Oleh: pondokquranhadis | Mei 7, 2016

Mental-Baja dalam Jihad (Masalah Tolikara)

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ (الحج 78)
22:78. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”(S22 Alhajji 78)
Tema dan Sari Tilawah
*Orang yang beriman wajib berjihad untuk membela agamanya
*Jihad itu tidak boleh lemah-semangat tetapi harus sungguh-sungguh sepenuh daya-kemampuan.
*Islam itu warisan agama dari Nabi Ibrahim, muslim.
*Nabi dan umat nabi menjadi saksi terhadap seluruh manusia.
*Orang Islam wajib shalat, membayar zakat dan berjihad dengan mental-baja sangat militant.
*Allah itu pengayom orang beriman Pengayom yang paling ideal.
Masalah dan analisa jawaban
*1.Apa makna Jihad yang sebenarnya? Jawaban hipotetis: Jihad itu ialah maksimalisasi perjuangan yang sungguh-sungguh untuk mentaati hukum Allah.
*2.Apa kaitan antara Jihad fi Sabilillah dengan Perang-Sabil? Jawaban hipotetis: Perang-Sabil itu sebagian dari Jihad fi Sabilillah; Beda antara keduanya bahwa Jihad itu ialah puncak semangat semua perjuangan untuk mematuhi hukum Allah mencakup seluruh lini kehidupan manusia. Adapun Perang-Sabil itu jihad dalam arti seperti pengertian diatas ini, jika jihad ini mendapat perlawanan lawan dengan persenjataan perang, sehingga jihad harus dilakukan dengan persenjataan-perang sehingga dapat mengalahkan musuh tersebut.
*3.Bagaimanakah gerak-perjuangan kita dalam Jihad dijaman yang sekarang ini? Jawaban hipotetis: Dengan berlangsungnya Perang-Salib tahun 1292, yang akhirnya dimenangkan orang Islam, maka kaum Salib melanjutkan Perang Salib dahulu itu dan diperkeras lagi sesudah jatuhnya Turki Usmani tahun 1924M bukan dengan peralatan perang saja, tetapi mereka gerakkan apa yang dinamakan dengan Ghazwul-Fikri. Dan Ghazwul-Fikri itu ialah Perang Kebudayaan; Perang atau konfrontasi-Kebudayaan dan ini mirip dengan Jihad fi Sabilillah dalam arti yang seluas-luasnya.
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Jihad itu Berjuang
Apa makna Jihad yang sebenrnya? Jawaban hipotetis: Jihad itu ialah maksimalisasi berjuang yang sungguh-sungguh untuk mentaati hukum Allah, terurai sebagai berikut:
(1) Pengertian Jihad
#Jihad secara bahasa artinya ialah usaha dengan menumpahkan seluruh daya kemampuan dan kekuatan mengejar obyek tujuan yang dikehendaki..
#Jihad menurut istilah syar’i, ialah mencurahkan segala daya kekuatan dalam berjuang menjunjung tinggi kalimat Allah mencakup seluruh lini kehidupan, sehingga dalam hal ini dinamakan JIHAD AKBAR.
# Jihad dalam arti khusus ialah Perang-Sabil seperti makna jihad tersebut diatas dengan peralatan senjata perang sebab lawan menentang Islam dengan senjata tempur.
Para ulama` menyatakan bahwa Jihad secara umum meliputi kehidupan individual maupun masyarakat luas dalam seluruh lini kehidupan, kemasyarakatan, politik, ekonomi, adu kekuatan mental, fisik, melawan musuh yang indrawi sampai yang tidak kelihatan, maka namanya Jihad Akbar.
(2)Jihad Akbar
Jihad Akbar disebut dalam Al-Quran dan & hadis di beberapa tempat:
فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا )الفرقان 52)
“Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar”(s25 Al-Furqan 52)(Lihat pula QS 9 At-Taubat 73).
lah tempat kembali yang seburuk-buruknya”(S9 At-Taubat 73).
Jihad dalam ayat ini tidak mencakup perang melawan orang munafik, sebab menghadapi kaum munafik itu perlu taktik dan strategi yang tepat.
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”S29 Al-‘Ankabut 69)
Ibnu Katsir mencatat hadis Ibnu Abi Hatim dari Ibnu ‘Abbas bahwa Jihad itu pertempuran yang menyeluruh mencakup semua masalah-masalah dalam hidup. Dan lebih lanjut dijelaskan sbb:
Makna dan maksud lafal jihad ialah “Sangat tekun Lillahi Ta’ala, menekan hawa nafsu mengatasi hambatan, melawan setan dan bala tentara setan, orang kafir yang menyerang, sehingga jihad itu mencakup seluruh lahan kehidupan”.
Jihad yang sebenarnya ialah jihad dengan tangan, dengan lisan, dengan hati bahkan sampai usaha yang paling sederhana dapat dimasukkan jihad, jika dikerjakan dengan kesungguhan yang maksimal.
Jihad dengan hati ialah suka duka hati memegang teguh iman; Jihad hati, jihad lisan difahamkan dari hadis Nabi Saw:
قَالَ عَبْدُاللَّهِ بْنَ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَأْذَنَهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ (رواه البخاري 2728 و مسلم 4623)
“’Abdullah bin ‘Amru r.a. berkata: “Datanglah seorang laki-laki kepada Nabi Saw lalu dia meminta izin untuk ikut berjihad. Maka Nabi Saw bertanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Laki-laki itu menjawab: “Iya”. Maka beliau bersabda: “Kepada keduanyalah kamu berjihad (berbakti) “(HR Bukhari no. 2728 dan Muslim no. 4623).
Beberapa amalan sederhana dapat menjadi jihad, berdasarkan hadis berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ الْقَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ( رواه البخاري 4934)
“Dari Abu Hurairah ia berkata; Nabi Saw bersabda: “Orang yang memberi kecukupan kepada para janda dan orang-orang miskin atau orang yang berdiri menunaikan shalat malam (Qiyamullail) dan berpuasa siang harinya”, maka ia seperti halnya seorang mujahid di jalan Allah (HR Bukhari no. 4934).

(3) Perkembangan dan arah tujuan jihad.
Jihad digerakkan oleh Nabi Saw mulai awal masa hijriyah, yaitu berwujud gerakan dakwah yang mengkhususkan pembinaan mental untuk berbuat adil dan penyamaan derajat social-umat selain takwanya, yaitu antara penguasa dengan orang-awam, bangsawan dengan kaum pariya, pakar dengan kaum bersahaja, kyai yang zuhud dengan santri biasa, antara hamba dengan tuan Rasulullah Saw. bersabda dalam hadis riwayat Ahmad:
عَنْ أَبِي نَضْرَةَ حَدَّثَنِي مَنْ سَمِعَ خُطْبَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي وَسَطِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ وَلَا أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلَّا بِالتَّقْوَى أَبَلَّغْتُ قَالُوا بَلَّغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا قَالُوا يَوْمٌ حَرَامٌ ثُمَّ قَالَ أَيُّ شَهْرٍ هَذَا قَالُوا شَهْرٌ حَرَامٌ قَالَ ثُمَّ قَالَ أَيُّ بَلَدٍ هَذَا قَالُوا بَلَدٌ حَرَامٌ قَالَ فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ بَيْنَكُمْ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ قَالَ وَلَا أَدْرِي قَالَ أَوْ أَعْرَاضَكُمْ أَمْ لَا كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا أَبَلَّغْتُ قَالُوا بَلَّغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ )رواه احمد 22391)
“Abu Nadhrah telah menceritakan kepada kami orang yang pernah mendengar khutbah Rasulullah Saw pada hari tasyriq, beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu, ingat!
Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang ajam (non Arab) dan
Tidak ada kelebihan bagi orang ‘ajam atas orang Arab,
Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam,
Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan.
Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan.
*Rasulullah Saw bersabda: “Hari apa ini?” mereka menjawab: Hari haram.
*Rasulullah Saw bersabda: “Bulan apa ini?” mereka menjawab:
Bulan haram.
*Rasulullah Saw bersabda: “Tanah apa ini?” mereka menjawab: Tanah haram.
*Rasulullah Saw bersabda: ” Allah mengharamkan darah dan harta kalian diantara kalian (aku (Abu Nadhrah) berkata; Aku tidak tahu apakah beliau menyebut kehormatan atau tidak)- seperti haramnya hari kalian ini, di bulan ini dan di tanah ini.” Rasulullah Saw bersabda: “Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir”(HR Ahmad no.22391).
Allah berfriman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (المائدة 8)
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”(S 5 Al-Maidah 8).
Kita semua harus bersiap-siap menghadapi lawan yang menghambat agama Allah, baik yang kelihatan maupun yang tidak terlihat, firman Allah:
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَاتُظْلَمُونَ(الانفال 60)
”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”(S8 Al-Anfal 60).
Islam tidak menerapkan dakwah dengan mengedepankan masuk Islam-nya obyek sasaran dakwah, tetapi yang lebih dahulu dilakukan ialah pembinaan mental umat masyarakat supaya menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, sosialisme, HAM. Jika musuh melawan dakwah Islam dengan kekerasan dan senjata maka berlakulah firman Allah, pembalasan perang dengan perang menurut aturan hukum perang dalam Islam:
«وقاتلوا في سبيل الله الذين يقاتلونكم ولا تعتدوا»(البقرة 190)
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”(S2 Al-Baqarah 190).
(4) Pedoman untuk hubungan orang Islam dengan orang kafir
Asas dasar komunikasi dalam kontak hubungan orang Islam dengan orang kafir atau yang mana saja itu ialah keadilan dan kebajikan, kecuali jika mereka mendahului perang dan permusuhan. Jika lawan mendahului perang dan permusuhan maka syari’at Islam memerintahhkan jihad dengan perang melawan mereka. Allah berfirman:
“ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”(S 5 Al-Maidah 8).
Imam Syihabuddin al-Qarafi menjelaskan bahwa yang dimaksud berbuat kebajikan di dalam Qs5a8 ialah kebaikan bukan mencintai mereka sampai batin; Boleh saja orang Islam menaruh kasihan atas kelemahan, kemelaratan, derita kelaparan, pemberian pakaian kepada mereka yang tidak berpakaian. Orang Islam dilarang menaruh kasihan kepada mereka karena takut, karena merasa rendah diri, sebab ancaman mereka, tetapi karena hak hak, kebajikan atasan kepada bawahan selama masih termasuk Al-Akhlaqul Karimah.
(5) Tujuan dan arah jihad
Tujuan dan arah jihad ialah agar umat manusia itu tunduk taat kepada Hukum Allah. Allah berfirman di dalamAl-Quran:
فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالآخِرَةِ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا ()وَمَا لَكُمْ لا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا ()الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا ( النساء٧٤- ٧٦)
74.Karena itu hendaklah orang-orang yang melepas kehidupan (kesenangan) dunia dengan memilih (pahala) akhirat. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan Maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.
75.Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah Kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah Kami penolong dari sisi Engkau!”.
76.Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut (kemusyrikan), sebab itu perangilah pemuja-pemuja syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah” (S4 An-Nisa` 74-76).
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar”(S49 Al-Hujurat 15).
BAB DUA
Jihad fi Sabilillah dan Perang Sabil
Apa kaitan antara Jihad fi Sabilillah dengan Perang-Sabil? Jawaban hipotetis: Perang-Sabil itu sebagian dari Jihad fi Sabilillah; Beda antara keduanya yaitu bahwa Jihad itu puncak semangat semua perjuangan untuk mentaati hukum Allah mencakup seluruh lahan kehidupan manusia. Adapun Perang-Sabil itu jihad dalam arti seperti pengertian ini, jika jihad tadi ini mendapat perlawanan dengan persenjataan perang, maka jihad harus dilakukan dengan perang lengkap dengan peralatan -perang juga sehingga dapat mengalahkan musuh tersebut. Lebih lanjut adalah sbb:
(1) Makna Sabilillah
Istilah jihad itu didalam Al-Quran selalu digandeng dengan lafal Sabilillah, sehingga maknanya secara awam sama dengan Perang Sabil. sedangkan Jihad fi Sabilillah artinya berjuang sekuat-kuatnya menjunjung tinggi agama Allah. Dalam bahasa Indonesia lebih terkenal dengan Perang Sabil yang asalnya dari bahasa Arab “Al-Qitalu fi Sabilillah”. Untuk “Sabiliallah” ini perlu kita perhatikan beberapa pendapat tentang maknanya.
Adapun arti “Sabilillah” ialah jalan Allah menurut apa yang digariskan oleh Rasul Saw berjuang لِتَكُوْنَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا
(Artinya:Menjnunjung tinggi kalimat Allah yang Maha Mulia) dengan menyebarkan kebenaran dan keadilan, melawan kezaliman dan musuh Allah, senada dengan makna dalam Shahih Bukhari berikut ini:
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ الرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلْمَغْنَمِ وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلذِّكْرِ وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِيُرَى مَكَانُهُ فَمَنْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ)رواه البخاري 2599)
“Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu berkata; Datang seorang laki-laki kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata: “Seseorang berperang untuk mendapatkan ghanimah, seseorang yang lain agar menjadi terkenal dan seseorang yang lain lagi untuk dilihat kedudukannya, manakah yang disebut fii sabilillah?” Maka Beliau bersabda: “Siapa yang berperang untuk menjunjung tinggi agama Allah dialah yang disebut fii sabilillah”(HR Bukhari no.2599).
# Al-Syaikh Mahmud Syaltut berpendapat bahwa makna “Fi sabilillah” itu ialah semua kepentingan umum yang tidak dinisbatkan kepada siapa-siapa kecuali dinisbatkan hanya untuk agama Allah dan untuk kepentingan umat Islam mencakup sarana-prasarana untuk mempertahankan kehormatan Islam sampai apa saja yang diperlukan untuk dakwah Islam. Dengan makna ini maka dana untuk itu semua dapat diambilkan dari bagian zakat atas nama bagian “Fi sabilillah” misalnya seperti pembangunan masjid dan yang sejenis.
(2) Aturan Perundang-undangan Perang
Aturan perundang-undangan Perang dalam Islam jika terjadi perang terbuka, adalah sebagai berikut:
i.Yang diperangi hanya mereka yang mendahului perang
Pasukan Islam hanya dibolehkan membunuh, mengusir dan memerangi orang kafir yang telah mendahului perang, orang Islam dilarang melampaui batas ” (QS2 Al-Baqarah 190, S60 Al-Mumtahanah 8-9).
وَقَاتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبِّ الْمُعْتَدِينَ (البقرة 190)
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”(S2 Al-Baqarah 190).
Ibnu ‘Abbas , ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz dan Mujahid menyatakan bahwa Qs2a190 di atas ini bersifat muhkam artinya berlaku tetap.
Sedangkan Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi di dalam kitab tafsirnya mencatat bahwa nash ini mewajibkan jihad itu dengan niat Lillahi Ta’ala bukan mencari kekuasaan, berbuat kekejaman, mencari tanah jajahan, obyek komersial yang keluar dari cakupan Sabilillah membela Agama Allah.
Muhammad Rasyid Ridha dalam Al-Manar menafsirkan ayat Qs2a190 diatas ini mencatat sbb:
–Orang Islam dilarang melakukan perbuatan di luar batas Sabilillah maka orang Islam dilarang membunuh (1)orang jompo, (2)anak-anak (3) para wanita (4) orang sakit;
_Orang Islam dilarang (1)membuat kerusakan (2)menebang pohon, (3)melakukan pembakaran dan sejenisnya.
Barang siapa melakukan pelanggaran ini (Membunuh sembarang orang) sama dengan menolak peraturan Islam sama dengan musuh Islam!!! (Teroris? ISIS bagaimana???)
ii.Dilarang membunh wanita, anak-anak dan sesamanya
Dalam perang maka orang Islam dilarang membunuh wanita dan anak-anak, sebab perbuatan ini sudah melanggar batas, padahal Allah melarang berbuat perbuatan yang melanggar batas.
أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْه أَخْبَرَهُأَنَّ امْرَأَةً وُجِدَتْ فِي بَعْضِ مَغَازِي النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَقْتُولَةً فَأَنْكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَتْلَ النِّسَاءِ وَالصِّبْيَانِ (رواه البخاري3279 ومسلم -2791)
“Bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar r.a. mengabarkan kepadanya bahwa ada seorang wanita yang ditemukan (dalam keadaan terbunuh) di sebagian peperangan Nabi Saw, maka Rasulullah Saw mengingkari pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak”(HR Bukhari no.2791, Muslim no.3279 dan Ahmad no.2202(.
iii. Dilarang orang Islam berbuat khianat
Dilarang orang Islam berbuat khianat: Hadis nabi Saw:
“Shafwan berkata, “Rasulullah Saw pernah mengutus kami dalam ekspedisi, beliau bersabda: “Berjalanlah kalian dengan menyebut nama Allah untuk memerangi musuh-musuh Allah. Janganlah kalian berkhianat dan jangan pula membunuh anak-anak. Bagi seorang musafir maka ia boleh mengusap sepatunya selama tiga hari tiga malam jika saat ia memakai sepatu kakinya dalam keadaan suci. Dan bagi oranq yang mukim adalah sehari semalam”HR Ahmad no. – 17400).
iv. Haram perang dalam Bulan Haram
Haram perang didalam bulan haram, kecuali membalas serangan musuh yang mendahuluinya. Bulan-bulan haram ialah Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Allah berfirman sebagai berikut, firman Allah:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa”(S9 At-Taubat 36).
v. Haram perang di negeri Haram Makkah
Pasukan Islam dilarang berperang di Masjidil Haram, kecuali membalas serangan musuh yang telah memerangi lebih dahulu ditempat tersebut” (HR Ahmad no.22391).
“Abu Nadhrah telah menceritakan kepada kami orang yang pernah mendengar khutbah Rasulullah Saw pada hari tasyriq, beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu, ingat!
-Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang ajam (non Arab) dan
-Tidak ada kelebihan bagi orang ‘ajam atas orang Arab,
-Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam,
-Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan.
– Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan.
* Rasulullah Saw bersabda: “Hari apa ini?” mereka menjawab: Hari haram.
* Rasulullah Saw bersabda: “Bulan apa ini?” mereka menjawab:
Bulan haram.
*Rasulullah Saw bersabda: “Tanah apa ini?” mereka menjawab: Tanah haram.
* Rasulullah Saw bersabda: ” Allah mengharamkan darah dan harta kalian diantara kalian aku (Abu Nadhrah) berkata; Aku tidak tahu apakah beliau menyebut kehormatan atau tidak)- seperti haramnya hari kalian ini, di bulan ini dan di tanah ini.” Rasulullah Saw bersabda: “Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir”(HR Ahmad no.22391).
vi. Perang اarus berhenti, jika sudah aman
Jika pihak musuh sudah berhenti memerangi dan tidak ada lagi kerusuhan maka diwajibkan untuk berhenti berperang”(S2 Al-Baqarah 193).
“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim”(S2 Al-Baqarah 193)
vii. Berperang Lillah Ta’ala sesuai hukum Allah
Berperang Lillah Ta’ala persis hukum yang diperintahkan (S22 Al-Hajji 39-40).
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ()الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللّه لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (الحج 39-40)
“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.
(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”(S 22 Al-Hajji 39-40)
@Ar-Razi Fakhruddin mencatat bahwa perang dalam Islam bukan hanya membela agama Islam tetapi mencakup semua tempat ibadah. Tercatat bahwa Rasul Saw mengirim surat yang senada dengan makna dimaksud.
@‘Umar bin Khaththab pernah memberi perlindungan peribadatan kepada para pendeta Nasrani Al-Quds.
@Selanjutnya system pembayaran Jizyah merupakan tanda bukti adanya perlindungan Islam kepada mereka yang tidak mau masuk agama Islam tetapi dilindungi oleh pemerintah Islam. Demikian yang sudah dilakukan oleh Khalid binWalid, ‘Amru bin‘Ash,‘Abdurrahmanbin‘Auf,Mu’awiyah.
viii. Perlindungan kepada peminta suaka
Orang Islam wajib melindungi orang-orang musyrik yang meminta perlindungan terhadap Umat Muslim (S9 At-Taubat 6).
ix. Dilarang melakukan mutilasi&menyiksa mayat
Orang Islam haram melakukan mutilasi(menyiksa mayat):
انْ أَنَسٍ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحُثُّ فِي خُطْبَتِهِ عَلَى الصَّدَقَةِ وَيَنْهَى عَنْ الْمُثْلَةِ (رواه الترمذي 3979)
“Dari Anas ia berkata adalah Rasulullah Saw menganjurkan di khutbahnya untuk melakukan sedekah dan melarang dari memotong-motng mayat”(HR An-Nasai no.3979, Tirmidzi no.1542, Abu Dawud no.2293 dan Ahmad no. 19001).
@ Ringkasnya
Peraturan Perundang-undangan Perang dalam Islam jika terjadi perang terbuka, adalah sebagai berikut.
1. Yang diperangi hanya mereka yang mendahului perang (S2 Al-Baqarah 190, S60 Al-Mumtahanah 8-9;HR Ahmad no.22391;S2 Al-Baqarah 190, S60 Al-Mumtahanah 8-9.
2. Dilarang membunh wanita, anak-anak dan sesamanya(HR Bukhari no.2791, Muslim no.3279 dan Ahmad no.2202).
3. Dilarang orang Islam berbuat khianat(HR Ahmad no. – 17400).
4. Haram perang dalam Bulan Haram (S9 At-Taubat 36).
5. Haram perang di negeri Haram Makkah (HR Ahmad no.22391).
6. Berperang hanya terhadap apa yang diperintahkan oleh Allah, tidak boleh lebih dari padanya(S22 Al-Hajji 39-40).
7. Perang harus berhenti, jika sudah aman, tidak ada perlawanan (S2 Al-Baqarah 193).
8. Berperang harus Lillah Ta’ala, tidak ada niat lain (S 22 Al-Hajji3940, S9 At-Taubat 6).
9.Dilarang melakukan mutilasi&menyiksa mayat(HR An-Nasai no.3979, Tirmidzi no.1542, Abu Dawud no.2293 dan Ahmad:no. 19001). .
(3)Perang Sabil itu bukan teorrisme
Dapat diperhatikan dari pedoman-aturan Perang dalam Islam yang melarang membunuh wanita, anak-anak, orang tua, orang jompo, orang sakit dan yang sama itu”((HR Bukhari no.2791, Muslim no.3279 dan Ahmad no.2202).
Demikian juga Hukum Qishash dalam Islam menetapkan bahwa orang Islam yang membunuh atau melukai orang tanpa alasan yang benar harus dihukum qishash(Derita yang persis-sama):
1. Qishash pembunuhan ditetapkan bunuh atas orang yang membunuh (menghilangkan nyawa), bahkan qishash terhadap siapa yang melukai (mencukil) mata, memotong hidung, memotong telinga, mencabut gigi dan melukai bagaimanapun juga wajib diterapkan qishash luka yang sama atas pelaku pidananya (Al-Quran S5 Al-Maidah 45).
2. Barang siapa membunuh seorang mukmin di dalam Negara yang terikat perjanjian persahabatan dengan Islam maka hukumannya memerdekakan seorang budak mukmin dan membayar tebusan (sesuai dengan kehormatan korban), jika tidak terlaksana dapat diganti dengan puasa dua bulan kontinu dan bertobat kepada Allah (QS5 Al-Maidah 92-93).
3. Jika pembunuhan ini karena tersalah, keliru atau tidak sengaja maka pembunuh wajib membayar fidyah seimbang dengan derajat manusia (terbunuh) dan membayar hiburan kepada keluarga korban.
Bahkan Islam menetapkan harus berbuat baik dan adil kepada orang non muslim yang tidak meyerang, Allah berfirman-terjemahnya:
“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada emerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang lalim”(S 60 Al-Mumtahanah 8-9).
Sayyid Thanthawi dalam menafsirkan kedua ayat Qs60a8-9 ini, mencatat bahwa orang Islam tidak boleh memerangi orang kafir, tidak berbuat suatu tindakan yang mengarah kepada penderitaan orang lain, tetapi semua harus lebih dahulu mencari jalan dan metode yang lebih tepat, jangan sampai melanggar kebenaran.
Para ulama menyatakan bahwa Qs60a8-9 ini tidak mansukh, karena Al-Quran itu berlaku universal kapan saja dimanapun juga, bahwa syari’at Islam menetapkan seorang muslim tidak boleh menyakiti orang yang tidak menyakiti dia, tidak boleh memerangi orang kecuali mereka yang jelas-jelas memusuhi Islam. Hal ini tergambar ketika Utusan kaum Nasrani Najran waktu merteka menghadap Rasul Saw demikian juga terhadap utusan warga Tamim maka oleh Nabi Saw mereka diterima dengan segala kehormatan.
(4) Perang Salib
Umat Islam telah mengalami pasang surut; Umat Islam pernah mengalami kejayaan cukup lama, tetapi juga dapat menurun; Maka periode yang terbaik umat Islam ialah jaman Rasulullah Saw kemudian jaman Khalifah yang empat Khulafa` Rasyidin tetapi secara individual umat Islam yang terbaik tidak ada batasan waktu atau tempat, hal ini tergambar dalam hadis Nabi Saw berikut:
عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ أُمَّتِي مَثَلُ الْمَطَرِ لَا يُدْرَى أَوَّلُهُ خَيْرٌ أَمْ آخِرُهُ )رواه الترمدي 2795 واحمد 11878)
“Dari Anas berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Perumpamaan ummatku seperti hujan, tidak diketahui (apakah) yang baik itu yang permulaan ataukah yang terakhir” (HR Turmudzi no. 2795 dan Ahmad no.11878).
Oleh karena itu maka umat Islam mengalami nasib naik turun dan tercatat dalam sejarah bahwa jaman jaya-jayanya Islam dengan kebudayaannya pernah menguasai beberapa benua, Asia, Afrika dan Eropa, seperti Spanyol, Bizantium, Eropa Timur, Belgrado, Budapes, Rhodes, Afrika Utara, Suria, Palestina, Arabia, Irak, Asia Kecil, Persia, Afghanistan, Turkumenia, Asia Tengah, Punjab, India, Bengali, Kabul, Gujarat, dst.
Maka tahun 1096 M pecah perang salib antara Kaum Salib melawan kaum muslimin; menang kalah saling bergantian.
# Sebab utama timbulnya Perang Salib ialah karena pada tahun 1071M orang Turki-Seljuk berhasil mengalahkan Bizantium.
Perang Salib diputuskan oleh Paus Urbanus II dan diumumkan sxebagai Perang Suci melawan Islam; Secara umum dapat dicatat bahwa Perang Salib ini pada awalnya pasukan Islam dikalahkan oleh tentara Salib namun terakhir pasukan Islam mengalahkan tentara Salib dan Yerusalem berada di bawah kekuasaan pasukan Islam.
Maka sekilas dapat dibaca dalam diagram berikut:
Tahun NamaPrang Tokoh-Tokoh Hasilnya
1096-1124 Perang Salib I Godfray,Reymon 150.000 Kaum Salib menang
1144M Imaduddin Zanki PasukanIslammenang
1151M Syakh Nuruddin PasukanIslammenang
Perang Salib II Paus EugoniusII, Louis, Conrad PasukanIslammenang
1187 M Perang Salib II Sultan Salahuddi Al-Ayubi PasukanIslammenang
1189M Perang Salib III Frederick Barbarossa Jerman,Richard(HatiSinga)Lionheart raja Inggris dan Philip Augustus
PasukanIslammenang
1192M Perdamaian Or,Kristiani boleh masukBaituMaqdis
1219 M Perang Salib IV Frederick II Kaum Salibmenang masuk Mesir
1247 M Perang salib IV Baybars, Qalawun& Ibnu Taimimyah, Pas.Islam menang dapat merebut Palestina
1291 M Perang Salib IV Pasukan Islam Menangmenguasai Palestina
Walaupun demikian kaum Salib bersama-sama dengan Zionis melalui persiapan yang cukup lama Kaum Salib meneruskan Perang ini lagi melalui ideologi dan politik imperialisme-kolonialisme langsung atau tidak langsung berhasil menguasai dan menjajah ex negara-negara Islam.
(5) Serangan melawan Islam
Melalui kelebihan dan kemajuan IPTEK kaum Salib maka kemudian mereka membuat program atas nama politik colonial negaranya, melalui anak didik bangsa pribumi kaum Salib berhasil mencelup mereka dengan ajaran penjajah Barat. Tidak puas dengan menjajah, maka secara tidak langsung kaum Salib itu begerak dengan payung PBB untuk memerangi umat Islam. Dengan mengeluarkan berbagai macam resolusi Dewan Keamanan PBB, mereka melakukan serangan militer, embargo ekonomi dan tekanan politis kepada negara-negara Islam.
Embargo ekonomi mereka paksakan terhadap kaum muslimin Irak, Afghanistan, Sudan, Libia; Pembantaian terhadap kaum muslimin baik secara langsung maupun tidak langsung dilakukan di Palestina, Sudan, Lebanon, Somalia, Bosnia Herzegovina, Kosovo, Macedonia, Chechnya, Kashmir, Patani, Timor Timur, Poso, Ambon, Maluku Utara, dan lain-lain. Jutaan kaum muslimin mereka bunuh, jutaan lainnya mereka paksa menjadi pengungsi yang terkatung-katung.
Tercatat di bawah ini pernyataan kaum Salib masa kini:
~~Penasehat mantan presiden AS Lyndon B. Johnson untuk urusan Timur Tengah (1967), mengatakan bahwa garis besar politiknya adalah konfrontasi antara kebudayaan nasrani melawan peradaban Islam sejak dahulu sampai sekarang.
~~Ex Menteri Luar Negeri Perancis, Moshe Vido, saat menerima kunjungan konfirmasi anggota parlemen Perancis sehubungan perang yang meletus di Marakisy, Maroko, mengatakan,” Ini adalah perang kaum-Salib melawan Bulan Sabit.
~~Menteri Luar Negeri Inggris, Lewit George, beberapa waktu yang lalu menyambut kemenangannya dalam perang pihaknya di Afrika sebagai Perang Salib yang terakhir.
~~Jendral Joffre Komandan pasukan Perancis dalam perang dunia I (1918M) menanggapi Perang Dunia I itu sebagai perang salib. Setelah mengalahkan pasukan Islam di luar kota Damaskus, Jendral Joffre mengunjungi makam Shalahudien Al-Ayubi dan menginjakkan kakinya atas makam Shalahudien, sambil mengejek,”Lihatlah; Ini kami datang, hai Shalahudin !!! (Shalahuddin penglima Islam dalam Perang Salib yang berhasil merebut kembali Yerusalem tahun 1187M mengalahkan Salibis).
~~Saat kota Al-Quds jatuh ke tangan tentara Israel tahun 1967 M, Randolf Churchil dari Inggris mengatakan,” Sejak dahulu, pembebasan Al-Quds dari kekuasaan Islam merupakan mimpi kaum Masehi dan Yahudi. Kini Al-Quds tidak akan pernah kembali kepada orang-orang Islam, dalam perundingan apapun juga antara orang-orang Islam dan Yahudi di masa mendatang.
~`Gardener berkata : Perang salib bukan bertujuan untuk menyelamatkan Al-Quds, melainkan untuk menghancurkan Islam.
(6) Jika Iman dikalahkan oleh nafsu keduniaan
Jihad akbar dapat diartikan “Menaklukkan dan mengendali- kan hawa nafsu (harta,tahta, wanita). Kenyataan sekarang ini ternyata apa yang dahulu dibayangkan oleh Rasul Saw. dalam hadis riwayat Abu Dawud no.3745 terurai diatas betul-betul sudah terjadi, bukan hanya umat Islam Indonesia saja tetapi umat Islam seluruh dunia, bahwa umat Islam seluruh dunia sekarang sedang menjadi AMBENG atau “Gunungan Sekaten” Grebeg Maulud dimuka kraton Ngayogyokarto dan Surokarto, maka umat Islam dan Negara-negara Islam menjadi “Ambeng-tersebut menjadi rayahan, diperebutkan oleh musuh-musuh Allah melalui berbagai macam sudut; Pada setiap PEMILU para calon DPR atau Kepala Daerah/Negara berebut “blusukan” ke pesantren, sowan kyai, sampai Umrah ke Makkah, guna untuk merebut politik umat Islam dan negera-negara Islam, tetapi setelah terpilih mereka berbalik menterlantarkan Islam dan umatnya. Faktor yang menyebabkan nasib terlantarnya Islam ini ialah karena baik yang memilih maupun yang dipilih sudah dibelenggu mental “Al-wahnu” (Motoduwiten&Takut jihad).
Ketika IMAN(jihad) sudah tidak diunggulkan atau bahkan dilepaskan ditukar dengan harta keduniaan (motoduwiten&takut mati) maka saat inilah umat Islam dan negara –negara Islam menjadi ambeng menjadi rebutan kaum Non Muslim.
Beberapa kali negara Zionis dan Negara Non Muslim berhasil menundukkan PBB dan atas nama PBB berhasil menghancurkan negara-negara Islam Irak, Afganistan dan telah menguasai negara-negara Cehniya, Mesir, Syria, Yaman, Libiya, Sudan dan lain-lain tunduk kepada kemauan mereka.
Jika orang Islam sudah mengutamakan harta keduniaan dan berwatak materialistis maka Allah akan melenyapkan potensi mereka ini menjadi warga&Negara terjajah melalui proses perebutan kekuasaan politik dan ekonomi oleh musuh-musuh Allah.
Secara halus Allah berfirman terjemahnya sbb:
‘Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui(S5 Al-Maidah 54).
(7) Penaklukan Dunia Islam
O.Hasyim dalam bukunya “Menaklukkan Dunia Islam” mencatat beberapa peristiwa sebagai berikut:
~Gladstone dari Inggris mengatakan: “Right or wrong my country” Hantam dulu urusan belakang pokoknya untuk negeriku!!!
~Hitler: Deutschland UberAlles, Jerman di atas semua bangsa.
~Th. 1499 Kardinal Jimernes mencatat ada tiga juta kaum muslimin dibunuh, disiksa, diusir dari Spanyol.
~Th.1493 M:Paus Alexander ke-6 membagi dunia menjadi dua, separoh untuk Spanyol(Kristen) separoh lagi untuk Portegis (Katholik);
~Th.1630 M=1246 H Perancis masuk ke Sahara Barat;
~Abad 19 Masehi dikobarkan politik Imperialis dengan keahlian para tokohnya spesialis dalam bidang masing-masing yaitu:1) Sir George Grey. 2)Joseph Chamberlain, 3) Livingstone, 4)Zwemmer, 5)Cercil John Rhodes, 6)Henry Morton Stanley. 7)Rudyard Kipling, 8) John Seely dan masih banyak lagi.
~Beberapa-daratan mayoritas Islam dijajah oleh kaum Imperialis, yaitu:
~Th. 1805 Ceylon, 1862 Logos, Ghana,Azerbaijan dijajah Inggris;
~Th.1838 Inggris menduduki Aden, Selat Airmata, Socotra, Muscat,Bahren, Pantai Persi.
~Th.1854 Asia Tengah dijajah Rusia.
~Th.1872 Pantai Gading dijajah Inggris;
–Th.1876 Uzbekistan
–Th.1886 Turkmenioa dijajah Rusia;
–Th.1875M=1274 H- Inggeris menjajah India, kerajaan Moghol atau Taimuriah;
–Th.1882M=1300H Inggeris menguasai Mesir;
–Th.1920=1338H Perancis menguasai Syria dan Lebanon. (14)
–Th.1918 Inggris menguasai Palestina saat Turki kalah dalam Perang Dunia ke-I, kemudian tahun 1948 Palestina dihadiahkan oleh Inggtis kepada Israel.
(8) Studi Islamologi
Perang ideologi dan konfrontasi kebudayaan, tidak terbatas hanya dengan pedang, peluru kendali, bom nuklir saja, tetapi Perang Salib itu sekarang mereka lancarkan melalui pemikiran akademis melalui penelitian, metodologis-ilmiah, Islamologi sampai semua ilmu ke-Islaman bahkan sampai inti sumber agama Islam Al-Quran dan hadis, sebagian dari persaingan dalam mendalami Ilmu Al-Quran dan Hadis ini kita sepertinya dikalahkan oleh para pakar orientalis kaum Salib berikut:
A. Pakar IlmuQur’an
Pakar Orientalis yang menekuni Studi Al-Quran ialah:
(1) Arthur J. Arberry, (2)Gustav Flugel (3) Richard Bell, (4)William Muir (5). Regis Blachere, (6) Ignaz Goldziher; Mereka telah menulis ilmu-ilmu Al-Quran cukup mendalam, misalnya buku kitab Madzahibut Tafsir, Al-Qur’an dan Qiraat Tujuh, periodisasi turunnya Al-Quran, tafsir surat-surat atau judul-judul tertentu Al-Quran, penyusunan surat-surat Al-Quran dalam mushaf.
B. Pakar Ilmu Hadis
Pakar Orientalis yang menekuni Ilmu hadis ialah:
(1) C. Snouck Hurgronje, (2) Alfred Guillaume, 3) David Samuel Margoliouth, (4) Henri Lammens, (5) Reinhart, (6) H.A.R. Gibb, (7) Carl Brockelmann, (8) Winsink, mereka menulis ilmu hadis sangat mendalam misalnya: The Legacy of Islam (1931), Islamologi, Kamus hadis dan Geschichte des Arabischen Literature dst.
Kaum orientalis tersebut diatas hampir semua berusaha menjelek-jelekkan Islam, kecuali sebagian kecil yang jujur dan obyektif, seperti: (1)George Sale ( 1736M) dan yang sefaham. (2) Voltaire (1778M), (3)Wofgang von Goethe (1832M), (4)Eduard Gibbon(1736M), (5)George Bernard Shaw, (6)Thomas Carlily, (7)R.Bosworth Smith (1876M), (7)Napoleon Bonaparte, merupakan kaum orientalis yang cenderung memuji Islam atau netral dan obyektif yang menyanggah orientalis yang berwatak negatif sebelumnya. Sayang sekali banyak hasil penulisan kaum orientalis tersebut banyak yang dijadikan buku pegangan kuliah di berbagai perguruan tinggi Islam di mana-mana.-
(9) Pemimpin ISIS ternyata agen MOSSAD-Israel,
Berita terkini sejumlah media asing a.l. “Feteran to day”: mengabarkan bahwa Pimpinan ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi, adalah orang Yahudi asli tulen.
Yang paling megejutkan ialah bahwa: Sejatinya Pimpinan itu adalah agen Mossad (Dinas Rahasia Neraga Israel); Nama asli Al-Baghdadi ialah Emirdas Baash alias Simon Elliyot alias Eliyas Shimon. Lahir dari bapak Yahudi dilatih direkrut oleh Mossad untuk membuat kekacauan di Timur Tengah serta perang urat syaraf terhadap bangsa Arab dan masyarakat Islam; Hal ini makin mnguatkan bocoran rahasia dari Eduward Noden mantan agen Dinas Rahasia Amerika Serikat, yang menyebut ISIS sebenarnya adalah bentukaan inteligen Amerika, Ingrris dan Israel.
Mereka menciptakan sebuah organisasi militer yang mengklaim kekhafihan Islam dengan Abu Bakar Al-Bghadadi sebagai khlifah untuk menarik teroris dari seluruh dunia bergabung di dalamnya. Bukti nyata ISIS adalah betukan Israel makin kuat, ketika organisasi miliyter ini justru mnyerang Negara Arab yang sedang kacau, misalnya Irak, Syria; ISIS sudah menguasai sebagian wilayah Siriya dan Irak,
Di Syria mereka mendirikan pusat pemerintahan dan berhasil menguasaai kota besar Mausul di Irak; Mereka mengkalim sebagai organisasi militer Islam, kelompok ini meledakkan makam nabi Yunus, mengancam akan meledakkan Ka’bah al-Mukarramah.
ISIS tidak tertarik membantu perjuangan Palestina, saat ini sedang diserang Israel mati-matian.
Parahnya di Indonesiia ISIS mendapat simpati orang dan langsung mendaftar diri sebagai Sukwan pengikut ISIS; Tanpa menyelidiki mencari kebenaran infiormasi tentang ISIS; sedikitnya 56 orang Warga RI menjadi anggota ISIS(Dari Buku Menyingkap Fitnah –Hj.Irene Handono).
(10) Pembakaran Masjid Tolikara
)Kronologi kejadian(
Menurut Kapolres Tolikara, AKBP Suroso
Insiden bermula ketika sekitar 150 orang mendatangi lokasi Shalat Ied di Lapangan Koramil dan menuntut umat Islam agar segera membubarkan diri. Perintah pembubaran itu disertai dengan pelemparan batu.
”Pada takbir ketujuh, kami Danramil langsung membubarkan maka Shalat Id tidak dilanjutkan. Langsung mundur semua ke Koramil. Setelah itu para pendemo masih melempari batu kepada jamaah. Saya (Dantramil) memegang megafone, belum ada tembakan. Saya (Dantramil) perintahkan pendemo mundur,” kata AKBP Suroso.
Sewaktu jemaah Shalat mundur, terdengar suara tembakan di Kampung Giling Batu.”Setelah ada tembakan, pendemo yang berjumlah 150-an orang maju lagi. Lalu ada penambahan oleh pendemo, sampai kami tidak bisa menghitung lagi. Mereka semakin brutal,” kata AKBP Suroso.
Para pedemo marah kemudian membakar kios-kios dan api turut melalap MUSHOLLA yang berada di tengah kompleks kios-kios yang terbakar. Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, mengakanu pembakaran itu benar terjadi.
Adapun dari jemaah yang mengikuti shalat Ied, tidak ada korban. angan Koramil.
(11)Selebaran gelap
Sebelum perusuh yang menyerang jamaah shalat Ied ternyata mereka membawa selebaran dari Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) yang mendesak umat Islam di Tolikara bersembahyang di dalam musala dan tidak memakai pengeras suara.
Desakan itu dikemukakan sehubungan dengan kegiatan seminar dan kebaktian tingkat internasional GIDI dari 13 Juli hingga 19 Juli 2015.
Pendeta Socrates Sofyan Yoman dari GIDI mengaku pihaknya memang menyebarkan selebaran itu kepada umat Muslim di Tolikara.
“Surat edaran GIDI memang benar. Salat Ied seharusnya dilakukan di mushalla, bukan di ruang terbuka, serta tidak menggunakan pengeras suara,” katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.
Namun, dia berkeras bahwa tindakan massa yang mendatangi lokasi pelaksanaan salat Ied di Lapangan Koramil dan diikuti pembakaran tidak bisa dibenarkan.
Pendeta Socrates Sofyan Yoman dari GIDI mengaku pihaknya memang menyebarkan selebaran itu kepada umat Muslim di Tolikara, katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.
Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende berjanji akan melakukan penyelidikan terkait insiden pembakaran mushalla saat umat Islam tengah menunaikan salat Ied di Kabupaten Tolikara, pada Jumat (17/07) lalu.
Pernyataan itu dikemukakan Irjen Pol Yotje Mende dalam pertemuan dengan Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, Kapolres Tolikara AKBP Suroso, serta para pemuka agama guna membahas insiden di Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara.
“Kami akan lakukan penyelidikan secara profesional. Kami harus selidiki karena banyak yang membawa senjata,” kata Yotje dalam pembicaraan yang diikuti kontributor BBC Indonesia, pada Sabtu (18/07).
BAB TIGA
Zuhud dan militan
Bagaimanakah gerak-usaha kita dalam Jihad dijaman yang sekarang ini? Jawaban hipotetis: Dengan berakhirnya Perang-Salib tahun 1292M yang dimenangkan orang Islam, maka kaum Salib melanjutkan Perang Salib th 1292 dahulu itu digalakkan lagi lebih agressip sesudah jatuhnya Daulat Turki Usmani tahun 1924M. Mereka menuntut balas dari kekalahan Perang Salib 1090-1292M dahulu itu bukan dengan peralatan perang saja, tetapi mereka gerakkan apa yang dinamakan “Konfrontasi Kebudayaan” yang terkenal dengan “Ghazwul-Fikri”; Ghazwul-Fikri ialah Perang Kebudayaan; Maka sekarang wajib kita Perang dalam “GHAZWUL FIKRI’ dengan bermental baja melaksanakan Perang-Kebudayaan itu maksimalisasi semangat Jihad fi Sabilillah sebab musuh kita sekarang ini sudah di depan kita, bahkan sudah masuk ke dalam rumah yang paling dalam yang gelap berupa Internet, computer, TV, HP,Tablet dan semua peralatan yang terlalu canggih, yang isinya ialah ajakan setan untuk maksiat, menentang agama Allah. Lebih rinci itu sbb:
(1) Melawan “Al-Wahnu”
Berusaha sungguh-sungguh maksimalisasi Jihad melalui jalan “Shirathal Mustaqim” jalan Allah jihad fi Sabilillah. Khususnya: melawan watak materialistis menuju jiwa yang “Zuhud”- Menjadi manusia “Pemberani”, berjuang sampai titik darah penghabisan dalam jihad fi sabilillah.
Umat Islam sekarang ini jatuh tertindih tangga menjadi mangsa atau bahan pakan kaum imperialis, kolonialis yang anti Islam. Pernah Rasulullah Saw membayangkan nasib umat sepeninggal beliau maka dalam hadis riwayat Abu Dawud no.3745 ini disebut-sebut umat Islam akan mengalami nasib yang paling jelek, sampai kehabisan daya, sudah tidak ada mujahid fi sabilillah, tidak ada imam yang mengikuti tuntunan Rasulullah Saw. Hadis Nabi Saw:
Artinya: “Dari Tsauban dia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Bangsa-bangsa non muslim diramalkan kelak akan mengroyok umat Islam persis seperti rebutan tumpeng yang diperebutkan oleh orang banyak;
Maka salah seorang sahabat bertanya: “Apakah umat Islam ketika itu hanya sedikit? Beliau menjawab: “Tidak!!! Bahkan kalian berjumlah banyak sekali, tetapi bagaikan buih air bah dan Allah melenyapkan rasa takutnya musuh Islam dari dalam hati mereka sekaligus Allah akan mencampakkan “Al-Wahnu” ke dalam hati kalian”
Salah seorang sahabat bertanya: “Apakah yang dimaksud dengan Al-Wahnu itu? Beliau menjawab: : Al-Wahnu ialah cinta kepada harta dunia dan takut mati”(HR Abu Dawud no.3745 dan Ahmad 121363).
Catatan: Al-Wahnu dapat difahamkan sama dengan” Materialistis” dan “Takut Jihad” lawannya ialah Zuhud dan pemberani =militan dalam Jihad.
Hadis Rasulullah Saw yang sejalan:
“(Dari) Abu Idris Al Khawlaniy bahwa dia mendengar Hudzaifah bin Al Yaman berkata; “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah Saw tentang perkara-perkara kebaikan sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena aku takut akan menimpaku.
(1)Aku bertanya; “Wahai Rasulullah, dahulu kami berada pada masa Jahiliyyah dan keburukan lalu Allah mendatangkan kebaikan ini kepada kami, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan?”. Beliau menjawab: “Ya”.
(2)Aku bertanya lagi; “Apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?”. Beliau menjawab: “Ya, akan tetapi di dalamnya ada “dukhn” (kotorannya) “.
(3) Aku bertanya lagi; “Apa kotorannya itu?”. Beliau menjawab: “Yaitu suatu kaum yang memimpin tanpa mengikuti petunjukku, kamu mengenalnya tapi sekaligus kamu ingkari”.
(4) Aku kembali bertanya; “Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?”. Beliau menjawab: “Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu jahannam. Siapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan kedalamnya”.
(5)Aku kembali bertanya; “Wahai Rasulullah, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami?”. Beliau menjelaskan: “Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian”.
(6) Aku katakan; “Apa yang baginda perintahkan kepadaku bila aku menemui (zaman) keburukan itu?”. Beliau menjawab: “Kamu tetap berpegang (bergabung) kepada jama’atul miuslimin dan pemimpin mereka”.
(7)Aku kembali berkata; “Jika saat itu tidak ada jama’atul muslimin dan juga tidak ada pemimpin (Islam)?”. Beliau menjawab: “Kamu tinggalkan seluruh firqah (kelompok/golongan) sekalipun kamu harus memegang akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada di dalam keadaan itu (berpegang kepada kebenaran) “(HR Bukhari no.3338 dan Muslim no.3434).
Dari bayangan Nabi Saw. ini maka kini kita memikul tugas yang betul-betul terlalu berat dan sulit sekali, yaitu : (1)Mengatasi kemelut,
(2)Melawan munculnya penceramah yang mengajak manusia ke neraka,
(3)Menghadapi juru kampanye yang menggunakan gaya bahasa Arab yang paling fasih (Bahasa Arab- Riyadh), segala-galanya sangat mirip persis sekali dengan juru dakwah atau muballigh yang asli yang benar-benar mengikuti hidayah Allah dan tuntunan Rasulullah Saw.
Umat Islam menjadi bancaan atau kenduri musuh-musuh Allah persis seperti “Gunungan-Sekaten” yakni tumpukan makanan diperebutkan penonton perayaan Sekaten Maulud di muka Masjis Besar Ngayogyokarto-Surokarto; Yang demikian ini sudah dibayangkan oleh Rasulullah Saw dalam hadis riwayat Abu Dawud bo. 3745 dan Ahmad no.121363 di atas.
Semua ini sebabnya ialah karena Al-Wahnu yaitu otak yang materialistis dan takut jihad=takut mati; Hal ini memang bertentangan dengan ajaran Islam; Karena Islam menekankan kepada Jihad=Berjuang mati-matian, penuh iman, takwa dan amal soleh, hidup hanya ingin mencari ridho Allah dengan menabur karya penuh jasa membuat bahagia semua manusia sampai yang fakir melata.
Adapun ikhtiar untuk membangkitkan umat Islam dari runtuh dan terjerumusnya umat Islam sampai tertindih tangga sehingga menjadi warga&negara terjajah oleh Negara kolonialis, dan di-jajah oleh kebudayaan kafir, maka obat atau kuncinya ialah menumbuhkan semangat jihad dan dakwah Islam mengajak umat untuk memerangi Al-Wahnu=watak materialis&penakut.
Lawan kata Al-Wahnu dispekulasikan ialah “Zuhud dan Pemberani”, sehingga ikhtiar untuk memerangi Al-Wahnu ialah dengan melenyapkan nafsu materialis (motoduwiten, mengejar tahta dan memburu wanita) sekaligus membuang jauh-jauh rasa takut berjihad”; Maka memerangi Al-Wahnu itu sama dengan berjiwa zuhud bahwa kesenangan-keduniaan itu bukan tujuan tetapi sungguh usaha dan kegiatan mencari harta/tahta/wanita itu untuk sarana-prasarana Jihad fi Sabilillah bercita-cita untuk menjunjung tinggi Asma Allah(لاعلاء كلمة الله هي العليا ). Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Saw dalam hadis riwayat Abu Dawud no.3745 dan Ahmad no. 121363 terurai di atas itu bahwa kunci untuk membangkitkan kembali daya kekuatan umat Islam itu didahului dengan Jihadun-Nafsi perang melawan “Al-Wahnu” dengan hati-hati.
Perang menaklukkan hawa nafsu, nafsu harta, tahta dan wanita dan mengendalikannya; Maksimalisasi semangat juang dengan militant yang tinggi “Nyrempet-nyrempet bahaya” sabar-siap menderita dalam jihad.
Kemudian maju melakukan Jihad fi Sabilillah. Padahal makna Jihad fi Sabilillah itu ialah berjuang” لاعلاءكلمة الله هي العليا” (=Mengunggulkan Asma Allah tingi-tinggi), menegakkan sendi-sendi agama Islam, berjalan di jalan Shirathal Mustaqim, jalan Allah yang lurus dan benar, yakni jalan ke surga. Shirathal Mustaqim inilah yang dinamakan Sabilillah; Dan jalan Allah itu sangat luas sekali. Semua ini tercakup dalam pengertian Ghazwul Fikri = Perang melawan Ideologi&budaya kafir, budaya setan dan balatentara setan mencakup seluruh lahan proyeknya.
(2) Janji Allah kepada orang mukmin .
Maka walau bagaimanapun juga jangan sampai kaum muslimin berkecil hati. Sebab Allah bersama kita, Allah sudah berjanji akan memberi derajat yang luhur kepada orang Islam, memberi kejayaan di muka bumi (di dunia) kepada orang beriman, Allah akan mngirim malaikat untuk membantu hamba-Nya asal semua bersungguh-sungguh tekun istiqamah, mantap tidak gampang terpengaruh oleh faktor negatif, tetapi taqarrub kepada-Nya; Allah akan memenuhi janji-Nya kepada siapa yang yakin kepada firman Allah di dalam Al-Quran:
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ(ال عمران 139)
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”(S;3 Ali ‘Imran 139).
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ(النور55)
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”(S.24 An-Nur 55).
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ( فصلت30)
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka istiqamah-meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”(S.41 Fushshilat 30).
Caranya ialah seperti apa yang disabdakan Rasulullah Saw dalam hadis riwayat Abu Dawud no.3745 dan Ahmad no. 121363 terurai di atas itu bahwa kunci untuk membangkitkan kembali daya kekuatan umat Islam itu didahului dengan Jihadun-Nafsi perang melawan “Al-Wahnu ” seperti tertera di atas.
(3) Tujuan Syari’at Islam
(Maqashu sy-Sari’ah)
Dalam kitab Ushul Fiqhnya (1958:289) Muhammad Abu Zahrah menyebutkan ada 3 sasaran tujuan utama dari syari’at Islam, yaitu:
1 Pembinaan jiwa agar supaya setiap pribadi menjadi sumber amal soleh sumber kebajikan untuk menyenangkan orang lain, tidak membawa penderitaan atau kesengsaraan kepada sesama hidup.
2. Menegaskan keadilan yang merata bagi seluruh umat manusia.
3. Menyelenggarakan suatu kehidupan masyarakat yang penuh maslahah yang hakiki. Maslahah yang hakiki itu ialah suatu sistem kehidupan bermasyarakat yang serba terpenuhi seluruh jaminan hidup yang 5 macam, yaitu:
i) Terjaminnya kelangsungan syari’at Tuhan, suatu kehidupan yang berjiwa agama. ii)Terjaminnya hak hidup setiap insane. iii) Terjaminnya hak pemilikan atas harta kekayaan. iv) Terjaminnya perkembangan akal yang sehat. v) Terjaminnya hak berkeluarga dan berketurunan.
(4) Rahasia Kekuatan Islam
. Kaum Salib sudah memberi isyarat kepada kita bahwa kunci kekuatan Islam itu ialah Al-Quran; Maka dari Al-Quran itulah tumbuh mental pemberani yang sangat militant: i) Berani melawan musuh; ii) Berani berlapar-lapar dan puasa; iii) Berani menahan hawa nafsu manapun juga sampai titik darah penghabisan; maka kaum Salib tidak mampu apa-apa; Dibawah ini tercatat kesan dan keyakinan mereka.Katanya:
(1) Laurence Brown, W.E.Gladstone, Esiac Pouman, Ben Gurion, menyatakan bahwa selama Al-Qur’an ini masih berada di tangan kaum muslimin, Eropa tidak akan bisa menguasai Timur”
(2)Gubernur Jendral Perancis di Aljazair, dalam memperingati 100 tahun penjajahan Perancis atas Aljazair, mengatakan,” Kita tidak akan bisa mengalahkan orang-orang Aljazair selama mereka masih membaca Al-Qur’an dan berbicara dengan Bahasa Arab”.
(3)Esiac Pouman menulis”Belum pernah terjadi, sebuah bangsa Masehi yang masuk Islam, kemudian kembali masuk Nasrani.”
(4)Ben Gurion, mantan PM Israel, mengatakan,” Hal yang paling kita takutkan adalah bila di dunia Arab muncul Muhammad baru”
(5)Raja Perancis Louis IX di dalam tahanan Perang Salib di Manshurah-Mesir, Luis kalah dan tertawan lalu menebus diri dengan bayaran yang sangat mahal menyatakan bahwa sangat sukar sekali untuk mengalahkan Islam. Sebab mental Jihad fi Sabilillah yang dipancarkan oleh Al-Quran begitu hebat memabangkitkan keberanian dan kepahlawanan yang sangat sukar ditandingi. Maka Louis IX meyakini bahwa tidak mungkin dia mampu mengalahkan umat Islam melalui perang fisik. Dia menyatakan bahwa perang harus melelui metode dan taktik strategi berikut :
(a)Menanam benih perpecahan dalam kalangan umat Islam.
(b) Mencegah penguasa yang bermental alim-soleh.
(c)Menghidup-suburkan budaya suap-menyuap, dekadensi moral, main mesum dengan wanita pelacur dan WTS liar.
(d) Mencegah faham nasionalisme.
(e) Mencegah semangat persatuan mereka.
(f) Mendirikan negara boneka di tengah kawasan negari Islam.
(5) Bangkitnya pejuang yang sangat militans
Selain pejuang (mujahidin) Palestina yang luar biasa keberaniannya, dengan batu mereka berani melawan tank-tank Zionis, dan dengan cara Gerakan menghafal Al-Quran oleh ABG Palestina secara perasaan halus mereka yakin Allah menolong mereka, terutama untuk wilayah Gaza, Israel terpaksa berdamai.
Ternyata umat Islam masih memiliki calon-calon mujahid dahulu dan sekarang sebagaimana didahului oleh para ulama dan sekarang oleh ABG Palestina:
@ Para ulama di jaman awal Islam
Para sahabat dan tabi’in sangat tekun menghafal ,menyebarkan, menulis, membukukan, menyebarkan seluas-luasnya Al-Quran dan hadis Nabi Saw.
As-Suyuthi mencatat dalam Al-Itqan (1973I\50) Muhammad Ali ash-Shabuni dalam At-Tibyan (1980:47) mencatat bahwa para sahabat yang hafal Al-Quran yang gugur mati syahid di dalam pertempuran di Yamamah dan Bi`ru Ma’unah jumlahnya 140 orang sahabat. Sehingga orang yang hafal Al-Quran yang masih hidup pasti jauh lebih banyak berlipat ganda jumlahnya.
Pada masa kekhalifahannya maka Abu Bakar Usman melakukan pembukuan Al-Quran ditulis didasarkan atas tulisan para penulis wahyu dan diuji melalui hafalan para Ahlul Qurra` wal Huffazh.
@As-Suyuthi juga dalam Al-Itqan (1973:1/70) mencatat bahwa Al-Quran itu berisi 77.943 buah kalimat, 6236 ayat, sekarang masih utuh-lengkap.
@Abu Bakar Atjeh dalam bukunya Sejarah Al-Quran (1956:25 mencatat isi Al-Quran itu terdiri dari 325.345 huruf, yang paling banyak ialah huruf alif, yaitu 48.772, yang paling sedikit ialah huruf Zha` yaitu 842 huruf. Rincian jumlah hurufnya sebagai berikut:

Jumlah huruf isi Al-Quran=325 345 huruf (Alif48772h,zha`842h)
Alif = 48772h Ba` =11 428h Ta` = 3205h Tsa` = 2404h
Jim=3422h Ha` = 4130h Kha` = 2505 h Dal=5978h
Dzal =4930h Ra` = 12246h Zay = 1680h Sin = 5996h
Syin = 2115h Shad = 2037h Dhat=1682h Tha` = 1274h
Zha`= 842h ‘Ain = 9417h Ghain =1217h Fa= 8419h
Qaf = 6613h Kaf =10552h Lam =33520h Mim= 26955h
Nun=45190h Wawu =2586h Ha`= 1670h LamAlif=1970h
Ya` = 4919h —————— ——————- ——————–

@Bagaimana tekun istiqamah-nya para sahabat menghafal hadis tercatat sebagai berikut
Para sahabat penghafal hadis
1
2
3
4
5
6
7 Abu>>> Hurairah
A>isyah
’Abdullah ibnu ‘Abbas
Abdullah ibnu ‘Umar
Jabir ibnu ‘Abdillah
Anas ibnu Ma>lik
Abu> Sa’id al Khu>driyyi 57 H
57 H
68 H
73 H
78 H
73 H
74 H
5374hadis
2210 hadis
1660 hadis
1630 hadis
1540 hadis
1286 hadis
1170 hadis

@ Ulama hadis melalukakn rihlah-ilmiyah riset ilmu hadis:
N Imam ThH ThM Hadsis Jelajah
1 Bukhari 256.H 869M 7.562 10 kota-negeri
2 Muslim 261.H 874M 3.033 9 Kota-negeri
3 Abu Dawud 275.H 888M 5.274 15Kota-negeri
4 Tirmidzi 279.H 892M 3.956 8 kota-negeri
5 Nasai 303.H 915M 5.758 8 kota-negeri
6 Ibnu Majah 273.H 886M 4.341 12 kota-negeri
7 Ahmad 241.H 854M 27.100 9 kota-negeri
8 Malik 179.H 795M 1.891 ———
9 Darimi 181.H 799M 3.503 12 kota-negeri
1) Bukhari menuturkan tentang rihlah ilmiah yang dia jalani; ‘Aku memasuki Syam, Mesir dan al Jazirah sebanyak dua kali, ke Bashrah sebanyak empat kali, dan aku tinggal di Hijaz beberapa tahun, menjelajah ke-10kota dan aku tidak bisa menghitung berapa kali saya memasuki kawasan Kufah dan Baghdad bersama para ulama-haddits.
2)Abu Dawud: Dari Sijistan pergi ke Basrah dan tinggal di Bashrah mempelajari hadits di sana dannegeri-negerilain.
Ibnu Majah Menjelajah (Rihlah) meneliti jalan ahli hadis meninggalkan negeri untuk mendengar hadits dan menghafalnya.Terus masuk negri-negri Islam yang menyimpan mutiara hadits, mencari, mengumpulkan, dan menulis hadis.
3) Ahmad: Dari Makkah menuju Yaman dengan berjalan kaki pada tahun 199 H tinggal disana dua hari dan menulis hadits
4)Malik Merasa cukup di Madinah saja.
karena beliau beranggapan cukup dengan ilmu yang ada di sekitar Hijaz. Imam Malik berjumpa ulama tabi’in (Nafi’ yang menyebarkan ilmu hadis.
5)Ad-Darimi menjelajahi 12 kota dari Samarqandi, melihat terpencarnya para pengusung hadis dan atsar negri Islam; Maka Ad Darimi tekjun meneliti jalan ulama hadis ini.
Bagaimana ketatnya ulama menjagaAl-Quran, bagaimana ketatnya ulama menjaga hadis, di atas ini kita lihat Rihlah ‘Ilmiyah atu riset yang menggunakan Ilmu Metodologi Penelitian Ilmiah Ilmu hadis itu.
(6)Allah akan memberi Hidayah kepada para Muallaf
(Muallaf masuk Islam calon mujahid)
Para muallaf, orang-orang yang masuk Islam sekarang makin banyak-makin banyak sekali di negara-negara Barat, sebagaimana catatan berikut:
~Di Denmark, orang Muallaf yang masuk Islam meningkat tajam : Universitas Kopenhagen dalam penelitiannya menemukan fenomena yang mengejutkan bahwa penduduk asli Denmark masuk Islam dalam jumlah cukup besar(arrahmah.com).
~Di Inggris, menurut Faith Matter, angka muallaf mencapai 100.000 dan 5000 – 5200 muallaf baru masuk Islam tiap tahun.
~Tahun 2001, tercatat jumlah masjid di London ada 1.400 buah.
~ Di Jerman dan Perancis, ada 4000 muallaf masuk Islam tiap tahun. ‘Ini hitungan menurut laporan survey Fiyaz Mughal, direktur Faith Matters kepada redaktur The Independent.
~Sementara di Amerika Serikat jumlah umat Islam meningkat berlipat dua kali dan diperkirakan th. 2030 akan mencapai 6,2 juta dibanding tahun ini hanya 2, 6 juta.
~ Markas Islamisasi Eropa terbesar berpusat di masjid agung di Newham, London Timur tak jauh dari Olympic Park, tempat Olimpiade Inggris 2012 mencatat sbb:
~Berdasarkan penelitian maka diramalkan bahwa kelak satu dari setiap sepuluh orang Inggris akan menjadi Muslim pada tahun 2030. Sebaliknya Agama Kristen akan kehilangan lebih dari 500.000 orang pemeluknya setiap tahun, sedangkan jumlah atheis (yang tidak beragama) dan kaum agnostic angkanya akan naik 750.000 per tahun. Daily Mail melaporkan, penelitian oleh House of Commons Library, bahwa selama 6 tahun terakhir, jumlah orang Islam melonjak menjadi 37 persen.
~ Steve Doughty dalam Daily Mail, koran terkemuka Inggris, memprediksi bahwa sekitar 20 tahun ke depan kira-kira tahun 2030 jumlah orang Islam di Inggris akan melebihi jumlah warga negara Kuwait.
~Pemeluk agama Islam seluruh dunia akan meningkat rata-rata 2,2 persen per tahun.~ Tahun 2010 penduduk dunia 6.9 miliar diproyeksikan sampai th.2030 naik 26% menjadi 8.3 miliar. Di tahun 2010 orang Islam dari 1.6 milyar naik menjadi 35% sehingga tahun 2030 menjadi 2.2 miliar. Penelitian ini didasarkan pada tren demografi masa lalu dan estimasi pada apa yang akan terjadi 20 tahun ke depan.
~Worldwide Church of God badan misionari Nasrani yang berpusat di California melaporkan hasil penelitiannya yang dikutip oleh Majalah Islamic Horizons edisi Juli-Agustus 1990, yang diterbitkan oleh Islamic Society of North America (ISNA) di Amerika Serikat, bahwa dalam kurun waktu 50 tahun (1934-1984) pemeluk agama Yahudi hanya meningkat 4%, sementara pemeluk Nasrani meningkat 47%, sedangkan pemeluk Islam meningkat 235%.
@Erdogan Presiden Turki
Th.1924 Kekhalifahan Turki yang pernah berjaya kekuasaannya meliputi wilayah seperti Spanyol, Bizantium, Eropa Timur, Belgrado, Budapes, Rhodes. Tetapi karena kekalahannya dalam Perang Dunia ke-II maka daerah kekuasaan Turki dibagi-bagikan kepada pemenang perang. Kemudian para tokoh Turki mengubah negaranya menjadi Republik dan menjadi Negara Skuler. Alhamdu lillah sekarang Turki berusaha kembali dan hendak mengubah diri menjadi Negara Islam yang modern.
Radio-Muslim Surabaya, 4Des 2015, jam 16.15 wib nara sumber dari Hidayatullah.com menyebutkan sbb:
Erdogan-Presiden Turki, lulusan Madrasah Imam dan Khatib, sekarang sedang membangun Negara Turki-Islamis yang modern, melalui Program Pendidikan dan kesejahteraan kemudian memotong hubungan tuan tanah dengan rakyat-awam, Erdogan tidak takut kepada Rusia, …”Kami hanya takut kepada Allah saja” (katanya), Erdogan berani menentang Amerika dan Rusia, bersedia menampung pengungsi dari Suriya; Erdogan pernah ikut mengunjungi korban Sunami Aceh; membantu korban perang Moro melawan Pemerintah Pilipina.
Firman Allah (s5a56):
(Terjemahnya)“Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang” ( 5 Almaidah 56)
(7) Ustad Fadzlan Al-Garamatan
(Bermental Baja dalam Jihad)
Ustad Fadzlan Rabbani Al-Garamatan terlahir dari pasangan: Machmud Ibnu Abubakar Al-Garamatan dan Siti Rukiah binti Ismail Iribaram; Sudah mendalami nilai-nilai Islami sejak kecil; Fadzlan anak ketiga dari delapan bersaudara.
Ustad Fadzlan masih keturunan Raja Pattipi, penguasa kerajaan Islam pertama di Irian.
Pendidikan Fadzlan dari sekolah dasar sampai SMA ditempuh di Fak-Fak. Tahun 1980 melanjutkan ke Fakultas Ekonomi universitas ternama di Makassar, lulus 1984; Fadzlan kuliah dengan biaya sendiri. Ia jualan minuman ringan dengan gerobag dorong. Fadzlan mempunyai tekad yang sangat kuat untuk mengabdi kepada perjuangan Islam; Semua Itu namanya perjuangan. Di Irian yang bergunung-gunung saja bisa saya taklukkan, masak daerah rata gini tidak bisa”kata Fdzlan.
Berkat berbagai kegiatan sebagai Pengurus Takmir Masjid Raya Makassar, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), berbagai kegiatan Dakwah kampus terutama dakwah yang berat-berat di Irian, sekitar Fak-Fak, Sorong, Nabire, Jayapura, dan seterusnya. Belum lama ini keluarga kerajaan mewakafkan tanah seluas 150 hektar untuk dakwah Islam. Insya Allah akan dibangun untuk Islamic Center.
Ustad Fadzlan dalam ceramahnya di Mesjid An-Nur Sidoarjo Jatim 26 Oktobe 2015 jam 7oo Wib dan Google-Infak Dakwah.com menjelaskan bahwa:
Diantara dakwah yang paling berat ialah daerah yang dakwah Islam dilarang masuk oleh Misi Kristiani .
Maka melalui rekayasa, penggantian nama Islam dengan nama-nama Kristiani (Yushoa, Hendrikus, Stevanus, Frans atau nama yang Nasrani) maka Team Dakwah Ustad Fadzlan berhasil masuk ke dalam daerah yang sangat asing ini.
Dan terbongkarlah bahwa larangan oleh Misi Kristiani ini taktik untuk kampanye bahwa Negara Rep.Indonesia telah menterlantarkan warga Irian (Papua) terbelakang :
@ TETAP MENJADI BANGSA PRIMITIP, MASIH WUDHO BLEJET HANYA MEMAKAI KOTEKA SAJA TIDAK BERPAKAIAN SAMA SEKALI.
@ YANG PEREMPUAN JIKA MELAHIRKAN TEMPATNYA DI DEKAT KANDANG BABI.
@ JIKA MELAHIRKAN BAYI, MAKA SUSU SEBELAH KANAN HANYA DIBERIKAN KEPADA ANAK BABI, SUSU YANG SEBELAN KIRI UNTUK TETEK ANAK BAYINYA SENDIRI.
@TIDAK PERNAH MANDI, TETAPI MANDINYA HANYA MENGGOSOK BADANNYA DENGAN LEMAK BABI.
Misi Kristiani atau rekan kerjanya membuat gambar mereka di atas ini untuk kampanye ke luar negeri, demi untuk menjelek-jelekkan siapa yang mereka musuhi..
Ustad Fadlan dan jamaahnya dalam melaksanakan tabligh di suatu pedalaman Papuan telah mendapat perlawanan keras dari pihak gereja”
(8)Dilarang menyebarkan Islam.
Usttad Fadlan terpaksa harus berusaha bertemu dengan yang berkuasa(Gereja) membuat larangan itu. Ketika usaha bertamu ke rumah pendeta yang berkuasa di sana dijawab oleh penerima ytamu bahwa“Bapa pendeta tidak ada di rumah”
Hari berikutnya ustad Fadzlan berusaha lagi untuk bertemu, penerima tamu menjawab dengan jawaban yang persis sama dengan yang pertama(“Bapa pendeta tidak ada di rumah”); Ustad Fadzlan tidak berhenti usahanya untuk betrtemu sang pendeta itu diulang tiap-tiap hari bahkan sampai 2 bulan 6 hari (66 hari) xsetiap hari dan mendapat jawaban yang sama dengan yang pertama.
Terakhir pendeta itu jatuh sakit, ketika dijenguk oleh Ustad Fadzlan akhirnya Sang Pendeta berjanji dapat menerima Ustad Fadzlan setelah sembuh, tetapi pertemuan dibatasi hanya empat mata saja tidak boleh ada orang ketiga.
Ternyata dari pertemuan yang pertama ini sang pendeta meminta bertemu lagi dan meminta bertemu lagi akhirnya sang pendeta masuk Islam diikuti oleh anggota jemaatnya.
Akibat dari Islamnya sang pendeta dan jemaatnya ini Ustad Fadzlan dihukum penjara 3 bulan, tetapi keluar dari penjara Ustad Fadzlantetapi meneruskan dakwahnya terus makin giat.
Lalu bagaimana cara Dakwah Islam kepada suku terasing yang masih sangat terbelakang di pelosok hutan belantara, yang bergunung-gunung dan jurang yang sangat dalam, yang dapat dicapai hanya dengan pesawat terbang milik Misi Kristiani saja yang bisa sampai ke-sana itu???
Dakwah yang pertama ialah mengajak dan mengajar mereka itu untuk bersedia mandi. Ustad Fadzlan sudah menyiapkan sabun dan sikat gigi-odol, dan syampoo. Pada awalnya pelajaran mereka terima tetapi karena baunya yang wangi, mereka menolak untuk diguyur air, terutama rambutnya yang keriting sangat ruwet itu terkena syampoo dibiarkan terus biar bau wanginya tetap berlangsung. Team Dakwah Ustad Fadzlan terpaksa shalat di atas panggung sebab di bawah babi masih berkeliaran kesana kemari, kemudian suku asli Irian ini hanya melihat tertegun dengan masygul melihat jamaah sedang shalat…….. Pada kesempatan yang berulang-ulang mulailah mereka bertanya soal-soal shalat dan serangkaian ibadah kepada Ustad Fadlan dan anggota Team Dakwahnya ..dst.
Berkat kerja keras jihad terlalu berat ini dalam suatu kesempatan, maka Ketua Suku Irian asli yang sudah agak lengkap ibadahnya lalu diajak ke Jakarta menghadap preside (saat itu pak Harto). Maka karena senangnya presiden memberikan hadiah yang sangat banyak kepada orang-orang Irian pedalaman itu segala keperluan harian sampai mushalla atau tempat ibadah suku ini. Maka akibatnya para misionaris itu cemburu karena semakin bertambah banyak penduduk Papua yang masuk Islam.
Tersiar oleh TransTV bahwa Ustad Fadzlan dan Team Dakwahnya telah berhasil meng-ISLAM-kan sekitar 200 000 orang warga pedalaman Irian ini. Alhamdu Lillah Rabbil ‘Alamin.
Sungguh benar-benar luar biasa semangat jihad Team Dakwahustad Fadzlan ini, melihat terlalu sulitnya medan dan sangat berat sekali rintangan yang dihadapi, dengan pengorbanan modal sarana-prasarana dakwah, korban harta dan tenaga betul-betul hampir tidak ada tolok bandingannya dalam sejarah Islam, Bagiaman dengan kita-kita ini?

-=o0o=-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: