Oleh: pondokquranhadis | Maret 24, 2012

Antara Nabi Isa dalam Al-Quran&Yesus dalam Bibel

 

Al-Quran  S.5 Al-Maidah 46

وَقَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ  (الماءدة46 (

         “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (S.5 Al-Maidah 46).

Tema dan sari tilawah

          Dari pengertian kata-kata dan jalinan kalimat S.5 Al-Maidah 46 di atas dapat diambil tema dan sari tilawah sebagai berikut:

1.Allah telah mengutus para nabi dan rasul untuk membimbing umat manusia.

2.Allah mengutus Nabi ‘Isa  menyusul sesudah para nabi-nabi itu, yaitu setelah N.Yahya.

3.Nabi ‘Isa menerima kitab Injil dan memperkuat ajaran para nabi dengan  rasul sebelumnya.

4.Kitab Injil berisi hidayah, nur, tashdiq  membela isi Taurat dan nasehat kepada orang yang bertakwa.

C. Masalah dan analisa jawaban

          Usaha untuk memperdalam pemahaman kita lebih lanjut lagi,  maka perlu kita menelusuri makna yang masih tersimpan di sana melalui  beberapa pertanyaan berikut:

1. Bagaimana risalah para nabi dan rasul menurut Al-Quran? Jawaban sementara: Menurut Al-Quran bahwa semua nabi atau rasul itu mengajarkan agama Tauhid, tetapi Kaum Yahudi mengangkat ’Uzair menjadi Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak.

2. Bagaimana sejarah perkembangan  agama Nasrani dalam Al-Quran dan bagaimana perkembangan agama Nasrani sekarang?Jawaban sementara: Al-Quran mencatat bahwa Nabi ’Isa tidak  mendapat  kesempatan yang cukup untuk mengembangkan risalahnya, disebabkan karena ancaman musuh-musuh beliau, maka akibatnya risalah Nabi ’Isa kurang  berkembang bahkan kaumnya terseret ke dalam kesesatan politheisme (banyak tuhan).

3. Bagaimana  estimasi mengenai nasib agama Nasrani untuk meluruskannya kembali? Jawaban semnetara:Para petinggi kaum Nasrani harusnya mengembangkan ajaran agamanya itu kembali kepada  agama Tauhid.

Pendalaman  dan penelitian

BAB  SATU

Risalah para nabi dan rasul

               Masalah ke-1: Bagaimana risalah para nabi dan rasul menurut Al-Quran? Jawaban sementara: Menurut Al-Quran semua nabi atau rasul mengajarkan agama Tauhid, tetapi Kaum Yahudi mengangkat ’Uzair menjadi Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak dan para pimpinan gereja mengaku mendapat wewenang kekuasaan dari  Tuhan Yesus, Anak-Nya yang Tunggal.

     Semua nabi dan rasul mengajarkan agama Tauhid sebagaimana  firman Allah di dalam A-Quran berikut: s4a163; s42a13;

Teracatat dalam Al-Quran para nabi dan rasul itu mengajak kepada agama Tauhid ajaran ini ditetapkan oleh Allah sebagai syari’at  agama Allah, termaktub dalam Al-Quran:

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَءَاتَيْنَا دَاوُدَ زَبُورًا(النساء163)

“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, `Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud”(S.4. An-Nisa` 163).

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ (الشوري 13)

“Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya)” (S.42 Asy-Syura 13).

          Dalam dakwahnya  para nabi itu menyatakan ”Sembahlah Allah tidak ada Tuhan  kecuali Allah” misalnya dakwah Nabi Nuh a.s tercatat dalam Al-Quran:

 

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ(59) (الاعراف 59)

”Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).(S7 Al-A’raf  59 danS.23 Al-Mu`minun 23, 32).

          Dakwah  yang sama dinyatakan oleh Nabi Hud, Shalih dan Syu’aib dicatat Allah dalam Al-Quran: Nabi Hud S.(7 Al-A’raf  65 , S.11 Hud  50), Nabi Shalih ( (S.7 Al-A’raf  73; S.11 Hud 61); Nabi Syu’aib (S.7 Al-A’raf 85; S.11 Hud 84).

~~ Nabi Ibrahim sangat keras mengajarkan agama tauhid sekaligus sangat tegas melawan penyembahan kepada berhala. Dikisahkan di dalam Al-Quran bagaimana ceritanya Nabi Ibrahim a.s. memperhatikan bintang-bintang di langit, rembulan yang lebih besar sampai kepada matahari yang sangat besar akhirnya bertemu dengan Tuhan yang Maha Esa, hal ini  dikisahkan dalam Al-Quran S.6 Al-An’am 75-79.

      Nabi Ibrahim menentang penyembahan kepada berhala dan memenggal kepala-kepala berhala sesembahan mereka maka akibatnya Nabi Ibrahim dihukum bakar oleh Raja Namrud, tercatat dalam  Al-Quran  S.21 Al-Anbiya` 52-77.

  ~~  Nabi Musa berdakwah kepada Fir’aun yang mengaku menjadi Tuhan (s79a24), maka Nabi Musa mengajak Fir’aun kepada agama Tauhid sehingga terjadi dialog tanya tanya-jawab antara keduanya  tentang Tuhan termaktub dalam Al-Quran S.20 Thaha 49-55.

~~  Nabi ‘Isa  berseru kepada kaumnya untuk menyembah Allah Tuhan yang Maha Esa tertulis dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 72; dan ayat 116-17; S.43 Az-Zuhruf  64.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْإِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (المائدة 72 )  

5:72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun”(S.5 Al-Maidah 72).

5:116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau.  Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib”.

5:117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu”( S.5 Al-Maidah 116-117)

  ~~ Nabi ‘Isa .a.s. menyeru kepada agama Tauhid menyembah hanya Allah jangan menyembah dirinya:

إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ(  الزحرف 64)

43:64. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus”(S.43 Az-Zuhruf 64).

~~ Rasulullah Muhammad Saw jelas mngajarkan agama Tauhid sama  dengan ajaran semua nabi dan rasul sebelum beliau sebagaimana sabda beliau tercatat dalam hadis shahih:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِاللَّهِ رَضِي اللَّهم عَنْهممَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَرَجُلٍ بَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَتَعَجَّبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ (رواه البخاري 3270 ومسلم 4240)

” Dari Jabir bin ’Abdullah Raa berkata; Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: ”Perumpamaan aku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia menyempurnakannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) lalu manusia memasuki rumah tersebut dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; ’Duh seandainya saja labinah ini disempurnakan!”(HR Bukhari no.3270 dan Muslimno.4240).

          Allah selalu mengirim nabi atau rasul kepada tiap-tiap umat sebagaimana  disebut dalam Al-Quran:  s16a36;s10a47. Akan tetapi makin lama ditinggal wafat nabinya maka umat itu melakukan penyimpangan-penyimpangan makin lama makin jauh, misanya kaum Yahudi mengangkat ’Uzair sebagai Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak (S.9 At-Taubat 30-31) maka Allah  lalu mengutus lagi nabi atau rasul untuk mengajak kembali kepada agama Tauhid. Allah berfirman:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ(30)اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ(31)(التوبة 30-31)

 

9:30. Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?

9:31. Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”(S9 At-Taubat 30-31).

BAB DUA

Antara  akal dengan wahyu

          Masalah ke-2: Bagaimana sejarah perkembangan  agama Nasrani dalam Al-Quran dan bagaimana perkembangan agama Nasrani sekarang? Jawaban sementara: Al-Quran mencatat bahwa Nabi ’Isa tidak  mendapat  kesempatan yang cukup untuk mengembangkan risalahnya, karena ancaman musuh-musuh beliau, maka akibatnya risalah Nabi ’Isa kurang  berkembang bahkan penganutnya terseret ke dalam kesesatan politheisme– meyembah banyak tuhan.

1. Asas pandangan

         Islam mengajarkan bahwa Yesus yang disembah kaum Nasrani itu adalah seorang manusia yang diutus Allah untuk menjadi nabi dan rasul. Maka berita atau riwayat Nabi ’Isa dengan ajarannya yang datang  dari luar Al-Quran dan hadis merupakan campuran antar  ajaran yang dibuat akal manusia  dicampur dengan ajaran yang benar dari Allah. Inilah  penjelasan yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Saw. sebagaimana tercatat dalam hadis shahih berikut:

َعنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهم قَالَ كَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَقْرَءُونَ التَّوْرَاةَ بِالْعِبْرَانِيَّةِ وَيُفَسِّرُونَهَا بِالْعَرَبِيَّةِ لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوهُمْ وَقُولُوا ( آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا ) الْآيَةَ (رواهالبخاري4125)

“Dari Abu Hurairah r.a. berkata; “Orang-orang ahlu kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani dan menjelaskannya kepada orang-orang Islam dengan bahasa arab. Melihat hal itu Rasulullah Saw. bersabda: Janganlah kalian mempercayai ahlu kitab dan jangan pula mendustakannya. Tetapi ucapkanlah; “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang telah diturunkan kepada kami. (Al Baqarah; 136)(HR Bukhari 4125).

          Lebih jauh dapat kita memilih dan memilah dengan analisa kritis atas berbagai masalah berikut:

 2. Asal keturunan Nabi ‘Isa A,s.

        Dalam ajaran Islam, silsilah anak yang tidak diketahui ayahnya maka dia  dinisbatkan melalui  ibunya, oleh karena itulah  Abu Ishaq ats-Tsa’alibi (427H) dalam  kitab Qashashul Anbiya’ (tth:207) menulis silsilah Nabi ‘Isa itu  melalui Maryam ke atas sampai Nabi Dawud bahkan ke atas lagi sampai Nabi Ibrahim. Memang Allah sendiri yang menegaskan ‘Isa itu putera Maryam dalam Al-Quran sampai 21 kali misalnya S.61 Ash-Shaf 14 dan seterusnya semua menyebut ‘Isa   anak  laki-laki  Maryam.

        Adapun Maryam disebut Allah dalam Al-Quran  s19a28 sebagai saudara Harun, maka para ulama tafsir sedikit berbeda pendapat mengenai siapa Harun dalam s19a28 ini, yaitu  sebagaimana sebagai berikut:

      Dari 7 kitab Tafsir hanya Durrul Mantsur (Juz 5,h.506) yang tidak menyebut  Harun itu saudara Maryam. Dua kitab Tafsir, Ath-Thabari Juz 16,h.58 dan Tafsir Al-Qurthubi Juz 11,h.99 menyebutkan Harun ini bukan saudara Musa. Ada Empat kitab Tafsir Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Durrul Mantsur dan Adhwa’ul Bayan yang  menyebutkan bahwa nama  Harun  adalah suatu julukan atas  orang yang alim soleh. Sedangkan yang mencatat bahwa Maryam adalah anak keturunan Nabi Harun ialah Tafsir Al-Qurthubi, Ats-Tsa’labi dan Durrul Mantsur yang menegaskan bahwa Maryam yang disebut  dalam S.19a 28 di atas adalah anak keturunan Harun saudara Musa.

         Empat Injil (Perjanjian Baru) kecuali Injil-Markus semua menyatakan bahwa silsilah Yesus itu dinisbatkan kepada  Yusuf, maka Lukas 3 ayat 23-31 mencatat silsilah Yesus sampai N.Dawud = 42 tingkatan nasab, Injil Matius 1 ayat 1-16 = 27 tingkat, Injil Yahya 6 ayat 42 mencatat bahwaYesus itu anak Yusuf. Pernyataan ini sendiri sangat bertentangan dengan Injil Lukas Pasal 1 ayat 27 dan Pasal 2 ayat 5  bahwa Yusuf itu tunangan Maryam bukan suaminya, kemudian Injil Matius ayat 25  menegaskan bahwa Yusuf tidak bersetubuh dengan Maryam. 

        Maka Al-Quran menolak Injil Matius 1 ayat 6-16 dan Lukas 3 ayat 23-31  yang mengaitkan N.’Isa itu adalah anak Yusuf. Apa maunya para penulis Bibel ini, menyatakan Yesus itu anak Yusuf lalu diangkat menjadi Tuhan Anak???

          Al-Quran menegaskan 21 kali bahwa Nabi ‘Isa itu anak laki-laki Maryam, yaitu: Qs2a87,253; s3a45; s4a157,171; s5a17 (2kali) ,46,72,75,78,110,112,114,116; s9a31; s19a16,27,34; s23a50; s33a7; s576a27; s61a6 semua menegaskan bahwa  ‘Isa itu anak laki-laki Maryam. Al-Quran menolak Injil Lukas 3 ayat 23-31 tentang silsilah ‘Isa melalui Yusuf dan Yehuda yang dicoreng  sangat hina oleh penulis Bibel kitab Kejadian 38 ayat 18.

       Sayang sekali karena situasi dan kondisi yang tidak kondusif maka terdapat banyak sekali buku-buku yang diberi judul sebagai Kitab Injil ’Isa.

       Suasana makin menjadi-jadi makin panas akhirnya musuh-musuh Allah menyerang dan berusaha keras membunuh beliau.

         Tafsir Ibnu Katsir mencatat bahwa sebagian ulama menfasirkan Qs4a157 berkata bahwa bukan Nabi ’Isa yang ditangkap menurut kaum Yahudi, tetapi seseorang  yang mirip dengan Nabi ’Isa  padahal Nabi ’Isa sendiri selamat ada yang menfasirkan Nabi Isa naik ke langit Faham aliran Ya’qubi  sebagian aliran  mengatakan Nabi ’Isa disalib tetapi belum sampai wafat lalu ditolong oleh murid belaiau lalu diobati dan selamat dari kejaran penyerang itu, tetapi Allah telah mengangkatnya ke tempat yang terhormat sebagaimana  Allah berfirman:

“…dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa”(S.4 An-Nisa` 157).

3. Kejadian Nabi ‘Isa dan mukjizat-nya

          Al-Quran  menerangkan bahwa Nabi ‘Isa itu diciptakan Allah tidak dengan bapak tidak berbeda dengan penciptaan Nabi Adam yang diciptakan bahkan tidak dengan ibu dan tanpa bapak, untuk menciptakan makhluk, maka  Allah cukup dengan  pernyataan “KUN” artinya “Jadilah kamu” maka terjadi betul-betul apa yang dikehendaki Allah (Lihat Qs3a59 dan 47).  Semua ulama tafsir menyatakan bahwa Lafal “Ruhul Qudusi” pada Firman Allah dalam Al-Quran s5a110, s2a87, s2a253, s16a102, adalah malaikat Jibril; Sedangkan lafal “Ruh” yang dihembuskan Allah kepada Nabi ‘Isa yang termaktub dalam Al-Quran s4a171, s66a12,s21a91 tidak ada bedanya dengan Roh yang dihembuskan Allah kepada Adam yang disebut-sebut dalam Al-Quran s15a29, s38a72, sama dengan roh Allah yang dihembuskan kepada seluruh  umat manusia ini ditegaskan Allah dalam Qs32a8-9.

         Jadi Tuhan  Roh Kudus dalam ajaran Nasrani itu sebenarnya adalah malaikat Jibril yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan berita akan datangnya N.’Isa itu kepada Maryam dan tidak ada kelebihan kehebatan yang luar biasa Jibril  sampai mirip atau menyerupai sifat-sifat Allah, ini tidak ada.  Tentang proses kejadian Nabi ‘Isa ini diterangkan dalam Al-Quran terutama dalam Qs19a17-33; s3a45-47).

         Mengenai perbuatan luar biasa Nabi ‘Isa A.s. dapat membuat burung, menghidupkan orang mati, mengobati orang sakit kusta menjadi sembuh, seluruhnya adalah mukjizat dari Allah  dan dengan  ijin dari Allah bukan kemauan Nabi ’Isa sendiri seperti yang ditegaskan Allah dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 110 dan S3 Ali ‘Imran 49.

        Masalah kelahirannya tidak dengan ayah dan perbuatan yang luar biasa Nabi ‘Isa inilah yang menjadi alasan kaum Nasrani mengangkat  Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak yang juga disebut dengan Anak-Nya yang Tunggal.  Semua ini ditolak oleh Allah melalui  AlQuran tersebut  diatas.

@ Di jaman modern sekarang sudah ada Ilmu Biologi atau Ilmu Kedokteran  yang  membuat proyek BAYI TABUNG dan banyak berhasil, maka  dilihat dari  sudut pandang tertentu dapat dikatakan bayi tabung lahir tanpa bapak???

          Perbandingan Nabi ‘Isa a.s. putera Maryam  tanpa ayah kemudian diutus Allah menjadi Nabi dan Rasul itu,  adalah  seperti halnya Adam tanpa ayah zonder ibu dan  Ibu Hawa diciptakan Allah melalui Adam tanpa ayah tanpa ibu, kemudianHawa menjadi ibu dari seluruh umat manusia, Allah berfirman: “Sesungguhnya perbandingan kejadian Nabi Isa di sisi Allah adalah sama seperti kejadian Nabi Adam, Allah telah menciptakan Adam dari tanah, lalu berfirman kepadanya: ‘Jadilah engkau! maka menjadilah ia ” (S.3 Ali Imran 59.

          Nabi ’Isa a.s. diutus oleh Allah kepada kaumnya sendiri yaitu Bani Israil di Palestina, dengan kitab Injil untuk melengkapi Taurat dan Zabur. Segala firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi ’Isa ditulis oleh murid beliau dengan tulisan Ibrani (Hebrew). Ketika Maryam menggending bayi ’Isa diolok-olok oleh kaum Yahudi maka bayi ’Isa menjawab termaktub dalam firman Allah :

 “Ia (’Isa) menjawab: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah; Ia telah memberikan kepadaku Kitab Injil dan Allah telah menjadikan daku seorang Nabi” (S.19 Maryam 30).

“Dan sesungguhnya Allah ialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah oleh kamu kepada Dia, inilah jalan yang betul atau lurus”. (S.19 Maryam 36).                                 .
Ayat-ayat diatas membuktikan dengan jelas bahwa Nabi ’Isa a.s. itu hanyalah makhluk yang diangkat Allah menjadi  Nabi dan Rasul bukanlah sebagai anak Tuhan seperti yang diakukan oleh orang Nasrani. Sedangkan  Kitab Injil yang asli dengan tegas dan jelas menyuruh para pengikutnya agar menyembah Allah sendiri  tidak menyekutukannya dengan yang lain.

Hj.Irene Handono dalam bukunya ”Islam Dihujat” (2004h334) mencatat bahwa dalam Alkitab(Bibel) sekarang masih ada  beberapa -ayat yang benar yang  mengajak ke ke-Esaan Tauhid

~~ Mengajak kepada agama Tauhid, yaitu Kitab Ulangan 4:35; Ulangan 6:4; Ulangan 32:39; II Samuel 7:22; Mazmur 86:8; Yesaya 45:5-6; Yesaya 43:46:9; Markus 12:29; Yohanes 5:30; Yohanes 17:3.

~~ Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan Bapa: Yohanes 10:29;Yohanes 14:28; Markus 16a19; Roma 8:4; Kisah Para Rsul7:56; Mateus 24:36; Mateud 11:25: Lukas 10:21; Mateus 27:46; Markus15:34; Lukas 23:44-46; Yohanes 19:30; Yohanes 5:30.

~~ Yesus  itu utusan Tuhan Bapa: Markus 9:37, Yohanes 24:24,30, Yohanes 7:29,33; Yohanes 8:16,18,26; Yohanes 10:36; Yohanes 11:42;  Yohanes 13:20; Yohanes 16:5;  Yohanes 17:3,8; Yohanes 23:25,25.

4. Asal usul faham Trinitas

         Hasil penelitian pakar sosiologi-antropologi seperti Koetjaraningratm, Piddington, Maslow menunjukkan bahwa semua manusia percaya akan adanya kekuatan  di atas akal manusia. Demikian juga hasil pemikiran para filosuf menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang mutlak absolut di atas segala sebab, materi, energi maupun  waktu dan untuk mudahnya sesuatu ini disebut Tuhan, dalam Islam sesuatu yang mutlak absolut ini dinamakan Allah.

       Masyarakat orang-orang primitif percaya kepada adanya  dewa dan jumlahnya banyak, tetapi dalam perkembangan pikiran mereka akhirnya mereka sampai  kepada kepercayaan akan adanya satu saja dewa yang paling besar, paling hebat misalnya teori para filosuf Yunani dan ahli pikir Mesir Purba demikian juga masyarakat Arab Jahiliyah.  Dari sisi lain dapat  kita sebut saja yang paling besar itu ialah Tuhan yang Maha Kuasa.  Jadi menurut otak akal manusia maka asal usul agama itu dari Politeis menyembah banyak tuhan  berkembang menuju Monoteis menyembah Tuhan yang Maha Esa.

        Kaum Nasrani membuat rumusan bahwa  firman Allah itu bersama dengan Tuhan dan firman itu  adalah Tuhan tertulis dalam Injil Yohanes:

      Maka pada awal pertama adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itulah juga  Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan Olehnya, maka jika tidak ada Ia tiadalah juga  barang sesuatu yang telah jadi”(Yahya 1 ayat 1-3)

       Tafsir Al-Manar (J3h304) menjelaskan “Al-Kalimat” yang disebut-sebut Al-Quran dalam s4a171 dan s3a45-47 maksudnya  adalah falal “Takwiniyah” bahwa untuk  menciptakan sesuatu maka  Allah cukup dengan menetapkan pernyataan “KUN” dan berlaku terhadap seluruh makhluk termasuk cara menciptakan Nabi ‘Isa. Dengan demikian  maka Nabi ‘Isa itu makhluk  terwujud sesudah  pernyataan Allah: KUN !!! Sebelumnya belum ada. Nabi ‘Isa bukan firman tetapi brtyuhud setelah akibat dari firman Allah, sama sekali tidak benar bahwa Nabi ‘Isa itu firman, juga bukan sabda Tuhan. Bisa kita permudah bahwa bunyi KUN ini sebagai perintah, jika ditulis bentuknya surat perintah atau kertas, jadi Nabi ‘Isa itu bukan kertasnya tetapi hasil dari perintah.

~~Arnold Toynbee dalam bukunya A Study of History, jilid iv halaman 77 menyatakan bahwa banyak sekali pesamaan kisah Yesus dengan dongeng Helenisme-Yunani: Agis, Cleomenes, Eunus, Solvius, Tiberius dll.

~~Lord Heardly dalam bukunya The Affinity between Original Church of Yesus Chris and Islam halaman 75 menyatakan semua ajaran pokok  Agama Kristen itu tidak dari Yesus tetapi semua  dogma itu bulat-bulat dioper dari agama kafir Paganisme yang dipaksakan masuk ke dalam agama Kristen yang dikerjakan  oleh pendeta-pendeta mereka  300 tahun sepeninggal Yesus, umpamanya kisah Mitraisme-Persi, Adonis-Atis dari Syria, Osiris-Isis-Horus dari Mesir, Dionysos dari Yunani.

~~J.Plange, Rudolf Seydel, Bruno Freydank maupun  C.Isherwood telah mengumpulkan data dan fakta persamaan riwayat tentang Yesus dengan kisah Hindu dan Budha.

~~Leon Gauthier dalam bukunya Introduction L’etude de la  Philosphie Musulman (1923:63) menyatakan bahwa sesungguhnya agama Nasrani banyak dimasuki pendapat dan pikiran filsafat New Platonisme Yunani (Syalabi 1964:59).

@ Tafsir Al-Manar (Jxh34) mencatat bahwa ajaran tentang  Anak Tuhan turun menjadi manusia dan Tritunggal atau Trimurti itu sudah ada dalam agama Hindu, Budha dan agama-agama di Cina, Jepang, Persi, Syria, Yunani dan Romawi.

        Abu Zahrah dalam kitabnya Muhadharat fin Nashraniyah (1949:129) mencatat berbagai macam konsili bapa-bapa gereja Nasrani di jaman dahulu kala, yaitu yang pertama kali ialah  tg.20 Mei 325 M Konsili di Nikea yang dihadiri oleh 2018 undangan yang hadir. Tetapi karena campur tangan Kaisar Kosntantin dengan menyerahkan pedang dan cap kerajaan maka 318 peserta dengan melecehkan 1700 bapa gereja  yang tidak sefaham, yang 318 anggota ini  menetapkan bahwa Yesus adalah Tuhan Anak dan mengusir 1700 peserta lawannya. Kemudian Konsili ke-2 Juli 381 M di Konstantinopel dengan 150 bapa gereja menetapkan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan dan lengkaplah Trinitas Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Konsili sesudahnya menetapkan sifat-sifat dan pembagian kerja Tuhan Bapa, Anak dan Roh Kudus  serta juga menetapkan naskah-naskah untuk disahkan menjadi kitab  suci, yaitu konsili-konsili tahun 431, 451, 553, 680, 754, 787, 869, 879, 1123, 1179, 1215, 1563, 1598M. Soal Dzat dan sifat Tuhan, misalnya Athanasius menyatakan bahwa saat Maryam melahirkan bayinya maka  deti-detik itulah Tuhan datang sendiri ke dunia. Lalu perbuatan Yesus itu perbuatan Tuhan ataukan perbuatan manusi? Kemudian bagaimana kedudukan Maryam itu Ibu Tuhan ibu Manusia ? dst  semua ditetapkan oleh konsili-konsili itu  dan tercatat pertentangan pendapat pun terjadi sangat keras.

Catatan

@ Kelahiran Yesus diperselisihkan para tokoh Nasrani sendiri: Nabi Isa menurut kepercayaan Islam adalah sebagaio berikut:

Menurut Matius kelahiran Yesus itu jamannya Herodes 7M, ~ Clemen Iskandariya  menyatakan bahwa kerlahiran Yesus tgl.20 Mei; Gereja Mesir sampai abad ke-iii meyakini tanggal 6 Januari sebagai hari kelahiran Yesus sama dengan kelahiran Dewa Hellenistis ~  Gereja Yunani sampai tahun 530M mempercayai hari natal itu tanggal 7 Desember.

        ~ Al-Quran S.19 Maryam 25-29, menyebutkan dengan samar-samar hari kelahiran N.Isa itu pada musim panen kurma di Palestina, sekitar buan Agustus.

Maka pendapat yang paling benar  tidak lain kecuali  ilmu Tuhan yang memiliki sifat yang Absolut Maha, sedangkan akal manusia itu tidak sempurna, sering salah dan lupa, atau spekulatif-untung-untungan dan hipotetis dianggap benar sementara. Oleh karena itulah maka akal atau otak manusia harus  kembali dan berlindung kepada Ilmu Allah sehingga asal usul faham Politeisme atau musyrik, yakni kepercayaan adanya banyak dewa itu adalah hasil akal-akalan manusia yang wajarnya harus berkembang dan kembali kepada faham Monoteisme-satu Tuhan, sama sekali tidak mungkin dari  SATU TUHAN  MENJADI TIGA TUHAN.

       Jadi teori yang paling benar itu ialah Teori Allah bahwa asal usul agama itu Monoteistis bahwa Tuhan itu Maha Esa, teori politheisme (musyrik) itu akal-akalan otak manusia.  Tentang asal usul faham Trinitas itu ialah dari akal orang kafir, Allah berfirman di dalam Al-Quran :s9a30

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (30)(التوبة)

Artinya: “”Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?(S.9 At-Taubat 30).

       Para tokoh kaum Nasrani mengangkat Nabi ‘Isa menjadi Tuhan Anak berdasarkan filsafat Logos dari Plato Yunani. Logos maknanya akal atau firman, logos itu keluar dari Tuhan sebagai sumber  penciptaan. Maka  manusia yang ingin berhubungan dengan Tuhan harus melalui logos. Teori ini merembes masuk ke dalam Alkitab(Bibel) Injil Yahya 1 ayat 1-3 yang ditulis pertama kali oleh Yohanees tahun 100 M kira-kira 67 tahun sepeninggal Nabi ’Isa.  Adapun bunyi Injil Yahya 1 ayat 1-3  itu ialah:

      “Maka pada awal pertama adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itulah juga  Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan Olehnya, maka jika tidak ada Ia tiadalah juga  barang sesuatu yang telah jadi”(Yahya 1 ayat 1-3).

       Mulyadi Samuel AM dalam bukunya Dokumen Pemalsuan  Alkitab atau Bibel (2002hx), mencatat bahwa ayat 1-14 Injil Yohanes ini merupakan rekayasa penyalin Injil Yohanes dari hymne Pilo Alexandria yang aslinya berbunyi:

”Pada mulanya adalah Logos (firman), Logos (firman) itu bersama  dengan Tuhan dan Logos (firman) itu berasal dari Tuhan”.Penyalin Injil  Yohanes merubah kalimat ”Logos itu berasal dari Tuhan  diubah menjadi :Firman itu adalah Tuhan” Demikian tertulis dalam catatan kaki Alkitab dari The New Testamen of the New American Bible (1970h203) dan kesimpulan Santo Agustinus dalam  bukunya The Confesson of St.Agustine.

5. Sejarah Alkitab (Bibel)

         Allah yang absolut Maha dalam segala-galanya tidak mungkin ada sebagian makhluk yang mirip-mirip seperti Allah; Sehingga Allah tidak mungkin mempunyai anak menjadi Tuhan Anak, tidak mungkin Allah mempunyai ibu menjadi Ibu Tuhan, tidak mungkin Tuhan mempunyai ayah menjadi Tuhan Bapa. Soalnya bagaimana caranya Allah mengadakan hubungan komunikasi dengan manusia? Dalam hal ini Allah sendiri sudah berfirman:

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ (51)(الشوري)

Artinya: “Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir {1} atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana”(S.42 Asy-Syura 51)

         Kitab suci merupakan himpunan wahyu Allah kepada para nabi dan rasul, yaitu: Shuhuf kitab N. Ibrahim, Taurat kitab N. Musa,  Zabur kitab N. Dawud,  Injil kitabnya Nabi ‘Isa dan Al-Quran kitabnya N.Muhammad Saw. Inilah kitab suci yang disebut Allah dalam Al-Quran dan ini sangat berbeda dengan Bibel. Bibel kaum Nasrani itu dibagi dua, yaitu:

  1. I.                   KitabPerjanjian Lama ialah kiatb-kitab yang diaku  sebagai kitab para nabi sebelum Nabi ‘Isa yang dipercaya oleh kaum Nasranisebagai kitab sduci. Mereka tidak sepakat terhadap jumlah dan nama kitab suci ini:   (a) Gereja Ortodox Yunani = 48 kitab suci. (b)Gereja Katholik = 46 kitab. (c) Gereja Protestan = 39 kitab. Jumlah dan nama kitab gereja-gereja Armenia  berbeda-beda lagi.
  2. II.                Kitab Perjanjian Baru ialah kitab-kitab sesudah  datangnya Nabi ‘Isa. Kitab Injil merupakan 4 dari 22 kitab dalam Alkitab(Bibel). Empat Injil ini ditetapkan sebagai kitab suci pada tgl 20 Mei 325M dalam Konsili di Nikea oleh 318 uskup atas dukungan kaisar Romawi Konstantin  dan mengusir 1700 Patriarkh yang tidak sama pendapatnya (Sidang Konsili Nikea ini jga menetapkan Yesus sebagai Tuhan Anak).

        Injil Nabi ‘Isa yang asli sampai sekarang hilang  tidak  diketahui adanya sebagaimana dikuatkan oleh Bibel sendiri dalam kitab Galatia berikut:

“Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu Injil lain, padahal yang lain itu bukanlah Injil. Hanya ada orang  yang mengacaukan kamu  dan yang bermaksud untuk memutar bailkkan Injil Kristus” (Galatia 1 ayat 6-7).

         Sebelum Konsili tahun 325M, maka Alkitab(Bibel) yang sekarang ini belum masuk sebagai kitab suci dan setelah diangkat sebagai kitab suci-pun masing-masing aliran mengaku Injil- yang dipegangnya-lah yang paling benar bahkan kaum Marcionis dan Bardaisan menolak kitab-kitab yang dianggap suci sebagai kitab suci tahun 325 itu. Sampai sekarang Gereja Timur tetap menganggap suci kitab-kitab yang ditolak oleh Konsili Nikea ini.

         Dalam hal ini Al-Quran menyatakan sebagai berikut:

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَى خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (13) وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ (14) (المائدة)

Artinya: “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan di antara orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan”(S.5 Al-Maidah 13-14).

         Encyclopedia Britanica vol.ii, halaman 106-108 mencatat ada 27 kitab Injil ditambah 20 kitab lagi yang tidak dimasukkan ke dalam Bibel sekarang ini. Data adanya angka 48, 46 dan 39 jumlah kitab dalam Perjanjian Lama yang diperselisihkan oleh gereja Ortodox, Roma Katholik dan Protestan,   demikian juga catatan adanya  27 kitab Injil dengan 20 kitab lainnya yang dicatat Encyclopedia Britanica di atas jelas membuktikan kabur kesucian atau sifat sakralnya kitab yang mana  yang suci mana yang tidak, sebagaimana disebut-sebut dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah  13-14 di atas  ini.

          Empat buah Injil Matius, Lukas, Markus dan Yahya sendiri ditulis jauh sangat lama sesudah Yesus meninggalkan mereka. Injil Matius ditulis sesudah hampir 30 tahun, Injil Markus diperkirakan ditulis sekitar tahun 60M, Injil Lukas  sesudah tahun 70 Mdan Injil Yahya tahun 98 M.  

6. Salin menyalin  dan penterjemahan  Alkitab(Bibel)

        Nabi ‘Isa itu dilahirkan di Betlehem dan dibesarkan di Nazaret, dalam kehidupan sehari-hari berbicara dengan kaum Hawari para murid beliau dalam bahasa Aramia Sehingga Kitab Injil yang asli adalah berbahasa Aramia atau Ibrani itu.

        Dalam Kitab Muhadharat fin Nashraniyah (1368H,h.90) -Abu Zahrah mencatat bahwa Konsili Nikea tahun 325M menetapkan  hanya 4 Injil dan 20 kitab lain sebagai kitab suci. Th.364M Konsili di Laudica menambah lagi dengan Kitab Wahyu dan Surat-surat Paulus sebagi bagiab jitab suci, sedangkan Gereja Timur  menolak Kitab Wahyu itu. Konsili th.397M di Kartago menetapkan Surat Paulus kepada Orang Ibrani sebagai bagian  Kitab Suci kaum pendukung  konsili ini.  Pertanyaannya: Apa sebab sebelum th.397M tidak suci tiba-tiba menjadi suci lalu  sebenasrnya manakah batas wewenang  Tuhan dengan wewenang  otak akal manusia itu?

        Bibel seluruhnya baru dikenal sekitar abad pertengahan lewat Volgata, pembagian bab-babnya dibuat tahun 1228M  dikerjakan oleh Stephen Langton dan pembagian ke dalam ayat-ayat oleh Stephanus tahun 15551.

        Encyclopaedia Americana terbitan th.1974 pada hufuf B(Bibel) h.691 mencatat bahwa Kitab Perjanjian Baru (4 Injil dan lain-lain) yang sekarang ini di jaman dahulu sampai abad ke-4 tidak dapat ditentukan “were not fully determined”. Naskah Kitab Perjanjian Baru yang paling tua berasal dari abad ke-4 dalam bahasa  Yunani dengan huruf besar Yunani dan inipun setiap kali  terus menerus dilakukan peninjauan sampai tahun 1598M masih terjadi peninjauan dan perbaikan kembali kitab suci ini.

            Prof. H.S. Tharick Chehab dalam bukunya Terjemah Alkitab terbitan Mutiara Jakarta mencatat bahwa Kitab Bibel yang sudah dianggap suci oleh sebagian kaum Nasranni telah mengalami penterjemahan terus menerus, yaitu:  
1.Pertama Alkitab(Bibel) itu diterjemahkan dari bahasa-bahasa Yunani oleh William Tyndale, tetapi dia dihukum bakar hidup-hidup dalam bulan Oktober tahun 1536 atas tuduhan dengan sengaja memalsukan terjemahan dari  Perjanjian Baru.
2. Pada tahun 1535 Alkitab(Bibel) diterjemahkan oleh Coverdale.
3. Pada tahun 1537 diterjemahkan oleh Thomas Matthew (barang
   kali nama samaran dari John Rogers).
4. Pada tahun 1539 kitab  "Great Bible" yang direvisi.
5. Pada tahun 1560: "Geneva Bible" diperbaiki.
6. Pada tahun 1568: "Bishop's Bible" direvisi.
7. Pada tahun 1582 terjemahan Perjanjian Baru dari Vulgata
   Latin oleh Ulama Katolik, diterbitkan di Rheims.
8. Pada tahun  1881 "King James Version 1611  direvisi 

9. Pada tahun 1901 dibuat Revised Standard Version.

          Gereja Katholik pada Konsili di Trente  pada tgl.8 April 1546 menetapkan diakhirinya usaha penyusunan dan penterjemahan itu serta haram  menterjemahkannya lagi. Tetapi Gereja Protestan menetapkan pokok  terjemahannya pada Kitab Perjanjian Baru terbitan Erasmus th. 1516M dan maka tahun 1898 dilakukan perbaikan  atas Alktab(Bibel)  bahasa Yunani itu  di Stutgart oleh Eberhart Nestle.

       De Katholieke Encyclopaedie (Bah.Belanda) th 1950 dibawah huruf B(Bibel) h.504 mencatat bahwa penterjemahan Injil (Kitab Perjanjian Baru) ke ke bahasa Belanda terjadi pada  abad IX, ke bahasa Jerman abad XI, ke-bahasa Anglosaxon-Inggris Kuno abad XII dan ke bahasa Melayu  th 1700M ini dikerjakan  oleh Melchior.

       Disebabkan karena Alkitab(Bibel) King James Version terjadi banyak kesalahan sehingga merubah  arti dan juga karena Perkembangan  studi  Bible  serta banyaknys hasil  penemuan manuscrip  yang lebih tua maka pada  tahun  1870 Gereja Inggris  melakukan pemeriksaan  dan  baru  mengedarkan hasilnya kepada umat pada tahun 1885. kemudia pimpinan Nasrani Amerika mengedarkan hasil  sadurannya pada tahun 1901. Dan gerak-usaha salin menyalin, koreksi dan perbaikan ini tidak berhenti terutama karena adanya kemajuan  dalam  ilmu  pengetahuan  bahasa-bahasa  Kuno  serta penemuan-penemuan  baru dalam arkeologi terpaksa dilakukan revisi tahun 1937, 1946 dan 1951.  

        Disebabkan karena tiap bahasa terus berkembang geser-menggeser antar bahasa, sehingga  banyak bahasa di dunia ini yang mati dan tidak dipergunakan lagi atau tidak lagi dimengerti oleh generasi baru bangsa yang tadinya menggunakan bahasa yang lama itu, misalnya bahasa Mesir purba, bhs.Phoenisia, b. Ibrani purba, b.Inggris kuno, b.Jowo kuno dan seterusnya.

        HAMKA dalam bukunya Pelajaran Agama Islam (1961:163) mencatat bahwa beliau pada bulan Oktober  1952 diundang Prof.Hendon, ketua Panitya untuk menyaksikan upacara (Slametan) selesainya penterjemahan Bibel dari bahasa Inggris jaman King James th.1512M ke bahasa Inggris th.1952M di Yale University, New Haven-USA. Bahkan Prof.Hendon tidak malu-malu memuji Al-Quran sebagai asli dan tidak berubah diucapkannya di hadapan HAMKA.

@. Dari beberapa sumber tercatat sebagai berikut:

        Kini  terdapat 2.436 jumlah bahasa atau 6.912  dialek di dunia yang telah digunakan dalam menerbitkan sedikitnya satu buku dari Alkitab. Alkitab telah dicetak lebih dari 4.700.000.000 eksemplar dan merupakan “buku” yang paling banyak diterjemahkan dan dicetak di dunia (sebagai catatan, jumlah bahasa yang digunakan di seluruh dunia tercatat 6.912 bahasa(Wikipedia  Daniel B. Wallace March 19-21, 200).1

         Lebih dari 5000 manuskrip salinan dalam bahasa Yunani telah ditemukan dan  jumlah tersebut menjadi 24000, semuanya berasal dari abad kedua hingga abad keempat.   

         Seluruh kitab dalam Perjanjian Lama, termasuk di dalamnya Taurat dan Zabur tidak disusun sekali jadi oleh seorang penulis atau kelompok Maka seluruh kitab ini tersusun dari sumber-sumber yang banyak dan ditulis oleh orang-orang yang banyak pula, yang berasal dari berbagai negeri dan berbagai generasi, di mana masing-masing penulis selain berfungsi sebagai penyalin, juga berfungsi sebagai penyunting dan menambahkan gagasan-gagasan baru ke dalam naskah yang telah ada karena motif tertentu yang tidak selamanya negatif (Dr. Wallace March, 2001).

       Jadi penterjemahan Alktab(Bibel) itu tidak cuma terjemah dari bahasa suatu bangsa ke bahasa  bangsa lain tetapi dari satu bahasa ke dalam bahasa ini lagi, seperti dari Inggris th.1526 ke bahasa Inggris 1952. Lebih celaka lagi jika dibuat kamus atau Encyclopedi atas lktab(Bibel) dengan bahasa yang lama maka suatu haripun juga akan dibuat pula kamus atau encyclopedi Alkitab(Bibel) kedalam bahasa terakhir yang masih hidup.  ]

      Jelas  sekali bahwa  Alkitab(Bibel)  akan  terus-menerus mengalami perubahan, disesuaikan, ditertibkan, disempurnakan dan sebagainya; sepertihalnya dengan karya-karya tulis  yang lain.

@ Al-Quran tetap  suci   

     Jauh berbeda dengan Al-Quran yang merupakan mukjizat kaum muslimin sejagad, bahwa Al-Quran itu harus berbahasa Arab.  Semua terjemahan adalah bukan Al-Quran dan isinya dibuat dan ditanggung jawab oleh yang menulis buku itu. Keharusan menggunakan bahasa Arab Al-Quran ini ditegaskan oleh Allah sendiri dalam 11 tempat dalam Al-Quran yaitu: s20a113; s26a195, s42a7, s13a37, s39a28, s16a103, s43a3, s46a12, s41a3, s41a44, s16a106, s12a2.  Jumlah huruf sampai bunyi tiap huruf tidak berubah selama 1400 tahun semua dihafal oleh bermilyar-liyar orang Islam dalam shalatnya. Kemudian metode Ta’wil dalam penafasiran Al-Quran tidak bisa dikalahkan oleh metode hermeneutika, sebab  menurut Ibnu Rushd  guru filosuf  dunia berabad-abad lamanya itu menyatakan bahwa syarat bolehnya melakukan Ta’wil atas Al-Quran ini ialah   sangat terbatas hanya oleh  filosuf  Khawashul Khawash dalam bidangnya dan hasil Ta’wil ditutup sangat rapat, sangat dirahasiakan kecuali  hanya  kepada  filosuf yang Iman-Islamnya sama dengan yang pertama, haram dibocorkan kepada orang yang tidak memiliki syarat tersebut dan Ta’wil ini tidak boleh menyimpang dari syari’at Allah Ta’ala.         

        Kaum Nasrani tidak mungkin dapat melakukan metode Ta’wil (seperti  metode dalam ‘Ulumul Quran) sebab bunyi atau kalimat asli kitab sucinya  yang akan ditakwil tidak ada, Bibel terjemah adalah produk buatan akal manusia, tidak suci bahkan  kitab suci ini telah menyiarkan dan mengabadikan ayat-ayat yang kotor dan porno bahwa para nabi berzina, menyembah berhala, bergulat dengan Tuhan, kata-kata jorok dan cabul.

        Pada tahun 1709M Cremer, penasehat raja Prusia menemukan naskah Injil Barnabas  dalam bahasa Italia di perpustakaan bangsawan Belanda di Amsterdam.  DR. Khalil Sa’adah berkebangsaan Libanon wafat  di Brazilia mengatakan bahwa Injil Barnabas ini berasal dari perpustakaan Paus Sixtus V (1590M) yang diambil oleh Framino orang dekat Paus naskah itu diterjemah ke bahas Spanyol th.1784, diterjemah ke bahasa Inggris oleh Sale dan diterjemah ke bahasa Arab oleh Khalil Sa’adah sendiri. Umat Kristen menolak Injil Barnabas sebab Injil ini mengajarkan bahwa Yesus adalah manusia biasa, bukan Tuhan.  Kemudian pada tahun 1886 diketemukan lagi Injil Petrus  di Ahmim Mesir Utara, isinya banyak berbeda dengan Injil yang lain.

 

7. Kekisruhan dan perubahan

         Kitab Perjanjian Lama yang aslinya berbahasa Ibrani Purba  jaman Nabi Musa a.s. dan Kitab Perjanjian Baru aslinya berbahasa Aramia atau Ibrani Baru jaman Nabi ‘Isa s.a., maka materi aslinya tidak diketemukan lagi kecuali naskah  ribuan tahun sesudah wafatnya Nabi Musa dan nabi-nabi jaman purba serta naskah yang diberi judul Injil dan lain-lain  yang ditulis 30-70 tahun sepeninggal Nabi ‘Isa a.s. yang ditulis dalam bahasa Yunani, bukan tulisan dalam bahasa Ibrani. Oleh karena naskah yang diketemukan itu tertulis dalam bahasa Yunani, maka naskah inilah  yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan  semua bahasa.

             Seluruh terjemahan  Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru, karena asli kedua kitab (PL dan PB)  yang paling awal  tidak  diketemukan, maka semua bunyi-kata-kata isi kedua kitab(PL&PB) yang sebelumnya  yang diterjemahkan tidak pernah ikut dilampirlan bersama pada terbitan baru dengan bahasa baru, seluruh terjemah PL&PB itu berdiri sendiri lepas dari kedua kitab PL&PB sebelumnya yang diterjemah tadi sejak dahulu kala  ribuan tahun itu sampai sekarang millennium ketiga ini dan akan berlangsung  selama-lamnya!!!

        Tiap bangsa mempunyai bahasa/huruf untuk menulis bahasa itu dengan bahasa/huruf yang tidak sama bahkan tidak diganti dengan kata&bunyi-hurufnya di dalam bahasa&huruf bangsa lain. Bagaimana menulis dan menterjemahkan naskah dalam bahasa IBRANI PURBA ke dalam bahasa Nippon dengan huruf Kanji, menterjemahkannya ke dalam bahasa&huruf Jowo dan bagaimana menterjemahkan  Sumpah Palapa Gajah Mada dari bahasa&huruf Jowo kuno itu ke dalam bahasa Ibrani,  bahasa Cina, bahasa Prancis atau bahasa Urdu????

         Contoh terjemah  Bibel Injil Matius 26 ayat 49-50 bahasa Arab, bahasa Inggris, Belanda dan Indonesia:

(1)  Bibel bahasa Arab, Al-Kitabul Muqaddas, terbitan American Bible, Bairut, tahun 1897,1902,1926 dan  1946 (yang tersimpan di Perp.Islam Jogja), Kitab Matius 26 ayat 49-50 berbunyi sebagai berikut:

فَلِلْوَقْتِ تَقَدَّمَ اِلَي يَسُوْعِ وَقَالَ اَلسَّلَامُ يَاسَيِّدِيْ وَقَبَّلَهُ -0-فَقَالَ لَهُ يَسُوْعُ لِمَاذَا جِئْتَ

(2) Holly Bible, Mission Radstock House Eccleston, London terbitan 1957, Kitab Matius 26 ayat 49-50 berbunyi sbb:

     “And forth with he comes to Yesus and said: “Hail, Master, and kissed him.   And Yesus said into him, Friend where fore art thou come?”

(3) Heilig Bybel, Britische en Buitenlandsche, Bijbelgennotschap, London, terbitan 1922  kitab Mat 26 ayat  49-50 berbunyi sbb:.

    “En terstond komende to Yesus, zeide hij: Wees gegroet Robbi en hij kuste hem. Maar Yusus zeide to hem: “ Vriend waartoe zij gij hier?”

(4) Alkitab terbitan LEMBAGA Alkitab, Jakarta, cet.1965 Kitab Matius 26 a 49-50 berbunyui sebagai berikut:

     “Maka ketika itu juga datanglah ia mendapatkan Yesus sambil berkata:     “Assalamu alaikum ya Robbi” lalu mencium Dia. Maka kata Yesus kepadanya: “Hai sahabat, lakukanlah maksud  engkau datang ini”

@Pernyataan dan pengakuan

  • Tafsir Al-Manar (Juz IX,h.231-299dan Juz VI, h.86) bunyi “Paracletos” dalam Inji Yahya 14 ayat 16  dan Injil Yahya 15 ayat 26, dari bahasa Yunani ini artinya:Pembela, setelah diteliti berasal dari “Periclutos” artinya ialah “Yang terpuji”, yang tulisannya hampir sama antar keduanya,  padahal artinya  sangat berbeda.  Pada halaman lain (Juz ix, h.289 dan 263) Al-Manar mencatat masing-masing bunyi dan artinya, yaitu:

a)      Paracletos=اَلْمُعَزِّيُ-اَلْمُعِيْنُ-اَلْمُحَاجُّ =Pembela; 

b) Periclutos =اَحْمَدُ-مُحَمَّدٌ =Terpuji;                        

c) Periclie=اَلْمَجِيْدُ- اَلشَّهِيْرُ  = Termasyhur, terkenal.

  •     Dalam Injil Yahya 14 ayat 16 dan 15 ayat 26, terjemah dalam Bibel Bahasa Arab terbitan 1902 berbunyi:”  مُعَزِّيٌ“(Pembela), maka dalam Bibel terbitan Alkitab, Jakarta, 1965 bunyi itu disalin menjadi “Penghibur”.  Menurut G.A.Nalino pakar bahasa Yunani bahwa “Paracletos” artinya “Pembela” diduga asal dari bunyi “Periclutos” memang tulisannya hamir sama, tetapi artinya ialah “Yang terpuji” sama dengan  yang tertulis dalam  Injil Barnaba pasal 28-29 tertulis dengan   احمد  =  terpuji.
  •    Tafsir Al-Manar (Juz iii,h.157) mencatat bahwa seorang Peneliti yang bernama  Rahmatullah al Hindi setelah memeriksa Bibel koleksi pribadi terbitan  1811, 1816, 1825, 1831, 1844, 1860 dan yang lain, maka Rahmatullah menyatakan bahwa sudah berulang-ulang meminta pakar terbaik pimpinan gereja di sana untuk mempertanggung jawabkan berbagai macam kekisruhan, perubahan, penggelapan karena tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa baru yang menyangkut masalah yang ringan sampai akidah yang paling berat.  Dari salah satu pertemuannya, maka mereka hanya menjawab meminta maaf sambil mengatakan bahwa karena tidak adanya sandaran awal di jaman permulaan dahulu maka terjadi keributan dan malapetaka sejak tahun-tahun 313M dan sesudahnya. Demikian ditulis Rahmatullah  dalam kitabnya Izharul Haq.
  •    Buku “Islam Integrasi Ilmu dan Kebudayaan-Sidi Ghazalba” halaman 104 mencatat bahwa terjadinya kekisruhan, perubahan dan malapetaka Alkitab(Bibel) di sana sebabnya ialah karena akibat penterjemahan dan salin menyalin dengan tidak menyertakan naskah yang diterjemahkan.
  •   Buku “Islam Dihujat” (2004,h.333), maka Hj. Irene Handono” memberikan 50 contoh ayat  buatan akal manusia artinya tidak suci dan ada 49 ayat kontradiktif. Dan masalah ini diakui oleh tokoh Kristen sendiri: DR.G.C.vanNiftrik, DR.B.J.Bolland, DR.Mr.D.C Mulder, DR.Welter Lempp, DR.R.Soedarmo.
  •    Molyadi Samuel dalam bukunya: Dokumen Pemalsuan Bibel (2002:29&77) mencatat 101 contoh ayat kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Lama dan 101 contoh ayat kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Baru.
  •    Penyusun Bibel bahasa Arab (Alkitabul Muqaddas) terbitan Th.1902 halaman pertama menulis catatan yang artinya ialah: “Dalam Bibel ini ada pengurangan-pengurangan dan tambahan-tambahan dari aslinya bahasa Yunani atau Ibrani atau Kildania”.
  •  Pendeta K.Riedel dalam bukunya “Tafsir Al-Kitab-Injil Markus” halaman 11, menulis sebagai berikut: “Beberapa naskah lama ada tambahan “Anak Allah” dalam Markus 1:1 sedangkan dalam naskah bahasa Belanda yang baru tidak ada kata-kata  “Anak Allah”.
  •  Tidak dapat kita menentukan entah ada tertulis dalam Injil Markus 1:1 yang awal ada “Anak Allah’ apa tidak ada. Tetapi dalam Al-Kitab terbitan Jakarta 1965 tertulis Yesus Kristus “Anak Allah”.

@  H.Sanihu Munir Dr,SKM,MPH dalam Islam Meluruskan Kristen (2004h82) mencatat  pernyataan George Davidson  dalam bukunya The Gospel of Yesus bahwa  para penterjemah Bibel itu suka mengubah/memodifikasi dengan akal mereka dalam menterjemahkan Bibel yang dikerjakannya; Dan Robert Funk dalam bukunya Honest to Yesus menyalahkan pemimpin gereja yang tidak menyertaka naskah asli yang diterjemahkan, sehingga menyesatkan  pembacanya mereka  adalah  pengkhianat.

             Terhadap semua ini Al-Quran memperingatkan sebagai berikut:

@أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ(75)وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا قَالُوا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللَّهُ  عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُمْ بِهِ عِنْدَ رَبِّكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ(76)أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ(77)   وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ(78)البقرة)

Artinya:

            “Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: “Kamipun telah beriman,” tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: “Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mu’min) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?” Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga”(S.2 al-Baqarah 75-78).

        Lihat juga S.4 An-Nisa` 46 dan S.5 Al-Maidah 41 bahwa mereka suka mengubah ayat-ayat suci  sesudah  mengerti mereka membuat akal-akalan.

@ Hermeneutika

        Disebabkan karena perubahan, keruwetan, kekisruhan, kekacauan  bunyi ayat-ayat  sampai makna isi kandungan  Bibel atau Alkitab sebagaimana data-fakta diatas, maka para ahli pikir Nasrani  mengambil  jalan pintas melalui  Metode Hermeneutika untuk nekad membela  agama Kristen atau Nasrani mereka. Hermeneutika berasal dari filsafat Yunani, bagaimana Hermes sebagai dewa diutus oleh Zeus untuk menterjermahkan pesan Zeus (Tuhan) agar mudah difaham oleh manusia di bumi. Oleh Schleiermacher agamawan-teolog Jerman makna hermeneuitika ditingkatkan lebih luas dan filosufis kemudian oleh Dilthey ditekankan kepada historitas teks dengan kesadaran sejarah yang mengharuskan pembaca teks bersikap kritis atas teks dan konteks sejarahnya, dengan  mengabaikan nilai kekudusan atau desakralisasi artinya tidak menganggap suci lagi kitab-kitab suci. Dengan metode Hermeneutika mereka mengambil ajaran agama melalui penelitian atas pengarang Bibel (Alkitab) dan umat yang dituju oleh pengarang serta mengggali makna naskah Bibel (Alkitab) dengan metode allegoris mengambil arti kiasan yang tersembunyi dengan mengabaikan bunyi teks naskah yang indrawi.         

        Metode Hermeneutika yang digalakkan oleh cendekiawan kaum Nasrani itu merupakan  pengakuan yang tidak main-main bahwa Alkitab(Bibel) itu buatan akal manusia bukan wahyu dari Tuhan jadi tidak suci lagi  karena campur tangan manusia, sebab yang asli memang tidak diketemukan, yang diketemukan  tidak lain kecuali terjemahan dalam bahasa Yunani, diterjemahkan ke bahasa Latin, diterjemahkan lagi ke bahasa Belanda, Inggris, dan semua bahasa di dunia, jadi isinya ialah hasil akal manusia. Sehingga mencari kebenaran ajaran agama Nasrani tidak melalui Kitab Suci Bibel tetapi lebih menekankan apa yang ada di luar Kitab Alkitab(Bibel), lebih kasarnya Kitab Bibel tidak perlu dipercaya.

       Dalam metode hermeneutika ada 6 aliran pemikiran, yaitu Schleiermacher (1834), Emilio Betti (1968), Erick D.Hirrch (1928)H.G.Gadamer (1900), Dilthery(1911), Heidegger (1976) yang pada prinsipnya mereka menganggap bahwa semua  pemahaman itu hanyalah penafsiran dan tergantung subyektifitas  orang yang menafsirkannya. Perlu ditegaskan  bahwa Hermeneutika haram masuk kedaam Al-Quran dan nilai Riwayat Sababun Nuzul  diperselisihkan oleh para ulama.

BAB  TIGA

Kembali kepada Agama  Tauhid

            Masalah ke-3: Bagaimana  estimasi mengenai nasib agama Nasrani untuk meluruskannya kembali? Jawaban semnetara Menurut Al-Quran :Para petinggi kaum Nasrani harusnya mengembangkan ajaran agamanya itu kembali kepada  agama-Tauhid.

                 Kita semua  mempelajari riwayat para nabi dan rasul melalui sumber yang  paling tepercaya yaitu firman  Allah dan hadis Nabi Muhammad Saw. Khususnya  mengenai riwayat Nabi ’Isa a.s. dan perkembangan agama Nasrani kita melihat data dan fakta sejarah yang ilmiah. Maka dari itu  estimasi atau perkiraan  mengenai bagaimana nasib agama Nasrani yang mencakup semua aliran dalam agama Nasrani, Katholik, Protestan dan sebagainya kita  tidak bisa lain kecuali apa yang dikehendaki Allah yang  mengutus nabi dan rasul, ikut saja apa yang dikehendaki Allah dalam Al-Quran  supaya kembali kepada  agama Tauhid hanya menyembah dan mengabdi kepada Allah tidak menambah tidak menguranginya. wahyu  yang disanpaikan melalui malaikat Jibril kepada  Rasulullah Saw  sebagai berikut:

ُقلْ يَاأَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ(ال عمران 64)

 

3:64. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”(S.3 Ali ‘Imran 64).

 

يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا ( النشاء 171)

4:171. Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu).  (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”(S.4 an-Nisa` 171).

Wallahu a’lam bish-shawab

Internet:https://pondokquranhadis.wordpress.com Email:pondokilmu7@gmail.com

Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com,Email:h.imam.muchlas.@gmail.com

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: