukhri no.33 dan Muslim no.88:

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (3) فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5) الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (6) وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (7)) الماعون 1-7)

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya. dan enggan (menolong dengan) barang berguna”(S.107 Al-Ma’un 1-7)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ (رواه البخاري 33 ومسلم 88)

“Dari Abdullah bin 'Amru bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Empat hal bila ada pada seseorang maka dia adalah seorang munafiq tulen, dan barangsiapa yang terdapat pada dirinya satu sifat dari empat hal tersebut maka pada dirinya terdapat sifat nifaq hingga dia meninggalkannya. Yaitu, jika diberi amanat dia khianat, jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika berseteru curang”(HR Bukhari no.33 dan Muslim no.88).

 Semua ini tercakup dalam lingkaran tidak percaya kepada hari kiamat, hari perhitungan dan pembalasan sehingga dia tidak mempunyai iman sama sekali dia keluar dari lingkungan iman dia telah kafir.

BAB TIGA

Cara mengembalikan Iman

~Masalah ke-3:Bagaimana caranya supaya mereka yang imannya copot ini dapat kembali termasuk ke dalam lingkungan orang yang beriman lagi tidak kafir? Orang yang mengikuti langkah syaitan itu imannya copot atau kafir maka yang bersangkutan harus bertaubat dan mengambil kembali imannya yang terlepas itu lalu secara formal masuk Islam membaca syahadat lagi dan mentaati hukum Allah.

 Memperhatikan uraian dalam bab pertama dan kedua di atas, bahwa syaitan itu hobinya ialah menggoda manusia terutama kaum mu`minin untuk diajak masuk ke neraka, sehingga mereka yang memuji dan memuja syaitan serta ikut-ikutan melakukan perbuatan syaitan, dengan berbuat dosa yang sangat besar sampai imannya copot atau hilang nyaris dinamakan kafir.

@Dalam Mujmu’ Fatawa (1h93) Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa iman itu lawannya ialah kufur, menunjuk hadis Bukhari no.15 Muslim no.60.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ فِي قَلْبِهِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَمَنْ كَانَ يُحِبُّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إلَّا لِلَّهِ وَمَنْ كَانَ يَكْرَهُ أَنْ يَرْجِعَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ إذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ }(رواه البخاري 15 ومسلم 60)

“Dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka"(HRBukhari no.15 dan Muslim no.60).

@Dalam Majmu’ Fatawa (2h125) Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa orang Mu`min itu selalu menepati (Jawa=Nuhoni) ikrar yang diucapkan terus selama hidup sampai mati itulah orang Mu`min. Ulama lain menamakan mereka ini muslim, dia dinamakan kafir karena perbuatannya.

 Lalu bagaimana nasib mereka yang sudah menjadi bala tentara syaitan itu? Jika seandainya mereka ingin disebut orang yang beriman maka mereka wajib melakukan beberapa hal, yaitu:

1.Masuk Islam dengan mengucapkan syahadat

2. Bertaubat dengan taubat nasuha

3. Meninggalkan segala perbuatan syaitan

4. Ikrar untuk melawan syaitan dengan seluruh jaringannya.

Allah berfirman:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ يَوْمَ لا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (التحريم 8)

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”(S.66 At-Tahrim 8).

~ Ath-Thabari (23h493) dan ulama` tafsir memberi makna Taubat Nashuhaitu ialah: Sungguh-sungguh, kembali, taat, mencari ridho Allah, tidak mengulangi maksiat itu selama-lamanya, menyesal, mantap tidak berubah, hatinya ragu diterima ataukah tidak taubanya, memohon ampunan Allah, hidup terasa sangat sesak sempit, sedih susah sekali seperti yang dirasakan oleh 3 orang yang tercatat dalam Al-Quran s9a118):

وَعَلَى الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُوا حَتَّى إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوا أَنْ لَا مَلْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ(التوبة 118)

“dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”(S.9 At-Taubat 118).

 

@ Tafsir Ar-Razi(1h256) mencatat taubatnya beberapa klas hamba:

  1. Taubatnya orang Sufi ialah zuhud dari keduniaan yang halal dan yang haram sama sekali.
  2. Taubatnya orang Mukhlis ialah: menyesali kekeliruan perbuatannya yang sudah lewat.
  3. Taubatnya orang Muhsin ialah:menjauhi yang buruk hijrah ke area yang baik
  4. Tubatnya orang Siddiq ialah: mensucikan diri dari nafsu kepada makhluk, bersih dan suci hatinya hanya untuk Allah.

Pokoknya taubat itu bertingkat-tingkat dengan mengambil kembali imannya yang terlepas itu dengan cara masuk Islam lagi dengan membaca syahadat bertambah-tambah makin meningkat sampai maksimal.

 Kepada mereka yang terlalu besar dosanya, maka Allah menegaskan bahwa seluruh dosa akan mendapat ampunan Allah kecuali syirk, Allah tidak suka mengampuni orang musyrik sebab orang musyrik itu tuhan mereka bukan Allah, sehingga bagaimana mungkin Allah memberi ampunan? Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا( النساء 116)

 

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”(S.4 An-Nisa` 48).

 Dalam sebuah hadis Rasulullah Saw bersabda:

عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ قَالَ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ يَخْطُبُ وَكَانَ قَلِيلَ الْحَدِيثِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَمِعْتُهُ يَخْطُبُ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّ ذَنْبٍ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَغْفِرَهُ إِلَّا الرَّجُلُ يَقْتُلُ الْمُؤْمِنَ مُتَعَمِّدًا أَوْ الرَّجُلُ يَمُوتُ كَافِرًا (رواه النسائ 3919 واحمد 16302)

“Dari Abu Idris, ia berkata; saya mendengar Mu'awiyah berkhutbah dan ia sedikit berbicara, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Idris berkata; saya mendengarnya sedang berkhutbah, ia mengatakan; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Seluruh dosa semoga Allah mengampuninya kecuali seorang laki-laki membunuh seorang mukmin secara sengaja, atau serang laki-laki yang meninggal sebagai orang kafir”(HR An-Nasa`i-no 3919 dan Ahmad no. 16302).

 Maka semua kita tetap harus memohon ampun kepada Allah walau berapapun besarnya dosa. Allah yang menyuruh kita jangan berhenti memohon rahmat Allah itu:

قُلْ يَاعِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ(الزمر 53)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”(S.39 Az-Zumar 53).

 ============تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ==============

Silahkan buka internet situs : https://pondokquranhadis.wordpress.com

Kirimkan naskah ke Email::pondokilmu7@gmail.com-Tlp:0318963843


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: