Oleh: pondokquranhadis | September 4, 2011

Gembira itu menyembuhkan

010-10-20 Tafsir Tematis Kontemporer

GEMBIRA ITU MENYEMBUHKAN
(Oleh Imam Muchlas)

Al-Quran S.12 Yusuf 94-96
وَلَمَّا فَصَلَتِ الْعِيرُ قَالَ أَبُوهُمْ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَ لَوْلَا أَنْ تُفَنِّدُونِ()قَالُوا تَاللَّهِ إِنَّكَ لَفِي ضَلَالِكَ الْقَدِيمِ()فَلَمَّا أَنْ جَاءَ الْبَشِيرُ أَلْقَاهُ عَلَى وَجْهِهِ فَارْتَدَّ بَصِيرًا قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (يوسف 94-96)
“Tatkala kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir) berkata ayah mereka: “Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)” Keluarganya berkata: “Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu”.Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya`qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Berkata Ya`qub: “Tidakkah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya”(S.12 Yusuf 94-06)
Tema dan dari tilawah
1. Nabi Ya’qub sangat cinta dan rindu sekali kepada Yusuf.
2. Nabi Ya’qub tersentak bau Yusuf saat para kakak berangkat pulang dari Mesir.
3. Putera-putera Nabi Ya’qub tidak mempunyai ilmu yang dimiliki Nabi Ya’qub
4. Waktu para kakak datang mengerudungkan baju Yusuf ke wajah N.Ya’qub tiba-tiba mata Ya’qub menjadi sembuh dan dapat melihat kembali dengan awas.
5. N.Ya’qub menegur kakak-kakak Yusuf akan ucapannya sebelum itu, bahwa kedua puteranya Yusuf dan Binyamin masih hidup.
Masalah dan analisa jawaban
~Masalah ke-1: Bagaimana logikanya bahwa Nabi Ya’qub dapat mencium bau Nabi Yusuf dari jarak yang terlalu jauh? Jawaban sementara: Setiap manusia mempunyai potensi penggunaan tenaga dalam tanpa indra lahir, jika potensi ini dilatih maka hasilnya yang luar biasa.
~Masalah ke-2: Apa hubungan antara baju Yusuf dengan sembuhnya Nabi Ya’qub dari sakit mata beliau buta tiba-tiba menjadi awas kembali? Jawaban sementara: Perasaan negatip itu akan menimbulkan penyakit bahkan penyakit jasmani (fisik). Maka untuk menyembuhkan sakitnya seseorang harus menghilangkan perasaan dan perbuatan yang negatip dengan penuh gembira sehingga rasa gembira itu dapat menyembuhkan derita sakit.
~Masalah ke-3: Bagaimana ikhtiar kita agar supaya kita selamat dan terjauh dari serangan penyakit? Jawaban sementara: Usaha agar supaya kondisi kita dapat selalu sehat wal afiat jasmani rohani ialah menjauhi perasaan dan laku yang negatif sekaligus berikhtiar mengembangkan perasaan dan amal yang positip. Asas landasan ini namanya takwa kepada Allah Swt
1. Kisah Nabi Ya’qub dan puteranya
~Tafsir Ath-Thabari (16h249) dalam membahas Al-Quran s12a94-96 mencatat bahwa Allah mengutus angin membawa bau baju Yusuf kepada Nabi Ya’qub. Jarak antara ibu kota Mesir dengan tempat tinggal Nabi Ya’qub itu kira-kira ada 8 malam perjalanan darat. Yaitu jarak antara Kan’an dengan ibu kota Mesir itu kira-kira 80 farsah Di halaman selanjutnya Ath-Thabari mencatat bahwa Nabi Ya’qub terpisah dengan Yusuf itu lamanya ada 77 tahun.
Putera-putera Nabi Ya’qub itu meremehkan firasat Nabi Ya’qub dan menganggapnya sebagai gejala-gejala kebodohan. Pada halaman 259 juz 16 Ath-Thabari mencatat bahwa Yahuda dialah yang membawa baju Yusuf yang dicorengi dengan darah palsu dan berbuat bohong kepada ayahnya di jaman dahulu mereka masih kecil, maka sekarang juga dialah yang membawa baju Yusuf yang membawa kegembiraan dan membuktikan bahwa Yusuf masih hidup.
Pada halaman 260 dalam juz yang sama Ath-Thabari mencatat bahwa Nabi Ya’qub yakin sungguh impian Yusuf di dalam usia kanak-kanak jaman dahulu itu memang benar sekarang Yusuf terbukti menjadi Raja Mesir dan semua rakyat sujud hormat kepada Yusuf termasuk keluarga Nabi Ya’qub. Sedangkan saudara-saudaranya tidak mempunyai perasaan seperti itu.
~Kitab Tafsir Ad-Durrul Mantsur (5h450) dalam hal ini mencatat bahwa Nabi Ya’qub dapat mencium bau baju Yusuf dari jarak perjalanan 10 hari.
~Tafsir Ar-Razi (9h111) juga mencatat bahwa Yahuda itulah yang membawa baju Yusuf yang dicorengi darah palsu jaman mereka masih kecil dan sekarang dia ini pula yang membawa baju Yusuf yang membawa barokah Allah itu; Yahuda kemudian menelungkupkan baju Yusuf itu ke wajah ayahnya beliau juga memegang baju itu. Luar biasa beliau tiba-tiba menjadi sembuh dan awas kembali melihat terangnya dunia ini, Oleh karena sangat gembira sekali bertemu dengan Yusuf ini maka dada Nabi Ya’qub menjadi longgar dan tiba-tiba pandangan mata beliau sembuh bahkan menjadi awas kembali butanya hilang. Tulis Ar-Razi:
))عَظُمَ فَرْحُهُ وَانْشَرَحَ صَدْرُهُ وَزَالَتْ أَحْزَانُهُ ، فَعِنْدَ ذَلِكَ قَوَّي بَصَرُهُ وَزالَ النُّقْصَانُ عَنْهُ((
Artinya: “Gembiranya begitu besar dadanya menjadi longgar dan lenyaplah kesedihan Nabi Ya’qub maka penglihatannya menjadi tajam tidak kurang suatu apa”
~Tafsir Ar-Razi (9h112) menggambarkan persiapan Nabi Yusuf menyambut kehadiran ayahnya, disambut dengan upacara kebesaran kerajaan, yaitu disiapkan 200 kendaraan lengkap dengan 4000 personil militer bersama dengan para pejabat tinggi kerajaan ditambah lagi dengan rakyat Mesir beramai-ramai akan menyongsong 72 orang Nabi Ya’qub dengan rombongannya. Rakyat yang mengelu-elukan Nabi Ya`qub ayah sang Raja itu teringat kepada Raja Fair’aun Raja terbesar Mesir. Tetapi protokol istana menyanggah mereka yang menyambut tamu ini adalah Yusuf putera Nabi Ya’qub. Ayahnya datang dengan rombongan 72 orang disambut pula oleh sekitar 600.000 orang lebih belum termasuk anak-anak dan orang-orang yang usia lanjut.
Tafsir Ad-Durrul Mantsur (5h450) mencatat bahwa begitu bertemu dengan ayahnya maka Yusuf segera merangkul sang ayah dengan sangat mesra sekali.
@ Analisa
Masalah ke-1: Bagaimana logikanya bahwa Nabi Ya’qub dapat mencium bau Nabi Yusuf dari jarak yang terlalu jauh? Jawaban sementara: Setiap manusia mempunyai potensi penggunaan tenaga dalam tanpa indra lahir, jika potensi ini dilatih dia mempunyai hasil yang luar biasa. Gejala-gejala itu kita perhatikan dalam kasus atau pengalaman hidup berikut:
@ Ilmu Telepati
Telepati artinya adalah “merasakan rasa dari jarak jauh. ”Telepati” itu gejala alamiyah yang sudah ada sejak kita masih bayi. Bayi mengungkapkan keinginannya melalui perasaan yang ditebararkan.
Telepati adalah cara berkomunikasi menggunakan fikiran bawah sadar atau otak kanan. Setiap orang bisa melakukan telepati asal mau mencoba dan melatihnya. Pancaran sinyal telepati dilakukan oleh fikiran bawah sadar melalui otak sebelah kanan dan diterima oleh penerima melalui otak sebelah kanan- Sinyal (kaum fisikawan menamakannya elektron) yang diterima umumnya berupa perasaan. Hubungan telepati biasanya lebih mudah dilakukan antara orang yang mempunyai hubungan emosi. Misalnya antara ibu/bapak dengan anaknya, abang dengan adik, dua orang yang sedang pacaran, karib kerabat, teman bisnis yang akrab, suami istri dan lain sebagainya- . Dispekulasikan bahwa Nabi Ya’qub sudah melakukan renungan melakukan konsentrasi pemikiran yang sangat mendalam ingin mengetahui nasib Yusuf puteranya dan ingin bertemu dengan dia. Konsentrasi atau pengiriman sinyal (elektron) seperti ini sudah berjalan terlalu mendalam dan Nabi Ya`qub sudah menerapkan Ilmu Telepati dengan putera beliau. Oleh karena itulah wajar sekali jika Nabi Ya’ub menyatakan ucapan:
إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَ= “Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf”(S.12 Yusuf 94).
@Berikut catatan tentang peristiwa yang erat kaitannya dengan masalah yang kita bahas sekarang:
1.Suatu waktu seseorang (A) yang sedang berada di Tangerang yang ingin sekali bertemu dengan seorang temannya (B) yang tinggal di Bekasi. Si (A) mencoba berkomunikasi dengan kekuatan fikiran, si (A) membayangkan wajah temanya (B) itu dan si (A) merasakan keberadaan temannya (B) tadi dari jarak jauh, si (A) menyampaikan pesan bahwa satu jam lagi si(A) akan datang kerumahnya (B) hanya melalui angan-angan saja. Si (A) terbayang merasakan bahwa ia (B) telah menerima pesan si(A). Ketika si (A) tiba dirumah temannya (B) itu, tampak temannya itu sedang duduk diruang tamu, ketika ia melihat si(A) temannya (B) itu berkata: ” Eh. bener anda datang (A)!!! ” Diduga teman ini sudah merasa bahwa si(A) akan datang kerumahnya. Si(A) tahu bahwa pesannya sudah sampai kepada temannya (B) tadi, dari ucapannya (B) saat (A) datang itu, padahal si(A) tidak pernah mengatakan kepada temannya ini bahwa saya telah mengirim sinyal telepati kepadanya.
2.Seorang ibu yang sedang berbelanja di pasar, merasa gelisah tersentak ingatannya kepada anak bayinya dirumah. Ia tidak bisa berkonsentrasi untuk belanja, fikirannya hanya tertuju terus kepada anak bayinya. Air susunyapun juga meneteskan air susu aecara otomatis, ia tidak bisa menahan keinginannya untuk segera pulang menemui bayinya. Maka setelah pulang tiba di rumah ternyata anak bayinya sedang menangis keras, ia segera menggendong dan menyusui bayinya. Hati mereka menjadi tentram dan anak bayinya pun berhenti menangis.
Itulah hubungan telepati yang dilakukan oleh seorang bayi kepada ibunya. Memang semua bayi itu mempunyai kemampuan menggunakan potensi telepati..
3. Seorang karyawan PLN Gambir berceritera bahwa waktu ketika dia baru sampai dikantor, tiba-tiba dia teringat ayahnya di Ciputat dan ingin sekali menemuinya dengan segera. Keinginan dia untuk bertemu ayahnya begitu kuat, sehingga dia tidak bisa konsentrasi kerja. Akhirnya dia minta ijin pulang menemui ayahnya di Ciputat. Sampai di sana, maka si ayah itu keluar sambil memegang mulutnya yang tampak agak miring dan berkata: ”Aku… sakit !!!” . Rupanya beliau terkena serangan stroke ringan dan ingin sekali bertemu dengan anaknya, tanpa sengaja fikiran yang sangat kuat itu telah memancarkan sinyal telepati dan diterima oleh anak.
4. Dahulu di Swedia tercatat ada seorang bernama Emanuel Swedenborg tiba-tiba dia meninggalkan suatu rapat yang dihadirinya dan segera berlari keluar sambil mengatakan ada kebakaran, ternyata kemudian terdengar kabar bahwaq di Stockholm betul-betul terjadi kebakaran yang hebat.
5. ~ Dr. Paryana mencatat bahwa banyak dari kita yang sewaktu mengingat seorang teman yang sedang berada di muka kita yang sudah lama tidak berjumpa, ketika kita sedang melamun dengan sangat keras ingin sekali bertemu muka dengan teman itu, maka tiba-tiba dia menoleh ke belakang melihat kita.
Peristiwa semacam inipun sering juga dialami oleh salah seorang dari kita seperti tiba-tiba telepon berdering, ternyata telepon itu dari teman yang sedang diangan-angan sangat serius oleh penerima telpon tadi itu. Demikian juga ketika kita ingin mengatakan sesuatu, tiba tiba teman yang di depan kita sudah mengucapkannya lebih dahulu.
Maka gejala-gejala semacam inilah yang dikembangkan oleh para pencinta ilmu ini sehingga menjadi sebuah ilmu yang dinamakan dengan ilmu TELEPATI. Kita sebenarnya sering mengalami gejala-gejala dari potensi telepati tersebut. Semua ini mencatat sesungguhnya kekuatan telepati sudah bekerja mempengaruhi simpul-simpul saraf reflek kita.
Ilmu telepati menekankan suatu kerja yang hanya menggunakan potensi alam bawah sadar. Karena kekuatan batin itu bekerja sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh alam bawah sadar Dan kemampuan telepati ini bisa diasah dan dirawat terus dengan melakukan latihan-latihan. Salah satu diantara latihan tersebut dapat dilakukan dengan cara membaca buku sambil mendengarkan radio. Usahakan berkonsentrasi pada bacaan buku tersebut sampai tidak mendengar lagi suara radio tersebut. Maka kita sudah berhasil dengan bagus bila kita bisa membaca abjad bolak-balik tanpa salah melafalkannya dengan sempurna. Seorang ahli telepati memang sangat dituntut harus mampu berkonsentrasi dan menciptakan visualisasi batin kepada obyek tujuannya. Visualisasi ini bisa berbentuk cahaya penghubung antara telepatis dengan obyek. Disini perlu dijelaskan bahwa pada saat berkonsentrasi seseorang harus mampu menghadirkan gambar orang yang menjadi obyek telepatinya dengan jelas.
Dr. Paryana menyebutkan bahwa cara mengembangkan atau latihan untuk memperoleh potensi telepati bias juga dilakukan dengan memandang kepada satu titik kecil di tembok, mulai dari 2-3 menitt makin lama makin bertambah lama. Jika seseorang sudah mampu memusatkan konsentrasi pandangannya selama 30-45 menit maka dia sudah berhasil memiliki potensi telepati ini. Misalnya dapat memainkan fulpen menari-nari di atas meja. Dan dengan daya telepati ini seseorang dapat memanfaatkannya untuk berkomunikasi jarak jauh.
Mereka membagi telepati ada dua macam, telepati hikmah dan telepati spiritual.
1. Telepati Hikmah
Sarana yang dipergunakan dalam telepati hikmah sangat sederhana sekali, misalnya kita membaca surat Al Fatihah dengan cara-cara tertentu maka dapat meredam hati seseorang yang sedang gelisah, cemas dan stress dari jarak jauh dapat meredam atau mengurangi rasa sakitnya. Dalam shahih Bukhari tercatat riwayat bahwa beberapa sahabat bersama-sama membaca surat Al-Fatihah dan berdo’a ternyata berhasil menyembuhkan penderita sakit disengat binatang berbisa:
عَنْ
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ نَفَرًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرُّوا بِمَاءٍ فِيهِمْ لَدِيغٌ أَوْ سَلِيمٌ فَعَرَضَ لَهُمْ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَاءِ فَقَالَ هَلْ فِيكُمْ مِنْ رَاقٍ إِنَّ فِي الْمَاءِ رَجُلًا لَدِيغًا أَوْ سَلِيمًا فَانْطَلَقَ رَجُلٌ مِنْهُمْ فَقَرَأَ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ عَلَى شَاءٍ فَبَرَأَ فَجَاءَ بِالشَّاءِ إِلَى أَصْحَابِهِ فَكَرِهُوا ذَلِكَ وَقَالُوا أَخَذْتَ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ أَجْرًا حَتَّى قَدِمُوا الْمَدِينَةَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخَذَ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ أَجْرًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَحَقَّ مَا أَخَذْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا كِتَابُ اللَّهِ(رواه البخاري 5296)
“Dari Ibnu Abbas bahwa beberapa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewati sumber mata air dimana terdapat orang yang tersengat binatang berbisa, lalu salah seorang yang bertempat tinggal di sumber mata air tersebut datang dan berkata; “Adakah di antara kalian seseorang yang pandai menjampi? Karena di tempat tinggal dekat sumber mata air ada seseorang yang tersengat binatang berbisa.” Lalu salah seorang sahabat Nabi pergi ke tempat tersebut dan membacakan al fatihah dengan upah seekor kambing. Ternyata orang yang tersengat tadi sembuh, maka sahabat tersebut membawa kambing itu kepada teman-temannya. Namun teman-temannya tidak suka dengan hal itu, mereka berkata; “Kamu mengambil upah atas kitabullah?” setelah mereka tiba di Madinah, mereka berkata; “Wahai Rasulullah, ia ini mengambil upah atas kitabullah.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya upah yang paling berhak kalian ambil adalah upah karena (mengajarkan) kitabullah.”(HR Bukhari no.5296).
2.Telepati Spiritual
Banyak cara yang dilakukan oleh si pelaku Telepati Spiritual mulai dari yang biasa-biasa sampai yang nyeleneh sekali. Telepati spiritual ini memiliki bebera[a kemampuan, salah satunya untuk melakukan hubungan komunikasi sari jarak jauh. Jadi dapat diduga bahwa Nabi Ya’qub telah melakukan komunikasi jarak jauh dari Kan’an sampai ibu kota Mesir. Jadi telepati itu ialah suatu kemampuan untuk merasakan sesuatu dari jarak yang sangat jauh-
Telepati merupakan ilmu yang bebas nilai. Artinya, kalau ilmu ini dikuasai orang berhati mulia maka akan bermanfaat bagi orang banyak, tapi sebaliknya bila dikuasai oleh orang jahat maka sangat berbahaya sekali. Telepati, Hipnotis dan gendam sesungguhnya tiga serangkai ilmu yang memiliki daya kerja hampir sama yaitu: mempengaruhi bawah sadar obyek dengan batin di alam bawah sadar pelaku.
Al-Quran mencatat bahwa pada suatu hari sekitar 3500 tahun sebelum Masehi para wanita diundang makan besar oleh Zulaikha isteri Qithmir pejabat tinggi Mesir di jaman Nabi Ya’qub. Ketika para ibu-ibu dan para perempuan itu tengah menikmati hidangan yang harus menggunakan pisau, maka para wanita itu tidak sadar telah melukai tangan-tangan dengan pisau yang dipegangnya sendiri disebabkan karena taajub melihat wajah Yusuf laki-laki muda yang menawan hati karena terlalu bagusnya tepat saat Yusuf keluar ke hadapan para wanita itu. Para wanita-wanita ini telah melengahkan indra lahiriyah mereka melainkan hanya menggunakan tenaga dalamnya saja sehingga mereka tidak merasa bahwa mereka telah mengiris-iris tangannya sendiri tidak terasa sakit sama sekali, Allah berfirman dalam Al-pQuran:
فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَأً وَءَاتَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ اخْرُجْ عَلَيْهِنَّ فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ(( يوسف 31)
” Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): “Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka.” Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)Yusuf dan mereka mengiris-iris tangannya dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain kecuali malaikat yang mulia” (S.12 Yusuf 31)
Dispekulasikan bahwa Nabi Ya’qub telah menggunakan tenaga dalamnya sehingga dapat mencium bau Yusuf ketika baju Yusuf yang di terima Yahuda langsung dari tangan Yusuf.
Dan kisah Nabi Ya’qub dapat mencium bau Yusuf putera beliau diatas juga tidak terlalu jauh dari komentar ulama tafsir walaupun redaksinya sedikit berbeda istilah bahwa Allah telah mengutus angin untuk membawa bau haju Yusuf itu ke indra cium Nabi Ya’qub.
Dr Paryana mengatakan elektron, sinyal, tenaga dalam atau gelombang energi, dalam bahasa Jawa ” kekuatan batin” ialah pikiran yang sedang mengangan-angan obyek yang dipikir dan diinginkan atau dirindukan.
Salah satu kemampuan TELEPATI ialah seseorang bisa berkomunikasi langsung antar pikiran saja dengan orang lain, tanpa lewat kata-kata verbal ataupun usaha penyembuhan penyakit dengan hanya mengirimkan gelombang energi penyembuh dari jarak jauh.
Semua itu memberikan pemahaman bahwa kemampuan TELEPATI memang sudah dimiliki oleh makhluk manusia di muka bumi ini; Jadi telepati memang hal yang wajar, lumrah saja telepati ialah Super Mind Power.
Orang yang sholat dengan benar dan khusuk dalam jangka panjang jika dilatih juga mampu mengirim dan menerima pesan secara telepati. Rasulullah Saw pernah bersabda:” Hati hatilah terhadap firasat orang mukmin, karena ia melihat dengan cahaya hatinya” .
Konon ketika sedang melakukan khutbah Jum’at Kalifah Umar bin Khatab pernah berseru agar pasukannya yang sedang di medan perang Sabil terdesak, diperintahkan supaya segera mundur kebelakang bukit. Teriakan Umar itu didengar oleh pasukannya yang berada pada jarak ratusan kilometer di hadapan musuh. Ini adalah gejala telepati yang terjadi pada orang yang saleh.
Dalam Shahih Bukhari dalam hadis Qudsi diriwayatkan, bahwa jika Allah telah mencintai hamba-Nya, maka hamba ini akan melihat dengan penglihatan Allah, mendengar dengan pendengaran Allah,….dst.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ (رواه البخاري 6021)
“Dari Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah berfirman; Siapa yang memusuhi wali-KU, maka Aku umumkan perang kepadanya, dan hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan, jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan sunnah, maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan, jikalau ia meminta-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-KU, pasti Ku-lindungi. Dan aku tidak ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku menjadi pelakunya sendiri sebagaimana keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin yang ia (khawatir) terhadap kematian itu, dan Aku sendiri khawatir ia merasakan kepedihan sakitnya”(HR Bukhari no.6021). Wallahu a’lam bish-shawab sungguh sangat luar biasa!!!!!!!!!
Kegiatan sholat dan dzikir sebenarnya merupakan salah satu cara untuk mengaktifkan dan melatih fikiran bawah sadar (otak kanan). Orang non muslim melatih otak kanannya dengan kegiatan meditasi, hypnosis, samadi, relaksasi dan lain sebagainya.
BAB DUA
Rasa gembira itu meringankan penderitaan
Masalah ke-2: Apa hubungan antara baju Yusuf dengan sembuhnya Nabi Ya’qub dari sakit mata beliau buta tiba-tiba menjadi awas kembali mendadak? Jawaban sementara: Perasaan negatip itu akan menimbulkan penyakit bahkan penyakit jasmani (fisik). Maka untuk menyembuhkan sakitnya seseorang harus menghilangkan perasaan dan perbuatan yang negatip dengan penuh gembira sehingga rasa gembira itu dapat menyembuhkan penderita dari sakitnya.
Fadhil ZA, peneliti Ilmu Psikosomatik mencatat bahwa Allah menciptakan manusia dari sebutir sel yang dibuahi, kemudian sel tersebut membelah diri menjadi 2, 4, 8, 16 dan terus membelah diri hingga berjumlah triliunan. Setiap sel memiliki Gen yang berisi program atau blue print dari sel tersebut. Gen inilah yang mengendalikan sel untuk menjadi bagian-bagian dari tubuh manusia, gen mengendalikan sel pengembangan tulang, daging, rambut, pembuluh darah , gigi , kuku hingga membentuk jasmani manusia. Terdapat satu triliun sel dalam setiap kilogram berat badan manusia, sehingga bayi yang baru lahir saja terdiri atas kurang lebih 3 triliun sel, dan manusia dewasa memiliki 50 sampai 70 triliun sel.
Ditambahkan oleh Fadhil ZA bahwa manusia itu sel bagian terkecil jasmaninya setiap saat ada yang rusak dan mati kemudian diganti dengan sel baru yang sehat dan segar. Jika proses pergantian sel yang rusak dan mati ini terganggu maka tubuh manusia akan menjadi sakit, tubuh akan dipenuhi dengan sel yang rusak dan mati. Apabila proses ini terus berlanjut dan proses penggantian sel yang rusak dengan sel baru terhalang atau berhenti sama sekali, maka tubuh akan menjadi rusak dan berlanjut dengan datangnya malaikatul maut.
Dr. Mohamad Daudah,Commission on Scientific Signs of Qur’an & SunnahRabithah Alam Islami mencatat:
Penemuan IPTEK mutakhir yang amat mengagumkan ialah diketahuninya sentra di otak yang aktif karena keimanan dan ibadah dapat menyeimbangkan peran kejiwaan dan fisik. Sehingga dapat diduga bahwa iman adalah fitrah yang tertanam dalam jiwa manusia dan jiwa yang khusyuk akan mempengaruhi kesehatan jasmani dan rohani manusia.
Peneltian ilmiah akhir-akhir ini menyimulkan bahwa iman kepada Allah dan beribadah kepada-Nya merupakan dorongan fitrah yang memiliki daya yang berpusat di otak. Yang amat mengagumkan lagi ialah bahwa pengoperasian mekanisme tersebut sesuai dengan arahan-arahan agama yang mencerminkan gambaran yang amat sempurna, konprehensif dan bersih. Akhir-akhir ini, dalam Al-Qur’an juga ditemukan berbagai fakta ilmiyah lainnya yang sangat menambah kekuatan iman kita.
@ Dr.Paryana dari Akademi Metafisika Yogya melihat dari kacamata Ilmu Fisika menyatakan bahwa bagian yang paling kecil materi manusia dan apa saja yang ada di alam ini namanya atom, atom terdiri dari electron, proton dan neutron. Electron itu mempunyai daya alami dan watak suka menarik unsur kimia lain dan dapat melakukan materialisasi membentuk suatu atom.
Dengan syarat tertentu electron inilah yang membuat besi magnit bekerja menarik semua logam yang ada didekatnya dan seperti inilah watak electron itu.
Manusia waktu mengingat-ingat sesuatu maka dia mengirim electron itu kepada sasaran yang diinginkan. Elektron orang lain menamakannya sinyal. Dispekulasikan bahwa bertemunya electron unsur atom dari atom sel diri jasmani Nabi Ya’qub dengan unsur baju Nabi Yusuf kemudian kedua unsur atom itu berpadu membentuk informasi; sehingga Nabi Ya’qub merasakan bau dari baju Yusuf itu dari kejauhan dari Kan’am ke ibu kota Mesir.
Dr.Paryana menambahkan bahwa badan manusia itu dilengkapi dengan perabot atau sarana prasarana yang lengkap, urat syaraf, kelenjar, otot dan sebagainya. Impuls urat syaraf ialah daya listrik hidup yang mengalir dari pancaindra ke otak melalui pangkal otak demikian juga dari otak ke bagian-bagian tubuh yang dirangsang olehnya untuk mengerjakan tugasnya sebagai tanggapan atas impuls syarf yang masuk tadi. Daya listrik hidup yang mengalir dari pancaindra ke otak masuk ke pusat kesadaran lalu ke pusat ingatan, kemudian ke pusat akal terus ke pusat kemauan, sesudah itu ke pusat gerakan. Selanjutnya timbul reaksi berupa perintah melalui pangkal otak mengarah ke alat gerakan dan kelenjar serta bagian-bagian tubuh jasmani menjadi perbuatan.
Daya listrik hidup ini di dalam otak menjilmakan kesadaran dan pikiran sehingga menamakan diri AKU oleh kita semua.
Jika daya listrik hidup ini normal, semua proses berjalan dengan lancar maka badan menjadi sehat. Sebaliknya jika aliran impuls urat syaraf tersebut terhambat atau terlalu cepat akan menimbulkan penyakit dan jika terhambat atau terlalu cepat itu terjadi di dalam otak namanya psychosomatiek. Hambatan ini dapat disebabkan oleh adanya situsi dan kondisi tubuh menghadapi alam kehidupan. Misalnya keinginan tidak tercapai, ada masalah yang sangat sulit tidak bisa diatasi, hati menjadi sedih, maka semua urat syaraf menjadi lemah, pergerakan daya urat syarat itu bahkan mogok bekerja, maka AKU ini menjadi sakit. Itulah hubungan antara rohani dengan jasmani, badan halus dengan badan kasar semua makhluk hidup.
Maka dispekulasikan bahwa susah dan sedih Nabi Ya’qub merenungkan nasib Yusuf dan Binyamin sekian lama yang terlalu sedih inilah yang membawa dampak beliau menjadi sakit, badan menjadi lemas, menjadi sangat lemah akhirnya matanya berubah menjadi putih bahkan buta disebutkan Allah di dalam Al-Quran:
وَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَاأَسَفَى عَلَى يُوسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ(يوسف 84)
“Dan Ya`qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: “Aduhai duka citaku terhadap Yusuf”, dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya”(S.12 Yusuf 84)).
~Ar-Razi dalam tafsirnya (9h95) mengenai hal ini mencatat bahwa Nabi Ya’qub begitu mendengar kata-kata putera beliau tentang nasib Binyamin yang dituduh mencuri lalu ditahan oleh pihak yang berwenang, maka kesedihannya mendadak naik, dadanya menjadi sesak dan tersentak kembali kesedihan luka lama ketika kehilangan Yusuf jaman dahulu itu. Tetapi beliau mengaduhkan kesedihannya itu kepada Allah jua katanya:
قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ(يوسف 86)
“Ya`qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya”( S.12 Yusuf 86)
Masalah apa hubungan antara baju Yusuf dengan sembuhnya Nabi Ya’qub dari sakit mata beliau buta tiba-tiba menjadi awas kembali mendadak? Dispekulasikan bahwa Nabi Ya’qub disebabkan karena kesedihan kehilangan Yusuf dan Binyamin putera beliau sedih yang mendalam sehingga proses penggantian sel yang tidak terpakai tersebut terganggu dan gangguan ini khususnya yang di selaput mata cukup parah sehingga mata menjadi putih penglihatan beliau menjadi kabur, sampai menjadi buta. Padahal sel tubuh yang sehat dan kuat akan membentuk tubuh yang sehat dan kuat. Bahkan sel yang sehat dan kuat mampu mengalahkan berbagai penyakit yang datang menyerang tubuh dan menjaga agar organ tubuh tetap berfungsi dengan baik.
Ustadz Danu dalam pengajiannya di layar TV- TPI Jakarta selalu menekankan bahwa perasaan negatip misalnya jengkel, dendam, marah, sedih, susah, benci-membenci,menyembunyikan perasaan semua yang negatip itu akan menimbulkan penyakit hati atau rohani bahkan dapat mengancam jasmani sebagaimana kita saksikan di TV TPI ada perempuan yang perutnya kembung cukup besar, ada yang matanya kabur, kadangkala gangguan ini juga bisa memicu beberapa penyakit ganas seperti tumor dan kanker. Dalam menangani gangguan penyakit fisik akibat gangguan emosi ini, maka usaha menyembuhkannya seseorang harus menghilangkan perasaan negatip tersebut itu.
Bagaimana jika dibalik kepada siapa yang berbuat jahat kepada kita, maka kita balas dia dengan jasa kebajikan amal soleh? Maka kita sangat yakin bahwa orang yang berbuat jahat kepada kita, jika kita balas dengan amal soleh Insya Allah kita akan selamat dari derita lahir batin sebaliknya orang tadi akan malu dan akan mengubah peri lakunya yang negatip itu berganti yang positip.
Kitab Tafsir Ad-Durrul Mantsur (6h708) dalam membahas Qs7a199 mengaitkannya dengan hadis berikut”
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ( الاعراف 199)
“Jadilah engkau pema`af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma`ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh”(S.7 Al-A’raf 99)
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ َ لَقِيت رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَابْتَدَأْتُهُ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِفَوَاضِلِ الْأَعْمَالِ فَقَالَ يَا عُقْبَةُ صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَأَعْرِضْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ(رواه احمد 16696)
“Dari Uqbah bin Amir dia berkata: “Kemudian saya menjumpai Rasulullah Saw, beruluk salam dan memegang tangan beliau, lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepadaku mengenai amalan-amalan yang lebih afdhol?” Beliau bersabda: “Wahai Uqbah, sambunglah (jalinan silaturahmi) terhadap siapa yang memutus (hubungan dengan) kamu. Berikanlah sesuatu kepada orang yang telah mengharamkanmu, dan berpalinglah dari orang yang telah menzhalimi kamu”(HR Ahmad no.16696).
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ لَقِيتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ — فَابْتَدَأْتُهُ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِفَوَاضِلِ الْأَعْمَالِ فَقَالَ يَا عُقْبَةُ صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَأَعْرِضْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ(رواه احمد 16696)
“ Uqbah berkata, “Kemudian saya menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beruluk salam dan memegang tangan beliau, lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepadaku mengenai amalan-amalan yang lebih utama?” beliau kemudian bersabda: “Wahai Uqbah, sambunglah (jalinan silaturahmi) terhadap siapa yang memutus (hubungan dengan) kamu. Berikanlah sesuatu kepada orang yang telah mengharamkanmu, dan berpalinglah dari orang yang telah menzhalimi kamu”(HR Ahmad no.16696).
Kitab Shahih Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis masalah ini kaitannya dengan Al-Quran s47a22:
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ(محمد22)
” Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?(S.47 Muhammad 22).
Dispekulasikan bahwa orang yang berbuat jahat, membunuh, mencuri, melukai hati orang lain maka hatinya tidak tenang, takut akan akibat perbuatannya sendiri itu, tetapi orang yang berbuat amal soleh banyak karya dan jasa maka hatinya puas, lego-legowo, tenang, damai, sehat wal afiat dicintai orang banyak.
DR Zakiyah Darojat pakar psikologi menyatakan bahwa RASA GEMBIRA seseorang itu dapat menyembuhkan penderita dari penyakit yang dialaminya. Bagaikan angin Mamiri perasaan senang itu dapat menghalau kesedihan, menggugah semangat, membesarkan harapan, mengusir kemalasan, mengusir virus penyakit, mendatangkan kesehatan dan kesembuhan.
Dr Paryana dari AMY (Akademi Metafisika Yogya) dalam tulisannya Aplied psychology menyatakan bahwa jiwa itu ada dua macam, yaitu jiwa positip dan jiwa negatip. Jiwa itu bergetar terus menerus, getaran positip menghasilkan pikiran-pikiran yang positip sedangkan getaran yang negatip menghasilkan pikiran yang negatip.
~ Jiwa yang positip ialah jiwa yang membangun pikiran yang membawa segala kesuksesan.
~ Sebaliknya jiwa yang negatip bergerak untuk merusak dan melawan kesuksesan dan kebajikan.
Semua pikiran yang bergelombang dengan kecintan, kebahagiaan, kegembiraan, kesehatan dan keberuntungan serta keberhasilan itulah jiwa yang positip. Dengan kata lain maka yang disebut jiwa positip itu ialah semua yang baik, jiwa negatip ialah yang jelek, buruk dan jahat. Wajah dari jiwa yang positip akan memancarkan sinar yang menarik orang menjadi senang dan gembira. Jadi definisi BAIK itu ialah sesuatu yang menyenangkan diri dan menyenangkan semua orang di manapun juga dalam semua jaman. Sehingga diri dan seluruh masyarakat menjadi senang dari apa yang baik itu.
Sebaliknya semua pikiran yang jahat, merugikan manusia, dengki, irihati, menyusahkan, menyedihkan, menyakiti orang lain, sesuatu yang menyebabkan kemelaratan, mengakibatkan kegagalan, ke-kelemahan, kemunduran semua ini adalah pikiran yang negatip. Dan ini akan menumbuhkan perasaan orang lain menjadi tidak senang, menimbulkan gerakan untuk menentang, melawan pikiran-pikiran yang negatip itu. Jiwa yang negatip itu menampakkan pandangan yang tidak menarik, antipati, meresahkan, benci, menimbulkan pertengkaran dan perkelaian.
@ Pengertian baik atau buruk dan ukurannya
Dari teori Epicuros, Jeremy Bentham, John Stuart Mill, sampai aliran rasionalis Islam Mu’tazilah bahkan Muh}ammad ‘Abduh dapat disimpulkan bahwa yang disebut baik itu ialah sesuatu yang membawa manusia kepada kelezatan dan kebahagiaan, sebaliknya yang disebut buruk itu ialah sesuatu yang membawa akibat yang tidak enak dan menyengsarakan manusia.
@ Pengertian benar dan tidak benar
Benar dan tidak benar jika ditinjau dari sumbernya, dapat disimpukan bahwa benar secara indrawi itu dikalahkan oleh benar secara ilmiah, benar secara ilmiah inipun dikalahkan oleh benar secara filsafat. Tetapi karena manusia itu bersifat tidak sempurna hasil pikiran manusia yang indrawi, ilmiah dan filosfis itu sangat tergantung oleh sifat manusia yang spekulatip kalau bejo yang untung jika salah ya celaka atau benar yang sifatnya hipotetis artinya selama belum ada bukti baru ya benar, tetapi jika ada bukti baru maka kebenaran tadi kalah dengan yang baru ini. Sebagaimana yang berlaku di semua perguruan tinggi maka teori lama dikalahkan oleh teori, tesis atau disertasi yang baru.
Maka benar yang mutlak tidak dapat dikalahkan ialah ilmu Allah, untuk kita orang Islam ialah Al-Quran.
Dengan kata lain maka Allah Ta’ala berkehendak agar supaya manusia dapat hidup dan hidup terus, hidup yang lebih baik lagi, makin lama makin baik, hidup yang selamat, jauh dari penderitaan, selamat dari kesengsaraan, hidup sejahtera serba kecukupan segala kebutuhan hidup secara universal, aman sentosa, damai bahagia untuk seluruh umat manusia, di mana saja dan kapanpun juga, kekal abadi, dunia akhirat Allah memberi wahyu petunjuk hidup supaya diikuti dan ditaatinya.
Allah itu Mutlak Maha Mengetahui mencakup apa saja yang dikerjakan oleh orang seorang maupun masyarakat, sebaliknya manusia dan masyarakat tidak mengetahui akibat dari perbuatan atau adat kebiasaan mereka apakah adat kebiasaanya itu akan membawa diri kepada hidup yang selamat sejahtera, bahagia lahir batin untuk semua orang semua bangsa segala tempat abadi untuk selama-lamanya. Maka dari itu Allah mengirim nabi dan rasul utusan-Nya guna membimbing umat manusia untuk mengikuti petunjuk Tuhan ke arah hidup yang selamat, sejahtera bahagia dunia akahirat. Dan nabi terakhir ialah Muh}ammad Saw. sedangkan umat yang langsung dihadapi oleh Nabi Muh}ammad Saw. ialah masyarakat Arab yang terikat dan terbelenggu oleh Adat Kebiasaan Arab Ja>hili>yah, suatu adat yang lebih banyak menyeret manusia kepada jalan hidup yang tidak baik akan membawa kepada penderitaan dan kesengsaraan hidup orang seorang maupun umat manusia.
Lihat skema perbandingan antara perbuatan yang posotif disbanding dengan perbuatan yang negatip di bab 3 di bawah.
@ Prof.DR.Zakiyah Darojat dari Kemenag RI.
Rabithah Alam Islami Makkah telah menyelenggarakan seminar internasional Alquran dan Sunnah di bidang Ipek sejak 1987 dan yang ke-6 diselenggarakan di Bandung di Aula IPTN (Industri Pesawat Terbang Nurtanio) tg.3-4 Agustus 1994 bekerja sama dengan ICMI dengan tema MUKJIZAT ALQURAN DAN SUNNAH DI BIDANG IPTEK yang dihadiri sekitar 600 undangan. Pemakalah yang mengikutinya datang dari Eropa, Amerika, Afrika dan Asia serta Timur Tengah bahkan para cedekiawan non Muslim-pun juga hadir. Salah satu pemakalah ialah Prof.DR Zakiyah Darojat Mantan Direktur Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Kementerian Agama.
Dalam makalahnya Prof.DR.Zakiyah Darojat mengemukakan bahwa salah seorang pasien yang meminta kesembuhan kepada beliau dari derita sakitnya ialah seorang pejabat dia meminta diobati dari sakit buta matanya yang sudah di derita selama 4 tahun dan sudah berobat ke banyak-banyak dokter bahkan sampai meminta kesembuhan kepada dukun Prewangan dengan cara mantra-mantra maupun mengikuti cara pengobatannya yang aneh-aneh termasuk menginap di pekuburan segala. Tetapi semua tidak mampu menyembuhkan derita butanya itu.
DR Zakiyah awalnya tidak bersedia menerima pasien ini sebab beliau speialis Ilmu Jiwa bukan dokter mata, tetapi si pasien keras mendesak terus, sehingga akhirnya beliau bersedia menerimanya. Melalui interogasi dan wawancara cukup mendalam mengenai rahasia pribadi maupun riwayat hidupnya. Dengan bersedianya DR Zakiyah menerima dia untuk mengobati kebutaannya maka wajahnya mendadak menjadi cerah sekali, sehingga dari pertemuannya terus menerus terutama dalam pertemuannya yang ke-13 maka si pasien ini menjadi sembuh total dari sakit matanya dan dapat melihat kembali terangnya dunia.
DR. Zakiyah menjelaskan bahwa pasien yaqng buta menjadi sembuh awas kembali itu dispe kuasikan bahwa sakitnya itu disamping sebab yang lahiriyah tentang apa yang dimakan apa yang diminum, konfrontasinya dengan lawan, hubungannya dengan virus penyakit dari siapa, maka kata DR Zakiyah secara psikosomatis hatinya merasa dikejar-kejar oleh dosa besar akibat dari perbuatannya bersamaan dengan tugas kewajibannya sebagai pejabat atasan. Sedangkan resep yang membatu kesembuhannya ialah usaha mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan Allah melalui taubat yang paling serius kemudian kegebiraan atas janji Allah akan memberi ampun siapa saja yan g dikehendaki Allah bagimanapun juga besarnya dosa kecuali musyrik itu.
Tetapi masih ada pertanyaan lagi bahwa: Bagaimana usaha kita agar supaya hati bias gembira ketika sedang sakit? Jawabannya gampang tetapi pelaksanaannya terlalu sulit. Yaitu tawakkal kepada Allah artinya Pasrah bongkokan pejah gesang nderek Gusti Allah, yaqin haqqul yaqin Allah itu Mutlak Maha dalam 20 sifat wajib dan 99 nama Al-Asmaul Husna, mnepati 6 Rukun Iman, 5 Rukun Islam dan berwatak Akhlaq Karimah. Pelaksaannya ialah bahwa kita harus selalu memandang kepada pihak lain yang menderita jauh lebih berat dari pada kita, umpamanya melihat di kuburan orang mati sekian banyak, melihat rumah sakit demikian banyak orang sakit dan penyakit klas berat yang terlalu sulit untuk disembuhkan, melihat sekian banyak kecelakaan dengan korban jiwa atau invalid yang banyak sekali, bahkan ada kecekaan pesawat, sampai peswatnya sendiri hilang, sehingga penumpangnya tidaka dapat dibiacarakan.
Insya Allah dengan merenungkan semua ini kiranya dapat menghibur penderita terhadap keluhannya.
Membaca makalah DR Zakiyah dan mendengarkan ceramah beliau tersebut maka dapat ditarik kesan dan kesimpulan bahwa gembira itu dapat menyembuhkan sakit menurut Ilmu Psikosomatik.
Rasulullah Saw bersabda bahwa kita hendaklah memandang kepada orang yang berada di bawah kita
Rasulullah Saw bersabda dalam hadis:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ عَلَيْكُمْ (رواه مسلم 5264)

“Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Jarir. Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah. Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah teks miliknya, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dan Waki’ dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Pandanglah orang yang berada dibawah kalian, jangan memandang yang ada di atas kalian, itu lebih laik membuat kalian tidak mengkufuri nikmat Allah.”(HR Muslim no.5264)
BAB TIGA
Takwa itu membawa barokah
Masalah ke-3: Bagaimana ikhtiar kita agar supaya kita selamat dan terjauh dari serangan penyakit? Jawaban sementara: Usaha agar supaya kondisi kita dapat selalu sehat wal afiat jasmani rohani ialah menjauhi perasaan dan laku yang negatif sekaligus menggalakkan perasan dan amal yang positip. Asas landasan ini namanya takwa kepada Allah Swt.
@Kitab Lisanul ‘Arab (15h401) mengartikan Taqwa itu laku perbuatan mencegah diri dari penyebab derita sakit yang menyerang, maka Taqwa sering diartikan takut maksudnya ialah takut berbuat salah takut terjerumus dalam derita sakit dan yang lain. Jadi Taqwa itu ialah menjadikan diri terjaga dari apa yang dikawatirkan dari apa yang ditakutkan akan mendatangkan derita itu menjaga diri dari penyebab kehancuran dan bencana. Menurut pengertian syara’ taqwa itu menjaga diri dari perbuatan dosa. Takut terbelenggu oleh daya tarik jalan ke neraka dengan cara melakukan ketaatan dan sedekah.
Taqwa menurut bahasa ialah usaha mencegah semua yang salah dan negatip sekaligus berjuang menegakkan apa yang benar dan yang positif, dengan kata lain takwa itu berbuat baik dan benar meninggalkan yang buruk dan salah, Taqwa itu melakukan amal soleh menjauhi perbuatan maksiyat.
Ditambahkan lagi bahwa taqwa ialah menjauhi perbuatan dosa, sedangkan dosa ialah sesuatu yang tidak diridhoi Allah. Sehingga Taqwa itu ialah melakukan perbuatan yang diridhoi Allah, jelas semua yang diridhoi Allah itu akan membawa bahagia seluruh umat manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan bahkan semua makhluk.
Jika dikaitkan dengan pengertian benar dan tidak bemar maka yang benar itu ialah suatu masalah yang diakui benar oleh seluruh umat manusia, kapan saja dan dimanapun juga, benar secara indrawi, ilmiah dan filosufis bahkan yang diakui benar oleh Allah; Jadi yang benar itu ialah benar secara syar’i atau Qurani maupun secara logika; sedangkan Al-Quran sendiri sangat mendorong manusia untuk menggunakan akal dan logika ini.
Afzalurrahman dalam bukunya Quranics Science diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh HM Arifin telah mengumpulkan ayat-ayat yang cenderung dapat dikelompokkan ke dalam bidang Ilmu Pengetahuan & Teknologi (IPTEK) lebih dari 30 cabang disiplin ilmu, yaitu:
(1) Hukum Kausalitas; (2) Kosmologi; (3) Astronomi;(4)Fisika; (5)Matematika;(6)Sejarah;(7)Geografi;(8)Geologi;(9)Mineralogi;(10)Bilogi;(11)Botani(12)Zologi;(13) Ekonomi;(14) Pertanian;(15) Perkebunan;(16) Irigasi;(17) Perdagangan; (18)Arkeologi;(19) Arsitektur; (20)Psikologi; (21)Edukasi; (22)Industri; (23) Leadership; (24) Psikiatri; (25)Sosiologi; (26)Seksologi; (27) Phisiologi; (28)Kimia;(29) Kedokteran;(30) Farmakologi.
Dari sisi lain Abu> Zahrah dalam kitab Ushu>l Fiqh (1958:289) menyatakan bahwa arah tujuan Allah menurunkan syari’at Islam itu ada tiga pokok utama, yaitu:
1.Menciptakan tiap pribadi sebagai sumber amal soleh
2.Keadilan yang merata atas seluruh umat manusia
3.Terwujudnya kehidupan masyarakat yang penuh maslahah yang hakiki, yaitu terjaminannya 5 macam kebutuhan hidup umat manusia secara universal atau Hak asasi Manusia (HAM) berikut:
i.Jaminan hidup dan hidup yang lebih baik lagi
ii.Jaminan hidupnya syari’at Tuhan
iii Jaminan hak atas harta kekayaan
iv.Jaminan atas hak pengembangan akal dan kebebasan berpikir
v.Jaminan hak atas pengembangan jenis dan keturunan.
Allah memberikan peringatan kepada manusia melalui turunnya Al-Qura>n ini agar supaya mereka mengubah dan menyesuaikan tingkah laku perbuatan mereka kepada prinsip-prinsip ajaran Al-Qura>n menuju ke kehidupan yang selamat, sejahtera, bahagia bagi seluruh umat manusia, di mana saja kapanpun juga, bahagia yang kekal abadi selama-lamanya dunia sampai akhirat.
Setiap manusia dalam hidupnya ingin mencari hidup, hidup terus, hidup yang lebih baik lagi, hidup yang bahagia, terpenuhi segala kebutuhan hidupnya dengan sempurna, selamat dari penderitaan dan kesengsaraan.
Berkaitan dengan soal bagaimanakah usaha kita mencari jalan hidup yang sehat dan sejahtera, maka jawabnya ialah memelihara diri dari perbuatan yang negatip sekaligus berbuat amal yang positip amar ma’ruf nahi munkar memenuhi perintah dan meninggalkan larangan Allah namanya Taqwa kepada Allah. Menepati perintah dan meninggalkan larangan Allah ialah mentaati prinsip-prinsip ajaran Al-Quran mencakup mentaati firman Allah di bidang IPTEK dan Logika sebagaimana dicatat oleh Afzalur Rahman terurai di atas, menepati Ilmu Kedokteran, Ilmu Kimia, Ilmu Botani dan semua ilmu, lebih-lebih ilmu ‘Aqidah, Syari’ah dan Al-Akhlaqul Karimah. Memperdalam keyakinan yang sungguh bahwa Allah itu Mutlak Maha, Maha Mengetahui apa yang diperlukan oleh manusia, supaya sehat, selamat, sehat, sejahtera, bahagia, dunia dan akhirat.
Berhati-hati jangan sampai celaka jangan sampai sengsara, jangan sampai berbuat dosa maka badan akan menjad sehat enak, senang, sejahtera bahagia, tidak sakit bahkan akan sehat wal afiat jasamnai dan rohani, Iman, Islam dan Ihsan. Memelihara kesehatan secara sederhana ialah tawakkal kepada Allah artinya Pasrah bongkokan pejah gesang nderek Gusti Allah, yaqin haqqul yaqin Allah itu Mutlak Maha dalam 20 sifat wajib dan 99 nama Al-Asmaul Husna, mnepati 6 Rukun Iman,, 5 Rukun Islam dan berwatak Akhlaq Karimah.
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
لاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
Silahkan buka internet situs : https://pondokquranhadis.wordpress.com
Kirimkan naskah ke Email::pondokilmu7@gmail.com-Tlp:0318963843


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: