Oleh: pondokquranhadis | Maret 27, 2015

ONTOLOGIS – MAHA (Al-Quran=>Hadis=>Ijtihad)

Al-Quran S 59 Al-Hasyr 22-24)
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ()هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ()هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ( الحشر 22-24)
Artinya
59:22. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
59:23. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.
59:24. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(S.59 Al-Hasyr 22-24).
Tema dan sari tilawah
#Seluruh umat manusia sudah dibekali dengan instink religios, yaitu naluri yang meyakini adanya suatu Dzat yang di atas semua makhluk.
#Sesuatu yang di atas seluruh makhluk itu ialah Allah Tuhan semesta alam.
#Allah itu mempunyai sifat yang Maha Sempurna, mempunyai 20 sifat wajib dan 99 nama Al-Asmaul Husna.
#Seluruh isi alam tunduk taat bertasbih-me-Maha-Sucikan Allah.
Masalah dan analisa jawaban
-1:Apa sebab sebagian manusia menjadi kufur?Jawaban hipotetis: Manusia itu makhluk yang dibekali Allah dengan 4 naluri atau instik yang secara sederhana diistilahkan dengan nafsu harta, tahta, wanita dan agama. Seharusnya manusia memanfaatkan ke-4 naluri ini dengan seimbang dan serasai, tetapi sebagian manusia lebih mengunggulkan nafsu harta, tahta dan wanita dan melalaikan nafsu agama, sehingga menjadi kafir.
-2:Bagaimana membayangkan sifat Allah yang Ontologis-Maha, melihat kemampuan akal yang makin lama makin cerdas dan cerdik itu? Jawaban hipotetis: Seluruh isi alam raya dapat dibagi kepada deretan peringkat dari yang paling kecil sampai yang paling besar, dari yang terendah sampai yang paling tinggi; Maka Allah itu ialah yang Maha dalam segala deretan peringkat apapun juga.
-3.Bagaimana seharusnya manusia melihat sifat Allah yang Ontologis-Maha itu?. Jawabana hipotetis: Manusia wajarnya suka mengabdi kepada Allah, menyembah, bertasbih mensucikan dan meng-Esa-kan Allah dengan Tauhid yang sesungguhnya.
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Instink atau nafsu-nafsu
-1: Apa sebab sebagian manusia menjadi kufur?Jawaban hipotetis: Manusia itu makhluk yang dibekali Allah dengan 4 naluri atau instik yang secara sederhana diistilahkan dengan nafsu-nafsu harta, tahta, wanita dan agama. Seharusnya manusia memanfaatkan ke-4 naluri ini dengan seimbang serasai, tetapi sebagian manusia lebih mengunggulkan nafsu harta, tahta dan wanita dan melalaikan nafsu agama, sehingga menjadi kafir.
@Instink atau nafsu-nafsu
Mohon maaf, berikut catatan yang sudah penulis sajikan beberapa kali dalam beberapa kesempatan.
Al-Quran mencatat mengenai masalah nafsu-nafsu itu di beberapa ayat, yaitu:
i .Instink Egosentros
Nafsu Egosentros tedrkenal dengan nama Nafsu Harta yaitu nafsu yang mendesak manusia untuk mencari harta disebutkan dalam Al-Quran: S.104a 1-3,S.28a7, S.100a 8.
ii. Instink Polemos
Instink Polemos atau Nafsu Tahta-Kekuasaan ialah nafsu yang mendesak manusia untuk mencari tahta kekuasaan , Tentang Fir’aun: S.79a 21-24; S,28a 38 , S.21 a 67-68.
iii. Instink Eros atau Nafsu Birahi
Instink Eros ialah nafsu yang mendorong manusia untuk memenuhi Nafsu Birahi disebut dalam Q S.3 a14, S.30a21, S.7 a189, S.13a 8.
iv. Instink Religios atau Nafsu Agama
Semua manusia pasti mempunyai instink religios atau nafsu untuk mencari dan menyembah kepada kekuatan gaib yang paling tinggi sebagai nafsu agama S.66 a 11,S.7a 172, S.51a56, S.91 a 7-10,S.35 a 15,S.31 a32, S.10 a32, S.7a189.
Semua nafsu harus dipenuhi secara seimbang dan serasi tidak boleh memanjakan salah satu nafsu mengabaikan nafsu yang lain, bahkan nafsu Muthmainnah atau instink Religios juga tidak boleh terlalu dilebihkan dengan meninggalkan instink-nafsu yang lainnya. Lihat hadis. Rasulullah Saw :HR Bukhari no.4675 dan Muslim no.248. Dan hadis Ibnu ‘Umar tercatat dalam tafsir- Al-Qurthubi 13h314 dan Ibnul ‘Arabi dalam tafsirnya:J.6 h.263terkait dengan Al-Quran s2a205, s28a77, s42a20 dan s43a32.
Para pakar Ilmu Jiwa dan pakar Ilmu Kedokteran menyatakan bahwa orang yang terlalu memanjakan salah satu dari nafsu-nafsu tersebut akan tertimpa dampak penyakit jasmani maupun rohani, bahkan dapat merayap dampak yang negatif sangat besar dan menyebarkan derita kesengsaraan orang banyak. Lihat rumusan berikut, kolom sebelah kanan:
Instink-&nafsu-nafsu
Instink/nafsu Um Hobi/suka Kebudayaan Kesenian Penyakit
1 Egocentros
Lawwamah
Serba aku
Nafsu Harta 0-6
th Makan(apa-saja, banyak
enak
Nafsu-Harta
(banyak2) Materialisme
Komunisme
Kapitalisme
Imperialisme
Kolonisalisme
Positisime
Motoduwiten Realisme
Cubisme
Surrealism
Individua-listis SakitPerut/
Lambung
Serakah
Tamak
Kikir
Maksiat
Munkar
2 Polemos
Amarah
NafsuTahta 6-13
th Berkelahi
Melawan
Brontak
Mengecam
Ngolokolok
Bergulat
Protes
Berlomba Militerisme
Diktatoris
Adukekuatan
Perebutan
NgrebutKursi
Mainjudi
Bertaruh
Persaingan Intlektual
Rock&Rol
Sokkejam
Serbasadis
Mmbunuh
Alatprang
BomAtom
BomKimia Jantung
Kanker
Gula
Dengki
Keras
Dendam
Benci
Bengal
3 Eros
Nafsu Supiyah
Nafsu Wanita 13-20
th Berhias
Bersolek
Percabulan
Kmewahan
Pameran
Aurat
Kawincerai Kebebasan
Seksologi
Pornografi
Pornoaksi
Erotisme
Alat2Porno
Perangsang
SeksBirahi TBC
UratSyaraf
Gila/Stres
Gonorgu
Paru-paru
Penjilat
Menhamba
NolakAdab
4 Religios
NfsuMutmainah
NafsuAgama 20 s/d
Tua Kesucian
Kedamaian
Kesusilaan
Amal Soleh
Taqarrub
Zuhud
JihadfiSabililah Agamis
Persamaan
Keadilan
Persatuan
Kebenaran
Tasawuf
Tarikat Pribadatan
Sarana-Ibadah
Metafisika
Ilmu Gaib FakirHarta
Bersahaja
BAB DUA
Ontologis Maha
Masalah ke-2: Melihat kemampuan akal yang makin lama makin cerdas dan cerdik itu bagaimana membayangkan sifat Maha sempurna Allah itu(disini disebut:Ontologis-Maha)? Jawaban hipotetis: Seluruh isi alam raya ini dapat dibagi kepada deretan peringkat dari yang terkecil sampai yang paling besar, dari yang paling rendah sampai yang tertinggi; Maka Allah itu ialah yang Maha dalam segala deretan peringkat apapun juga.
Ontologi itu ialah ilmu tentang hakikat segala sesuatu secara universal, jalan mempelajarinya ialah dengan mencari jawaban dari 3 pertanyaan: (1) Apa (2) Bagaimana, (3)Untuk apa sesuatu yang ada di jagad raya ini. Maka dalam risalah ini difokuskan kepada masalah Ontologis-Maha secara sederhana.
Pertanyaan yang harus dijawab pada dimensi ontologi ini ialah apa sebenarnya hakikat realistis dari sesuatu yang ada di hadapan kita ini?
Allah berfirman dalam Al-Quran:” Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?( S 6 Al-An’am 32).
Penganut aliran idealisme : Plato dan Socrates Filosuf Yunani mengatakan bahwa data dan fakta yang diterima melalui panca indra manusia itu selalu berubah-ubah, tidak diam, tidak permanen, tidak abadi, tetapi berlangsung dalam gerak-perubahan terus-menerus. Sedangkan yang pasti ialah idea yang lengkap dalam akal pikiran.
Anslemn (1033-1109M) seorang teolog Katholik ahli filsafat Italia, menggunakan teori ontologi itu untuk membuktikan adanya Tuhan, yaitu sebagai berikut:
Bahwa setiap benda, keadaan, situasi, cuaca semua yang ada dihadapan manusia itu dapat dipikir melalui dua macam ukuran; Kuantitas-jumlah atau kualitas-nilai:
1. Kuantitatif jumlah ialah bahwa kenyataan itu dapat dihitung jumlahnya yang ditulis dengan angka, mencakup angka dimensi, dimensi satu, dua dimensi, tiga dimensi, empat dimensi. Anehnya ialah: Jika angka dikaitkan dengan benda maka yang hakikat menjadi kabur dan menjadi bahan pertengkaran, seseorang melawan saingannya.
2. Kualitatif nilai, bahwa benda atau keadaan (realitas) tersebut memiliki kualitas, nilai atau bobot tertentu, termasuk bau dan warna.
Jalan untuk memudahkan memahami Teori Ontologi ini secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut:
(1)Ruang sempit, kecil, besar, terlalu besar sekali
Sebuah kamar yang sangat sempit, besarnya dikalahkan oleh rumah, rumah dikalahkan oleh RT-yang lebih besar, RW lebih besar lagi, desa lebih besar mengalahkan RT-RW, kecamatan besarnya mengalahkan desa, kabupaten sangat besar tetapi besarnya dikalahkan oleh propinsi yang jauh lebih besar, namun besarnya propinsi dikalahkan oleh negara yang sangat besar, tetapi besarnya Negara dikalahkan oleh benua yang luasnya luar biasa, benua ini besarnya dikalahkan oleh bumi yang luasnya jauh sangat luas sekali mengalahkan benua, sedangkan bumi sendiri adalah sangat kecil, dia dikalahkan oleh besarnya galaksi yang mampu menampung bumi, planet Saturnus, venus, Yupiter dan semua planet, tetapi galaksi-pun juga kecil dikalahkan oleh besarnya bola langit yang memuat seluruh kejadian yang ada di alam semesta yang menurut pakar astronomi luas langit atau kelilingnya bola langit itu ada 30 milyard tahun cahaya (satu detik=300 000 kilometer, jadi besarnya kira-kira 300 000 Km kali 60 kali 60 kali 24 kali 30 kali 12 kali sepuluh milyar berapa ???
Maka Allah itu Maha Besar kekuasaan-Nya, Maha Besar ilmu-Nya, Maha Besar Rahmat-Nya, Maha Luhur, Maha Sempurna, Utopis dalam 20 sifat maupun 99 nama Al-Asmaul Husna; Allah Maha Besar di atas seluruh makluk di jagad raya ini; Maha Besar Hikmah Rahasianya. Allah berfirman:
ءَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا()رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا () )النازعات 27-28)
“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya”(S 79 An-Nazi’at 27-28).
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ( التكوير 29)
81:29. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam”(S 81 At-Takwir 9.s79a27).
(2) Cerdas, cerdas sekali, terlalu cerdas sekali
Jika di suatu tempat ada seseorang yang cerdas akalnya, maka di tempat lain ternyata ada orang yang lebih cerdas mengalahkan orang yang pertama, kemudian di tempat lain lagi ada seseorang yang jauh lebih cerdas di atas orang yang ke-2 dan yang ke-3 itu selanjutnya terus menerus seseorang dikalahkan dia dikalahkan oleh orang ke-4, dia dikalahkan oleh orang yang ke-5, ke-6, ke-7, sampai yang terakhir ada Dzat yang tidak dapat dikalahkan sama sekali oleh siapapun juga. Maka Allah itu Ilmu-Nya adalah di atas seluruh makhluk alam semesta.; Allah berfirman:
نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ (يوسف 76)
Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki: dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui”(S 12 Yusuf 76).
(3) Hakikat waktu
Tafsir Ar-Razi-terbitan Daru Ihya`it Turats (17h195) dalam menafsirkan S.103 Al-‘Ashr 1-4 mencatat bahwa arti Al-’Ashri: itu ialah jaman dikaitkan dengan Al-Quran (s76a1) bahwa jaman itu dapat dibagi menjadi tahun, bulan, hari, jam, menit, detik.
Penduduk bumi menghitung waktu didasarkan atas peredaran matahari dan bulan. Waktu matahari dihitung mulai tampaknya matahari berada di kulminasi atas tengah malam, lalu bergeser sampai siang, sampai malam lagi namanya satu hari. Allah berfirman di dalam Al-Quran:
وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ()وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ()لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ( يس 39-40)
36:39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
36:40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya”(S 36 Yasin 39-40).
Ternyata jalannya benda-benda langit itu tidak sama dengan angka-angka jalannya jam waktu matahari, yaitu sebagaimana catatan di bawah ini (Untuk semua planet dan bumi satu kali putar) sebagai berikut:
Angka perbandingan jam waktu bintang &benda-benda langit:
Jarak,garis-tengah, kepadatan,jarak ke matahari,putaran pada sumbunya:
Nama-nama Bintang& Planet Jarak-Jauh ke-matahari Diameter
( Kilometer) Padat
Air=1 Mengitari
Matahari sekali putar Berputar
diri pada porosnya=
Bintang ————— 1.392.000Km 1,4 ———— 15,38 hari
Bulan ————— 3.476Km 3,34 ———— 27, 32hari
Merkuri 56jutaKm 4.850Km 5,4 58hari 59, hari
Venus 108 jutaKm 12.140Km 5,2 224hari 244hari
Bumi 150jutaKm 12.756Km 5,52 365,25hari 23jam56m
Mars 228jutaKm 62.790Km 3,9 687hari 24jam37m
Jupiter 778jutaKm 142000Km 1,34 11,9hari 9jam50m
Saturnus 1.427jutaK 120.200Km 0,70 29,5tahun 10jam14m
Uranus 2.870jutaK 49.000Km 1,58 84tahun 10jam49m
Neptuns 4.497jutaK 50.200Km 2,3 164,8th 15jam48m
Pluto 5.900jutaK 6.400Km —— 247,7th 153jam
Komet Halley 76 tahun
Komet Kahotek 75 000 tahun
**)Bumi 12.756 Km
***)Matahari 1.392000 Km
*) Keith Wicks”Bintang&Planet,1985,h.18
Diameter bumi adalah 12.756 km. Bumi adalah salah satu dari 9 planet di tata surya kita. Saking luasnya bumi ini sampai putaran rotasinya yang demikian dahsyat tidak bisa kita rasakan. Sementara itu, diameter matahari 1.392.000 km.
#Satu bulan Qamariyah berumur lamanya 29h12j44m2,89detik-Satu tahun umurnya 354hari 8jam 8menit 34,6detik.
# Kalender Syamsiyah (Sistem Matahari) satu tahun lamanya adalah 365,2425h atau 365h 5jam 48m 46detik.
~Selisih dari sistem Solar atau Syamsiyah dari Lunar system Qamariyah=10 hari 21 jam 40 menit 11,32detik.
~Jika dibanding jam Komet Kahotek dengan jam di bumi ialah 365 dibandung dengan 75 000=25,4 lipat lamanya. Lebih jelas lagi ialah jam-waktu di alam kubur(alam arwah orang mati) ialah bahwa waktu bagi mereka ini tidak menggunakan jam matahari (Jam Bedug), tidak memakai jam bintang, tidak menggunakan jam-waktu Halley atau jam-waktu Kahotek, inikah yang dinamakan kekal???
~Maka waktu di sisi Allah itu tidak diukur menggunakan alat ukur apa yang ada di dunia ini, tetapi alat ukur Allah sendiri, tidak dapat dihitung oleh akal makhluk-manusia, tetapi mutlak abadi.
(4) Kosmologis Awal Alam Dunia
Baiquni Prof. MSc.Ph.D Mantan Kepala BATAN menanggapi Teori Big Bang mencatat bahwa senada dengan Al-Quran: s21a30, s41a11-12, s65a12, s11a7, s35a41,s21a3,s21a104, sbb:
َوَلَمْ يَرَى الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنْ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلا يُؤْمِنُونَ (الانبياء 30)
21:30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?( S 21 Al-Anbiya` 30).
# Di jaman yang paling awal dispekulasikan kirakira 15-18 milyar tahun silam maka Alam Dunia ini keluar dari suatu Titik Singularitas, dengan panas 1000 trilyun derajat dalam waktu 10 pangkat minus 35 sekon mendingin kemudian berbalik menjadi panas kembali mencapai 1000 trilyun-trilyun derajat maka tiba-tiba titik singularitas ini menjadi besar dalam umur 10 pangkat minus 34 sekon maka terwujudlah alam dan macam-macam alam lengkap dengan Ilmu Hukum masing-masing.
#Ketika waktu baru berjalan sekejap (seperseratus sekon) dalam suhu panas 100 milyar derajat, muncul materi sop kosmos (berisi radiasi dan partikel sub-nuklir) kemudian terjadi proses Nukleosintetis. Kemudian waktu berjalan, dari jaman ke jaman.
#Pada umur 700 000 tahun maka electron-elektron dalam orbitnya mengitari inti dan membentuk Atom sambil melepaskan radiasi, sehingga menjadikan langit bercahaya terang benderang sangat cemerlang.
#Alam memiliki 10 dimensi, yang 4 buah dimensi ruang&waktu sedangkan yang 6 buah dimensi, tergulung dalam nuansa dengan jari-jari 10 pangkat minus 32 Centimeter sebagai muatan listrik dan muatan nuklir tidak terjangkau oleh indra manusia(Baiquni-Al-Quran&Iptek-1994:h40).
Bagaimana indra kita membayangkan angka-2 yang Utopis Filosufis berikut:
Masalah Angka dalam Proses Big Bang Keterangan Asal usul Alam Semesta
Panas 100 milyard derajat Satu titik Menjadi Sop Cosmos
Waktu 1 detik dibagi 100 Sop Cosmos
Panas 1000 trilyun derajat Cosmos mendingin
Waktu 10 pangkat minus35 Alam Mendingin
Panas 1000 trilyun trilyun derajat Alam Semesta Terwujud
Waktu 10 pangkat minus 34 detik Terjadi Proses Nukleosintetis
Dimensi 10 dimensi (4 + 6 dimensi) Terjadi Perkembangan
Jari-jari 10 Pangkat Minus 32Cm Terus Mengecil

(5) Tingkat-tingkat kebenaran
Lebih mendalam lagi maka kebenaran itupun bertingkat-tingkat dari yang paling rendah bobotnya sampai yang paling tinggi nilainya, yaitu bahwa para ahli pikir Islam membagi ilmu yang benar itu menjadi 4 tigkat, yaitu: Pengetahuan, Teori ilmiah, Filsafat dan Wahyu:
Ad.1 Pengetahuan atau Knowledge
Pengetahuan ialah ilmu yang sumber dan cara memperolehnya melalui alat indera, yaitu: telinga, mata, hidung, lidah dan kulit serta idera keseimbangan tubuh.
Pengetahuan dinilai benar jika alat indera itu sehat dan bekerja dengan sempurna. Sehingga jika alat itu sakit atau rusak atau kerjanya tidak beres, maka pengetahuan ini tidak memenuhi syarat kebenaran alias salah.
Ad.2 Teori ilmiah atau Science
Ilmu atau science ialah hasil pengembangan pengetahuan yang memenuhi syarat kebenaran indrawi lalu dikembangkan melalui Ilmu Metodologi Penelitian Ilmiah dengan melakukan percobaan atas data sebanyak-banyaknya dan berkali-kali, dengan penelitian yang sempurna.
Teori ilmiah dinilai benar jika modal pertama dari pengetahuan indrawi dan cara mengembangkannya dilaksanakan dengan menerapkan Ilmu Metodologi Ilmiah yang sempurna maka nilainya ialah benar, sebaliknya jika tidak dipenuhinya syarat-syarat ini maka “ilmu” ini tidak terjamin kebenarannya sehingga dapat dinilai salah.
Ad.3 Filsafat
Filsafat ialah hasil pengembangan teori ilmiah yang memenuhi syarat tersebut di atas kemudian dikembangkan melalui berpikir-pikir merenung yang sedalam-dalamnya dengan bebas, teratur, sistematis, radikal, universal untuk mencari kebenaran yang tertinggi.
Berhubung filsafat itu merupakan hasil pemikiran akal pemikiran manusia, sedangkan manusia itu bersifat tidak sempurna, akal pikirannya bersifat hipotetis dan spekulatif, sehingga kebenarannya sangat tergantung dengan sifat kedua sifat ini. Spekulatif artinya untung-untungan dan hipotetis kebenarannya hanya sementara, artinya jika timbul pemikiran yang baru maka dapat saja hasil pemikiran sebelumnya dikalahkan atau disalahkan oleh pendapat atau penemuan yang baru sehingga nilainya tidak benar.
Ad 4 Wahyu
Secara ontologis maka benar yang tertinggi tidak dapat dikalahkan oleh data yang indrawi, teori ilmiah dan filsafat ialah wahyu yaitu kebenaran dari Allah. Menurut Islam maka Al-Quran adalah wahyu dari Allah yang diturunkan melalui malaikat Jibril, diterima oleh Rasulullah Muhammad Saw yang dihafal oleh Rasulullah Saw yang hafalan beliau sudah diuji oleh malaikat Jibril ditulis oleh para penulis wahyu. Maka Zaid bin Tsabit menyaksikan sendiri ujian oleh Jibril dia koreksi hafalan dan tulisannya cocok dengan ulangan dari Jibril kepada Rasulullah Saw yang terakhir ini.
Oleh karena itulah maka Anslemn memutuskan suatu keyakinan bahwa dari seluruh skala prioritas deretan yang saling mengalahkan data ke-1, data ke-2, data ke-3, ke-4, ke-5, ke- ke-6 dan seluruh peringkat di atas…… Maka terakhir sampailah ke puncak yang tertinggi, terakhir bahwa ADA SATU DZAT YANG TIDAK DAPAT DIKALAHKAN OLEH APAPUN JUGA …. ITULAH TUHAN (Kata Anslemn). Menurut ajaran Islam namanya Allah.
( 6 ) Filsafat dan Masalah Filosufis
Di bawah ini terurai beberapa masalah filosufis yang sangat sulit difaham, maka yang tidak ingin masuk ke dalam dipersilahkan, yang ingin masuk kedalam alam filsafat monggo!!!.
( i ) Hakikat AKU diri manusia
Masalah: Apa sebenarnya hakikat AKU diri manusia itu? Jawaban sederhana: Hakikat AKU diri manusia itu ialah gulungan film rekaman seluruh alam indrawi dan metafisis yang masuk ke dalam akal pikiran melalui panca indra manusia di bawah kendali ruh. Kita renungkan uraian menurut teori pakar fisikawan dan ulama tafsir di bawah ini:
a. Keterangan Pakar Ilmu Jiwa-kedokteran
Dr Paryana dari Akademi Metafisika Yogya menggambarkan hakikat AKU diri manusia itu bagaikan gulungan film yang menyimpan data&fakta hasil pengamatan indra lahir dan indra batin serta seluruh gerak gerik setiap detik seseorang.
Jika kita terjemahkan teori dari Dr. Paryana tersebut adalah sebagai berikut: Bahwa bagian yang paling kecil tubuh manusia adalah atom, salah satu unsur dari atom namanya electron. Perlu diingat bahwa electron itu bukan materi tetapi makhluk gaib bahkan electron itu adalah potensi atau daya- dia adalah salah satu isi alam metafisika yang tidak dapat dicapai oleh alat indra melainkan hanya direnungkan oleh akal.
Elektron ini dapat dibayangkan persis seperti wartawan surat kabar, atau media cetak-elektronik, electron bagaikan wartawan kerjanya meliput dan merekam data&fakta sampai suara bahkan gambar yang berwarna sekali dari prikel (data&fakta) yang disaksikan oleh elektron dari atom tubuh manusia. Secara metafisis (hanya dapat dibayangkan dalam pikiran) bahwa fotokopi data&fakta tersebut berwujud elektron atau elektron ini membawa sendiri foto-rekaman data&fakta sehingga deretan elektron dari setiap atom jasmani manusia ini berjalan mengalir menjadi gulungan pita film.
Sampai di pangkal otak maka elektron (pita-film) ini diantar oleh instunk dan menyatu berpadu menjadi satu bahkan instink inilah yang mengendalikan eketron dan aktif berperan menentukan taktik strategi politik, perilaku dan tindakan dalam menanggapi prikel (data&fakta) yang masuk ke pusat akal (otak besar); Instink atau nafsu-nafsu ini dispekulasikan sebagai “Dalang” yang mengendalikan semua ini sehingga dapat dinamakan RUH atau jiwa yang berpadu dengan rekaman atau foto kopi data&fakta yang masuk tersebut.
Di dalam otak besar seluruh data&fakta itu dikelola, dibagi-dan disalurkan ke jurusan khusus, pusat pemikiran, pusat gerak, pusat ingatan dan gudang simpanan.
Proses pemikiran menghasilkan politik, taktik, strategi, metodik-dedaktik pemecahan masalah. Kemudian “dalang” atau ruh mengeluarkan perintah gerak atau tindakan dalam menanggapi atau reaksi terhadap prikel (data& fakta) yang masuk itu, selanjutmnya melalui syaraf jalurnya maka perintah gerak tadi diwujudkan dalam perbuatan nyata oleh anggota tubuh, tangan, kaki dan sebagainya menjadi tindakan lahiriyah yang dapat disaksikan oleh panca indra orang lain bertemu dan berbincang-bincang antara AKU diri manusia tadi dengan siapa yang menyaksikannya.
Paduan isi gulungan film ini sangat lengkap sekali mencakup foto kopi atau rekaman seluruh peri laku, perbuatan apapun juga bahkan sampai niat, keinginan, angan-angan, program perencanaan, cita-cita, utopis bayangan yang paling tinggi seluruhnya menjadi satu rol film yang mengaku sebagai oknum AKU tersebut.
b-1- Pandangan Qurani masalah Zat Hayat (Jiwa)
Dalam berbagai ayat Al-Quran maka Allah menyebut-nyebut masalah Roh dengan beberapa istilah, yaitu:
“Ruhun Minhu” (S. 4 An-Nisa’ 171),
“Min Ruhina” (S. 21 Al-Anbiya’, 91) At-Tahrim 12),
“Min ruhihi)” (S. 32 As-Sajdah 9),
“Min ruhi” (S. 15 Al-Hijru 29, S. 38 Shad 72)
Maksudnya ialah bahwa roh itu datangnya dari Allah atau rohnya Allah. Kata-kata ini jika dipikirkan terlalu jauh memang akan bertambah sulit dimengerti, misalnya : Bagaimana cara datangnya roh itu dari Allah? Bagaimana memahami roh kepunyaan Tuhan itu? Untuk memahami keterkaitan sesuatu dengan Allah maka Ibnul Qayyim menjelaskan :
@. Sesuatu yang menyatu dengan Allah ialah dzat dan sifat atau nama Allah seperti sifat qudrat-iradat Allah dan sifat Allah yang 20 ataupun 99 nama Al-Asmaul Husna itu.
@. Sesuatu yang disandarkan kepada Allah selain dzat dan sifat, atau nama mananya adalah makhluk ciptaan Allah.
Oleh karena itu kata-kata “Roh dari Tuhan atau roh Kami dan dari roh-Ku” tersebut maksudnya ialah roh atau arwah makhluk ciptaan Allah. Kemudian dihembuskan ke dalam mudlghah atau zat awal jasmani manusia seluruh anak keturunan Nabi Adam, ketika janin berumur 120 hari, sebagaimana keterangan Rasulullah Saw. dalam hadis beliau yang disebutkan dalam hadis dari Ibnu Mas’ud yang dicatat oleh Bukhari no.2960 dan Muslim no.4781.
“Dari Zaid bin Wahb berkata ‘Abdullah telah bercerita kepada kami Rasulullah Saw, dia adalah orang yang jujur lagi dibenarkan, bersabda: “Sesungguhnya setiap orang dari kalian dikumpulkan dalam penciptaannya ketika berada di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi ‘alaqah (zigot) selama itu pula kemudian menjadi mudlghah (segumpal daging), selama itu pula kemudian Allah mengirim malaikat yang diperintahkan empat ketetapan dan dikatakan kepadanya, tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya dan sengsara dan bahagianya lalu ditiupkan ruh kepadanya. Dan sungguh seseorang dari kalian akan ada yang beramal hingga dirinya berada dekat dengan surga kecuali sejengkal saja lalu dia didahului oleh catatan (ketetapan taqdir) hingga dia beramal dengan amalan penghuni neraka dan ada juga seseorang yang beramal hingga dirinya berada dekat dengan neraka kecuali sejengkal saja lalu dia didahului oleh catatan (ketetapan taqdir) hingga dia beramal dengan amalan penghuni surga”( HR Bukhari no.2960 dan Muslim 4781).
Perlu dicatat bahwa seluruh atom dalam tubuh jasmani manusia itu bekerja keras mengirimkan elektron hasil dari pengamatan atas data&fakta termasuk kegiatan pikiran ini sendiri dan semua syaraf penyalur perbuatan yang dilalui oleh electron data&fakta mengalir dari dan atau ke pangkal otak. Dan seluruh elektron (data&fakta) itu disimpan dalam pusat ingatan atau gudang penyimpanan data&fakta dalam otak.
Rol gulungan film rekaman data&fakta inilah sebenarnya hakikat yang menamakan diri AKU, dan AKU inilah yang menggerakkan badan jasmani manusia itu sndiri. AKU inilah yang menjawab jika dipanggil, AKU inilah yang mengeluarkan pidato yang gegap gempita atau berbisik-bisik dengan sangat halus sekali.
Dan sekali lagi INI HANYA DAPAT DIRENUNGKAN DALAM ALAM PIKIRAN sehingga terlalu sulit difahamkan para pembaca (mohon maaf).
Dari sini terbayang bahwa seolah-olah AKU tersebut diciptakan oleh dunia yang mengelilingi dia sejak sebelum lahir sampai detik-detik terakhir hidupnya manusia. Maka banyak pakar Ilmu Jiwa, Misalnya John Lock dan pakar psikologi lainnya mengajukan teori TABULA RASA bahwa jiwa manusia itu awalnya seperti kertas putih kemudian terserah kepada alam sekitar yang memberi isi dan warna jiwa manusia atau orang tuanya ingin menulis dan membuat gambar pada kertas putih itu dengan tulisan atau gambar menurut sesuka hatinya sehingga tampaknya jiwa itu dibentuk oleh alam sekitar. Dr Paryana menyatakan bahwa zat hayat ini datang dari langit yang tidak diketahui oleh akal.
b-2 Pandangan Qurani tentang Asal Zat Hayat
Tantang asal usul kehidupan, disinggung Al-Quran dalam S 21 Al-Anbiya’ 30 diperjelas dengan ayat-ayat lain bahwa dahulu di awal jaman Allah menciptakan alam raya, kemudian Allah memberi air dan dari air ini tumbuh segala jenis kehidupan. Allah berfirman dalam Al Quran :
وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ( الحج5 )
“….. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah” (S.22 Al-Hajji 5).
Dapat kita bayangkan jika sebuah benda logam misalnya kita taruh di luar rumah dalam malam hari maka paginya benda itu basah berair. Lebih dari itu jika kita mempunyai kubangan berisi air kita biarkan di sebelah rumah, maka air ini makin lama tumbuh warna hijau kemudian tumbuh lumut dan akhirnya muncul makhluk hidup dibawah lumut itu beraneka ragam bentuk dan cara gerakannya. Oleh karena adanya air inilah tanah yang tadinya kering berubah menjadi arena kegiatan kehidupan sejak tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Allah berfirman dalam Al Quran:
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَلَئِنْ قُلْتَ إِنَّكُمْ مَبْعُوثُونَ مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ( هود7)
“Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan singgasana Tuhan (sebelum itu) diatas air agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang lebih baik amalnya” (S. 11 Hud 7).
وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ فَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى رِجْلَيْنِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى أَرْبَعٍ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(النور 45)
“Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan diatas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedangkan sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya” (S. 24 An-Nur 45).
(ii). Roh dan masalahnya
Jika lafal “Ar-Ruh” bisa diartikan nyawa maka timbul beberapa masalah pemikiran tentang nyawa ini, yaitu :
1)Apakah sebenarnya hakikat roh itu?
2)Dari manakah asalnya roh itu?
3)Apakah roh itu qadim atau hadist, kekal atau tidak?
Ad 1. Hakikat Roh
Mengenai bagaimana hakikat roh, telah dijelaskan oleh Allah swt. : “…. Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan hanya sedikit” (s 17 Al-Isra` 85). Namun para ahli pikir telah meraba-raba sebagai berikut :
-Heracleitos berpendapat bahwa roh itu sejenis api yang halus sekali;
-Democritus menyatakan bahwa roh itu tersusun dari suatu atom yang paling halus dan atom yang paling bersih;
-Plato mengatakan bahwa roh itu suatu zat yang tak dapat ditangkap oleh panca indera yang berasal dari alam idea;
-Al-Farabi seorang filosuf Islam (952 M) mengatakan bahwa roh itu timbul sebagai pancaran dari emanasi dari Tuhan yang Maha Esa.
Jika roh itu lebih diidentikkan dengan makhluk halus seperti jin atau setan-iblis, maka Al Quran mengatakan bahwa iblis itu diciptakan dari api yaitu sebagai berikut:
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ(الاعراف 12)
Artinya : “Allah berfirman : “Apakah yang menghalangi kamu sehingga kamu tidak bersujud (kepada Adam ketika Aku menyuruh kamu? “Iblis menjawab : “Saya lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (S. 7 Al-A’raf 12).
Ad 2. Roh dan asalnya
Ibnu Sina senada dengan Al-Farabi menandaskan bahwa roh manusia itu sesuatu yang berdiri sendiri lepas dari jasmaninya. Sehingga, jika jasmaninya hancur maka roh itu tidak turut hancur.
Seiring dengan pengertian ini dapat dibaca dalam Al Quran :
Artinya : “Allah memegang roh manusia ketika matinya dan memegang roh yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahanlah roh orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan roh yang lain sampai waktu yang ditentukan” (S. 39 Az-Zumar 42).
Dari berbagai macam ayat Al-Quran dapat difaham bahwa roh itu kekal abadi, namun keabadiannya dibuat oleh Allah dan dibawah atau dibatasi oleh sifat kesempurnaan Allah.
Sebagaimana terurai di atas bahwa Al-Quran menyebut-nyebut
“Ruhun Minhu” (S. 4 An-Nisa’ 171),
“Min Ruhina” (S. 21 Al-Anbiya’, 91) At-Tahrim 12),
“Min ruhihi)” (S. 32 As-Sajdah 9),
“Min ruhi” (S. 15 Al-Hijru 29, S. 38 Shad 72)
Maksudnya ialah bahwa:
# Sesuatu yang menyatu dengan Allah ialah dzat dan sifat atau nama Allah seperti sifat qudrat-iradat Allah dan sifat Allah yang 20 ataupun 99 nama Al-Asmaul Husna itu.
# Sesuatu yang disandarkan kepada Allah selain dzat dan sifat, atau nama ىmananya adalah makhluk ciptaan Allah.
( 2 ) .RAHASIA ATOM . Atom artinya tidak terbagi, maksudnya ialah bahwa seluruh apa yang ada di alam ini jika dibagi dan dibagi terus, maka akhirnya sampai kepada batas yang tidak mampu lagi energi untuk membaginya, sehingga apa yang dibalik batas ini namanya atom. Atom itu terdiri dari proton neutron dan electron maka proton dan neutron menjadi inti atom sedangkan kerja electron ialah mengelilingi inti atom ini.
Dalam satu atom terdapat 1 sampai 7 lintasan lingkaran yaitu jalur atau rel jalannya electron. Di setiap lintasan -lingkaran dapat berisi 2 sampai 18 elektron yang lari mengelilingi proton pada rel yang sudah ditetapkan. Tiap-tiap electron dengan sangat ketat sekali menjaga angka ukuran kecepatan, jarak antar semua electron di atas relnya sendiri-sendiri; Kecepatan jalannya Electron antara 10 sampai 100 ribu kilometer perdetik. Ukuran jarak, kecepatan dan rel jalannya electron itu terjaga demikian ketatnya karena setiap unsur tunduk taat kepada Hukum Elektronika bahwa unsur dalam atom yang bermuatan sama (misalnya: negative dengan negative atau positif dengan positif) akan saling menolak dan sebaliknya yang daya energinya berlawanan (positip dengan negatip) dia akan saling tarik-menarik.
Proton dengan electron dalam satu atom jumlahnya sama, jika jumlahnya tidak sama maka atom akan runtuh dan lenyaplah atom tadi. Untuk menjaga kelangsungan seluruh maujud benda atau materi di jagad raya ini maka Allah membuat unsur atom yang bernama Neutron yang ditempatkan ditengah dan memisah-netralkan daya tarik proton dari electron dan melimpahkan energi dari neutron kepada proton. Tugas ini dilakukan unit atom sudah berlangsung tetap, permanen, tidak berubah sama sekali secara terus menerus menjaga keseimbangan jumlah kekuatan proton dengan melimpahkan muatannya kepada proton supaya tetap seimbang sama kekuatannya dengan electron yang mengelilinginya. Pelimpahan muatan inilah yang menjaga keabadian wujud adanya atom bahkan seluruh atom semua benda yang ada di jagad raya ini. Subhanallah!!!
Allah berfirman di dalam dalam Al-Quran s24a41; s17a44:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ(41)وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ( النور 41-42)أَ
24:41. Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.24:42. Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk)”(S 24 An-Nur 41-42).
Para ulama menafsirkan firman Allah s24a41-42 dan yang mirip (s13a13,s17a44,s24a41,s59a24,s62a1,s64a1) mereka menyatakan bahwa seluruh makhluk yang ada di jagad raya ini malaksanakan “Tasbih” atau bertasbih kepada Allah dengan cara menepati dan menetapi angka-angka perbandingan, kecepatan, reakasi, lokasi, system hukum termasuk rel jalannya electron, oleh materi atau benda dari yang paling kecil virus sampai yang paling besar galaksi Bima Sakti, Andromrda dan semua penghuni bola langit seluruhnya tunduk taat bertasbih kepada Allah.
Sampai kini tercatat ada 92 macam atom kecuali yang buatan oleh para pakar, di sana ada unsur yang atomnya terdiri dari satu proton satu electron yaitu hidrogenium, yang dua-dua :Helium, yang 3:3 Lithium dan yang 4:4 Beryllium, yang 5:5 Berium, yang 6:6 Carbogenium yang 7:7 Nitrogenium, yang 8:8 Oxygenium sampai 92:92Uranium.

Pada ukuran volume-besaran yang sama mungkin saja terdapat lingkaran-jalur berputarnya electron lebih dari satu, terlihat disini 6 jalur, tetapi tidak searah, anehnya ialah tidak pernah berbenturan dan ini sudah berlangsung sekitar 18 milyar tahun.
(a) Lintasan putaran elektrom dan Ruang yang Kosong
Elektron tugasnya ialah mengelilingi proton menjaga atom tetap sebagai materi. Untuk atom yang nomer besar maka lintasan perjalanan electron itu ada yang mempunyai 7 macam lingkaran lintasan, maka garis lingkaran yang paling dekat dengan inti atom ada 2 elektron, lintasan ke-2 dan ke-3 ada 8 elektron, demikian bertingkat-tingkat, untuk garis peredaran yang paling luar ada 18 elektron atau lebih di dalam satu jalur lingkaran. Walaupun dalam satu ukuran lingkaran yang jauhnya sama dari inti atom, tetapi electron-elektron tadi tidak akan berbenturan, sebab ARAH relnya berbeda atau tempat-nomer antrean tertib urutannya berbeda dan memang unsur yang bermuatan sama akan saling menolak menjauhinya, sehingga tiap electron misalnya 2 elektron bahkan 18 elektron dalam satu rel lingkaran sekalipun tidak mungkin bertabrakan, sehingga mereka membentuk rel garis edar dengan arah sendiri-sendiri walaupun jarak dari protonnya sama, bahkan seluruhnya saling menjaga jarak, arah berputarnya, kecepatan dan semua hukum fisika mereka taati, dengan tepat sangat ketat sekali. Allahu Akbar Allah Maha Besar, Allah Maha Mengawasi, Allah Maha Benar, Maha Suvi.
Para fisikawan pakar Ilmu Pasti Alam menjelaskan bahwa jarak dari inti atom sampai electron, jika digambarkan dapat dibayangkan jarak dari inti atom sampai elektreon ini bagaikan perbandingan berikut:
Jika inti atom itu dibesarkan menjadi sebesar buah JERUK Manis, maka electron yang paling dekat itu besarnya sama dengan seekor lalat terbang mengelilingi jeruk manis itu dengan jarak jauhnya dari jeruk (inti) ialah 6 Km. Dari perhitungan jarak antara inti atom dengan electron ada 6 Km dan electron besarnya sama dengan seekor lalat dibanding jeruk, sehingga berdasarkan perbandingan dan jarak antara electron dan proton ini maka pakar ilmu fisika sangat kagum dan membayangkan bahwa jagad raya ini didominasi oleh ruang kosong tidak ada apa-apanya, sebagaimana kita saksikan ruang-kosongnya langit di atas kita ini.
Para pakar Ilmu Kimia saling sepakat dengan pakar Ilmu Astronomi bahwa system dan pola susunan TATA SURYA dengan matahari dengan satelit yang mengelilinginya dan galaksi-galaksi dengan bintang-planet anggotanya itu persis seperti system dan pola dalam unit ATOM, dengan berbagai macam aturan hukum dalam atom.
Jika seandainya elektron berhenti pada orbitnya tidak mengitari inti atom, ia akan tertarik oleh gaya gravitasi inti atom sehingga ukuran atom akan memadat-mengecil satu per 10 pangkat 15 dari ukuran sebelumnya. Kemudian, jika seandainya ini terjadi pada tubuh onta, ukuran onta tersebut akan mengecil hingga 10 pangkat 15 kali lipat. Ukurannya menjadi sangat kecil atau seperti bakteri dan hanya bisa dilihat melalui mikroskop canggih, mungkin ukur¬annya seperti seekor onta dengan seekor semut yang bisa masuk ke dalam lubang jarum.
(b) Ionisasi
Atom itu dapat saja mengalami kehilangan salah satu elektron atau mendapat tambahan suatu electron dan proses ini dinamakan ionisasi. Atom yang kehabisan semua elektronnya maka atom itu menjadi lenyap alias gaib bukan materi lagi, sebaliknya elektron bebas dapat menarik atau masuk kedalam suatu unit atom, bahkan dapat mengubah sifat-sifat atom yang dimasukinya itu menjadi atom baru.
(c)-Nuklir.
Pada umumnya masyarakat mengenal istilah nuklir dari sejarah Perang Dunia II. Pada saat itu, dua buah bom nuklir meledak atau diledakkan oleh tentara Amerika Serikat, masing-masing di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Bagi bangsa Indonesia, peristiwa pengeboman dua kota di Jepang tadi menjadikan titik tolak detik-detik proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, setelah 3,5 abad dijajah oleh Belanda dan selama 3,5 tahun dijajah oleh Jepang. Dalam hal ini perlu kita memahami apa yang dinamakan Fusi nuklir.
Fusi nuklir ialah suatu proses 2 inti atom bergabung, membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Fusi nuklir dapat menjadi sumber energi yang menyebabkan bintang bersinar, Bom Nuklir dan Bom Hidrogen dapat meledak.
(d) Bom Atom
Bahan bom atom ialah uranium-235 atau plutonium-239. Pada prinsipnya, bom atom terdiri dari dua satuan bahan digabung menjadi satu unit. Bila hendak diledakkan, kedua bahan tersebut digabungkan rapat-rapat kemudian terjadilah rentetan pembelahan inti atom yang mengakibatkan dentuman yang sangat dahsyat. Sebagai contoh, bom atom generasi awal yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki (1945) memiliki daya ledak sekitar 20.000 ton TNT.
Jenis bom yang lain adalah bom hidrogen. Bom H ini mendapatkan tenaga dari fusi inti-inti atom hidrogen berat.. Ledakan bom ini akan menghasilkan bola api yang panasnya 200 Mega electron-Volt (MeV) dengan garis tengah beberapa kilometer disertai timbulnya awan cendawan yang tinggi sekali.
Cara penelitiannya ialah dengan menembaki atom Uranium-235 (U-235), setelah inti atom U-235 pecah, lalu dipancarkan 2 atau 3 buah neutron baru ke dalam inti ini, hingga timbul reaksi maka reaksi tersebut dinamakan reaksi nuklir, disebut juga reaksi fisi karena terjadimya pembelahan inti atom U-235 pecah menjadi dua inti.
(e) Materialisasi dan Fusi
Para pakar ilmu kimia menjelaskan bahwa di alam semesta ini banyak terdapat electron bebas, maka electron bebas ini menarik atau masuk ke dalam unit suatu atom dan mengubah sifat maupun ciri-ciri atom yang dimasukinya. Bahkan secara elektronika, maka materialisasi itu mampu mewujudkan angan-angan khayal menjadi wujud yang indrawi. Wujud ini dapat berbentuk manusia lengkap atau berbentuk sebagian anggota badan seperti muka atau tangan saja.
Dokter Paryana dari Akademi Metafisika Yogya memperkuat teori ini dengan bukti bahwa jika seseorang mempunyai angan-angan yang sangat kuat terhadap temanya yang sangat dirindukan sekali sedang berada di depannya tidak terlalu jauh, maka tiba-tiba temannya itu memutar pandangannya kepada dia sehingga terjadi pertemuan yang terlalu mesra. Menurut Dr.Paryana peristiwa ini terjadi melalui aliran elektron bebas oleh seseorang yang diarahkan kepada teman yang diangan-angankannya dan terjadilah proses seperti halnya ionisasi di atas.
Para pakar ilmu fisika mungkin lebih mudah menerima bahwa Isra`-Mi’raj Nabi Muhammad Saw yang menurut jumhur ulama terjadi dengan jasmani dan rohani beliau, maka kita bayangkan bahwa beliau waktu itu mengalami proses ionisasi, materialisasi dengan fisi dan fusi dalam teori ilmu atom terurai di atas ini. Lebih mudah lagi memahami apakah Isra` Mi’raj Nabi Saw itu jasmani atau rohani ialah bahwa siapa yang masuk ke alam gaib itu maka di dalam alam gaib itu memang tidak berlaku hukum ilmu logika yang serba indrawi-lahiriyah, sehingga dalam alam gaib dan dalam alam makhluk halus itu tidak ada materi, tidak ada ukuran waktu, tidak ada jarak, tidak ada ruang, tidak ada arah dan semua teori logika akal yang indrawi tidak ada.
Gendruwo, Memedhi,Wedon,Celeng, Anjing gadungan
Teori ilmu atom proses ionisasi, materialisasi dan fusi ini sangat mirip sekali dengan terjadinya proses penampakan dan menghilang diri oleh makhluk halus atau binatang jadi-jadian seperti Macan gadungan, Celeng gadungan, Anjing gadungan atau penjelmaan dan menghilangnya diri oleh Gendruwo, Memedhi, Wedon, Ilu-ilu, Banaspati, Jaelangkung, Thethekan, Kuntilanak dan sejenisnya.
Gendruwo dan rekan-rekannya ini sebenarnya melakukan hukum materialisasi dari khayalan diri medium (individu) atau khayalan seorang “penakut” yang membayangkan adanya Gendruwo dan rekan-rekanya, melalui sehingga proses materialisasi pelepasan daya listrik (elektron) melakukan teori-atomis (fisi dan fusi) membentuk atom baru menjadi molekul, kamudian menjadi benda, membentuk bayang-bayang menjadi Gendruwo, Macan malihan, Celeng gadungan dan seterusnya. Teori ini dapat diperkuat dengan kenyataan bahwa Gendruwo dan rekan-rekannya itu tidak pernah dijumpai oleh:
Seorang yang cuweg tidak ambil posing atau pemberani untuk mengangan-angan adanya hantu-hantu.
Demikian juga dapat diperhatikan bahwa orang yang sakit batuk, orang bersin, ceguken, angob , mengantuk, orang tidur, orang gila, semua ini tidak pernah melihat Gendruwo dengan rekan-rekannya itu.
Ibnu ‘Arabi seorang ahli tasawuf Wihdatul Wujud menggambarkan alam-semesta ini sebagai cermin yang sangat besar dan Tuhan bercermin, gambarnya terlihat di dalam cermin. Ibnu ‘Arabi dalam faham Wihdatul Wujud memahami gambar dalam cermin ini dikiaskan sebagai alat atau perantara untuk mengenal Tuhan. Sebab namanya Alam menurut definisi Syar’i arti kata ‘Arabiayah Al- ‘Alamun itu ialah sarana untuk mengenal siapa yang menciptakan alam ini, Gambar dalam cermin ini bukan Tuhan, tetapi Tuhan ialah yang di sebelah depan yang sedang becermin tersebut.
Kenyataan ini sangatlah pasti, sehingga kita kawatirkan adanya sejumlah ilmuwan materialis, yang meyakini materi sebagai wujud absolut. Dan para ilmuwan telah menyadari akan keterbatasan indera manusia. Semua kenyataan ini menghadapkan kita kepada pertanyaan yang sangat penting, jika segala sesuatu yang ada ini, adalah kejadian penampakan bayangan yang dimasukkan kepada Ruh kita, lalu apa dan siapakah sumber asli yang menampakkan diri ini? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka kita harus mempertimbangkan bahwa alam materi tidak ada dengan sendirinya, akan tetapi sekedar penampakan bayangan. Oleh karena itu sudah sewajarnya bila penampakkan bayangan ini ada karena adanya kekuatan lain yang sangat besar maka artinya ialah bahwa semua ini pasti ada yang menciptakan.
Lebih dari itu penciptaan ini harus terjadi bersambung terus menerus, jika terputus tidak diteruskan maka sama dengan berhenti dan habis riwayatnya alias musnah dan hilang. Hal ini bisa disamakan dengan televisi yang terus-menerus menampilkan gambar dan program-programnya, jika pusat siaran di sana menghentikan siarannya maka gambar di TV tadipun akan hilang. Maka yakinlah bahwa sesungguhnya yang menjadi dalangnya ialah RUH atau jiwa.
Siapakah yang membuat Ruh kita dapat melihat semua alam materi ini, jelas sekali bahwa ada Dzat Maha Pencipta Yang Maha Agung yang telah menciptakan seluruh alam materi, yakni keseluruhan pemunculan gambar dalam cermin dan terus menerus menciptakannya tanpa henti. Karena pencipta ini memperlihatkan penciptaan yang luar biasa, DIA pasti memiliki kekuatan dan kebesaran yang Abadi, semua penampakan gambar dalam cermin DIA ciptakan sesuai dengan kehendak-Nya dan DIA berkuasa atas segala yang diciptakannya setiap saat, Yang Maha Pencipta ini adalah ALLAH penguasa Langit dan Bumi, Alam Semesta, maka wujud yang absolut sesungguhnya adalah ALLAH, segala sesuatu selain Allah adalah bayangan yang diciptakan dan segera lenyap (http://www.harunyahya.com).
Menurut ‘Ibnu ‘Arabi dari Wihdatul Wujud, bahwa yang hakiki itu hanya Satu, yaitu Allah, gambar dalam cermin yaitu alam semesta ini hanyalah gambar bayang-bayang saja.
Allah berfirman di dalam Al-Quran:
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ(26)وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ( الرحمن 26- 27)
” Semua yang ada di bumi itu akan binasa”.(55:27). “Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”(S 55 Ar_rahman 26-27
2) Alam Semesta & Angka-angka Utopis
Jhon O’neil ilmuwan Amerika penulis buku The Majesty dia taajub kepada Ali Abi Hasan lmuwan muslim, yang hidup pada abad ke¬12 M yang menyatakan bahwa:Atom itu beratnya 1,5 gram dibagi Satu Triliun. Ukuran kecilnya ialah bahwa dalam 1 gram terdapat 660 miliar triliun atom.
Adapun hakikat atom itu adalah ruang yang nyaris hampir kosong. Pakar Ilmu Astronomi sepakat dengan pakar Ilmu Kimia bahwa system Tata Surya dalam Jagad Raya persis sama dengan .sistem Atom dengan proton, electron dan neutron itu.
Ruang langit yang kosong dapat dicatat sedbagai berikut:
Langit yang dapat dijangkau dalam riset-penelitian astronomis hanya sapai 14 milyar tahun cahaya kilometer.
Peta seluas 14 milyard tahun cahaya tersebut sementara dianggap dapat menampilkan luas Alam Semesta yang bisa dijangkau oleh pakar penelitian astronomis manusia di bumi. Galaksi-galaksi di alam semesta cenderung untuk berkumpul menjadi bentangan yang luas dengan superkluster galaksi sekitarnya. Jumlah bintang dan galaksi yang dapat diramal diperkirakan di alam semesta ini adalah sekitar 7 triliun galaksi yang menghimpun 30 miliar triliun (3×10 ² ² sama dengan 3 kali 23 nol) bintang (http://www. Atlas of the universe com.)
Meskipun tampak begitu besar, tata surya sungguh kecil dibandingkan dengan galaksi Bima Sakti (milky way), tempat tata surya berada, dengan catatan sebagai berikut:
Jari-jari alam semesta adalah 50×10 pangkat 58 TcKm Berapa banyak-kah angka Ini ? ini dia angkanya 50 kali 10 nolnya 58 buah X 9.460.800.000.000 Km.
Para pakar ilmu fisika membayangkan bahwa jagad raya ini didominasi oleh ruang kosong yang luasnya luar biasa tidak dapat kita bayangkan; Jelas sekali langit yang tidak terhingga yang kita lihat diatas kepala dengan mata melotot; Maka Allah yang membuat alam semesta ini sungguh Maha Besar, Allah Mutlak Maha, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahi Hamdu!!!!!!! .
Allah berfirman:
ءَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا()رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا )النازعات 27-28)
“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya”(S 79 An-Nazi’at 27-28).
Tercatat di bawah ini angka-angka utopis-fiolosofis yang ditulis oleh para pakar Ilmu Pasti Alam-Pakat-pakar Ilmu Eksakta:
Radius-Luas Jumlah Anggota JumlahBintang Keterangan
100 juta T.c. Km 50000 galaksi-Virgo 200 trilyun bintang Himpunan Galaksi-galaksi
SatuMilyardTcKm 60JutaSuperCloster 258trilyunBintang 60jutaSuperClosterKumpul
14milyardT.c.Km 7Trilyun Galaksi 30 Milyard Trilyun Mirip Beras SatuTruk
Dalam radius 100 juta tahun cahaya ini akan terdapat
No Nama Benda Jumlah anggota Jumlah bintang
1 Galaksi-Kelompok 200 galaksi
2 Galaksi Besar 2 500 galaksi
3 Galaksi kerdil 50 000 galaksi
4 Jumlah bintang 200 trilyun
( http://www.atlasoftheuniverse.com.)
Kedudukan, jarak jauh
No. Nama benda langit Jarak dari Sampai-ke Luas-jauhnya (Tc Km)
1 Bima Sakti Titik awal Titik akhir 100 000 TahunCahaya
2 Bima Sakti Garis Tengah 2X jari2 15 000 T.C.Km
Bima Sakti Antar Bintang Antar Bintang Terlalu jauh
3 Tata Surya Pusat Galaksi Bima sakti 30 000 Tc. Km
4 Andromeda Bima Sakti Andromeda 2.500 000 000 Tc
Andromeda 200 000 Tc.Km
5 Jagad Raya KelilingBolaLangit Luasnya 30 000 000 000 Tc
6 Alam Semesta Diameter 2X50+58nol 100nol=58 Tc.Km
(http://www.nasaimages.org).
Jari-jari alam semesta adalah 50 x 10 pangkat 58 Tc; Artinya 50×10 pangkat 58 TcKm) Berapa banyak-kah angka Ini ?
ini diaangkanya=50X10 nolnya 58 buah X 9.460.800.000.000).
Sistem tata surya&satlet-pengekor
No. Nama bendalangit Jumlah isi/bintang Ketr
1 Tata Surya 10 planet Mars,Venus, dsb
2 Bima Sakti 250 000 000 000
3 Alam Semesta 300 Milyar Galaksi BimaSalti dsb
4 Andromeda 400BilyunXmatahari
5 Nebula Kumpulan Galaksi Grupgalaksi
6 Himpunan Nebula Sejumlah nebula
7 Grup Nebula Semua HimpunanNebula
8 Guci Semua Grup Nebula
9 Alam Semesta Jumlah Semua Guci 300MilyarGalaksi
*)Baca Al-Quran [Al Baqarah 255] Tc= 9.460.800.000.000 km
~~http://syiarislam.wordpress.com;http://www.alphadad.net
~~http://www.bcssa.orghttp://apod.nasa.
Besar & Volume, keliling, Garis Tengah, Jari-jari
No. Bendaangkasa Kelilingnya&Volume DiameterX2jari2
1 Bumi 40 000 Kilometer
2 Matahari 1.391.980 km
3 Antares 804.672.000 Km.
4 Bima Sakti 100 000 Tc. Km
5 Andromeda 2000 000 Tc Km
6 Andromeda 400 bilyunXmasa-matahari
7 Alam Semesta Jumlah Semua Guci 300 Milyar Galaksi

Jika dunia ini begitu luas, maka Allah menegaskan bahwa akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Jauh lebih luas lagi dari dunia! Allah berrfirman (Qs2a255):
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” (Al Baqarah 255) . (http://syiarislam.wordpress.com;).
Keliling bumi ada 40.000 km, ini sangat besar bagi kita, tetapi terlalu kecil dibanding dengan Matahari yang diameter (lebar) matahari 1.391.980 km. Jika bumi “dimasukkan” ke dalam matahari, ada 1,3 juta bumi yang bisa masuk. Saat ini bumi sudah tidak bisa dibandingkan dengan Antares yang diameternya 804.672.000 Km.
Lebih jelas lagi.
Jika diameter galaksi Bimasakti panjangnya 100.000 tahun cahaya (tc); maka arti angka ini ialah bahwa jari-jari Bima Sakti ialah 50.000 Tc. Hal ini juga berarti bahwa jari-jari Nebula adalah 50 x 10 pangkat 14 tc. (50X10 pangkat 14 Tahun CahayaKm); Selanjutnya jari-jari Himpunan Nebula menjadi 50X10 pangkat 25 Tc Km. Jari-jari Group Nebula adalah 50X10 pangkat 36 Tc.Km). Jari-jari guci adalah 50X10 pangkat 47 TcKm..
Jari-jari alam semesta adalah 50 X 10 pangkat 58 Tc.Km;
Catatan :Hingga kini manusia hanya mampu melihat sejauh 14 milyar tahun cahaya. Jarak bintang terjauh yang bisa diamati dari bumi= 14 000 000 000 tahun cahaya= sama dengan 300 000 X60X60X24X30X12X 14 000 000 000 Kilo meter.Allah berfirman:
تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا (الفرقان61)
“Maha suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang” (Al-Furqan:61).
Kata (buruj/gugusan bintang) memperlihatkan akan keajaiban hakiki dalam Al-Quran.
Struktur kosmik.
N Benda angkasa Diameter
1 Matahari 1.391.980 km
2 Antares 80.672.000 Km.
3 Bima Sakti 100 000 Tc. Km
4 Nebula 50X10pangkat 14 Tc.Km
5 Bumi 12.756 Km
Tc=Satu tahun cahaya yaitu tahun cahaya= sama dengan 300 000 X60X60X24X30X12 sama dengan 9.460.800.000.000 km. (http://www.geschool.net/1217493/blog/post)

Dari Blue Print yang sangat ideal
Gerak Lalu lintas Tata surya Galaksi yang berjumlah milyaran masing-masing dengan anggotanya yang mengisi alam semesta ini penciptaannya tidak terjadi secara acak-acakan, tetapi ia merupakan bangunan melalui Blur Print perencanaan yang sangat rinci jelimet sekali sekaligus merupakan bangunan yang kokoh dan terlalu besar, yang panjangnya mencapai ratusan juta tahun cahaya! Karena kata “Burujan”(gugusan bintang Al-Quran s25a61 di atas) jelas memberi petunjuk kepada keagungan bangunan yang kokoh dan sangat besar sekali dan inilah yang kita lihat sesungguhnya pada galaksi kosmik yang terdiri dari jutaan galaksi dan masing-masing galaksi terdiri dari miliaran bintang!!! Karena itu memaksa kita untuk merenungkan kepada keagungan Allah Yang Maha Pencipta Maha Kuasa ini: s38a27, S3a191:
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ذَلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ ( ص27)
38:27. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka “(S 38 Shad 27).
@Luas Alam Semesta
Setelah Bumi terwujud maka Tata Surya (solar system) dengan 1 bintang (matahari) dengan 10 planetnya, Yupiter dsb.
Tata surya ini terletak di dalam galaksi Bima-Sakti yang memiliki lebih dari 200 milyar bintang.
Galaksi berasal dari Nebula, karena itu kumpulan galaksi disebut Nebula. (ingat, jumlah galaksi mencapai 300 miliar galaksi-ini yang baru ditemukan, berapa lagi yang belum!!!)
~Kumpulan nebula disebut Himpunan Nebula.
~Kumpulan himpunan nebula disebut Group Nebula.
~Kumpulan group nebula disebut Guci.
~Kumpulan guci inilah yang menjadi alam semesta.
Subhanallah, Maha SuciAllah!!!!Maha Besar Engkau Ya Allah !
Allah berfirman terurai di atas:
Allah Ta’ala itu Ontologis Maha, artinya tidak ada apapun juga yang dapat mengalahkan sifat wajib Allah yang 20 maupun 99 nama Al-Asmaul Husna yang serba Maha dan Mutlak Maha.
Ahli pikir Mu’tazilah menyatakan bahwa Allah itu hanya mempunyai satu sifat yaitu Mutlak Maha Esa, sedangkan ulama Asy’ariyah berpendapat bahwa Allah itu mempunyai sifat 20, yaitu: (1} Wujud=Ada.(2}. Qidam= Lebih dahulu.(3) Baqa’ = Kekal.…s/d… .(20). Mutakalliman : Yang Berfirman.
Al-Asmaul Husna disebut-sebut Allah dalam Al-Quran dalam s.7a180, s17a110 dan s20a8 dan dengan singkat Allah menyebutnya dalam s59a22-24, kemudian dicatat oleh Bukhari dalam hadis no.2531 dan dirinci 99 nama itu satu persatu oleh Tirmidzi dalam hadis no.3429. Allah menyebut Al-Asmaul Husna beberapa saja, yaitu:
(1)Maha Mengetahui yang gaib dan yang indrawi.
(2)Maha Memberi, banyak-banyak, dengan kasih sayang.
(3)Maha Suci, bersih dari sifat negative, kotor, salah, jelek, jahat.
(4)Maha Menang, tidak terkalahkan, Maha Kuasa, Maha Agung.
(5)Yang Menciptakan, Yang Mengadakan.Yang Memelihara. Yang Mendidik, yang Menyempurnakan
(6)Maha Bijaksana, Yang Terbaik.
Secara ontologis maka prioritas sifat Bijaksana dapat dibandingkan, dari yang bijaksana, sangat bijaksana, benar-benar sangat bijaksana, Allah itu Maha Bijaksana (Demikian juga sifat dalam seluruh sifat yang 20 dan 99 Asmaul Husna
لااله الاالله Tidak ada apa-apa kecuali Allah ”=====
Maka kita yakin bahwa sifat Allah itu Mutlak Maha mengalahkan daya kemampuan seluruh makhluk di jagad raya. Allah menegaskannya dalam Al-Quran:”(S.42 Asy-Syura 11). S.112 Al-Ikhlash 1-4).”(S.79 An-Nazi’at 27-30). s.21 Al-Ambiya` 22 atau S.6 Al-An’am 103.
BAB TIGA
Skala prioritas paling ideal
Masalah ke-3:Bagaimana seharusnya manusia melihat sifat Allah yang Ontologis-Maha itu? Jawaban hipotetis: Manusia wajarnya suka mengabdi kepada Allah, meyembah, bertasbih mensucikan dan meng-Esa-kan Allah dengan Tauhid yang sesungguhnya, khususnya memprioritaskan atau mendahulukan Allah mengalahkan seluruh peringkat di bawah Allah dalam seluruh masalah yang dihadapi oleh manusia.
Dalam kehidupan sehari-hari kita mengalami dan menghayati situasi maupun kondisi yang bobotnya bertingkat-tingkat. Maka masalah manakah yang diprioritaskan lebih dahulu, berturut-turut manakah prioritas ke-2, kemudian prioritas ke-3 dan seterusnya.
Skala Prioritas yang sangat ideal ialah mendahulukan perintah Allah, nomer kedua hadis Rasulullah dan ketiga Ijtihad akal. Secara rinci mendetail ketiga tingkat ini masing-masing terbagi ke dalam tingkat prioritas nilai kebenaran yang lebih kritis, maka lebih tinggi nilainya diprioritaskan lebih utama mengalahkan yang nilainya lebih rendah.
Skala Prioritas yang Islami
Berikut adalah tingkat prioritas kebenaran yang ada di dalam Al-Quran, hadis menurut akal maupun logika. Sehingga yang dinamakan prioritas yang ideal ialah mendahulukan dan memprioritaskan dalil yang teringgi mengalahkan dalil yang klasnya lebih rendah, yaitu sebagai berikut:
Sumber hukum&Prioritas ketaatan hamba kepada Allah
Ad 1:Tingkat-tingkat dalil Al-Quran
Berdasarkan Al-Quran s4a59, hadis riwayat Tirmidzi no.1249 dan Abu Dawud no.3119, penentuan prioritas ketaatan yang ke-1 ialah taat kepada Al-Quran, jika tidak ada dalam Al-Quran bergeser ke prioritas ke-2 Taat kepada Hadis Rasul Saw lalu jika di dalam hadis tidak diketemukan lalu bergeser ke prioritas ke-3 Ijtihad akal.
Hadis Mu’dz ibnu Jabal ini menjadi asas landasan prioritas ijtihad mencari dalil Syar’i prioritas ke-3, yaitu:
Arinya: “Dari Mu’adz bahwa Rasulullah Saw.yelah mengutus Mu’adz ke Yaman. Beliau bertanya: “Bagaimana anda menetapkan masalah” Mu’adz menjawab: “Dengan Kitab Allah” Beliau bertanya: “Jika dalam Al-Quran tidak ada? Dia menjawab:”Dengan Sunnah Rasulillah Saw. Beliau bertanya: “Jika tidak ada dalam Sunnah? Dia menjawab: “Aku berijtihad dengan pendapatku” Beliau bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah menepatkan utusan Rasulullah Saw.”(HR Turmudzi no.1249 dan Abu Dawud no.3119).
Ad 1; Sumber pertama :Al-Quran
Abu Zahrah dalam Ushulul Fiqhnya (tth.90) mencatat bahwa cara menetapkan skala-proritas yang lebih jeli dan rinci sekali ialah melalui pilihan utama kemudian ke-2, ke-3 dan seterusnya dapat dilakukan melalui penelitian atas lafal nash, Dan usaha penelitian terhadap lafal ada 8 tingkat prioritas:
i. Al-Muh}kam(المحكم) nash yang paling jelas(hanya satu arti)
ii. Al-Mufassar(المفسسر) maksudnya lebih jelas
iii An-Nash(النص) maksudnya cukup jelas
iv. Azh-Zhahirألظاهر)) maksudnya jelas
v. Al-Khafiyyu الخفي)) maksudnya yang samar-samar
vi. Al-Musykil (المشكل) maksudnya lebih tersembunyi
vii.Al-Mujmal (المجمل) maksudnya sangat kabur
viii. Al-Mutasyabih (المتشابه) maksudnya tak dapat diketahui.
Ad 2:Sumber kedua ialah hadis(Taat kepada Rasulullah)
a) Hadis yang paling banyak sumber primernya atau saksi yang menyaksikan peristiwa terjadinya hadis itu banyak sekali didahulukan menjadi prioritas utama mengalahkan yang saksinya sedikit kurang dari sumber riwayat tersebut ada 5 tingkat prioritas , yaitu:
1).Mutawatir , yaitu hadis yang saksinya terlalu banyak.
2).Masyhur, yaitu yang sumber atau saksinya kalah banyak dari jumlah saksi hadis yang Mutawatir .
3).Mustafidh, yaitu yang sumbernya tiga orang, atau saksinya hanya 2orang.
4)’Aziz, sumber atau saksinya hanya satu orang.
5).Fard atau Gharib, yaitu bahwa sumbernya hanya satu orang atau tidak ada saksinya.
b). Nilai pribadi dan proses penyebaran hadis, ada 3 tingkat:
1). Shahih, sumber primer dan individu penyambungnya semuamya bersih dari cacat.
2). Hasan,sedikit kurang memenuhi syarat Shahih.
3). Dha’if tidak memenuhi syarat Shahih dan Hasan, sebab adanya cacat sumber primer dan orang-orang dalam estafet beri terima bunyi hadis (1) Dusta.(2) Tertuduh dusta. (3)Banyak keliru. (4) Lengah terhadap hafalannya. (5) Berwatak fasiq. (6) Keliru faham, (7) Berbeda dengan perawi yang lebih kuat. (8) Tidak diketahui identitas dirinya.(9) Bid’ah dalam I’tiqad,(10) Hafalannya lemah.
c). Penelitian terhadap Subyek yang diriwayatkan, maka prioritas utama ialh yang Marfu’, ke-2 ialah yang Mauquf. Yang ke-3 ialah hadis Maqthu’.
1). Marfu` yang diberitakan itu ialah Rasulkullah Saw.
2). Hadis Mauquf yang diberitakan itu ialah sahabat.
3). Hadis maqthu` yang diberitakan itu ialah tabi`in.
Demikian seterusnya banyak sekali cara memilih dan menelusuri skala prioritas sumber hadis yang dimenangkan dan mengalahkan hadis dan riwayat yang lemah, dalam hal ini dapat dipertajam lebih menukik sangat rumit sekali dianalisa oleh para ulama, yaitu:
~ Al-Ghazali dalam Al-Mushtashfa, ada 42 segi atau sifat yang dipertandingkan
~ Ar-Razi dalam Al-Mahshul mencatat ada 100 macam segi
~ Al-Amidi dalam Al-‘Uddah mencatat ada 177 segi yang dipertarungkan atasnya.
Sistem dan metode sekala prioritas pemilihan melalui nilai sumber riwayat hadis ini diisyaratkan oleh Al-Quran S.4 An-Nisa` 59, S.2 Al-Baqarah 147, S.3 Ali ‘Imran 60, S.6 Al-An`am 114, S.10 Yunus 94 melalui penafsiran para ulama tafsir.
Ad-3.Sumber ketiga: Ijtihads akal
Hasil ijtihad akal itu harus didasarkan atas kebenaran yang sungguh-sungguh dengan syarat sebagai berikut:
Nilai kebenaran dan peringkatnya.Bagaimanakah kebenaran yang sungguh-sungguh itu? Tertib urutan hasil pemikiran akal dapat ditinjau dari dua pola, yaitu:
a. Kebenaran hasil pemikiran akal yang nilainya paling tinggi ialah kebenaran yang univeral, yaitu kebenaran yang diakui sebagai benar dengan syarat berikut:
(1) Benar yang berlaku di seluruh dunia.
(2) Yang diakui benar oleh semua orang.
(3) Yang berlaku abadi-selama-lamanya;
(4) Yang diakui benar terakhir.
b. Kebenaran hasil pemikiran dan penelitian:
Kebenaran Ilmu itu dibagi menjadi 4 tingkat, sebagaimana terurai dalam bab dua di atas, yaitu(Seperti terurai di atas)
i. Pengetahuan (Knowledge), yaitu gambaran yang diterima oleh manusia melalui panca indera yang sehat dan berfungsi.
ii. Ilmu (Science), yaitu gambaran hasil penginderaan tingkat pengetahuan dikembangkan lagi dengan menerapkan teori Ilmu Metodologi Penelitian Ilmiah.
iii. Filsafat, ialah suatu hasil usha akal pemikiran manusia dalam mencari kebenaran di atas kebenaran dengan berfikir yang teratur, bebas, sistematis, radikal dan universal;
iv.Wahyu, yaitu ilmu Allah yang bersifat mutlak, Maha Benar sehingga kebenarannya paling tinggi mengalahkan seluruh ilmu dan pengetahuan semua makhluk.
Fiqh Prioritas Dr. Yusuf Qardhawi
Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Al-Aulawiyat (Fiqih Prioritas) mencatat urutan masalah yang harus diprioritaskan lebih dahulu mengalahkan prioritas ke-2, ke-3 seterusnya ialah:
Hak masyarakat mengalahkan hak individu dan pribadi
Yang lebih tinggi kualitasnya diutamakan lebih dahulu mengalahkan yang lebih jumlah atau kuantitasnya.
Yang lebih meyakinkan didahulukan mengalahkan apa yang meragukan.
Yang lebih mudah dan lebih ringan diprioritaskan lebih dahulu mengalahkan yang sangat sukar dan lebih berat.
Yang paling awet lebih lama didahulukan mengalahkan yang berumur sekejap sebentar.
Masalah lebih penting lebih pokok mengalahkan yang masalah yang cabang atau ranting.
Masalah yang fardhu ‘ain mengalahkan yang fardhu kifayah atau sunat.
Yang loyalitasnya kepada umum mengalahkan apa yang loyalitasnya kepad kabilah-suku dan perorangan.
Hasil Ijtihad mengalahkan nilai asalnya dari taqlid.
Mendahulukan yang tahap demi tahap mengalahkan yang tiba-tiba sangat mendadak.
Yang kontinu jalan terus mengalahkan yang putus-putus.
Beramal waktu genting lebih utama mengalahkan beramal ketika dalam situasi noemal dan lapang .
Yang bersifat batini mengalahkan yang tampak indrawi.
Dakwah didahulukan mengalahkan perang.
Dalam Ilmu Tarjih maka yang Arjah mengalahkan yang marjuh.
Kesan dan pesan
Dari uraian di atas kiranya dapat diambil kesan dan Pesan:
Allah itu Mutlak Maha, makhluk manusia mendapat rahmat Allah berupa daya kemampuan untuk memilih mana yang benar mana yang salah, untuk beriman dan beramal soleh.
Dalam menghadapi semua masalah hidup itu sudah ada petunjuk tertib urutan mana yang harus diprioritaskan lebih dahulu mengalahkan yang dibelakangnya.
Manusia hendaklah memilih dan mentaati petunjuk skala prioritas itu secara Naqli dari Allahdan ‘Aqli logika-akal.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: