Oleh: pondokquranhadis | Desember 9, 2011

HAKIKAT AKU DIRI MANUSIA

011(11)8                                                  Tafsir Tematis Kontemporer

 

HAKIKAT AKU

DIRI MANUSIA

 

Al-Quran S.51 Adz-Dzariyat 19-22

وَفِي الْأَرْضِ ءَايَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ(20)وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ(21)وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ(22)(الذاريات 2122)

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu”(S.51 Adz-Dzariyat 19-22).

Tema dan sari tilawah

  1. 1.      Allah menyuruh kita semua untuk banyak berpikir dan merenungi  ciptaan Allah isi jagad raya ini.
  2. 2.      Bahwa di bumi ini banyak sekali ayat-ayat Allah itu.
  3. 3.      Lebih-lebih  masalah hakikat  diri kita manusia ini maka harus direnungkan dengan mendalam.
  4. 4.      Demikian juga supaya kita pikirkan dengan sungguh-sungguh masalah langit itu apa dan bagaimana sebenatnya.
  5. 5.      Pikirkan juga bagaimana anugerah Allah  yang mungkin akan turun dari langit.

Masalah dan analisa jawaban

       Dari sekian banyak masalah, maka yang mendesak ialah:

  1. 1.      Apa saja yang menjadi lahan berpikir  otak manusia itu? Jawaban sementara: Lahan berpikir  akal manusia ialah  alam yang dapat diserap oleh panca indra dan alam yang metafisis tidak terjangkau oleh panca indra lahir.
  2. 2.      Apa sebenarnya hakikat AKU  diri manusia itu? Jawaban sementara: Hakikat AKU  diri manusia itu ialah  gulungan film rekaman seluruh  alam indrawi dan metafisis yang masuk ke dalam akal pikiran manusia.
  3. 3.      Bagaimana arah maksud Allah memerintahkan kita untuk memikirkan   hakikat diri manusia itu? Jawaban sementara: Maksud  Alah menyuruh manusia  berpikir ini telah dirumuskan para ulama yaitu  agar supaya hidup manusia itu sejahtera-bahagia dengan cara membuat dirinya itu menjadi sumber amal soleh, membela  keadilan bagi seluruh umat manusia dan terpenuhinya maslahah yang hakiki. dalam hidupnya.

Pendalaman dan penelitian

 

BAB    SATU

Isi  otak  pikiran  manusia

        Masalah ke-1: Apa saja yang menjadi lahan berpikir  otak manusia itu? Jawaban sementara: Lahan obyek yang dipikir  oleh akal manusia ialah  alam yang dapat diserap oleh panca indra dan alam yang metafisis tidak tertangkap oleh panca indra. Jelasnya jagad raya ini dibagi dua yaitu: Alam zhahir dan alam gaib, Alam zhahir itu semua yang dapat dilihat, diraba dan dirasakan oleh indra manusia, sedangkan alam gaib ialah nuansa  yang dapat dijangkau  hanya oleh akal dan indra batin, lebih mendalam adalah  sebagai berikut:

A. Ilmu Fisika dan Ilmu Metafsika

       Ilmu mengenai bagaimana kita memahami  hakikat dari segala yang ada di alam ini namanya  Ilmu Ontologi  sedangkan Ilmu Ontologi ini ada dua bidang, yaitu Ilmu Fisika dan Ilmu Metafisika. Maka obyek yang dibicarakan oleh  Ilmu Ontologi itu terdiri dari materi yang tampak yang dapat dirasakan dapat disaksikan melalui panca indra dan alam gaib yang tidak tampak yang  bersifat rohani, alam yang ada di belakang  tabir jagad raya ini, yakni yang tidak dapat dilihat tidak dapat diraba tetapi hanya dapat dipikir atau di renungkan dalam otak. Ilmu tentang alam zhahiriyah yang indrawi ialah Ilmu Fisika dan Ilmu Fisika  itu hanya mempersoalkan apa yang dapat ditangkap oleh panca indera saja, sebaliknya apa yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera dibahas oleh Ilmu Metafsisika. Dan Ilmu Metafsika itu mencakup masalah keagamaan (Teologi).

         Dalam memandang  dua kenyataan alam materi dan alam rohani  ini maka timbul 4 macam aliran pikiran, yaitu:1) Dualisme; 2) Materialisme; 3) Idealisme; 4) Agnostisisme.

Ad 1 Dualisme

         Dualisme ialah suatu aliran yang percaya bahwa dalam alam semesta ini ada dua hakikat, yaitu dunia materi yang dinamakannya “dunia  ruang” dan dunia rohani yang  mereka  namakan “dunia kesadaran”,  kedua-duanya sama-sama abadi dan azali demikian pendapat .Descartes (1650M). Di sisi lain Aristoteles (322SM) menamakan dunia ruang itu materi sedangkan yang rohani dia namakannya forma. Menurut  Al-Quran apa yang mereka percaya sebagai dualisme  dalam arti luas adalah makhluk ciptaan Allah, seperti yang terurai di dalam ayat berikut:

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ  (الذاريات 49)

Artinya: “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah”(S.51 Adz-Dzariyat 49).

                Faham yang berlawanan dengan aliran dualisme  itu  alah faham Monisme, yaitu bahwa hakikat apa yang ada ini hanya satu saja. Faham Monisme terbagi dua, yaitu Materialisme dan Idealisme.. Kaum Materialisme mengatakan bahwa hakikat dari semua yang ada ini adalah materi, sedangkan aliran Idealisme atau Spiritualisme mengatakan bahwa hakikat yang sebenarnya dari apa yang ada ini adalah rohani

Ad.2.  Materialisme

          Para ilmuwan menyamakan faham Materialisme dengan Naturalisme karena mereka cenderung memusatkan perhatiannya kepada alam yang bersifat materi saja yaitu alam lahiriyah ini; Thales (545SM) berpendapat bahwa asal usul alam itu dari air; Anaximandros (545SM) mengatakan bahwa alam ini asalnya dari apeiron yang sifatnya  tak terbatas; Anaximenes (528SM) mengatakan asal alam raya itu dari udara; Demokritos (360SM) mengatakan   asal usul alam itu dari atom,  tidak ada lain di alam ini kecuali atom dan ruang kosong. Jelas mereka tidak percaya kepada Tuhan.

           Para ulama menuduh kaum yang tidak percaya kepada adanya Tuhan Maha Pencipta dan Maha Pemelihara alam ini dan hanya percaya kepada otomatisnya  proses jalannya alam adalah kaum  Historis-Materialisme mirip dengan apa yang dituduhkan oleh Al-Quran  kepada masyarakat Arab Jahiliyah dahulu yang disebut-sebut di dalam Al-Quran berikut:

وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ (ألجاثية 24)

Artinya; “Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja”(S.45 Al-Jatsiyah 24).

 Ad 3 Idealisme atau Spiritualisme

      Idealisme ialah aliran faham serba cita-cita dan aliran  Idelaime juga dinamakan Spiritualisme; lebih gampangnya spiritualisme  ialah aliran yang percaya bahwa setiap yang ada ini mempunyai roh. Menurut aliran ini materi itu adalah penjilmaan dari rohani, sedangkan  rohani itu nilainya lebih tinggi dari pada materi, karena materi itu hanya bayangan saja dari rohani. Menurut aliran idealisme kebudayaan itu perwujudan dari cita-cita sedangkan cita-cita itu adalah Rohani. Sasaran pikiran aliran  Idealisme mencakup akal, kesadaran, cita-cita, jiwa atau suksma.

        Ajaran Idealisme ini awalnya dikemukakan oleh Plato yang mengatakan bahwa  hakikat yang sebenarnya dari alam yang ada ini adalah alam pikiran atau idea, sedangkan alam nyata yang menempati ruang ini hanyalah bayangan saja dari alam idea.

 

 

Ad 4.Agnosticisme

         Aliran Agnosticisme adalah suatu aliran yang mengingkari kemampuan manusia untuk mengetahui hakikat materi ataupun hakikat rohani.  Tokoh aliran Agnosticisme ialah Heidegger dan Jaspers yang berpendapat bahwa yang mutlak atau transendent itu tidak ada sama sekali.

B.    TEOLOGI

        Teologi ialah suatu faham ketuhanan yang tumbuh berpangkal melulu dari peristiwa kejadian alam saja, maka dari itu teologi ini dapat dinamakan Teologi Naturalis. Namun demikian   sebagian dari mereka-pun  juga mengakui adanya Sang Pencipta dan Pengatur alam, sehingga aliran ini juga dapat disebut dengan Theodecia. Mereka ini mengakui adanya Tuhan berdasarkan akal melulu..

             Seperti yang pernah digagas oleh Anaximandros  bahwa  asal usul alam semesta ini dari Apeiron yaitu sesuatu  yang tidak mempunyai batas dan  tidak terhingga. Senada dengan ini Herakleitos berpendapat bahwa alam semesta ini ada yang mengatur secara tetap sistematis, rapi dan terus-menerus yaitu   Hukum Dunia namanya Logos. Logos sendiri artinya ialah pikiran yang benar dan  dari bunyi logos berkembang menjadi Logika atau Logis. Menurut mereka Logos itu adalah “Hukum Dunia” dia mengatur dunia  dengan sangat tertib sekali.

            Al-Quran mengatakan bahwa seluruh alam semesta ini mengucapkan tasbih artinya me-Maha Suci-kan Allah, hanya saja manusia tidak mengetahui cara benda-benda alam itu bertasbih. Menurut para ulama cara makhluk alam semesta bertasbih kepada Allah itu berwujud ketaatannya melakukan tugas masing-masing dengan sangat tertib teratur rapi sistematis otomatis  sejak awal  peciptaan  bumi dan langit  dahulu sampai sekarang ini. Allah berfirman:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ  (النور 41)                                                                                      

Artinya: “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan”(S.24 An-Nur 41).

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا  (الاسراء 44)                                                                    

Artinya: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun”(S.17 Al-Isra` 44).

              Hasbullah Bakry dalam bukunya Pengantar Ilmu Filsafat (1986:62) mengidentikkan Hukum Logos para filsuf di atas ini sangat mirip dengan Sunnatullah atau Hukum Allah, hanya sayangnya para ahli pikir tersebut tidak berhasil menemukan Tuhan  yang menciptakan Logos mereka  terhenti hanya merenungkan bekas-bekas atau peristiwa perubahannya saja. Selanjutnya Teologi Naturalisme  ini dibagi dua , yaitu: Theisme  dan Pantheisme. Anaxagoras berpendapat bahwa kodrat atau kekuasaan yang menggerakkan alam semesta ini datang dari luar, maka faham ini dinamakan Theisme. Sedangkan Demokritos berpendapat bahwa kodrat-kekuatan yang menggerakkan alam ini berada didalam alam itu sendiri, maka faham ini dnamakan Pantheisme.

a)      Theisme

            Theisme ialah suatu aliran yang berpendapat bahwa  kekuatan yang menggerakkan  alam ini datang dari luar alam dan mereka menamakan–nya Tuhan. Tuhan inilah yang menggerakkan dan memelihara alam dengan sangat teratur. Sayang sekali para ahli pikir Theisme ini berhenti hanya pada pengakuan adanya Tuhan. Bahkan pengakuan itupun tidak jelas dan tidak seragam bagaimana sifat-sifat sesuatu  yang mereka duga sebagai Tuhan itu, sehingga  keterangannya saling berbeda menurut  pikiran mereka masing-masing, misalnya Logos teori Herakleitos,  Cinta  teori dari Empedokles, Nus teori dari Anaxagoras dan Idea Tertinggi dari Plato serta Prima Causa teori dari Aristoteles tidak ada kesamaannya. Lebih dari pengakuan itu mereka tidak mampu meneruskan pemikirannya dan berhenti  sampai disitu saja, sehingga Theisme ini tidak mengandung ajaran ibadah dan tidak ada  hukum agama, paling banter aliran ini hanya berspekulasi  tentang adanya  teori tentang etika yang  juga saling berbeda rincian maupun  global-umumnya.

b) Pantheisme

             Pantheisme ialah suatu aliran pendapat bahwa kodrat kekuasaan yang menggerakkan alam ini berada di dalam alam itu sendiri. Faham Pantheisme ini mengandung beberapa macam teori, yaitu:

1)      Atomistik dari Xenophanes diteruskan oleh Demokritos mereka  berpendapat bahwa alam ini tidak lain kecuali atom yang bergerak  dan berkembang secara teratur sistematis.

2)      Aliran Stoa   berpendapat bahwa segala sesuatu di alam ini berwujud Jiwa dan Raga tidak mungkin jiwa saja tidak mungkin raga sendirian maka kesatuan jiwa dan raga itu dinamakan Pneuma  sedangkan  Peneuma adalah Tuhan

3)      Aliran Neo Platonisme berpendapat bahwa Tuhan dan alam merupakan satu kesatuan, dalam pengertian bahwa segala sesuatu merupakan limpahan atau emanasi dari  Tuhan dan emanasi pertama berwujud roh alam, kemudian roh alam atau jiwa alam melimpahkan  sesuatu berwujud dunia jasmani mirip teori idea Plato dan teori logos dari  Herakleitos..

4)      Aliran Natura-naturas teori dari Spinoza, dia  berpendapat bahwa  yang menciptakan dan yang diciptakan itu adalah “sama dan satu”.

               Politheisme itu sangat mirip dengan faham Pantheisme, hanya saja Politheisme berpendapat bahwa sebagian  dari alam  dapat menjadi Tuhan, sedangkan Pantheisme menyatakan bahwa alam ini adalah Tuhan tetapi  orang tidak merasa dirinya Tuhan.

    Hasbullah Bakry (1986:69) mengaitkan faham Politheisme itu dengan  ajaran Trinitas bahwa salah satu oknom dari Trinitas itu ialah Yesus, maka Yesus itu manusia sekaligus Tuhan adalah jelas Pantheisme-Politheistis artinya banyak Tuhan menjadi satu dengan alam  dan berada di dalam alam. Secara historis ajaran Trinitas ini  berasal dari ajaran Stoa  yang diusung oleh Paulus ke dalam agama Nasrani sedangkan teori penebusan dosa ajaran Paulus itu berasal dari filsafat Pythagoras.

            Berangkat dari catatan Hasbullah Bakry bahwa Metafisika ialah apa yang dibalik alam nyata dan menurut HM.Rasyidi (1984:20) metafisika itu ialah apa yang dibelakang alam. Maka untuk memahami hakikat apa yang dibelakang alam nyata ini tidak lain harus melalui Al-Khaliq yaitu Dzat yang menciptakan alam nyata dan alam gaib atau yang menciptakan fisika dan metafisika.

           Terhadap semua teori dan dugaan-dugaan  para filosuf itu perlu kita membaca tulisan mereka itu dengan kaca mata Al-Quran, Allah berfirman sebagai berikut:

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ  (الانعام  116)

Artinya: “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)”(S.6 Al-An’am 116).

            Hidangan yang menjadi garapan akal manusia ialah semua keadaan yang ada di hadapan manusia maka Hasbullah Bakry dalam bukunya Pengantar Ilmu Filsafat (1986:17) menyederhanakan lahan atau ladang pemikiran akal itu menjadi 3 bidang, yaitu:  Logika; Metafisika; Etika. Dengan keterangan bahwa Logika itu pendahuluan, metafisika itu macam yang dibicarakan dan Etika itu tujuan pembicaraanl. HM Rasyidi (1984:17) menyebutkannya Logika dan, Epistimologi.

BAB   DUA

Hakikat AKU diri manusia

           Masalah ke-2: Apa sebenarnya hakikat AKU  diri manusia itu? Jawaban sementara: Hakikat AKU  diri manusia itu ialah  gulungan film rekaman seluruh  alam indrawi dan metafisis yang masuk ke dalam akal pikiran manusia. Lebih mendalam lagi kita renungkan uraian berikut:

          Dr Paryana dari Akademi Metafisika Yogya  menggambarkan AKU  dari diri manusia itu  dengan ilmu fisika  melalui  system atom, fokusnya ialah electron. Jika kita  sederhanakan gambaranya adalah sebagai berikut.

           AKU dari diri manusia itu jika boleh kita umpamakan adalah bagaikan  otak  atau inti  suatu unit media  komunikasi, misalnya Surat Kabar JAWA POS. Oplag  koran Jawa pos  beberapa waktu yang lalu sekitar 300.000 eksemplar  yang digerakkan oleh sang manager dengan  staf dan jaringan pelaku usaha  yang jumlahnya terlalu banyak. Dan pelaku utama dalam usaha ini ialah  WARTAWAN.  Kerja para wartawan suatu unit media komunikasi surat kabar, majalah atau  jurnal itu setiap harinya ialah meliput data dan fakta yang terjadi di alam ini, bahkan untuk media komunikasi elektronis  wartawan itu  meliput  berita mencakup  suara dan gambar dengan  gambar yang berwarna.  Semua data&fakta tadi dengan secepat mungkin  dikirimkan ke  kantor pusat unit media komunikasinya dan di kantor pusatnya  melalui  pos utama lalu disalurkan ke ruang spseial bagiannya masing-masing, sebagaimana kolom dari rubrik atau kelompok judul dan halaman surat kabar atau majalah  itu,

Di dalam masing-masing kamar itulah data&fakta  diolah dan dikelola serta diproses untuk dicetak lalu diekspose kepada pembaca atau pelanggan media komunikasi, harian, mingguan, bulanan tersebut. Semua  dikerjakan secepat-cepatnya  untuk memenuhi berbagai macam kepentingan, disebarkan seluas-luasnya melalui agen sampai loper-pengecer masuk kampong keluar kampung, membagi koran atau tabloid kepada pelanggan-pembaca untuk dinikmatinya. Lebih hebatnya lagi ialah unit media komunikasi elektronis, televise dan semacamnya, begitu peristiwa terjadi di belahan dunia   jagad raya yang paling jauh, dalam waktu yang terlalu cepat data&fakta tersebut di atas  sudah dapat dinikmati oleh  pelanggan,, pembaca, pendengar, pemeriksanya.

          Dr Paryana dari Akademi Metafisika Yogya di atas  menggambarkan  hakikat AKU diri manusia itu adalah bagaikan  gulungan film yang menyimpan data&fakta hasil pengamatan indra lahir dan indra batin seseorang dalam seluruh gerak gerik setiap detiknya.

           Kita terjemahkan gambaran dari dr. Paryana tersebut sebagai berikut: Bahwa  bagian  yang paling kecil  tubuh  manusia adalah atom, salah satu bagian dari atom namanya electron. Perlu diingat bahwa electron itu bukan materi tetapi makhluk gaib bahkan electron itu adalah potensi atau daya-penggerak dia adalah salah satu  isi alam metafisika yang tidak dapat dicapai oleh apa/siapa  kecuali hanya direnungkan oleh akal..   

           Elektron ini dibayangkan persis seperti wartawan surat kabar, majalah mingguan atau bulanan, dia meliput data&fakta sampai suara bahkan gambar yang berwarna dari  prikel (data&fakta) yang disaksikan oleh elektron tubuh manusia. Secara metafisis (hanya dapat dibayangkan dan dipikir-pikir) bahwa  fotokopi data&fakta tersebut berwujud elektron atau elektron ini membawa sendiri foto rekaman data&fakta sehingga deretan elektron dari setiap atom badan jasmani manusia ini  mengalir bagaikan  pita film  yang masuk ke roll dalam gulungan film. Kemudian elektron ini  mengalir menuju ke pangkal otak, di pangkal otak ini lektron (pita-film) ini secara otomatis dibarengi  nafsu-nafsu (Instink) yang ikut  berperan dalam menentukan taktik politik, perilaku dan tindakan dalam menanggapi prikel (data&fakta) yang masuk tersebut.   Instink atau nafsu-nafsu ini mengantar elektron (pita film) itu masuk ke pusat akal (otak besar). Di dalam otak besar seluruh data&fakta  itu dibagi-bagi disalurkan ke ruang-ruang dalam otak besar yaitu jurusan khusus pusat pemikiran, pusat gerak, pusat ingatan dan gudang simpanan.  Proses pusat pemikiran menghasilkan  politik, taktik, strategi, metodik-dedaktik pemecahan masalah  kemudian mengeluarkan  perintah gerak atau tindakan dalam menanggapi  atau  reaksi terhadap prikel (data& fakta) yang masuk itu, selanjutmnya  melalui syarat-syarat jalurnya maka   perintah gerak tadi diwujudkan dalam perbuatan nyata oleh anggota tubuh, tangan, kaki dan sebagainya menjadi tindakan lahiriyah yang  dapat disaksikan oleh panca indra di luar AKU diri manusia yang menyaksikannya.

           Perlu dicatat  bahwa seluruh atom  dalam tubuh jasmani manusia bekerja keras mengirim elektron data&fakta termasuk pikiran pikiran itu sendiri dan  semua syaraf penyalur perbuatan yang dilalui oleh electron data&fakta  yang mengalir dari/ke pangkal otak termasuk elektron data&fakta gerak-gerik perbuatan itu sendiri. Dan seluruh elektron (data&fakta) itu  disimpan  dalam pusat ingatan atau gudang penyimpanan data&fakta. Dan sekali lagi INI HANYA DAPAT DIRENUNGKAN  DALAM ALAM PIKIRAN sehingga  terlalu sulit difahamkan para pembaca (mohon maaf).

           Selanjutnya di pusat arsip simpanan data&fakta  tersebut menyatu menjadi paduan  tunggal gulungan film yang sangat lengkap sekali mencakup seluruh peri laku, perbuatan apapun juga bahkan sampai niat, keinginan, angan-angan, program perecanaan, cita-cita, utopis bayangan yang paling tinggi.

          Gulungan tumpukan film data&fakta inilah sebenarnya hakikat yang menamakan diri AKU, Dan AKU inilah yang menggerakkan  badan jasmani manusia itu sndiri. AKu inilah yang  menjawab  jika dipanggil,   AKU inilah yang  mengeluarkan pidato yang gegap gempita atau  berbisik dengan sangat halus sekali.

         Dari sini terbayang bahwa  seolah-olah AKU tersebut  diciptakan oleh  dunia yang mengelilingi dia sejak sebelum lahir sampai detik-detik terakhir hidupnya manusia. Maka banyak pakar Ilmu Jiwa, Misalnya John Lock dan pakar psikologi lainnya  mengajukan teori TABULA RASA bahwa  jiwa manusia itu  awalnya seperti kertas putih kemudia terserah kepada alam sekitar  yang memberi isi dan warna jiwa manusia atau orang tuanya ingin menulis dan membuat gambar pada  kertas putih itu dengan tulisan  atau gambar menurut sesuka hatinya sehingga  tampaknya jiwa itu terbentuk oleh alam sekitar.

.

BAB   TIGA

Maqashidusy Syari’ah

Masalah ke-3: Bagaimana arah maksud Allah memerintahkan kita untuk memikirkan   hakikat diri sendiri manusia itu? Jawaban sementara: Maksud  Alah menyuruh manusia  memikirkan diri sendiri dan alam ini telah dirumuskan oleh para ulama ialah  agar supaya hidup manusia itu menjadi sumber amal soleh, membela keadilan untuk seluruh umat manusia dan terpenuhinya maslahah yang hakiki.

A.Tujuan Syari’at Islam

                    Tujuan Syari’at Islam  ialah mengambil maslahah dan mencegah madharat, artinya mengambil yang bagus sekaligus membuang yang jelek atau dengan istilah yang lebih terkenal ialah  Amar ma’ruh Nahi munkar”, yaitu mengajak kepada kebagusan melawan kejahatan.  Difahamkan dari nash Al-Quran S.21 Al-Anbiya`  107.dan berbagai macam riwayat hadis, maka Syari’at Islam  datang dari Allah ditujukan untuk menjadi rahmat  seluruh alam. Sehingga siapa yang mengikuti syarai’at Islam dengan tekun dia akan hidup  bahagia  di dunia sampai akhirat, sebaliknya siapa yang menyimpang dari ajaran syari’at Islam maka dia akan hidup sengsara dan menderita di dunia sampai akhirat.

Para pakar  sosiologi-antropologi telah mengadakan penelitian mengenai apa yang dibutuhkan manusia untuk hidup di dunia ini secara universal seluruh umat manusia  dimana saja dan  kapanpun juga, yaitu:

a.  Ralph Piddington dalam bukunya “An Introduction to Social Anthropology” (1950:221) mencatat bahwa kebutuhan hidup manusia secara universal (Human Needs)  ialah:

i.   Kebutuhan primer

Kebutuhan primer ialah kebutuhan yang sama untuk hidup oleh manusia dengan makhluk hewan, yaitu:

–    Makan, minum, bernafas

–  Membersihkan diri, istirahat, daya tahan diri dari serangan penyakit,   serangan lawan atau  derita dari  perubahan cuaca,

–   Pemenuhan nafsu birahi dan  kebutuhan untuk  mempunyai anak keturunan

ii.  Kebutuhan sekunder

Kebutuhan sekunder atau kebutuhan sosial manusia  yang terdiri dari:

–    Pengembangan  kecerdasa akal, pendidikan  dan  kebudayaan

–    Kebersamaan dalam kegiatan, berkomunikasi antar sesama

–    Kepuasan akan pemilikan atas harta kekayaan

–    Terselenggaranya ketertiban sosial, hukum dan adat

iii. Kebutuhan integratip

     Kebutuhan integratip ialah kebutuhan yang berkaitan dengan soal perasaan moral, kepercayaan dan kesempurnaan hidup, yaitu kebutuhan-kebutuhan berikut: .

–    Kegiatan ritual keagamaan (Magico religious system)

    –    Kebutuhan akan hiburan, permainan dan kepuasan dalam bidang seni kebudayaan serta keindahan.

b.  Abraham Maslow dalam bukunya “Motivation and Personality” (1954:15) mengemukakan ada 5 kategori kebutuhan hidup manusia secara universal yaitu:

i.   Kebutuhan dasar jasmani

ii.  Kebutuhan akan ketertiban dan keamanan

iii. Kegiatan bersama dan rasa social sesama kelompoknya.

iv. Kehormatan dan penghargaan

v.  Puncak kepuasan dan kesempurnaan serta kebahagiaan rohaniah.

Jika dianalisa secara mendalam maka teori Piddington dan Maslow di atas semua dapat tertampung dalam teori ahli hukum Islam yang dinamakan “Adl-Dlaruriyatul Khamsah”. Maka manusia yang wajar memerlukan akan terpenuhinya kebutuhan  hidup manusia di dunia mencakup kebutuhan untuk melakukan penyembahan kepada Tuhan, kebutuhan hidup, keperluan akan harta, pengembangan akal dan menginginkan anak keturunan.

        Muhammad Abu Zahrah  dalam kitabnya Ushul Fiqh (1958:289) menyatakan ada 3 target tujuan utama dari syari’at Islam, yaitu:

1.Pembinaan jiwa agar supaya setiap pribadi menjadi sumber amal soleh untuk orang lain, tidak membawa penderitaan atau kesengsaraan  kepada sesama hidup.

2.Menegakan keadilan yang merata bagi seluruh umat manusia.

3.Menyelenggarakan suatu kehidupan masyarakat yang penuh maslahah yang hakiki

      Maslahah yang hakiki ialah suatu sistem kehidupan bermasyarakat  yang serba terpenuhinya jaminan hidup yang 5 macam yang dinamakan “Adl-Dlaruriyatul Khamsah”, yaitu:

1.Terjaminnya kelangsungan syari’at Tuhan, suatu kehidupan yang   berjiwa agama

2.Terjaminnya hak hidup setiap insan

3. Terjaminnya usaha pengembangan akal yang sehat

4. Terjaminnya hak  berkeluarga dan berketurunan

5. Terjaminnya hak   pemilikan  atas harta kekayaan

      Para ulama sangat memperhatikan Maqashidus Syari’ah ini misalnya:Ibrahim an-Nakha’i (w..96H=617M), Al-Maturidi(w.333H =944M), Al-Baqillani(w.403H=1013M), Al-Qarafi(w.685H=1286M.), Ath-Thufi (w.716H=1319M.), Ibnu Taimiyah (w. 728H=1329M, Ibnu al-Qayyim (w. 751H=1350M.).

 Asy-Syathibi (w. 790 H.) dalam kitabnya Muwafaqat (tth:2 \ 8) menyatakan bahwa  jaminan terpenuhinya tujuan syari’at Islam tersebut  di atas dalam pelaksanaannya  melalui   tiga peringkat, yaitu:

i. Sangat penting sekali (Adh-Dharuriyat), yaitu kebutuhan hidup yang benar-benar sangat diperlukan, jika tidak terpenuhi akan membayakan hidup manusa.

ii. Diperlukan (Al-Hajiyat), yaitu kebutuhan hidup yang melengkapi kebutuhan pokok.

iii. Penyempurna (At-Tahsiniyat),  yaitu kebutuhan hidup untuk kepuasan dan rasa senang  sehingga hidup menjadi lebih  sempurna dan bahagia.

      Adh-Dharuriyyatul Khamsah  (Human needs) di atas adalah sesuatu yang wajib  demi terwujudnnya kemaslahatan dunia dan akhirat. Apabila hal ini tidak terpenuhi, maka akan timbul kerisauan dan kerusuhan bahkan hilangnya hidup dan kehidupan.

HAM:  Anugerah Allah yang sangat besar sekali

         Sungguh Allah  telah memberi anugerah kepada semua manusia untuk menentukan masa depannya sendiri meskipun hanya berhasil membuat NIAT saja. Manusia diberi kebebasan membuat NIAT dan niat ini sangat dihargai oleh Allah yang sangat mendambakan manusia. .Allahumma ighfirli  jika  tulisan ini tidak benar.

        Allah sudah memberi kepada semua manusia kebebasan memilih jalan hidupnya akan menjadi orang yang bertakwa ataukah akan menjadi manusia durhaka penuh dosa. Allah berfirman dalam Al-Quran dan Rasulullah Saw  bersabda dalam hadisnya:

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا( الكهف 29)

“Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek”(S.18 Al-Kahfi 29).

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً  (رواه البخاري 6010 ومسلم 187)

" Dari Ibnu Abbas r.a, dari Nabi Saw. dari Allah Azza wa Jalla berfirman  (hadis qudsi),Nabi Saw  beliau sabdakan; "Allah mencatat kebaikan dan kejahatan, " Lalu beliau jelaskan; "siapa yang berniat kebagusan lantas tidak jadi ia amalkan, Allah mencatat satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat lalu ia amalkan, maka Allah mencatatnya sepuluh kebagusan, bahkan dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali-lipat, bahkan lipatganda yang tidak terbatas, sebaliknya barangsiapa yang berniat melakukan kejahatan kemudian tidak jadi ia amalkan, Allah menulis satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat kejahatan dan jadi ia lakukan dalam perbuatan, maka Allah menulisnya cuma satu kejahatan saja”(HR Bukhari no.6010 dan Muslim  no.187). 
         Penulis risalah ini  berpendapat bahwa kebebasan manusia membuat niat ini adalah anugerah Allah kepada manusia, bukan bebas lepas dari Allah Ta’ala, manusia bebas membuat niat tetapi Allah itu mempunyai sifat Qudrat-Iradat Maha Kuasa dan Berkehendak.
           Prof.Harun Nasution mencatat dalam Teologi Rasional Mu’tazilah (1987:75) mengutip bahwa  menurut Mohammad ‘Abduh maka Allah sudah menciptakan  Hukum namanya Sunnatullah dan manusia membuat keinginan dan menggerakkan daya untuk berbuat  itu adalah menurut Sunnatullah.
           Faham yang sangat keras dinyatakan oleh Ma’bad al Juhani (80H) dan Ghailan ad-Dimasyqi (abad viiiM) tokoh madzhab   Qadariyah yang berpendapat bahwa manusia itu sendirilah yang mewujudkan  perbuatannya melalui kemauan dan tenaganya. Menurut  madzhab Qadariyah (Free will dan free act) manusia itu memiliki kebebasan dalam kemauan dan kebebasan dalam perbuatan. 
        Tetapi kaum Jabariyah  berpendapat bahwa manusia itu persis seperti  wayang seperti  Gathutkoco dia   mampu terbang di awang-awang atau Indrajid mampu bebas menyelam ke dalam air. Gathutkoco  mampu terbang tinggi atau Indrajid  bebas menyelam dalam air ini adalah sewaktu wayang ini dipegang dan dimainkan oleh Ki Dalang, maka saat Gathutkoco dan Indrajid  diletakkan dalam Kothak Wayang  (Wayang Kulit) dia tidak dapat  bergerak sama sekali. Demikian juga manusia kehendak dan perbuatannya sudah ditakdirkan oleh Allah. Kaum Asy’ariyah  adalah tengah-tengah antara ke dua pendapat Mu’tazilah dengan Jabariyah   itu.
Fitrah yang suci

         Konsep jiwa dalam Islam sangat berbeda sekali dari ajaran  kaum Nasrani. Menurut ajaran agama Nasrani seluruh umat manusia itu sudah memikul dosa sejak sebelum lahir, yaitu dosa warisan dari moyangnya yang pertama, yaitu Nabi Adam karena dosa memakan buah Kuldi dan seluruh umat manusia akan masuk neraka semuanya kecuali yang percaya kepada Salib Yesus Sang Penebus  Dosa  dan  hanya Yesus  Anak Tuhan yang Tunggal yang mampu menebus dosa umat manusuia, Yesus tuhannya kaum Nasrani.

        Menurut Al-Quran  dan hadis maka jiwa manusia  itu aslinya  suci bersih dari dosa dan noda bahkan bayi dari pelacur dan pezina sekalipun maka bayi yang lahir dari mereka adalah suci sesuai dengan fitrah yang suci menurut ajaran Islam.  Allah berfirman:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ( الروم 30)

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”(S.7 Al-A’raf 172).

         Tinggal manusianya dia akan berbuat baik  atau berbuat jahat,  pilih berbuat amal soleh ataukah berbuat durhaka dan dosa; Allah berfiman:

(6)وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا(7)فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا(8)قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا(9)وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا(10)(الشمس 7-10)

“dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”(S.91 SY-Syamsi 7-10).   

       Allah telah memberi anugerah rahmat-Nya  kepada  manusia minimal NIAT saja  akan dicatat oleh Allah sebagai kebagusan (akan mendapat pahala) walaupun niatnya itu  tidak tercapai dan tidak berhasil melaksanakannya tetap Allah mencatat sebagai kebagusan, bahkan niat berbuat jahat sekalipun tetapi karena tidak jadi (Dengan syarat IMAN dan Islam), maka Allah juga mencatat sebagai suatu kebagusan.

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ثُمَّ يَقُولُ فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ (رواه البخاري 402 ومسلم 4807 )

“Bahwa Abu Hurairah r.a. berkata; Rasulullah Saw bersabda: ‘Seorang bayi tidak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi -sebagaimana hewan yang dilahirkan dalam keadaan selamat tanpa cacat. Maka, apakah kalian merasakan adanya cacat? ‘ kemudian beliau membaca firman Allah yang berbunyi: ‘…tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah” (S. 30 Ar Ruum 30)(HR Bukhari no.402dan Muslim no.4807).

Secara  Islamistis menyinggung teori konvergensi dari Barat itu maka Al-Quran   S.8 Al-Anfal 25 menyatakan bahwa walaupun  kita sudah berusaha keras membina diri memperkuat takwa kita, ternyata  kita dihadang oleh faktor alam sekitar di hadapan kita yang menguji sampai dimana kemampuan kita mengatasi  masalah yang berat;   Jika kita gagal dan tidak lulus ujian, maka  dampak akibatnya ialah mushibah berat akan menimpa diri kita orang yang beriman, maka kita wajib benar-benar jeli dan  sangat waspada kepada situasi dan kondisi sekitar agar kita mampu mengatasi berbagai macan ujian  dan godaan.. Menurut Al-Quran manusia itu ditantang oleh syaitan  yang sudah mendap SIM (Surat Ijin Menggoda) manusia yaitu ijin  dari Allah (Al-Quran s7a15, s15a37, s38a80); Disamping itu   ujian  terhadap manusia itu berupa godaan syaitan (Qs2a168a208, s6a142;s24a21), godaan hawa nafsu (Qs19a59, s23a71), godaan harta dunia (Qs6a70, s7a51, s35a5).

Jadi kita orang yang  beriman akan mendapat tantangan disamping godaan syaitan, hawa nafsu dan harta keduniaan itu masih ada ujian berupa musibah  yang datangnya  dari perbuatan kesalahan  yang dilakukan oleh orang zalim. Allah berfirman:

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ( الانفال 25)

“Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”(S.8 Al-Anfal 25).

Gulungan film kita akan diputar

          Hakikat AKU diri manusi adalah himpunan film rekaman data&fakta perilaku perbuatan kita manusia di dunia, maka besuk di hari kiamat film kita itu  akan diputar diperlihatkan isi lengkap rekaman  hasil laporan wartawan (electron data&fakta) diri kita mulai dari gambar atau foto,  suara bahkan sampai cita-cita yang paling  utopis semua akan dipertunjukkan rekamannya kepada kita, seperti kalau kita sekarang merenungkan apa yang telah kita  lakukan seharian ini ketika kita berbaring akan tidur!!!

       Allah memperingatkan kepada kita dalam Al-Quran soal  film yang kita bahas ini diistilahkan dengan kitab riwayat hidup selama menjadi penduduk dunia:

يَوْمَ نَدْعُوا كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ فَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُولَئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَابَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا (الاسراء 71)

(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun”(S.17 Al-sra` 71)

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ(7)فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا(8)وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا(9)وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ(10)فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا(11)وَيَصْلَى سَعِيرًا(12)(الانشقاق 7-12)

“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak: “Celakalah aku”. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”(S.84 Al-Insyiqaq  7-12)

            Jika sendainya suatu masyarakat yang seluruh  warganya membentuk AKU dirinya secara sosiologis  suka mentaati dan berhasil mencapai tujuan Syari’at Allah,   Maqashidusy-Syari’ah, menjadikan diri sebagai sumber amal soleh, pembela kebenaran dan keadilan bagi seluruh umat manusia  serta memenuhi maslahah yang hakiki berhasil mewujudkan ke-5 prinsip hidup Adh-Dharuriyatul Khamsah  tersebut di atas, maka Allah berjanji akan menganugerahkan  kesejahteraan dan kebahagiaan yang sempurna kepada masyarakat yang demikian itu. Dan lebih tinggi lagi jika seluruh warga suatu kaum  semua  beriman serta  bertakwa maka Allah akan menumpahkan rahmat barakah-Nya dari atas dari bawah dan dari semua sisi.   Allah berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ(  النور 55)

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”(S.24 An-Nur 55).

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ(96)

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”(S.7 Al-A’raf 96).

 

Internet:https://pondokquranhadis.wordpress.com Email:pondokilmu7@gmail.com

Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com,Email:h.imam.muchlas.@gmail.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: